<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Explanatory Research Knowledge Sharing and Knowledge heterogeneity on Higher Education Business performance through Learning Value Sharing</article-title>
        <subtitle>Explanatory Riset Knowledge Sharing dan Knowledge heterogeneity terhadap kinerja Bisnis Perguruan Tinggi melalui Sharing Value Pembelajaran</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-09b87d06c726c378614928f18907342e" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <given-names>Sumartik</given-names>
          </name>
          <email>sumartik@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-497306a7b73280f07fea5719454b73a6" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Yani</surname>
            <given-names>Muhammad</given-names>
          </name>
          <email>sumartik@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
        <contrib id="person-383f70c822ef12f3175797ab8be51e5c" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Hanum</surname>
            <given-names>Galuh Ratmana</given-names>
          </name>
          <email>sumartik@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-3" />
        </contrib>
        <contrib id="person-dc83566c1cd5b64bd6835e5d7d306de3" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Putri</surname>
            <given-names>Dhea Ariesta</given-names>
          </name>
          <email>sumartik@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-4" />
        </contrib>
        <contrib id="person-5dbcabac5baf1331999e32cd4a7583e9" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Maulidiyah</surname>
            <given-names>Nur Laili</given-names>
          </name>
          <email>sumartik@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-5" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-3">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-4">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-5">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2023-08-10">
          <day>10</day>
          <month>08</month>
          <year>2023</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-a8a833d64ac393e8dc3965089cb05e8b">
      <title>
        <bold id="bold-1402fca45ea43ceb1e356b9ddd9f38df">PENDAHULUAN</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-20">UMSIDA sebagai salah satu lembaga pendidikan yang berkembang, memiliki sistem informasi yang terintegrasi dalam pengelolaan kegiatan akademik. Berbagai program hibah pendukung MBKM Telah berhasil didapatkan oleh UMSIDA antara lain <italic id="_italic-8">Center of Excellence</italic>, Penyelarasan Kurikulum, Kampus Perintis, Kampus Mengajar, Pertukaran Mahasiswa Merdeka, PKKM dll. Dengan adanya program – program Kampus Merdeka UMSIDA memiliki peluang untuk berkembang lebih cepat. Jumlah mahasiswa yang mengikuti program MBKM semakin meningkat sejak di luncurkannya kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka Oleh Kementrian Pendidikan dan kebudayaan. Pendidikan Indonesia merupakan tantangan bagi pendidikan abad 21 semakin besar, dan kemampuan yang dikenakan pada siswa semakin sulit [1]. Pendidikan pada masa ini hendaknya mempersiapkan peserta didik untuk bekerja dengan pekerjaan yang lebih baik [2], Pendidikan pun harus dirancang sedemikian rupa agar nantinya siswa dapat menyelesaikan masalah yang tidak terklasifikasi [3]. Di masa depan membutuhkan orang-orang yang bisa berpikir kritis, dapat beradaptasi, fleksibel, kreatif, dan termotivasi secara intrinsic dan bersentuhan tekhnologi [4].</p>
      <p id="_paragraph-21">Program Praktisi Mengajar merupakan bagian dari program kampus merdeka yang menghubungkan antara mahasiswa Indonesia dengan praktisi yang kompeten melalui mata kuliah kolaborasi bersama akademisi [5]. Berkolaborasi sebagai praktisi Mengajar dapat membangun citra personal dan berbagai ilmu kepada masyarakat,membangun jaringan lintas industry, serta mengembangkan diri dan mendapat pengalaman baru [6]. Teori manajemen pengetahuan membahas berbagi pengetahuan secara luas dan rinci, membedakan prasyarat yang memastikan berbagi pengetahuan: budaya organisasi yang mendukung , motivasi anggota organisasi, saling percaya , budaya organisasi yang kurang terpusat , dll [7].</p>
