<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Utilisation of Resin Materials for Making Souvenir Accessories in Training Activities in Samaan Village, Klojen District, Malang City</article-title>
        <subtitle>Pemanfaatan Bahan Resin Untuk Pembuatan Souvenir Aksesoris Pada Kegiatan Pelatihan Di Kelurahan Samaan Kecamatan Klojen Kota Malang</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-108c207829c846afae210231373f7368" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Sharf</surname>
            <given-names>Oely Maqwa</given-names>
          </name>
          <email>oelymsharf@sttmarfachruddin.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-fb2a5ab6ddb1b0a12180190871f90ec6" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Sifa</surname>
            <given-names>Miftachus</given-names>
          </name>
          <email>oelymsharf@sttmarfachruddin.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
        <contrib id="person-b3518557d1ba55bd1261e46a5cd600f3" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Muhammad</surname>
            <given-names>Haitsam</given-names>
          </name>
          <email>oelymsharf@sttmarfachruddin.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-3" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-3">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2025-07-24">
          <day>24</day>
          <month>07</month>
          <year>2025</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-fd575c29df98055159a8816629f0d131">
      <title>
        <bold id="bold-fa8ff1380bd4c3c948c82c49cd7c99d5">Pendahuluan </bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-10">Manusia tidak pernah lepas dari komunikasi, komunikasi adalah proses interaksi sosial dengan bertukar pesan atau simbol. Media komunikasi beragam jenisnya dan berfungsi untuk menyampaikan sebuah pesan, salah satunya untuk menyampaikan pesan yaitu melalui media komik. Komik menurut[1], merupakan kumpulan gambar yang diatur berdasarkan tujuan serta filosofi pembuatnya agar pesan dari cerita dapat tersampaikan dengan jelas. Komik sangat diminati oleh khalayak karena memiliki ciri yang khas, yaitu konsep cerita melalui gambar-gambar dan tulisan sebagai pelengkap. Dewasa ini komik sangat banyak digandrungi baik yang dapat diakses di media online maupun dalam bentuk fisik, hal ini dinilai sangat efektif untuk menyampaikan suatu pesan atau misi yang diusung oleh komikus. Keberhasilan pesan dapat diterima oleh pembaca komik yaitu dipengaruhi cara penyampaian pesan oleh komikus, secara garis besar visualisasi dan genre komik yang diusung sangat berpengaruh pada tingkat ketersampaian pesan, visualisasi dapat berhasil apabila penerapan elemen visual di dalamnya sesuai dengan genre komiknya.</p>
      <p id="_paragraph-11">Menurut [2], komik memiliki sejumlah elemen visual yang menjadi dasar pembentuknya. Elemen-elemen ini tidak hanya berfungsi sebagai komponen utama dalam pembuatan komik, tetapi juga menjadi ciri khas yang membedakannya dari media lainnya. Maharsi menguraikan bahwa terdapat sebelas elemen penting dalam komik, yaitu panel, sudut pandang dan proporsi gambar, bingkai (parit), balon kata, efek suara dalam bentuk teks, ilustrasi, alur cerita, splash page, garis gerak, simbol visual (symbolia), serta kepala komik (kop komik). Dalam komik opini Hidup Itu Indah karya Aji Prasetyo ini menerapkan elemen-elemen komik yang cukup menarik dalam pengemasan pesan cerita dalam komik, dengan gaya kritik sosial agama yang khas dari komik Aji Prasetyo, pesan kritik tersebut dapat diterima dengan baik dan mudah apabila penerapan elemen visual sesuai dengan genre komik dan tema yang dibahas. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan keterkaitan hubungan antara penggunaan elemen visual dengan <italic id="_italic-1">genre</italic> komik secara spesifik, tentang bagaimana seharusnya elemen visual yang digunakan untuk menunjang ketersampaian pesan tema dapat diterima dengan baik dan mudah jika menyesuaikan dengan genre komik yang diusung. Karena jenis genre dan tema dalam komik sangat menentukan elemen visual seperti apa yang akan digunakan dalam komik tersebut, begitu juga elemen visual yang digunakan sangat berpengaruh terhadap mudah atau tidaknya ketersampaian pesan dari tema komik yang mengusung genre komedi, karena cara penyampaian pesan yang dikemas dengan komedi belum tentu dapat diterima dengan optimal apabila cara penyampaiannya tidak menyesuaikan dengan tema yang dibahas.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-5bacd7caa73932e3c07e7bba8a697148">
      <title>
        <bold id="bold-eddb58f0812f63416726f2e46f4c4a96">Metode<bold id="_bold-7"/></bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-13">Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang berupaya untuk mendeskripsikan episode komik dari segi penggunaan elemen visual. Menurut [3], pendekatan kualitatif bertujuan untuk menggambarkan dan memahami bagaimana serta mengapa suatu realitas atau fenomena komunikasi bisa berlangsung. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan yang tidak memerlukan lokasi khusus dan tempat penelitian. Penelitian pustaka dilakukan dengan menggunakan sumber buku yang terkait dengan analisis elemen visual dan data dari Komik Opini episode “Ramadhan Penuh Hikmah”. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui studi kepustakaan dan studi lapangan, yang meliputi teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.</p>
      <p id="_paragraph-14">Adapun teknik analisis data yang diterapkan mengacu pada Interactive Model of Analysis dari [4], yang mencakup proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi (pengamatan) guna mengidentifikasi elemen visual dalam Komik Opini episode.”Ramadhan Penuh Hikmah”. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik, serta diskusi hasil temuan dengan informan untuk memastikan keakuratan interpretasi data.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-aa57f54a6632616309c88102bc2ecd47">
      <title>
        <bold id="bold-265dad2d3ef8f6cf0e82fcf3948a97b4">Hasil dan Pembahasan<bold id="_bold-9"/></bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-16">
        <bold id="_bold-10">A</bold>
        <bold id="_bold-11">. Penggunaan Elemen Visual Berdasarkan Tema dan Genre </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-17">Aspek yang dibahas dalam penelitian ini adalah hasil penelitian yang dilakukan pada episode “Ramadhan Penuh Hikmah”, pada episode ini diidentifikasi berdasarkan dari tema, elemen visual serta genre, visualisasi dari episode ini diidentifikasi berdasarkan pada elemen visual komik yang dihadirkan, Menurut [5], elemen visual merupakan dasar pengetahuan ataupun sebuah alat dari perancangan desain yang membangun visual (hlm. 19). Dalam penelitiannya, [6] menyebutkan beberapa elemen penting dalam desain, yaitu yang pertama adalah tipografi, sebagai sebuah metode yang dapat digunakan untuk menterjemahkan kata-kata yang berupa lisan kedalam bentuk visual yaitu tulisan. Kemudian simbol, yang dapat mempermudah penyampaian pesan (komunikasi) dengan menterjemahkan informasi kedalam visual yang lebih mudah dipahami. Elemen visual berikutnya adalah ilustrasi. Ilustrasi dapat menceritakan pesan atau informasi kedalam sebuah gambaran runtut. Dengan ilustrasi, seseorang dapat memahami pesan secara visual, seperti halnya dengan komik, pada elemen visual tersebut menjadi kendaraan bagi genre komedi pada komik ini untuk merepresentasikan makna.</p>
      <fig id="figure-panel-c31662860f81638057d8c7c30bb18ffd">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title>Episode “Ramadhan Penuh Hikmah”</title>
          <p id="paragraph-ecf50ea4826ad1f1874b2a9874acf009" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-f9c66438a2e29ab9625cb628808ca553" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="gam 1.jpg" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-20">Sumber: Dokumentasi penulis</p>
