<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <article-categories>
        <subj-group xml:lang="">
          <subject content-type="" />
        </subj-group>
      </article-categories>
      <title-group>
        <article-title>Analysis of the Effects of Polarity Variations, Electrode Types, and Cooling Media on the Tensile Strength of ASTM A36 Steel Welded Joints</article-title>
        <subtitle>Analisa Pengaruh Variasi Polaritas, Elektroda, dan Media Pendingin Terhadap Kekuatan Tarik Sambungan Las Material Baja ASTM A36</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-e667c6864d7d4e21232a8f8d963a6251" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Nurrohkayati</surname>
            <given-names>Anis Siti</given-names>
          </name>
          <email>asn826@umkt.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-0a0f9622aa1a2551bcea008728b9d3cf" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Anggara</surname>
            <given-names>Zakki</given-names>
          </name>
          <email>asn826@umkt.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2023-07-18">
          <day>18</day>
          <month>07</month>
          <year>2023</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-73dadd9285bb9844aee2d92d9ae20682">
      <title>
        <bold id="bold-5b6af8aa01bef5a424da4890c5117c70">PENDAHULUAN</bold>
      </title>
      <p id="paragraph-e58333040b7bfb3d3442604914e54ea5">Teknologi pengelasan saat ini banyak digunakan pada dunia industry, baik industri sipil ataupun manufaktur, mulai dari aplikasi yang sederhana hingga aplikasi yang kompleks [1]. Konstruksi struktur logam saat ini banyak melibatkan elemen las terutama dalam bidang rancang bangun, hal ini dikarenakan proses penyambungan las relatif lebih cepat dan kuat [2]. Pengelasan SMAW menggunakan bahan tambah berupa elektroda dengan lapisan flux yang berfungsi melindungi cairan logam dari udara luar saat proses pengelasan [3]. Kualitas hasil sambungan las dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain kuat arus, media pendingin, elektroda, polaritas las, dan welder [4]. Pengaruh kuat arus las yaitu jika arus yang digunakan terlalu rendah, maka menyebabkan busur listrik tidak stabil. Pada beberapa penelitian terdahulu menggunakan beberapa macam variasi media pendingin seperti air, minyak kelapa, dan Oli SAE [5][6]. Pada pasca pengelasan, pemilihan media pendingin merupakan slah satu hal yang penting, hal ini dikarenakan pendinginan merupakan alternatif untuk memperbaiki dan meningkatkan sifat mekanik pada material yang dilas [7][8]. </p>
      <p id="_paragraph-10">Metode pengelasana SMAW merupakan metode menyambungkan dua benda dengan bantuan energi panas [10]. Mesin las SMAW terbagi menjadi mesin las arus searah atau Direct Current (DC), mesin las arus bolak balik atau Alternating Current (AC), dan mesin las (AC/DC) . Polaritas DCEP/DC+ yaitu posisi elektroda berada di kutub positif dan benda kerja berada di kutub negative sehingga menghasilkan penetrasi pengelasan yang dangkal. Sedangkan Polaritas DCEN/DC- yaitu posisi elektroda berada di kutub negatif dan benda kerja berada dikutub positif sehingga menyebabkan penetrasi pengelasan yang dalam biasa digunakan untuk proses penembusan. Perbedaan jenis polaritas memiliki pengaruh yang berbeda terhadap sifat mekanik hasil lasan [11]. Penentuan tegangan mesin las yaitu AC dan DC, dan polaritas mesin DC+ dan DC- serta jenis elektroda mempengaruhi hasil dari kekuatan tarik [12]. Perbedaan jenis elektroda yang digunakan pada proses pengelasan digunakan sebagai pembanding dalam mengetahui seberapa besar pengaruh polaritas pengelasan dengan metode las SMAW dengan jenis elektroda yang dipakai [13].</p>
