<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>The Influence of Self Efficacy on Adversity Quotient in Students at SMP X Sidoarjo</article-title>
        <subtitle>Pengaruh Self Efficacy terhadap Adversity Quotient pada Siswa di SMP X Sidoarjo</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Rachmadani</surname>
            <given-names>Muhammad Novran</given-names>
          </name>
          <email>mno729227@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Nastiti</surname>
            <given-names>Dwi</given-names>
          </name>
          <email>dwinastiti@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2025-09-25">
          <day>25</day>
          <month>09</month>
          <year>2025</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>10</day><month>02</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan </title>
      <p id="paragraph-c3351b783408ec4355d8f5ed93dd5ea6">Stoltz menjelaskan bahwa <italic id="_italic-38">adversity quotient</italic> (AQ) merupakan penentu signifikan keberhasilan belajar siswa. Untuk menjembatani kesenjangan antara kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan intelektual (IQ), Paul G. Stoltz mengembangkan <italic id="_italic-39">adversity quotient</italic>. Hal ini dikarenakan kesuksesan seseorang tidak dapat ditentukan hanya oleh IQ dan EQ-nya. Bahkan memiliki IQ dan EQ yang tinggi pun tidak akan berguna jika seseorang tidak memiliki kemauan yang kuat untuk sukses dan tekad untuk menghadapi serta mengatasi rintangan. Kemampuan untuk mengelola dan membimbing kehidupan sendiri merupakan faktor utama dalam menentukan kesuksesan <xref id="_xref-1" ref-type="bibr" rid="bib1">[1]</xref>. Stoltz menekankan bahwa <italic id="_italic-40">adversity quotient</italic> memiliki peran krusial dalam masa perkembangan remaja. Dalam menghadapi berbagai rintangan dan situasi menantang dalam hidup, <italic id="_italic-41">adversity quotient</italic> dianggap sebagai salah satu jenis kecerdasan. Karena kecerdasan ini membantu dalam bertahan hidup dan memecahkan masalah, seseorang dengan <italic id="_italic-42">adversity quotient</italic> yang tinggi cenderung mampu memandang tantangan sebagai peluang .</p>
      <p id="paragraph-24eab2e7a1b7054babc17bb398f571c2">Stoltz mendefinisikan <italic id="_italic-43">adversity quotient</italic> sebagai kecerdasan atau kemampuan seseorang untuk menghadapi masalah dan rintangan serta mengubahnya menjadi peluang untuk berkembang <xref id="_xref-2" ref-type="bibr" rid="bib2">[2]</xref>. Stoltz menjelaskan bahwa siswa dengan <italic id="_italic-44">adversity quotient</italic> mampu mengerahkan seluruh kemampuannya untuk meraih tanggapan positif dan tetap termotivasi dalam meraih prestasi. Siswa juga cenderung menepati janji dengan bersungguh-sungguh, terutama dalam menyelesaikan karya ilmiah serta mampu memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin dalam kehidupan sehari-hari. Akibatnya, siswa yang sebelumnya bersikap pasif dan hanya menunggu datangnya kesempatan, akan berubah menjadi lebih aktif dan berinisiatif tanpa harus menunggu peluang datang terlebih dahulu <xref id="_xref-3" ref-type="bibr" rid="bib3">[3]</xref>.</p>
      <p id="paragraph-0d5b2057be50978d965d55d659209ed3">Sebagai salah satu kunci untuk menghasilkan SDM yang luar biasa dan berprestasi di sektor masing-masing demi masa depan yang cerah, saat ini sejumlah profesional dan spesialis pendidikan sedang meneliti dan meningkatkan pentingnya <italic id="_italic-45">adversity quotient</italic> (AQ) pada siswa. Siswa perlu mendapatkan perhatian khusus dalam hal pengembangan kualitas diri dan ketahanan mental. Hal ini penting bagi siswa untuk berhasil dalam kegiatan akademik maupun ekstrakurikuler. Siswa dengan <italic id="_italic-46">adversity quotient</italic> yang tinggi lebih mampu menghadapi dan mengatasi tantangan yang muncul selama proses pembelajaran. Di sisi lain, siswa dengan <italic id="_italic-47">adversity quotient</italic> yang rendah sering kali percaya bahwa tantangan-tantangan ini akan berdampak buruk pada prestasi akademik . <italic id="_italic-48">Adversity quotient</italic> yang rendah dapat memengaruhi pembelajaran siswa dalam sejumlah cara, termasuk kinerja yang buruk, pencapaian yang rendah, berkurangnya motivasi dan energi, berkurangnya vitalitas dan kreativitas, berkurangnya produktivitas, berkurangnya kemauan untuk belajar, hilangnya keberanian mengambil risiko, berkurangnya keuletan dan ketekunan serta potensi risiko kesehatan .</p>
      <p id="paragraph-93e5da2572cc1a14ac1b80d04ba33187">Ketika berhadapan dengan berbagai hambatan, tantangan, dan kesulitan, perlu ada proses untuk melewatinya. Kecerdasan intelektual (IQ) saja tidak cukup untuk menyelesaikan masalah ini, sebaliknya AQ dibutuhkan untuk mengatasi tantangan. Oleh karena itu, <italic id="_italic-49">adversity quotient</italic> (AQ) menunjukkan bagaimana seseorang bereaksi terhadap tantangan dan perubahan yang dihadapi . Stoltz membagi <italic id="_italic-50">adversity quotient</italic> menjadi 3 tipe yaitu AQ tinggi (<italic id="_italic-51">Climber</italic>), AQ sedang (<italic id="_italic-52">Camper</italic>), AQ rendah (<italic id="_italic-53">Quitter</italic>). Seseorang yang memiliki AQ tinggi memutuskan untuk mengatasi berbagai hambatan yang ada, seseorang yang memiliki AQ sedang mempunyai harapan untuk berusaha mengatasinya, tetapi menyerah saat merasa tidak berdaya. Selain itu, seseorang dengan AQ rendah tidak dapat mengatasinya <xref id="_xref-4" ref-type="bibr" rid="bib4">[4]</xref>. </p>
      <p id="paragraph-a63c46dedeba1ed7549bf07e6ae04fbc">Stoltz menjelaskan bahwa seseorang dengan <italic id="_italic-54">adversity quotient</italic> yang tinggi memiliki sifat teguh, tidak putus asa ketika menghadapi masalah, memiliki kecerdasan untuk bertindak secara teratur, disiplin, motivasi diri, keberanian untuk menghadapi tantangan, kemampuan untuk mengubah hidup, etos kerja yang kuat, dedikasi untuk kemajuan masa depan, dan keyakinan bahwa seseorang dapat mengatasi rintangan. Sebaliknya, seseorang dengan <italic id="_italic-55">adversity quotient</italic> yang rendah cenderung pesimis, sering frustrasi ketika menghadapi tantangan, takut dengan resiko, selalu menyalahkan orang lain atas masalah atau kurang antusias saat bekerja, lari dari masalah dan tidak berani mengarahkan diri ke masa depan serta menghindari tantangan ketika menghadapi masalah <xref id="_xref-5" ref-type="bibr" rid="bib5">[5]</xref>.</p>
      <p id="paragraph-233e62790e513eb7d9ee84ce6eab7fb5">Selain itu, <italic id="_italic-56">adversity quotient</italic> sangat penting pada siswa karena memungkinkan siswa untuk menghadapi, mengelola, dan menyelesaikan tantangan. Kemampuan dalam menangani situasi sulit secara efektif merupakan komponen krusial, dan penting untuk mengatasi berbagai macam masalah yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. <italic id="_italic-57">Adversity quotient</italic> dapat membantu siswa mengatasi rintangan dan membuat perubahan hidup, yang mungkin mengarah pada masalah yang harus ditangani dengan sebaik mungkin. Jika siswa berhasil menaklukkan tantangan, siswa menjadi lebih kuat dan menikmati hidup. Secara alami, <italic id="_italic-58">adversity quotient</italic> ini dapat mengubah proses otak siswa dan sangat bermanfaat bagi perkembangan mental siswa <xref id="_xref-6" ref-type="bibr" rid="bib6">[6]</xref><xref id="_xref-7" ref-type="bibr" rid="bib7">[7]</xref>.</p>
      <p id="paragraph-0bb1d25655f5848484b329d3811b115a">Stoltz menjelaskan bahwa <italic id="_italic-59">adversity quotient</italic> (AQ) seseorang terdiri dari empat komponen yaitu CO2RE (<italic id="_italic-60">Control, Origin dan Ownership, Reach, Endurance</italic>). Kendali diri (<italic id="_italic-61">Control</italic>), yang mengacu pada kemampuan seseorang untuk memberikan dampak positif dan mengatur respon terhadap lingkungan. Asal-usul dan pengakuan (<italic id="_italic-62">Origin dan Ownership</italic>), komponen ini memiliki hubungan tentang rasa bersalah serta mengetahui dan memahami penyebab suatu masalah akan memberi seseorang keyakinan untuk mengatasi masalah tersebut. Jangkauan (<italic id="_italic-63">Reach</italic>) adalah kemampuan untuk menerima dan membatasi masalah agar tidak memengaruhi aspek lain dalam kehidupan seseorang. Terakhir, kemampuan untuk bertahan dalam jangka waktu yang lama dalam menghadapi kesulitan yang terus-menerus dikenal sebagai Daya tahan (<italic id="_italic-64">Endurance</italic>) .</p>
      <p id="paragraph-cd3ed9bee5e5fa2eee6175fae841afa8">Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh R. Selan dkk. tentang <italic id="_italic-65">adversity quotient</italic> di salah satu SMP swasta di NTT. Kecenderungan <italic id="_italic-66">adversity quotient</italic> di sekolah ini memiliki kategori sedang (kategori <italic id="_italic-67">c</italic><italic id="_italic-68">amper</italic>) berjumlah 23 siswa yang ditandai dengan kurang mampu merencanakan atau membuat strategi dalam penyelesaian masalah <xref id="_xref-8" ref-type="bibr" rid="bib8">[8]</xref>. Penelitian lainnya yang dilakukan oleh K.N. Imanda dkk. di SMP Negeri 3 Nganjuk menunjukkan bahwa sebagian besarsiswa masuk dalam kategori <italic id="_italic-69">c</italic><italic id="_italic-70">amper</italic> atau <italic id="_italic-71">adversity quotient</italic> kategori sedang berjumlah 27 siswa ditandai dengan kurang maksimal dalam menyelesaikan suatu permasalahan <xref id="_xref-9" ref-type="bibr" rid="bib9">[9]</xref>. Hal ini dapat disimpulkan bahwa masih terdapat siswa yang kurang mampu menghadapi, mengelola dan menyelesaikan suatu permasalahan.</p>
