<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Hubungan antara kontrol diri dengan perilaku konsumtif pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</article-title>
        <subtitle>Relationship between self-control and consumer behavior in a student of Muhammadiyah University Sidoarjo </subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Atmaja</surname>
            <given-names>Muhamad Gustaf adijaya</given-names>
          </name>
          <email>gustafatmaja@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Mariyati</surname>
            <given-names>Lely Ika</given-names>
          </name>
          <email>Ikalely@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Universitas Muhammadiyah sir</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Universitas Muhammadiyah Sidoarjo </institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2024-08-13">
          <day>13</day>
          <month>08</month>
          <year>2024</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>15</day><month>02</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="sec-2">
      <title>Pendahuluan </title>
      <p id="_paragraph-11">Indonesia adalah salah satu negara berkembang di tingkat dunia yang terdampak pada gaya hidup masyarakatnya, seperti gaya hidup komsumtif<xref id="_xref-1" ref-type="bibr" rid="bib1">[1]</xref>. Untuk bersenang-senang, mahasiswa harus menghabiskan uang, waktu, dan tenaga untuk pergi, nongkrong, dan lain-lain. Sehingga keinginan mereka untuk membeli barang mewah akan meningkat. Perilaku membeli dan keinginan dipengaruhi oleh gaya hidup. Gaya hidup adalah cara yang baik untuk menunjukkan sikap, nilai, dan kekayaan seseorang. Seiring dengan sejarah modernisasi ekonomi dan transformasi kapitalisme konsumsinya, populasi konsumen Indonesia tampaknya tumbuh seiring dengan perkembangan pusat perbelanjaan modern, mode, kecantikan, makanan, dan iklan produk mewah, serta dunia belanja teknologi online. Gaya hidup membantu menunjukkan sikap, nilai, dan kekayaan.<xref id="_xref-2" ref-type="bibr" rid="bib2">[2]</xref>. Peneliti telah melakukan survey awal pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo  dengan mengacu pada teori perilaku konsumtif komsumtif  menurut Rizky, dihasilkan bahwa adanya 64%  pertimbangan  kebutuhan dalam membeli barang, 62% lebih mengedepankan gaya hidup dibanding kebutuhan, 48% suka membeli barang untuk mengikuti trend kekinian, 56% menabung untuk berinvestasi, 52% Membeli sesuatu barang agar menaikan pandangan orang lain terhadap dirinya, 88% membeli barang karena diskon dan bonus yang ditawarkan, 58% Membeli sesuatu untuk memenuhi keinginan gaya hidup yang lebih baru agar tidak tertinggal zaman, 72% suka membeli barang karena kemasan unik, lucu, dan menarik dan 56% mengoleksi jam tangan atau sepatu secara berlebihan. </p>
      <p id="_paragraph-12">Individu yang dapat memenuhi kebutuhan dan kepuasan dapat menigkatkan status sosial di Lingkungannya<xref id="_xref-3" ref-type="bibr" rid="bib3">[3]</xref>. Mahasiswa dalam perkembangannya berada pada kategori remaja akhir yang rentang usia 18 sampai 21 tahun. Menurut Papalia, dkk. fase ini berada dalam tahap perkembangan dari remaja menuju <italic id="_italic-17">young adulthood </italic>yang meliputi pada usia perkembangan remaja akan dapat mempengaruhi dari lingkungan sosial, serta mencari jati diri yang kuat<xref id="_xref-4" ref-type="bibr" rid="bib4">[4]</xref>. Disisi lain mahasiswa berada pada proses pencarian jati diri dan sangat gampang terpengaruh terhadap lingkungan sekitar, sehingga sifat konsumtif terjadi pada mahasiswa karena mereka terpengaruh trend dan menaikan gaya hidup untuk mengangkat status dalam pergaulan mereka. Kadeni dan Srijani (2018) mengatakan bahwa, perilaku konsumtif didefinisikan sebagai kebiasaan mengonsumsi barang dan jasa mahal dengan intensitas yang konsisten dalam upaya mendapatkan barang dan jasa yang lebih baru, lebih baik, dan lebih banyak daripada kebutuhan nyata untuk menunjukkan status sosial, prestige, kekayaan, dan keistimewaan serta untuk mendapatkan kepuasan dari kepemilikan<xref id="_xref-5" ref-type="bibr" rid="bib5">[5]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-13">Menurut International Coffee Organization, jumlah kopi di Indonesia meningkat, terutama oleh remaja Jakarta yang hampir setiap hari minum kopi di coffee house favorit mereka. Sayangnya, kebiasaan ini menghasilkan pola hidup konsumtif<xref id="_xref-6" ref-type="bibr" rid="bib6">[6]</xref>. Perilaku konsumtif ini terus berkembang karena banyak faktor yang dapat menyebabkannya. Timbulnya gaya hidup barat adalah salah satunya. Munculnya pusat perbelanjaan yang menampilkan berbagai merek asing, munculnya restoran fast food yang membuat orang lebih memilih makanan internasional daripada makanan lokal, dan munculnya kafe yang cenderung digunakan oleh remaja untuk berkumpul dan bersosialisasi.<xref id="_xref-7" ref-type="bibr" rid="bib7">[7]</xref>. </p>
      <p id="_paragraph-14">Terdapat Aspek-aspek perilaku konsumtif  menerangkan bahwa aspek perilaku konsumtif terbagi menjadi 4 bagian yaitu: Pemenuhan keinginan, mahasiswa akan selalu mengkonsumsi dan membeli barang untuk memenuhi kepuasan semata, Barang diluar jangkauan perilaku konsumtif yang dilakukan mahasiswa secara terus menerus akan menjadi komplusif dan tidak rasional, Barang tidak produktif, semakin banyak jumlah pengonsumsian barang yang dilakukan individu maka semakin tidak jelas pula kegunaan konsumsi barang tersebut dan yang terakhir adalah Pertimbangan status, mahasiswa berperilaku konsumtif  karena adanya perimbangan status ,dimana mahasiswa membeli barang secara berlebehan bukan karena kebutuhan dan fungsi barang yang dibeli tetapi untuk menaikan status mereka melalui barang yang mereka beli tersebut<xref id="_xref-8" ref-type="bibr" rid="bib8">[8]</xref>. Lubis menjelaskan bahwa perilaku konsumtif merupakan perilaku berbelanja yang tidak lagi berdasarkan pertimbangan yang rasional hanya karena keinginan telah mencapai tingkat yang tidak rasional lagi.<xref id="_xref-9" ref-type="bibr" rid="bib9">[9]</xref>. Sementara Anggarasari mendefinisikan perilaku konsumtif sebagai membeli barang yang tidak berguna atau kurang penting sehingga menjadi berlebihan, artinya seseorang menjadi mementingkan faktor keinginan (want) daripada kebutuhan (need) dan cenderung dikuasai oleh hasrat keduniawian dan kesenangan material semata.Kata "konsumtif" berasal dari kata "boros", yang berarti seseorang melakukan perilaku yang boros dengan mengonsumsi barang atau jasa secara berlebihan. Faktor internal termasuk motivasi, harga diri, kepribadian, gaya hidup, pengamatan dan proses belajar, dan konsep diri. Faktor eksternal termasuk budayaKelas sosial, kelompok referensi, keluarga, dan jumlah penduduk. Sifat konsumtif meliputi perasaan tidak enak pada penjual, mudah terbujuk oleh rayuan penjual, banyak mempertimbangkan, dan hanya karena keinginan sesaat<xref id="_xref-10" ref-type="bibr" rid="bib10">[10]</xref>. </p>
