Ayu Ida Fitria (1), Vanda Rezania (2)
General Background: Learning media play a crucial role in facilitating meaningful Social Studies instruction in elementary schools, particularly for themes requiring concrete visual representation. Specific Background: Poster media as static visual tools can present information concisely and attractively, yet classroom practice still relies heavily on lectures and textbooks, resulting in passive student participation. Knowledge Gap: The limited availability of engaging visual media for the “Halamanku” theme indicates a need for systematically designed digital posters aligned with curricular content. Aims: This study aims to develop a Canva based poster learning media for the “Halamanku” topic in elementary Social Studies using a research and development approach. Results: Employing the ADDIE model limited to Analysis, Design, and Development stages, the study produced a digital poster characterized by clear layout, child friendly visuals, relevant content, and aesthetic balance, meeting principles of good instructional media. Novelty: The research presents a structured development process of curriculum aligned poster media created entirely with an accessible online design platform. Implications: The resulting product can serve as an alternative visual teaching aid to support active, engaging, and meaningful Social Studies learning for elementary students without requiring advanced design expertise.
Highlights:
A structured three stage development process generated a curriculum aligned visual product.
The digital design demonstrates clarity, readability, and child appropriate aesthetics.
The product is suitable as a classroom visual aid for thematic instruction.
Poster Learning Media; Canva; Elementary Social Studies; Visual Instructional Media; ADDIE Model
Pendidikan merupakan upaya yang terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta dididk secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, dan keterampilan yang diperlukan oleh dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Dalam proses pembelajaran, keberhasilan pendidikan sangat dipengaruhi oleh kreativitas guru dalam mengelola pembelajaran, termasuk dalam penggunaan media pembelajaran [1].
Media pembelajaran merupakan segara sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat peserta didik dalam pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yang inovatif dan menarik adalah media poster, yang termasuk ke dalam media visual statis. Poster dapat menampilkan informasi secara ringkas dan visual, membantu siswa memahami konsep abstrak, serta menumbuhkan minat belajar melalui tampilan yang menarik [2]. Karakteristik media pembelajaran yang baik adalah menarik perhatian, relevan dengan materi, interaktif, dan mudah diakses. Oleh karena itu, media poster sangat potensial untuk mendukung proses pembelajara, khususnya pada materi yang membutuhkan representasi visual seperti tema “Halamanku”.
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan mata pelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan sosial peserta didik agar memiliki kemampuan berpikir kritis dan onjektif dalam memahami fenomena sosial yang terjadi di lingkungan sekitar [3]. Indikator pemahaman materi IPS antara lain: memahami konsep sosial, mengaitkan materi dengan kehidupan nyata, mampu menganalisis isu sosial, dan menunjukkan sikap tanggung jawab terhadap lingkungan. Dengan demikian, pemahaman IPS bukan hanya bersifat kognitif, tetapi juga mengarah pada keterampilan sosial dan sikap yang mencerminkan parsitipasi aktif siswa dalam lingkungan sosial [4].
Namun dalam praktiknya, pembelajaran IPS di sekolah dasar belum sepenuhnya menggunakan pendekatan yang inovatif. Perdasarkan hasil penelitian sebelumnya, sebanyak 72% guru IPS di sekolah dasar masih menggunakan metode ceramah dan media buku teks sebagai media utama dalam pembelajaran [5]. Hanya sekitar 18% guru yang menggunakan media visual seperti poster atau video pembelajaran. Penelitian yang lain juga menunjukkan bahwa sebanyak 65% siswa merasa bosan saat mengikuti pembelajaran IPS karena penyampaian materi yang monoton dan kurangnya media pendukung yang menarik [6].
Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan di lapangan. Idealnya, pembelajaran IPS mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman yang kontekstual terhadap lingkungan sosial. Namun, kenyataannya di lapangan masih banyak guru yang belum memanfaatkan media pembelajaran visual yang inovatif, seperti poster digital yang dapat menarik perhatian siswa. Kurangnya pemanfaatan media ini menyebabkan pembelajaran cenderung pasif, dan siswa kurang terlibat dalam proses pembelajaran. Harapan agar siswa dapat memahami materi IPS dengan baik melalui pembelajaran aktif belum tercapai secara optimal.
Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti mengembangkan media pembelajaran poster dengan bantuan aplikasi canva. Canva merupakan aplikasi desain grafis berbasis daring yang mudah digunakan oleh guru dalam menyusun materi pembelajaran secara visual dan menarik [7]. Dengan bantuan media poster digital, guru dapat menyampaikan materi IPS secara lebih komunikatif dan interaktif. Media ini juga memungkinkan siswa untuk berpartisipasi lebih aktif dalam pembelajaran karena disajikan dengan tampilan visual yang mudah dipahami dengan menarik perhatian [8].
Dari permasalahan yang ada dapar dirumuskan masalah sebagai berikut: “bagaimana proses pengembangan media poster berbasis Canva pada materi Halamanku?’ dan “Bagaimana hasil pengembangan media poster dalam meningkatkan pemahaman materi IPS siswa pada tema Halamanku?”. Pengembangan media pembelajaran ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terthadap materi pelajaran, khususnya tema “Halamanku” dalam pembelajaran IPS. Melalui media poter berbasis canva, guru dapat menyajikan informasi secara ringkas, visual, dan kontekstual. Tujuan pembelajaran dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran berupa poster digital sebagai alternatif solusi dalam menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, komunikatif dan bermakna bagi siswa sekolah dasar.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (research and development) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media poster berbasis canva pada materi “Halamanku” dalam pembelajaran IPS disekolah adasar. Penelitian ini tidak melibatkan uji coba kepada peserta didik, tetapi difokuskan pada proses perancangan dan pengembangan media itu sendiri.
Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE, yang terdiri dari lima tahapan, yaitu: Analize, Design,Development, Implementation, dan Evaluation.namun dalam pelaksanaan penelitian ini, tahapan yang dilakukanhanya sampai pada tahap Development (pengembangan). Model ADDIE dipilih karena memberikan alur pengembangan yang sistematis dan fleksibel dalam pengembangkan perangkat atau media pembelajaran. Secara lebih jelas terdapat tahapan yang disajikan pada gambar berikut :
Figure 1. Metode Penelitian Berdasarkan Kerangka ADDIE [9]
Subjek dalam penelitian ini adalah produk media pembelajaran yang dikembangkan oleh peneliti. Penelitian ini tidak menggunakan populasi atau sampel dalam bentuk responden manusia, karena tujuannya adalah menciptakan produk media. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan beberapa metode dokumentasi dan catatan proses melipiti: dokumentasi proses desain media menggunakan canva, observasi terhadap tampilan dan kelengkapan media secara internal oleh peneliti, dan studi pustaka sebagai referensi dalam penyususnan isi materi sesuai dengan kurikulum. Instrumen penelitian ini adalah lembar dokumentasi proses desain media dan catatan pengembangan isis dan desain visual. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitataif, yaitu dengan mendeskripsikan seluruh tahapan proses pengembangan media mulai dari analisis kebutuhan, perancangan, hingga hasil pengembangan [10]. Peneliti juga melakukan perbandingan desain dengan prinsip-prinsip media pembelajaran yang baik sebagai dasar evaluasi mandiri terhadap kualitas media yang dikembangkan.
Hasil penelitian ini mencerminkan proses pengembangan media poster berbasis Canva yang dilakukan melalui tiga tahapan dari model ADDIE, yaitu: Analysis, Design, dan Development. Peneliti menyususn dokumentasi proses dan ptosuk yang dikembangkan sebagai berikut:
Pada tahap analisis, peneliti mengkaji materi “Halamanku” berdasarkan kurikulum, lalu menyususn konsep isi yang sesuai untuk siswa sekolah dasar. Tahap desain difokuskan pada penyusunan struktur visual yang ramah anak: pemilihan font besar, warna cerah, dan ikon kontekstual (misalnya rumah, tarian, dan budaya). Tahap pengembangan menghasilkan media poter digital yang utuh menggunakan Canva.
Figure 2.
Figure 3. Tampilan Awal Desain Poster
Gambar ini menggambarkan layout dasar, menunjukkan susunan kolom, ikon placeholdor, serta rencana warna dominan. Belum banyak informasi yang disisipkan, karena fokusnya adalah struktur awal visual.
