<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Marketing Mix Strategy to Increase Competitiveness of Nirvana Beach</article-title>
        <subtitle>Strategi Marketing Mix Untuk Meningkatkan Daya  Saing Pantai Nirwana</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-90b85625eda895bec113055c12f6063c" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Hamid</surname>
            <given-names>Siti Nur Cholisa</given-names>
          </name>
          <email>sitinur@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-5cb20f4cd1656be156a5d8d7f8f1ae44" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Muis</surname>
            <given-names>Lidya Shery</given-names>
          </name>
          <email>lidyasherymuis@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2024-10-25">
          <day>25</day>
          <month>10</month>
          <year>2024</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-7ae84aa56047240e5325d1f0d3df24a8">
      <title>
        <bold id="bold-f0447d884c525ca9460443243a8651a4">PENDAHULUAN</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-4">Strategi pemasaran dalam pariwisata sangat penting untuk meningkatkan daya tarik tujuan lokal serta memajukan perekonomian daerah [1]. Setiap tahun, jumlah kunjungan wisatawan ke kota Padang mengalami peningkatan. Salah satu objek wisata yang paling populer di kalangan wisatawan di Kota Padang adalah wisata pantai. Seperti wisata pantai Padang, pantai Air Manis, pantai Nirwana, dan pantai Nirwana. Setiap pantai memiliki keunikan masing-masing yang menarik perhatian pengunjung dengan karakteristik yang bervariasi. Pantai Nirwana terkenal karena keindahan alamnya yang terjaga, pasir putih yang halus, serta air laut yang bening. Gelombangnya yang cukup tenang membuat pantai ini ideal untuk berenang, snorkeling, dan memancing. Namun, jika dibandingkan dengan pantai-pantai lain di Padang, Pantai Nirwana masih mengalami beberapa tantangan terkait aksesibilitas, harga, fasilitas, dan promosi. Untuk meningkatkan kompetisi diperlukan taktik pemasaran dalam menghadapi saingan industri di sektor pemasaran [2].</p>
      <p id="_paragraph-5">Pantai Nirwana masih didominasi oleh pengunjung lokal dengan pola kunjungan yang bersifat musiman, umumnya meningkat saat akhir pekan dan libur nasional. Pantai ini juga belum banyak dijangkau oleh wisatawan luar daerah maupun mancanegara. Di sisi lain, Pantai Carocok memiliki jangkauan pasar yang lebih luas dan konsisten sepanjang tahun, khususnya pada masa liburan sekolah dan hari besar nasional. Selain itu, Carocok memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi bagi rombongan sekolah atau komunitas, yang menjadikannya lebih kompetitif dalam hal pasar dan keberlanjutan pengunjung.</p>
      <p id="_paragraph-6">Dari sisi sumber daya manusia, Pantai Nirwana masih menghadapi berbagai kendala, terutama kurangnya pelatihan di bidang pelayanan wisata, keamanan, dan hospitality. Jumlah petugas seperti pemandu wisata maupun informasi wisatawan juga masih sangat terbatas. Sebaliknya, Pantai Carocok memiliki sistem pengelolaan SDM yang lebih baik, dengan tenaga kerja yang beragam seperti pedagang, petugas kebersihan, pengelola parkir, dan pemandu wisata yang sudah mendapat pelatihan dari dinas pariwisata. Layanan di Pantai Carocok juga lebih profesional dan responsif terhadap kebutuhan wisatawan, sehingga meningkatkan kualitas pengalaman berkunjung secara keseluruhan.</p>
      <p id="_paragraph-7">Persaingan dalam konteks pemasaran adalah kondisi di mana suatu pelaku usaha berada di pasar produk atau jasa tertentu dan menunjukkan keunggulannya masing-masing, baik dengan atau tanpa aturan tertentu, dalam rangka menarik minat konsumen. Dalam industri pariwisata yang semakin kompetitif, setiap destinasi atau pelaku usaha wisata harus mampu memenuhi kebutuhan serta keinginan wisatawan agar tetap diminati[3]. Untuk dapat bersaing dengan destinasi wisata lain, diperlukan upaya peningkatan kualitas pelayanan dan daya tarik wisata sehingga mampu memberikan pengalaman yang memuaskan bagi pengunjung.</p>
      <p id="_paragraph-8">Agar dapat bertahan dalam persaingan pasar, Pantai Nirwana perlu lebih kreatif dan inovatif dengan menerapkan penyesuaian teknik strategi pemasaran yang tepat dan efisien untuk menjaga pangsa pasar, sehingga diharapkan usaha yang didirikan mampu meningkatkan daya saing. Daya saing adalah kemampuan perusahaan untuk menawarkan produk yang lebih baik dibandingkan dengan pesaing di bidang yang sama [4]. Strategi Pemasaran untuk meningkatkan daya saing pantai Nirwana melibatkan penerapan strategi bauran pemasaran (Marketing Mix) 7P yaitu produk, harga, promosi, tempat, orang, bukti fisik, dan proses[5].</p>
      <p id="_paragraph-9">Strategi pemasaran merupakan pilar penting dalam pengembangan pariwisata, khususnya dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata lokal. Di Kota Padang, sektor pariwisata menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp35,6 miliar pada tahun 2024, dengan wisata pantai menjadi kontributor utama. Pantai Nirwana sendiri mencatat sekitar 75.000 kunjungan wisatawan per tahun, dengan dominasi pengunjung lokal dan regional. Meski demikian, jumlah ini masih jauh di bawah Pantai Air Manis dan Pantai Carocok Painan yang rata-rata dikunjungi lebih dari 150.000 wisatawan setiap tahunnya.</p>
      <p id="_paragraph-10">Berbagai studi menunjukkan pentingnya strategi pemasaran destinasi pantai di kawasan Indonesia dan ASEAN. Penelitian oleh [6] menekankan perlunya diversifikasi produk wisata pantai untuk meningkatkan daya saing. Studi [7] di Gorontalo menyoroti efektivitas digital marketing dalam menarik wisatawan muda. Sementara itu [8] mengungkap pentingnya adaptasi teknologi dalam pemasaran destinasi di pasar ASEAN. Penelitian di Pantai Sanur oleh [9] menunjukkan bahwa kolaborasi komunitas lokal memperkuat aspek keberlanjutan pemasaran. [10] pada hotel pantai di Situbondo menekankan peran kualitas pelayanan dalam membangun citra destinasi.</p>
