<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Islamic Preaching Strategy Through the Shiddiqiyyah Sholawat Assembly</article-title>
        <subtitle>Strategi Dakwah Islam Melalui Majlis Sholawat Assidiqiyyah</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Dewiyanti</surname>
            <given-names>Asna</given-names>
          </name>
          <email>asnadewiyanti5@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Astutik</surname>
            <given-names>Anita Puji</given-names>
          </name>
          <email>anitapujiastutik@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2025-09-19">
          <day>19</day>
          <month>09</month>
          <year>2025</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>10</day><month>02</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan </title>
      <p id="paragraph-f118b78d5935e325969a36328693e167">Islam merupakan agama dakwah, yaitu agama yang menugaskan umatnya untuk menyebarkan islam kepada seluruh umat manusia sebagai rahmat bagi seluruh alam. Islam dapat menjamin terwujudnya kebahagiaan dan kesejahteraan umat manusia, bila mana ajaran islam yang mencakup segenap aspek kehidupan dijadikan sebagai pedoman hidup dan dilakukan dengan sungguh-sungguh. Usaha menyebarluaskan islam dengan realisasi terhadap ajarannya yaitu dengan berdakwah.<xref id="_xref-1" ref-type="bibr" rid="bib1">[1]</xref> </p>
      <p id="paragraph-c328544e7323ff3509667081101de936">Dakwah pada hakikatnya adalah suatu seruan kebenaran kepada manusia yang segalanya  ditujukan  kepada  Allah.  Walaupun  begitu  dalam  agama  Islam  tidaklah bersifat memaksa  kepada  manusia  untuk mengikuti  agama  Islam  dengan segala macam bentuk pemaksaan, akan tetapi Islam lebih bersifat persuasif dan meluruskan atau  penyempurnaan.<xref id="_xref-2" ref-type="bibr" rid="bib2">[2]</xref> Abdullah dalam artikelnya “Analisis SWOT Dakwah di Indonesia”, menyebutkan bahwa dakwah harus bertolak belakang dari perubahan sosial dan kondisi objektif kehidupan masyarakat dan umat. Maka disini peran dai dan organisasi dakwah perlu melakukan upaya perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam mengatasi berbagai persoalan dakwah (Abdullah, 2012).<xref id="_xref-3" ref-type="bibr" rid="bib3">[3]</xref> </p>
      <p id="paragraph-26b9e0bc4714c18c8a5f78207de32a3a">Dakwah merupakan tugas mulia yang diemban oleh setiap Muslim untuk menyampaikan ajaran Islam kepada umat manusia. Aktivitas dakwah tidak hanya terbatas pada penyampaian ceramah di masjid-masjid, tetapi juga melibatkan berbagai metode yang sesuai dengan perkembangan zaman dan kondisi sosial masyarakat.<xref id="_xref-4" ref-type="bibr" rid="bib4">[4]</xref> Salah satu bentuk dakwah yang berkembang pesat di Indonesia adalah melalui majlis sholawat. </p>
      <p id="paragraph-1b9bfbc4e4907e717e02ced6426ea639">Keindahan  dan  seni  dalam  Islam  termasuk didalamnya majlis sholawat bukan  sekedar  seni  yang  hanya  mengalun  atau terpampang  dengan cover  yang  menarik,  melainkan  seni  yang  seharusnya  memiliki  makna spiritual,  menyampaikan  pesan  yang  lebih  tinggi  dalam  setiap  media  ekspresinya. Di dunia modern  ini  seni seakan  terdegradasi  menjadi  tak  berarti,  yang  ada  hanya  seni yang  mengejar kebebasan  berekspresi  material  semata,  mengabaikan  esensi  makna  dan  pesan  moral  luhur yang terkandung dalam ekspresinya. Sumber spiritual Islam dari Alquran dan Sunnah sebagian besar  dilupakan.  Seniman  cenderung  duniawi  dalam  ekspresi  estetiknya (M.Sn  dan  Sumardjo 2021:66).<xref id="_xref-5" ref-type="bibr" rid="bib5">[5]</xref></p>
