Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer
Business and Economics
DOI: 10.21070/acopen.9.2024.5641

Stock Prices in Banking: Profitability, Capital, Firm Value, and Company Size.


Harga Saham di Sektor Perbankan: Profitabilitas, Struktur Modal, Nilai Perusahaan, dengan Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Moderasi

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia

(*) Corresponding Author

Stock Price Profitability Capital Structure Firm Value

Abstract

The study aimed to assess factors influencing stock prices in Indonesian banking firms from 2018-2020. Using quantitative methods with a sample of 15 companies from the Indonesia Stock Exchange, the research found that profitability positively and significantly affects stock prices. However, capital structure and firm value showed no direct impact. Firm size was identified as a positive and significant influencer of stock prices. Notably, firm size moderated the effect of firm value on stock prices, but it didn't moderate profitability or capital structure's impact on stock prices.

Highlights:

  • Profitability Matters: The study emphasizes that profitability has a positive and significant impact on stock prices, highlighting the crucial role of a company's financial performance in influencing investor perception and market valuation.

  • Size Does Matter: The size of a company plays a key role, with firm size demonstrating a positive and significant effect on stock prices. Additionally, firm size is identified as a moderator, influencing the relationship between firm value and stock prices.

  • Capital Structure's Limited Impact: Contrary to profitability and firm size, the study suggests that capital structure alone does not significantly affect stock prices. This finding underscores the nuanced nature of factors influencing stock market dynamics.

Keywords: Stock Price, Profitability, Capital Structure, Firm Value

PENDAHULUAN

Bank adalah perusahaan yang melakukan fungsi intermediasi dengan dana yang diterima dari nasabah. Ketika bank gagal, dampaknya menyebar ke nasabah dan lembaga yang menyimpan dananya atau menginvestasikan modalnya di bank dan berdampak pada pasar domestik dan internasional. Sebagai bank yang memegang peranan penting dalam memenuhi kewajibannya, maka harus diatur dengan baik dan benar. Hal ini bertujuan untuk menjaga kepercayaan nasabah terhadap perbankan. Salah satu ketentuan yang diperlukan untuk mengatur perbankan adalah pengaturan permodalan bank yang berfungsi sebagai penyangga terhadap kemungkinan kerugian dan menjaga kepercayaan perbankan dalam perannya sebagai perantara dana yang diterima dari nasabah (departemen perbankan).

Harga saham merupakan indikasi seberapa besar nilai yang saat ini ditempatkan pada sebuah perusahaan oleh parapemegang sahamnya. Nilai ini didasarkan pada ekspektasi keuntungan masa depan, serta kondisi pasar saat ini. Untuk itu investor membutuhkan informasi mengenai pembentukan saham tersebut agar dapat mengambil keputusan mengenai penjualan atau pembelian saham. Terdapat beberapa faktor yag dapat mempengaruhi harga saham, diantaranya adalah profitabilitas dan ukuran perusahaan. [1]

Profitabilitas menjadi faktor penting dalam meningkatkan harga saham, Rasio profitabilitas mengukur efektivitas manajemen secara keseluruhan, yang ditunjukkan dengan besarnya tingkat keuntungan yang diperoleh dari penjualan investasi. Profitabilitas diukur menggunakan return on asset (ROA). Proitabilitas dalam penelitian ini didekati dengan return on assets (ROA). ROA merupakan salah satu cara untuk menghitung kinerja keuangan suatu perusahaan dengan cara membandingkan laba bersih perusahaan dengan aset yang dimiliki perusahaan. ROA menunjukkan seberapa besar perusahaan telah mencapai hasil dari sumber daya keuangan yang ditanamkan oleh perusahaan, maka ROA digunakan karena analisis ROA merupakan teknik yang menyeluruh dan biasanya digunakan untuk mengukur efisiensi operasi perusahaan secara keseluruhan. Penelitian ini dikarenakan ROA dapat menunjukkan efisiensi operasi perusahaan, sehingga dapat menunjukkan efisiensi perusahaan.[2]

