<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Penguatan Nilai Karakter Mandiri Melalui Pembelajaran Model Blended Learning Di Mi Ma’arif Kedungsolo Kelas V Dimasa Covid 19</article-title>
        <subtitle>Strengthening the Value of Independent Characters Through Blended Learning Models at Mi Ma'arif Kedungsolo Class V During the Covid 19 Period</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-527d3a3fe6b2ffc5c2977dc85583490a" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Widhi Oktavian</surname>
            <given-names>Anisa</given-names>
          </name>
          <email>anisawoktavian@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-b19ee1868fea4756da4758369d03d45a" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Wahyuni</surname>
            <given-names>Akhtim</given-names>
          </name>
          <email>awahyuni@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-05-19">
          <day>19</day>
          <month>05</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-2b7265b8317fe6a2285a8cf0f03d431d">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-13">Pandemi “Covid-19” berdampak pada aspek pendidikan, dimana proses kegiatan pembelajaran tidak dapat dilakukan di sekolah secara tatap muka. [1] Hal tersebut menunjukkan proses kegiatan pembelajaran yang dilakukan siswa dengan guru tidak dapat secara langsung dilakukan disekolah. Pandemi <italic id="_italic-105">Covid-19 </italic>berdampak pada penggunaan teknologi imformasi sebagai sarana pembelajaran siswa, adanya pandemi <italic id="_italic-106">Covid-19</italic>berdampak pada proses pembelajaran yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi sebagai sarana pembelajaran bagi guru dan siswa. [2] <italic id="_italic-107">Blended learning </italic>(BL) dapat merupakan suatu dengan menggunakan metode pemaduan tatap muka (<italic id="_italic-108">face to face</italic>) dengan daring (<italic id="_italic-109">online</italic>) melalui pemanfaatan teknologi. [3] Era perkembangan teknologi perlunya penggunaan teknologi sebagai kegiatan pembelajaran, salah satunya guru dapat menggunakan metode <italic id="_italic-110">blended </italic><italic id="_italic-111">learning</italic>. [4] Lebih lanjut, penggunaan <italic id="_italic-112">blanded </italic><italic id="_italic-113">learning </italic>dinilai tepat dalam kegiatan pembelajaran, dikarenakan perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat sehingga dapat memanfaatkan teknologi sebagai sarana pembelajaran. [5] Implemetasi pembelajaran daring menjadi langkah yang sesuai untuk penyebaran virus <italic id="_italic-114">Covid-19 </italic>dan siswa agar tidak tertinggal dalam mempelajari materi pelajaran. [6] Pandangan tersebut mengungkapkan bahwa selama pandemi <italic id="_italic-115">Covid-19</italic>, pembelajaran dengan pemanfaatan teknologi menjadi penting. Meskipun pembelajaran dilakukan secara daring pada masa pandemi <italic id="_italic-116">Covid-19</italic>, diharapkan proses pembelajaran tetap menerapkan nilai-nilai karakter salah satunya karakter mandiri. [7] Karakter mandiri merupakan suatu sikap yang tidak memiliki ketergantungan kepada orang lain dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. [8] Pandapat tersebut mengungkapkan karakter mandiri sangat penting bagi siswa dalam menjalankan kegiatan pembelajaran dengan guru. Peran guru sangat penting dalam penanaman nilai karakter bagi siswa, dan sekolah sebagai tempat mencetak generasi muda berkarakter. [9] Penanaman nilai karakter diperlukan cara-cara pembelajaran pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa [10], hal tersebut menunjukkan bahwa dalam penanaman nilai-nilai karakter diperlukan suatu metode pembelajaran yang sesuai. Hasil observasi awal peneliti menemukan sebuah sekolah yang menerapkan metode pembelajaran <italic id="_italic-117">blanded </italic><italic id="_italic-118">learning</italic>dalam