<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Peranan Efikasi Diri dan Kontrol Peranan Efikasi Diri dan Kontrol Diri Terhadap Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</article-title>
        <subtitle>The Role of Self-Efficacy and Self-Control on Academic Procrastination of Students at Muhammadiyah University of Sidoarjo</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Firmanti</surname>
            <given-names>Salwa Rosamarta</given-names>
          </name>
          <email>salwarsmrt@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Affandi</surname>
            <given-names>Gozali Rusyid</given-names>
          </name>
          <email>ghozali@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2024-08-13">
          <day>13</day>
          <month>08</month>
          <year>2024</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>15</day><month>02</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="heading-a30b7078e01d797773a53d3439c73574">
      <title>
        <bold id="_bold-12">Pendahuluan </bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-14">Mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan jenjang Strata 1 dengan kisaran usia 19-23 tahun sedang berada dalam fase peralihan dari remaja menuju dewasa. Fase tersebut menuntut mahasiswa menjalani peran ataupun tuntutan baru seperti eksplorasi gaya hidup, penyesuaian diri terhadap pola hidup baru, dan juga kemampuan dalam mengatur dirinya sendiri termasuk tuntutan-tuntutan akademik dalam perkuliahan. Mahasiswa dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber, termasuk dosen . Pengetahuan dibagikan dalam hubungan dua arah antara dosen dan mahasiswa. Dosen memberikan pengetahuan dengan mentransfernya melalui berbagai metode, termasuk bimbingan belajar, diskusi, tugas, dan membaca banyak buku dan referensi. Hal ini dilakukan dengan harapan pengetahuan akan berhasil ditransfer . Karena hal ini terjadi, para pengajar sekarang diharuskan untuk memberikan tugas rumah kepada para mahasiswa. Tingkat kesulitan tugas yang diberikan dosen dapat berubah dari satu tugas ke tugas lainnya. Mahasiswa membawa lebih dari satu beban mata kuliah, yang menyiratkan bahwa mereka dapat menyelesaikan lebih dari satu tugas untuk setiap tugas. Mahasiswa yang memiliki banyak tugas akan kesulitan untuk memutuskan tugas mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Hal ini menyebabkan siswa menunda-nunda pekerjaan akademis mereka atau menunda penyelesaian tugas mereka. Beban tugas yang semakin banyak dapat mengakibatkan prokrastinasi akademik .</p>
      <p id="_paragraph-15">Prokrastinasi akademik adalah tindakan menunda atau menangguhkan sesuatu dengan alasan yang tidak masuk akal . Kondisi menunda-nunda akan membuat prokrastinasi atau penunda merasa tidak nyaman. Selain motivasi yang tidak rasional, perilaku menunda juga dapat disengaja . Meskipun mereka sadar akan konsekuensi dan potensi kerugian bagi diri mereka sendiri, orang yang menunda-nunda tetap melakukannya. Orang yang menunda-nunda menyadari apa yang perlu dilakukan namun memilih untuk tidak melakukannya. </p>
      <p id="_paragraph-16">Menurut data, 80% hingga 95% siswa telah mengakui menunda-nunda, 75% lainnya percaya bahwa hal tersebut telah menjadi kebiasaan umum, dan 50% percaya bahwa hal tersebut terjadi secara bertahap, yang mengarah pada munculnya masalah akademis lainnya . Menurut penelitian yang dilakukan oleh Izzati didapatkan bawah tingkat prokrastinasi akademik berdasarkan program studi menunjukkan semua mahasiswa FPIP memiliki presentase perilaku prokrastinasi akademik sebesar 60,5% menemukan gambaran tingkat prokrastinasi akademik mahasiswa ditinjau dari program studi di FPIP menunjukkan presentase di setiap prodi berkisar 60,5% hingga 100%. Semua partisipan program studi melakukan prokrastinasi akademik, sesuai dengan gambaran prokrastinasi akademik pada mahasiswa berdasarkan program studi di Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Tingkat prokrastinasi akademik tertinggi di seluruh program studi di FPIP ditemukan di antara mahasiswa psikologi, yaitu sebesar 60,5%, dengan kecenderungan yang signifikan . Konsekuensi masa depan dari penundaan yang berlebihan akan merugikan pelaku. Tingkat prokrastinasi  akademik mahasiswa universitas Muhammadiyah Sidoarjo berdasarkan kategori menunjukkan 22 % mahasiswa melakukan prokrastinasi akademik dengan tingkatan rendah, 58% mahasiwa termasuk dalam kategori sedang dan 20% lainnya termasuk dalam kategori tinggi. Hasil penelitian tersebut juga menunjukkan sebagian besar mahasiswa cenderung melakukan prokrastinasi dalam kategori sedang  Berdasarkan survey awal yang dilakukan peneliti, terhadap 10 mahasiswa universitas Muhammadiyah sidoarjo, 9 diantaranya mengaku melakukan prokrastinasi akademik berupa penundaan tugas kuliah. Berdasarkan keterangan subjek mengaku perilaku yang dilakukan tersebut berdampak pada nilai akademik.</p>
      <p id="_paragraph-17">Menunda-nunda pekerjaan secara berlebihan akan memberikan dampak jangka panjang yang negatif bagi pelakunya. Beberapa dampaknya dapat diamati dalam berbagai konteks, seperti dalam bidang akademis, di mana dampak tersebut dapat terlihat dalam bentuk nilai yang lebih rendah atau kesulitan dalam menyelesaikan tugas. Selain itu, dampak negatif juga dapat terlihat pada domain kesehatan fisik dan mental, seperti mengalami depresi dan membutuhkan perhatian medis yang lebih sering, terutama menjelang akhir semester . Dampak prokrastinasi akademik pada mahasiswa dapat berdampak pada beberapa aspek: 1) aspek afektif (berupa perasaan gelisah, rasa takut, kecemasan, perasaan sedih, stress serta emosi yang sulit dikontrol; 2) aspek kognitif (perasaan gagal dan terbayang akan tugas yang belum tuntas); 3) perilaku (meliputi ketidaksesuaian dalam menjalankan tugas dan penyimpangan perilaku); 4) fisik (meliputi penurunan nafsu makan, mudah lelah, penurunan metabolism tubuh): akademik (seperti pekerjaan tertunda, nilai menurun, tugas menumpuk); 5) moral (seperti menyontek); 6) interpersonal (meliputi stigma negative oleh orang lain, munculnya perasaan tidak enak) .</p>
