<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>The Application of the Teams Games Tournament (TGT) Cooperative  Learning Model Assisted by Blindbox Media on the Science Learning Outcomes of Junior High School Students</article-title>
        <subtitle>Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Media Blindbox terhadap Hasil Belajar IPA Siswa SMP</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Indrastuti</surname>
            <given-names>Erlinda Ayu</given-names>
          </name>
          <email>erlindaayuindrastuti11@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Shofiyah</surname>
            <given-names>Noly</given-names>
          </name>
          <email>nolyshofiyah@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Universitas Muhammadiyah Sidoarjo [https://ror.org/017hvgd88]</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2025-09-01">
          <day>01</day>
          <month>09</month>
          <year>2025</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>10</day><month>02</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="sec-2">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-12">Secara etimologi hasil belajar terbentuk dari penggabungaan kata hasil dan belajar. Berdasarkan kamus Bahasa Indonesia, hasil merujuk pada sesuatu yang terjadi akibat dari suatu usaha. Sementara itu, belajar diartikan sebagai upaya untuk memperoleh pengetahuan atau keterampilan yang dapat mengubah perilaku atau respons seseorang akibat pengalaman. Menurut Susilowati <xref id="_xref-1" ref-type="bibr" rid="bib1">[1]</xref>, hasil belajar merupakan perubahan perilaku siswa terhadap pengetahuan baru yang didapatkan setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Hasil belajar juga dapat dimaknai sebagai level keberhasilan siswa dalam memahami materi pembelajaran di sekolah dengan pernyataan skor yang diperoleh melalui hasil tes dari materi pembelajaran tertentu <xref id="_xref-2" ref-type="bibr" rid="bib2">[2]</xref>. Hasil belajar memiliki peran yang sangat penting dalam proses belajar siswa karena nilai yang diperoleh dalam hasil belajar juga menentukan ketuntasan belajar siswa yang berpengaruh pada naik tidaknya siswa ke jenjang berikutnya <xref id="_xref-3" ref-type="bibr" rid="bib3">[3]</xref><bold id="_bold-44">.</bold></p>
      <p id="_paragraph-13">Hasil belajar individu dapat dikatakan tercapai terlihat dari perilakunya yang mengarah dan menetap pada aspek kognitif, afektif serta psikomotor selama proses pembelajaran yang telah dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu <xref id="_xref-4" ref-type="bibr" rid="bib4">[4]</xref>. Ranah kognitif mencerminkan sejauh mana siswa menguasai mata pelajaran yang dipelajari, atau seberapa baik siswa memahami pengetahuan atau teori yang diajarkan dalam kegiatan pembelajaran <xref id="_xref-5" ref-type="bibr" rid="bib5">[5]</xref>. Ranah kognitif memiliki peran penting dalam pembelajaran karena merupakan tujuan utama dari proses belajar <xref id="_xref-6" ref-type="bibr" rid="bib6">[6]</xref>. Menurut Krathwhol <xref id="_xref-7" ref-type="bibr" rid="bib7">[7]</xref> dalam taksonomi bloom menguraikan tingkat kognitif dimulai dengan kata operasional mengingat (C1), memahami (C2), mengaplikasikan (C3), menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mencipta (C6). Penelitian ini akan ditinjau dari ranah kognitif C1 sampai C4. Alasan peneliti hanya membatasi hanya empat ranah kognitif saja yaitu C1 sampai C4 dikarenakan model pembelajaran TGT berbantuan media <italic id="_italic-39">blindbox</italic> dirancang untuk menguji pemahaman dasar dan kemampuan analisis siswa yang tertuang pada soal kuis atau pilhan ganda yang jawabannya sudah jelas, sedangkan pada C5 sampai C6  membutuhkan tugas yang lebih kompleks misalnya membuat proyek yang sulit dukur dalam format permainan TGT <xref id="_xref-8" ref-type="bibr" rid="bib8">[8]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-14">Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan mata pelajaran yang dianggap sulit bagi sebagian besar siswa SMP yang dapat dilihat dari hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA yang relatif rendah <xref id="_xref-9" ref-type="bibr" rid="bib9">[9]</xref>. Kesulitan belajar yang dialami oleh sebagian besar siswa tingkat SMP/MTs pada mata pelajaran IPA didukung oleh hasil penelitian Dinatha dan Laksana <xref id="_xref-10" ref-type="bibr" rid="bib10">[10]</xref> menyatakan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan belajar IPA dengan kategori tinggi. Siswa jarang membuka kembali materi IPA yang telah lalu karena memiliki kesulitan dalam belajar sehingga dapat menyebabkan hasil belajar IPA yang rendah <xref id="_xref-11" ref-type="bibr" rid="bib11">[11]</xref>. Meskipun guru selalu memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang belum jelas, namun tidak ada yang bertanya sehingga materi terus dilanjutkan dengan asumsi siswa sudah paham <xref id="_xref-12" ref-type="bibr" rid="bib12">[12]</xref>. Hal ini berdampak pada penurunan hasil pembelajar IPA siswa. Penurunan hasil belajar tersebut disebabkan oleh kurangnya minat dan motivasi belajar pada siswa. Menurut Wahyuni <xref id="_xref-13" ref-type="bibr" rid="bib13">[13]</xref> diketahui bahwa siswa mengalami kesulitan mengerjakan soal IPA dan cenderung ingin mencontek, sehingga kemampuan belajarnya menurun sehingga mempengaruhi hasil belajar IPA siswa.</p>
      <p id="_paragraph-15">Hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti di salah satu SMP di Kecamatan Porong ditemukan hal, yaitu 1) dilihat dari hasil dokumentasi peneliti yaitu nilai ulangan IPA rata-rata siswa di salah satu SMP di Kecamatan Porong masih tergolong rendah, yaitu 87% dari 32 siswa masih belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 75, 2) Guru IPA di SMP tersebut sudah menerapkan model pembelajaran yang tepat untuk pembelajaran IPA yaitu model pembelajaran lagsung berbantuan media kuis, tetapi kenyataannya model pembelajaran tersebut terlalu sering digunakan saat pembelajaran IPA berlangsung sehingga siswa merasa bosan , 3) guru sudah menerapkan media pembelajaran yang dianggap siswa menyenangkan untuk membantu siswa memahami materi pembelajaran IPA yaitu kuis, namun media tersebut digunakan secara berulang oleh guru sehingga siswa merasa bosan, 4) Terdapat beberapa siswa yang kurang aktif saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Pada hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti dapat ditemukan sebuah permasalahan, yaitu hasil belajar IPA siswa yang relative rendah dikarenakan siswa merasa bosan dengan gaya mengajar guru yang dilakukan secara berulang menjadikan minat siswa dalam belajar IPA menjadi kurang sehingga berrdampak pada hasil belajar IPA siswa. Dari permasalahan tersebut sebagai peneliti saya tertarik untuk melihat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe <italic id="_italic-40">Teams Game Tournament</italic> (TGT) berbantuan media <italic id="_italic-41">blindbox</italic>terhadap hasil belajar IPA siswa SMP yang membuka peluang bagi siswa untuk lebih aktif dalam pembelajaran, sehingga hasil belajar IPA siswa dapat meningkat.</p>
      <p id="_paragraph-16">Peningkatan hasil belajar pada proses pembelajaran IPA telah dilakukan melalui berbagai upaya. Salah satu dari upaya tersebut adalah penggunaan model pembelajaran kooperatif <xref id="_xref-14" ref-type="bibr" rid="bib14">[14]</xref>. Keunggulan pada model pembelajaran TGT adalah terletak pada modifikasi pada evaluasi yang dilakukan dengan menggunakan turnamen sehingga dengan metode turnamen tersebut mampu memberikan keaktifan belajar siswa yang berimplikasi langsung juga ke hasil belajar IPA siswa <xref id="_xref-15" ref-type="bibr" rid="bib15">[15]</xref>. Kegiatan akademik, seperti permainan dan turnamen, dapat meningkatkan keinginan siswa untuk belajar secara aktif yang akan meningkatkan hasil belajar <xref id="_xref-16" ref-type="bibr" rid="bib16">[16]</xref>. Adapun sintaks model pembelajaran kooperatif tipe TGT adalah sebagai berikut: (1) Presentasi kelas, (2) Pembentukan tim,</p>
      <p id="_paragraph-17">(3) permainan (<italic id="_italic-42">Games</italic>), (4) turnamen, dan (5) rekognisi tim <xref id="_xref-17" ref-type="bibr" rid="bib17">[17]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-18">Penelitian ini berkaitan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sulhiyati <xref id="_xref-18" ref-type="bibr" rid="bib18">[18]</xref> yang menyatakan bahwa penerapan TGT mampu untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa. Namun, Penelitian ini memiliki kekurangan yang mengakibatkan tidak maksimalnya penerapan metode pembelajaran TGT karena, (1) Masih banyak siswa yang belum bisa bekerjasama dengan teman satu kelompoknya karena adanya ketidakcocokan antar individu, (2) Tidak ada siswa yang mau mempresentasikan hasil kerja kelompok, (3) siswa yang kurang aktif dalam hal komunikasi dengan guru dan teman sebayanya. Untuk mengatasi masalah tersebut peneliti akan melakukan pendekatan dengan siswa agar proses belajar mengajar menjadi lebih mudah. Peneliti harus memiliki cara mengajar yang lebih kreatif dan efektif untuk membuat siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran agar hasil belajar IPA siswa menjadi lebih optimal.</p>
