<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Development of ESD E-Modules for Students' Ecoliteracy and Critical Thinking</article-title>
        <subtitle>Pengembangan E-Modul ESD untuk Ekoliterasi dan Berpikir Kritis Siswa</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-a505437cb934fa919c978f7f7f8d6fa8" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Hamid</surname>
            <given-names>Siti Nur Cholisa</given-names>
          </name>
          <email>sitinur@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-d5059581774785714e938a32a13355dc" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Muis</surname>
            <given-names>Lidya Shery</given-names>
          </name>
          <email>lidyasherymuis@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2024-10-25">
          <day>25</day>
          <month>10</month>
          <year>2024</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-1814aba93fedfb74595e5f8e529acaa7">
      <title>
        <bold id="bold-faaac4b675a6c88b59a747fd2e6ebd4a">Pendahuluan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-4">Perkembangan teknologi telah membuka alternatif baru dalam penggunaan bahan ajar di dunia pendidikan. Kini, dengan bantuan teknologi, materi pembelajaran tidak lagi terbatas pada buku teks atau papan tulis, melainkan dapat diakses melalui berbagai platform digital seperti aplikasi edukasi, video pembelajaran, dan modul interaktif yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Hal ini memungkinkan guru untuk menyajikan materi dengan cara yang lebih menarik dan bervariasi, seperti menggunakan animasi, simulasi, dan permainan edukatif yang dapat meningkatkan pemahaman siswa secara lebih efektif. Selain itu, teknologi juga memungkinkan pembelajaran yang lebih personal, di mana siswa dapat belajar sesuai dengan ritme dan gaya belajar mereka sendiri.</p>
      <p id="_paragraph-5">Penggunaan E-Modul dalam pembelajaran memiliki banyak kelebihan yang dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran. Salah satu keuntungan utama adalah kemampuannya untuk menyediakan materi yang lebih interaktif dan menarik, seperti video, animasi, dan quiz, yang membuat siswa lebih terlibat dalam pembelajaran. E-Modul juga memungkinkan akses materi pembelajaran kapan saja dan di mana saja, memberi fleksibilitas kepada siswa untuk belajar sesuai dengan waktu dan kecepatan mereka sendiri. Selain itu, E-Modul dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu, memungkinkan pembelajaran yang lebih personal dan sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa. Dengan kemudahan dalam pembaruan dan distribusinya, E-Modul juga memastikan bahwa materi ajar selalu up-to-date dan relevan [1]</p>
      <p id="_paragraph-6">Dari pembahasan di atas menunjukkan bahwa E-Modul sangat efektif dan efisien untuk digunakan dalam pembelajaran. Terbukti dengan pernyataan bahwa E-Modul dapat meningkatkan pemahaman dan motivasi siswa dalam pembelajaran. Namun dari sekian banyak kelebihan dan keunggulan E-Modul tersebut berbanding terbalik dengan minimnya trend pengembangan atau penelitian E-Modul yang mampu mengakomodir kebutuhan pembelajaran berbasis Educational for Sustainable Development (ESD). Berdasarkan analisis peneliti dengan menggunakan Software Vosviewer. Peneliti menganalisis 1000 artikel ilmiah dengan kata kunci Educational for sustainable developmet (ESD). Jika dilihat dari hasil analisis tersebut, hubungan keterkaitan antara ESD dan E-Modul hanya terbilang sedikit keberadaannya. Hal ini tentunya memberikan jawaban bahwa trend penelitian E-Modul berbasis ESD terbilang masih minim dan bisa menjadi novelty atau kebaharuan yang menarik untuk terus digali informasinya.</p>
      <p id="_paragraph-7">Namun meskipun begitu, terdapat penelitian yang dilaksanakan oleh Agita Kurnia Sari (2023) mengemukakan bahwa salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih bahan ajar yang tepat adalah kesesuaian bahan ajar yang digunakan dengan kurikulum. Kurikulum yang berlaku saat ini di Indonesia adalah kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka memberikan peluang yang luas untuk mengintegrasikan prinsip Education for Sustainable Development (ESD) dan mendukung pembentukan generasi yang peduli terhadap keberlanjutan [2]</p>
      <p id="_paragraph-8">Berdasarkan data trend penelitian yang didapatkan, maka peneliti tertarik untuk mengambil penelitian pengembangan E-Modul menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal berbasis ESD guna meningkatkan kemampuan ekoliterasi dan berpikir kritis siswa, dengan topik menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal. Topik ini memiliki muatan pembelajaran mengenai sebab akibat perlakuan manusia terhadap bumi dan isinya. Selain itu materi ini juga berhubungan dengan analisis-analisis sederhana seperti menjaga keutuhan alam, menjaga kebersihan sungai, menjaga lingkungan tempat tinggal, menjaga hutan sebagai rumah bagi hewan dan tumbuhan, dsb. Analisis-analisis sederhana ini tentu akan menjadikan sebuah pembelajaran bagi siswa dan sangat erat kaitannya dengan kemampuan ekoliterasi dan berpikir kritis siswa. Sehingga dengan digunakannya materi ini siswa dapat menjawab isu-isu sederhana tentang hidup yang berkelanjutan.</p>
      <p id="_paragraph-9">Menyoroti kemampuan membahas isu-isu sederhana tentang hidup berkelanjutan, tentunya siswa juga membutuhkan kemampuan ekoliterasi yang tinggi. Namun, menurut literatur yang diterbitkan oleh badan strategi kebijakan dalam negeri (BSKDN), serta riset yang dilakukan kementrian kesehatan. Hanya sekitar 20 persen masyarakat Indonesia peduli terhadap kebersihan dan Kesehatan. Ini berarti, dari 277,5 juta jiwa di Indonesia, hanya sekitar 53 juta orang yang memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekitar dan dampaknya bagi Kesehatan [3]. Jika mengacu data di atas bisa disimpulkan bahwa kesadaran akan pelestarian lingkungan dari hal kecil seperti menjaga lingkungan sekitar di Indonesia masih terbilang rendah. Hal tersebut juga yang akhirnya mendasari pengintegrasian ESD ke dalam pembelajaran di sekolah dasar yang diharapkan dapat memberikan berbagai manfaat yang signifikan bagi perkembangan individu dan masyarakat, terutama kesadaran akan kebersihan lingkungan, atau berkaitan juga dengan kemampuan ekoliterasi masyarakat.</p>
      <p id="_paragraph-10">Menurut literatur yang diterbitkan oleh Britannica (2023) Kesadaran dan wawasan lingkungan itu sangat penting dipelajari oleh masyarakat. Contohnya seperti sungai Aare di Swiss yang terkenal dengan kebersihannya, hal ini dapat dikaitkan dengan budaya, kebijakan masyarakat, serta kaitannya dengan pendidikan ekoliterasi. Masyarakat Swiss sangat menghargai lingkungan, dengan memiliki kesadaran yang tinggi terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian alam, yang tercermin dalam kebiasaan sehari-hari. Selain itu, pemerintah Swiss memberlakukan regulasi ketat terkait pengelolaan limbah dan perlindungan lingkungan, termasuk sistem pengelolaan air yang efisien untuk memastikan bahwa sungai-sungai tetap bersih. Pendidikan ekoliterasi yang kuat juga berperan dalam membentuk sikap masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan sungai. Sinergi antara pendidikan ekoliterasi, partisipasi aktif masyarakat, regulasi pemerintah yang efektif, dan infrastruktur yang baik membuat Sungai Aare tetap bersih dan menjadi sumber kehidupan masyarakat swiss [4]</p>
      <p id="_paragraph-11">Konklusi dari beberapa statemen di atas memperlihatkan ketimpangan yang terjadi antara kemampuan ekoliterasi masyarakat Indonesia dan Swiss. Dimana masyarakat Indonesia tidak terlalu memperdulikan kebersihan lingkungan tempat tinggalnya, sedangkan masyarakat Swiss sangat memperhatikan kebersihan sungai Aare demi keberlangsungan hidup yang berkelanjutan. Padahal, dengan potensi kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia, seharunya masyarakat menyadari untuk lebih meningkatkan daya ekoliterasi guna terciptanya kehidupan yang berkelanjutan.</p>
      <p id="_paragraph-12">Urgensi mengenai Ekoliterasi ini tentu bisa dijawab dengan pembelajaran ESD di sekolah dasar yang diharapkan dapat membantu menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini. Siswa yang diperkenalkan dengan konsep berkelanjutan, seperti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, menjaga kebersihan sungai, daur ulang, dan pelestarian alam, akan tumbuh menjadi individu yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Siswa diharapkan lebih peka terhadap isu-isu lingkungan dan cenderung mengambil tindakan positif untuk melindungi planet bumi. Jika hal tersebut terus dijaga dengan konsisten, maka bukan tidak mungkin siswa akan lebih memahami prinsip hidup berkelanjutan dan mampu memberikan solusi-solusi tentang isu berkelanjutan ke depannya.</p>
