<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title />
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-b807a63c5f7f63465529b356c4081726" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <given-names>Editor</given-names>
          </name>
          <email>p3i@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2023-08-16">
          <day>16</day>
          <month>08</month>
          <year>2023</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-05b51e7cd38a3e08b9b67e25cdf081b7">
      <title>
        <bold id="bold-7833276c29240f8ec68d4ee745b20097">Pendahuluan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-11">Bagi sebagian perempuan <italic id="_italic-34">make up</italic> sekarang sudah menjadi kebutuhan sehari -hari agar terlihat cantik menawan dan menarik perhatian serta dapat membuat seseorang menjadi lebih percaya diri dengan penampilannya.[1] Aktivitas <italic id="_italic-35">make up </italic>belakangan ini menjadi <italic id="_italic-36">trend</italic> di kalangan anak remaja. Diiringi dengan kemajuan teknologi kini kita dapat mengakses informasi mengenai kecantikan melalui media sosial, salah satunya yaitu <italic id="_italic-37">Youtube</italic>.<italic id="_italic-38"> Youtube </italic>merupakan media dalam jaringan yang menyediakan layanan berbagai video. Media yang didirikan oleh tiga orang mantan karyawan Paypal asal Amerika ini membuat situs web yang memungkinkan pengguna untuk mengunggah, menonton, dan berbagi video. Platform ini memiliki pengguna lebih dari 1 miliar dan secara keseluruhan telah menjangkau lebih banyak pengguna yang menonton khususnya di rentang usia 10-24 tahun. Adapun berbagai jenis konten berbasis video yang dapat diakses di platform <italic id="_italic-39">youtube </italic>mulai dari musik, hiburan, berita, aktual, travel gaya hidup, tutorial hingga vlogging.[2]</p>
      <p id="_paragraph-12"><italic id="_italic-40">Video blogger</italic> atau yang kini sering kita kenal dengan sebutan <italic id="_italic-41">vlog </italic>merupakan tayangan yang berisikan kegiatan sehari-hari yang berhubungan dengan kegiatan pribadi para vlogger.[3] Adapun berbagai jenis kegiatan <italic id="_italic-42">vlog </italic>yang dimuat di dalamnya seperti <italic id="_italic-43">vlog</italic> ketika travel, memasak, otomotif hingga <italic id="_italic-44">make up </italic>dan lain sebagainya<italic id="_italic-45">.</italic> Karena <italic id="_italic-46">vlog</italic> merupakan konten yang bersifat pribadi tak jarang jika para <italic id="_italic-47">vlogger</italic> bebas mengekspresikan dirinya dalam membuat suatu konten video. Salah satunya yaitu <italic id="_italic-48">beauty vlogger, </italic>konten <italic id="_italic-49">vlog </italic>ini mengulas atau mereview mengenai kecantikan dari <italic id="_italic-50">make up </italic>maupun <italic id="_italic-51">fashion.</italic><italic id="_italic-52">Beauty vlog</italic> merupakan konten yang berisikan langkah-langkah atau tutorial dalam merias wajah, serta mengulas atau mereview suatu produk kecantikan dan berbagai keseharian mengenai perawatan kulit yang dipaparkan oleh <italic id="_italic-53">beauty vlogger </italic>(pemilik akun <italic id="_italic-54">beauty vlog</italic>). Di Indonesia <italic id="_italic-55">beauty vlog </italic>cukup menarik hati dan memiliki banyak peminat di khalayak, khususnya para remaja perempuan.</p>
