Login
Section Education

Maharah Qiraah Learning Practices Using Al Ashri Book

Amalan Belajar Maharah Qiraah Menggunakan Kitab Al Ashri
Vol. 10 No. 2 (2025): December:

Abdul Baqiy (1), Khizanatul Hikmah (2)

(1) Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
(2) Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
Fulltext View | Download

Abstract:

General Background Arabic language instruction in secondary education emphasizes reading competence as a core linguistic skill required for understanding written texts and religious sources. Specific Background At Muhammadiyah 2 Sidoarjo High School, maharah qira’ah learning relies on the Al-Ashri textbook as the primary instructional resource, supported by varied teaching strategies and classroom media. Knowledge Gap Existing studies have discussed maharah qira’ah learning strategies, yet limited qualitative analysis focuses on instructional preparation, classroom implementation, evaluation procedures, and contextual learning factors using the Al-Ashri book at the senior high school level. Aims This study aims to describe teacher preparation, instructional implementation, evaluation practices, and supporting and inhibiting factors in maharah qira’ah learning using the Al-Ashri book. Results The findings show that teachers prepared structured lesson modules aligned with the textbook, applied drill, discussion, and communicative methods supported by PowerPoint media, games, and additional texts, and conducted formative and summative evaluations. Inhibiting factors included students’ diverse educational backgrounds and limited prior Arabic knowledge, while supporting factors consisted of the Quran Reading Team program and game-based learning activities. Novelty This study provides a comprehensive qualitative portrayal of maharah qira’ah learning processes centered on the Al-Ashri book in a Muhammadiyah senior high school context. Implications The findings offer practical insights for Arabic language educators in managing instructional strategies and addressing learner diversity in reading instruction.


Highlights:



  • Instructional planning was systematically aligned with textbook structure and learning objectives.

  • Classroom activities combined repetitive practice, interaction, and visual support to facilitate reading activities.

  • Learner background diversity shaped both instructional challenges and classroom support strategies.


Keywords: Maharah Qiraah, Arabic Reading Instruction, Al Ashri Boo, Qualitative Analysis, Senior High School

Downloads

Download data is not yet available.

Pendahuluan

Pembelajaran bahasa arab dalam sekolah terkadang sulit diminati oleh siswa[1]. Beberapa dari siswa menganggap bahwa bahasa arab adalah bahasa agama karena mempelajari bahasa arab dipakai memahami teks teks yang berkaitan dengan agama[2]. Dalam pembelajaran bahasa arab sangat penting dalam mempelajari kitab suci umat islam yaitu Al-Quran[3] sebagaimana pada surat Yusuf ayat 2 “Sesungguhnya Kami telah menurunkan berupa Al-Quran dengan bahasa arab agar kamu memahaminya.” Menjadikan bahasa arab juga disebut sebagai bahasa internasional maka bahasa arab sangatlah penting untuk dipelajari[4].

Membaca merupakan suatu kemahiran berbahasa yang dikategorikan sebagai kombinasi Latihan untuk kegiatan 3 keterampilan lainnya[5]. Tujuan dalam maharah qira’ah adalah untuk memahami dari segi makna dan tatanan bahasa sesuai konteks[6]. Selain itu juga dari maharah qira’ah memperlancar dalam memahami kaidah-kaidah nahwu shorof dengan tepat. Namun dari beberapa siswa pada pembelajaran qira’ah masih kesulitan memahami teks bahasa arab[7], minat untuk memahami pembelajaran qira’ah sangat rendah dikarenakan hanya mengandalkan membaca tanpa memberikan konteks nahwu shorof sehingga kurang menarik bagi pelajar[8] dan media pembelajaran dari media bahan buku ajar saja kurang mendukung [9].