      <p id="_paragraph-15">Menurut Ghufron &amp; Risnawati, kontrol diri merupakan Kemampuan untuk membaca situasi dan mengendalikan faktor perilaku yang sesuai dengan situasi dan kondisi untuk menampilkan diri dalam sosialisasi adalah kontrol diri. Ini termasuk kemampuan untuk mengontrol perilaku, menarik perhatian orang lain, merubah perilaku agar menyenangkan orang lain, menyenangkan orang lain, dan selalu menyesuaikan diri dengan orang lain dan menutupi perasaannya<xref id="_xref-11" ref-type="bibr" rid="bib11">[11]</xref>. Aspek- aspek kontrol diri menurut Averil,  yaitu kontrol perilaku (<italic id="_italic-18">behavior control</italic>), kontrol kognitif (<italic id="_italic-19">cognitive control</italic>) dan kontrol keputusan (<italic id="_italic-20">decisional control</italic>) <xref id="_xref-12" ref-type="bibr" rid="bib12">[12]</xref>. Penelitian Ance M yang dimana adanya hubungan yang bermakna antara kontrol diri dengan perilaku konsumtif pada mahasiswa program studi ners di STIKES Santa Elisabeth Medan<xref id="_xref-13" ref-type="bibr" rid="bib13">[13]</xref>. Selanjutnya oleh Bagas yang menyatakan bahwa mahasiswa teknik industri ini memiliki kontrol diri yang sangat baik karena mereka merasa cukup dengan perangkat yang mereka pakai untuk memenuhi kebutuhan akademik mereka setiap hari, sehingga mereka tidak perlu membeli gadget yang paling baru.<xref id="_xref-14" ref-type="bibr" rid="bib14">[14]</xref>. Penelitian Kori menyatakan bahwa kontrol diri terdapat hubungan yang signifikan dengan perilaku konsumtif yang dimana masih bisa membatasi diri untuk tidak terlalu bergaya hidup hedonis dan konsumtif<xref id="_xref-15" ref-type="bibr" rid="bib15">[15]</xref>. Penelitian Husniaa menyatakan bahwa kontrol diri sangat penting saat membeli sesuatu, mahasiswa psikologi di Universitas Islam Raden Rahmat Malang memiliki dampak negatif terhadap perilaku konsumtif online mereka.<xref id="_xref-16" ref-type="bibr" rid="bib16">[16]</xref>. </p>
      <p id="_paragraph-16">Berdasarkan pemaparan fenmena dan kajian teori yang telah dilakukan maka, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan kontrol diri kepada perilaku konsumtif pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Hipotesis yang diajukan peneliti bahwa permasalahan pada penelitian ini adalah munculnya  individu yang berada dalam masa perilaku konsumtif yaitu individu yang ada pada fase merasa suka dengan hidup bermewah mewahan, hidup dengan gengsi, dan suka membeli barang yang tidak terlalu penting. Apakah adanya hubungan kontrol diri dan perilaku pada mahasiswa Univeritas Muhammadiyah Sidoarjo. Hal ini seiring dengan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah adanya hubungan antara kontrol diri dengan perilaku konsumtif mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. </p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Metode</title>
      <p id="_paragraph-17">Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional dengan variabel kontrol diri dan perilaku konsumtif. Artinya dalam penelitian ini melibatkan variabel X yakni kontrol diri serta variabel Y yaitu perilaku konsumtif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif di universitas muhammadiyah Sidoarjo. Yang dimana munculnya perilaku konsumtif pada saat melakukan survei awal kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Sampel dari penelitian ini sejumlah 311 mahasiswa dari populasi sejumlah 8000 mahasiswa berdasarkan data tahun ajaran Universitas Muhammadiyah Sidoarjo 2023/2024. Penelitian ini menggunakan teknik <italic id="_italic-21">simple random sampling </italic>yang dimana memberikan kesempatan yang sama kepada populasi untuk dijadikan sampel, dimana anggota populasi tidak memiliki strata sehingga relative homogen. Penentuan sejumlah 311 sampel mempertimbangkan tabel Issac &amp; Michael dengan taraf kesalahan 5%.</p>
      <p id="_paragraph-18">Penelitian ini menggunakan  model skala likert, 2 skala untuk pengambilan data berupa 1) aspek kontrol diri, dan 2) skala perilaku konsumtif. Skala kontrol diri menggunakan skala yang diadaptasi dari Ibun Arzad yang meliputi dari tiga aspek,diantaranya keemampuan mengontrol perilaku,kontrol kognitif &amp; kemampuan mengontrol kepuasan.Skala terdiri dari 16 aitem yang berdaya beda tinggi aitem 0,401 sampai 0,813 dengan koefisiansi reabilitas  0,903<xref id="_xref-17" ref-type="bibr" rid="bib8">[8]</xref>. Skala perilaku konsumtif diadaptasi juga oleh Ibun Arzad yang didasarkan oleh aspek aspek perilaku konsumtif menurut fromm, yaitu pemenuhan keinginan barang diluar jangkauan barang tidak produktif dan pertimbangan status.Skala terdiri dari 25 aitem yang berdaya beda tinggi aitem 0,302 sampai 0,759 dengan niai reabilitas sejumlah 0,829.<xref id="_xref-18" ref-type="bibr" rid="bib8">[8]</xref>. Dalam penelitian ini, analisis informasi dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data korelasi product moment Pearson. Teknik analisis data metode inferensial yang merupakan menggunakan nilai numerik dan statistik deskriptif untuk mengubah angka mentah menjadi pengetahuan yang berguna. Tujuannya adalah untuk membuat prediksi tentang hasil yang mungkin terjadi dari data yang dianalisis. Dengan menggunakan data uji-T yang merupakan cara untuk membandingkan rata-rata dua kelompok dan menentukan perbedaan satu sama lain. <xref id="_xref-19" ref-type="bibr" rid="bib17">[17]</xref>.