<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Management of Double Impacted Teeth 22 and 23 Combination of Fixed Orthodontics and Surgical Exposure</article-title>
        <subtitle>Penatalaksanaan Impaksi Ganda Gigi 22 dan 23 Kombinasi Ortodontik Cekat dan Surgical Exposure</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-5c50daa2d5cf3519600cfb46be7812eb" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Muntadir</surname>
            <given-names>Lila</given-names>
          </name>
          <email>lilamuntadir@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-2290437276478cf17f31d73afa9c414f" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Anugraha</surname>
            <given-names>Ganendra</given-names>
          </name>
          <email>lilamuntadir@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
        <contrib id="person-658e23d8b963d280e2f5d224cb2ac48a" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Winoto</surname>
            <given-names>Ervina Resti Wulan</given-names>
          </name>
          <email>lilamuntadir@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-3" />
        </contrib>
        <contrib id="person-6bb783105490e167db8dd04ce2bd4a30" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Heriyanto</surname>
            <given-names>Eddy</given-names>
          </name>
          <email>lilamuntadir@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-4" />
        </contrib>
        <contrib id="person-25d25eac155bc2a09e0dde0bd1dc05b7" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Silviana</surname>
            <given-names>Nur Masita</given-names>
          </name>
          <email>lilamuntadir@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-5" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-3">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-4">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-5">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2025-07-31">
          <day>31</day>
          <month>07</month>
          <year>2025</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-1cdfdae223b7c5ced3fd8e74addedd6d">
      <title>
        <bold id="bold-c8855a957a22419e97d72b68141635e2">Pendahuluan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-22">Erupsi gigi adalah proses fisiologis kompleks yang mengatur pergerakan gigi dari posisi pembentukan dalam tulang alveolar menuju rongga mulut. Proses ini mengikuti urutan waktu tertentu dan sangat dipengaruhi oleh interaksi berbagai faktor lokal maupun sistemik[1]. Gangguan dalam proses erupsi dapat menyebabkan impaksi, yaitu kondisi di mana gigi gagal muncul ke dalam rongga mulut pada waktu yang diharapkan. Impaksi bukan hanya masalah lokal, tetapi juga dapat berdampak pada estetika wajah, fungsi bicara, pengunyahan, hingga keseimbangan pertumbuhan dentofasial pasien[2].</p>
      <p id="_paragraph-23">Impaksi ganda dua gigi dalam satu regio merupakan kondisi yang jarang terjadi karena ruang yang terbatas dalam regio tersebut biasanya hanya memungkinkan satu gigi mengalami impaksi, serta pola perkembangan gigi yang umumnya terkoordinasi dan simetris. Kondisi ini lebih sering ditemukan secara bilateral akibat faktor sistemik atau genetik, seperti pada kelainan perkembangan rahang atau sindrom tertentu[3]. Namun, dalam beberapa kasus, impaksi ganda dalam satu regio tetap dapat terjadi, terutama jika terdapat faktor lokal seperti gangguan erupsi, trauma, dislokasi benih gigi, atau adanya hambatan seperti odontoma atau kista[4]. Gigi impaksi ganda pada regio anterior seperti kaninus dan insisivus memiliki risiko tinggi mengalami kegagalan erupsi dan surgical exposure, terutama jika tidak ditangani secara tepat waktu[5]. Penundaan intervensi dapat menyebabkan komplikasi seperti maloklusi, resorpsi akar, migrasi gigi, dan pembentukan kista. Oleh karena itu, diperlukan diagnosis dini, perencanaan interdisipliner, dan pemantauan radiografis untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan keberhasilan erupsi[6].</p>
      <p id="_paragraph-24">Gigi yang paling sering mengalami impaksi adalah gigi kaninus rahang atas, yang menempati peringkat kedua setelah molar ketiga. Prevalensi impaksi gigi kaninus rahang atas berkisar antara 0,9% hingga 3,3%. Impaksi ini lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki[7]. Impaksi gigi insisivus bukanlah impaksi yang paling umum, tetapi menempati urutan ketiga setelah kaninus maksila. Impaksi insisivus lebih sering terjadi pada rahang atas dibandingkan rahang bawah, terutama pada insisivus sentral maksila, dan dapat terjadi secara unilateral (satu sisi) maupun bilateral (dua sisi), meskipun unilateral lebih umum[8]. Insisivus memiliki peran penting dalam estetika wajah, fonetik (pengucapan huruf seperti “s” dan “f”), serta oklusi fungsional, impaksi gigi ini dapat menyebabkan gangguan signifikan secara psikososial dan fungsional apabila tidak ditangani dengan baik[9]. Keterlambatan erupsi kaninus, khususnya, dapat meningkatkan risiko resorpsi insisivus lateral yang berdekatan. Oleh karena itu, diagnosis dan intervensi dini memainkan peran penting dalam meminimalkan risiko ini dan memastikan keberhasilan hasil perawatan[10].</p>
      <p id="_paragraph-25">Terdapat beberapa faktor etiologi yang terkait dengan impaksi gigi. Faktor primer meliputi pengaruh genetik, trauma pada gigi sulung, kehilangan dini gigi sulung, atau perkembangan folikel gigi yang abnormal[11]. Faktor sekunder dapat mencakup gangguan endokrin, defisiensi vitamin D, atau penyakit demam sistemik. Dalam beberapa kasus, retensi berkepanjangan gigi sulung atau diskrepansi ruang dalam lengkung gigi dapat berkontribusi terhadap terjadinya impaksi[12].</p>