      <p id="_paragraph-13">Tasya Farasya merupakan salah satu dari beberapa <italic id="_italic-56">beauty vlogger</italic> yang hits di Indonesia dan telah mencuri perhatian di Youutube. Seorang <italic id="_italic-57">beauty vlogger </italic>dengan jumlah <italic id="_italic-58">subscriber </italic>3.97JT dan <italic id="_italic-59">viewers </italic>339.05JT. menurut situs <italic id="_italic-60">noxinfluencer</italic> memperkirakan penghasilan perbulan Tasya Farasya Rp 55.57JT - Rp 194.53JT. Tasya Farasya dikenal khalayak karena memiliki karakteristik konsep <italic id="_italic-61">Flawless make up look. </italic>Menurut Tasya Farasya, <italic id="_italic-62">flawless make up look </italic>bisa diaplikasikan terhadap semua jenis <italic id="_italic-63">make up. </italic>Karena <italic id="_italic-64">flawless make up look </italic>bukan tentang jenis <italic id="_italic-65">make up</italic>, melainkan proses pengaplikasian produk <italic id="_italic-66">make up </italic>yang tepat dan benar. <italic id="_italic-67">Trend beauty vlogger</italic> dalam mengulas suatu produk secara tidak langsung mereka menjadi media promosi bagi merek atau brand kosmetik. <italic id="_italic-68">Beauty vlogger</italic> yang berhasil memikat <italic id="_italic-69">subscriber </italic>dalam jumlah banyak di youtube rata rata memiliki konten dan konsep yang baik sehingga menonton tayangan menggunakan media <italic id="_italic-70">make up </italic>sangat diminati. Seiring dengan perkembangan informasi kini <italic id="_italic-71">Beauty vlogger</italic> dianggap sebagai panutan atau <italic id="_italic-72">opinion leader </italic>di bidang kecantikan dan kosmetik karena dirasa memiliki kredibilitas. Maka tidak heran jika banyak industri yang bergerak dalam bidang kecantikan mulai menjadikan <italic id="_italic-73">beauty vlogger</italic> sebagai popularitas pendukung untuk mempromosikan dan mengulas produknya dengan <italic id="_italic-74">beauty vlog</italic> sebagai medianya.[4]<italic id="_italic-75">Opinion leadership</italic> adalah proses di mana seseorang secara informal mempengaruhi tindakan atau sikap orang lain [5]</p>
      <p id="_paragraph-14">Pesan yang disajikan dalam bentuk <italic id="_italic-76">video blog </italic>atau <italic id="_italic-77">vlog</italic> dirasa lebih ampuh dari pada advertensi yang selintas lewat dengan gaya narasi atau video yang singkat. Para pencari informasi produk dapat lebih dekat dengan barang yang akan dibelinya meskipun sebenarnya mereka tidak bisa menyentuh langsung produknya. Dengan melihat ulasan suatu produk di <italic id="_italic-78">youtube</italic>, konsumen dapat bisa memastikan produk yang akan mereka beli merupakan produk yang baik dan layak untuk digunakan, sehingga konsumen tidak akan merasa rugi dan kecewa di kemudian hari. Vlog bisa dikatakan sebagai media promosi karena seiring dengan perkembangan teknologi masyarakat lebih banyak mengakses atau melihat konten video, seperti situs streaming atau video online. Artinya video akan menjadi media yang dapat terus menarik untuk dikembangkan sebagai media penyampaian informasi hingga promosi. Tidak heran jika banyaknya produsen <italic id="_italic-79">make up</italic> yang mulai memasuki dunia serba digital dengan memberikan informasi produknya melalui<italic id="_italic-80"> beauty vlogger</italic><italic id="_italic-81">.</italic>[6] salah satu produsen <italic id="_italic-82">make up </italic>yang tertarik yaitu Wardah.</p>
      <p id="_paragraph-15">Wardah merupakan <italic id="_italic-83">brand </italic>kecantikan lokal yang berdiri pada tahun 1995, Wardah adalah salah satu <italic id="_italic-84">brand</italic> kecantikan yang menerapkan konsep halal pada semua produk yang di produksinya.[7] Tasya Farasya pun sering kali mengunggah video mengenai ulasan produk hingga tutorial ber <italic id="_italic-85">make up </italic>menggunakan kosmetik brand wardah. Adapun beberapa konten youtube yang diunggah Tasya Farasya menggunakan<italic id="_italic-86"> Brand </italic>wardah <italic id="_italic-87">yaitu</italic> : <italic id="_italic-88">“Belanja Bulanan First Impression! Wardah instaperfect, moonshot, Makeup Revolution, clio etc” , “Satu bulan pake skincare mewah wardah dan review crystallure by wardah” , “wardah one brand makeup tutorial + review” , “baikan sama wardah” , </italic>dan yang terbaru<italic id="_italic-89"> “tutorial makeup simple pemula! Sekalian Wardah colorfit series review”.</italic></p>
