Business and Economics
DOI: 10.21070/acopen.7.2022.3261

The Effect of Workload, Compensation, and Motivation on Employee Performance in Sidoarjo


Pengaruh Beban Kerja, Kompensasi, dan Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan di Sidoarjo

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Indonesia

(*) Corresponding Author

Workload Compensation Motivation Employee Performance

Abstract

This research is a quantitative research, and the location of this research is UD. Macheasy Sidoarjo Cooking Seasoning. The population in this study were all UD employees. Macheasy's Seasoning Sidoarjo which has a total of 100 employees. The sample used is 100 people, using a total sampling saturation. used a questionnaire to collect data. With the help of SPSS data processing software, multiple linear regression was used for data analysis. The results showed that there was a partial effect of workload, compensation, and motivation on employee performance at UD. Macheasy Sidoarjo Cooking Seasoning. The influence of workload, compensation and motivation simultaneously affect the performance of UD employees. Macheasy Sidoarjo Cooking Seasoning.

Pendahuluan

Latar belakang

Kebutuhan sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan sangat penting guna menghadapi persaingan global. Manusia adalah sumberdaya yang dinamis dan memiliki kemampuan untuk terus berkembang, dan perlu mendapatkan perhatian dari pihak perusahaan [1].

Beban kerja dapat dilihat dari beban fisik maupun beban mental, apabila karyawan menanggung beban pekerjaan yang terlalu besar (overload) akan mempengaruhi kemampuan fisik menjadi lemah yang akan mengakibatkan karyawan sakit karena suatu pekerjaan. sehingga akan menghambat suatu pekerjaan. Beban kerja yang terlalu sedikit juga akan mengakibatkan karyawan gampang merasa bosan, karena tanggung jawab pekerjaan terlalu sedikit, sehingga akan menyepelekan tanggung jawab dan akan menurunkan tingkat konsentrasi karyawan terhadap pekerjaanya. Beban kerja sebagai suatu perbedaan antara kapasitas atau kemampuan pekerja dengan tuntutan pekerjaan yang harus dihadapi [2].

Kompensasi adalah setiap pendapatan dalam bentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima oleh karyawan sebagai bentuk imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan. Salah satu alasan karyawan bekerja adalah untuk mendapatkan kompensasi atau imbalan atas pekerjaan yang telah dilakukan karyawan [1]. Kompensasi sangat penting bagi karyawan, karena dengan adanya kompensasi tersebut karyawan dapat memenuhi baik itu kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, maupun kebutuhan tertier. Menurut [3] berpendapat bahwa orang akan termotivasi untuk melakukan sesuatu jika orang tersebut ingin memenuhi kebutuhanya, kebutuhan manusia terdiri dari kebutuhan fisiologis, jaminan sosial, realisasi diri, serta pencapaian dan prestasi.

[1]Motivasi adalah suatu keahlian dalam mengarahkan pegawai dan organisasi agar mau bekerja secara berhasil. Pentingnya motivasi karena motivasi merupakan hal yang dapat menyebabkan, menyalurkan, dan mendukung perilaku manusia agar mau bekerja dengan semangat dan antusias untuk mencapai hasil yang optimal.

Kinerja merupakan hasil kerja yang dicapai oleh seorang karyawan secara kualitas dan kuantitas dalam melaksanakan tugasnya sesuai tanggung jawab yang diberikan [4]. Kinerja karyawan merupakan masalah sentral dalam kehidupan sebuah organisasi atau perusahaan karena sebuah organisasi atau perusahaan akan mampu mencapai tujuan sangat tergantung pada sebaik apa kinerja yang ditunjukkan oleh karyawan.

UD. BMM (Bumbu Masak Machmudah) berlokasi di Desa Putat Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur merupakan sebuah industri bumbu masak rumahan yang dirintis dari tahun 2009, memproduksi berbagai macam bumbu masak olahan. Awal mula merintis usaha, UD. BMM hanya memiliki 7 karyawan dan hanya memproduksi 5 macam bumbu masak olahan. Saat ini UD. Bumbu Masak Machmudah sudah memproduksi 16 macam varian bumbu masak olahan, Kini seiring usahanya bertumbuh pesat dan memiliki 100 karyawan.