      <p id="paragraph-0bd6e7bf319e9fbbbff4e88823ebcd59">Majlis sholawat Assidiqiyyah menawarkan pendekatan unik dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan melalui lantunan sholawat yang dipenuhi dengan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Majlis ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpulnya umat Islam untuk melantunkan sholawat, tetapi juga sebagai sarana untuk mendalami ilmu agama, memperkuat tali silaturahmi, dan meningkatkan kualitas spiritualitas individu. Majlis sholawat Assidiqiyyah memadukan kegiatan ibadah dengan pendidikan agama, yang melibatkan tausiyah atau ceramah dari para ulama dan cendekiawan Muslim. Sesi-sesi ini memberikan pencerahan dan pemahaman mendalam tentang berbagai aspek ajaran Islam, mulai dari aqidah, fiqh, akhlak, hingga sejarah Islam. Melalui pendekatan ini, majlis sholawat Assidiqiyyah berhasil menarik minat berbagai kalangan masyarakat untuk terlibat aktif dalam kegiatan dakwah dan meningkatkan kualitas keagamaan mereka.</p>
      <p id="paragraph-bd8cc44923c0aaf9783db867e483cec6">Strategi merupakan cara yang akan digunakan oleh seseorang atau kelompok untuk melakukan suatau kegiatan atau pekerjaan baik cara tersebut sudah direncanakan atau belum direncanakan  sebelumnya  (otodidak). Mintzberg,  et.al.  menyebutkan strategi sebagai  usaha yang  telah  direncanakan  oleh  seseorang  atau  organisasi  untuk  mecapai  apa  yang  mereka inginkan. Dua hal penting dari pengertian tersebut bahwa pertama strategi sebagai usaha, bahwa strategi dakwah yang dibuat oleh seorang da’i berbentuk sebuah usaha dimana usaha  tersebut  dapat  berupa  cara,  keputusan,  program,  kebijakan,  peraturan,  dan  lain sebagainya yang dimanfaatkan da’I untuk menyiarkan ajaran agama Islam. Kedua strategi perlu direncakan, strategi dakwah yang direncanakan dengan matang akan sangat bermanfaat bagi seorang da’i dalam  hal  meminimalisir  kesalahan  dan  resiko  saat  pengaplikasian  strategi dakwah.  Strategi  dakwah yang  dibuat  dapat  berjalan  secara  terarah,  seorang da’i tidak akan mengulangi beberapa tindakan atau aksi terkait dengan pengaplikasian strategi dakwah yang dilakukan,  serta  memudahkan  seorang da’i dalam  melakukan  evaluasi  terhadap  strategi dakwah yang telah diaplikasikan.<xref id="_xref-6" ref-type="bibr" rid="bib6">[6]</xref></p>
      <p id="paragraph-bf6add709918f1c0b94096e0a6d3c854">Strategi merupakan proses penentuan rencana para pemimpin yang  memusatkan  perhatian  pada  tujuan  jangka  panjang organisasi, dengan menyusun upaya bagaimana agar tujuan organisasi dapat dicapai. Dalam menentukan strategi,kita men-jawab pertanyaan ’‘kemana arah organisasi menuju”yang arah-nya akan dipahami juga para bawahan. Dalam menetapkan strategi, tidak hanya berimajinasi, tetapi kita juga merancang masa depan organisasi, mencari arah yang relevan bagi organisasi untuk meraih keberhasilan. Strategi juga memerlukan proses seleksi ide-ide secara pragmatis dari sumber daya yang dimiliki (uang, tenaga manusia, dan kemampuan organisasi).</p>
      <p id="paragraph-169cae7a3c561d3292cb46d50fabc755">Artikel yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Surianto,2020: "Dakwah Bershalawat Melalui Media Sosial Perspektif Hadis (Studi Kasus Prank Shalawat di Channel YouTube Gus Aldi)".  Kesimpulannya: Artikel ini mengkaji metode dakwah shalawat melalui media sosial dengan pendekatan "prank" di channel YouTube Gus Aldi. Pendekatan ini menggabungkan unsur hiburan dengan dakwah, sehingga lebih menarik bagi audiens. Metode ini dianggap efektif dalam menarik perhatian dan partisipasi pengguna media sosial, meskipun tetap perlu berhati-hati agar tidak melanggar batas-batas syariat Islam.<xref id="_xref-7" ref-type="bibr" rid="bib7">[7]</xref></p>
      <p id="paragraph-af00af7cb81a3e04e60499af561ac3d9">Artikel yang kedua adalah penelitian oleh Abdul Fatah Ark,2022: "Strategi Dakwah Majelis Dzikir dan Sholawat El Muhibbin dalam Menyebarkan Pesan Dakwah melalui Kesenian Hadrah”. Dan kesimpulan dari penelitian ini adalah: Penelitian ini membahas penggunaan kesenian Hadrah oleh Majelis Dzikir dan Sholawat El Muhibbin sebagai sarana dakwah. Strategi dakwah melalui seni Hadrah efektif dalam menyampaikan pesan-pesan agama karena menggabungkan unsur budaya dan religi. Metode ini berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat dan memperkuat pemahaman keagamaan mereka.<xref id="_xref-8" ref-type="bibr" rid="bib8">[8]</xref></p>
