<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Peran Subjective Well Being dan Altruisme terhadap Kesadaran Lingkungan Warga dalam Membangun Wisata Air Terjun Sumber Nyonya Dusun Gunung Petung</article-title>
        <subtitle>The Role of Subjective Well-Being and Altruism in Promoting Environmental Awareness Among Residents in Developing the Sumber Nyonya Waterfall Tourism at Gunung Petung Village</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Fitrianto</surname>
            <given-names>Riki Adimas</given-names>
          </name>
          <email>adimasdim18@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Mariyati</surname>
            <given-names>Lely Ika </given-names>
          </name>
          <email>ikalely@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2024-08-13">
          <day>13</day>
          <month>08</month>
          <year>2024</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>15</day><month>02</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="heading-5badb40ef8a24bb9d43b937c899f9ad6">
      <title>
        <bold id="_bold-15">Pendahuluan </bold>
      </title>
      <p id="paragraph-ef2aed98c15e367ad08440a0bdd0cd6c">Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia dan sangat kaya akan sumber daya alam, seni, budaya dan adat istiadat. Indonesia juga terdiri dari beberapa daerah/provinsi, dan setiap daerah/provinsi terdiri dari beberapa kabupaten/kota. Pertumbuhan perekonomian Indonesia saat ini didorong oleh sektor-sektor utama yang mempunyai peranan sangat penting dalam pembangunan perekonomian, termasuk sektor pariwisata[1]. Desa Tutur atau dikenal juga dengan nama Nongkojajar merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Tutur, sebelah barat Pegunungan Bromo. Desa ini terbagi menjadi 5 dusun, diantaranya yaitu: Gunung Petung, Kadipaten, Krajang 1, Krajang 2, dan Tutur Wetan.Dusun Gunung Petun mempunyai objek wisata alam yang indah berupa Air Terjun bernama Sumber Nyonya, Sumber Nyonya adalah salah satunya Air Terjun alami yang belum pernah dijamah banyak orang ini sangat cocok bagi sebagian orang yang menyukai wisata ekstrim melihat keindahan alam Indonesia. Air terjun ini merupakan salah satu keindahan alam Indonesia yang perlu dilindungi dan dilestarikan. Air mancur di Air Terjun Sumber Nyonya tingginya kurang lebih 15 meter. Uniknya, sumber Air Terjun Sumber Nyonya menyatu dengan singkapan bebatuan air terjun itu sendiri sebelum jatuh ke hulu sungai. Hal ini membuat air pancuran air terjun terbelah menjadi dua bagian saat mencapai kolam alami di bawahnya sehingga terlihat semakin eksotis. Menurut KPH Perhutani Pasuruan[2], air terjun tersebut masih dalam tahap mewujudkan potensinya untuk eksplorasi atau wisata. Oleh karena itu, fasilitas pendukung di sekitar kawasan Air Terjun belum dikembangkan, dan promosi pariwisata belum berjalan. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke air terjun ini masih sedikit, wisatawan sebagian besar merupakan warga lokal dan pecinta alam. Tidak ada loket tiket di kawasan air terjun ini, sehingga belum ada data pasti jumlah pengunjungnya. Namun sebagai kawasan wisata air terjun ini belum ada yang mengelola dan termasuk belum aktif sebagai kawasan wisata yang terbuka untuk umum, serta karena kurangnya kesadaran masyarakat akan potensi alamnya, Air Terjun Sumber Nyonya masih sepi sejak tahun 2018 hingga saat ini. </p>
      <p id="paragraph-2">Lingkungan hidup yang bersih membawa kenyamanan dan kesehatan bagi setiap orang yang tinggal di dalamnya. Kewajiban masyarakat salah satunya adalah membangun kehidupan bermasyarakat yang tenteram, aman, dan sejahtera dimana masyarakat dapat berpartisipasi dan terlibat untuk pengembangan desa wisata dan pemberdayaan lingkungan[3]. Hal ini erat kaitannya dengan perlunya peningkatan kesadaran lingkungan di kalangan warga. Hassel[4] menjelaskan bahwa kesadaran adalah sebuah pikiran sadar yang menggambarkan akal, kesadaran, dan tercermin dalam perilaku kesadaran, di sisi lain, adalah keadaan atau keadaan sadar dan memiliki pengetahuan sadar[5]. Kesadaran lingkungan juga merupakan kombinasi dari unsur-unsur berikut: motivasi, pengetahuan dan keterampilan. Kesadaran lingkungan hidup adalah suatu keadaan dimana seseorang mempunyai pengetahuan tentang lingkungan hidup dan permasalahannya, motivasi untuk menjaga lingkungan hidup, dan keterampilan yang diperlukan untuk memecahkan permasalahan lingkungan hidup[5]. </p>
      <p id="paragraph-3">Berdasarkan hasil survey awal dengan melakukan observasi dan wawancara kepada beberapa warga sekitar yang dilakukan selama tiga bulan dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T), sehingga menghasilkan survey awal yang didapat yaitu masih rendahnya kesadaran lingkungan warga dalam membuang sampah, hal tersebut diketahui dari aliran air terjun yang masih tercemar di sebabkan limbah rumah tangga dan limbah peternakan yang dibuang begitu saja. Melihat dari survey awal tersebut, peran adanya sikap kepedulian terhadap sesama warga serta lingkungan hidupnya. Dari temuan survey awal didapatkan pendapat dari Jimenez dan Lafuente mengidentifikasi empat dimensi kesadaran lingkungan: Afektif, Kognitif, Konatif, dan Aktif. Dimensi afektif mencerminkan keprihatinan terhadap masalah lingkungan, dengan fokus pada tingkat keparahan, perhatian pribadi, prioritas, dan kepatuhan terhadap nilai-nilai lingkungan. Dimensi kognitif berkaitan dengan pengetahuan tentang isu-isu lingkungan, termasuk informasi umum, pengetahuan khusus, dan kebijakan lingkungan. Dimensi konatif menunjukkan kesiapan untuk bertindak sesuai prinsip ekologi dan menerima peraturan pemerintah, mencakup persepsi, keinginan untuk bertindak, dan kesediaan menanggung biaya. Dimensi aktif melibatkan tindakan individu dan kolektif dalam perilaku ramah lingkungan serta pemulihan ekosistem[6]. Dembowski dan Hammerroyd merumuskan tiga komponen utama kesadaran lingkungan yang banyak digunakan untuk mengukur kesadaran lingkungan dalam berbagai penelitian oleh banyak peneliti, 3 komponen tersebut adalah: 1). <italic id="italic-1">Cognitive Component</italic> (Komponen Kognitif), unsur kognitif meliputi pengetahuan, proses ingatan, kecerdasan, kemampuan mengambil keputusan, dan perilaku pemecahan masalah. 2). <italic id="italic-2">Affective Component</italic> (Komponen Afektif), Komponen emosional adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perasaan dan emosi. Komponen emosional dari kesadaran lingkungan meliputi ketakutan, harapan, emosi, dan reaksi emosional terkait isu lingkungan. 3<italic id="italic-3">). Conative Component</italic> (Komponen Konatif), tindakan yang mengarah pada kontribusi individu dalam memecahkan masalah lingkungan[5] </p>
      <p id="paragraph-4">Diener, Oishi, dan Tay mendeskripsikan <italic id="italic-4">subjective well-being</italic> sebagai penilaian individu terhadap kehidupan dan lingkungannya, baik secara kognitif maupun afektif [7]. Salah satu penjelasan adanya keterkaitan ini dikarenakan beberapa individu yang memandang bahwa lingkungan yang baik dan nyaman dapat meningkatkan kesehatan fisik atau mental dari dalam jangka panjang, sehingga mereka menunjukkan kesadaran lingkungan demi kebertahanan kesehatan fisik dan mental yang mereka miliki[8]. Salah satu unsur dari <italic id="italic-5">subjective well-being</italic> sendiri adalah adanya keselarasan antara individu dengan lingkungan sosial atau lingkungan alam[9]. Bedasarkan hal tersebut maka dapat dikatakan pula kesadaran lingkungan dapat dipengaruhi oleh <italic id="italic-6">subjective well-being</italic>.</p>
      <p id="paragraph-6">Dalam psikologi positif, kesejahteraan disebut sebagai “<italic id="italic-7">subjective well-being</italic>”. Orang dengan <italic id="italic-8">subjective well-being</italic> yang tinggi ditandai dengan perasaan sejahtera dan emosi positif. Menurut Argyle, orang dengan <italic id="italic-9">subjective well-being</italic> yang tinggi justru merasa bahagia dan puas dengan teman, keluarga, dan lingkungannya. Selain itu, Argyle menyatakan bahwa orang dengan <italic id="italic-10">subjective well-being</italic> yang tinggi lebih kreatif, optimis, pekerja keras, tidak mudah menyerah, dan lebih banyak tersenyum dibandingkan orang yang menggambarkan dirinya tidak bahagia[10]. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tinggi rendahnya <italic id="italic-11">SWB</italic> seseorang. Contohnya termasuk diskriminasi, penyakit mental, membesarkan anak, pekerjaan yang baik, kehidupan rumah tangga, kualitas udara yang baik, lingkungan yang hijau, perbedaan usia, dan perilaku lingkungan[11]. </p>
      <p id="paragraph-7"><italic id="italic-12">Subjective well-being</italic> terkait dengan rasa puas seseorang akan kondisi hidupnya, seringkali seseorang merasakan emosi positif dan jarang merasakan emosi negatif. Banyak orang yang merasa puas dengan penghasilan yang didapat sehingga dapat merasakan kesenangan dan ketenangan dalam hidupnya, namun ada juga yang merasa tidak pernah puas dengan penghasilan yang didapat, sehingga tidak dapat merasakan kesenangan dan ketenangan dalam hidupnya[12]. <italic id="italic-13">Subjective well-being</italic> adalah evaluasi individu terhadap kehidupannya, termasuk evaluasi kognitif terhadap kepuasan hidup dan evaluasi afektif terhadap suasana hati dan emosi. Reaksi emosional individu, kepuasan domain, dan penilaian global terhadap kepuasan hidup, ide-ide spesifik yang perlu dipahami setiap individu.[13].</p>
      <p id="paragraph-8"><italic id="italic-14"> Subjective well-being</italic> dapat dibagi menjadi dua aspek: evaluasi kognitif dan evaluasi emosional. Penilaian kognitif merupakan penilaian terhadap kepuasan hidup seseorang. Penilaian emosional merupakan evaluasi terhadap suasana hati dan emosi yang sering dirasakan orang dalam hidupnya, berikut adalah komponen : 1.) Dimensi Kognitif, merupakan penilaian atau penilaian terhadap kepuasan individu. Penilaian aspek kognitif dapat dikategorikan menjadi penilaian global dan penilaian spesifik atau domain, penilaian kepuasan hidup secara global merupakan penilaian atau evaluasi terhadap kehidupan individu yang mencerminkan kepuasan hidup individu tersebut. Kepuasan pribadi secara umum mengacu pada evaluasi keseluruhan seseorang. 2.) Dimensi afektif, dimensi afektif mencerminkan peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kehidupan individu dengan mengkaji jenis-jenis reaksi emosional yang hadir. Peneliti dapat memahami bagaimana individu mengevaluasi situasi dan peristiwa dalam kehidupannya. Secara umum aspek emosi dapat dibedakan menjadi evaluasi adanya emosi positif dan evaluasi emosi negative menggambarkan emosi positif sebagai kombinasi kegembiraan (arousal) dan kesenangan (pleasure). Emosi meliputi keaktifan, kesiapan, dan kebahagiaan. Emosi negatif adalah kombinasi dari kegembiraan dan ketidaknyamanan. Emosi negatif mencakup perasaan seperti kecemasan, kesedihan, dan ketakutan[13].</p>