Berdasarkan observasi, karyawan sudah cukup dalam hal penerimaan kompensasi dan motivasi kerja karyawan cukup tinggi. Namun adanya kesenjangan dan permasalahan dalam organisasi, dimana terdapat indikasi masalah pada banyaknya karyawan yang menganggur dan tingkat kinerja karyawan di UD. BMM belum optimal.

Dapat dilihat dari realisasi dan target produksi yang tidak stabil dalam pencapaian target produksinya. Karyawan yang memiliki kinerja rendah suatu organisasi atau perusahaan dapat mengakibatkan turunya kinerja yang bisa berdampak pada terkendalanya proses produksi, tentunya akan menghambat perusahaan dalam mencapai tujuan. Fenomena tersebut juga terjadi di UD. Bumbu Masak Machmudah Sidoarjo, seperti tidak tercapainya standar kerja pada beberapa karyawan yang bisa mengakibatkan terkendalanya pada proses produksi.

Dari latar belakang permasalahan di atas, peneliti tertarik untuk membuat judul “PENGARUH BEBANKERJA, KOMPENSASI, DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN UD. BMM SIDOARJO”

Metode Penelitian

Penelitiant ini menggunakan jenis metode penelitian kuantitatif dengan tujuan untuk melihat pengaruh variabel beban kerja (X1), kompensasi (X2), motivasi (X3)terhadap kinerja (Y). Lokasi dalam penelitian ini, peneliti mengambil obyek pada sebuah home industri yang memproduksi bumbu masak di UD. BMM (Bumbu Masak Machmudah) yang terletak di Desa Putat, Kec. Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan UD. Bumbu Masak Machmudah Sidoarjo yang berjumlah 100 orang karyawan, jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 100 orang karyawan UD. Bumbu Masak Machmudah Sidoarjo. teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan diukur menggunakan skala likert, dianalisis menggunakan spss 0.22 dengan menggunakan teknik analisis instrumen validitas dan reliabilitas serta analisis regresi linier berganda.

Hasil dan Pembahasan

a) Uji Validitas

Variabel Item variabel Correlation (r-hitung) r-kritis keterangan
Variabel Beban Kerja X1.1 0,727 0,3 Valid
X1.2 0,790 0,3 Valid
X1.3 0,773 0,3 Valid
Variabel Kompensasi X2.1 0,728 0,3 Valid
X2.2 0,677 0,3 Valid
X2.3 0,777 0,3 Valid
X2.4 0,748 0,3 Valid
X2.5 0,723 0,3 Valid
Variabel Motivasi X3.1 0,562 0,3 Valid
X3.2 0,520 0,3 Valid
X3.3 0,725 0,3 Valid
X3.4 0,566 0,3 Valid
X3.5 0,816 0,3 Valid
Variabel Kinerja Y.1 0,794 0,3 Valid
Y.2 0,687 0,3 Valid
Y.3 0,742 0,3 Valid
Y.4 0,694 0,3 Valid
Table 1.Hasil Uji Validitasspss 22, data diolah 2021

Berdasarkan tabel 4.3 Pengujiannvaliditas, diketahui bahwa seluruh item pernyataan kuesioner dari variabel (X) dan variabel (Y) memilikilnilaikkoefisien korelasi diatas 0.30 (> 0.30), sehingga dengan demikian dapatddikatakan bahwa item pernyataan kuesioner pada variabel (X) dan variabel (Y) dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk mengukur variabel yang telah diteliti.

b) Uji Reliabilitas

Pengujian instrumen yang kedua adalah uji reliabilitas. Instrumen yang memiliki reliabilitas menurut [5] dalam hal ini berarti instrumennya sama, respondennya sama dan waktunya yang berbeda. Jadi reliabel adalah kehandalan suatu alat ukur dalam mengukur objek sejenis beberapa kali hasilnya akan tetap sama.

Menurut [5], dalam perhitungan uji reliabilitas dengan menggunakan Croncbach’s Alpha dari masing – masing instrumen, dengan ketentuan sebagai berikut :

1)Jika nilai Croncbach’s Alpha lebih besar dari 0.60 maka instrumen dikatakan mempunyai reliabilitas.

2)Jika nilai Cronbach’s Alpha lebih kecil dari 0.60 maka instrumen dikatakan tidak mempunyai reliabilitas.