Kompetensi dalam pembelajaran bahasa arab mengacu pada Maharah qira’ah, Istima’, Kalam, dan juga Kitabah[10] dan hal tersebut diseimbangkan bagaimana seseorang guru mengajar pada mata pembelajaran[11]. Maharah qira’ah menjadi pembelajaran terpenting dalam susunan kandungan didalam pembelajaran bahasa arab[12] karena berhubungan dengan antara verbal dan bahasa[13]. Hal ini menjadi 2 hal terikat tidak hanya verbal yang digunakan untuk melatih siswa dalam bentuk ucapan tetapi itu juga menjadi suatu awal pembelajaran bahasa seperti melatih membaca kitab Al-Qur’an[14]. Maka pada Maharah qira’ah dalam pembelajaran bahasa arab tersebut berupaya melatih siswa dalam mengucapkan bahasa arab atau teks teks yang mengandung unsur bahasa sehingga siswa dapat memahami dari segi verbal dan juga segi bahasa[15].

Pastinya pembelajaran juga membutuhkan komponen penting yaitu penggunaan sumber belajar. [16] Sumber belajar tidak hanya terdapat dari sebuah data seperti yang bisa diambil dari bahan buku ajar, tetapi juga dari sebuah bahan yang mengacu kepada internet seperti saat ini. [17] Sumber belajar yang didapat akan memanfaatkan siswa untuk digunakan baik secara individu maupun berkelompok dalam hal belajar mengajar. Buku teks adalah buku bahan ajar dengan standarisasi yang didalamnya terdapat banyak teks-teks pembelajaran dari suatu cabang ilmu bidang studi untuk digunakan di sekolah atau Lembaga Pendidikan[18]. Dari Sumber belajar yang dipakai para Lembaga SMA Muhammadiyah menggunakan sumber belajar dari buku Al Ashri yang menjadikan bahan utama dari semua pembelajaran. Buku pembelajaran Al-Ashri merupakan sebuah buku pembelajaran karangan Waviq Amiqoh, M.Pd.I dan Elly Nuriyati, S.Pd.I dari Kurikulum dan Silabus majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur[19]. Hadirnya buku tersebut salah satu ciri khusus dalam pengajaran majelis Muhammadiyah[20], Selain itu buku tersebut dirancang dari edisi revisi lama tahun 2002 sampai edisi terbaru 2022 agar dipastikan bahwa pembelajaran dari majelis Muhammadiyah berjalan bagus baik dari segi proses pembelajaran, penilaian, dan evaluasi pembelajaran.

Beberapa penelitian yang sudah dilakukan Lutfi Khoriyyah dan Mohammad Mas’ud Arifin dengan judul Analisis Maharatul Qira’ah Siswa Madrasah Tsanawiyah[21] dalam tujuan penelitiannya untuk mengetahui kemampuan belajar Maharatul Qira’ah dan mengetahui metode dan strategi yang digunakan dalam meingkatkan pembelajaran Maharatul Qira’ah dan mengetahui kemampuan siswa dalam belajar bahasa arab di sekolah Madrasah Tsanawiyah Nurul Hikmah. Dari penelitian tersebut mengemukakan hasil bahwa pembelajaran disekolah tersebut menggunakan pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) yang dipaparkan sebagai metode Ceramah sekaligus metode diskusi, metode demonstasi, metode simulasi, serta diupayakan metode Ice Breaking yang dimana menumbuhkan rasa suka pada pembelajaran bahasa arab. Penelitian dilakukan oleh Iis Susiawati dan Dadan Mardani pada judul Pembelajaran Maharah qira’ah untuk Penguasaan Makna Teks Tentang Pendidikan Karakter[22]. Dalam tujuan penelitian tersebut mengungkapkan pengembangan pembelajaran Maharatul Qira’ah untuk pengusaan teks. Dari hasil penelitian tersebut menjelaskan bahwa pengembangan pemelajaran Maharah qira’ah dalam rangka penguasaan makna teks terkandung dalam metode pengajaran yang tepat, mengedepankan fungsional bahasa dalam pembelajaran, serta melatih berbahasa arab dari segi tulis maupun lisan. Selanjutnya pada penelitian Siti Fatimah dan Muhammad Islahul Mukmin dengan judul Peningkatan Kemampuan Maharah qiraah bagi Siswa Kelas VII Melalui Model Pembelajaran Inquiri Di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Malang[23]. Tujuan penelitian tersebut untuk mengetahui hasil dari peningkatan kemampuan pembelajaran Maharah qira’ah dengan model inquiri. Maka dari hasil penelitian tersebut mengemukakan bahwa pembelajaran Maharah qira’ah dalam pendekatan inquiri menjadi suatu solusi untuk meningkatkan pembelajaran Maharah qira’ah disekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Malang. Selain itu juga dalam pembelajaran Maharah qira’ah melalui pendekatan model Inquiri dapat menambah pemahaman dalam pembelajaran bahasa arab. Maka penulis ingin melakukan penelitian lebih lanjut terfokus kepada Analisa pembelajaran Maharah qira’ah pada buku Al-Ashri dengan tujuan : 1) Untuk mengetahui persiapan guru dalam mengajarkan pada Maharah qira’ah Pada Buku Al-Ashri serta pelaksanaan, evaluasi pembelajaran bahasa arab. 2) Untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung yang dialami siswa ketika pembelajaran bahasa arab baik dari segi internal maupun eksternal.

