<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title />
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-4fd647e207f382701327702d4c33bc8c" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Rahma</surname>
            <given-names>Anita Rizkia</given-names>
          </name>
          <email>anita@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-9f94777b9faa3b609e27afebaa370114" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Phahlevy</surname>
            <given-names>Rifqi Ridlo</given-names>
          </name>
          <email>qq_levy@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2024-10-24">
          <day>24</day>
          <month>10</month>
          <year>2024</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-1247594003f124d1dacf6251ff2649f5">
      <title>
        <bold id="_bold-1">Pendahuluan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-4">Peningkatan partisipasi masyarakat dalam program Probebaya dapat dicapai secara efektif dengan mengintegrasikan berbagai strategi pemberdayaan masyarakat yang telah terbukti berhasil di berbagai konteks. Salah satu kunci keberhasilan adalah keterlibatan masyarakat dalam seluruh tahapan program, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Hal ini tercermin dalam Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Indonesia, di mana partisipasi masyarakat sangat penting dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan fasilitas air bersih [1]. Studi di Filipina juga menunjukkan bahwa keberhasilan kawasan konservasi laut sangat dipengaruhi oleh insentif sosial-ekonomi dan kepemimpinan yang mendorong keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan [2]. Di Desa Cibereum, Indonesia, partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi lokal seperti produksi susu dan usaha mikro terbukti meningkatkan pendapatan desa dan memperkuat ekonomi lokal [3]. Selain itu, proyek penghijauan di Pakistan menyoroti pentingnya pendidikan dan komunikasi efektif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, di mana hambatan seperti kurangnya pengetahuan dan keterampilan dapat diatasi melalui edukasi yang tepat [4]. Implementasi program pengabdian masyarakat di Tanjung Jabung Timur juga membuktikan bahwa partisipasi lokal dalam desain dan pelaksanaan program dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang signifikan, seperti peningkatan pendapatan dan kesempatan kerja [5]. Namun, tantangan seperti ketergantungan pada dukungan pemerintah dan kurangnya pemahaman terhadap sistem baru, sebagaimana ditemukan di Desa Cibereum, perlu diatasi untuk mendorong partisipasi yang lebih otentik [3]. Pengalaman dari program Rural Growth Centre di Sarawak juga menegaskan pentingnya transparansi dan pemberdayaan masyarakat dalam pengambilan keputusan untuk menghindari partisipasi yang bersifat pasif [6]. Dengan mengadopsi strategi-strategi ini dan mengatasi hambatan yang ada, program Probebaya dapat meningkatkan partisipasi masyarakat sehingga menghasilkan dampak yang lebih berkelanjutan dan signifikan.</p>
      <p id="_paragraph-5">Optimalisasi peran kelompok masyarakat (POKMAS) dapat dilakukan dengan menelaah berbagai aspek pemberdayaan dan pengembangan masyarakat sebagaimana diuraikan dalam sejumlah penelitian. Kelompok masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban, seperti yang dilakukan oleh Community Police di Desa Sidomukti yang menjalankan fungsi preventif dan represif untuk menjaga ketentraman [7]. Partisipasi masyarakat juga sangat vital dalam pembangunan desa, sebagaimana terlihat di Desa Bandar Klippa, di mana keterlibatan aktif dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan pembangunan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat, meskipun masih terdapat tantangan dalam komunikasi rencana pembangunan [8]. Kelompok masyarakat juga berpotensi mendorong gaya hidup berkelanjutan dengan memanfaatkan kohesi internal untuk mempengaruhi perilaku komunitas yang lebih luas, sehingga memfasilitasi keterlibatan bottom-up dalam inisiatif perubahan iklim [9]. Selain itu, keanggotaan dalam kelompok masyarakat terbukti dapat meningkatkan kesejahteraan individu yang mengalami kerentanan sosial-ekonomi dengan memperkuat rasa memiliki dan identitas kelompok [10]. Organisasi Berbasis Komunitas (CBO) juga berperan penting dalam pembangunan