Struktur modal yang optimal bisa berubah sepanjang waktu yang bisa mempengaruhi biaya modal tertimbang (weight average cost of capital. perubahan biaya modal dapat mempengaruhi keputusan anggaran modal dan pada akhirnya akan mempengaruhi harga saham perusahaan [3]. Kreditrur dalam jangka panjang, ia merekomendasikan rasio DER yang rendah, yang menunjukkan bahwa semakin besar jumlah dana yang dibiayai oleh pemegang saham, semakin rendah risiko hutang, yang secara tidak langsung mempengaruhi kenaikan harga saham pemegang saham.[4]

Nilai perusahaan. Maksud dan tujuan didirikannya perusahaan adalah untuk mencapai keuntungan yang sebesar-besarnya atau keuntungan yang sebesar-besarnya serta mengoptimalkan nilai perusahaan. Mengetahui nilai perusahaan, menggunakan beberapa indikator yang berguna bagi manajemen investor dalam evaluasi masa lalu dan prospek masa depan perusahaan [5]. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tobin's Q, Tobin's Q merupakan perbandingan keseluruhan rasio total nilai pasar perusahaan terhadap total nilai buku asetnya (total book value of assets). [6] Rasio Tobin's Q digunakan dalam penelitian ini karena dapat mengukur nilai pasar saham suatu perusahaan.

Ukuran ukuran perusahaan ini mengukur besar kecilnya suatu perusahaan dengan melihat total aktiva dari laporan keuangan perusahaan. Perusahaan bernilai bersih tinggi sering dipandang memiliki prospek yang baik dan dapat menawarkan manfaat kelangsungan hidup pemegang saham dan apresiasi harga di pasar modal jika ada minat dari banyak investor. Semakin besar ukuran perusahaan dapat disimpulkan dari ukuran neraca maka semakin tinggi harga saham perusahaan tersebut, sedangkan semakin kecil ukuran perusahaan maka semakin rendah harga saham perusahaan tersebut.Hasil penelitian yang dilakukan oleh [7] menunjukkan hasil yang menyatakan bahwa Return On Assets berpengaruh tidak signifikan terhadap harga saham. Hal ini oleh investor yang tidak hanya melihat kemampuan dari dalam perusahaan saat menghasilkan keuntungan, tetapi juga melihat risiko dari luar perusahaan. Hasil penelitian ini yang dilakukan oleh [8] Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap return saham.

Hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh [7] dan [8] berbanding terbalik dengan pendapat ahli dari [9] dan [10]. Berdasarkan latar belakang dan penelitian terdahulu, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh profitabilitas, struktur modal, nilai perusahaan terhadap harga sahan dengan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi pada Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Sektor Perbankan Tahun 2018- 2020”.

METODE

A.Metode Penelitian

Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang di peroleh melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia yaitu (.idx.com)

B.Variabel Penelitian

Penelitian ini menggunakan variabel-variabel yang menjadi kajian dalam penelitian yang meliputi variabel independen (variabel bebas) dan variabel dependen (variabel terikat). Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu profitabilitas, struktur modal, nilai perusahaan terhadap harga saham dengan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi.

1)Variabel Dependen

Variabel dependen atau yang biasa disebut variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat dari adanya variabel independen (bebas) [11]. Variabel dalam penelitian ini yaitu harga saham.

2)Variabel Independen

Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah profitabilitas, struktur modal, nilai perusahaan.

3)Variabel Moderasi

Variabel pemoderasi adalah variabel yang memperkuat atau memperlemah hubungan antara variabel terikat dan variabel bebas. Variabel moderasi dalam penelitian ini adalah ukuran perusahaan.

C.Populasi dan Sampel

Populasi yang digunakan untuk penelitian ini mengambil sampel dari perusahaan perbankan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018 - 2020 yaitu sebanyak 15 perusahaan.Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling.

D.Jenis dan Sumber Data

Jenis data penelitian ini bersifat kuantitatif. Sumber data yang digunakan penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder yang digunakan yaitu data Annual Report perusahaan yang terindeks di Perbankan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2018-2020. Data sekunder adalah data yang didapatkan secara tidak langsung yaitu dengan melalui media perantara didapatkan dan dicatat oleh pihak lain.