      <p id="_paragraph-18">Aspek-aspek prokrastinasi akademik dapat diukur berdasarkan karakteristiknya. Ada empat aspek yang dapat diteliti: menunda memulai pekerjaan dan menyelesaikan tugas hingga selesai, datang terlambat atau tidak lengkap untuk tugas, membutuhkan waktu lebih lama dari yang diharapkan untuk menyelesaikan tugas, dan memilih kegiatan yang lebih menyenangkan. Banyak penyebab, yang dapat dibagi menjadi penyebab internal dan lingkungan, yang berkontribusi terhadap tingginya persentase penundaan. Keadaan fisik dan psikologis adalah pengaruh internal. Harga diri, kontrol diri, dan efikasi diri adalah contoh gangguan psikis. Pengaruh eksternal meliputi hal-hal seperti lingkungan sekitar dan terlalu banyak pekerjaan yang harus dilakukan .</p>
      <p id="_paragraph-19">Faktor internal prokrastinasi akademik meliputi efikasi diri, yang merupakan bagian dari elemen kondisi psikologis. Menurut Bandura, efikasi diri adalah gagasan bahwa seseorang dapat merencanakan dan melaksanakan tindakan yang diperlukan untuk mengelola masalah pada tingkat tertentu. Efikasi diri memiliki dampak pada pemikiran, perasaan, dan tindakan seseorang, yang memungkinkan mereka untuk mengatasi rintangan dan mencapai tujuan mereka. Besarnya tingkat kesulitan dari efikasi diri dapat merujuk pada persepsi seseorang terhadap tugas yang dihadapinya . Efikasi diri juga dapat dipahami sebagai penilaian seseorang terhadap kapasitasnya dalam mengelola dan melakukan tindakan untuk mencapai tujuan.</p>
      <p id="_paragraph-20">Efikasi diri merupakan salah satu komponen internal yang membentuk komponen kondisi psikologis. Efikasi diri, menurut Bandura, adalah keyakinan bahwa seseorang dapat mengatur dan melaksanakan tindakan yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu situasi sampai batas tertentu . Pikiran, perasaan, dan perilaku seseorang dipengaruhi oleh tingkat efikasi diri mereka, yang memungkinkan mereka untuk mengatasi tantangan dan mencapai tujuan mereka. Perspektif seseorang terhadap pekerjaan yang sedang dihadapi dapat disebut sebagai tingkat kesulitan dari efikasi diri. Efikasi diri juga dapat dianggap sebagai evaluasi individu terhadap kemampuan mereka untuk mengarahkan dan melakukan tindakan untuk mencapai tujuan.</p>
      <p id="_paragraph-21">Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Venanda mengenai hubungan antara efikasi diri dan prokrastinasi akademik dalam menyelesaikan skripsi mahasiswa menunjukkan bahwa ada korelasi negatif yang signifikan antara keduanya. Semakin tinggi tingkat efikasi diri mahasiswa, semakin rendah kemungkinan mereka melakukan hal-hal yang tidak perlu dalam kuliah dan sebaliknya. Selain itu, penelitian Tuaputimain  tentang hubungan antara efikasi diri dan prokrastinasi akademik menunjukkan bahwa siswa dengan efikasi diri tinggi dan prokrastinasi akademik sedang; ada korelasi negatif yang signifikan antara keduanya.</p>
      <p id="_paragraph-22">Meninjau faktor internal prokrastinasi akademik yang kedua yaitu kontrol diri, Kontrol Diri merupakan kemampuan untuk bertahan dari gejolak emosi yang jelas. Ketegangan saat menghadapi stres atau menghadapi seseorang yang bermusuhan tanpa menunjukkan perilaku atau sikap yang sebanding adalah beberapa contoh gejala kontrol diri . Ada beberapa komponen indikator kontrol yang dapat dilihat pada diri seseorang, menurut Averill  Di antara elemen-elemen tersebut adalah kontrol perilaku, yang melibatkan kapasitas untuk mengontrol bagaimana rangsangan diterapkan dan digunakan. Kontrol keputusan, yang melibatkan kapasitas untuk membuat pilihan yang mengarah pada perilaku moral, kontrol kognitif, yang mencakup kapasitas untuk menangani pengetahuan dan menghasilkan penilaian yang bijaksana. Faktor pertama adalah kapasitas untuk regulasi implementasi. Kapasitas seseorang untuk mengelola kondisi atau situasi disebut sebagai regulasi implementasi. Untuk menentukan apakah dia, atau aturan perilaku yang memanfaatkan kekuatannya, lebih mampu mengendalikan keadaan. Jika seseorang tidak dapat mengendalikan rangsangan mereka sendiri, mereka akan menggunakan kapasitas untuk mengenali ketika input tidak sesuai dengan yang mereka inginkan dan bagaimana mengaturnya. Kapasitas untuk memproses informasi adalah faktor ketiga. Kapasitas seseorang dalam memproses informasi memungkinkan mereka untuk menarik kesimpulan tentang suatu kejadian buruk dari fakta-fakta yang mereka miliki. Pikiran dan perspektif positif juga menjadi dasar bagaimana setiap orang menafsirkan situasi. Membuat keputusan atau memiliki pengaruh atas keputusan tersebut adalah komponen terakhir. Jika seseorang dapat memilih suatu tindakan berdasarkan keyakinannya sendiri, mengendalikan keputusan atau keterampilan membuat keputusan dikatakan bermanfaat. Dalam situasi ini, melatih pengendalian diri akan membuka pintu dan menawarkan fleksibilitas kepada individu untuk memilih dari berbagai pilihan yang tersedia.</p>
      <p id="_paragraph-23">Penelitian lain menemukan pengaruh yang signifikan antara penundaan akademis dan pengendalian diri. Menurut penelitian ini, mahasiswa yang memiliki kontrol diri yang baik lebih kecil kemungkinannya untuk melakukan penundaan akademik. Di sisi lain, mahasiswa yang memiliki kontrol diri yang lemah atau rendah lebih mungkin untuk melakukan prokrastinasi akademik. Penelitian ini menggunakan istilah kontrol diri perilaku, kognitif, dan keputusan secara bergantian .</p>
      <p id="_paragraph-24">Berdasarkan informasi latar belakang yang diberikan di atas, tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan apakah efikasi diri dan kontrol diri berperan dalam prokrastinasi akademik pada mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Hipotesis mayor dari penelitian ini adalah prokrastinasi akademik pada mahasiswa psikologi di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dipengaruhi oleh efikasi diri dan kontrol diri. Hipotesis minor yang dibuat dalam penelitian ini meliputi:(H<sub id="_subscript-1">1</sub>) Terdapat pengaruh yang signifikan antara efikasi diri mahasiswa dengan prokrastinasi akademik; dan (H<sub id="_subscript-2">2</sub>) Terdapat pengaruh yang signifikan antara kontrol diri mahasiswa dengan prokrastinasi akademik.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-a4ab82ea41f2a4425598ea4dce092c20">
      <title>
        <bold id="_bold-13">Metode</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-26">Peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis korelasional. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh efikasi diri dan kontrol diri terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo peneliti menggunakan teknik regresi linier berganda untuk memastikan pengaruh antara dua atau lebih variabel independent . </p>