      <p id="paragraph-f72c98c800eb5b5fee6a8328f8c81d59">Kedua artikel tersebut menyoroti berbagai pendekatan dalam strategi dakwah melalui majelis sholawat, baik melalui media sosial, kesenian tradisional, maupun dampaknya terhadap peningkatan kualitas ibadah dan ikatan sosial jamaah. Hal ini menunjukkan keberagaman metode dakwah yang dapat disesuaikan dengan konteks dan kebutuhan masyarakat.</p>
      <p id="paragraph-c07d2cf335dc838bab7ba9727e83a7ae">Dalam artikel ini, penulis akan mengkaji strategi dakwah yang diterapkan dalam majlis sholawat Assidiqiyyah yang berada di Desa Wanengpaten Rt/Rw 07/04, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, serta pengaruhnya terhadap kehidupan religius masyarakat. Penelitian ini akan mengidentifikasi metode-metode yang digunakan dalam majlis ini, serta dampak positif yang dirasakan oleh jamaah dalam peningkatan kualitas ibadah, pemahaman keagamaan, dan pemberdayaan sosial. Diharapkan kajian ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan strategi dakwah Islam yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.</p>
      <p id="paragraph-f6f3a0cc05594bc5980c501f41debfb1">Rumusan Masalah dari penelitian ini adalah:</p>
      <p id="paragraph-44d16af9e871e453614f62cd36aaafd6">1.Bagaimana strategi dakwah yang diterapkan dalam majlis sholawat Assidiqiyyah?</p>
      <p id="_paragraph-13">2.Bagaimana pengaruh majlis sholawat Assidiqiyyah terhadap peningkatan kualitas ibadah jamaah?</p>
      <p id="_paragraph-14">3.Bagaimana majlis sholawat Assidiqiyyah mempengaruhi pemahaman keagamaan jamaah?</p>
      <p id="_paragraph-15">4.Bagaimana peran majlis sholawat Assidiqiyyah dalam pemberdayaan sosial masyarakat</p>
      <p id="_paragraph-16">Tujuan dari penelitian ini adalah:</p>
      <p id="_paragraph-17">1.Untuk menganalisis strategi dakwah yang diterapkan dalam majlis sholawat Assidiqiyyah.</p>
      <p id="_paragraph-18">2.Untuk mengidentifikasi pengaruh majlis sholawat Assidiqiyyah terhadap peningkatan kualitas ibadah jamaah.</p>
      <p id="_paragraph-19">3.Untuk mengevaluasi bagaimana majlis sholawat Assidiqiyyah mempengaruhi pemahaman keagamaan jamaah.</p>
      <p id="_paragraph-20">4.Untuk menilai peran majlis sholawat Assidiqiyyah dalam pemberdayaan sosial masyarakat.</p>
      <p id="_paragraph-21">Kegunaan dari penelitian ini adalah:</p>
      <p id="_paragraph-22">1.Kegunaan Teoritis</p>
      <p id="_paragraph-23">a.Menambah wawasan dan literatur mengenai metode dakwah melalui majlis sholawat, khususnya majlis sholawat Assidiqiyyah.</p>
      <p id="_paragraph-24">b.Memberikan kontribusi akademis dalam bidang studi dakwah dan komunikasi Islam.</p>
      <p id="_paragraph-25">2.Kegunaan Praktis</p>
      <p id="paragraph-a9c479a0cc8a2ab3ad9c95c52a683a13">a.Memberikan panduan bagi para da’i dan pengelola majlis sholawat dalam mengembangkan strategi dakwah yang efektif.</p>
      <p id="_paragraph-26">b.Menyediakan informasi yang berguna bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kualitas ibadah dan pemahaman keagamaan melalui majlis sholawat.</p>
      <p id="_paragraph-27">c.Mendorong majlis sholawat lainnya untuk mengadopsi praktik-praktik yang sukses dari majlis sholawat Assidiqiyyah dalam kegiatan dakwah mereka.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-5922488d735862c095f7d36970aec2e5">
      <title>
        <bold id="_bold-21">Metode</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-29">Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan observasi lapangan untuk mengkaji strategi dakwah Islam melalui majlis sholawat Assidiqiyyah serta pengaruhnya terhadap masyarakat. Berikut adalah rincian metode yang digunakan:</p>
      <p id="_paragraph-30">1. Pendekatan Kualitatif</p>