      <p id="_paragraph-22">Heterogenitas pengetahuan menyiratkan tingkat heterogenitas tinggi. Perbedaan budaya, bahasa, kemampuan ekonomi, dan tingkatan pendidikan yang beragam serta pengalaman dalam bekerja dengan jabatan tertentu merupakan tantangan besar bagi praktisi untuk memberikan nilai terbaik dalam diri mereka [8]. Pengelolaan Keberagaman ini tentunya membutuhkan sumber daya manusia (SDM) [9]. Motivasi dan bimbingan untuk selalu berpikir positif untuk meningkatkan kesejahteraan diri sendiri datang melalui komunikasi dua arah baik dalam keluarga maupun dalam lingkungan sosial [10]. Salah satunya adalah memperkuat budaya berbagi nilai. Budaya nilai bersama selalu ada di organisasi canggih seperti McKinesy Company, dan terutama berlaku untuk organisasi besar di Indonesia seperti berbagi ilmu, berbagi pemikiran, dan motivasi untuk meningkatkan kesejahteraan [11].</p>
      <p id="_paragraph-23">Pada tahun 2021 UMSIDA dalam program PKKM, UMSIDA telah mengirim Dosen – dosen magang di Dunia Industri, dengan magang tersebut dosen – dosen dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di tempat magang dan pengalaman tersebut di tuangkan dalam modul perkuliahan dan di gunakan sebagai <italic id="_italic-9">case studi</italic> untuk pembelajaran dalam bentuk <italic id="_italic-10">Team Base Project dan Project Base Learning</italic>, sehingga mahasiswa dapat memahami peramasalahan – permasalahan di industri dan mendapatkan pengetahuan untuk menyelesaikan, sehingga setelah lulus nanti akan lebih siap untuk bekerja. Namun magang dosen saja belum cukup karena UMSIDA juga membutuhkan Praktisi yang mengajar di kampus di masing – masing program studi, sejauh ini ada bebarapa dosen praktisi yang mengajar di kampus sebagai dosen luar biasa (DLB) tetapi masih belum maksimal. Kebutuhan akan keberagaman atau <italic id="_italic-11">heterogeneity Knowledge</italic> Praktisi sangat tinggi dalam meningkatan <italic id="_italic-12">sharing value</italic> dan mutu pengajaran serta kesesuaian dengan lulusan yang dibutuhkan dunia usaha dapat dilakukan dengan berbagi pengetahuan. Hal ini merupakan masalah serius yang harus dipecahkan dalam program praktisi mengajar di kampus, mengingat banyaknya keterbatasan yang bersumber dari kurangnya pengetahuan khususnya yang terjadi pada sosial humaniora yang diharapkan ada kegiatan berbagi pengetahuan bagaimana praktisi dapat melakukan <italic id="_italic-13">knowledge sharing</italic> kepada mahasiswa dengan berbagai latar belakang keberagaman pengetahuan atau <italic id="_italic-14">knowledge heteronity</italic> yang dismpaikan dalam metode pembelajaran yang dipilih untuk mahasiswa. Berkaitan dengan hal tersebut diatas, maka kami tim peneliti mengambil penelitian dengan judul: Optimalisasi <italic id="_italic-15">Knowledge Heterogeneity</italic> Praktisi Perguruan Tinggi melalui <italic id="_italic-16">Sharing Value</italic> Berbagai Pengetahuan Program Praktisi Mengajar</p>
      <p id="_paragraph-24">
        <bold id="_bold-22">Literature Review</bold>
      </p>
      <p id="paragraph-28a42c56a7b81863d209e9e21d11b525">
        <bold id="bold-fa7aa037b162eaa5dd8d363b968c9b5d">a.</bold>
        <italic id="_italic-20">
          <bold id="bold-c1ca043b7ec1f6a7d0d685bcf0c0174a">Knowledge heterogeneity</bold>
        </italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-25">Heterogenitas pengetahuan telah didefinisikan sebagai berbagai pengetahuan, know-what, know-how, dan keahlian. Beberapa ahli percaya bahwa pengetahuan heterogen menebus kurangnya pengetahuan yang dibutuhkan untuk inovasi perusahaan dan dapat memberikan solusi masalah yang lebih baru dan beragam, yang kondusif untuk peningkatan kinerja inovasi perusahaan; menekankan biaya tambahan yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam memperoleh dan memanfaatkan sumber daya pengetahuan heterogen eksternal, serta efek negatif pada kinerja inovasi perusahaan, dan mereka mengusulkan bahwa hubungan antara pengetahuan heterogen dan kinerja inovasi perusahaan harus non-linear [12]. Ye, Hao, dan Patel membagi