<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN KINERJA KEUANGAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PERUSAHAAN BUMN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2016-2018</article-title>
        <subtitle>THE INFLUENCE OF GOOD CORPORATE GOVERNANCE ON COMPANY VALUE WITH FINANCIAL PERFORMANCE AS INTERVENING VARIABLES IN SOE COMPANIES LISTED ON THE INDONESIA STOCK EXCHANGE 2016-2018</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-3407774a503a1f484b2135fb18e66a7a" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Nikmah Nurhidayah</surname>
            <given-names>Nikmah</given-names>
          </name>
          <email>Nikmahnur95@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-8a16fbc46be25f6981bebb4242bb9f17" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Eny Maryanti,SE.MA</surname>
            <given-names>Eny</given-names>
          </name>
          <email>enymaryanti@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2021-09-01">
          <day>01</day>
          <month>09</month>
          <year>2021</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-c3ab705a16a522c2740e5cf40d356379">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-12">Pembangunan Perusahaan menjalankan usahanya dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan,dengan keuntungan tersebut perusahaan bisa mempertahankan usahanya. Fenomena saat ini semakin banyak perusahaan baru sehingga persaingan usaha semakin ketat. Perusahaan harus lebih selektif dalam mengelola sumber daya yang dimiliki agar lebih efektif dan efisien agar bisa mencapai tujuan perusahaan. Perusahaan membutuhkan investor untuk mengembangkan bisnisnya, investor menanamkan modal kepada perusahaan dengan tujuan untuk memiliki perusahaan tersebut dan ingin mendapatkan deviden. Kinerja keuangan merupakan penilaian investor dalam membeli saham perusahaan, kinerja keuangan perusahaan harus meningkat agar bisa menarik bagi investor. Kinerja keuangan perusahaan merupakan salah satu faktor untuk pengambilan keputusan investor dengan peningkatan kinerja merupakan hal yang positif bagiinvestor. Untuk mencapai tujuan perusahaan tersebut maka perusahaan harus didukung dengan <italic id="_italic-29">Good Corporate Governance</italic> yang baik.</p>
      <p id="_paragraph-13">Konflik yang terjadi terjadi antara pihak agen dengan pihak <italic id="_italic-30">principal</italic> dapat diminimalisir dengan <italic id="_italic-31">good corporate governance</italic>, <italic id="_italic-32">Good Corporate Governance</italic> (selanjutnya disebut “GCG”) merupakan sebuah upaya dalam membangun perusahaan yang lebih baik dan tetap berdiri sesuai dengan tujuan perusahaan. Akuntabilitas manajer dan dewan direksi terhadap pemegang saham, kerjasama aktif antara perusahaan dan pemangku kepentingan, dan tanggung jawab perusahaan terhadap pemangku kepentingan. Yang dapat diartikan bahwa <italic id="_italic-33">Good Corporate Governance</italic> akan berjalan dengan baik apabila tujuan aktivitas ekonomi, tujuan social antara pribadi dan juga kelompok berjalan dengan seimbang dan dilaksanakan secara transparasi.</p>
      <p id="_paragraph-14">Transparasi operasi perusahaan dapat menstimulasi setiap pihak yang terlibat untuk bekerja seoptimal mungkin karena didasari saling percaya, pengungkapan informasi yang tepat waktu membuka peluang terciptanya keputusan ekonomik yang efisien,efektif, dan ekonomis, akuntabilitas manajer dan dewan direksi terhadap pemegang saham menghindarkan manajemen dari tindakan oportunistik kerjasama aktif antara perusahaan dan pemangku kepentingan menciptakan komunikasi yang sinergis dalam memunculkan inovasi-inovasi dan tanggung jawab perusahaan terhadap pemangku kepentingan dalam bentuk penilaian kinerja terukur menciptakan <italic id="_italic-34">feedback</italic> yang berkelanjutan. Hal ini menjelaskan rasionalisasi mengapa pelaksanaan GCG yang tepat seharusnya secara efektif mampu meningkatkan kinerja keuangan.</p>
      <p id="_paragraph-15">GCG yang dibentuk dengan kepemilikan institusi dan komite audit tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan. Sedangkan GCG yang dibentuk dengan kepemilikan manajerial, dewan komisaris dan komisaris independen berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja keuangan. Kepemilikan manajerial, dewan komisaris dan komisaris independen secara tidak langsung melalui kinerja keuangan berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan. Kepemilikan institusi dan komite audit secara tidak langsung melalui kinerja keuangan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan.</p>
      <p id="_paragraph-16">Kinerja suatu perusahaan merupakan gambaran dari adanya tingkat pencapaian hasil atas suatu pelaksanaan operasional sebuah perusahaan. Kinerja keuangan digunakan sebagai tolok ukur yang menunjukkan baik atau buruknya kondisi suatu perusahaan. Semakin baik kinerja keuangan suatu perusahaan maka akan semakin tinggi juga nilai perusahaan di mata para investor. Kinerja keuangan dapat diukur dengan menggunakan rasio keuangan . Salah satu penilaian yang dilakukan oleh para investor ketika melakukan penanaman modal yaitu dengan cara melihat rasio profitabilitas perusahaan tersebut. Hal ini sesuai dengan teori sinyal yang menyatakan pentingnya memberikan informasi terkait laba/rugi yng dialami oleh perusahaan, beban atau biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan maupun data keuangan lainnhya kepada pihak eksternal.</p>
      <p id="_paragraph-17">Profitabilitas dianggap sebagai ukuran kinerja keuangan yang paling respresentatif sehingga calon investor akan terkait pada perusahaan-perusahaan dengan profitabilitas yang mengesankan. Itu sebabnya nilai perusahaan yang direfleksikan dengan harga saham akan meningkat, sebab permintaan terhadap saham perusahan tersebut cenderung berprogres. Sebagaimana hukum pasar, pada saat permintaan naik secara otomatis harga akan megikutinya. Penelitian yang dilakukan oleh Putri menunjukkan bahwa kinerja keuangan memiliki pengaruh yang positif dan signifikasi terhadap nilai perusahaan.</p>
      <p id="_paragraph-18">Kinerja keuangan yang di proksi ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, NPL berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan, serta struktur modal dan kinerja keuangan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini bermaksud menggabungkan dua penelitian sebelumnya. Secara sederhana dapat dinyatakan pelaksanaan GCG yang tepat terdampak pada kinerja keuangan perusahaan, selanjutnya kinerja keuangan yang impresif mendorong calon-calon investor untuk membeli saham dengan demikian harga saham (nilai perusahaan) akan meningkat. Selain itu, ketidak konsistenan hasil penelitian pengaruh GCG terhadap nilai perusahaan memunculkan ide untuk memasukkan variabel kinerja keuangan sebagai variabel intervening yang menghubungkan pengaruh GCG terhadap nilai perusahaan.</p>
      <p id="_paragraph-19">Berdasarkan dari hasil penelitian ini yang tidak konsisten tersebut peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut dengan judul “Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kinerja Keuangan Sebagai Variabel Intervening Pada Perusahaan BUMN yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016-2018”<italic id="_italic-35">.</italic></p>