      <p id="_paragraph-11">Meski berbagai riset tersebut menawarkan wawasan penting, belum ada penelitian yang secara spesifik menguji efektivitas strategi marketing mix 7P di destinasi pantai berskala lokal di Sumatera Barat, khususnya dalam konteks Pantai Nirwana. Hal ini menjadi kesenjangan riset yang relevan untuk diisi, mengingat karakteristik pantai berskala lokal menghadirkan tantangan pemasaran yang berbeda dibandingkan destinasi berskala nasional.</p>
      <p id="_paragraph-12">Selain itu, tren global saat ini mengarah pada penerapan smart tourism dan sustainable marketing dalam strategi pemasaran destinasi. Smart tourism mengacu pada pemanfaatan teknologi digital untuk promosi, layanan, dan pengalaman wisatawan. Di sisi lain, sustainable marketing menekankan keseimbangan antara peningkatan kunjungan wisatawan dan keberlanjutan sosial-ekologis destinasi. Kedua pendekatan ini penting untuk diintegrasikan dalam pengembangan Pantai Nirwana sebagai destinasi wisata unggulan.</p>
      <p id="_paragraph-13">Dari sisi metodologi, penelitian ini menawarkan kebaruan dengan menggunakan aplikasi NVivo untuk analisis tematik, suatu pendekatan yang jarang diterapkan pada kajian strategi pemasaran di sektor pariwisata pantai lokal di Indonesia. Penggunaan NVivo memungkinkan pengolahan data wawancara dan observasi secara sistematis dan mendalam.</p>
      <p id="_paragraph-14">Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah menganalisis strategi marketing mix 7P pada Pantai Nirwana serta mengidentifikasi elemen-elemen pemasaran yang perlu diperkuat untuk meningkatkan daya saing destinasi, melalui pendekatan analisis tematik berbantuan NVivo.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-90d3864b2e21db496834f104e94e074e">
      <title>
        <bold id="bold-1280af04f81668411f4f3453e72770fb">METODE</bold>
      </title>
      <sec id="heading-2d703212cfec5b7d682643f072e329b6">
        <title>Jenis Desain</title>
        <p id="_paragraph-18">Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal, berfokus pada satu lokasi yaitu Pantai Nirwana, Kota Padang. Studi kasus tunggal ini dipilih untuk menggali secara mendalam strategi pemasaran 7P dalam konteks destinasi wisata pantai berskala lokal di Sumatera Barat.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-ba96ccfa2251fb1078a4d6aa4d1cb37f">
        <title>Sumber Data dan Partisipan</title>
        <p id="_paragraph-20">Sumber data diperoleh melalui:</p>
        <p id="_paragraph-21">Wawancara mendalam dengan 5 informan utama, terdiri dari:</p>
        <p id="_paragraph-22">1 pengelola utama Pantai Nirwana,</p>
        <p id="_paragraph-23">1 perwakilan Dinas Pariwisata Kota Padang,</p>
        <p id="_paragraph-24">1 pelaku usaha lokal (pedagang),</p>
        <p id="_paragraph-25">1 wisatawan lokal,</p>
        <p id="_paragraph-26">1 wisatawan dari luar daerah.</p>
        <p id="_paragraph-27">Kriteria pemilihan informan adalah:</p>
        <p id="_paragraph-28">Terlibat aktif dalam pengelolaan atau aktivitas wisata di Pantai Nirwana,</p>
        <p id="_paragraph-29">Memiliki pengalaman langsung terkait layanan wisata pantai. Teknik triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan data hasil wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi fisik di lokasi wisata.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-b8762b20b7a37bfc79c3f95d076ae1a4">
        <title>Instrumen Penelitian</title>
        <p id="_paragraph-31">Instrumen utama adalah pedoman wawancara semi-terstruktur yang dikembangkan berdasarkan indikator dalam bauran pemasaran 7P:</p>
        <p id="_paragraph-32">1.Product: jenis dan kualitas produk wisata,</p>
        <p id="_paragraph-33">2.Price: strategi harga tiket dan layanan,</p>
        <p id="_paragraph-34">3.Place: aksesibilitas dan lokasi,</p>
        <p id="_paragraph-35">4.Promotion: strategi promosi yang digunakan,</p>
        <p id="_paragraph-36">5.People: kualitas SDM dalam pelayanan wisata,</p>
        <p id="_paragraph-37">6.Process: sistem pelayanan pengunjung,</p>
        <p id="_paragraph-38">7.Physical Evidence: kondisi fasilitas fisik di lokasi.</p>
        <p id="_paragraph-39">Setiap indikator dijabarkan menjadi pertanyaan panduan untuk menggali persepsi dan pengalaman informan.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-d0b5670f3f70e77a1ece5ceb60eb2f4e">
        <title>Analisis Data</title>
        <p id="_paragraph-41">Data dianalisis menggunakan analisis tematik berbantuan software NVivo 14. Proses analisis dilakukan melalui tiga tahap utama:</p>
        <p id="_paragraph-42">1.Open Coding: mengidentifikasi dan memberi label pada unit-unit data yang relevan dengan 7P.</p>
        <p id="_paragraph-43">2.Axial Coding: menghubungkan kategori dari open coding untuk menemukan hubungan antar tema (misalnya keterkaitan antara produk dan promosi).</p>
        <p id="_paragraph-44">3.Selective Coding: memilih tema sentral yang menjelaskan strategi pemasaran Pantai Nirwana secara menyeluruh.</p>
        <p id="_paragraph-45">Proses coding dilakukan secara iteratif hingga diperoleh tema yang representatif. Validasi dilakukan melalui triangulasi data dan diskusi antar peneliti.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-1d328989e5cfcf79f869677f592b96f0">
      <title>
        <bold id="bold-5ddfc1cf86a38ca3f767cbd9af8fcbfd">HASIL DAN PEMBAHASAN</bold>
      </title>
      <sec id="heading-5656456a4020e7f4800dba6d81927e84">
