Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer
Business and Economics
DOI: 10.21070/acopen.8.2023.3925

Brand Image and Price: Influencing Smartfren Data Quota Purchasing Decisions


Gambaran Merek dan Harga: Pengaruh pada Keputusan Pembelian Kuota Data Smartfren

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia

(*) Corresponding Author

Brand Image price Purchasing Decisions Smartfren Data Quotas Consumer Behavior

Abstract

This quantitative study examines the influence of brand image and price on purchasing decisions for Smartfren data quotas at the Renny Cell Waru counter. The research employed a total sampling technique, with 103 respondents completing questionnaires. Multiple linear regression analysis using IBM SPSS version 24 was conducted to analyze the data. The findings reveal that both brand image and price significantly affect purchasing decisions, with brand image exerting the strongest influence. This study contributes to the understanding of consumer behavior and provides valuable implications for marketers in the telecommunications industry.

Highlights:

  • Brand Image significantly impacts purchasing decisions for Smartfren data quotas.
  • Price plays a significant role in shaping consumer decisions regarding Smartfren data quotas.
  • Brand Image emerges as the most influential factor influencing purchasing decisions.

Keywords: Brand Image, Price, Purchasing Decisions, Smartfren Data Quotas, Consumer Behavior

Pendahuluan

Perkembangan komunikasi di tahun 2021 telah mengalami banyak kemajuan yang luar biasa. Banyak hal dari sektor kehidupan manusia yang berubah seiring perkembangan teknologi. Komunikasi sendiri dapat diartikan sebagai salah satu cara manusia untuk menyampaikan pesan kepada penerima pesan. Dengan memanfaatkan teknologi, komunikasi pun terjadi tanpa adanya batasan untuk saling berbagi informasi dengan menggunakan alat handphone, notebook, laptop maupun komputer yang dapat digunakan untuk berbagi informasi baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini terjadi karena keberadaan jaringan internet.

Jaringan internet yang telah terhubung dengan komputer, telepon dan handphone menyediakan informasi yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja di seluruh dunia. Berbagai aplikasi berbasis internet sudah banyak digunakan, seperti e-commerce, elearning, video conference, video call, google meet, zoom dan lain sebagainya. Penggabungan antara teknologi komputer dengan telekomunikasi telah menghasilkan suatu revolusi di bidang sistem informasi. Data atau informasi yang pada jaman dahulu harus memakan waktu berhari-hari untuk diolah sebelum dikirimkan ke sisi lain di dunia, saat ini dapat dilakukan dalam hitungan detik.

Penggunaan internet juga tidak terlepas dari pulsa, dan kuota. Dimana, semakin bagus jangkauan jaringan atau sinyal yang diberikan dari provider perdana sehingga penjualan kartu perdana beberapa provider bersaing secara ketat. Pulsa dan kuota menjadi kebutuhan nomer empat yang harus dipenuhi setelah kebutuhan pangan, sandang dan papan. Sehingga konsumen akan menggali informasi lebih mendalam sebelum menentukan keputusan pembelian pada merek pelayanan. Salah satu provider penyedia internet adalah smartfren.

Dalam keputusan pembelian salah satu yang menjadi pertimbangan adalah brand image. “ Brand Image” atau citra merek adalah bagaimana suatu merek mempengaruhi persepsi, pandangan masyarakat atau distributor terhadap perusahaan atau produknya [1]. Pada konter renny cell provider yang menjadi pesaing penjualan andalan smartfren ialah telkomsel. Namun, perdana smartfren memiliki kelebihan yakni irit pemakaian, banyak pilihan paket, kuota malam yang sangat banyak, dan sinyal 4G LTE yang lebih bagus dibandig 3G meskipun sinyal 4G LTE pada smartfren terkadang apabila hujan sering terjadi gangguan. Berikut ini data dimana smartfren menjadi juara dalam sinyal 4GLTE dalam Riset OpenSignal 2021: “Telkomsel Tercepat, Smartfren Terluas” (Kompas.com, Juli 2021):

Figure 1.Laporan Pengalaman Jaringan SelulerRiset OpenSignal, 2021

Dari gambar grafik diatas, availability 4G Smartfren mencapai 97,9 persen, yang artinya, di kebanyakan waktu, mayoritas pelanggan Smartfren sudah terhubung dengan sinyal 4G. Angka ketersediaan 4G Smartfren itu lebih tinggi dibandingkan Tri yang hanya mencapai angka 93,9%, Indosat mencapai angka 92%, XL Axiata mencapai 91,2% dan Telkomsel yang mencapai 89,3%.