E.Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk penelitian ini adalah analisa kuantitatif metode dokumentasi mencari data mengenai tentang hal-hal atau variabel-variabel berkaitan dengan objek yang berkaitan dengan objek yang diselidiki. Data laporan tahunan termasuk sampel yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menelusuri laporan tahunan yang terpilih menjadi sampel.

F.Teknik Analisa Data

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif. Menganalisis data kuantitatif dengan mengumpulkan data yang ada kemudian mengolah dan menyajikannya dalam bentuk tabel, grafik dan analisis sehingga dapat ditarik kesimpulan sebagai dasar pengambilan keputusan. Untuk mempermudah analisis pencarian menggunakan metode partial least squares PLS menggunakan software SmartPLS versi 4.

G.Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis dapat dilakukan dengan melihat nilai t-statistik serta nilai probabilitas, struktur modal, nilai perusahaan. Untuk pengujian hipotesis dengan menggunakan nilai t statistik maka nilai yang digunakan yaitu 1,96 dengan tingkat signifikan 5%. Apabila nilai t-statistik menunjukkan > 1,96 maka dapat dikatakan bahwa hipotesis penelitian diterima. Untuk menerima atau menolak hipotesis dengan menggunakan nilai probabilitas yaitu hipotesis dapat diterima apabila nilai p > 0,05

HASIL DAN PEMBAHASAN

A.Evaluasi Pengukuran

Outer model dilihat dengan cara melihat convergent validity (besarnya loading factor untuk masing-masing konstruk). Pada penelitian ini evaluasi model pengukuran dilakukan dengan menganalisis dan menguji hasil yang diperoleh setelah memasukkan semua data yaitu. dengan menguji validitas konvergen, validitas diskriminan dan reliabilitas alpha Cronbach. pengukuran dalam mengevaluasi model ini.

1). Outher Moderating SmartPLS

Figure 1.Outher Moderating SmartPLS

Nilai loading factor pada gambar diatas menggunakan seberapa tertarik pada indikator masing-masing struktur. Nilai koefisien loading adalah 1000. Hal ini menunjukkan bahwa semua indikator yang membentuk variabel profitabilitas, struktur modal, nilai perusahaan, harga saham dan ukuran perusahaan adalah valid dan terdapat hubungan yang baik antara indikator dengan masing-masing konstruk karena memenuhi kriteria, yaitu nilai loading di atas 0,5.

2). Composite Reability dan Cronbach's Alpha

Cronbach's alpha Rho_A Composite reliability Avarage variance extracted (AVE)
Harga Saham 1,000 1,000 1,000 1,000
Nilai Perusahaan 1,000 1,000 1,000 1,000
Profitabilitas 1,000 1,000 1,000 1,000
Struktur Modal 1,000 1,000 1,000 1,000
Ukuran Perusahaan 1,000 1,000 1,000 1,000
Table 1.Composite Reability dan Cronbach's Alpha

Nilai gabungan dari reliabilitas dan cronbach’s alpha adalah 1000 yang berarti semua konstruk eksogen dan endogen sangat reliabel karena memiliki nilai di atas 0,6. Sehingga dapat disimpulkan bahwa profitabilitas, struktur modal, nilai perusahaan, harga saham dan ukuran perusahaan adalah baik dan dapat diandalkan.

3). Discriminant Validity

Harga Saham Nilai Perusahaan Profitabilitas Struktur Modal Ukuran Perusahaan Ukuran Perusahaan x Nilai Perusahaan Ukuran Perusahaan x Profitabilitas Ukuran Perusahaan x Struktur Modal
Harga Saham
Nilai Perusahaan 0.121
Profitabilitas 0.304 0.296
Struktur Modal 0.332 0.088 0.535
Ukuran Perusahaan 0.598 0.240 0.252 0.047
Ukuran Perusahaan x Nilai Perusahaan 0.031 0.571 0.316 0.111 0.511
Ukuran Perusahaan x Profitabilitas 0.034 0.211 0.836 0.425 0.483 0.551
Ukuran Perusahaan x Struktur Modal 0.079 0.128 0.734 0.388 0.437 0.485 0.897
Table 2.Discriminant Validity