      <p id="_paragraph-27">Populasi penelitian ini terdiri dari 7.326 Mahasiwa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Data jumlah mahasiswa tersebut didapatkan dari Direktorat Akademik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Sampel yang digunakan berjumlah 334 mahasiswa. Sampel meliputi mahasiswa semester 2-8 yang tercatat aktif sebagai Mahasiwa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Untuk menghitung jumlah sampel digunakan tabel Isaac dengan tingkat kesalahan 5%. Metode pemilihan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah accidental sampling.</p>
      <p id="_paragraph-28">Instrumen penelitian yang digunakan peneliti meliputi 3 skala psikologi, antara lain skala efikasi diri, skala control diri dan skala prokrastinasi akademik. Skala efikasi diri, skala kontrol diri, dan skala prokrastinasi akademik yang digunakan dalam peneitian ini berbentuk skala likert. Dalam penelitian ini, skala yang digunakan merupakan skala adaptasi yang telah diuji dari peneliti-peneliti sebelumnya.</p>
      <p id="_paragraph-29">Skala efikasi yang digunakan merupakan skala yang diadaptasi dari skala efikasi diri Zahratul Fazila . Disusunnya skala tersebut berlandaskan aspek Bandura yaitu dalamnya aspek level, strength, dan generalisasi. Contoh item yang digunakan “Saya memilih diam daripada menggunjing orang”. Hasil uji validitas menggunakan <italic id="_italic-43">SPSS</italic> didapatkan 5 item dinyatakan gugur dan 16 item dinyatakan valid. Nilai koefisien <italic id="_italic-44">alpha Cronbach </italic>sebesar 0,956.</p>
      <p id="_paragraph-30">Skala kontrol diri yang digunakan merupakan skala adaptasi dari skala kontrol diri yang disusun oleh Zulfatul  meliputi aspek kontrol perilaku, kontrol kognitif dan kontrol keputusan. Contoh item yang digunakan “Saya yakin dapat menyelesaikan tugas dengan baik dan benar”  Hasil uji validitas menggunakan <italic id="_italic-45">SPSS</italic> didapatkan 4 item dinyatakan gugur dan 17 item dinyatakan valid. Nilai koefisien <italic id="_italic-46">alpha Cronbach </italic>sebesar 0,945.</p>
      <p id="_paragraph-31">Skala ketiga yaitu skala Prokrastinasi Akademik merupakan skala yang diadaptasi oleh peneliti dari skala Durrotu Rosyidah yang mengacu pada teori Ferrari meliputi aspkek penundaan, kelambanan, kesenjangan waktu dan pengabaian . Contoh item yang digunakan “Saya sulit menjalankan jadwal yang sudah saya buat sendiri”  Hasil uji validitas menggunakan <italic id="_italic-47">SPSS</italic> didapatkan 7 item dinyatakan gugur dan 19 item dinyatakan valid. Nilai koefisien <italic id="_italic-48">alpha Cronbach </italic>sebesar 0,945</p>
      <p id="_paragraph-32">Skala yang sudah ditentukan kemudian terlebih dahulu dilakukan uji coba/try out yaitu uji coba alat ukur yang telah diadaptasi untuk kemudian dilakukan cek validitas dan reliabilitas. Hingga pada akhirnya alat ukur dirasa mampu mengukur sesuai variabel yang telah ditentukan, dan yang terakhir pelaksanaan penelitian. Uji coba atau try out yang sudah dilakukan dan mendapatkan hasil kemudian diajukan kembali kepada sampel penelitian dengan cara yang sama, namun item-item yang gugur dihilangkan.</p>
      <p id="_paragraph-33">Penelitian ini menggunakan teknik regresi linear sebagai teknik Analisa data dengan bantuan <italic id="_italic-49">spss statistic 20.0</italic> . pemilihan teknik ini didasari pada tujuan peneliti yang ingin mengetahui peranan efikasi diri dan kontrol diri terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa universitas muhammdiyah sidoarjo. Teknik regresi linear berganda juga dilakukan untuk memenuhi uji asumsi sebelum dilakukan uji hipotesis.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-b6f8721b6014867b5bbe46da78efab66">
      <title>
        <bold id="_bold-17">Hasil dan Pembahasan</bold>
      </title>
      <sec id="heading-970c0d9df44267503ed6fa9de8585331">
        <title>Hasil</title>
        <p id="_paragraph-35"> A<bold id="_bold-18">nalisis Deskriptif</bold> </p>
        <p id="_paragraph-36">Tabel 1 berisi hasil analisis deskriptif skala efikasi diri berdasarkan 3 kategori yaitu rendah, sedang dan tinggi. Dalam kategori rendah diperoleh sebanyak 43 responden termasuk dalam kategori rendah dengan presentase 12,9 %, sebanyak 217 responden termasuk dalam kategori sedang dengan presentase 65 % dan 74 responden termasuk dalam kategori tinggi dengan presentase 22,1 %. Berdasarkan tabel hasil dari kategorisasi skala efikasi diri yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dalam variabel efikasi diri cenderung berada pada kategori sedang.</p>
        <table-wrap id="tbl1">
          <label>Table 1</label>
          <caption>
            <title>
              <italic id="_italic-50">Tabel 1</italic>
              <italic id="_italic-51">. Kategorisasi Efikasi Diri</italic>
            </title>
            <p id="_paragraph-38"/>
          </caption>
          <table id="_table-1">
            <tbody>
              <tr id="table-row-536f4cfbaa10829a64be3647af1d9482">
                <td id="8de05d0c9040a52e4463633fcfe14357">Kategori</td>
                <td id="73b9898a2371c1188dd6e5e8312e838c">Interval kelas</td>
                <td id="a8a8ca2b8f0d9e15b3d1fc08c18d1343">F</td>
                <td id="efbb31a63d75047dd5578b94d02d799a">%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-62e044455a40c8ff2f07bb20c23d082e">
                <td id="ac3aa7e10225e6f98d48e07a4cab1050">Rendah</td>
                <td id="ae71e21613513cc6b48f751ac7cd909e">X&lt; 26</td>
                <td id="c200e7a6d84d2ef0f4ada759d354796a">43</td>
                <td id="abdba3c86eba505f05707eb2f6cb844d">12,9 %</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-3660490388d0b8e06305f4a4b23ad25d">
                <td id="af03864c5f1f9f51cc30fbeaf0ec1f76">Sedang</td>
                <td id="b433437218bb3d3abc174bd8d1001bcb">26 ≤ X &lt; 50</td>
                <td id="51ced1041bb7f3370321f2d0fd4cafbe">217</td>
                <td id="926f11b3a9a580e551adcd41380dcec9">65%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-da894dad9cd15adf85461046c8dbdeb4">
