<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Hubungan Antara Efikasi Diri dengan Beban Kognitif Siswa SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo</article-title>
        <subtitle>Correlation Between Self Efficacy and Cognitive Load In Junior High School Muhammadiyah 1 Sidoarjo</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Herliyanti</surname>
            <given-names>Defta Innayah</given-names>
          </name>
          <email>deftainnyherliyanti@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <given-names>Widyastuti</given-names>
          </name>
          <email>wiwid@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>UMSIDA</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2024-08-13">
          <day>13</day>
          <month>08</month>
          <year>2024</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>15</day><month>02</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="sec-2">
      <title>Pendahuluan </title>
      <p id="_paragraph-11">Pada proses pembelajaran, siswa/siswi dihadapkan dengan berbagai tuntutan yang ada di sekolah. Hal tersebut membuat siswa dapat berakibat ketidakefektifan dalam belajar dan menimbulkan terjadinya beban pada peserta didik <xref id="_xref-1" ref-type="bibr" rid="bib1">[1]</xref>. Beban tersebut dikenal dengan beban kognitif atau <italic id="_italic-9">cognitive load</italic> , mengacu pada proses yang berkaitan dengan aktivitas mental dan kognitif seseorang yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas atau aktivitas tertentu. Apabila pada saat daya tampung pada memori kerja terbatas yang mengakibatkan informasi yang didapatkan oleh peserta didik  tidak bisa beralih yang berawal dari <italic id="_italic-10">working memory</italic> menuju ke  memori jangka panjang yang memiliki penyimpanan tidak terhingga<xref id="_xref-2" ref-type="bibr" rid="bib2">[2]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-12">Teori <italic id="_italic-11">cognitive load</italic> yang dikemukakan para ahli antara lain, yaitu: Sweller mengemukakan beban kognitifberkaitan dengan kegiatan pembelajaran yang kompleks dimana siswa merasa kesulitan untuk memproses informasi-informasi yang diberikan dan perlu untuk diproses secara bersamaan sebelum pembelajaran interaktif dimulai <xref id="_xref-3" ref-type="bibr" rid="bib3">[3]</xref>. Cooper mendefinisikan beban kognitifadalah proses upaya mental yang dilaksanakan oleh memori kerja (<italic id="_italic-12">working memory</italic><italic id="_italic-13">)</italic> untuk menghasilkan materi pembelajaran <xref id="_xref-4" ref-type="bibr" rid="bib4">[4]</xref>. Menurut Jong mendefinisikan beban kognitif adalah  proses dimana pembelajaran terhambat yang dikarenakan kapasitas memori kerja terlampaui dalam suatu tugas pembelajaran <xref id="_xref-5" ref-type="bibr" rid="bib5">[5]</xref>. Pada proses pembelajaran yang dapat berpengaruh pada siswa dapat berhasil jika dengan menggunakan prinsip dasar dari teori beban kognitifyatu mengelola beban kognitif intrinsik (ICL), mengurangi beban kognitif ekstrinsik(ECL) dan meningkatkan beban kognitif konstruktif (GCL) <xref id="_xref-6" ref-type="bibr" rid="bib6">[6]</xref>. </p>
      <p id="_paragraph-13">Sweller membedakan aspek-aspek <italic id="_italic-14">cognitive load</italic> pada <italic id="_italic-15">working memor</italic><italic id="_italic-16">y </italic>terbagi menjadi 3 yakni: 1) <italic id="_italic-17">intrinsic cognitive load </italic>(ICL),  2) <italic id="_italic-18">extraneous cognitive load </italic>(ECL), dan 3) <italic id="_italic-19">germane cognitive load </italic>(GCL)<xref id="_xref-7" ref-type="bibr" rid="bib3">[3]</xref>. Pertama, <italic id="_italic-20">Intrinsik cognitive load</italic> (ICL) berhubungan dengan kesulitan materi yang juga berkaitan dengan tingkat pemahaman peserta didik<xref id="_xref-8" ref-type="bibr" rid="bib7">[7]</xref>. Di dalam ICL juga menggambarkan rumitnya sistem kognitif kita yaitu <italic id="_italic-21">working memory</italic> untuk mengolah informasi yang disebabkan adanya kesulitan materi. Pada jenis beban kognitifini tidak dapat diganti melainkan didalam ICL ini memproses informasi dengan melihat seberapa baiknya peserta didik untuk menangkap dan mengelola informasi yang diperoleh <xref id="_xref-9" ref-type="bibr" rid="bib5">[5]</xref>.  Kedua, <italic id="_italic-22">extraneous cognitive load </italic>(ECL) berhubungan dengan faktor lingkungan peserta didik, dalam ECL ini siswa dapat membuat strategi pembelajaran <xref id="_xref-10" ref-type="bibr" rid="bib8">[8]</xref>. Ketiga, <italic id="_italic-23">Germane cognitive load </italic>(GCL) merupakan  beban yang terkait dengan hasil pembelajaran. Di dalam GCL inilah adanya kegiatan-kegiatan pada siswa seperti mengartikan, mencontohkan, membuat klasifikasi, menyimpulkan membedakan dan mengatur <xref id="_xref-11" ref-type="bibr" rid="bib9">[9]</xref>. </p>
      <p id="_paragraph-14">Siswa pada jenjang pendidikan setingkat dengan sekolah menengah pertama (SMP) tentu saja memiliki tuntutan dalam pembelajaran yang dirasakan oleh pada saat disekolah. Seperti adanya kesulitan materi maupun tingkat kompleksitas yang bervariasi inilah yang dapat menyebabkan munculnya <italic id="_italic-24">cognitive load</italic> pada siswa <xref id="_xref-12" ref-type="bibr" rid="bib10">[10]</xref>. Cognitive load merupakan proses yang dilaksanakan oleh <italic id="_italic-25">working memory</italic>untuk dapat mengolah materi  atau informasi pada jangka waktu tertentu<xref id="_xref-13" ref-type="bibr" rid="bib11">[11]</xref>. Apabila ketika memproses informasi tersebut tidak dapat diterima dengan baik maka akan dapat berdampak pada siswa. Oleh karena itu, perlunya mengatasi beban kognitif pada peserta didik, agar nantinya  informasi yang diterima pada saat pembelajaran diolah dan diubah menjadi pengetahuan yang dibutuhkan oleh peserta didik<xref id="_xref-14" ref-type="bibr" rid="bib6">[6]</xref>. </p>
      <p id="_paragraph-15">Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Ike Rochmayanti bahwa 67 siswa memiliki tingkat <italic id="_italic-26">cognitive load</italic> yang sedang dengan jumlah persentase 56,3% <xref id="_xref-15" ref-type="bibr" rid="bib12">[12]</xref>. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa siswa sebagian besar mengalami adanya sebuah beban yang diterima pada <italic id="_italic-27">working memory</italic> di dalam sistem kognitif yang dikarenakan terdapat paksaaan berupa tugas untuk mendesak memori kerja bekerja lebih keras  sehingga dapat melebihi kapasitasnya. Selanjutnya Sunawan.dkk  mengemukakan bahwa  jika emosi akademik memprediksi cognitive load <xref id="_xref-16" ref-type="bibr" rid="bib13">[13]</xref>. Akan tetapi pada penelitian yang membahas mengenai variabel <italic id="_italic-28">cognitive load</italic> ini masih sangat sedikit terlebih populasi yang digunakan masih jarang dan penting dilakukannya penelitian lebih jauh lagi.</p>