      <p id="_paragraph-26">Diagnosis gigi impaksi bergantung pada pemeriksaan klinis dan analisis radiografi. Pemeriksaan ekstraoral dan intraoral yang menyeluruh untuk menilai asimetri wajah, ketidaksesuaian oklusi, serta tonjolan yang dapat diraba diarea impaksi [13]. Teknik radiografi, termasuk radiografi panoramik, periapikal, dan tomografi komputerisasi cone-beam (CBCT), berguna untuk menentukan posisi, inklinasi, dan bentuk akar gigi yang impaksi. Metode diagnostik ini menyediakan informasi penting untuk pendekatan perawatan yang akurat [14].</p>
      <p id="_paragraph-27">Perawatan gigi impaksi bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan posisi impaksi. Perawatan utama mencakup pencabutan, surgical exposure yang diikuti dengan retraksi ortodontik, dan transplantasi gigi [15]. Keputusan untuk mempertahankan gigi yang impaksi dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk usia pasien, ketersediaan ruang dalam lengkung gigi, inklinasi gigi yang terimpaksi, serta keberadaan perkembangan akar gigi. Prosedur surgical exposure untuk mempertahankan gigi yang impaksi dengan perawatan ortodontik merupakan pendekatan yang banyak diterima(16).</p>
      <p id="_paragraph-28">Laporan kasus ini menunjukkan keberhasilan penanganan impaksi ganda gigi insisivus kiri atas (gigi 22) dan gigi kaninus kiri atas (gigi 23) menggunakan kombinasi surgical exposure dan perawatan ortodontik cekat. Rencana perawatan dengan evaluasi hati-hati terhadap posisi akar gigi yang impaksi, agar tidak terjadi resobrsi akar gigi, tidak terhalang proses erupsinya, diikuti dengan fase persiapan ortodontik untuk menciptakan ruang yang cukup. Teknik surgical exposure dengan flap tertutup digunakan untuk meminimalkan trauma dan memfasilitasi erupsi yang terkontrol. Traksi ortodontik kemudian diterapkan untuk membimbing gigi yang terimpaksi ke posisi oklusi yang tepat.</p>
      <p id="_paragraph-29">Tujuan dari laporan kasus ini adalah untuk menekankan pentingnya diagnosis dini, perencanaan perawatan yang akurat, pendekatan multidisiplin dalam menangani impaksi ganda gigi anterior dan kerjasama dengan pasien serta keluarganya untuk kepatuhan pasien datang sesuai jadwal kontrol sehingga diperoleh hasil yang optimal. Dengan memanfaatkan kombinasi teknik bedah dan ortodontik, dimungkinkan untuk mencapai hasil fungsional dan estetika yang optimal dan meminimalkan risiko komplikasi.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-54e00a1203fe21c0f5c72be88e77b7dd">
      <title>
        <bold id="_bold-51">Metode</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-31">Pasien seorang gadis usia 19 tahun konsulan dari kabupaten kota Bojonegoro untuk melanjutkan perawatan pada kami, karena di kota asalnya belum ada dokter gigi spesialis ortodonti maupun spesialis bedah mulut dan diterima kuliah di PTN dekat dengan tempat praktek kami. Pasien datang ke kami sudah memakai braket dan membawa hasil foto rongsen panoramic dan cephalometric dalam keadaan memakai braket dengan keluhan utama gigi anterior kiri atas yang tidak erupsi. Pasien dan keluarga tidak berkenan braket dilepas namun ingin dilanjutkan sepenuhnya pada kami. Pasien tidak memiliki riwayat nyeri di area impaksi, tetapi mengeluhkan perkembangan wajah dan gigi tidak simestris, ganguuan fungsi bicara dan estetika. Tidak ada riwayat penyakit sistemik dan tidak ada riwayat pencabutan gigi sebelumnya.</p>
      <fig id="figure-panel-838b283c2cca06a902f5c29189a5b801">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-52">Pemeriksaan ekstra oral profil wajah:(A) tampak depan; (B) tampak depan gigi terlihat; (C) tampak samping kanan; (D) tampak samping depan kanan; (E) tampak samping kiri; (F) tampak samping depan kir</bold>
            <bold id="_bold-53">i </bold>
          </title>
          <p id="paragraph-2477a5035906eb93d6557f20d913e206" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-88492fb1f86f20cfffd7a3a1bd1cbd0f" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Picture1.png" />
      </fig>
      <fig id="figure-panel-12da915581246b2eadf9b5bc9845ad93">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-54">Pada pemeriksaan Intra oral: (A)tampak depan; (B) tampak samping kanan; (C) tampak samping kiri; (D) oklusal rahang atas; (E) oklusal rahang bawah</bold>
          </title>
          <p id="paragraph-429fc94612272d0371719223f73ac65f" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-274999ae82252818e64e9f0dd579ce69" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Picture2.png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-33">Pemeriksaan ekstraoral menunjukkan profil wajah cembung dan asimetri wajah. Pemeriksaan intraoral menunjukkan protrusi rahang atas dan berdesakan rahang atas dan rahang bawah anterior, terdapat rongga 3.5 mm di regio impaksi, terdapat pergeseran garis median rahang atas ke kiri 3 mm serta pergeseran rahang bawah ke kiri 1 mm. Semua gigi permanen sudah tumbuh kecuali gigi insisivus 22 dan gigi kaninus 23 rahang atas kiri. Tulang pada bagian bukal regio gigi 22 dan 23 tampak menonjol dan teraba keras saat palpasi. Relasi gigi taring dan relasi ggi molar pertama sisi kanan edge to edge. Relasi gigi molar pertama sisi kiri edge to edge, Jarak gigit 4 mm dan tumpang gigit – 0.5 mm. Terdapat karies superfisial oklusal pada gigi posterior rahang atas dan rahang bawah.</p>
