<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title />
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-0b5150b63467f1924264e5a1f24a5769" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Rahma</surname>
            <given-names>Anita Rizkia</given-names>
          </name>
          <email>anita@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-723668bdfc63dcd5fd15cb7caafb974a" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Phahlevy</surname>
            <given-names>Rifqi Ridlo</given-names>
          </name>
          <email>qq_levy@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2024-10-24">
          <day>24</day>
          <month>10</month>
          <year>2024</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-43e2203347ffe0826129dd599bc47d05">
      <title>
        <bold id="_bold-1">Pendahuluan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-4">Dalam rangka mewujudkan tujuan Negara Republik Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, sumber daya manusia yang berkualitas memegang peranan penting sebagai pelaksana pemerintahan yang efektif dan efisien [1]. Pegawai negeri yang setia kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 diharapkan menjadi motor penggerak tercapainya pemerintahan yang berdaya guna dan berhasil guna. Efektivitas kerja pegawai merupakan salah satu indikator utama keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan dan hasil yang optimal [10].</p>
      <p id="_paragraph-5">Efektivitas dapat dipahami sebagai kemampuan organisasi atau individu dalam mencapai sasaran dengan pemanfaatan sumber daya secara tepat dan efisien [9]. Dalam konteks pemerintahan, efektivitas kerja pegawai sangat diperlukan untuk mempercepat penyelesaian tugas administrasi dan pelayanan publik [4]. Menurut Azwar, efektivitas kerja akan tercapai bila tugas diselesaikan sesuai standar waktu, kualitas, dan kuantitas yang sudah direncanakan [12]. Oleh sebab itu, dalam mendukung efektivitas tersebut, teknologi informasi dan sistem komputerisasi sangat dibutuhkan sebagai alat bantu pengelolaan data dan informasi [3], [6].</p>
      <p id="_paragraph-6">Sistem komputerisasi adalah penerapan teknologi komputer untuk mendukung pengolahan data yang cepat, efisien dan akurat dalam sebuah organisasi. Hartono menjelaskan bahwa sistem komputerisasi sangat berpotensi meningkatkan produktivitas dan efektivitas kerja pegawai dengan mengurangi kesalahan manual serta mempercepat alur kerja [6], [7]. Berbagai studi empiris membuktikan bahwa penerapan sistem komputerisasi berpengaruh positif terhadap efektivitas kerja pegawai pada instansi pemerintahan maupun swasta. Namun demikian, masalah teknis seperti gangguan sistem dan sumber daya manusia yang belum memadai masih menjadi kendala yang menghambat pemanfaatan optimal teknologi ini [5].</p>
      <p id="_paragraph-7">Pemerintahan daerah, termasuk Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Paser, merupakan unsur penting dalam pemerintahan yang harus menjalankan tugas pemerintahan daerah secara efektif. Sekretariat Daerah bertugas menyusun kebijakan, mengoordinasikan pelaksanaan tugas perangkat daerah, dan melakukan pembinaan administrasi dengan dukungan sistem yang handal. Data dan informasi akurat sangat dibutuhkan agar fungsi administrasi dan organisasi dapat berjalan sesuai dengan tujuan dan beban kerja yang ada. Namun, berdasarkan observasi di Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Paser, terdapat hambatan terkait gangguan sistem komputerisasi dan pengelolaan administrasi yang belum optimal, yang berdampak pada menurunnya efektivitas kerja pegawai.</p>
      <p id="_paragraph-8">Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh sistem komputerisasi terhadap efektivitas kerja pegawai di Bagian Organisasi Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Paser dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode korelasi Spearman [2]. Dengan demikian, penelitian ini akan memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan manajemen sumber daya manusia dan teknologi informasi dalam konteks pemerintahan daerah [8]. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi pembuat kebijakan dan pengelola instansi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui perbaikan sistem komputerisasi serta pelatihan pegawai.</p>