    </sec>
    <sec id="heading-57d26d159ac969a945dfb89b29f49d18">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="heading-883749bf565a50524e371aff94161436">Pendekatan Penelitian</p>
      <p id="_paragraph-20">Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang berbentuk kausalitas karena variabel-variabel dalam penelitian memiliki hubungan dengan melalui uji hipotesa. Sehingga dalam penelitiannya terdapat variabel independen dan dependen. Dari variabel tersebut selanjutnya dicari sebesar besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Objek dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar diBursa Efek Indonesia tahun 2016-2018.</p>
      <p id="paragraph-f4a51ae25c179f406163504c85db37a8">Lokasi Penelitian</p>
      <p id="_paragraph-21">Penelitian ini dilaksanakan di Perusahaan Property di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2018. Lokasi dalam pengambilan data ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan mengelola data dari laporan keuangan serta <italic id="_italic-36">annual report </italic>di Bursa Efek Indonesia (BEI).</p>
      <p id="paragraph-5697a398875ea9647783580433e2e0ba">Variabel Penelitian</p>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>Definisi Oprasional,Indikator, dan Skala Pengukuran Variabel</title>
          <p id="_paragraph-24" />
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-0b2ce42f07d422d8a88ba09231c6f343">
              <td id="table-cell-369404506912657a7b51a3c222ff38d6">No.</td>
              <td id="table-cell-c57b341750a55ed1d498c783070ca5fc">Jenis</td>
              <td id="table-cell-d1be692702778319b290b990a76964b0">Nama Variabel</td>
              <td id="table-cell-13005ddf210f6ca6d9d6519ffbf34761">Indikator</td>
              <td id="table-cell-03d156b0edd394694e45820ea56cc6ff">Skala</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6907c4964b709315ada5f6481a86833d">
              <td id="table-cell-5c0bfd214752e770f202152ade0ed50b">1.</td>
              <td id="table-cell-584bd29879f773b127cae7deffd9e6a1">Variabel Dependen/Terikat</td>
              <td id="table-cell-7c75f0ec7afd333008c0e5c5b64b00eb">Nilai Perusahaan</td>
              <td id="table-cell-576221734c42ce254b70ec6053c376e9">Nilai pasar EkuitasNilai Buku EkuitasTotal Kewajiban</td>
              <td id="table-cell-900db1054509afc1906a74913fa669b3">Tobin’s Q</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-3071d448e8f289af66b104c4fef87d47">
              <td id="table-cell-93792bb27b996b09a37805081c29f846">2.</td>
              <td id="table-cell-8eb02dcd6dc2698ef5688e6ea768576d">Variabel Independen/Bebas</td>
              <td id="table-cell-eaf7c22b5e9ba769fc2d4dca8405c327">Good Corporate Governance</td>
              <td id="table-cell-0b3ec80dc8d8cbc620f0117c9015ee6c">Komisaris IndependenDewan DireksiKomite Audit</td>
              <td id="table-cell-abad38a66d5e719311adb6e77350b672">Nominal</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-1648f9c120ed2c711d25bcfe7318fab6">
              <td id="table-cell-c41aa28b3683898383a8f1651adc3934">3.</td>
              <td id="table-cell-3dc54a93a2ee015f6eb5d38eaca9f68c">Variabel Intervening</td>
              <td id="table-cell-2869bd8a603aefc063ef2fccad6e1c40">Kinerja Keuangan</td>
              <td id="table-cell-822566cb6e11a7f7941f55c2290b2b7f">Laba BersihTotal Aset</td>
              <td id="table-cell-aeaea8d6067203ccd90fe465e4e46954">ROA</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-09617640b228d66318ba973442f3bfb0">Populasi dan Sampel</p>
      <p id="_paragraph-25">Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan property di bursa efek indonesia tahun 2016-2018. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik <italic id="_italic-38">purposive sampling</italic>. Adapun penggunaan metode <italic id="_italic-39">purposive sampling </italic>dalam penelitian ini adalah perusahaan yang memiliki kriteria sebagai berikut:</p>
      <list list-type="bullet" id="list-c52892c767e5fa6c945605e431cab1d1">
        <list-item>
          <p>Perusahaan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2016 – 2018</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Perusahaan yang mempublikasikan dan menyajikan laporan keuangan yang telah di audit per 31 Desember secara berturut – turut selama periode penelitian 2016 – 2018, baik yang memiliki laba positif maupun negatif</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Menggunakan satuan uang rupiah (Rp) pada laporan keuangan yang diterbitkan</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Perusahaan sampel memiliki kelengkapan data yang dibutuhkan</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-26">Berdasarkan kriteria yang ada,ada 33 perusahaan yang dapat digunakan sebagai sampel untuk dikelola dalam penelitian ini. Sampel yang digunakan diantaranya</p>
      <table-wrap id="_table-figure-2">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <title>Kriteria Penentuan Sampel</title>
          <p id="_paragraph-29" />
        </caption>
        <table id="_table-2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-0a1f7fcbdecfc9d60069730fcf0851db">
              <td id="table-cell-cba251b61daa4fd28bb119f1260fb97e">No.</td>
              <td id="table-cell-23667c3dd10849526d157a4d7c88c187">Kriteria</td>
              <td id="table-cell-f621af845c1cd179ccfcef389c7f660e">Jumlah</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e60ac41c0fe190b4011ee978c6f22f13">
              <td id="table-cell-0c065a645daa0687b8b6e5dc0587a2e0">1.</td>
              <td id="table-cell-85b55369a859a172bda9dc60cbb690e3">Perusahaan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2016 - 2018</td>
              <td id="table-cell-0d370c48543782e3adc961354444b8e8">20</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-3692651758e10f95b51a4f29aeb4f32c">
              <td id="table-cell-c9020dff5a25b5d131d49bd01efbe63b">2.</td>
              <td id="table-cell-ebb3c44ae5f2ab429345629db3ffe4e8">Perusahaan yang mempublikasikan dan menyajikan laporan keuangan yang telah di audit per 31 Desember secara berturut – turut selama periode penelitian 2016 – 2018, baik yang memiliki laba positif maupun negatif</td>
              <td id="table-cell-6417068d541abbcd0bb193facb196975">(4)</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-db88e4eae6d0972bea6f895c2da16af0">
              <td id="table-cell-4c33ded035c9c24910efb18d581ed472">3.</td>
              <td id="table-cell-43dfcf88fd807e16d62f910daaf69e4f">Menggunakan satuan uang rupiah (Rp) pada laporan keuangan yang diterbitkan</td>
              <td id="table-cell-cc6a4b80e7df3038c40a7814c8715522">(0)</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7ea27ef07a3f3f2fb39c014d0819b48c">
              <td id="table-cell-56045d4ba69f0b7ac9ddc4846899a78b">4.</td>
              <td id="table-cell-2d9ad7b24c2056e3fc6b0b65e80f808b">Perusahaan sampel memiliki kelengkapan data yang dibutuhkan</td>
              <td id="table-cell-8c57849433fb45ed8540a07730bf2ebc">(5)</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-67a7bfa3e6d0ab4c01cea830e412a175">