        <title>A.Profil pantai Nirwana</title>
        <fig id="figure-panel-68a9be16d02b539314e6c80f56b1dee3">
          <label>Figure 1</label>
          <caption>
            <title> Pantai Nirwana</title>
            <p id="paragraph-c61bbe70d2b8be581536a2acbc5d3931" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-bb85e6670239e3653719b346c226794e" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="gambar 1 11680.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-49">Pantai Nirwana adalah sebuah objek wisata pantai yang terletak di daerah Bungus, 20 km di sebelah Selatan Kota Padang, Sumatera Barat. Nama pantai Nirwana sendiri diberi karna pemilik mempunyai seorang putri yang bernama Nirwana. Pantai Nirwana berdiri pada tahun 79. Dapat dicapai dengan kendaraan umum atau dengan kendaraan pribadi. Kurang lebih 45-60 menit dari pusat kota, arah ke kota Painan di Pesisir Selatan. Jalan menuju ke Pantai Nirwana melewati pelabuhan Teluk Bayur. Sangat indah karena melewati bebukitan dengan pemandangan laut dan teluk.</p>
        <p id="_paragraph-50">Kelebihan Objek wisata ini adalah memiliki Pantai yang bersih dan ombak laut yang tenang karena berada didalam Teluk Bungus. Pantainya pasir landai tidak berkarang dan pasirnya bersih sehingga aman untuk semua umur berenang dan bermain di pantai. Bagi pengunjung yang membawa kendaraan sendiri, dapat langsung parkir ditepi pantai. Keunggulan lainnya adalah pantai ini memiliki pemandangan yang indah, serta landscape pepohonan Cemara Laut yang rimbun, sehingga panas terik pantai tidak akan terasa, malahan akan terasa sejuk diterpa angin laut sepoi-sepoi membuat pengunjung betah berlama-lama. (Observasi tanggal 5 Januari 2025).</p>
        <table-wrap id="table-figure-20ea3be3a6a3cc2df7af1176494e8545">
          <label>Table 1</label>
          <caption>
            <p id="paragraph-dfaa0595e8a2bccec8fdfca3eaabead6" />
          </caption>
          <table id="table-03cfedfc312a9e6419bdff1ffeeee15f">
            <tbody>
              <tr id="table-row-447a20c00ee539517712ded447ae4c78">
                <th id="table-cell-db7ac35a5461d08cd68a4644a567b4b4"> Elemen 7P </th>
                <th id="table-cell-c3ee5bfc024e4defa4609d2e6c46069f"> Kondisi Saat Ini </th>
                <th id="table-cell-9eb95dc8ee18306483f09e6a17884723"> Kelebihan </th>
                <th id="table-cell-216f7ce15e27c91787b8e0593672f41c"> Kekurangan </th>
                <th id="table-cell-bd6889285fc26523234fd1c39b96b10a"> Rekomendasi </th>
              </tr>
              <tr id="table-row-19bcd4a5ef64fca7ec190cc87d15bfb0">
                <td id="table-cell-f8f566650c57794a5fffe6e5c2487d92"> Product </td>
                <td id="table-cell-81f481ba418283149738308978ed4dc0"> Tiga produk utama:   penginapan, sewa perahu, banana boat </td>
                <td id="table-cell-3635406b29140948c6d523644f856db5"> Alam alami, pantai   bersih, banyak pepohonan </td>
                <td id="table-cell-bd967b677275e63718aacdce7f83db51"> Produk wisata   sangat terbatas, kalah saing dengan pantai lain </td>
                <td id="table-cell-a386be1f103876a17a4614ce8e7c8636"> Diversifikasi   produk wisata air, spot foto, wahana baru </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-60280789232169819ac0d9d5ed69bf1a">
                <td id="table-cell-e6f26ea0c01c4dfe2f3c892227009f8c"> Price </td>
                <td id="table-cell-c847b28c20a4c383c0f475d63fe200ca"> Tiket masuk murah,   harga penyewaan standar </td>
                <td id="table-cell-3ff0efbeb00d88c6b61f27ef19a7b1e2"> Harga terjangkau,   paket penginapan tersedia </td>
                <td id="table-cell-dfeaf08ebe89a5aa15cb4abcbdf5c8c8"> Tidak ada paket   wisata bundling atau diskon grup </td>
                <td id="table-cell-a78df790323a0b07316f960467369e6e"> Buat paket harga   terintegrasi (tiket + wahana + penginapan) </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-54075618bb758baf92bc5e7a6f791236">
                <td id="table-cell-9ebf3e8e8189dd61007b0776092f7cfb"> Place </td>
                <td id="table-cell-a6d3fe06313c279173a23486929bbec7"> Lokasi cukup   strategis, akses trans Padang </td>
                <td id="table-cell-06c912186e6c6777d2d952013b40101b"> Mudah dicapai,   dekat pusat kota </td>
                <td id="table-cell-1cd0e6fde039d67a4a2673c527fb1c43"> Transportasi umum   terbatas, fasilitas petunjuk masih sederhana </td>
                <td id="table-cell-8c30758feb960b4f09bfaedebcdfd8e9"> Perbaikan akses   dan fasilitas informasi lokasi </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-512b29512dfd6dd6558f7a0cceb26cbf">
                <td id="table-cell-4c9b0a222759060155278356b46293b6"> Promotion </td>
                <td id="table-cell-0003462cb788a2ff20552a84e8cd2a25"> Promosi dominan   via radio dan viral pengunjung </td>
                <td id="table-cell-475233dad5b8937e362e20bcc8df23d7"> Ada promosi di   Star Radio FM </td>
                <td id="table-cell-c3b0cfed0c94f2a4a5eb0f1cd8f337b1"> Minim promosi   digital resmi, tidak ada media sosial resmi </td>
                <td id="table-cell-220d22ea4386edf107d69f8f0488a08f"> Maksimalkan   Instagram, TikTok, website, kerja sama dengan travel agent </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-080e619a995f54bfa1937ec655bc0a2a">
                <td id="table-cell-0280fa878a889fa51dc898796ffe9a4a"> People </td>
                <td id="table-cell-f31db708a0614d86418a78a9e89ab75a"> SDM 20 orang,   direkrut lokal, tamatan SMA </td>
                <td id="table-cell-3c91017a146bca49d4cbbaac80d7cb4a"> SDM lokal, biaya   operasional lebih rendah </td>
                <td id="table-cell-03d5ebdef5b212669db3a9e8f09baaaa"> Kualitas layanan   rendah, kurang pelatihan SDM </td>