      <p id="_paragraph-16">Berdasarkan survey awal pra-penelitian yang dilakukan oleh peneliti untuk mengetahui apakah adanya ciri – ciri cognitive load terhadap 30 siswa SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo kategori kelas tujuh hingga kelas sembilan  yang disebarkan melalui bantuan google formulir mendapatkan hasil yakni terdapat 66,7% subjek merasa kesulitan dalam memahami materi pelajaran saat di kelas, 73,3% subjek merasa sulit mengingat kembali materi pelajaran yang sudah diajarkan di kelas, 80%  subjek merasa cepat lelah ketika belajar, 70% subjek pernah menunda-nunda untuk menyelesaikan PR yang diberikan oleh guru, dan sebanyak 66,7% subjek merasa tertekan dengan tugas-tugas yang diberikan. Dapat disimpulkan bahwa siswa-siswi SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo menunjukkan ciri-ciri adanya ciri-ciri <italic id="_italic-29">cognitive load</italic>. . Hal ini didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Santi Wahyuni dan Yanti Cahyati yang berjudul “Beban Kognitif Mahasiswa Dalam Pembelajaran Daring Di Masa Pandemi Covid-19” bahwasanya  dari 316 responden mengalami <italic id="_italic-30">cognitive load</italic> tingkat sedang dengan persentase sebesar 73,1%<xref id="_xref-17" ref-type="bibr" rid="bib11">[11]</xref></p>
      <p id="_paragraph-17">Menurut Yohanes mengemukakan bahwa terdapat salah satu faktor yang dapat memicu munculnyabeban kognitif, yaitu : kompleksitas materi pembelajaran <xref id="_xref-18" ref-type="bibr" rid="bib14">[14]</xref>.  Faktor tersebut dapat merugikan siswa terutama menghambat dalam pembelajaran, apabila tugas yang diberikan melebihi kapasitas pemahaman dan pengetahuan siswa<xref id="_xref-19" ref-type="bibr" rid="bib15">[15]</xref>. Peneliti lain juga berpendapat seperti penggunaan dalam pembelajaran juga menjadi faktor yang memicu munculnya beban kognitif<xref id="_xref-20" ref-type="bibr" rid="bib16">[16]</xref>. Selanjutnya, Nadia Zulfi mengemukakan bahwa penyebab terjadinya beban kognitif pada siswa yaitu pengetahuan awal siswa <xref id="_xref-21" ref-type="bibr" rid="bib17">[17]</xref>. Namun dalam penerapannya, teori beban kognitif ini hanya memberikan dapat dalam pembelajaran, akan tetapi saat ini penelitian yang membahas mengenai beban kognitif hanya menekankan aspek mental pada pembelajaran. Peneliti lain juga berpendapat bahwasanya beban kognitif dapat dihubungkan dengan faktor-faktor lainnya seperti salah satunya efikasi diri <xref id="_xref-22" ref-type="bibr" rid="bib13">[13]</xref>. </p>
      <p id="_paragraph-18">Bandura menyatakan efikasi diri merupakan penilaian diri sendiri dalam menangani kondisi tertentu <xref id="_xref-23" ref-type="bibr" rid="bib18">[18]</xref>. Efikasi diriberkaitan dengan keyakinan diri dalam kemampuan untuk dapat mengatasi perilaku yang diharapkan. Sebagaimana yang telah dikemukakan oleh Eni Purwati menyatakan apabila individu mempunyai tingkat <italic id="_italic-31">self efficacy</italic> rendah untuk menyelesaikan tugas tertentu cenderung menghindarinya, sementara individu yang memiliki tingkat efikasi diriyang tinggi maka mereka mampu untuk percaya pada kemampuannya untuk dapat merealisasikan tugas ini <xref id="_xref-24" ref-type="bibr" rid="bib19">[19]</xref>. Dengan adanya efikasi diri individu dapat mengetahui apakah tindakan nya ini tepat atau tidak, bisa dikerjakan ataukah tidak sesuai dengan yang tujuan yang diharapkan. Bandura membagi dimensi efikasi dirimenjadi tiga aspek, yaitu kesulitan, kekuatan dan generalisasi.Kesulitanberhubungan dengan kesulitan dalam mengerjakan tugas, Kekuatanberhubungan dengan kuat lemahnya keyakinan diri seseorang, Generalisasi berhubungan dengan bidang tugas maupun pekerjaan yang berkaitan dengan tingkat keyakinan individu ketika menjalankan tugas atau pekerjaan <xref id="_xref-25" ref-type="bibr" rid="bib18">[18]</xref>. </p>
      <p id="_paragraph-19">Apabila efikasi diriyang dimiliki siswa tinggi, secara tidak langsung dapat mengerahkan lebih banyak upaya mental dan bekerja lebih keras untuk dapat segera menyelesaikan tugas yang diberikan, meskipun dirinya sedang mengalami kesulitan. Hal tersebut dapat berdampak pada memori kerja dalam sistem kognitif siswa untuk bekerja lebih keras dari biasanya. Sebaliknya, ketika efikasi diriyang dimiliki siswa rendah, akibatnya siswa tersebut akan mudah menyerah dan menghindari apabila menemukan kesulitan dalam menyelesaikan tuntutan tugas, sehingga memori kerja pada sistem kognitif pun tidak terlalu sulit karena tidak ada tugas yang harus dilakukan yang dianggapnya berat <xref id="_xref-26" ref-type="bibr" rid="bib12">[12]</xref>. </p>
      <p id="_paragraph-20">Siswa yang memiliki efikasi diri yang baik dapat dapat memiliki pengaruh yang positif. Apabila siswa yang mempunyai self efficacy yang tinggi maka dirinya yakin dapat menyelesaikan tugas yang diberikan dan memiliki gaya belajar yang sesuai, siswa seperti mereka lah yang akan mencapai tujuan pembelajarannya disekolah<xref id="_xref-27" ref-type="bibr" rid="bib20">[20]</xref>. Oleh karena itu pentingnya siswa untuk memiliki kepercayaan diri yang baik akan kemampuan diri sendiri untuk dapat berhasil dalam mengatasi situasi ataupun tujuan tertentu<italic id="_italic-32">. </italic>Efikasi diri diyakini dapat menekan beban kognitifpada siswa. Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Sunawan et.al bahwa efikasi diri dapat mempengaruhi emosi akademik siswa <xref id="_xref-28" ref-type="bibr" rid="bib13">[13]</xref>. Dengan hal tersebut, tidak dapat dipungkiri bahwa efikasi diri dapat menjadi faktor pengaruhi beban kognitifyang dirasakan oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antar efikasi diri dengan beban kognitif pada peserta didik SMP. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti hubungan antara efikasi diri dan beban kognitif pada siswa SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo. </p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Metode</title>
      <p id="_paragraph-21">Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Menurut sugiyono penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang menggunakan populasi dan sampel tertentu yang kemudian dianalisis menjadi bentuk statistik atau angka untuk menguji hipotesis <xref id="_xref-29" ref-type="bibr" rid="bib21">[21]</xref>.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah terdapat hubungan antara efikasi diri dengan beban kognitifpada siswa di SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo. Variabel efikasi diri sebagai variabel independen sedangkan beban kognitifsebagai variabel dependen.</p>
      <p id="_paragraph-22">Penelitian ini memerlukan seluruh populasi siswa SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo mulai dari kelas VII, VIII, IX dengan jenis kelamin laki-laki maupun perempuan berjumlah 600 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik random sampling dengan menggunakan jenis <italic id="_italic-33">stratified random sampling</italic> yang digunakan pada populasi yang mempunyai susunan yang bertingkat. Adapun cara untuk menentukan jumlah sampel berdasarkan tabel Issac-Michelle dengan menggunakan taraf kesalahan 1%, 5%, dan 10 %.  Untuk itu jika populasi yang dimiliki sebanyak 600 siswa dengan taraf kesalahan 5% maka sampel dalam penelitian ini adalah 221 siswa.</p>
      <p id="_paragraph-23">Kedua instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan hasil adopsi dari penelitian yang dilakukan oleh Ike Rochmayanti yaitu alat ukur efikasi diri dan beban kognitif <xref id="_xref-30" ref-type="bibr" rid="bib12">[12]</xref>. Alat ukur efikasi diri ini berdasarkan dari aspek-aspek yang dikemukakan oleh Bandura, seperti : <italic id="_italic-34">level</italic> (tingkat kesulitan), <italic id="_italic-35">stregth</italic> (kekuatan), dan <italic id="_italic-36">generality </italic>(umum) dan jumlah aitem pada alat ukur efikasi diri ini sebanyak 27 aitem dengan nilai <italic id="_italic-37">cronbach’ alpha</italic> sebesar 0,886. Sedangkan untuk alat ukur beban kognitif berdasarkan dari aspek-aspek yang dikemukakan oleh Sweller, seperti: <italic id="_italic-38">intrinsik cognitive load</italic>(ICL), <italic id="_italic-39">ektraneous cognitive load</italic>(GCL), dan <italic id="_italic-40">germane cognitive load</italic> (GCL). Jumlah aitem pada alat ukur <italic id="_italic-41">cognitive load</italic> ini adalah 11 aitem dengan nilai <italic id="_italic-42">cronbach’s alpha</italic> menunjukkan 0,937. Peneliti juga menggunakan skala likert sebagai pilihan alternatif jawaban yang ditujukan kepada responden dengan terdapat 4 pilihan jawaban, seperti: sangat tidak sesuai (STS), sesuai (S), tidak sesuai (TS) dan sangat tidak sesuai (STS).</p>