      <p id="_paragraph-31"> Pendekatan kualitatif dipilih karena sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin memahami fenomena dakwah dalam konteks majlis sholawat Assidiqiyyah secara mendalam. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mengkaji pengalaman, pemahaman, dan persepsi jamaah terhadap kegiatan dakwah di majlis tersebut.<xref id="_xref-9" ref-type="bibr" rid="bib9">[9]</xref></p>
      <p id="_paragraph-32">2. Studi Pustaka</p>
      <p id="_paragraph-33"> Studi pustaka dilakukan dengan mengkaji literatur terkait dakwah, majlis sholawat, dan metode dakwah dalam Islam. Sumber-sumber literatur meliputi buku, jurnal ilmiah, artikel, dan karya tulis lainnya yang relevan dengan topik penelitian.<xref id="_xref-10" ref-type="bibr" rid="bib10">[10]</xref> Studi pustaka ini bertujuan untuk memahami konsep-konsep dasar, teori, dan penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan strategi dakwah dan majlis sholawat.</p>
      <p id="_paragraph-34">3. Observasi Lapangan</p>
      <p id="_paragraph-35"> Observasi lapangan dilakukan dengan mengikuti kegiatan majlis sholawat Assidiqiyyah di berbagai lokasi. Peneliti menghadiri majlis secara langsung untuk mengamati pelaksanaan kegiatan, interaksi antara jamaah, serta metode dakwah yang diterapkan. Observasi ini bertujuan untuk mendapatkan data empiris mengenai praktik dakwah di majlis sholawat Assidiqiyyah.<xref id="_xref-11" ref-type="bibr" rid="bib11">[11]</xref></p>
      <p id="_paragraph-36">4. Wawancara Mendalam</p>
      <p id="_paragraph-37">Wawancara mendalam dilakukan dengan beberapa tokoh utama dalam majlis sholawat Assidiqiyyah, seperti pemimpin majlis, ulama yang memberikan tausiyah, dan jamaah yang aktif. Wawancara ini bertujuan untuk menggali informasi lebih detail mengenai strategi dakwah, motivasi jamaah, serta dampak kegiatan majlis terhadap kehidupan mereka. Wawancara dilakukan secara semi-terstruktur untuk memberikan fleksibilitas dalam menggali informasi yang lebih mendalam.<xref id="_xref-12" ref-type="bibr" rid="bib12">[12]</xref></p>
      <p id="_paragraph-38">5. Analisis Data</p>
      <p id="_paragraph-39">Data yang diperoleh dari studi pustaka, observasi lapangan, dan wawancara mendalam dianalisis secara deskriptif. Analisis deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi pola, tema, dan kategori yang muncul dari data.<xref id="_xref-13" ref-type="bibr" rid="bib13">[13]</xref> Data dianalisis untuk menjawab rumusan masalah yang telah ditetapkan, yaitu mengenai strategi dakwah, peningkatan kualitas ibadah, pemahaman keagamaan, dan pemberdayaan sosial melalui majlis sholawat Assidiqiyyah.</p>
      <p id="_paragraph-40">6. Triangulasi Data</p>
      <p id="_paragraph-41">Untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas penelitian, dilakukan triangulasi data dengan membandingkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber dan metode.<xref id="_xref-14" ref-type="bibr" rid="bib14">[14]</xref> Hasil observasi, wawancara, dan studi pustaka dibandingkan dan diverifikasi untuk memastikan konsistensi dan akurasi data.</p>
      <p id="_paragraph-42">
        <bold id="_bold-22">Prosedur Penelitian</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-43">1. Persiapan Penelitian</p>
      <p id="_paragraph-44"> - Menyusun proposal penelitian dan instrumen penelitian (pedoman wawancara, lembar observasi).</p>
      <p id="_paragraph-45"> - Memperoleh izin dan persetujuan dari pihak terkait untuk melakukan observasi dan wawancara di majlis sholawat Assidiqiyyah.</p>
      <p id="_paragraph-46">2. Pengumpulan Data</p>
      <p id="_paragraph-47"> - Melakukan studi pustaka untuk mengkaji literatur yang relevan.</p>
      <p id="_paragraph-48"> - Menghadiri dan mengamati kegiatan majlis sholawat Assidiqiyyah.</p>
      <p id="_paragraph-49"> - Melakukan wawancara mendalam dengan tokoh utama dan jamaah majlis.</p>
      <p id="_paragraph-50">3. Analisis Data</p>
