<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Smartphone-based Temperature and Humidity Control of Shoe Dryer</article-title>
        <subtitle>Pengendalian Suhu Dan Kelembaban Pengering Sepatu Berbasis Smartphone</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-4c4a89c7782ab55c59ab01710c69695f" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Dwi</surname>
            <given-names>Hadidjaja</given-names>
          </name>
          <email>Hadidjaja@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-17d8f7c718e25a026cccaf8d5f6f7677" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Akhmad</surname>
            <given-names>Ahfas</given-names>
          </name>
          <email>Ahfas@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-11c5e6246a81ecaa6c3288fc15bc02bf" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Syamsudduha</surname>
            <given-names>Syahrorini</given-names>
          </name>
          <email>Syahrorini@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-65e91af4fcc33f79bdc8ad615e414f3d" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Shazana Dhiya</surname>
            <given-names>Ayuni</given-names>
          </name>
          <email>Ayuni@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution content-type="orgname">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-10-20">
          <day>20</day>
          <month>10</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract>
        <p id="paragraph-1328e86c2d0fdc63370400520aaa7524">Indonesia is the 4th largest consumer of shoes after China, India and Vietnam. Shoes are divided into several types, materials and models in the treatment of different shoes. Now there are many shoe laundry services. One of the shoe treatments is during the drying process, where shoe dryers with conventional systems use fans and take 1-2 days to dry. So it is necessary to make a shoe dryer by controlling temperature and humidity. Setting the temperature and process time for controlling the heater and fan using sensors. The NodeMCU ESP8266 functions as a microcontroller and also an internet connection (WIFI), so it can be used for monitoring and controlling dryers via a smartphone with the Blynk software. The application of a controlled shoe drying system can prevent damage to shoe materials and maintain the quality of shoe materials.</p>
      </abstract>
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-11">Produksi sepatu di indonesia masuk dalam urutan 4 besar di dunia dengan jumlah produksi 1,4 miliar pasang pada tahun 2018,. Selain itu, indonesia juga menjadi konsumen sepatu terbesar ke-4 dengan jumlah konsumsi 886 juta pasang sepatu. Sepatu terbuat dari berbagai jenis bahan dengan merek dan model yang berbeda-beda. Proses perawatan setiap bahan sepatu juga berbeda-beda . Sehingga banyak jasa <italic id="_italic-4">laundry</italic> sepatu. Salah satu perawatan sepatu adalah saat proses pengeringan , dalam proses pengeringan masih memakai kipas angin sehingga proses pengeringan sekitar 1 sampai 2 hari baru bisa kering. Ketika proses pengeringan menggunakan cahaya matahari justru akan merusak bahan sepatu dan kualitas warna akan memudar. Jika bahan terbuat dari kulit akan merusak lapisan kulit. Maka diperlukan alternatif lain untuk bisa mengeringkan sepatu secara singkat. Dengan membuat alat pengering sepatu yang dikontrol melalui NodeMCU ESP8266 terhubung dengan <italic id="_italic-5">smartphone</italic>, sehingga sumber panas yang dihasilkan alat pengering sepatu berasal dari <italic id="_italic-6">heater blow</italic> dapat didistribusikan ke seluruh ruang pengering . Dapat ditambahkan sensor suhu dan kelembaban serta <italic id="_italic-7">timer</italic> untuk mengontrol waktu yang dibutuhkan dari alat pengering sepatu , , . Dengan adanya alat pengering sepatu yang terkontrol dari jarak jauh dapat mempermudah proses pengeringan menjadi lebih cepat dan tidak merusak bahan sepatu .</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Metode</title>
      <p id="_paragraph-12">Pengeringan adalah pemisahan kandungan air pada bahan sepatu, untuk mengurangi kandungan sisa zat cair di dalam zat padat salah satunya dengan menggunakan proses pemanasan. Proses pengeringan dimana air diuapkan pada udara titik jenuh yang dihembuskan pada bahan sepatu agar menjadi kering. Air menguap pada suhu rendah dari titik didih, karena perbedaan kandungan uap air pada fasa gas. Fasa gas tersebut dengan media pengering digunakan untuk menyediakan panas yang diperlukan untuk penguapan air. Salah satu faktor untuk mempercepat proses pengeringan adalah kecepatan angin atau udara mengalir. Udara yang tidak mengalir menyebabkan kandungan uap air di sekitar bahan akan semakin jenuh sehingga proses pengeringan akan semakin lama. Untuk mengetahui kadar air dari suatu bahan sepatu dapat diperoleh dengan persamaan 1 .</p>