      <p id="paragraph-10">Adapun definisi dari altruisme sendiri melibatkan perilaku - perilaku yang dilakukan oleh seorang individu untuk meningkatkan <italic id="italic-15">well-being</italic> orang lain tanpa harapan akan adanya balasan yang diterima[14]. Menambahkan hal tersebut, Stern menjelaskan bahwa perilaku individu atau kelompok terhadap lingkungannya merupakan sebuah hasil dari altruisme yang dimiliki[15]. Hal ini mengisyarakatkan adanya keterkaitan antara kesadaran lingkungan dan juga perilaku altruisme. Altruisme diyakini ada pada sebagian besar manusia, bermanifestasi pada tingkat yang lebih besar atau lebih kecil tergantung pada situasi atau keadaan di mana individu tersebut berada. Konsep altruisme sering disalahartikan dengan konsep perilaku membantu dan memberi, namun keduanya merupakan konsep yang berbeda. Konsep pertolongan mengacu pada tindakan menolong atau mendampingi seseorang dengan tujuan tertentu dan mungkin menyiratkan suatu keuntungan[16]. Adapun beberapa karakteristik yang terdapat pada altruisme diantaranya :1). Memberikan perhatian kepada orang lain, 2). Mempunyai rasa tolong menolong dan membantu, 3). Meletakan kepentingan orang lain di atas kepentingan sendiri. Perilaku yang mengutamakan kepentingan umum atau orang lain di atas kepentingan pribadi disebut juga dengan perilaku altruisme. Altruisme adalah tindakan sukarela memberikan bantuan kepada orang lain guna meningkatkan kesejahteraannya, tanpa menghiraukan kepentingan pribadi. Altruisme merupakan ideologi yang pada dasarnya mengutamakan kepentingan orang lain di atas kepentingan pribadi. Altruisme adalah motivasi untuk secara tidak sadar meningkatkan <italic id="italic-16">well-being</italic> orang lain demi keuntungan pribadi. Orang dengan sifat altruistik masih peduli dan mau membantu[17]. Altruisme terdiri dari tiga aspek diantaranya 1) Perhatian terhadap orang lain, orang membantu orang lain karena cinta, pengabdian, dan kesetiaan tanpa mencari imbalan bagi dirinya sendiri. 2) Keinginan menolong orang lain, menolong orang lain berdasarkan keinginan hati nurani yang tulus, tanpa dipengaruhi orang lain. 3) Membantu orang lain dan mendahulukan kepentingan mereka di atas kepentingan anda sendiri[18]. </p>
      <p id="paragraph-12">Orang yang tidak egois dan tulus peduli terhadap orang lain serta mau membantu orang lain disukai orang lain. Dari perasaan kasih sayang inilah muncul penerimaan dan rasa cinta dari orang yang ditolong. Orang yang diterima dan dicintai orang lain akan lebih puas dengan kehidupannya. Selain itu, membantu orang lain memberi Anda kepuasan karena mengetahui bahwa Anda masih bisa membantu orang lain, dan perasaan bahwa ada orang lain yang tidak berada dalam kondisi yang lebih baik dari Anda. Perasaan ini memungkinkan Anda untuk lebih menerima situasi hidup Anda sendiri. Seperti yang dijelaskan oleh Hurlock, kepuasan hidup seseorang dipengaruhi oleh beberapa aspek, antara lain penerimaan terhadap keadaan diri, penerimaan dan kasih sayang dari orang lain, dan pada akhirnya kinerja. Kepuasan hidup merupakan evaluasi kognitif individu mengenai seberapa baik dan puasnya mereka terhadap pencapaian dan kemampuan menikmati pengalaman sepanjang hidupnya[19].</p>
      <p id="paragraph-14">Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Visita dan Priyanti yang menyatakan bahwa <italic id="italic-17">well-being</italic> dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tingkatan kesadaran lingkungan pada individu[20]. Selanjutnya penelitian yang dilakukan Tamar et al menunjukkan bahwa terdapat perilaku prososial, termasuk altruism secara konsisten menjadi prediktor dari perilaku dan juga sikap yang ditunjukkan individu terhadap lingkungan[21]. Namun demikian masih jarang ditemukan penelitian yang mencoba untuk menjelaskan fenemona kesadaran lingkungan jika ditinjau dari perspektif psikologi positif seperti <italic id="italic-18">subjective well-being</italic> dan altruism. Bedasarkan penjelasan tersebut maka peneliti menilai bahwa topik penelitian ini menarik dan memiliki nilai kebaruan untuk diteliti lebih lanjut. Berdasakan uraian diatas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan <italic id="italic-19">subjective well-being</italic> dan altruisme terhadap kesadaran lingkungan. Maka diambil hipotesa sebagai berikut; Hipotesis 1, <italic id="italic-20">Subjective well-being</italic> dan altruisme secara bersama berperan terhadap kesadaran lingkungan. Hipotesis 2 <italic id="italic-21">Subjective well-being</italic> berperan terhadap kesadaran lingkungan. Hipotesis 3, Atruisme berperan terhadap kesadaran lingkungan. </p>
    </sec>
    <sec id="sec-1">
      <title>Metode</title>
      <p id="_paragraph-17">Penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian korelasional untuk mengetahui keterkaitan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh warga daerah Gunung Petung dengan jumlah 336 orang. Penentuan jumlah sampel menggunakan tabel <italic id="_italic-59">Isaac </italic>dan<italic id="_italic-60"> Michael</italic> dengan taraf kesalahan 5% sehingga didapakan jumlah sampel yang harus dikumpulkan sebanyak 172 penduduk. Teknik Sampling yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis <italic id="_italic-61">non probability</italic> dengan teknik <italic id="_italic-62">Accidental Sampling</italic>. Alat ukur yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini menggunakan skala yang telah digunakan dalam penelitian terdahulu. Skala ini berjenis skala <italic id="_italic-63">likert</italic> dengan alternatif jawaban berupa Sangat Tidak Setuju (STS), Tidak Setuju (TS), Setuju (S), Sangat Setuju (SS). </p>
      <p id="_paragraph-18">Tiga instrumen penelitian digunakan untuk mengambil data sempel yang telah di tentukan tersebut. Pada instrumen skala kesadaran lingkungan variabel Y dengan mengambil 3 aspek meliputi <italic id="_italic-64">general belief, personal attitude dan information/knowledge </italic>serta indikator yang di kembangkan oleh Shancez dan Lafuente<xref id="_xref-22" ref-type="bibr" rid="bib19">[1]</xref>, yang terdiri dari 23 aitem meliputi <italic id="_italic-65">favorable</italic> dan <italic id="_italic-66">unfavorable </italic>dengan nilai reliabilitas 0.937. Pada instrumen <italic id="_italic-67">subjective well-being</italic> variabel X<sup id="_superscript-6">1</sup> Diener<xref id="_xref-23" ref-type="bibr" rid="bib11">[2]</xref> yang terdiri dari 20 aitem <italic id="_italic-68">favorable</italic> dan <italic id="_italic-69">unfavorable </italic>yang terdiri dari 8 aitem dimensi kognitif meliputi kepuasan hidup dan 12 aitem dimensi afektif yaitu 6 aitem afektif  positif meliputi perasaan bahagia, semangat dan fokus terhadap perhatian dan 6 aitem afek negatif yang meliputi kesedihan, kecemasan dan mudah tersinggung. Diperoleh hasil akhir dengan nilai reliabilitas dengan validitas konstruk bernilai <italic id="_italic-70">chi-square </italic>= 1646.00, df = 170 , <italic id="_italic-71">p-value</italic> = 0.00000, RMSEA = 0,202. Pada instrumen <italic id="_italic-72">altruisme</italic> variabel X<sup id="_superscript-7">2</sup> dengan mengambil 5 aspek meliputi Empati, Mempercayai dunia yang adil, Tanggung jawab sosial, Locus of control internal serta Egosentrime rendah dan indikator yang di kembangkan oleh Ruston terdiri dari 37 aitem <italic id="_italic-73">favorable</italic> dan <italic id="_italic-74">unfavorable </italic>dengan mempunyai nilai reliabilitas 0.945<italic id="_italic-75">.</italic>Tehnik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisa regresi berganda. Adapun <italic id="_italic-76">software</italic> yang digunakan untuk melakukan analisa data adalah <italic id="_italic-77">JASP 0.16</italic> versi 0.16.0 </p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="heading-1b65b6539b105490115774650de2ceab">1. Deskriptif Data Penelitian</p>
      <p id="_paragraph-19">Tujuan dari analisis deskriptif data penelitian adalah untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang respons dari sampel penelitian terhadap variabel <italic id="_italic-78">Subjective Well-Being</italic>, Altruisme, dan Kesadaran Lingkungan yang dikumpulkan selama penelitian lapangan.</p>
      <table-wrap id="tbl1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>Tabel 1. Deskriptif Statistik</title>
          <p id="_paragraph-21"/>
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-c9c7b2e3fffd1df4e0d99c8592ec7685">
              <td id="ce31e3b6aeccb14d9dfb9560cd0dbd61">
                <bold id="_bold-16">Descriptive Statistics</bold>
              </td>
              <td id="b03804756ba248bc83525ad4295cd0aa"/>
              <td id="3675fbb739eca93eabfaa90e0e4af8aa"/>
              <td id="730ca549654b72675934149d6c3c4b9a"/>
            </tr>
            <tr id="table-row-92226792e2f703f67869877bd49c0828">
              <td id="ff1fabe5fe9c21f495d79927406bbe01"/>
              <td id="6dd35a6506e4b2590cb5c1cfb3a8b673">
                <bold id="_bold-17">Kesadaran Lingkungan</bold>
              </td>
              <td id="19804ae9581bfc1a3fb1a2bcef8dd567">
                <bold id="_bold-18">
                  <italic id="_italic-79">Subjective</italic>
                </bold>
                <bold id="_bold-19">
                  <italic id="_italic-80">Well-Being</italic>
                </bold>
              </td>
              <td id="838cd3fdd512fad6ff4f5024b1b3ebe2">
                <bold id="_bold-20">Altruisme</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b4eba83a9da11fc7897f05c49e99c708">
              <td id="0fb87710d3dea945d6b84273098dcf86">Valid</td>
              <td id="b47cf8738a6a5ca8dabd3122f4cf45c4">172</td>
              <td id="a8460d3969d4a14ea3803f9cc4730f0c">172</td>
              <td id="a2928c66be86cc2183a9a92680be5ac2">172</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-36e0cb3769e392b5c95fdc7b2d7b4cdf">
              <td id="5425b723f83581af8dce55c7d576891c">Missing</td>
              <td id="e1a1159ee363004dad068dd17acea564">0</td>
              <td id="3c2fa19fd8760fe15f7d5847e3d42a9b">0</td>
              <td id="f8f89f7918f39091cba90ea83e389c48">0</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-995bef45a5ac21d7e4263db2c3c9da59">
              <td id="8241692b05dc67dae1e27773db5c8175">Mean</td>
              <td id="eb94b0139d07ed9b43d5aa8a9ab46f1b">63.48</td>
              <td id="4222e50e8592fbc00f376343d3829fb9">56.33</td>
              <td id="3fe4710a82d9ee4d6b32635860b04285">72.56</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8885794f9b0c908d4d063014d4485533">
              <td id="26b2011e336f6cd30c505f1945a168c5">Std. Deviation</td>
              <td id="5705e1ed675ceee468d42135f1476f96">11.25</td>
              <td id="a4cbf388dabdde83f77bdc6c3bf2f1d0">9.205</td>
              <td id="d93885266ec09bdd4424ebf755e2176e">9.405</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-bff25258a5969dbdbec8b078cf64c9b5">
              <td id="35398f4783ad6705e56033a288207d06">Minimum</td>
              <td id="de2059e445cfe733eab1b873677e4315">34.000</td>
              <td id="7706c7c7ec6bb591e93fd188908be488">34.000</td>
              <td id="cf02298c211af35bdfed8fbf7a8d22e0">46.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4b208f8d8e87ee1cd6f863120aca1066">
              <td id="0d17def0a73f5974927e60e6b3efe477">Maximum</td>
              <td id="3856eff20ef0b47a8ff670a5d4524dd8">88.000</td>
              <td id="be837f273fb4bed88861e8a4a5841ec8">74.000</td>
              <td id="781e2af6e8a2ed4e2f7ef220a27f2753">90.000</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-22">Tabel 1. Menunjukkan bahwa nilai minimum Kesadaran Lingkungan adalah 34, <italic id="_italic-81">Subjective Well-Being</italic> adalah 34, sementara Altruisme adalah 46. Sedangkan nilai maksimum untuk Kesadaran Lingkungan adalah 88, <italic id="_italic-82">Subjective Well-Being</italic> adalah 74, sementara untuk Altruisme adalah 90. Nilai mean untuk variabel Kesadaran Lingkungan sebesar 63.48, <italic id="_italic-83">Subjective Well-Being</italic> sebesar 56.33, lalu untuk Altruisme sebesar 72.56. Standar deviasi untuk variabel Kesadaran Lingkungan sebesar 11.25, untuk <italic id="_italic-84">Subjective Well-Being</italic> sebesar 9.205, sementara untuk variabel Altruisme sebesar 9.405.</p>