      <p id="_paragraph-19">Menurut Wibowo <xref id="_xref-19" ref-type="bibr" rid="bib19">[19]</xref>, salah satu faktor pendukung dalam upaya mengoptimalkan pembelajaran yakni kesesuaian media yang digunakan . Media memegang peranan penting dalam proses pembelajaran karena merupakan mediator dalam proses pembelajaran <xref id="_xref-20" ref-type="bibr" rid="bib20">[20]</xref>. Proses belajar siswa akan lebih maksimal jika terdapat penggunaan media <xref id="_xref-21" ref-type="bibr" rid="bib21">[21]</xref>. Game edukatif dikenal sebagai media pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi, partisipasi, dan minat siswa dalam pembelajaran. Penerapan game dalam pembelajaran dapat berupa permainan non-digital yang memanfaatkan media seperti permainan interaktif langsung antara peserta didik dan guru <xref id="_xref-22" ref-type="bibr" rid="bib22">[22]</xref>. Pada penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Zulherman <xref id="_xref-23" ref-type="bibr" rid="bib23">[23]</xref>, <italic id="_italic-43">question box </italic>merupakan media yang menyediakan kumpulan-kumpulan pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang telah disajikan kemudian dijadikan satu dalam kotak, berbagai pertanyaan tersebut merupakan kuis dalam pembelajaran . </p>
      <p id="_paragraph-20">Media <italic id="_italic-44">questionbox</italic> serupa dengan media <italic id="_italic-45">blindbox</italic>, hanya saja dalam pengaplikasiannya terdapat perbedaan yaitu hanya pemberian soal yang jarang menggunakan gambar atau objek pada <italic id="_italic-46">question box</italic>yang berfokus pada pemahaman tingkat dasar an hanya melibatkan membaca dan menjawab, sedangkan pada <italic id="_italic-47">blindbox </italic>tidak hanya tercantum soal biasa namun juga terdapat soal pengamatan disertai gambar, dan materi yang dirancang untuk yang berfokus pada pemahaman konsep dan keterampilan analisis dan penalaran siswa dari gambar atau objek yang ada di dalam <italic id="_italic-48">blndbox</italic><italic id="_italic-49">.</italic><italic id="_italic-50"> Blindbox</italic> sendiri dapat memupuk rasa keingintahuan siswa untuk membuka dan menyelesaikan tantangan di dalamnya. Dalam hal ini, penerapan model kooperatif tipe TGT berbantuan media <italic id="_italic-51">blindbox</italic> diharapkan dapat menciptakan suasana belajar agar lebih aktif yang mempengaruhi hasil belajar IPA agar lebih baik. Peneliti tertarik untuk memanfaatkan media <italic id="_italic-52">blindbox</italic> dan mengolahnya menjadi media pembelajaran yang efektif dan menyenangkan.</p>
      <p id="_paragraph-21"><italic id="_italic-53">Blindbox </italic>merupakan kotak yang berisikan kejutan soal atau tantangan yang menyenangkan. Ada beberapa kotak dalam satu set, dan orang tidak mengetahui isinya sebelum membukanya <xref id="_xref-24" ref-type="bibr" rid="bib24">[24]</xref>. Satu set kotak <italic id="_italic-54">blindbox </italic>ini terdapat 2 sub materi yaitu masing-masing satu set kotak struktur lapisan bumi dan lempeng tektonik, gempa bumi dan gunung berapi. Dalam penerapan game ini, siswa secara berkelompok diharuskan untuk membuka “kotak” yang berisikan sebuah kejutan berupa soal atau tantangan yang harus dikerjakan dan diulas. Hal ini dapat memicu semangat belajar siswa sehingga hasil belajar IPA siswa juga meningkat. Perpaduan antara TGT dengan <italic id="_italic-55">blindbox</italic>ini memberikan pengalaman Perpaduan antara TGT dengan <italic id="_italic-56">blindbox</italic> ini memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi siswa, sehingga proses pembelajaran tidak lagi monoton dan hal tersebut bisa menghasilkan hasil belajar IPA yang optimal. Keterpaduan antara model pembelajaran kooperatif TGT (Teams Games Tournament) dengan media blind box menciptakan proses belajar yang sangat efektif. TGT berfungsi sebagai struktur utama yang mendorong siswa untuk bekerja dalam tim, saling membantu, dan berkompetisi secara sehat untuk mencapai tujuan bersama. Sementara itu, <italic id="_italic-57">blindbox </italic>berperan sebagai elemen penguat yang disisipkan di berbagai tahapan TGT, misalnya dengan menyediakan soal tambahan, petunjuk, atau hadiah kejutan. Penggunaan <italic id="_italic-58">blind box</italic> ini menambahkan unsur permainan, rasa ingin tahu, dan motivasi, sehingga pembelajaran tidak lagi terasa membosankan. Hasilnya, TGT menyediakan sistem kolaborasi yang terorganisir, dan <italic id="_italic-59">blind</italic><italic id="_italic-60">box</italic> menambahkan daya tarik yang kuat, mengubah proses belajar menjadi pengalaman yang dinamis, interaktif, dan berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa.</p>
      <p id="_paragraph-22">Meskipun beberapa penelitian telah mengkaji penerapan TGT terhadap hasil belajar siswa, namun belum ada penelitian yang secara khusus mengombinasikan blindbox dengan model kooperatif tipe TGT pada materi struktur bumi dan perkembangannya ditingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Konsep lapisan-lapisan bumi tidak bisa dilihat langsung oleh siswa, maka menggunakan media konkret seperti <italic id="_italic-61">blindbox</italic> dapat membantu siswa untuk memahami konsep tersebut. Struktur bumi memiliki sub materi (kerak, mantel, inti luar, inti dalam) yang didiskusikan antar anggota tim. Model TGT ini mendukung siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini berupaya untuk mengisi ruang tersebut dengan mengimplementasikan kombinasi pendekatakan dan media tersebut dalam konteks pembelajaran IPA di SMP. Game atau permainan yang semula memiliki fungsi sebagai media hiburan dan bersenang- senang saja, sekarang dikembangkan menjadi beberapa cara yang bisa diambil untuk mendorong semangat belajar siswa karena ada hal-hal yang menarik di dalamnya <xref id="_xref-25" ref-type="bibr" rid="bib25">[25]</xref>. </p>
      <p id="_paragraph-23">Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media blindbox terhadap hasil belajar IPA siswa di salah satu SMP di Kecamatan Porong.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Metode</title>
      <p id="_paragraph-24">Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sample pada penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelas dengan perlakuan (eksperimen) dan kelas tanpa perlakuan (kelas kontrol) <xref id="_xref-26" ref-type="bibr" rid="bib26">[26]</xref>. Metode penelitian eksperimen ini menggunakan metode <italic id="_italic-62">quasy</italic><italic id="_italic-63">experimental</italic>bentuk <italic id="_italic-64">nonequivalent</italic><italic id="_italic-65">pretest-posttest</italic><italic id="_italic-66">control</italic><italic id="_italic-67">group</italic><italic id="_italic-68">design </italic><xref id="_xref-27" ref-type="bibr" rid="bib27">[27]</xref>. Dengan cara ini, peneliti dapat mengontrol setidaknya satu variabel. Berikut merupakan rancangan penelitian dapat dilihat pada Tabel 1.</p>
      <table-wrap id="tbl1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-45">Tabel</bold><bold id="_bold-46">1</bold>. Desain Penelitian</title>
          <p id="_paragraph-26"/>
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-1807a7644ad42d247b6e9e108a3cf588">
              <td id="2e20c79434a85161f42f09db81f46163">
                <bold id="_bold-47">
                  <italic id="_italic-69">Group</italic>
                </bold>
              </td>
              <td id="f274d400d000477505eb4961cbb07b4b">
                <bold id="_bold-48">
                  <italic id="_italic-70">Pretest</italic>
                </bold>
              </td>
              <td id="f2a8cf2046ab703a76047eb08f0d6750">
                <bold id="_bold-49">Perlakuan</bold>
              </td>
              <td id="3c1facfd78482d3434ce61f0f3e939f3">
                <bold id="_bold-50">
                  <italic id="_italic-71">Posttest</italic>
                </bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6ca0e734b80da9f523572c92d7bd5f79">
              <td id="9fcf381e702e8b1e565f6a7d939273f6">K1</td>
              <td id="9c8ab8df3aae4b8b294e07ec3209d385">T1</td>
              <td id="b3f94c87f80cd337743e8e926d106520">X1</td>
              <td id="06582f279e40000be12dc5a62fa4f6f8">T1</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f9e92fff3d265f23385864945adf11a0">
              <td id="7a953cfa2543a8acacaa36796edd31e3">K2</td>
              <td id="0123019c467e23fd0020bde498097a26">T2</td>
              <td id="d5688ad69c3a11e1ceab351ef426f7d5">X2</td>
              <td id="f98747b8cdd050d8b00e6df353875923">T2</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-27">Keterangan :</p>
      <p id="_paragraph-28">K1: Kelompok kontrol</p>
      <p id="_paragraph-29">K2: Kelompok eksperimen</p>
      <p id="_paragraph-30">X1: Kelas menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dengan media blindbox. </p>
      <p id="_paragraph-31">X2: Kelas menggunakan model pembelajaran langsung berbantuan media quiz.</p>
      <p id="_paragraph-32">T1: Tes awal</p>
      <p id="_paragraph-33">T2: Tes akhir</p>
      <p id="_paragraph-34">Kegiatan penelitian ini dilaksananakan pada salah satu SMP di Kecamatan Porong yang memiliki populasi yaitu seluruh siswa kelas VIII dari 7 kelas sebanyak 224 siswa. Sample pada penelitian ini terdiri dari 2 kelas yang berjumlah 64 siswa. Sample tersebut dipilih dengan menggunakan teknik <italic id="_italic-72">P</italic><italic id="_italic-73">robability</italic><italic id="_italic-74">Sampling</italic>jenis <italic id="_italic-75">simple random</italic></p>