      <p id="_paragraph-51"> - Menganalisis data secara deskriptif untuk mengidentifikasi tema dan pola yang muncul.</p>
      <p id="_paragraph-52"> - Melakukan triangulasi data untuk memverifikasi dan mengkonfirmasi temuan penelitian.</p>
      <p id="_paragraph-53">4. Pelaporan Hasil Penelitian</p>
      <p id="_paragraph-54"> - Menyusun laporan penelitian berdasarkan analisis data yang telah dilakukan.</p>
      <p id="_paragraph-55"> - Membahas temuan penelitian dalam konteks strategi dakwah Islam melalui majlis sholawat Assidiqiyyah dan pengaruhnya terhadap masyarakat.</p>
      <p id="_paragraph-56">Dengan metode penelitian ini, diharapkan penelitian dapat memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai strategi dakwah dalam majlis sholawat Assidiqiyyah serta dampaknya terhadap peningkatan kualitas ibadah, pemahaman keagamaan, dan pemberdayaan sosial masyarakat.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-57">1<bold id="_bold-23">. Strategi Dakwah yang Diterapkan dalam </bold><bold id="_bold-24">Majlis</bold><bold id="_bold-25">Sholawat</bold><bold id="_bold-26">Assidiqiyyah</bold></p>
      <p id="_paragraph-58">Majlis Sholawat Assidiqiyyah menggunakan beberapa strategi dakwah yang efektif untuk menyampaikan ajaran Islam kepada jamaahnya:</p>
      <p id="_paragraph-59"> a. Pendekatan Personal dan Emosional</p>
      <p id="_paragraph-60">Pendekatan ini melibatkan penggunaan lantunan sholawat yang diiringi dengan perasaan cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Lantunan sholawat yang penuh dengan kecintaan ini menciptakan suasana emosional yang mendalam, yang dapat menyentuh hati jamaah. Hal ini memudahkan para dai dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan dengan cara yang lebih personal dan menyentuh.</p>
      <p id="_paragraph-61"> b. Pendidikan dan Pencerahan</p>
      <p id="_paragraph-62">Selain melantunkan sholawat, majlis ini juga menyediakan sesi tausiyah atau ceramah yang disampaikan oleh ulama dan cendekiawan Muslim. Sesi ini bertujuan untuk memberikan pencerahan dan pendidikan agama kepada jamaah, dengan topik-topik yang meliputi aqidah, fiqh, akhlak, dan sejarah Islam. Dengan demikian, jamaah tidak hanya mendapatkan pengalaman spiritual melalui sholawat tetapi juga pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran Islam.</p>
      <p id="_paragraph-63"> c. Penggunaan Media Sosial</p>
      <p id="_paragraph-64">Untuk menjangkau audiens yang lebih luas, majlis ini memanfaatkan media sosial sebagai platform dakwah. Melalui video sholawat dan ceramah yang diunggah di YouTube dan platform media sosial lainnya, majlis ini berhasil menarik perhatian banyak kalangan, terutama generasi muda yang aktif di media sosial.</p>
      <p id="_paragraph-65">2. <bold id="_bold-27">Pengaruh </bold><bold id="_bold-28">Majlis</bold><bold id="_bold-29">Sholawat</bold><bold id="_bold-30">Assidiqiyyah</bold><bold id="_bold-31"> terhadap Peningkatan Kualitas Ibadah Jamaah</bold></p>
      <p id="_paragraph-66">Majlis Sholawat Assidiqiyyah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kualitas ibadah jamaah:</p>
      <p id="_paragraph-67"> a. Motivasi Beribadah</p>
      <p id="_paragraph-68">Jamaah yang rutin mengikuti majlis sholawat Assidiqiyyah menunjukkan peningkatan dalam semangat dan motivasi beribadah. Lantunan sholawat yang diiringi dengan suasana spiritual yang mendalam menumbuhkan kecintaan dan semangat dalam melaksanakan ibadah sehari-hari seperti sholat, puasa, dan zikir.</p>
      <p id="_paragraph-69"> b.Kedisiplinan dalam Beribadah</p>
      <p id="_paragraph-70">Kegiatan rutin yang dilakukan dalam majlis, seperti sholawat bersama dan tausiyah, membantu jamaah untuk lebih disiplin dalam melaksanakan ibadah. Kehadiran dalam majlis secara teratur menciptakan pola kebiasaan positif yang mempengaruhi rutinitas ibadah harian jamaah.</p>