Berdasarkan table nilai diatas dapat disimpulkan bahwa semua variabel dari Harga Saham, Profitabilitas, Struktur Modal, Ukuran Perusahaan, Ukuran Perusahaan Memoderasi Nilai Perusahaan, Ukuran Perusahaan Memoderasi Profitabilitas, Ukuran perusahaan Memoderasi Struktur Modal memenuhi syarat.

B.Inner Model (Model Struktural)

Figure 2.Inner Model

Inner model menunjukkan hubungan antara konstruk dan nilai signifikansi serta nilai R-square. Perhitungan nilai R-squared dapat dilihat ketika informasi yang ditentukan dalam model Discriminant Validity telah terpenuhi, dalam hal ini analisis model internal struktur yang digunakan menentukan nilai R-squared. Analisis R-squared ini digunakan untuk menentukan besarnya pengaruh suatu variabel Ukuran Perusahaan (Z), Profitabilitas (X), Struktur Modal (X), Nilai Perusahaan (X) dan Harga Saham (Y) dengan data yang dilakukan ke dalam proses pengamatan tersebut.

1). R Square

R-Square R-Square adjusted
Harga saham 0.689 0.630
Table 3.R Square

C.Hipotesis

Hasil pengujian hipotesis dimulai dengan melihat hasil program PLS yaitu nilai pada path coefficient. Signifikansi pengaruh antara variabel independen dan variabel dependen diperoleh melalui nilai koefisien parameter dan nilai signifikansi t-statistik. Metode yang digunakan dalam program PLS adalah metode bootstrapping terhadap sampel. Menggunakan metode bootstrap untuk setiap koefisien.

Variabel Original sampel (O) Sampel mean (M) Standard deviation (STDEV) T statistics (|O/STDEV|) P values
H1 Profitabilitas Harga Saham 0.623 0.626 0.240 2.598 0.010
H2 Struktur Modal  Haraga Saham -0.155 -0.165 0.115 1.351 0.177
H3 Nilai Perusahaan  Harga Saham 0.004 0.025 0.175 0.023 0.981
H4 Ukuran Perusahaan Harga Saham 0.762 0.772 0.144 5.307 0.000
H5 Ukuran Perusahaan x Nilai Perusahaan  Harga Saham -0.31 -0.338 0.156 1.986 0.047
H6 Ukuran Perusahaan x Profitabilitas  Harga Saham 0.393 0.374 0.228 1.724 0.085
H7 Ukuran Perusahaan x Struktur Modal Harga Saham 0.329 0.249 0.227 1.448 0.148
Table 4.Path Coefficient

Berikut kesimpulan hasil dari path coefficient pada table diatas dalah sebagai berikut:

1)Profitabilitas terhadap Harga Saham adalah positif sebesar 0,623 dan signifikan pada 0,05 (2598 > 1,96) dan P-values 0,010 < 0,05.dengan demikian dapat disimpulkan profitabilitas berpengaruh positif terhadap harga saham dan signifikan.

2)Struktur Modal terhadap Harga Saham adalah negatif pada -0.155 dan tidak signifikan pada 0,05 ( 1,351 < 1,96) dan P-Values 0.177 > 0,05.

3)Nilai Perusahaan Terhadap Harga Saham adalah positif 0.004 dan tidak signifikan pada 0,05 (0.023 < 1,96) dan P-Values 0.981 > 0.05.

4)Ukuran perusahaan terhadap harga saham adalah positif sebesar 0,762 dan signifikan pada 0,05 (5.307 > 1,96) dan P-Values 0.000 < 0,05.

5)Ukuran Perusahaan memoderasi Nilai Perusahaan terhadap Harga Saham adalah negative sebesar -0.31 dan signifikan pada 0,05 (1.986 < 1,96) dan P-Values 0.047 < 0,05.