      <p id="_paragraph-16">Berdasarkan latar belakang di atas maka peneliti akan meneliti resepsi terhadap beauty vlogger tasya farasya sebagai media promosi kosmetik brand wardah. Maka peneliti tertarik untuk melakukan sebuah penelitian dengan judul “<bold id="_bold-14">Resepsi Remaja Terhadap Beauty Vlogger Tasya Farasya Sebagai Media Promosi Kosmetik Brand Wardah” </bold>(Studi pada Video Eps. <italic id="_italic-90">“Tutorial Make Up Simple pemula! Skalian Wardah colorfit series review”) </italic>melalui <italic id="_italic-91">youtube</italic>.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-0ad195c7cc96a237887996a208e3ad80">
      <title>
        <bold id="bold-06f2f5b9588524035db4c0e12e32c72e">Metode</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-17">Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif. Penelitian kualitatif memiliki tujuan untuk memahami peristiwa atau objek mengenai apa yang terjadi pada subjek penelitian tersebut, seperti perilaku, persepsi, motivasi dan lain sebagainya dan dengan cara mendeskripsikan bentuk kata dan Bahasa didalam suatu konteks khusus yang alamiah serta dengan memanfaatkan metode ilmiah[8]. Subyek penelitian ini ialah kosmetik brand wardah colorfit series. Objek penelitian ini adalah unggahan dari beauty vlogger Tasya Farasya dengan konten yang berjudul <italic id="_italic-92">“Tutorial Make Up Simple Pemula! Skalian Wardah Colorfit Series Review)</italic> melalui Youtube.[9] Penelitian ini mempertimbangkan informasi pada penelitian ini yakni remaja perempuan yang merupakan subscriber aktif dari beauty vlogger Tasya Farasya. Teknik analisis data dengqaan cara mereduksi lalu data disajikan dalam bentuk naratif dilanjut dengan penarikan kessimpulan.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-9bdceceeae863247206755727734ec63">
      <title>
        <bold id="bold-8f1a78b26fd3f5d97cfcaf0a9c7e4654">Hasil dan Pembahasan</bold>
      </title>
      <sec id="heading-fe50000623c28272fa6eee19332db5b6">
        <title>
          <bold id="bold-3e1f5d83501564fbcafc46a79b7e3421">A.</bold>
          <bold id="_bold-18">Pengelompokan Informan Berdasarkan Tiga Posisi Menurut Stuart Hall</bold>
        </title>
        <p id="_paragraph-19">Encoding merupakan produsen media (encoder) yang memproduksi pesan mentah dimana mereka terlibat didalamnya menentukan bagaimana peristiwa sosial tersebut yang akhirnya membawa sebagai wacana. Decoding adalah khalayak remaja (decoder) melakukan pemaknaan teks media secara bebas berdasarkan ideologi dan latar belakang masing-masing. Model encoding-decoding yang dikemukakan oleh Stuart Hall memiliki faktor faktor yang terlibat dalam studi resepsi. Dalam proses tersebut memiliki tiga kategorisasi yang dapat memengaruhi penyampaian pesan maupun menerima pemaknaan audiens. Tiga kategorisasi tersebut ialah kerangka kerja pengetahuan, hubungan produksi dan infrastruktur teknis. Pada dasarnya ketiga kategorisasi berasal dari sisi pengirim (encoder) untuk membentuk struktur makna dalam proses encoding hingga menjadi sebuah wacana yang berarti lalu wacana tersebut membentuk pemaknaan 2 dalam proses decoding dan berakhir menjadi tiga kategorisasi yang sama dari sisi penerima (decoder). [10]</p>
        <p id="paragraph-50df635d3b0242f262d583a76faf9e9d">
          <bold id="bold-1">1. </bold>