      <p id="paragraph-acbf921def4db0de0fb49a40e911a2f5">Pada tanggal 9 Januari 2025, peneliti telah melakukan survey awal dengan menggunakan metode wawancara kepada guru BK serta memberi angket kepada 9 siswa di SMP X Sidoarjo. Hasil wawancara tersebut menunjukkan bahwa <italic id="_italic-72">adversity quotient</italic> yang rendah cenderung dialami oleh siswa kelas 8 dengan beberapa indikator <italic id="_italic-73">adversity quotient</italic> yang termasuk dalam aspek <italic id="_italic-74">control</italic> seperti mengalami kesulitan dalam belajar, aspek <italic id="_italic-75">endurance</italic> yaitu memberi alasan yang tidak tepat dan tidak logis ketika terlambat sekolah serta cepat merasa puas, dan mencari aman untuk menghindari permasalahan, aspek <italic id="_italic-76">origin&amp;ownership</italic>yaitu sering terjadi perkelahian karena masalah sepele di dalam kelas. Selain itu, hasil angket yang telah diisi oleh kelas 7, 8, dan 9 dengan perwakilan 3 siswa dari masing-masing kelas. Hasil angket menunjukkan bahwa sebanyak 7 siswa yang terdiri dari 3 siswa kelas 7, 1 siswa kelas 8, 3 siswa kelas 9 memiliki aspek <italic id="_italic-77">control</italic> dengan mengalami kesulitan dan tidak mampu dalam menyelesaikan permasalahan, aspek <italic id="_italic-78">origin &amp; ownership</italic> sebanyak 8 siswa yang terdiri dari 2 siswa kelas 7, 3 siswa kelas 8, 3 siswa kelas 9 sering menyerah saat mencari penyebab untuk mengatasi hambatan, aspek <italic id="_italic-79">reach</italic> sebanyak 6 siswa yang terdiri dari 3 siswa kelas 7, 1 siswa kelas 8, 2 siswa kelas 9 memiliki rasa bersalah ketika gagal untuk meraih sesuatu, aspek <italic id="_italic-80">endurance</italic> sebanyak 6 siswa yang terdiri dari 3 siswa kelas 7, 1 siswa kelas 8, 3 siswa kelas 9 memiliki rasa takut untuk mencoba setelah mengalami kegagalan maupun ketika menghadapi kesulitan. Hal ini sesuai dengan teori Stoltz bahwa seseorang yang mempunyai <italic id="_italic-81">adversity quotient</italic> yang rendah memiliki ciri-ciri antara lain, pesimis, sering frustasi dalam menghadapi masalah, tidak berani mengambil resiko, suka menyalahkan orang lain ketika ada masalah atau kurang semangat dalam bekerja, lari dari permasalahan dan tidak berani berorientasi pada masa depan, dan menghindari tantangan dalam menghadapi masalah <xref id="_xref-10" ref-type="bibr" rid="bib10">[10]</xref>.</p>
      <p id="paragraph-8a483482c0d13323320ee6d12dad28c8">Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi <italic id="_italic-82">adversity quotient</italic>. Stoltz menjelaskan bahwa adanya dua faktor yang dapat mempengaruhi <italic id="_italic-83">adversity quotient</italic> seseorang, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi genetika, keyakinan diri (<italic id="_italic-84">self efficacy</italic>), bakat, hasrat atau kemauan, karakter, kinerja, kecerdasan, dan kesehatan. Sedangkan factor eksternal meliputi pendidikan dan lingkungan <xref id="_xref-11" ref-type="bibr" rid="bib11">[11]</xref><xref id="_xref-12" ref-type="bibr" rid="bib12">[12]</xref>.</p>
      <p id="paragraph-c7cc81b68f9d6253fd5a79c0e093b23e">Bandura mendefinisikan <italic id="_italic-85">self efficacy</italic> sebagai keyakinan seseorang terhadap kemampuannya untuk mengendalikan dan menggunakan sikapnya dalam situasi tertentu <xref id="_xref-13" ref-type="bibr" rid="bib13">[13]</xref>. <italic id="_italic-86">Self efficacy</italic> dapat memengaruhi cara orang merasa, berpikir, memotivasi diri, dan bertindak. <italic id="_italic-87">Self efficacy</italic> adalah keyakinan terhadap potensi diri untuk menghasilkan tingkat kemampuan tertentu dan mengendalikan kondisi yang dapat memengaruhi kehidupan seseorang <xref id="_xref-14" ref-type="bibr" rid="bib14">[14]</xref>. Bandura dan Schunk menjelaskan bahwa <italic id="_italic-88">self efficacy</italic> memiliki pengaruh yang signifikan dalam menentukan besarnya upaya yang dilakukan dan seberapa efektif upaya tersebut dalam meramalkan kesuksesan masa depan seseorang. Bandura menjelaskan bahwa <italic id="_italic-89">self efficacy</italic> adalah suatu pertanyaan tentang perspektif subjektif, yang berarti bahwa hal itu terkait dengan pandangan setiap orang daripada kemampuan yang dimiliki sebenarnya <xref id="_xref-15" ref-type="bibr" rid="bib15">[15]</xref><xref id="_xref-16" ref-type="bibr" rid="bib16">[16]</xref>. Bandura menjelaskan bahwa <italic id="_italic-90">self efficacy</italic> memiliki 3 aspek antara lain tingkat kesulitan (<italic id="_italic-91">level</italic>), kekuatan (<italic id="_italic-92">strength</italic>), keluasan <italic id="_italic-93">(generality</italic>). <italic id="_italic-94">Level</italic> menggambarkan seberapa besar <italic id="_italic-95">self efficacy </italic>siswa dipengaruhi oleh seberapa menantang tugas yang harus diselesaikan. <italic id="_italic-96">Strength</italic> menggambarkan ketabahan dan ketekunan siswa dalam mengerjakan tugas. Hal ini menunjukkan kemampuan siswa untuk bertahan dalam menghadapi kesulitan. <italic id="_italic-97">Generality</italic> menggambarkan keyakinan siswa untuk menyelesaikan tugas dalam berbagai kondisi <xref id="_xref-17" ref-type="bibr" rid="bib17">[17]</xref>.</p>
      <p id="paragraph-65a90bb0bb51d4f0a4bff51d7fe597b7">Subaidi menjelaskan bahwa <italic id="_italic-98">Level</italic>,<italic id="_italic-99"> Strength</italic>, dan <italic id="_italic-100">Generality</italic> adalah tiga indikator <italic id="_italic-101">self efficacy</italic> siswa. Dalam dimensi ini, <italic id="_italic-102">l</italic><italic id="_italic-103">evel</italic> mengacu pada tingkat kesulitan tugas yang menurut seseorang dapat diselesaikan. <italic id="_italic-104">Self efficacy</italic> seseorang akan berdampak pada tugas-tugas mudah, sedang, dan sulit berdasarkan pada kemampuan yang dimiliki untuk memenuhi tuntutan perilaku yang diperlukan untuk setiap <italic id="_italic-105">level</italic> jika mereka dihadapkan pada kesulitan atau tugas-tugas yang disusun menurut tingkat kesulitan tertentu. Dimensi <italic id="_italic-106">l</italic><italic id="_italic-107">evel</italic> berperan penting dalam menentukan perilaku mana yang akan dicoba atau dihindari. Seseorang akan menghindari tindakan yang diyakini di luar kemampuan dan akan mencoba tindakan yang diyakini mampu dilakukan. <italic id="_italic-108">Strength</italic> adalah dimensi yang memiliki hubungan dengan seberapa kuat atau lemah seseorang yakin pada kemampuan yang dimiliki. Bahkan ketika menghadapi tantangan, seseorang dengan <italic id="_italic-109">self efficacy</italic> yang tinggi cenderung ulet dan terus berusaha. Di sisi lain, seseorang dengan <italic id="_italic-110">self efficacy </italic>yang rendah cenderung terganggu oleh tantangan kecil ketika mencoba menyelesaikan tugasnya. Selain itu, dimensi <italic id="_italic-111">Generality</italic> memiliki hubungan dengan keluasan tugas yang dilakukan. Beberapa orang menyebarkan pandangannya ke berbagai kegiatan dan situasi, sementara yang lain memiliki keyakinan terbatas pada kegiatan dan situasi tertentu dalam hal memecahkan masalah atau tugas <xref id="_xref-18" ref-type="bibr" rid="bib18">[18]</xref>.</p>
      <p id="paragraph-affe01ad3239e084dfad213b8055b69f">Kamalia dkk. menjelaskan bahwa <italic id="_italic-112">self efficacy</italic> atau keyakinan diri yang tinggi merupakan fondasi dari <italic id="_italic-113">adversity quotient</italic>. Menurut hasil pengamatan Kamalia dkk., <italic id="_italic-114">self efficacy</italic> yang rendah menyebabkan banyak orang memiliki daya juang yang lemah. <italic id="_italic-115">Self efficacy</italic> penting karena memengaruhi seberapa besar upaya yang akan dicurahkan seseorang untuk menyelesaikan suatu tugas. Upaya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan meningkat seiring dengan <italic id="_italic-116">self efficacy</italic> <xref id="_xref-19" ref-type="bibr" rid="bib19">[19]</xref>. </p>
      <p id="paragraph-957d57e3ec95bf253f9c73ad35a80344">Penelitian terdahulu tentang <italic id="_italic-117">adversity quotient</italic>, menunjukkan bahwa adanya korelasi antara <italic id="_italic-118">self efficacy</italic> dan <italic id="_italic-119">adversity quotient</italic> pada siswa SMA ataupun SMK. Dibuktikan berdasarkan hasil penelitian oleh Luthfi Ismawati dan Isnanita Noviya Andriyani di SMK Muhammadiyah 2 Wedi Klaten terdapat adanya korelasi positif dan signifikan antara <italic id="_italic-120">adversity quotient</italic> dan <italic id="_italic-121">self efficacy</italic> yang dimiliki siswa <xref id="_xref-20" ref-type="bibr" rid="bib13">[13]</xref>. Pada hasil penelitian oleh Iin Salwa Kamalia, Abu Bakar dan Nurbaity di SMA Negeri Kota Banda Aceh menunjukkan adanya korelasi positif dan signifikan antara <italic id="_italic-122">adversity quotient </italic>dan <italic id="_italic-123">self efficacy</italic> dengan skor <italic id="_italic-124">adversity quotient</italic> yang tinggi diikuti oleh <italic id="_italic-125">self efficacy</italic> dan sebaliknya <xref id="_xref-21" ref-type="bibr" rid="bib20">[20]</xref>. Sementara itu, hasil penelitian oleh Shofiyatus Saidah dan Lailatuzzahro Al-Akhda Aulia di SMK Negeri 1 Sukorejo menunjukkan tidak adanya korelasi positif dan signifikan antara <italic id="_italic-126">adversity quotient </italic>dan <italic id="_italic-127">self efficacy</italic> di SMK Negeri 1 Sukorejo <xref id="_xref-22" ref-type="bibr" rid="bib21">[21]</xref>. Penelitian-penelitian sebelumnya dilakukan pada populasi SMA/SMK, sedangkan penelitian yang akan dilakukan menggunakan populasi SMP di Sidoarjo.</p>
      <p id="paragraph-b84967209bf186bd458d3efe5d2216af">Berdasarkan pemaparan fenomena dan penjelasan teori di atas, peneliti menemukan masalah yaitu apakah terdapat adanya pengaruh antara <italic id="_italic-128">self efficacy</italic> dan <italic id="_italic-129">adversity quotient</italic> pada siswa di SMP X Sidoarjo. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh antara <italic id="_italic-130">self efficacy</italic> dan <italic id="_italic-131">adversity quotient</italic> pada siswa di SMP X Sidoarjo. Hipotesis yang diajukan peneliti bahwa adanya pengaruh positif antara <italic id="_italic-132">self efficacy</italic> dan <italic id="_italic-133">adversity quotient</italic>.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Metode</title>
      <p id="paragraph-2cd0c0ac4c69bb57d6177c0035f6c91e">Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional yang bertujuan untuk menganalisa hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel, variabel independen (X) yaitu <italic id="_italic-134">self efficacy </italic>dan variabel dependen (Y) yaitu <italic id="_italic-135">a</italic><italic id="_italic-136">dversity </italic><italic id="_italic-137">q</italic><italic id="_italic-138">uetiont</italic>. Populasi dalam penelitian ini merupakan siswa SMP X Sidoarjo yang berjumlah 199 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah <italic id="_italic-139">non </italic><italic id="_italic-140">probability sampling</italic> dengan jenis <italic id="_italic-141">accidental sampling</italic><xref id="_xref-23" ref-type="bibr" rid="bib22">[22]</xref>. Berdasarkan Tabel Isaac dan Michael, jumlah sampel dihitung sebesar 131 siswa dengan tingkat kesalahan 5%.</p>
