Rachma Melanianing arum (1), Evie Destiana (2)
General Background Early childhood education represents a critical foundation for language development, particularly in early reading skills that support later literacy acquisition. Specific Background In kindergarten settings, early reading activities are often limited to conventional board-based instruction, which may not adequately engage children aged 5–6 years in recognizing letters, syllables, and simple sentences. Knowledge Gap There is limited classroom-based evidence describing structured learning cycles that document measurable progression of early reading skills through interactive visual media in Indonesian early childhood institutions. Aims This study aimed to describe the progression of early reading skills among children aged 5–6 years through the use of illustrated word card media in Group B1 of TK Dharma Wanita Jeruk Gamping Krian. Results Using a classroom action research design with two instructional cycles, observational data showed a progressive increase in early reading mastery, from 56.67% at the pre-cycle stage to 72.22% in Cycle I and 88.89% in Cycle II, based on indicators of letter recognition, syllable and word reading, and simple sentence reading. Novelty The study presents a cyclical, activity-based application of illustrated word cards that systematically documents skill progression across learning stages within an authentic classroom context. Implications These findings indicate that structured use of illustrated word card media can support the organization of engaging early reading activities and provide practical guidance for teachers in designing literacy-oriented learning experiences in kindergarten classrooms.
Highlights:
Keywords: Early Reading Skills, Illustrated Word Cards, Early Childhood Education, Classroom Action Research, Kindergarten Literacy
Pendidikan anak usia dini merupakan tahap awal yang penting dalam perkembangan kognitif dan bahasa anak. Menurut (Kadir, 2024) salah satu aspek penting dalam tahap ini adalah kemampuan membaca permulaan anak. Membaca permulaan adalah kemampuan mengenali huruf, membaca kata-kata sederhana, dan memahami makna yang terkandung di dalamnya[1]. Kemampuan membaca permulaan ini menjadi dasar yang kuat untuk perkembangan kemampuan membaca lebih lanjut di masa depan. Oleh karena itu, pada usia ini, bantuan dari orang tua dan guru sangat diperlukan untuk memahami karakteristik anak dan mengoptimalkan potensi yang dimilikinya.
Usia dini dianggap sebagai masa emas atau golden age karena anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat, dan hal ini tidak dapat digantikan di masa depan. Usia ini merupakan masa yang paling penting dalam kehidupan seorang anak karena pada saat ini, perkembangan otak sedang mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Banyak penelitian di bidang neurologi telah membuktikan bahwa 50% kecerdasan anak terbentuk dalam 4 tahun pertama kehidupannya, ketika anak mencapai usia 8 tahun, perkembangan otaknya mencapai 80%, dan pada usia 18 tahun mencapai 100%[2]
Peran lingkungan dalam hal ini pendidikan anak usia dini sangat penting untuk memberikan rangsangan atau stimulasi yang bersifat menyeluruh guna mengoptimalkan aspek-aspek perkembangan anak melalui kegiatan belajar dan bermain. Pentingnya peran layanan pendidikan anak usia dini dikemukakan oleh bahwa pembelajaran padausia dini merupakan wahanayang memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak guna mencapai harapan yang sesuai dengan tugas perkembangannya.[3]
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 58 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini disebutkan bahwa salah satu standar PAUD yang tertuang dalam tingkat pencapaian perkembangan, yang berisi kaidah pertumbuhan dan 2 perkembangan anak usia dini sejak lahir sampai dengan usia enam tahun. Perkembangan. anak yang dicapai merupakan integrasi aspek pemahaman yaitu nilai-nilai agama dan moral,fisik- motorik, kognitif, bahasa, serta sosial-emosional.[4]
Salah satu aspek yang dikembangkan sejak usia dini ialah bahasa. Kemampuan bahasa sangat penting bagi anak, karena dipakai oleh anak untuk menyampaikan keinginan, pikiran, harapan, permintaan, dan lain-lain untuk kepentingan pribadinya. Bahasa merupakan media komunikasi karena memberikan keterampilan kepada anak untuk dapat berkomunikasi dan mengekspresikan dirinya agar anak dapat menjadi bagian dari kelompok sosialnya.[5]