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-19">Sebelumnya telah dilakukan uji asumsi sebagai syarat untuk melakukan uji hipotesis dengan jumlah subyek 311 mahasiswa dengan perilaku konsumtif mayoritas terdapat pada kategori menengah dengan besar persentase 18,33% sebanyak 57 mahasiswa, kemudian pada kategori tinggi sebanyak 136 mahasiswa dengan persentase sebesar 43,73%%, kategori rendah sebanyak 102 mahasiswa dengan persentase sebesar 32,80%, sisanyaa pada kategori sangat rendah sebanyak 13 mahasiswa dengan 4,18% dan kategori sangat tinggi sebanyak 3 mahasiswa dengan persentase sebanyak 0,96% . Berdasarkan hasil uji asumsi normalitas dengan <italic id="_italic-22">shapiro-wilk </italic>yang telah dilakukan menunjukkan bahwa data telah terdistribusi secara normal dengan <italic id="_italic-23">p =,15</italic> yang menandakan telah terpenuhinya kriteria normalitas yaitu <italic id="_italic-24">p &gt; ,5</italic>. Oleh sebab itu maka analisis parametrik <italic id="_italic-25">pearson </italic>dapat dilakukan. Hasil uji korelasi <italic id="_italic-26">pearsons </italic>telah menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kontrol diri dengan perilaku konsumtif <italic id="_italic-27">r = 0.79 p &lt; .001</italic>. Hal ini menandakan bahwa semakin tinggi tingkatan kontrol diri maka akan semakin rendah tingkatan perilaku konsumtif yang dimiliki oleh sampel penelitian dan begitu juga sebaliknya. Beberapa penelitian menjelaskan bahwa jika adanya kontrol diri dari individu maka dengan menjauhkan diri dari tingkah laku yang implusif, menunda kepuasan, mengantisipasi peristiwa, dan dapat mengambil keputusan.Sehingga individu dapat permasalahan yang ada pada perilaku konsumtif</p>
      <p id="_paragraph-20">
        <bold id="_bold-7">Uji Asumsi Normalitas</bold>
      </p>
      <table-wrap id="tbl1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-21"/>
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-8e0c9096f799cd8224e03ee4aebe3221">
              <td id="0ab1a81e0d8bba56d2ad9c4569cfc1fa" colspan="4">
                <bold id="_bold-8">Shapiro-Wilk Test for Multivariate Normality </bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-228165219a49c641f075fd79c47aa077">
              <td id="8cf95865fa481e1dc5d2ffb1d6b1c2f6" colspan="2">
                <bold id="_bold-9">Shapiro-Wilk</bold>
              </td>
              <td id="067f7d4255d15259fe66f88824762ee4" colspan="2">
                <bold id="_bold-10">p</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f347a7f0102c77ebeb766bf4ed407223">
              <td id="3409167ad6450861cf95fb8f454ab126">0.993</td>
              <td id="64b1d5c546ce32588c169dfd38494b49"/>
              <td id="36d06bfe35186b1750178836d15dd15f">0.151</td>
              <td id="9c70538b9f208f4fba45dc927d62f4ab"/>
            </tr>
            <tr id="table-row-f3f5a6283a4544a94370f3549c057835">
              <td id="851190729c595f344ce4a846fcfb35e8" colspan="4"/>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-22">Hasil uji asumsi normalitas dengan <italic id="_italic-28">shapiro-wilk </italic>yang telah dilakukan menunjukkan bahwa data telah terdistribusi secara normal dengan <italic id="_italic-29">p = ,15</italic> yang menandakan telah terpenuhinya kriteria normalitas yaitu <italic id="_italic-30">p &gt; ,5</italic>. Oleh sebab itu maka analisis parametrik <italic id="_italic-31">pearson </italic>dapat dilakukan.</p>
      <p id="_paragraph-23">
        <bold id="_bold-11">Uji Korelasi </bold>
        <bold id="_bold-12">
          <italic id="_italic-32">Pearsons</italic>
        </bold>
      </p>
      <table-wrap id="tbl2">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-24"/>
        </caption>
        <table id="_table-2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-8a43af49b0681a2c11c7faa27b655811">
              <td id="72333fcf13b12980af9a7cde62beefe8" colspan="4">
                <bold id="_bold-13">Pearson's Correlations </bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d2067531b7e16d7eaac43727c4087c44">
              <td id="f175e77b7e3819309c9ea874fab79e08">
                <bold id="_bold-14"/>
              </td>
              <td id="2fb94a695edc2a343bd29c7e6c2ec6b7" colspan="2">
                <bold id="_bold-15"/>
              </td>
              <td id="b33011ef8007216002be5417fa55a87b">
                <bold id="_bold-16"/>
              </td>
              <td id="d604445929b2d79d7909fc5ef5d2f067">
                <bold id="_bold-17">Pearson's r</bold>
              </td>
              <td id="7ea5422ffbd0de2300468a25b7628cf0" colspan="2">
                <bold id="_bold-18">p</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-633aaa4c3e083290129d33cbbdbc3570">
              <td id="750c1f6b98b7c6464fd2c051ecf454a1">Kontrol Diri</td>
              <td id="302a2cefa4c2b271214b969e2ba75ea6"/>
              <td id="09b40b72a65fdf2ebbcd08dccd3071be">-</td>
              <td id="dd3759f563b79e190c375b0e1fe88942"/>
              <td id="ddbab9d34aabeedce7da465bfcc0c1c8">Perilaku Konsumtif</td>
              <td id="41b0200d8dc8cf211948ad5daf731656"/>
              <td id="73ad6449ed44c8e82635565ef784fb21" colspan="2">-0.797</td>
              <td id="518f2fefff706c914b839fd9117274f6"/>
              <td id="f56d11ccc86c8aabfc9ea4c7170a485b">&lt; .001</td>
              <td id="cc4ebc7d080ccb825399e08954ea3b7a"/>
            </tr>
            <tr id="table-row-48951bdfb3a74b778a5e1c2c7c8b2b16">
              <td id="37fd1d9dfb8d66b0c5a5bbe37187c690" colspan="4"/>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-25">Hasil uji korelasi pearsons telah menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kontrol diri dengan perilaku konsumtif r = 0.79 p &lt; .001. Hal ini menandakan bahwa akan semakin tinggi tingkatan kontrol diri maka akan semakin rendah tingkatan perilaku konsumtif yang dimiliki oleh sampel penelitian dan begitu juga sebaliknya.</p>
      <p id="_paragraph-26">
        <bold id="_bold-19">Uji Asumsi Lineritas</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-27">
        <bold id="_bold-20">Perilaku Konsumtif vs. Kontrol Diri</bold>
      </p>