                <td id="table-cell-93b938560354bf6da699939df969777a"> Pelatihan   hospitality, keamanan, informasi wisata </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-bc1f83ddd2edcdc981dc2c0d135af383">
                <td id="table-cell-703b28fb1c08f4f35c505cc6f3095ce1"> Process </td>
                <td id="table-cell-5abe0702cc4dc64b4f127bfde3c37d9f"> Sistem layanan   manual, belum ada layanan online </td>
                <td id="table-cell-99c8aee80e08b6dd90b427cb9ad820f1"> Ada koordinasi dan   evaluasi rutin </td>
                <td id="table-cell-8d1fa43de5658ab3b37d7896ce49d840"> Layanan tidak   terstandardisasi, info layanan terbatas </td>
                <td id="table-cell-cc8f644fc6217499c8a1ce0d75a34078"> Digitalisasi   layanan, SOP pelayanan pengunjung </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c7857bacc272428c3d5c81f53a10fbe4">
                <td id="table-cell-c7b7b4eb97f9307860cc729a7eb92ca4"> Physical Evidence </td>
                <td id="table-cell-e726a8da430e39939baf18136b3e5637"> Pantai bersih,   fasilitas standar (toilet, parkir, mushola) </td>
                <td id="table-cell-3c77b40c4d75731c03ab1a8783f1cb12"> Lingkungan alami,   spot foto alami </td>
                <td id="table-cell-e1489ac79179797fd0825f9d7f3a7d11"> Area publik tidak   tertata baik, fasilitas fisik terbatas </td>
                <td id="table-cell-6802b86409210e5e624b87315fb95499"> Penataan kawasan   wisata, desain fasilitas visual, standar kebersihan konsisten </td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-59">DIAGRAM BATANG FREKUENSI KODE NVIVO DAN VISUALISASI DATA NUMERIK</p>
        <p id="_paragraph-60">Diagram Batang Frekuensi Kode NVivo (7P)</p>
        <table-wrap id="table-figure-765215adaf4556f0a6d473812f7b4041">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <p id="paragraph-1aca4d9a80f8bd364eb05a9f055ae9cd" />
          </caption>
          <table id="table-286bbfbea4e00154accdc5f212faee3b">
            <tbody>
              <tr id="table-row-28f7d48436e47031020e2f64ce0f431d">
                <th id="table-cell-1236a5479619e6e78be05b2addcb9e61"> Elemen 7P </th>
                <th id="table-cell-5611c1a9d87e1946e9b5285520ac2488"> Jumlah Kode </th>
              </tr>
              <tr id="table-row-9b877e7cb52632d9b029f01270ebe3c7">
                <td id="table-cell-d2d7e166e37abbe8ad8fbe5614d44b19"> Promotion </td>
                <td id="table-cell-53716ba6363ef848a1858945e06c712b"> 25 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c3703d3902e89cb92aca629526103046">
                <td id="table-cell-732243455bb5da8fe49edfc973ba92fe"> People </td>
                <td id="table-cell-0bae6e15e23755c0f434855e684ef6b5"> 22 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-19e46f78b4ce9f2b5e834282de05a909">
                <td id="table-cell-e074cde9f56e1358cde5f3d90c62f1f9"> Process </td>
                <td id="table-cell-879a98aea4b78b0b27021de947b87072"> 19 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f25f46272a435f517a0f8e9860d78e97">
                <td id="table-cell-72f2d122d1ff7a3efe0a44e16f96ea58"> Physical   Evidence </td>
                <td id="table-cell-1a3e8780b561a8e08a36128df802a28c"> 18 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-5a7715f207ae43bc4f3cfd8e4242bd99">
                <td id="table-cell-5290701a46541b60d54966542b5094bf"> Product </td>
                <td id="table-cell-c972ee5553cdf25ff605566ef21faf84"> 14 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-9c03b1e4af154f2ddbbbd1a959092c8b">
                <td id="table-cell-f41f97706f7bcb04c4670602266783f1"> Place </td>
                <td id="table-cell-9fc311f6e3afad83a1eef11d16dcc81e"> 11 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-88d2bd4697e27196c234938947e15e0b">
                <td id="table-cell-2eab578ae36f2c4b0289b1031e139495"> Price </td>
                <td id="table-cell-9294da8a7991721e13ac9924c9f7d197"> 9 </td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-69">Keterangan: Promotion dan People merupakan elemen yang paling banyak dikritisi, terlihat dari jumlah kode/isu yang lebih tinggi dibanding elemen lainnya.</p>
        <p id="_paragraph-70">Visualisasi dalam bentuk diagram batang direkomendasikan untuk memudahkan identifikasi elemen terlemah.</p>
        <p id="_paragraph-71">________________________________________________________________________________</p>
        <p id="_paragraph-72">1.1)Visualisasi Data Numerik</p>
        <p id="_paragraph-73">1)Grafik Lini – Perbandingan Jumlah Pengunjung Tahunan</p>
        <table-wrap id="table-figure-fb3e4f6ad3b060d3e8e6e15327dfb426">
          <label>Table 3</label>
          <caption>
            <p id="paragraph-cf9c8efdee93bee92739c209aafab14d" />
          </caption>
          <table id="table-e0b6f6d4730cf139d7a8cb4d368baa5f">
            <tbody>
              <tr id="table-row-83968b9b1b31c2030eab06675c6921b6">
                <th id="table-cell-e0678db5da73e9c6a6bbeda34cd7f69f"> Destinasi </th>
                <th id="table-cell-ef6b8dbc7c6320ffb1b263a23b64174d"> Jumlah Pengunjung (±) </th>
              </tr>
              <tr id="table-row-a5dd5a5b2caf985b96049c45f7c80ef8">
                <td id="table-cell-822649a2f64452aa6b40e0795fb17d97"> Pantai   Nirwana </td>
                <td id="table-cell-961fb1e2bb9c38a1303935a3165bd23b"> 75.000 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-94f2eb0209ecf13cd401fad9d7638b43">
                <td id="table-cell-b7cd79b0e453bb0d486f6b83bd79e1df"> Pantai   Air Manis </td>
                <td id="table-cell-b375eae591b32af25f632b41c18ee1fa"> 150.000 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f13589bf81c06fd703e964fd8d16d557">