lokal melalui aksi kolektif untuk mengatasi permasalahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat [11]. Dalam sektor kesehatan, kelompok masyarakat efektif dalam menyebarkan praktik kesehatan baru dan meningkatkan hasil pertanian serta kesehatan, seperti yang dilakukan oleh Farmers Clubs dan Women’s Organizations di India [12]. Dukungan kelompok sebaya juga terbukti meningkatkan manajemen self-care pada penderita diabetes, menegaskan pentingnya dukungan komunitas dalam pengelolaan kesehatan [13]. Teknik optimasi, seperti pendekatan multi-objektif untuk pembentukan kelompok dan algoritma good and bad groups-based optimizer, dapat meningkatkan efektivitas kelompok masyarakat dengan memperbaiki dinamika kelompok dan kemampuan pemecahan masalah [14], [15]. Dengan demikian, optimalisasi kelompok masyarakat melibatkan peningkatan partisipasi, komunikasi, dan mekanisme dukungan untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara efektif.</p>
      <p id="_paragraph-6">Pembangunan yang menyeluruh dan berkelanjutan hanya dapat terwujud dengan adanya partisipasi aktif masyarakat yang berperan penting dalam mendukung keseimbangan pertumbuhan ekonomi, keadilan sosial, dan pelestarian lingkungan. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan di tingkat daerah. Partisipasi ini bertujuan untuk mendorong masyarakat di tingkat lokal agar memiliki hak menyuarakan keinginan dan berpartisipasi dalam mewujudkan kesejahteraan bersama. Keberhasilan program-program pemerintah sangat bergantung pada tingkat partisipasi masyarakat, yang tidak hanya terbatas pada keikutsertaan dalam kegiatan, tetapi juga mencakup keterlibatan aktif dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program. Partisipasi aktif masyarakat memungkinkan pembangunan berkelanjutan yang memenuhi kebutuhan lokal dan memperkuat kepemilikan atas hasil-hasil pembangunan.</p>
      <p id="_paragraph-7">Kota Samarinda merupakan salah satu kota yang secara aktif melibatkan masyarakat dalam berbagai program pemberdayaan, salah satunya adalah Program Probebaya. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, serta pengembangan sosial kemasyarakatan di tingkat RT. Probebaya diluncurkan sebagai salah satu dari 10 program unggulan Kota Samarinda dan difokuskan pada mendorong partisipasi masyarakat dalam setiap tahapannya. Program ini merupakan bagian dari Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 2 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Samarinda Tahun 2021-2026. Dalam pelaksanaannya, setiap RT mendapatkan dana sebesar Rp100.000.000 per tahun, dengan alokasi 70% untuk pembangunan atau perbaikan sarana dan prasarana, dan 30% untuk program pemberdayaan masyarakat. Program ini berbasis komunitas, yang berarti melibatkan langsung masyarakat dalam proses pembangunan seperti perbaikan jalan, saluran air, dan pengembangan usaha kecil.</p>
      <p id="_paragraph-8">Dasar hukum pelaksanaan Program Probebaya di Kota Samarinda didasarkan pada Peraturan Wali Kota Samarinda Nomor 7 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Wali Kota Nomor 11 Tahun 2022 tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat. Salah satu poin penting dalam peraturan ini adalah menumbuhkembangkan dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan infrastruktur, peningkatan ekonomi, serta pengembangan sosial kemasyarakatan. Tujuan dari Program Probebaya adalah memfasilitasi masyarakat dalam mengidentifikasi masalah, meningkatkan kesejahteraan melalui pembangunan infrastruktur, dan mendorong keberdayaan masyarakat dalam pembangunan. Namun, meskipun program ini sudah berjalan cukup lama, partisipasi masyarakat dalam pelaksanaannya masih belum optimal. Rendahnya kesadaran, kurangnya informasi, dan minimnya dukungan dari berbagai pemangku kepentingan membuat partisipasi masyarakat sulit dilakukan secara maksimal.</p>