      <fig id="figure-panel-78c8706272b91ab7c990a55f020df6ec">
        <label>Figure 3</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-55">Foto Rontgen Panoramik</bold>
            <bold id="_bold-56"> Pertama</bold>
          </title>
          <p id="paragraph-df644f080534c6f4ab468703f8c553bb" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-d25999df6bfc390eb9e8629d905004c4" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Picture3.png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-36">Pemeriksaan radiografi panoramik menunjukkan impaksi total kaninus kiri rahang atas gigi 23 dalam posisi horizontal di atas gigi insisivus kedua kiri rahang atas gigi 22 dengan posisi impaksi mesioangular. Evaluasi radiografik panoramik menunjukkan tidak adanya resorpsi akar pada gigi yang berdekatan. Perawatan ortodontik diperlukan untuk levelling, menyiapkan ruang yang cukup untuk erupsi kedua gigi impaksi dan mengkoreksi maloklusi yang ada. Semua gigi permanen sudah tumbuh hingga gigi molar kedua, terdapat benih molar ketiga dan impaksi gigi 22 dan 23. Impaksi gigi 22 insisivus lateral kiri atas menurut klasifikasi Archer impaksi klas I sedangkan Impaksi gigi 23 kaninus kiri atas menurut klasifikasi Archer klas II.</p>
      <fig id="figure-panel-9ae433badc387e1333cee2700820efde">
        <label>Figure 4</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-57">Radiografi </bold>
            <bold id="_bold-58">Sefalometri</bold>
            <bold id="_bold-59">Pertama</bold>
          </title>
          <p id="paragraph-20e44190b42945991d379c200978e7bd" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-d3a44166c4860788eea10ff6668d484e" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="Picture4.jpg" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-38">Pemeriksaan radiografi cephalometrik menunjukkan Nilai ANB 6.77, SNA 78.64, SNB 71.84, Wits Appraisal 1.28, Overjet Meningkat 4.37, Sudut mandibula kecil GoGn-SN 119.33, Sudut FMA 36.3, Sudut wajah (facial angle) menurun, menunjukkan maloklusi klas II Devisi I Angle</p>
      <p id="_paragraph-39">Diagnosis: Maloklusi klas II Devisi I Angle, protrusi rahang atas dan berdesakan anterior rahang atas dan rahang bawah, disertai impaksi ganda gigi 22 dan gigi 23 serta pergeseran garis median rahang atas 3 mm ke kiri dan rahang bawah 1 mm ke kiri.</p>
      <p id="_paragraph-40">Impaksi ganda dua gigi 22 dan 23 kemungkinan disebabkan multifaktorial yaitu jalan erupsi gigi kaninus 23 tertahan gigi 22, adanya rongga yang sempit 3,5 mm, diskrepansi panjang lengkung rahang atas kurang 5 mm, gigi anterior berdesakan, letak salah benih, trauma pada gigi anterior di awal usia pertumbuhan dan suspect adanya kista yang menghalangi erupsinya kedua gigi tersebut.</p>
      <p id="_paragraph-41">Perawatan ortodonti cekat yang kami lakukan di awal adalah melanjutkan braket yang sudah dipakai oleh pasien yaitu jenis straight wire roth slot 0.18. Koreksi yang kami lakukan adalah reposisi braket yang belum sesuai garis sumbu gigi dan menambahkan bukal tube di semua gigi molar kedua dan mengganti wire dengan Niti 0.14 dirahang atas dan rahang bawah.</p>
      <p id="_paragraph-42">Pada kunjungan kedua hingga ke tiga kami melakukan levelling, pada kunjungan ke empat, baru kami melakukan pencabutan gigi 14 premolar pertama rahang atas kanan karena menunggu kesiapan pasien dilakukan tindakan pencabutan yang menjadi pengalaman pertama cabut gigi. Setelah beberapa kali kunjungan, sehingga sudah tercapai koreksi garis median rahang atas dan kami melakukan tindakan surgical exposure bertim dengan drg spesialis bedah mulut pada tanggal 19 Februari 2021.</p>
      <p id="_paragraph-43">Teknik bedah exposure dengan flap tertutup berbentuk trapesium. Insisi flap dibuat sepanjang bone crest melalui periosteum hingga gigi 22 dan 23, kemudian dilakukan pemisahan jaringan periosteum. Setelah gigi 22 dan 23 terlihat dilakukan penghilangan lapisan tipis pada lapisan tulang alveolar. Tulang pada bukal ridge sampai cervical bukal dibuang. Setelah terbebas dan mahkota gigi terlihat, dilakukan isolasi sekitar gigi kemudian dilakukan pemasangan button pada bagian labial dan kemudian setelah button menempel kuat dipasang ligature wire pada gigi 22 diarahkan ke gigi 24 dan ligature wire pada gigi 23 diarahkan ke gigi 21. Setelah itu dilakukan penutupan dengan flap dikembalikan pada posisi semula dan dijahit dengan menggunakan metode interrupted.</p>
      <fig id="figure-panel-15d7729d4cd3f108eff85b411fe4b285">
        <label>Figure 5</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-60">Surgical </bold>
            <bold id="_bold-61">exposure</bold>
            <bold id="_bold-62"> dua gigi  22 dan 23 secara langsung</bold>
          </title>
          <p id="paragraph-dd988589f93c8e21472c353c7a7f39d0" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-1062041aacc8e09ebc4151f48a8aee4b" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="Picture5.jpg" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-45">Saat surgical exposure penempatan simpul ligature wire gigi 22 terletak pada gigi 24 dan simpul ligature wire gigi 23 pada gigi 21, bertujuan untuk mengarahkan akar gigi bergerak vertikal dan membagi simpul tidak berada pada satu gigi. Penerapan gaya ortodontik dilakukan sebulan pasca surgical exposure dengan elastic threath untuk membimbing gigi ke dalam posisi yang benar. Kami mengarahkan gigi 22 untuk bisa erupsi terlebih dahulu dan baru gigi 23. Pencabutan gigi 24 tidak dilakukan diawal tahap lavelling ortodontik karena digunakan sebagai gigi penjangkar dan menjadi letak simpul ligature wire dari gigi 23 saat digerakkan ke distal, ligature wire dari button juga tidak terlalu panjang bila gigi 23 digerakkan ke dista dengan simpul terletak di gigi 25 sehingga tidak nyaman menyulitkan pembersihannya. Sela ruangan juga akan terlalu panjang bila gigi 24 dicabut diawal perawatan levelling ortodontik sehingga menganggu estetika.</p>