Metode

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif[24] untuk mendeskripsikan proses pembelajaran Maharah Qira’ah dengan buku Al-Ashri di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan guru bahasa Arab Fuad Syukri Zaen, Nur Chasan Bashri dan Viqie Ikbal Maulana, wakil kepala kurikulum, serta beberapa siswa; observasi dilaksanakan di kelas X, XI, dan XII; sedangkan dokumentasi mencakup modul ajar, catatan observasi, data evaluasi, dan nilai siswa. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi[25] yaitu membandingkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan tiga tahap: (1) reduksi data, (2) penyajian data dalam bentuk narasi deskriptif, dan (3) penarikan kesimpulan

Hasil Dan Pembahasan

A. Pembelajaran Maharah Qira’ah Buku Al- Ashri di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo dengan fokus pada pembelajaran Maharah Qira’ah menggunakan Buku Al-Ashri. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Dari penelitian ini diperoleh beberapa temuan utama terkait perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor penghambat dan pendukung pembelajaran.

1. Perencanaan Pembelajaran

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bahasa Arab, perencanaan pembelajaran Maharah Qira’ah dilakukan melalui penyusunan modul ajar yang disesuaikan dengan buku Al-Ashri. Modul ajar tersebut mencakup tujuan pembelajaran, metode, strategi, sarana prasarana, serta target capaian belajar siswa. Sejalan perencanaan pembelajaran tercantum pada teori yang dikemukakan Muhammad Syarif bahwa dalam proses perencanaan pembelajaran harus dilakukan untuk mengemukakan tujuan yang akan dicapai pada proses pembelajaran, dimulai dengan analisis serta dokumen yang dijadikan landasan rumusan pada perencanaan tersebut[26]. Guru menyiapkan materi dari bab-bab tertentu dalam buku Al-Ashri, antara lain Al-Mihnatun (pekerjaan), A’dat wa Ma’dud (bilangan), serta Fil Fashli (di kelas). Bab-bab tersebut berisi mufrodat, risalah, muhadasah, serta teks bacaan yang relevan dengan kompetensi dasar siswa SMA. Dari sisi sarana dan prasarana, guru memanfaatkan media presentasi berupa PowerPoint (PPT) untuk menampilkan kosakata beserta gambar pendukung, sehingga siswa lebih mudah memahami. Selain itu, guru juga menambahkan teks tambahan berupa risalah atau maqalah dari internet yang sesuai dengan tarqib buku Al-Ashri. Tujuan dari perencanaan ini adalah untuk memfasilitasi siswa dalam menguasai kosakata, memahami struktur tata bahasa sederhana, serta mampu membaca teks Arab dengan baik. Perencanaan juga mencakup strategi evaluasi untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa, sekaligus mengidentifikasi kesulitan yang mereka hadapi.