Figure 4. Poster Final yang Telah Dikembangkan
Poster akhir mencerminkan hasil pengembangan yang matang: ikon diposisikan tepat, warna seimbang, dan isi materi disusun ringkas dan mudah dipahami. Teks menggunakan kalimat pendek dan jelas agar sesuai dengan tingkat pemahaman siswa SD.
Penelitian berjalan lancar tanpa hambatan besar. Seluruh proses dilaksanakan secara mandiri oleh peneliti, tanpa keterlibatan peserta didik ata reponden manusia karena penelitian difokuskan pada pengembangan produk. Penggunaan Canva sebagai alat desain memudahkan peneliti dalam mengakses elemen grafis yang sesuai dan menyususn layout yang rapi.
Melalui tahapan analisis, desain dan pengembangan, media poster berbasis Canva telah dikembangkan dengan baik. Produk akhir yang dihasilkan layak untuk digunakan sebagai media bantu visual dalam pembelajaran IPS di sekolah dasae khususnya pada materi “Halamanku”
Hasil penelitian menunjukkan bahwa media poster berbasis Canva berhasil dikembangkan dengan mengikuti tahapan ADDIE hingga tahap Development. Media yang dihasilkan memiliki tampilan visual yang menarik, informasi yang ringkas, dan isi materi yang relevan dengan kurikulum. Ini sejalan dengan temuan dari peneliti sebelumnya yang menyebautkan bahwa media poster digital dapat memperjelas konsep abstrak dan memperkuat daya tarik siswa dalam memahami materi IPS, terutama pada pembelajaran tematik [11]. Penggunaan elemen grafis seperti ikon, warna cerah, dan ilustrasi pada poster membantu meningkatkan fokus dan pemahaman siswa terhadap informasi yang disampaikan.
Penggunaan Canva dalam penelitian ini juga terbukti efektif sebagai platform desain yang ramah pengguna dan praktif digunakan oleh guru. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menujukan bahwa guru merasa terbantu dengan fitur-fitur Canva karena memungkinkan pembuatan media secara cepat tanpa memerlukan keahlian desain tingkat lanjut [12]. Canva juga mendukung fleksibilitas dalam desain, seperti penyesuaian layout dan pemilihan elemen visual sesuai kebutuhan pembelajaran. Ini menjadikan Canva sebagai solusi tepat dalam pengembangan media pembelajaran digital berbasis visual.
Dari sisi konteks pembelajaran IPS, pengembangan media ini menanggapi tantangan yang terjadi di sekolah dasar, dimana mayoritas guru masih mengandalkan ceramah dan buku teks. Hal ini diperkuat oleh penelitian sebelumnya yang melaporkan bahwa lebih dari 70% guru di sekolah dasar belum secara optimal menggunakan media visual interaktif dalam pembelajaran IPS, padahal media semacam itu sangat dibutuhkan untuk mengembangkan keterampilan sosial dan pemikiran kritis siswa [13]. Dengan demikian, penelitian ini memberikan alternatif konkret beripa media poster digital yang dapat mendorong pembelajaran kontekstual dan interaktif, sesuai dengan karakteristik materi seperti “Halamanku”.
Selain itu, hasil penelitian ini selaras dengan pendekatan pembelajaran berbasis visual yang dianjurkan dalam kurikulum merdeka. Dalam konteks ini, penelitian terdahulu menekankan pentingnya pemanfaatan media visual untuk mendukung pembelajaran berdiferensiasi dan meningkatkan partisipasi aktif suswa di kelas [14]. Media poster berbasis Canva tidak hanya menampilkan isi materi, tetapi juga memberikan ruang untuk interaksi siswa, misalnya melalui kegiatan membaca mandiei atau diskusi beebasis isi poster. Hasil ini juga diperkuat oleh studi penelitian terdahulu yang menyebutkan bahwa media visual mampu meningkatkan literasi visual dan pemahaman konsep sosial pada siswa SD [15].