      <p id="_paragraph-13">Kadar Air % = X 100%(1)</p>
      <list list-type="bullet" id="list-550ec640b759803507dfdea70d240c54">
        <list-item>
          <p>Proses Pengeringan</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Sistem Kontrol</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-14">Sistem pengontrolan suhu untuk pengering sepatu yang akan dibuat sekarang menggunakan NodeMCU ESP8266 sebagai kontrol utama yang berfungsi untuk penghubung <italic id="_italic-8">hardware </italic>ke <italic id="_italic-9">Smartphone. </italic>Menggunakan sensor SHT11 sebagai pembacaan suhu dan kelembaban yang nantinya ditampilkan di LCD 16X2 dan di aplikasi blink dan settingan <italic id="_italic-10">timer</italic> akan mematikan heater blow dan kipas secara otomatis , . Berikut diagram blok dari sistem kontrol. Seperti pada Gambar 1.</p>
      <p id="_paragraph-15">Gambar 1. menjelaskan diagram blok sistem kontrol, sensor SHT11 menuju NodeMCU ESP8266 dimana data diolah hasilnya ditampilkan di LCD 16X2. <italic id="_italic-11">Smartphone </italic>berfungsi utnukmemberikan perintah mematikan dan menghidupkan kipas dan heater blow.</p>
      <list list-type="bullet" id="list-de8e31bfee82e017857e84f80d49a72c">
        <list-item>
          <p>
            <italic id="_italic-12">Diagram Blok Sistem </italic>
            <italic id="_italic-13">Kontrol</italic>
          </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>
            <italic id="_italic-14">Flowchart Sistem</italic>
          </p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-16">Kontrol suhu dan pembacaan kelembaban pengering sepatu bekerja secara otomatis, dengan mengatur suhu dan <italic id="_italic-15">timer </italic>yang di inginkan pada aplikasi blynk di <italic id="_italic-16">smartphone</italic>. Sensor SHT11 akan memberikan sinyal pada NodeMCU ESP866 ketika suhu yang inginkan sudah mencapai 50-60°C maksimal suhu pengering. Kipas dan <italic id="_italic-17">heater blow</italic> akan mati jika telah mencapai nilai maksimum yang ditentukan, tetapi jika suhu sudah turun dari batas yang ditentukan maka <italic id="_italic-18">heater blow</italic> dan kipas akan hidup kembali. Saat <italic id="_italic-19">timer</italic> sudah sesuai dengan yang ditentukan maka secara otomatis akan mematikan alat. Proses pengeringan sepatu dapat di monitoring melalui LCD dan tampilan suhu terbaca pada aplikasi blynk di <italic id="_italic-20">smartphone</italic>. Program kontrol suhu dan kelembaban pengering sepatu untuk memudahkan pembuatan perlu dibuat flowchart. Berikut perancangan<italic id="_italic-21"> flowchart</italic> dapat dilihat pada Gambar 2.</p>
      <list list-type="bullet" id="list-d413edd7c1ae86ad9acc36545af96a4c">
        <list-item>
          <p>Flowchart Program Kontrol</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Diagram Desain Alat</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-17">Gambar 3. Merupakan diagram desain alat yang menggambarkan sistem kerja dari sistem kontol suhu dan kelembaban untuk pengering sepatu berbasis android. Untuk mengontrol suhu dan kelembaban membutuhkan sensor SHT11 sebagai pembaca suhu dan kelembaban, output dari sensor SHT11 dimasukkan pada inputan NodeMCU ESP8266 yang selanjutnya diperoses dan output dari hasil pembacaan suhu dan kelembaban akan ditampilkan di LCD 16X2 dan monitoring diaplikasi blynk pada <italic id="_italic-22">smartphone</italic>. Ketika suhu yang terbaca sudah pada suhu yang ditentukan di awal pada aplikasi blynk pada <italic id="_italic-23">smartphone</italic> maka memberikan sinyal pada NodeMCU ESP8266 sehingga akan mematikan relay yang terhubung dengan kipas dan <italic id="_italic-24">heater blow</italic> sebagai sumber panas.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-18">Pengujian perangkat lunak (<italic id="_italic-25">Software</italic>) menggunakan program C++ yang ditanam pada Arduino 1.8.7 IDE. Program yang dibuat meliputi coding untuk sensor SHT11 sebagai pembacaan suhu dan kelembaban, kemudian diproses oleh mikrokontroler NodeMCU, dan ditampilkan pada <italic id="_italic-26">smartphone </italic>dan LCD 20X4. Tampilan coding program NodeMCU dapat dilihat pada Gambar 4.</p>