Variabel n Nilai cronbach alpha Nilai kritis keterangan
Beban Kerja 3 0,624 0,60 Reliabeli
Kompensasi 5 0,780 0,60 Reliabeli
Motivasi 5 0,648 0,60 Reliabeli
Kinerja 4 0,687 0,60 Reliabeli
Table 2.Hasil Uji Reliabilitasspss 22, data diolah 2021

Berdasarkan tabel 4.9, dapat diperoleh nilai koefisien reliabilitas cronbach’s alpha pada variabel beban kerja sebesar 0.624, variabel kompensasi sebesar 0.780, variabel motivasi sebesar 0.648 dan variabel kinerja sebesar 0.687. Dari seluruh variabel tersebut diketahui nilai koefisen reliabilitas cronbach’s alpha > 0.60, maka dapat dikatakan bahwa instrumen kuesioner yang digunakan mempunyai reliabilitas.

c) Asumsi Klasik

1) Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 100
Normal Parametersa,b Mean ,0000000
Std. Deviation 1,75299055
Most Extreme Differences Absolute ,046
Positive ,038
Negative -,046
Kolmogorov-Smirnov Z ,456
Asymp. Sig. (2-tailed) ,986
a. Test distribution is Normal.b. Calculated from data.Sumber : Spss 22, data diolah 2021
Table 3.Hasil Uji NormalitasSpss 22, data diolah 2021

Angka signifikansi uji Kolmogorov – Smirnov Sig. sebesar 0,986 Angka signifikansi uji Kolmogorov – Smirnov Sig. 0.986>0.05 maka data tersebut dapat dikatakan berdistribusi normal.

2. Uji Linearitas

Uji linearitas ini bertujuan agar dapat mengetahui apakah data sudah sesuai dengan garis linear atau tidak. Uji linier dapat dilakukan dengan melihat ANOVA tabel. Jika nilai signifikansi pada Linearity lebih kecil dari 0,05 (<0,05) maka hubungan antar variabel dinyatakan linier, sebaliknya apabila Linearity lebih besar dari 0,05 (>0,05) maka hubungan antara variabel dinyatakan tidak linier. Hal ini dapat dilihat pada tabel 4.13 sebagai berikut:

Variabel F Sig. linearity kondisi keterangan
X1 – Y 11,382 0,000 <0,05 Linier
X2 – Y 1,426 0,000 <0,05 Linier
X3 – Y 17,193 0,000 <0,05 Linier
Table 4.Hasil Uji Linieritas

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai sig linearity untuk variabel beban kerja dengan kinerja 0,000 (0,002< 0,05), variabel kompensasi dengan kinerja sebesar 0,036 (0,000 < 0,05). dan variabel motivasi dengan kinerja sebesar 0,000 (0,000 < 0,05). Dari ketiga variabel bebas menunjukkan nilai sig linearity < 0,05, maka dikatakan hubungan antar variabel bersifat linear, yang artinya jika ada kenaikan skor variabel bebas diikuti kenaikan skor variabel terikat.

3) Uji autokorelasi

Model Summary b
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson
1 ,512a ,262 ,239 1,760 2,058
Sumber : Spss 22, data diolah 2021
Table 5.Hasil Uji autokorelasiSpss 22, data diolah 2021

Berdasarkanmuji yang telahldilakukan maka didapat nilai ujidDurbin-Watson sebesar 2.058. Kemudianxnilai tersebut dibandingkanldengan dl danddu. Nilai dl merupakan nilai durbin-watson statictics lower, sedangkan du merupakan nilai-nilai durbin-watsonfstatictics upper. Nilai dl dan du dapathdilihat dari tabel durbin-watson dengan α = 5%, n = jumlah data, K = jumlahhvariabeliindependen. Maka ditemukan nilai dl = 1,6131 dan nilai du = 1,7364, K = 3 dan n = 100.

Dengan demikian setelah dipperhitungkanndan diibandingkan dengan tabelDurbin-Watson, bahwa nilaiyDurbin-Watson pada tabel diatas adalah sebesar2.066 berada diantara du dan 4 – du (Du<d<4-du), yakni 1,7364< 2.058<2.2636. Sehinggaadapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasispada model regresi dalam penelitian ini.