      <p id="_paragraph-35"><italic id="_italic-76">sampling</italic>. Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan hasil <italic id="_italic-77">pretest</italic> dan <italic id="_italic-78">posttest</italic> dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen merupakan kelas yang diberi perlakuan penerapan model Kooperatif tipe TGT berbantuan media <italic id="_italic-79">blindbox</italic> yang dimulai dengan konsep materi yang disampaikan oleh guru, kemudian siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang heterogendan kelas kontrol diberi perlakuan dengan model pembelajaran yang biasa di terapkan oleh guru IPA di salah satu SMP di Kecamatan Porong yaitu model pembelajaran langsung. Pembelajaran langsung adalah sebuah model pembelajaran yang berpusat pada guru untuk meningkatkan penguasaan berbagai keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa <xref id="_xref-28" ref-type="bibr" rid="bib28">[28]</xref>. </p>
      <p id="_paragraph-36">Menurut Nugraha &amp; Kuswono, Pelaksanaan pembelajaran di sekolah tidak hanya melibatkan proses belajar- mengajar antara guru dan peserta didik, tetapi juga mencakup proses penilaian terhadap hasil belajar yang telah dilakukan <xref id="_xref-29" ref-type="bibr" rid="bib29">[29]</xref>. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari hasil tes 20 butir soal kognitif C1 – C4 dalam bentuk pilihan ganda. Validitas dan reabilitas instrumen dalam penelitian ini yang ditentukan atas dasar pertimbangan dari para ahli. Hasil validitas menunjukkan bahwa butir soal yang memiliki nilai signifikansi (Sig.) 0,92 &lt; 0,05 menghasilkan 20 butir soal valid. Selanjutnya, dilakukan uji reliabilitas menggunakan rumus Cronbach's Alpha, diperoleh nilai sebesar 0,89 &gt; 0,6 yang termasuk kategori sangat reliabel <xref id="_xref-30" ref-type="bibr" rid="bib30">[30]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-37">Dalam sebuah penelitian, langkah analisis data itu sangat penting supaya kesimpulan yang didapat benar dan bisa dipertanggungjawabkan. Penelitian ini memakai dua cara untuk menganalisis data, yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil belajar siswa, baik dari kelompok percobaan (eksperimen) maupun kelompok pembanding (kontrol), sebelum dan sesudah diberi perlakuan akan digambarkan dan dijelaskan dengan analisis statistik deskriptif [31]. Analisis data inferensial digunakan untuk menguji dugaan atau hipotesis penelitian yang sudah dibuat. Sebelum melanjutkan pada pengujian hipotesis utama, data penelitian perlu melalui serangkaian uji prasyarat dengan menggunakan analisis data inferensial. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa asumsi statistik yang mendasari analisis data telah terpenuhi. Langkah pertama yang dilakukan adalah uji N-gain untuk mengukur efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media blindbox terhapa hasil belajar IPA siswa, lalu dilanjutkan uji normalitas, yang berfungsi untuk memeriksa apakah data memiliki distribusi normal. Data yang berdistribusi normal kemudian dilanjutkan dengan uji homogenitas (α = 0,05) untuk memastikan bahwa varians antar kelompok sampel tidak berbeda secara signifikan (homogen). Karena varians data dinyatakan homogen, uji t-test dengan SPSS 26 digunakan untuk menguji hipotesis penelitian.  Uji t-test ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran </p>
      <p id="_paragraph-38">TGT berbantuan media blindbox terhadap hasil belajar IPA siswa dengan taraf signifikansi α = 0,05 dengan keterangan: </p>
      <p id="_paragraph-39">terhadap hasil belajar IPA siswa.</p>
      <list list-type="bullet" id="list-f2463bcaac1834a5e78e68d41d4e394f">
        <list-item>
          <p>Ho: Tidak ada perbedaan signifikan pada penerapan model kooperatif tipe TGT berbantuan media <italic id="_italic-80">blindbox</italic></p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Ha: Terdapat perbedaan signifikan pada penerapan model kooperatif tipe TGT berbantuan media <italic id="_italic-81">blindbox</italic></p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-40">terhadap hasil belajar IPA siswa.</p>
      <p id="_paragraph-41">Uji hipotesis untuk hasil belajar kognitif memiliki signifikasi t &lt; 0,05 maka Ho ditolak dan dinyatakan terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media <italic id="_italic-82">blindbox </italic>terhadap hasil belajar IPA siswa SMP dan juga sebaliknya.</p>
      <p id="_paragraph-42">Analisis statistik deskriptif data untuk mengetahui hasil belajar siswa didapatkan dari hasil selisih tes setelah penerapan media (<italic id="_italic-83">pos</italic><italic id="_italic-84">test</italic>) dalam pembelajaran dan tes sebelum pemberlakuan media pada siswa (<italic id="_italic-85">pretest</italic>). Hasil selisih tersebut dinamakan gain, dimana setelahnya gain dinormalisasikan untuk mendapatkan hasil berupa indeks gain (<italic id="_italic-86">N-gain</italic>). Berikut adalah rumus <italic id="_italic-87">N-gain</italic>:</p>
      <fig id="figure-panel-6e3b991553fb42b675629efbc7ae244f">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <p id="paragraph-c42f7dba45c7436e5accd2ceb52ae372"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-21bb152778f6d36c950add32f544d370" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="12353-01.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-45">Sposttest: Skor tes akhir </p>
      <p id="paragraph-52dc10e8141132ca35f77838b6ad2dd6">Spretest: Skor tes awal </p>
      <p id="paragraph-df711daac3014b94c640a6caef63f0f7">Smaksimal: Skor tes maksimal</p>
      <table-wrap id="tbl2">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-51">Tabel</bold><bold id="_bold-52">2</bold>.kriteria N-gain ternormalisasi</title>
          <p id="_paragraph-47"/>
        </caption>
        <table id="_table-2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-d03434b5dc48605fe63bffec05f838d0">
              <td id="da4bc07bfa8f8b82cf23fe4d94ed463b">
                <bold id="_bold-53">Presentase</bold>
              </td>
              <td id="5abaf6b3b8d03e44bd59be62f43d228b">
                <bold id="_bold-54">Klasifikasi</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a00271c00be6822844fd86b670ff46c5">
              <td id="e7aace5610a8735dcea1462084469867">N-Gain &lt; 0,3</td>
              <td id="7c5daf73a1a4a01f5e92c8aedf17bda6">Rendah</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-15fe5ca63764df2c617172cfb62c699f">
              <td id="26e63783128d20893ac672809c5af873">0,3&lt; N-Gain &gt;0,7</td>
              <td id="7889cf1467c17e2d9d1eaef18a61fe84">Sedang</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-182e50ca22f4787259a83a04236e7e00">
              <td id="f7721a9a5f9086d38dd27971022c5893">N-Gain &gt; 0,7</td>
              <td id="4f192804b463a4df9ccbb7be75326505">Tinggi</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-48">Dapat dilihat dari Tabel 2 hasil N-gain dapat dinyatakan tercapai apabila N-gain &gt; 0,3 maka penerapan model kooperatif tipe TGT berbantuan media pembelajaran blindbox sudah dianggap berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-49">Pada penelitian ini menggunakan materi struktur bumi dan perkembangannya sebagai materi pembelajaran, yang mencakup lapisan bumi, lempeng tektonik, gempa bumi, dan gunung berapi. Materi tersebut disampaikan dalam dua sesi pertemuan. Pada pertemuan pertama, memiliki tujuan pembelajaran yaitu siswa mampu menyebutkan urutan lapisan-lapisan bumi menjelaskan karakteristik setiap lapisan bumi, memberikan contoh fenomena alam yang berhubungan dengan aktivitas di lapisan bumi, menganalisis dampak negatif aktivitas manusia terhadap lapisan bumi. Sementara itu, pertemuan kedua bertujuan agar siswa dapat menyebutkan jenis-jenis lempeng tektonik di Indonesia, menjelaskan konsep lempeng tektonik, menjelaskan perbedaan pergerakan lempeng tektonik, menjelaskan mekanisme pergerakan lempeng tektonik yang menyebabkan terjadinya gempa bumi dan gunung berapi, mengidentifikasi potensi terjadinya gempa bumi dan gunung berapi menganalisis langkah-langkah mitigasi bencana gempa bumi dan gunung berapi secara tepat. Dalam implementasi penelitian ini, kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe <italic id="_italic-88">Team Games Tournament </italic>(TGT). Sebaliknya, kelas kontrol menggunakan model pembelajaran yang biasa diterapkan oleh guru, yakni model pembelajaran langsung berbantuan quiz. Siswa diberi lembar soal <italic id="_italic-89">pretest</italic> untuk mengukur kemampuan mereka sebelum perlakuan model pembelajaran, dan lembar soal <italic id="_italic-90">posttest </italic>untuk mengukur kemampuan mereka setelah perlakuan model pembelajaran. Untuk mengetahui bagaimana model pembelajaran TGT berbantuan <italic id="_italic-91">blindbox</italic>pada materi struktur bumi dan perkembangannya dapat meningkatkan hasil belajar siswa melalui <italic id="_italic-92">pretest</italic>dan <italic id="_italic-93">posttest</italic>, dilakukan pengolahan dan analisis data. Pada penelitian ini model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media blindbox diterapkan sesuai pada aspek kognitif C1-C4. Selanjutnya dilakukan analisis deskripstif. Tabel 3 menunjukkan nilai rata-rata pretest-posttest untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol berdasarkan pretest-posttest yang diberikan oleh kedua kelompok:</p>
      <table-wrap id="table-figure-75b90e5f439a263c024c22ad207cd1c4">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-55">Tabel</bold><bold id="_bold-56">3</bold>.Hasil nilai <italic id="_italic-94">pretest</italic>dan <italic id="_italic-95">postest</italic>siswa</title>
          <p id="paragraph-c5ae0e6cddf5b19134c864dd97c37568"/>
        </caption>
        <table id="table-954e9e1f9e8cfcd67d2aebd7a68492a6">
          <tbody>
            <tr id="table-row-f035b4472879c665b291bfc45cf11a97">
              <td id="table-cell-6ac599cfe6c5618532f64a5ab8e4b21e" rowspan="2"> Kelas </td>