Perkembangan bahasa anak usia dini secara keseluruhan mencakup kemampuan mendengar, berbicara, menulis dan membaca. Salah satu bagian dari perkembangan bahasa ialah membaca. Membaca merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki seorang anak untuk mengembangkan keterampilan berbicara serta menumbuhkan minat anak untuk membaca buku. Kemampuan membaca merupakan keterampilan dasar yang memungkinkan seseorang untuk memahami materi tertulis dan menguraikannya Kemampuan membaca pada anak dapat Taman Kanak- kanak dikenal dengan kemampuan membaca permulaan.[6]
Mengembangkan aspek kemampuan membaca permulaan hendaknya dilakukan melalui aktivitas belajar sambil bermain, dan bermain sambil belajar.[7] Pentingnya mengembangkan aspek kemampuan membaca sejak dini, membaca permulaan sangat penting dimiliki anak. Anak yang gemar membaca akan mempunyai rasa kebahasaan yang lebih tinggi. Kegemaran membaca harus dikenalkan sejak usia dini.[8]
Anak usia 5-6 tahun berada pada tahap praoperasional. Pada tahap ini anak mulai menunjukan proses berfikir yang jelas, anak mulai mengenali beberapa simbol dan tanda, termasuk bahasa dan gambar. Penguasaan bahasa anak sudah sistematis, anak dapat melakukan pengembangan kreatifitas, namun pada usia ini anak masih memiliki ambisi dan ekspentasi berlebihan. [9]
Kemampuan membaca sudah dapat dikembangkan di Taman Kanak- kanak, salah satu aspek kemampuan yang harus dikembangkan ialah kemampuan membaca dan menulis. Dengan dibiasakannya belajar membaca sejak dini, maka anak akan memperoleh informasi yang lebih banyak dari yang telah dibacanya.[10]
Di Kelompok B1 TK Dharma Wanita Jeruk Gamping Krian, kesadaran akan pentingnya membaca permulaan anak menjadi perhatian utama. Melalui media kartu-kata, kelompok tersebut ingin meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak-anak di usia dini dengan cara yang menarik dan menyenangkan. Kartu kata digunakan sebagai alat bantu yang interaktif dan visual untuk membantu anak-anak mengenali huruf, membentuk kata-kata, dan memperluas kosakata mereka.
Pemberian rangsangan salah satunya dengan memanfaatkan media pembelajaran secara tepat dan sesuai prinsip pembelajaran di Taman Kanak-kanak. Guru di TK Dharma Wanita Jeruk Gamping Krian saat ini sudah menggunakan media dalam pembelajaran mengenal huruf, media yang digunakan guru hanya menulis huruf abjad, dan menulis di papan tulis kemudian anak diminta untuk membacanya. Cara seperti ini dinilai kurang efektif dalam pembelajaran untuk mengenalkan konsep huruf dan kata pada anak. Yang terjadi selama ini dalam pengenalan macam – macam huruf pada anak yakni dengan menuliskan di papan tulis dan anak banyak yang tidak memperhatikan pada akhirnya kelas menjadi gaduh dan ramai.[11]
Melihat dari permasalahan yang ada, maka kemampuan membaca permulaan perlu dikembangkan dengan cara yang tepat, yakni dengan pemilihan media belajar yang tepat. Salah satu media yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan membaca permulaan di TK Dharma Wanita Persatuan Jeruk Gamping Krian dengan menggunakan media kartu kata huruf. Media kartu kata huruf adalah kartu yang berisi huruf – huruf yang berisi abjad dari yang merupakan salah satu jenis dari media yang efektif untuk menstimulasi kemampuan mengenal huruf. Media kartu kata yang merupakan media kartu kata bergambar untuk menyajikan fakta, dan gagasan melalui kata-kata, kalimat, angka - angka, dan berbagai simbol.
Media pembelajaran artinya segala sesuatu yang bisa dipakai buat menyalurkan pesan (peralatan pembelajaran), sebagai akibatnya bisa memikat perhatian, minat, perasaan dan pikiran siswa dalam kegiatan belajar supaya mencapai tujuan belajar. Jadi bisa disimpulkan, media pembelajaran artinya mediator dari berbagai bentuk informasi dari pengajar pada murid pada kegiatan belajar.[12] Media pembelajaran artinya sarana pembelajaran yang dipakai untukmediator pada proses belajar untuk menaikkan efisiensi dan efektivitas sebagai tujuan pembelajaran. Media menjadi alat bantu mengajar guna mengungkapkan materi supaya pesan lebih mudah diterima dan mengakibatkan siswa lebih aktif dan termotivasi. Media merupakan berbagai macam komponen, yang membantu anak untuk pembelajaran.[13] Media juga tidak hanya berupa benda, akan tetapi juga bisa berupa buku teks, orang, lingkungan sekolah ataupun guru itu sendiri. Media itu sendiri juga dapat diartikan sebagai mediator untuk merangsang kegiatan pembelajaran siswa saat dikelas.