      <p id="_paragraph-9">Secara keseluruhan, penelitian ini tidak hanya menambah wawasan akademis terkait hubungan teknologi dan efektivitas kerja, tetapi juga membawa implikasi praktis berupa peningkatan kinerja aparatur sipil negara di lingkungan pemerintahan daerah. Penemuan yang diperoleh diharapkan mendorong penguatan tata kelola instansi dengan dukungan teknologi yang andal sehingga mendukung tujuan pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.</p>
      <p id="_paragraph-10">Dengan demikian, penting bagi instansi pemerintah untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dan meningkatkan kapasitas pegawai dalam menggunakan sistem komputerisasi. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan efektivitas kerja, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah [12], [15]. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang bermanfaat bagi pengembangan kebijakan dan praktik di instansi pemerintah, sehingga dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat [4], [10].</p>
      <p id="_paragraph-11">Akhirnya, penelitian ini juga akan membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor lain yang mempengaruhi efektivitas kerja pegawai di instansi pemerintah. Dengan memahami berbagai aspek yang berkontribusi terhadap kinerja pegawai, diharapkan dapat ditemukan solusi yang lebih komprehensif untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pelayanan publik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya dalam mengeksplorasi hubungan antara teknologi informasi dan kinerja pegawai di sektor publik [8].</p>
    </sec>
    <sec id="heading-87376b3415c6ba8277fca98a6809bf43">
      <title>
        <bold id="_bold-2">Metode</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-13">Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh sistem komputerisasi terhadap efektivitas kerja pegawai di Bagian Organisasi Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Paser. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari seluruh pegawai yang ada pada Bagian Organisasi, yang berjumlah 18 orang. Menurut Rachmad Trijono, populasi adalah keseluruhan unit yang menjadi objek kegiatan statistik, baik berupa instansi pemerintah, lembaga, organisasi, maupun individu [1]. Sugiyono juga menjelaskan bahwa populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang memiliki karakteristik tertentu [2]. Dalam hal ini, karena jumlah populasi yang relatif kecil, peneliti menggunakan teknik sensus atau sampling total, di mana seluruh anggota populasi dijadikan sampel [3].</p>
      <p id="_paragraph-14">Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah sensus, yang merupakan metode di mana semua anggota populasi diikutsertakan dalam penelitian. Menurut Sugiyono, sensus adalah teknik pengambilan sampel di mana seluruh anggota populasi dijadikan sampel [2]. Dengan menggunakan teknik ini, peneliti dapat memperoleh data yang lebih akurat dan representatif mengenai efektivitas kerja pegawai di Bagian Organisasi. Hal ini sejalan dengan pendapat Sutrisno Hadi yang menyatakan bahwa dalam penelitian kuantitatif, pemilihan sampel yang tepat sangat penting untuk mendapatkan hasil yang valid dan reliabel [4].</p>
      <p id="_paragraph-15">Dalam penelitian ini, peneliti akan mengukur gejala kontinum, yang merupakan gejala yang memiliki kontinuitas dan dapat digunakan untuk menggolongkan subjek pendukung [5]. Menurut Sugiyono, data kuantitatif dapat dibedakan menjadi data diskrit dan data kontinum, di mana data kontinum memiliki kesinambungan dalam satu garis [2]. Oleh karena itu, peneliti akan menggunakan alat pengukur data dengan skala ordinal untuk menilai jawaban kuesioner responden. Uhar Suharsaputra menjelaskan bahwa alat pengukur data adalah pengukuran yang disusun secara terurut dari yang rendah hingga tertinggi [6]. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan skala Likert dengan tiga alternatif jawaban, yaitu 1, 2, dan 3, untuk menilai tingkat efektivitas kerja pegawai [7].</p>