                <td id="981c4fd7bcfdbb1048709e5430f25e81">Tinggi</td>
                <td id="5d69b5693d8ab5ed74113ec5f42e5ab4">50 ≤ X</td>
                <td id="4d1112c46b583f1c4d646dad93f6f5d1">74</td>
                <td id="95a064c65dbe97e973ce905702afa37a">22,1 %</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f55c14a8d49f634ed2ed77da59193495">
                <td id="6bc9420603c9e8b9d331b0284fba9a8d" colspan="2">Total</td>
                <td id="f933f272b59127e48bfa12a05bf330d7"/>
                <td id="83f6c8544a46d8cf9188d091d2849022">100 %</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-39">Tabel 2 berisi hasil analisis deskriptif skala kontrol diri berdasarkan dari 3 kategori yaitu rendah, sedang dan tinggi. Dalam kategori rendah diperoleh sebanyak 52 responden termasuk dalam kategori rendah dengan presentase 15,5 %, sebanyak 218 responden termasuk dalam kategori sedang dengan presentase 65,3 % dan 64 responden termasuk dalam kategori tinggi dengan presentase 19,2 %. Berdasarkan tabel hasil dari kategorisasi skala kontrol diri yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dalam variabel kontrol diri cenderung berada pada kategori sedang.</p>
        <table-wrap id="tbl2">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title>
              <italic id="_italic-52">Tabel 2</italic>
              <italic id="_italic-53">. Kategorisasi Kontrol Diri</italic>
            </title>
            <p id="_paragraph-41"/>
          </caption>
          <table id="_table-2">
            <tbody>
              <tr id="table-row-971a383199f1dfa18af573e17fe3d2d7">
                <td id="28733b7b95b3dcd3d1b93bc30664359c">Kategori</td>
                <td id="00b8b04082f71894259559b38f477a5a">Interval kelas</td>
                <td id="e26e153524d940683feb8e7141abcace">F</td>
                <td id="389e599ee3ce3daf8015e1ec655928f5">%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-4e98c2b0de5e657b52dcba1d6848e004">
                <td id="20a4e724ef676bc6bc02c0edcb8506e9">Rendah</td>
                <td id="61c4eb34133bf10dff44932e97ff4d91">X&lt; 28</td>
                <td id="2c1e62fde5ad62bfe9ef00a6f9e1e627">52</td>
                <td id="436c38951535023d9ecf014179d7eef0">15,5 %</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-eb426129131739bb11e08d53cb72a9e6">
                <td id="6885e86c9148f8a8a78eae974afa792a">Sedang</td>
                <td id="a4e6b5987a1d6bdc77c8f140b676992a">28 ≤ X &lt; 49</td>
                <td id="e0d30e2d57099cc134938ea90d369594">218</td>
                <td id="327d3fc5442d44f0a001840260944704">65,3 %</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-761159ededbab47bf56b04f88b6731d9">
                <td id="36151f4c0090fd24f4421f990380e143">Tinggi</td>
                <td id="968d36bf39f00f8efa08a9b747d7ae71">49 ≤ X</td>
                <td id="f3fa0ac476d14b58021bfa532be6b5f8">64</td>
                <td id="7cf97722c67026e4715526b899cd512a">19,2 %</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-97af04d86e758b87021c6ed96f7f433b">
                <td id="1d61dbc93ced67f46cac26afd89cdc3a" colspan="2">Total</td>
                <td id="ad961b51bcd5c3d28ce817893a64dea5"/>
                <td id="069e89cfe3ee70189e750d7ec97babb9">100 %</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-42">Tabel 3 berisi hasil analisis deskriptif prokrastinasi akademik berdasarkan dari 3 kategori yaitu rendah, sedang dan tinggi. Diketahui dalam kategori rendah diperoleh sebanyak 55 responden termasuk dalam kategori rendah dengan presentase 16,5 %, sebanyak 239 responden termasuk dalam kategori sedang dengan presentase 71.5 % dan 40 responden termasuk dalam kategori tinggi dengan presentase 12 %. Berdasarkan tabel hasil dari kategorisasi skala prokrastinasi akademik yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dalam variabel prokrastinasi akademik cenderung berada pada kategori sedang.</p>
        <table-wrap id="tbl3">
          <label>Table 3</label>
          <caption>
            <title>
              <italic id="_italic-54">Tabel 3</italic>
              <italic id="_italic-55">. Kategorisasi Prokrastinasi Akademik</italic>
            </title>
            <p id="_paragraph-44"/>
          </caption>
          <table id="_table-3">
            <tbody>
              <tr id="table-row-62b4fbdad9cd2fa2f5f4183e0fc2fabe">
                <td id="b7393aa0a8f7700be654e2ba9839ce65">Kategori</td>
                <td id="d3656f0f9608623ae4c72300ee1950bf">Interval kelas</td>
                <td id="bfb10e3db55ef1624cebb332b8f1893c">F</td>
                <td id="c1813775bce0ce37489da92600dc5f31">%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-1713e483aa0e1bdf771d7c8844a9eb15">
                <td id="034d5998e75f8e986af93dcc039ee299">Rendah</td>
                <td id="ffa88acdb029aca81a8e7ff2ff513fc1">X&lt; 41</td>
                <td id="5c52a013ebd7828d257ce4826f1452df">55</td>
                <td id="4bbe4f4a1dc955cab1238039abf04fdb">16.5 %</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-7b9885026845b24afb8973b71f1a9268">
                <td id="109234ab4ccda455e42f6a95b334acb6">Sedang</td>
                <td id="8147649c469919b532c62754131be743">41 ≤ X &lt; 65</td>
                <td id="dce1af822a4ffa209011e77e88e80c54">239</td>
                <td id="10301e4710933088eccf04b57b28a1c9">71.5 %</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-46e817412a98f275e9542c6650e07fd1">
                <td id="047c0f81806edc330e494556ddb81a01">Tinggi</td>
                <td id="46773427d47b49982d841318ba29e8c4">65 ≤ X</td>
                <td id="b2f658b576eae0b2a3464f914fdead0c">40</td>
                <td id="ba7cccf7ca618c7bea7200d25048127b">12 %</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e6c3346284345b554486db48e95d2db8">
                <td id="4d66377c65c1ddf4e3d417bf88874de4" colspan="2">Total</td>
                <td id="7c82a2577be5da2237aa388d7a78ea3c"/>
                <td id="eb3cf707b69e504ef7c2e8b86220d12b">100 %</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-45">
          <bold id="_bold-19">UJI ASUMSI</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-46">Hasil pengujian menunjukkan bahwa sebaran data berdistribusi normal. Dengan demikian, variable kontrol diri dan efikasi diri dengan prokrastinasi akademik dapat memenuhi syarat uji asumsi normalitas. Hal ini didukung dengan uji normalitas sebaran variable control diri dan efikasi diri yang dilakukan dengan menggunakan rumus Kolmogorov-Smirnov menghasilkan nilai signifikansi p = 0,200 (p&gt;0,05)</p>