      <p id="paragraph-3f482e6192ab80fe2ab4ac613dfca546">2. Uji Asumsi</p>
      <p id="_paragraph-23">Uji asumsi dilaksanakan untuk menilai apakah data yang dikumpulkan dalam hasil penelitian memenuhi persyaratan analisis atau tidak. Prosedur uji asumsi harus meliputi pengujian normalitas, linieritas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Berikut hasil uji analisis dari masing-masing asumsi tersebut: </p>
      <p id="paragraph-0b3d365c0b98e0adff7e33716e45c97b">a. Uji Normalitas </p>
      <p id="paragraph-5724e4e700b28bd3e780d96b1afc4cfb">Dalam penelitian ini, uji normalitas dilakukan untuk menentukan apakah data yang diperoleh memiliki distribusi normal, serta untuk memastikan apakah sampel penelitian mewakili populasi dengan standar yang memadai. Berikut adalah ringkasan tabel hasil uji normalitas dari penyebaran data penelitian. Hasil uji normalitas variabel dapat dilihat dalam grafik berikut: </p>
      <fig id="fig2">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-24"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-2" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image2.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-25">Gambar 1.menampilkan histogram yang disebut normal ketika distribusi datanya menyerupai kurva lonceng. Tidak condong ke sisi kanan ataupun kiri. Histogram tersebut menunjukkan pola lonceng yang simetris tanpa kecenderungan kea rah mana pun dan garis membentuk lurus di dalam tabel sehingga dianggap histogram yang normal. </p>
      <p id="paragraph-22f568190dd2967988f3885170229906">b. Uji Linieritas</p>
      <p id="_paragraph-26"> Uji linieritas dilakukan untuk menentukan apakah ada hubungan yang signifikan antara variabel dependen dan independen dalam penelitian ini, dengan nilai signifikansi <italic id="_italic-85">p</italic>&lt; <italic id="_italic-86">0</italic><italic id="_italic-87">,05.</italic></p>
      <table-wrap id="tbl2">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <title>Tabel 3. Rangkuman Hasil Uji Linieritas </title>
          <p id="_paragraph-28"/>
        </caption>
        <table id="_table-2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-1ce06cbaecfadda8ab4c5debd8f2fc4d">
              <td id="2d0b9e1fc53de5d4c469911440142c6c">
                <bold id="_bold-21">Variabel</bold>
              </td>
              <td id="0310118c9e71c0a6cd50ef0ca7e881a5">
                <bold id="_bold-22">
                  <italic id="_italic-88">F(linierity)</italic>
                </bold>
              </td>
              <td id="4c994fb22b0fcb9aca2cad97c5bdf362">
                <bold id="_bold-23">Sig.</bold>
                <bold id="_bold-24">
                  <italic id="_italic-89">Linierity</italic>
                </bold>
              </td>
              <td id="7592f041f243559108c219ca818fa864">
                <bold id="_bold-25">Keterangan</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-dd95c37f3719852479fd891de820dfb0">
              <td id="4d1453311b94947b1c85828284f3ade0">
                <bold id="_bold-26">X1</bold>
                <bold id="_bold-27">-</bold>
                <bold id="_bold-28">Y</bold>
              </td>
              <td id="7cc90af5a701541e3ef5c5602a48a80a">18,720</td>
              <td id="415d8ba47688a403161aad6d87aa50b6">.000</td>
              <td id="4d93bffaebc6d296bae1bed62329242c">Linier</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-3dad5482e85a1a64999849abc833b9f8">
              <td id="2968f7d401e0821e51c4e90dcc2a9648">
                <bold id="_bold-29">X2</bold>
                <bold id="_bold-30">- Y </bold>
              </td>
              <td id="7c0a32a37aa77d24996790a185d31443">19,631</td>
              <td id="bc37c3d59d4e00d7711926aea796191f">.000</td>
              <td id="50e61fec67915056d4cac789ed85f04a">Linier</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-29">Pada tabel 3. Diperoleh nilai Sig. <italic id="_italic-90">Linierity</italic> adalah 0,000 &lt; 0,05. Maka dapat disimpulkan ada peranan linier secara signifikan antara variabel <italic id="_italic-91">Subjective Well-Being</italic> (X<sub id="_subscript-1">1</sub>) dan Variabel Altruisme (X<sub id="_subscript-2">2</sub>)  dengan Kesadaran Lingkungan (Y)</p>
      <p id="paragraph-6fe8aa0f556c695dcfc85f93c5a0f8f3">c. Uji Multikolenieritas </p>
      <p id="_paragraph-30">Uji multikolinearitas dilaksanakan untuk menentukan apakah terdapat keterkaitan yang signifikan antara variabel independen dalam model regresi. Model regresi dikatakan bebas dari multikolinearitas jika nilai <italic id="_italic-92">VIF</italic> &lt; <italic id="_italic-93">10</italic><italic id="_italic-94">,00</italic> dan nilai <italic id="_italic-95">Tolerance</italic> &gt; <italic id="_italic-96">0,01</italic>. Berikut adalah hasil uji multikolinearitas. </p>
      <table-wrap id="tbl3">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <title>Tabel 4<italic id="_italic-97">. </italic>Hasil Uji Multikolenieritas</title>
          <p id="_paragraph-32"/>
        </caption>
        <table id="_table-3">
          <tbody>
            <tr id="table-row-9d668bf7c2c96b657aa7dff26f003241">
              <td id="132627bd2654a07e90d505f1e4e6e16f">
                <bold id="_bold-31">Model</bold>
              </td>
              <td id="1761ef54c61fa4a8ecc733dab0a4171c">
                <bold id="_bold-32"/>
              </td>
              <td id="a192b9f61a90bf88817a872ede668fe7">
                <bold id="_bold-33">Unstandardized</bold>
              </td>
              <td id="fa6fe333570ea6a463713b460330e0e9">
                <bold id="_bold-34">Standard Error</bold>
              </td>
              <td id="807965e91a4ea07fe2a6ab1c4a3e8dd3">
                <bold id="_bold-35">Standardized</bold>
              </td>
              <td id="79c6f44138fce21e87f05ff023abc133">
                <bold id="_bold-36">T</bold>
              </td>
              <td id="afe75a286b61aa42a4a746f5d57218e9">
                <bold id="_bold-37">p</bold>
              </td>
              <td id="e7b20c3d2c7c3760f1478bf123bf5a6a">
                <bold id="_bold-38">Tolerance</bold>
              </td>
              <td id="a0f9042e4c0a046331593c9f0ea1b396">
                <bold id="_bold-39">VIF</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-9a7141725ded234bcf6bbe873ddb43b8">
              <td id="17b290dd80f8cf27863f0250cd23075c">H₀</td>
              <td id="120aea2dd78fa73adc9e0d22300cae9d">(Intercept)</td>
              <td id="1a829a3043dc012e7d12e05e3e045c7e">63.477</td>
              <td id="f01f69edf11777232b07c9e50bbdc360">0.858</td>
              <td id="9ac3cbd7e397a7f035c48997dec4cc98"/>
              <td id="3aebeb2fa52556ce75bb7889a284b50b">73.988</td>
              <td id="6615c8dabc4ce3ca7683bdf4d2f395a2">&lt; .001</td>
              <td id="5a708644422e9d0c8de7c82c16281fb8"/>
              <td id="3f31682b3d23b792b270ad611c32d5b4"/>
            </tr>
            <tr id="table-row-7fa49f75dda0597df38fa636b3250dec">
              <td id="6dc4690b25d8aa803c286462f64098c0">H₁</td>
              <td id="2fce8161d22f2a543cbab8ac7d1e91b0">(Intercept)</td>
              <td id="5889ed7b74dffa36ec6cef8bb105c905">24.038</td>
              <td id="fe92747069f5f444016926a48eca43d8">7.063</td>
              <td id="248085bca4e19a431c9f87b3bca98c71"/>
              <td id="16dc6e3a5681834b5ae751d8936142de">3.403</td>
              <td id="8dc7db4045bddedf367c1540ba003463">&lt; .001</td>
              <td id="57c06f75a9b6db928be9b105ee743ceb"/>
              <td id="fabfc5137fd9b1435cc68ba2c3a10c2c"/>
            </tr>
            <tr id="table-row-a6b244a6e6f8515a14c79ce752c64ffb">
              <td id="16bcee166036c6f93e9317be5e57f83a"/>
              <td id="3f305b90c2ea7271ee98934ecbd0498f">
                <italic id="_italic-98">Subjective Well-Being</italic>
              </td>
              <td id="4e6f4437d2ea94936960b4a45beeb8dd">0.305</td>
              <td id="87dc042f502fe534c51f4c31f2a2c550">0.089</td>
              <td id="762cd8836ab1d96ef4ff519eabb529ca">0.249</td>
              <td id="c45c08fcb66027414bb9f591daffbbc3">3.426</td>
              <td id="66827ff359b35f8b0ba8cd840ccb3503">&lt; .001</td>
              <td id="e52ea00f60b77617ee7abe8f23129f0d">0.938</td>
              <td id="879daca4732bf694ff36ce757f563c6c">1.067</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8a9e4c2dc23836433636b27b2b0c901f">
              <td id="72b61a99c892d3cecff686eebb6e4c8f"/>
              <td id="76e7bbdf7379f2fe8d025d29a9ba4d50">Altruisme</td>
              <td id="6f5e1777a284b99e56fa0ab86fbc3be9">0.307</td>
              <td id="ab30ddf44bcf32e9c0516ea30426dc2f">0.087</td>
              <td id="e8179697c537a36e6a9e4277897e0999">0.256</td>
              <td id="0bcb4e7522b36b87b73808f85a7fc7b6">3.522</td>
              <td id="7a1796ac8b518022ab1ed0364613d933">&lt; .001</td>
              <td id="e979404fa9d6e80319b8384e607a4378">0.938</td>
              <td id="2e264c4325da22e2c311d9417bf241a6">1.067</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-33">Dari tabel tersebut, diperoleh nilai <italic id="_italic-99">Tolerance</italic> sebesar 0,938 &gt; <italic id="_italic-100">0,01</italic> dan <italic id="_italic-101">VIF</italic> sebesar 1,067 &lt; 10,00. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tidak ada tanda-tanda multikolinearitas antara kedua variabel independen dalam penelitian ini. </p>
      <p id="paragraph-22517326f7f220792a2d209378026f71">4. Uji Heteroskedaktisitas</p>
      <p id="_paragraph-34">Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menentukan apakah ada deviasi saat melakukan uji linier, serta apakah titik titiknya tersebar secara acak dan tidak membentuk pola tertentu.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Residuals vs. Predicted</title>
      <fig id="fig3">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <title>Tabel 5. Hasil Uji Heteroskedaktisitas</title>
          <p id="_paragraph-36"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-3" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image3.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-37">Dari grafik tersebut, dapat dilihat bahwa garis merah memiliki kemiringan yang rendah dan titik-titik tersebar secara acak, menunjukkan bahwa residual dalam penelitian tidak dipengaruhi oleh variabel lain. </p>
      <p id="_paragraph-38">3. Uji Hipotesis</p>
      <p id="_paragraph-39">a. Uji Korelasi </p>
      <table-wrap id="tbl4">
        <label>Table 4</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-40"/>
        </caption>
        <table id="_table-4">
          <tbody>
            <tr id="table-row-a0104b27f4c7892c9e267bfaa772e743">
              <td id="e24a692feef202340026dd47a84df148">
                <bold id="_bold-40">Variabel</bold>
              </td>
              <td id="17a7f086db929547be213f23ba9e64c2">
                <bold id="_bold-41">
                  <italic id="_italic-102">Pearson</italic>
                </bold>
                <bold id="_bold-42">