      <p id="paragraph-bc5fedd23f6a34a37dd972bd6bf7251c">Penelitian ini menggunakan dua skala psikologi sebagai instrumen penelitian dengan model skala likert yaitu skala <italic id="_italic-142">s</italic><italic id="_italic-143">elf</italic><italic id="_italic-144"> e</italic><italic id="_italic-145">fficacy</italic> dan skala <italic id="_italic-146">a</italic><italic id="_italic-147">dversity </italic><italic id="_italic-148">q</italic><italic id="_italic-149">uetiont</italic>. <italic id="_italic-150">Self efficacy</italic> diukur menggunakan skala yang diadopsi dari penelitian yang telah disusun oleh A.I. Sari (2023). Skala <italic id="_italic-151">self efficacy</italic> terdiri dari tiga aspek yaitu tingkat (<italic id="_italic-152">level</italic>), keluasan (<italic id="_italic-153">generality</italic>), kekuatan (<italic id="_italic-154">strength</italic>) yang dikembangkan dari teori Bandura <xref id="_xref-24" ref-type="bibr" rid="bib23">[23]</xref>. Skala <italic id="_italic-155">self efficacy</italic> terdiri dari 25 aitem valid dengan nilai reliabilitas 0,930 Sedangkan <italic id="_italic-156">adversity quotient</italic> diukur menggunakan skala yang diadopsi dari penelitian yang telah disusun oleh I. Rahayu (2018). Skala <italic id="_italic-157">adversity quotient</italic> terdiri dari 4 aspek yaitu kontrol (<italic id="_italic-158">control</italic>), sumber kesulitan (<italic id="_italic-159">origin &amp; ownership</italic>), jangkauan (<italic id="_italic-160">reach</italic>), daya tahan (<italic id="_italic-161">endurance</italic>) yang dikembangkan dari teori Stoltz <xref id="_xref-25" ref-type="bibr" rid="bib24">[24]</xref>. Skala <italic id="_italic-162">adversity quotient</italic> terdiri dari 14 aitem valid dengan nilai reliabilitas 0,880. Kedua skala psikologi di atas disusun dengan model skala likert yang aitemnya berupa pernyataan favorable dan unfavorable disertai 4 pilihan jawaban yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), dan STS (Sangat Tidak Setuju). </p>
      <p id="paragraph-250f21ccf542df30b1aaeb0b809f4dc1">Teknik analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini dengan teknik analisis regresi linier sederhana. Perhitungan analisis dibantu dengan program <italic id="_italic-163">software</italic> SPSS version 25.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <sec id="heading-3e12f5cee565d07bfbd9dab2b59efc06">
        <title>
          <bold id="_bold-15">Hasil</bold>
        </title>
        <list list-type="order" id="list-3525e675c81d4eb99ce27a5c39fc941b">
          <list-item>
            <p>
              <bold id="_bold-16">Kategorisasi Empirik</bold>
            </p>
          </list-item>
        </list>
        <table-wrap id="tbl1">
          <label>Table 1</label>
          <caption>
            <title>
              <bold id="_bold-17">Tabel 1. Kategori </bold>
              <bold id="_bold-18">
                <italic id="_italic-164">Self Efficacy</italic>
              </bold>
            </title>
            <p id="_paragraph-14"/>
          </caption>
          <table id="_table-1">
            <tbody>
              <tr id="table-row-ca37ababf87ded625b226f9851574915">
                <td id="53b24024a08a94a3356d42296ea81a1c">
                  <bold id="_bold-19">Kategori</bold>
                </td>
                <td id="20d934ac31d4b263920c0d485d2df55b">
                  <bold id="_bold-20">Interval</bold>
                </td>
                <td id="8463dba7fbd3f74c1ccc0efbaffcf8c1">
                  <bold id="_bold-21">Frekuensi</bold>
                </td>
                <td id="a35f7946647412a7ebf851715e0b5eea">
                  <bold id="_bold-22">Persentase</bold>
                </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f5ca62bb13f71c0e20378717ebfe6bc3">
                <td id="99dd2d26747c0e74a14925b35b883a0a">
                  <bold id="_bold-23">Rendah</bold>
                </td>
                <td id="a930ef698e91ceafb9c8a79e49b1fba4">X &lt; 61</td>
                <td id="9b0afe1acfea8a07ed4f97f12c25e2bf">13</td>
                <td id="940eba468cb63e9069c38d27960fb019">12%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-4d2f2bc10431b4eaaa7651b081898c30">
                <td id="83c4a456cc558ea06e8392e0c44884ff">
                  <bold id="_bold-24">Sedang</bold>
                </td>
                <td id="fcb24970d1bfb4033ba2d90a4c12c61b">61 ≤ X &lt; 80</td>
                <td id="d01d3607abdb26ca0894dbe43e02d6f5">94</td>
                <td id="e5c90e986ed67bd616bc4a1187a0634c">70%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-87b074ae0e35e3f7e8fb66c68bf4b633">
                <td id="7ead1f782c850a64ad6f8cef4015cadf">
                  <bold id="_bold-25">Tinggi</bold>
                </td>
                <td id="a0c92cab733b10e7f974e9f184e05c7c">80 ≤ X</td>
                <td id="36badb02a1491fbd5431919020da8750">24</td>
                <td id="79ced03611e8bc2df42b33042603cca5">18%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-4818a5e44e56cb87e80b180adc52d0ad">
                <td id="94db4ece11643ae45a053633c321c8b6" colspan="2">
                  <bold id="_bold-26">Jumlah</bold>
                </td>
                <td id="14f1e3b5193d2b140cae66c0777cd9f8">131</td>
                <td id="e478b147ffdaf1246ff584811642524d">100%</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-15">Tabel di atas menunjukkan bahwa hasil kategorisasi <italic id="_italic-165">self efficacy</italic> dengan data yang telah dianalisis menunjukkan sebagian besar berada di kategori sedang dengan jumlah frekuensi sebanyak 94 dan persentase sebesar 72%, di kategori tinggi dengan jumlah frekuensi sebanyak 24 dan persentase sebesar 18%. Selanjutnya, di kategori rendah dengan jumlah frekusensi sebanyak 13 dan persentase sebesar 10%.</p>
        <table-wrap id="tbl2">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title>
              <bold id="_bold-27">Tabel 2. Kategori </bold>
              <bold id="_bold-28">
                <italic id="_italic-166">Adversity Quotient</italic>
              </bold>
            </title>
            <p id="_paragraph-17"/>
          </caption>
          <table id="_table-2">
            <tbody>
              <tr id="table-row-dce642fa1ea893c9180c41467687b510">
                <td id="96fab38d0a8cfc73d3f727cb4764e4af">
                  <bold id="_bold-29">Kategori</bold>
                </td>
                <td id="df709a43eecac0e7f7e9504807b34717">
                  <bold id="_bold-30">Interval</bold>
                </td>
                <td id="5cc5191e239d8462e0d4211264406dfe">
                  <bold id="_bold-31">Frekuensi</bold>
                </td>
                <td id="c11da7c00f63ab6d57fe7857ba2e3ab9">
                  <bold id="_bold-32">Persentase</bold>
                </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-0c2c1d4f26f1ffa2a13dcaf19d2b21fa">
                <td id="e39ebcb30e2c2df2af22e0b8c5a23446">
                  <bold id="_bold-33">Rendah</bold>
                </td>
                <td id="d28f1113258b1e67ff8866eab9b0aec9">X &lt; 38</td>
                <td id="20019a3648b5b861fe713f8afe31c381">15</td>
                <td id="a446feb27d7f532924f49cabc5342c2a">12%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-10778cafd5715bc9db2917472decd061">
                <td id="87255fadf718b3f698f32dceff2ecbb0">
                  <bold id="_bold-34">Sedang</bold>
                </td>
                <td id="c44f03eadc131f73569649f0abaec6af">38 ≤ X &lt; 49</td>
                <td id="6ffddd492c1ccb78197bdfc4d56f8c7e">92</td>
                <td id="79e2b33366e3a921579628d765f7a6c4">70%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ced6e9009bfd690efac9bc121bfaa814">
                <td id="89c2f9967ad0260cc01bf7f6c0ce8d52">
                  <bold id="_bold-35">Tinggi</bold>
                </td>
                <td id="c9cd7429bee02f75614aea4b9c4c52a7">49 ≤ X</td>
                <td id="bc9c01b639f095b1e1265e864035d251">24</td>
                <td id="f0dfc4729825cdbf89cca3b1f51f9822">18%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-a9dca10cc89f1bf0cf70437c1e919069">
                <td id="cdc961dffc65c563771021f8c1cca39c" colspan="2">
                  <bold id="_bold-36">Jumlah</bold>
                </td>
                <td id="7bae0644611ace3971be93c381ff5665">131</td>
                <td id="188d620e2f4a7aaea0ae7fea915e7b01">100%</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-18">Tabel di atas menunjukkan bahwa hasil kategorisasi <italic id="_italic-167">adversity quotient</italic> dengan data yang telah dianalisis menunjukkan sebagian besar berada di kategori sedang dengan jumlah frekuensi sebanyak 92 dan persentase sebesar 70%, di kategori tinggi dengan jumlah frekuensi sebanyak 24 dan persentase sebesar 18%. Selanjutnya, di kategori rendah dengan jumlah frekusensi sebanyak 15 dan persentase sebesar 12%.</p>
        <list list-type="bullet" id="list-69025e9f715a2025853a2af234878ea5"/>
        <p id="paragraph-6d808147546e450da024d840aafd3e97">B. <bold id="_bold-37">Uji Asumsi Klasik</bold> </p>
        <p id="_paragraph-19">1. Uji Normalitas</p>
        <table-wrap id="table-figure-ee216001f956d8013f337fb39bc5ce21">
          <label>Table 3</label>
          <caption>
            <title>
              <bold id="_bold-38">Tabel 3. Uji Normalitas</bold>
            </title>
            <p id="paragraph-89906879ed8612ef0c5186230e1754b0"/>
          </caption>
          <table id="table-49d3f97d09ca5723cbd5d76b7f1adb50">
            <tbody>
              <tr id="table-row-aaa33c631adba9ad83c5afdcd49ff5d6">
                <td id="table-cell-6024f0c1a3722c8dbb9f3ed64c068378" colspan="3"> One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test </td>
                <td id="table-cell-57ce03e988c909fca3f7cf9a0fd5df25"/>
                <th id="table-cell-d5fbc35446e6552b5ff3d14ca7fdfea8"/>
              </tr>
              <tr id="table-row-ff7fd01c35d26e5d1be72f98296e6516">
                <td id="table-cell-37b5474bd5a12e549e5bae896497c2e4" colspan="2"/>
                <td id="table-cell-01552d57eaed30279894bb47deecabcd"/>
                <td id="table-cell-ca68ec29242480c6258328de9c6dbb67">Unstandardized Residual</td>
                <td id="table-cell-941390697baa494fb8edb22243aeaf5d"/>
              </tr>
              <tr id="table-row-e1011279df23585a38840389df7ae91f">
                <td id="table-cell-ed12506039dcbc20ced7113569c4f0ca" colspan="2">N</td>
                <td id="table-cell-42793011e7bf7bb4023fe0024d003828"/>
                <td id="table-cell-82efa5c7debcd45ed091bc5fda074ef5"/>
                <td id="table-cell-59b389fed1e5e078d916cc27ea9ef5ab">131</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-d48707730ef38e4cb0e57f9b44820406">