      <p id="_paragraph-9">Kelompok Masyarakat (POKMAS) adalah kelompok yang dibentuk di tingkat desa atau kelurahan melalui musyawarah masyarakat, dengan tujuan melaksanakan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat serta menjadi jembatan aspirasi masyarakat kepada pemerintah setempat. POKMAS bertanggung jawab memobilisasi warga, mengkoordinasikan kegiatan di lapangan, dan mengkomunikasikan informasi serta kekhawatiran masyarakat kepada pemangku kepentingan. Dalam Peraturan Wali Kota Samarinda Nomor 7 Tahun 2024, POKMAS diakui secara resmi sebagai aktor penting yang bertanggung jawab atas pelaksanaan program Probebaya melalui metode swakelola, memastikan masyarakat memiliki peran aktif dalam setiap tahap pembangunan. Namun, dalam praktiknya, POKMAS sering menghadapi tantangan seperti kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya berpartisipasi dalam program pembangunan, termasuk Probebaya. Banyak masyarakat masih beranggapan bahwa program pembangunan adalah tanggung jawab pemerintah semata, sehingga keterlibatan mereka dalam kegiatan POKMAS menjadi minim.</p>
      <p id="_paragraph-10">Berdasarkan hasil observasi di Kelurahan Sempaja Barat, Kota Samarinda, ditemukan bahwa partisipasi aktif dan kesadaran masyarakat dalam pelaksanaan Program Probebaya masih rendah, baik pada tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi. Hal ini menyebabkan kesulitan dalam menentukan prioritas pembangunan yang tepat dan berpotensi menyebabkan pemborosan dana. Selain itu, masyarakat masih mengharapkan imbalan dalam setiap kegiatan, dan anggota POKMAS kurang aktif dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan peran POKMAS untuk menggerakkan partisipasi masyarakat secara lebih efektif. Rendahnya partisipasi ini berdampak pada kesulitan menentukan prioritas pembangunan yang tepat, sehingga menghambat keberhasilan program. Dengan demikian, penelitian ini berfokus pada peran POKMAS dalam meningkatkan partisipasi masyarakat melalui pelaksanaan Program Probebaya di Kelurahan Sempaja Barat, Kota Samarinda.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-c99120e44dfa0d48e930853013b8996c">
      <title>
        <bold id="_bold-2">Metode</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-12">Kelompok masyarakat seperti POKMAS memiliki peran sentral dalam penelitian partisipatif, khususnya dalam memfasilitasi keterlibatan bermakna dan memastikan bahwa proses penelitian benar-benar mencerminkan kebutuhan serta perspektif komunitas yang terlibat. Studi-studi sebelumnya menegaskan bahwa peneliti komunitas berkontribusi besar dalam membangun praktik yang aman secara budaya dan meningkatkan komunikasi, terutama di lingkungan yang beragam seperti komunitas pengungsi dan migran [16]. Dalam konteks pengembangan masyarakat, Focus Group Discussion (FGD) sering digunakan untuk menggali wawasan mendalam langsung dari anggota komunitas, sehingga mendorong pendekatan bottom-up yang selaras dengan kebutuhan mereka [17]. Selain itu, anggota komunitas dapat berkembang melalui berbagai peran dalam penelitian kemitraan, yang pada akhirnya meningkatkan kapasitas teknologi dan keterlibatan mereka dalam proses penelitian [18]. Integrasi partisipasi komunitas dalam metodologi penelitian, khususnya pada konteks masyarakat adat, menekankan pentingnya keselarasan antara penelitian dengan nilai-nilai dan epistemologi komunitas [19]. Lebih jauh lagi, penyesuaian metode penelitian dengan strategi pengorganisasian komunitas dapat memberdayakan kelompok marjinal, memastikan bahwa upaya penelitian mendukung tujuan keadilan sosial yang lebih luas [20].</p>
      <p id="_paragraph-13">Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai peran POKMAS dalam meningkatkan partisipasi masyarakat melalui pelaksanaan Program Probebaya di Kelurahan Sempaja Barat, Kota Samarinda. Pendekatan kualitatif dipilih karena mampu memberikan gambaran komprehensif terkait proses, makna, dan dinamika sosial yang terjadi di lapangan. Peneliti berperan sebagai instrumen utama dalam pengumpulan data, dengan menerapkan teknik triangulasi yang meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh akan disajikan dalam bentuk narasi serta kutipan langsung dari informan untuk memperkuat temuan penelitian, sejalan dengan praktik penelitian partisipatif yang menekankan suara komunitas [16], [19].</p>
      <p id="_paragraph-14">Lokasi penelitian ditetapkan di Kelurahan Sempaja Barat, Kota Samarinda, dengan fokus pada tiga RT yang dipilih secara acak, yaitu RT 7, RT 8, dan RT 12, serta di kantor sekretariat POKMAS yang berlokasi di Jalan Sempaja, Gang Lorong Abadi, RT 12. Pemilihan lokasi secara random sampling bertujuan untuk menghindari bias dan memastikan representasi yang objektif dari pelaksanaan Program Probebaya di wilayah tersebut. Proses pemilihan sampel dilakukan dengan mengidentifikasi seluruh RT yang berpartisipasi dalam program, menyusun daftar populasi, dan melakukan undian sederhana untuk menentukan RT yang menjadi objek penelitian. Pendekatan ini juga memungkinkan keterlibatan komunitas secara luas, sebagaimana disarankan dalam penelitian partisipatif [17], [18].</p>