      <p id="_paragraph-71">3<bold id="_bold-32">. Pengaruh </bold><bold id="_bold-33">Majlis</bold><bold id="_bold-34">Sholawat</bold><bold id="_bold-35">Assidiqiyyah</bold><bold id="_bold-36"> terhadap Pemahaman Keagamaan Jamaah</bold></p>
      <p id="_paragraph-72">Majlis Sholawat Assidiqiyyah juga berperan penting dalam meningkatkan pemahaman keagamaan jamaah:</p>
      <p id="_paragraph-73"> a. Pencerahan Melalui Tausiyah</p>
      <p id="_paragraph-74">Sesi tausiyah yang diadakan dalam setiap majlis memberikan pengetahuan yang mendalam tentang berbagai aspek ajaran Islam. Ceramah yang disampaikan oleh ulama dan cendekiawan Muslim memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang aqidah, fiqh, akhlak, dan sejarah Islam.</p>
      <p id="_paragraph-75"> b. Diskusi dan Tanya Jawab</p>
      <p id="_paragraph-76">Selain ceramah, majlis ini juga sering mengadakan sesi diskusi dan tanya jawab yang memungkinkan jamaah untuk mengajukan pertanyaan dan mendapatkan penjelasan langsung dari para ulama. Hal ini membantu jamaah untuk lebih memahami dan menginternalisasi ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.</p>
      <p id="_paragraph-77">4. <bold id="_bold-37">Peran </bold><bold id="_bold-38">Majlis</bold><bold id="_bold-39">Sholawat</bold><bold id="_bold-40">Assidiqiyyah</bold><bold id="_bold-41"> dalam Pemberdayaan Sosial Masyarakat</bold></p>
      <p id="_paragraph-78">Majlis Sholawat Assidiqiyyah juga memiliki peran penting dalam pemberdayaan sosial masyarakat:</p>
      <p id="_paragraph-79"> a. Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan</p>
      <p id="_paragraph-80">Majlis ini sering mengadakan kegiatan sosial seperti santunan kepada yatim piatu, bantuan kepada fakir miskin, dan kegiatan kemanusiaan lainnya. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya membantu masyarakat yang membutuhkan tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di antara jamaah.</p>
      <p id="_paragraph-81"> b. Penguatan Ukhuwah Islamiyah</p>
      <p id="_paragraph-82">Melalui kegiatan bersama seperti berbuka puasa, kajian rutin, dan kegiatan sosial, majlis ini berhasil mempererat ukhuwah Islamiyah antar jamaah. Hal ini menciptakan komunitas yang solid dan saling mendukung dalam menjalankan ajaran Islam.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Simpulan</title>
      <list list-type="bullet" id="list-74074f96bebe6e3db02558ca91626b05">
        <list-item>
          <p>Majlis Sholawat Assidiqiyyah telah membuktikan dirinya sebagai sarana dakwah yang efektif melalui strategi-strategi yang menggabungkan pendekatan emosional, pendidikan agama, dan penggunaan media sosial. Pengaruh positif dari majlis ini terlihat dalam peningkatan kualitas ibadah, pemahaman keagamaan yang lebih mendalam, dan pemberdayaan sosial masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa majlis sholawat dapat menjadi model yang efektif dalam strategi dakwah yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-83">
        <bold id="_bold-42">Ucapan Terima Kasih</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-84">Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga artikel ini dapat terselesaikan dengan baik. Terima kasih kepada keluarga dan teman-teman atas dukungan moralnya. Kami juga berterima kasih kepada Majlis Sholawat Assidiqiyyah, pengurus, dan jamaah yang telah membantu selama penelitian ini. Ucapan terima kasih khusus untuk narasumber dan partisipan yang memberikan wawasan berharga. Kami menghargai bimbingan dari para dosen dan pembimbing yang telah memberikan arahan dan kritik membangun. Terima kasih juga kepada rekan peneliti dan staf akademik yang memberikan dukungan teknis serta perpustakaan yang menyediakan akses ke sumber informasi. Semoga artikel ini bermanfaat dan Allah SWT senantiasa memberkahi kita semua. Amin.</p>
    </sec>
  </body><back>
    <ref-list>
      <ref id="bib1">
        <element-citation publication-type="book">