              <td id="table-cell-3712395a55bcbb557ed7dd118cecbe9d">Perusahaan yang memenuhi kriteria yang terlah disebutkan.</td>
              <td id="table-cell-9bb3c4ad1e5948b7339a021f677f558c">11</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c789d53423613c25cd04b15163326ccd">
              <td id="table-cell-ad38e013c9444148837434c3f6b01d89">Jumlah total perusahaan sampel (11 perusahaan x 3 tahun dari 2016-2018)</td>
              <td id="table-cell-a5d229d4cf1a9eeca28e65ecf1493b7a">33</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-0f9d38721e74f3b1ec0b84bb3fc70175">Jenis dan Sumber Data</p>
      <p id="_paragraph-30">Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif berupa angka yang dihasilkan dalam penelitian ini yang berdasarkan analisis statistik dalam laporan keuangan perusahaan property selama 2016-2018. Sedangkan sumber data yang digunakan yaitu data sekunder berupa laporan keuangan tahuanan perusahaan yang terdaftar sebagai perusahaan propertyselama 2016-2018 di Bursa Efek Indonesia</p>
      <p id="paragraph-68c4cd017e9a53c15bb134d3ad72afce">Teknik Analisis Data dan Uji Hipotesis</p>
      <p id="paragraph-609d5ba214f60f70f1e4795d8289d419">Teknik Analisis Data</p>
      <p id="paragraph-f54ace2bf481bd28ab3c2eb1de506a01">a. Evaluasi Model Pengukuran (<italic id="italic-1">Outer Model</italic>)</p>
      <p id="paragraph-0b326a3889c27dd68e72a1a4bfc3ddf9">Uji Convergent Validity</p>
      <p id="_paragraph-31"><italic id="_italic-41">Convergent Validity</italic>, yang merupakan <italic id="_italic-42">loading factor</italic> atau yang menunjukkan besarnya korelasi antara variabel laten dengan indikator-indikatornya. Dengan dasar asumsi:</p>
      <list list-type="bullet" id="list-beb214bcb78368845328ec3c25d3810e">
        <list-item>
          <p>Jika nilai <italic id="_italic-43">convergent validity</italic>&gt; 0,7, maka variabel-variabel indikator memiliki korelasi yang tinggi dengan variabel latennya.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Jika nilai <italic id="_italic-44">convergent validity</italic> ≤ 0,7, maka variabel-variabel indikator memiliki korelasi yang rendah dengan variabel latennya.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="paragraph-e126545e454732d63c7e06055673aeb3">Uji Discriminant Validity</p>
      <p id="_paragraph-32"><italic id="_italic-45">Discriminant Validity</italic>, merupakan nilai <italic id="_italic-46">cross loading factor</italic> yang digunakan untuk mengetahui apakah model struktural yang dibuat telah memiliki diskriminan yang memadai. Dengan dasar asumsi:</p>
      <list list-type="bullet" id="list-5517c75edfc4cb6263720d224203d463">
        <list-item>
          <p>Jika nilai <italic id="_italic-47">loading factor</italic> masing-masing indikator terhadap variabel latennya sendiri lebih besar dari pada nilai <italic id="_italic-48">loading factor</italic> dengan variabel laten yang lain, maka masing-masing indikator adalah valid, dan merupakan cerminan dari variabelnya sendiri.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Jika nilai <italic id="_italic-49">loading factor</italic> masing-masing indikator terhadap variabel latennya sendiri lebih kecil dari pada nilai <italic id="_italic-50">loading factor </italic>dengan variabel laten yang lain, maka indikator dinyatakan tidak valid, dan bukan merupakan cerminan dari variabelnya sendiri.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="paragraph-d07d51d16664448e2a5b6136904cf7ef">Uji Construct Reliability &amp; Validity</p>
      <p id="_paragraph-33">Uji construct reliability and validity digunakan untuk mengukur tingkat reliabilitas dan validitas masing-masing konstruk. Terdapat 3 (tiga) macam uji yang dilakukan yakni uji composite reliability, uji average variance extracted (AVE), dan uji cronbach alpha.</p>
      <p id="paragraph-1f184f2e194cccf640e18654eac1543a">1. Composite Reliability</p>
      <p id="_paragraph-34"><italic id="_italic-51">Composite Reliability</italic>, merupakan nilai <italic id="_italic-52">internal consistency</italic> yang digunakan untuk mengetahui nilai reliabilitas masing-masing indikator dalam mengukur variabel latennya. Dengan dasar asumsi:</p>
      <list list-type="bullet" id="list-b93aaf6357e8ef5e97fb72abb0aa44ca">
        <list-item>
          <p>Jika nilai <italic id="_italic-53">composite reliability</italic>&gt; 0,7, maka indikator dinyatakan reliabel untuk mengukur konstruknya.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Jika nilai <italic id="_italic-54">composite reliability</italic> ≤ 0,7, maka indikator dinyatakan tidak reliabel untuk mengukur konstruknya.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="paragraph-0df4daa2cf3ab8c2347f69d14bee5f7d">2. <ext-link id="external-link-1" ext-link-type="uri" xlink:href=""/>Average Variance Extracted (AVE)</p>
      <p id="_paragraph-35">Uji <italic id="_italic-55">Average Variance Extracted (AVE)</italic>, merupakan nilai yang digunakan untuk mengukur jumlah varians yang dapat ditangkap oleh konstruk (variabel laten dan indikator-indikatornya) dibandingkan dengan jumlah varians yang ditimbulkan oleh kesalahan pengukuran. Dengan dasar asumsi:</p>
      <list list-type="bullet" id="list-ac58be9b0694da1551918f06be511633">
        <list-item>
          <p>Jika nilai AVE &gt; 0,5, maka indikator dinyatakan reliabel untuk mengukur konstruknya.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Jika nilai AVE ≤ 0,5, maka indikator dinyatakan tidak reliabel untuk mengukur konstruknya.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="paragraph-40a67556fe208f4ffc0fd7fcecb31c05">3. Cronbach Alpha</p>
      <p id="_paragraph-36"><italic id="_italic-56">Cronbach Alpha</italic>, merupakan nilai yang digunakan untuk memperkuat uji reliabilitas masing-masing konstruk. Dengan dasar asumsi:</p>
      <p id="paragraph-b5eee28596d2e5bec5e86f75602ff0f8"><italic id="italic-0f8651ffa00b2dec32184c820554d0b9">Cronbach Alpha</italic>, merupakan nilai yang digunakan untuk memperkuat uji reliabilitas masing-masing konstruk. Dengan dasar asumsi: </p>
      <p id="paragraph-6a80c0134ee75abd12ec6b53675063b1">a) Jika nilai <italic id="italic-2">Cronbach Alpha</italic>&gt; 0,6, maka indikator dinyatakan reliabel untuk mengukur konstruknya. </p>
      <p id="paragraph-9642bab8ab1dc68e1c89d8e860c67b68">b) Jika nilai <italic id="italic-3">Cronbach Alpha</italic> ≤ 0,6, maka indikator dinyatakan tidak reliabel untuk mengukur konstruknya.</p>
      <p id="paragraph-7c1537d0e44cfbd3447dcbca8a422284">Evaluasi Model Struktural (<italic id="italic-c3feaa07eb8059c501ebab72ec99b971">Inner Model</italic>)</p>
      <p id="_paragraph-37"><italic id="_italic-62">Inner model</italic> PLS menggambarkan hubungan satu variabel laten dengan variabel laten lainya. Evaluasi model struktural (<italic id="_italic-63">inner model</italic>) dilakukan untuk memastikan bahwa model struktural yang dibangun telah <italic id="_italic-64">robust</italic> dan akurat. Evaluasi <italic id="_italic-65">inner model</italic> terdiri dari beberapa indikator, antara lain <italic id="_italic-66">goodness of fit </italic>(GoF), koefisien determinasi disesuaikan (<italic id="_italic-67">Adjusted</italic> R<sup id="_superscript-6">2</sup>), dan <italic id="_italic-68">predictive relevance</italic> (Q<sup id="_superscript-7">2</sup>).</p>