              <td id="table-cell-dd362a7be6ef4d1af8989803d06a6d53" colspan="2"> Nilai </td>
              <td id="table-cell-f9bf7b3b75dede9146eb89bd958acbef" rowspan="2"> N- gain </td>
              <td id="table-cell-e022e4b32982cef969b0e9791a017370" rowspan="2"> Kategori </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-94ec3ae3df10d07d0575a90c6bee6017">
              <td id="table-cell-60bd97951fff4e35fbffbab294e04710"> Pretest </td>
              <td id="table-cell-8157328530c570b0d3298f27c5ae18bc"> Posttest </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-15093fee89d99d9ea15c697cb7c8c90a">
              <td id="table-cell-6f5e230e45294e293c17edbc5c1a51fa">Kelas Eksperimen</td>
              <td id="table-cell-8b611f4aec7d230cfb71579b720cecba">35,33</td>
              <td id="table-cell-a19481fffd354e648049fa414abad5f1">87,83</td>
              <td id="table-cell-15580e7385a182ff3d8cfbe754c06024">0,859</td>
              <td id="table-cell-d34161cc308004af4005ba3cdbbf9e01">Tinggi</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6df66d6937b84c5c0aaded4a3008a6a4">
              <td id="table-cell-80f616239bb1242e97ba7362fd0703f5">Kelas Kontrol</td>
              <td id="table-cell-9540db6e702cdf427e053718f1d6444e">35,15</td>
              <td id="table-cell-8c7aab6e9eb0f1851c1fbfc74fbe40bb">72,5</td>
              <td id="table-cell-49a7ab963b637788e7ff93ea996da926">0,575</td>
              <td id="table-cell-c735ed0cab3eaa2efbd3e8133a048e6b">Sedang</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-52">Berdasarkan Tabel 3 di atas, nilai <italic id="_italic-98">pretest </italic>dan <italic id="_italic-99">posttest </italic>kedua kelas mengalami peningkatan. Kelas eksperimen mendapatkan nilai rata-rata 35,33 pada <italic id="_italic-100">pretest</italic>, sedangkan kelas kontrol mendapatkan nilai rata-rata 35,15. nilai rata-rata dari kedua kelas pada tahap <italic id="_italic-101">pretest </italic>ini rendah karena siswa tidak menerima perlakuan sama sekali. Sebaliknya, pada <italic id="_italic-102">postest</italic>kelas eksperimen mendapat skor 87,83 setelah diuji dengan N-gain memperoleh skor sebesar 0,859 yang termasuk dalam kategori tinggi., sedangkan kelompok kontrol mendapat skor 72,5 setelah diuji dengan N- Gain mendapatkan rata-rata skor sebesar 0,575 yang termasuk dalam kategori sedang. Skor pada <italic id="_italic-103">posttest </italic>lebih tinggi daripada skor pada <italic id="_italic-104">pretest</italic>. Jika membandingkan kelas eksperimen dan kelas kontrol, kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata <italic id="_italic-105">posttest</italic>tertinggi, yaitu 87,83. Hal ini dikarenakan pada kelas eksperimen, siswa diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media <italic id="_italic-106">blindbox. </italic>Acuan KKM yang digunakan pada mata pelajaran IPA pada salah satu SMP di kecamatan porong adalah 75<italic id="_italic-107">. </italic>Untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa pada aspek kognitif dilakukan analisis pencapaian indikator hasil belajar kognitif. Aspek kognitif meliputi C1-C6, namun peneliti hanya menganalisis hingga C4. Aspek kognitif C1 yaitu kemampuan mengingat, C2 memahami, C3 menerapkan, C4 menganalisis. Jumlah seluruh soal yaitu 20 soal. Adapun pencapaian indikator hasil belajar IPA siswa disajikan pada gambar 1 berikut:</p>
      <fig id="figure-panel-957ba0f22337af2f77e8dfe2f115399c">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-64">Gambar</bold><bold id="_bold-65">1</bold>.Pencapaian indikator kognitif</title>
          <p id="paragraph-91732c1e22d2232c6c0c84299328beed"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-edefa7f10844246a5c6d7580f318d092" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="12353-02.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-54"> Berdasarkan hasil perhitungan pada Gambar 1 aspek kognitif C1 (mengingat) pada kelas kontrol memperoleh skor 0,49 yang termasuk dalam kategori sedang. Sedangkan pada kelas eksperimen memperoleh skor 0,87 dengan kategori tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa guru telah mempresentasikan materi dengan jelas sehingga siswa paham dan mengingat materi yang telah diajarkan. Aspek kognitif C2 (memahami) pada kelas control memperoleh skor 0,62 yang termasuk dalam kategori sedang. Sedangkan pada kelas eksperimen memperoleh skor 0,91 yang termasuk dalam kategori tinggi. Aspek kognitif C3 (menerapkan) pada kelas kontrol memperoleh skor 0,5 yang termasuk dalam kategori sedang. Sedangkan pada kelas eksperimen memperoleh skor 0,83 yang termasuk dalam kategori tinggi. Aspek kognitif C4 (menganalisis) pada kelas kontrol memperoleh skor 0,68 yang termasuk dalam kategori sedang, sedangkan pada kelas eksperimen memperoleh skor 0,8 yang termasuk dalam kategori tinggi. Sesuai dengan hasil yang didapatkan, aspek kognitif C1-C4 kelas kontrol mendapat kategori sedang dan pada kelas eksperimen mendapat kategori tinggi, hal ini dikarenakan materi struktur bumi dan perkembangannya yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media <italic id="_italic-108">blindbox </italic>pada aspek kognitif C1-C4 dapat memberikan pemahaman materi pada siswa dengan baik dan dapat memberikan dampak baik pula pada hasil belajar IPA siswa. Siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran, memjawab pertanyaan dan berdiskusi. Sehingga hasil belajar IPA yang diperoleh lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Pada kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran langsung, siswa kurang terlibat aktif dalam proses pembelajaran.</p>
      <p id="_paragraph-55">Dalam model pembelajaran langsung berbantuan kuis siswa cenderung mendengarkan dan mencatat lalu diberi pertanyaan secara indivdu melalui kuis. Sehingga kegiatan yang monoton membuat siswa cepat bosan dan kehilangan fokus. Analisis yang digunakan peneliti yaitu berdasarkan tujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model kooperatif tipe TGT berbantuan media <italic id="_italic-109">blindbox </italic>terhadap hasil belajar IPA siswa. Penelitian yang telah dilakukan peneliti dengan hasil berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VIII pada salah satu SMP di Kecamatan Porong.</p>
      <p id="_paragraph-56">Selanjutnya dilakukan uji statistik inferensial dengan langkah yang pertama yaitu uji normalitas berfungsi untuk memastikan apakah data yang terkumpul dari kedua kelas memiliki distribusi normal atau tidak. Uji ini menggunakan teknik Kolmogorov-Smirnov untuk mengetahui normalitas sebaran skor, khususnya jika skala yang digunakan adalah interval. Tabel 4 di bawah ini menunjukkan hasil perhitungan uji normalitas dengan menggunakan <italic id="_italic-110">SPSS </italic>versi 26.</p>
      <table-wrap id="table-figure-e926f24156778e743bc8994915ceceaf">
        <label>Table 4</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-66">Tabel</bold><bold id="_bold-67">4</bold>.Hasil Uji Normalitas</title>
          <p id="paragraph-e642000c8d8abb93c4100158459d014d"/>
        </caption>
        <table id="table-0c5046e3bef7a67c9b7801676722f6f6">
          <tbody>
            <tr id="table-row-f4a48f32c574b8688cc313f046593034">
              <td id="table-cell-bbaab00df0c31e6e2aa7cf952f6a3249" rowspan="2"> Kelompok </td>
              <td id="table-cell-68e9f6a27dc65dfffd5a9e114b5e786e" colspan="3"> Kolmogrov smirnov </td>
              <td id="table-cell-8f49887412eb5ef485a96a618fc21581" rowspan="2"> Keterangan </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ce0462e24fe3345878be3b6729b8c171">
              <td id="table-cell-dc46b4524d0aad6e317fc0d0b3d0601f"> Statistik </td>
              <td id="table-cell-1fb7dfece8ddcc450dc053147295fb52"> df </td>
              <td id="table-cell-ad25df43cd72db18b40f8ae1993b65c2"> Sig </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-868d55a3b34b95624e19c8d5e2b2841b">
              <td id="table-cell-3c78c8a85ebd87019a3cbce33ccae1b6">Eksperimen</td>
              <td id="table-cell-d2836e7c4174d4ca6efe99b27338cd0d"> 0,105</td>
              <td id="table-cell-60808a637a93c648a2e1b4ea267c2db4">64</td>
              <td id="table-cell-f8fb1a31895e633d4702c22c7ac56fde">0,077</td>
              <td id="table-cell-d3b0e8afc4e6f3ae5ea837d835089891">Normal</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-eb1d314860196d6ba874a7a020151ffa">
              <td id="table-cell-0982f7faa04b37374e7449d01e076493">Kontrol</td>
              <td id="table-cell-65f5e9ef8626183929714757b98124a8">0,096</td>
              <td id="table-cell-4abfbbc3180de190621b116fe0b8d79c">64</td>
              <td id="table-cell-6116666e940ccd3a0c7ac46bcebbe9ad">0,200</td>
              <td id="table-cell-8e92f610c02072a956f8d57954f89105">Normal</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-59">Berdasarkan hasil uji normalitas pada Tabel 4data hasill belajar (<italic id="_italic-111">post</italic><italic id="_italic-112">t</italic><italic id="_italic-113">est</italic>) kelas kontrol dan kelas eksperimen, diperoleh nilai signifikansi sebesarr 0,077 untuk kelas eksperimen dan 0,200 untuk kelas kontrol. Kedua nilai signifikansi tersebut lebih besar dari tingkat signifikansi yang ditetapkan (&gt; 0,05). Oleh karena itu, berhasil disimpullkan bahwa data hasil belajar (<italic id="_italic-114">pos</italic><italic id="_italic-115">t</italic><italic id="_italic-116">test</italic>) pada kedua kelas diasumsikan berdistribusi normal. Langkah selanjutnya setelah mendapatkan data yang berdistribusi normal yaitu uji homogenitas. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah data berasal dari populasi yang memiliki varian yang sama. Hasil uji homogenitas ditunjukkan pada Tabel 4di bawah ini:</p>