      <fig id="figure-panel-299a82f04f8b001c950bcba2c14e1710">
        <label>Figure 6</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-63">Radiografi oklusal rahang</bold>
            <bold id="_bold-64"> atas</bold>
          </title>
          <p id="paragraph-e672c047e15d825ee8f4f642d30f11ae" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-cdb42e4d8d1d4b176afecf1d76b83bb5" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Picture6.png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-47">Radiografi oklusal ini dilakukan tujuh bulan paska surgical exposure dimana gigi 22 sudah erupsi dan untuk mengamati arah akar gigi 23 yang ternyata sudah dalam posisi vertikal dengan akar gigi 23 yang lurus tidak bengkok, sekaligus menjadi panduan waktunya pencabutan gigi 24 untuk menyiapkan ruang agar gigi 23 mendapat tempat saat erupsi.</p>
      <p id="_paragraph-48">Wire yang digunakan saat leveling adalah Niti round 0,14 dan setelah itu wire yang digunakan niti recta 0.16 x0.16 dan kemudian stainless steel round 0.16 untuk proses ekstrusi gigi yang impaksi tersebut dan untuk menjaga agar lengkung rahang tetap stabil tidak mengalami pembengkokan. Proses gigi 22 dan 23 erupsi lengkap dengan posisi gigi sejajar dicapai 18 bulan namun masih menyisakan ruangan seperti yang tampak pada pemeriksaan ekstraoral dan intraotral dibawah ini.</p>
      <fig id="figure-panel-5e938fef80c5236038130e94ea430094">
        <label>Figure 7</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-65">Pemeriksaan ekstra oral profil w</bold>
            <bold id="_bold-66">ajah s</bold>
            <bold id="_bold-67">e</bold>
            <bold id="_bold-68">telah gigi 22 dan gigi 23 erupsi</bold>
            <bold id="_bold-69">:(A) tampak depan; (B) tampak depan gigi terlihat; (C) tampak samping kanan; (D) tampak samping depan kanan; (E) tampak samping kiri; (F) tampak samping depan kirI</bold>
          </title>
          <p id="paragraph-1309d3be8560e0f71d7185cbf6f03d06" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-175c74b92423aebcaaec99926fd2fd10" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Picture7.png" />
      </fig>
      <fig id="figure-panel-c4406c5a3a2277e23bcc5dca282035d3">
        <label>Figure 8</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-70">Pemeriksaan Intra oral paska </bold>
            <bold id="_bold-71">setelah gigi 22 dan 23 erupsi</bold>
            <bold id="_bold-72">: (A)tampak depan; (B) tampak samping kanan; (C) tampak samping kiri; (D) oklusal rahang atas; (E) oklusal rahang bawa</bold>
            <bold id="_bold-73">h</bold>
          </title>
          <p id="paragraph-b4d46464dccc23241cc507eeadd20309" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-d1fa0f036ba43ce48c520762c39045b6" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Picture8.png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-51">Perawatan selanjutnya yaitu menutup sisa ruang yang terdapat setelah gigi 22 dan 23 erupsi sempurna dan berhasil dicapai dalam waktu enam bulan. Beribut dibawah ini adalah foto ektra oral dan intra oral sekaligus foto rongsen panoramik dan sefalometrik setelah maloklusi dapat terkoreksi dengan optimal dengan oklusi yang baik.</p>
      <fig id="figure-panel-ecd0d91d4c00ed5a648c4b9a31bd4d90">
        <label>Figure 9</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-74">Pemeriksaan ekstra oral profil w</bold>
            <bold id="_bold-75">ajah, dengan oklusi sudah tercapai </bold>
            <bold id="_bold-76">:(A) tampak depan; (B) tampak depan gigi terlihat; (C) tampak samping kanan; (D) tampak samping depan kanan; (E) tampak samping kiri; (F) tampak samping depan kir</bold>
            <bold id="_bold-77">i</bold>
          </title>
          <p id="paragraph-45ff6580adf8bb35841e78b0bf3d4fcb" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-e13b4c5124d0aeda73839d49248f688c" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Picture9.png" />
      </fig>
      <fig id="figure-panel-1c3a72142abf17edca2c4d3f98e79843">
        <label>Figure 10</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-78">Pada pemeriksaan Intra oral </bold>
            <bold id="_bold-79">dengan oklusi sudah tercapai</bold>
            <bold id="_bold-80">: (A)tampak depan; (B) tampak samping kanan; (C) tampak samping kiri; (D) oklusal rahang atas; (E) oklusal rahang bawah</bold>
          </title>
          <p id="paragraph-798ad19f95be1800ef8e20b54a613951" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-1c02a7587df0524bfe35ae925078b280" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="Picture10.png" />
      </fig>
      <fig id="figure-panel-39eba0b2fcadbeadf847358dabc4ed28">
        <label>Figure 11</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-81">Foto Rontgen </bold>
            <bold id="_bold-82">Panoramik </bold>
            <bold id="_bold-83">Kedua</bold>