2. Pelaksanaan pada Pembelajaran Maharah Qira’ah Buku Al- Ashri di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo

Observasi yang dilakukan peneliti dari beberapa cara guru mengajarkan bahasa arab terutama dari segi meningkatkan maharah qira’ah mengulas beberapa hal terutama Langkah-langkah kegiatan guru dalam menerapkan pembelajaran bahasa arab. Pelaksanaan pembelajaran maharah qira’ah di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan sekolah, yaitu 1–2 jam. Dalam pelaksanaannya, guru menggunakan kombinasi beberapa metode dalam pembelajan 1) Metode Drill yaitu Guru melatih siswa secara berulang dalam menghafal dan mengingat mufrodat. Latihan pengulangan ini bertujuan memperkuat daya ingat siswa terhadap kosakata baru yang terdapat dalam buku Al-Ashri. 2) Metode Diskusi dilakukan dengan Guru mengajak siswa berdiskusi mengenai isi teks yang telah dibaca. Melalui diskusi kelompok, siswa dapat saling bertukar pendapat dan memperkuat pemahaman isi bacaan. 3) Metode Komunikatif dilakukan Guru membiasakan siswa untuk menggunakan bahasa Arab dalam percakapan sederhana. Misalnya, siswa diminta membaca dialog dari buku Al-Ashri secara bergantian. Strategi ini bertujuan agar siswa lebih berani berbicara dalam bahasa Arab sekaligus melatih kemampuan membaca. Selain metode di atas, guru juga menggunakan media PPT yang menampilkan mufrodat beserta gambar untuk memperjelas makna. Guru menambahkan teks risalah atau teks bacaan tambahan sebagai latihan membaca agar siswa terbiasa menghadapi variasi teks. Selain itu guru bermaksud menambahkan tampilan gambar dari sisi mufrodat agar menyampaikan pembelajaran bahasa arab tanpa acuan dari segi metode tarjamah dan lebih menggunakan metode Drill, metode Diskusi serta Metode komunikatif, karena pada pembelajaran tarjamah itu siswa lebih cenderung mengandalkan guru dalam mengartikan sebuah risalah atau mufrodat sedangkan guru menggunakan metode Drill dan Diskusi agar guru berusaha membuat siswa mudah untuk mengingat pembelajaran dengan cara mengulang pembelajaran mulai dari mufrodat dan teks sinonim dengan sudut pandang pengartian yang sama. Untuk meningkatkan motivasi, guru memasukkan unsur game edukatif ke dalam pembelajaran. Misalnya, siswa diminta menyusun kosakata dari huruf-huruf yang ditampilkan di PPT, atau mengikuti permainan kelompok yang menuntut mereka mengingat kembali mufrodat yang telah diajarkan. Permainan tersebut tidak hanya menambah keseruan kelas, tetapi juga memperkuat hafalan kosakata dan pemahaman teks. Guru juga menerapkan strategi tutor sebaya, di mana siswa yang lebih mampu diminta membantu teman-temannya yang masih kesulitan. Hal ini menjadikan pembelajaran lebih inklusif dan kolaboratif.