                <td id="table-cell-5b552f429c5cfb87a7cdc0b0bd71fc7a"> Pantai   Carocok Painan </td>
                <td id="table-cell-19f097f39766d6b2c7e02b7dee16216e"> 150.000 </td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-78">Grafik lini direkomendasikan untuk menampilkan tren perbandingan jumlah pengunjung antara tiga destinasi wisata.</p>
        <p id="_paragraph-79">________________________________________________________________________________</p>
        <p id="_paragraph-80">2)Pie Chart – Distribusi Jenis Wisatawan</p>
        <p id="_paragraph-81">a. Wisatawan Lokal: 85%</p>
        <p id="_paragraph-82">b. Wisatawan Luar Daerah: 15%</p>
        <p id="_paragraph-83">Pie chart dapat digunakan untuk menggambarkan proporsi dominasi wisatawan lokal dibanding wisatawan luar daerah.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-1f3f0bc2f17301418d93c2b89707d313">
        <title>B.Strategi Pemasaran pantai Nirwana dalam Meningkatkan Daya Saing</title>
        <p id="_paragraph-85">Strategi Pemasaran dalam meningkatkan daya saing pantai Nirwana adalah dengan menggunakan strategi bauran pemasaran (Marketing Mix) 7P product, price, promotion, place, People, Physical evidence dan process[11]</p>
        <p id="_paragraph-86">1.Produk (product)</p>
        <p id="_paragraph-87">produk adalah barang atau jasa yang disediakan untuk konsumen. Pelanggan atau konsumen tidak hanya membeli barang atau jasa, tetapi mereka membeli manfaat dari produk yang diperoleh oleh pelanggan atau konsumen baik dalam bentuk barang, jasa, atau keduanya [12]. Produk adalah elemen paling krusial, karena dapat memengaruhi strategi pemasaran yang lain. Produk adalah barang yang diperdagangkan dengan maksud untuk meraih keuntungan dari hasil inovasi sebuah tim pemasaran atau perusahaan. Produk ini umumnya adalah sarana untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen serta memiliki bentuk fisik yang dapat dilihat dan menarik. Dalam mengelola bisnis, tanggung jawab utama pemasar adalah dapat memenuhi kebutuhan yang diinginkan oleh wisatawan. Dalam memenuhi kebutuhan wisatawan, pemasar perlu melakukan penelitian (riset) pasar terlebih dahulu agar produk yang dikembangkan menarik dan memberikan manfaat atau kepuasan bagi wisatawan.</p>
        <fig id="figure-panel-1114612c80eb2fd2cce8019c62ee057a">
          <label>Figure 2</label>
          <caption>
            <title>Hasil Produk Yang Tersedia</title>
            <p id="paragraph-588071e1ffde0fb1d7c9ec657c83c08e" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-795d5e6b8d7b5f1ff7c1f8fccdc9e59b" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="gambar 2 11680.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-89">Sumber peneliti</p>
        <p id="_paragraph-90">Dalam wawancara dengan penulis pak budi menyatakan, bahwa:</p>
        <p id="_paragraph-91">“sampai saat ini pantai Nirwana cuman ada tiga produk wisata yaitu penginan buat wiatawan, penyewaan perahu buat owisatawan yang ingin pergi kepulau, dan wahana permainan air banana bot. belum ada tambahan sampai sekarang” (wawancara tanggal 24 mei 2025).</p>
        <p id="_paragraph-92">Pantai Nirwana menawarkan tiga produk kewisatawan yaitu penginapan, penyewaan perahu dan banana bot. pantai Nirwana kurang mampu bersaing dengan tempat yang lainnya, seperti pantai carocok painan yang menyediakan banyak produk wahana main air. yang membedakan pantai Nirwana dengan pantai lain yaitu pantai Nirwana lebih banyak tanaman dan pohon yang membuat tempat ini lebih sejuk. (Observasi tanggal 6 april 2025).</p>
        <p id="_paragraph-93">1.Harga (price)</p>
        <p id="_paragraph-94">Harga yaitu jumlah semua nilai yang diberikan oleh pelanggan untuk mendapatkan keuntungan dari memiliki atau menggunakan suatu produk atau jasa [13]. Harga merupakan elemen penting dalam bauran pemasaran karena langsung mempengaruhi pendapatan dan keuntungan perusahaan.</p>
        <fig id="figure-panel-17876c94fad77aa2298f1057c1bd9ab9">
          <label>Figure 3</label>
          <caption>
            <title>Harga Produk Pantai Nirwana</title>
            <p id="paragraph-e6004c1805ce141ca00f2832c4788f50" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-fd3509d3f1323265b07b2a2c84e1e1ba" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="gambar 3 11680.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-96">Sumber peneliti</p>
        <p id="_paragraph-97">Harga tiket masuk pantai Nirwana disesuaikan dengan kemampuan ekonomi masyarakat. Artinya, harga tiket yang dijual tidak terlalu mahal sehingga masih bisa dijangkau oleh sebagian besar wisatawan lokal maupun luar. Meskipun harganya terjangkau, kualitas pelayanan produk yang diberikan tetap baik. Dalam wawancara dengan penulis pak budi menyatakan, bahwa:</p>
        <p id="_paragraph-98">“Dalam menentukan harga tiket masuk dan layanan di Pantai Nirwana, pengelola menetapkannya secara bersama-sama, kami menyesuaikan harga sesuai fasilitas yang tersedia”</p>
        <fig id="figure-panel-2988531b365ce61f3d1ad9fe8a7e31e3">
          <label>Figure 4</label>
          <caption>
            <title>Harga Tiket Masuk,Parkir Motor dan Mobil</title>
            <p id="paragraph-931bd31f31de21539f77a72c9749a29d" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-0359708421f0bfebef450f0d6b2e411b" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="GAMBAR 4 11680.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-99">(Sumber peneliti)</p>
        <p id="_paragraph-100">Dipantai Nirwana juga ada pulau umang-umang dan pulau pasir putih, untuk pergi menyeberang kepulau wisatawan bisa menyewa perahu. Untuk harga penyewaan perahu bagi wisatawan yang ingin pergi kepulau cukup membayar 50 per orang.</p>
