Business and Economics
DOI: 10.21070/acopen.7.2022.3305

Analysis of the Difference in Stock Prices and Stock Returns Before and After Stock Split


Analisis Perbedaan Harga Saham dan Return Saham Sebelum dan Sesudah Stock Split

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia

(*) Corresponding Author

Stock Price Stock Return Stock Split

Abstract

This study aims to determine the difference between stock prices and stock returns before and after the stock split. The capital market provides investment facilities for investors who have excess funds to be able to invest their money in the hope of getting a return. The stock split is carried out on the basis of two theories, namely trading range theory and signaling theory. Research data is daily data for a five-year period (2015-2020). The sampling method used was purposive sampling, 31 companies that met the criteria were selected as samples. The analytical method used in this research is descriptive statistical test and normality test and paired sample t-test. The results of this study indicate that there is a significant difference in stock prices and there is a significant difference in stock returns before and after the stock split.

Pendahuluan

Sebagai sistem perekonomian pasar modal dalam melaksanakan fungsi ekonominya dapat mempertemukan pihak yang membutuhkan dana jangka panjang yakni pihak emiten dengan pihak investor yang membutuhkan sarana investasi terpercaya dan prospektif. Pasar modal memberikan sarana investasi bagi para investor yang memiliki kelebihan dana untuk dapat menginvestasi uangnya dengan harapan memperoleh return. Investor dalam menentukan dan memilih pada perusahaan mana mereka akan menginvestasikan modalnya dengan tujuan memperoleh keuntungan maksimal melalui permintaan dan penawaran saham yang terjadi. Perusahaan perlu mempertahankan harga saham mereka pada rentang yang wajar dan ideal menurut para investor sehingga saham tersebut cukup likuid untuk diperdagangkan.

Fenomena pertama dengan adanya covid 19 dimana ditahun 2020 membuat perusahaan tetap menstabilkan sahamnya yang dilakukan perusahaan untuk mempertahankan agar sahamnya tetap berada dalam rentang perdagangan yang optimal adalah dengan melakukan stock split. Salah satu tujuan stock split adalah untuk mengembalikan harga per lembar saham pada tingkat perdagangan yang optimal sehingga meningkatkan likuiditas.

Fenomena Kedua alasan suatu perusahaan melakukan stock split antara lain mendukung signaling theory dan trading range theory. Menurut signalling theory menyatakan bahwa stock split memberikan informasi kepada investor tentang prospek peningkatan return masa depan yang substansial. Trading Range Theory memberikan penjelasan bahwa stock split meningkatkan likuiditas perdagangan saham. Dalam teori ini perusahaan menilai harga saham terlalu tinggi sehingga kurang menarik diperdagangkan.

Fenomena ketiga yang mendasari penelitian ini adalah ketidak konsistenan hasil penelitian–penelitian sebelumnya seperti hasil penelitian yang dilakukan oleh Penelitian tersebut berhasil membuktikan bahwa terajdi perbedaan signifikan antara return saham sebelum dan sesudah stock split.

Penelitian bahwa likuiditas pasar akan semakin rendah setelah stock split. Volume perdagangan menjadi lebih rendah dibandingkan sebelumnya. Oleh karena itu biaya transaksi pialang secara proporsi meninngkat dan bid-ask-spread (selisih harga bid yang diajukan oleh pembeli dan harga ask yang diminta pleh penjual) juga lebih tinggi dari sebelumnya.

Alasan penelitian ini memilih perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai objek penelitian dikarenakan perusahaan manufaktur merupakan perusahaan yang berskala besar terdiri dari berbagai sub sektor industry sehingga dapat mencerminkan reaksi pasar modal secara keseluruhan.

Berdasarkan uraian diatas bahwa hasil-hasil penelitian terdahulu tentang pengaruh stock split terhadap harga saham dan return saham tidak berdistribusi normal masih memberikan hasil yang bervariasi, sehingga penelitian berusaha untuk mengkaji ulang tentang “perbandingan harga saham dan return saham sebelum dan sesudah stock split: studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Mengacu pada latar belakang masalah yang diuraiakan di atas, maka tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan harga saham dan return saham sebelum dan sesudah stock split.