                <td id="table-cell-e6a9d1f7c52451ed6b835a71bf78098b" rowspan="5">Normal Parametersa,b</td>
                <td id="table-cell-5103b51d7a055e4f9edfb8ac9d3b5616">Mean</td>
                <td id="table-cell-1eff8974b18be68bdf28b4c47924aeb5"/>
                <td id="table-cell-51f5ef797c8ace56b141c5f0c08810c7"/>
                <td id="table-cell-b32c7be3223b4e6a0664925270e3feaa">.0000000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-884543d4870e5734ca5cd03e54b3a165">
                <td id="table-cell-23a99a74fa2470e74ed75c750058034e"/>
                <td id="table-cell-bc04e2d1fcaa274f607f023001d39495">Std. Deviation</td>
                <td id="table-cell-ed878d601698d897d88e501d705bd563"/>
                <td id="table-cell-bdb787f706b18311fecb89932293cb53">3.56188775</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e88ca2e4bcc61dc639d4783bcf5c9bd7">
                <td id="table-cell-7e4ad08d6e1c7e38c0e9af67316143d0" rowspan="3">Most Extreme Differences</td>
                <td id="table-cell-12ac9d2063aed4bfb26d82d694e696de">Absolute</td>
                <td id="table-cell-d9d9931d035c3e6ebb66669966c86fb7"/>
                <td id="table-cell-095e04c4cc3f55e4a3de19f516446276">.066</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-d27c78bb509aca4c1c9fc3f740b29e03">
                <td id="table-cell-5b4a5474a52923b23141a1b91a768175">Positive</td>
                <td id="table-cell-ab7dae18313d226bd2d43c9bb18310b4"/>
                <td id="table-cell-61eb6dbb360d1e72bc5262f77fd8cf82">.066</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-518b6ec259fecfeb55cce595df37f6d2">
                <td id="table-cell-1dbc3fb297bb62e744a8fd740e0c2df1">Negative</td>
                <td id="table-cell-1224f8427b8e50bd926fc1ffd4ab5988"/>
                <td id="table-cell-6af782dc39465290c2a1e72619a9f000">-.042</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ed7685d1ab5eeb99be3edd48e280e826">
                <td id="table-cell-adf0e68ed4fcf7e3f3d15291fbd2d983" colspan="2">Test Statistic</td>
                <td id="table-cell-cf14eb3ffd9f7bfe64ada86b8fa4c751"/>
                <td id="table-cell-ce90a9377311ea73dfdc055dbb4f59ab"/>
                <td id="table-cell-a76d3922ea2f6383a1f19c9d1fc8cb76">.066</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f84e150d3c89f76eddc0c6b7bf02d5ce">
                <td id="table-cell-18036bb9dfbab1c72b78b80875ba813b" colspan="2">Asymp. Sig. (2-tailed)</td>
                <td id="table-cell-a2ee84e2736f27d8dad81635015d3920"/>
                <td id="table-cell-0ce627260887c3b05ac5e5d2e58de6a6"/>
                <td id="table-cell-fdb2ee7abf44703d12d56e13346c2c0e">.200c,d</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-bab5960906b994817908468fa95e9dc2">
                <td id="table-cell-b804a29a04fa6411b884deb46561dfd3" colspan="3">a. Test distribution is Normal.</td>
                <td id="table-cell-1c355602914c99124df133e0651af142"/>
                <td id="table-cell-384b33c94f2fb041a22a3fe0cd25c065"/>
              </tr>
              <tr id="table-row-15f2587840b62f071883a412cc97b3e6">
                <td id="table-cell-d122e6af9784452eb33e51ceda824013" colspan="3">b. Calculated from data.</td>
                <td id="table-cell-a8edbd49809b0c27fe72518feda0e4dc"/>
                <td id="table-cell-9e392ed0d458c6b794c548c0fde36643"/>
              </tr>
              <tr id="table-row-9f74cddf30635c0983b2fc8fe47450ae">
                <td id="table-cell-aa9691e11f3548820a7c653269746af8" colspan="3">c. Lilliefors Significance Correction.</td>
                <td id="table-cell-cbe329cd946cb79ad459f91542a56450"/>
                <td id="table-cell-bbf9d7416e736781f189deeb96be045b"/>
              </tr>
              <tr id="table-row-a30d1e3fb619984802cc998445e30052">
                <td id="table-cell-c174d9540fec60267aca76479d5129e6" colspan="3">d. This is a lower bound of the true significance.</td>
                <td id="table-cell-facb2d29707983e1726c7ee4b67e5dc2"/>
                <td id="table-cell-9f9856ee50976c5220f6eb35dcd7f788"/>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-22">Jika nilai signifikansi <italic id="_italic-168">One Sample Kolmogorov-Smirnov Test</italic> lebih dari 0,05, uji normalitas dianggap terdistribusi secara normal. Tabel 3 menunjukkan nilai signifikansi <italic id="_italic-169">Asymp. </italic>Sig. (2-tailed) sebesar 0,200 &gt; 0,05. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa data terdistribusi secara normal dan persyaratan model regresi memenuhi asumsi normalitas. </p>
        <p id="_paragraph-23">2. Uji Linearitas</p>
        <table-wrap id="table-figure-c5a16e5e04025c4384eb44754e6e178d">
          <label>Table 4</label>
          <caption>
            <title>
              <bold id="_bold-40">Tabel 4. Uji Linearitas</bold>
            </title>
            <p id="paragraph-0a0f9d51a7052b7e21e2f85c80a9166e"/>
          </caption>
          <table id="table-e9abcfcbe5b66892140946b67593dc4b">
            <tbody>
              <tr id="table-row-d9e6653c87a20c020e79bdf7bcb3b461">
                <td id="table-cell-d72d25b76354302ebe6035934939f8ab" colspan="8"> ANOVA Table </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-02fdf2486b289dcaa36055b074449eb5">
                <td id="table-cell-0239bf326ddef792fae56f4601e61e07" colspan="3"/>
                <td id="table-cell-64a5df033f5ecd3811bb428fbe8fc033">Sum of Squares</td>
                <td id="table-cell-9a427c0c1b9bff1926c8e1259164cf40">df</td>
                <td id="table-cell-fea0ee8de8714e23def64e5d31cdcc4c">Mean Square</td>
                <td id="table-cell-02bb02f1cbb211a28bb664f594fe99d2">F</td>
                <td id="table-cell-2c7c633225d6f4c36760652a364d41b5">Sig.</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-78faabf74fc82359d0fcf4f685712c5d">
                <td id="table-cell-5b30a78f8675f48df79f077caab52be8" rowspan="5">Adversity quotient * Self efficacy</td>
                <td id="table-cell-2f83aa1cc2d048393dcfaa7e77b8bf32" rowspan="3">Between Groups</td>
                <td id="table-cell-02cf428754715fa7016677fea247c18e">(Combined)</td>
                <td id="table-cell-f68d6d4e2f1e5589623bc07695d87f7e">2098.840</td>
                <td id="table-cell-d7fc4e1a3d30948728c2afc23ebf6ee1">35</td>
                <td id="table-cell-4dff0a7f810330bcca76c8dad43b5228">59.967</td>
                <td id="table-cell-70ed1ce879089cb6b0b573c0b6674bf4">4.431</td>
                <td id="table-cell-b7444d08ad20c331fd7c3658240f3d41">.000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-2dce29de72acf8f154c634a1f15b3659">
                <td id="table-cell-fca7ecc88be42cea8b144189331116ac">Linearity</td>
                <td id="table-cell-e1363857913150ef45e779ffe6212b7f">1735.112</td>
                <td id="table-cell-79ff4f524a9ff63bf05c3e07c3bfd8ac">1</td>
                <td id="table-cell-82e4a5ecd4ebd09e4f99933d2fc8ef17">1735.112</td>
                <td id="table-cell-d61f40223a8573eaae2a787c79ee7e21">128.218</td>
                <td id="table-cell-0d1bf732f378db4944c6f8a528a72b34">.000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-24c33dd4eee1e8e721b99125c7abf64f">
                <td id="table-cell-009fe84f4371e3117fc93818d5359385">Deviation from Linearity</td>
                <td id="table-cell-02d5cebfe53f23a7ff4ea2b2d0bda264">363.728</td>
                <td id="table-cell-5d3961e0b58d65eac9d6c2c79af3e40f">34</td>
                <td id="table-cell-ba7b521e030efd6a4d6435c78816e1fb">10.698</td>
                <td id="table-cell-22746eb3d3a12205b3dea1d397110f52">.791</td>
                <td id="table-cell-3ab08d34eba0380a605983395c180aec">.779</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-3635b4ce155760caad068ce1f02e262d">
                <td id="table-cell-54138b4db0a2d80007eec3d5734b22bd"/>
                <td id="table-cell-68f0812316143885dc3208f1e1d286c9" colspan="2">Within Groups</td>
                <td id="table-cell-39721eebef4efe8dae779fbb6f538c9e">1285.588</td>
                <td id="table-cell-4b33bf36eeb4d2590f659b2f745b219d">95</td>
                <td id="table-cell-17b1a869c6d9647a9189d9eb7921b30c">13.533</td>
                <td id="table-cell-860e2bf65b8385a691b56bef643bddf7"/>
              </tr>
              <tr id="table-row-09267bcdc8b3b9dd61b3337fc39d2449">
                <td id="table-cell-c4ba399b3d63eda0d53ce6df2a2bbcc2"/>
                <td id="table-cell-c47c60af81d52173ab2f46fe71cf7a1e" colspan="2">Total</td>
                <td id="table-cell-accad79e2ee945083b635488a1d81442">3384.427</td>
                <td id="table-cell-2fbc22d63d30643cd63c64be59db4364">130</td>
                <td id="table-cell-86f121d8134551249628e00607e5c598"/>
                <td id="table-cell-050b95419db8df68aa48fd26fdfe161e"/>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-26">Nilai <italic id="_italic-172">deviation from linearity</italic> Sig. sebesar 0,779 &lt; 0,05, sesuai dengan nilai signifikansi (Sig.) pada tabel 4. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa variabel <italic id="_italic-173">self efficacy</italic> (X) dan variabel <italic id="_italic-174">adversity quotient</italic> (Y) mempunyai hubungan linier yang signifikan.</p>
        <list list-type="bullet" id="list-9d9f1fa7ab1e685d7dff0b23d585aa91"/>
        <p id="paragraph-30772cdb60b2a6dfc366dbc309419f60">C. <bold id="_bold-42">Uji Hipotesis</bold> </p>
        <p id="_paragraph-27">Uji Regresi Linear Sederhana</p>
        <table-wrap id="table-figure-0918a3f363cda7fbc50d30d4d972b911">
          <label>Table 5</label>
          <caption>
            <title>
              <bold id="_bold-43">Tabel 5</bold>
              <bold id="_bold-44">. Uji Hipotesis</bold>
            </title>
            <p id="paragraph-ba45b01776efeaef964eee28f774c4c9"/>
          </caption>
          <table id="table-bc36bb38954eaf83cee1bdb8b9d66138">
            <tbody>
              <tr id="table-row-8048b6ab1be4b429e8f8fa9fd79e0f45">
                <td id="table-cell-b86308cebd2e2cbe37f2f9a7c016c8e2" colspan="7"> Coefficients a </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-9acb6382b86fb33fccb2e60c459e1e00">
                <td id="table-cell-e76f6be6a1b1b95d19119b7f7a8b709e"/>
                <td id="table-cell-b806be54f5415db62e6b5b973178387e"/>
                <td id="table-cell-2befb629eca29fe48af002edacb940c2" colspan="2">Unstandardized Coefficients</td>
                <td id="table-cell-12da03ce8dfbf3c30a275e9ac85626e3">Standardized Coefficients</td>
