<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Nyimpan xml artikel</article-title>
        <subtitle>Nyimpan xml artikel</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-8d3e9806ee61bec6eec59eb8377f91b2" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <given-names>Editor</given-names>
          </name>
          <email>p3i@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2023-08-16">
          <day>16</day>
          <month>08</month>
          <year>2023</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-f90974c00242ae130d3a744cc3f4561c">
      <title>
        <bold id="bold-20336622caaf5228fe508e238562244e">PENDAHULUAN</bold>
      </title>
      <p id="paragraph-4cf90346d79a526e5c85cc5ad95295a3">Pasar modal memiliki peran yang sangat penting bagi perusahaan yang telah <italic id="italic-1">listing </italic>dan menjadi salah satu kunci kemajuan suatu perusahaan. Pasar modal adalah tempat untuk berinvestasi, tujuan utama perjalanan para investor. Dengan adanya pasar modal, investor dengan mudah dapat memilih perusahaan mana yang akan disuntik dana, investor asing pun dapat menaruh modal di perusahaan tercatat (yang telah listing) di bursa efek, kemudahan akses untuk berinvestasi dapat membantu perusahaan-perusahaan tercatat mendapatkan modal untuk menjalankan kegiatan usahanya</p>
      <p id="paragraph-1314b7e11b7c637d33d99083f5e27966">Tujuan akhir yang ingin dicapai suatu perusahaan yang terpenting adalah memperoleh laba atau keuntungan yang maksimal, di samping hal-hal lainnya. Dengan memperoleh laba yang maksimal seperti yang telah ditargetkan, perusahaan dapat berbuat banyak bagi kesejahteraan pemilik, karyawan, serta meningkatkan mutu produk dan melakuakan investasi baru. Oleh karena itu, manajemen perusahaan dalam praktiknya dituntut harus mampu utk memenuhi target yang telah ditetapkan. Untuk mengukur tingkat keuntungan suatu perusahaan,digunakan rasio keuntungan atau rasio profitabilitas [1]</p>
      <p id="paragraph-23d0316b5a71b9feca63afd045988038">Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan dalam periode tertentu, dengan tingkat efektif dan efisien agar laba yang diperoleh dapat digunakan untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan. Oleh karena itu profitabilitas sering kali digunakan sebagai uji utama atas keefektifan operasi manajemen,[2]</p>
      <p id="paragraph-8229408d77a2fcc4ea82b327d5b7af4a">Salah satu alat untuk mengukur kekuatan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan (profit) adalah Return On Assets. Secara umum Return On Assets adalah salah satu alat ukur profitabilitas untuk mengetahui kemempuan perusahaan dalam mengelola asetnya untuk menghasilkan laba selama suatu periode, [1]</p>
      <p id="paragraph-42df0786954669a972517d6aa1324868">Berdasarkan beberapa hasil penelitian dan fenomena diatas yang inkosisten tersebut, maka peneliti akan mengambil judul "Pengaruh <italic id="italic-2">Return On Assets </italic>(ROA)<italic id="italic-3">, Return On Equity </italic>(ROE)<italic id="italic-4">, Earning Per Share</italic>(EPS) dan <ext-link id="external-link-1" ext-link-type="uri" xlink:href=""> </ext-link><italic id="italic-5">Operating Profit Margin </italic>(OPM)  Terhadap Harga Saham. (study pada perusahaan perhotelan yang terdaftar di BEI)”.</p>
      <p id="paragraph-aaf16ef6c2434c1ba3da6f3778a114c8">Setelah mengkaji dan mengamati latar belakang diatas, maka penulis menarik rumusan masalah sebagai    berikut: </p>
      <p id="paragraph-1">1. Apakah <italic id="italic-6">Return On Assets </italic>(ROA) berpengaruh terhadap Harga Saham?</p>
      <p id="paragraph-2">2. Apakah <italic id="italic-7">Return On Equity </italic>(ROE) berpengaruh terhadap Harga Saham?</p>
      <p id="paragraph-3">3. Apakah <italic id="italic-8">Earning Per Share </italic>(EPS) berpengaruh terhadap Harga Saham?</p>
      <p id="paragraph-4">4. Apakah <italic id="italic-9">Operating Profit Margin</italic><italic id="italic-10"> </italic>(OPM) berpengaruh terhadap Harga Saham?</p>