      <p id="_paragraph-13">Permasalahan mengenai implementasi hidup berkelanjutan ini tentu diawali dengan masyarakat yang mampu membahas isu-isu berkelanjutan. Dibutuhkannya daya nalar berpikir kritis yang tinggi menjadi tolak ukur cita-cita pembelajaran ESD bisa terwujud. Namun sebaliknya, data yang didapatkan dari hasil survei PISA 2023 menyebutkan bahwa penilaian anak-anak berusia 15 tahun di Indonesia menunjukkan hasil rata-rata untuk ketiga mata pelajaran matematika, membaca, dan sains, tahun 2023 menunjukkan penurunan (learning loss) yang mencapai 12-13 poin dibandingkan 2018. Hampir tidak ada anak-anak usia 15 tahun di indonesia yang berprestasi baik dalam bidang sains, membaca dan matematika. Siswa di Indonesia hanya bertaraf di tingkat 2 dari 6 tingkat yang ditentukan PISA dalam hal sains, membaca dan matematika. Jika di presentasekan, rata-rata siswa di Indonesia hanya mendapatkan presentase kemampuan sains, membaca dan matematika sebesar 9%. Tentu angka ini jauh di bawah enam negara Asia lainnya yang memperoleh level 5 dan 6 dalam kemampuan sains, membaca dan matematika, meliputi Singapura (41%), Taiwan (32%), Makau (29%), Hong Kong (27%), Jepang (23%), dan Korea Selatan (23%) [5]. Dari data rendahnya kemampuan siswa dalam sains, membaca dan matematika di Indonesia menunjukkan masih rendahnya kompetensi siswa pada keterampilan abad 21 seperti kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kreativitas dan kolaborasi. Tentu angka presentase yang jauh di bawah negara-negara Asia di atas, menjadikan tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan di Indonesia.</p>
      <p id="_paragraph-14">Pada kasus rendahnya kemampuan siswa dalam bidang sains, membaca dan matematika ini tentu saling berkaitan satu sama lain, dan kemampuan-kemampuan tersebut pun membutuhkan daya nalar tinggi atau berpikir kritis yang tinggi. Jika dikaitkan dengan hidup berkelanjutan maka perhatian terhadap berpikir kritis siswa perlu di dalami agar nantinya siswa bisa mengawali sebuah aksi nyata dalam mengatasi isu-isu berkelanjutan, meskipun dalam ruang lingkup kecil atau sederhana.</p>
      <p id="_paragraph-15">Jika melihat tes pada soal PISA, yang mengandung permasalahan sehari-hari yang berfokus pada penyelesaian masalah, kemudian dari permasalahan tersebut siswa diminta untuk berpikir dengan kritis, bebas menggunakan berbagai cara untuk dapat menyelesaikannya, belajar memberikan alasan, membuat kesimpulan, serta mengeneralisir formula. Selain itu, rendahnya perolehan skor siswa Indonesia pada PISA juga disebabkan oleh karakteristik soal-soal tes pada PISA yang berbentuk pemecahan masalah, sementara siswa di Indonesia kurang terbiasa menyelesaikan soal pemecahan masalah, berargumentasi, dan berkomunikasi yang memerlukan kemampuan berpikir kritis [6]</p>
      <p id="_paragraph-16">Berdasarkan penelitian di atas bisa disimpulkan bahwa memang berpikir kritis itu sangat perlu diperhatikan dalam tujuan pembalajaran. Begitu pentingnya kemampuan berpikir kritis ini juga tentunya melingkupi kompetensi seperti pemecahan masalah, berargumentasi dan berkomunikasi yang menjadikannya sebagai salah satu kemampuan utama yang harus dimiliki siswa. Terlebih dalam menjalankan amanat hidup berkelanjutan memerlukan analisis-analisis tajam yang didapatkan dari kemampuan berpikir kritis.</p>
      <p id="_paragraph-17">Menurut Halim (2022) Berpikir kritis merupakan bagian inti serta dapat serupa dengan keterampilan induk lainnya. Dengan berpikir kritis, siswa dapat menemukan kelemahan suatu benda kemudian berusaha memperbaikinya, artinya dalam konsep ini siswa telah menerapkan baik kreativitas, keterampilan pemecahan masalah, maupun kreativitas pemecahan masalah dan inovasi. Dengan berpikir kritis dalam analisis logis yang tepat, siswa juga dapat membangun kemampuan komunikasi yang terfokus dan terukur sehingga dapat menciptakan kemitraan baik di dalam maupun antar kelompok, sekaligus dapat melacak kemajuan dan perkembangan teknologi yang semakin mengubah orientasi dan prioritas manusia., untuk itu dapat disimpulkan bahwa berpikir kritis juga bisa disebut dengan ibu dari segala keterampilan (Mother of Competence)[7]</p>
      <p id="_paragraph-18">E-Modul menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal tentu diharapkan dapat memberikan kontribusi penuh terhadap strategi pembelajaran siswa di kelas, terutama terhadap pemenuhan kompetensi ekoliteras dan berpikir kritis. Namun berdasarkan pengalaman empirik peneliti, masih terjadi berbagai masalah tentang pengembangan E-Modul di sekolah-sekolah. Seperti yang terjadi di SDN Tenjolaya, dimana berdasarkan wawancara dan observasi awal, peneliti menemukan bahwa belum adanya pengembangan mengenai E-Modul yang bisa mengakomodir kebutuhan ekoliterasi dan berpikir kritis siswa. Padahal peneliti mendengar dan melihat para guru sudah memiliki kemampuan merancang dan mengembangkan E-Modu, namun dalam pelaksanaanya belum ada sama sekali. Hal ini pula yang menjadikan peneliti tertarik dengan pengembangan E-Modul menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal dan tentunya akibat belum adanya pengembangan E-Modul yang serupa di SD yang peneliti bidik, maka tentunya pengembangan E-Modul ini menjadi kebaruan/novelty tersendiri bagi pembelajaran di sekolah dasar.</p>
      <p id="_paragraph-19">Berdasarkan latar belakang di atas. Perlu adanya tindakan pembelajaran yang menggunakan cara-cara efektif, efisien serta menarik perhatian siswa dalam pelaksanannya seperti penggunaan E-Modul menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal berbasis ESD yang diharapkan bisa mendorong siswa untuk dapat memiliki kemampuan berpikir kritis yang dibarengi dengan kemampuan ekoliterasi guna menyongsong terwujudnya cita-cita hidup berkelanjutan. Atas dasar latar belakang tersebut peneliti akan melaksanakan penelitian mengenai pengembangan E-Modul menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal berbasis ESD guna meningkatkan kemampuan ekoliterasi dan berpikir kritis siswa sekolah dasar.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-739116bb1032aa30f93c7148d6af51b3">
      <title>
        <bold id="bold-d35d40559fdaf77fd809527c3d04b4ad">Metode</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-21">Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dikenal dengan R&amp;D (Research and Development). Penelitian ini difokuskan pada pengembangan E-Modul Pembelajaran menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal berbasis ESD untuk meningkatkan ekoliterasi dan daya berpikir kritis siswa sekolah dasar. Penelitian pengembangan adalah sebuah usaha dalam mengembangkan produk penelitian yang efektif, berupa sumber ajar di sekolah dan bertujuan tidak untuk menguji teori [8] mengemukakan penelitian pengembangan adalah proses yang bertujuan mengembangkan suatu produk baru, atau menyempurnakan produk yang sudah ada serta mampu dipertanggungjawabkan. Penelitian ini juga menggunakan desain penelitian pre-experimental one group pretest postest guna mengetahui bagaimana respon siswa saat sebelum dan sesudah diberikan implementasi E-Modul pada pembelajaran. Desain ini dipilih karena keterbatasan sumber daya dan waktu dan sifatnya yang fleksibel, meskipun terdapat kekurangan yaitu absennya kelas kontrol dan kurangnya randomisasi, sehingga agak sedikit sulit dalam menentukan hubungan sebab akibat.</p>
      <p id="_paragraph-22">Penelitian pengembangan yang yang peneliti lakukan mengacu pada langkah-langkah pengembangan model ADDIE sebagai berikut:</p>
      <fig id="figure-panel-6265e86c695a11fb7f0e07b0442d099f">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title>Alur Pengembangan Model ADDIE</title>
          <p id="paragraph-d79fc33b050ef0cc727798b9a5b6aa81" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-86fc3ffee9742965fc742a76e9e41a3e" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="gambar 1.png" />
      </fig>
      <sec id="heading-cb3a47dcd77d2519965afa0812440f68">
        <title>Analyze</title>
        <p id="_paragraph-25">Tahap awal yang dilakukan adalah melakukan wawancara dan observasi dengan fokus utama analisis kurikulum, analisis kebutuhan peserta didik</p>
        <p id="paragraph-bd015448e4f9dd263cf9dd2e4f658485">1. Analisis Kurikulum</p>
        <p id="_paragraph-27">Berdasarkan analisis kurikulum ditemukan bahwa pembelajaran materi menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal terdapat pada fase B akhir yaitu kelas 4 dengan capaian pembelajaran bahwa peserta didik diharapkan mampu untuk menganalisis cara menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal</p>
        <p id="paragraph-5563e1007065232d6bc4f3e3a4ad48d9">2. Analisis Kebutuhan Peserta Didik</p>
        <p id="_paragraph-29">Melalui pengamatan observasi secara langsung dan kegiatan wawancara bersama dengan wali kelas IV ditemukan bahwa pembelajaran lebih menekankan pada teacher center dan pembelajaran yang bersifat tekstual yaitu menggunakan bahan ajar buku dan gambar 2D. Ketika proses pembelajaran. Pada pelaksanaannya, ternyata belum terdapat pembaharuan untuk alternatif modul pembelajaran berbasis teknologi lainnya, khususnya, pada pembelajaran IPAS.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-66bb91e07167ea43f574c6ff33d908c8">
        <title>Design</title>