                <td id="table-cell-b5af2c29ca082343582add6a99289317"/>
                <td id="table-cell-d56e023a3e2c883718bf615df9656369"/>
              </tr>
              <tr id="table-row-8e1b5b72f760e6dd2576b3aeb5c4cce9">
                <td id="table-cell-3b3566a26bd6810e5cc7492fff657035">Model</td>
                <td id="table-cell-13e3add01f2a45edfd38e30349f97cc5"/>
                <td id="table-cell-dcf61dc9314288acff652755e6f4ff35">B</td>
                <td id="table-cell-46f37f0613a6e2bdc353c5812c279c62">Std. Error</td>
                <td id="table-cell-438e8a74091fd16cbcfe30cbddc91b6d">Beta</td>
                <td id="table-cell-90ce298bec59164111c858ae7e7eb66f">t</td>
                <td id="table-cell-b4349820eca1fcdaaa6295506b1d5b1e">Sig.</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-58617c187fe371c778ca2f852df0c8b6">
                <td id="table-cell-1fe2218b3057e2b874937d34b6da3eb9" rowspan="2">1</td>
                <td id="table-cell-a2b07d93a6ffe77eb4dcc0641cef2d1a">(Constant)</td>
                <td id="table-cell-0f0da332aa979ff03a81e04d16c1a482">16.919</td>
                <td id="table-cell-753846ebdb86736231544d029a7647cc">2.307</td>
                <td id="table-cell-623b5c4bbc7e2453b29590bdcaacd6e1"/>
                <td id="table-cell-eb14689be6816ebcf5e2c5082b2d35aa">7.333</td>
                <td id="table-cell-e84ea2c0b03e4552d8388616d712560f">.000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-9b4348cb8d661637f59669e551ec1339">
                <td id="table-cell-c5a93beff4f6a29b1fc7f9d49623b9b2"> Self efficacy</td>
                <td id="table-cell-c4873b1aad3a9025d168fe8b6ec8fbd1">.378</td>
                <td id="table-cell-ce432ccdcfb0a33909795bfff3e8703e">.032</td>
                <td id="table-cell-0eaac00a011e7537280d0770ce8d9565">.716</td>
                <td id="table-cell-4730d52553659ade9da2cfa9800717f9">11.649</td>
                <td id="table-cell-1d4bca56af99bb711ffb656ea5d47dac">.000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-93848f17f9605ad4a33488ab3e189169">
                <td id="table-cell-081beaf24ac003113a5f116c782b2463" colspan="7">a. Dependent Variable: Adversity quotient</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-30">Maka dapat dirumuskan model persamaan regresinya yaitu Y = 16,919 (α) + 0,378 (X). Nilai constanta (α) = 16,919 artinya bahwa <italic id="_italic-177">self efficacy</italic> itu constant atau tetap, maka nilai <italic id="_italic-178">adversity quotient</italic> sebesar 16,919. Nilai koefisien arah regresi / β (X) = 0,378. Nilai koefisien bernilai positif, artinya bahwa setiap penambahan 1% tingkat <italic id="_italic-179">self efficacy</italic>(X), maka <italic id="_italic-180">adversity quotient</italic> akan meningkat sebesar 0,378.</p>
        <p id="_paragraph-31">Tabel tersebut juga menunjukkan bahwa variabel <italic id="_italic-181">self efficacy</italic> memiliki t-hitung sebesar 11.649, nilai t-tabel sebesar 1,65675, dan nilai signifikansi 0,000 &lt; 0,05. Berdasarkan temuan ini, hipotesis dapat diterima dengan nilai t-hitung lebih tinggi daripada t-tabel (11.649 &gt; 1,65675), yang menunjukkan bahwa variabel <italic id="_italic-182">adversity quotient</italic> (Y) dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh variabel <italic id="_italic-183">self efficacy</italic> (X).</p>
        <list list-type="bullet" id="list-631c123f836946de2963111f10ee08e5"/>
        <p id="paragraph-881af0f924cec903e717218767eab0f1">D. <bold id="_bold-47">Koefisien Determinasi</bold> <bold id="_bold-48">(R</bold> <bold id="_bold-49"><sup id="_superscript-10">2</sup> </bold><bold id="_bold-50">)</bold> </p>
        <table-wrap id="tbl6">
          <label>Table 6</label>
          <caption>
            <title>
              <bold id="_bold-51">Tabel 6</bold>
              <bold id="_bold-52">. Koefisien Determinasi</bold>
              <bold id="_bold-53">(R</bold>
              <bold id="_bold-54">
                <sup id="_superscript-11">2</sup>
              </bold>
              <bold id="_bold-55">)</bold>
            </title>
            <p id="_paragraph-33"/>
          </caption>
          <table id="_table-6">
            <tbody>
              <tr id="table-row-0d0040238b390cf456e7e4f0b465b49c">
                <td id="464adc40e8cd67a91c8da1d72890ff66" colspan="5">
                  <bold id="_bold-56">Model Summary</bold>
                </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-d08381bf4cc2fc5ef5c9f1baaba4479c">
                <td id="1d1fdcd53df8dff908b51c2f8b9ef4c5">Model</td>
                <td id="a1f70002fb06d4df367ad280a8dd70e2">R</td>
                <td id="0585d5ea2819c66c08e0f54316cf2088">R Square</td>
                <td id="73ada24d9e93a34fc7bc48d8a936785e">Adjusted R Square</td>
                <td id="8b002d36e75959791898a3df2ed40224">Std. Error of the Estimate</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-dd8b32af804d1b582f140bc8379c5b38">
                <td id="2ac38d31d419ffb474521a5b3369b11e">1</td>
                <td id="148d716f6db7f3bfc7f87327a2fa788f">.716<sup id="_superscript-12">a</sup></td>
                <td id="a0852912429dd07cb62ef4361d57a364">.513</td>
                <td id="7a8b6eb5e24ac3ba9fae08c4494bdb11">.509</td>
                <td id="f15fdfce7cf0b85a9c9b4605222fdf05">3.57567</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e617164c551e131dd053cba83f3154b2">
                <td id="731e77765368ee662a3c642e39ff6cfa" colspan="5">a. Predictors: (Constant), <italic id="_italic-184">Self efficacy</italic></td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="paragraph-de1a8040d0d8d3acaefdbd1cad26a5c8">Berdasarkan hasil uji yang telah dilakukan menunjukkan sumbangan efektif secara keseluruhan bilamana <italic id="_italic-185">self efficacy</italic> berpengaruh terhadap <italic id="_italic-186">adversity quotient</italic> dan diketahui apabila besar pengaruh variabel <italic id="_italic-187">self efficacy</italic> terhadap <italic id="_italic-188">adversity quotient</italic> sebesar 0,513. Angka tersebut mengandung hasil apabila <italic id="_italic-189">self efficacy</italic> berpengaruh sebesar 51,3% kepada <italic id="_italic-190">adversity quotient</italic> siswa SMP X Sidoarjo dan 48,7% disumbang oleh faktor-faktor lain.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-422a3fe5c0d150ef6c3b3fa8c00ff2f9">
        <title>
          <bold id="_bold-57">Pembahasan</bold>
        </title>
        <p id="paragraph-613fda2d33a9cf111d803b50807dccf4">Berdasarkan hasil analisis, <italic id="_italic-191">adversity quotient</italic> siswa SMP X Sidoarjo dipengaruhi oleh <italic id="_italic-192">self efficacy</italic>. Penelitian ini menunjukkan bahwa <italic id="_italic-193">self efficacy</italic> berpengaruh positif terhadap <italic id="_italic-194">adversity quotient</italic> pada siswa SMP X Sidoarjo.</p>
        <p id="paragraph-cc67075a6b054e7d7373aee8a90e5a78">Hasil ini sesuai dengan penelitian yang berjudul "<italic id="_italic-195">Adversity Quotient</italic> Ditinjau dari <italic id="_italic-196">Self Efficacy</italic> pada Siswa SMP X di Pekalongan" oleh Warhana dan Arum yang menunjukkan bahwa <italic id="_italic-197">self efficacy</italic> dan <italic id="_italic-198">adversity quotient</italic> siswa berkorelasi positif <xref id="_xref-26" ref-type="bibr" rid="bib25">[25]</xref>. Selain itu, penelitian yang berjudul "<italic id="_italic-199">Correlation Self Efficacy and Adversity Quotient of </italic><italic id="_italic-200">Students</italic><italic id="_italic-201"> at</italic> SMK Muhammadiyah 2 Wedi Klaten" oleh Ismawati dan Andriani menunjukkan bahwa terjadi korelasi positif yang kuat antara <italic id="_italic-202">self efficacy</italic> dan <italic id="_italic-203">adversity quotient</italic> siswa . Hal ini dapat dibuktikan bahwa <italic id="_italic-204">adversity quotient</italic> siswa dapat meningkat seiring dengan meningkatnya <italic id="_italic-205">self efficacy</italic>. Sebaliknya, <italic id="_italic-206">adversity quotient</italic> siswa dapat menurun seiring dengan menurunnya <italic id="_italic-207">self efficacy</italic>.</p>
        <p id="paragraph-909ff74393a3a2cf5ec75a99af5f50af">Siswa yang memiliki keyakinan terhadap kemampuannya untuk menghadapi dan mengatasi berbagai rintangan yang menghambat kesuksesan dikenal sebagai <italic id="_italic-208">self efficacy </italic>atau keyakinan diri <xref id="_xref-27" ref-type="bibr" rid="bib13">[13]</xref>. Secara umum <italic id="_italic-209">self efficacy</italic> terbagi menjadi dua kategori, yaitu <italic id="_italic-210">self efficacy</italic> tinggi dan <italic id="_italic-211">self efficacy</italic> rendah. Siswa dengan <italic id="_italic-212">s</italic><italic id="_italic-213">elf efficacy</italic> yang rendah cenderung menghindari tugas belajar, terutama jika tugas tersebut terasa menantang. Sebaliknya, siswa dengan <italic id="_italic-214">self efficacy</italic> tinggi menunjukkan semangat besar dalam menyelesaikan tugas-tugas tersebut. Siswa dengan <italic id="_italic-215">self efficacy</italic> yang tinggi lebih rajin, gigih, dan cenderung menyelesaikan tugas belajar dengan lebih baik daripada siswa dengan <italic id="_italic-216">self efficacy</italic> yang rendah <xref id="_xref-28" ref-type="bibr" rid="bib18">[18]</xref>. <italic id="_italic-217">Self efficacy</italic> juga berpengaruh terhadap <italic id="_italic-218">adversity quotient</italic>, karena keyakinan yang dimiliki seseorang terhadap dirinya sendiri berperan penting dalam mendorong upaya pencapaian tujuan yang diinginkan dan memungkinan seseorang untuk menghadapi dan mengatasi berbagai tantangan yang muncul .</p>