      <p id="paragraph-5">5. Apakah <italic id="italic-11">Return On Assets </italic>(ROA) , <italic id="italic-12">Return On Equity </italic>(ROE), <italic id="italic-13">Earning Per Share </italic>(EPS) dan <italic id="italic-14">Operating Profit Margin</italic><italic id="italic-15"> </italic>(OPM) berpengaruh terhadap Harga Saham?</p>
      <p id="_paragraph-15">
        <bold id="_bold-248">Teori</bold>
        <bold id="_bold-249">Sinyal</bold>
        <bold id="_bold-250">(</bold>
        <italic id="_italic-472">
          <bold id="_bold-251">Signalling</bold>
        </italic>
        <bold id="_bold-251" />
        <italic id="_italic-473">
          <bold id="_bold-252">Theory</bold>
        </italic>
        <bold id="_bold-252" />
        <bold id="_bold-253">)</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-16">Teori Sinyal (<italic id="_italic-474">Signalling</italic><italic id="_italic-475"> Theory</italic>) pertama kali diperkenalkan oleh Spence di dalam penelitiannya yang berjudul Job Market Signalling. Spence (1973) dimana mengemukakan bahwa isyarat atau signal memberikan suatu sinyal, pihak pengirim (pemilik informasi) berusaha memberikan potongan informasi relevan yang dapat dimanfaatkan oleh pihak penerima. Pihak penerima kemudian akan menyesuaikan perilakunya sesuai dengan pemahamannya terhadap sinyal tersebut. Signalling theory mengemukakan tentang bagaimana seharusnya sebuah perusahaan memberikan sinyal kepada pengguna laporan keuangan. Sinyal ini berupa informasi mengenai apa yang sudah dilakukan oleh manajemen untuk merealisasikan keinginan pemilik. Sinyal dapat berupa promosi atau informasi lain yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut lebih baik daripada perusahaan lain.</p>
      <p id="_paragraph-17">Signalling theory merupakan suatu perilaku manajemen perusahaan dalam memberi petunjuk untuk investor terkait pandangan manajemen pada prospek perusahaan untuk masa mendatang. Informasi yang dipublikasikan sebagai suatu pengumuman akan memberikan sinyal bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi. Jika pengumuman tersebut mengandung nilai positif, maka diharapakan pasar akan bereaksi pada waktu pengumuman tersebut diterima oleh pasar. Pada waktu informasi diumumkan dan semua pelaku pasar sudah menerima informasi tersebut, pelaku pasar terlebih dahulu mengintepresikan dan menganalisis informasi tersebut sebagai signal baik (good news) atau signal buruk (bad news) [3]</p>
      <p id="_paragraph-18">
        <bold id="_bold-254">
          <italic id="_italic-476">Return On Asset</italic>
        </bold>
        <bold id="_bold-255">(ROA)</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-19">Return On Asset atau Return On Investmen merupakan rasio yang menunjukan hasil (return) atas jumlah aktiva yang digunakan perusahaan. ROA juga merupakan suatu ukuran tentang efektivitas manajemen dalam mengelola investasi. Disamping hal itu pengembalian investasi menunjukan produktivitas dari seluruh dana perusahaan, baik modal pinjaman maupun modal sendiri. Semakin kecil (rendah) rasio ini semakin kurang baik, demikian pula sebaliknya. Artinya rasio ini digunakan untuk mengukur efektifitas dari keseluruhan operasi perusahaan.</p>
      <p id="_paragraph-20">Return On Asset (ROA) sering juga disebut dengan Return On Investmen (ROI). ROA digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan di dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya [2]. ROA adalah salah satu bentuk dari rasio profitabilitas untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan meng3bgunakan total aktiva yang ada dan setelah biaya-biaya modal (biaya yang digunakan mendanai aktiva) dikeluarkan dari analisis. Disamping hal itu pengembalian investasi menunjukan produktivitas dari seluruh dana perusahaan, baik modal pinjaman maupun modal sendiri. Artinya rasio ini digunakan untuk mengukur efektivitas dari keseluruhan operasi perusahaan.</p>