                  <italic id="_italic-103">Correlation</italic>
                </bold>
              </td>
              <td id="adc65fad120976e6e4bc6d9687acaaf1">
                <bold id="_bold-43">Sig.</bold>
              </td>
              <td id="1bb1f7696a40e66e17abe43e811ac8ba">
                <bold id="_bold-44">Keterangan</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-fb99a335f4f3be6b7fd5a408d4e63a4b">
              <td id="6c70b73b559f55b1ee4622aae392d1b6">
                <bold id="_bold-45">X1</bold>
                <italic id="_italic-104">Subjective Well-Being</italic>
              </td>
              <td id="58d979d426b467a8bd4ac363e5aa58ef">0.313</td>
              <td id="e06fbe4d443b6be3a3c42048b5783b3e">.001</td>
              <td id="edfa829dfca8c8a32f5768fcf2ae12ad">PositifSignifikan</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-708f42daea48c404a733289da5f1d0da">
              <td id="a6be6e8d3ca5a8b187a097498905b7a7"><bold id="_bold-46">X2</bold>Altruisme</td>
              <td id="b4771f3ee9d6ca1808da897213ecc553">0.319</td>
              <td id="e78f8df3c384a814015130b815bf98c6">.001</td>
              <td id="73996fed647cebc27c356f7b3161aa32">PositifSignifikan</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-41">Uji hipotesis ini menggunakan korelasi <italic id="_italic-105">Pearson </italic>menunjukkan bahwa <italic id="_italic-106">Subjective Well-Being</italic>dengan Kesadaran Lingkungan memiliki skor 0,313 (p &lt; 0,001), sedangkan Altruisme dengan Kesadaran Lingkungan memiliki skor 0.319 (p &lt; 0,001).  Dari hasil tersebut dapat disimpulkan terdapat peranan signifikan antara <italic id="_italic-107">Subjective Well-Being</italic>danAltruisme terhadap Kesadaran Lingkungan. </p>
      <p id="_paragraph-42">b. Uji Regresi </p>
      <table-wrap id="tbl5">
        <label>Table 5</label>
        <caption>
          <title>Tabel 6. ANOVA - Hasil Uji Regresi Berganda </title>
          <p id="_paragraph-44"/>
        </caption>
        <table id="_table-5">
          <tbody>
            <tr id="table-row-09982c1de14a0bd061f46b3d56d079d6">
              <td id="fb9d599f44fe7406e6ec2e383029576e" colspan="14">
                <bold id="_bold-47">ANOVA </bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ba788ad5038acb9821b1d48c5ad19033">
              <td id="af508aa00d9fac1da0f485c3b012935e" colspan="2">
                <bold id="_bold-48">Model</bold>
              </td>
              <td id="c8cd9f194ba4e3436f6bb80f0586c849" colspan="2">
                <bold id="_bold-49"/>
              </td>
              <td id="bdc5173e703a68899d4120015c84d4bf" colspan="2">
                <bold id="_bold-50">Sum of Squares</bold>
              </td>
              <td id="59cc21af436daad1838691671080147a" colspan="2">
                <bold id="_bold-51">df</bold>
              </td>
              <td id="fcaad6f3ab0f97ade26cb49a5b770d25" colspan="2">
                <bold id="_bold-52">Mean Square</bold>
              </td>
              <td id="2e1b10c74b328f8386c775fcf708809e" colspan="2">
                <bold id="_bold-53">F</bold>
              </td>
              <td id="b7c3f380eae6aba7bb1602c38257a7d9" colspan="2">
                <bold id="_bold-54">p</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2028b6bb13fde69093057e283cd339b1">
              <td id="a4ed3b33fb5e69f514ca51126737d987" rowspan="3" colspan="2">H₁</td>
              <td id="2853a444454ed87ab0c6599163e548ee" colspan="2">Regression</td>
              <td id="89a0a0b34fc2a97815b1ae58fa699b07" colspan="2">3462.313</td>
              <td id="71cb65fb3d90a106c8ce4cbbe2ebdd9c" colspan="2">2</td>
              <td id="57c45510fb433658ddc973a2919d1a92" colspan="2">1731.156</td>
              <td id="250dfb0e6e67c26cfbf3ad02ec54cbb4" rowspan="3" colspan="2">16.087</td>
              <td id="b00ad6bbfdd247208ef1b8b8039575f0" rowspan="3" colspan="2">&lt; .001</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-57332e43affcb65a7122ac6ceed22cf8">
              <td id="f1c0c8468a4409c2bdbd64e0b62a0d88" colspan="2">Residual</td>
              <td id="ccf46371e01b66eb533ac1983a234407" colspan="2">18186.594</td>
              <td id="d038050e6528594a537ab02765de0119" colspan="2">169</td>
              <td id="0545e92fbbeac58a17a1121b5a9a436a" rowspan="2" colspan="2">107.613</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-fd2c807cd1084d742c82ac88ef472d80">
              <td id="cba781e035667dcb701757ce99631e3b" colspan="2">Total</td>
              <td id="04f61beb49f3987d1b5579536ab4a549" colspan="2">21648.907</td>
              <td id="fbaeabbfae1f26fb86d4cdc999b91501" colspan="2">171</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-072e3c3d5282bf5288132fb215a4130f">
              <td id="b161edd4d7e22524119dfb161d549b57" colspan="14"/>
            </tr>
            <tr id="table-row-d535e365e83c92bac881306b49d83eca">
              <td id="d99431094112a7ea01e22c80adb9134c" colspan="14"/>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <table-wrap id="tbl6">
        <label>Table 6</label>
        <caption>
          <title>Tabel 7. Model Summary - Hasil Uji Regresi Berganda </title>
          <p id="_paragraph-46"/>
        </caption>
        <table id="_table-6">
          <tbody>
            <tr id="table-row-c6639742f87f3f888e2291782ac24b88">
              <td id="5b33536d3114448a43c2271a825052ee" colspan="10">
                <bold id="_bold-55">Model Summary - Kesadaran Lingkungan </bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0ec85ddf932edce864476b9d725977c0">
              <td id="cddd3f72870840a374b93d5a9a1f3be6" colspan="2">
                <bold id="_bold-56">Model</bold>
              </td>
              <td id="1dbfaf8b0346215c664497e8ae7caa31" colspan="2">
                <bold id="_bold-57">R</bold>
              </td>
              <td id="58e013ef6fb4ea76f7b550ee0ba35309" colspan="2">
                <bold id="_bold-58">R²</bold>
              </td>
              <td id="5ad043ba7dc1047838780fe311d8a43e" colspan="2">
                <bold id="_bold-59">Adjusted R²</bold>
              </td>
              <td id="39487d5aa0030ef076444b628d3b7b5a" colspan="2">
                <bold id="_bold-60">RMSE</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b775f559800f6dc74c78e4952275a7c1">
              <td id="d83620a89b5e89f2e90572da9d6064f2">H₀</td>
              <td id="4644d6ecc3141af9c2d127ee9bb8e347"/>
              <td id="61399ab815f7d811e5dbf7e349c489c6">0.000</td>
              <td id="044bc22abc4351273c30fdc2a4e18981"/>
              <td id="0f195d67dee776363593696f2dbe0421">0.000</td>
              <td id="6888b9a3ac29e2158543cf55a5c7d42a"/>
              <td id="45bbf99582378c4cf540c25e3c5982d9">0.000</td>
              <td id="f5271a00c688044dfe0d1d6319dc114f"/>
              <td id="9492266f157511122cdb8639e8456c4c">11.252</td>
              <td id="7b776df1bf2aa693bae61fde1432c9b9"/>
            </tr>
            <tr id="table-row-417b85d30998489fb6b3382ea746bb1e">
              <td id="789cccd8192fa78cd4378ef6ab39d843">H₁</td>
              <td id="30437ee404065919b91bd11f9cbd31b8"/>
              <td id="9fdb167260e7d6d363c5276788c4c755">0.400</td>
              <td id="0b06308d5a0a32903be4a8377613dac4"/>
              <td id="d477dfd9ecbd9367d91228d581556c7f">0.160</td>
              <td id="66bccbb9676634fd8a29f9fb7e1826af"/>
              <td id="9df896844c5b67688d83f6bed7f96033">0.150</td>
              <td id="c1826c038a06847f5db542f7dee1430b"/>
              <td id="42ce6b455e75dcb81a4390f7cf8b9e2e">10.374</td>
              <td id="af971e61d2276a22a04e4bd97f64065c"/>
            </tr>
            <tr id="table-row-8b8c5c003fa6371babb2762b4a2206fc">
              <td id="edcaae39a6ecd7445893e24991a0320f" colspan="10"/>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-47">Dari hasil uji hipotesis yang tercantum dalam tabel, dapat disimpulkan bahwa nilai <italic id="_italic-108">R</italic> = ,400 dan nilai <italic id="_italic-109">F</italic> = 16,087 dengan tingkat signifikansi <italic id="_italic-110">p</italic><italic id="_italic-111"> &lt; </italic><italic id="_italic-112">.</italic><italic id="_italic-113">001</italic>. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis pertama dalam penelitian dapat diterima, yang berarti terdapat peranan yang signifikan serta masuk kategorisasi cukup antara <italic id="_italic-114">Subjective Well-Being</italic>dan Altruisme dengan Kesadaran Lingkungan di pemukiman Gunung Petung. Selanjutnya, untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, dapat dilihat dari nilai R-Square, yaitu sebesar ,160 atau 16%. Ini berarti <italic id="_italic-115">Subjective Well-Being</italic> dan Altruisme berkontribusi sebesar 16% terhadap Kesadaran Lingkungan, sementara 84% sisanya dipengaruhi oleh faktor atau variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berikut adalah hasil uji hipotesis kedua dan ketiga. </p>
      <table-wrap id="table-figure-5db0b63242341b29c2166c84efb40af8">
        <label>Table 7</label>
        <caption>
          <title>Tabel 7. Coefficients – Uji Regresi Berganda berdasarkan t</title>
          <p id="paragraph-163c5bf71c639f7f5a41547b9af50cb1"/>
        </caption>
        <table id="table-276c4e1f95225b025c1041dac8b20f37">
          <tbody>
            <tr id="table-row-d851754ae58f817c1a046cc2e6afa13e">
              <td id="table-cell-d2be43281f8b8ee44e7e12e9825725fa" colspan="22"> Coefficients </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-46fc63f33259e001b793542ece4287b1">
              <td id="table-cell-6ff9eca97e09e996cf1da0e5216e849f" colspan="4"> Model </td>
              <td id="table-cell-7e785af276f19f4d5e66d71eddadde14" colspan="3"> Unstandardized </td>
              <td id="table-cell-fe068037a3cc768075a4df82bdb2fa15" colspan="3"> Standard Error </td>
              <td id="table-cell-b70b603cc40e24cb60f7de1d29c22a96" colspan="3"> Standardized </td>
              <td id="table-cell-d16d2fde299aa0911257fb0e73bac639" colspan="3"> t </td>
              <td id="table-cell-d0d9320c545f8f680ce09c06eb1aa27b" colspan="6"> p </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e864369e49989d4bf1ec97bcbd9608a5">
              <td id="table-cell-717a8255e1e28e5bbad13639021c59ac" colspan="2">H0 </td>
              <td id="table-cell-51901c5a8df817c2b8a771938cc15396" colspan="2">(Intercept) </td>
              <td id="table-cell-4269bd66913c9526750c388bd24ef9ee" colspan="3">24.038 </td>
              <td id="table-cell-a8a24c54ce13b501220b7c718e85d321" colspan="3">7.063 </td>
              <td id="table-cell-50a86ec6e0a215cd27f4c28045e9060d" colspan="3"/>
              <td id="table-cell-0cc6dc3821d0393111e886c25275a70d" colspan="3">3.403 </td>
              <td id="table-cell-76a606c1c542cdc9fab5a9a3d60b4995" colspan="6">&lt; .001 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6ea68c2dd073092e806fe7e563034b94">
              <td id="table-cell-672d3c64ddd1817751736e99c5db841b" rowspan="2" colspan="2">H1</td>
              <td id="table-cell-a0879b5275a9c9cf297c906c09208a61" colspan="2"> Subjective Well-Being </td>
              <td id="table-cell-2869e539f4791e88fb33968087abe9b2" colspan="3">0.305 </td>
              <td id="table-cell-2814f9b10c0ac6bc5008ae7750ae6b0c" colspan="3">0.089 </td>
              <td id="table-cell-3bf2c3208f1241745d56191abd92d3c9" colspan="3">0.249 </td>