      <p id="_paragraph-24">Sebelum dilakukannnya penelitian, peneliti melakukan proses pengujian pada kedua alat ukur. Tujuannya adalah untuk melihat apakah memiliki tingkat validitas maupun reliabilitas yang terpenuhi atau tidak. Pelaksanaan pengujian kedua alat ukur ini  dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo dengan jumlah subjek sebanyak 120 siswa pada kelas 7,8, dan 9. Hasil uji coba memperoleh nilai <italic id="_italic-43">cronbach’s alpha</italic> sebesar 0,894 pada efikasi diriyang artinya reliabel. Sedangkan untuk beban kognitif memperoleh nilai <italic id="_italic-44">cronbach’s alpha</italic> sebesar 0,766 yang artinya reliabel. Kedua variabel tersebut dinyatakan reliabel sebab apabila nilai koefisien reliabilitas &gt; 0,6 artinya reliabilitas dikatakan baik dan dipercaya atau reliabel.</p>
      <p id="_paragraph-25">Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yakni korelasi<italic id="_italic-45"> product moment</italic> yang bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y). Data yang diperoleh akan diuji menggunakan uji korelasi pearson dengan bantuan software <italic id="_italic-46">JASP For Windows </italic>17</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <sec id="heading-efd73add6bb6db8f6f54a07e57a9f1ab">
        <title>Hasil</title>
        <p id="_paragraph-26">Penelitian ini diperoleh populasi sebesar 221 siswa SMP. Penelitian ini menggunakan dua variabel yakni: variabel independen yaitu efikasi diri dan beban kognitifsebagai variabel dependen. Sebelum dilakukannya uji hipotesis dengan menggunkan teknik analisis data, pentingnya untuk melakukan uji prasyarat yang harus dipenuhi yaitu sampel diambil dengan menggunakan teknik <italic id="_italic-47">stratified random sampling</italic> dan  distribusi data harus normal (uji normalitas). </p>
        <table-wrap id="tbl1">
          <label>Table 1</label>
          <caption>
            <title>
              <italic id="_italic-48">Tabel 1. Demografis Subjek Penelitian</italic>
            </title>
            <p id="_paragraph-28"/>
          </caption>
          <table id="_table-1">
            <tbody>
              <tr id="table-row-dec53f358142b7c25de8d7e6f799a212">
                <td id="ec539cbc1a501a730344ca4da6ab4fc3">Kriteria</td>
                <td id="9eaa947c4427b9a528073f55fe4a3792">Deskripsi</td>
                <td id="84e5d90c5f17e937891627159dd6a3dd">Frekuensi</td>
                <td id="7128fbc9aa4b257ae259e8e7c94628b8">Presentase</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-bfd82ebb787667cfc296e404315b70ca">
                <td id="b756208340247bac93c87ff924c7e3e7">Kelas</td>
                <td id="3062909848137779187e0bf00fac85ec">7</td>
                <td id="767a9720e71ffea89249a6d011bc43ec">90</td>
                <td id="19c6bb1d0d3dfa076546a4195f5e8c9f">41%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-5ff7eb322840a233900dce1ccb7d7485">
                <td id="45556cf3d2f49a48555685c38b9cd490"/>
                <td id="f6b8edbbc0b3c80ec1696dcf7c044713">8</td>
                <td id="dcc114100b900da8c2411980b4f5b667">36</td>
                <td id="34acf78a8988e4b9a15f4495973960aa">16%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-2d496661fa9d5523b82ef18436fe51df">
                <td id="c4b7e22771a3e3d6e07ff7075427b831"/>
                <td id="94e709dc32a362e65507316f9a5c4354">9</td>
                <td id="faa16ac2165c7c334fc29913b713268e">95</td>
                <td id="db48fdabd80b4b18fbf843ca2c29b5e4">43%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-d6c095b4f9da45083aaa9578a47e2f84">
                <td id="35f8ee915a0bd69e5d0b5a6be0ef4b76"/>
                <td id="d51b8286d1c7aa3ee1bce240793e2fda">
                  <bold id="_bold-9">Jumlah </bold>
                </td>
                <td id="64ee8a9a84154ac576b534cd908254d5">
                  <bold id="_bold-10">221</bold>
                </td>
                <td id="797d3b541c564a2fdd9dc333ef11acfe">100%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-9be58e5b8f4775777ec0302a8d827aee">
                <td id="922ca1f3ae321c4e0359906d2c118fca">Usia</td>
                <td id="74216f76efbb466f367cc23a3b87a1cd">14</td>
                <td id="3d6a6f5665068ccf84ffc9aaf85b8a3f">74</td>
                <td id="4212f9035d3b4671260769842b941e0e">34%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-846ee041e1e0ed97c5d65f83d8af058c">
                <td id="4c0b7963107de0327c09d92198b4c3b9"/>
                <td id="ca5bd40cca1d686c5bba89dcc527bef1">15</td>
                <td id="58f09027171b36768d1539c1c6b676da">96</td>
                <td id="857d3d148f06c0f7a82560cc04fc9aaa">45%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-0fdb8ca9107a7805450f4754d44899ba">
                <td id="ee51137d0a6ed4328e7c6e0b87747537"/>
                <td id="33d1e0b93fa24916893a935335e05fe4">16</td>
                <td id="1a10904bb1b0cdd4cce423188d2d6ff7">51</td>
                <td id="dda52f10916548222251b93bee66506a">23%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-6baf2711d2907af16b6fd995d90f918c">
                <td id="b19ba1de357c3fb951e8ae38c8340c39"/>
                <td id="79c6c799eef0a67203448a7cf267ec5f">
                  <bold id="_bold-11">Jumlah </bold>
                </td>
                <td id="a269b6a5b71bcbadeef0ec31f2e0180f">
                  <bold id="_bold-12">221</bold>
                </td>
                <td id="56542c522bc921965e0a6655cbf62556">100%</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-29"> Berdasarkan pada tabel 1 diatas, dapat diketahui bahwa jumlah total responden adalah  221 siswa. Dari jumlah tersebut, didapatkan hasil responden yang berasal dari kelas 7 berjumlah 90 siswa atau 41%, dari kelas 8 berjumlah  36 siswa atau 16% dan kelas 9 berjumlah  95 atau 43%.  Sedangkan berdasarkan usia responden diketahui usia 14 tahun berjumlah 74 siswa atau 34%, usia 15 tahun berjumlah 96 siswa atau 45% dan usia 16 tahun berjumlah 51 siswa atau 23%.</p>
        <table-wrap id="tbl2">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title>
              <italic id="_italic-49">Tabel 2.  Hasil Uji Normalitas </italic>
            </title>
            <p id="_paragraph-31"/>
          </caption>
          <table id="_table-2">
            <tbody>
              <tr id="table-row-4b0e03ec5331cfb88173e9751d1ddffe">
                <td id="338880df80f56e3a1e33f982bf903e3a" colspan="5">
                  <bold id="_bold-13">Shapiro-Wilk Test for Bivariate Normality</bold>
                </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-762a591c4f73ad0f7bc8b6fdd42787f6">
                <td id="39388bcfe2de344c79cc1c4f841ee085">
                  <bold id="_bold-14"/>
                </td>
                <td id="56631947d49d76b8fc6f4f5ed8ca6731">
                  <bold id="_bold-15"/>
                </td>
                <td id="c459877affc65fb755a7ddbff535fd72">
                  <bold id="_bold-16"/>
                </td>
                <td id="d323d9d420b9b13b1432a9021095f842">