        <p id="_paragraph-31">Tahap kedua yang dilakukan oleh peneliti adalah tahap desain, dimana, peneliti mencoba menyusun storyboard untuk E-Modul menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal berbasis ESD. Pada tahap ini peneliti juga mulai menyusun angket dan instumen soal guna mengukur sejauh mana E-Modul ini bekerja dalam pembelajaran. Uji validitas isi (Content Validity) dan uji realibilitas dengan metode (KR-20) dipakai untuk menghasilkan instrumen tes yang layak digunakan.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-fdbefa88103d7607dffd90b91a891924">
        <title>Development</title>
        <p id="_paragraph-33">Tahap ketiga adalah tahap pengembangan, dimana peneliti mencoba mengaplikasikan kerangka desain produk yang telah dirancang sebelumnya pada software yang telah ditentukan. Kemudian, dilakukan analisis penilaian produk melalui para ahli, diantaranya, ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-0960b7ea3e26bb1fdd89a2b5dfcd4e76">
        <title>Implementation (Implementasi)</title>
        <p id="_paragraph-35">Tahap keempat adalah tahap implementasi, pada tahap ini, peneliti mengujicobakan hasil produk akhir yang telah dirancang dan dikembangkan. Selanjutnya, peneliti meminta peserta didik dan guru untuk menjadi responden melalui angket respon. Penilaian ini merupakan bentuk antusiasme dan saran dari responden yang ditunjukkan kepada peneliti untuk kelayakan produk yang dihasilkan. Pada pengembangannya peneliti menggunakan instrumen validasi, sementara untuk penilaian kelayakan produk menggunakan lembar angket respon siswa dan guru dengan menggunakan teknik analisis data kuantitatif menggunakan perhitungan skala likert untuk lembar validasi ahli, respon siswa dan guru, berikut peneliti jabarkan perhitungan dan skalanya:</p>
        <table-wrap id="_table-figure-1">
          <label>Table 1</label>
          <caption>
            <title>Skor Penilaian Validasi Ahli</title>
            <p id="_paragraph-37" />
          </caption>
          <table id="_table-1">
            <tbody>
              <tr id="table-row-09ff993c015447f5d0204002a7b84a03">
                <th id="table-cell-24ff01c2490cf91d6c1ec43d5b235e75">Keterangan</th>
                <th id="table-cell-9e0d5518783abc4ab1e3e43cd248dc20">Skor</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-ff5665905a1c4603cb0d7010956ebf77">
                <td id="table-cell-754fa0f3d66d7a67726a2a6b9c4e80be">Sangat Baik</td>
                <td id="table-cell-93e4b015ce7ffe9972351949fac68ce4">5</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-08fc0377fda0a5b559d6b9c7a985193c">
                <td id="table-cell-579f862ca97e4de2f7ef2cebe3fdb534">Baik</td>
                <td id="table-cell-19ef18309fbf1532659fd92c49c18ece">4</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f5e5209880a083e264f80e71d3666390">
                <td id="table-cell-164e1ed78d1f67bac33cfdb1fb552d11">Cukup</td>
                <td id="table-cell-f2fc46250f775adc85266dbc04fd129a">3</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-1076f3e508a259350aca03aef73343b0">
                <td id="table-cell-9f86e7f1ad79d6cd6bb6354ec77b04da">Kurang</td>
                <td id="table-cell-8a02f1151a174bcfb045e68d50bd875d">2</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-667748a69b2dfcc676dbdf7feaecd05c">
                <td id="table-cell-269db5df985e54a6e324f5f98bba0f52">Sangat Kurang</td>
                <td id="table-cell-690b174e0c3c41f6371f3ff710ac00b7">1</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-38">Untuk menentukan persentase dari hasil angket validasi ahli, respon siswa dan guru dapat menggunakan rumus sebagai berikut:</p>
        <fig id="figure-panel-0012c6815a96f553929a13c85e156fbd">
          <label>Figure 2</label>
          <caption>
            <p id="paragraph-a7e2398b0c9a577ee28f5967f9857065" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-25957319f69dd417cd4c3412cb0820bd" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="rumus 1.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-40">Keterangan :</p>
        <p id="_paragraph-41">P = Persentase kelayakan</p>
        <p id="_paragraph-42">Σx = Jumlah skor validitas (nilai nyata)</p>
        <p id="_paragraph-43">Σxi = Jawaban Tertinggi (Nilai Harapan)[8]</p>
        <p id="_paragraph-44">Setelah angket respon diisi, selanjutnya adalah memasukkan rumus perhitungan untuk mengetahui rata-rata persen dari sebuah data</p>
        <fig id="figure-panel-ae9f0c85dec68c76cb1fcef7ef82723f">
          <label>Figure 3</label>
          <caption>
            <p id="paragraph-be5b46455c333aeed3b6f8d2b7814041" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-5233357aab9764fb964e4c998c729ac6" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="RUMUS 2.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-46">Hasil yang di dapat selanjutnya dikategorikan ke dalam tingkatan persentase berikut:</p>
        <table-wrap id="table-figure-b22b03dcf7da1b98b79a02966b132bd1">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title>Skor Persentase</title>
            <p id="paragraph-0a12cd08b7955a38524885716ca20113" />
          </caption>
          <table id="table-cf28b84f2282b31d0b986f176d648916">
            <tbody>
              <tr id="table-row-480abf0819b30615c8167406c4f7c64d">
                <th id="table-cell-4260a0d2e2c8a38dfca9db76d19a3def"> No. </th>
                <th id="table-cell-218e23c0542d62427a4e644b7418ab67"> Tingkat Pencapaian </th>
                <th id="table-cell-874eeec1df8fba314206424ff65a6370"> Kategori </th>
              </tr>
              <tr id="table-row-7dc371d5ee2995a554254faf9d6f8de4">
                <td id="table-cell-398f47924cc31f15684f25992ccc3815"> 1. </td>
                <td id="table-cell-e26aa1c6e680e13251fe49deb2f6e0d6"> 81%-100% </td>
                <td id="table-cell-13e6a17315fd6b555da5f1015bac6c98"> Sangat Tinggi </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-9ca7ce3676a3e26fdf4238dfede75b3d">
                <td id="table-cell-b7fd51feabf7a9ff5c9868f82d1436e5"> 2. </td>
                <td id="table-cell-9829c5b36caf4c9ce2fb412d151c014a"> 61%-80% </td>
                <td id="table-cell-eefc2fece876de601ab4181f53871445"> Tinggi </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-7b0fe2df1679fcaa4628d48c8381676e">
                <td id="table-cell-33817edfe450e8cf82de92b513fda837"> 3. </td>
                <td id="table-cell-1e7ce0066f839098a9f5ebe06c8fb62b"> 41%-60% </td>
                <td id="table-cell-26c11c3caf4ee31effac695217e17043"> Cukup </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c1cca4f05f911308d46dcda46ebfdf6a">
                <td id="table-cell-cfddb8b9efa4fcc7475dd35ccc9409c7"> 4. </td>
                <td id="table-cell-e76b377b312742e8171803f94e4327b7"> 21%-40% </td>
                <td id="table-cell-fdc2284042d771e09cbd8a5a233b1496"> Rendah </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ec6bfdd4d020a80e07780ec5e538b0ac">
                <td id="table-cell-8fb22c80bb75cb63259e85fd1675537d"> 5. </td>
                <td id="table-cell-993d05d6ef7131e8acd6a78f8963cf52"> 0%-20% </td>
                <td id="table-cell-e254c5efd9c1bc2895f292321363e334"> Sangat Rendah </td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-49">Sumber:[8]</p>
      </sec>
      <sec id="heading-660a88c5519e29af3d4809b64a3210b0">
        <title>Evaluate (Evaluasi)</title>
        <p id="_paragraph-51">Tahap terakhir adalah tahap evaluasi, di mana, peneliti memberikan instrumen berbentuk pilihan ganda, uji hasil belajar ini nantinya digunakan untuk melihat efektivitas produk yang telah peneliti buat. Penilaian efektivitas ini menggunakan lembar instrumen soal dengan perhitungan N-Gain, Sementara, pembelajaran menggunakan media pembelajaran augmented reality dapat diketahui keefektifannya di dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan mencari nilai N-Gain dengan persamaan sebagai berikut:</p>
        <fig id="figure-panel-98197ee39d44dbb0cbaba8aadde9332e">
          <label>Figure 4</label>
          <caption>
            <p id="paragraph-4dfcd5f6764c02f78b96b75d25e13b61" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-40ac643b097e0d32a836644e321fd5f1" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="RUMUS 44.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-53">Hasil perhitungan N-Gain kemudian dimasukkan ke dalam tabel kriteria nilai N-Gain:</p>
        <table-wrap id="_table-figure-3">
          <label>Table 3</label>
          <caption>
            <title>Kriteria Nilai N-Gain</title>
            <p id="_paragraph-55" />
          </caption>
          <table id="_table-3">
            <tbody>
              <tr id="table-row-075f677c14010f3fbeff73958e0cd859">
                <th id="table-cell-3251c39e7a51ec29e8951c1b5a5a03fc">Nilai N-Gain</th>
                <th id="table-cell-efd86f743e78a9e6ac4a03722fd0c062">Kriteria Interpretasi</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-7d92f6e2356744a6545b3e1b8cf38d0f">
                <td id="table-cell-8fb792399d9fc3983f9d0eb2f6078070">g &gt; 0,7</td>
                <td id="table-cell-f2990864f15777c3a54abc2b5944b76c">Tinggi</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-4f5e925d301f758c888357bfb5011651">
