<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Utilisation of TikTok as a Medium for Education, Publication, and Promotion in Sarirejo Village</article-title>
        <subtitle>Pemanfaatan Media Tiktok Sebagai Sarana Edukasi, Publikasi, dan Promosi di Desa Sarirejo</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-ab0ac8f022f18b1c0e22fab26f712dd2" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Rofiqoh</surname>
            <given-names>Yusnia I’anatur</given-names>
          </name>
          <email>ianayusnia@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-6b2c713dc77fd87c91ee7a897f037f66" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Atiqoh</surname>
            <given-names>Ananda Zulfa</given-names>
          </name>
          <email>ianayusnia@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
        <contrib id="person-2540ed146c509796daae297a395e3cab" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Pratama</surname>
            <given-names>Bagas Aditya</given-names>
          </name>
          <email>ianayusnia@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-3" />
        </contrib>
        <contrib id="person-e11008b7f4f6e58550690dfb4b46ac15" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Syifa</surname>
            <given-names>Miftakhus</given-names>
          </name>
          <email>ianayusnia@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-4" />
        </contrib>
        <contrib id="person-ceefdeb2822b0039d1906bcf4f4f64b1" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>A</surname>
            <given-names>Daghastani F.</given-names>
          </name>
          <email>ianayusnia@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-5" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-3">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-4">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-5">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2025-07-24">
          <day>24</day>
          <month>07</month>
          <year>2025</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-a59a48e4349144189358715435a55ec5">
      <title>
        <bold id="bold-d156183f1388c938bc5531e9c62b2307">Pendahuluan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-12">Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam cara masyarakat mengakses informasi dan berinteraksi. Media sosial menjadi salah satu alat komunikasi yang paling populer, terutama di kalangan generasi muda. TikTok, sebagai platform berbagi video pendek, telah menarik perhatian jutaan pengguna di seluruh dunia, termasuk di Indonesia[1].</p>
      <p id="_paragraph-13">Desa Sarirejo, yang terletak di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, merupakan salah satu desa yang mulai memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya[2]. Dengan potensi sumber daya alam dan budaya yang dimiliki, desa ini memiliki peluang besar untuk berkembang melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi, publikasi, dan promosi[3].</p>
      <p id="_paragraph-14">Pemanfaatan TikTok di Desa Sarirejo dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti menyampaikan informasi edukatif kepada masyarakat, mempublikasikan kegiatan desa, dan mempromosikan produk lokal[4]. Namun, pemanfaatan ini masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan pengetahuan teknologi di kalangan masyarakat dan kurangnya strategi konten yang efektif[5].</p>
      <p id="_paragraph-15">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana masyarakat Desa Sarirejo memanfaatkan TikTok sebagai sarana edukasi, publikasi, dan promosi, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pemanfaatan tersebut[6]. Dengan memahami hal ini, diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis untuk meningkatkan efektivitas penggunaan TikTok dalam pembangunan desa[7].</p>
    </sec>
    <sec id="heading-ec772fef26ce32dcd788f5fdfd8934cd">
      <title>
        <bold id="bold-651c6e651733b5becee8a06d53515ecb">Metode</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-16">Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk memahami secara mendalam pemanfaatan TikTok di Desa Sarirejo. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan studi literatur[8].</p>
      <p id="_paragraph-17">1. Observasi: Dilakukan terhadap konten TikTok yang dibuat oleh warga Desa Sarirejo selama tiga bulan terakhir[9]. Observasi difokuskan pada jenis konten, frekuensi unggahan, interaksi pengguna, dan dampaknya terhadap masyarakat.</p>
      <p id="_paragraph-18">2. Wawancara: Dilakukan dengan sepuluh informan, termasuk lima kreator konten lokal, dua perangkat desa, dan tiga pelaku usaha lokal. Wawancara bertujuan untuk menggali motivasi, strategi, dan tantangan dalam menggunakan TikTok[10].</p>
      <p id="_paragraph-19">3. Studi Literatur: Melibatkan analisis terhadap artikel jurnal, laporan, dan sumber lain yang relevan dengan pemanfaatan media sosial, khususnya TikTok, dalam konteks desa[11].</p>
      <p id="_paragraph-20">Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema utama yang muncul. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan metode[12].</p>
    </sec>
    <sec id="heading-7664a2734b23f55144705218a7ff2c3b">
      <title>