Harga yang rendah akan selalu bisa memicu psikologis individu untuk melakukan pembelian, penentuan nilai harga dilihat dari besarnya manfaat yang akan di peroleh dari produk atau jasa. Sedangkan [2] berpendapat bahwa harga adalah sejumlah uang yang dibayarkan atas barang dan jasa atau jumlah nilai yang konsumen tukarkan dalam rangka mendapat manfaat dari memiliki atau menggunakan barang atau jasa. Bagi konsumen harga merupakan segala bentuk biaya yang dikorbankan oleh konsumen untuk mendapatkan, memiliki, memanfaatkan barang beserta pelayanan dari suatu produk.

Dalam hal ini harga bisa memberikan nilai manfaat pada suatu barang atau jasa, semakin harga yang di tetapkan untuk mendapatkan suatu produk dan jasa bersahabat dengan ekonomi rata-rata disuatu wilayah maka akan membuat pelanggan memikirkan ulang apakah harga yang diberikan sudah sesuai dengan manfaat yang akan di dapat selanjutnya. Penentuan harga membutuhkan strategi tertentu untuk bisa mencapai target yang diinginkan, hal ini di karenakan harga tidak selalu tetap tetapi harga selalu bersaing. Berikut ini daftar penjualan dari 5 (lima) provider yaitu Smartfren, Tri, Indosat, XL dan Telkomsel dari 2 (dua) konter yang berbeda yaitu konter Renny Cell dan Dewo Cell:

Nama Produk Renny Cell Dewo Cell
Smartfren 806 650
Telkomsel 600 550
Indosat 500 380
Tri 400 350
Xl 400 300
Axis 350 250
Table 1.Perbandingan Penjualan Kuota Data Per-BulanData Survei, 2022

Berdasarkan data pada tabel diatas dapat dilihat bahwa pada dua konter yakni renny cell dan dewo cell penjualan terbesar merupakan kuota data smartfren, dengan penjualan kuota data smartfren renny cell sebanyak 806 pcs sedangkan penjualan kuota data dewo cell sebanyak 650 pcs, meskipun demikian renny cell menjadi konter terunggul, dengan adanya perbandigan penjualan dari 2 (dua) konter yang berbeda maka ada indikasi bahwa konsumen memilih yang terbaik dari segi harga yang merupakan hal yang perlu diamati dan dengan mengenal brandimage dan mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan serta mengetahui harga maka pembeli akan langsung berfikir untuk membeli produk smartfren tersebut sehingga melakukan keputusan pembelian.

Dalam memutuskan pembelian, pelanggan akan melalui tahapan-tahapan yaitu bermulai dari kebutuhan yang dirasakan kemudian beralih menuju kegiatan yang dilakukan sebelum membeli, setelah kegiatan seperti memilih

atau membandingkan produk satu dengan lainnya maka konsumen akan memberikan keputusan untuk membeli. Setelah barang dibeli, maka perilaku pada waktu menggunakan barang yang dilakukan oleh konsumen akan menimbulkan perasaan puas maupun tidak puas. Pada realitanya renny cell sudah memiliki pelanggan aktif yang memutuskan pembelian produk di renny cell khususnya pada produk perdana dan paket data smartfren. Hal tersebut dapat dilihat dari data tabel penjualan dibawah ini:

Bulan Jumlah Hari Rata-Rata Per Hari
Januari 31 26
Febuari 28 21
Maret 31 30
April 30 24
Mei 31 27
Juni 30 25
Juli 31 30
Agustus 31 24
September 30 22
Oktober 31 25
November 30 22
Desember 31 20
Table 2.Penjualan Perdana dan Kuota Smartfren Konter Renny Cell Tahun 2021Data Primer Konter Renny Cell, 2021

Dari data diatas dapat dilihat penjualan perdana dan paket data (kuota) smartfren pada konter renny cell setiap harinya tidak stabil berdasarkan data gambar 1 laporan pengalaman jaringan seluler yang menunjukkan bahwa brand image smartfren merupakan brand image yang paling unggul dikarenakan signal 4GLTE yang lebih bagus.