        <fig id="figure-panel-b15778aa53dba6addf505607da8bae7c">
          <label>Figure 5</label>
          <caption>
            <title>Penyewaan Perahu Menuju Pulau</title>
            <p id="paragraph-f22fecc1e2a01b364a30d566d52ee283" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-1df052b85efd8d428343c95d6b6cdddc" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="GAMBAR 5 11680.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-101">(Sumber peneliti)</p>
        <p id="_paragraph-102">Harga penginapan mulai dari Rp200.000 untuk tipe kamar kecil untuk 2-3 orang, fasilitas yang didapdat cuman kipas satu kamar dengan 2 tempat tidur. Untuk harga 2.000.000 per malam, dikengkapi dengan dua kamar ada Ac, TV, dapur ini bagi ruangan Nevada yang muat 10 orang.</p>
        <fig id="figure-panel-f53f646133f2533eadd918d393b403c7">
          <label>Figure 6</label>
          <caption>
            <title>Penginapan Pantai Nirwana</title>
            <p id="paragraph-f578ee533f04c51d4a3e76add5539d34" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-f774cd4fc4af1bbfcb075f8f29a8d118" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="GAMBAR 6 11680.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-103"> (Sumber peneliti)</p>
        <p id="_paragraph-104">Pada masing-masing produk sudah disesuaikan dengan pertimbangan yang terbaik karena penetapan harga tersebut merupakan unsur penting karena menghasilkan penerimaan penjualan maka harga mempengaruhi tingkat penjualan, tingkat keuntungan, serta share pasar yang dapat dicapai oleh pengelola.</p>
        <fig id="figure-panel-6bfeb8bedfc2d6111f7572ad68bfbcf7">
          <label>Figure 7</label>
          <caption>
            <title>Pedagang Pantai Nirwana</title>
            <p id="paragraph-4b6761ce4dd25fb425513de13e9badb4" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-7dc05dfddb0cacc30616650e3deca6cc" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="gambar 7 11680.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-105">(sumber peneliti)</p>
        <p id="_paragraph-106">2.Tempat (plcace)</p>
        <p id="_paragraph-107">Lokasi juga merupakan salah satu faktor penting dalam strategi pemasaran yang berhasil. Lokasi merupakan area di mana perusahaan menjalankan operasional dan berada. Dalam sistem penyampaian jasa, lokasi adalah kombinasi keputusan mengenai tempat dan saluran distribusi yang berhubungan dengan cara layanan diberikan kepada pelanggan [14]</p>
        <p id="_paragraph-108">Pantai Nirwana terletak di bungus, untuk jarak waktu tempuh dari kota padang ke pntai Nirwana bisa ditempuh selama 39 menit, jika pergi naik trans padang bisa ditempuh dengan waktu selama 1 jam, karna untuk menuju pantai Nirwana di bungus bisa naik bus trans padang di kororidor 2 dekat pasar raya. Dengan membayar 3.500 kita sudah bisa sampai di pantai Nirwana.</p>
        <fig id="figure-panel-4e48e1d80230c58ff1dd97f7d80f6945">
          <label>Figure 8</label>
          <caption>
            <title>Akses Menuju Pantai Nirwana</title>
            <p id="paragraph-fb7011e1f506a162a32e17c68857abb8" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-7e3a14c2711fa4c31a4c46ca96a4e17a" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="GAMBAR 8 11680.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-109">(Sumber peneliti)</p>
        <p id="_paragraph-110">Pantai Nirwana juga terdapat papan petunjuk untuk memudahkan wisatawan seperti arah masuk,petunjuk kemushola dan jalan menju kekamar mandi. Degan hamparan pasir yang putih suasana yang masih asri dan tenang, di pantai Nirwana juga banyak terdapat pohon dan para pedagang disekitar pantai.</p>
        <fig id="figure-panel-da606d2be37d5dcc01c9c14722db9952">
          <label>Figure 9</label>
          <caption>
            <title>Hasil Tempat (Place) yang Terdapat di Pantai Nirwana</title>
            <p id="paragraph-e5a331b85151a817fd0934d37078039b" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-42486c9d168dbeabbbd6ad3807d9b553" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="GAMBAR 9 11680.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-112">Sumber peneliti</p>
        <p id="_paragraph-113">3.Promosi (promosion)</p>
        <p id="_paragraph-114">Menurut Tjiptono promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran [15]. Dalam wawancara dengan penulis pak budi menyatakan, bahwa:</p>
        <p id="_paragraph-115">“kami tidak ada melakukan promosi melalui media, untkuk promosi kami punya radio sendiri buat promosiin Nirwana. Star radio FM.96,7. tidak ada, untuk promosi Nirwana sendiri itu melalui pengunjung yang membuat postingan video, seperti mereka memposting video ditiktok atau di reels intagram, jika banyak yang menonton dan tempat ini viral. Ini juga membantu promosi secara tidak langsung oleh wisatawan ke Nirwana”</p>
        <fig id="figure-panel-ba5b74033b675383a1fb80baff6e50c7">
          <label>Figure 10</label>
          <caption>
            <title>Hasil Promosi (Promosion)</title>
            <p id="paragraph-63775b7d2a7db62cffd6fce7c10ec748" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-36be8e15ec41277a046cbf3ffbc0782a" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="GAMBAR 10 11680.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-117">Sumber peneliti</p>
        <p id="_paragraph-118">Ada banyak platform untuk memperluas pasar sasarannya, seperti Instagram, Facebook, dan TikTok, yang menjadi sarana utama untuk menyebarkan informasi, foto, video, maupun ulasan tentang keindahan Pantai Nirwana. Selain itu, promosi juga dilakukan melalui radio lokal, yaitu Star Radio FM 96.7.</p>
        <p id="_paragraph-119">4.Orang (People)</p>