        <bold id="bold-b81116bd77911d85697f219144548f8a">Hasil dan Pembahasan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-21">Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan TikTok di Desa Sarirejo telah menciptakan perubahan positif dalam beberapa aspek kehidupan masyarakat[13]. Pertama, dalam aspek edukasi, TikTok digunakan oleh guru, kader posyandu, dan remaja untuk menyampaikan konten pendidikan seperti tutorial kerajinan tangan, tips kesehatan, dan informasi tentang lingkungan. Video-video ini lebih mudah diterima karena dikemas secara menarik, ringan, dan visual.</p>
      <p id="_paragraph-22">Kedua, dalam aspek publikasi, TikTok digunakan untuk menyebarluaskan informasi terkait program dan kegiatan desa seperti gotong royong, pelatihan, dan perayaan hari besar. Hal ini membuat warga desa lebih cepat mendapatkan informasi dan mendorong partisipasi aktif dalam kegiatan sosial[14].</p>
      <p id="_paragraph-23">Ketiga, dalam promosi, beberapa pelaku usaha lokal memanfaatkan TikTok untuk memperkenalkan produk seperti olahan makanan, kerajinan tangan, dan jasa. Mereka membuat video pendek yang menampilkan proses pembuatan produk, testimoni pelanggan, dan cara pemesanan. Hasilnya, penjualan meningkat dan produk mulai dikenal di luar desa[15].</p>
      <p id="_paragraph-24">Namun demikian, beberapa tantangan juga ditemukan. Literasi digital yang rendah di kalangan lansia membuat mereka sulit mengakses dan memahami konten. Selain itu, keterbatasan jaringan internet menjadi hambatan dalam proses unggah dan tonton video secara optimal.</p>
      <p id="_paragraph-25">Secara keseluruhan, TikTok terbukti menjadi media yang efektif dalam mendukung pembangunan desa, asalkan didukung dengan pelatihan konten digital dan infrastruktur yang memadai.</p>
      <p id="paragraph-681db8db116ca8ee755245106dbb788d">
        <bold id="bold-fb046ee5440011f27849491de194c96b">Manfaat Penelitian</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-26">Penelitian ini memberikan beberapa manfaat strategis bagi masyarakat, pemerintah desa, dan pihak terkait lainnya. Pertama, secara teoritis, penelitian ini memperkaya literatur tentang pemanfaatan media sosial di wilayah pedesaan, khususnya mengenai platform TikTok yang masih relatif baru dalam konteks pembangunan desa.</p>
      <p id="_paragraph-27">Kedua, secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah desa dalam merumuskan kebijakan dan program yang mendukung pemanfaatan teknologi digital secara optimal. Dengan memahami cara kerja dan dampak penggunaan TikTok, pemerintah desa dapat mengembangkan pelatihan dan bimbingan teknis yang tepat sasaran.</p>
      <p id="_paragraph-28">Ketiga, bagi masyarakat, penelitian ini memberikan inspirasi dan pemahaman tentang potensi besar media sosial dalam meningkatkan kualitas hidup. Masyarakat dapat lebih termotivasi untuk memanfaatkan TikTok secara produktif, tidak hanya untuk hiburan tetapi juga untuk edukasi dan pemasaran produk lokal.</p>
      <p id="_paragraph-29">Keempat, penelitian ini bermanfaat bagi akademisi dan peneliti lain sebagai landasan untuk penelitian lanjutan mengenai transformasi digital di desa-desa lain. Penelitian ini juga membuka peluang kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam memaksimalkan potensi digital. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi akademik, tetapi juga berdampak langsung terhadap pemberdayaan masyarakat desa.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-24b677a8fcada0986b65c66e823abf3e">
      <title>
        <bold id="bold-2bba8a53bbd5f457179281cb5b343a49">Simpulan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-30">Pemanfaatan TikTok di Desa Sarirejo menunjukkan bahwa media sosial dapat menjadi alat yang efektif dalam mendukung pembangunan desa. TikTok telah digunakan untuk menyampaikan informasi edukatif, mempublikasikan kegiatan desa, dan mempromosikan produk lokal dengan pendekatan yang kreatif dan mudah diakses. Keberhasilan ini dipengaruhi oleh kemampuan warga dalam membuat konten yang menarik, keterbukaan pemerintah desa terhadap teknologi digital, serta meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi digital. Namun, masih terdapat kendala seperti keterbatasan infrastruktur dan rendahnya literasi digital pada sebagian warga.</p>
      <p id="_paragraph-31">Diperlukan dukungan berkelanjutan berupa pelatihan, pendampingan teknis, dan peningkatan akses internet untuk memastikan pemanfaatan TikTok dapat terus berkembang dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh masyarakat desa. Dengan strategi yang tepat, TikTok berpotensi menjadi sarana komunikasi, edukasi, dan promosi yang efektif dalam pembangunan desa yang berkelanjutan.</p>
      <p id="paragraph-a19985b79be25f961abe3f38388eae86">
        <bold id="bold-01d1e2bdec2601316d9b6a80f02b7d3a">Lampiran </bold>
      </p>
      <fig id="figure-panel-5cacb12610c2941ab078d41c41b063bb">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="bold-2">Foto Kegiatan Dilab Komputer MA. Al-Arqom Sarirejo</bold>
          </title>
          <p id="paragraph-0f8ddf412daead5ae6942dedd4ac85f2" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-af567fcbd0419ff8387805ca4ebe6c08" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="pic1.png" />
      </fig>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>