3. Evaluasi Pembelajaran

Evaluasi dilakukan oleh guru untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami materi yang diajarkan. Evaluasi dilakukan dalam beberapa bentuk 1) Evaluasi Sumatif dilaksanakan pada tengah semester dan akhir semester. Bentuk evaluasi ini berupa ujian tertulis dan lisan untuk mengukur penguasaan kosakata, pemahaman isi teks, keterampilan membaca serta untuk mengetahui keinginan dan antusias siswa untuk mempelajari bahasa arab. 2) Evaluasi Harian Dilakukan setiap akhir pertemuan dalam bentuk post-test, kuis, maupun pertanyaan lisan. Guru menanyakan kembali isi teks yang telah dipelajari untuk memastikan pemahaman siswa. Guru juga membuat uji evaluasi secara langsung dengan memodifikasi evaluasi pada media PPT dalam bentuk permainan seperti cerdas cermat, kuis kelompok, maupun tantangan menyusun kosakata. Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar mendapat poin tambahan sebagai bentuk penghargaan. Dengan cara ini, evaluasi tidak hanya berfungsi mengukur kemampuan siswa, tetapi juga meningkatkan motivasi belajar karena siswa merasa lebih tertantang dan senang dalam mengikuti pembelajaran.

B. Faktor Penghambat dan Pendukung pada pembelajaran Maharah Qira’ah Buku Al- Ashri di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo

Adapun penelitian yang di lakukan dalam merangkung beberapa faktor penghambat yang terdapat pada pembelajaran maharah qira’ah pada buku Al-Ashri di sekolah SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo yaitu :

1. Perbedaan latar belakang siswa khususnya yang berasal dari sekolah negeri, tidak memiliki pengalaman belajar bahasa Arab sebelumnya. Bahkan terdapat siswa yang belum lancar membaca Al-Qur’an, sehingga guru harus memulai dari pengajaran dasar bahasa Arab. Hal ini menghambat kelancaran pembelajaran karena siswa dengan kemampuan rendah kesulitan beradaptasi, sementara materi dalam buku lebih menekankan penambahan kosakata baru dibanding penguasaan dasar. Akibatnya, semangat belajar sebagian siswa menurun. Hal ini menjadi tantangan guru dalam menggapai edukatif dari sistem perencanaan pada pembelajaran bahasa arab agar lebih memudahkan siswa yang masih belajar dari dasar.[28]

2. Kesenjangan kurikulum pada Buku Al-Ashri disusun mulai dari SD, SMP, hingga SMA di sekolah Muhammadiyah. Siswa yang tidak melalui jenjang Muhammadiyah mengalami kesulitan karena tidak memperoleh pembelajaran dasar yang seharusnya dipelajari sejak tingkat sebelumnya, seperti penguasaan dhomir, isim, dan fi’il. Hal ini berdampak pada kemampuan memahami teks dan menambah beban guru dalam menyusun strategi pembelajaran. Kondisi ini selaras dengan penelitian Mochammad Deddy Soe’aiddy yang menegaskan adanya korelasi antara kemampuan membaca Al-Qur’an dan keterampilan qira’ah. [29]

Adapun juga beberapa faktor pendukung yang terdapat pada pembelajaran bahasa arab terutama dari segi maharah qira’ah buku Al-Ashri di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo yaitu :

1. Program Team Baca Qur’an unggulan ini berharap untuk membantu siswa berlatih membaca huruf Arab, memperbaiki makhrajul huruf, serta meningkatkan pemahaman teks. Kegiatan ini efektif untuk menjembatani perbedaan latar belakang siswa, sekaligus mendukung penguasaan maharah qira’ah. Harapan guru pada pembentukan program kegiatan tersebut untuk memulai tahapan penguasaan bahasa arab dan menjadi program unggulan. Menurut Viqie Ikbal Maulana selaku guru bahasa arab SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo siswa bisa dikatakan mahir dalam maharah qira’ah apabila siswa menguasai dalam membaca dari makhorijul huruf sesuai dengan kalimat bahasa arab dengan benar dan dengan intonasi yang benar. Hal itu juga ditegaskan oleh ustadz Chasan Bashri yang mengacu pada modul ajar pada kurikulum sekarang yaitu differensiasi pada siswa agar mendapatkan tahapan dasar pada pembelajaran bahasa arab sehingga siswa tidak tertinggal jauh dengan siswa yang lain.[30]

2. Penggunaan model pembelajaran berupa game menghadirkan permainan edukatif di kelas untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan interaktif. Strategi ini terbukti meningkatkan motivasi, mengurangi kejenuhan, serta memudahkan siswa dalam memahami kosakata. Harapan guru dalam menciptakan kegembiraan suasana dikelas juga mengatasi kebosanan pada proses pembelajaran bahasa arab berlangsung Hal ini sejalan dengan temuan Parihin yang menyatakan bahwa metode permainan dapat membangun lingkungan belajar yang interaktif dan menyenangkan.[31].