heterogenitas pengetahuan menjadi heterogenitas pengetahuan eksternal dan heterogenitas pengetahuan internal dan kemudian mengklarifikasi bahwa hubungan antara heterogenitas pengetahuan eksternal dan kinerja organisasi non linear sedangkan heterogeneitas internal dan kinerja organisasi adalah linier. Karena berbagi pengetahuan yang disebabkan oleh iklim inovasi dalam tim adalah berbagi pengetahuan tim internal, heterogenitas pengetahuan anggota tim mengarah ke perspektif, pengetahuan, wawasan, dan tingkat yang berbeda dari pandangan anggota yang berbeda masalah, yang dapat membuat seluruh tim dalam organisasi mempertimbangkan masalah secara lebih komprehensif [13].</p>
      <p id="paragraph-c61ea5dfacf77718f726c856323e2290">
        <bold id="bold-e0316a1ac2145297559752501893f81f">b. <italic id="_italic-21">Knowledge sharing</italic></bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-26">Pendekatan menggambarkan bahwa organisasi terlibat dalam memproduksi, mengintegrasikan dan mendistribusikan pengetahuan. Keberhasilan organisasi diukur dari kemampuan organisasi untuk mengembangkan pengetahuan baru berdasarkan sumber daya mereka sendiri. Pendekatan Knowledge Based View (KBV) juga menyatakan sumber daya inti organisasi adalah pengetahuan. Penelitian sebelumnya Bierly dalam Setyanti, 2013 menunjukkan bahwa organisasi berbasis pengetahuan memiliki lebih banyak kreativitas dan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Untuk menghasilkan kinerja yang unggul, selain diperlukan sumber daya dan kapabilitas yang unggul, juga diperlukan tacit knowledge dalam organisasi untuk mengintegrasikan, mengkoordinasikan sumber-sumber daya dan kemampuan organisasi. Dalam pandangan berbasis pengetahuan, pengetahuan organisasi memiliki posisi penting sebagai sumber utama kompetensi organisasi. Pengembangan pandangan ini, pengetahuan adalah informasi konstekstual, pengalaman, nilai-nilai dan pendapat para ahli [14].</p>
      <p id="_paragraph-27">Pandangan berbasis pengetahuan berkaitan dengan bagaimana organisasi membuat, memperoleh, menerapkan, melindungi dan mentransfer atau berbagi pengetahuan. Selanjutnya keunggulan kompetitif berdasarkan pengetahuan dan kemampuan untuk terus berkembang diperoleh dan menjadi faktor penting keunggulan organisasi. Berbagi pengetahuan adalah proses yang paling penting dalam manajemen pengetahuan [15]. Berbagi pengetahuan hanya dapat dilakukan jika setiap anggota memiliki kesempatan yang luas untuk menyampaikan pendapat, ide, kritik dan komentar kepada anggota lainnya. Implementasi <italic id="_italic-17">knowledge sharing</italic> setidaknya membutuhkan enam fase yaitu <italic id="_italic-18">create, seizing, capture, storage, processing</italic> dan mendistribusikan <italic id="_italic-19">knowledge </italic>termasuk keinginan setiap anggota organisasi untuk berbagi pengetahuan.</p>
      <p id="paragraph-742dd85471164b5011271c80b7830939">
        <bold id="bold-dea30aa406c1d0034237100faebc1766">c. <italic id="_italic-22">Sharing Value</italic> Kinerja Institusi</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-28">Sharing value kinerja institusi merupakan bagian dari bidang manajemen strategis yang telah dikelola sedemikian rupa melalui kriteria dan indikator yang sejalan dengan tujuan organisasi. <italic id="_italic-23">Sharing Value</italic> sendiri muncul sebagai konstruksi yang sangat penting dan multidimensi dalam konteks ilmu manajemen secara luas yang telah ditingkatkan kemampuannya atau dapat disebut sebagai inovasi [16]. Tingkat intensitas persaingan yang lebih tinggi menghasilkan peluang yang lebih besar bagi organisasi untuk berinovasi, dan studi tersebut menetapkan bahwa pembelajaran organisasi adalah cara untuk mempromosikan kreativitas dalam keadaan seperti itu sehingga meningkatkan <italic id="_italic-24">Sharing Value </italic>[17].</p>
      <p id="_paragraph-29">
        <bold id="_bold-23">METODE</bold>