      <p id="_paragraph-21">ROA yang positif menunjukan bahwa dari total aktiva yang dipergunakan untuk operasi perusahaan mampu memberikan laba bagi perusahaan. Sebaliknya jika ROA negatif menunjukan total aktiva yang dipergunakan tidak memberikan keuntungan. Hal ini menunjukan kemampuan dari modal yang diinvestasikan secara keseluruhan aktiva belum mampu menghasilkan laba.</p>
      <p id="_paragraph-22">
        <bold id="_bold-256">
          <italic id="_italic-477">Return On Equity</italic>
        </bold>
        <bold id="_bold-257">(ROE)</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-23">Return On Equity atau rentabilitas modal sendiri merupakan rasio untuk mengukur laba bersih setelah pajak dengan modal sendiri. Rasio ini menunjukan efisiensi penggunaan modal sendiri. Semakin tinggi rasio ini, semakin baik. Artinya posisi pemilik perusahaan semakin kuat, demikian pula sebaliknya.</p>
      <p id="_paragraph-24">Pemahaman berasal dari kata “Paham” yang artinya mengerti benar tentang sesuatu hal. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pemahaman adalah proses, cara, perbuatan memahami atau memahamkan. Jadi pemahaman adalah tingkat kemampuan yang mengharapkan mahasiswa mampu memahami arti atau konsep, situasi serta fakta yang diketahuinya. Pemahaman bukan hanya sekedar tahu, tetapi juga menginginkan mahasiswa memanfaatkan dan mengaplikasikan apa yang telah dipelajarinya. Pemahaman adalah kemampuan seseorang dalam memberikan informasi terhadap sesuatu yang diketahui (Karimah, 2020). Pemahaman bukanlah sekedar tahu, tetapi juga menghendaki agar subjek belajar dapat memanfaatkan bahan-bahan yang telah dipahami [4].</p>
      <p id="_paragraph-25">
        <bold id="_bold-258">
          <italic id="_italic-478">Earning</italic>
        </bold>
        <italic id="_italic-479">
          <bold id="_bold-259">Per Share</bold>
        </italic>
        <bold id="_bold-259" />
        <bold id="_bold-260">(EPS)</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-26">Rasio laba per saham atau disebut juga mencapai keuntungan bagi pemegang saham. Rasio yang rendah berarti manajemen belum berhasil untuk memuaskan pemegang saham, sebaliknya dengan rasio yang tinggi, kesejahteraan pemegang saham akan meningkat</p>
      <p id="_paragraph-27">Keuntungan bagi pemegang saham adalah jumlah keuntungan setelah dipotong pajak. Keuntungan yang tersedia bagi pemegang saham biasa adalah jumlah keuntungan dikurangi pajak, deviden dan dikurangi hak-hak lain untuk pemegang saham prioritas. Earning Per Share (EPS) merupaka alat analisis tingkat profitabilitas perusahaan yang menggunakan konsep laba konvensional. EPS merupakan rasio yang menunujukan seberapa besar laba perusahaan dibandingkan dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar.</p>
      <p id="_paragraph-28">
        <bold id="_bold-261">Harga </bold>
        <bold id="_bold-262">saham</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-29">Harga saham merupakan salah satu indikator pengelolaan perusahaan. Keberhasilan dalam menghasilkan keuntungaan akan memberikan kepuasan bagi investor yang rasional. Harga saham yang cukup tinggi akan memberikan keuntungan, yaitu berupa capital again dan citra yang lebih baik bagi perusahaan sehingga memudahkan bagi manajemen untuk mendapatkan dana dari luar perusahaan. Harga saham adalah harga suatu saham yang terjadi di pasar bursa pada saat tertentu yang ditentukan oleh pelaku pasar dan ditentukan oleh permintaan dan penawaran saham yang bersangkutan di pasar modal (Hartono, 2008:167). Harga saham dapat berubah sewaktu-waktu. Misalnya ketika permintaan naik maka harga saham akan ikut naik. Sebaliknya, apabila penawaran berlebih, maka harga saham akan cenderung turun. Dari pengertian harga saham menurut para ahli dapat disimpulkan bahwa harga saham adalah harga yang terbentuk karena permintaan dan penawaran yang ada di pasar jual beli saham dan biasanya merupakan harga penutupan.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-bb294524e61cc2bcbb8abe8c93a89d54">