      <p id="_paragraph-11">Berdasarkan studi pustaka yang telah dilakukan, pada penelitian ini dilakukan studi eksperimen untuk mengetahui pengaruh beberapa faktor yaitu polaritas pengelasan, variasi elektroda, dan cairan pendingin terhadap kekuatan mekanis uji tarik. Pada penelitian ini menggunakna pelat baja karbon rendah ASTM A36, dan didinginkan menggunakan variasi cairan pendingin yaitu air tawar, air garam, dan oli bekas. Pengelasan dengan menggunakan metode las SMAW polaritas DCEP/DC+ , DCEN/DC-, AC dan Elektroda yang digunakan E 6013, E 7016, E 7018. Spesimen diuji tarik menggunakan standar pengujian ASTM E8. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi polaritas pengelasan, elektroda dan media pendingin terhadap nilai optimal kualitas hasil las berdasarkan pada nilai uji tarik.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>
        <bold id="bold-ffae9234bd1ed031ff081baaa249dbda">METODE</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-12">Pada penelitian menggunakan penelitian eksperimen. Objek penelitian adalah baja ASTM A36. Variabel penelitian adalah sebagai berikut:</p>
      <sec id="heading-cd4331cc570bc2fe9fe26db858bd3e6b">
        <title>
          <bold id="bold-d279de285690ac492f50d2b3975ff8eb">1. Variabel bebas: </bold>
        </title>
        <p id="paragraph-2">a. Variasi elektroda E 6013, E 7016, E 7018 dengan diameter 3,2 mm.</p>
        <p id="paragraph-3">b. Variasi pendingin yang digunakan yaitu air, garam, dan oli bekas.</p>
        <p id="paragraph-4">c. Polaritas DC-, DC+.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-186958ab2ddc2d07d47ffaf3ea28a5f6">
        <title>
          <bold id="bold-a8889a64a3cdeb32513db61ed83fa00b">2. Variabel terikat </bold>
        </title>
        <p id="paragraph-085bc6855d9633db52fa8ae1b5292c29">Pada penelitian ini variabel terikatnya adalah tingkat kekuatan Heat Affected Zone (HAZ) pada pengujian tarik.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-65e4ef0aa38781640108db88695882a7">
        <title>
          <bold id="bold-35247a370aecb450330aa023e58ab2c8">3. Variabel control:</bold>
        </title>
        <p id="paragraph-7">a. Posisi pengelasan 1G (bawah tangan).</p>
        <p id="paragraph-8">b. Mesin las yang digunakan yaitu SMAW (shielded metal arc welding).</p>
        <p id="paragraph-9">c. Arus listrik yang digunakan sebesar 80-100 A.</p>
        <p id="paragraph-10">d. Bahan yang digunakan adalah baja ASTM A36 dengan ukuran panjang 20mm, lebar 100 mm, dan tebal 8 mm.</p>
        <p id="paragraph-11">e. Kampus yang digunakan adalah kampuh V (sudut ).</p>
      </sec>
      <sec id="heading-69df12c6155e78fce1858a2fbfbacbb4">
        <title>
          <bold id="bold-98c050d1752eb91db22e50a0dda4b0fa">4. Pembuatan spesimen </bold>
        </title>
        <p id="paragraph-22a8321fb86d4d0b7221033d59f1412d">Pembuatan spesimen menggunakan standar ASTM E8/E8M-16a [13].</p>
        <fig id="figure-panel-67b601b49798c76ed9a05fb040478c2c">
          <label>Figure 1</label>
          <caption>
            <title>Spesimen Uji Tarik</title>
            <p id="paragraph-a5a117642b472d823ee03aea05049f5c" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-76b78217d6310443b2146a48df07347c" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="W1.jpg" />
        </fig>
        <table-wrap id="_table-figure-1">
          <label>Table 1</label>
          <caption>
            <title>Dimensi Spesimen ASTM E8/E8M – 16a</title>
            <p id="_paragraph-15" />
          </caption>
          <table id="_table-1">
            <tbody>
              <tr id="table-row-3a6a744db3f4bbf5c48a69d82e2e1d3b">
                <td id="table-cell-713fea4bc890b184a4d7494b5aba239e">Normali Width</td>
                <td id="table-cell-a1dc9262d01abb6e7959fd9b94c72394">Dimension (mm)</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-4f1a7eeeae4f11819e24d027704cc92a">
                <td id="table-cell-44ea5b6e51bd866d44c43530a9f4577d">G – Gauge length</td>