Perbandingan penjualan dari kedua konter pada tabel 1 yang menjelaskan persaingan penjualan 2 (dua) konter renny cell dan dewo cell yang menjadi dasar keputusan pembelian, namun penjualan pada produk juga mengalami ketidakstabilan sehingga harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian. dan beberapa uraian kelebihan dan kelemahan perdana dan paket data (kuota) smartfren diiatas maka seharusnya mempermudah konsumen dalam melakukan keputusan pembelian pada renny cell, namun dengan adanya indikasi penjualan yang turun maka konsumen ternyata belum dapat memudahkan dalam menentukan keputusan pembelian sehingga Peneliti tertarik untuk meneliti di renny cell Waru dengan judul “pengaruh brand image dan harga terhadap keputusan pembelian kuota data smartfren di konter renny cell Waru ”

Metode Penelitian

A. Pendekatan Penelitian

[3] Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Jenis penelitian ini merupakan prosedur penelitian yang bentuk deskripsinya dengan angka atau numerik (statistik). Dalam penelitian ini tidak ada perlakuan yang ditambahkan atau dikurangi dalam perolehan data di lapangan, penelitian ini menggambarkan suatu gejala, kondisi, dan sifat situasi secara apa adanya tanpa adanya manipulasi pada waktu penyelidikan lapangan dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah melukiskan variabel atau kondisi obyek yang diamati secara apa adanya tanpa adanya manipulasi.

B. Lokasi Penelitian

Peneliti melakukan penelitian di badan usaha konter renny cell yang berlokasi di jalan Kenongosari No.10 Waru, Sidoarjo, Jawa Timur.

C. Populasi dan Sampel

Pada penelitian ini, populasi yang akan diteliti adalah pelanggan aktif dari bulan Januari 2021 hingga bulan Oktober 2021 yang ada di konter renny cell dengan karakteristik pengguna nomor smartfren yaitu sebanyak 103 pelanggan. Sampel dapat di definisikan sebagai bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki populasi tersebut, pengertian lain dari sampel adalah obyek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi. Sampel diambil dari sebagian populasi dengan menggunakan teknik sampling yang sesuai yakni teknik total samplingyang merupakan salah satu dari teknik non probability sampling. Dalam menentukan sampel data yang akan diteliti, teknik pengambilan sampling yang digunakan adalah dengan non probability sampling yaitu teknik sampling yang tidak memberikan kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi (tidak semua

Pelanggan yang membeli di konter renny cell menjadi sampel) Sehingga hanya pelanggan aktif (pelanggan tetap

di konter renny cell) saja yang digunakan sebagai sampel. Salah satu teknik non probability sampling yang digunakan adalah teknik total sampling yang merupakan teknik sampling dimana sampel yang digunakan dari seluruh jumlah populasi. Sampel ini diambil dari pelanggan aktif di konter renny cell selama bulan Januari 2021 hingga bulan agustus 2021 yakni 103 Pelanggan Aktif.

D. Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang diambil peneliti ialah data primer yang didapatkan dari peninjauan langsung pada perusahaan dan data sekunder yang diambi secara tidak langsung baik dari sumber-sumber jurnal maupun buku serta dokumen-dokumen yang dimiliki perusahaan yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti.

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah cara yang digunakan untuk mengumpulkan data dan keterangan lainnya dalam penelitian. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah kuesioner dan dokumentasi.

F. Teknik Analisa Data

Analisis data dalam penelitian ini akan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan statistik dengan bantuan software SPSS. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier berganda. Persamaan regresi linier berganda adalah suatu persamaan yang menggambarkan pengaruh dua lebih variabel bebas (variabel X) terhadap variabel terikat (variabel Y). Didalam regresi linear berganda dan pengujian hipotesis dilakukan pengujian uji validitas, uji reliabilitas, uji parsial (t), uji simultan (F), koenfisien korelasi berganda (R), dan koenfisien determinasi berganda (R2)

G. Hipotesis

Hipotesis merupakan dugaan sementara yang masih haruh dibuktikan kebenarannya. Dari uraian latar belakang serta landasan teori dapat dikemukakan bahwa dalam penelitian ini dapat dikatakan hipotesisnya sebagai berikut:

H1: ada pengaruh brand image dan harga berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian kuota data smartfren di konter renny cell Waru.