Simpulan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Maharah Qira’ah dengan buku Al-Ashri di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo berjalan dengan cukup baik, meskipun masih terdapat hambatan pada latar belakang kemampuan siswa. Strategi guru yang mengombinasikan metode drill, diskusi, dan komunikatif serta inovasi berupa permainan dan tutor sebaya terbukti dapat meningkatkan keaktifan siswa dan membuat pembelajaran lebih menarik. Hambatan yang berkaitan dengan perbedaan latar belakang siswa dapat diatasi dengan adanya program kegiatan Team Baca Qur’an serta pendekatan diferensiasi pembelajaran yang menyesuaikan tingkat kemampuan siswa. Sementara itu, faktor pendukung berupa sarana prasarana yang memadai dan kreativitas guru dalam mengajar turut berkontribusi pada keberhasilan pembelajaran.

Ucapan Terima Kasih

Alhamdulillah atas segala izin dari Allah SWT yang memberikan hidayah serta semangat dalam melakukan penelitian ini dan memberikan kelancaran kepada penulis. Dari penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada sekolah SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo selaku objek dari kasus penelitian ini dan beberapa guru yang saya ajukan untuk melakukan penelitian serta kepala serta siswa sekolah yang sudah saya ajukan untuk melakukan observasi. Tidak luput juga teman teman yang sudah mendukung saya dalam mengembangkan penelitian ini serta orangtua saya yang sudah membimbing dan mendoakan saya agar saya bisa terus semangat untuk menyelesaikan tugas akhir ini.

Tidak lupa saya berterima kasih kepada almarhum bapak imam fauzi selaku dosem pembimbing saya yang pernah sabar dan tidak putus asa dalam membina saya untuk mengembangkan potensi saya di tugas akhir ini. Saya ikut bersedih atas kehilangan beliau wafat dalam khusnul khotimah dan berdo’a beribu ribu kali semoga amal dan bimbingan beliau diterima oleh Allah SWT. Dan semoga Allah membalas segala kebaikan yang kalian lakukan dalam membantu saya secara berlipat ganda.

References

D. A. Z. 2 Ayu Desrani1, “Pengembangan Kurikulum Pembelajaran Bahasa Arab di Masa Pandemi Covid-19".

F. S. A. Rusmana, “ISTIKHDĀM LU’BAH AL-ALGHĀZ AL-‘ARABIYYAH WA TARTĪB ALJUMLAH FĪ TA’LĪM AL-LUGHAH AL-‘ARABIYYAH LITARQIYAH MAHĀRAH KITĀBAH,” vol. 2, no. 1, pp. 91–103, 2023, doi: 10.15575/ta.v2i2.24831.

D. Tresnawati and R. F. Rizqi, “Rancang Bangun Aplikasi Pengenalan Dasar Bahasa Arab Sebagai Media Pembelajaran Berbasis Android,” J. Algoritm., vol. 14, no. 2, pp. 443–451, 2015, doi: 10.33364/algoritma/v.14-2.443.

A. Nurcholis and S. I. Hidayatullah, “Tantangan Bahasa Arab sebagai Alat Komunikasi di Era Revolusi Industri 4.0 pada Pascasarjana IAIN Tulungagung,” Arab. J. Bhs. Arab, vol. 3, no. 2, p. 283, 2019, doi: 10.29240/jba.v3i2.999.