      <p id="_paragraph-16">Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi studi kepustakaan, penelitian lapangan, observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Menurut Sugiyono, pengumpulan data dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik melalui sumber primer maupun sekunder [2]. Studi kepustakaan dilakukan untuk mengumpulkan informasi dari berbagai literatur yang relevan dengan topik penelitian. Penelitian lapangan dilakukan dengan cara observasi langsung terhadap objek penelitian, serta pengumpulan data melalui kuesioner yang diberikan kepada responden [8]. Dokumentasi juga digunakan untuk mengumpulkan data dari dokumen-dokumen yang ada di lokasi penelitian, sehingga memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi yang diteliti [9].</p>
      <p id="_paragraph-17">Setelah data terkumpul, analisis data dilakukan untuk menguji pengaruh antara variabel bebas (sistem komputerisasi) dan variabel terikat (efektivitas kerja pegawai). Menurut Ulber Silalahi, analisis data bertujuan untuk menjawab pertanyaan penelitian dan menguji hipotesis yang diajukan [10]. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik analisis koefisien korelasi rank Spearman (rs) untuk mengukur hubungan antara kedua variabel tersebut. Teknik ini dipilih karena dapat digunakan untuk data ordinal dan tidak memerlukan asumsi distribusi normal. Dengan demikian, analisis ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai pengaruh sistem komputerisasi terhadap efektivitas kerja pegawai di Bagian Organisasi Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Paser.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-dafa59e2ed1f4cb54cf8ad791a9aa596">
      <title>
        <bold id="_bold-3">Hasil dan Pembahasan </bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-19">Berdasarkan pengumpulan data melalui kuesioner yang telah diisi oleh seluruh 18 pegawai Bagian Organisasi Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Paser, diperoleh gambaran mengenai variabel Sistem Komputerisasi dan Efektivitas Kerja Pegawai. Responden menilai sistem komputerisasi secara umum memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja mereka. Indikator-indikator seperti kemudahan perencanaan, pengorganisasian kegiatan operasional, serta pengurangan kesalahan dalam pelaksanaan tugas mendapatkan persetujuan mayoritas dengan skor tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa sistem komputerisasi yang diterapkan mampu menunjang pelaksanaan tugas pegawai secara efektif sesuai harapan.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>Rangkuman Skor Jawaban Responden untuk Variabel Sistem Komputerisasi (X)</title>
          <p id="_paragraph-21" />
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-aecf27a3daac5b8f4102b9a93ac88cac">
              <th id="table-cell-addc056388e54dfafdb40b25c838d490">No</th>
              <th id="table-cell-daa99cce28ba943f0072002c35779543">Indikator</th>
              <th id="table-cell-136150b2c023d9ad32fd01ede7bd4159">Tingkat Persetujuan (%)</th>
              <th id="table-cell-6300cf98da02d059c3a3ac600f42ba37">Skor Rata-rata</th>
            </tr>
            <tr id="table-row-85730784bd2bf155dda00fb3b6032592">
              <td id="table-cell-5ee89ba43986ce89ae8a67630cef0eaf">1</td>
              <td id="table-cell-4463aa0a60ac1ca006f1085bb7bdeb5f">Efektivitas dan efisiensi lebih tinggi</td>
              <td id="table-cell-0420d4538953c1fe8372f175135f6bef">83,33% sangat setuju</td>
              <td id="table-cell-bccb4d98555550181cf5a2cb5f5ae849">2.8</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-55bbcaae78d62505348efbd044417906">
              <td id="table-cell-3b189c6ab5b78a3fbc2bd3d9aa36e32d">2</td>