4) Uji Heteroskedastisitas

Heteroskedastisitas menunjukkan bahwa varian variabelitidak sama untuk semua pengamatan atau observasi. Pada penelitiantini menunjukkanntidak terjadi heteroskedastisitasjpada model regresi. Adapun hasil grafis dari pengujiannyang telah dilakukan sebagi berikut :

Supplementary Files

Gambar 1. Uji Heteroskedastisitas Scatterplot

Gambar 1 HasilePengujian Heteroskedastisitasbberdasarkan pada gambaridiatas dapat dilihat bahwa titik-titik di dalamdScatterplot menyebar secaraaacak, baik di bagian atas angka nol atau dibagian bawah angka 0 dari sumbu vertical atau sumbunY, maka dapat menunjukkan bahwa tidakkterjadi heterokedatisitas.

5) Uji Multikolinearitas

Model Collinearity Statistics
Tolerance VIF
1 (Constant)
Beban Kerja (X1) ,687 1,457
Kompensasi (X2) ,571 1,752
Motivasi (X3) ,789 1,267
Table 6.Hasil Dari Uji Multikolinearitasspss 22, data diolah 2021

Hasil dari pengujian multikolinearitas dapat diperolehnnilaiiVIF untuk variabel Beban Kerjassebesar 1,457 (<10), variabel Kompensasi sebesar 1,752 (<10), dan variabel Motivasi sebesar 1,267 (<10) dari hasil tersebut maka dapat dinyatakan jika regresislinier berganda yang digunakanndalam penelitian ini bebas dari multikolinearitas. Yang berartitdiantara variabel bebas (beban kerja, kompensasi, motivasi) tidak saling mempengaruhi.

6) Analisis Regresi Linier Berganda

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
(Constant) 6,803 1,716 3,964 ,000
Beban Kerja (X1) ,415 ,114 ,361 3,629 ,000
Kompensasi (X2) ,197 ,080 ,288 2,472 ,015
Motivasi (X3) ,380 ,084 ,452 4,528 ,000
Table 7.Hasil Dari Uji Analisis Regresi Linier Bergandaspss 22, data diolah 2021

Berdasarkan tabel di atas dapat diperoleh model persamaan regresi sebagai berikut :

Y = a + + + +e

Y = 6,803 + 0,415 X1 + 0,197 X2 + 0,380 X3 + e

Berdasarkannpersamaan diatas dapat disimpulkan beberapa hal antara lain :

1.Konstantaa(a)

a merupakan nilai konstanta yang bernilai positif 6.803. Hal ini menunjukkan jika variabel beban kerja (X1), kompensasi (X2), dan motivasi (X3) naik atau berpengaruh dalam satu satuan, maka variabel kinerja (Y) juga akan naik.

2.Beban kerja (X1)

Koesfisienbbernilaippositif (0,415) antara bebannkerja (X1) denganvvariabel kinerja (Y). Dapat diartikan bahwa variabeltersebut memiliki hubungan positif. Maka dapat disimpulkan bahwa jika variabel Beban kerja mengalami kenaikan satu satuan, maka variabel kinerja akan mengalami kenaikan sebesar 0,415 satuan. Hal ini berarti semakin baikkbeban kerja maka akan meningkatkankkinerja karyawan.

3.Kompensasi (X2)

Nilai koefisien bernilai positif (0,197) antara variabel Kompensasi (X2) dan variabelkkinerja (Y) yang artinya variabel tersebut memiliki hubunganppositif. Maka dapat disimpulkan bahwa Jika variabel kompensasi mengalami kenaikanlsatu satuan maka variabel kinerja akan mengalamijkenaikan sebesar 0,197 satuan. Hallini berarti semakin turunkompensasi maka kinerja jugalakan menurun, begitu juga sebaliknya semakin baik kompensasi maka kinerja juga akan meningkat.

