Business and Economics
DOI: 10.21070/acopen.8.2023.3584

Differential Cost Analysis in Management Decision Making Accept or Reject Special Order Prices


Analisis Biaya Diferensial dalam Pengambilan Keputusan Manajemen Menerima atau Menolak Harga Pesanan Khusus

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia

(*) Corresponding Author

Differential costs Decision Making Special Orders

Abstract

This study aims to analyze and test the Analysis of Differential Costs in Management Decision Making to Accept or Reject Special Order Prices at MSMEs in Kedai Vivi. In this research, the writer uses descriptive quantitative research. Data collection through interviews and questionnaires. Analysis of the data used in this study is an analysis of the company's differential costs, which are the differences in costs arising from an alternative product of Kedai Vivi. The results of the differential cost analysis at Kedai Vivi show that in November 2021 Kedai Vivi earns a profit of Rp. 1,119,800 when it receives special orders. However, if Kedai Vivi refuses a special order, it will only get a profit of Rp. 915,790. The analysis and implementation of the data resulted in a positive differential profit because the differential cost was lower than the selling price set by MSME Kedai Vivi.

Pendahuluan

Perkembangan ekonomi yang semakin pesat, baik perusahaan yang bergerak di sektor industri, komersial maupun jasa, menuntut perusahaan untuk menjaga daya saingnya dengan perusahaan lain, keadaan ini membuat setiap bentuk perusahaan terutama yang mencari keuntungan, matang dan bijaksana. perusahaan. Perusahaan dapat menjalankan fungsinya dan beroperasi sesuai dengan rencana yang dibuat untuk mencapai tujuan perusahaan. Pada umumnya tujuan utama suatu perusahaan adalah laba, dimana mengharapkan labanya meningkat setiap periodenya. Tujuan perusahaan ketika meningkatkan laba adalah untuk dapat mempertahankan eksistensinya. Peningkatan laba perusahaan akan memberikan efek positif bagi kesejahteraan pemilik perusahaan dan karyawan, serta pembayaran kewajibannya dalam mengelola operasinya. Manajemen perlu bekerja keras agar perusahaan dapat menghasilkan keuntungan yang maksimal dengan menekan biaya produksi serendah mungkin. [1].

Akutansi manajemen mengembangkan informasi keuangan bagi para manajer dan pengelola perusahaan untuk digunakan dalam pengambilan keputusan, sehingga perusahaan dapat lebih kompetitif di tengah persaingan terbuka. Informasi keuangan disediakan untuk masing-masing fungsi utama manajemen, yaitu (1) manajemen strategis, (2) perencanaan dan pengambilan keputusan, (3) pengendalian manajemen dan operasi, serta (4) penyiapan laporan keuangan [2]. Menurut [3] sistem informasi akutansi manajemen adalah sistem yang menghasilkan keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu manajemen, proses adalah inti dari suatu sistem informasi akutansi manajemen.

Manajemen membutuhkan informasi untuk mengambil keputusan dan menentukan dampaknya terhadap laba rugi sebagai akibat dari alternatif keputusan yang dibuat. Informasi diferensial adalah informasi mengenai pilihan alternatif untuk tindakan tertentu atas tindakan lain. Analisis biaya tambahan adalah model pengambilan keputusan yang dapat digunakan untuk menilai perbedaan pendapatan dan biaya yang terkait dengan pengambilan keputusan alternatif [4].

Untuk mencapai tujuannya mendapatkan laba, perusahaan perlu melakukan aktivitas produksi yang berakibat timbulnya biaya, dari sisi ini terlihat bahwa disatu sisi biaya merupakan akibat dari kegiatan produksi, di sisi lain biaya juga berpengaruh terbalik pada keuntungan, dengan demikian, maka untuk mendapatkan laba yang optimal diperlukan biaya yang optimal. Sehubungan dengan hal tersebut maka pemahaman mengenai biaya sifat dan jenisnya sangat diperlukan dalam menjalankan usaha [5]. Sedangkan menurut [6] mengungkapkan bahwa biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang kemungkinan terjadi untuk tujuan tertentu. Dalam arti sempit biaya biaya dapat diartikan sebagai pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh aktiva (harga pokok).

Menurut [7] pengertian biaya diferensial adalah biaya yang berbeda-beda akibat adanya tingkat produksi yang berbeda yang mengakibatkan perbedaan biaya tetap. Dengan demikian biaya diferensial merupakan biaya yang berbeda-beda akibat adanya tingkat produksi. Sedangkan menurut [8] mengatakan bahwa “Biaya diferensial adalah biaya masa yang akan datang yang diperkirakan akan berbeda atau terpengaruh oleh suatu pengambilan keputusan pemilihan diantara berbagai macam alternatif. Biaya relevan dengan analisis yang dilakukan manajemen untuk pengambilan keputusan”. [9] mengatakan bahwa “Biaya diferensial adalah perbedaan biaya diantara sejumlah alternatif pilihan”.