        <p id="paragraph-f7af05b35f867c51653810b240c223dc"><italic id="_italic-219">Adversity quotient</italic> adalah kemampuan yang bisa dikembangkan, terutama melalui proses belajar dari kegagalan dan sikap pantang menyerah. <italic id="_italic-220">S</italic><italic id="_italic-221">elf efficacy</italic> atau keyakinan diri merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi <italic id="_italic-222">adversity quotient</italic> <xref id="_xref-29" ref-type="bibr" rid="bib26">[26]</xref>. Stoltz menjelaskan bahwa <italic id="_italic-223">q</italic><italic id="_italic-224">uitter</italic>s adalah seseorang yang mencoba untuk menghindari masalah, sehingga orang <italic id="_italic-225">q</italic><italic id="_italic-226">uitter</italic>s memiliki <italic id="_italic-227">self efficacy</italic> yang rendah. <italic id="_italic-228">Camper</italic>s adalah seseorang yang merasa puas dengan kondisi atau situasi yang telah dicapainya saat itu dan tidak ingin mengambil risiko besar. Karena berhenti di tengah kesuksesan yang belum sepenuhnya terwujud, sehingga <italic id="_italic-229">memiliki</italic> <italic id="_italic-230">self efficacy </italic>yang lebih tinggi daripada <italic id="_italic-231">q</italic><italic id="_italic-232">uitter</italic>s. <italic id="_italic-233">Climber</italic>s adalah seseorang yang memilki tujuan atau sasaran, terlepas dari riwayat, kelebihan atau kekurangan, atau keberuntungan, tetap terus mendaki, sehingga orang <italic id="_italic-234">c</italic><italic id="_italic-235">limber</italic>s mempunyai <italic id="_italic-236">self efficacy</italic> yang paling tinggi, karena akan selalu berjuang untuk berhasil <xref id="_xref-30" ref-type="bibr" rid="bib5">[5]</xref><xref id="_xref-31" ref-type="bibr" rid="bib27">[27]</xref>. Dari ketiga kelompok yang dibagi Stoltz, dapat disimpulkan bahwa kesuksesan seseorang dapat dipengaruhi oleh <italic id="_italic-237">self efficacy</italic>. Seseorang yang kurang yakin, tidak akan berhasil seperti yang diharapkan. Sebaliknya, orang yang sangat yakin, akan bekerja tanpa lelah untuk mencapai tujuan.</p>
        <p id="paragraph-6757858d640c7f9cdbf8fea3d6710e50">Berdasarkan hasil kategorisasi yang didapatkan dalam tingkat kategori <italic id="_italic-238">self efficacy</italic> yang dimiliki siswa SMP X Sidoarjo menunjukkan kategori sedang, sehingga masih ditemukan siswa yang memiliki rasa kurang yakin terhadap kemampuan dirinya dalam mengerjakan tugas sekolah. Johanda dkk. menjelaskan bahwa tidak semua siswa memiliki tingkat keyakinan diri yang tinggi terhadap kemampuan dalam mengerjakan tugas sekolah. Ketika siswa diberi tugas yang menantang, siswa menjadi kurang yakin dalam memahami dan mengerjakan tugas dari guru. Dengan demikian, sangat penting bagi siswa untuk mengembangkan dan meningkatkan keyakinan dirinya agar dapat lebih memahami dan menyelesaikan tugas dengan baik melalui peran guru, khususnya guru BK <xref id="_xref-32" ref-type="bibr" rid="bib14">[14]</xref><xref id="_xref-33" ref-type="bibr" rid="bib15">[15]</xref>.</p>
        <p id="paragraph-266d11f15d26ba5718aae60bbe85f1c0">Ferdyansyah dkk. menekankan bahwa <italic id="_italic-239">self efficacy</italic> penting untuk pembelajaran di sekolah, terutama dalam hal ketekunan dalam mencapai tujuan pembelajaran dan keyakinan terhadap kemampuan siswa dalam mengerjakan tugas sekolah. Keyakinan diri dalam pembelajaran dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk beban tugas yang diberikan oleh guru, penggunaan sarana pendukung pembelajaran yang tidak memadai, dan peran guru dalam menyampaikan informasi secara efisien <xref id="_xref-34" ref-type="bibr" rid="bib18">[18]</xref>.</p>
        <p id="paragraph-c996ba05fc52ca3d6c1784700ed5b2d1">Sedangkan hasil kategorisasi yang didapatkan dalam tingkat kategori <italic id="_italic-240">adversity quotient</italic> menunjukkan kategori sedang, dalam tipe <italic id="_italic-241">adversity quotient</italic> dapat dikatakan termasuk kategori <italic id="_italic-242">c</italic><italic id="_italic-243">amper</italic>, sehingga siswa mudah merasa puas dan mencari aman dalam menyelesaikan tugas. Stoltz menjelaskan bahwa seseorang dengan tipe <italic id="_italic-244">c</italic><italic id="_italic-245">amper</italic> menunjukkan ciri-ciri seperti mudah merasa puas dan mencari aman dengan pencapaian tertentu. Menurut hasil penelitian oleh Sari dkk., siswa <italic id="_italic-246">c</italic><italic id="_italic-247">amper</italic> mengalami kesulitan dalam memecahkan soal berpikir kreatif matematis. Masalah ini disebabkan oleh kegagalan memahami materi pelajaran. Beberapa siswa kesulitan menjawab setiap pertanyaan karena tidak dapat mengingat materi yang belum sepenuhnya dipahami <xref id="_xref-35" ref-type="bibr" rid="bib28">[28]</xref>.</p>
        <p id="paragraph-d2cfda8e0b6ab5f308940f59d7c92b7f">Dorjhi dan Singh menekankan bahwa <italic id="_italic-248">adversity quotient</italic> merupakan aspek penting yang menunujukkan seberapa besar kemampuan dan kecerdasan seseorang dalam menghadapi kesulitan serta dalam menentukan tingkat keberhasilan seseorang. Sementara itu, Baharun dan Adhimah menjelaskan bahwa <italic id="_italic-249">adversity quotient</italic> yang tinggi dapat memungkinkan seseorang untuk menyelesaikan masalah secara mandiri dan menjadikan hambatan yang dihadapi sebagai peluang untuk berkembang. Selaras dengan itu, Muslimah dan Satwika menekankan bahwa <italic id="_italic-250">adversity quotient</italic> berperan dalam membentuk respons yang tepat saat seseorang menghadapi situasi sulit, sehingga tetap dapat berupaya meraih tujuan yang diinginkan <xref id="_xref-36" ref-type="bibr" rid="bib29">[29]</xref>.</p>
        <p id="paragraph-7535d0afc34996a1f554b3403b3eb786">Berdasarkan hasil uji determinan (R<sup id="_superscript-13">2</sup>) bahwa <italic id="_italic-251">self efficacy</italic> secara efektif berkontribusi sebesar 51,3% terhadap <italic id="_italic-252">adversity quotient</italic>, sedangkan selebihnya dipengaruhi oleh faktor lain sebesar 48,7% seperti daya saing, produktivitas, kreativitas, tingkat motivasi, keberanian mengambil resiko, memperbaiki kesalahan, ketekunan, belajar dan optimisme. Selain itu, orang tua, guru, teman sebaya juga memiliki dampak pada <italic id="_italic-253">adversity quotient</italic> <xref id="_xref-37" ref-type="bibr" rid="bib25">[25]</xref><xref id="_xref-38" ref-type="bibr" rid="bib30">[30]</xref><xref id="_xref-39" ref-type="bibr" rid="bib31">[31]</xref>. <italic id="_italic-254">A</italic><italic id="_italic-255">dversity quotient</italic> juga dipengaruhi oleh beberapa faktor tambahan. Sebagai contoh, hasil penelitian oleh Syarafina dkk. menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara optimisme dan <italic id="_italic-256">adversity </italic><italic id="_italic-257">quotient </italic>pada mahasiswa sambil bekerja, dengan nilai t hitung untuk variabel optimisme sebesar 3,540 dan taraf signifikansi 0,001. Hal ini membuktikan bahwa semakin tinggi optimisme pada mahasiswa Universitas Negeri Malang yang sedang mengerjakan skripsi sambil bekerja maka akan semakin tinggi pula <italic id="_italic-258">adversity quotient</italic>, dan berlaku sebaliknya <xref id="_xref-40" ref-type="bibr" rid="bib32">[32]</xref>. Selain itu, hasil penelitian oleh Haerudin dan Hadijah menunjukkan adanya pengaruh motivasi belajar terhadap <italic id="_italic-259">adversity quotient </italic>di SMP Negeri 10 Samarinda, dengan nilai koefisien diperoleh sebesar 0,545 dan taraf sig.t sebesar 0,000 karena taraf sig statistik &lt; taraf sig. pengujian (0,05) <xref id="_xref-41" ref-type="bibr" rid="bib33">[33]</xref>.</p>
        <p id="paragraph-387c2847915e6ed282a2c0b5efb8aa49">Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu keterbatasan akses data seperti jurnal internasional dalam mengkaji fenomena <italic id="_italic-260">adversity quotient </italic>pada siswa dan hanya mempertimbangkan satu variabel bebas yaitu <italic id="_italic-261">self efficacy</italic>, sedangkan beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi <italic id="_italic-262">adversity quotient </italic>tidak menjadi pertimbangan dalam penelitian ini seperti faktor daya saing, produktivitas, kreativitas, tingkat motivasi, keberanian mengambil resiko, memperbaiki kesalahan, dan ketekunan belajar. Selain itu, populasi pada penelitian ini juga hanya sebatas dalam satu lingkup di SMP X Sidoarjo dan belum menjangkau sekolah yang lain serta jenjang pendidikan yang lain seperti SD, SMA dan Universitas maupun Pondok Pesantren.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-34">Melalui hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa <italic id="_italic-263">self efficacy</italic> memiliki pengaruh positif terhadap <italic id="_italic-264">adversity quotient</italic> pada siswa SMP X Sidoarjo. Selain itu diperoleh gambaran kondisi <italic id="_italic-265">self efficacy</italic> (72%) dan <italic id="_italic-266">adversity quotient </italic>(70%) pada siswa dalam kategori yang sama yaitu sebagian besar dalam kategori sedang. Saran bagi sekolah adalah meningkatkan <italic id="_italic-267">adversity quotient</italic> para siswa dengan cara meningkatkan <italic id="_italic-268">self efficacy</italic>. Sekolah dapat mengimplementasikan program dalam meningkatkan <italic id="_italic-269">self efficacy</italic> siswa seperti program konseling individu dan bimbingan kelompok. Selain itu, outbound juga dapat membantu dalam meningkatkan <italic id="_italic-270">self efficacy</italic>. Sekolah juga perlu menciptakan lingkungan belajar yang positif dan meningkatkan proses penyampaian materi agar lebih dipahami oleh siswanya serta dapat meningkatkan <italic id="_italic-271">self efficacy</italic> siswa melalui pemahaman materi. Saran bagi peneliti selanjutnya yaitu dapat memberikan kajian fenomena yang lebih rinci dan akurat, menggunakan dua variabel bebas atau lebih dan memperluas populasi yang lebih besar dari penelitian ini. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam bidang psikologi khususnya psikologi pendidikan yang berkaitan dengan <italic id="_italic-272">adversity quotient</italic> (AQ) dan <italic id="_italic-273">self efficacy.</italic></p>
      <p id="paragraph-2cb2244909b733c218f0bfd1090abb84">
        <bold id="bold-4c6565f31afe86602bb399626f73e492">Ucapan Terima Kasih </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-35">Peneliti mengucapkan terima kasih yang sebesarnya kepada Kepala Sekolah, Waka Kurikulum dan Guru BK SMP X Sidoarjo yang telah memberi ijin dan berkontribusi dalam melaksanakan penelitian di SMP X Sidoarjo. Peneliti juga mengucapkan terima kasih kepada semua siswa yang telah menjadi responden dalam bagian penelitian ini.</p>
    </sec>
  </body><back>
    <ref-list>
      <ref id="bib1">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>077-087</page-range>
          <volume>2</volume>
          <year>2019</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.24014/juring.v2i1.6712</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Haryanti</surname>
              <given-names>Susi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sari</surname>
              <given-names>Arnida</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>JURING (Journal for Research in Mathematics Learning)</source>