          <bold id="bold-2">Posisi Hegemoni Dominan</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-20">Situasi posisi dominan menunjukan dimana khalayak menerima isi pesan secara denostasi. Maka khalayak menerima isi pesan secara menyeluruh dan memaknai isi pesan tanpa adanya penolakan. Pesan yang disampaikan dapat dimengerti dengan mudah sehingga pemaknaan yang terjadi pada khalayak sama dengan pesan yang disampaikan.</p>
        <p id="_paragraph-21">Dalam melihat unggahan video Tasya Farasya yang berjudul “<italic id="_italic-93">make up simple pemula! Skalian series colorfit review” </italic>di youtube, informan menunjukan hasil yang positif. Seluruh informan mengatakan bahwa informasi produk Wardah yang disampaikan oleh <italic id="_italic-94">beauty vlogger </italic>Tasya Farasya sangat jelas dan mudah dipahami. Jika dilihat dari keseluruhan video yang di unggah beauty vlogger Taysa Farasya yang berjudul “<italic id="_italic-95">make up simple pemula! Skalian series colorfit review”</italic> tasya selalu mereview dengan cara mengedukasi penontonnya serta tips and trick yang di berikan.</p>
        <p id="_paragraph-22">Menurut pengakuan informan, dalam unggahan video Tasya Farasya yang berjudul “<italic id="_italic-96">make up simple pemula! Skalian series colorfit review”</italic>di youtube dapat membuat orang untuk membeli atau mencoba salah satu produk wardah karena tertarik dengan hasilnya dan dirasa sangat cocok jika digunakannya. Hal ini dijelaskan oleh seluruh informan jika informasi mengenai produk wardah yang disampaikan beauty vlogger Tasya Farasya dapat mempengaruhinya dan mengingat produk wardah tersebut untuk di belinya.</p>
        <p id="paragraph-76953602023d87ace1f8c1f60b41d200">
          <bold id="bold-1f3b010155c0513519080c303fe9d709">2. </bold>
          <bold id="bold-1f74deadb3e0d501952804fe97dd0674">Posisi Negoitation</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-23">Posisi negosiasi merupakan posisi dimana khalayak menerima pesan yang disampaikan oleh <italic id="_italic-97">encoder. </italic>Namun pada bagian tertentu, khalayak menolak isi pesan yang disampaikan dengan melakukan seleksi mana pesan yang cocok untuk mereka konsumsi dan mana yang dibuang. Dengan kata lain, <italic id="_italic-98">decoder</italic> tidak secara mentah-mentah menerima semua isi pesan yang diutarakan.</p>
        <p id="_paragraph-24">Dalam unggahan video Tasya Farasya yang berjudul “<italic id="_italic-99">make up simple</italic> <italic id="_italic-100">pemula! Skalian series colorfit review</italic>” informan sangat tertarik dengan informasi produk wardah yang disampaikan Tasya Farasya sangat jelas dan mudah dipahami. Namun belum tentu beberapa informan mau mencoba atau membeli produk wardah karena pernah mempunyai pengalaman yang kurang cocok di muka informan dengan produk wardah sebelumnya. Seperti informan Nia yang mengatakan bahwa untuk hasil make up yang ditunjukan Tasya Farasya sangat bagus, namun Nia belum tertarik dengan produk Wardah karena kurang percaya. sama halnya dengan tanggapan Putri yang mengatakan bahwa putri menyukai semua konten dari Tasya Farasya namun untuk membeli atau mencoba produknya Putri belum berani karena memiliki kulit yang sensitive.</p>
        <p id="paragraph-699dfb0a3849faee1814bdfa75bd515f">
          <bold id="bold-11d3a589fde53efd24f31c288655a294">3. </bold>
          <bold id="bold-073db99439750d7e437c8b7babf3fb85">Posisi Opposition</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-25">Posisi oposisi , khalayak melakukan <italic id="_italic-101">decoding</italic> terhadap isi pesan melalui oposisi. <italic id="_italic-102">Audiens </italic>menyangkal makna pesan yang disampaikan atau menggantikannya dengan pandangan mereka sendiri terhadap tema yang dimaksudkan oleh <italic id="_italic-103">encoder. </italic>Posisi ini memungkinkan audiens menunjukan sikap yang bertolak belakang terhadap pesan yang disuguhkan karena adanya acuan alternatif yang lebih relevan.</p>