      <p id="_paragraph-21">
        <bold id="_bold-13">B</bold>
        <bold id="_bold-14">. </bold>
        <bold id="_bold-15">Tipografi</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-22">Menurut [7], merupakan salah satu cabang ilmu yang mempelajari tentang huruf, dengan fokus pada aspek visual agar pesan dapat disampaikan secara menarik dan estetis. Tujuannya adalah untuk menciptakan komunikasi yang lebih efektif, jelas, dan tepat sasaran. Sementara itu, [8] menjelaskan bahwa terdapat berbagai jenis huruf, salah satunya adalah sans serif yakni jenis huruf tanpa kait. Sans serif memberikan kesan modern, efisien, dan kontemporer. Penggunaan jenis huruf ini menjadikan penyampaian pesan terasa lebih santai dan modern, sehingga sangat sesuai untuk digunakan dalam media seperti komik. Jenis huruf dalam tipografi dibedakan menjadi empat yaitu serif (huruf berkait), sans serif (huruf tak berkait), script (huruf menyerupai tulisan tangan), serta dekoratif (pengembangan dari bentuk huruf yang sudah ada) [9]. Ada dua kategori tipografi yang menjadi sorotan penelitian episode “Ramadhan Penuh Hikmah”, yang pertama yaitu elemen tipografi pada judul episode dan yang kedua tipografi dari isi episode komik. Tipografi pada judul ada 2 (dua) jenis yaitu pada tulisan “Ramadhan” menggunakan tipografi dekoratif, tipografi jenis ini biasanya digunakan untuk menarik perhatian, hal ini dilakukan oleh komikus bertujuan untuk memberitahukan kepada pembaca bahwa yang dibahas pada episode ini sebagian besar adalah seputar Ramadhan. Kemudian tipografi pada tulisan judul “Penuh Hikmah” menggunakan tipografi jenis Script, hal ini bertujuan agar pesan yang disampaikan lebih personal, ini menunjukkan bahwa sesuatu yang dirasakan oleh komikus ingin disampaikan kepada pembaca secara lebih personal karena jenis tipografi ini biasanya juga menampilkan kesan emosional atau sentimentil.</p>
      <fig id="figure-panel-fe9981663faaf2996636977a16927c7a">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <title>Tipografi Dekoratif episode “Ramadhan Penuh Hikmah”</title>
          <p id="paragraph-b83f61d31aaa53a4852464d7ffadb6d3" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-1c9ea76790cc131f658d4e987f6a67be" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="gam 2.jpg" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-25">Sumber: Dokumentasi penulis</p>
      <fig id="figure-panel-8026eef7f3cd22cae4f502fcbd31fc89">
        <label>Figure 3</label>
        <caption>
          <title>Tipografi Script episode “Ramadhan Penuh Hikmah”</title>
          <p id="paragraph-d323f53b6737856bb59fcf49d411eed2" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-e8a80643dc5860cda17722bc0f9c8599" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="gam 3.jpg" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-28">Sumber: Dokumentasi penulis</p>
      <p id="_paragraph-29">Selanjutnya yaitu elemen tipografi pada caption dan balon ucapan, Menurut Bonneff dalam [10]  balon ucapan merupakan fungsi bahasa dari komik, fungsi bahasa dalam dialog yang replikanya ditempatkan dalam balon merupakan ungkapan sekaligus monolog batin dari adegan atau ilustrasi yang terdapat dalam panel tersebut. Pada episode ini tipografi yang digunakan sudah sesuai dengan konteks gaya cerita komik komedi. Desain font yang digunakan tampak tumpul pada bagian ujung, dengan jenis tipografi yang digunakan adalah sans serif yang dapat memberikan kesan non formal dan efisien. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, jenis huruf sans serif memang memiliki kesan santai. Sehingga hal ini mendukung isi pesan dalam cerita dengan genre yang santai atau komedi. Ditambah dengan desain font “Anime Ace” yang memiliki kesan tulisan tangan namun sudah dalam bentuk yang lebih rapi serta digital.</p>