Metode

A. Jenis dan Pendekatan Penelitian

Dalam penelitian ini, ini menunjukkan bahwa karakteristik masalah dalam bentuk hubungan sebab akibat antara dua atau lebih variabel. Penelitian ini menggambarkan hubungan antara variabel dependen dalam bentuk perpecahan saham, dan menjelaskan bagaimana variabel independen dipengaruhi oleh variabel dependen dalam bentuk harga saham dan return saham. Oleh karena itu, dalam penelitian ini menggunakan teknik penelitian komparatif kausal (Causal-Comparative).

B. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di galeri bursa efek Indonesia Universitas Muhammadiyah Sidoarjo pada perusahaan manufaktur. Periode penelitian yang diambil pada tahun 2015-2020.

C. Teknik Penentuan Informan

Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia selama periode tahun 2015 sampai dengan tahun 2020. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan sampel jenuh dimana semua anggota populasi digunakan menjadi sampel. Jadi dalam penelitian ini yaitu 31 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

D. Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa laporan keuangan (annual report) perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI dalam periode tahun 2015-2020. Sumber data tersebut diperoleh melalui situs resmi homepage Bursa Efek Indonesia yaitu .

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi. Teknik dokumentasi dilakukan dengan cara mengumpulkan, mencatat dan menghitung data-data yang berhubungan dengan penelitian. Dalam penelitian ini data-data diperoleh dari mengunduh data dan informasi secara resmi di BEI (). Data tersebut dilakukan dengan cara menganalisa dokumen-dokumen tertulis.

F. Teknik Analisis Data

Pada penelitian ini teknik analisis data dengan melakukan uji statistik deskriptif dan uji asumsi klasik dengan software SPSS versi 25 untuk menguji hubungan antar variabel. Analisis9regresi linier berganda digunakan9untuk mengetahui arah dan seberapa9besar pengaruh variabel independen pada9variabel dependen. Metode9analisis yang digunakan9untuk9menguji pengungkapan harga saham dan pengungkapan return saham terhadap sesudah dan sebelum terjadinya stock split menggunakan uji statistik deskriptif dan uji asumsi kalsik.

Hasil dan Pembahasan

A. Gambaran Umum Objek Penelitian

Objek dalam penelitian ini menggunakan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2015 sampai 2020. Pada periode ini terdapat banyak sektor perusahaan yang melakukan stock split, setelah dilakukan sampel jenuh maka diperoleh sampel penelitian ini sebanyak 31 perusahaan. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan tahunan (annual report) yang diperoleh melalui situs resmi homepage Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu . Berikut ini tabel perusahaan yang memenuhi kriteria dalam penelitian ini.

9 No Tgl Stock SPlit 9 Kode Nama 9 Perusahaan Rasio
1 2015-07-14 GDYR Goodyear Indonesia Tbk 1:10
2 2015-08-03 CEKA Wilmar Cahaya Indonesia Tbk 1:2
3 2015-09-02 LION Lion Metal Works Tbk 1:10
4 2015-09-02 LMSH Lionmesh Prima Tbk 1:10
5 2015-11-03 DLTA Delta9Djakarta9Tbk 1:50
6 2015-12-21 MERK Merck Tbk 1:20
7 2016-06-14 HMSP H.M. Sampoerna Tbk 1:25
8 2016-06-22 IMPC Impack Pratama Industri Tbk 1:10
9 2016-06-29 ERTX Eratex Djaja Tbk 1:8
10 2016-07-12 TBMS Tembaga Mulia Semanan Tbk 1:20
11 2016-07-27 ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 1:2
12 2016-08-01 BTON Betonjaya Manunggal Tbk 1:4
13 2016-08-04 MYOR Mayora Indah Tbk 1:25
14 2016-08-12 CNTX Century Textile Industri Tbk 1:20
15 2016-08-23 KICI Kedaung Indah Can Tbk 1:2
16 2016-08-29 BIMA Primarindo Asia Infrastructure Tbk 1:2
17 2016-09-21 IKBI Sumi Indo Kabel Tbk 1:4
18 2016-10-20 TOTO Surya Toto Indonesia Tbk 1:10
19 2016-11-02 SMSM Selamat Sempurna Tbk 1:4
20 2019-02-11 MARK Mark Dynamics Indonesia Tbk 1:5
21 2017-07-03 VOKS Voksel Electric Tbk 1:5
22 2017-08-10 ULTJ Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk 1:4
23 2017-08-15 BTEK Bumi Teknokultura Unggul Tbk 1:8
24 2017-10-23 INAI Indal Aluminium Industri Tbk 1:2
25 2017-11-21 TPIA Chandra Asri Petrochemical Tbk 1:5
26 2019-05-24 LPIN Multi Prima Sejahtera Tbk 1:4
27 2019-07-04 PTSN Sat Nusapersada Tbk 1:3
28 2019-08-16 JSKY Sky Energy Indonesia Tbk 1:2
29 2020-01-02 UNVR Unilever Indonesia Tbk 1:5
30 2020-08-03 BELL Trisula Textile Industries Tbk 1:5
31 2020-09-14 SIDO Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk 1:2
Table 1.Daftar Perusahaan Manufaktur