H2: ada pengaruh pengaruh variabel brand image dan harga secara simultan terhadap keputusan pembelian kuota data smartfren di konter renny cell Waru.

H3: ada variabel yang paling signifikan diantara variabel brand image dan harga terhadap keputusan pembelian kuota data smartfren di konter renny cell Waru.

Hasil dan Pembahasan

Hasil

Pengklasifikasian Keputusan Pembelian pada konter renny cell dipengaruhi oleh brand image. Hal ini dapat dilihat berdasarkan persentase kuesioner yang ditanggapi oleh 103 karyawan. Berikut ini rata-rata persentase butir pernyataan setiap variabel :

No. Indikator Brand Image %
1. Brand Identity 83%
2. Brand Personality 86%
3. Brand Association 83%
4. Brand Attitude dan Behavior 85%
5. Brand Benefit & Competence 83%
Rata-rata 84%
Table 3.Persentase Variabel Brand ImageData kuisioner diolah, 2022

Berdasarkan tabel diatas variabel brand image “smartfren” termasuk kategori sangat baik (84%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa indikator brand identity termasuk sangat baik (83%), indikator brand personality termasuk sangat baik (86%), indikator brand association termasuk sangat baik (83%), indikator brand attitude dan behavior termasuk sangat baik (85%), dan indikator brand benefit dan competence termasuk sangat baik (83%). Berikut ini persentase variabel harga (X2):

No. Indikator Harga %
1. Kesesuaian penetapan harga yang diberikan 80%
2. Kewajaran penetapan harga 79%
3. Harga produk dapat dijangkau dengan media teknologi 81%
Rata-rata 80%
Table 4.Persentase variabel Harga (X2)Data kuisioner diolah, 2022

Berdasarkan tabel diatas Harga termasuk kategori sangat baik (80%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa indikator kesesuaian penetapan harga yang diberikan pada smartfren termasuk sangat baik (80%), indikator kewajaran penetapan harga pada smartfren termasuk sangat baik (79%), dan indikator harga produk smartfren dapat dijangkau dengan media teknologi termasuk sangat baik (81%). Berikut ini penilaian tanggapan responden pada variabel keputusan pembelian:

No. Indikator Keputusan pembelian %
1. Tujuan dalam membeli sebuah produk 75%
2. Pemerosesan informasi untuk sampai kepemilihan produk 83%
3. Kemantapan pada sebuah produk 80%
4. Memberikan rekomendasi kepada orang lain 75%
5. Melakukan pembelian ulang 82%
Rata-rata 79%
Table 5.Persentase variabel Keputusan pembelian (Y)Data kuisioner diolah, 2022

Berdasarkan tabel diatas keputusan pembelian smartfren termasuk dalam kategori cukup baik termasuk kategori sangat baik (79%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa indikator tujuan dalam membeli sebuah produk yakni smartfren termasuk baik (75%), indikator pemrosesan informasi untuk sampai kepemilihan produk smartfren termasuk sangat baik (83%), indikator kemantapan pada sebuah produk termasuk sangat baik 80%, indikator kemantapan pada sebuah produk smartfren termasuk sangatbaik (80%), indikator memberikan rekomendasi kepada orang lain mengenai produk smartfren termasuk baik (75%), dan indikator melakukan pembelian ulang pada produk smartfren termasuk sangat baik (82%).