4.Motivasi (X3)

Nilai koefisien bernilai positif (0,380) antara variabel motivasi (X3) dan variabel kinerja (Y) yang artinya variabel tersebut memiliki hubungan positif. Maka dapat disimpulkan bahwa Jika variabel motivasi mengalami kenaikan satu satuan maka variabel kinerja akan mengalami kenaikan sebesar 0,380 satuan.

d) Pengujian Hipotesis

Berikut adalah hasil dari pengujiam hipotesis yang telah dilakukan dapat dilihat pada tabel 4.17 berikut ini :

1) Uji Parsial (uji t)

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
(Constant) 6,803 1,716 3,964 ,000
Beban Kerja (X1) ,415 ,114 ,361 3,629 ,000
Kompensasi (X2) ,197 ,080 ,288 2,472 ,015
Motivasi (X3) ,380 ,084 ,452 4,528 ,000
Table 8.Hasil Dari Uji Tspss 22, data diolah 2021

Dengan mengunakan tingkat kepercayaan sebesar 5% (α = 0,05) dan degree of freedom sebesar k = 3 dan df 2 = n – k – 1 (100 – 3 – 1 = 96) sehingga diperoleh t tabel sebesar 1.660, maka dapat disimpulkan :

a. Pengaruh beban kerja terhadap kinerja

Berdasarkan tabel uji t diperoleh t hitung sebesar 3,629, hal ini menunjukkan thitung 3.629 > dari t tabel 1.660. Dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima, artinya variabel beban kerja secara parsial berpengaruh sigifikan terhadap kinerja pada UD. Bumbu Masak Machmudah.

b. Pengaruh kompensasi terhadap kinerja

Berdasarkan tabel uji t diperoleh t hitung sebesar 2.472 hal ini menunjukkan t hitung 2.472 > t tabel 1.660. Dengan demikian H0 ditolak dan H2 diterima, artinya variabel kompensasi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pada UD. Bumbu Masak Machmudah

c. Pengaruh motivasi terhadap kinerja

Berdasarkan tabel uji t diperoleh t hitung sebesar 4.528 hal ini menunjukkan t hitung 4.528 > t tabel 1.660. Dengan demikian H0 ditolak dan H3 diterima, artinya variabel motivasi berpengaruh terhadap kinerja pada UD. Bumbu Masak Machmudah.

2. Uji Simultan ( Uji f )

ANOVA b
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 105,714 3 35,238 11,380 ,000a
Residual 297,276 96 3,097
Total 402,990 99
a. Predictors: (Constant), Motivasi (X3), Beban Kerja (X1), Kompensasi (X2)b. Dependent Variable: Kinerja (Y)
Table 9.Hasil Dari Uji fspss 22, data diolah 2021

Berdasarkan tabel diatas diperoleh nilai F hitung sebesar 11,380 dengan nilai signifikan sebesar 0.000. Sedangkan F tabel pada tingkat kepercayaan signifikan sebesar 0.05 dan df sebesar k = 3 dan df 2 = n – k – 1 (100 – 3 – 1 = 96), diketahui Ftabel sebesar 2.70. Sehingga Fhitung > Ftabel yaitu 11.380 > 2.70 dengan nilai signifikan 0.000 < 0.005. Dari hasil tersebut maka dapat dinyatakan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang artinya variabel beban kerja, kompensasi, motivasi secara simultan berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

3) Koefisien Korelasi Berganda (R)

Model Summary b
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 ,512a ,262 ,239 1,760
a. Predictors: (Constant), Motivasi (X3), Beban Kerja (X1), Kompensasi (X2)b. Dependent Variable: Kinerja (Y)sumber : spss 22, data diolah 2021
Table 10.Hasil Uji Koefisien Korelasi Berganda (R)spss 22, data diolah 2021

Berdasarkan analisis yang dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan statistik, didapatkan hasil pada tabel model summary yang menunjukkan nilai koefisien korelasi R sebesar 0.512.

Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa hubungan antara variabel bebas yang terdiri dari beban kerja, kompensasi, motivasi dan variabel terikat yaitu kinerja mempunyai hubungan yang lumayan kuat.

4) Koefisien Determinasi Berganda (R2)

Model Summary b
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 ,512a ,262 ,239 1,760
a. Predictors: (Constant), Motivasi (X3), Beban Kerja (X1), Kompensasi (X2)b. Dependent Variable: Kinerja (Y)sumber : spss 22, data diolah 2021
Table 11.Hasil Uji Koefisien Determinasi Berganda (R2)spss 22, data diolah 2021

Berdasarkan tabel koefisien determinasi berganda (R2) diperoleh nilai koefisien determinasi (R Square) yang dihasilkan sebesar 0.262 atau 26,2%, sehingga dapat diartikan bahwa variabel beban kerja (X1), kompensasi (X2) dan motivasi (X3) mampu menjelaskan tentang variabel komitmen organisasi (Y) sebesar 26,2 % dan sisanya sebesar 73,8% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Pembahasan