6)Ukuran Perusahaan memoderasi Profitabilitas terhadap harga saham adalah positif sebesar 0.393 dan tidak signifikan pada 0,05 (1.724 < 1,96) dan P-Values 0.085 > 0.05.

7)Ukuran perusahaan memoderasi struktur modal terhadap harga saham adalah positif sebagai 0.329 dan tidak signifikan pada 0,05 (1,448 < 1,96) dan P-values 0.148 > 0,05.

D. Pembahasan

1) Struktur Modal terhadap Harga Saham

Dari hasil analisa yang telah dilakukan dengan menggunakan SmartPLS menunjukan bahwa profitabilitas berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Harga saham dengan T statistic hitung 2.598 > 1,96 dan nilai P Value sebesar 0.010 sehingga P Value < 0,05 dengan demikian disimpulkan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap harga saham, sehingga hipotesis pertama yang menyatakan profitabilitas berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap harga saham diterima.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian [12] mengemukakan bahwa dengan profitabilitas yang tinggi, investor akan merespon positif sinyal tersebut sehingga nilai perusahaan meningkat. Tingkat pertumbuhan perusahaan yang diukur dengan pertumbuhan penjualan mempengaruhi nilai perusahaan atau harga saham sebeb pertumbuhan perusahaan menjadi tanda perkembangan perusahaan yang baik yang berdampak respon positif dari investor.

Penelitian ini juga sejalan dengan hasil penelitian dari Ramiawati [13] menunjukkan berdasarkan hasil penelitian variable ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham.

2)Struktur Modal terhadap Harga Saham

Dari hasil analisa dapat diketahui bahwa hasil uji untuk mengetahui apakah Struktur Modal berpengaruh positif signifikan terhadap Harga Saham dengan mendapatkan nilai T Statistic sebesar 1.351 < 1,96 dan menghasilkan nilai P-Values sebesar 0.177 lebih besar, sehingga P-Values > 0,05. Dengan demikian hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa struktur modal negative dan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham, sehingga hipotesis kedua yang menyatakan bahwa struktur modal berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap harga saham ditolak

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian [14] yang menyatakan bahwa hasil uji regresi linier berganda, variabel struktur modal dengan debt to equity ratio (DER) menunjukkan arah pengaruh negatif. Artinya variabel debt and equity (DER) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap harga saham emiten makanan dan minuman Indonesia. Artinya semakin rendah debt to equity ratio (DER), semakin tinggi harga sahamnya.

Hasil penelitian ini mendukung penelitian [15] dan [16], secara statistik diketahui bahwa koefisien regresi financial leverage bertanda negatif dan thitungnya lebih kecil dari nilai ttabel yang artinya H0 diterima dan H1 diterima. ditolak, yang berarti bahwa DER menerbitkan efek negatif terhadap harga saham, menunjukkan bahwa struktur modal perusahaan lebih banyak menggunakan dana internal perusahaan dalam bentuk modal untuk menghasilkan pendapatan dan mencerminkan risiko perusahaan yang relatif rendah.

3)Nilai Perusahaan Terhadap Harga Saham

Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa hasil uji untuk mengetahui apakah Nilai Perushaan berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap harga Saham dengan mendapatkan nilai T Statistic sebesar 0.023 < 1,96 dan menghasilkan nilai P-Values sebesar 0.981 lebih besar, sehingga P-Values > 0,05. Dengan demikian hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai perusahaan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap harga saham, sehingga hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa nilai perusahaan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap harga saham ditolak.

Studi ini menunjukkan bahwa price-earnings ratio (PER) yang diukur dengan nilai perusahaan memiliki hubungan negatif dari tabel -55.931, yang menunjukkan bahwa ketika price-earnings ratio (PER) menurun, tidak mengikutinya. dalam harga saham. Artinya, perusahaan LQ45 dari tahun 2014 hingga 2017 cenderung memiliki Earning Per Share (EPS) yang rendah dibandingkan dengan harga sahamnya, sehingga mengakibatkan Price to Earning Ratio (PER) yang rendah.

Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh [17] yang mengatakan bahwa price earning ratio (PER) berpengaruh tidak signifikan terhadap harga saham. Hal ini bisa terjadi karena dengan nilai Price to Earning Ratio (PER) yang tinggi atau rendah tidak menjamin minat investor untuk berinvestasi di suatu perusahaan. Price-to-earning ratio (PER) yang rendah menandakan bahwa prospek perusahaan ke depan kurang baik.

4)Ukuran Perusahaan terhadap Harga saham

Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa hasil uji untuk mengetahui apakah Ukuran Perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap Harga Saham dengan mendapatkan nilai T Statistic sebesar 5.307 > 1,96 dan menghasilkan nilai P-Values sebesar 0.000 lebih kecil, sehingga P-Values < 0,05. Dengan demikian hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham, sehingga hipotesis keempat bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham diterima.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian [18] berdasarkan hasil pengujian regresi linier berganda diperoleh nilai koefisien variabel ukuran perusahaan sebesar 0,443. Kenaikan 1 kali lipat atau 100% pada variabel ukuran perusahaan meningkatkan nilai variabel harga saham sebesar 0,443 satuan, dengan asumsi variabel independen lain dianggap konstan.

Sementara itu, berdasarkan hasil uji signifikansi parsial (uji-t), nilai thitung ukuran perusahaan sebesar 5,473 dibandingkan dengan nilai thitung variabel ukuran perusahaan sebesar 1,685 yang lebih besar dan nilai signifikansi 0,00 lebih kecil dari ukuran perusahaan. . nilai alfa 0,05. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa ukuran perusahaan atau firm berpengaruh signifikan terhadap harga saham.Ukuran Perusahaan memoderasi Nilai Perusahaan terhadap Harga Saham

Ukuran perusahaan (size) dianggap mampu mempengaruhi nilai perusahaan, nilai suatu perusahaan dapat dilihat dari harga sahamnya. Semakin besar ukuran atau skala perusahaan maka akan semakin mudah pula perusahaan memperoleh sumber pendanaan baik yang bersifat internal maupun eksternal. Namun hasil penelitian menunjukkan bahwa pengujian moderating dengan nilai residual yang diabsolutkan, diketahui bahwa nilai P-Values 0.047 < 0,05.

5)Ukuran Perusahaan memoderasi Nilai Perusahaan terhadap Harga Saham

Ukuran perusahaan (size) dianggap mampu mempengaruhi nilai perusahaan, nilai suatu perusahaan dapat dilihat dari harga sahamnya. Semakin besar ukuran atau skala perusahaan maka akan semakin mudah pula perusahaan memperoleh sumber pendanaan baik yang bersifat internal maupun eksternal. Namun hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam uji moderasi dengan residu absolut, diketahui nilai P sebesar 0,047 < 0,05

6)Ukuran Perusahaan memoderasi Profitabilitas terhadap Harga Saham

Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji moderasi dengan nilai residual absolut dapat menghasilkan nilai regresi positif sebesar 0,393 dan tidak signifikan untuk P-values 0,085 > 0,05. Dari hasil analisis di atas diketahui bahwa ukuran perusahaan tidak dapat sepenuhnya memoderasi hubungan antara variabel profitabilitas yang diukur dengan ROA (Return On Assets) dengan variabel harga saham. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan juga tidak berhubungan dengan variabel dependen penelitian ini yaitu. harga saham.

7)Ukuran Perusahaan memoderasi Struktur Modal terhadap Harga Saham

Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji moderasi dengan nilai absolute residual dapat menghasilkan nilai regresi positif sebesar 0,329 dan tidak signifikan pada nilai P sebesar 0,148 > 0,05. Dengan demikian dapat diartikan bahwa struktur modal karena ukuran perusahaan tidak dapat mempengaruhi atau membatasi harga saham.