                <td id="table-cell-3ab91e640806267f4b9c95d3bdc0941d">0,3 - 0,7</td>
                <td id="table-cell-c8e97565a65ca43097e7b4bee738636c">Sedang</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-5df193d7eeec261892d1bcf9e06c7d9d">
                <td id="table-cell-40dcd23cd8e93748674accc1c2d14726">g &lt; 0,3</td>
                <td id="table-cell-13919cc2e373bad916fcc802abd94f4b">Rendah</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ab6732bbd7c500bd2e8488845c023cca">
                <td id="table-cell-2589a1cf4530ccf2a7ec6a04986eb3d8">g &lt; 0</td>
                <td id="table-cell-88a8c59acaa454fc728696fe03b1ce03">Gagal</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-56">Sumber: [8]</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-8a7d54712977c2e3dd824c6a3c4332b4">
      <title>
        <bold id="bold-224a0ba39ac889314318f1d63f2023dd">Hasil dan Pembahasan</bold>
      </title>
      <sec id="heading-8d99c26c0534ebdca04d4f2c8f487373">
        <title>A. Hasil</title>
        <p id="_paragraph-58">Penelitian menggunakan metode Research &amp; Development (R&amp;D) dan model pengembangan ADDIE, produk yang dihasilkan berupa E-Modul menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal berbasis ESD guna meningkatkan kemampuan ekoliterasi dan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Berikut rincian hasil penelitian yang didapatkan:</p>
        <sec id="heading-6c4c810ef28090197544dcd842b7752a">
          <title>Tahap Analyze (Analisis)</title>
          <p id="_paragraph-60">Pada tahap ini peneliti mencoba untuk menganalisis kebutuhan terhadap pengembangan E-Modul berbasis ESD yang dilihat dari aspek kebutuhan, kurikulum, sarana prasarana pendukung. Hasil yang didapatkan berupa informasi wawancara dan observasi awal yang menyebutkan bahwa kebutuhan akan cara pembelajaran baru seperti penggunaan teknologi berupa E-Modul sangat dperlukan. Namun menurut Guru kelas IV SDN Tenjolaya, diperlukan sebuah pengembangan yang tujuannya menghasilkan sebuah produk berupa E-Modul khususnya yang bisa mengakomodir kebutuhan pembelajaran materi menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal pada pembelajaran IPAS kelas IV. Namun disini peneliti menemukan juga bahwa guru sudah memahami prinsip penggunaan E-Modul namun guru kesulitan untuk mengembangkan E-Modul. Maka dari itu peneliti memilih E-Modul menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal berbasis ESD agar nantinya bisa digunakan dan bisa dikembangkan secara mandiri oleh para guru.</p>
        </sec>
        <sec id="heading-816f8a41a372357b4c3b7088e41f925f">
          <title>Tahap Design (Perancangan)</title>
          <p id="_paragraph-62">Berdasarkan tinjauan dari tahap analisis. Peneliti akhirnya merancang E-Modul sedemikian rupa yang dilihat dari aspek-aspek analisis kebutuhan. Hal yang dilakukan pada tahap ini meliputi penyususnan materi, mencari gambar, ukuran dan menyusun desain warna, bentuk dalam E-Modul. Peneliti juga membuat kisi-kisi instrumen lembar validasi berdasarkan kebutuhan yang telah dilakukan sebelumnya. Proses pengembangan E-Modul menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal berbasis ESD ini dirancang agar semenarik mungkin dengan contoh gambar yang relevan sesuai dengan desain dalam Modul pembelajaran. Setelah perancangan awal selesai, uji validasi dilakukan oleh para ahli yatu ahli media, ahli bahasa dan ahli materi. Serta uji keefektifan dan kelayakan menggunakan instrumen soal. Setelah instrumen soal diuji validitas reliabilitas peneliti akhirnya menyiapkan 20 soal domain ekoliterasi dan 15 soal domain untuk dibagikan kepada siswa guna mengukur keefektifan dan kelayakan E-Modul terhadap pembelajaran terutama signifikansinya mengenai kompetensi ekoliterasi dan berpikir kritis. Berikut rekapitulasi hasil validitas isi dan realibilitas dengan Kuder-Richardson 20 (KR-20) pada uji instrumen instrumen:</p>
          <table-wrap id="_table-figure-4">
            <label>Table 4</label>
            <caption>
              <title>Hasil Uji Validitas Isi Soal Instrumen</title>
              <p id="_paragraph-64" />
            </caption>
            <table id="_table-4">
              <tbody>
                <tr id="table-row-9658856a9f48c55b54e024af0c653725">
                  <th id="table-cell-7c64f0ee0f14788d13e1a3580128f46e">No</th>
                  <th id="table-cell-b2bc9fd5fa79efe6d3e64482c5fde45c">Variabel</th>
                  <th id="table-cell-ce89039aa15faa55624da2c73df8e3d4">Jumlah awal</th>
                  <th id="table-cell-3fc4d8a0974e345479c4ae0b620a1d20">Soal Valid</th>
                  <th id="table-cell-76847c90ff5c05690b11dd3f32b3b793">Soal Invalid</th>
                  <th id="table-cell-37390bb3960d26ee1f9c66ed780e8bf2">Soal layak</th>
                </tr>
                <tr id="table-row-82bea72237378f4f97d73c70c4024a66">
                  <td id="table-cell-b53294dea8798f4a422a4c21024ff64f">1</td>
                  <td id="table-cell-5765d7b98dbd2b7ce536b82f2e72d443">Ekoliterasi</td>
                  <td id="table-cell-286ea2b2d388db674b0cf9c5a10241b3">25</td>
                  <td id="table-cell-8cebf0393f8a69fc0eb635d549b6eb04">20</td>
                  <td id="table-cell-85930b78399b122a391c4634915cb3b0">5</td>
                  <td id="table-cell-2bb618356982464e9a051d50b9606862">20</td>
                </tr>
                <tr id="table-row-fb1abf8d3dfb7b756835eeffdeaa63dc">
                  <td id="table-cell-cdee081c0d66e1b1feeda6221be62cf5">2</td>
                  <td id="table-cell-bae72231d0f5bcfc13c3b9a70727d855">Berpikir kritis</td>
                  <td id="table-cell-1380516ddc030ff4b3515898cf19f114">20</td>
                  <td id="table-cell-e323d6647d8c17e825d9e9ed93e15661">15</td>
                  <td id="table-cell-29255c15afa29f26af7cb7bafbe48290">5</td>
                  <td id="table-cell-9d7db6b663dcd941a5b574addbd9dbe7">15</td>
                </tr>
              </tbody>
            </table>
          </table-wrap>
          <p id="_paragraph-65">Dari hasil rekapitulasi di atas terdapat 20 soal ekoliterasi dan 15 soal berpikir kritis yang layak untuk digunakan dalam tahap implementasi atau untuk mengukur sejauh mana peningkatan hasil belajar siswa pada aspek ekoliterasi dan berpikir kritis sebelum dan sesudah diberikan perlakuan.</p>
          <p id="_paragraph-66">Selain itu, terdapat hasil uji realibilitas pada instrumen dengan menggunakan metode KR-20. Berikut hasil rincian realibilitas instrument:</p>
          <table-wrap id="_table-figure-5">
            <label>Table 5</label>
            <caption>
              <title>Hasil Uji Realibilitas Instrumen</title>
              <p id="_paragraph-68" />
            </caption>
            <table id="_table-5">
              <tbody>
                <tr id="table-row-8ab7ca487270940a2faef3ad31517f58">
                  <th id="table-cell-a9fb771498ab567c1fef868c3d4ab753">No</th>
                  <th id="table-cell-fb35882279eba94eeac2a0d626058c90">Variabel</th>
                  <th id="table-cell-e216f2324ddd4be6bf9ef3bfbe7e5642">KR-20 Score</th>
                  <th id="table-cell-e2c7c4a0d293c433a54ff7234052649e">Aturan</th>
                </tr>
                <tr id="table-row-e12064d97a2b5aa1bf5add1b186f2931">
                  <td id="table-cell-f20e13b4022fa8b9c262b9192c726481">1</td>
                  <td id="table-cell-b67648dcff0ffbf4d4b18ba69b9ed971">Ekoliterasi</td>
                  <td id="table-cell-59b6634d06609e20ed46fc351eb24a98">0,85618</td>
                  <td id="table-cell-201dd6d4dc92dd2405fed700bc17b738">jika r11&gt;0,70 = Reliabel</td>
                </tr>
                <tr id="table-row-03df0c08f26194772672687ae35bdf4f">
                  <td id="table-cell-cce22aa5adb695f895c8405ded602031">2</td>
                  <td id="table-cell-a4258490a0cd969ff55a302e2c56df92">Berpikir kritis</td>
                  <td id="table-cell-be5ee3c104b1c89897d67c8e53348b3a">0,83268</td>
                  <td id="table-cell-6076ef5cc03b91075b410e664a670dfc">jika r11&gt;0,70 = Reliabel</td>
                </tr>
              </tbody>
            </table>
          </table-wrap>
          <p id="_paragraph-69">Pada hasil rekapitulasi di atas didapatkan skor 0,85618 pada instrument soal ekoliterasi dan 0,83268 pada instrument soal berpikir kritis. Dimana hal tersebut sudah memenuhi aturan jika r11&gt;0,70 = Reliabel. Sehingga hasilnya kedua instrument ekoliterasi dan berpikir kritis sama-sama reliabel untuk digunakan pada tahap implementasi.</p>
        </sec>
        <sec id="heading-b9d3edd0c821e390113b01cd7541ba49">
          <title>Tahap Development (Pengembangan)</title>
          <p id="_paragraph-71">Rancangan yang telah di desain pada tahap sebelumnya kemudian di realisasikan dalam tahap pengembangan. Pada tahap pengembangan produk yang telah dibuat di uji untuk memastikan kesesuaiannya. Validasi dilakukan untuk mengevaluasi dan mengukur validitas produk tersebut. Validasi E-Modul pembelajaran berbasis ESD dilakukan oleh tiga ahli yaitu ahli media, ahli bahasa dan ahli materi. Hasil untuk menentukan kelayakan E-Modul menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal berbasis ESD dilakukan validasi dua kali hingga produk layak di uji coba ke siswa. Tingkat valid produk dapat diketahui berdasarkan data hasil angket yang telah diberikan. Berdasarkan penilaian validator ahli media, bahasa dan materi didapatkan presentase penilaian sebagai berikut:</p>