A. Rathomi, “Pembelajaran Bahasa Arab Maharah Qira’Ah Melalui Pendekatan Saintifik,” Ta’dib J. Pendidik. Islam, vol. 8, no. 1, pp. 558–565, 2019, doi: 10.29313/tjpi.v8i1.4315.

Rusdi, “tajdid taelim maharat alqira’ah (tahlil darurat ’adawat alaistifham fi taelim maharat alqira’ah)”.

I. Haryono and K. Hikmah, “The Application Of The Contextual Teaching And Learning (CTL) Model In Arabic Language Learning To Improve The Learning Outcomes,” Buana Pendidik. J. Fak. Kegur. dan Ilmu Pendidik., vol. 19, no. 1, pp. 45–60, 2023, doi: 10.36456/bp.vol19.no1.a6241.

U. F. A. Dilla and N. Anwar, “Analisis Pembelajaran Maharah Qira’ah pada Siswa Kelas VI: Tantangan dan Solusi,” Indones. J. Law Econ. Rev., vol. 14, no. 2, pp. 6–14, 2022.

M. Darmawan and M. Surya, “Efektivitas pemanfaatan media buku digital dalam meningkatkan penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kritis peserta didik melalui pembelajaran kontekstual,” J. Teknol. Pembelajaran, vol. 2, no. 2, pp. 296–313, 2017.

S. R. Fuzielestari, I. Akzam, and Alfitri, “juhud tarqiat maharat alqira’at lilmubtadiiyn bitatbiq tariqat almaqtae ) SYLLABIC METHOD ( litalamidh alfasl aleashir bialmadrasat althaanawiat al’iislamiat ya.b.k.l kibriy ) YPKL KEPRI,” pp. 1–6, 2021.

A. Supianudin and A. F. Rohman, “Istikhdām Tarīqah Al-Qawā’id Wa Al-Tarjamah Bi Mu’jam Al-Lughah Al-‘Arabiyyah ‘Alā Asās Mobile Fī Ta’līm Al-Lughah Al-‘Arabiyyah Li Tarqiyah Mahārah Al-Qirāah,” Tadris Al-’Arabiyyah J. Pendidik. Bhs. Arab dan Kebahasaaraban, vol. 3, no. 1, pp. 63–80, 2024, doi: 10.15575/ta.v3i1.34137.

F. A. Romadhoni and N. Anwar, “STUDI ANALISIS PERBANDINGAN: PEMBELAJARAN MAHARAH QIRA’AH DI PRODI PBA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO INDONESIA DAN PRODI PBA UNIVERSITI SULTAN ZAINAL ABIDIN MALAYSIA,” vol. 09, no. September, pp. 1–23, 2016.

A. Basith, “tadris maharat alqira’at fi easr aleawlama”.

Usaila, Abdul Rohman Sudesi, and Shofil Fikri, “Desain Dan Analisis Media Pembelajaran Qira’ah,” Muhadasah J. Pendidik. Bhs. Arab, vol. 5, no. 2, pp. 147–163, 2023, doi: 10.51339/muhad.v5i2.1040.

MOHAMAD CHANRA, “Analisis Kesulitan Belajar Qira’Ah Pada Pesertadidikdalam Pembelajaran Bahasa Arab Di Mts Al Khairaat Biromaru,” p. 52, 2023.

M. Mabrurrosi, “Analisis Buku Ajar Bahasa Arab Karya Dr. D. Hidayat,” Al-Irfan J. Arab. Lit. Islam. Stud., vol. 3, no. 2, pp. 237–257, 2020, doi: 10.36835/al-irfan.v3i2.4016.

R. S. Sasmita, “Pemanfaatan Internet Sebagai Sumber Belajar,” J. Pendidik. Dan Konseling, vol. 1, pp. 1–5, 2020.

U. Hanifah, “PENTINGNYA BUKU AJAR YANG BERKUALITAS DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BAHASA ARAB,” Tarbiyah, J. Ilmu, vol. 3, no. 1, 2014.