Lebih lanjut, desain media yang dikembangkan dalam penelitian ini juga dievaluasi berdasarkan prinsip media pembelajaran yang baik, seperti relevansi, kerapihan, keterbacaan, dan estetika. Hal ini sejalan dengan hasil evaluasi dalam penelitian sebelumnya yang mengembangkan media serupa dan menemukan bahwa tampilan visual yang rapi dan menarik meningkatkan ketertarikan dan retensi informasi oleh siswa [16]. Evaluasi mandiri yang dilakukan peneliti dalam pengembangan ini menunjukkan bahwa media poster telah memenuhi semua prinsip tersebut. Dengan demikian, media yang dihasilkan layak digunakan sebagai sarana bantu ajar yang mendukung pembelajara IPS yang aktif dan menyenangkan.
Secara keseluruhan, peengembangan media poster digital berbasis Canva pada materi “Halamanku” memberikan kontribusi terhadap perbaikan praktik pembelajaran IPS di sekolah dasar. Temuan ini menguatkan hasil studi terbaru oleh penelitian sebelumnya yang menyimpulakn bahwa media visual sederhana seperti poster tetap efektif dalam menyampaikan materi sosial kepada siswa selama dirancang dengan prinsip pedagogis yang tepat. Dengan semakin meningkatkan kebutuhan akan media ajar yang interaktif dan kontekstual di era digital, media seperti yang dikembangkan dalam penelitian ini menjadi salah satu alternatif praktis yang dapat langsung diimplementasikan oleh guru dilapangan [17].
Pengembangan media poster berbasis Canva tidak hanya menunjukkan efektivitas visual, tetapi juga mampu meningkatkan interaktivitas dan kreativitas siswa. Studi kualitatif terkii mencatata bahwa Canva efektif dalam merangsang kreativitas siswa dan motivasi belaja, terutama mereka secara aktif terlibat dalam pembuatan konten visual seperti poster atau infografis. Meskipun ada tantangan teknis seperti akses perangkat dan internet, pengaruh positif penggunaan Canva dalam memperkuat pemahaman konsep tetap dominan. Hal ini sejalan dengan kebutuhan untuk mengintregrasikan media visual dalam pembelajaran IPS agar siswa tidak hanya pasif tetapi juga aktif berekreasi [18].
Dari perspektif implementasi di lapangan, penelitian lain menunjukkan bahwa pemanfaatan media visual dalam pembelajaran IPS termasuk gambar, grafik, dan video. Secara signifikan meningkatkan minat dan keterlibatan siswa. Namun, hambatan yang muncul berupa keterbatasan keterampilan guru dalam memahami dan memanfaatkan media visual serta minimnya fasilitas pendukung menjadi kendala utama. Untuk mengatasi hal tersebut, direkomendasikan adanya pelatihan teknologi bagi guru, penyediaan sarana yang memadai, serta kolaborasi dengan pihak multimedia untuk mendukung optimilasasi penggunaan media visual dalam pembelajaran [19].
Selain itu, sisi efisien dan fleksibilitas Canva sebagai media pembelajaran juga telah banyak diakui. Penelitian menunjukkan bahwa Cnva memungkinkan pembelajaran juga telah banyak diakui. Peneletian menunjukkan bahwa Canva memungkinkan guru dan siswa mendesain berbagai materi ajar poster, presentasi, atau infografis secara cepat dan praktis. Fitur template, dra and drop dan kemudahan pengeditan membuat Canva menjadi alat desain yang sangat membantu bagi pengguna tanpa latar belakang desain, sehingga dapat menghemat waktu dan meningkatkan kualitas visual materi ajar [20].
Media poster merupakan media pembelajaran yang efektif dan sesuai untuk siswa sekolah dasar. Poster yang menarik, sederhana, dan visual mampu membantu, siswa memahami konsep abstrak, meningkatkan minat belajar, serta menyesuaikan dengan karakteristik perkembangan kognitif mereka. Selain praktis dan hemat biaya, media ini terbukti layak digunakan untuk mendukungpembelajaran IPAS secara lebih bermakna.
Bagian ini menyatakan ucapan terima kasih kepada pihak yang berperan dalam pelaksanaan kegiatan penelitian, misalnya laboraturium tempat penelitian. Peran donor atau yang mendukung peneltian disebutkan perannya secara ringkas.