          <article-title>Pengaruh Penerapan Model Problem Based Instruction terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis ditinjau dari Adversity Quotient Siswa Madrasah Tsanawiyah</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib2">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>1661-1668</page-range>
          <volume>4</volume>
          <year>2023</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ramadhani</surname>
              <given-names>Novita</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Hadi</surname>
              <given-names>Muhamad Sofian</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Community Development Journal</source>
          <article-title>SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib3">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>50-56</page-range>
          <volume>1</volume>
          <year>2024</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <collab>
              <named-content content-type="name">Milawati</named-content>
            </collab>
            <name>
              <surname>M</surname>
              <given-names>Abdul Salam</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Haryandi</surname>
              <given-names>Surya</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Ampere Journal of Physics Education</source>
          <article-title>Pengaruh Adversity Quotient dan Kemandirian Belajar Siswa terhadap Prestasi Belajar Fisika Kelas X SMA</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib4">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>569-587</page-range>
          <volume>12</volume>
          <year>2023</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.26740/mathedunesa.v12n2.p569-587</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Rubiyanti</surname>
              <given-names>Dinda Putri</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Wijayanti</surname>
              <given-names>Pradnyo</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>MATHEdunesa</source>
          <article-title>Profil Kemampuan Berpikir Abstrak Siswa SMP dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dari Adversity Quotient</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib5">
        <element-citation publication-type="thesis">
          <year>2023</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Asshidiq</surname>
              <given-names>Hasby</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>PENGARUH SELF EFFICACY TERHADAP ADVERSITY QUOTIENT PADA SISWA SPN DI KECAMATAN HINAI</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib6">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>57-66</page-range>
          <volume>8</volume>
          <year>2024</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Utami</surname>
              <given-names>Sri</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Azizah</surname>
              <given-names>Nur</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Hajaroh</surname>
              <given-names>Mami</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Eliasa</surname>
              <given-names>Eva Imania</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sovayunanto</surname>
              <given-names>Riski</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Siswoko</surname>
              <given-names>Heri</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Quanta: Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan</source>
          <article-title>Profil Kecerdasan Adversitas (Adversity Quotient) Siswa Kelas XII SMAN 1 Tarakan</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib7">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>163-174</page-range>
          <volume>14</volume>
          <year>2024</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">https://doi.org/10.37630/jpm.v14i1.1501</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Almubarokah</surname>
              <given-names>Nadila</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Theis</surname>
              <given-names>Roseli</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Iriani</surname>
              <given-names>Dewi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Pendidikan MIPA</source>
          <article-title>Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Adversity Quotient (AQ) pada Materi Aritmatika Sosial</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib8">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>28-40</page-range>
          <volume>5</volume>
          <year>2023</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Selan</surname>
              <given-names>Rosalinda</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Mamoh</surname>
              <given-names>Oktovianus</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Laja</surname>
              <given-names>Yosepha Patricia Wua</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Mandalika Mathematics and Education Journal</source>
          <article-title>Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP ditinjau dari Adversity Quotient</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib9">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>1517-1526</page-range>
          <volume>6</volume>
          <year>2022</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.31004/cendekia.v6i2.1372</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Imanda</surname>
              <given-names>Khalisa Naura</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Rahardi</surname>
              <given-names>Rustanto</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Rahardjo</surname>
              <given-names>Swasono</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika</source>
          <article-title>Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Tipe Campers dalam Menyelesaikan Soal Cerita</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib10">
        <element-citation publication-type="book">
          <publisher-loc>Jakarta</publisher-loc>
          <publisher-name>PT Gramedia Widiasarana Indonesia</publisher-name>
          <year>2000</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Stoltz</surname>
              <given-names>P. G.</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Adversity Quotoient: Mengubah Hambatan Menjadi Peluang (Terjemahan Hermaya)</source>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib11">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>162-167</page-range>
          <volume>11</volume>
          <year>2023</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.30872/psikoborneo.v11i2.10988</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Apriyani</surname>
              <given-names>Yesi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Uyun</surname>
              <given-names>Muhamad</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi</source>
          <article-title>Peran Ketahanan Diri dan Self-Efficacy untuk Meningkatkan Adversity Quotient</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib12">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>37-46</page-range>
          <volume>13</volume>
          <year>2019</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.33557/jpsyche.v13i1.557</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Safitri</surname>
              <given-names>Zelin Heris Dwi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Tama</surname>
              <given-names>Mulia Marlita Lasutri</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Ilmiah Psyche</source>
          <article-title>Adversity Quotient Remaja Yang Mengalami Broken Home</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib13">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>78-88</page-range>
          <volume>3</volume>
          <year>2022</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.51276/edu.v3i1.212</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ismawati</surname>
              <given-names>Luthfi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Andriyani</surname>
              <given-names>Isnanita Noviya</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Edunesia : Jurnal Ilmiah Pendidikan</source>
          <article-title>Correlation Self-Efficacy and Adversity Quotient of Students at SMK Muhammadiyah 2 Wedi Klaten</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib14">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>1-5</page-range>
          <year>2019</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.24036/00600</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Johanda</surname>
              <given-names>Monasari</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Karneli</surname>
              <given-names>Yeni</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Ardi</surname>
              <given-names>Zadrian</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Neo Konseling</source>
          <article-title>Self-Efficacy Siswa dalam Menyelesaikan Tugas Sekolah di SMP Negeri 1 Ampek Angkek</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib15">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>5</issue>
          <page-range>356-366</page-range>
          <volume>4</volume>
          <year>2021</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.22460/fokus.v4i5.7866</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Hatta</surname>
              <given-names>Nadishabani</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Supriatna</surname>
              <given-names>Ecep</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Septian</surname>
              <given-names>Muhamad Rezza</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>FOKUS (Kajian Bimbingan &amp; Konseling dalam Pendidikan)</source>
          <article-title>Gambaran Self Efficacy Siswa Di Mts Nurul Hidayah</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib16">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>184-201</page-range>
          <volume>7</volume>
          <year>2020</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.32505/tarbawi.v12i2.2065</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Putra</surname>
              <given-names>Aan</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Roza</surname>
              <given-names>Muthia</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>At-Tarbawi: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Kebudayaan</source>
          <article-title>Systematic Literatur Review: Adversity Quotient dan Self Efficacy dalam Pembelajaran Matematika</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib17">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>31-40</page-range>