B. Analisis Data Dan Hasil Penelitian

Analisis penelitian menggunakan software SPSS versi 25 untuk menguji antar variabel. Pengungkapan harga saham dan return saham sesudah (+10) hari dan sebelum (-10) hari stock split menggunakan uji statistik deskriptif dan uji asumsi klasik.

Langkah-langkah dalam9menganalisis data adalah sebagai berikut :

  1. Membuat dan menghitung harga saham 31 perusahaan sampel pada sepuluh hari sebelum dan sepuluh hari sesudah pemecahan saham9(stock split).
  2. Membuat dan menghitung9rata-rata return saham 31 perusahaan sampel pada sepuluh hari sebelum dan sepuluh hari sesudah pemecahan saham (stock split) diperoleh dari penjumlahan rata-rata harga saham9seluruh sampel.
  3. Menentukan derajat kepercayaan dalam penelitian ini 95% dengan9tingkat signifikan 5%.
  4. Pengujian hipotesis sebelum pengujian uji hipotesis disajikan hipotesis penelitian secara statistik yaitu H0 diterima9jika signifikansilebih besar dari tingkat signifikansi α (0,05),9sedangkan H0 ditolak jika signifikansi9lebih kecil9dari tingkkat signifikansi α9(0.05).

Berikut hasil dari indikator variabel harga saham dan return saham sebelum dan sesudah stock split:

1. Harga Saham

Indikator harga saham di penelitian ini menggunakan harga closingan per 10 hari sebelum dan 10 hari sesudah stock split pada perusahaan manufaktur periode 2015-2020. berikut tabel 4.2 closingan harga saham sebelum dan sesudah stock split :

KODE HS Sebelum (X1) HS Sesudah (X2) Stock Split (Y)
GDYR 1730 1650 1632
CEKA 633 680 514
LION 910 1280 1002
LMSH 510 540 524
DLTA 4910 5300 4571
MERK 6400 6750 3708
HMSP 3800 3660 3129
IMPC 963 975 962
ERTX 163 230 224
TBMS 412 900 666
ICBP 8675 8750 8141
BTON 200 200 200
MYOR 1587 1525 1534
CNTX 631 900 900
KICI 127 140 139
BIMA 180 204 195
IKBI 449 380 344
TOTO 615 640 556
SMSM 1125 1035 887
MARK 408 500 412
VOKS 350 300 443
ULTJ 1250 1170 1206
BTEK 133 159 166
INAI 365 362 325
TPIA 5580 5450 5512
LPIN 251 276 230
PTSN 400 470 625
JSKY 665 540 615
UNVR 8245 8425 8195
BELL 140 161 149
SIDO 692.5 740 778
Table 2.Data Harga Saham (-10) hari sebelum dan (+10) hari sesudah stock splitData diolah, 2021

2. Return Saham

Indikator return saham pada peneitian ini merupakan rata-rata return saham 10 hari sebelum dan 10 hari sesudah stock split dengan rumus sebagai berikut :

R =

Keterangan :

R = Return saham individual pada waktu t

= Indeks saham individual pada waktu t

= Indeks saham individual pada waktu sebelumnya

Dari rumus tersebut diperolehlan tabel 4.3 return saham (-10) hari sesudah dan (+10) sesudah stock split pada perusahaan manufaktur periode 2015-2020 sebagai berikut:

KODE RS Sebelum (X1) RS Sesudah (X2) Stock Split (Y)
GDYR -0,04913 0,00306 0
CEKA 0,06577 -0,00482 0,01481
LION 0,05171 0,13978 0,2
LMSH 0,09201 0,00418 0
DLTA 0,09684 -0,08659 0,08796
MERK 0,01749 0,00921 0,02879
HMSP 0,00251 -0,0559 0,01944
IMPC 0,02327 -0,01984 0,01015
ERTX 0,11538 0,02946 0,23586
TBMS 0,41131 0,21997 0,25
ICBP 0,03207 -0,02668 0,00559
BTON 0 0 0
MYOR 0,04508 -0,07216 -0,01145
CNTX 0,26104 0,04256 0,125
KICI 0,1039 0,0625 -0,00714
BIMA 0,02778 0,04615 0,05405
IKBI -0,05614 -0,04044 -0,05605
TOTO 0,01224 -0,03591 0,06827
SMSM 0,02235 -0,05923 -0,04348
MARK 0,0351 0,17265 0,01422
VOKS 0,02838 -0,38333 0,25
ULTJ -0,00962 -0,05346 0,00202
BTEK 0,16726 -0,03792 0,06667
INAI 0,07416 -0,08088 0,00382
TPIA 0,03842 -0,03403 -0,02609
LPIN 0,14006 -0,01434 -0,02609
PTSN 0,24014 -0,27736 0,25
JSKY -0,03429 -0,10174 -0,03906
UNVR 0,01932 -0,01424 0,01786
BELL 0,07058 0,07862 -0,00667
SIDO 0,08263 -0,08798 0,08361
Table 3.Data Return Saham (-10) hari sebelum dan (+10) hari sesudah stock splitData diolah, 2021

Berikut hasil penelitian analisis perbedaan harga dan return saham sebelum dan sesudah stock split pada perusahaan manufaktur periode 2015-2020.

Uji Statistik Deskriptif

Uji Statistik Deskriptif dilakukan dengan9tujuan untuk memberikan gambaran9atau deskripsi dari variabel yang9diteliti. Dalam9statistik deskriptif ditunjukkan9angka minimum, maksimum,9rata-rata dan standar deviasi9dari masing-masing9variabel. Dapat dilihat pada tabel 4.49berikut9ini:

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
HSebelum_X1 31 127.00 8675.00 1693.5323 2439.90092
HSesudah_X2 31 140.00 8750.00 1751.3548 2476.73899
RSebelumX1 31 -5614.00 41131.00 6459.7419 9723.32871
RSesudahX2 31 -38333.00 21997.00 -2208.5484 11081.77437
Table 4.Statistic DeskriptifData diolah, 2021

Dari tabel 4.4,9dapat diketahui9bahwa :

  1. Pada variabel harga saham, nilai minimum harga saham pada periode sebelum stock split sebesar 127 pada perusahaan KICI dan nilai maksimum sebesar 8675 pada perusahaan ICBP. Rata-rata harga saham sebelum stock split lebih rendah dibandingkan sesudah stock split akan mengakibatkan sedikit para investor untuk membeli perusahaan yang melakukan stock split yang nantinya tidak menaikkan frekuensi perdagangan dan meningkatkan likuiditas saham perusahaan.
  2. Variabel return saham merupakan rata-rata return saham dimana diperoleh melalui pembagian antara harga saham sekarang dikurangi harga saham sebelumnya dibagi harga sebelumnya. Nilai minimum return sebelum stock split sebesar -0,5614 pada perusahaan IKBI dan nilai maksimum return sebelum stock split 0.041131 pada perusahaan TBMS. Pada tabel 4.4 Rata-rata return saham menunjukkan emiten sebelum melakukan stock split bernilai positif dan sesudah melakukan stock split bernilai negatif ini menunjukkan bahwa semua emiten yang melakukan stock split pada penelitian ini tidak menimbulkan keuntungan bagi investor, walaupun nilai rata-rata return saham sebelum stock split lebih tinggi dibandingkan sesudah stock split.

Uji Asumsi Klasik

a. Uji Normalitas

Penelitian9ini menggunakan9alat analisis uji9beda (paired samples t-test) untuk pengujian hipotesis,9maka asumsi9yang dipergunakan adalah data terdistribusi secara normal. Untuk mengetahui normalitas data dari masing-masing variabel, dipergunakan uji normalitas data (Kolmogorov-Smirnov test).

Langkah pertama untuk melakukan9uji ini adalah terlebih9dahulu menentukan hipotesisnya,9sebagai berikut :

H0 : Data berdistribusi9normal. H1 : Data tidak9berdistribusi normal. H2 : Data tidak berdistribusi9normal

Jika pengolahan data menghsilkan probabilitas signifikan9dibawah 5% (0,05) H0 ditolak9atau data dari variabel tersebut9tidak berdistribusi secara normal. Jika hsil pengolahan data menghasilkan probabilitas9signifikan diatas 0,059maka H0 diterima atau data dari9variabel tersebut9berdistribusi normal.