              <td id="table-cell-139c6b0314718bff2694fd52abe74d52" colspan="3">3.426 </td>
              <td id="table-cell-f88bdb0886324ab34f74f45a4b590de0" colspan="6">&lt; .001 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7e65e591c7090885d6382fc75e4089bb">
              <td id="table-cell-6c697061ef03c3f422fc2baef32624ef" colspan="2">Altruisme </td>
              <td id="table-cell-5ae5236374fcc378dc637b39516018cc" colspan="3">0.307 </td>
              <td id="table-cell-9cd019bc1f05b7cec2942cf5c1d42d17" colspan="3">0.087 </td>
              <td id="table-cell-685dc8aae64396c8c6d0db0339e28436" colspan="3">0.256 </td>
              <td id="table-cell-120dc23646bc4694f55d73b4fe4c251d" colspan="3">3.522 </td>
              <td id="table-cell-73edd81c5562997afb9fe767342b1e16" colspan="6">&lt; .001 </td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-50">Pada tabel 7. Nilai koefisien <italic id="_italic-117">Subjective Well-Being</italic> menunjukkan t-hitung sebesar <italic id="_italic-118">=</italic> (3.426<italic id="_italic-119"> &gt;</italic>1.974). Ini menandakan bahwa hipotesa kedua terdapat pengaruh yang positif signifikan antara Subjective Well-Being dan Kesadaran Lingkungan di pemukiman Gunung Petung, yang ditunjukkan oleh koefisien korelasi Ini menegaskan bahwa semakin tinggi <italic id="_italic-120">subjective well-being</italic>, semakin tinggi pula Kesadaran Lingkungan dalam populasi tersebut. Begitupun juga terdapat pengaruh yang signifikan antara Altruisme dengan Kesadaran Lingkungan di pemukiman Gunung Petung, yang ditunjukkan oleh nilai koefisien sebesar t-hitung<italic id="_italic-121"> =</italic> 3.522 &gt;1.974). Ini menegaskan bahwa semakin tinggi Altruisme, semakin tinggi pula tingkat Kesadaran Lingkungan dalam populasi tersebut</p>
      <table-wrap id="tbl8">
        <label>Table 8</label>
        <caption>
          <title>Tabel 8. Hasil Sumbangan Efektif variabel bebas terhadap variabel terikat</title>
          <p id="_paragraph-52"/>
        </caption>
        <table id="_table-8">
          <tbody>
            <tr id="table-row-c3010f2a1b711d2c224061dc5c34147b">
              <td id="82df4b07fec87b7276e42c5bf57e95c6">
                <bold id="_bold-68">Variabel</bold>
              </td>
              <td id="2085695deca9348cdaf08576b285b1e0">
                <bold id="_bold-69">Koefisien </bold>
                <bold id="_bold-70">regresi</bold>
                <bold id="_bold-71">(β)</bold>
              </td>
              <td id="d45f57c9c87a1cd4812255290f7ca766">
                <bold id="_bold-72">Koefisien </bold>
                <bold id="_bold-73">regresi</bold>
                <bold id="_bold-74">(R</bold>
                <bold id="_bold-75">xy</bold>
                <bold id="_bold-76">)</bold>
              </td>
              <td id="8a98215c4757d04a627e1fdd0fbb7664">
                <bold id="_bold-77">R</bold>
                <bold id="_bold-78">2</bold>
              </td>
              <td id="798431def3d1d67a1735fc8b9f8462e4">
                <bold id="_bold-79">Sumbangan</bold>
                <bold id="_bold-80">Efektif</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-1c555a1af045902e5c81c0432e69d584">
              <td id="1693f63b02526dd5e1105bbfaacbe3ae">
                <italic id="_italic-122">Subjective Well-Being</italic>
              </td>
              <td id="f5add4d4885da5788193a3c0ed2e6ddf">0.313</td>
              <td id="f9e8781bd32bccb70f1217b65e88b7f5">0.249</td>
              <td id="730a9d06bbe12aa20a44f322729b80a6">0.160 /16 %</td>
              <td id="5b564b14d531cb45118e23a28cae2c44">7,8%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-69b6205402a1e0649a72bcbc2bee9010">
              <td id="ca80ec46f36cd17a2a4d977269371859">Altruism<italic id="_italic-123">e</italic></td>
              <td id="78bb34ae694995b0fc3d748b3f04ecca">0.319</td>
              <td id="726324d2b00c8942b1cef45777b683b2">0.256</td>
              <td id="5b222a15d727e6ac0e98fd05e5144dbc"/>
              <td id="2ef2d72b9bd52c9ffa5bec012b8ea4e6">8,2%</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-53">Hasil analisis diketahui (<italic id="_italic-124">F(</italic><italic id="_italic-125">16,087</italic><italic id="_italic-126">)</italic>; <italic id="_italic-127">p &lt;0</italic><italic id="_italic-128">,05)</italic>, yang artinya <italic id="_italic-129">subjective well-being</italic> dan altruisme secara bersama-sama memiliki peranan secara signifikan pada kesadaran lingkungan. Hubungannya berpengaruh secara kuat. Terdapat pula arah peranan antara <italic id="_italic-130">subjective well-being</italic> dengan kesadaran lingkungan, dilihat dari hasil koefisien <italic id="_italic-131">ß</italic><italic id="_italic-132"> = 0.313</italic>, begitu juga dengan arah peranan antara altruisme dengan kesadaran lingkungan dengan hasil koefisien <italic id="_italic-133">ß</italic><italic id="_italic-134"> = 0,319</italic><italic id="_italic-135">.</italic> Hal ini berarti bahwa semakin tinggi <italic id="_italic-136">subjective well-being</italic> dan altruisme maka akan semakin tinggi kesadaran lingkungan pada warga dusun Gunung Petung. </p>
      <p id="_paragraph-54">Temuan sebelumnya menjelaskan orang dengan tingkat <italic id="_italic-137">subjective well-being</italic> yang lebih tinggi menunjukkan kesadaran lingkungan, perhatian terhadap kesehatan, dan kepedulian terhadap generasi mendatang yang lebih besar, sehingga mereka lebih bersedia untuk meningkatkan kualitas hidup mereka dengan lebih sering melakukan tindakan berkelanjutan <xref id="_xref-24" ref-type="bibr" rid="bib20">[3]</xref>. Kellert dan Wilson berpendapat bahwa orang yang menunjukkan kepedulian terhadap kepunahan spesies biasanya lebih menikmati alam dan merasakan peningkatan <italic id="_italic-138">well-being</italic> saat berinteraksi dengan lingkungan <xref id="_xref-25" ref-type="bibr" rid="bib21">[4]</xref>. Sementara penelitian yang dilakukan oleh Princen dkk, Individu yang aktif dalam kegiatan sukarela lingkungan dan yang memprioritaskan tujuan intrinsik cenderung memiliki <italic id="_italic-139">subjective well-being</italic> lebih tinggi namun mereka yang hanya peduli namun tidak terlibat dalam kegiatan sukarela menunjukkan tingkatan yang lebih rendah <xref id="_xref-26" ref-type="bibr" rid="bib22">[5]</xref>. Penelitian oleh Kellert dan Wilson,  kesadaran lingkungan berkorelasi dengan <italic id="_italic-140">s</italic><italic id="_italic-141">ubjective well-being</italic> seseorang. Hal ini terjadi karena kesadaran lingkungan seseorang mempunyai manfaat psikologis yang positif, yaitu mempengaruhi peningkatan <italic id="_italic-142">s</italic><italic id="_italic-143">ubjective well-being</italic> <xref id="_xref-27" ref-type="bibr" rid="bib18">[6]</xref>. </p>
      <p id="_paragraph-55">Penelitian sebelumnya Ghazali dan Stern juga menyatakan bahwa altruisme dapat meningkatkan kesadaran akan dampak masalah lingkungan <xref id="_xref-28" ref-type="bibr" rid="bib23">[7]</xref>. Kentaka menjelaskan bahwa individu yang mengenali urgensi masalah lingkungan cenderung lebih sering melakukan tindakan altruistik dalam kehidupan sehari-hari mereka. Implikasinya adalah bahwa kelompok lingkungan mungkin bisa mendorong orang untuk lebih aktif secara lingkungan dengan meningkatkan kesadaran mereka tentang masalah lingkungan . Kim &amp; Stepchenkova, altruisme berhubungan dengan kesadaran lingkungan seseorang, nilai-nilai altruisme yang menekankan kesetaraan dan <italic id="_italic-144">well-being</italic> bagi orang lain dan lingkungan <xref id="_xref-29" ref-type="bibr" rid="bib24">[8]</xref>. Sesuai dengan pemikiran Ojea dkk yang menekankan pentingnya nilai-nilai altruisme dalam membentuk sikap terhadap lingkungan. Individu dengan nilai altruisme cenderung percaya bahwa melindungi lingkungan adalah suatu kewajiban yang penting <xref id="_xref-30" ref-type="bibr" rid="bib25">[9]</xref>. </p>
      <p id="_paragraph-56">Menurut Chow, bahwa tingkat <italic id="_italic-145">s</italic><italic id="_italic-146">ubjective well-being</italic> dari faktor internal dan eksternal, termasuk hubungan individu dengan lingkungannya, berdampak pada seberapa puas mereka dengan kehidupan mereka<xref id="_xref-31" ref-type="bibr" rid="bib26">[10]</xref>. Menurut Darmayanti, <italic id="_italic-147">S</italic><italic id="_italic-148">ubjective well-being</italic> seseorang dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal yang mencakup religiusitas, kepribadian tangguh, harga diri, dan optimisme, serta faktor eksternal yang mencakup kondisi situasional dan lingkungan, seperti dukungan sosial<xref id="_xref-32" ref-type="bibr" rid="bib27">[11]</xref>. Menurut Diener, ada dua aspek dalam <italic id="_italic-149">s</italic><italic id="_italic-150">ubjective well-being</italic>, yang pertama aspek kognitif yaitu evaluasi yang dilakukan individu pada kepuasan hidup. Aspek afektif yaitu cara individu dalam merefleksikan suatu pengalaman yang dialami di kehidupannya.<xref id="_xref-33" ref-type="bibr" rid="bib28">[12]</xref>. Lingkungan dan udara yang bersih menunjukkan peningkatan <italic id="_italic-151">subjective well-being</italic> yang lebih signifikan dalam perasaan positif dan penurunan yang lebih besar dalam perasaan marah dibandingkan dengan mereka yang berada di lingkungan perkotaan (Hartig, Evans, Jamner, Davis, &amp; Garling). Menurut Schwartz, Model aktivasi norma Schwartz tentang altruisme menyatakan bahwa individu bertindak berdasarkan kewajiban moral ketika mereka percaya bahwa tindakan mereka dapat mencegah atau memperbaiki konsekuensi merugikan bagi orang lain dan bahwa mereka bertanggung jawab atas tindakan tersebut. Model dari ini telah digunakan untuk menjelaskan perilaku terkait lingkungan seperti pembelian bensin bebas timbal, konservasi energi, daur ulang, pembakaran pekarangan. Steg et al.,  Individu dengan altruisme tinggi lebih peduli terhadap lingkungannya dan cenderung memilih barang ramah lingkungan yang berdampak rendah terhadap lingkungan<xref id="_xref-34" ref-type="bibr" rid="bib29">[13]</xref>. Panda et al., menyimpulkan kesadaran lingkungan seseorang akan meningkatkan sifat altruisme . </p>
      <p id="_paragraph-57">Nilai sumbangan efektif <italic id="_italic-152">R</italic><sup id="_superscript-8"><italic id="_italic-153">2 </italic></sup>variabel independen terhadap variabel dependen yaitu sebesar 0,160 atau 16%. Ini berarti <italic id="_italic-154">subjective well-being</italic> dan altruisme berkontribusi sebesar 16% terhadap Kesadaran Lingkungan, sementara 84% sisanya dipengaruhi oleh faktor atau variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Variabel lain yang dapat mempengaruhi kesadaran lingkungan meliputi <italic id="_italic-155">sense of belonging</italic>. Individu yang menyadari bahwa lingkungan hidup sangatlah luas dan perlu dikelola dengan baik layaknya milik pribadi. Pengalaman berinteraksi dengan lingkungan sedemikian rupa sehingga seseorang merasa menjadi bagian dari lingkungan tersebut yang dikenal sebagai rasa memiliki<xref id="_xref-35" ref-type="bibr" rid="bib30">[14]</xref>. Oleh sebab itu, pendidikan lingkungan hidup sangat penting dalam meningkatkan kesadaran lingkungan pada individu serta meningkatkan pemahaman mengenai perlindungan lingkungan. Pendidikan yang diberikan secara kelompok cenderung lebih efektif dalam mempengaruhi perubahan perilaku. Littledyke menjelaskan bahwa seseorang dapat meningkatkan kesadaran lingkungannya melalui berbagai tingkatan, termasuk kesadaran diri, yang meliputi: a) persepsi dampak individu, yang melibatkan gaya hidup dan pilihan konsumen; b) kesadaran sosial, yang mempertimbangkan persepsi terhadap dampak lingkungan akibat interaksi sosial; dan c) kesadaran lingkungan, yang mencakup persepsi tentang bagaimana masyarakat secara umum memberikan dampak terhadap ekosistem<xref id="_xref-36" ref-type="bibr" rid="bib31">[15]</xref>. Orang yang memiliki kesadaran lingkungan akan dengan sengaja mengambil keputusan untuk mengurangi jejak ekologisnya. Mereka mungkin akan memilih produk yang memiliki dampak lingkungan lebih rendah, mengurangi limbah, dan menghemat sumber daya . </p>