Hasildaripenelitiandi atasdapatdiketahuiseberapa besar pengaruhbeban kerja, kompensasi, motivasi terhadap kinerja karyawanmenggunakanaplikasi pengolahandata spss statistikversi 22.0

1. Hipotesis Pertama : Pengaruh beban kerja terhadap kinerja

Hasil analisis menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan UD. Bumbu Masak Machmudah. Artinya, apabila beban kerja yang kepada setiap karyawan sesuai jumlah dan kemampuan karyawan akan meningkatkan kinerja karyawan UD. Bumbu Masak Machmudah Sidoarjo. Hal ini memberikanminterpretasi secara empiris tentang pentingnya beban kerja terhadapppeningkatan kinerja karyawan. Apabila pembagian tugas atau beban kerja di berikan sesuai dengan kapasitas dan juga kemampuan karyawan, maka karyawan akan lebih fokus dan teliti untuk menyelesaikan pekerjaanya, dengan demikian karyawan akan meningkatkan kinerjanya, karena target yang harus dicapai karyawan tidak terlalu tinggi.

Penelitian ini selaras dengan pendapat dari [2], Beban Kerja sebagai suatu perbedaan antara kapasitas atau kemampuan pekerja dengan tuntutan pekerjaan yang harus dihadapi. Penelitian ini mendukung dari penelitian yang telah dilakukan oleh [6] menjelaskan bahwa beban kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.

2. Hipotesis Kedua: Pengaruh Kompensasi Terhadap kinerja Karyawan

Hasil analisis Menunjukkan bahwa kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan UD. Bumbu Masak Machmudah Sidoarjo. Artinya,npemberian kompensasi yang baik dan tepat kepada karyawan akanmmeningkatkan kinerja karyawan UD. Bumbu Masak Machmudah Sidoarjo. Hal ini memberikan interpretasissecaraaempiris tentang pentingnya kompensasi terhadap peningkatan kinerja karyawan. Apabilabbalas jasa yang diterimakkaryawan semakinnbesar, makakkebutuhan yang dinikmatinya semakinbbesar pula, dengan demikianfkepuasankkaryawan akan meningkat dan karyawan akan meningkatkan kinerjanya. Disisi lain manfaat kompensasibbagi perusahaan adalah untuk memperoleh karyawan yang bermutu, menciptakanlloyalitas karyawan dan meningkatkan kinerja karyawan juga ekstensi perusahaan.

Hasil penelitian ini selaras dengan pendapat [3], berpendapat bahwa orang akan tergerak untuk melakukan sesuatu jika orang tersebut ingin memenuhi kebutuhanya, kebutuhan manusia terdiri dari kebutuhan fisiologis, jaminan sosial, realisasi diri, pencapaian dan prestasi. Dan pendapat dari [7]mmenyatakan bahwaakompensasi merupakan segala susatuuyang diterimaoolehikaryawan meliputi pembayaran tunai langsung maupun tidak langsung dalam bentuk manfaat karyawan dan insentif untuk memotivasiikaryawan agarrbekerja keras mencapaipproduktivitas yang semakinltinggi. Artinya, balas jasa yang diberikan merupakan kewajiban perusahaan atas jerih payah yang diberikan karyawan kepada karyawan selama bekerja. Begitu pula sebaliknya, kompensasi merupakan hak karyawan atas beban dan tanggung jawab yang diberikan kepasa perusahaan. Jadi, kompensasi bagipperusahaan adalah wajib diberikan, sedangkanbbagi karyawanaadalah hak yang harus diterimanya.

Penelitian ini mendukung hasil dari penelitian yang telah dilakukan oleh [8], yang menunjukkan bahwa kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.