H. Uji Keabsahan Data

1) Uji Validitas

Variabel Item Variabel Correlation (r-hitung) Construck Keterangan
Brand Image (X1) X1.1 .787 0,30 Valid
X1.2 .892 Valid
X1.3 .896 Valid
X1.4 .896 Valid
X1.5 .892 Valid
X1.6 .887 Valid
X1.7 .885 Valid
X1.8 .863 Valid
X1.9 .859 Valid
X1.10 .842 Valid
X1.11 .861 Valid
X1.12 .884 Valid
X1.13 .867 Valid
X1.14 .907 Valid
X1.15 .720 Valid
Table 6.Hasil Uji Validitas Butir Pernyataan KuesionerOutput SPSS
Variabel Item Variabel Correlation (r-hitung) Construck Keterangan
Harga (X2) X2.1 .763 Valid
X2.2 .675 Valid
X2.3 .748 Valid
X2.4 .681 Valid
X2.5 .692 0,30 Valid
X2.6 .543 Valid
X2.7 .742 Valid
X2.8 .610 Valid
X2.9 .474 Valid
Keputusan pembelian (Y) Y1.1 .765 Valid
Y1.2 .754 Valid
Y1.3 .722 Valid
Y1.4 .850 Valid
Y1.5 .805 Valid
Y1.6 .903 Valid
Y1.7 .795 0,30 Valid
Y1.8 .792 Valid
Y1.9 .824 Valid
Y1.10 .874 Valid
Y1.11 .824 Valid
Y1.12 .807 Valid
Y1.13 .799 Valid
Table 7.Hasil Uji Validitas Butir Pernyataan KuesionerOutput SPSS

Pada hasil uji validitas menyatakan bahwa seluruh butir pernyataan kuesioner dari variabel (X) dan variabel X1, X2 dan Y memiliki nilai koefesien korelasi diatas 0,30 (˃0,30) sehingga dapat dikatakan bahwa item pernyataan kuesioner dari variabel (X) dan Variabel (Y) dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk mengukur variabel yang akan diteliti.

2) Uji Reliabilitas

Variabel Nilai Alpha Crombach Nilai r tabel Keterangan
BrandImage(X1) .776 0.6 Reliabel
Harga (X2) .759 0.6 Reliabel
Keputusan pembelian (Y) .776 0.6 Reliabel
Table 8.Hasil Uji Reliabilitas Variabelolah data IBM Statistic SPSS Versi 24, 2022

[4] Berdasarkan hasil uji reliabilitas menggunakan cronbachalphadiketahui variabel instrumen memiliki cronbach alpha lebih besar dari 0,6. Sebuah variabel dikatakan reliabel apabila cronbach alpha > 0,6 [4]. Tabel diatas menjelaskan bahwa nilai cronbach alpha pada variabel BrandImageadalah 0,776, nilai cronbach alpha pada variabel Harga adalah 0,759, dan nilai cronbach Alpha pada variabel Keputusan Pembelian adalah 0,776, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel X1, X2, dan Y reliabel. Dengan demikian seluruh variabel instrumen dalam penelitian ini reliabel atau semua variabel X dan Y dapat digunakan kembali secara berulang-ulang.

I. Analisis Regresi Linear Berganda

Dalam menguji pengaruh Brand Image dan harga terhadap keputusan pembelian, maka digunakan analisis regresi berganda yang dilaksanakan dengan bantuan program IBM Statistic SPSS versi 24 sebagai berikut :

Constant dan Variabel Koenfisien regresi Uji parsial (t)
B Std. Error t Sig
(Constant) -1,885 6,257 -,301 ,764
BrandImage(X1) ,547 ,053 10,266 ,000
Harga (X2) ,503 ,148 3,400 ,001
N: 103 R: 0,668
R2: 0,428
Regresi: Y = -1885 + 0,547 X1+ 0,503 X2Predictors : (contans), Brand Image (X1), Harga (X2), Keputusan pembelian (Y)
Table 9.Hasil Uji Analisis Regresi Linear Bergandaolah data IBM Statistic SPSS Versi 24, 2022

Pada uji hipotesis ini menggunakan uji t (parsial) dari persamaan regresi linier berganda Y = -1885 + 0,547 X1+ 0,503 X2 yang dipergunakan untuk mengukur tingkat pengaruh signifikansi secara parsial (sendiri- sendiri) antara variabel bebas terhadap variabel terikat yaitu keputusan pembelian (Y) . [5] Dengan df = n-k-1

= 103-2-1 = 100 sehingga diperoleh t tabel sebesar 1,660. Hasil perhitungan Uji t (parsial) yang dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 24, variabel Brand Image (X1) diperoleh nilai t hitung sebesar 10,266, Sehingga Nilai thitung ini lebih besar (>) dari pada nilai t tabel yaitu 1,660. Nilai signifikansi yang diperoleh adalah sebesar 0,000. Jadi, nilai signifikansi ini lebih kecil (<) dari pada nilai  yaitu 0,05. Karena (t hitung > t tabel = 10,266>1,660) dan (sig < α = 0,000< 0,05 ) artinya variabel independen yaitu Brand Image (X1) secara parsial berpengaruh terhadap variabel dependen yaitu Keputusan pembelian (Y).