      <table-wrap id="table-figure-83d559ccca028b16dadf6ae55444aa48">
        <label>Table 5</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-75">Tabel</bold><bold id="_bold-76">5</bold>.Hasil Uji Homogenitas</title>
          <p id="paragraph-a42eacb596ea2ff3316afd22c35e9894"/>
        </caption>
        <table id="table-20bf02c41752f19b2aeebfeb634a0898">
          <tbody>
            <tr id="table-row-e2f164d4e2b9b98f2fbf6d1ff6e91299">
              <td id="table-cell-d54077f8c2a51ef00841c96c63d93f58" rowspan="2"> Kelompok </td>
              <td id="table-cell-d23d681bb62983697d4725d07f787f77" colspan="4"> Homogenity of Variance </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-67e137aad3f92710a487e54bd850ce6b">
              <td id="table-cell-047ea54819492b4c5cc7b9d770ccf24f"> Levene Statistik </td>
              <td id="table-cell-672aaccc4e6e6fc05930066170b55290"> df </td>
              <td id="table-cell-c0b25e0f1a68fe9cb51571562b7546fa"> df 2 </td>
              <td id="table-cell-ff15d78d8766011907792fbe039cc8d0"> Sig. </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-415e51a9fb07eccb5f5a4858936ffdb9">
              <td id="table-cell-73862c603d45f477a8aa17267b5ba082" colspan="5"> Kontrol </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f690908487768431ecea7f5801300293">
              <td id="table-cell-90273fb3db0ebeb6b2a892b1b5ea9f0f">Based on Mean</td>
              <td id="table-cell-98168fa229d67df75483931d0b65304d">2,573</td>
              <td id="table-cell-a7b25a84a7003dbfacfa2e986456014b">1</td>
              <td id="table-cell-ad4b9854366203052cdd4c4b97efe0cf">62</td>
              <td id="table-cell-3f8de9c9ed3324954d2a03f96d2ff69b">0,114</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-3f06afd85f4cb6f8e735bcc98a204458">
              <td id="table-cell-ab8bf78f53bbbee66d2d0f72203094de">Based on Median</td>
              <td id="table-cell-0c1e3cbaa2701a39f1fc155eb3dbb2b5">2,695</td>
              <td id="table-cell-c30c27d21e85228cd75db232ddd75632">1</td>
              <td id="table-cell-6a85b48f69b07f349294c941a10bb440">62</td>
              <td id="table-cell-dd27546103702faee77ab0be01ab1d8c">0,106</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b6907caf330e0ea624fe82fbdaaeae48">
              <td id="table-cell-155b4941bbb1b225accf94d83665207d">Based on Median and With adjusted df</td>
              <td id="table-cell-014c0d1aba97202b1b0c6caf8e04b87a">2,695</td>
              <td id="table-cell-dfac37706e28f58d596095c52a5626ee">1</td>
              <td id="table-cell-252b0fd7d0f144779c95baa76b58e36d">61,04</td>
              <td id="table-cell-9447bbd1846dfdc31f09d3c7433f5eb0">0,106</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-97dfeb63b3b72531d9ae6b0fcaa752e6">
              <td id="table-cell-d4594eefdea0f63bc3deed49750ac2c0">Based on trimmed mean</td>
              <td id="table-cell-c8e5d53e74bea39329f35e663bb82d6e">2,512</td>
              <td id="table-cell-82bbf24c0d3c36f37eb0919b2e239337">1</td>
              <td id="table-cell-b1adcb1233c9fd7f31e34950391e62df">62</td>
              <td id="table-cell-46cae1d2a6408c28458edfee2a317115">0,118</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ebce73268c06b5c939537afdde3e5d5d">
              <td id="table-cell-190d32456f02a5eb8232dd4149947785" colspan="5"> Eksperimen </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4c0caa991488a82daaf651520e01a19e">
              <td id="table-cell-c7f4b7330fedfbda9ea62ecdce18b57d">Based on Mean</td>
              <td id="table-cell-811ad2348556d11544aa18668da091a0">0,404</td>
              <td id="table-cell-17dd4b6225b44b55dec4f9be491a7b14">1</td>
              <td id="table-cell-697af327ece6ad9fc9962b38352e398a">62</td>
              <td id="table-cell-2d93849cd9fd4e3c350ea890ba512e0c">0,527</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d644d2c1d40f930b764e92e40b4e79ba">
              <td id="table-cell-74bf8a592d524a518e757d2e9db54708">Based on Median</td>
              <td id="table-cell-2e601cb9d338aaff052e60dbe6c9f0e2">0,481</td>
              <td id="table-cell-64703e420774a126923c7ed9e9f49a5b">1</td>
              <td id="table-cell-6ca3eaa4201de3b0d2f614c8934b06ce">62</td>
              <td id="table-cell-e9f564c289a9da1172b5580ed6353516">0,490</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-157d0a5e3ac5b263b9821f60452ac1f7">
              <td id="table-cell-27b64c2acdbf6debbea554840322eedb">Based on Median and With adjusted df</td>
              <td id="table-cell-f3fd85c852ae39d8675c570dc7c535b8">0,481</td>
              <td id="table-cell-7149b2ac9801bbd789eb07a60b2fc0e4">1</td>
              <td id="table-cell-1bd08b58ef2264944a256d9ff228b8ef">54,121</td>
              <td id="table-cell-2ee1fcb01dc3bb4e263b7298f6c5bbb4">0,491</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-1644188b16e26bb208a9eeb86fd6b656">
              <td id="table-cell-59c6dbf763374c07712e10bb028ff66d">Based on trimmed mean</td>
              <td id="table-cell-7aa78dc1b3af6241df48b1200648f6e7">0,417</td>
              <td id="table-cell-dbdc0bc8159eb9eaf4a5f3cc7104d061">1</td>
              <td id="table-cell-1f57808150f06a30573556626c151e06">62</td>
              <td id="table-cell-28a7dd9bed9d8c712f23a9e49526b2be">0,521</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-62">Berdasarkan Tabel 5, kelas kontrol memiliki nilai signifikansi 0,114 &gt; 0,05 untuk Based on Mean, namun kelas eksperimen memiliki nilai signifikansi 0,527 &gt; 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa hasil pretest-posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen adalah identik atau homogen karena nilai signifikansi harus &gt; 0,05. <italic id="_italic-117">Independent Samples Test </italic>(Uji-t) merupakan langkah terakhir dalam analisis data, setelah uji homogenitas dan normalitas. </p>
      <p id="_paragraph-63">Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media <italic id="_italic-118">blindbox </italic>terhadap hasil belajar IPA siswa di kelas eksperimen dinilai dengan menggunakan Uji-T. <italic id="_italic-119">Independent Samples Test </italic>(Uji-t) merupakan langkah terakhir dalam analisis data, setelah uji homogenitas dan normalitas. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT terhadap peningkatan hasil belajar siswa di kelas eksperimen dinilai dengan menggunakan Uji-t. Hasil temuan <italic id="_italic-120">Independent Samples Test </italic>(Uji-t) ditunjukkan pada Tabel 6di bawah ini:</p>
      <sec id="sec-4_1">
        <title>Independent Samples Test</title>
        <table-wrap id="table-figure-cd17802c17d6b6cafdee136baa965fdf">
          <label>Table 6</label>
          <caption>
            <title><bold id="_bold-85">Tabel</bold><bold id="_bold-86">6</bold>.Hasil Uji-t</title>
            <p id="paragraph-f52468e6fb1e5e24f17efc43d85907bc"/>
          </caption>
          <table id="table-280de009e1e365473decfd536a898d0e">
            <tbody>
              <tr id="table-row-113e669b8853555dccf01884556383f4">
                <td id="table-cell-1abf7a463307db475883dad4565c863a" rowspan="3" colspan="2"/>
                <td id="table-cell-327ab7de8a489ea80bd95a0df5f7f430" colspan="2"> Levene’s Test for   Equality of Variances </td>
                <td id="table-cell-941b7b8db5c134c6935e40534dc3cac4" colspan="7"> t-test for Equality of   Means </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-4885a21fcdd4346d0ef4b205a0930831">
                <td id="table-cell-949f0d6e48cf8882098ffde8c0ec14ca" rowspan="2"> F </td>
                <td id="table-cell-2babfa8313d929e77ac546f5ffb719bb" rowspan="2"> Sig. </td>
                <td id="table-cell-1752a14e15ff63b84c612121294bb2c2" rowspan="2"> t </td>
                <td id="table-cell-fbffe6c48ed4d0a13eb2204da37af123" rowspan="2"> df </td>
                <td id="table-cell-142c7e5bca2fd1fc3e66296ee6127d61" rowspan="2"> Sig. (2 – tailed) </td>
                <td id="table-cell-fe8f4ddfe8e196909b299689ef392ef1" rowspan="2"> Mean Difference </td>
                <td id="table-cell-cde2ef2914dad7f04e45cdf7f8dd0aac" rowspan="2"> Std. Error Difference </td>
                <td id="table-cell-3fe8d230fcf8c94dedce13ef0b8e2e7b" colspan="2"> 95% Confidence Interval of   the Difference </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-0236587bacc9cf645979bd33fb29cad2">
                <td id="table-cell-03ffc606dcdaaddbacabd1243f24c1ad"> Lower </td>
                <td id="table-cell-08046ea17b61658518a828990d23294f"> Upper </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-8e430861c923c6348094a97a5c7e195a">
                <td id="table-cell-63679e440c9843ab0d5ab82235ed2b49" rowspan="2"> Nilai Posttest Kontrol-Eksperimen </td>
                <td id="table-cell-1b0617732393b1c905f80db57b3e57ae"> Equal variances assumed </td>
                <td id="table-cell-989bfcbe8969c3d833ed6279735a5bfb"> .063 </td>
                <td id="table-cell-3f53d60703397934a1f94eda944e5b6b"> .803 </td>
                <td id="table-cell-1630e80ab12aba6a4a7706f597f54ecb"> 2.345 </td>
                <td id="table-cell-9063cf0e5fe037b3c5a9c1b327a094e8"> 62 </td>
                <td id="table-cell-83e9a380cc6562a36d5737a348adc7dd"> .022 </td>
                <td id="table-cell-65946c7af71c227aece70564384e0072"> 3.656 </td>
                <td id="table-cell-1420d20c0524ad979a1047eaea7bcfe6"> 1.559 </td>
                <td id="table-cell-c13e4391934d47b00389a6e0e0657251"> .540 </td>