3. Hipotesis Ketiga : Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan

Hasil analisis Menunjukkan bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan UD. Bumbu Masak Machmudah, yang menunjukkan semakin tinggi motivasi maka akan meningkatkan kinerja karyawan UD. Bumbu Masak Machmudah. Hal ini memberikan interpretasi secara empiris tentang pentingnya motivasi terhadap kinerja karyawan. Apabila karyawan mempunyai motivasi untuk mencapai tujuan pribadinya, untuk mendapatkan upah dan memenuhi kebutuhan keluarganya maka mereka akan meningkatkan kinerjanya dan selalu meningkatkan kualitas dalam bekerja. Meningkatnya kinerja dari karyawan akan meningkatkan kinerja dari individu, kelompok, maupun organisasi. Karena karyawan butuh motivasi dari luar diri, dengan berinteraksi dansaling berhubungan baik sesama rekan kerja akan memotivasi karyawan untuk meningkatkan kinerjanya.

hasil penelitian ini selaras dengan pendapat dari [9] Motivasi merupakan komponen penting dalam mencapai keberhasilan dalam suatu proses kerja, karena seseorang individu mempunyai faktor pendorong untuk bekerja sendiri maupun berkelompok. Sedangkan menurut [10], denganmmemberikan motivasiyyang tepat, karyawan akantterdorong untuk berbuat semaksimal mungkin dalam melaksanakan tugasnya, dan merekaameyakini bahwa dengan keberhasilanoorganisasi mencapai tujuan dan berbagai sasaranya maka kepentingan-kepentinganppribadinya akan terpelihara. Hasil penelitian iniimendukung dari hasil penelitian oleh [11] membuktikan bahwa Motivasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan.

4. Hipotesis Keempat : Pengaruh Beban Kerja, Kompensasi, Dan Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan

Dari hasil analisis Menunjukkan bahwa beban kerja, kompensasi, motivasi berpengaruh positif dan signifikan secara simultan atau secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan. Artinya, apabila karyawan mendapatkan beban kerja yang sesuai dengan kapasitas dan kemampuanya, dan merasa puas dengan kompensasi yang diberikan perusahaan, karyawan akan meningkatkan motivasi kerjanya, sehingga karyawan akan mengkasilkan kinerja yang tinggi.

Hal iniimemberikankinterpretasi secarahempiris tentang pentingnya beban kerja, kompensasi, dan motivasi terhadap kinerja karyawan. Rendah tingginya Beban kerja yang diberikan perusahaan sangat berpengaruh pada kompensasi yang diterima dan kinerja karyawan, kompensasi yang diberikan perusahaan sangat berpengaruh dalam kepuasan kerja karyawan, hasil kerja, serta motivasi karyawan. Perusahaan yang menentukan tingkat upah dan mempertimbangkan standart kehidupan normal, maka akan memungkinkan keryawan bekerja dengan penuh motivasi. Hal ini dikarenakan motivasi kerja karyawan banyak dipengaruhi oleh terpenuhi tidaknya minimal kebutuhan kehidupan karyawan dan keluarganya.

Hasi penelitian ini membuktikan teori yang dikemukakan oleh [2] Beban Kerja sebagai suatu perbedaan antara kapasitas atau kemampuan pekerja dengan tuntutan pekerjaan yang harus dihadapi. Dan [7] menyatakan bahwa kompensasi merupakan segala susatu yang diterima oleh karyawan meliputi pembayaran tunai langsung maupun tidak langsung dalam bentuk manfaat karyawan dan insentif untuk memotivasi karyawan agar bekerja keras mencapai produktivitas yang semakin tinggi. Serta, [9] Motivasi merupakan komponen penting dalam mencapai keberhasilan dalam suatu proses kerja, karena seseorang individu mempunyai faktor pendorong untuk bekerja sendiri maupun berkelompok

Hasil analisis dari penelitian ini menunjukkan bahwa beban kerja, kompensasi, motivasi berpengaruh secara simultan atau secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan. Dari hasil uji F menunjukkan hubungan yang signifikan, dengan demikian hipotesis yang menyatakan terdapat pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan pada UD. Bumbu Masak Machmudah Sidoarjo dapat diterima. Penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh [12], yang menyimpulkan bahwa beban kerja mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, penelitian oleh [13] kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, [8] menunjukkan bahwa motivasi mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.