Perhitungan Uji t yang dilakukan dengan bantuan program SPSS di atas, variabel Harga (X2) diperoleh nilai t hitung sebesar 3,400, Sehingga Nilai t hitung ini lebih besar dari pada nilai t tabel yaitu 1,660. Nilai signifikansi yang diperoleh adalah sebesar 0,001. Jadi, hingga nilai signifikansi ini lebih kecil dari pada nilai  yaitu 0,05. Karena (thitung > t tabel = 3,400>1,660) dan (sig < α = 0,001 < 0,05) artinya variabel independen yaitu Harga (X2) secara parsial berpengaruh terhadap variabel dependen yaitu Keputusan pembelian (Y).

Berdasarkan hasil penelitian ditetepakna df1= 2 dan df2= n-k-1, dimana n merupakan jumlah sampel dan k merupakan variael bebas sehingga df2= n-k-1=103-2-1= 100df2= 100-3-1=96, dan tingkat taraf signifika 5% (0,05), maka nilai Ftabel sebesar 3,09. Hal ini berarti Fhitung > Ftabel (58,038 > 3,09), dan Diperkuat dengan nilai signifikan (0,00 < 0.05), Brand Image (X1), dan Harga (X2) secara simultan bepengaruh terhadap variabel terikat yakni Keputusan pembelian (Y)

Syarat dari nilai koefisien korelasi berganda Jangkauan nilai R adalah bekisar antara 0 dan 1. Semakin mendekati 1 (satu) maka hubungan antara variabel bebas terhadap variabel terikat semakin kuat. Artinya variabel Brand Image, dan Harga memiliki hubungan yang kuat terhadap keputusan pembelian. Analisis korelasi berganda (R) adalah 0,733 atau mendekati 1. Artinya terdapat hubungan yang kuat antara variabel bebas dengan variabel terikat sedangkan Koenfisien determinasi berganda Adjusted R Squared artinya Rsquare yang disesuaikan. Dalam penelitian ini besarnya Adjusted R Square atau R2 (Koenfisien Determinasi Berganda) adalah sebesar 0,537.

Pembahasan

Berlandaskan pengujian dari regresi linear berganda dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Hipotesis Pertama: ada pengaruh Brand Image secara parsial terhadap keputusan pembelian di Konter renny cell yang akan diuraikan dibawah ini: Berdasarkan penelitian yang dilakukan peneliti bahwa brand image berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian. keputusan pembelian didapatkan ketika konsumen tidak hanya membeli satu kali dalam suatu produk tapi berkali-kali membeli produk setelah mendapatkan manfaat, merasakan fungsi dalam menggunakan suatu produk, sehingga kualitas produk tersebut sesuai dengan brand image yang tidak diragukan. Keputusan Pembelian ini bermula dengan tanggapannya terhadap Brand Image yang diberikan kuota data smartfren sehingga konsumen tidak ragu-ragu dalam mengambil keputusan dalam melakukan transaksi pembelian terhadap produk tersebut. Realita terjadinya keputusan pembelian melalui brand image ini dipaparkan dalam teori dari [6] Brand Image” atau citra merek adalah bagaimana suatu merek mempengaruhi persepsi, pandangan masyarakat atau distributor terhadap perusahaan atau produknya. Realita dan teori diatas mendukung penelitian terdahulu dari [7] dengan hasil brand image berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Brand Image yang terkenal dan diyakini banyak konsumen terhadap suatu merek sangat bervariasi tergantung pada persepsi masing-masing individu. Apabila suatu produk memiliki brand image positif dan diyakini oleh banyaknya konsumen yang menggunakan, maka konsumen akan berkomentar positif terhadap produk tersebut sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan keinginannya, maka dengan sendirinya akan menumbuhkan keputusan pembelian konsumen akan produk yang ditawarkan. Sebaliknya jika brand image suatu produk negatif dimata konsumen, maka keputusan pembelian konsumen terhadap produk tersebut akan berkurang bahkan bisa juga konsumen tidak melakukan pembelian terhadap produk tersebut. Penelitian relevan dari [8] yang berjudul Pengaruh Brand Image Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Pada Pembeli Kartu Perdana Simpati Di Booth Telkomsel Matos) juga mendukung realita keputusan pembelian kartu perdana telkomsel sedangkan pada penelitian saat ini keputusan pembelian kuota data smartfren sehingga dapat memperkuat penelitian terdahulu dengan hasilnya yakni brand image berpengaruh terhadap keputusan pembelian.