          <table-wrap id="_table-figure-6">
            <label>Table 6</label>
            <caption>
              <title>Rekapitulasi Hasil Penilaian Rata-rata Validitas Ahli</title>
              <p id="_paragraph-73" />
            </caption>
            <table id="_table-6">
              <tbody>
                <tr id="table-row-00146a7e1a7083362c44a81106d45d96">
                  <th id="table-cell-d056f78d6f0b762b6381d548786d4916">No</th>
                  <th id="table-cell-8b035e86b76b2f602cf4b8b5858b83f2">Validator</th>
                  <th id="table-cell-e921d864b16d0d5043f1e95f451edfbd">Hasil Persentase</th>
                </tr>
                <tr id="table-row-b9e5e656b06c9d4fd3dceac21e7e3ab8">
                  <td id="table-cell-8b9e39abfd113d10240a460463b4f728">1</td>
                  <td id="table-cell-2388f9a198633f67087a29f3ee5b93be">Ahli Media</td>
                  <td id="table-cell-92009c617cfaed0da32e37dc6c22b2fd">100%</td>
                </tr>
                <tr id="table-row-af7dfc6fbc498476cfc92b9b02de7baf">
                  <td id="table-cell-05de719b954ca2f91085ba9ce8e07ec4">2</td>
                  <td id="table-cell-5cdf28c7bb3e1a0452eda1d71b7e1aee">Ahli Bahasa</td>
                  <td id="table-cell-edf625d186bba9bef091fe3c4989f9c7">98%</td>
                </tr>
                <tr id="table-row-1eda84b9d337c3ba65284135f345ce9e">
                  <td id="table-cell-17320a058d7e1384894fe9246ef32520">3</td>
                  <td id="table-cell-404b888b8749731b125dd4b0236a90c1">Ahli Materi 1</td>
                  <td id="table-cell-a174fa5e942fe9ce9b680878cb499b88">100%</td>
                </tr>
                <tr id="table-row-d9929227c7e33957ea7c2ff754b10699">
                  <td id="table-cell-effa743f27ed8457ba9894a64eca1084">4</td>
                  <td id="table-cell-7e552c727b405fa2c798b6946a60e4c9">Ahli Materi 2</td>
                  <td id="table-cell-51d04dc7d625ce8d4453d2a98a5413d3">92%</td>
                </tr>
                <tr id="table-row-b754e23b2f1bdf3762b3a78befd48ac3">
                  <td id="table-cell-212854d9b0a52d2ea159c5f4c03c4d36" colspan="2">Rata-rata</td>
                  <td id="table-cell-dab1764756bea5b263331e9cccf6d5e5">97,5% ( Sangat Layak)</td>
                </tr>
              </tbody>
            </table>
          </table-wrap>
          <p id="_paragraph-74">Berdasarkan rekapitulasi hasil penilaian validasi ahli didapatkan ahli media memberikan presentase 100%, ahli bahasa memberikan penilaian 98%, Ahli materi 1 sebesar 100% dan Ahli materi 2 sebesar 92%. Rata-rata yang didapatkan ialah 97,5% dengan kategori sangat layak digunakan pada proses pembelajaran di kelas.</p>
        </sec>
        <sec id="heading-ac94abd5c969eb5a6aefae33b62f07db">
          <title>Tahap Implementasi</title>
          <p id="_paragraph-76">Implementasi merupakan tahapan melakukan uji coba produk dengan hasil rekapitulasi menujukkan bahwa pengembangan E-Modul menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal berbasis ESD dinyatakan sangat layak untuk di uji cobakan kepada peserta didik. Produk yang dikatakan valid di uji cobakan dan diterapkan dalam proses pembelajaran. Pelaksanaan uji coba produk dilakukan di SDN Tenjolaya Kabupaten Bogor. Diberikan kepada 30 siswa kelas IV pada mata Pelajaran IPAS materi menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal.</p>
          <p id="_paragraph-77">Dalam pelaksanaan implementasi produk yang dilakukan tidak hanya membaca materi saja melainkan juga kegiatan diskusi bersama setiap kelompok dalam sebuah pembelajaran. Guru memperkenalkan E-Modul berbasis ESD, memberikan arahan dan menjelaskan langkah- langkah penggunaan E-Modul berbasis ESD dalam pembelajaran. Uji coba dilakukan pada hari Rabu, 28 Mei 2025. Setelah siswa melaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan produk E-Modul dengan demikian hasil rekapitulasi menujukkan bahwa pengembangan E-Modul menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal berbasis ESD untuk meningkatkan ekoliterasi dan berpikir kritis siswa. Siswa diminta untuk mengisi angket respon peserta didik mengenai penggunaan melalui instrumen yang diberikan.</p>
          <p id="_paragraph-78">Lembar instrumen yang diberikan terdapat petunjuk cara mengisinya dan berisi 12 pertanyaan dengan skala penilaian 1-5. Angket tersebut diberikan untuk mengukur kelayakan produk pengembangan media pembelajaran monopoli kebudayaan indonesia berbasis Problem Based Learning untuk meningkatkan literasi budaya yang telah dikembangkan oleh peneliti.</p>
          <p id="_paragraph-79">Selain itu disiapkan pula soal instrument soal pretest postest guna mengukur peningkatan pembelajaran materi menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal dengan kriteria soal sebanyak 20 soal domain ekoliterasi dan 15 soal domain berpikir kritis. Ini diberikan untuk mengetahui sejauhmana efektivitas E-Modul menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal berbasis ESD dalam mengakomodir peningkatan hasil belajar dari segi ekoliterasi dan berpikir kritis.</p>
          <p id="_paragraph-80">Hasil respon peserta didik menunjukkan bahwa peserta didik tertarik menggunakan produk E-Modul menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal berbasis ESD. Hasil rekapitulasi data respon siswa memiliki keseluruhan persentase sebesar 83% dengan kriteria “Sangat Baik“ dari interval 80%- 100%. Penggunaan E-Modul menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal ini dinyatakan layak digunakan siswa dalam proses pembelajaran.</p>
          <p id="_paragraph-81">Berdasarkan respon guru diketahui bahwa hasil respon guru menunjukkan bahwa guru tertarik menggunakan produk E-Modul menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal berbasis ESD. Hasil rekapitulasi data respon guru memiliki keseluruhan persentase sebesar 82% dengan kriteria “Sangat Baik“ dari interval 80%- 100%. Penggunaan E-Modul menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal ini dinyatakan layak digunakan guru dalam proses pembelajaran.</p>
          <fig id="figure-panel-357e2eb77b0d3372e905054966246d29">
            <label>Figure 5</label>
            <caption>
              <p id="paragraph-13920b5144b541bf455a871cffdb3073" />
            </caption>
            <graphic id="graphic-8ab07367ec12d07f8a827f0f3199858f" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="SUMBER 9.png" />
          </fig>
          <p id="_paragraph-83">Sumber: [9]</p>
          <p id="_paragraph-84">Adapun kriteria N Gain yang digunakan untuk mengukur efektivitas adalah sebagai berikut:</p>
          <table-wrap id="_table-figure-7">
            <label>Table 7</label>
            <caption>
              <title>Kriteria efektivitas N Gain</title>
              <p id="_paragraph-86" />
            </caption>
            <table id="_table-7">
              <tbody>
                <tr id="table-row-d7a49603c797b3b8afb01ad5053827f0">
                  <th id="table-cell-f4fb6e4ca0deb4446755652e25e453aa">Nilai N-Gain</th>
                  <th id="table-cell-cad46fe9eb3fbac8317c9beeca20553d">Kriteria Interpretasi</th>
                </tr>
                <tr id="table-row-d88c17c7e64ec48853377bfb7802a0fe">
                  <td id="table-cell-34a6ea6760befc43d4e6289601be4335">g &gt; 0,7</td>
                  <td id="table-cell-82e3832d6a08596b1436b54128706428">Tinggi</td>
                </tr>
                <tr id="table-row-5c120624460ab45f30c8d9e0fa1d456e">
                  <td id="table-cell-b7d7a559d45bed34191f6deb737b2d0c">0,3 &gt; 0,7</td>
                  <td id="table-cell-acf52abc951e15a3ee6156280bd1eef7">Sedang</td>
                </tr>
                <tr id="table-row-18991289985b330628ecbe94d314db9e">
                  <td id="table-cell-06a12ec81b9b08f0ff56b865266cf2af">g &lt; 0,3</td>
                  <td id="table-cell-1149969f825b658618e1e99f22473dac">Rendah</td>
                </tr>
                <tr id="table-row-5042d5a1bc9c673a0199cb6163d4cd08">
                  <td id="table-cell-b4476b7c03d316e328f9d598ec1772ea">g &lt; 0</td>
                  <td id="table-cell-fa0fd73aa0d2f202ae8df9000cd8a5b9">Gagal</td>
                </tr>
              </tbody>
            </table>
          </table-wrap>
          <p id="_paragraph-87">Sumber: [8]</p>
          <p id="_paragraph-88">Berikut hasil pengujian hasil N-Gain yang bersumber dari pretest postest dengan jumlah 30 siswa pada domain ekoliterasi dan berpikir kritis</p>
          <table-wrap id="_table-figure-8">
            <label>Table 8</label>
            <caption>
              <title>N Gain Domain Ekoliterasi</title>
              <p id="_paragraph-90" />
            </caption>
            <table id="_table-8">