        <table-wrap id="table-figure-fa42451e49e462299acea787c43e86c9">
          <label>Table 4</label>
          <caption>
            <title>
              <italic id="_italic-56">Tabel </italic>
              <italic id="_italic-57">4. Hasil Uji Normalitas</italic>
            </title>
            <p id="paragraph-32c7b3cdb2fec67c52c4c7f5bead0ebc"/>
          </caption>
          <table id="table-8f777f26fa4e2c2d6d1cd4c63e9702bb">
            <tbody>
              <tr id="table-row-388deda4f95bd4750019daf472262ad4">
                <td id="table-cell-2ba02fd935f24c630a4621c84554fc44"> Variabel </td>
                <td id="table-cell-4be883eb03c518106078d86db87e6095"> sig. </td>
                <td id="table-cell-6799869659728d0f3900f7d8718f00c2" colspan="2"> Ket </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-bed599215162fde0bc78d647e51aab68">
                <td id="table-cell-aeebbc3b21aa98e1308faa6f3f76df1f" rowspan="3">Efikasi diri dan kontrol diri dengan prokrastinasi akademik</td>
                <td id="table-cell-4f3a4aa728eee8a980929e0f520fa9c7" rowspan="3">0.200</td>
                <td id="table-cell-b52fe4f38575f44d24d21b9bf1127b16" rowspan="3" colspan="2">Normal</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-670fb8bc75d3aa513f40c419167c5ea0"/>
              <tr id="table-row-4a9e69d5385f76420be0223c1783c40d"/>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-49">Hasil uji linearitas antara efikasi diri dengan prokrastinasi akademik dan kontrol diri dengan prokrastinasi akademik menunjukkan adanya hubungan linear antara kedua variabel. Nilai  f  = 844.907 dengan signifikansi 0,000 &lt; 0,05 untuk variabel pertama dan nilai f = 291.855 dengan signifikansi 0,000 &lt; 0,05 untuk variabel kedua  menunjukkan bahwa terdapat hubungan linear antara kedua variabel.</p>
        <table-wrap id="tbl5">
          <label>Table 5</label>
          <caption>
            <title>
              <italic id="_italic-58">Tabel </italic>
              <italic id="_italic-59">5. Hasil Uji Linieritas</italic>
            </title>
            <p id="_paragraph-51"/>
          </caption>
          <table id="_table-5">
            <tbody>
              <tr id="table-row-131174fdedc25feca2c9e39f811d9aa9">
                <td id="663a79ec95cac19910e19d5a15f24c5c">
                  <bold id="_bold-23">Variabel </bold>
                </td>
                <td id="9e68de4d676b4ad8d98173ac6d87f251">
                  <bold id="_bold-24">F</bold>
                </td>
                <td id="d07e44991b4625cb70ca234737ee6658">
                  <bold id="_bold-25">sig.</bold>
                </td>
                <td id="63770065ae88c611bc5fbd1c87264965">
                  <bold id="_bold-26">Ket</bold>
                </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-76f682f89800b6e9b05ddf6796e6c36b">
                <td id="09ca3e64f52c970e876819a7bf51cc6d">Efikasi diri – Prokrastinasi Akademik</td>
                <td id="cf4de29a86a24de7d6ae294371da44cd">844.907</td>
                <td id="71b97b3f0e84ba7f173c49184504a21c">.000</td>
                <td id="84b22ef7383484cef513f3c844838a78">Linear</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c7374f6540d4dce48c71d6ee1e97fca4">
                <td id="d6946d7edc7a9104c8775ffb51df6428">Kontrol diri – Prokrastinasi Akademik</td>
                <td id="a7f9946c518336edd3316de5b4ba6ee2">291.855</td>
                <td id="043b1069652295ff06306f0e5329892d">.000</td>
                <td id="49fb600489b0298705bc27ae56f11b29">Linear</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-52">Berdasarkan analisis data, tidak ditemukan adanya multikolinearitas pada variabel independen yaitu kontrol diri dan efikasi diri yang ditunjukkan dengan nilai toleransi sebesar 0,768 &gt; 0,10 dan nilai VIF sebesar 1,302 &lt; 10,0 yang diperoleh dari uji multikolinieritas antara kedua variabel tersebut.</p>
        <table-wrap id="tbl6">
          <label>Table 6</label>
          <caption>
            <title>
              <italic id="_italic-60">Tabel </italic>
              <italic id="_italic-61">6. Hasil Uji Multikolinearitas</italic>
            </title>
            <p id="_paragraph-54"/>
          </caption>
          <table id="_table-6">
            <tbody>
              <tr id="table-row-a0c534116d182e5fe4a1129db2307975">
                <td id="724a355a7c3edcda2d8ddd03ef8ea39a">
                  <bold id="_bold-27">Variabel </bold>
                </td>
                <td id="6f93966d0ef4dc95f4574c6ee7628117">
                  <bold id="_bold-28">Tolerance</bold>
                </td>
                <td id="9b8201d6ca6fed1ef151b315f38cfe5d">
                  <bold id="_bold-29">VIF</bold>
                </td>
                <td id="fb9f41412de3b8becab7355af7c803c0">
                  <bold id="_bold-30">Ket</bold>
                </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-2ea86b3280e36f71d5dc8a14e816081a">
                <td id="387f6e79b42184a4039dd1dd06b541c9">Efikasi diri</td>
                <td id="b6cad74c2f13e7be2035e516f0152960">.768</td>
                <td id="d5f5aab192c6b1fd86c772684a954488">1.302</td>
                <td id="44731b1ad644be9443ca8cae9bbf7830">Tidak terjadi multikolinearitas</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-0faca1fffd1fd1abf3bc86070e08289c">
                <td id="41f464a2736bdac5ddbb0bc078432784">Kontrol diri</td>
                <td id="2e3031462c82a9fc0a59662f9ac0d29b">.768</td>
                <td id="b8693683913bbbabfde307b32b92bdc9">1.302</td>
                <td id="128f7a85ac253a821bbf69bef267fe3e">Tidak terjadi multikolinearitas</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-55">