M. A. Amrulloh, “ANALISIS KESALAHAN PENERAPAN QAWA’ID PADA BUKU AJAR BAHASA ARAB,” Al-Tadzkiyyah J. Pendidik. Islam, vol. 6, pp. 46–65, 2015.

K. Hikmah and R. Astuti, “Analisis Perbandingan Kualitas Buku Teks Bahasa Arab Ta’lim Al-Lughoh Al-Arobiyah Dan Al-‘Ashri : Kajian Isi, Penyajian Dan Bahasa,” Halaqa Islam. Educ. J., vol. 2, no. 1, pp. 12–29, 2018, doi: 10.21070/halaqa.v1i1.1608.

L. Khoiriyyah, M. M. Arifin, and D. Mardani, “Analisis Maharatul Qira’ah Siswa Madrasah Tsanawiyah,” Edukatif J. Ilmu Pendidik., vol. 5, no. 2, pp. 961–971, 2023, doi: 10.31004/edukatif.v5i2.4853.

F. S. N. Iis Susiawati, Dadan Mardani, “PEMBELAJARAN MAHARAH QIRAAH UNTUK PENGUASAAN MAKNA TEKS TENTANG PENDIDIKAN KARAKTER,” pp. 21–33.

S. Fatimah, M. I. Mukmin, and A. Saifudin, “Peningkatan Kemampuan Maharah Al-Qira’ah Bagi Siswa-Siswi Kelas VII-KMelalui Model Pembelajaran Inquiri Di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2Malang,” Proceeding Int. Conf. Islam. Educ. Challenges Technol. Lit. Fac. Educ. Teach. Training, Univ. Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, vol. 4, no. Mi, pp. 347–356, 2019.

M. Musfiqon, Metode Penelitian Pendidikan. 2012.

Y. Muri, Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualiatif, dan Penlitian Gabungan. Jakarta, 2014.

S. Putrianingsih, A. Muchasan, and M. Syarif, “Peran Perencanaan Pembelajaran Terhadap Kualitas Pengajaran,” Inovatif, vol. 7, no. 1, pp. 206–231, 2021, [Online]. Available: http://jurnal.iaih.ac.id/index.php/inovatif/article/view/211/120

M. N. Hasibuan and Halimatus Sa’diyah, “Metode Contextual Teaching And Learning Dalam Pembelajaran Maharah Qira’ah,” Revorma J. Pendidik. dan Pemikir., vol. 3, no. 1, pp. 26–41, 2023, doi: 10.62825/revorma.v3i1.35.

S. R. U. Iya, “Meningkatkan kemampuan bahasa arab siswa dengan pendekatan multi strategi,” vol. VI, no. 2, pp. 297–314, 2022.

A. Triyana, M. Deddy, and F. M. Rachma, “KEMAHIRAN MEMBACA TEKS BAHASA ARAB THE RELATIONSHIP BETWEEN THE PROFICIENCY OF READING AL- QUR ’ AN AND THE PROFICIENCY OF READING ARABIC TEXTS,” vol. 2, no. 2, pp. 122–130.

H. Kristiani, E. I. Susanti, N. Purnamasari, M. Purba, M. Y. Saad, and Anggaeni, Model Pengembangan Pembelajaran Berdiferensiasi (Differentiated Instruction) pada Kurikulum Fleksibel sebagai Wujud Merdeka Belajar di SMPN 20 Tanggerang Selatan. 2021.

Parihin, “Penggunaan Metode Permainan dalam Pembelajaran Bahasa Arab untuk Meningkatkan Motivasi dan Partisipasi Siswa Kelas XI MQNH Putri,” J. Matluba J. Pendidik. Bhs. dan Sastra Arab, vol. 1, no. 2, pp. 136–150, 2023.