      <fig id="fig1">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-28"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-1" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image1.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-29">Bedasarkan hasil uji linearitas yang digambarkan dengan grafik, maka didapatkan titik <italic id="_italic-33">scatterplot</italic> terkumpul dengan arah miring kebawah dan juga menyerupai bentuk elips jika ditarik garis melingkar diantaranya. Bedasarkan grafik tersebut maka dapat disimpulkan bahwa telah terdapat hubungan linear antara kontrol diri dengan perilaku konsumtif.</p>
      <table-wrap id="tbl3">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-30"/>
        </caption>
        <table id="_table-3">
          <tbody>
            <tr id="table-row-931df6af753e9a2696afb4c7390694e0">
              <td id="41fcec9d0a39cdca80850615cad467d1" colspan="10">
                <bold id="_bold-21">Model Summary - Perilaku Konsumtif </bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-05b934360f79edc045308fd15a655b6c">
              <td id="f3d558cce4536c8ab02992024fc31c28" colspan="2">
                <bold id="_bold-22">Model</bold>
              </td>
              <td id="e3e15cb4ef1db63beb48783d1022885a" colspan="2">
                <bold id="_bold-23">R</bold>
              </td>
              <td id="19f4273aed772500a0a575b464bda96b" colspan="2">
                <bold id="_bold-24">R²</bold>
              </td>
              <td id="98c8deebcc020c188987650999a3d8d5" colspan="2">
                <bold id="_bold-25">Adjusted R²</bold>
              </td>
              <td id="cc7e66a0949da0dd2c49195479fd8c84" colspan="2">
                <bold id="_bold-26">RMSE</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f40ec527b6770466a43f7713b4146a4f">
              <td id="191e2190ab532a23479fc78e59363d72">H₀</td>
              <td id="96f1d32afcf284c7981b75323ec062d9"/>
              <td id="b1a3ab3245891595d312ed270ec392d8">0.000</td>
              <td id="0ea41fc478c82b38c50e53604b5badd6"/>
              <td id="8c958721b62d765f6c123c8bcac9c937">0.000</td>
              <td id="a373d412987aeee3f8666855cc960141"/>
              <td id="9f88fbfe76b4cbd6999b6da5bb48a939">0.000</td>
              <td id="b9113abfb7e8edb3c2d694adeff44ebc"/>
              <td id="778aba8131c449150007ccbe128b7fc9">8.698</td>
              <td id="a878e560442053fc1a1d0d47da58f935"/>
            </tr>
            <tr id="table-row-9ff4bb95fb87cbcb1aa4161242d795f1">
              <td id="f6c931ebdd15946469a58b675a37ed82">H₁</td>
              <td id="68a6acf9a2e5deffd120446a692e18a4"/>
              <td id="819b66c2d0f3f99f40ad903c530d71b7">0.797</td>
              <td id="36eb08fa0c4466ad1f26186a09c1a99b"/>
              <td id="d86045cee0cd9d52162af203066bbd0c">0.635</td>
              <td id="7b97ac616f2cc49bb67ba3dfca233078"/>
              <td id="dab051002b9102cd31cbbff29f24958d">0.634</td>
              <td id="b5dda9fb103970d0296aa07ef10cf4bb"/>
              <td id="1e34439c8d6d72eb95332ad86f80878b">5.265</td>
              <td id="c02b1b068af2bce3e0cdbc807b468314"/>
            </tr>
            <tr id="table-row-fbfe0c8ac163ac4547bf38a6cb98fafc">
              <td id="51d7b6229521e6f7d6af750636df00f0" colspan="10"/>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-31">Hasil Sumbangan Efektif yang diberikan kontrol diri kepada perilaku konsumtif sebesar 63,5% (<italic id="_italic-34">R</italic><sup id="_superscript-5"><italic id="_italic-35">2</italic></sup><italic id="_italic-36">=0.635)</italic>. Bedasarkan hal tersebut maka sebanyak 36,5% fenomena kontrol diri pada sampel penelitian dipengaruhi oleh faktor lain yang berada diluar variabel kontrol diri.</p>
      <table-wrap id="tbl4">
        <label>Table 4</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-32"/>
        </caption>
        <table id="_table-4">
          <tbody>
            <tr id="table-row-d38e9056bac4cca6a2ce705b065d879f">
              <td id="a5844dfce0637bb65598bf72b05bbe6e">Descriptive Statistics</td>
              <td id="d7efe7ad859b4b6f2aabc9abe7a193fe">Laki-Laki</td>
              <td id="be066b877b4beb10c9c71cd57c910748">Perempuan</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0a30b91e38e4ac6d8f09c3f86a6a80a5">
              <td id="d36f161278731a7f1de9bc108cd0bbf7">Valid</td>
              <td id="ddca1f7ff623ee1807354d9d32f9fcde">122</td>
              <td id="7ef06501ae253e37192c953bf2bbebe6">188</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-cef51b496549a60e55ba4d4fa71c9702">
              <td id="a2f873c84709bee0393169e574740ecf">Missing</td>
              <td id="17d83f0bb733defaed45ad49a7e98f48">0</td>
              <td id="c0a0781e60c00601ebfa964295a363e6">0</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-fa3d128180ec940136c857075b9de9bb">
              <td id="dbd9d3d7387a7860bffa8edff96d8814">Mean</td>
              <td id="475dd9cb0b692eadd728c600a8a1d3b9">41.303</td>
              <td id="bf2863df07290c71f67888379030a85c">37.202</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-516b8e02471b7ef79bdec52555094aa8">
              <td id="d070fedbe5916f6fb497f2a5272f5687">Std. Deviation</td>
              <td id="932f7393b0ee7fc57290c03ac14fcd21">7.851</td>
              <td id="e3122fa830c389d6f44998ab6f30daf6">8.879</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-63596913d0ce110555effdd233f78872">
              <td id="bede42b3d62d9c86e57a5f8cbb6a55d6">Minimum</td>
              <td id="99f7e079772b9d8982166f678b54fc01">20.000</td>
              <td id="14d723817dbb8fab196b3f89720aa6a2">20.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-276ba568f1ab413a9b06fe2dcd5f4314">
              <td id="771a79d2bd0667b123891c846424f2b8">Maximum</td>
              <td id="b41262e6fb28d3309c22be82332e8a9a">53.000</td>
              <td id="5098132a594caf58a343ca4a7c83af9f">53.000</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <fig id="figure-panel-d5698eaba804d379e9d7110946ee5853">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-c3193dfcea23444538acd7863a338324"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-00bd42320904dc87d650567be4e23624" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="9564-01.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-33">Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan, maka ditemukan nilai <italic id="_italic-37">mean </italic>perilaku konsumtif dari laki-laki lebih tinggi (41,303) jika dibandingkan dengan nilai <italic id="_italic-38">mean</italic> dari Perempuan (37,202). Hasil ini mengimplikasikan bahwa pada sampel penelitian ini, sampel laki-laki memiliki kecenderungan untuk melakukan perilaku konsumtif lebih tinggi jika dibandingkan sampel perempuan.</p>