      <p id="_paragraph-15">Definisi konseptual dalam penelitian ini merujuk pada peran POKMAS sebagai penggerak utama partisipasi masyarakat dalam Program Probebaya. POKMAS berperan dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi kegiatan pembangunan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Partisipasi masyarakat yang dimaksud adalah keterlibatan aktif dalam seluruh tahapan program, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Program Probebaya sendiri merupakan program unggulan Kota Samarinda yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Penekanan pada partisipasi aktif dan kolaboratif ini sejalan dengan prinsip-prinsip penelitian berbasis komunitas yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama [16], [19], [20].</p>
      <p id="_paragraph-16">Fokus penelitian diarahkan pada tiga aspek utama, yaitu partisipasi masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi Program Probebaya. Fokus ini dipilih berdasarkan hasil observasi awal, referensi penelitian terdahulu, serta masukan dari pembimbing. Dengan fokus yang jelas, penelitian ini diharapkan dapat mengidentifikasi secara spesifik peran POKMAS dalam setiap tahapan program serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat partisipasi masyarakat. Penetapan fokus yang demikian juga memungkinkan peneliti untuk menyesuaikan metode dengan strategi pengorganisasian komunitas, sebagaimana diuraikan dalam literatur [20].</p>
      <p id="_paragraph-17">Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan key informan, yaitu Ketua POKMAS Kelurahan Sempaja Barat, serta informan lain seperti bendahara POKMAS, tokoh masyarakat, dan warga setempat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data sekunder diperoleh dari dokumen, buku, jurnal, dan arsip yang relevan dengan pelaksanaan Program Probebaya. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung di lapangan, wawancara terstruktur dan tidak terstruktur, serta dokumentasi berupa foto dan dokumen pendukung. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis hingga diperoleh temuan yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Pendekatan ini memastikan bahwa proses penelitian tetap adaptif dan responsif terhadap dinamika komunitas, sebagaimana dianjurkan dalam penelitian partisipatif.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-698211abe373317678b704eb86729f56">
      <title>
        <bold id="_bold-3">Hasil dan Pembahasan </bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-19">Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Sempaja Barat, Kota Samarinda, yang merupakan hasil pemekaran dari Kelurahan Sempaja Selatan pada tahun 2014 berdasarkan Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 6 Tahun 2014. Kelurahan ini memiliki luas wilayah 1,82 km² dan terdiri dari 12 RT yang tersebar di seluruh wilayah. Secara geografis, Sempaja Barat berbatasan dengan Kelurahan Sempaja Utara di utara, Sempaja Selatan di selatan, Air Hitam di barat, dan Sempaja Timur di timur. Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, berbagai organisasi lokal aktif berperan, seperti RT, PKK, POKMAS, Dasawisma, Posyandu, Karang Taruna, LPM, IPSM, dan BUMRT. Setiap organisasi memiliki peran spesifik dalam mendukung program sosial, ekonomi, dan pembangunan di tingkat kelurahan.</p>
      <p id="_paragraph-20">Sumber daya manusia di Kelurahan Sempaja Barat terdiri dari 19 personil yang mencakup lurah, sekretaris, kepala seksi, staf, kelompok jabatan fungsional, dan pegawai tidak tetap harian. Pembagian tugas dan fungsi (tupoksi) di kelurahan ini diarahkan untuk mendukung pembangunan ekonomi, pelayanan prima, ketertiban dan keamanan, kepedulian terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan, serta peningkatan profesionalisme aparatur. Setiap kepala seksi memiliki tugas spesifik sesuai bidangnya, sehingga pelaksanaan program dapat berjalan optimal dan terarah.</p>