Kesimpulan

Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, diperoleh hasil pengujian secarastatistikyangmenunjukkanbahwavariabelbebankerja,kompensasidanmotivasiterhadapkinerja karyawanpadaUD. Bumbu Masak Machmudahadalahsebagai berikut:

  1. Hasil analisis data menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan UD. Bumbu Masak Machmudah Sidoarjo. Apabila beban kerja yang diberikan sesuai dengan kemampuan karyawan, maka kinerja karyawan UD. Bumbu Masak Machmudah akan semakin meningkat. Penelitian ini menunjukkan bahwa beban kerja yang diterima karyawan pada UD. Bumbu Masak Machmudah sudah sesuai dengan keadaan dan kemampuan para karyawan.
  2. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan UD. Bumbu Masak Machmudah Sidoarjo. Apabila kompensasi diberikan sesuai dengan pekerjaan karyawan, maka kinerja karyawan pada UD. Bumbu Masak Machmudah akan semakin meningkatkan kinerjanya. Penelitian ini menunjukkan bahwa UD. Bumbu Masak Machmudah sudah memberikan kompensasi sesuai dengan tepat waktu dan juga meberikan upah sesuai dengan pengorbanan yang diberikan oleh karyawanya. Dengan adanya kebijakan pemberian kompensasi yang sesuai dan diterima oleh karyawan maka akan berpengaruh dalam meningkatkan kinerja pada karyawan UD. Bumbu Masak Machmudah Sidoarjo.
  3. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan UD. Bumbu Masak Machmudah Sidoarjo. Yang menunjukkan semakin tinggi motivasi maka kinerja karyawan juga akan semakin meningkat. Penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi karyawan UD. Bumbu Masak Machmudah sangat tinggi, dan semakin berpengaruh untuk meningkatkan kinerja karyawan pada UD. Bumbu Masak Machmudah.
  4. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa beban kerja, kompensasi, dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan secara simultan atau bersama-sama terhadap kinerja karyawan karyawan UD. Bumbu Masak Machmudah Sidoarjo. Hal ini dapat dinyatakan bahwa UD. Bumbu Masak Machmudah sudah memberikan beban kerja sudah sesuai dengan kemampuan dan kondisi karyawanya. kebijakan kompensasi yang diberikan UD. Bumbu Masak Machmudah kepada karyawanya sudah memberikan gaji yang sesuai dengan tepat waktu dan juga meberikan upah sesuai dengan pengorbanan yang diberikan oleh karyawanya. Selain itu, UD. Bumbu Masak Machmudah sudah memberikan motivasi berupa pemberian kompensasi, penghargaan yang diberikan oleh UD. Bumbu Masak Machmudah, dukungan dari atasan, rasa aman yang diberikan perusahaan, dan perlakuan yang baik dari rekan-rekan karyawan.

References

  1. Hasibuan, D. H. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.
  2. Rivai, Veithzal dan Sagala, Ella Jauvani. (2016) . Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan dari Teori ke Praktik. Edisi Kedua. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
  3. Robbins S. and Timothy A. (2008). Perilaku Organisasi. Buku Terjemahan.Gramedia. Jakarta.
  4. Mangkunegara. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  5. Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung.: CV. Alfabeth.Sari, M. R. (2019).
  6. Fransiska, Y., & Tupti, Z. (2020). Pengaruh Komunikasi , Beban Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai. Jurnal Ilmiah Magister Manajemen, 3(2), 224–234.
  7. Saihudin. (2019). Manajemen Sumber Daya Manusia. Ponorogo: Uwais Inspirasi Indonesia
  8. Kurniawan, J. A., &Nawawi, M. T. (2020).PengaruhKompensasiMotivasidanKepuasanKerjaterhadapKinerjaKaryawan PT. KurniaMandiri Jaya padaDivisiDistribusi Kantor Pusat di Cirebon. JurnalManajerial Dan Kewirausahaan, 2(3), 723-729
  9. Manuaba, A, (2000).Ergonomi, KesehatandanKeselamatanKerja. Dalam :WignyOsvebroto, S &Wiratno, SE, Eds, Procendings Seminar NasionalErgonomi. PT. GunaWidya, Surabaya.
  10. Busro, M. (2018). Teori-Teori Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Prenadamedia Group
  11. Widhianingrum, W. (2017). Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan BRI Syariah Magetan. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 3(03), 193-198.
  12. Rolos, J., Sambul, S., & Rumawas, W. (2018). Pengaruh Beban Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Asuransi Jiwasraya Cabang Manado Kota. Jurnal Administrasi Bisnis, 6(004), 19–27.6.004.2018.21074.19-27
  13. Hermingsih Anik, P. D. (2020). Pengaruh Kompensasi Dan Beban Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Dengan Motivasi Kerja Sebagai Variabel Pemoderasi. Management, 9(3), 574–597.