      <p id="_paragraph-38"><italic id="_italic-69">Goodness of Fit Model</italic> diukur menggunakan akar kuadrat dari nilai rata-rata <italic id="_italic-70">average variance extracted</italic> (AVE) dikalikan dengan nilai rata-rata koefisien determinasi (R<sup id="_superscript-8">2</sup>) variabel laten dependen. <italic id="_italic-71">Adjusted</italic> R<sup id="_superscript-9">2</sup> menunjukkan besarnya pengaruh variabel-variabel indikator dapat menjelaskan variabel latennya. <italic id="_italic-72">Predictive relevance</italic> (Q<sup id="_superscript-10">2</sup>) untuk model struktural digunakan untuk mengukur seberapa baik nilai observasi yang dihasilkan oleh model dan juga estimasi parameternya. Nilai Q<sup id="_superscript-11">2</sup> dihitung menggunakan formula:</p>
      <p id="_paragraph-39">Dimana:</p>
      <p id="_paragraph-40">Q<sup id="_superscript-12">2</sup>= <italic id="_italic-73">Predictive relevance</italic></p>
      <p id="_paragraph-41">= R<sup id="_superscript-13">2</sup> variabel endogen dalam model persamaan</p>
      <p id="_paragraph-42">Besaran Q<sup id="_superscript-14">2</sup> memiliki nilai dengan rentang 0 &lt; Q<sup id="_superscript-15">2</sup>&lt; 1, dengan dasar pengambilan keputusan:</p>
      <list list-type="bullet" id="list-1c0dcf142cd3f79479ce86c51aee840d">
        <list-item>
          <p>Jika nilai Q<sup id="_superscript-16">2</sup> ≤ 0, menunjukkan bahwa model kurang memiliki <italic id="_italic-74">predictive relevance</italic>.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Jika nilai Q<sup id="_superscript-17">2</sup>&gt; 0, menunjukkan bahwa model memiliki <italic id="_italic-75">predictive relevance</italic>.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Jika nilai Q<sup id="_superscript-18">2</sup> semakin mendekati angka 1, menunjukkan bahwa model semakin baik</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="paragraph-d179a281c1d32951b2756247fd4e5d13">Uji Hipotesis</p>
      <p id="_paragraph-43">Nilai inner model menunjukan tingkat signifikan dalam meguji hipotesis.Uji t dilakukan untuk menguji apakah hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima atau tidak. Uji t dapat dilihat dari nilai probabilitas dan nilai t-statistik, dengan dasar pengambilan keputusan:</p>
      <p id="paragraph-71ac10aa1bf266f69cfc50b402a13d20">1) Untuk alpha (α) 5%, jika <italic id="italic-42efd85712ff1a2a4a3b3101c3ee1409">p-value</italic>&lt; 0,05 maka hipotesis diterima. Jika <italic id="italic-92c426b4f93994790938a4609c7891ec">p-value</italic>&gt; 0,05 maka hipotesis ditolak. </p>
      <p id="paragraph-48017eb6fd9aba676873bc034fb18826">2) Untuk alpha (α) 5%, nilai t-tabel adalah 1,96. Jika nilai t-tabel &lt; t-statistik, maka hipotesis diterima. Jika nilai t-tabel &gt; t-statistik, maka hipotesis ditolak</p>
    </sec>
    <sec id="heading-42d930a2c802f70a441a9834634827e3">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="heading-a1a1af12593b83a3793d3cabe2979571">Hasil</p>
      <p id="paragraph-1f2dfcc1db343c643d08a9748a1aca54">1. Evaluasi Model Pengukuran (Outer Model)</p>
      <p id="paragraph-85c2cab822de82e5ce11f606a3544f5f">a. Convergent Validity</p>
      <p id="_paragraph-45">Uji <italic id="_italic-76">convergent validity</italic> dapat dilihat dari nilai <italic id="_italic-77">outer loadings</italic> pada hasil algoritma PLS. Nilai yang direkomendasikan dari hasil uji tersebut adalah lebih besar dari 0,7 meski nilai tersebut bukan merupakan standar absolut. Hasil uji indikator variabel Good Corcporate Governance menunjukkan variabelDewan Direksi memiliki nilai <italic id="_italic-78">outer loadings</italic> sebesar 1,000, variabel Komisaris Independen memiliki nilai <italic id="_italic-79">outer loadings</italic> sebesar 1,000, dan indikator Komite Audit memiliki nilai <italic id="_italic-80">outer loadings</italic> sebesar 1,000. Dari nilai <italic id="_italic-81">outer loadings</italic>variabelGood Corporate Governance tersebut, dapat disimpulkan bahwa Dewan Direksi, Komisaris Independen dan Komite Audit memiliki korelasi yang sangat kuat dengan penyusun variabel Good Corporate Governance.Hasil uji indikator variabel Kinerja Keuanganmelalui ROA menunjukkannilai <italic id="_italic-82">outer loadings</italic> sebesar 1,000. Dari nilai <italic id="_italic-83">outer loadings </italic>ROA tersebut, dapat disimpulkan bahwa indikator ROA memiliki korelasi yang sangat kuat dengan variabel Kinerja Keuangan.Hasil uji indikator variabel Nilai Perusahaanmelalui Tobin’s Q menunjukkannilai <italic id="_italic-84">outer loadings</italic> sebesar 1,000. Dari nilai <italic id="_italic-85">outer loadings</italic>Tobin’s Q tersebut, dapat disimpulkan bahwa indikator Tobin’s Q memiliki korelasi yang sangat kuat dengan variabel Nilai Perusahaan.</p>
      <p id="paragraph-efee79d64957c9730ea1707f38720488">b. Discriminant Validity</p>
      <p id="_paragraph-46">Hasil uji algoritma PLS yang direkomendasikan adalah nilai <italic id="_italic-86">cross loadings</italic> masing-masing indikator terhadap variabel latennya sendiri lebih besar dari pada nilai <italic id="_italic-87">cross loadings </italic>dengan variabel laten yang lain. Nilai <italic id="_italic-88">cross loadings</italic> masing-masing indikator terhadap variabel laten.dari hasil algoritma PLS dapat dijabarkan bahwavariabel komisaris independen (X1), variabel Dewan Direksi (X2) dan Variabel Komite Audit (X3) memiliki nilai <italic id="_italic-89">cross loadings</italic> lebih tinggi dari pada nilai <italic id="_italic-90">cross loadings</italic> pada variabel laten yang lain sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel komisaris independen (X1), variabel Dewan Direksi (X2) dan Variabel Komite Audit (X3) merupakan cerminan dari variabel itu sendiri yang merupakan penyusun dari variabel Good Corporate Governace. Hasil lain menunjukkan bahwa variabel Nilai perusahaan memiliki nilai <italic id="_italic-91">cross loadings</italic>yang lebih tinggi dari pada nilai <italic id="_italic-92">cross loadings</italic> pada variabel laten yang lain. Hasil ini juga menunjukkan bahwa variabel Kinerja Keuangan memiliki nilai <italic id="_italic-93">cross loadings</italic>yang lebih tinggi dari pada nilai <italic id="_italic-94">cross loadings</italic> pada variabel laten yang lain.</p>
      <p id="paragraph-cfec5c77f133262e8d4ce5c2e3c625b2">c. Construct Reliability &amp; Validity</p>
      <p id="_paragraph-47">Uji construct reliability and validity digunakan untuk mengukur tingkat reliabilitas dan validitas masing-masing konstruk. Terdapat 3 (tiga) macam uji yang dilakukan yakni uji composite reliability, uji average variance extracted (AVE), dari hasil algoritma pengujian dihasilkan :</p>
      <list list-type="bullet" id="list-7b0218b43b74e7ae71986c245371303c">
        <list-item>