Media kartu kata yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pengembangan dari media kartu kata bergambar huruf, sehingga karakteristik media ini adalah media tersebut dilengkapi kata sebagai keterangan huruf untuk mengenalkan konsep huruf dengan lambang abjadnya. Media kartu kata bergambar ini mudah untuk disusun sendiri oleh guru untuk mengajari anak membaca, karena anak akan lebih mudah belajar dengan melihat tipe huruf yang sama.[14]
Media adalah segala alat komunikasi yang dapat menyampaikan pesan atau informasi dari sumber dengan tujuan membangkitkan pikiran, perasaan, minat, dan perhatian untuk menerima pesan atau informasi tersebut. Situasi belajar yang aktif dan menyenangkan akan membuat pembelajaran menjadi bermakna bagi anak. Hal ini merupakan kunci pokok tercapainya tujuan yang diharapkan pada pembelajaran di sekolah Taman Kanak- kanak. Menurut Permendikbud Republik Indonesia No. 137 tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini (2014) indikator kemampuan membaca permulaan anak usia 5 – 6 tahun yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1) anak dapat mengenal simbol dari huruf. 2) anak dapat membedakan bunyi huruf dari dua huruf yang berbeda. 3) anak mengucapkan bunyi dari huruf atau rangkaian huruf huruf. [15]
Media kartu-kata dipilih karena media ini memberikan pengalaman belajar yang konkret dan dapat dipegang oleh anak-anak. Kartu-kata berisi gambar dan kata yang relevan dengan objek yang dikenal oleh anak- anak dalam kehidupan sehari-hari mereka Dengan mengadopsi pendekatan belajar yang berpusat pada anak dan menggunakan media kartu-kata, Kelompok B1 TK Dharma Wanita Jeruk Gamping Krian berharap dapat menciptakan lingkungan yang merangsang dan mendukung perkembangan membaca permulaan anak. Melalui kegiatan yang menyenangkan dan interaktif, diharapkan anak-anak akan memiliki minat yang tinggi dalam membaca dan mengembangkan kemampuan membaca mereka sejak dini.[16]
Kartu artinya kertas tebal yang mempunyai bentuk persegi panjang, buat kebutuhan misal: karcis, pertanda anggota dan lain-lain. Azhar Arsyad menemukakan, kartu huruf bergambar ialah kartu abjad yang terdapat huruf, gambar, tanda simbol, yang meningkatkan maupun menunjukkan pada anak mengenai simbol- simbol. Media kartu huruf ialah kartu kecil yang berupa gambar, soal, konseep atau tanda simbol yang mengenalkan serta menuntun anak kepada sesuatu yang berhubungan melalui materi yang sedang dipelajari. Kartu ini biasanya berukuran 8x12cm atau bisa disesuaikan dengan besar kecilnya yang dihadapi.[17]
Media gambar ialah media visual yang dipakai pada kegiatan belajar tertentu. Dina Indriana mengemukakan media gambar dapat menunjukkan detail melalui bentuk gambar apa adanya, supaya bisa menunjang anak supaya mengenal. Ahmad Susanto mengemukakan kartu kata bergambar ialah suatu media yang dapat mengasah aspek kemampuan membaca, melalui cara menunjukkan gambar diikuti dengan kata yang menjelaskan nama gambar sebagai pemahaman anak mengenal rangkaian huruf juga menggapai dengan lisan ataupun tertulis. Kartu huruf bergambar bisa dibentuk guru secara sendiri, dan gambarnya pun bisa disesuaikan pada topik tiap minggunya[18]
Kegunaan media secara umum, ialah: 1) mengubah penyampaian pesan agar tidak terlalu bersifat visual,
2) mengurangi kesulitan waktu, ruang, serta daya indra, seperti subjek yang begitu besar saat dibawa kekelas bisa dirubah serta gambar, slide, dsb., peristiwa yang terjadi dimasa lampau dapat ditunjukkan lagi lewat video, foto, film, dan film bingkai. 3) menumbuhkan kegemaran belajar, memastikan siswa belajar sendiri sesuai keinginant dan keterampilannya, serta mengurangi perilaku pasif siswa., dan 4) memberikan stimulasi yang sama, bisa memberikan kesamaan pengalaman dan persepsi siswa mengenai isi pembelajaran. [19]
Peneliti Azra Auria Urfa dan Elva Rama “Membuat dan Memanfaatkan Busy Books untuk Meningkatkan pemahaman Membaca di PAUD Budi Mulia Padang’’
Media pembelajaran mempunyai peran penting dalam proses pembelajaran, yaitu: 1) proses belajar bisa berlangsung kapanpun juga dimapun, 2) pemberian pesan pembelajaran bisa terstandar, 3) kualitas belajar siswa bisa dinaikkan, 4) waktu dilangsungkan belajar bisa diperpendek, 5) belajar bisa menarik, 6) belajar menjadi lebih interaktif,.[20]
Peneliti Azra Auria Urfa dan Elva Rama “Membuat dan Memanfaatkan Busy Books untuk Meningkatkan pemahaman Membaca di PAUD Budi Mulia Padang’’ Tujuan peneliti adalah membuat dan menggunakan Busy Books sebagai media pendidik bagi para guru untuk mengembangkan kemampuan membaca anak – anaknya. Dalam kajian ini, Busy Books berisi coretan – coretan yang memudahkan anak – anak membaca dan memberi mereka koneksi langsung dengan apa yang mereka baca dan berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Ratna Dwiarti terdapat peningkatan keahlian dalam membaca permulaan dengan menggunakan media kartu kata dan mendapat tingkat capaian keberhasilan 90% menggunakan siklus II.