          <year>2018</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Fatori</surname>
              <given-names>Uul</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Strategi Dakwah Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Riau Dalam Menjalin Ukhuwah Islamiyah</source>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib2">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>229-244</page-range>
          <volume>3</volume>
          <year>2022</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Mujib</surname>
              <given-names>Abdul</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sholihin</surname>
              <given-names>Badrus</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Pattern, Strategy, Da'wah, Religious Moderation Abstrak:</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib3">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>111-124</page-range>
          <volume>14</volume>
          <year>2020</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.24090/komunika.v14i1.3341</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Istkomah</surname>
              <given-names>Istkomah</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Romadlon</surname>
              <given-names>Dzulfikar Akbar</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Hariyanto</surname>
              <given-names>Budi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi</source>
          <article-title>Strategi Dakwah Muhammadiyah Melalui FKMMS (Forum Komunikasi Masjid Muhammadiyah Sidoarjo)</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib4">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>2</page-range>
          <volume>2</volume>
          <year>2021</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sumanto</surname>
              <given-names>Edi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Siducat Journal Dawuh</source>
          <article-title>Pemikiran Dakwah M Natsir</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib5">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <volume>10</volume>
          <year>2024</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Yaqin</surname>
              <given-names>Ainul</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Majelis Shalawat dalam Perspektif Seni Sayyed Hossen Nasr ( Studi Kasus Majelis Shalawat Al-Hasanain Genggong Probolinggo )</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib6">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>01</issue>
          <page-range>58-74</page-range>
          <volume>2</volume>
          <year>2021</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.52593/mtq.02.1.04</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Baidowi</surname>
              <given-names>Achmad</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Salehudin</surname>
              <given-names>Moh.</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Muttaqien; Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies</source>
          <article-title>Strategi Dakwah di Era New Normal</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib7">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>161-174</page-range>
          <volume>14</volume>
          <year>2020</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <collab>
              <named-content content-type="name">surianto M.Th.I</named-content>
            </collab>
          </person-group>
          <source>Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah</source>
          <article-title>Dakwah Bershalawat Melalui Media Sosial Perspektif Hadis (Studi Kasus Prank Shalawat Di Chanel Youtube Gus Aldi)</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib8">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>131-142</page-range>
          <volume>1</volume>
          <year>2022</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ark</surname>