          <p>variabel Komisaris Independen (X1)memiliki hasil uji <italic id="_italic-97">cronbach alpha</italic> sebesar 1,000 (lebih besar dari 0,6), hasil uji <italic id="_italic-98">composite reliability</italic> sebesar 1,000 (lebih besar dari 0,7), dan hasil uji <italic id="_italic-99">average </italic><italic id="_italic-100">varians extracted</italic> (AVE) sebesar 1,000 (lebih besar dari 0,5) sehingga dapat disimpulkan bahwa konstruk variabel Komisaris Independen (X1) telah valid dan reliabel.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Variabel Dewan Direksi (X2)memiliki hasil uji <italic id="_italic-101">cronbach alpha</italic> sebesar 1,000 (lebih besar dari 0,6), hasil uji <italic id="_italic-102">composite reliability</italic> sebesar 1,000 (lebih besar dari 0,7), dan hasil uji <italic id="_italic-103">average varians extracted</italic> (AVE) sebesar 1,000 (lebih besar dari 0,5) sehingga dapat disimpulkan bahwa konstruk variabel Dewan Direksi (X2) telah valid dan reliabel.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Variabel Komite Audit (X3)memiliki hasil uji <italic id="_italic-104">cronbach alpha</italic> sebesar 1,000 (lebih besar dari 0,6), hasil uji <italic id="_italic-105">composite reliability</italic> sebesar 1,000 (lebih besar dari 0,7), dan hasil uji <italic id="_italic-106">average varians extracted</italic> (AVE) sebesar 1,000 (lebih besar dari 0,5) sehingga dapat disimpulkan bahwa konstruk variabel Komite Audit (X3) telah valid dan reliabel.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Variabel Nilai Perusahaan (Y)memiliki hasil uji <italic id="_italic-107">cronbach alpha</italic> sebesar 1,000 (lebih besar dari 0,6), hasil uji <italic id="_italic-108">composite reliability</italic> sebesar 1,000 (lebih besar dari 0,7), dan hasil uji <italic id="_italic-109">average varians extracted</italic> (AVE) sebesar 1,000 (lebih besar dari 0,5) sehingga dapat disimpulkan bahwa konstruk variabel Nilai Perusahaan (Y) telah valid dan reliabel.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Variabel Kinerja Keuangan (Y)memiliki hasil uji <italic id="_italic-110">cronbach alpha</italic> sebesar 1,000 (lebih besar dari 0,6), hasil uji <italic id="_italic-111">composite reliability</italic> sebesar 1,000 (lebih besar dari 0,7), dan hasil uji <italic id="_italic-112">average varians extracted</italic> (AVE) sebesar 1,000 (lebih besar dari 0,5) sehingga dapat disimpulkan bahwa konstruk variabel Kinerja Keuangan (Y) telah valid dan reliabel.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="paragraph-9f11816d2df013b89474d4a51bde1cd2">Evaluasi Model Struktural (<italic id="italic-a1893f037c1c7eeae2a9eec5afd0323a">Inner Model</italic>)</p>
      <p id="paragraph-8d2ce9e1635475e1be6e9e393870c1f1">1. Koefisien Determinasi yang Disesuaikan (<italic id="italic-db51b513ddcb017da77b3a3e7fdecf62">Adjusted</italic> R<sup id="superscript-1">2</sup>)</p>
      <p id="_paragraph-48">Koefisien determinasi yang disesuaikan (<italic id="_italic-113">adjusted</italic> R<sup id="_superscript-19">2</sup>) digunakan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen. Dari pengujian data dapat ditarik kesimpulan bahwa kemampuan variabel independen dapat menjelaskan variabel Kinerja Keuangan (Z) adalah sebesar 35,6% dan kemampuan variabel independen dapat menjelaskan variabel Nilai Perusahaan (Y) sebesar 54,9%. Sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel independen lain yang tidak ada dalam model penelitian ini.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-3">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <title>Nilai R<sup id="_superscript-20">2</sup> dan <italic id="_italic-114">Adjusted</italic> R<sup id="_superscript-21">2</sup></title>
          <p id="_paragraph-51">Olah Data SmartPLS 3, 2020</p>
        </caption>
        <table id="_table-3">
          <tbody>
            <tr id="table-row-726267d90fd2f2a0944ef0de4a3b308a">
              <td id="table-cell-96884d119d7975f0a660af2d6533a6e8">Indikator</td>
              <td id="table-cell-54fa80c8c94ac69231c4390338a2a235">R Square</td>
              <td id="table-cell-9ea80e9a16aa4503af78c77c9d850f11">R Square Adjusted</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b40fdd49157c1b3ae307d89aac22c64f">
              <td id="table-cell-52efea8ba884cef5032b5e1924915b77">Kinerja Keuangan</td>
              <td id="table-cell-eb5172ca46cadf27459c2f5f20609fb2">1.000</td>
              <td id="table-cell-4ebec49e1199b13fd44c1d76977afca2">1.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-09e79340b3432dcf68a97024b0364b35">
              <td id="table-cell-8d13acfc461889873ec1640f17b8cc0b">Nilai Perusahaan</td>
              <td id="table-cell-c54f627ddae652e762eab2d8812480e9">1.000</td>
              <td id="table-cell-a14b5849f9de919ca0a17ef6d0316f81">1.000</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-a600e902e3c31869dae9a907739a2847">2. Predictive Relevance (Q<sup id="superscript-7f2110def3e93f7bf048ce8a64be088a">2</sup>)</p>
      <p id="_paragraph-53"><italic id="_italic-115">Predictive relevance</italic> (Q<sup id="_superscript-22">2</sup>) digunakan untuk mengukur seberapa baik nilai observasi yang dihasilkan oleh model dan juga estimasi parameternya. Dalam penelitian ini nilai <italic id="_italic-116">predictive relevance</italic> (Q<sup id="_superscript-23">2</sup>) dihitung sebagai berikut,</p>
      <p id="_paragraph-54">Q<sup id="_superscript-24">2</sup>= 1 – (1 – R<sup id="_superscript-25">2</sup><sub id="_subscript-1">1</sub>)(1 – R<sup id="_superscript-26">2</sup><sub id="_subscript-2">2</sub>)</p>
      <p id="_paragraph-55">= 1 – (1 – 0,416)(1 – 0,605)</p>
      <p id="_paragraph-56">= 1 – 0,23068</p>
      <p id="_paragraph-57">= 0,76932</p>
      <p id="_paragraph-58">Dari hasil perhitungan diatas menunjukkan bahwa nilai <italic id="_italic-117">predictive relevance</italic> (Q<sup id="_superscript-27">2</sup>) dari penelitian ini adalah lebih besar dari 0, yang berarti model penelitian ini memiliki kapabilitas prediksi. Nilai <italic id="_italic-118">predictive relevance</italic> (Q<sup id="_superscript-28">2</sup>) model penelitian ini adalah sebesar 0,76932 atau 76,932%. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa keragaman data atau kandungan informasi dalam data penelitian secara keseluruhan yang dapat dijelaskan oleh model penelitian ini adalah sebesar 76,932%, sedangkan 23,068% sisanya merupakan kontribusi dari variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini</p>
      <p id="paragraph-548b6c11a7d8ca82912b0559cae0055e">3. Goodness of Fit (GoF)</p>
      <p id="_paragraph-59">Uji <italic id="_italic-119">goodness of fit</italic> (GoF) digunakan untuk menguji validitas performa gabungan antara model pengukuran (<italic id="_italic-120">outer model</italic>) dan model struktural (<italic id="_italic-121">inner model</italic>). Nilai <italic id="_italic-122">goodness of fit</italic> (GoF) terbentang antara 0 dan 1 dengan asumsi nilai 0,1 merupakan nilai GoF kecil, nilai 0,25 merupakan nilai GoF <italic id="_italic-123">moderate</italic>, dan nilai 0,36 merupakan nilai GoF besar. Dalam penelitian ini nilai <italic id="_italic-124">goodness of fit</italic> (GoF) dihitung sebagai berikut,</p>
      <p id="_paragraph-60">Dari hasil perhitungan diatas menunjukkan bahwa nilai <italic id="_italic-125">goodness of fit</italic> (GoF) model yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebesar 0,74095 dan termasuk dalam kategori nilai <italic id="_italic-126">goodness of fit</italic> (GoF) yang besar.</p>