          </title>
          <p id="paragraph-c6b9c3a8eb6f6b7cc8a698cfc51bcee9" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-40c8ff3e2471d0ad0b1bc08fe029b56a" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="Picture11.jpg" />
      </fig>
      <fig id="figure-panel-869504304eb99a8c04823bc033da5fc8">
        <label>Figure 12</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-84">Foto Rontgen </bold>
            <bold id="_bold-85">Sefalometri</bold>
            <bold id="_bold-86"> Kedua</bold>
          </title>
          <p id="paragraph-9366a44392f2c7b440dfdd700271a652" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-2a72490b24b64265106eb7a9d8c0e728" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="Picture12.jpg" />
      </fig>
    </sec>
    <sec id="heading-799d01066a99a194aa5fa1f0f258b5b5">
      <title>
        <bold id="bold-80c9d941442befe3e85a48c5192ea34e">Hasil dan Pembahasan</bold>
      </title>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title> Hasil Pengukuran Sefalometri Nilai Normal Maloklusi klas 1 Angle, Sebelum perawatan, dan Sesudah Perawatan</title>
          <p id="_paragraph-58" />
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-e21d141c2e234aa066f3613f83db729e">
              <td id="table-cell-712a724905c5ed9f2a294ba0500202bd">Parameters</td>
              <td id="table-cell-f425ee1ba9193866f39a6670eb1155f3">Normal (mean ± SD)</td>
              <td id="table-cell-c942837a051c7aa4c247104ec577a36f">Pre-treatment</td>
              <td id="table-cell-1afdde0be6f2e15ea3771cb629fd11c4">Treatment</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-1c2bfa469ea1668b103691698940e647">
              <td id="table-cell-9dddb0b6cd6bce7cc72c1bfb754da6f5" colspan="4">Skeletal</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d862656ff461ba371710abe8acf9af06">
              <td id="table-cell-48a05ac8a2dca7d4d86f83c63ef595de">SNA(°)</td>
              <td id="table-cell-bd9ec74a74a6787fe4c258c26566391d">82 º ± 2°</td>
              <td id="table-cell-0d14a70a935c30a2de17f61a070cefe6">78.64</td>
              <td id="table-cell-2bbe2e10c5db34caff833a9922187fb0">79.68</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f8a22d3f9058dcf0f7316861a6076b0f">
              <td id="table-cell-3399937f44e174d04d5b64297d133d5c">SNB (°)</td>
              <td id="table-cell-86098a2747ddcbffab57b0a05eed2a9d">80 º ± 2°</td>
              <td id="table-cell-14f029100e7b2cf2fe7a1b20e77a7a57">71.84*</td>
              <td id="table-cell-9035069e8f0747275c5e7850d30a2de5">73.16*</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-360dfe4ad3d9a08cb89cc2aaadfbf9c7">
              <td id="table-cell-6483c5ba9f4e568e7936f000ce2470de">ANB (°)</td>
              <td id="table-cell-e3fb2c0ea6ee0575529b581c4ceb44e6">2 º ± 1°</td>
              <td id="table-cell-b8e643048d8293138907ec42cdbe6979">6.77**</td>
              <td id="table-cell-98e90e91abf01c47922830067143f475">6.51**</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-78b3a69f1c543b350c36def4519bb692">
              <td id="table-cell-f73c5adb8efa8aeb5ec818f43a156614">Bjork sum</td>
              <td id="table-cell-ad019f392f22752172c3db37336a74c9">396° ± 6°</td>
              <td id="table-cell-b6d6fdfbca084ab185f767007190c303">407.01**</td>
              <td id="table-cell-7190f67061db0d4df34cfff9b9a6aedf">403.84*</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d5cb079970eb183975a5ef217afdd5e9">
              <td id="table-cell-53f34b25c9a5a29778a96b22b8ba3038">FMA</td>
              <td id="table-cell-dbdf155a7a67eb953cb0f6c36342ac79">25° ± 4°</td>
              <td id="table-cell-c28480825ecf27e0a656afe36106826a">36.36**</td>
              <td id="table-cell-813ebb8db133a48131a5bdc51b2ecf9b">31.09*</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5ccb17a9a547c3a0ccb23a72d6610ed8">
              <td id="table-cell-76ddfc59a4290531b5439ff3d4761490">Gonial Angle</td>
              <td id="table-cell-e4392eb3b8d3bced6272ca7fbe8f2806">122°–125° ± 5°</td>
              <td id="table-cell-61c52ce75407182f20120980fc55f609">119.33*</td>
              <td id="table-cell-30e1138b05027a5cd611e01f6e9cd8bb">115.91*</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d1c866d6c65d3e9b9343952bc0a1fc4d">
              <td id="table-cell-87df9ed87242180713a354dc53785702">APDI</td>
              <td id="table-cell-9a48fb6fbef50875f99d1d4a59734163">86° ± 4°</td>
              <td id="table-cell-aaa252a31e93f55f7d65eb11bbb84170">77.16*</td>
              <td id="table-cell-405299cebb811dd173df828e3ac96a1f">78.66*</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-82e1dff9886b345aed52e565607c7c2f">
              <td id="table-cell-d1bdeb1f30cb4893b5734c6a1eece3ea">ODI</td>
              <td id="table-cell-c866b8751a5587398bbbb854757db3d0">73° ± 6°</td>
              <td id="table-cell-e95a92c63e5bc345f4b82bb72ec21e9e">74.58</td>
              <td id="table-cell-f2c6cc9e0653ac8047750f78da826c6a">73.59</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f1654130b1ba979d8e879f0c5613f211">
              <td id="table-cell-7737c647222e2f37892cd36bcd330e4b">Combination Factor</td>
              <td id="table-cell-900f2da45cea467a4b8b0f273a63ae3b">159° ± 7°</td>
              <td id="table-cell-a8a51be27b74024ebfdf77c9b8787a13">151.74</td>
              <td id="table-cell-ec73407bb67c7661dd35d84c642c584e">152.25</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-123738831bab9fa7c90150de968debf6">