        <bold id="_bold-24">PENELITIAN</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-30">Penelitian ini berjenis penelitian kuantitatif dengan paradigma positivisme dan menambahkan wawancara terstruktur kepada praktisi dengan tujuan memperkuat indikator variabel dari item pertanyaan yang dibuat untuk kuesioner. Lokasi penelitian ini adalah Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang telah mengimplementasikan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Data dibuat dengan distribusi kuesioner dan analisis Sofware SEM PLS, Populasi sebanyak 30 praktisi program kampus mengajar yang tersebar dalam 29 prodi di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Teknik sampling yang diambil adalah sampling jenuh. Kuesioner dibuat dengan skala linkert menggunakan interval 1-5.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-3183db39de477132fcfb6f5f0ca8e8a0">
      <title>
        <bold id="_bold-25">HASIL DAN PEMBAHASAN</bold>
      </title>
      <sec id="heading-c0827faa6a98d12cc85c856664fb95f2">
        <title>
          <bold id="bold-2b0c27e185d1f4a5ee5f5eb7389e3b5a">Hasil</bold>
        </title>
        <p id="_paragraph-32">
          <bold id="_bold-26">Validitas dan Reliabilitas</bold>
        </p>
        <table-wrap id="_table-figure-1">
          <label>Table 1</label>
          <caption>
            <title>Convergent Validity</title>
            <p id="_paragraph-34" />
          </caption>
          <table id="_table-1">
            <tbody>
              <tr id="table-row-94f3e1a8247fa2486f3bea24dbbc7242">
                <td id="table-cell-8885766fda6466d41332d023a102a211">Variabel</td>
                <td id="table-cell-5b78432e5b80a38ed38d3def727d7499">Cronbach’s Alpha</td>
                <td id="table-cell-e98184d2e9f70785ec458f0f6dd12c24">Composite realibility</td>
                <td id="table-cell-7739dcaa5cea3eac64f2594fd0930a69">AVE</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-0345924e56c2c57843e874f279a837a0">
                <td id="table-cell-4c0155f8135b46b9663e524ca92da6c4">Knowledge Sharing (X1)Knowledge heterogeneity (X2)Kinerja Institusi (Y)Value Sharing (Z)</td>
                <td id="table-cell-f97d6043abf61a903ce5cf7ce7337929">0.7360.8760.9860.887</td>
                <td id="table-cell-50f87fc2e1a47821fe4b2931e11b7178">0.8740.7980.8990.788</td>
                <td id="table-cell-0fa89833e150a6547a62ed0e0aac7ffe">0.8320.8210.8220.826</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-35">Berdasarkan hasil uji validitas dan reliabilitas diperoleh nilai AVE diatas 0,7 sehingga validitas dan reliabilitas penelitian ini dapat diterima.</p>
        <p id="_paragraph-36">
          <bold id="_bold-27">Uji Hipotesis</bold>
        </p>
        <table-wrap id="_table-figure-2">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title>Hasil pengujian Direct Effect</title>
            <p id="_paragraph-38" />
          </caption>
          <table id="_table-2">
            <tbody>
              <tr id="table-row-770144cc5568b33143f862f868c87787">
                <td id="table-cell-f5a68aa76c106866e065c784820b4f6a">Pengaruh</td>
                <td id="table-cell-1590b6182c27e1a7fef3cef4da9d6cfe">Original Sample</td>
                <td id="table-cell-ff956e913d2c717f0d62f73f579dc324">T statistik</td>
                <td id="table-cell-b45fa07524e360a7372406547dd64ae2">P values</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f7ad3e4437863addca85547eaaea7096">
                <td id="table-cell-9c976eb5149a8878cc06dab6ccad8dd5">X1-YX1-ZX2-YX2-ZZ-Y</td>
                <td id="table-cell-d22df6e2395396ee801b2a0f5b58d1db">0.5640.7630.6790.7340.679</td>
                <td id="table-cell-b3f38ea4fd68cdd135c5bb9c2e51e260">0.6750.7860.8850.7640.986</td>
                <td id="table-cell-289377958caa276308207f0507fa2188">0.0000.0010.0000.0040.000</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <table-wrap id="_table-figure-3">
          <label>Table 3</label>
          <caption>
            <title>Pengujian Indirect Effect</title>
            <p id="_paragraph-41" />
          </caption>
          <table id="_table-3">
            <tbody>
              <tr id="table-row-51107c445ae99aa082f6860cbc4f288d">
                <td id="table-cell-110ac3f768b72ad3663002844f8514a3">Pengaruh</td>
                <td id="table-cell-b037be98874403acc4526c2dd80b0f4c">Original Sample</td>