      <p id="paragraph-1f814d3c8671a2bb1c2cb62907755d58">4. Uji Hipotesis</p>
      <p id="_paragraph-61">a. Uji t</p>
      <p id="_paragraph-62">Dalam penelitian ini, uji t digunakan untuk menguji apakah H<sub id="_subscript-3">1</sub>, H<sub id="_subscript-4">2</sub>, H<sub id="_subscript-5">3</sub><sub id="_subscript-6">, </sub>H<sub id="_subscript-7">4, </sub>H<sub id="_subscript-8">5, </sub>dan H<sub id="_subscript-9">6</sub> dapat diterima atau tidak. Nilai probabilitas (<italic id="_italic-131">p-value</italic>) dan nilai t-statistik yang digunakan sebagai acuan merupakan nilai dari hasil <italic id="_italic-132">bootstrapping</italic> PLS model penelitian. Hasil <italic id="_italic-133">bootstrapping</italic> PLS disajikan sebagai berikut, </p>
      <table-wrap id="_table-figure-4">
        <label>Table 4</label>
        <caption>
          <title>Path Coefficients</title>
          <p id="_paragraph-65">Olah Data SmartPLS 3, 2020</p>
        </caption>
        <table id="_table-4">
          <tbody>
            <tr id="table-row-5f8d41c2e369a6cd56334e4450ff0b3a">
              <td id="table-cell-15fc4f81d4bf791d6b0b5bebc00445d6">Indikator</td>
              <td id="table-cell-79cd0ed1698bcbd0229d6081e8f84d63">Original Sample (O)</td>
              <td id="table-cell-b82ea059418283ae1d9d600507f94143">Sample Mean (M)</td>
              <td id="table-cell-6ff1fe3d6a3ca7653e02b3d36049cdd8">Standard Deviation (STDEV)</td>
              <td id="table-cell-5a2c3131fa93adb90c4e1b104ed05b41">T Statistics (O/STDEV)</td>
              <td id="table-cell-a82f76b1a2b79a899a00e1db0082432e">P Values</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-1869300b1b94217066f92a266d523d87">
              <td id="table-cell-9195b7be0ba443720ae3f59611c85459">Dewan Direksi Kinerja Keuangan</td>
              <td id="table-cell-a75a52467bdb9ee57cbe00aa71db51c3">0.525</td>
              <td id="table-cell-801968d07f4cf65b0507d63afd688254">0.546</td>
              <td id="table-cell-55fdc47704fb063557c1060c51b79f3d">0.157</td>
              <td id="table-cell-429ec66fac51aaae6b8ac62bdd99d4c3">3.339</td>
              <td id="table-cell-9e9653e7ea7eea3ee01d378b808422a6">0.001</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7b426997b25be815f0f2a357d9e794e4">
              <td id="table-cell-c48f6287adf3c316b1ccf1689d8a7715">Kinerja Keuangan Nilai Perusahaan</td>
              <td id="table-cell-4a89ce0d15213b1858cc1b209386768b">0.278</td>
              <td id="table-cell-0db1feba83b2f403652426df7deee3fc">0.200</td>
              <td id="table-cell-4b10c414e9f30d5fc8e82384a6a22ff0">0.210</td>
              <td id="table-cell-dc0077b70d9e339b6dbc4ecf15066135">1.324</td>
              <td id="table-cell-666bc149b80bbff6ea7b57bac9f1e033">0.186</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-627c680345172b9aa2f102d0a5b4be29">
              <td id="table-cell-902f20a10ccfe627f17ccdd10635e9ed">Kinerja Keuangan Nilai Perusahaan</td>
              <td id="table-cell-d0944af74ef77505955d9a7cf6895009">-0.351</td>
              <td id="table-cell-e055a58595fbbcd66f36183953ce59ed">-0.286</td>
              <td id="table-cell-75fd2d2488896bed97e5b84064542dc7">0.153</td>
              <td id="table-cell-a85a98529d2c74b668c40b9c8fe3dd52">2.289</td>
              <td id="table-cell-e39af2c1e014f57c87396d85382bbd40">0.022</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ad20293a6edf7920493189653089585c">
              <td id="table-cell-f36acf22229777419581cb1f508f6255">Komisaris Independen Kinerja Keuangan</td>
              <td id="table-cell-49ad9fbb9a666cb335e76a9f3ae257b5">0.270</td>
              <td id="table-cell-e637220a7552526ff49ac61154a87975">0.273</td>
              <td id="table-cell-ea0d261f4db9633f714662c68b92ba44">0.119</td>
              <td id="table-cell-8a43ea00e593dd10b137e97d2aa28fdf">2.267</td>
              <td id="table-cell-5c0d43a430b1032583ac04c771cb636e">0.024</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5c54c0ab3578da186f08f98d23cccf72">
              <td id="table-cell-8cdfa128cf04db7de8c7be1036a5a155">Komisaris Independen Nilai Perusahaan</td>
              <td id="table-cell-65935bad5109e985581c66fbf1914405">0.504</td>
              <td id="table-cell-cbde150c1b966aa1bc0c2bcf90b2b9b8">0.498</td>
              <td id="table-cell-4ad8e848968104b362003ca6c0987aa8">0.155</td>
              <td id="table-cell-0e5af8d39b557d660f3b7acc6d4f17b7">3.249</td>
              <td id="table-cell-64a32697f386e5ae8d774f07c0a2b88e">0.001</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0a62be5b242fa62a8ff9c6abd39d785f">
              <td id="table-cell-99e5c9d479f5e9c977cff3642c088ebd">Komite Audit Kinerja Keuangan</td>
              <td id="table-cell-cf9ce33e0026851775dcb46254d4045b">0.308</td>
              <td id="table-cell-479594cf33b3ab1e5e43b24fb2ba3b2b">0.371</td>
              <td id="table-cell-4b94c27e4064f5ca5f04bf678a3a6761">0.225</td>
              <td id="table-cell-314cd761b6d5d8dfad1fb57f9f9fa76a">1.366</td>
              <td id="table-cell-760a022393662799bcba619c039090ea">0.173</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-593779e8f17090ccd5bb4b87d2d5fbcb">
              <td id="table-cell-e35b46a44b5e46c3bb7c2843a2b25c06">Komite Audit Nilai Perusahaan</td>
              <td id="table-cell-47a5ffc5c2d143ad0154954e05dd7c6f">0.686</td>
              <td id="table-cell-c03483788dd4febe823a1df47a37360f">0.610</td>
              <td id="table-cell-de350b0a4e059493a9968c6581ab8ad3">0.241</td>
              <td id="table-cell-209ce8a095ea1e4ee43b328ebaa33f4f">2.841</td>
              <td id="table-cell-c42c75d99c9ce9802acd5252ec869b08">0.005</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-ead76f2d93525082084d50a84199f87c" />
      <table-wrap id="_table-figure-5">
        <label>Table 5</label>
        <caption>
          <title>Path Coefficients bootstrapping </title>
          <p id="_paragraph-69">Olah Data SmartPLS 3, 2020</p>
        </caption>
        <table id="_table-5">
          <tbody>
            <tr id="table-row-be51285da73918215b53300a1ae99d03">
              <td id="table-cell-e51f87a5b9db3c34f563c0f6c09f7165">Indikator</td>
              <td id="table-cell-5050c5f7c2f88fac9ac8fff3c266478a">Original Sample (O)</td>
              <td id="table-cell-17b8d375256b86802094618d7d4c86a7">Sample Mean (M)</td>
              <td id="table-cell-c9ccc71197340df14aa59e6b9fd886f9">Standard Deviation (STDEV)</td>
              <td id="table-cell-7392edc7b59b66e642f9916ae370205a">T Statistics (O/STDEV)</td>
              <td id="table-cell-1232e3a13543a94d9f8b6c20f169208e">P Values</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2e84adda80ad6ef0b74f192e9fce3bd3">
              <td id="table-cell-0b3fcc22dba5e21562e9fd86bcddaae7">Dewan Direksi Kinerja Keuangan Nilai Perusahaan</td>
              <td id="table-cell-3855db6391d6a62a0275dbe2d8835f3b">-0.184</td>
              <td id="table-cell-4c55dd073c33bf570a96afb86b5ffa34">-0.144</td>
              <td id="table-cell-8e69dceb3dcfad479c8f5dac5b0908fe">0.085</td>