Kegiatan pembelajaran dengan media kartu kata bergambar dapat menstimulasi aspek perkembangan kemampuan membaca permulaan, bisa membedakan macam - macam huruf dan memotivasi anak dalam belajar membaca. Oleh karena itu penelitian ini mengambil judul Meningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Melalui Media Kartu Kata bergambar di TK Dharma Wanita Jeruk Gamping Krian.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca awal anak-anak. Penelitian dilakukan di kelompok B1 TK Dharma Wanita Jeruk Gamping Krian. Tujuan pertama adalah untuk memahami sejauh mana penggunaan media kartu kata bergambar dapat membantu pada peningkatan kemampuan membaca awal anak- anak dalam kelompok tersebut. Tujuan kedua adalah untuk mengukur peningkatan yang terjadi pada kemampuan membaca awal anak setelah melibatkan media kartu kata bergambar dalam proses pembelajaran tersebut. Dengan demikian, penelitian ini memiliki fokus untuk mengeksplorasi potensi media tersebut dalam meningkatkan keterampilan membaca terhadap perkembangan kemampuan membaca permulaan anak-anak dalam lingkungan TK dharma Wanita Jeruk Gamping Krian.
Berdasarkan penelitian terdahulu dapat disimpulkan bahwa kedua peneliti ini saya mengembangkan pada membaca permulaan untuk anak usia 5 – 6 tahun, sehingga dapat meningkatkan kemampuan anak dalam memulailah membaca dengan media kartu kata bergambar untuk anak usia 5 – 6 tahun di TK DHARMA WANITA JERUK GAMPING KRIAN.
Metode penelitian dalam artikel ini menggunakan Pendekatan Tindakan Kelas dengan fokus pada penggunaan media kartu kata bergambar untuk meningkatkan kemampuan membaca awal anak-anak di TK Dharma Wanita Jeruk Gamping Krian. Pendekatan Tindakan Kelas ini dirancang untuk memperbaiki praktik pembelajaran melalui siklus perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi . Adapun perencanaan adalah berkolaborasi antara peneliti dan guru untuk menerapkan kegiatan belajar. Pelaksanaan atau tindakan ini melibatkan perlakuan guru di kelas berdasarkan rencana yang disiapkan. Pengamatan ini mengamati hasil dan efek dari penggunaan media kartu kata gambar pada lemampuan entuk mengenal hiruf. Pengamatan dilakukan di kelas dan selama kegiatan belajar menggunakan lembar pengamatan yang dirancang. Pengamatan ini dilakukan untuk meningkatkan mengenal huruf yang ditunjuk selama proses kegiatan pembelajaran. Kegiatan ini dilakukan untuk mengumpulkan data kemudian data tersebut diolah guna untuk melakukan tindakan yang akan dilakukan berikutnya. Refleksi pada tahap refleksi ini merupakan kegiatan untuk melihat berbagai kekurangan yang dilakukan oleh peneliti selama pembelajaran. observasi dilakukan selama proses pembelajaran yang melibatkan kartu kata, dengan menggunakan instrumen observasi berupa checklist yang mencakup kemampuan anak dalam mengenal lambang bunyi huruf, fonem yang sama, dan membaca kata.
Subjek penelitian adalah 15 anak berusia 5-6 tahun dari TK Dharma Wanita Jeruk Gamping Krian. Observasi dilakukan terhadap kelompok B1 yang terdiri dari 8 anak perempuan serta 7 anak laki – laki . Penelitian ini dilakukan di TK Dharma Wanita Jeruk Gamping Krian. Pengumpulan data dilaksanakan memakai analisis data dipakai secara statistik deskriptif kuantitatif. Data kuantitatif didapat dari hasil pengamatan perlakuan tindakan setelah itu dianalisa serta memaparkan hasil test belajar dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Setelah itu guna menguji hepotesis tindakan yang peneliti anjurkan, dilaksanakan serta menganalisis hasil belajar pada siklus pertama serta hasil belajar pada siklus kedua dengan mengmati perbedaan rata-rata yang didapat siswa.