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau UMKM merupakan salah satu jenis usaha efektif yang selama ini berkembang sangat pesat di Indonesia. UMKM di Indonesia mencapai 62,9 juta unit diantaranya; pertanian, peternakan, pengolahan, perdagangan, jasa dan komunikasi [10]. Di Indonesia UMKM memiliki peran startegis dan pengaruh yang besar bagi perkembangan ekonomi Nasional.

Sebagaimana kita ketahui bahwa banyaknya UMKM di Indonesia ini mempengaruhi peningkatan perekonomian. Baik UMKM di bidang industri, dagang, maupun manufaktur. Tujuan dari perusahaan yaitu memaksimalkan keuntungan sebagai kelangsungan hidup usaha. Salah satu penelitian yang menjadi dasar penelitian ini adalah analisis biaya inkremental, dimana hasil penelitian dianalisis ketika manajemen mengambil keputusan untuk menerima atau menolak pesanan khusus untuk produk Kedai Vivi. (Studi pada UMKM Kedai Vivi).

Metode Penelitian

A. Lokasi Penelitian

Tempat penelitian dilakukan pada UMKM Kedai Vivi yang berlokasi di Selorawan RT/RW 04/07 Cangkringmalang, Beji, Pasuruan.

B. Jenis dan Sumber Data

Jenis Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah :

Data Kualitatif terdiri dari:

  1. Sejarah perusahaan
  2. Kegiatan usaha
  3. Data kuantitatif yaitu laporan harga pokok produksi.

Sumber Data

Yang menjadi Sumber Data dalam penelitian ini adalah :

1. Data Primer

Data yang diperoleh langsung dari pihak UMKM Kedai Vivi :

  1. Sejarah perusahaan
  2. Kegiatan usaha
  3. Laporan harga pokok produksi

2. Data Sekunder

Data yang diperoleh dari beberapa referensi yang ada yang berhubungan dengan penelitian ini.

C. Teknik Pengumpulan Data

1. Metode Penelitian Lapangan

Teknik pengumpulan data yang bersifat kualitatif dengan cara mengadakan pengamatan langsung ke lokasi usaha yang diteliti dan memperoleh data langsung dengan wawancara dan daftar pertanyaan.

2. Penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan data melalui buku atau referensi yang ada kaitannya dengan penelitian ini.

D. Teknik Analisis Data

1. Penelitian (Pengumpulan Data)

Data-data yang dikumpulkan adalah :

  1. Data penjualan
  2. Data biaya penuh (biaya variabel dan biaya tetap)
  3. Harga jual

2. Data yang ada kemudian di analisis dengan menggunakan perhitungan biaya diferensial menurunkan harga pesanan khusus untuk mendapatkan informasi mengenai pendapatan, biaya, aktiva.

3. Setelah data di analisis dengan menggunakan perhitungan biaya diferensial menurunkan harga pesanan khusus tersebut, maka di tarik kesimpulan apakah pesanan khusus dapat diterima atau ditolak.

Hasil dan Pembahasan

Laporan Data Biaya dan Penggunaannya Kedai Vivi Bulan November 2021

Figure 1.Penggunaan dan biaya bahan baku per hari

Figure 2.Biaya Tenaga Kerja Langsung November

Jika di perhitungkan biaya tenaga kerja langsung per pack sebesar Rp 6.538,- .

Figure 3.Biaya Operasional

Figure 4.Biaya Pemasaran November 2021

Perhitungan Biaya Bahan Baku

Figure 5.Biaya Bahan Baku Awal

Figure 6.Biaya Bahan Baku Pesanan Khusus

Perhitungan Biaya Bahan Baku awal dan biaya bahan baku pesanan khusus pada Kedai Vivi. Hasil perhitungan biaya bahan baku awal dengan kapasitas 400pack sebesar Rp 3.634.000, sedangkan biaya bahan baku pesanan khusus sebesar Rp 1.090.200.

Perhitungan Ratio Alokasi Biaya Kedai Vivi

Alokasi Biaya

Dalam kapasitas produksi aneka pisang hanya menggunakan sebagian alokasi dari seluruh biaya overhead.

Dari hasil perhitungan di dapatkan bahwa alokasi aneka pisang dengan kapasitas 400pack adalah sebesar 78%. Sehingga biaya overhead untuk aneka pisang adalah sebagai berikut :

Figure 7.Biaya Overhead Kapasitas

Dari hasil perhitungan di dapatkan bahwa alokasi aneka pisang dengan kapasitas 120pack adalah sebesar 22%. Sehingga biaya overhead untuk aneka pisang adalah sebagai berikut :

Figure 8.Biaya Overhead Kapasitas

Perhitungan HPP Diferensial dan Laba Rugi

Figure 9.Perhitungan HPP Bulan November

Berdasarkan pehitungan HPP adalah Rp 17.336 /pack.

Figure 10.Laporan Laba Rugi Penjualan

Figure 11.Perhitungan Hpp Bulan November

Berdasarkan perhitungan HPP adalah Rp 17.300 /pack.