      <fig id="figure-panel-4b1789e4775bf9b82689d2f33604d0a6">
        <label>Figure 4</label>
        <caption>
          <title>Tipografi Anime Ace episode “Ramadhan Penuh Hikmah”</title>
          <p id="paragraph-94a9fae3fd10d18758b6f0fc72303310" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-6bce6ab7189bcf459b6eaa8cc857aaef" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="gam 4.jpg" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-32">Sumber: Dokumentasi penulis</p>
      <p id="_paragraph-33">
        <bold id="_bold-19">C</bold>
        <bold id="_bold-20">. Ikon</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-34">Ikon merupakan jenis tanda yang memiliki kemiripan bentuk dengan objek yang dirujuknya, atau dengan kata lain, ikon menunjukkan hubungan alami antara penanda dan apa yang ditandainya [11]. Sementara itu, menurut Scott McCloud dalam bukunya Understanding [12], ikon adalah gambar yang terdapat dalam panel komik dan berfungsi untuk merepresentasikan elemen-elemen cerita, seperti karakter, benda, bangunan, latar, dan lainnya. Komikus menerapkan gaya ikon karena penggunaan style ikon dalam suatu cerita komik sangat efektif untuk membantu delivery pesan yang ingin disampaiakn oleh komikus untuk membangun korelasi visual antara beberapa objek di dalam panel dalam suatu alur cerita sebuah komik. Pada episode ini ikon yang diterapkan komikus yaitu pada objek benda, dalam episode tersebut tampak sebuah tenda warung makan yang sudah ambruk terbakar, kesan telah terbakar ditunjukkan oleh ikon asap yang digambarkan komikus di sekeliling gambar tenda, hal ini sangat efektif karena pembaca menjadi lebih mudah dalam menganalisis ikon karena jumlah objek yang perlu diperhatikan tidak terlalu banyak.</p>
      <fig id="figure-panel-8109d5aea453960f916286eb1a3ffe55">
        <label>Figure 5</label>
        <caption>
          <title>ikon benda pada episode “Ramadhan Penuh Hikmah”</title>
          <p id="paragraph-d4fcadc2149626a0620bbf03cc19550b" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-f6d212429c417825e7c4dde386a5b4aa" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="gam 5.jpg" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-37">Sumber: Dokumentasi penulis</p>
      <p id="_paragraph-38">
        <bold id="_bold-22">4. Warna </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-39">Menurut [13], warna memiliki pengaruh besar terhadap emosi seseorang, karena setiap warna memiliki karakteristik tersendiri. Oleh karena itu, pemilihan warna perlu disesuaikan dengan karakteristik tersebut agar dapat membangkitkan emosi pada orang yang melihatnya. Dalam komik ini, penggunaan warna hitam dan putih dipilih karena fokus utamanya adalah pada penyampaian pesan yang terdapat dalam balon kata maupun caption. Komik hitam putih memudahkan pembaca dalam memahami pesan karena mata tidak dibebani oleh terlalu banyak elemen visual. Salah satu keunggulan dari komik hitam putih adalah kemudahannya dalam menyampaikan isi cerita, meskipun tampilannya secara visual mungkin kurang menarik. Sebaliknya, komik berwarna biasanya bertujuan untuk menggambarkan suasana cerita secara lebih hidup, sehingga pembaca dapat lebih mudah membayangkan latar atau emosi dalam cerita. Namun, komik berwarna juga dapat membuat mata pembaca lebih cepat lelah karena harus memproses banyak informasi visual secara bersamaan.</p>
      <p id="_paragraph-40">