Pada penelitian ini, data yang dianalisa ialah hasil kegiatan pembelajaran bahasa. Analisis pembelajaran anak dilaksanakan saat pertemuan siklus I juga II memakai teknik diskriptif kuantitatif persentase. Adapun rumus yang dipakai pada analisis data serta teknik deskriptif kuantitatif persentase menurut Sugiyono ialah berikut ini :
Figure 1.
Keterangan :
P : prosentase
f : jumlah yang diperoleh n: jumlah anak keseluruhan
Dalam penelitian ini, untuk mengetahui tercapainya kemampuan menegenal huruf anak diperlukan target yang ditentukan. Berikut ini capaian Tindakan dalam kemampuan mengenal huruf anak : 80% - 100% berhasil, 0 – 79% tidak berhasil. Dari analisis ini bisa diketahui, apabila presentasi anak di bawah 80% maka dinyatakan tidak berhasil, akan tetapi jika menghasilkan presentasi diatas 80% maka anak berhasil mencapai yang diharapkan. Adapun indikator kemampuan mengenal huruf anak usia 4-5 tahun ialah : 1.) Anak mampu mengenal huruf abjad dan dilafalkan sesuai dengan bunyinya. 2.) Anak mampu membaca suku kata dan kata, 3.) Anak mampu membaca kalimat pendek.[20]
Observasi dilakukan di TK Dharma Wanita Persatuan Jeruk Gamping dengan mengajak anak melakukan kegiatan membaca permulaan dengan mengajak anak menirukan tulisan yang berbunyi “polisi-gagah-berani” dengan diberikan contoh di tulis di papan tulis lalu anak diminta untuk menyebutkan abjad dan membunyikannya kemudian anak diminta untuk menirukan tulisan yang di papan tulis dengan menggunakan buku tulis.
Berdasarkan observasi diatas terlihat beberapa anak dapat menyebutkan bunyi huruf dan menunjuk abjad dengan benar, ada yang asik bermain sendiri dan ada yang bercanda dengan temannya. Kegiatan selanjutnya anak diajak untuk belajar menulis di buku tulis dengan mencontoh kata yang ada di papan tulis. Anak yang sudah dapat memahami abjad dapat mengikuti interupsi yang diberikan oleh guru dan anak yang belum memahami banyak masih kebingungan dalm menunjuk huruf abjad, sehingga guru harus menuntun anak dalam menyebutkan huruf abjad.
Berdasarkan kegiatan observasi yang dilakukan diatas dapat dilihat bahwa media yang digunakan kurang menarik dan monoton sehingga anak lebih memilih untuk bermain sendiri dan bercanda bersama temannya. Dalam pelaksanaan tindakan siklus 1 peneliti mempersiapkan rancangan pembelajaran harian yang sudah disusun sebelumnya. Peneliti juga mengamati dan mendokumentasikan semua kegiatan yang dilakukan bersama dengan anak. Perencanaan merupakan tindakan yang dilakukan sebelum melakukan penelitian. Dalam kegiatan ini peneliti menyiapkan rancangan pembelajaran harian (RPPH), menyiapkan media kartu kata bergambar, lembar observasi dan menyiapkan kamera guna mendokumentasikan kegiatan yang dilakukan.
Tahap selanjutnya adalah tahap tindakan dimana pada tahap ini peneliti melaksanakan kegiatan berdasarkan RPPH yang telah dibuat sebelumnya. Pelaksanaan tindakan siklus 1 dilaksanakan selama 3 hari, kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 12 Mei 2025. Dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan peneliti menggunakan media kartu kata bergambar dengan indikator Anak mampu mengenal huruf abjad dan dilafalkan sesuai dengan bunyinya, Anak mampu membaca suku kata dan kata, Anak mampu membaca kalimat pendek. Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 sampe selesai. dengan agenda kegiatan Menyebutkan dan menirukan bunyi huruf atau suku kata pada gambar profesi yang ditunjukkan (nama profesi : guru, koki, polisi ), Mewarnai gambar profesi (polisi) Munyusun huruf menggunakan kartu kata menjadi kata profesi yang diketahui (Guru, Koki, Polisi).
Kegiatan ini diawali dengan senam pagi bersama dilanjut dengan berbaris didepan kelas lalu masuk kelas dan duduk melingkar dengan membaca do’a bersama, pada kegiatan ini peserta didik dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok 1,2 dan 3 disetiap kelompok ini diberikan kegiatan yang berbeda pada kelompok 1 peserta didik diminta untuk menirukan bunyi huruf/suku kata pada gambar profesi yang ditunjukan. Kelompok 2 diminta untuk menyusun huruf menggunakan kartu kata menjadi kata profesi yang diketahui(Guru, koki, polisi). Dan kelompok 3 diminta untuk mewarnai gambar profesi.