2. Hipotesis Kedua: ada pengaruh Harga secara parsial terhadap Keputusan pembelian di Konter Renny Cell yang akan diuraikan dibawah ini: Berdasarkan hasil penelitian diatas maka dapat disimpulkan bahwa harga berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian sesuai dengan teori yang menyatakan sejumlah uang yang dibayarkan atas barang dan jasa atau jumlah nilai yang konsumen tukarkan dalam rangka mendapat manfaat dari memiliki atau menggunakan barang atau jasa. Di dalam perusahaan ini konsumen yang melakukan transaksi pembelian sedikit banyak akan membandingkan harga produk dari satu penjual dengan penjual lainnya. namun, di konter renny cell Harga yang diberikan sudah sesuai dengan manfaat produk yang dijual dan sesuai dengan pelayanan dalam sistem penjualan yang cepat dan tepat. Penelitian ini juga memperkuat penelitian terdahulu dari [9] yang menyatakan keputusan pembelian di tokopedia, tentunya para konsumen telah banyak melakukan transaksi pembelian yang berulang. Pembelian dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti iklan, citra merek produk, harga yang ditawarkan dan lain sebagainya. Tinggi dan rendahnya harga pada suatu produk selalu menjadi perhatian utama para konsumen saat mereka mencari produk yang mereka butuhkan, sehingga harga yang ditawarkan kepada konsumen menjadi pertimbangan khusus, sebelum mereka memutuskan untuk membeli barang atau menggunakan suatu jasa. berdasarkan kebiasaan (rutinitas) para konsumen, strategi penetapan harga sangat berpengaruh penting terhadap penjualan maupun pemasaran.

3. Hipotesis Kedua: ada pengaruh Brand Image, dan Harga secara simultan terhadap Keputusan pembelian. Brand Image, dan Harga secara simultan mempengaruhi Keputusan pembelian karena ke dua variabel ini berkaitan. Hasil analisa menunjukkan bahwa variabel Brand Image (X1) dan Harga (X2), berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian konsumen (Y) di konter renny cell dengan adanya bukti keterkaitan antar variabel di dalam lapangan atau di dalam transaksi pembelian dan penjualan yang dirasakan konsumen. Perusahan konter renny cell telah menjadi perusahaan yang memiliki konsumen tetap dan tidak tetap, berdasarkan survei kuesioner di lapangan keputusan pembelian konsumen dipengaruhi brand image dari produk kuota data smartfren yang mampu bersaing dengan provider lainnya dari segi kualitas, kecepatan data dan harga lebih murah atau ekonomis dibanding konter pesaingnya, sehingga harga menjadi faktor penting bagi konsumen dalam memutuskan pembelian di konter renny cell yang memuaskan dengan adanya kecepatan dan ketepatan transaksi yang di peroleh. Hasil penelitian ini memperkuat penelitian yang dilakukan [10] yang menjelaskan bahwa hasil dalam analisis regresi linier berganda di ketahui bahwa variabel promosi, harga dan brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dan juga memperkuat penelitian dari [11] dengan judul pengaruh tarif, citra Merek, dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian tiket maskapai penerbangan citilink indonesia yang memperoleh hasil bahwa tarif dan citra merek berpengaruh secara simultan.