              <td id="table-cell-c4cc6a10a38c0c09e525a2e3c9fade67">2.177</td>
              <td id="table-cell-9d6f8901343e826da70ffda587076d5f">0.030</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-dd359abef307907e2e3f2084498cf47a">
              <td id="table-cell-a6c5e3e70d2390af97589274b19146ac">Komisaris Independen Kinerja Keuangan Nilai Perusahaan</td>
              <td id="table-cell-7203c857563a025bc1e202cd1e39c9d7">-0.094</td>
              <td id="table-cell-fc20932e37fbef201c0928f033223d52">-0.081</td>
              <td id="table-cell-fb1cd11e98daa7f2216805c5645f26ab">0.067</td>
              <td id="table-cell-df2d9c14bb38b8881eed1aa1b820e439">1.419</td>
              <td id="table-cell-e663e6805d3439df73f91392df81f892">0.156</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-9ff4753a3d160181ac90694ec5ffa471">
              <td id="table-cell-2b3678c6aac5d3f9ae1cfea3118d3ef7">Komite Audit Kinerja Keuangan Nilai Perusahaan</td>
              <td id="table-cell-c34d396eabcdb8f02d654dc413f07169">-0.108</td>
              <td id="table-cell-164b33d0a5bed5fac0370c3e43f114fb">-0.097</td>
              <td id="table-cell-219efcc3ec111b9c32e42f921978b507">0.083</td>
              <td id="table-cell-7c4dcd29b8e409f27e6e8800e5800c55">1.308</td>
              <td id="table-cell-2f7d3cd59744d9da22867a2c6b2e64c0">0.191</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-71">Gambar 1</p>
      <p id="_paragraph-72">Hasil Bootstrapping PLS</p>
      <p id="_paragraph-73">Dari data hasil <italic id="_italic-138">bootstrapping</italic>, nilai t<sub id="_subscript-10">statistik</sub> hubungan langsung antara variabel Komisaris Independen (X1)terhadap variabel Nilai Perusahaan (Y) adalah sebesar 3,249 dengan nilai <italic id="_italic-139">p-value</italic> sebesar 0,001. Nilai t<sub id="_subscript-11">statistik</sub> hubungan langsung antara variabel Dewan Direksi (X2)terhadap variabel Nilai Perusahaan (Y) adalah sebesar 1,324 dengan nilai <italic id="_italic-140">p-value</italic> sebesar 0,186. Nilai t<sub id="_subscript-12">statistik</sub> hubungan langsung antara variabel Komite Audit (X3)terhadap variabel Nilai Perusahaan (Y) adalah sebesar 2,841 dengan nilai <italic id="_italic-141">p-value</italic> sebesar 0,005. Nilai t<sub id="_subscript-13">statistik</sub> hubungan tidak langsung antara variabel Komisaris Independen (X1)terhadap variabel Nilai Perusahaan (Y) melalui variabel Kinerja Keuangan (Z)sebagai variabel intervening adalah sebesar 1,419 dengan nilai <italic id="_italic-142">p-value</italic> sebesar 0,156. Nilai t<sub id="_subscript-14">statistik</sub> hubungan tidak langsung antara variabel Dewan Direksi (X2)terhadap variabel Nilai Perusahaan (Y) melalui variabel Kinerja Keuangan (Z)sebagai variabel intervening adalah sebesar 2.177 dengan nilai <italic id="_italic-143">p-value</italic> sebesar 0,030. Nilai t<sub id="_subscript-15">statistik</sub> hubungan tidak langsung antara variabel Komite Audit (X3)terhadap variabel Nilai Perusahaan (Y) melalui variabel Kinerja Keuangan (Z)sebagai variabel intervening adalah sebesar 1,308 dengan nilai <italic id="_italic-144">p-value</italic> sebesar 0,191.</p>
      <p id="paragraph-0efc7ab8bcf902d676e7474dabc040c6">Pembahasan</p>
      <p id="paragraph-2c6c0a8add77225d9f987dfc9e61908f">1. H1 : PengaruhKomisaris Independen (X1)terhadap variabel Nilai Perusahaan (Y)</p>
      <p id="_paragraph-74">Berdasarkan uji t<sub id="_subscript-16">statistik</sub> adalah sebesar 3,249 lebih besar dari 1,96 (t<sub id="_subscript-17">statistik</sub>&lt; t<sub id="_subscript-18">tabel</sub>), dan nilai <italic id="_italic-145">p-value</italic> hubungan langsung antara variabel Komisaris Independen (X1)terhadapvariabel Nilai Perusahaan (Y) adalah sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Komisaris Independen memiliki pengaruh terhadap Nilai Perusahaan dan H<sub id="_subscript-19">1 </sub>diterima. Hal ini tentu sejalan dengan penelitian sebeluna yang menyatakan bahwa dewan komisaris independen berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.</p>
      <p id="paragraph-a63842b64c72ce017e5feac22dbd6979">H2 : PengaruhDewan Direksi (X2) terhadap variabel Nilai Perusahaan (Y)</p>
      <p id="_paragraph-75">Berdasarkan uji t<sub id="_subscript-20">statistik</sub>adalah sebesar 1,324 lebih kecil dari 1,96 (t<sub id="_subscript-21">statistik</sub>&lt; t<sub id="_subscript-22">tabel</sub>), dan nilai <italic id="_italic-146">p-value</italic> hubungan langsung antara variabel Dewan Direksi (X2) terhadap variabel Nilai Perusahaan (Y) adalah sebesar 0,186 lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Dewan Direksi tidak memiliki pengaruh terhadap Nilai Perusahaan dan H<sub id="_subscript-23">2 </sub>ditolak. Hal ini sejalan dengan apa yang diungkapkan olehSanjaya (2018) dalam penelitiannya yang menunjukkan hasil bahwa dewan direksi tidak memiliki pengaruh langsung terhadap nilai perusahaan.</p>
      <p id="paragraph-da1ff883ca9f3c956ffbf3ce65899b53">H3 : PengaruhKomite Audit (X3) terhadap variabel Nilai Perusahaan (Y)</p>
      <p id="_paragraph-76">Berdasarkan uji t<sub id="_subscript-24">statistik</sub>adalah sebesar 2,841 lebih besar dari 1,96 (t<sub id="_subscript-25">statistik</sub>&lt; t<sub id="_subscript-26">tabel</sub>), dan nilai <italic id="_italic-147">p-value</italic> hubungan langsung antara variabel Komite Audit (X3) terhadap variabel Nilai Perusahaan (Y) adalah sebesar 0,005 lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Komite Audit memiliki pengaruh terhadap Nilai Perusahaan dan H<sub id="_subscript-27">3 </sub>diterima. Komposisi komite audit dan kendali dari pengelola perusahaan pada efektivitas komite audit memberi dampak positif dalam efektivitas komite audit oleh dewan komisaris. Penelitian <italic id="_italic-148">Black et al</italic>., menggunakan bahwa keberadaan komite audit berpengaruh pada nilai perusahaan Hal ini bertolak belakang dengan penelitian sebelumna yang mengemukakan hasil bahwasanya komite audit tidak berpengaruh langsung terhadap nilai perusahaan. Namun hasil penelitian senada dengan penelitian lain bahawasanya komite audit berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.</p>
      <p id="paragraph-a07defed6469f793897ce25405108940">H4 : Pengaruh Mediasi Dari Kinerja Keuangan(Z) atas Pengaruh Komisaris Independen(X1) terhadap Nilai Perusahaan (Y)</p>
      <p id="_paragraph-77">Nilai t<sub id="_subscript-28">statistik</sub> hubungan tidak langsung variabel Komisaris Independen (X1) terhadap variabel Nilai Perusahaan (Y) melalui Kinerja Keuangan (Z) sebagai variabel intervening adalah sebesar 1,419 lebih kecil dari 1,96 (t<sub id="_subscript-29">statistik</sub>&lt; t<sub id="_subscript-30">tabel</sub>), dan nilai <italic id="_italic-149">p-value</italic> hubungan tidak langsung variabel Komisaris Independen (X1) terhadap variabel Nilai Perusahaan (Y) melalui Kinerja Keuangan (Z) sebagai variabel intervening adalah sebesar 0,156 lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Komisaris Independen tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan melalui Kinerja Keuangan dan H<sub id="_subscript-31">4 </sub>ditolak. Hal ini tentu sejalan dengan apa yang disampaiakan peneliti bahwa salah satu dari Komisaris Independen harus memiliki latar belakang akuntansi atau keuangan.</p>