Ketika penelitian ini dilakukan masih banyak peserta didik yang tidak memperhatikan dan bermain sendiri. Sehingga, saat ditanya mengenai bunyi huruf peserta didik masih belum bisa menjawab. Pada saat menyusun kata masih banyak anak yang belum bisa melakukan dan sering bertanya kepada guru.
Kegiatan kedua dilaksanakan pada tanggal 13 Mei 2025 dengan menggunakan media yang sama kegiatan ini menstimulasi anak agar lebih bersemangat lagi belajar membaca permulaan. Dengan kegiatan kelompok 1 mewarnai gambar polisi, kelompok 2 Menyebutkan bunyi suku kata dan menyebutkan bunyi kata yang tepat dari suku kata tersebut (guru, koki, polisi) dan kelompok 3 Menyusun kata profesi (guru, koki, polisi). Pada pertemuan kedua ini anak sudah mulai bisa mengikuti interuksi yang diberikan oleh guru dan minat belajar anak sudah mulai muncul. Dari mulai menyusun kata, mewarnai dan menyebutkan suku kata.
Pada pertemuan ketiga anak diajak untuk Menyebutkan kata dan menyusunnya menjadi kalimat (tempat bekerjanya : ibu guru di sekolah, bapak polisi di kantor polisi, bapak petani di sawah),Mewarnai gambar profesi (polisi), Menunjukkan kalimat yang sesuai dengan kegiatan polisi. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2025 dengan rancangan kegiatan kelompok 1 menyebutkan dan menyusun kata menjadi kalimat, kelompok 2 mewarnai gambar polisi dan kelompok 3 menunjukkan kalimat yang sesuai dengan kegiatan polisi. Pada kegiatan ketiga ini anak mulai memahami interuksi yang diberikan oleh guru anak semakin semangat lagi untuk bermain kata.
Setelah melakukan penelitian selama tiga hari peneliti melakukan observasi terhadap tindakan penelitian dengan menggunakan lembar observasi. Observasi disini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan membaca permulaan pada saat kegiatan penelitian dilakukan.
Pada kegiatan di siklus I terlihat hasil peningkatan kemampuan membaca permulaan di TK DWP Jeruk gamping sebesar 72,22% dan pada kegiatan pra siklus kemampuan membaca permulaan hanya sebesar 56,67% hal ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca permulaan pada anak di siklus I. Tetapi, hal ini belum sesuai dengan target yang ditentukan oleh peneliti maka peneliti mengulang kegiatan tersebut di siklus II.
Pada penelitian di siklus II ini peneliti mempersiapkan dan menyusun kembali langkah yang akan dilakukan seperti menyusun kembali rencana pembelajaran harian dengan tema profesi dengan berfokus pada kemampuan membaca permulaan, menyiapkan media kartu kata bergambar,membuat lembar observasi dan menyiapkan kamera untuk mendokumentasikan kegiatan tersebut.
Pelaksanaan penelitian disiklus II dilakukan di hari senin 19 Mei 2025 yang sudah disesuaikan dengan jadwal yang telah dibuat sebelumnya. Kegiatan ini menggunakan media kartu kata bergambar dengan indikator Anak mampu mengenal huruf abjad dan dilafalkan sesuai dengan bunyinya, Anak mampu membaca suku kata dan kata, Anak mampu membaca kalimat pendek. Kegiatan ini dimulai dengan senam pagi bersama kemudian berbaris dan masuk kedalam kelas untuk melakuan do’a bersama kegiatan dimulai pukul 08.00 sampai selesai.
Pada kegiatan ini anak dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok 1,2 dan 3. Kelompok 1 menyebutkan huruf yang ditunjukkan pada media, kelompok 2 menyusun huruf menjadi bentuk kata, kelompok 3 kolase gambar petani. Pada kegiatan ini anak sudah mulai memahami interuksi yang diberikan oleh bu guru dan peneliti. Setelah semua kegiatan selesai dilakukan peneliti melakukan kegiatan tanya jawab kepada anak mengenai kegiatan yang sudah dilakukan hari ini.
Pada kegiatan kedua ini anak dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok 1 diminta untuk menulis kata yang sesuai pada gambar (petani), kelompok 2 mewarnai gambar petani dan kelompok 3 menebak kata yang ditulis di papan tulis. Pada kegiatan kedua siklus II anak sudah memahami interuksi yang diberikan oleh peneliti dan buguru hanya terdapat beberapa anak yang belum memahami. kegiatan kedua ini dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2025.