                <td id="table-cell-aa30d1686e315523e4f4d058262242ad">50</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-b8fd1fd8be7ada14b2c32a1f6e465c7e">
                <td id="table-cell-ff5475e7e49334b78e0a062182eec4ec">W - Width</td>
                <td id="table-cell-af35a8bf5e63694ea53d9b907390168a">12,5</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e53563180504471bba6cb597a49477ca">
                <td id="table-cell-790647ee659e378fa978eccdfa326a6c">L – Overall length</td>
                <td id="table-cell-79dad98e7accd79bb631d0871d6ca778">200</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-b30ee6873b0cd6b6f374b59b57dcdc6c">
                <td id="table-cell-05fa33f414b82109e27f90034257aa87">T - Thickness</td>
                <td id="table-cell-2568487300d8d06c4720ba6e9cdb3976">8</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-cef7feab90fb2ec9326cf226324c06c2">
                <td id="table-cell-609da16c5aa64f157022515fc1a98d34">R - Radius</td>
                <td id="table-cell-a02df409b22c9234a9e82d4a79168a39">12,5</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-a3cc3310217aea680f3c89b60cb0212a">
                <td id="table-cell-5a73d0354fb414f42291736fd0797aa4">A – Length of reduced section, min</td>
                <td id="table-cell-1599fd06e9b58a118fe0ac36acefa37a">57</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-eced2fa276ec8a2acd0ebe1663b235fb">
                <td id="table-cell-702834f99c0cfc218c4c6d9dd0e09e01">B – Length of grip section, min</td>
                <td id="table-cell-6e9acd0e7cdec5d29e23bfa48025fd63">50</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ec4318c037c8a57e161482cf5a0cd1d5">
                <td id="table-cell-1e99c0c3dc19b3bb536b9a1f10728566">C – Width of grip section, min</td>
                <td id="table-cell-b53055fbad949524361d223f3dcd6ea6">30</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-22612820677947407c070710bef650c4">
      <title>
        <bold id="bold-6c287982ce12d208b92fcea5e880b206">HASIL DAN PEMBAHASAN</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-16">Pada penelitian ini terdapat 54 spesimen yang dilakukan pengelasan dan uji tarik. Specimen yang telah dilas, selanjutnya dilakukan pengujian tarik dengan melihat pengaruh polaritas, variasi elektroda dan variasi pendingin. Hasil uji tarik diberikan pada Gambar 2 berikut.</p>
      <fig id="figure-panel-79840a29268bd02127c077240a6af046">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <title>Spesimen Setelah dilakukan Uji Tarik</title>
          <p id="paragraph-90d1e74f1259950f6ea08600d20921c4" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-2bc15c856e7811dc3de22e4f6b60e352" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="W2.jpg" />
      </fig>
      <p id="paragraph-79423c6182fa00b3477caefeac43b3e9">
        <bold id="bold-6ffb86a4b18658860787c41807f019b3">Perhitungan</bold>
        <bold id="bold-99df0ce2f5e4652904925e659890dce4">Tegangan</bold>
        <bold id="bold-480af11f5ec1a71b98b79f7079c3da37">Pengujian</bold>
        <bold id="bold-a6fe0cfc6394f082ce8d97065aac9025">Tarik</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-18">Nilai kekuatan tegangan tarik pada masing-masing specimen dengan polaritas DC+, elektroda 6013 dan variasi media pendingin dihitung dengan menggunakan persamaan (1) dan hasil diberikan pada Gambar 3.</p>
      <p id="_paragraph-19">
        <inline-formula id="inline-formula-7a567310f892471778ec5feda616160d" content-type="math/tex">
          <tex-math><![CDATA[σ=F/A_0 =F/(L×T)]]></tex-math>
        </inline-formula>
      </p>
      <fig id="figure-panel-4b4b5a355aae22dd0e6574af6837fa35">
        <label>Figure 3</label>
        <caption>
          <title>Nilai Rata-rata Tegangan Tarik</title>