                  <bold id="_bold-17">Shapiro-Wilk</bold>
                </td>
                <td id="90c970eba0fd3e9cb316688ea7eab8f4">
                  <bold id="_bold-18">p</bold>
                </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-a6eff596b34fec4067cd34d587f5a156">
                <td id="d0ab62d189e93106fdc3f8927f90ad8a">Efikasi Diri </td>
                <td id="6d56552fc2dd8c6379a27b438c8e0475">-</td>
                <td id="fb180c78605eba9130b61dc4f7736b64">Beban Kognitif</td>
                <td id="aed674a024ac82bfd3e9738828758f5f">0.991</td>
                <td id="dcbd753d4da562737537588898e14ed7">0.171</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-4b4afaee131fda705506b0c1395e40af">
                <td id="b143002300ca38a5c6f0c99307102ede" colspan="5"/>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-32">Tabel 2. Menunjukkan peneliti menggunakan uji normalitas data dengan menggunakan teknik shapiro wilk. Apabila nilai signifikansi p dari uji normalitas lebih besar dari 0.05 (&gt;0.05) data dianggap berdistribusi normal. Berdasarkan dari hasil uji normalitas Shapiro-Wilk pada kedua variabel efikasi diridengan beban kognitifsebesar 0.991 dengan nilai p&gt;0.05.  Dengan demikian kedua variabel memiliki berdistribusi normal. </p>
        <p id="_paragraph-33">
          <bold id="_bold-19">Uji Hipotesis</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-34">Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan korelasi <italic id="_italic-50">pearson </italic>untuk menentukan apakah adanya hubungan antara dua variabel atau bahkan lebih, dan juga seberapa kuatnya hubungan variabel tersebut. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan analisis korelasi <italic id="_italic-51">product moment</italic> antara efikasi diri(X) dengan  beban kognitif(Y). Selanjutnya, peneliti menggunakan analisis korelasi product moment dari Pearson untuk mengetahui hubungan antara kedua, kemudian dianalisis menggunakan bantuan software JASP 17.</p>
        <table-wrap id="tbl3">
          <label>Table 3</label>
          <caption>
            <title>
              <italic id="_italic-52">Tabel 3. Hasil  Uji Hipotesis Data</italic>
            </title>
            <p id="_paragraph-36"/>
          </caption>
          <table id="_table-3">
            <tbody>
              <tr id="table-row-7258be368578f06c9ed83a16ea601063">
                <td id="fb912211fc31ad3a8b469f5426837433" colspan="4">
                  <bold id="_bold-20">Pearson’s Correlations</bold>
                </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-902b55beda5e9027e1077b4ad28d208c">
                <td id="514df6a007392b35401cb7b4d2979e1a">
                  <bold id="_bold-21">Variable</bold>
                </td>
                <td id="85c9dfd05a40f49bd8c7c74d0c2ad066">
                  <bold id="_bold-22"/>
                </td>
                <td id="90c9a0d22764c7e7f52280770905c088">
                  <bold id="_bold-23">Efikasi Diri</bold>
                </td>
                <td id="dd59216034bab1fff1737968be217e79">
                  <bold id="_bold-24">Beban Kognitif</bold>
                </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e03ae556a07ef4a9478df0f9f451cdcd">
                <td id="efce0d3a0cf183d44ec4a37549f0fe66">1. Efikasi Diri </td>
                <td id="f9a108bdacd72433936abd7c44d91fad">Pearson's r</td>
                <td id="dc9ae67b2d2e845e015719df5bfd9552">—</td>
                <td id="71420d9c14f4f7661cc72a8fb907b54b"/>
              </tr>
              <tr id="table-row-5d502646eb1c07eb224a0137550bc38c">
                <td id="b6a7d0acfca24f09b8f97b3372cbd729"/>
                <td id="bbd07d2c33f7356ed48bcc5056e05786">p-value</td>
                <td id="20e3d9c299025febba367ca70c2c440c">—</td>
                <td id="fc6c4c12b2eea42bc0c61820346997d8"/>
              </tr>
              <tr id="table-row-c0fb2cb149c8939180091b1ebb97cd27">
                <td id="3675959b2574d0e84de1c3522446c736">2. Beban Kognitif</td>
                <td id="8480f58ca5c70c39cbd5a3a616303b48">Pearson's r</td>
                <td id="bef9b5868c32e13040b477b39a6d2b21">0.510</td>
                <td id="6e2e208f44f0a66d87e699e4c56758d1">—</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-7f0ea026fc1ddc5bdc82007bdc732db0">
                <td id="b4e47f03f5dc0b3fef270cd0b7a3b2e8"/>
                <td id="37e77d58a642e95300509fb4548d478a">p-value</td>
                <td id="0b4482ee0f05fca9306b1989581e0629">&lt; .001</td>
                <td id="6b12baebcad7d7d2fee4322c55edd0d5">—</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-3fe29f4578ad3f68ffd32e35503967d3">
                <td id="69d2c200b33a953af7fa80a010ab9942" colspan="4"/>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-37">Berdasarkan dari tabel 3. Menunjukkan uji hipotesisi menggunakan uji korelasi <italic id="_italic-53">product moment pe</italic><italic id="_italic-54">arson</italic> . Penelitian ini memperoleh hasil korelasi pearson menunjukkan  nilai r sedang sebesar (r=0.510). Dalam hal ini, hasil menunjukkan korelasi sangat signifikan (p&lt;.0.001). Hal ini menunjukkan bahwa hubungan variabel efikasi diri(X) memiliki hubungan positif terhadap variabel beban kognitif (Y) pada siswa SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo. Artinya semakin tinggi efikasi diri maka semakin tinggi beban kognitifpada siswa. Diketahui bahwa nilai r=0.510, apabila nilai tersebut dikuadratkan maka diperoleh nilai koenfisien determinasi (R2), sehingga R2=0.260. Maka didalam penelitian ini menujukkan bahwa efikasi dirimemiliki sumbangan efektif sebesar 26%  terhadap beban kognitifdan untuk variabel lainnya tidak dijelaskan dalam penelitian.</p>
        <table-wrap id="tbl4">
          <label>Table 4</label>
          <caption>
            <title>
              <italic id="_italic-55">Tabel 4. Tingkat Kategori </italic>
              <italic id="_italic-56">Efikasi Diri </italic>
            </title>
            <p id="_paragraph-39"/>
          </caption>
          <table id="_table-4">
            <tbody>
              <tr id="table-row-7f06d7ca54894a18bc0d7ec73d53d35d">
                <td id="7c7652db3933a70eeec5ad9a72b9340a">Kategori</td>
                <td id="780363bcb3b4148851958f05edcad62f">Interval kelas</td>
                <td id="1291789bc3b52c443a15278a76ed188c">F</td>
                <td id="52f7783a0cac449c2b684f5367849d08">%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c90501b2bd65767ba6124a3aaa1cdcd6">
                <td id="544d03cae29f870366f4e8dae6849e90">Rendah</td>
                <td id="1fce948c7fdf3e6454b81758449152d7">&lt;59</td>
                <td id="fc1a67ab4030809c78b26ed2943773b8">30</td>
                <td id="034e75ef1a3a16d61931f867d27dee60">14</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-8700eab88e4f7be5e30968ebac20a840">
                <td id="9eb7e8f6582caf57028399dfc059c406">Sedang</td>
                <td id="7f1328f5515b7e5a92458de455b2e4ed">59 -  81</td>
                <td id="1cbb741b5d05e7d0dd5f9b3ff49e9a64">156</td>
                <td id="63641d203f6e0b67adb6472c453a1108">73</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f53df782d4b7bdb69155ae2d69a241c6">
                <td id="c5fa4e180449b4e6bb8c4742e680acd3">Tinggi</td>
                <td id="0d77017e6089d23fb133aff19ed2b541">&gt;81</td>
                <td id="1f80d5911c6409c67aab5f0467e9511e">29</td>