Pada pertemuan ketiga ini anak tetap dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok 1 menyebutkan kata dan menyusun menjadi kalimat (dokter gigi,koki memasak ikan). Kelompok 2 mewarnai peralatan dokter 3 menulis kalimat yang sudah dibaca ( dokter gigi, koki memasak nasi). Kegiatan ini dilakukan tanggal 21 Mei 2025, pada kegiatan ini peneliti melakukan observasi terhadap pelaksanaan tindangan dengan menggunakan lembar observasi kemampuan membaca permulaan. Observasi ini dilakukan agar peneliti dapat mengetahui peningkatan kemampuan membaca permulaan pada anak usia 4-5 di TK Dharma Wanita Jeruk gamping. Adapun hasil dari kegiatan penelitian di siklus II dapat dilihat pada tabel berikut
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di siklus II dengan menggunakan media kartu kata bergambar sesuai dengan refleksi yang ada di siklus Iuntuk mengetahui kemampuan anak dalam membaca permulaan, perolehan rata-rata di siklus II setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan media kartu kata bergambar sebesar 88,89% hal ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca permulaan pada anak. Hal ini dikatakan berhasil.
Dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan membaca permulaan pada anak usia 5-6 di TK Dharma Wanita Jeruk gamping. Hal ini terlihat adanya perolehan data yang berubah di setiap siklusnya, dari mulai kegiatan pra siklus,siklus I dan siklus II
Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa adanya peningkatan kemampuan membaca permulaan pada anak usia 5-6 tahun dengan menggunakan media kartu kata bergambar. Media kartu kata bergambar disisni merupakan alat peraga yang digunakan untuk membantu guru dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak usia 5-6 tahun. Kata – kata yang digunakan dalam kartu kata adalah kata yang sudah akrab akrab dengan kehidupan anak, keakraban anak dengan kata – kata ini sangat membantu meningkatkan responnya dalam kegiatan membaca.Disini peneliti dapat menyimpulkan bahwa kemampuan membaca permulaan dapat ditingkatkan dengan menggunakan media kartu kata bergambar. Dengan media kartu kata bergambar anak menjadi lebih bersemangat lagi dalam melakukan kegiatan belajar membaca,anak tertarik karena media kartu kata bergambar yang berwarna-warni. Hal ini berbeda dengan saat anak belajar di papan tulis atau hanya menulis dibuku.
Penggunaan media kartu kata bergambar pada anak usia 5-6 tahun di TK DWP Jeruk gamping Krian Sidoarjo sangat berpengaruh terhadap hasil belajar membaca permulaan pada anak usia 5-6 tahun di TK DWP Jeruk gamping. Hal ini terlihat adanya perbedaan kemampuan membaca permulaan sebelum menggunakan media kartu kata bergambar dan sesudah menggunakan media kartu kata bergambar. Pada saat kegiatan prasiklus diperoleh nilai sebesar 56.67% yang pada awalnya hanya tiga anak yang berhasil dari 15 yang belum berhasil. Pada siklus I kemampuan membaca permulaan anak meningkat menjadi 72,22% namun nilai ini belum sesuai dengan target nilai yang diharapkan oleh peneliti sehingga peneliti melakukan penelitian di siklus II dan pada kegiatan di siklus II kemampuan membaca permulaan anak semakin meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan hasil nilai sebesar 88,89% dan ini masuk dalam katagori berhasil sesuai dengan target yang ditentukan oleh peneliti. Dari penelitian yang dilakukan di TK Dharma Wanita Jeruk Gamping Krian Sidoarjo presentase nilai di setiap siklusnya mengalami peningkatan sesuai dengan target yang ditentukan dalam penelitian.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada.
Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang telah memberikan kesempatan untuk dapat menuntut ilmu di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang telah memberi kesempatan sehingga dapat menempuh pendidikan S1 PG-PAUD.
Koordinator Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini yang telah memberikan dukungan untuk pelaksanaan penelitian.
selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk memberikan bimbingan dan pengarahan guna penyusunan tugas akhir ini.
Luluk atus Safiyah S.Pd selaku Kepala Sekolah yang telah memberikan ijin penelitian.
Anak - anak Kelompok B1 TK DHARMA WANITA JERUK GAMPING KRIAN SIDOARJO yang telah menjadi subjek penelitian.
Orang tua yang telah memberi dukungan dalam bentuk moril maupun materil.
Teman - teman PG PAUD Kelas B1 Angkatan 2018 terima kasih untuk do’a dan dukungannya.
Tabel I. Hasil observasi kemampuan membaca permulaan pra siklus
Tabel II.
Hasil observasi kemampuan membaca permulaan siklus I
Tabel III.
Hasil observasi kemampuan membaca permulaan siklus II
Tabel IV. Rekaptulasi kemampuan membaca permulaan anak melalui media kartu kata bergambar pra siklus,siklus 1 dan siklus
Diagram Hasil Ketuntasan dalam Kemampuan Membaca Permulaan Anak Usia 5-6 Tahun Pra Siklus, Siklus I, Siklus II
P. Studi, L. Amalia, Improving Alphabet Letter Recognition Through Pin Activity Media in Group A at TK Dharma Wanita Persatuan Krembung, Sidoarjo, Undergraduate Thesis, Sidoarjo, Indonesia, 2020.