        <p id="_paragraph-26">Pada posisi ini, informan tidak memiliki pemahaman yang tidak sejalan dengan kode yang diberikan oleh pembuat pesan. Namun justru informan merespon dengan baik dan sangat tertarik dengan unggahan video Tasya Frasya yang berjudul “<italic id="_italic-104">make up simple pemula! Skalian series colorfit review</italic>” di youtube. Dan informan banyak yang tertarik akan unggahan <italic id="_italic-105">beauty vlogger </italic>Tasya Farasya di youtube.</p>
        <p id="_paragraph-27">Berdasarkan hasil pembahasan diatas diperoleh bahwa resepsi remaja terhadap unggahan beauty vlogger Tasya Farasya yang berjudul “<italic id="_italic-106">make up simple pemula! Skalian series colorfit review</italic>”. Adalah sebanyak delapan informan yang menempati posisi <italic id="_italic-107">Hegemoni Dominan</italic> dimana menurut mereka keseluruhan dari unggahan video dari beauty vlogger Tasya Farasya mulai dari informing, persuading, reminding, adding value yang disampaikan Tasya Farasya mengenai produk wardah tersebut sangat membantu dan menarik perhatian penonton. Unggahan video tersebut membuat mereka tertarik dengan isi informasi yang disampaikan karena Tasya Farasya tidak hanya mengenalkan produk tapi juga mengedukasi penontonnya. Salain itu pesan yang disampaikan dapat membujuk penonton untuk ingin mencoba atau membeli salah satu dari produk wardah colorfit.</p>
        <p id="_paragraph-28">Sedangkan dua informan lainnya, yaitu menempati posisi <italic id="_italic-108">Negotiation</italic> yang dimana menurut informan unggahan dalam video Tasya Farasya yang berjudul “<italic id="_italic-109">make up simple pemula! Skalian series colorfit review”</italic> sangat menarik dan informatif bagi yang ingin memulai belajar make up bagi pemula. Menurut para informan produk wardah colorfit yang di riview mempunyai hasil yang sangat bagus. namun untuk mencoba produk wardah colorfit informan mempertimbangkan karena takut tidak cocok dikulit dan kurang percaya dengan produk wardah.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-29f21a50d0afa7ed3c49300556875949">
      <title>
        <bold id="bold-7ece4ad78ebba16287381eb12e9b614f">Simpulan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-29">Berdasarkan hasil dari penelitian resepsi remaja terhadap beauty vlogger Tasya Farasya sebagai media promosi kosmetik braand wardah yang dilakukan secara wawancara mendalam, dapat diambil kesimpulan yakni Resepsi remaja perempuan terhadap unggahan beauty vlogger Tasya Farasya yang berjudul “<italic id="_italic-110">make up simple pemula”</italic> di youtube. Memperoleh delapan orang informan yang berada pada posisi hegemeoni domminan. Menurut informan yang berada di posisi tersebut mengatakan bahwa mereka sangat tertarik dengan informasi produk wardah yang direview oleh Tasya Farasya dan ingin mencoba atau membeli produknya karena dirasa sangat cocok, penasaran dengan produk wardah, hingga tertarik mencoba karena memiliki formula baru seperti <italic id="_italic-111">extra transferproof</italic> dan <italic id="_italic-112">matte finish</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-30">Sedangkan terdapat dua informan yang berada dalam posisi negoisasi. Dalam pembahasan menurut informan, mereka sangat tertarik dengan informasi produk wardah yang disampaikan beauty vlogger Tasya Farasya namun belum tentu membeli produknya karena dirasa tidak cocok dan kurang percaya dengan formula baru yang ada pada produk wardah.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>