              <td id="table-cell-e4b5f7cfd00058db1fabce2d5b7a3b71">A to N-Perp(FH)</td>
              <td id="table-cell-2d9f1c74cf75be4c5a5f37ae5f4e509e">0 ± 2 mm</td>
              <td id="table-cell-97008e8a6a3d18cd6827e1e6d4068648">-0.88</td>
              <td id="table-cell-8aee4be8539c510f3f367610be37061f">2.95*</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-dddb0e70f630e17aafcfde1544ec35f0">
              <td id="table-cell-1b0fa79ff821503ce7b70ad536742d13">B to N-Perp(FH)</td>
              <td id="table-cell-7c7b6fa5a846cebb39aae089af3ae468">3.5 ± 2 mm</td>
              <td id="table-cell-3017d6615e6f85f061ceba6697903a75">-15.67***</td>
              <td id="table-cell-beb31fb28ac09cffb9a682f3ce9b490b">-8.49**</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0d777728bd2ccf3eb4ca0e89c0db3b03">
              <td id="table-cell-2ad0f96b006efb6dba12ef282021019b">Pog to N-Perp(FH)</td>
              <td id="table-cell-12bca9ecfabc6e890efa62bb3b3a81fa">0.3 ± 2.5 mm</td>
              <td id="table-cell-e0c2e7b8fe0eaedd76e258487c8e77d4">-13.74***</td>
              <td id="table-cell-b3cf515e656cfba16e972c70d2cf0bc9">-6.19*</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-df32a2da4c5a7be5391f5d82c28e1f4a">
              <td id="table-cell-a2bc3784bc7eae1bae3b28622c2f9d13">FH to AB</td>
              <td id="table-cell-b9e8f5e0c1898d696921965ce9578cd4">81° ± 3°</td>
              <td id="table-cell-0d9d155ccce18e1d32506145afffdead">73.11**</td>
              <td id="table-cell-da63bc9c57a9f0653eec0ef5fdf850e2">76.99*</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d7b578ad67cf735dd39d0a26f73b5775">
              <td id="table-cell-31ffa56542f340e86cc80eaf4f87e2f4">A-B to mandibular plane</td>
              <td id="table-cell-be52331f21dcc779d212a141c115961f">69° ± 2.5°</td>
              <td id="table-cell-21d6a4cf87db42423be3980962930fa4">70.53*</td>
              <td id="table-cell-f5982822d2380adaffb990d677a3184c">71.92*</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-953a3c90034b3e0ca3ed21d9243bf011">
              <td id="table-cell-9bcef3d9ecc89d7bff8e247b9e9e3ac4">Wits appraisal</td>
              <td id="table-cell-4895e37ccd1fe36d7e9dab354f5f97bb">–0.3 ± 1.7 mm</td>
              <td id="table-cell-798c806a1d67131c9c3556716e3ea596">1.28</td>
              <td id="table-cell-65a5c53fd2446f73be9d5c39be006ec4">-0.47</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-cc9b76b977f55665aa390178606753e4">
              <td id="table-cell-b878156f8f7e617bf0478a079524de38" colspan="4">Dental</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f168a5fee9bc51feac32affbbe7abd6a">
              <td id="table-cell-15258a4a696c8b106707ccf3c2a17be8">Overjet</td>
              <td id="table-cell-99d4c4effdf0c05d5a1c65008cecd803">2–3 mm ± 2 mm</td>
              <td id="table-cell-828f80f2f9056ea1b3848487926ed553">4.37*</td>
              <td id="table-cell-6c925351ebf4f39eca0abc2114d420ba">3.98</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-91d9c08152b60bcf8356a0882cef6a07">
              <td id="table-cell-d32f4993e5cca8037afa1220730c6139">Overbite</td>
              <td id="table-cell-f8b90c979f51f44c6ee7414bef59cab3">2 mm ± 2 mm</td>
              <td id="table-cell-9aa709d31fc3eed56aedb6c8a5a972d1">-0.46*</td>
              <td id="table-cell-f70e038afa68adf035ff0a9942af1125">1.06</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-63e6999d33e859c94334bcb55c019af1">
              <td id="table-cell-cd3dde4b2305403a021b7a509df5ec42">U1 to FH</td>
              <td id="table-cell-3bfe1e966d0e8d1b75b34d00ffa8ab5d">116° ± 6°</td>
              <td id="table-cell-2d3f6dac2b043845ca49591546e09e4a">108.18</td>
              <td id="table-cell-7d4c13d22ac9ff902272c9b4101b3714">105.79</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c15dd76ac95cc71660b5b01bdeedf4ed">
              <td id="table-cell-c9f60c091912886e4c6be1bdb97a865c">U1 to SN</td>
              <td id="table-cell-59b3506bc859d9345be537ac13103e2a">109° ± 6°</td>
              <td id="table-cell-536b721ccc13fa3c3df30b6ab704cdad">97.53*</td>
              <td id="table-cell-da549527aa7a082e646d968dc8cc90a4">93.03*</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ba40466e55cd16851fa871c34348a9aa">
              <td id="table-cell-f692b1f34d64620fe92260606473c348">U1 to UOP</td>
              <td id="table-cell-56853934a9a0354594199d48c1acfdbf">55° ± 4°</td>
              <td id="table-cell-83b89b5c5059adab0250bad15465aa9b">56.80</td>
              <td id="table-cell-1df7de16a690289c198038955c08a226">59.71*</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-789a47f712a3e365fcf209b0cadea3b6">
              <td id="table-cell-1c8cf387e4f370c93cffb64357603cc8">IMPA</td>
              <td id="table-cell-d69d5b40dff91aad6fe9204106c9e701">95° ± 5°</td>
              <td id="table-cell-90e63702ede4d10bbe77c806011cbf38">95.11*</td>
              <td id="table-cell-172d9bd6390f837962585f8013702be9">92.09</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-913023a72b9e683194a1cd7c021ef6bb">
              <td id="table-cell-bcc2e301c5ed9c7772d1661ebd13adb2">L1 to LOP</td>
              <td id="table-cell-0c4b57c3dc38e290cb92d34015019f1b">66° ± 5°</td>
              <td id="table-cell-b6eed8513047e3cd98ae8dfabe24d888">64.46</td>
              <td id="table-cell-52ca70a7cbacf519b8668e9d17bb5314">69.25</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a088f33a883abf854d7d9cf72be2aceb">