      <p id="paragraph-4e44b8a212cd584f4c800c39592d0520">H5 : Pengaruh Mediasi Dari Kinerja Keuangan(Z) atas Dewan Direksi(X2) terhadap Nilai Perusahaan(Y)</p>
      <p id="_paragraph-78">Nilai t<sub id="_subscript-32">statistik</sub> hubungan tidak langsung variabel Dewan Direksi (X2) terhadap variabel Nilai Perusahaan (Y) melalui Kinerja Keuangan (Z) sebagai variabel intervening adalah sebesar 2,177 lebih besar dari 1,96 (t<sub id="_subscript-33">statistik</sub>&lt; t<sub id="_subscript-34">tabel</sub>), dan nilai <italic id="_italic-150">p-value</italic> hubungan tidak langsung variabel Dewan Direksi (X2) terhadap variabel Nilai Perusahaan (Y) melalui variabel Kinerja Keuangan (Z) sebagai variabel intervening adalah sebesar 0,030 lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Dewan Direksi berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan melalui Kinerja Keuangan dan H<sub id="_subscript-35">5 </sub>diterima. Hal ini tentunya berbanding terbalik dengan penelitian sebeumna bahwa kinerja keuangan tidak dapat memediasi pengaruh komisaris independen terhadap nilai perusahaan</p>
      <p id="paragraph-d1188add1a693df0de7d02ba72cc2d87">H6 : Pengaruh Mediasi Dari Kinerja Keuangan (Z)atas Pengaruh Komite Audit (X3) terhadap Nilai Perusahaan(Y)</p>
      <p id="_paragraph-79">Nilai t<sub id="_subscript-36">statistik</sub> hubungan tidak langsung variabel Komite Audit (X3) terhadap variabel Nilai Perusahaan (Y) melalui Kinerja Keuangan (Z) sebagai variabel intervening adalah sebesar 1,308 lebih kecil dari 1,96 (t<sub id="_subscript-37">statistik</sub>&lt; t<sub id="_subscript-38">tabel</sub>), dan nilai <italic id="_italic-151">p-value</italic> hubungan tidak langsung variabel Komite Audit (X3) terhadap variabel Nilai Perusahaan (Y) melalui Kinerja Keuangan (Z) sebagai variabel intervening adalah sebesar 0,191 lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Komisaris Independen tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan melalui Kinerja Keuangan dan H<sub id="_subscript-39">6 </sub>ditolak. Hal ini sejalan dengan apa yang diungkapkan dalam penelitian sebelumnya bahwa kinerja keuangan tidak dapat memediasi pengaruh komite audit terhadap nilai perusahaan.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-3a8f4a0408479632bd05098c4a2df952">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="heading-6f54573f8049fd6ac2124c77500ce2c1">Kesimpulan</p>
      <p id="_paragraph-82">Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditarik beberapa simpulan antara lain,</p>
      <list list-type="bullet" id="list-4324e905d8cd048485bf2f3690b7ed86">
        <list-item>
          <p>Berdasarkan hasil analisis statistik, bahwa komisaris independen memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan. Hal ini dibuktikan dengan Nilai t<sub id="_subscript-40">statistik</sub> hubungan langsung antara variabel Komisaris Independen (X1) dengan variabel Nilai Perusahaan (Y) adalah sebesar 3,492 lebih besar dari 1,96 (t<sub id="_subscript-41">statistik</sub>&lt; t<sub id="_subscript-42">tabel</sub>), dan nilai <italic id="_italic-152">p-value</italic> hubungan langsung antara variabel Komisaris Independen (X1) dengan variabel Nilai Perusahaan (Y) adalah sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Berdasarkan hasil analisis statistik, bahwa dewan direksi tidak memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan. Hal ini dibuktikan dengan nilai t<sub id="_subscript-43">statistik</sub> hubungan langsung antara variabel Dewan Direksi (X2) dengan variabel Nilai Perusahaan (Y) adalah sebesar 1,228 lebih kecil dari 1,96 (t<sub id="_subscript-44">statistik</sub>&lt; t<sub id="_subscript-45">tabel</sub>), dan nilai <italic id="_italic-153">p-value</italic> hubungan langsung antara variabel Dewan Direksi (X2) dengan variabel Nilai Perusahaan (Y) adalah sebesar 0,220 lebih besar dari 0,05.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Berdasarkan hasil analisis statistik, bahwa komite audit memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan. Hal ini dibuktikan dengan Nilai t<sub id="_subscript-46">statistik</sub> hubungan langsung antara variabel Komite Audit (X3) dengan variabel Nilai Perusahaan (Y) adalah sebesar 2,850 lebih besar dari 1,96 (t<sub id="_subscript-47">statistik</sub>&lt; t<sub id="_subscript-48">tabel</sub>), dan nilai <italic id="_italic-154">p-value</italic> hubungan langsung antara variabel Komite Audit (X3) dengan variabel Nilai Perusahaan (Y) adalah sebesar 0,005 lebih kecil dari 0,05.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Berdasarkan hasil analisis statistik, komisaris independen tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan melalui kinerja keuangan. Hal ini dibuktikan nilai t<sub id="_subscript-49">statistik</sub> hubungan tidak langsung variabel Komisaris Independen (X1) dengan variabel Nilai Perusahaan (Y) melalui variabel Kinerja Keuangan (Z) adalah sebesar 1,427 lebih kecil dari 1,96 (t<sub id="_subscript-50">statistik</sub>&lt; t<sub id="_subscript-51">tabel</sub>), dan nilai <italic id="_italic-155">p-value</italic> hubungan tidak langsung variabel Komisaris Independen (X1) dengan variabel Nilai Perusahaan (Y) melalui variabel Kinerja Keuangan (Z) adalah sebesar 0,154 lebih besar dari 0,05.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Berdasarkan hasil analisis statistik, dewan direksi berpengaruh terhadap nilai perusahaan melalui kinerja keuangan. Hal ini dibuktikan nilai t<sub id="_subscript-52">statistik</sub> hubungan tidak langsung variabel Dewan Direksi (X2) dengan variabel Nilai Perusahaan (Y) melalui variabel Kinerja Keuangan (Z) adalah sebesar 2,039 lebih besar dari 1,96 (t<sub id="_subscript-53">statistik</sub>&lt; t<sub id="_subscript-54">tabel</sub>), dan nilai <italic id="_italic-156">p-value</italic> hubungan tidak langsung variabel Dewan Direksi (X2) dengan variabel Nilai Perusahaan (Y) melalui variabel Kinerja Keuangan (Z) adalah sebesar 0,042 lebih kecil dari 0,05.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="paragraph-d5e724dd2ccf5156f7f8853c108d22d1">Saran</p>
      <p id="_paragraph-83">Berdasarkan keterbatasan yang terdapat dalam penelitian ini, maka peneliti mengajukan beberapa saran dalam upaya perbaikan penulisan untuk peneliti selanjutnya, antara lain,Untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk memperbesar sampel perusahaan yang akan diteliti, tidak hanya terbatas dalam satu sektor saja seperti halnya dalam penelitian ini yang hanya menggunakan sampel dalam sektor BUMN saja. Penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan perusahaan yang berjalan di sektor lain seperti sektor pertambangan, perkebunan, keuangan, dan sektor-sektor lainnya. Menambahkan variabel lain dengan tujuan dapat meningkatkan hasil yang mempunyai pengaruh lebih besar dibandingkan dengan variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.Peneliti selanjutnya diharapkan menggunakan rentang waktu yang lebih lama karena semakian lama periode yang diteliti makan diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih baik pula.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>