      <p id="_paragraph-19">Pengujian sensor SHT11 dibandingkan dengan alat ukur lain, sehingga didapatkan data seperti pada Tabel 1, dengan nilai rata-rata untuk suhu dari sensor adalah 31.9<sup id="_superscript-1">o</sup>C untuk termometer sebesar 31 C. Kelembaban dari sensor adalah 63.2% untuk higrometer sebesar 64.2%. Standar deviasi suhu dari sensor adalah 0.071 dan kelembaban adalah 0.447, sedangkan alat ukur pembanding suhu serta kelembaban mendekati 0. Sehingga alat bekerja dengan optimal.</p>
      <list list-type="bullet" id="list-8c123cbb0e294c76fa9b78466dfab577">
        <list-item>
          <p>Pengujian Perangkat Lunak</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Pengujian Sensor SHT11</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Pengujian Kondisi Basah Dan Kering Sepatu Pantofel</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-20">Pengujian bahan basah dan kering sepatu pantofel dilakukan untuk mengetahui kondisi basah atau kering bahan sepatu pantofel setelah dilakukan proses pengeringan dengan menggunakan alat pengering sepatu seperti pada Gambar 5. Dalam pengujian didapat data kondisi sepatu sebelum dan setelah dikeringkan menggunakan alat pengering sepatu. Hasil pengujian yang dilakukan 3 kali setiap merek dan ukuran sepatu serta masing-masing dilakukan sebanyak 5 kali kondisi basah dan kering sepatu pantofel. Untuk percobaan pada merek sepatu calief ukuran 40 didapat kondisi sepatu kering pada suhu 40°C dengan waktu 60 menit dan kelembaban 33%. Percobaan pada merek sepatu baldo dengan ukuran 41 didapat kondisi sepatu kering pada suhu 40°C dengan waktu 55 menit dan kelembaban 33%. Sepatu yang ketiga dengan merek oxford ukuran 43 didapat kondisi kering pada suhu 40°C dengan waktu 50 menit dan kelembaban 35%.</p>
      <p id="_paragraph-25">Pengujian jarak dilakukan untuk mengetahui sejauh mana transfer data antara NodeMCU ESP8266 dengan smartphone. Dalam pengujian didapat data transfer ke <italic id="_italic-28">smartphone</italic>. Hasil pengujian untuk setiap smartphone dilakukan 5 kali pada jarak transfer data yang berbeda-beda. Untuk jarak yang paling dekat dari lokasi pengujian di Jl. Kartini No. 46 B yaitu 3,7 Km yang bertempat di Serujo, Gg.Gajah Rt11 Rw02 Pucanganom, Sidoarjo dan yang paling jauh yaitu 7,7 Km yang bertempat di Jl. Masjid Urangagung Rt13 Rw05 Sidoarjo. Dalam setiap jarak pengujian dilakukan 2 kali percobaan yaitu diluar dan didalam bangunan. Dalam pengujian semuanya berjalan dengan optimal ditandai dengan rata-rata dari semua alat bernilai 1 yang artinya semua alat bekerja dengan optimal. Dan standar deviasi dari semua komponen alat bernilai 0 yang artinya semua alat berjalan dengan optimal.</p>
      <p id="_paragraph-28">Dari hasil data pengujian pada Tabel 1. menunjukkan pembacaan sensor SHT11 mendekati nilai dengan alat yang terdapat dipasaran dan standar deviasi pembacaan suhu sebesar 0.071 dan demikian juga nilai kelembaban juga mendekati nilai alat yang terdapat dipasaran untuk nilai standar deviasi 0.447. Sehingga pembacaan sensor SHT11 bisa dikatakan optimal. Untuk Tabel 2. juga dilakukan pengujian kondisi basah dan kering pada jenis sepatu pantofel, jenis data pengujian untuk 3 merek sepatu dan setiap merek sepatu diuji sebanyak 5 kali. Pada percobaan pertama yaitu sepatu calief dengan ukuran 40 bisa kering pada suhu 40°C dengan lama pengeringan 60 menit dan kelembaban 33 %.</p>
      <p id="_paragraph-29">Dilakukan juga pengujian jarak <italic id="_italic-29">transfer </italic>IoT menggunakan 5 buah <italic id="_italic-30">smartphone </italic>yang berbeda-beda dengan jarak yang berbeda pula. Setiap jarak juga dilakukan 2 kali pengujian yaitu di dalam ruangan serta di luar ruangan dengan jarak paling dekat yaitu 3,7 Km di Serujo,Gg.Gajah Rt 11 Rw 02 Pucanganom, Sidoarjo dan yang paling jauh dengan jarak 7,7 Km di Jl. Masjid Urangagung Rt13 Rw 05 Sidoarjo.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-5">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="_paragraph-30">Dari hasil pengujian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pengendali suhu dan kelembaban pada pengering sepatu yang berbasis smartphone, untuk pembacaan dengan menggunakan sensor SHT11 berfungsi secara optimal terhadap rata-rata suhu ruang sebesar 31,9°C dan besarnya kelembaban 63,2 %. Dengan menggunakan smartphone dapat memantau dan mengontrol proses pengering sepatu dengan jarak terjauh 7,7 Km.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-6">
      <title />
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>