          <bold id="_bold-31">UJI HIPOTESIS</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-56">Bedasarkan uji korelasi <italic id="_italic-62">pearson correlation</italic> yang dilakukan. Maka ditemukan efikasi diri memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap prokrastinasi akademik (<italic id="_italic-63">r = -.</italic><italic id="_italic-64">781</italic><italic id="_italic-65">, sig&lt;.001)</italic> dengan demikian H<sub id="_subscript-3">1</sub> diterima Selanjutnya ditemukan pula pengaruh negatif yang signifikan antara konrol diri dengan prokrastinasi akademik (<italic id="_italic-66">r = -.</italic><italic id="_italic-67">614</italic><italic id="_italic-68">, sig&lt;.001) </italic>dengan demikia H<sub id="_subscript-4">2</sub> diterima. Bedasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkatan variabel independent, maka akan semakin rendah tingkatan variabel dependen dan begitu juga sebaliknya.</p>
        <table-wrap id="table-figure-ec07be8ebc831c334b17e4fdf3000010">
          <label>Table 7</label>
          <caption>
            <title>
              <italic id="_italic-69">Tabel 7. Hasil Uji Korelasi</italic>
            </title>
            <p id="paragraph-f16166c86d0bb294ac929add5411a160"/>
          </caption>
          <table id="table-79d016508e74a680c1bc75b6bc64840f">
            <tbody>
              <tr id="table-row-dd05142ef1cfd5a324379e0e7b3449f3">
                <td id="table-cell-6b841750307a81ca6f5552313afec21a"> Variabel </td>
                <td id="table-cell-63b88f9c38788fcbf6938d8da2f6a253"/>
                <td id="table-cell-562d1e7fc2cd8d5e9e7af0db5dfb6f7b">Prokrastinasi Akademik</td>
                <td id="table-cell-94b2ce44fcf4dc6e9a7ac7d9ef548e9f">Efikasi diri</td>
                <td id="table-cell-920f3919acb95640a42a55622b8259f3">Kontrol diri</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-8d7eb3bf040fd8149cce38f73af31c2d">
                <td id="table-cell-f61da69afef71bda1c11e94f7f9ba55b">Prokrastinasi Akademik</td>
                <td id="table-cell-048446eb69677cde564aae908e17d7ed"> Pearson correlation </td>
                <td id="table-cell-030b89031ae2d858fb7b633a7aea9433">1</td>
                <td id="table-cell-52cb0d69e3b1ebfcbaaaa94886d72c9c">-.781</td>
                <td id="table-cell-30b6c0c3035b558f96b7cf08d6dc6db0">-.614</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-84bde7bbd748b5f3dd0cc7c8215ebdaf">
                <td id="table-cell-52f880e45965697074cf350833cb1e8f"/>
                <td id="table-cell-7ca823f35624033dc3b6da130bc5edc4">Sig.</td>
                <td id="table-cell-ab3df2d867dfc3cfd6e035c6a689f722">.</td>
                <td id="table-cell-abfa1c53dc6e3015b5f7ca89d400b9b2">.000</td>
                <td id="table-cell-4ff3bc54cd395ae90cb39eed10f03874">.000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-905c90116c78904df3b2fb24443f9df2">
                <td id="table-cell-5c2224c831a391dc7c0bf3591618fb3b">Efikasi diri</td>
                <td id="table-cell-939cf792604758b6f6d8dbd166512a13"> Pearson correlation </td>
                <td id="table-cell-4e4324e2b8d61371e29b88d611065db3">-.781</td>
                <td id="table-cell-5c96bb8e97657a218a7a21db38ef2e50">1</td>
                <td id="table-cell-cecbe50407434720b752b75d15e6757e">482</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-4b9db43e4928713dcb3f36debd0e5692">
                <td id="table-cell-c93d13eb7b7bb25afe2797962a1b264f"/>
                <td id="table-cell-693ff42e71e6efeefe95d90b13af0562">Sig.</td>
                <td id="table-cell-d03c0a54a0f9d05ddd32aadfe5ac5438">.000</td>
                <td id="table-cell-de394d22aab118eaa12dbd5a2f84b1cc">.</td>
                <td id="table-cell-9069a71779568c36fd6f687357a598e8">.000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-96ce8462a477944ccb855e5d8eb8e725">
                <td id="table-cell-6d0a4e3782f55d0b3f33d26b3caaf118" rowspan="2">Kontrol diri</td>
                <td id="table-cell-b5d88aa6cdc9339f7dc650aa40f336ce"> Pearson correlation </td>
                <td id="table-cell-32f8598b88421590c9ea2012f65ff292">-.614</td>
                <td id="table-cell-903d4f0a3278b52e3d662bb8f8dffc87">482</td>
                <td id="table-cell-cbc3e9251d1e9cee773a469d2eeca3d1">1</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-0a3fe2a38267f4da0815d40540f7bb3a">
                <td id="table-cell-36eac966ce8022372b0c06691b23a775">Sig.</td>
                <td id="table-cell-fd0b8174c1280d6c9e59a37df97abd08">.000</td>
                <td id="table-cell-b89398ad575a5cd46b20913c7a67867d">.000</td>
                <td id="table-cell-0605a77fd8364dc4aefe80d7999e42d8"/>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-59">Hasil uji regresi linear berganda yang telah dilakukan menunjukkan bahwa secara simultan, efikasi diri dan prokrastinasi akademik dapat berpengaruh secara signifikan kepada prokrastinasi akademik (<italic id="_italic-73">F = </italic><italic id="_italic-74">357.235</italic><italic id="_italic-75">, sig=.00</italic><italic id="_italic-76">0</italic><italic id="_italic-77">)</italic>. Lebih lanjut analisis secara individual dengan menggunakan uji t menunjukkan bahwa efikasi diri dapat berdampak secara signifikan kepada prokrastinasi akademik (<italic id="_italic-78">t = -</italic><italic id="_italic-79">17.890</italic><italic id="_italic-80">, sig&lt;.001)</italic> dan begitu juga dengan kontrol diri (<italic id="_italic-81">t = -</italic><italic id="_italic-82">8.780</italic><italic id="_italic-83">, sig&lt;.001)</italic>. Maka bedasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa baik secara simultan atau individual, efikasi diri dan kontrol diri dapat berdampak secara signifikan kepada prokrastinasi akademik.</p>
        <table-wrap id="tbl8">
          <label>Table 8</label>
          <caption>
            <title>
              <italic id="_italic-84">Tabel</italic>
              <italic id="_italic-85">8. Hasil</italic>
              <italic id="_italic-86">Uji F</italic>
            </title>
            <p id="_paragraph-61"/>
          </caption>
          <table id="_table-8">
            <tbody>
              <tr id="table-row-769ade87f5156eb631d5059d28322eb1">
                <td id="951aa2c367e7e86dee3ce4a2827d7093">
                  <bold id="_bold-33"/>
                </td>
                <td id="72a4f504f151aa0692b7c150d6cd584f">
                  <bold id="_bold-34">F</bold>
                </td>
                <td id="174bb622bc1b3e6c55da9031036c421c">
                  <bold id="_bold-35">Sig.</bold>
                </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ec50bae0d8d08d3480d7caabfaba5db9">