      <p id="_paragraph-21">Kelompok Masyarakat (POKMAS) di Kelurahan Sempaja Barat dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Kecamatan Samarinda Utara dan beranggotakan 10 orang yang terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, dan anggota. POKMAS bertugas melaksanakan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) dengan berpedoman pada Peraturan Wali Kota Samarinda No. 7 Tahun 2024. Dalam pelaksanaan Program Probebaya, POKMAS berperan penting dalam mengoordinasikan musyawarah warga, mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, menyusun usulan program, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program. Selain itu, POKMAS juga bertanggung jawab dalam menyusun laporan pertanggungjawaban dan mengadakan pertemuan evaluasi untuk meningkatkan transparansi dan keberlanjutan program.</p>
      <table-wrap id="table-figure-61f45de17a5dfc69e527f8e7e6905d64">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>Jumlah Personil Kelurahan Sempaja Barat</title>
          <p id="paragraph-edc88abc428687a2431a2fde0be823cd" />
        </caption>
        <table id="table-d481d60f012758d6e0ac8332b5fb4881">
          <tbody>
            <tr id="table-row-dd73fa7b9449c437100897d0614a61e9">
              <th id="table-cell-e7231fc017d3aee80d204748fe0fa680">No</th>
              <th id="table-cell-e6668b0503dc0bd09ca0bfed5ebe9213">Nama</th>
              <th id="table-cell-fd2364ca15527b327d222f95dd366321">Jabatan</th>
            </tr>
            <tr id="table-row-ac1b354583799356ea54a8429e360bf8">
              <td id="table-cell-8b02faf4189b0a4c0e5c890842dd4918">1</td>
              <td id="table-cell-d21e996d8190a4c9646833019a89090e">Fahmy Fakhrozy, SE.,M.Si</td>
              <td id="table-cell-ede4c2ccb43f8d2a24211586903ebf8f">Lurah</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-49d085db2fc0e7455ade9a859e4c6603">
              <td id="table-cell-4bd44a8009174aeea9d36389fab7d386">2</td>
              <td id="table-cell-a3692d6086387b40e1a1f2abd19d64e4">Saryono,S.Pd</td>
              <td id="table-cell-0f6fdf72816b2d62e80fb8bd666bf672">Seketaris Kelurahan</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a61735b98f8652b878a6d0aa4ca39769">
              <td id="table-cell-0e506716d8dfa2e0d7ffaa54c6b2c337">3</td>
              <td id="table-cell-2d83777fd4688d1f760792996f5e5f37">Nurlianto, S.Sos</td>
              <td id="table-cell-a4c2354d9215a2796072704abda52de4">Kasi Pemerintahan, Ketentraman, dan Ketertipan</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7e990489b267854ef5a3e8853252ba22">
              <td id="table-cell-242a3690c4e8940abe4e3f3c90914ebb">4</td>
              <td id="table-cell-827e77fa067a0e9913041d50b64b1fed">Suryenidah, S.Hut., M.Si</td>
              <td id="table-cell-425428d557e7368f850711ab498a5e68">Kasi Kesejahteraan dan Pemberdayaan Masyarakat</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-03ab875d60188729e82497b18d95a050">
              <td id="table-cell-3340c89ae4543ae5a5269452e9359e9c">5</td>
              <td id="table-cell-354e12bcd6d1cec036abb7d347857e27">Eti, SE.</td>
              <td id="table-cell-063809edef81dca39ccd40579738c826">Kasi Ekonomi, Pembaguanan, dan lingkungan hidup</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-975c92d17a1350b56de383d90005fdac">
              <td id="table-cell-e32abbe0205ee87985dda754a8fd8e1a">6</td>
              <td id="table-cell-b2cc39fd8d35a1bedf6b8adf9c1b2598">Wasis Agung Pujiono</td>
              <td id="table-cell-6e6e1b9b86d1359aee4ebc839a515c7d">Staff Seketaris</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-1758f026638bd8d4683c9f98dbbcddde">
              <td id="table-cell-e512ea87826be5dc4400b8bf84a2d426">7</td>
              <td id="table-cell-422fb89d75d63742ec9ad6c464685099">Ratna Sari Noor</td>
              <td id="table-cell-73cdfa242212fc20fb9da71d40e924b2">Staff Kasi Kesejahteraan dan Pemberdayaan Masyarakat</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7f38c28c22c384dbb955cffca546f7db">
              <td id="table-cell-58cd1ff89100ee83f730b8cc4f84e862">8</td>
              <td id="table-cell-6259d5febc4678b9ef547ae08270b338">Rina Ariyani</td>
              <td id="table-cell-2767c4799bef6b90f00e721dc698f674">Staff Kasi Kesejahteraan dan Pemberdayaan Masyarakat</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-acdbeae506d0e31361e07041b769197a">