      <title>METODE </title>
      <p id="_paragraph-31">
        <bold id="_bold-263">Jenis</bold>
        <bold id="_bold-264">Penelitian</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-32">Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang mementingkan adanya variabel – variabel sebagai objek penelitian dan variabel – variabel tersebut harus didefinisikan dalam bentuk operasionalnya [2].</p>
      <p id="_paragraph-33">Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi dan sample tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif / statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah di tetapkan [5].</p>
      <p id="_paragraph-34">
        <bold id="_bold-265">Lokasi </bold>
        <bold id="_bold-266">Penelitian</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-35">Lokasi penelitian disini dilakukan di Perusahaan Perhotelan yang terdaftar di BEI. Data Perusahaan Laporan Keuangan diperoleh di Bursa Efek di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.</p>
      <p id="_paragraph-36">
        <bold id="_bold-267">Jenis</bold>
        <bold id="_bold-268">dan </bold>
        <bold id="_bold-269">Sumber</bold>
        <bold id="_bold-270">Data</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-37">Data yang digunakan dalam penelitian ini seluruhnya merupakan data sekunder yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung dan dalam bentuk yang disusun dangan baik. Data tersebut diperoleh dari BEI yang memuat laporan keuangan tahunan dari setiap emiten.</p>
      <p id="_paragraph-38">
        <bold id="_bold-271">Teknik </bold>
        <bold id="_bold-272">Analisis</bold>
        <bold id="_bold-273">Data</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-39">Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Regresi Linear Berganda ( <italic id="_italic-480">Multiple</italic><italic id="_italic-481"> Linier Regressions</italic> ). Metode ini digunakan untuk menguji satu variabel dependent dengan variabel independent lebih dari satu. Menurut Imam Gozali (2013:96) Analisis Regresi Linier Berganda digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih, juga menunjukan arah hubungan antara variabel dependent dengan independent.</p>
      <p id="_paragraph-40">Analisis ini digunakan untuk memprediksi nilai dari variabel dependent apabila nilai variabel independent mengalami kenaikan atau penurunan selain itu juga untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independent dengan variabel dependent apakah masing – masing variabel independent berhubungan positif atau negatif. Pengolahan data dengan menggunakan perangkat lunak ( software ) statistik SPSS. Uji Asumsi klasik ( uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskosdesitas, dan uji auto korelasi ), dan uji hipotesis ( Uji T).</p>
    </sec>
    <sec id="heading-cc753fc36e6ab50402d522182c94e581">
      <title>
        <bold id="bold-eaf8487ff254755f9290da71fa06efb1">HASIL DAN PEMBAHASAN</bold>
      </title>
      <sec id="heading-cfc62165e84ecc9ea55d762202e8210b">
        <title>
          <bold id="_bold-274">Analisis Data dan Hasil Penelitian</bold>
        </title>
        <p id="paragraph-fed4a785b06a22ffd6780c7a5bde02a2">
          <ext-link id="external-link-36dd49fd228cbca40356451d4c13c54a" ext-link-type="uri" xlink:href="">
            <bold id="bold-5857fceb43c0965bcf41ced9adfacd73">Deskripsi Obyek </bold>
          </ext-link>