      <p id="_paragraph-34">
        <bold id="_bold-27">Kategorisasi Data Empirik</bold>
      </p>
      <table-wrap id="tbl5">
        <label>Table 5</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-35"/>
        </caption>
        <table id="_table-5">
          <tbody>
            <tr id="table-row-8613e9107c790b8dc79c1824d4badc9d">
              <td id="a5dbcffc24598a8d7303a3eab109ac0a">Kategorisasi</td>
              <td id="3f0725472ce7e80090e5255bda6877a7">Kategorisasi</td>
              <td id="a1b8d4d431d8f41add9e6f3ce0d08f7b">Jumlah</td>
              <td id="602f104c2840b7296b959860df50211f">Persentase</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5fb1f02f81bc9bbf22856248580db07a">
              <td id="c6665d533532c222eb28003bebe06ea0">Sangat Tinggi</td>
              <td id="fb4775b98037b5c4bc4d3de362da6c68">&gt;52</td>
              <td id="4391e84686e68ee40a9e4db3e320c1bd">3</td>
              <td id="b6d8cd3e3298f607ed68898b512f80dd">0,96%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2870e056efecd065e4f404eb2cfa9d70">
              <td id="3f02f418c99ed34fa314e7515ab45563">Tinggi</td>
              <td id="d1a3a859cfe0fd8f8bc4f75a2a94bf85">52-43</td>
              <td id="c270feac473f95ff710d0ef0b16a15a5">136</td>
              <td id="9b374175f9d73ad55ba216cf336a6762">43,73%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-338e565f2e6e2c15ead7c355d682cb34">
              <td id="5e1f325887b03d3e9d58c73642daef74">Menengah</td>
              <td id="adeb7d14d0a087ae31df4f47d015531a">42-34</td>
              <td id="c25c27b99bb48c2bb5e2d21d1b6944b3">57</td>
              <td id="4db1f04d976c9428a9e41a41d8346436">18,33%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7003562b0870c3457490693824071b75">
              <td id="ce9e24395d4cdb4157b7e931e533c32d">Rendah</td>
              <td id="93004ee314819c2ab2e44bbb256c9987">33-26</td>
              <td id="6927d69e066a7cca481d8a0ba30daa39">102</td>
              <td id="63077a3bd79deccdad3f9f57a1477958">32,80%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d9eea149d531cf20e1736b24ba2d87d4">
              <td id="67a236774c506331dcfe55166f3ed20c">Sangat Rendah</td>
              <td id="eeb503158cd187d0b147ab81810f25d4">&lt;26</td>
              <td id="d732fa94581f34852b793af8aa997b3f">13</td>
              <td id="e41e79c2320d07cd1180570622234031">4,18%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-af226a7ff111c7072358dcd01e8ea915">
              <td id="37e506c95e09e0f91f74d496c11b0866">Total</td>
              <td id="82fdb2c7f422e7ff077d64946bd4ecd7"/>
              <td id="35e402176f248537c3c6b05bb55706f2">311</td>
              <td id="fd1c3de08f822be178b0b5bd100d4e80">100%</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-36">Hasil kategorisasi empiric yang telah dilakukan menunjukkan bahwa tingkatan perilaku konsumtif pada sampel penelitian dapat dikatakan masih tinggi. Sampel penelitian yang memiliki tingkatan perilaku konsumtif menengah menuju tinggi memiliki persentase sebesar 63,02 %. Persentase tersebut menujukkan bahwa perilaku konsumtif merupakan sebuah perilaku yang dominan dan banyak ditemukan pada kelompok sampel penelitian yaitu mahasiswa.</p>
      <p id="_paragraph-37">Hasil analisa Penelitian in berdasarkan tabel diatas yaitu kontrol diri memiliki signifikan yang negatif dengan variable perilaku konsumtif (<italic id="_italic-39">r = 0.7 ;  p &lt; .00). </italic>Hasil kategorisasi empiric yang telah dilakukan menunjukkan bahwa tingkatan perilaku konsumtif pada sampel penelitian dapat dikatakan masih tinggi. Sampel penelitian yang memiliki tingkatan perilaku konsumtif menengah menuju tinggi memiliki persentase sebesar 63,02 %. Persentase tersebut menujukkan bahwa perilaku konsumtif merupakan sebuah perilaku yang dominan dan banyak ditemukan pada kelompok sampel penelitian yaitu mahasiswa. Kondisi itu memperlihatkan terdapatnya hubungan negatif yang signifikan Pada variabel kontrol diri. Bisa dikatakan tingkat kontrol diri Rendah dan pada perilaku konsumtif banyak ditemukan pada mahasiswa mampu membuat perilaku konsumtif mahasiswa.</p>
      <p id="_paragraph-38">Penelitian diatas sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya bahwa,mhasil dari uji hipotesis menunjukan korelasi rxy sebesar -0,390 disertai signifikansi 0,000 (P &lt; 0,05) dengan sumbangan efektif sejumlah 12,5% kemudian sisanya sebesar 79,4% dipengaruhi oleh faktor lain Terdapatnya hubungan negatif yang signifikan diantara kontrol diri dan perilaku konsumtif. Bisa dikatakan tingkat kontrol diri semakin tinggi pada mahasiswa mampu membuat perilaku konsumtif mahasiswa untuk berbelanja pada <italic id="_italic-40">online shop</italic> juga semakin rendah<xref id="_xref-20" ref-type="bibr" rid="bib8">[8]</xref>. Hasil penelitian juga sejalan dengan penelitian sebelumnya Perilaku konsumtif  menimbulkan   dampak   psikologis   yang   menyebabkan kecanduan dalam berbelanja<xref id="_xref-21" ref-type="bibr" rid="bib16">[16]</xref>. Hasil penelitian sebelumnya menurut Luh gede Penelitian Ini menunjukkan bahwa mahasiswa dari golongan milenial lebih suka berbelanja secara e-commerce dan kebanyakan membayar dengan uang elektronik <xref id="_xref-22" ref-type="bibr" rid="bib18">[18]</xref>. Jika individu Kontrol diri yang tinggi  menekan nilai perilaku konsumtif yang rendah, dan kontrol diri yang rendah akan menekan nilai perilaku konsumtif yang tinggi.</p>