              <td id="table-cell-07b337f511884825b730a2aacf4fe67b">9</td>
              <td id="table-cell-23aaf0d8782232c5ca7bb2626c7dcdea">Deddy Purnama</td>
              <td id="table-cell-b235dd0016a23b89f7f106610073d894">Staff Kasi Kesejahteraan dan Pemberdayaan Masyarakat</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7d53821abe75dc03467685706a1533fc">
              <td id="table-cell-6300c3135270b08857b9d6fd9ccf48c4">10</td>
              <td id="table-cell-1b2dbf643ce8eacd50ad1783541874fb">Dedy Tris Albianto, S.Kom</td>
              <td id="table-cell-6054114578d4105b08f026036b2bc152">Staff Ekonomi, Pembaguanan, dan lingkungan hidup</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-9ec461b86323f22a86e24d368adf87b4">
              <td id="table-cell-7e9f9faea2f0b67e9db1c4947a859aef">11</td>
              <td id="table-cell-f63ee82b528ec89c09f9dc7167d36248">Anto Kustiman</td>
              <td id="table-cell-79b38a2d29856194c4976abcfdc39bec">Kelompok Jabatan Fungsional</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-51e1d975782c395af0199320e009e70a">
              <td id="table-cell-d0726e80f7f93392b5ec7653057697d1">12</td>
              <td id="table-cell-00318f38f7ab9ea22c1860af07c0001f">Muhammad Sadiqin</td>
              <td id="table-cell-c3e1980479c54b35bd1e248a8c3a72d2">Kelompok Jabatan Fungsional</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-042f1237a2bff7d34af11aaf3855d9a6">
              <td id="table-cell-76d9bb1589245f94b7c4f50d17a230b4">13</td>
              <td id="table-cell-a936f6908f3336c03fe2cdf99c1ee6b0">Emma Fatimah Soraya</td>
              <td id="table-cell-6c7e0d0a236c1dd9ab41932239d5beba">Pegawai Tidak Tetap Harian</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c9c0a8f13fec2b7136e6a4a95c318155">
              <td id="table-cell-fc5c5e7edf502a3d710dc5d35289718f">14</td>
              <td id="table-cell-55d9e211aff1835d7f9e38d24d8ccd99">Fitriana</td>
              <td id="table-cell-b00e409c29e17a0f4710f0ca62c90e1d">Pegawai Tidak Tetap Harian</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-68b2aa2eb0ca3c9ad366335b98e8a27d">
              <td id="table-cell-3d85f5fb2a0e3a154efebdc60a6f0940">15</td>
              <td id="table-cell-270140ec134914e95e5bf2e707b31db0">Isman Wahyudi</td>
              <td id="table-cell-464a3d9644803a19e991bb0c59a861cf">Pegawai Tidak Tetap Harian</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-cbde537bbfcb438d4bbdcb5cd5b51d0e">
              <td id="table-cell-ec31add3bf61671ddcd11a0d1d4e8c05">16</td>
              <td id="table-cell-cd944d521277b081439cd1832f93a8cb">Wianita Noviyanti</td>
              <td id="table-cell-25fe5496afc2bd65c5d58fbecf2302ab">Pegawai Tidak Tetap Harian</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5f49b7075389192dbf67803be9cb6504">
              <td id="table-cell-477bed458b5c267e7256b59822514c5b">17</td>
              <td id="table-cell-7dffcb3e05400b886a23e8b6f349a6b2">Deni Dwi Adi Kurnianto</td>
              <td id="table-cell-92d399b172d0b2aacfbf9965aaf1cae4">Pegawai Tidak Tetap Harian</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d4cce4df099b5ec1739539231dfb5788">
              <td id="table-cell-9defbaf70227c683d2ed1edfe1fc57ad">18</td>
              <td id="table-cell-831b6750efbf7b46f489a00f25e5739e">Muhammad Ridwan</td>
              <td id="table-cell-38e6bde42e5f0ef795f83e10c162950d">Pegawai Tidak Tetap Harian</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a44fe68ac7d99f0c3f81ca24a4e91213">
              <td id="table-cell-3f2e441a8e0d059e06e04322659bafc6">19</td>
              <td id="table-cell-5dd53003fcf9ba96d4b4dc3f679004e9">Nur Fadli</td>
              <td id="table-cell-2ad26735c7c87edaf5e6b654874f0659">Pegawai Tidak Tetap Harian</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-24">Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, ditemukan bahwa partisipasi masyarakat dalam Program Probebaya di Kelurahan Sempaja Barat berlangsung pada tiga tahap utama: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, POKMAS mengadakan rembuk warga yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, tokoh masyarakat, dan aparat kelurahan untuk menampung aspirasi dan menentukan prioritas program. Pada tahap pelaksanaan, masyarakat yang memiliki keahlian di bidang pembangunan dan pemberdayaan dilibatkan secara langsung, bahkan diberikan insentif sebagai bentuk apresiasi. Sementara itu, pada tahap evaluasi, masyarakat diberi kesempatan untuk memberikan masukan, kritik, dan saran melalui berbagai saluran, baik kepada POKMAS, Ketua RT, maupun pendamping program dari pemerintah kota. Evaluasi juga dilakukan oleh pihak netral untuk menjaga objektivitas dan transparansi.</p>