        <p id="_paragraph-120">Orang mencakup semua individu yang terlibat dalam bisnis, seperti karyawan dan pelanggan. Perusahaan harus menjamin bahwa semua pihak yang berhubungan dengan bisnis, termasuk karyawan, memiliki keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk menciptakan pengalaman yang baik bagi pelanggan [16]</p>
        <p id="_paragraph-121">Dalam wawancara dengan penulis pak budi menyatakan, bahwa:</p>
        <p id="_paragraph-122">“untuk karyawan yang bekerja disini kami mengambil dari tamatan SMA dan masyarkat disini. Untuk jumlah karyawan kami sekarang sebanyak 20 orang.”</p>
        <fig id="figure-panel-695ea9dca987edabcc8b23ca1c7191f9">
          <label>Figure 11</label>
          <caption>
            <title>Orang (People)</title>
            <p id="paragraph-34718f892a9187a3116039524aa4cbdb" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-60eb68f0b7e9e9c578913ed758156e83" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="GAMBAR 11 11680.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-124">Sumber peneliti</p>
        <p id="_paragraph-125">Untuk meningkatkan daya saing dengan destinasi wisata sejenis, rekomendasi yang ditawarkan kepada pihak pengelola wisata adalah dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki, seperti melalui pelatihan-pelatihan yang bertujuan untuk menciptakan tenaga kerja yang lebih kompeten dalam melayani pengunjung. Hal ini sejalan dengan pendapat [17] yang menyatakan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam suatu organisasi merupakan upaya pembinaan agar mampu bekerja secara optimal sesuai dengan kebutuhan destinasi wisata.</p>
        <p id="_paragraph-126">5.Proses (Process)</p>
        <p id="_paragraph-127">proses pelayanan di Pantai Nirwana dilakukan melalui beberapa langkah penting. Salah satunya adalah menetapkan harga tiket, yang disesuaikan dengan fasilitas dan segmen pasar yang dituju. Selain itu, pihak pengelola juga berupaya menyediakan layanan, baik secara langsung maupun online, guna mempermudah pengunjung dalam memperoleh informasi dan melakukan reservasi. Pengelolaan di lapangan dilakukan secara manual, namun tetap berjalan dengan baik berkat adanya koordinasi yang cukup baik antara petugas serta adanya kerja sama antar tim.</p>
        <fig id="figure-panel-af93b0c72177d034d7c122e54c3df1aa">
          <label>Figure 12</label>
          <caption>
            <title>Proses (Process)</title>
            <p id="paragraph-8afe3e1ebb5919b497eec534b3d632c4" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-1e4fcc2b39f68daf575bcdb3a966f412" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="GAMBAR 12 11680.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-129">Sumber peneliti</p>
        <p id="_paragraph-130">Proses juga mencakup melakukan briefing rutin sebagai bentuk komunikasi internal agar seluruh petugas memahami tugas masing-masing dan dapat memberikan pelayanan yang maksimal. Tidak hanya itu, pihak pengelola juga melakukan evaluasi pelatihan, sebagai bentuk komitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam pelayanan wisata. Seluruh proses ini menunjukkan bahwa Pantai Nirwana memiliki sistem kerja yang terorganisir, meskipun sederhana, namun tetap memperhatikan kualitas pelayanan demi memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung.</p>
        <p id="_paragraph-131">6.Lingkungan Fisik (Physical Evidence)</p>
        <p id="_paragraph-132">Physical evidence mengacu pada bukti fisik atau fasilitas yang dapat dilihat dan dirasakan secara langsung oleh wisatawan saat mengunjungi sebuah tempat wisata. Dalam konteks ini, physical evidence terdiri dari beberapa komponen penting, yaitu lingkungan yang bersih, kondisi area yang nyaman dan rapi, area parkir yang memadai, toilet yang tersedia dan layak, serta spot foto yang menarik.</p>
        <p id="_paragraph-133">Semua elemen tersebut memberikan kesan positif dan memperkuat pengalaman berkunjung wisatawan. Dengan demikian, keberadaan fasilitas fisik yang baik tidak hanya meningkatkan kepuasan pengunjung tetapi juga memperkuat daya saing destinasi wisata seperti Pantai Nirwana. Hal ini selaras dengan pendapat [18] bahwa bukti fisik perlu dilakukan dengan seksama, karena dapat memengaruhi kesan pertama yang diterima oleh pelanggan.</p>
        <fig id="figure-panel-3a4b207bec52221284a85babf86ae2eb">
          <label>Figure 13</label>
          <caption>
            <title>Lingkungan Fisik (Physical Evidence)</title>
            <p id="paragraph-029330053b8aa8cfcabe6cf893e2dbf8" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-ff565923181ed1c5c74a845e40a09534" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="GAMBAR 15 11680.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-135">Sumber peneliti</p>
        <p id="_paragraph-136">1.Service Quality (Parasuraman, Zeithaml, Berry): Kualitas layanan di Pantai Nirwana yang dinilai rendah (People, Process) menunjukkan lemahnya dimensi reliability, responsiveness, dan assurance dari model SERVQUAL. Temuan ini menguatkan teori bahwa kualitas layanan menjadi determinan utama dalam pengalaman wisata.</p>
        <p id="_paragraph-137">2.Destination Competitiveness (Crouch &amp; Ritchie Model): Temuan menunjukkan Nirwana kalah saing dibanding destinasi lain karena aspek manajemen SDM dan promosi. Ini memvalidasi kerangka destination competitiveness yang menempatkan manajemen pemasaran dan pelayanan sebagai faktor inti daya saing destinasi.</p>
        <p id="_paragraph-138">3.Kotler &amp; Keller (2020): Penerapan marketing mix 7P di Pantai Nirwana yang belum optimal menguatkan prinsip Kotler bahwa ketidakseimbangan implementasi 7P (terutama promosi dan proses) dapat menghambat pencapaian pasar yang lebih luas</p>