              <td id="table-cell-e34e7fe9ec646e7c6caa6d94b8f1b7b5">Interincisal angle</td>
              <td id="table-cell-dbe53c99f4d5bcb52894a0e41fb05553">128° ± 5°</td>
              <td id="table-cell-8b325630d476b37b13568f48980a2c61">120.35*</td>
              <td id="table-cell-441c23fe337b60f5e45ba2cca7d210b2">131.04</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-45ab99e432917ece1b5c258fd4030906">
              <td id="table-cell-f0520c1980584b6d9398f7df9987ed3a">Cant of occlusal plane</td>
              <td id="table-cell-ae4058e73f8ce89f09ebce6256fb0392">9° ± 3.8°</td>
              <td id="table-cell-05b911bd16536c49fcc35aa8f3db16e9">15.45*</td>
              <td id="table-cell-b0a127b2976d44227d7224ec7e234154">13.53*</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6dfeb8982593fcca89f026396c5b82bc">
              <td id="table-cell-1f07826b2bf5b0cf02c6a2899a189f73">U1 to NA(mm)</td>
              <td id="table-cell-be1afdeea9d9f102f1968115ddfea246">4 ± 3 mm</td>
              <td id="table-cell-c4016c32c5833bf3b00a22515c14ecd9">4.45</td>
              <td id="table-cell-06ebaa5e319d0d8e6cc05f126e74231f">2.16</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-1da9f31f1f3b17e3cea7bd91a8716fc1">
              <td id="table-cell-5f782b8b444cfafe997f63da014c7686">U1 to NA(deg)</td>
              <td id="table-cell-d8f664f91ac6494d53a699fc0d7b9742">22° ± 5°</td>
              <td id="table-cell-191afbb8a51854ffc48f2f90add4875f">18.89</td>
              <td id="table-cell-b8aef6afe10446c21611942e876bebdf">13.35*</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-05990af5005d12b5af11438ba5af0168">
              <td id="table-cell-18ea8e4229aab5d6a6a1e17f3f821d7e">L1 to NB(mm)</td>
              <td id="table-cell-9a89e4b298194b26df4c7e8e6b44e9fc">4 ± 2 mm</td>
              <td id="table-cell-16f32b1e0f5f3551f98a6323be633422">11.58***</td>
              <td id="table-cell-f5e2fda67fca08fb271ebde754d3fe52">9.71**</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c99320f2c6710087d732c1a00215413f">
              <td id="table-cell-1311eecb9154df0cc939e3100ffe864f">L1 to NB(deg)</td>
              <td id="table-cell-fcd420415f455f67d38ad4d25f42defe">25° ± 5°</td>
              <td id="table-cell-889338adb328dbba57798354f0e9e8dc">33.99*</td>
              <td id="table-cell-25b2c107bef7e865dbef5b73a1fb6236">29.09</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5a13a9e618e72a18f6ebd1f527016ca0">
              <td id="table-cell-f8eaa228a704463deb2fa10548a3df41">Upper incisal display</td>
              <td id="table-cell-7713ee265eed53c3c0d356c264c5e333">3 ± 1.5 mm</td>
              <td id="table-cell-515b0be86cd811abc8135b7d70c24645">4.50*</td>
              <td id="table-cell-5f6b5f7d630be32b62afcceb5f323c57">5.27*</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-cce9716958471e09175340c8ced93cb8">
              <td id="table-cell-646f2220935bdaa4f65b46d1fd15a25c" colspan="4">Soft Tissue</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e0373ee7365bb7cff9a235a5dd33d11a">
              <td id="table-cell-a5b121dbc35bddf44f5c5eaced419e46">Upper lip to E-Plane</td>
              <td id="table-cell-bfd366c232268d0e5ebb30652e6c8fa7">0 ± 2 mm</td>
              <td id="table-cell-59dc464fd1d61e0e0a6cfdd9c0f916be">0.77</td>
              <td id="table-cell-2abd44baa2fd937f1a4fb6d919049d15">0.30</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-636a4d733c865b2898ef8253325180cf">
              <td id="table-cell-2db7c058b48427f743afa6c581c681c9">Lower lip to E-Plane</td>
              <td id="table-cell-604246d7805fa79bca8851ae481d4d59">0 ± 2 mm</td>
              <td id="table-cell-4e9e9fee9476dd967deb4fa20a1a699d">2.64</td>
              <td id="table-cell-82b319d50ca04db557dd9baf8c915fa1">2.23*</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-068bc7a28ece1f4909fd1b067c9fd747">
              <td id="table-cell-c95b8ddb8e077b822a9d408558304a6e">Nasolabial angle</td>
              <td id="table-cell-493146ac480394080632d549b10488e3">95° ± 5</td>
              <td id="table-cell-7e0f59f0eb897905a70be27df9db3f8a">109.24**</td>
              <td id="table-cell-766a2fe5c2f10c526fa61ffae177b4c4">126.67***</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ad88c6ee8563bf3ab9e09bdc5e69dd36">
              <td id="table-cell-83136ed4b0209a5662ad03c2f0600c0a">Extraction index</td>
              <td id="table-cell-71177629b615670e408c1038be682a1c">146.40</td>
              <td id="table-cell-b59c9bee945f7b06449a29edb73b2bb3">149.93</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-59">Berdasarkan hasil pengukuran sefalometri, perawatan ortodontik menunjukkan perbaikan yang signifikan pada berbagai parameter skeletal, dental, dan jaringan lunak wajah. Pada parameter skeletal, terjadi peningkatan nilai sudut SNA dan SNB masing-masing dari 78,64° menjadi 79,68° dan dari 71,84° menjadi 73,16°. Walaupun masih di bawah nilai normal, perubahan ini mengindikasikan pergerakan anterior rahang atas dan bawah ke arah yang lebih baik. Namun demikian, nilai ANB tetap tinggi (6,77° menjadi 6,51°), yang menunjukkan bahwa pola maloklusi skeletal Klas II masih tersisa pasca perawatan. Penurunan nilai Bjork sum dan FMA juga mengindikasikan adanya perbaikan arah pertumbuhan vertikal wajah. Nilai gonial angle dan APDI yang semakin mendekati nilai normal menandakan perbaikan hubungan rahang bawah terhadap dasar kranium. Perubahan besar juga terlihat pada parameter A dan B point serta pogonion terhadap N-Perp (FH), yang menunjukkan adanya kemajuan signifikan pada posisi anterior rahang bawah (mandibula).</p>