              <td id="table-cell-2f1c5e6b43885fbc241fb104bb81b390">Pengawasan lebih tertib</td>
              <td id="table-cell-d6548f98718d19faf252f69cee95ff19">100% setuju/sangat setuju</td>
              <td id="table-cell-a638e506925da052697da0dc0f842952">2.7</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-bf7fcfbb0ea4a07faba9f7e747d8008c">
              <td id="table-cell-0ec2a977b2803b20ba63e678ab58ccf7">3</td>
              <td id="table-cell-9e8c86cfa27818d700c171745811713f">Biaya lebih murah</td>
              <td id="table-cell-d88a503ce861adbbebfc8e2bcfa7f072">94,44% setuju/sangat setuju</td>
              <td id="table-cell-2f7b580388af4e19e747b66bec2e9811">2.6</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a07d0d089be3769f967c7f9741a573c4">
              <td id="table-cell-05b260be95402d10b96a03cf06dd05f7">4</td>
              <td id="table-cell-a21120ecae3016935f650390361ceea8">Kesalahan lebih sedikit</td>
              <td id="table-cell-f7cb963a8754eeea5f27f20ff51adf9e">94,44% setuju/sangat setuju</td>
              <td id="table-cell-0f9a3c93e11ad57d3ea6b2c782963505">2.7</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0f7870c55aabfbbb4f888f970eacd8b5">
              <td id="table-cell-4df65d364a8f7cd94fb63e65ebcf5619">5</td>
              <td id="table-cell-20556e8aa6b0fa5c1490afa61739e9cd">Meningkatkan pelayanan pelanggan</td>
              <td id="table-cell-d0e89479c822e0528687edaf6f83375a">100% setuju/sangat setuju</td>
              <td id="table-cell-7d2474c7200a87397e180e89ac951e45">2.7</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f569360d92e3bcf744b83d54ca653237">
              <td id="table-cell-1d7d80b72bfa2fd3c53d8504422eb15f">6</td>
              <td id="table-cell-6d89791baf45e13770b97e1625805349">Memudahkan perencanaan dan distribusi</td>
              <td id="table-cell-868d7bae9546d61ca1ab7a61898968d3">94,44% setuju/sangat setuju</td>
              <td id="table-cell-f6f5d99eb389e1e6b4f60ed9b9469c0d">2.7</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e8cca7a5c9333c77a3622c325cf751bd">
              <td id="table-cell-6a21f5eda94808e1a28550028a5520c3">7</td>
              <td id="table-cell-71aa50e24f0bc5e650b8d9626d5b09d7">Keputusan berdasarkan informasi lebih mudah</td>
              <td id="table-cell-819d00558c4a600176eefc4f9d938fc0">100% setuju/sangat setuju</td>
              <td id="table-cell-47a3acce195ee1c39780abbee8cf44f4">2.6</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-636f007c97a1c0e644d390451af46539">
              <td id="table-cell-fa8f9ac47948cb7bd676044bc2b85a64">8</td>
              <td id="table-cell-3280d5510d613836ba112c24be46b38a">Mengurangi pemakaian ketatausahaan</td>
              <td id="table-cell-e11c842ebcac35fd2709c2f1c55974b5">94,44% setuju/sangat setuju</td>
              <td id="table-cell-354521ac9a08cd32bce211024fb6037d">2.5</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-22">Selanjutnya, indikator efektivitas kerja pegawai yang meliputi pencapaian tujuan, kualitas kerja, kuantitas kerja, ketepatan waktu, dan kepuasan kerja juga menunjukkan nilai positif secara keseluruhan. Mayoritas responden menyatakan mampu mencapai target kerja sesuai standar operasional, dengan kualitas dan kuantitas yang memadai serta kedisiplinan dalam penggunaan waktu kerja. Tabel 2 memperlihatkan ringkasan hasil pengukuran efektivitas kerja pegawai dengan skor tinggi pada hampir semua indikator, meskipun pada indikator kepuasan kerja terdapat sebagian kecil responden yang belum merasa optimal. Hal ini menjadi bahan evaluasi penting untuk pengembangan sistem komputerisasi dan pelatihan pegawai ke depan.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-2">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <title>Rangkuman Skor Jawaban Responden untuk Variabel Efektivitas Kerja Pegawai (Y)</title>
          <p id="_paragraph-24" />
        </caption>
        <table id="_table-2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-c7b3440a5dd66eb10d6ba6f38b83fc7a">