        <p id="_paragraph-139">Promosi Pantai Nirwana yang lemah tidak hanya disebabkan minimnya penggunaan media digital, namun juga terkait keterbatasan kapasitas SDM dalam bidang pemasaran digital dan keterbatasan anggaran pengelola. Promosi lebih banyak bergantung pada viralitas organik di media sosial tanpa strategi yang terencana. Hal ini menunjukkan bahwa faktor internal pengelola turut berkontribusi pada lemahnya aspek promosi.</p>
        <p id="_paragraph-140">Implikasi Praktis (Bagi Pengelola)</p>
        <p id="_paragraph-141">1.Pengelola perlu fokus pada pelatihan SDM bidang hospitality, pemasaran digital, dan layanan wisata.</p>
        <p id="_paragraph-142">2.Digitalisasi layanan (booking, informasi, promosi) menjadi prioritas.</p>
        <p id="_paragraph-143">3.Anggaran promosi harus ditingkatkan dengan kolaborasi bersama Dinas Pariwisata dan pihak swasta.</p>
        <p id="_paragraph-144">Implikasi Teoretis (Bagi Kajian Pariwisata)</p>
        <p id="_paragraph-145">1.Studi ini memperkuat model 7P dan kerangka destination competitiveness dalam konteks destinasi pantai lokal.</p>
        <p id="_paragraph-146">2.Temuan menunjukkan perlunya adaptasi teori pemasaran destinasi pada skala kecil-menengah dengan mempertimbangkan keterbatasan sumber daya lokal.</p>
        <p id="_paragraph-147">3.Kontribusi penelitian ini memperluas validasi aplikasi service quality dan destination competitiveness pada wisata lokal di Sumatera Barat</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-fc90ed0e90bdc421eb1135b3d431234d">
      <title>
        <bold id="bold-7d0c41cd400b4eb752d0f316b784691b">SIMPULAN</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-149">Berdasarkan tujuan untuk menganalisis efektivitas 7P dalam meningkatkan daya saing Pantai Nirwana, penelitian menemukan bahwa implementasi bauran pemasaran 7P di Pantai Nirwana masih belum optimal, khususnya pada elemen promosi, people, process, dan physical evidence. Keunggulan produk alami dan harga kompetitif belum diimbangi dengan strategi promosi digital, pengelolaan SDM, serta fasilitas fisik yang memadai untuk meningkatkan daya saing secara berkelanjutan. Studi ini memberikan kontribusi teoritis dengan memperluas penerapan konsep marketing mix 7P, service quality, dan destination competitiveness dalam konteks destinasi wisata pantai lokal di Sumatera Barat, yang sebelumnya belum banyak diteliti. Pendekatan analisis tematik berbantuan NVivo juga menjadi kebaruan metodologis dalam kajian pemasaran destinasi di wilayah ini. Batasan studi terletak pada fokus kasus tunggal di Pantai Nirwana, jumlah informan yang terbatas, serta belum dilakukannya pengukuran kuantitatif terhadap persepsi wisatawan. Oleh karena itu, riset lanjutan disarankan untuk memperluas lingkup kajian dengan studi komparatif antar beberapa destinasi pantai lokal, menggunakan pendekatan campuran (mixed methods), serta mengukur dampak strategi pemasaran terhadap kepuasan dan loyalitas wisatawan secara kuantitatif.</p>
      <p id="_paragraph-150">Penerapan bauran pemasaran meliputi:</p>
      <p id="_paragraph-151">1.Produk (Product): Pantai nirwana memiliki keunggulan berupa keindahan alam yang alami, pasir putih yang lembut, dan ombak yang tenang. Namun, keberagaman aktivitas wisata dan fasilitas pendukung masih perlu ditingkatkan untuk memberikan pengalaman lebih bagi wisatawan.</p>
      <p id="_paragraph-152">2.Harga (Price): Harga tiket masuk ke Pantai nirwana tergolong terjangkau, sehingga menjadi nilai tambah. Namun, strategi harga paket dan variasi produk wisata belum dimanfaatkan secara optimal untuk menarik segmen pasar yang lebih luas.</p>
      <p id="_paragraph-153">3.Tempat (Place): Lokasi Pantai nirwana cukup strategis dan mudah dijangkau, tetapi aksesibilitas dan transportasi umum menuju lokasi masih perlu diperbaiki agar lebih nyaman bagi wisatawan luar daerah.</p>
      <p id="_paragraph-154">4.Promosi (Promotion): Promosi masih sangat terbatas dan belum memanfaatkan secara maksimal media digital, media sosial, dan kolaborasi dengan agen perjalanan. Hal ini menyebabkan rendahnya tingkat pengenalan pantai ini di kalangan wisatawan luar daerah.</p>
      <p id="_paragraph-155">5.Orang (People): Kualitas sumber daya manusia (SDM) di area wisata masih kurang, terutama dalam hal pelayanan, keamanan, dan informasi. Pelatihan dan pengembangan SDM sangat diperlukan untuk meningkatkan profesionalitas pelayanan.</p>
      <p id="_paragraph-156">6.Proses (Process): Proses pelayanan di Pantai nirwana belum tertata secara sistematis. Belum adanya sistem layanan terpadu membuat pengunjung harus mengandalkan informasi yang terbatas.</p>
      <p id="_paragraph-157">7.Bukti Fisik (Physical Evidence): Kebersihan, fasilitas umum, dan tampilan visual pantai masih belum maksimal. Penataan kawasan wisata yang estetis dan terstandarisasi perlu dilakukan untuk menciptakan citra destinasi yang kuat.</p>
      <p id="_paragraph-158">Secara keseluruhan, strategi marketing mix 7P di Pantai nirwana masih perlu diperkuat dan diintegrasikan secara konsisten. Upaya peningkatan dalam aspek produk, promosi, SDM, dan bukti fisik akan mampu meningkatkan daya saing Pantai nirwana, menjadikannya destinasi yang tidak hanya diminati oleh wisatawan lokal tetapi juga menarik bagi wisatawan regional dan nasional.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-eb25f087ee264a8dd1846316e853dcce">
      <title>UCAPAN TERIMA KASIH</title>
      <p id="_paragraph-160">Peneliti ingin mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung penelitian ini sampai selesai, terutama kepada pengelola Pantai Nirwana, pelaku usaha, pedagang, dan wisatawan yang telah bersedia meluangkan waktu sebagai narasumber dalam penelitian ini</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>