                <td id="40dd223675ac55fa7c5f39ec608d8e7b">Regression</td>
                <td id="163f04cdd1ef1919bbb5da800a96ad91">357.235</td>
                <td id="7dfcc11e27649ffd502f88e1263d0208">.000</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <table-wrap id="tbl9">
          <label>Table 9</label>
          <caption>
            <title>
              <italic id="_italic-87">Tabel</italic>
              <italic id="_italic-88">9. Hasil</italic>
              <italic id="_italic-89">Uji T</italic>
            </title>
            <p id="_paragraph-63"/>
          </caption>
          <table id="_table-9">
            <tbody>
              <tr id="table-row-8bca7d8bfc60d375bfaf6699ab958394">
                <td id="44782b81bb13f2daa955854cc5d145e0">
                  <bold id="_bold-36">Variabel </bold>
                </td>
                <td id="da99b7ff7a49ecc99a89b89df1166c9d">
                  <bold id="_bold-37">T</bold>
                </td>
                <td id="f18a94ab8845b342e12633f171e12fad">
                  <bold id="_bold-38">Sig.</bold>
                </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-0891d3917998d847fa6ba74ddd3e76aa">
                <td id="6704f11f2073da2f1af35ac7e4495b62">Efikasi diri</td>
                <td id="54253368028d18995ff7ae4695468a98">-17.890</td>
                <td id="5b933598b0b02bd8c7208658858a11d8">.000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-1156180d5798d94281be63eb27f2ff4a">
                <td id="1d4bf89f8321beb60f4faf35fdf9cf64">Kontrol diri</td>
                <td id="7a7210b4d0056d57f73b99962b2c98bf">-8.780</td>
                <td id="8596476702edb4b2f2ba6d847b78c514">.000</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-64">Hasil sumbangan efektif yang diberikan efikasi diri dan kontrol diri kepada prokrastinasi akademik sebesar 68,3%. Maka, sebanyak 31,7% fenomena prokrastinasi akademik pada sampel penelitian dipengaruhi oleh variabel lain yang berada diluar variabel efikasi diri dan kontrol diri.</p>
        <table-wrap id="tbl10">
          <label>Table 10</label>
          <caption>
            <title>
              <italic id="_italic-90">Tabel</italic>
              <italic id="_italic-91">10. Sumbangan Efektif</italic>
            </title>
            <p id="_paragraph-66"/>
          </caption>
          <table id="_table-10">
            <tbody>
              <tr id="table-row-a325312d535912ac17172144c654ce19">
                <td id="df316b4b7eca96eabec18e22cf5e2edf">
                  <bold id="_bold-39"/>
                  <bold id="_bold-40">Model</bold>
                  <bold id="_bold-41"/>
                </td>
                <td id="d25678bf2265381c9b35cd4295df0fa8">
                  <bold id="_bold-42">R</bold>
                </td>
                <td id="4f0d626f69c7e346dbdd01420d801ab3">
                  <bold id="_bold-43">R Square</bold>
                </td>
                <td id="7d7f7c09c903991ade824933fbca3e06">
                  <bold id="_bold-44">Adjusted</bold>
                  <bold id="_bold-45">R Square</bold>
                </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-dfd6db72ffac2bbcbdd952f1cb1169a4">
                <td id="6233b2ad53f6358a0a29b264cecd4e6b">1</td>
                <td id="a5121f2a20656c17716d693f864f95c0">.827</td>
                <td id="064a5043b27fa2c8184957d959d31c29">.683</td>
                <td id="aa5cee2b6d345050874bc477050a21c7">.681</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
      </sec>
      <sec id="heading-0cd636cd2053b3dfeb73127fbc2471c2">
        <title>
          <bold id="_bold-47">Pembahasan</bold>
        </title>
        <p id="_paragraph-67">Hasil penelitian menunjukkan sebesar 71,5 % responden (239 mahasiwa) memiliki tingkat prokrastinasi akademik dalam kategori sedang. Prokrastinasi akademik sendiri dapat terjadi karena beberapa faktor. Dalam penelitian ini ditemukan ada 2 faktor yang mempengaruhi prokrastinasi akademik yaitu efikasi diri dan kontrol diri. </p>
        <p id="_paragraph-68">Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa efikasi diri dan kontrol diri memiliki pengaruh yang negative terhadap prokrastinasi akademik. Efikasi diri memililiki pengaruh negatif yang signifikan antara prorkrasi akademik dengan nilai <italic id="_italic-92">r = -.781, sig&lt;.001 </italic>sedangkan kontrol diri memiliki pengaruh negatif yang signifikan antara dengan prokrastinasi akademik dengan nilai <italic id="_italic-93">r = -.614, sig&lt;.001 </italic>Hal ini berarti semakin rendah efikasi diri dan kontrol diri yang dimiliki mahasiswa maka semakin tinggi tingkat prokrastinasi akademik yang dilakukan oleh mahasiswa. Adanya pengaruh yang signifikan dengan arah yang negatif ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Pertiwi . Dalam penelitiannya ditemukan bahwa variable efikasi diri dan kontrol diri memiliki hubungan yang kuat terhadap prokrastinasi akademik. Penelitian lain yang dilakukan Mudalifah  juga menunjukkan adanya hubungan yang negative antara efikasi diri dan kontrol diri dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Menurutunya semakin tinggi efikasi diri maka akan semakin rendah nilai prokrastinasi akademiknya. Ini juga berlaku pada variable kontrol diri, semakin tinggi kontrol diri yang dimiliki maka akan semakin rendak tingkat prokrastinasi akademik yang dilakukan oleh mahasiswa.</p>
        <p id="_paragraph-69">Prokrastinasi yang terjadi sebagian besar dipengaruhi oleh faktor psikis, beberapa diantaranya adalah efikasi diri dan kontrol diri. Berkenaan dengan rendahnya efiksi diri yang berpengaruh terhadap tingginya prokrastinasi akademik. Penundaan tersebut tidak dilakukan dengan sengaja atau dengan niatan, melainkan indivisu tersebut yakin bahwa keputusan yang diambil dengan matang akan menhasilkan hasil yang memuaskan meskipun selesai tidak tepat waktu. Mahasiswa dengan tingkat efikasi diri dan konrol diri yang rendah dinilai belum mampu mengerjakan tugas akademik tepat waktu. Efikasi diri dapat dilihat berdasarkan keyakinan mahasiswa terhadap kemampuan diri dalam mengahadapi hambatan di berbagai situasi yang tergolong rendah serta kecenderungan putus asa yang timbul akibat individu belum mampu mengatasi masalah yang dihadapi. Rendahnya efikasi diri pada mahasiswa mengakibatkan tidak adanya dorongan dalam menyelesaikan tugas akademik dan menyebabkan prokrastinasi akademik pada mahasiswa . Tingginya prokrastinasi akademik memeiliki berbagai damak negative bagi pelakunya. Dampak-dampak tersebut antara lain timbulnya perasaan takut gagal, kecemasan dalam hubungan sosial, perasaan bersalah dan menyesal serta kesulitan dalam mengerjakan sesuatu sesuai ketentuan </p>