          <p id="paragraph-7acd2fd0e31889d50aaefd98155b148c" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-4c66941012d469124c4835f674a8728a" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="W3.png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-21">Berdasarkan pada Gambar 3 hasil pengujian tarik dapat diketahui terdapat perbedaan nilai kekuatan tarik yang berbeda-beda. Hasil kekuatan tarik tertinggi terjadi pada pengelasan Polaritas DCEN/DC- dengan menggunakan elektroda 7016 dan pendingin oli bekas sebesar 566.74 MPa. Oleh karena itu pendingin oli bekas lebih baik dibandingkan dengan pendingin lainnya karena oli mempunyai viskositas atau kekentalan yang tinggi dan massa jenis yang rendah dan ditambah dari kekuatan elektroda yang lebih tinggi dari pada kekuatan material baja A36.</p>
      <p id="_paragraph-22">Klasifikasi kekuatan pada elektroda E6013 yaitu mempunyai kekuatan tarik sebesar 60000 Psi, Elektroda E7016 mempunyai kekuatan tarik sebesar 70000 Psi dan E7018 mempunyai kekuatan tarik sebesar 70000 Psi. Sedangkan kekuatan tarik pada material baja A36 termasuk baja karbon rendah, dengan komposisi kimia Karbon : 0,5%, Mangan : 0,8%, Silikon 0,3% ditambah unsur Fe lainnya.</p>
      <p id="_paragraph-23">
        <bold id="_bold-30">Perhitungan</bold>
        <bold id="_bold-31">Tegangan</bold>
        <bold id="_bold-32">Pengujian</bold>
        <bold id="_bold-33">Tarik</bold>
      </p>
      <p id="paragraph-2fbedfbb88361825dc504c4bf8d91408">Nilai regangan tarik dihitung dengan menggunakan persamaan (2) dan hasil perhitungan diberikan pada Gambar 4.</p>
      <p id="paragraph-1aa320d556d1252af11188117273239d"><inline-formula id="inline-formula-225f1868a9d581de2d3512551b98abd1" content-type="math/tex"><tex-math><![CDATA[ε=∆L/L_0 ×100%=(L-L_0)/L_0 ×100%]]></tex-math></inline-formula>% = <inline-formula id="inline-formula-afecbc456cdf07590e79e7fc84a63639" content-type="math/tex"><tex-math><![CDATA[(L-L_0)/L_0 ×100% ]]></tex-math></inline-formula>%</p>
      <fig id="figure-panel-14f0b75e7a908eeac88c00364333a9e4">
        <label>Figure 4</label>
        <caption>
          <title>Nilai Rata-rata Regangan (perpanjangan)</title>
          <p id="paragraph-5f14705a103449f92b2bddc1e7f44484" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-ac2110f33eb000a2333395d3b1b008b8" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="W4.png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-25">Berdasarkan pada Gambar 4 nilai elastisitas tertinggi terjadi pada pengelasan menggunakan polaritas DCEP/DC+ elektroda E7018 dengan pendingin air garam. Proses pengelasan juga mempengaruhi hasil lasan jika laju kecepatan dan arus pengelasan terlalu besar juga berpengaruh terhadap kematangan hasil lasan dan berpengaruh terhadap kekuatan tarik. Semakin cepat laju kecepatan pengelasan dan arus terlalu besar maka hasil lasan kurang maksimal dan hasil pengelasan tidak terlalu matang. Untuk menghasilkan sambungan lasan yang baik maka seharusnya tetap menjaga laju kecepatan las agar hasilnya maksimal dan arus pengelasan jangan terlalu besar jika arus terlalu besar maka hasil lasan tidak baik karena terlalu banyak mengeluarkan panas yang berlebih.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>
        <bold id="bold-08b97501c41db6462d8635a78086a4c4">SIMPULAN</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-26">Pada penelitian ini proses pengelasan menggunakan mesin las SMAW dengan variasi polaritas DCEN/DC- dan DCEP/Dc+ elektroda E6013, E7016 dan E7018, pendingin air tawar, air garam dan oli bekas. Berdasarkan pengumpulan dan pengolahan data dapat disimpulkan nilai kekuatan tarik tertinggi terjadi pada pengelasan dengan Polaritas DCEN/DC- elektroda E7016 dengan pendingin oli bekas sebesar 566,74 MPa dan nilai pengujian tarik terendah terjadi pada pengelasan dengan Polaritas DCEN/DC- elektroda E6013 dengan pendingin oli bekas sebesar 477 MPa.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>