      <p id="_paragraph-25">Faktor pendukung utama keberhasilan program adalah kekompakan dan kolaborasi antara seluruh RT, POKMAS, pemerintah kelurahan, dan masyarakat. Solidaritas dan dukungan yang kuat dari masyarakat juga menjadi kunci dalam meningkatkan partisipasi. Namun, terdapat beberapa faktor penghambat, seperti keterbatasan anggaran, miskomunikasi antar pihak, rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya partisipasi, serta keterbatasan waktu karena mayoritas warga bekerja pada hari kerja. Meski demikian, upaya kolaboratif dan dukungan dari berbagai pihak tetap menjadi modal utama dalam menyukseskan Program Probebaya di Kelurahan Sempaja Barat.</p>
      <p id="_paragraph-26">Pada tahap perencanaan Program Probebaya, hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelompok Masyarakat (POKMAS) secara aktif menginisiasi forum rembuk warga yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari perwakilan RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga organisasi lokal seperti PKK, Dasawisma, dan Posyandu. Forum ini menjadi wadah utama untuk menampung aspirasi, ide, dan keluhan masyarakat terkait kebutuhan pembangunan dan pemberdayaan di lingkungan mereka. Melalui rembuk warga, prioritas program ditentukan secara bersama-sama sehingga keputusan yang diambil benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat. Namun, partisipasi aktif masyarakat dalam forum ini masih menghadapi tantangan, seperti rendahnya kesadaran sebagian warga akan pentingnya keterlibatan mereka dan keterbatasan waktu akibat kesibukan pekerjaan.</p>
      <p id="_paragraph-27">Pada tahap pelaksanaan, POKMAS berperan sebagai koordinator utama yang menggerakkan masyarakat untuk terlibat langsung dalam kegiatan pembangunan fisik maupun pemberdayaan ekonomi. Masyarakat yang memiliki keahlian tertentu, seperti tukang bangunan atau pelatih keterampilan, dilibatkan secara langsung dalam pelaksanaan program. Selain itu, pemberian insentif berupa upah atau royalti menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan motivasi dan partisipasi warga. Gotong royong dan kerjasama antarwarga juga menjadi ciri khas pelaksanaan program di lapangan. Meski demikian, keterlibatan masyarakat dalam bentuk pendanaan masih minim karena seluruh anggaran program berasal dari pemerintah, dan sebagian warga masih cenderung menunggu insentif untuk berpartisipasi.</p>
      <p id="_paragraph-28">Tahap evaluasi Program Probebaya dilakukan secara kolaboratif antara POKMAS, masyarakat, dan pihak eksternal seperti tim percepatan dari Pemerintah Kota Samarinda. Evaluasi dilakukan melalui pertemuan rutin, pengumpulan masukan, kritik, dan saran dari masyarakat, serta pelaporan hasil pelaksanaan program. Masyarakat dapat menyampaikan evaluasi baik secara langsung kepada POKMAS maupun melalui Ketua RT dan pendamping program. Evaluasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberhasilan, hambatan, dan peluang perbaikan program di masa mendatang. Namun, partisipasi masyarakat dalam evaluasi masih perlu ditingkatkan, terutama dalam hal memberikan masukan yang konstruktif dan berkelanjutan.</p>
      <p id="_paragraph-29">Faktor pendukung utama keberhasilan Program Probebaya di Kelurahan Sempaja Barat adalah kekompakan, solidaritas, dan kolaborasi yang terjalin antara seluruh elemen masyarakat, POKMAS, dan pemerintah kelurahan. Dukungan dari tokoh masyarakat, aparat kelurahan, serta adanya rasa memiliki terhadap program menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan partisipasi masyarakat. Di sisi lain, faktor penghambat yang diidentifikasi meliputi keterbatasan anggaran, miskomunikasi antar pihak, rendahnya kesadaran masyarakat, dan keterbatasan waktu. Upaya peningkatan sosialisasi, transparansi, dan pemberdayaan masyarakat menjadi kunci untuk mengatasi hambatan tersebut dan meningkatkan efektivitas program di masa mendatang.</p>