Ukuran perusahaan tidak dapat memperkuat atau memperlemah pengaruh struktur modal terhadap harga saham, ukuran harga saham diduga karena minat investor dan calon investor dalam berinvestasi di perusahaan perbankan menurun selama pengamatan. periode (2018-2020). ), karena penjualan perusahaan perbankan menurun pada periode ini, hal itu mempengaruhi minat investor dan inventor untuk tidak berinvestasi, sehingga investor dan calon investor tidak melihat faktor dan ukuran struktur modal. perusahaan memutuskan untuk berinvestasi. Hasil penelitian ini mendukung penelitian [19] yang menyatakan bahwa struktur modal tidak berpengaruh terhadap harga saham.

SIMPULAN

Berdasarkan hasil pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham, struktur modal tidak dapat mempengaruhi harga saham, nilai perusahaan tidak dapat mempengaruhi harga saham, ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga haham, ukuran perusahaan mampu memoderasi nilai perusahaan terhadap harga saham, ukuran perusahaan tidak mampu memoderasi profitabilitas terhadap harga sahamm, ukuran perusahaan tidak mampu memoderasi struktur modal terhadap harga saham.

References

  1. A.N.T Dewi dan B. I Ketut, “Pengaruh Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, Kompleksitas Operasi Perusahaan dan Reputasi KAP Terhadap Audit Report Lag Pada Perusahaan Manufaktur” E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 8.2 , 2014.
  2. Amanda, A. Wahyu. Analisis Fundamental dan Resiko Sistematis Terhadap Harga Saham Perbankan yang Terdaftar Pada Indeks LQ 45. Universitas Sumatera Utara. 2013.
  3. D. Wehantouw, J., Tommy, P., & L.A Tampenawas, J. Pengaruh Struktur Modal, Ukuran Perusahaan, Dan Profitabilitas Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Industri Sektor Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2012- 2015. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi,Vol.5,No.3, 3385–3394. https://doi.org/10.35794/emba.v5i3.17515. 2017.
  4. F. Firnanti. Faktor-faktor yang mempenggaruhi struktur modal pada perusahaan manufaktur di bursa efek Indonesia. Dalam Jurnal Bisnis dan Akuntansi. Volume 13 No. 2. Hal 119-128 Jakarta : STIE Trisakti. 2011.
  5. I. Ghozali & H. Latan. Konsep, Teknik, Aplikasi Menggunakan Smart PLS 3.0 Untuk Penelitian Empiris. Semarang: BP Undip. 2015
  6. M.M. Hanafi, Manajemen Keuangan (2nd ed.). Yogyakarta: BPFE. 2007.
  7. H. Rusdiah. Pengaruh Struktur Modal, Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Akuntansi, Vol. 1, No. 2, pp 54-53, 2020.
  8. H. Jogiyanto. Teori Portofolio dan Analisis Investasi (Sepuluh).Yogyakarta. 2019.
  9. Kasmir, K. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2016.
  10. L. A. Manuel, J. J.Sondakh, dan W. Pontoh . (n.d.). Pengaruh profitabilitas, leverage, growth size terhadap saham dengan pengungkapan tanggung jawab sosial sebgai variabel intervening. Retrieved 2020 , from www.google.com.
  11. Nasution, N. Andriany, S. Widya. Pengaruh Ukuran Perusahaan ( Firm Size ) Dan Profitabilitas Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Bei). Jurnal Akuntansi Bisnis Dan Publik, [S.l.], v. 11, n. 1, p. 76-83, aug. 2020. ISSN 2087-4669.Availableat:<https://journal.pancabudi.ac.id/index.php/akuntansibisnisdanpublik/article/view/958>.date : 2022
  12. V. Puspita. Pengaruh Profitabilitas, Leverage Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Return Ssaham (Studi Pada Perusahaan LQ-45 di Bursa Efek Indonesia). 2012.
  13. S. Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta. 2015.
  14. Tika, Moh. Pabundu. 2012. Budaya organisasi dan peningkatan kinerja perusahaan. Jakarta: BumiAksara
  15. Wulandari, A. I., & Badjra, I. B. Pengaruh Profitabilitas Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Lq-45 Di Bursa Efek Indonesia (Bei), 8(9), 2019.