                <td id="table-cell-e1bd52513d895ffe38d9da718a2f6ee0"> 6.773 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-3633d5c295b32139888a9f9f48438c39">
                <td id="table-cell-ff47c58f0c2fab1675a965db91142a70"> Equal variances not assumed </td>
                <td id="table-cell-960bbb9872800bb122a4c95902635bb0"/>
                <td id="table-cell-71ace2da66f98554753fc9b76da96548"/>
                <td id="table-cell-e832dc68b14509b0cdf49f56efac2864"> 2.345 </td>
                <td id="table-cell-701f99205d286206d8630a5c46f8252c"> 61.818 </td>
                <td id="table-cell-5c4ed9f1f0641639d484bb13a21d78e3"> .022 </td>
                <td id="table-cell-635f9b4f06ceded25d1f488d86c1e6a9"> 3.656 </td>
                <td id="table-cell-209901282fc6cf3af2fec87653de3eda"> 1.559 </td>
                <td id="table-cell-5ca1311664a6e2aed8d3721799e231e3"> .540 </td>
                <td id="table-cell-685b66ff3b51c0b03ffa35e91ba339e4"> 6.773 </td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-66">Berdasarkan Tabel 6 di atas menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran TGT berbantuan media <italic id="_italic-121">blindbox</italic>, dengan nilai sig <italic id="_italic-122">(2tailed) </italic>&lt; 0,05 yaitu 0,022. Berdasarkan kriteria pengambilan keputusan 0,000 &lt; 0,05 maka Ho ditolak. Kesimpulannya yaitu terdapat pengaruh yang baik pada model pembelajaran TGT berbantuan media blindbox terhadap hasil belajar IPA siswa. </p>
        <p id="_paragraph-67">Tahapan uji normalitas dan homogenitas dilakukan dengan menggunakan hasil <italic id="_italic-123">pretest</italic>dan <italic id="_italic-124">pos</italic><italic id="_italic-125">test</italic>. Pada Tabel 4menampilkan hasil uji normalitas. Data posttest kelas eksperimen memiliki nilai signifikan (Sig) sebesar 0,077, sedangkan data posttest kelas kontrol memiliki nilai Sig sebesar 0,200. Hal ini dianggap normal karena nilai sig &gt; 0,05. Peneliti menggunakan uji homogenitas untuk mengetahui apakah kedua variabel tersebut berhubungan atau tidak karena data penelitian berdistribusi normal. Hasil uji homogenitas pada Tabel 5menunjukkan bahwa varians data pretest-posttest untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah homogen, atau tidak terdapat hubungan antar variabel, berdasarkan nilai signifikansi (Sig) berdasarkan <italic id="_italic-126">Mean </italic>pada kelas kontrol sebesar 0,114 &gt; 0,05 dan <italic id="_italic-127">Mean </italic>pada kelas eksperimen sebesar 0,527 &gt; 0,05. Pada hasil uji-t pada Tabel 6juga menunjukkan nilai sig (2tailed) &lt; 0,05 yaitu 0,022 yang mengindikasikan bahwa signifikasi t &lt; 0,05 maka Ho ditolak dan dinyatakan terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media blindbox terhadap hasil belajar IPA siswa. </p>
        <p id="_paragraph-68">Model pembelajaran kooperatif tipe TGT (<italic id="_italic-128">Teams Games Tournament</italic>) adalah model pembelajaran yang dapat digunakan oleh berbagai jenjang pendidikan, model pembelajaran ini dirancang untuk meningkatkan kerja sama antar siswa, saling berinteraksi satu sama lain juga hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran. Materi yang cukup sulit pun dibuat lebih mudah dipahami siswa melalui diskusi kelompok<xref id="_xref-31" ref-type="bibr" rid="bib31">[31]</xref>. Selain itu, adanya elemen Permainan membuat belajar IPA menjadi lebih menarik dan tidak membosankan, sehingga dapat menumbuhkan minat belajar siswa secara keseluruhan, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan hasil belajar mereka. Hasil penelitian ini jelas menunjukkan bahwa model pembelajaran <italic id="_italic-129">Team Games Tournament</italic> (TGT) berbantuan media blindbox berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa SMP dan jauh lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPA siswa dibandingkan dengan cara mengajar dengan model pembelajaran langsung berbantuuan media quiz. Ini karena media <italic id="_italic-130">blindbox</italic> yang baru dan unsur permainan dalam TGT berhasil membuat suasana belajar menjadi menyenangkan, interaktif, dan penuh semangat kompetisi positif. Suasana ini mendorong siswa untuk aktif terlibat, bekerja sama dalam kelompok, dan mencari tahu sendiri materi pelajaran. Adanya interaksi kuat antaranggota kelompok, ditambah tantangan dari <italic id="_italic-131">blindbox </italic>rupanya membantu siswa membangun pemahaman yang lebih kokoh dan mengingat informasi lebih baik. Perbedaan hasil belajar dengan kelas kontrol (Menggunakan model pembelajaran langsung berbantuan quiz) menunjukkan bahwa meskipun metode pembelajaran langsung cukup efisien dalam menyampaikan informasi, namun siswa cukup bosan karna proses pembelajaran yang monoton dan membosankan karna dilakukan secara berulang oleh guru, sedangkan pendekatan yang lebih fokus pada siswa dan interaktif seperti TGT dengan <italic id="_italic-132">blindbox</italic> memberikan nilai tambah yang besar dalam memotivasi siswa dan mencapai hasil belajar IPA yang lebih baik. Hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif TGT di setiap level kognitif mengalami peningkatan <xref id="_xref-32" ref-type="bibr" rid="bib32">[32]</xref>. </p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="_heading-1">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="_paragraph-69">Berdasarkan hasil uji statistik inferensial pada penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media blindbox terhadap hasil belajar IPA siswa SMP. Meskipun pada 2 kelas yaitu eksperimen dan kontrol menyatakan berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa, model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media <italic id="_italic-133">blindbox </italic>terbukti lebih meningkatkan hasil belajar IPA siswa SMP, sesuai dengan analisis uji data yang telah dilakukan. Hal ini disebabkan karena siswa kelas eksperimen mendapatkan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media <italic id="_italic-134">blindbox</italic>lebih aktif dalam proses pembelajaran sehingga siswa menjadi lebih memahami materi pembelajaran dan hasil belajar IPA siswa meningkat, hal ini dapat dibuktikan melalui uji N-gain yang menyatakan bahwa nilai rata-rata siswa berada diatas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sekolah. Sedangkan siswa pada kelas kontrol menggunakan model pembelajaran langsung dengan menggunakan buku paket IPA strtuktur bumi dan perkembangannya lebih cepat bosan dalam pembelajaran sehingga hasil belajar IPA siswa masih dibawah KKM. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa kelas eksperimen yang menggunakan penerapan model pembelajaran TGT berbantuan media <italic id="_italic-135">blindbox </italic>memberikan pengaruh yang lebih baik pada hasil belajar IPA siswa SMP dibandingkan dengan kelas kontrol yang mendapat perlakuan model pembelajaran langsung. Kekurangan penelitian ini termasuk pengkondisian kedua kelas, yang menyebabkan siswa kurang memperhatikan selama proses pembelajaran. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan, terutama dalam hal hasil belajar IPA siswa. Tujuannya agar siswa tidak mengalami kesulitan belajar IPA, yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa, serta memperkaya pengetahuan dan mengembangkan wawasan dalam pembelajarn IPA. Penelitian ini dapat menjadi panduan dalam menggunakan media pembelajaran sebaik mungkin untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa SMP.</p>
      <p id="paragraph-8170daa53bd61ad405f69ae98666bd3d">
        <bold id="bold-dd64471ec75a5ec159ed6c08bea842b8">Ucapan Terimakasih</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-70">Puji syukur yang tak terhingga saya panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan karunia-Nya yang melimpah, sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan segala upaya terbaik. Hati saya dipenuhi rasa terima kasih yang mendalam kepada dosen pembimbing, yang dengan kesabaran telah membimbing dan mengarahkan setiap langkah penulisan ini. Terimakasih atas doa dan restu tulus dari kedua orang tua sayalah yang menjadi cahaya, penerang dan kekuatan abadi dalam setiap jejak perjuangan ini. Tak lupa, saya juga menghaturkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh dosen, rekan-rekan seperjuangan, dan setiap individu yang telah berbaik hati memberikan semangat dalam penyelesaian skripsi ini. Besar harapan saya, skripsi ini dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi perkembangan model dan metode pembelajaran pada ilmu pengetahuan Alam.</p>
    </sec>
  </body><back>
    <ref-list>
      <ref id="bib1">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>5</issue>
          <page-range>7716-7723</page-range>
          <volume>6</volume>
          <year>2022</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.31004/basicedu.v6i5.3582</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Susilowati</surname>
              <given-names>Atik Tri</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Winanto</surname>
              <given-names>Adi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Basicedu</source>
          <article-title>Meta Analisis Komparasi Model Discovery Learning dengan Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa Sekolah Dasar</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib2">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>181-192</page-range>
          <volume>11</volume>
          <year>2024</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Wachidah</surname>
              <given-names>Nafa Amalia</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Shofiyah</surname>