        <bold id="_bold-23">5. Desain Karakter</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-41">Desain karakter merupakan tindakan mereka-reka karakter berdasarkan atas inspirasi tertentu atau sesuai dengan gaya serta kesukaan pribadi [14]. Menurut [15] dalam bukunya Creative Character Design, desain karakter merupakan hasil dari sebuah cerita, di mana cerita tersebut juga menentukan kebutuhan penggambaran karakter. [1] menyatakan bahwa aspek paling penting dalam desain karakter adalah hubungan antara karakter dengan penontonnya. Dalam mayoritas episode komik opini karya Aji Prasetyo, desain karakter menggunakan pendekatan ikonik. Hal ini terlihat dari penggambaran tokoh manusia yang tidak terlalu realistis dan objek-objek lain yang digambarkan secara sederhana. Pendekatan desain ikonik ini memudahkan pembaca dalam memahami isi gambar karena tampilannya yang sederhana, serta memungkinkan pembaca untuk lebih fokus pada isi cerita yang disampaikan dalam komik.</p>
      <p id="_paragraph-42">Penggunaan gaya ikonik pada komik dapat mendukung aspek ketersampaian proses delivery pesan yang coba disampaikan oleh komikus, hal ini dikarenakan penggunaan gaya ikonik utamanya dari segi empasis sangat tersokong pada aspek mimik wajah, meskipun menggunakan gaya ikonik, karena kelebihan dari penggunaan gaya ikonik perhatian dari pembaca bisa lebih terfokuskan terhadap isi pesan yang coba komikus sampaikan melalui visualisasi ikon karakter dan captions karena tidak ada objek lain yang mengganggu perhatian dari pembaca. Tidak bisa dipungkiri bahwa gaya ikonik menjadi pilihan gaya karakter atau tokoh yang paling sering digunakan dan menjadi favorit para komikus yang mengusung tema sarkas atau kritikan dalam episode komik yang diusung, hal ini karena dinilai menjadi cara yang efisien dikarenakan pada setiap penggunaan gaya ikonik, pesan kritik yang dimuat dalam karya komik dapat diterima dengan mudah dan lebih ringan serta santai oleh pembaca.</p>
      <fig id="figure-panel-daf5f7f1bbba3bab7ff32eebcdbab5a8">
        <label>Figure 6</label>
        <caption>
          <title>Desain karakter gaya ikonik pada episode “Ramadhan Penuh Hikmah”</title>
          <p id="paragraph-648a1f41a974b4bcb552288217e5a56b" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-436a2051a0375d9631b69a41c8056bea" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="gam 6.jpg" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-45">Sumber: Dokumentasi penulis</p>
    </sec>
    <sec id="heading-c2da5e206d278d8b1177cf7627bb317c">
      <title>
        <bold id="bold-3541c04f6ca82e0e20ee236254f3e3e4">Simpulan<bold id="_bold-26"/></bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-47">Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa teknik penerapan elemen visual pada suatu cerita komik sangat berpengaruh terhadap keberhasilan penyampaian pesan dari komikus kepada pembaca. Melalui penggunaan elemen visual yang tepat, tema isu sosial agama yang dianggap sensitif dan dikhawatirkan akan menimbulkan respon yang negatif dari sebagian kalangan masyarakat setelah membaca episode komik ini akan dapat diminimalisir, karena pada episode ini penggunasan elemen visual sangat diperhatikan oleh komikus khusunya perihal kemudahan bagi pembaca untuk menyerap informasi yang disampaikan oleh komikus melalui episode ini, sehingga pembaca juga dapat lebih santai dalam menikmati konten dari komik opini ini. Elemen visual yang digunakan pada episode “Ramadhan Penuh Hikmah” adalah serangkaian kombinasi untuk memudahkan bagi pembaca, mulai dari penerapan tipografi script yang memberikan kesan personal bagi pembaca, hal ini dapat membangun kedekatan emosional antara komikus dan pembaca. Kemudian pertimbangan komikus untuk menggunakan warna hitam putih agar pembaca tidak mudah lelah karena pembaca lebih mudah mencerna isi pesan yang ada pada gambar ketika tidak terlalu banyak elemen yang harus diproses oleh mata. Sehingga meskipun tema yang diusung sensitif, namun persentase respon negatif yang ditimbulkan oleh pembaca dapat diminimalisir oleh penggunaan elemen visual yang tepat. Maka dari itu elemen visual yang diterapkan oleh komikus dalam karya komiknya akan berpengaruh terhadap seberapa mudah informasi tersebut dapat diterima oleh pembaca.</p>
      <p id="paragraph-7a68892214cf255dabb949c2efa73d4f" />
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>