4. Hipotesis Ketiga: Manakah diantara Brand Image, dan harga; variabel Brand Image adalah variabel yang paling berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian di Konter Renny Cell Hasil analisa menunjukkan bahwa variabel yang paling signifikan terhadap keputusan pembelian adalah Brand Image dibandingkan dengan variabel harga, sehingga hal tersebut sesuai dengan penelitian terdahulu dari dengan hasil brand image berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Brand Image yang terkenal dan diyakini banyak konsumen terhadap suatu merek sangat bervariasi tergantung pada persepsi masing-masing individu. Apabila suatu produk memiliki brand image positif dan diyakini oleh banyaknya konsumen yang menggunakan, maka konsumen akan berkomentar positif terhadap produk tersebut sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan keinginannya, maka dengan sendirinya akan menumbuhkan keputusan pembelian konsumen akan produk yang ditawarkan. Sebaliknya jika brand image suatu produk negatif dimata konsumen, maka keputusan pembelian konsumen terhadap produk tersebut akan berkurang bahkan bisa juga konsumen tidak melakukan pembelian terhadap produk tersebut. Hal ini juga mendukung teori yang dinyatakan oleh bahwa Brand Image” atau citra merek adalah bagaimana suatu merek mempengaruhi persepsi, pandangan masyarakat atau distributor terhadap perusahaan atau produknya, sehingga dapat disimpulkan dari teori ini bahwa presepsi mengenai merek akan menciptakan sebuah keputusan pembelian.

Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan oleh peneliti terkait dengan Pengaruh brand image dan harga terhadap keputusan pembelian di konter renny cell, maka kesimpulan akan dijabarkan sebagai berikut:

a. Hasil dari uji t menunjukkan bahwa variabel brand image memperoleh thitung>ttabel=10,266>1,660 dan 0,000<0,05 sehingga dapat disimpulkan brand image berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian kuota data smartfren di konter renny cell.

b. Hasil dari uji t menunjukkan bahwa variabel harga memperoleh thitung>ttabel=3,400 >1,660 dan 0,001<0,05 sehingga dapat disimpulkan harga berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian kuota data smartfren di konter renny cell.

c. Hasil dari uji F menunjukkan brand image dan harga memperoleh Fhitung >Ftabel yakni 58,038 > 3,09 dan nilai signifikasi 0,00<0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa brand image dan harga berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian di konter renny cell

d. Sementara dalam penelitian ini antara Brand Image dan Harga yang berpengaruh paling signifikan terhadap Keputusan Pembelian yaitu variabel Brand Image, dengan thitung>ttabel=10,266>1,660 dan 0,000<0,05.

References

  1. Keller. (2019). Manajemen Pemasaran, Jilid I, Edisi Kedua belas, PT. Indeks, Jakarta.
  2. Kotler dan Amstrong. (2019). Dasar-dasar Pemasaran. Jilid 1: Edisi Kesembilan. Penerbit PT. Indeks Gramedia. Jakarta.
  3. Arikunto. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
  4. Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R dan D. Bandung: Alfabeta
  5. Ghozali. (2018). Aplikasi Analisis Multivariat Dengan Program IMB SPSS 24 (9th ed.). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
  6. Kotler. (2019). Manajemen Pemasaran. PT. Prenhallindo, Jakarta
  7. Nuprilianti, Nanda Purnama. (2016). Pengaruh Personal Selling, Brand Image, Word Of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian Mobil Nanda Purnama. Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia
  8. Soim, Faisal Munif. (2016). Pengaruh Brand Image Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Pada Pembeli Kartu Perdana Simpati Di Booth Telkomsel Matos). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 35 No. 1 Juni 2016. Universitas Brawijaya Malang.
  9. Rahmadani, Refika dan Febryandhie Ananda (2018). Analisis Pengaruh Harga Terhadap Keputusan Pembelian Di Online Shop Tokopedia. Jurnal Ekonomi. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi KBP.
  10. Lestari. Anna Dwi. (2017). Pengaruh Promosi, Harga Dan Brand Image Terhadap Keputusan Pembelian Produk Provider Handphone (Studi pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta). Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta
  11. Pamungkas, S., & Hidayat, W. (2015). Pengaruh Tarif, Citra Merek, dan Kualitas Pelayanan terhadap Keputusan Pembelian Tiket Maskapai Penerbangan Citilink Indonesia. Jurnal Ekonomi.