          <volume>8</volume>
          <year>2020</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.31941/delta.v8i1.945</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <collab>
              <named-content content-type="name">Aprisal</named-content>
            </collab>
            <name>
              <surname>Arifin</surname>
              <given-names>Sartika</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Delta: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika</source>
          <article-title>Kemampuan Penalaran Matematika Dan Self-Efficacy Siswa Smp</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib18">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>16-23</page-range>
          <volume>3</volume>
          <year>2020</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ferdyansyah</surname>
              <given-names>Andri</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Eti Rohaeti</surname>
              <given-names>Euis</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Masyita Suherman</surname>
              <given-names>Maya</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>FOKUS (Kajian Bimbingan &amp; Konseling dalam Pendidikan)</source>
          <article-title>GAMBARAN SELF EFFICACY SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib19">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>258-265</page-range>
          <volume>1</volume>
          <year>2023</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ceriputri</surname>
              <given-names>Wulan Kusumaning Ayu</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Rini</surname>
              <given-names>Amanda Pasca</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Saragih</surname>
              <given-names>Sahat</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jiwa: Jurnal Psikologi Indonesia</source>
          <article-title>Adversity Quotient: Adakah Peranan Self Efficacy, dan, Kepemimpinan Transformasional</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib20">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>4</issue>
          <page-range>53-58</page-range>
          <volume>4</volume>
          <year>2019</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Kamalia</surname>
              <given-names>Iin Salwa</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Bakar</surname>
              <given-names>Abu</given-names>
            </name>
            <collab>
              <named-content content-type="name">Nurbaity</named-content>
            </collab>
          </person-group>
          <source>Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan dan Konseling</source>
          <article-title>Korelasi antara Adversity Quotient dengan Self-Efficacy pada Siswa Kelas Xii Sma Negeri di Kota Banda Aceh</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib21">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>54-61</page-range>
          <volume>II</volume>
          <year>2014</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Saidah</surname>
              <given-names>Shofiyatus</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Aulia</surname>
              <given-names>Lailatuzzahro Al-Akhda</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Psikologi</source>
          <article-title>Hubungan Self Efficacy dengan Adversity Quotient (AQ)</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib22">
        <element-citation publication-type="book">
          <publisher-loc>Bandung</publisher-loc>
          <publisher-name>PT Alfabet</publisher-name>
          <year>2016</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <collab>
              <named-content content-type="name">Sugiyono</named-content>
            </collab>
          </person-group>
          <source>Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&amp;D</source>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib23">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>1-70</page-range>
          <year>2023</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sari</surname>
              <given-names>Ade Indah</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN PROKRASTINASI SISWA DI SMP NEGERI 5 KOTA JAMBI</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib24">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>1-71</page-range>
          <year>2018</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Rahayu</surname>
              <given-names>Ismawa Furi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>HUBUNGAN ANTARA ADVERSITY QUOTIENT DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI DIMODERATORI JENIS KELAMIN PADA SISWA SMP NEGERI 1 TEKUNG LUMAJANG</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib25">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>30-44</page-range>
          <volume>05</volume>
          <year>2025</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Warhana</surname>
              <given-names>Arradhika</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Arum</surname>
              <given-names>Permitasari. I Rheny</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>ADVERSITY QUOTIENT DITINJAU DARI SELF-EFFICACY PADA SISWA SMP X DI PEKALONGAN</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib26">
        <element-citation publication-type="thesis">
          <publisher-name>UNIVERSITAS MEDAN AREA</publisher-name>
          <year>2022</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ginting</surname>
              <given-names>Sindy Syafira</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Hubungan Antara Self Efficacy Dengan Adversity Quotient Pada Pengurus Organisasi Kammi Kota Medan</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib27">
        <element-citation publication-type="thesis">
          <publisher-name>Universitas Pendidikan Indonesia</publisher-name>
          <year>2024</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ambarwati</surname>
              <given-names>Dela</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMP Ditinjau dari Adversity Quotient dan Self EFFicacy</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib28">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>3</issue>
          <page-range>357-368</page-range>
          <volume>2</volume>
          <year>2022</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.31980/plusminus.v2i3.1111</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sari</surname>
              <given-names>Filian Yunita</given-names>
            </name>
            <collab>
              <named-content content-type="name">Sukestiyarno</named-content>
            </collab>
            <collab>
              <named-content content-type="name">Walid</named-content>
            </collab>
          </person-group>
          <source>Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika</source>
          <article-title>Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMP Ditinjau dari Adversity Quotient</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib29">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>8</issue>
          <page-range>153-164</page-range>
          <volume>8</volume>
          <year>2021</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Hariyati</surname>
              <given-names>Desy Rizkyta</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Dewi</surname>
              <given-names>Damajanti Kusuma</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Character: Jurnal Penelitan Psikologi</source>
          <article-title>Hubungan antara Optimisme dengan Adversity Quotient pada Fresh Graduate Universitas Negeri Surabaya</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib30">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>4849-4860</page-range>
          <volume>5</volume>
          <year>2023</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.31004/joe.v5i2.1142</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Rahayu</surname>
              <given-names>Purwanti Endah</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Ade</surname>
              <given-names>Frihapma Semita</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Gunawan</surname>
              <given-names>Hendri</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Journal on Education</source>
          <article-title>Optimisme Dengan Adversity Quotient Pada Siswa Kelas XII SMA Kartika Padang</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib31">
        <element-citation publication-type="thesis">
          <year>2021</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Pasaribu</surname>
              <given-names>Lastri</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Hubungan Optimisme Dan Produktivitas Kerja Dengan Adversity Quotient Pada Pegawai Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Toba</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib32">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>3</issue>
          <page-range>295-307</page-range>
          <volume>7</volume>
          <year>2019</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.22219/cognicia.v7i3.9013</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Syarafina</surname>
              <given-names>Sabila Okta</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Nurdibyanandaru</surname>
              <given-names>Duta</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Hendriani</surname>
              <given-names>Wiwin</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Cognicia</source>
          <article-title>Pengaruh optimisme dan kesadaran diri terhadap adversity quotient mahasiswa skripsi sambil bekerja</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib33">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <volume>8</volume>
          <year>2020</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <collab>
              <named-content content-type="name">Haeruddin</named-content>
            </collab>
            <collab>
              <named-content content-type="name">Hadijah</named-content>
            </collab>
          </person-group>
          <source>Jurnal PRIMATIKA</source>
          <article-title>Pengaruh Motivasi Belajar Dan Adversity Quotient Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII SMP Negeri 10 Samarinda Tahun Ajaran 2019/2020</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
    </ref-list>
  </back></article>