1. Pengujian normalitas data variabel harga saham

Berikut ini9adalah hasil pengujian9normalitas data pada9variabel harga saham9yang dapat9dilihat pada9tabel 4.5 sebagai berikut :

HSebelum_X1 HSesudah_X2
N 30 30
Normal Parametersa,b Mean 2.8506 2.8858
Std. Deviation .53867 .52387
Most Extreme Differences Absolute .141 .112
Positive .141 .103
Negative -.107 -.112
Test Statistic .141 .112
Asymp. Sig. (2-tailed) .133c .200c,d
Table 5.Uji Normalitas Harga SahamData diolah, 2021

2. Pengujian normalitas data variabel return saham

Berikut ini adalah hasil9pengujian normalitas data9pada variabel9return saham9yang dapat dilihat9pada tabel 4.6 sebagai9berikut

RSebelumX1 RSesudahX2
N 31 31
Normal Parametersa,b Mean 6459.7419 -2208.5484
Std. Deviation 9723.32871 11081.77437
Most Extreme Differences Absolute .177 .179
Positive .177 .163
Negative -.126 -.179
Test Statistic .177 .179
Asymp. Sig. (2-tailed) .015c .012c
Monte Carlo Sig. (2-tailed) Sig. .258d .241d
99% Confidence Interval Lower Bound .246 .230
Upper Bound .269 .252
Table 6.Uji Normalitas Return SahamData diolah, 2021

Uji Hipotesis

Sebelum dilakukan pengujian, ditentukan terlebih dahulu hipotesis yaitu H0 diterima jika signifikansi lebih besar dari tingkat signifikansi α (0,05), sedangkan H0 ditolak jika signifikansi lebih kecil dari tingkkat signifikansi α (0.05).

1. Hipotesis Pertama

Hipotesis9pertama dalam penelitian9ini menyatakan terdapat9perbedaan harga9saham yang signifikan pada9periode sebelum dan9sesudah pengumuman pemecahan9saham (stock split). Untuk mengujihipotesis9ini, data9yang digunakan adalah9rata-rata harga saham9sebelum dan9sesudah pemecahan9saham.

Perhitungan9rata-rata harga9saham sebelum pengumuman pemecahan9saham diperoleh dari penjumlahan9rata-rata harga9saham seluruh sampel sebelum9peristiwa t-10 sampai dengan t-1 dibagi9n, sedangkan rata-rata harga saham sesudah pengumuman pemecahan saham diperoleh dari penjumlahan rata-rata harga saham seluruh sampel pada9t+1 hingga9t+10.

Setelah9diketahui rata-rata harga saham9pada periode sebelum9dan sesudah pengumuman pemecahan saham, selanjutnya dilakukan uji9sampel berpasangan9dan hasilnya dapat9dilihat pada9tabel 4.79ini :

N Correlation Sig. t d f Sig.
Pair 1 HSebelum_X1 & HSesudah_X2 30 .988 .000 -2.320 29 .028
Table 7.Hasil Uji t Rata-Rata Harga SahamData diolah, 2021

Dari hasil pengujian hipotesis menggunakan uji t corelasi harga saham seperti pada tabel 4.7 diperoleh dari paired sample correlations nilai sig sebesar 0.00 yaitu < 0.05 menunjukkan harga saham sebelum dan sesudah stock split terdapat adanya correlasi atau terdapat hubungan antara sebelum dan sesudah stock split.

Dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t penentu dari apakah terdapat perbedaan harga saham sebelum dan sesudah stock atau tidak terdapat perbedaan harga saham sebelum dan sesudah stock split. Hasil dari sig. (2-tailed) dibawah 0.05 yaitu 0.028 yang berarti > 0.05 (H0 Ditolak dan H1 Diterima) maka menunjukkan terdapat adanya perbedaan yang signifikan harga saham sebelum dapat diartikan bahwa pengumuman stock split tersebut memberikan pengaruh positif investor terhadap harga saham serta memberikan sinyal positif untuk mempengaruhi investor dalam pengambilan keputusan investasinya.