      <p id="_paragraph-39">Bedasarkan hasil analisa yang telah dilakukan, ditemukan nilai <italic id="_italic-41">mean </italic>perilaku konsumtif dari laki-laki lebih tinggi (41,303) jika dibandingkan dengan nilai <italic id="_italic-42">mean</italic> dari Perempuan (37,202) Studi ini menunjukkan bahwa laki-laki lebih konsumtif dibandingkan dengan wanita, dan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa mahasiswa laki-laki cenderung memiliki perilaku konsumtif karena mereka sering bertransaksi secara online, yang memudahkan mereka untuk membeli sesuatu sesuai keinginan mereka daripada karena kebutuhan.<xref id="_xref-23" ref-type="bibr" rid="bib19">[19]</xref>. Walaupun perilaku konsumtif laki-laki dan perempuan dinilai tinggi, laki-laki cenderung lebih konsumtif daripada perempuan. Hal ini pada saat wawancara menunjukkan bahwa perbedaan perilaku konsumsi ini disebabkan oleh hobi, gengsi, dan ketidakmampuan laki-laki untuk mengelola keuangan mereka sendiri. Beberapa orang mengatakan mereka menghabiskan banyak uang untuk hobi mereka, seperti mengambil fotografi, memelihara reptile, bermain game, mereka juga merasa gengsi ketika mereka jalan-jalan bersama pacarnya, dan si pacar yang membayari mereka dan laki-laki juga lebih sering nongkrong daripada perempuan<xref id="_xref-24" ref-type="bibr" rid="bib20">[20]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-40">Berdasarkan analisis regresi yang telah dilakukan, sumbangan efektif yang diberikan variable kontrol diri kepada perilaku konsumtif sebanyak 63,5% (<italic id="_italic-43">R</italic><sup id="_superscript-6"><italic id="_italic-44">2</italic></sup><italic id="_italic-45">=0.635)</italic>. Bedasarkan hal tersebut maka sebanyak 36,5% fenomena kontrol diri pada sampel penelitian dipengaruhi oleh faktor lain yang berada diluar variabel kontrol diri seperti motivasi, harga diri, pengamatan dan belajar tentang kepribadian, pemahaman diri, dan gaya hidup <xref id="_xref-25" ref-type="bibr" rid="bib21">[21]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-41">Ketika siswa tidak memiliki kontrol diri yang baik, mereka cenderung berperilaku konsumtif. Namun, memiliki kontrol diri dapat membantu mereka menghindari perilaku menyimpang. Penelitian di atas menunjukkan bahwa kurangnya kontrol diri menyebabkan perilaku konsumtif. 1) Individu mudah terpengaruh oleh rayuan penjual, 2) mudah terpengaruh oleh iklan, 3) tidak berpikir hemat, dan 4) tidak realistis adalah ciri-ciri perilaku konsumtif. Seperti yang ditunjukkan oleh karakteristik tersebut, faktor keinginan merupakan dasar bagi individu untuk melakukan perilaku tersebut. Mahasiswa membutuhkan beberapa pakaian, celana, sepatu, dan aksesoris karena mereka pasti akan terlihat lebih menarik. Mereka juga harus dapat mendapatkan barang-barang ini dengan mudah<xref id="_xref-26" ref-type="bibr" rid="bib13">[13]</xref>.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-5">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="_paragraph-43">Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa adanya perilaku konsumtif melakukan uji hipotesis dengan jumlah subyek 360 mahasiswa dengan perilaku konsumtif mayoritas terdapat pada kategori menengah dengan besar persentase 18,33% sebanyak 57 mahasiswa, kemudian pada kategori tinggi sebanyak 136 mahasiswa dengan persentase sebesar 43,73%%, kategori rendah sebanyak 102 mahasiswa dengan persentase sebesar 32,80%, sisanyaa pada kategori sangat rendah sebanyak 13 mahasiswa dengan 4,18% dan kategori sangat tinggi sebanyak 3 mahasiswa dengan persentase sebanyak 0,96%. Bedasarkan hasil analisa yang telah dilakukan, maka ditemukan nilai <italic id="_italic-46">mean </italic>perilaku konsumtif dari laki-laki lebih tinggi (41,303) jika dibandingkan dengan nilai <italic id="_italic-47">mean</italic> dari Perempuan (37,202). Hasil ini mengimplikasikan bahwa pada sampel penelitian ini, sampel laki-laki memiliki kecenderungan untuk melakukan perilaku konsumtif lebih tinggi jika dibandingkan sampel perempuan. Sehingga hasil penelitian adanya peilaku konsumtif yang tinggi pada mahasiswa laki-laki, yang dimana perilaku konsumtif yang meliputiMudah tertipu oleh rayuan dari penjual, merasa tidak enak pada penjual, banyak mempertimbangkan, dan hanya karena keinginan sesaat. Dengan adanya kontrol diri, seseorang dapat mengatur dan mengarahkan perilaku yang dapat menghasilkan hasil yang baik, seperti membuat anggaran belanja, memprioritaskan kebutuhan daripada keinginan, tidak membandingkan diri dengan orang lain, dan memprioritaskan kebutuhan daripada keinginan.</p>
      <p id="_paragraph-44">
        <bold id="_bold-28">Ucapan Terima Kasih </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-45">Ucapan terima kasih disampaikan kepada pimpinan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang telah memberikan izin penelitian, juga kepada seluruh responden dalam penelitian ini yang telah berkontrbusi dalam pengisian instrumen penelitian.</p>
      <list list-type="bullet" id="list-abacebd293fa793119e0a22c69eeeb34"/>
    </sec>
  </body><back>
    <ref-list>
      <ref id="bib1">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>86-96</page-range>
          <volume>4</volume>
          <year>2022</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <collab>
              <named-content content-type="name">Maslatun Nisak</named-content>
            </collab>
            <name>
              <surname>Sulistyowati</surname>
              <given-names>Tutik</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Sosial Humaniora Terapan</source>
          <article-title>Gaya hidup konsumtif mahasiswi dalam trend fashion (studi kasus mahasiswi jurusan manajemen Universitas Islam Lamongan)</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib2">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>130-139</page-range>
          <volume>9</volume>
          <year>2019</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.15548/alqalb.v9i2.861</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>saleh achirudin adnan</surname>
              <given-names>Thamrin hasnidar</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Al-Qalb : Jurnal Psikologi Islam</source>
          <article-title>Hubungan Gaya Hidup Hedonis Dengan Perilaku Konsumtif Pada Mahasiswi</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib3">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>1-16</page-range>
          <volume>14</volume>
          <year>2021</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Taluke</surname>
              <given-names>Jeverson</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Lesawengen</surname>
              <given-names>Lisbeth</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Suwu A.A</surname>
              <given-names>Evie</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Holistik</source>