              <tbody>
                <tr id="table-row-66bd6919d948fcdae77681a95cc7be1e">
                  <th id="table-cell-d72161a0f769d68f18fe676f1ddba6b6" />
                  <th id="table-cell-01221477b7fc35684ff94718963642fe">Pretest</th>
                  <th id="table-cell-64e3db13a3f3e9ce45a021fa5db4a766">Postest</th>
                  <th id="table-cell-97b27e6aa10163c7cbf2179ae0f3fedd">Skor Maks</th>
                  <th id="table-cell-cf5551c4f7d1992df7055cb96414cf49">N-Gain</th>
                  <th id="table-cell-66d8e2632269190b10a6d4421b80eadb">N-Gain%</th>
                  <th id="table-cell-97465791d2b05a37b3629ea5d85f8c0e">Kategori</th>
                </tr>
                <tr id="table-row-833167d9faf4d5b4f41c5512f62c5206">
                  <td id="table-cell-f68c67da219aebf4941d3424fee23acd">Jumlah</td>
                  <td id="table-cell-6405e2df7551878325359eb422fd0957">1757</td>
                  <td id="table-cell-d635d8a68caa8f2063a0bbf5bb849985">2634</td>
                  <td id="table-cell-ead1611bb8283d00887cd98995294b41">100</td>
                  <td id="table-cell-cda3d779338161abd38664e70f7020b5">21,19062744</td>
                  <td id="table-cell-2fec9c762eb9c2fb9113cc0ed5f7ffeb">2119,062744</td>
                  <td id="table-cell-122c95a1f6c62589de59591d827a48ae" rowspan="2">Tinggi</td>
                </tr>
                <tr id="table-row-d5ee043db343b43f7df991332a7f90ab">
                  <td id="table-cell-28d21e475fe04a51aaef5002942e656d">Rata-rata</td>
                  <td id="table-cell-edd40ebd3cfe5eb4ace5e9ae88e57b1b">58,57</td>
                  <td id="table-cell-3a54ac3d3ae2fbb9233e7332f0bee5c5">87,8</td>
                  <td id="table-cell-582a3bc7e5d8c150db933f19666750f3">100</td>
                  <td id="table-cell-e682b74e7a023ca3960d59e3a9315a9a">0,706354248</td>
                  <td id="table-cell-fa56b1d37f3a99bdde8d81d7ded8c181">70,63542481</td>
                </tr>
              </tbody>
            </table>
          </table-wrap>
          <p id="_paragraph-91">Pada hasil N Gain domain ekoliterasi di atas ditunjukkan bahwa skor N Gain yang diperoleh ialah 0,706354248 dengan interpretasi kategori dikatakan tinggi. Ini berarti dari hasil perhitungan N Gain yang didapat penggunaan E-Modul menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal sangat efektif digunakan dengan kategori Tinggi.</p>
          <table-wrap id="_table-figure-9">
            <label>Table 9</label>
            <caption>
              <title>N Gain Domain Berpikir Kritis</title>
              <p id="_paragraph-93" />
            </caption>
            <table id="_table-9">
              <tbody>
                <tr id="table-row-2a5d3781ac5bb3b238ea6e0210de9246">
                  <th id="table-cell-a6d154c71adf4d71e8ab1cb0ecf719fd" />
                  <th id="table-cell-19bd710e670d28895f2573c6179be9ad">Pretest</th>
                  <th id="table-cell-e3a896786ad94bcfb70eefbe1bcb6cbc">Postest</th>
                  <th id="table-cell-ba35cd0b2931c02cde4b3261b3ddfc31">Skor Maks</th>
                  <th id="table-cell-56ba87ede1a1e20367fdb9869fe50fa6">N-Gain</th>
                  <th id="table-cell-4b03595cb065ac0a55dcade589351224">N-Gain%</th>
                  <th id="table-cell-ace34bcfc61ad9f13b4a72fe6a3db0a7">Kategori</th>
                </tr>
                <tr id="table-row-a6cea96a8754207b2038fca5c2d04153">
                  <td id="table-cell-37229bf6a86c4390cc3ef243891a4516">Jumlah</td>
                  <td id="table-cell-b87b4c6612d9975ce96ac7cd12e78188">1952</td>
                  <td id="table-cell-a4a98080a767f3557d0c943d53a7f3a6">2710</td>
                  <td id="table-cell-4a40ff86b51c84eddaf6a0f10d175bee">100</td>
                  <td id="table-cell-ad328782df4a849a152ae904fd552ca7">21,19146</td>
                  <td id="table-cell-52813bf85d0350e17ede0ef8ce60c9df">2119,146</td>
                  <td id="table-cell-ce8ee0b8cefb04d03d360d01f9dddc8d" rowspan="2">Tinggi</td>
                </tr>
                <tr id="table-row-35b80cf8bdc64cd783c04bdabb2875ae">
                  <td id="table-cell-dea91114c9df14d444a562748fa51b9a">Rata-rata</td>
                  <td id="table-cell-18b6630ad1f41bcdb0b54c70f45f7f6d">65,06667</td>
                  <td id="table-cell-ed061af1ac5554845be9e95e5e6f8446">90,33333</td>
                  <td id="table-cell-a12124a311a2069d08704344711e53cb">100</td>
                  <td id="table-cell-22e0bbb5c8ea9d8a294120eb53f022c9">0,706382</td>
                  <td id="table-cell-6b8faf8f486e06e05d7a855d0e62a602">70,63819</td>
                </tr>
              </tbody>
            </table>
          </table-wrap>
          <p id="_paragraph-94">Pada hasil N Gain domain berpikir kritis di atas ditunjukkan bahwa skor N Gain yang diperoleh ialah 0,706382 dengan interpretasi kategori dikatakan tinggi. Ini berarti dari hasil perhitungan N Gain yang didapat penggunaan E-Modul menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal sangat efektif digunakan dengan kategori Tinggi. Berikut diagram batang mengenai hasil dari N-Gain efektivitas E-Modul terhadap aspek ekoliterasi dan berpikir kritis:</p>
          <fig id="figure-panel-26e1a60c522f57935ff16cb2091aacaa">
            <label>Figure 6</label>
            <caption>
              <title>Hasil N-Gain Efektivitas E-Modul Terhadap Ekoliterasi dan Berpikir Kritis</title>
              <p id="paragraph-067f89ad07f2ae0798c90f07c5be2a83" />
            </caption>
            <graphic id="graphic-d343e409741132b7a19db9088922148d" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="GAMBAR 2.png" />
          </fig>
          <p id="_paragraph-96">Berdasarkan kesimpulan dari rekapitulasi hasil perhitungan N Gain di atas bisa diketahui bahwa penggunaan E-Modul menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal berbasis ESD sangat efektif digunakan karena pada kedua aspek yaitu ekoliterasi dan berpikir kritis sama-sama mendapatkan skor lebih tinggi dari 0,7 maka bisa dikatakan E-Modul sangat efektif digunakan pada pembelajaran terutama pada aspek ekoliterasi dan berpikir kritis.</p>
        </sec>
        <sec id="heading-e15c3b3d5aa159824eb4fb7ab8bf870a">
          <title>Tahap Evaluasi</title>
          <p id="_paragraph-98">Evaluasi adalah tahap akhir dalam pengembangan penelitian model ADDIE. Pengembangan tahap ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan penelitian yang sudah dilakukan. Evaluasi dilakukan dengan menganalisis nilai validasi dari para ahli, respon peserta didik dan respon pendidik terhadap keefektifan dan kelayakan media yang dikembangkan serta saran dan masukannya. Berdasarkan hasil data di tahap implementasi bahwa ditemukan presentase ahli media sebesar 100%, ahli bahasa sebesar 98%, Dosen ahli materi sebesar 100%, dan guru ahli materi sebesar 92%. Selain itu terdapat pula hasil respon peserta didik yaitu sebesar 83% dan respon guru sebesar 82%. Terakhir ialah hasil uji efektivitas dengan N Gain terhadap ekoliterasi sebesar 0,706354248 atau kategori tinggi dan domain berpikir kritis sebesar 0,706382 atau kategori tinggi. Dengan demikian hasil tersebut menunjukkan bahwa E-Modul menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal berbasis ESD ini dikategorikan sangat layak dan sangat efektif digunakan pada proses pembelajaran siswa.</p>
        </sec>
      </sec>
      <sec id="heading-9114a1dc64e044b8e62b469aa2810824">
        <title>B. Pembahasan</title>
        <p id="_paragraph-100">Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&amp;D) model pengembangan ADDIE. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Tenjolaya Kabupaten Bogor. Didasari dengan adanya permasalahan yang ditemukan saat pra penelitian yakni kurangnya pengembangan E-Modul berbasis ESD di sekolah sebagian belum maksimal. Hal ini pula menyebabkan siswa merasa bosan dalam pembelajaran, dikarenakan hanya diberikan bahan ajar berupa tekstual seperti buku, selembaran dan sebagainya. Tentu dengan adanya pengembangan E-Modul berbasis ESD ini siswa diharapkan termotivasi dan tentu bisa mengalami peningkatan hasil belajar terutama pada aspek ekoliterasi dan berpikir kritis.</p>
        <p id="_paragraph-101">Pada dunia pendidikan, khususnya pendidikan dasar seperti pembelajaran di sekolah dasar, tentu diperlukan suatu strategi pembelajaran yang bermakna dan bisa menarik perhatian siswa. Hal ini berarti perlu adanya kebaruan dalam proses pembelajaran. Salah satu strategi guru dalam pembelajaran ialah dengan menggunakan bahan ajar berbentuk E-Modul yang bisa digunakan secara fleksibel dan bisa dilakukan dimana saja. [10]. Penggunaan E-Modul dalam pembelajaran memiliki banyak kelebihan yang dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran. Salah satu keuntungan utama adalah kemampuannya untuk menyediakan materi yang lebih interaktif dan menarik, seperti video, animasi, dan quiz, yang membuat siswa lebih terlibat dalam pembelajaran. E-Modul juga memungkinkan akses materi pembelajaran kapan saja dan di mana saja, memberi fleksibilitas kepada siswa untuk belajar sesuai dengan waktu dan kecepatan mereka sendiri. Selain itu, E-Modul dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu, memungkinkan pembelajaran yang lebih personal dan sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa. Dengan kemudahan dalam pembaruan dan distribusinya, E-Modul juga memastikan bahwa materi ajar selalu up-to-date dan relevan [11].</p>