2. Hipotesis Kedua

Hipotesis kedua menyatakan bahwa terdapat perbedaan return saham yang signifikan pada periode sebelum dan sesudah pengumuman stock split. Return saham diperoleh dari rata-rata return saham dimana diperoleh dari pembagian antara harga saham sekarang dikurangi harga saham sebelumnya9dibagi harga9sebelumnya. Uji9sampel berpasangan dan hasilnya dapat dilihat pada9tabel 4.8 berikut9ini :

N Correlation Sig. t df Sig.
Pair 1 RSebelumX1 & RSesudahX2 31 .170 .361 3.590 30 .001
Table 8.Hasil Uji t Rata-Rata Return SahamData diolah, 2021

Hasil dari pengujian menggunakan uji t corelasi untuk return saham seperti pada9tabel 4.8 diperoleh dari paired samples correlations nilai sig sebesar 0.361 yaitu > 0.05 menunjukkan return saham tidak terdapat corelasi atau tidak terdapat adanya hubungan antara sebelum dan sesudah9stock split.

Dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t penentu dari apakah terdapat perbedaan return saham sebelum dan sesudah stock atau tidak terdapat perbedaan return saham sebelum dan sesudah stock split. Hasil dari sig. (2-tailed) diatas yaitu 0.001 yang berarti < 0.05 (H0 Ditolak dan H2 Diterima) artinya terdapat perbedaan yang signifikan return saham sebelum stock split.

C. Hasil Penelitian

Pengujian analisis data berdasarkan uji statistik deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata harga9saham sebelum stock split lebih rendah dibandingkan setelah stock split. Hal ini9menunjukkan bahwa rata-rata harga saham yang9relatif naik setelah pemecahan saham akan mengakibatkan semakin sedikitnya investor yang membeli perusahaan yang menjual sahamnya yang tidak meningkatkan frekuensi perdagangan dan likuiditas saham perusahaan tersebut.Dan ditemukan return saham menunjukkan emiten sebelum melakukan stock split bernilai positif dan sesudah melakukan pemecahan saham negatif. Nilai negatif9ini menunjukkan bahwa semua9emiten yang melakukan9stock split dalam penelitian ini9tidak menghasilkan keuntungan bagi9investor, padahal rata-rata nilai9return saham sebelum stock split lebih tinggi9dibandingkan setelah stock9split pembagian saham.

Pengujian terhadap analisis data berdasarkan uji asumsi klasik pada uji normalitas harga saham sebelum menunjukkan sig (2-tailed) > 0.05 yaitu 0.141 dan sesudah stock split menunjukkan sig (2-tailed) > 0.05 yaitu 0.112 dinyatakan data normal dan pada uji normalitas return saham sebelum menunjukkan > 0.05 yaitu 0.269 dan sesudah menunjukkan sig (2-tailed) > 0.05 yaitu 0.252 dinyatak data normal.

Pengujian hipotesis harga9saham menemukan bahwa terdapat9adanya perbedaan harga9saham yang9signifikan sebelum pengumuman pemecahan saham dapat diartikan bahwa pengumuman stock split tersebut memberikan pengaruh positif investor terhadap harga saham serta memberikan sinyal positif untuk mempengaruhi investor dalam pengambilan keputusan investasinya,

Signaling9theory menekankan pentingnya informasi9yang dikeluarkan oleh9perusahaan untuk mempengaruhi keputusan investasi pihak di luar perusahaan. Berdasarkan penjelasan teoritis di atas, Kegiatan pemecahan saham yang dilakukan oleh perusahaan dimaknai oleh calon investor sebagai tanda bahwa manajer memiliki informasi yang menguntungkan ketika hal ini ditunjukkan dengan kinerja yang signifikan terkait dengan pengumuman pemecahan saham.

Trading range9theory menyatakan bahwa pemecahan saham dapat meningkatkan likuiditas perdagangan9saham. Menurut teori trading range, Dengan terdapat perbedaan yang signifikan antara return saham sebelum dan sesudah stock split penelitian ini tidak mendukung trading range theory karena sudah melakukan9pemecahan saham maka saham akan menjadi likuid.

Hasil penelitian return9saham menunjukkan bahwa9terdapat perbedaan yang signifikan antara9return saham sebelum dan sesudah9stock split, artinya pengumuman stock split akan memberikan9pengaruh positif terhadap return saham dan akan memberikan sinyal positif9untuk mempengaruhi investor dalam keputusan investasi.