                <td id="d1c78c27058dce4d73faa52416490337">14</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-40">Berdasarkan tabel 4. Hasil analisis tingkat ketegori responden dikategorisasikan kedalam tiga jenis, seperti: rendah, sedang, tinggi. Hasil tabel tersebut menunjukkan bahwa dari total responden sebanyak 221 responden pada variabel efikasi diri yang termasuk tingkat rendah berjumlah 30 responden (14%), 156 responden termasuk kategori tingkat sedang (73%), dan 14 siswa termasuk kategori tinggi (29%).</p>
        <table-wrap id="tbl5">
          <label>Table 5</label>
          <caption>
            <title>
              <italic id="_italic-57">Tabel 5. Tingkat Kategori </italic>
              <italic id="_italic-58">Beban Kognitif </italic>
            </title>
            <p id="_paragraph-42"/>
          </caption>
          <table id="_table-5">
            <tbody>
              <tr id="table-row-acf5bc2e3ef8a898a006da6c34c42562">
                <td id="cb2b30bee5874c260645c6b557c39427">Kategori</td>
                <td id="0b4bf4752cab2f0da2c19396621c66d8">Interval kelas</td>
                <td id="da6d5137579d73248e37d81f17dee513">F</td>
                <td id="660cece90d7f1a93c1d67d07e79e0408">%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-79f2244af04af217b17b36046c5e3e0e">
                <td id="b143257c455bcc9a4ed808abcc666baa">Rendah</td>
                <td id="5acb0c6d65cb2fbff916822eec3c94ac">&lt;24</td>
                <td id="0af9b3deaf8be5eb7fe3252401fcf708">30</td>
                <td id="075e578ac98c62c75104ddb6ef5b45f0">13</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f4b91dc3dc2aed8712cf3af0b260cad3">
                <td id="e47c901ff9a1be06c6e0582e90a9db68">Sedang</td>
                <td id="7a2bef90efe725bf09279f248474787d">24-30</td>
                <td id="590b600bc9fe61ed9f3258e737c20bc4">145</td>
                <td id="aa3b69b18a72718f8a84657c1805e457">66</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-67e5fc14036f4386edfb346a840fdbb8">
                <td id="74ac34cf21b488f7e3235de78c4e4630">Tinggi</td>
                <td id="1e16131ab6a416e1c7487dc82b0b38a4">&gt;30</td>
                <td id="09e4a93ac7b46eb4213205acd261ac99">46</td>
                <td id="1e3040573f94ec7b319487639f287434">21</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-43">Berdasarkan tabel 5. Hasil analisis tingkat kategori responden dikategorisasikan kedalam tiga jenis, seperti: rendah, sedang, tinggi. Hasil tabel tersebut menunjukkan bahwa dari total responden berjumlah 221 responden pada variabel beban kognitif yang termasuk tingkat rendah berjumlah 30 responden (13%), 145 responden termasuk kategori sedang (66%), dan 46 responden termasuk kategori tinggi (21%).</p>
      </sec>
      <sec id="heading-be6f95cfbab7f27aa21b8990b78de546">
        <title>
          <bold id="_bold-26">Pembahasan</bold>
        </title>
        <p id="_paragraph-44">Hasil penelitian menunjukkan data yang diperoleh bahwa dari total respon sebanyak 221 orang yang terdiri dari siswa sekolah menengah pertama (SMP)  kelas 7, 8, dan 9. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah adanya hubungan antara efikasi diri dengan beban kognitif pada siswa SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo. Kemudian hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, efikasi diri dikorelasikan dengan beban kognitif menggunakan korelasi product moment pearson diperoleh hasil (p&lt;.001) dan dengan nilai r yang sedang sebesar (0.510) artinya efikasi diri dan beban kognitif berhubungan positif yang cukup memadai. Artinya, apabila siswa mempunyai tingkat efikasi diri yang tinggi, maka tingkat beban kognitif pada siswa pun meningkat, begitu sebaliknya. Temuan ini didukung oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Ike Rochmayanti <xref id="_xref-31" ref-type="bibr" rid="bib12">[12]</xref>. Hasil penelitian menujukkan adanya pengaruh positif yang signifikan antara efikasi diri dan beban kognitif dengan sumbangan variabel X terhadap Y sebanyak 83,9% dan sisanya tidak dijelaskan dalam penelitian </p>
        <p id="_paragraph-45">Hasil penelitian ini menunjukkan dari 221 siswa,  162 siswa dengan persentase 73%  berada di tingkat beban kognitif siswa sedang. Penyebab siswa/siswi mengalami beban kognitifyaitu: pertama, mereka seringkali dihadapkan dengan kerumitan materi pembelajaran yang harus dipahami dan diproses oleh memori kerja serta keahlian mereka dalam belajar <xref id="_xref-32" ref-type="bibr" rid="bib22">[22]</xref>. Kedua, kurangnya pemahaman mereka dalam beberapa pelajaran yang disebabkan karena cara guru dalam menerangkan ataupun strategi pembelajaran yang dinilai membosankan dan kurangnya referensi belajar.Temuan ini mendukung penelitian sebelumnya oleh Febri dan Sri Rahma bahwa siswa kelas X-TEI SMKN 1 Tanjung ditemukan adanyabeban kognitif. Beban kognitif atau <italic id="_italic-59">cognitive load</italic> ini terjadi dikarenakan cara penyampaian guru dinilai terlalu cepat dan saat disekolah siswa hanya diberikan buku paket serta ketika berada rumahpun mereka memakai  google untuk dijadikan sebagai bahan pembelajaran <xref id="_xref-33" ref-type="bibr" rid="bib22">[22]</xref>. Hal tersebut membuat siswa tidak dapat memahami dengan baik materi-materi pembelajaran yang sudah dipelajari. Siswa yang merasakan kesulitan dalam membangun skema pengetahuan yang disebabkan karena adanya beban kognitif mengakibatkan mereka tidak mampu untuk memproses informasi yang diterima dan disimpan di memori jangka panjang. </p>
        <p id="_paragraph-46">Berdasarkan hasil kategorisasi penelitian ini diperoleh bahwa siswa sekolah menengah  pertama (SMP) sebagai responden terbanyak ada di kelas 9 dengan jumlah siswa  berjumlah  95 siswa, pada kelas 7 berjumlah 90 siswa dan di kelas 8 berjumlah 36 siswa, kemudian pada kategorisasi usia lebih didominasi oleh usia 15 tahun dengan jumlah siswa berjumlah 96 siswa, pada usia 14 tahun berjumlah 74 siswa, dan di usia 16 tahun berjumlah  51 siswa. Data tersebut dapat disimpulkan bahwa responden ditemui kebanyakan pada kelas 9 yang dimana mereka dihadapkan dengan berbagai aspek baik secara kognitif maupun psikologis. Temuan ini mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Patricia dan Carolina menyebutkan bahwa siswa kelas 9 mengalami stres dengan  gejala seperti kurangnya kepercayaan diri, rasa gugup bahkan siswa merasakan sakit kepala saat pembelajaran di sekolah <xref id="_xref-34" ref-type="bibr" rid="bib23">[23]</xref>. </p>
        <p id="_paragraph-47">Efikasi diri penting bagi siswa apabila mereka dihadapkan pada kondisi yang tidak menyenangkan. Apabila  siswa memiliki tingkat efikasi diriyang tinggi cenderung mempunyai sifat seperti: tidak putus asa, memiliki daya juang yang tinggi dan memiliki kepribadian yang rajin untuk dapat menyelesaikan tugas ataupun pekerjaan yang dimilikinya <xref id="_xref-35" ref-type="bibr" rid="bib24">[24]</xref>. Sedangkan apabila siswa mempunyai efikasi diri yang rendah mereka cenderung mengeluh dan menganggap dirinya  tidak yakin pada ketrampilan yang dimilikinya dan tidak memiliki inisiatif dalam mencapai tujuan tersebut untuk dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut. Hasil penelitian sebelumnya menyatakan hal yang sama dengan apa yang dijelaskan oleh Imam Adita Sasongko bahwa efikasi diriberperan penting dalam mekanisme pembelajaran siswa terutama dalam hal motivasi telah dibuktikan dimana memberikan pengaruh akan apa yang dilakukannya <xref id="_xref-36" ref-type="bibr" rid="bib25">[25]</xref>. </p>