      <p id="_paragraph-30">Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa peran Kelompok Masyarakat (POKMAS) sangat strategis dalam meningkatkan partisipasi masyarakat melalui pelaksanaan Program Probebaya di Kelurahan Sempaja Barat. POKMAS tidak hanya berfungsi sebagai pelaksana teknis, tetapi juga sebagai fasilitator, mediator, dan motivator yang menggerakkan masyarakat untuk terlibat aktif dalam setiap tahapan program. Keterlibatan masyarakat yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program membuktikan bahwa pendekatan partisipatif mampu meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap hasil pembangunan. Namun, keberhasilan program sangat dipengaruhi oleh faktor internal seperti kekompakan dan solidaritas, serta faktor eksternal seperti dukungan pemerintah dan ketersediaan anggaran.</p>
      <p id="_paragraph-31">Tantangan utama yang dihadapi dalam meningkatkan partisipasi masyarakat adalah rendahnya kesadaran sebagian warga, ketergantungan pada insentif, serta keterbatasan waktu dan anggaran. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya partisipasi aktif, memperkuat komunikasi antar pihak, dan mengoptimalkan peran POKMAS sebagai penggerak utama. Selain itu, transparansi dalam pengelolaan program dan evaluasi yang melibatkan masyarakat secara luas dapat meningkatkan kepercayaan dan dukungan terhadap program.</p>
      <p id="_paragraph-32">Secara keseluruhan, Program Probebaya di Kelurahan Sempaja Barat telah memberikan dampak positif terhadap pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan kapasitas masyarakat. Keberhasilan program ini dapat menjadi contoh bagi kelurahan lain dalam mengimplementasikan model pembangunan berbasis partisipasi masyarakat. Namun, untuk mencapai hasil yang lebih optimal, perlu adanya inovasi dalam strategi pemberdayaan, peningkatan kapasitas POKMAS, serta penguatan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan stakeholder terkait.</p>
      <p id="_paragraph-33">Sebagai penutup, penelitian ini menegaskan pentingnya peran Kelompok Masyarakat (POKMAS) dalam mendorong partisipasi masyarakat melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif. Keberlanjutan dan keberhasilan program pembangunan di tingkat lokal sangat bergantung pada sinergi antara masyarakat, organisasi lokal, dan pemerintah. Dengan memperkuat peran POKMAS dan meningkatkan kesadaran serta keterlibatan masyarakat, diharapkan Program Probebaya dapat terus memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Kelurahan Sempaja Barat, Kota Samarinda.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-ab91585a7d1acec11eb924c149ef7b9e">
      <title>
        <bold id="_bold-7">Simpulan </bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-35">Berdasarkan hasil penelitian di Kelurahan Sempaja Barat Kota Samarinda, dapat disimpulkan bahwa Kelompok Masyarakat (POKMAS) memegang peran sentral dalam meningkatkan partisipasi masyarakat melalui pelaksanaan Program Probebaya. POKMAS berperan aktif dalam mengorganisir musyawarah warga (rembuk warga) untuk menyerap aspirasi dan menentukan prioritas pembangunan, melibatkan masyarakat secara langsung dalam pelaksanaan program, serta memastikan adanya evaluasi dan akuntabilitas melalui pelaporan kepada masyarakat dan pemerintah. Keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan—perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi—menjadi kunci utama keberhasilan program, meskipun masih terdapat tantangan berupa kurangnya pemahaman, keterbatasan waktu, dan ketergantungan pada insentif.</p>
      <p id="_paragraph-36">Faktor pendukung utama keberhasilan program ini adalah kekompakan, kolaborasi, dan solidaritas antara seluruh elemen masyarakat, POKMAS, dan pemerintah kelurahan. Dukungan dari tokoh masyarakat dan aparat kelurahan juga memperkuat partisipasi warga. Namun, terdapat beberapa faktor penghambat yang perlu diatasi, seperti keterbatasan anggaran, miskomunikasi antar pihak, serta rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya keterlibatan mereka dalam pembangunan dan pemberdayaan. Dengan mengoptimalkan sosialisasi, memperkuat motivasi, dan meningkatkan peran aktif pengurus RT serta POKMAS, diharapkan partisipasi masyarakat dalam Program Probebaya dapat terus ditingkatkan dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Kelurahan Sempaja Barat.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>