              <th id="table-cell-a6963e274e373d45050ee457d8a5ccff">No</th>
              <th id="table-cell-c484d71b996a6ce74fc83a2ed8e58087">Indikator</th>
              <th id="table-cell-b4326072555f29f8bb8b8470c6b78110">Tingkat Persetujuan (%)</th>
              <th id="table-cell-dbb95a684a877fca6d631e1018da8d94">Skor Rata-rata</th>
            </tr>
            <tr id="table-row-0e007a4ab3836020ff0664a99354ec45">
              <td id="table-cell-3aeb27f2fbe005bd1fb564a9cac58c64">1</td>
              <td id="table-cell-a8953d961be3624e29b9578a5e113107">Pencapaian tujuan</td>
              <td id="table-cell-0e8d8e901e88a15fd4fb89b371cc31af">100% setuju/sangat setuju</td>
              <td id="table-cell-62f79ba63a70cfd7ffd9d24ffefe3cf7">2.7</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c712958803a9f1aaed207b319fab643f">
              <td id="table-cell-10bb49c19fa0d40115a798c73936fd51">2</td>
              <td id="table-cell-8d078608b7e401bb0c4985ee6cea07c7">Kualitas kerja</td>
              <td id="table-cell-86fa7dd4dc4a400b147c0315888438fb">100% setuju/sangat setuju</td>
              <td id="table-cell-0751025e1a4562abb1569ef0d40ae45c">2.6</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f10116ebcc91cc18c61f08aeb2e5581d">
              <td id="table-cell-b92ce1d4620906677caef1ed448c8b31">3</td>
              <td id="table-cell-6d13d76cb31de859259bdfd7efc640cf">Kuantitas kerja</td>
              <td id="table-cell-e289ba33d2bc88187336ec37279266ff">94,44% setuju/sangat setuju</td>
              <td id="table-cell-281f584ebd13bf39096f165b502561c8">2.5</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2febeb426a2d3eb4892b9575a489ed5b">
              <td id="table-cell-24b931cc1902072f68ce8b28b58abae1">4</td>
              <td id="table-cell-288a084820819136ecddaec25a63eb41">Tepat waktu</td>
              <td id="table-cell-97202d377e1529e6916dacf5dbe581ca">100% setuju/sangat setuju</td>
              <td id="table-cell-9137454abf9cba3e1deba6cc431ca91a">2.7</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-81b0f39e6930fb8c6a811ae3e16f3ecc">
              <td id="table-cell-7ccf5e14d07d8ce1b10f185ef51c0bef">5</td>
              <td id="table-cell-371463f22bbbb584c0f58a323ad0b535">Kepuasan kerja</td>
              <td id="table-cell-b96515e2e3e6bbe695dac12c783a4ad0">83,33% setuju/sangat setuju</td>
              <td id="table-cell-c25c26870ad8308b857ed26e6dcf44c9">2.3</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-25">Analisis data menggunakan Koefisien Korelasi Rank Spearman (rs) menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara sistem komputerisasi dan efektivitas kerja pegawai. Nilai rs yang diperoleh adalah 0,529, yang lebih besar dari nilai rs tabel 0,472 pada tingkat signifikansi alfa 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin baik penerapan sistem komputerisasi, semakin tinggi pula efektivitas kerja pegawai di Bagian Organisasi Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Paser. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa teknologi informasi dapat meningkatkan kinerja pegawai di sektor publik.</p>
      <p id="_paragraph-26">Lebih lanjut, hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa pegawai merasa lebih puas dengan pekerjaan mereka ketika sistem komputerisasi berfungsi dengan baik. Meskipun ada beberapa responden yang menyatakan ketidakpuasan terhadap rekan kerja, mayoritas merasa puas dengan kualitas interaksi dan dukungan yang mereka terima dalam lingkungan kerja. Hal ini menunjukkan bahwa sistem komputerisasi tidak hanya berpengaruh pada efektivitas kerja, tetapi juga pada kepuasan kerja pegawai, yang merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelatihan dan pengembangan pegawai dalam menggunakan sistem komputerisasi untuk meningkatkan kepuasan dan efektivitas kerja secara keseluruhan.</p>