Figure 12.Laporan Laba Rugi Penjualan November 2021

Perhitungan HPP dan Laba Rugi penjualan Kedai Vivi. Hasil perhitungan HPP atas penjualan awal adalah Rp 17.336 /pack dengan kapasitas 400pack dan mendapatkan laba sebesar Rp 915.790, yang di dapat dari hasil penjualan dikurangi dengan biaya variabel dan biaya tetap. Selanjutnya perhitungan HPP pesanan khusus sebesar Rp 17.300 /pack dengan kapasitas 120 pack. Perhitungan laba rugi pesanan khusus diketahui bahwa hasil penjualan yang di kurangi dengan biaya variabel dan biaya tambahan (Topping) sehingga menghasilkan laba sebesar Rp 204.010.

Perhitungan Laba Rugi Sesudah dan Sebelum Menerima Pesanan Khusus Kedai Vivi Bulan November 2021

Figure 13.Kedai Vivi Bulan November 2021

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, penulis akan menganalisis hasil keputusan Kedai Vivi dalam menerima atau menolak tawaran pesanan khusus tersebut :

  1. Biaya bahan baku yang harus dikeluarkan Kedai Vivi untuk membuat 120pack tambahan tersebut adalah Rp 1.090.200 di tambah Rp 120.000 untuk tambahan topping. Terdapat perhitungan Laba rugi atas pesanan khusus Kedai vivi, hasil perhitungan laba rugi atas pesanan khusus menunjukkan bahwa Kedai vivi mendapatkan laba sebesar Rp 204.010.
  2. Pesanan khusus ini dapat diterima karena memenuhi kriteria yaitu jika harga jual pesanan khusus lebih tinggi dari biaya variabel yang ditanggung perusahaan maka pesanan khusus tersebut dapat diterima, dan jika harga jual pesanan khusus tersebut lebih rendah. daripada biaya variabel yang dikeluarkan oleh perusahaan, sebaliknya perusahaan akan menolak pesanan khusus tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa harga jual yang dibebankan oleh konsumen lebih tinggi dibandingkan dengan biaya variabel yang dikeluarkan oleh perusahaan. Jadi pesanan khusus dapat diterima.
  3. Secara keseluruhan, Kedai Vivi tetap memperoleh laba usaha lebih besar, yaitu sebesar Rp 1.119.800 jika menerima pesanan tambahan tersebut dibanding sebesar Rp 915.790 jika menolaknya.
  4. Keputusan Kedai Vivi terhadap pesanan khusus tersebut adalah menolak pesanan khusus, karena Kedai Vivi ingin medapatkan penjualan yang tinggi untuk medapatkan laba yang banyak. Padahal dari hasil perhitungan analisis biaya diferensial Kedai Vivi masih mendapatkan tambahan laba. Keputusam Kedai Vivi dalam menolak pesanan khusus kurang tepat.

Simpulan

  1. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, peneliti menganalisis biaya tambahan yang dibutuhkan Kedai Vivi saat menerima pesanan khusus sebagai dasar pemikiran dalam mengambil keputusan jangka pendek apakah Kedai Vivi akan untung atau rugi. Setelah melakukan perhitungan dengan menggunakan analisis biaya tambahan, Kedai Vivi mendapatkan tambahan keuntungan sebesar Rp. Menerima pesanan khusus. Namun, jika Kedai Vivi menolak pesanan khusus, ia hanya akan mendapat untung Rp 915.790.
  2. Dengan mengkategorikan biaya setelah memisahkannya dari biaya variabel dan biaya tetap, manajemen dapat melihat biaya variabel mana yang dikeluarkan.

References

  1. Galuh Ananda Rexy Pertiwi, “ANALISIS BIAYA DIFERENSIAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENERIMA ATAU MENOLAK PESANAN KHUSUS PADA UD. SUMBER REJEKI SURABAYA,” 2020.
  2. Rudianto, Akuntansi Manajamen. Jakarta: Erlangga, 2013.
  3. M. M. M. Hansen Don R, Akuntansi Manajemen, Tujuh. Jakarta: Salemba Empat, 2006.
  4. A. Zukhri, J. P. Ekonomi, and U. P. Ganesha, “Analisis biaya diferensial dalam pengambilan keputusan menerima atau menolak pesanan khusus pada usaha kerajinan yande batok kelapa di kabupaten klungkung,” vol. 9, no. 2, pp. 356–366, 2017.
  5. H. F. Noor, Ekonomi Manajerial, Edisi Revi. Jakarta: PT RAJAGRAFINDO PERSADA, 2011.
  6. Mulyadi, Akuntansi Biaya, 5th ed. Yogyakarta: STIM YKPM, 2012.
  7. Prawironegoro, Akutansi Manajemen, Edisi Keti. Jakarta: Mitra Wacana Media, 2009.
  8. Sunarto, Akutansi Biaya, Edisi Revi. Yogyakarta: Amus, 2004.
  9. dkk Aldoph, M, Akutansi Biaya Perencanaan dan Pengendalian Jilid 2. Jakarta: Erlangga, 2000.
  10. F. N. Azizah, I. F. Ilham, L. P. Aqidah, and S. A. Firdaus, “Strategi UMKM untuk Meningkatkan Perekonomian selama Pandemi Covid-19 pada saat New Normal,” vol. 5, no. 1, 2020.