        <p id="_paragraph-102">Pada poin efektivitas tentu bisa dikatakan bahwa E-Modul menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal berbasis ESD sangat efektif digunakan pada pembelajaran. Hal ini dibuktikan dengan hasil N-Gain penggunaan E-Modul terhadap aspek ekoliterasi dan berpikir kritis yaitu:</p>
        <fig id="figure-panel-6e688dd044867e8afa5f69f25850a3a4">
          <label>Figure 7</label>
          <caption>
            <title>Hasil N-Gain Efektivitas E-Modul Terhadap Ekoliterasi dan Berpikir Kritis</title>
            <p id="paragraph-99984d5ce1e1b63c2f5b8f8d25a5b79f" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-48f5422fc590fb5b8a5df55260c34572" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="GAMBAR 3.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-104">Pada poin ekoliterasi hasil N-Gain nya ialah lebih besar dari 0,7 dengan skor 0,706354248 dan pada poin berpikir kritis hasil N-Gainnya juga lebih besar dari 0,7 yaitu sebesar 0,706382. Tentu hal ini menunjukkan kategori tinggi pada aspek efektivitasnya sehingga ini juga yang akhirnya memberikan hasil peningkatan belajar siswa di kelas IV SDN Tenjolaya. Dari data di atas tentu menjadi pembahasan tersendiri bahwa E-Modul pembelajaran bisa menjadi sebuah kebaruan dalam proses pembelajaran dan akan membuat pembelajaran lebih efektif. Hal ini sesuai dengan statemen Sari dkk. 2020 dalam penelitiannya menyebutkan bahwa Modul atau bahan ajar berbasis teknologi sangat memudahkan siswa untuk memahami apa yang dijelaskan serta membuat siswa lebih cepat dalam menangkap tiap-tiap pembelajaran yang diberikan guru [12]. Hal ini selaras dengan statemen Wulandari dkk. Yang menyebutkan E-Modul sangat penting digunakan pada era modern saat ini. Selain fleksibel, E-Modul pun bisa membuat siswa lebih tertarik saat pembelajaran berlangsung. Hal ini tentu akan memberikan impact pada kemampuan siswa yang meningkat terutama dalam hasil belajar [13]. Selain itu, pada proses pembelajaran dengan E-Modul juga tentu akan membuat siswa lebih tertarik pada pembelajaran. Terlebih ini akan membuat pembelajaran menjadi lebih interaktif dan bisa terjadinya komunikasi dua arah antara guru dan siswa. Sehingga dapat membuat siswa lebih aktif bertanya dan bisa menciptakan suasana berpikir kritis. Selain itu dengan muatan konten berisi wawasan lingkungan tentu siswa nanti akan lebih banyak meningkatkan aspek ekoliterasi.[14]. Pada proses pembelajaran tentu diperlukan juga modul pembelajaran yang efektif digunakan. Salah satunya yaitu dengan menggunakan E-Modul elektronik Lalu menurut Samosir dan Nainggolan (2022). E-modul memungkinkan pembelajaran berbasis kompetensi, di mana siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan dan kecepatan mereka masing-masing, mendukung perkembangan mereka secara lebih personal dan berkelanjutan [24].</p>
        <p id="_paragraph-105">Berdasarkan data dan statemen di atas bahwa E-Modul sangat cocok digunakan pada era modern saat ini. Hal ini dibahas berdasarkan ketersediaan fasilitas yang mumpuni seperti handphone, laptop dan semacamnya. Tentu hal tersebut menjadi kelebihan tersendiri bagi pembelajaran di era modern. Pembahasan lainnya menyebutkan bahwa E-Modul sangat efektif digunakan pada saat pembelajaran. Hal ini bisa dibuktikan dengan peningkatan hasil belajar siswa pada data di atas serta statemen dari penelitian-penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa E-Modul sangat efektif digunakan terhadap hasil belajar siswa.</p>
        <p id="_paragraph-106">Diketahui E-Modul pembelajaran dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang terukur dan dapat dievaluasi dengan lebih efektif. E-Modul pembelajaran dapat memberikan peserta didik keterampilan relevan dalam sehari-hari termasuk lebih cepat tanggap dalam memahami agar hasil belajar cepat meningkat [15]. Lalu menurut statemen Sriyanti dkk. Mengemukakan kesimpulan mengenai penggunaan E-Modul yang sangat efektif digunakan. Hal ini berhubungan dengan hasil belajar siswa yang meningkat Ketika E-Modul digunakan [16] dan menurut Zakiyah dkk. Menyebutkan bahwa E-Modul sangat baik digunakan mengingat konten-konten di dalamnya yang sangat berguna membuat siswa lebih tertarik dalam pembelajaran. Tentu hal tersebut akan memberikan hasil belajar yang baik bagi siswa yang menggunakannya [17].</p>
        <p id="_paragraph-107">Adanya E-Modul pembelajaran juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terbukti dari rata-rata nilai siswa yang terlihat meningkat baik dari segi aspek ekoliterasi dan berpikir kritis. Dari hasil penyebaran soal pretest postest dapat dilihat bahwa dari segi aspek ekoliterasi terdapat peningkatan nilai rata-rata sebagai berikut:</p>
        <table-wrap id="_table-figure-10">
          <label>Table 10</label>
          <caption>
            <title>Hasil belajar siswa domain ekoliterasi</title>
            <p id="_paragraph-109" />
          </caption>
          <table id="_table-10">
            <tbody>
              <tr id="table-row-8ce637899fbf7aa502ae6ceda3e817ed">
                <th id="table-cell-3fe3155fe7e9f49f3233f4b620c15a54" />
                <th id="table-cell-7d23bc7df0260ca549f12753f0e57aa9">Pretest</th>
                <th id="table-cell-93b43c010c4150f14395e2ba03cfff42">Postest</th>
                <th id="table-cell-fc7fce445ccf6c39088284be81124272">Skor Maksimal</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-175612f50ec697dfed9725cf741d745e">
                <td id="table-cell-e5e16bce4360785814eaacb237e00988">Jumlah</td>
                <td id="table-cell-5869f453006ebf3905a9f238075a7246">1757</td>
                <td id="table-cell-bcf1dddfdb2d7d173cf304dd8a0db18d">2634</td>
                <td id="table-cell-55eb5e07557daa3a00a85eadcdbe4e53">100</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-904d8da46262a65c0ebae8c515b11748">
                <td id="table-cell-570d5651138e7ab06000442f8d4c91d5">Rata-rata</td>
                <td id="table-cell-659591ef758e4a2def1ef7de35c86b20">58,57</td>
                <td id="table-cell-1fac67d3f2a655f3d56f47fce868512d">87,8</td>
                <td id="table-cell-4acaae41583e6a8e2c5ce19354ac6947">100</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-110">Diketahui terdapat peningkatan hasil belajar domain ekoliterasi yaitu dengan penyelesaian soal pretest yang memiliki rata-rata 58,57 sebelum diberikan perlakuan, dan siswa mendapatkan hasil nilai rata-rata 87,8 setelah diberikan perlakuan. Hal ini tentu menjadi peningkatan bagi hasil belajar siswa khususnya pada aspek ekoliterasi.</p>
        <p id="_paragraph-111">Selain itu peningkatan berpikir kritis juga didapatkan dari hasil penyebaran instrument soal dengan rincian sebagai berikut:</p>
        <table-wrap id="_table-figure-11">
          <label>Table 11</label>
          <caption>
            <title>Hasil belajar siswa domain berpikir kritis</title>
            <p id="_paragraph-113" />
          </caption>
          <table id="_table-11">
            <tbody>
              <tr id="table-row-d1226d4e802e86b6e32c7f6301e5ecf5">
                <th id="table-cell-69ffc1e3a1739bbd652730c5ccf3fd50" />
                <th id="table-cell-5911e1bd4be006aacfeb280b56972d8b">Pretest</th>
                <th id="table-cell-6947efce5215e878b6c43293fc6ac4f0">Postest</th>
                <th id="table-cell-e38d7b0fa5ece35af7653e1cbf892094">Skor Maks</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-7dd725f3cbc88456ac193bc9999d9853">
                <td id="table-cell-572615139ab8b898d31f35cac974a73e">Jumlah</td>
                <td id="table-cell-9fe92fbba409e01769216d20bc278ae8">1952</td>
                <td id="table-cell-f245351b2492543a0025a76a9ae25d9f">2710</td>
                <td id="table-cell-cbd4c4b3d8c827035166f8858d13ecce">100</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-26344c443a42de5e9d5d6f23f397896f">
                <td id="table-cell-cac60a864ca94fed060068f394913840">Rata-rata</td>
                <td id="table-cell-a4765ca3f77422a8ef8977ba960ea80d">65,06667</td>
                <td id="table-cell-8041c570fe1fe8c9d00a5544c9b52682">90,33333</td>
                <td id="table-cell-e909f8e7cdcc84d4788dbcad8b092998">100</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-114">Dari hasil implementasi menggunakan instrument soal pretest postest didapatkan bahwa rata-rata nilai siswa pada soal berpikir kritis meningkat dengan hasil pretest rata-rata sebesar 65 dan hasil postest sebesar 90. Tentu ini menjadi peningkatan bagi para siswa dikarenakan hasil belajarnya meningkat yang diukur dari domain ekoliterasi dan berpikir kritis.</p>