              <given-names>Noly</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>PENGARUH MODEL QUANTUM TEACHING BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF IPA SISWA SEKOLAH DASAR</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib3">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>3</issue>
          <page-range>61-68</page-range>
          <volume>2</volume>
          <year>2024</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.59246/alfihris.v2i3.843</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <collab>
              <named-content content-type="name">Yogi Fernando</named-content>
            </collab>
            <collab>
              <named-content content-type="name">Popi Andriani</named-content>
            </collab>
            <collab>
              <named-content content-type="name">Hidayani Syam</named-content>
            </collab>
          </person-group>
          <source>ALFIHRIS : Jurnal Inspirasi Pendidikan</source>
          <article-title>Pentingnya Motivasi Belajar Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib4">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>11</page-range>
          <volume>6</volume>
          <year>2015</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.21009/jpd.061.02</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Riwahyudin</surname>
              <given-names>Arvi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Pendidikan Dasar</source>
          <article-title>Pengaruh Sikap Siswa Dan Minat Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas V Sekolah Dasar Di Kabupaten Lamandau</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib5">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>6</issue>
          <page-range>5542-5547</page-range>
          <volume>5</volume>
          <year>2021</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Uki</surname>
              <given-names>Nonci Melinda</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Liunokas</surname>
              <given-names>Anggreni Beatris</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Jurnal basicedu</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib6">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>250-256</page-range>
          <volume>4</volume>
          <year>2020</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.31004/basicedu.v4i2.332</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Suparman</surname>
              <given-names>Tarpan</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Prawiyogi</surname>
              <given-names>Anggy Giri</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Susanti</surname>
              <given-names>Reni Endah</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Basicedu</source>
          <article-title>Pengaruh Media Gambar Terhadap Hasil Belajar Ipa Pada Siswa Sekolah Dasar</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib7">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>131-138</page-range>
          <volume>5</volume>
          <year>2021</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.33369/jp2ms.5.1.131-138</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Heryanto</surname>
              <given-names>Heri</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Susanta</surname>
              <given-names>Agus</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Hanifah</surname>
              <given-names>Hanifah</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Penelitian Pembelajaran Matematika Sekolah (JP2MS)</source>
          <article-title>Analisis Tingkat Kognitif Soal-Soal Buku Ajar Matematika Kelas Vii Materi Aritmatika Sosial Berdasarkan Taksonomi Bloom</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib8">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <volume>3</volume>
          <year>2021</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sopian</surname>
              <given-names>Damianus</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Dores</surname>
              <given-names>Olenggius Jiran</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Analisis Hasil Belajar Siswa Matematika Siswa Berdasarkan Taksonomi Bloom</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib9">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>April</issue>
          <page-range>90-101</page-range>
          <volume>4</volume>
          <year>2021</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Amaliyah</surname>
              <given-names>Marisa</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Suardana</surname>
              <given-names>I Nyoman</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Selamet</surname>
              <given-names>Kompyang</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SAINS Analisis Kesulitan Belajar dan Faktor-Faktor Penyebab Kesulitan Belajar IPA Siswa SMP Negeri 4 Singaraja development ( OECD ). Kemampuan siswa</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib10">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>214-223</page-range>
          <volume>2</volume>
          <year>2017</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Dinatha</surname>
              <given-names>Ngurah Mahendra</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Laksana</surname>
              <given-names>Dek Ngurah Laba</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Issn.2460-6324</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib11">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>4</issue>
          <page-range>1745-1749</page-range>
          <volume>7</volume>
          <year>2021</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.31949/educatio.v7i4.1570</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Yunarti</surname>
              <given-names>Nely</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Analisa Kesulitan Dalam Pembelajaran IPA Pada Siswa SMP Negeri 1 Rambang</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib12">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>September</issue>
          <page-range>964-970</page-range>
          <volume>12</volume>
          <year>2022</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Baroroh</surname>
              <given-names>Anisa</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Jannah</surname>
              <given-names>Khoyumu</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sartika</surname>
              <given-names>Septi Budi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Jurnal Pendidikan MIPA</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib13">
        <element-citation publication-type="journal">
          <year>2018</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <collab>
              <named-content content-type="name">Wahyuni</named-content>
            </collab>
          </person-group>
          <article-title>Analisis Kesulitan Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA di</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib14">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>104-111</page-range>
          <year>2021</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Adiputra</surname>
              <given-names>Dede Kurnia</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Heryadi</surname>
              <given-names>Yadi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe tgt ( teams games tournament ) pada mata pelajaran ipa di sekolah dasar 1),2)</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib15">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>43-51</page-range>
          <volume>6</volume>
          <year>2021</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ali</surname>
              <given-names>Lalu Usman</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Zaini</surname>
              <given-names>Muhammad</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT Berbantuan Papan Game Number One untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib16">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>93-97</page-range>
          <year>2010</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Firmadani</surname>
              <given-names>Fifit</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI SEBAGAI INOVASI</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib17">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Astutik</surname>
              <given-names>Tri</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Abdullah</surname>
              <given-names>M. Husni</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT ( TGT ) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib18">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>20</page-range>
          <volume>10</volume>
          <year>2019</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.31764/paedagoria.v10i1.816</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sulhiyati</surname>
              <given-names>Siti</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Paedagoria | FKIP UMMat</source>
          <article-title>Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games Tournament Pada Pembelajaran Ipa Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib19">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>1-8</page-range>
          <volume>1</volume>
          <year>2022</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.55927/jeda.v1i1.417</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <collab>
              <named-content content-type="name">Agung Wibowo</named-content>