penenaman nilai karakter mandiri. Salah satu sekolah yang menanamkan nilai karakter mandiri melalui metode <italic id="_italic-119">blanded learning </italic>yaitu MI Maarif Kedungsolo. Berdasarkan wawancara dengan kepala sekolah dan guru bahwa selama pandemi <italic id="_italic-120">Covid-19 </italic>di MI Maarif Kedungsolo diterapkan metode <italic id="_italic-121">blanded learning</italic>, serta pembelajaran tetap menanamkan nilai karakter meskipun pembelajaran dilakukan secara <italic id="_italic-122">blanded </italic><italic id="_italic-123">learning</italic>, salah satu karakter yang diterapkan yaitu karakter mandiri. Penanaman karakter mandiri pada siswa akan menghasilkan sikap positif kepada siswa diantaranya; siswa dapat menyelesaikan tugas dari guru, rasa percaya diri. [11] Meskipun pembelajaran dilakukan secara online selama pandemi <italic id="_italic-124">Covid-19</italic>, akan tetapi pelaksanaan pembelajaran guru tetap menanamkan nilai karakter pada siswa. Selama masa pandemi <italic id="_italic-125">Covid-19 </italic>menjadi tantangan tersendiri bagi guru dalam menanamkan nilai karakter, sebab guru harus tatap memantau pembelajaran siswa meskipun pembelajaran dilakukan siswa dirumah. Berdasarkan berbagai uraian diatas, berhubungan dengan adanya pandemi <italic id="_italic-126">Covid-19</italic>menjadikan terjadinya perubahan proses pendidikan dilingkungan sekolah, dimana pembelajaran dilakukan dirumah atau dilakukan secara daring dan luring. Sedangkan, pendidikan karakter merupakan pendidikan yang sangat penting dilakukan. hal tersebut peneliti tertarik dengan mengangkat penelitian dengan judul “Penguatan Nilai Karakter Mandiri Melalui Pembelajaran Model <italic id="_italic-127">Blended </italic><italic id="italic-a3a46cb009c5d3e2d1e3ea353a5c99e2">Learning</italic> di MI Ma’arif Kedungsolo Kelas V Dimasa Covid 19”.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-714f2e7c65b4caf44258cc276801c804">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-15">Penelitian ini menggunakan kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk memahani fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian. Penelitian ini menggambarkan fenomena yang terjadi pada MI Maarif Kedungsolo mengenai penguatan nilai karakter mandiri melalui pembelajaran model <italic id="_italic-129">blended learning </italic>di MI Maarif Kedungsolo kelas V dimasa covid 19.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-4178675836b12bb3936e6889eba3e9fd">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-16">Perencanaan pembelajaran blanded learning di kelas V MI Maarif Kedungsolo dalam penguatan nilai karakter mandiri yaitu guru menganalisis kompetensi yang akan diajarkan, menyiapkan silabus, RPP dan sarana pembelajaran secara online. . Hal tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan Panambaian (2020) menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran <italic id="_italic-130">blanded learning </italic>guru dapat merencanakan pembelajaran seperti menyiapkan materi pembelajaran, sarana teknologi pembelajaran yang digunakan seperti <italic id="_italic-131">whatsapp, google classroom, Edmodo, </italic>dan lainnya. [12] Sedangkan hasil penerapan pembelajaran <italic id="_italic-132">blanded </italic><italic id="_italic-133">learning </italic>di kelas V MI Maarif Kedungsolo dilakukan dengan 50% siswa masuk kelas dan 50% siswa pembelajaran secara <italic id="_italic-134">online, </italic>untuk teknologi yang digunakan guru dalam pembelajaran online menggunakan <italic id="_italic-135">whatsapp </italic>dan <italic id="_italic-136">live instagram</italic>. Hasil penelitian pelaksanaan pembelajaran daring di sekolah dasar dengan menggunakan media <italic id="_italic-137">whatsapp </italic>memiliki kelebihan yaitu memudahkan dan dapat menghamat waktu dalam menyampaikan materi pembelajaran. [13] Sedangkan, pelaksanaan <italic id="_italic-138">blanded learning </italic>dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai sarana seperti <italic id="_italic-139">Edmodo, google classroom, web </italic>dan lainnya. [14] Hal tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran <italic id="_italic-140">blanded learning </italic>dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai sarana teknologi atau aplikasi <italic id="_italic-141">smartphone</italic>. Sedangkan pembelajaran secara online untuk siswa sekolah dasar dapat dilakukan dengan cara mengirimkan pesan melalui media <italic id="_italic-142">whatsapp </italic>yang dibuat guru melalui group kelas. [15] Sedangkan, penanaman nilai karakter mandiri dilakukan guru dengan cara menekankan siswa pada kemandirian dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah, tugas sekolah berupa mengerjakan soal-soal dibuku siswa, serta beberapa tugas sekolah yang dibuat guru yang langsung dijawab siswa melalui tanya jawab dikelas. Penanaman karakter mandiri dapat dilakukan dengan melaksanakan tugas dalam kegiatan sehari-hari, hal tersebut dalam kegiatan siswa dapat dilakukan dengan mengerjakan tugas pembelajaran seperti mengerjakan tugas matapelajaran IPA, mata pelajaran IPS, mata pelajaran Matematika dan lainnya. Pada kegiatan penguatan karakter mandiri di kelas V Kedungsolo dilakukan dangan guru berkoordinasi dengan orang tua, untuk menekankan siswa memiliki tanggung jawab secara mandiri dalam mengerjakan tugas sekolah. Sedangkan, kendala penerapan blanded learning dalam penguatan nilai karakter mandiri di kelas V MI Maarif Kedungsolo untuk kegiatan pembelajaran yang dilakukan online siswa memiliki permasalahan yaitu kurangnya penjelasan materi dari guru, pembelajaran hanya memberikan tugas melalui pesan <italic id="_italic-143">whatsapp</italic>. Perencanaan pembelajaran blanded learning di Kelas V MI Maarif Kedungsolo menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran seperti silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dibuat oleh guru sendiri. Sedangkan, dalam perencanaan pembelajaran tidak ada strategi khusus dalam perencanaan pembelajaran <italic id="_italic-144">blanded </italic><italic id="_italic-145">learning </italic>di kelas V MI Maarif Kedungsolo. Sedangkan, dalam perencanaan pembelajaran guru memiliki kendala dalam menggunakan sarana teknologi pembelajaran, sebab tidak semua siswa memiliki HP sendiri dan menggunakan berbagai aplikasi pembelajaran.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-7bffb593a341ab95885e86b3274eeaf0">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="_paragraph-18">Pembelajaran dilakukan dengan siswa dibagi menjadi dua yaitu siswa belajar dirumah dan belajar dikelas, untuk siswa belajar dikelas menggunakan <italic id="_italic-192">whatsapp, youtube, </italic>dan <italic id="_italic-193">live instagram</italic>. Proses pembelajaran dilakukan dengan langsung tatap muka secara langsung dan separuh siswa dilakukan online. Penanaman nilai karakter mandiri dilakukan guru dengan cara menekankan siswa pada kemandirian dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah, tugas sekolah berupa mengerjakan soal-soal dibuku siswa, serta beberapa tugas sekolah yang dibuat guru yang langsung dijawab siswa melalui tanya jawab dikelas. Kendala penerapan blanded learning dalam penanaman nilai karakter mandiri di kelas V MI Maarif Kedungsolo diantaranya; dalam pembelajaran dikelas siswa tidak memiliki permasalahan, akan tetapi untuk kegiatan pembelajaran yang dilakukan <italic id="_italic-194">online </italic>siswa memiliki permasalahan yaitu kurangnya penjelasan materi dari guru, pembelajaran hanya memberikan tugas melalui pesan <italic id="_italic-195">whatsapp</italic>. Kesimpulan menggambarkan jawaban dari hipotesis dan/atau tujuan penelitian atau temuan ilmiah yang diperoleh.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>