          <article-title>Pengaruh Status Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Tingkat Keberhasilan Mahasiswa Di Desa Buo Kecamatan Loloda Kabupaten Halmahera Barat</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib4">
        <element-citation publication-type="book">
          <publisher-loc>Sidoarjo, Jawa Timur</publisher-loc>
          <year>2015</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Kurniati</surname>
              <given-names>Ika Dyah</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Setiawan</surname>
              <given-names>Riza</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Rohmani</surname>
              <given-names>Afiana</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Lahdji</surname>
              <given-names>Aisyah</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Tajally</surname>
              <given-names>Arief</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Ratnaningrum</surname>
              <given-names>Kanti</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Basuki</surname>
              <given-names>Rochman</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Reviewer</surname>
              <given-names>Sc</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Wahab</surname>
              <given-names>Zulfachmi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>buku ajar psikologi perkembangan</source>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib5">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>79-85</page-range>
          <volume>1</volume>
          <year>2023</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.57235/jerumi.v1i2.1223</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Linda</surname>
              <given-names>Sinaga Teresia</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary</source>
          <article-title>Pengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Perilaku knsumtif mahasiswa pendidikan ekonomi UNIMED</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib6">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>137</page-range>
          <volume>9</volume>
          <year>2019</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.20884/1.wk.2019.9.2.1962</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Safitri</surname>
              <given-names>Dini</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Nurikhsan</surname>
              <given-names>Farhan</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Indrianie</surname>
              <given-names>Webby Salsabila</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Indrianie</surname>
              <given-names>Webby Salsabila</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Widya Komunika</source>
          <article-title>Fenomena Coffe Shop Di Kalangan Konsumen Remaja</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib7">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>215-222</page-range>
          <volume>7</volume>
          <year>2023</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.35870/emt.v7i1.839</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Razali</surname>
              <given-names>Ramadhan</given-names>
            </name>
            <collab>
              <named-content content-type="name">Fuadi</named-content>
            </collab>
          </person-group>
          <source>Jurnal EMT KITA</source>
          <article-title>Gaya Hidup Masyarakat Hedonisme di Kota Lhokseumawe</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib8">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>6</page-range>
          <volume>3</volume>
          <year>2021</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ibun</surname>
              <given-names>Arzad</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Hubungan Antara Kontrol Diri Dengan Perilaku Knsumtif Belanja Online Pada Mahasiswa Fakultas Psiklgi Universitas Islam Sultas Agung Semarang</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib9">
        <element-citation publication-type="journal">
          <year>2017</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Putri</surname>
              <given-names>Lestari eka</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Perbedaan Perilaku Konsumtif Antara Laki-laki dan Perempuan Pada Mahasiswa Muslim Fakultas Ekonmi Dan Bisnis Universitas Bina Darma Palembang</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib10">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>3</issue>
          <page-range>1-13</page-range>
          <year>2021</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Felica</surname>
              <given-names>Dermawan</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Hubungan pendidikan ekonomi keluarga dengan gaya hidup shopaholic pada mahasiswi</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib11">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>65-69</page-range>
          <volume>3</volume>
          <year>2019</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Marsela</surname>
              <given-names>Ramadona Dwi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Supriatna</surname>
              <given-names>Mamat</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Kontrol Diri : Definisi dan Faktor</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib12">
        <element-citation publication-type="journal">
          <year>2022</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Mukti</surname>
              <given-names>Wahyu</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Lestari</surname>
              <given-names>Yuliana</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Psikologi</surname>
              <given-names>Program Studi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Psikologi</surname>
              <given-names>Fakultas</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Surakarta</surname>
              <given-names>Universitas Muhammadiyah</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Hubungan kontrol diri dan gaya hidup hedonis terhadap perilaku konsumtif pada mahasiswa universitas muhammadiyah surakarta</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib13">
        <element-citation publication-type="journal">