      <p id="_paragraph-58">Penelitian ini memberikan beberapa manfaat yang mendukung pemahaman dan pelaksanaan keberlanjutan lingkungan. Pertama, penelitian ini menjelaskan keterkaitan antara <italic id="_italic-156">subjective well-being</italic> dan altruisme dengan kesadaran lingkungan, yang dapat dijadikan landasan untuk mengembangkan program edukasi dan kampanye yang lebih efektif dalam mendorong perilaku ramah lingkungan. Kedua, temuan penelitian ini dapat memberikan wawasan berharga bagi para pembuat kebijakan dalam merancang intervensi yang tidak hanya fokus pada aspek lingkungan, tetapi juga mempertimbangkan <italic id="_italic-157">well-being</italic> masyarakat. Ketiga, dengan menggabungkan temuan ini ke dalam kebijakan publik dan program komunitas, diharapkan dapat tercipta sinergi antara <italic id="_italic-158">well-being</italic> individu dan upaya pelestarian lingkungan, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas hidup dan keberlanjutan lingkungan. Selain itu, penelitian ini membuka peluang untuk studi lanjutan yang dapat meneliti lebih dalam mekanisme bagaimana <italic id="_italic-159">subjective well-being</italic> dan altruisme mempengaruhi kesadaran lingkungan. </p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-59">Berdasarkan pembahasan dalam penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa hipotesa mayor diterima yang artinya variabel <italic id="_italic-160">subjective well-being </italic>dan altruisme berpengaruh signifikan terhadap kesadaran lingkungan warga dalam membangun wisata air terjun sumber nyonya dusun gunung petung. Lalu hipotesa minor pertama diterima yaitu variabel <italic id="_italic-161">subjective well-being </italic>berpengaruh signifikan terhadap kesadaran lingkungan warga dalam membangun wisata air terjun sumber nyonya dusun gunung petung. Selanjutnya hipotesa minor kedua diterima yaitu altruisme berpengaruh signfikan terhadap kesadaran lingkungan warga dalam membangun wisata air terjun sumber nyonya dusun gunung petung. Keterbatasan penelitian ini yaitu dari minimnya subyek yang hanya mencakup satu dusun, diharapkan penelitian selanjutnya memperluas subjek penelitian di area yang lebih luas seperti melakukan perbandingan antar dusun guna meninjau tiap variabel begitupun menambahkan hal-hal yang kurang seperti intervensi dan mediasi antar variabel <italic id="_italic-162">sense of belonging</italic>, pendidikan lingkungan hidup guna menambahkan sumbangan efektif yang diperoleh pada variabel kesadaran lingkungan. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi teoritis mengenai bagaimana faktor psikologis dan tingkat kepuasan hidup berpengaruh dalam meningkatkan kesadaran lingkungan, serta sebagai intervensi berbasis kesadaran lingkungan guna meningkatkan pengembangan wisata yang berkelanjutan. </p>
      <p id="_paragraph-60">Saran pada penelitian ini yaitu harapan ntuk meningkatkan <italic id="_italic-163">s</italic><italic id="_italic-164">ubjective well-being</italic> dan altruisme yang mendukung kesadaran lingkungan, warga dapat berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan bersama komunitas, seperti penanaman pohon atau program daur ulang, dapat meningkatkan <italic id="_italic-165">well-being</italic> individu melalui interaksi sosial dan rasa pencapaian. Memotivasi dan mempraktekkan tindakan altruistik sehari-hari dengan mengajak keluarga dan tetangga untuk melakukan tindakan ramah lingkungan, seperti mengurangi penggunaan plastik dan memilah sampah. Bentuk kelompok warga yang fokus pada isu-isu lingkungan lokal untuk berbagi pengalaman dan merencanakan kegiatan bersama yang menguntungkan lingkungan dan <italic id="_italic-166">well-being</italic> kolektif. Selenggarakan lokakarya atau seminar dengan melibatkan ahli lingkungan dan psikolog untuk mengajarkan warga tentang hubungan antara <italic id="_italic-167">s</italic><italic id="_italic-168">ubjective well-being</italic>, altruisme, dan kesadaran lingkungan. Gunakan media sosial untuk menyebarkan informasi dan inspirasi melalui grup atau halaman yang fokus pada tips dan cerita inspiratif tentang kesadaran lingkungan. Ajak keluarga dan anak-anak untuk terlibat dalam kegiatan lingkungan sejak dini untuk meningkatkan kesadaran mereka serta memperkuat ikatan keluarga dan <italic id="_italic-169">well-being</italic> individu melalui aktivitas yang bermakna. Dengan mengikuti saran-saran ini, diharapkan warga dapat lebih memahami pentingnya <italic id="_italic-170">subjective well-being</italic> dan altruisme dalam meningkatkan kesadaran dan tindakan mereka terhadap lingkungan, yang pada akhirnya berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dan kualitas hidup yang lebih baik.</p>
      <p id="paragraph-f5ea6a2e9764d399a41ed31bc0328128">
        <bold id="bold-5e2b4d5405119ffb820301200cba6ff3">Ucapan Terima Kasih </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-61"> Peneliti ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak kepala dusun serta warga yang telah memberikan ijin serta terlibat menjadi responden pada penelitian ini.</p>
    </sec>
  </body><back>
    <ref-list>
      <ref id="bib1">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>219-239</page-range>
          <volume>5</volume>
          <year>2021</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Tutur</surname>
              <given-names>Kecamatan</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Pasuruan</surname>
              <given-names>Kabupaten</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Daimul Abror</surname>
              <given-names>M</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Jannah</surname>
              <given-names>Roudotul</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Publik</surname>
              <given-names>Administrasi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Kadiri</surname>
              <given-names>Universitas</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Universitas</surname>
              <given-names>Administrasi Publik</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Pasuruan</surname>
              <given-names>Yudharta</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Agama dan Perubahan Sosial ISSN</source>
          <article-title>Implementasi Kebijakan Pariwisata Di Desa Kalipucang</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib2">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>1</page-range>
          <volume>13</volume>
          <year>2018</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.12962/j2716179x.v13i1.7060</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Rahmawati</surname>
              <given-names>Dian</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Idajati</surname>
              <given-names>Hertiari</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Umilia</surname>
              <given-names>Ema</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Penataan Ruang</source>
          <article-title>Pengembangan Konsep Kelembagaan sebagai Upaya Rejuvenasi Kawasan Wisata Alam Ranu Grati di Kabupaten Pasuruan</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib3">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>25-32</page-range>
          <volume>6</volume>
          <year>2023</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">https://doi.org/10.23887/jmpp.v6i1.58108</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Satrio Wibowo</surname>
              <given-names>Muchammad</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Arviana Belia</surname>
              <given-names>Lutfi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Manajemen Perhotelan Dan Pariwisata</source>
          <article-title>Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib4">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>106</page-range>
          <volume>5</volume>
          <year>2019</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.15728/BBR.2021.18.5.6</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Perilaku</surname>
              <given-names>Hubungan</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Terhadap</surname>
              <given-names>Prososial</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Raniry</surname>
              <given-names>U I N Ar-</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Aceh</surname>
              <given-names>Banda</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Aflah</surname>
              <given-names>Nurul</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Lathifah</surname>
              <given-names>R</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Lubis</surname>
              <given-names>Susi Handayani BR</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Saputra</surname>
              <given-names>Ardiyas Robi</given-names>
            </name>
            <collab>
              <named-content content-type="name">Sueb</named-content>
            </collab>
            <name>
              <surname>Seka Andriani, M. Syahri</surname>
              <given-names>M. Mansur</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Istiqlal</surname>
              <given-names>Akhlis</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Tutur</surname>
              <given-names>Kecamatan</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Pasuruan</surname>
              <given-names>Kabupaten</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Daimul Abror</surname>
              <given-names>M</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Jannah</surname>
              <given-names>Roudotul</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Publik</surname>
              <given-names>Administrasi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Kadiri</surname>
              <given-names>Universitas</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Universitas</surname>
              <given-names>Administrasi Publik</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Pasuruan</surname>
              <given-names>Yudharta</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Here</surname>
              <given-names>Sonia Visita</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Priyanto</surname>
              <given-names>Pius Heru</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Fadiyah</surname>
              <given-names>Rahma Putri</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Yanuvianti</surname>
              <given-names>Milda</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Tambunan</surname>
              <given-names>Theresia Damaiyanti</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Xu</surname>