        <p id="_paragraph-70">Efikasi diri yang baik akan membantu mahasiswa dalam menghadapi tekanan serta tuntutan yang dihadapinya melalui keyakinan dalam dirinya. Keyakinan akan kemampuan diri dalam mahasiswa juga membantu mendorong pikiran positif sehingga mahasiswa semakin siap dalam melakukan kegiatan yang akan datang. Dengan kondisi-kondisi yang demikian pada akhirnya mahasiswa akan mampu mengambil keputusan akan tindakan yang harus dilakukan.. Dalam temuan peneliti, tingkat efikasi diri mahasiswa Universitas Muhammdiyah Sidoarjo dalam ketegori sedang dengan presentase 62 % dan kontrol diri dalam kategori sedang degan presentase 53,8%. Hal ini menunjukkan lebih dari 50% mahasiswa masih memiliki efikasi diri serta kontrol diri yang kurang. </p>
        <p id="_paragraph-71">Mahasiswa dengan kontrol diri yang baik akan mampu mengatur dan memprioritaskan pekerjaan apa yang lebih utama. Mahasiswa dengan kontrol diri yang rendah akan cenderung lebih mengutamaka hal yang dirasa lebih menyenangkan. Hal ini lah yang akhirnya mendorong mahasiswa untuk melakukan prokrastinasi akademik. Kontrol diri yang rendah juga menandakan mahasiswa tidak mampu memahami situasi serta mempertimbangkan konsekuensi yang akan terjadi . Secara tidak langsung mahasiswa harus memiliki kontrol diri yang baik untuk mewujudkan tujuan-tujuan yang sudah ditetapkan. Hal ini juga akan menghindarakan mahasiswa dari perilaku prokrastinasi akademik dan dapat mencapai keberhasilan akademik dengan maksimal.</p>
        <p id="_paragraph-72">Kontrol diri dipengaruhi 3 faktor yang sangat berperan. 3 faktor tersebuat adalah kontrol perilaku, kontrol kognitif serta kontrol keputusan. Dalam bidang akademik, kontrol diri dapat menunjang beberapa proses di dalamnya, salah satunya dalam pengerjaan tugas. Kontrol diri yang baik menjadikan mahasiswa mempu menghadapi kondisi sosial yang terjadi sehingga minim kemungkinan mahasiswa akan melakukan penyimpangan seperti prokrastinasi akademik . Pentingnya kontrol diri juga disebutkan oleh Khoirotun  bahwa kontrol diri yang baik membantu individu mendapatkan pencapaian belajar yang baik. Hal ini karena kontrol diri dalam individu berperan dalam menangani tuntutan-tuntutan akademik. Ketercapaian ini juga berlaku sebaliknya, kontrol diri yang rendah mengakibatkan individu sulit mendapatkan ketercapaian yang baik dalam bidang akademik. </p>
        <p id="_paragraph-73">Hasil sumbangan efektif yang diberikan efikasi diri dan kontrol diri kepada prokrastinasi akademik sebesar 68,3%. Maka, sebanyak 31,7% fenomena prokrastinasi akademik pada sampel penelitian dipengaruhi oleh variabel lain yang berada diluar variabel efikasi diri dan kontrol diri. Terdapat 2 kategori faktor yang mempengaruhi prokrastinasi akademik yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal dapat meliputi iterrole conflict, self regulated learning, kontrol diri, self efficacy dan manajemen waktu yang buruk. Faktor kedua yaitu faktor eksternal meliputi tingginya tigkat keakifan mahasiswa dalam kegiatan organisasi, peer group dan komformitas </p>
        <p id="_paragraph-74">Penelitian ini hanya mengkaji variable efikasi diri dan kontrol diri terhadap prokrastinasi akademik sehingga beberapa faktor yang mempengaruhi prokrastinasi akademik lainnya belum dapat diungkapkan. Adapun beberapa faktor lain yang ditemukan pada penelitian-penelitian sebelumnya dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal antara lain kondisi fisik dan kondisi psikologis, sedangkan faktor eksternal yaitu kondisi lingkungan. Kondisi psikologis yang ada pada setiap diri dapat berbeda-beda, oleh karena ini penelitian selanjutnya diharap mampu mengkaji variable yang belum diungkap dalam perannya terhadap prokrastinasi akademik.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-5ac32ecd44d110423d591a719e359046">
      <title>
        <bold id="_bold-48">Simpulan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-76">Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian diterima. Terdapat pengaruh yang signifikan antara efikasi dan kontrol diri terhadap prokrastinasi akademik di Universitas Muhammdiyah Sidoarjo. Berdasarkan uji korelasi, menunjukkan rendahnya efikasi diri dapat mengakibatkan tingginya tingkat prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Hal ini juga terjadi pada kontrol diri, rendahnya kontrol diri menyebabkan tingginya tingkat prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Dengan hasil kategori diketahui mahasiswa termasuk dalam kategori sedang. Harapannya agar mahasiswa Universitas Muhammdiyah Sidoarjo dapat lebih meningkatkan efikasi diri dan kontrol diri guna meminimalisir prokrastinasi akademik yang akan berdampak bagi keberlangsungan kegiatan akademik.</p>
      <p id="_paragraph-77">Berdasarkan temuan penelitian, saran yang diberikan kepada universitas agar lebih serius dalam mengurangi prokrastinasi akademik mahasiswa dengan meningkatkan efikasi diri serta kontrol diri. Saran yang diberikan  kepada mahasiswa yaitu agar mahasiswa mampu meningkatkan efikasi diri serta kontrol diri. Meningkatkan efikasi diri dapat dilaukan dengan berbagai cara, beberapa diantaranya pelatihan komunikasi efektif, mencari lingkungan yang penuh dorongan dan lain-lain sedangkan meningkatkan kontrol diri dapat dilakukan dengan membuat <italic id="_italic-94">to do list</italic> terkait jadwal dan rencana-rencana yang ingin dicapai, melakukan meditasi dan lain-lain.</p>
      <p id="_paragraph-78">
        <bold id="_bold-49">Ucapan Terima Kasih</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-79">Ucapan terima kasih penulis ucapkan kepada seluruh responden yang telah bersedia memberikan data serta meluangkan waktu untuk kelancaran penelitian. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang telah memberikan ilmu serta data yang sangat membantu dalam kelancaran penelitian.</p>
    </sec>
  </body><back/></article>