Y. Izatusholihah and E. Yulida, “Early Childhood Learning Activities,” PAUD Lectura Journal of Early Childhood Education, vol. 5, no. 1, pp. 86–95, 2021, doi: 10.31849/paud-lectura.v5i1.7376.
F. Ashadi, “Educational Play Tools and Cognitive Development in Kindergarten Children,” Education Journal of Educational Research and Development, vol. 6, no. 1, pp. 113–123, 2022, doi: 10.31537/ej.v6i1.649.
A. Kadir et al., “Developing Cognitive Ability of Early Childhood Through Science Play Activities,” Journal of Educational Research, vol. 5, no. 1, pp. 380–388, 2024.
R. Yulia et al., “Early Childhood Language Literacy Development,” Golden Age Journal of Early Childhood Education, vol. 5, no. 1, pp. 53–60, 2021, doi: 10.29313/ga.v5i1.7287.
A. O. Mefa, Adversity Quotient Concept Development in Islamic Early Childhood Education, Bengkulu, Indonesia: UIN Fatmawati Sukarno Press, 2020.
S. Sunanih, “Early Grade Elementary Reading Ability as Part of Language Development,” Naturalistic Journal of Educational Research and Learning, vol. 2, no. 1, pp. 38–46, 2017, doi: 10.35568/naturalistic.v2i1.89.
T. Nazla and N. Fitria, “Self-Confidence Development Through Show and Tell Method in Children,” Holistic Integrative Early Childhood Journal, vol. 3, no. 1, p. 31, 2021, doi: 10.36722/jaudhi.v3i1.590.
E. Ramadanti and Z. Arifin, “Early Reading Strategy Through Picture Card Media for Early Childhood in Islamic Perspective,” Kindergarten Journal of Islamic Early Childhood Education, vol. 4, no. 2, pp. 173–187, 2021.
S. Mahayyun, “Early Childhood Education Using Anak Hebat Method,” Journal of Elementary Education Research, vol. 11, pp. 195–206, 2022.
Raimah, “Application of Word Card Play Media to Improve Letter Recognition in Early Childhood,” Undergraduate Thesis, Medan, Indonesia, 2021.
N. Amini and S. Suyadi, “Illustrated Word Card Media and Vocabulary Development in Early Childhood,” PAUDIA Journal of Research in Early Childhood Education, vol. 9, no. 2, pp. 119–129, 2020, doi: 10.26877/paudia.v9i2.6702.
M. M. Mu’minin and I. Sukowati, “Use of Illustrated Word Card Media to Develop Early Reading Skills,” Paradigma Journal of Philosophy, Science, Technology, and Socio-Culture, vol. 28, no. 1, pp. 106–116, 2022, doi: 10.33503/paradigma.v28i1.2044.
H. Yunaili and R. Riyanto, “Illustrated Word Card Media for Early Reading and Memory Ability,” Diadik Journal of Educational Technology, vol. 10, no. 2, pp. 221–233, 2021, doi: 10.33369/diadik.v10i2.18282.
S. Kusumawati, N. Khotimah, and I. Puling, “Giant Number Snake and Ladder Media for Cognitive Stimulation in Children Aged 4–5 Years,” Aura Journal of Early Childhood Education, vol. 4, no. 2, pp. 209–219, 2023, doi: 10.37216/aura.v4i2.1021.
A. S. Alifia, W. Palupi, and J. Jumiatmoko, “Board Game Educational Tools for Alphabet Recognition in Children Aged 4–5 Years,” Kumara Cendekia, vol. 10, no. 2, p. 130, 2022, doi: 10.20961/kc.v10i2.58600.
B. Intang, Nadrah, and A. M. Nur, “Illustrated Word Card Media and Beginning Reading Ability of Grade I Students,” Journal of Social Humanities and Education, vol. 3, no. 1, pp. 97–105, 2024, doi: 10.55606/inovasi.v3i1.2625.
M. P. Melisya, M. Murjainah, and M. Praseihammi, “Development of Illustrated Word Card Media for Beginning Reading Skills,” Journal of Review of Primary Education Research, vol. 9, no. 1, pp. 1–8, 2023, doi: 10.26740/jrpd.v9n1.p1-8.
L. Riswiarti, “Vocabulary Mastery of Grade I Students Through Illustrated Word Cards,” Education Journal of Educational Research, vol. 3, no. 2, pp. 15–30, 2020, doi: 10.36654/educatif.v3i2.44.
Sugiyono, Educational Research Methods, Bandung, Indonesia: Alfabeta, 2010.