              <given-names>Ying</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Li</surname>
              <given-names>Wanxin</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Chi</surname>
              <given-names>Shangxin</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Kim</surname>
              <given-names>Min Seong</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Stepchenkova</surname>
              <given-names>Svetlana</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Satrio Wibowo</surname>
              <given-names>Muchammad</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Arviana Belia</surname>
              <given-names>Lutfi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Basuki, K.H. Rosa, N.M. Alfin</surname>
              <given-names>E.</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Hartmann</surname>
              <given-names>Patrick</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Eisend</surname>
              <given-names>Martin</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Apaolaza</surname>
              <given-names>Vanessa</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>D'Souza</surname>
              <given-names>Clare</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Rismayanto</surname>
              <given-names>Nindya Putri</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Ridha</surname>
              <given-names>Iqbal</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Fajri</surname>
              <given-names>Heri</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Haikal</surname>
              <given-names>Muhammad</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Levy</surname>
              <given-names>Anat</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Orion</surname>
              <given-names>Nir</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Leshem</surname>
              <given-names>Yossi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Aulia</surname>
              <given-names>Alvionita Rizqi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Costa</surname>
              <given-names>Thiago</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Ramos</surname>
              <given-names>Heidy</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Vils</surname>
              <given-names>Leonardo</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Cunha</surname>
              <given-names>Julio</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Stone</surname>
              <given-names>Arthur A.</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Mackie</surname>
              <given-names>Christopher</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Nursalmah</surname>
              <given-names>Ratu Dzakiyah</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Rositawati</surname>
              <given-names>Sita</given-names>
            </name>
            <collab>
              <named-content content-type="name">Chairunnisa</named-content>
            </collab>
            <name>
              <surname>Murniawaty</surname>
              <given-names>Indri</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Depi</surname>
              <given-names>Rifa Ulfa</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Costa</surname>
              <given-names>Thiago</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Permadi</surname>
              <given-names>Wahyu Arganata</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sucipto</surname>
              <given-names>Nur Hendra</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Saleh</surname>
              <given-names>Abdul Rahman</given-names>
            </name>
            <collab>
              <named-content content-type="name">Angkasawati</named-content>
            </collab>
            <name>
              <surname>Rinnanik</surname>
              <given-names>Ahmad Mustofa;</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Brazilian Business Review</source>
          <article-title>Masyarakat Desa</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib5">
        <element-citation publication-type="book">
          <year>2020</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Lathifah</surname>
              <given-names>R</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Hubungan Antara Kesadaran Lingkungan Dan Nilai Personal Dengan Perilaku Membuang Sampah Sembarangan Pada Masyarakat Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru</source>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib6">
        <element-citation publication-type="journal">
          <year>2022</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Rahmi</surname>
              <given-names>Nurul</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Subjektif Dengan Burnout Pada Mahasiswa Medan Area Program Studi Magister Psikologi Program Pascasarjana Universitas Medan Area Medan Subjektif Dengan Burnout Pada Mahasiswa Medan Area Program Pascasarjana Medan</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib7">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>111-127</page-range>
          <volume>18</volume>
          <year>2016</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.1007/s10668-015-9629-y</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Kaida</surname>
              <given-names>Naoko</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Kaida</surname>
              <given-names>Kosuke</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Environment, Development and Sustainability</source>
          <article-title>Pro-environmental behavior correlates with present and future subjective well-being</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib8">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>36-42</page-range>
          <volume>166</volume>
          <year>2015</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.1016/j.sbspro.2014.12.479</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Alatartseva</surname>
              <given-names>Elena</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Barysheva</surname>
              <given-names>Galina</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Procedia - Social and Behavioral Sciences</source>
          <article-title>Well-being: Subjective and Objective Aspects</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib9">
        <element-citation publication-type="journal">
          <year>2019</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">http://dx.doi.org/10.15408/tazkiya.v7i1.13503</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sucipto</surname>
              <given-names>Nur Hendra</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Saleh</surname>
              <given-names>Abdul Rahman</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>TAZKIYA</source>
          <article-title>Individual Needs Terhadap Subjective Well-Being</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib10">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>54-75</page-range>
          <volume>10</volume>
          <year>2020</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Depi</surname>
              <given-names>Rifa Ulfa</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Corporate Governance (Bingley)</source>
          <article-title>Hubungan Religiusitas dengan Kesejahteraan Subjektif pada Santri Pondok Pesantren di Madrasah Aliyah Swasta Darul Ulum Banda Aceh</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib11">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>106</page-range>
          <year>2018</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Istiqlal</surname>
              <given-names>Akhlis</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Pengaruh Hope, Perceived Social Support, Syukur dan Faktor Demografi Terhadap Kesejahteraan Subjektif Nelayan</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib12">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>43-55</page-range>
          <volume>52</volume>
          <year>2017</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.1016/j.jenvp.2017.05.006</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Hartmann</surname>
              <given-names>Patrick</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Eisend</surname>
              <given-names>Martin</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Apaolaza</surname>
              <given-names>Vanessa</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>D'Souza</surname>
              <given-names>Clare</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Journal of Environmental Psychology</source>
          <article-title>Warm glow vs. altruistic values: How important is intrinsic emotional reward in proenvironmental behavior?</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib13">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>3</issue>
          <page-range>307-325</page-range>
          <volume>24</volume>
          <year>2018</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.1080/13504622.2016.1271865</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Levy</surname>
              <given-names>Anat</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Orion</surname>
              <given-names>Nir</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Leshem</surname>
              <given-names>Yossi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Environmental Education Research</source>
          <article-title>Variables that influence the environmental behavior of adults</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib14">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>June</issue>
          <page-range>1-16</page-range>
          <volume>12</volume>
          <year>2021</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.3389/fpsyg.2021.643759</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Xu</surname>
              <given-names>Ying</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Li</surname>
              <given-names>Wanxin</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Chi</surname>
              <given-names>Shangxin</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Frontiers in Psychology</source>
          <article-title>Altruism, Environmental Concerns, and Pro-environmental Behaviors of Urban Residents: A Case Study in a Typical Chinese City</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib15">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>13410034</issue>
          <page-range>107</page-range>
          <year>2019</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Permadi</surname>
              <given-names>Wahyu Arganata</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Skripsi</source>
          <article-title>Perbedaan Pengaruh Kategori Tingkat Altruisme Terhadap Kepuasan dan Kebermaknaan Hidup Relawan Aktif Sabers Pungli Tahun 2018</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib16">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>998</page-range>
          <volume>5</volume>
          <year>2019</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.19022</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Nursalmah</surname>
              <given-names>Ratu Dzakiyah</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Rositawati</surname>