          <year>2021</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Siallagan</surname>
              <given-names>A M</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Derang</surname>
              <given-names>I</given-names>
            </name>
            <collab>
              <named-content content-type="name">...</named-content>
            </collab>
          </person-group>
          <source>Jurnal Darma Agung …</source>
          <article-title>Hubungan Kontrol Diri Dengan Perilaku Konsumtif Pada Mahasiswa Di Stikes Santa Elisabeth Medan</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib14">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>597-603</page-range>
          <volume>7</volume>
          <year>2020</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.14710/empati.2018.21683</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Tripambudi</surname>
              <given-names>Bagas</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Indrawati</surname>
              <given-names>Endang Sri</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal EMPATI</source>
          <article-title>Hubungan Antara Kontrol Diri Dengan Perilaku Konsumtif Pembelian Gadget Pada Mahasiswa Teknik Industri Universitas Diponegoro</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib15">
        <element-citation publication-type="journal">
          <year>2020</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Handayani</surname>
              <given-names>Kori Tri</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Skripsi</source>
          <article-title>Hubungan gaya hidup hedonis dan kontrol diri dengan perilaku konsumtif terhadap k-pop pada mahasiswa UIN suska riau</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib16">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>20-27</page-range>
          <volume>2</volume>
          <year>2022</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Annafila</surname>
              <given-names>Husnia</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Psikologi</surname>
              <given-names>Prodi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Islam</surname>
              <given-names>Universitas</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Rahmat</surname>
              <given-names>Raden</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Zuhroh</surname>
              <given-names>Luthfiatuz</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Psikologi</surname>
              <given-names>Prodi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Islam</surname>
              <given-names>Universitas</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Rahmat</surname>
              <given-names>Raden</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Pengaruh Kontrol Diri Terhadap Perilaku Konsumtif Online Shopping Bagi Mahasiswa</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib17">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>666-681</page-range>
          <volume>3</volume>
          <year>2023</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Atrizka</surname>
              <given-names>Diny</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Perilaku Konsumtif Ditinjau Dari Kontrol Diri Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Prima Indonesia</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib18">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>1-19</page-range>
          <volume>5</volume>
          <year>2021</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.24034/j25485024.y2021.v5.i1.4669</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Dewi</surname>
              <given-names>Luh Gede Kusuma</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Herawati</surname>
              <given-names>Nyoman Trisna</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Adiputra</surname>
              <given-names>I Made Pradana</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>EKUITAS (Jurnal Ekonomi dan Keuangan)</source>
          <article-title>Penggunaan E-Money Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Yang Dimediasi Kontrol Diri</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib19">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>2274-2281</page-range>
          <volume>23</volume>
          <year>2023</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.33087/jiubj.v23i2.3540</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Penellitian</surname>
              <given-names>Lembaga</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Yahya</surname>
              <given-names>Adibah</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Mardiani</surname>
              <given-names>Inna Nisawati</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Fuadi</surname>
              <given-names>Agus</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Muhsoni</surname>
              <given-names>Ridwan</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Perilaku Konsumtif dalam Perspektif Gender</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib20">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>50-64</page-range>
          <volume>9</volume>
          <year>2020</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.15294/eeaj.v9i1.37224</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <collab>
              <named-content content-type="name">Romadloniyah</named-content>
            </collab>
            <collab>
              <named-content content-type="name">Setiaji</named-content>
            </collab>
          </person-group>
          <source>Eeaj</source>
          <article-title>Pengaruh Status Sosial Ekonomi Orang Tua, Konformitas, Dan Literasi Keuangan Terhadap Perilaku Konsumtif Dalam Prespektif Gender</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib21">
        <element-citation publication-type="journal">
          <year>2016</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Eva</surname>
              <given-names>Erlynawati</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Hubungan antara Kontrol Diri dengan Perilaku Konsumtif Online Shopping pada Mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
    </ref-list>
  </back></article>