            </collab>
            <collab>
              <named-content content-type="name">Aulia Rahman</named-content>
            </collab>
            <collab>
              <named-content content-type="name">Muh. Ishaq</named-content>
            </collab>
            <collab>
              <named-content content-type="name">Anita Yus</named-content>
            </collab>
            <collab>
              <named-content content-type="name">Aman Simaremare</named-content>
            </collab>
          </person-group>
          <source>Journal of Educational Analytics</source>
          <article-title>Analisis Efektifitas Media Pembelajaran Pkn Terhadap Gaya Belajar Kelas III SD</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib20">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>1-8</page-range>
          <volume>5</volume>
          <year>2019</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Arum</surname>
              <given-names>Rizki</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Yuanta</surname>
              <given-names>Friendha</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Cendekiawan</source>
          <article-title>Pengaruh Media Pop-Up Book Terhadap Hasil Belajar Siswa</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib21">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>5</issue>
          <page-range>148-156</page-range>
          <volume>1</volume>
          <year>2020</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.46799/jst.v1i5.69</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Isnaeni</surname>
              <given-names>Neni</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Hildayah</surname>
              <given-names>Dewi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Syntax Transformation</source>
          <article-title>Media Pembelajaran Dalam Pembentukan Interaksi Belajar Siswa</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib22">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>3-4</page-range>
          <volume>247</volume>
          <year>2021</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Nurrohman</surname>
              <given-names>Afidz</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Sinasis</source>
          <article-title>Analisis Edugame Berbasis Android</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib23">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>4</issue>
          <page-range>754-764</page-range>
          <volume>10</volume>
          <year>2021</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.23887/jpi-undiksha.v10i4.29429</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Zulherman</surname>
              <given-names>Zulherman</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Aji</surname>
              <given-names>Galih Baskoro</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Supriansyah</surname>
              <given-names>Supriansyah</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia)</source>
          <article-title>Android Based Animation Video Using Millealab Virtual Reality Application for Elementary School</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib24">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>March 2024</issue>
          <year>2022</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Li</surname>
              <given-names>Yingji</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Yang</surname>
              <given-names>Xin</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Wang</surname>
              <given-names>Ping</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Jia</surname>
              <given-names>Yanshu</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>BLIND BOX GIFTS : THE IMPACT OF SELF-GIFT MOTIVATION AND LIFESTYLE ON REPURCHASE INTENTION</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib25">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>348-358</page-range>
          <volume>14</volume>
          <year>2023</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.47200/aoej.v14i2.1664</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Januar</surname>
              <given-names>Muhamad Caesar</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Academy of Education Journal</source>
          <article-title>Persepsi Siswa Terhadap Gamifikasi Quizizz Dalam Pembelajaran Ppkn Di Smkn 1 Serang</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib26">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>3</issue>
          <page-range>283-287</page-range>
          <volume>2</volume>
          <year>2017</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Farisi</surname>
              <given-names>Ahmad</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Hamid</surname>
              <given-names>Abdul</given-names>
            </name>
            <collab>
              <named-content content-type="name">Melvina</named-content>
            </collab>
          </person-group>
          <source>Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) Pendidikan Fisika</source>
          <article-title>Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning TerhadapKemampuan Berpikir Kritis Dalam Meningkatkan Hasil BelajarSiswa Pada Konsep Suhu Dan Kalor</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib27">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>1-2</page-range>
          <volume>2</volume>
          <year>2023</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Adha</surname>
              <given-names>Al Fajri</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Rera</surname>
              <given-names>Affan</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Farisi</surname>
              <given-names>Salman</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Analysis of the TGT Cooperative Learning Model in Physics Learning : in terms of the Implementation of Procedures and Principles</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib28">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>107-122</page-range>
          <volume>08</volume>
          <year>2018</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <collab>
              <named-content content-type="name">Saputra</named-content>
            </collab>
          </person-group>
          <article-title>MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INTRUCTION DAN MODEL PEMBELAJARAN TGT TEAMS GAMES TOURNAMENT TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN KETERAMPILAN LAY-UP SHOOT DALAM PERMAINAN BOLA BASKET PADA SISWA KELAS XI SMK PASUNDAN 1 CIANJUR Hendra Saputra</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib29">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>54</page-range>
          <volume>3</volume>
          <year>2022</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.24127/sd.v3i2.1951</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Nugraha</surname>
              <given-names>Adi Surya</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Kuswono</surname>
              <given-names>Kuswono</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Swarnadwipa</source>
          <article-title>Pengembangan Alat Evaluasi Pembelajaran Sejarah Menggunakan Aplikasi Kahoot Dengan Pola Berpikir Kronologis Siswa Pada Materi Sejarah Kelas Xi Ips Di Sma Negeri 1 Kotagajah</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib30">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>1299-1307</page-range>
          <volume>4</volume>
          <year>2024</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Wahyu</surname>
              <given-names>Alvionita</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Lestari</surname>
              <given-names>Dinda</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Widyatama</surname>
              <given-names>Pandu Rudy</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Mustika</surname>
              <given-names>Maya</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sari</surname>
              <given-names>Kartika</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Efektivitas Metode Pembelajaran Debat dalam Meningkatkan Kemampuan Berargumentasi Siswa SMP pada Mata Pelajaran PPKn</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib31">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>199-204</page-range>
          <volume>8</volume>
          <year>2020</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Taurusia</surname>
              <given-names>Magrina</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Hakim</surname>
              <given-names>Ramalis</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Education and development</source>
          <article-title>Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Aktifitas Dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas III Sekolah Dasar Negeri 01 Singkarak</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib32">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>4</issue>
          <page-range>83-92</page-range>
          <volume>2</volume>
          <year>2022</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ristanti</surname>
              <given-names>Dwi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran</source>
          <article-title>Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Pembelajaran Kooperatif Tgt Pada Siswa Kelas VIII B Semester I SMP Negeri 1 Bendosari Tahun Pelajaran 2022/2023</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
    </ref-list>
  </back></article>