        <p id="_paragraph-48">Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dapat diketahui tingkat efikasi diri siswa SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo berada pada tingkat sedang. Hal tersebut ditunjukan pada hasil kategorisasi variabel yang telah dilakukan yakni, pada kategori sedang menunjukkan persentase sebesar 73% dengan jumlah siswa sebanyak 156 siswa, kemudian pada kategori tinggi  dengan persentase sebesar 14% dengan jumlah siswa sebanyak 29 siswa dan pada ketegori rendah dengan persentase sebesar 14% dengan jumlah siswa sebanyak 30 siswa. </p>
        <p id="_paragraph-49">Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo memiliki tingkat efikasi diri tingkat sedang dengan jumlah persentase sebesar 73%. Artinya siswa SMP tersebut memiliki keyakinan yang cukup atas kemampuannya dalam menyelesaikan tugas dengan tingkat kesulitan yang bervariasi, memiliki keyakinan yang cukup dalam kemampuannya di berbagai kondisi diluar kemampuanya dengan intensitas yang cukup dalam menghadapi masalah tertentu.</p>
        <p id="_paragraph-50">Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa tingkat beban kognitif pada siswa SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo dalam kategori sedang. Hal tersebut dapat ditunjukkan pada hasil kategorisasi variabel yang dilakukan yakni, pada kategori sedang menunjukkan persentase sebesar 66% dengan jumlah siswa sebanyak 145 siswa, kemudian pada kategori tinggi dengan persentase sebesar 21% dengan jumlah siswa sebanyak 46 siswa, dan pada kategori rendah dengan persentase sebesar 13% dengan jumlah siswa sebanyak 30 siswa.</p>
        <p id="_paragraph-51">Hasil penelitian ini menjukkan bahwa tingkat <italic id="_italic-60">cognitive load</italic> siswa SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo sebagian besar berada pada tingkat kategori sedang yaitu dengan jumlah persentase sebesar 66%. Artinya beban kognitif pada peserta didik tergolong cukup atau sedang. Sehingga beban yang diterima pada kognitif siswa tersebut cukup jadi  siswa SMP tersebut masih mampu mengontol beban yang berada di memori kerja yang dikarenakan kondisi tuntutan tugas yang diberikan. Misalnya saja tingkat kesulitan materi, penyampaian materi maupun usaha yang  dilakukan oleh peserta didik cukup seimbang. Hal ini didukung  penelitian yang dilakukan oleh Santi Wahyuni dan Yanti Cahyati <xref id="_xref-37" ref-type="bibr" rid="bib11">[11]</xref> beban kognitif dapat diminimalkan dengan memahami prinsip dasar dari <italic id="_italic-61">cognitive load</italic> dengan beban kognitif intrinsik (ICL) dikendalikan, beban kognitif ekstrinsik (ECL) harus diminimalkan dan beban kognitif konstruktif (GCL) dimaksimalkan. </p>
        <p id="_paragraph-52">Dari hasil yang didapat pada penelitian ini membuktikan bahwasanya tingkat variabel <italic id="_italic-62">self efficacy</italic> berada dalam kategori sedang dan sejalan dengan tingkat <italic id="_italic-63">cognitive load</italic> juga berada dalam kategori sedang. Hal tersebut menunjukkan bahwa beban yang diterima oleh siswa pada memori kerja juga tergolong cukup. Artinya ketika siswa dihadapkan pada situasi dan kondisi seperti : materi yang kompleks, cara penyajian materi pembelajaran yang dilakukan oleh guru, penyampaian materi dan usaha yang dilakukan oleh siswa dapat dikatakan cukup seimbang. Sehingga, pada saat memori kerja bekerja lebih keras untuk menyelesaikan pekerjaan, masih ada kontrol terhadap cognitive load yang diterima serta siswa SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo serta mereka  cukup yakin pada kemampuan dirinya untuk dapat menyelesaikan tuntutan tugas yang diberikan. </p>
        <p id="_paragraph-53">Limitasi atau keterbatasan dalam penelitian ini yakni topik penelitian yang membahas terkait <italic id="_italic-64">self efficacy</italic> maupun <italic id="_italic-65">cognitive load</italic> dan terkait dengan subjek penelitian yang digunakan yaitu siswa sekolah menengah pertama (SMP) sangat minim ditemukan. Peneliti juga belum menemukan faktor-faktor psikologis lain yang berkaitan dengan beban kognitifpada siswa sekolah menangah pertama (SMP). Penelitian ini hanya difokuskan hanya satu sekolah saja. Oleh sebab itu, pada penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan sekolah SMP lainnya untuk melakukan penelitian terkait fenomena beban kognitif dengan memakai variabel psikologis lain misalnya saja,  motivasi belajar, stress akademik dan lain-lain,  guna menambah wawasan serta pengetahuan terutama untuk ranah psikologi pendidikan.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="sec-5">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="_paragraph-54">Dari penelitian yang berjudul “Hubungan antara <italic id="_italic-66">self efficacy</italic> dengan <italic id="_italic-67">cognitive load</italic> siswa SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo” ini, peneliti menyimpulkan bahwa hasil penelitian yang telah dibahas diatas yaitu efikasi diri memiliki hubunan positif terhadap beban kognitif siswa SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo. </p>
      <p id="_paragraph-55">Dari hasil kesimpulan diatas, maka dapat diberikan saran khususnya untuk siswa-siswi SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo diharapkan untuk dapat meningkatkan efikasi diri pada masing-masing individu agar nantinya dapat menyesuaikan diri apabila beban kognitif muncul. Maka diwajibkan untuk memfokuskan materi yang dipelajari, mengurangi kecemasan dan stres dengan menjaga kelas tetap tenang serta kondusif,  lebih banyak memiliki referensi untuk membaca serta tidak bermain hp pada saat pembelajaran. Kemudian pada penelitian selanjutnya, disarankan untuk dapat meneliti lebih banyak kaitannya dengan  faktor-faktor psikologis terkait beban kognitif pada siswa dan juga diharapkan untuk mengambil subjek yang lebih luas untuk dapat memperbaiki penelitian ini guna memperkuat hasil pembahasan mengenai hubungan efikasi diri denganbeban kognitif. </p>
      <p id="paragraph-f4e83aba7d48a0e888f1a4a419dc2c0f">
        <bold id="bold-b70139bc4a476471b1bd25bda1b83953">Ucapan Terima Kasih </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-56">Ucapan terima kasih terutama disampaikan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat kuasanya peneliti diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menyelesaikan penelitian ini dan kemudian teruntuk seluruh siswa sekolah menengah pertama (SMP) Muhammadiyah 1 Sidoarjo yang telah bersedia menjadi responden oleh peneliti dan dapat berkontribusi dengan membantu jalannya penelitian. Serta semua pihak yang sudah turut serta membantu peneliti baik secara langsung maupun tidak langsung dan selalu memberikan dukungan kepada peneliti</p>
    </sec>
  </body><back>
    <ref-list>
      <ref id="bib1">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>Desember</issue>
          <page-range>2</page-range>
          <volume>19</volume>
          <year>2021</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Thahura</surname>
              <given-names>Farahdiba</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Tutdin</surname>
              <given-names>Zakia</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Psikologi Konseling</source>
          <article-title>Peran efikasi diri terhadap beban kognitif dan stress akademik mahasiswa selama pembelajaran daring</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib2">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>275-288</page-range>
          <volume>12</volume>
          <year>2023</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.26740/mathedunesa.v12n1.p275-288</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Setiawan</surname>