      <p id="_paragraph-27">Akhirnya, hasil penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pengelola instansi untuk terus memperbaiki dan mengembangkan sistem komputerisasi yang ada. Dengan mengatasi kendala yang dihadapi, seperti gangguan teknis dan kurangnya pelatihan, diharapkan efektivitas kerja pegawai dapat meningkat lebih jauh. Penelitian ini juga membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi efektivitas kerja pegawai, seperti motivasi, lingkungan kerja, dan dukungan manajerial . Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengambilan keputusan dalam pengembangan kebijakan dan praktik di instansi pemerintah, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Paser.</p>
      <p id="_paragraph-28">Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem komputerisasi memiliki pengaruh signifikan terhadap efektivitas kerja pegawai di Bagian Organisasi Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Paser. Nilai koefisien korelasi Spearman (rs) sebesar 0,529 mengindikasikan hubungan positif yang kuat antara kedua variabel tersebut. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Purba, yang menemukan bahwa penerapan sistem komputerisasi dapat meningkatkan produktivitas dan efektivitas kerja pegawai di instansi pemerintah. Selain itu, penelitian oleh Ariyadi juga menunjukkan bahwa sistem komputerisasi berkontribusi pada peningkatan kinerja pegawai dalam melaksanakan tugas-tugas administratif [36]. Dengan demikian, penerapan teknologi informasi yang tepat dapat menjadi kunci dalam meningkatkan kinerja pegawai di sektor publik.</p>
      <p id="_paragraph-29">Meskipun hasil penelitian menunjukkan hubungan positif, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi dalam penerapan sistem komputerisasi. Beberapa pegawai melaporkan adanya kendala teknis yang mengganggu proses kerja, seperti gangguan sistem dan kurangnya pelatihan dalam penggunaan teknologi [5], [6]. Menurut Sugiyono, penting bagi instansi untuk memberikan pelatihan yang memadai kepada pegawai agar mereka dapat memanfaatkan sistem komputerisasi secara optimal [2]. Hal ini sejalan dengan pendapat Hadi yang menyatakan bahwa pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam meningkatkan efektivitas kerja [4]. Oleh karena itu, instansi pemerintah perlu menginvestasikan waktu dan sumber daya untuk memastikan pegawai memiliki keterampilan yang diperlukan dalam menggunakan sistem komputerisasi.</p>
      <p id="_paragraph-30">Selain itu, kepuasan kerja pegawai juga dipengaruhi oleh penerapan sistem komputerisasi. Meskipun mayoritas responden merasa puas dengan pekerjaan mereka, ada sebagian kecil yang merasa tidak puas dengan interaksi rekan kerja. Penelitian oleh Azwar menunjukkan bahwa kepuasan kerja berhubungan erat dengan efektivitas kerja, di mana pegawai yang merasa puas cenderung lebih produktif . Oleh karena itu, penting bagi pengelola instansi untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendukung, termasuk dalam hal komunikasi dan kolaborasi antar pegawai. Dengan memperhatikan aspek-aspek ini, diharapkan efektivitas kerja pegawai dapat terus meningkat, dan pelayanan publik yang diberikan dapat lebih baik [10].</p>
      <p id="_paragraph-31">Integrasi sistem komputerisasi dan teknologi digital semakin memperkuat temuan penelitian ini, di mana penerapan sistem komputerisasi terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap efektivitas kerja pegawai di sektor publik. Berbagai studi sebelumnya menunjukkan bahwa implementasi Computerized Management Information Systems (MIS), sistem kearsipan elektronik, dan Computerized Accounting Information Systems secara nyata meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, serta pengembangan modal manusia melalui penyederhanaan proses kerja dan peningkatan keterampilan [12]–[14]. Sebagai contoh, implementasi MIS di Palestinian Cellular Communications Company dan sistem kearsipan elektronik di Dinas Pendidikan Kota Cimahi berhasil mengoptimalkan kinerja pegawai [12], [13]. Demikian pula, di universitas negeri Yordania, sistem informasi akuntansi terkomputerisasi berpengaruh positif terhadap efisiensi modal manusia [14]. Sektor perbankan di Pakistan juga melaporkan peningkatan produktivitas