                <td id="table-cell-0644d49ee7dc6f3b2a37e8b6be1dbbf8">T statistik</td>
                <td id="table-cell-de9b02c5dfbdaffee3ccca9dd807fdc3">P values</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ecab2831bbbab7d76e33781ff4edb969">
                <td id="table-cell-e0c6c747ce73f33bd0f3af6c0cd318dc">X1-Z-YX2-Z-Y</td>
                <td id="table-cell-c14cb8a7ebff533f59d4b42a017ade32">0.6570.786</td>
                <td id="table-cell-0a206d4d14302e8bbdc7e8572e08ecfb">0.4350.456</td>
                <td id="table-cell-5f47edf6d4b06b5ee1f7994f4e103593">0.0000.001</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-43">Pada hasil analisis data pengujian diperoleh bahwa pengaruh <italic id="_italic-25">indirect effect</italic> terbesar di <italic id="_italic-26">knowledge heterogeneity</italic> terhadap kinerja bisnis institusi melalui <italic id="_italic-27">value sharing.</italic></p>
      </sec>
      <sec id="heading-a0ad0776b53ad8041fed0122bc6bb5e2">
        <title>
          <bold id="_bold-28">Pembahasan</bold>
        </title>
        <p id="paragraph-3d1d382d783649ed1b69bed739941bbc">
          <bold id="bold-c5dff2e398c403e0114f09821e9ea203">Pengaruh <italic id="_italic-28">knowledge sharing</italic> terhadap kinerja bisnis Institusi melalui <italic id="_italic-29">value sharing</italic></bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-45">Praktisi dalam membagi informasi terkait materi yang tersaji dalam rencana pembelajaran semester selalu memberikan case study dan project base learning, paraktisi juga membagikan ide dan pengetahuan yang dibawa dari perusahaan ke dalam kelas [18]. Mahasiswa sangat antusias jika praktisi sudah membahas materi dengan visualisasi contoh di perusahaan [19]. Kualitas pembelajaran dikelas terasi lebih menarik di saat berbagi pengetahuan, saran dan kreativitas dilakukan praktisi Bersama dosen pengampu mata kuliah [20]. Keefektifan pembelajaran dan kualitas materi dapat meningkatkan kinerja institusi melalui sharing value [21].</p>
        <p id="paragraph-3912d3359edc05da6cabbc7f796af7ac">
          <bold id="bold-5c84ba83cdeabcfa1906177efb427e33">Pengaruh <italic id="_italic-30">knowledge heterogeneity</italic> terhadap kinerja bisnis Institusi melalui <italic id="_italic-31">value sharing</italic><italic id="_italic-32">.</italic></bold>
        </p>
        <p id="paragraph-2">Praktisi dalam program kampus mengajar di UMSIDA terdiri atas berbagai perusahaan dengan jabatan setara eselon 1, 2 dan 3 dengan latar belakang Pendidikan minimal sarjana dengan riwayat pekerjaan minimal tiga tahun [22]. Keberagaman pengetahuan sangat bervariasi sehingga dalam proses pembelajaran di kampus mengajar dapat memberikan variasi pengetahuan yang diinginkan mahasiswa [23]. Dosen sebagai mitra dalam pengajaran juga mampu berkolaborasi dan menyerap berbagai ilmu secara nyata di lapangan atau perusahaan [24]. Variasi atau keberagaman pengetahuan eksternal dibawa untuk diberikan di kelas dan terdapat keragaman internal pengetahuan antara praktisi dan dosen yang dikomunikasikan dalam matering dan sharing value di pembelajaran kelas [25]. Hal ini mendorong kualitas pembelajaran menjadi bermutu [26].</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-c561d2ca2cdc0a5b9cc02fe9e1e14070">
      <title>
        <bold id="bold-907fabc02c9d3906305ec21935177c24">SIMPULAN</bold>
      </title>
      <p id="paragraph-11">Memupuk heterogenitas pengetahuan dan berbagi nilai di antara para praktisi dapat secara signifikan meningkatkan kinerja universitas dan kualitas pengajaran, sehingga mempersiapkan lulusan dengan lebih baik untuk tuntutan tenaga kerja. Implikasi dari penelitian ini menggarisbawahi peran penting dari keterlibatan praktisi dalam memperkaya praktik pedagogis dan memelihara budaya pertukaran pengetahuan. Penelitian di masa depan dapat menggali lebih dalam mekanisme spesifik melalui berbagi pengetahuan yang beragam mempengaruhi kinerja bisnis, mengeksplorasi variasi lintas disiplin ilmu yang berbeda dan berpotensi menyelidiki efek jangka panjang pada kesuksesan karir lulusan. </p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>