              <given-names>Dimas Bagus</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Susanah</surname>
              <given-names>Susanah</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>MATHEdunesa</source>
          <article-title>Penerapan Goal-Free Problems dalam Pembelajaran Matematika secara Kolaboratif untuk Melatih Kemampuan Siswa dalam Memecahkan Masalah</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib3">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>4</issue>
          <page-range>375-378</page-range>
          <volume>22</volume>
          <year>2010</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.1007/s10648-010-9145-4</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Gog</surname>
              <given-names>Tamara</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Paas</surname>
              <given-names>Fred</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sweller</surname>
              <given-names>John</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Educational Psychology Review</source>
          <article-title>Cognitive Load Theory: Advances in Research on Worked Examples, Animations, and Cognitive Load Measurement</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib4">
        <element-citation publication-type="journal">
          <year>2010</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Cooper</surname>
              <given-names>Graham</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Cognitive load theory as an aid for instructional design</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib5">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>105-134</page-range>
          <volume>38</volume>
          <year>2010</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.1007/s11251-009-9110-0</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Jong</surname>
              <given-names>Ton</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Instructional Science</source>
          <article-title>Cognitive load theory, educational research, and instructional design: Some food for thought</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib6">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>17-32</page-range>
          <volume>21</volume>
          <year>2021</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.21831/hum.v21i1.38228</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Richardo</surname>
              <given-names>Rino</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Cahdriyana</surname>
              <given-names>Rima Aksen</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Humanika</source>
          <article-title>Strategi meminimalkan beban kognitif eksternal dalam pembelajaran matematika berdasarkan load cognitive theory</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib7">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>13-23</page-range>
          <volume>5</volume>
          <year>2022</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.46918/equals.v5i1.1197</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sholihah</surname>
              <given-names>Dyahsih Alin</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika</source>
          <article-title>Strategi Pembelajaran Matematika Berdasarkan Cognitive Load Theory untuk Meminimalkan Extraneous Cognitive Load</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib8">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>115-124</page-range>
          <volume>10</volume>
          <year>2022</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.24815/jpsi.v10i1.22924</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Nuraeni*</surname>
              <given-names>Eni</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Nurwahyuni</surname>
              <given-names>Tika</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Amprasto</surname>
              <given-names>Amprasto</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Permana</surname>
              <given-names>Irvan</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Pendidikan Sains Indonesia</source>
          <article-title>Identifikasi Extranous Cognitive Load Siswa Dalam Mengembangkan Computational Thinking Skill Melalui Pembelajaran Jaring-Jaring Makanan Berbasis Snap!</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib9">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>32-42</page-range>
          <volume>30</volume>
          <year>2014</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.1016/j.learninstruc.2013.12.001</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Leppink</surname>
              <given-names>Jimmie</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Paas</surname>
              <given-names>Fred</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Gog</surname>
              <given-names>Tamara</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Vleuten</surname>
              <given-names>Cees P.M.</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Merriënboer</surname>
              <given-names>Jeroen J.G.</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Learning and Instruction</source>
          <article-title>Effects of pairs of problems and examples on task performance and different types of cognitive load</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib10">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>45-53</page-range>
          <volume>8</volume>
          <year>2019</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Latifah</surname>
              <given-names>Tifa Sophia</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Hindriana</surname>
              <given-names>Anna Fitri</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Satianugraha</surname>
              <given-names>Haruji</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Quagga</source>
          <article-title>Implementasi Media Audio Visual Untuk Menurunkan Beban Kognitif Siswa Pada Konsep Ekosistem di Kelas VII SMP</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib11">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>April</issue>
          <page-range>34-39</page-range>
          <volume>12</volume>
          <year>2021</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Santi Wahyuni</surname>
              <given-names>Yanti Cahyati</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Beban Kognitif Mahasiswa dalam Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib12">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>1-9</page-range>
          <volume>21</volume>
          <year>2020</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Rochmayanti</surname>
              <given-names>Ike</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>file:///C:/Users/VERA/Downloads/ASKEP_AGREGAT_ANAK_and_REMAJA_PRINT.docx</source>
          <article-title>Pengaruh self efficay terhadap beban kognitif siswa kelas X jurusan IPA di SMAN 1 Tumpang dengan Emosi Akademik sebagai variabel moderasi</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib13">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>28</page-range>
          <volume>44</volume>
          <year>2017</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.22146/jpsi.22742</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sunawan</surname>
              <given-names>Sunawan</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Ahmad Yani</surname>