        <p id="_paragraph-115">Katertarikan siswa pada proses pembelajaran menggunakan E-Modul tentu digaris bawahi oleh isi yang ditawarkan dari E-Modul itu sendiri. Seperti di dalamnya terdapat gambar, ilustrasi, video, game kuis dan semacamnya yang tentunya dibutuhkan pada proses pembelajaran[18]. E-Modul menjadi salah satu cara agar siswa lebih tertarik dalam pembelajaran dan sangat memberikan efek peningkatan dari segi apapun[19]. Penggunaan E-Modul sangat erat kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan siswa yang akan terakomodir. Hal ini disebabkan oleh strategi penggunaan e-modul yang lebih fresh dan akan disukai siswa. Dari hasil penelitian yang dilakukan penggunaan e-modul ini menghasilkan respon positif dari guru maupun siswa [2]</p>
        <p id="_paragraph-116">Statemen tadi tentu selaras dengan hasil penyebaran angket respon siswa dan guru di SDN Tenjolaya. Didapatkan bahwa hasil respon peserta didik menunjukkan bahwa siswa tertarik menggunakan produk E-Modul menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal berbasis ESD. Hasil rekapitulasi data respon siswa memiliki keseluruhan persentase sebesar 83% dengan kriteria “Sangat Baik“ dari interval 80%- 100%. Penggunaan E-Modul menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal ini dinyatakan layak digunakan dan menarik perhatian siswa dalam proses pembelajaran. Hal serupa dirasakan oleh para guru. Diketahui bahwa hasil respon guru menunjukkan bahwa guru tertarik menggunakan produk E-Modul menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal berbasis ESD. Hasil rekapitulasi data respon guru memiliki keseluruhan persentase sebesar 82% dengan kriteria “Sangat Baik“ dari interval 80%- 100%. Penggunaan E-Modul menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal ini dinyatakan layak dan sangat direkomendasikan digunakan guru dalam proses pembelajaran.</p>
        <p id="_paragraph-117">Dari hasil respon guru dan siswa tersebut disebutkan bahwa E-Modul menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal memberikan wawasan baru bagi para siswa dari segi cara belajar. Selain itu hal yang sama pula dirasakan oleh para guru dimana para guru menetapkan bahwa E-Modul pembelajaran ini sangat direkomendasikan untuk digunakan .Hal ini selaras dengan penelitian sebelumnya bahwa respom siswa sangat antusias Ketika menggunakan cara-cara baru dalam belajar, seperti penggunaan teknologi dan semacamnya Selain itu, E-modul berhasil menjadi salah satu pilihan guru untuk menerapkan strategi belajar cepat yang dibuktikan dari respon guru dan siswa yang positif.</p>
        <p id="_paragraph-118">E-Modul menjadi salah satu cara baru dalam pembelajaran. Dimana pemanfaatan teknologi seperti modul elektronik sangat layak digunakan sesuai kebutuhan pembelajaran siswa [20]. Menurut Sriyanti dkk. (2022) E-Modul menjadi sangat layak digunakan karena menghadirkan cara-cara baru dalam belajar sehingga menjadi kebaruan tersendiri bagi penggunannya[16]. Hal serupa pun disebutkan oleh Hsunulwati (2019) menyebutkan bahwa dari hasil penelitian ditemukan bahwa E-Modul bisa dikatakan sangat layak karena menghasilkan validasi dengan kategori yang sangat layak digunakan dari hasil uji ahli media, materi dan bahasa [21]</p>
        <p id="_paragraph-119">Hal ini selaras dengan validasi ahli media, bahasa dan materi yang memberikan penilaian dengan kategori sangat layak. Berikut hasil rincian yang didapatkan:</p>
        <table-wrap id="_table-figure-12">
          <label>Table 12</label>
          <caption>
            <title> Rekapitulasi Hasil Penilaian Rata-rata Validitas</title>
            <p id="_paragraph-121" />
          </caption>
          <table id="_table-12">
            <tbody>
              <tr id="table-row-3d046f00787b19e6a8b4815c25dcc4ce">
                <th id="table-cell-92d4eae76cba8d93d65419927e455b06">No</th>
                <th id="table-cell-c626978ec5689ff2f1c2ec3eb6f668d6">Validator</th>
                <th id="table-cell-41242895b58355ff085d13cf07aeb289">Hasil Persentase</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-dd88a244d86abacd55fef91fbd1af13d">
                <td id="table-cell-da7355452a3130af1bf62c060ef59fb6">1</td>
                <td id="table-cell-1f38586f8455f15409d50758b5a5684d">Ahli Media</td>
                <td id="table-cell-2f64ec8c65c99c21e1502077f4ab884f">100%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-b74bb0defb094db535e00ab1a814a0c4">
                <td id="table-cell-746dacf60fe279993be9c4c9a9f59f92">2</td>
                <td id="table-cell-cb407381beb199bad072852ffd8016c7">Ahli Bahasa</td>
                <td id="table-cell-1a98e0b73a623726006b1c014d69b82d">98%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-8b553be936088920122802ef3d15233f">
                <td id="table-cell-ca2838011269194bf1cdd4ed20f0de77">3</td>
                <td id="table-cell-61795db34984e9a89d388db0baaefd24">Ahli Materi 1</td>
                <td id="table-cell-545e536484d7c25c8f7f2fcdbdffe62f">100%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-8b73ded6093a28084105b968dd6deb80">
                <td id="table-cell-050b717d2ea1482ce4cdee050f6ff7b1">4</td>
                <td id="table-cell-9af351d12a64b143e62294d54fbc2a33">Ahli Materi 2</td>
                <td id="table-cell-dc3a69c3df7b55f2c73efafc0e46f077">92%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ee06497860e2d910748eff40f01b1708">
                <td id="table-cell-fcd5e00fbccc0abadf638872a3b193d2" colspan="2">Rata-rata</td>
                <td id="table-cell-fe5b5ab5697f080b94dd11f1e5df116a">97,5% ( Sangat Layak)</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-122">Dari hasil tersebut bisa diketahui bahwa validator ahli media memberikan presentase penilaian 100% dan dikategorikan sangat layak untuk digunakan, ahli bahasa sebesar 98% dengan kategori sangat layak, ahli materi 1 sebesar 100% dengan kategori sangat layak dan ahli materi 2 sebesar 92% dengan kategori sangat layak. Hal ini bisa disimpulkan bahwa rata-rata presentase para ahli mengenai E-Modul ini sebesar 97,5% dan dikategorikan sangat layak dan direkomendasikan untuk digunakan dalam pembelajaran.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-7fb617fd14e44353cac353248808ae54">
      <title>
        <bold id="bold-42abab56bcab8cd95e0fa1da73a8bd63">Simpulan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-124">Penelitian ini berhasil mengembangkan E-Modul menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal berbasis ESD guna meningkatkan kemampuan ekoliterasi dan berpikir kritis, dimana terdapat keberhasilan dari hasil penilaian ahli media, bahasa dan materi yang memberikan presentase nilai rata-rata pada kategori sangat layak. Hal ini tentu menjadikan E-Modul menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal berbasis ESD sangat layak digunakan dalam pembelajaran. Lalu jika dilihat dari segi efektivitas E-Modul menunjukkan kategori sangat tinggi berdasarkan perhitungan N-Gain di aplikasi Microsoft excel, sehingga e-modul dianggap efektif digunakan pada pembelajaran. Selain itu dari segi aspek respon guru dan siswa terdapat respon positif yang menunjukkan bahwa guru dan siswa sangat menerima baik e-modul yang digunakan dalam pembelajaran, selain itu terdapat peningkatan hasil belajar siswa yang diukur dari domain berpikir kritis dan ekoliterasi dimana hasil nilai pretest postest siswa semakin meningkat.</p>
      <p id="_paragraph-125">Pengembangan E-Modul pembelajaran di kelas IV SD E-Modul ini telah sesuai dengan serangkaian tahapan pengembangan yang sistematis mulai dari analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi hingga evaluasi. Secara keseluruhan, penelitian ini menujukkan bahwa dengan adanya E-Modul menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal berbasis ESD memberikan dampak positif dalam pembelajaran, menngkatkan kemampuan ekoliterasi, berpikir kritis, inovatif, kreatif dan kolaboratif dalam setiap kelompok. E-Modul ini dapat menjadi referensi guru kelas untuk bisa mengembangkan pembelajaran lebih relevan di kelas.</p>
      <p id="_paragraph-126">Lalu demi menunjukkan visi ke depan peneliti berharap agar dilakukan penelitian lanjutan terutama dari metode penelitian, uji keefektifan dan sampel dan lokasi yang berbeda, karena peneliti melihat, terdapat potensi strategi pembelajaran efektif dari pengembangan e-modul berbasis ESD yang baik digunakan pada pembelajaran ke depannya.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-7398e0c401e506d1e99503b459bc3f12">
      <title>Ucapan Terima Kasih</title>
      <p id="_paragraph-128">Terima kasih peneliti haturkan khususnya kepada Allah SWT Tuhan semesta alam. Selanjutnya terima kasih juga peneliti haturkan kepada kedua orang tua, istri serta pihak-pihak yang telah berkontribusi baik secara materil ataupun moril saat proses penelitian berlangsung. Tidak lupa peneliti haturkan banyak terima kasih kepada dosen pembimbing, penguji, kepala sekolah, guru serta pihak-pihak yang telah membantu peneliti dalam penelitian ini, karena atas bantuannya penelitian mengenai pengembangan E-Modul menjaga kekayaan alam daerah tempat tinggal berbasis ESD guna meningkatkan kemampuan ekoliterasi dan berpikir kritis siswa sekolah dasar bisa selesai dengan baik.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>