              <given-names>Sita</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Prosiding Psikologi</source>
          <article-title>Hubungan antara Altruisme dengan Well-Being pada Anggota Relawan Nusantara di Kota Bandung</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib17">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>31-36</page-range>
          <volume>5</volume>
          <year>2020</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">https://doi.org/10.22437/jpj.v6iJuli.11743</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Saputra</surname>
              <given-names>Ardiyas Robi</given-names>
            </name>
            <collab>
              <named-content content-type="name">Sueb</named-content>
            </collab>
          </person-group>
          <source>Jurnal Psikologi Jambi</source>
          <article-title>Hubungan Etika Lingkungan Dan Kesadaran Lingkungan Mahasiswa Universitas Negeri Malang</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib18">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>10-21</page-range>
          <volume>13</volume>
          <year>2014</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">https://doi.org/10.24167/psiko.v13i1.274</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Here</surname>
              <given-names>Sonia Visita</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Priyanto</surname>
              <given-names>Pius Heru</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Psikodimensia</source>
          <article-title>Subjective Well-Being Pada Remaja Ditinjau Dari Kesadaran Lingkungan</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib19">
        <element-citation publication-type="journal">
          <page-range>1-79</page-range>
          <year>2011</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Lubis</surname>
              <given-names>Susi Handayani BR</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Hubungan Antara Self-Esteem Dengan Subjective Well-Being Karyawan Uin Syarif Hidayahtullah Jakarta</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib20">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>10</issue>
          <volume>19</volume>
          <year>2022</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.3390/ijerph19105992</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ouyang</surname>
              <given-names>Xi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Qi</surname>
              <given-names>Wen’e</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Song</surname>
              <given-names>Donghui</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Zhou</surname>
              <given-names>Jianjun</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Int J Environ Res Public Health</source>
          <article-title>Does Subjective Well-Being Promote Pro-Environmental Behaviors? Evidence from Rural Residents in China</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib21">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>3</issue>
          <page-range>509-516</page-range>
          <volume>60</volume>
          <year>2007</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.1016/j.ecolecon.2005.12.005</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ferrer-i-Carbonell</surname>
              <given-names>Ada</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Gowdy</surname>
              <given-names>John M.</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Ecological Economics</source>
          <article-title>Environmental degradation and happiness</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib22">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>2</issue>
          <page-range>429-444</page-range>
          <volume>11</volume>
          <year>2016</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.1007/s11482-014-9372-9</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Suárez-Varela</surname>
              <given-names>Marta</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Guardiola</surname>
              <given-names>Jorge</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>González-Gómez</surname>
              <given-names>Francisco</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Applied Research in Quality of Life</source>
          <article-title>Do Pro-environmental Behaviors and Awareness Contribute to Improve Subjective Well-being?</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib23">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>217-239</page-range>
          <volume>12</volume>
          <year>2022</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.26529/cepsj.1032</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Yurtsever</surname>
              <given-names>Nudar</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Angin</surname>
              <given-names>Duriye Esra</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Center for Educational Policy Studies Journal</source>
          <article-title>Examining the Mediating Role of Altruism in the Relationship between Empathic Tendencies, the Nature Relatedness, and Environmental Consciousness</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib24">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>13</issue>
          <page-range>1575-1580</page-range>
          <volume>23</volume>
          <year>2020</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.1080/13683500.2019.1628188</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Kim</surname>
              <given-names>Min Seong</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Stepchenkova</surname>
              <given-names>Svetlana</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Current Issues in Tourism</source>
          <article-title>Altruistic values and environmental knowledge as triggers of pro-environmental behavior among tourists</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib25">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>960-968</page-range>
          <volume>12</volume>
          <year>2021</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <collab>
              <named-content content-type="name">Nurlasera</named-content>
            </collab>
            <name>
              <surname>Eliyana</surname>
              <given-names>Anis</given-names>
            </name>
            <collab>
              <named-content content-type="name">Juliana</named-content>
            </collab>
            <name>
              <surname>Fareed</surname>
              <given-names>Abid</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Systematic Reviews in Pharmacy</source>
          <article-title>Relationship between Personal Values and Environmental Awareness Towards Littering Behavior</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib26">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>4</issue>
          <page-range>925-933</page-range>
          <volume>2</volume>
          <year>2023</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Firdaus</surname>
              <given-names>Nurul</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Noviekayati</surname>
              <given-names>IGAA</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Rina</surname>
              <given-names>Amherstia Pasca</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Journal of Psychological Research</source>
          <article-title>Kesejahteraan subjektif pada mahasiswa perantau luar Jawa Timur: Bagaimana peran dukungan sosial?</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib27">
        <element-citation publication-type="journal">
          <year>2022</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Rahayu</surname>
              <given-names>Fiska Aprilia</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Kesejahteraan Subjektif Pada Remaja Jalanan</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib28">
        <element-citation publication-type="journal">
          <year>2019</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Rohmansyah</surname>
              <given-names>Abu Bakhtiar</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <article-title>Kesejahteraan subjektif pada petani di lahan industri</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib29">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>November</issue>
          <page-range>811-825</page-range>
          <volume>29</volume>
          <year>2020</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.24205/03276716.2020.1079</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Li</surname>
              <given-names>Haiyan</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Inzamam</surname>
              <given-names>U H</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Hira</surname>
              <given-names>N</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Gadah</surname>
              <given-names>A</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Wedad</surname>
              <given-names>A</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Ahsan</surname>
              <given-names>N</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Javaria</surname>
              <given-names>H</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Revista Argentina de Clinica Psicologica</source>
          <article-title>How environmental awareness relates to green purchase intentions can affect brand evangelism? Altruism and environmental consciousness as mediators</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib30">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>1</issue>
          <page-range>1-13</page-range>
          <volume>6</volume>
          <year>2023</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">https://doi.org/10.30649/jpp.v6i1.77</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Bukhari</surname>
              <given-names>Fiandiras Sutra</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Rosyidah</surname>
              <given-names>Rezkiyah</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Psikologi Hangtuah</source>
          <article-title>Peran Sense of Belonging Dalam Membentuk Kesadaran Lingkungan Masyarakat Sekitar Wisata Pantai Tlangoh Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib31">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>5</issue>
          <page-range>585-604</page-range>
          <volume>18</volume>
          <year>2021</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.15728/BBR.2021.18.5.6</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Costa</surname>
              <given-names>Thiago</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Ramos</surname>
              <given-names>Heidy</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Vils</surname>
              <given-names>Leonardo</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Cunha</surname>
              <given-names>Julio</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Brazilian Business Review</source>
          <article-title>Are altruists environmentally responsible and materialists environmentally irresponsible? An analysis on the moderation of social desirability and mediation of environmental awareness</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
    </ref-list>
  </back></article>