              <given-names>Sugesti Yoan</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Anna</surname>
              <given-names>Catharina Tri</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Kencana</surname>
              <given-names>Trubus Inggariani</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Mulawarman</surname>
              <given-names>-</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sofyan</surname>
              <given-names>Afriyadi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Psikologi</source>
          <article-title>Dampak Efikasi Diri terhadap Beban Kognitif dalam Pembelajaran Matematika dengan Emosi Akademik sebagai Mediator</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib14">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>187-195</page-range>
          <volume>1</volume>
          <year>2016</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Yohanes</surname>
              <given-names>Barep</given-names>
            </name>
            <collab>
              <named-content content-type="name">Subanji</named-content>
            </collab>
            <collab>
              <named-content content-type="name">Sisworo</named-content>
            </collab>
          </person-group>
          <source>Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian dan Pengembangan</source>
          <article-title>Beban Kognitif Siswa dalam pembelajaran materi geometri</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib15">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>2629-2641</page-range>
          <volume>14</volume>
          <year>2020</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Nurwanda</surname>
              <given-names>Yayang</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Milama</surname>
              <given-names>Burhanudin</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Yunita</surname>
              <given-names>Luki</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia</source>
          <article-title>Beban Kognitif Siswa Pada Pembelajaran Kimia di Pondok Pesantren</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib16">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>1-7</page-range>
          <volume>2</volume>
          <year>2017</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Mayasari</surname>
              <given-names>Novi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Kajian ilmu matematika dan pembalajarannya</source>
          <article-title>Beban Kognitif dalam Pembelajaran Persamaan Differensial dengan Koenfisien Linier di IKIP PGRI Bojonegoro Tahun Ajaran 2016/207</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib17">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>1-132</page-range>
          <year>2018</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Zulfi</surname>
              <given-names>N</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>UIN Sunan Ampel Surabaya</source>
          <article-title>Profil Penyebab Beban Kognitif Siswa dalam Pembelajaran Matematika Ditinjau dari Kemampuan Awal Siswa</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib18">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>212-243</page-range>
          <year>1997</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.1177/0032885512472964</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Bandura</surname>
              <given-names>Albert</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>The Routledge Handbook of the Psychology of Language Learning and Teaching</source>
          <article-title>Self-Efficacy The Exercise of Control</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib19">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>249-260</page-range>
          <volume>3</volume>
          <year>2016</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.15575/psy.v3i2.1113</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Purwati</surname>
              <given-names>Eni</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Akmaliyah</surname>
              <given-names>Mashubatul</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Psympathic : Jurnal Ilmiah Psikologi</source>
          <article-title>Hubungan antara Self Efficacy dengan Flow Akademik pada Siswa Akselerasi SMPN 1 Sidoarjo</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib20">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>103-111</page-range>
          <volume>9</volume>
          <year>2023</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Firdaus</surname>
              <given-names>Muhammad</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sulistri</surname>
              <given-names>Emi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Anitra</surname>
              <given-names>Rien</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF IPA SISWA KELAS IV SD NEGERI 88 SINGKAWANG</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib21">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sugiyono</surname>
              <given-names>Prof. Dr.</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&amp;D</source>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib22">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>1-9</page-range>
          <volume>1</volume>
          <year>2023</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Febri Yanti</surname>
              <given-names>Sri Rahma Dewi Saragih</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika</source>
          <article-title>Analisis Beban Kognitif Siswa Dalam Pembelajaran Matematika pada Materi Trigonometri</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib23">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>November</issue>
          <page-range>281-286</page-range>
          <year>2022</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Dyastika</surname>
              <given-names>Patricia Agrivina</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Usdinoari</surname>
              <given-names>Carolina Omega Putri</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika</source>
          <article-title>Analisis Tingkat Kecemasan Matematika pada Siswa Kelas IX SMP St. Bellarminus Bekasi dan Faktornya dari Sudut Pandang Neurosains</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib24">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>19</page-range>
          <volume>10</volume>
          <year>2022</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.19184/pk.v10i1.11085</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Cahyani</surname>
              <given-names>Regita Sari Dwi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Dewi</surname>
              <given-names>Erti Ikhtiarini</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Hadi K</surname>
              <given-names>Enggal</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Pustaka Kesehatan</source>
          <article-title>Hubungan efikasi diri dengan mekanisme koping siswa dalam menghadapi tugas di SMA Negeri 1 Jember</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib25">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>37-39</page-range>
          <volume>66</volume>
          <year>2020</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sasongko</surname>
              <given-names>Imam Adita</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Hubungan Antara Efikasi Diri Dengan Motivasi Belajar Siswa</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
    </ref-list>
  </back></article>