      <p id="_paragraph-60">Pada aspek dental, terdapat perbaikan nilai overjet dari 4,37 mm menjadi 3,98 mm dan overbite dari -0,46 mm menjadi 1,06 mm, yang berarti hubungan horizontal dan vertikal gigi anterior menjadi lebih normal. Terjadi retroklinasi insisivus atas yang ditunjukkan oleh penurunan sudut U1 terhadap SN (dari 97,53° menjadi 93,03°), serta retraksi insisivus bawah dengan penurunan nilai L1 terhadap NB baik dalam milimeter maupun derajat. Hal ini konsisten dengan pendekatan perawatan untuk kasus dengan kecenderungan Klas II. Sudut interinsisal juga meningkat dari 120,35° menjadi 131,04°, yang menunjukkan hubungan antara gigi insisivus atas dan bawah menjadi lebih harmonis. Perubahan positif lainnya terlihat dari penurunan canting bidang oklusal dari 15,45° menjadi 13,53°, mencerminkan perbaikan posisi bidang gigitan.</p>
      <p id="_paragraph-61">Dari segi jaringan lunak, profil wajah pasien menunjukkan peningkatan estetik. Nasolabial angle meningkat signifikan dari 109,24° menjadi 126,67°, kemungkinan akibat retraksi insisivus atas yang mendorong bibir atas lebih ke dalam. Selain itu, jarak bibir terhadap garis E-plane juga mendekati normal, yang menunjukkan keseimbangan profil wajah yang lebih baik setelah perawatan.</p>
      <p id="_paragraph-62">Secara keseluruhan, perawatan ortodontik yang dilakukan berhasil memperbaiki sebagian besar ketidakseimbangan skeletal dan dental, serta meningkatkan profil wajah pasien. Meskipun beberapa parameter seperti ANB masih belum berada dalam rentang normal, hasil yang dicapai menunjukkan keberhasilan perawatan dalam mengoreksi ketidaksesuaian hubungan rahang dan gigi, serta memperbaiki estetika wajah.</p>
      <p id="paragraph-a16ee516907ec7a5d2b1e4e98416a61b">
        <bold id="bold-bef923638b253531b232b3cec893533b">Pembahasan </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-64">Gigi kaninus mempunyai peran penting dalam penampilan wajah, estetika gigi, perkembangan lengkung gigi dan fungsional oklusi, sehingga harus dipertahankan dalam rongga mulut. Mekanisme pasti terjadinya impaksi sebenarnya belum dapat dijelaskan secara pasti. Pada erupsi normal, gigi kaninus permanen maksila akan turun di antara distal insisivus lateral permanen dan mesial premolar pertama, mengikuti apeks gigi kaninus desidui(17). Inklinasi kaninus ke midline meningkat lebih ke mesial maksimal sampai usia 9 tahun. Jika gigi kaninus menunjukkan inklinasi mesial sangat besar atau overlap dengan akar insisivus berdasarkan pemeriksaan klinis dan radiografis, berarti gigi kaninus memiliki kecenderungan untuk erupsi tidak benar(18).</p>
      <p id="_paragraph-65">Oleh karena itu perlu dilakukan pendekatan preventive untuk mengurangi resiko impaksi gigi kaninus dan resorbsi gigi permanen di sekitarnya. Deteksi awal dan pencegahan impaksi kaninus maksila adalah penting untuk mencegah komplikasi, waktu perawatan dan biaya perawatan tambahan untuk mereposisi gigi impaksi. Ada beberapa pilihan dalam perawatan gigi impaksi, antara lain: pencabutan atau pengambilan gigi impaksi, reposisi, bedah exposure dan ortodontik, serta replantasi. Perawatan kombinasi untuk impaksi ganda gigi anterior satu regio dapat dilakukan dengan perawatan ortodontik dan surgical exposure memberikan hasil yang optimal.</p>
      <p id="_paragraph-66">Prognosis kasus ini dinilai baik usia pasien yang masih muda, penyiapan ruangan dan levelling tercapai dan posisi apeks akar yang sesuai. Tidak adanya ankilosis atau resorpsi akar.</p>
      <p id="_paragraph-67">Pasien telah memberikan persetujuan tertulis untuk menjalani perawatan serta menyetujui publikasi laporan kasus ini, termasuk penggunaan foto klinis dan radiografik untuk keperluan akademik dan penelitian.</p>
      <p id="_paragraph-68">Pasien melakukan perawatan ortodonti Bersama kami dimulai dari awal tahun 2021 hingga tahun 2023.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-6459f19ed1e97dbfbe9c6c68c768b085">
      <title>
        <bold id="_bold-88">Simpulan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-70">Perawatan ortodontik dengan kombinasi surgical exposure terbukti efektif dalam menangani impaksi ganda gigi anterior rahang atas. Penanganan kasus ini menunjukkan bahwa diagnosis akurat, rencana dan tahapan perawatan yang tepat, serta kepatuhan pasien dan dukungan keluarga terhadap terapi merupakan faktor utama dalam keberhasilan perawatan. Surgical exposure tindakan bedah minimal invasif dengan teknik flap tertutup membantu memfasilitasi erupsi gigi tanpa menimbulkan komplikasi besar. Koordinasi dan tim work yang solid antara ortodontis, bedah mulut dan pasien memudahkan mencapai hasil fungsional dan estetika yang optimal.</p>
      <p id="_paragraph-71">
        <bold id="_bold-89">Ucapan Terima Kasih</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-72">Penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim klinis yang terlibat dalam perawatan ortodontik dan surgical exposure pada pasien ini. Penghargaan khusus disampaikan kepada pasien dan keluarga atas kesediaan dan dukungannya dalam pembuatan case report ini. Penghormatan yang tinggi kepada sejawat ortodontis dan bedah mulut atas tercapai nya hasil yang optimal dari kasus impaksi ganda gigi anterior satu regio ini.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>