[1] R. Rasyid, “Pentingnya Pendidikan Karakter Dalam Dunia Pendidikan,” Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, vol. 8, no. 2, 2024, doi: 10.31004/basicedu.v8i2.7355.
[2] D. Trikesumawati, M. W. Ishamy, and M. R. Rizqullah, “Peran Media Dalam Mendukung Pengembangan Motivasi Belajar Siswa Di Era Modern,” Jurnal Ilmiah Research Student, vol. 2, no. 1, 2025, doi: 10.61722/jirs.v2i1.3749.
[3] R. Aprianto, E. Sulistri, and R. Anitra, “Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep IPS Ditinjau Dari Gaya Kognitif Siswa Kelas IV Sekolah Dasar,” Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, vol. 6, 2024.
[4] I. Magdalena, A. M. Aditya, and N. O. Muzakia, “Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas 4 Dalam Pembelajaran IPS Di SDN Pondok Bahar 02,” Pandawa: Jurnal Pendidikan Dan Dakwah, 2021.
[5] M. Harisyam, “Efektivitas Penggunaan Media Visual Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa SD Negeri Batulaccu Kota Makassar,” 2022.
[6] S. Rhodinia, S. Triamanda, B. Setiawan, and A. Aziz, “Permasalahan Media Pembelajaran IPS Yang Kurang Variatif Dan Strategi Pemecahannya,” Jurnal Politik, Sosial, Hukum Dan Humaniora, vol. 2, 2024.
[7] S. A. R. Fitri, “Penggunaan Aplikasi Canva Sebagai Media Pembelajaran IPS Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VI SDN Cendrawasih I Makassar,” 2024.
[8] D. Hamidah, “Peran Media Poster Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Pembelajaran Tematik Di SDN 1 Karangan Balong Ponorogo,” 2019.
[9] R. M. Branch, Instructional Design: The ADDIE Approach. New York, NY, USA: Springer, 2009.
[10] Hardani and N. H. Auliya, Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Yogyakarta, Indonesia: CV. Pustaka Ilmu, 2020.
[11] L. Sasmita and A. Prayudi, “Pengembangan Media Pembelajaran Poster Digital Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial,” Jurnal Pendidikan Dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA), vol. 3, 2024.
[12] A. Makkasau and S. P. F. Hermuttaqien, “Pengaruh Pemanfaatan Media Pembelajaran Poster Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Kelas V Di SD IT Al Ikhsan Wahdah Islamiyah Kabupaten Bantaeng,” 2024.
[13] R. Kasmayulia, M. Reinita, and A. Wald, “Effectiveness Of Canva Learning Media Using The Discovery Learning Model At Elementary School 37 Pasar Bukit,” Journal Of Basic Education Research, 2025, doi: 10.37251/jber.v6i2.1743.
[14] M. H. Firmansyah, D. Safitri, and Sujarwo, “Analisis Penggunaan Poster Sebagai Media Pembelajaran IPS Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Di Sekolah,” 2024.
[15] V. Anjarwati, N. Rahmah, Bungawati, and A. Wiratman, “Pengembangan Media Poster Berbantuan Aplikasi Canva Pada Materi Sumber Energi,” Eduproxima: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA, 2024.
[16] U. Wahidasiana, D. I. Pramana, N. R. Ardhia, and F. Nugraha, “Pelatihan Pembuatan Poster Menggunakan Platform Canva Bagi Guru SD,” Muria Jurnal Layanan Masyarakat, vol. 6, 2024.
[17] A. Hariyanti, “Pemanfaatan Canva Sebagai Media Poster Pembelajaran Di SDN Kebontunggul,” 2021.
[18] R. A. H. Cahyadi, “Pengembangan Bahan Ajar Berbasis ADDIE Model,” 2019.
[19] F. Sa’diyah and V. Rezania, “Development Of Digital Poster Learning Media On Class VI IPS Material To Improve The Quality Of Teaching And Learning,” Acopen, 2023.
[20] S. Nurfadillah, T. Saputra, and T. Farlidya, “Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Media Poster Pada Materi Perubahan Wujud Zat Benda Kelas V Di SDN Sarakan II Tangerang,” Nusantara: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 2021.