melalui sistem e-HRM, menegaskan pentingnya desain sistem yang tepat [25]. Selain itu, adopsi perangkat lunak kompleks di perusahaan-perusahaan Chili menyoroti perlunya pengembangan keterampilan seiring adopsi teknologi [17], dan temuan serupa juga terlihat di Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumatera Utara serta PT. Ramayana Lestari Sentosa [18], [19]. Implementasi sistem informasi di PT Bina Pertiwi dan penggunaan alat digital untuk mendukung keseimbangan kerja dan kehidupan turut memperkuat pengaruh positif teknologi terhadap efisiensi operasional dan kinerja karyawan [21], [22].</p>
      <p id="_paragraph-32">Namun demikian, dampak sistem komputerisasi tidak selalu bersifat linier dan sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti jenis pekerjaan, desain sistem, serta strategi organisasi. Penelitian menunjukkan bahwa meskipun komputerisasi meningkatkan efektivitas pada banyak peran, manfaatnya bisa kurang optimal atau bahkan negatif pada pekerjaan rutin, di mana nilai kegigihan manusia cenderung menurun [15]. Selain itu, sistem pemantauan elektronik yang tidak dirancang dengan baik dapat mengurangi beban mental, namun juga berpotensi menurunkan motivasi dan kepuasan kerja [16]. Tantangan seperti kelebihan teknologi dan pelatihan yang tidak memadai dapat menghambat potensi maksimal teknologi informasi, sehingga diperlukan perencanaan, manajemen perubahan, dan pelatihan karyawan yang berkelanjutan [20], [23], [25]. Efektivitas sistem informasi akuntansi serta kesesuaian tugas dengan teknologi informasi juga terbukti berdampak positif terhadap kinerja karyawan, mendukung model teoritis seperti Technology Acceptance Model (TAM) [24]. Dengan demikian, meskipun teknologi digital dan sistem komputerisasi menawarkan banyak manfaat, keberhasilan implementasinya sangat membutuhkan prioritas strategis, manajemen perubahan yang efektif, serta pengembangan keterampilan secara berkelanjutan untuk memaksimalkan hasil positif [20], [25], [23]. Temuan ini memperkuat rekomendasi agar instansi pemerintah tidak hanya fokus pada pengadaan teknologi, tetapi juga pada pengembangan sumber daya manusia dan strategi implementasi yang komprehensif untuk meningkatkan efektivitas kerja dan kualitas pelayanan publik[26].</p>
    </sec>
    <sec id="heading-a743acf2e3a28e9957819d260937d45f">
      <title>
        <bold id="_bold-12">Simpulan </bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-34">Penelitian ini berhasil menunjukkan bahwa sistem komputerisasi memiliki pengaruh signifikan terhadap efektivitas kerja pegawai di Bagian Organisasi Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Paser. Dengan nilai koefisien korelasi Spearman (rs) sebesar 0,529, hasil ini mengindikasikan bahwa penerapan sistem komputerisasi yang baik dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja pegawai. Responden secara umum merasa bahwa sistem komputerisasi memudahkan mereka dalam menyelesaikan tugas-tugas administratif, mengurangi kesalahan, dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan temuan dari penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa teknologi informasi dapat berkontribusi positif terhadap kinerja pegawai di sektor publik.</p>
      <p id="_paragraph-35">Namun, meskipun hasil penelitian menunjukkan hubungan yang positif, terdapat tantangan yang perlu diatasi, seperti gangguan teknis dan kurangnya pelatihan pegawai dalam menggunakan sistem komputerisasi. Oleh karena itu, penting bagi instansi pemerintah untuk memberikan pelatihan yang memadai dan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kolaborasi antar pegawai. Dengan memperhatikan aspek-aspek ini, diharapkan efektivitas kerja pegawai dapat terus meningkat, yang pada gilirannya akan memperbaiki kualitas pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pengelola instansi untuk terus mengembangkan dan memperbaiki sistem komputerisasi serta meningkatkan kapasitas pegawai dalam memanfaatkan teknologi informasi..</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>