              <given-names>Abdul Fatah</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Asror</surname>
              <given-names>Ahidul</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Icon: Journal of Islamic Communication</source>
          <article-title>Strategi Dakwah Majelis Dzikir dan Sholawat El Muhibbin dalam Menyebarkan Pesan Dakwah melalui Kesenian Hadrah pada Masyarakat Kelurahan Baratan Kecamatan Patrang Kabupaten Jember</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib9">
        <element-citation publication-type="journal">
          <year>2022</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Efrem Jelahut</surname>
              <given-names>Felisianus</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Aneka Teori &amp; Jenis Penelitian Kualitatif</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib10">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>39</page-range>
          <volume>4</volume>
          <year>2019</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.26737/jbki.v4i2.890</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Putri</surname>
              <given-names>Arum Ekasari</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia)</source>
          <article-title>Evaluasi Program Bimbingan Dan Konseling: Sebuah Studi Pustaka</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib11">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>1000000</page-range>
          <volume>4</volume>
          <year>2023</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Simanjorang</surname>
              <given-names>R Mahdalena</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Studi</surname>
              <given-names>Program</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Informatika</surname>
              <given-names>Tekhnik</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Sumatera Utara Sumatera Utara</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib12">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>134-137</page-range>
          <volume>1</volume>
          <year>2020</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.37985/joe.v1i2.12</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Kurniawati</surname>
              <given-names>Emilia</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Arafat</surname>
              <given-names>Yasir</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Puspita</surname>
              <given-names>Yenny</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Journal of Education Research</source>
          <article-title>Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan melalui Manajemen Berbasis Sekolah</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib13">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>33-46</page-range>
          <volume>6</volume>
          <year>2022</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.25139/dev.v6i2.4389</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Rofiah</surname>
              <given-names>Chusnul</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Develop</source>
          <article-title>Analisis Data Kualitatif: Manual Atau Dengan Aplikasi?</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib14">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>146-150</page-range>
          <volume>5</volume>
          <year>2020</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Alfansyur</surname>
              <given-names>Andarusni</given-names>
            </name>
            <collab>
              <named-content content-type="name">Mariyani</named-content>
            </collab>
          </person-group>
          <source>Historis</source>
          <article-title>Seni Mengelola Data : Penerapan Triangulasi Teknik , Sumber Dan Waktu pada Penelitian Pendidikan Sosial</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
    </ref-list>
  </back></article>