Secara teori yaitu9signal theory pengumuman stock9split memberikan informasi kepada manajer perusahaan9untuk tidak9membeli emiten9yang9harga sahamnya terlalu tinggi. Dalam pemecahan9saham yang dilakukan oleh perusahaan dimaknai oleh calon investor sebagai tanda bahwa manajer memiliki9informasi yang9menguntungkan ketika hal ini ditunjukkan dengan kinerja yang9signifikan terkait dengan pengumuman pemecahan9saham.

Dengan terdapat perbedaan yang signifikan antara return saham sebelum dan sesudah stock split penelitian ini tidak mendukung trading range theory karena sudah melakukan9pemecahan saham maka saham akan menjadi likuid

Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsistensi antara pengumuman stock split dan trading range theory yang menyebabkan harga saham berubah karena investor merespon informasi pengumuman stock split dalam rangka meningkatkan9likuiditas saham. Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap hipotesis dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Uji hipotesis9berdasarkan harga9saham menemukan bahwa terdapat9perbedaan yang signifikan9antara harga saham sebelum9dan sesudah9split. Dari segi9teori pelaporan, pengumuman stock9split memberikan9informasi kepada manajer9perusahaan bahwa pengumuman tersebut memberikan pengaruh positif, informasi ini mendukung teori signalling theory pada penelitian ini dan memiliki9informasi yang9menguntungkan ketika hal ini ditunjukkan dengan kinerja yang9signifikan terkait dengan pengumuman pemecahan9saham. Dan mendukung trading range theory karena sudah melakukan9pemecahan saham maka saham akan menjadi likuid.

2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa return saham terdapat perbedaan yang signifikan antara return saham sebelum dan sesudah stock split. Secara teori, yaitu signal theory, pengumuman stock split memberikan informasi kepada eksekutif perusahaan untuk tidak membeli emiten yang harga sahamnya terlalu tinggi penelitian ini mendukung teori signaling. Dengan terdapat perbedaan yang signifikan9antara return saham9sebelum dan9sesudah stock split9penelitian ini mendukung trading9range theory karena sudah melakukan9pemecahan saham maka saham akan menjadi9likuid dan menciptakan pasar lebih luas.

References

  1. D. Hany Kurniawati and S. Rokhmi Fuadati, “ANALISIS SEBELUM DAN SESUDAH STOCK SPLIT TERHADAP HARGA SAHAM DAN ABNORMAL RETURN.”
  2. “Teori Akuntansi - Google Books.” https://www.google.co.id/books/edition/Teori_Akuntansi/tR2ZNt_GZ0AC?hl=id&gbpv=0 (accessed Jan. 02, 2022).
  3. K. Munthe, “Munthe: Perbandingan Abnormal Return dan Likuiditas Saham Sebelum dan Sesudah… PERBANDINGAN ABNORMAL RETURN DAN LIKUDITAS SAHAM SEBELUM DAN SEDUDAH STOCK SPLIT: STUDI PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.”
  4. S. Makhfidah, R. Wijayanti, D. Paramita, S. Widya, and G. Lumajang, “Analisis Harga Saham dan Volume Perdagangan Saham sebelum dan sesudah Stock Split.”
  5. “Teori dan Pembahasan Reaksi Pasar Modal Indonesia - Google Books.” https://www.google.co.id/books/edition/Teori_dan_Pembahasan_Reaksi_Pasar_Modal/V3ANEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=0 (accessed Jan. 02, 2022).
  6. R. Kurniawan and B. Yuniarto, “Analisis Regresi : Dasar dan Penerapannya dengan R,” p. 228, 2016.
  7. F. E. Septiana and A. Wahyuati, “PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAPRETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR.”
  8. “Statistika Deskriptif - Google Books.” https://www.google.co.id/books/edition/Statistika_Deskriptif/kmHMDwAAQBAJ?hl=id&gbpv=0 (accessed Jan. 02, 2022).
  9. I. Nazaruddin and E. Fatmaningrum, “Analisis Statistik Dengan SPSS,” Analisis Statistik Ekonomi dan Bisnis Dengan SPSS, pp. 100–105, 2021.
  10. “Analisis Statistik Ekonomi dan Bisnis Dengan SPSS - Google Books.” https://www.google.co.id/books/edition/Analisis_Statistik_Ekonomi_dan_Bisnis_De/MQCGDwAAQBAJ?hl=id&gbpv=0 (accessed Jan. 02, 2022).