          <bold id="bold-5857fceb43c0965bcf41ced9adfacd73">Penelitian</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-42">Objek penelitian yang digunakan adalah Perusahaan Pariwisata dan perhotelan selama periode 2018-2021 (4 tahun). Penelitian ini melihat apakah keputusan investasi dan Keputusan Pendanaan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Seluruh perusahaan Pariwisata dan perhotelan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ada 35 perusahaan dengan pengambilan sampel yang digunakan 10 perusahaan dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, yaitu dengan mempertimbangkan kriteria-kriteria tertentu dalam penentuan sampel. Kriteria yang diambil yaitu perusahaan yang memiliki data keuangan periode 2018-2021 (4 tahun). Namun dalam penelitian ini hanya ada 8 perusahaan yang memenuhi kriteria pada perusahaan pariwisata dan perhotelan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) dan 27 perusahaan kurang memenuhi kriteria dikarenakan data keuangannya tidak lengkap yang sesuai dengan data yang ingin diteliti yaitu periode 2018-2021 (4 tahun).</p>
        <p id="paragraph-0e80ffdcabb1968791d851542696ed06">
          <bold id="bold-fa5ad0ec4efcc7769a18f77166e0079a">Analisis Statistik Deskriptif</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-43">Statistik deskriptif dapat memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (<italic id="_italic-482">mean</italic>), maksimum, minimum, dan standar deviasi dari masing-masing variabel. Berdasarkan hasil dari laporan keuangan seperti dijelaskan dijelaskan sebagai berikut :</p>
        <list list-type="bullet" id="list-05e02ecb13eac171632b975e02e6988e">
          <list-item>
            <p>Berdasarkan hasil analisa statistic deskriptif terlihat bahwa selama tahun 2018– 2021 dengan jumlah data sampel 8 x 4 tahun = 32 data menunjukkan bahwa variabel <italic id="_italic-483">Return</italic><italic id="_italic-484"> On </italic><italic id="_italic-485">Asset</italic><italic id="_italic-486"> (ROA)</italic> memiliki nilai minimum sebesar -5,18 dan nilai maksimum 0,54 dengan nilai rata-rata -0,3090 dan standar deviasi sebesar 0,96132. Hasil penelitian menunjukkan nilai standar deviasi lebih kecil dari nilai rata-rata yang berarti bahwa sebaran data adalah merata.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Berdasarkan hasil perhitungan uji statistik deskriptif variabel <italic id="_italic-487">return</italic><italic id="_italic-488">on</italic><italic id="_italic-489">equity</italic>(ROE) memiliki nilai minimum sebesar -0,25dan nilai maksimum 0,29dengan nilai rata-rata 0,1291 dan standar deviasi sebesar 0,10961. Hasil penelitian menunjukkan nilai standar deviasi lebih kecil dari nilai rata-rata yang berarti bahwa sebaran data adalah merata.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Berdasarkan hasil perhitungan uji statistik deskriptif variabel <italic id="_italic-490">operating</italic><italic id="_italic-491"> profit</italic><italic id="_italic-492">margin </italic>(OPM) memiliki nilai minimum sebesar -0,17dan nilai maksimum 0,15 dengan nilai rata-rata 0,0590 dan standar deviasi sebesar 0,05669. Hasil penelitian menunjukkan nilai standar deviasi lebih kecil dari nilai rata-rata yang berarti bahwa sebaran data adalah merata.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Berdasarkan hasil perhitungan uji statistik deskriptif variabel <italic id="_italic-493">earning</italic><italic id="_italic-494"> per</italic><italic id="_italic-495">share</italic>(EPS) memiliki nilai minimum sebesar -263,10 dan nilai maksimum 622,76 dengan nilai rata-rata 1,7781 dan standar deviasi sebesar 202,46910. Hasil penelitian menunjukkan nilai standar deviasi lebih besar dari nilai rata-rata yang berarti bahwa sebaran data adalah tidak merata, karena perbedaan data satu dengan yang lainnya lebih besar dari nilai rata-rata.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Berdasarkan hasil perhitungan uji statistik deskriptif variabel Harga Saham memiliki nilai minimum sebesar 122,00 dan nilai maksimum 10.200,00 dengan nilai rata-rata 2,5230 dan standar deviasi sebesar 2857,25622. Hasil penelitian menunjukkan nilai standar deviasi lebih besar dari nilai rata-rata yang berarti bahwa sebaran data adalah tidak merata, karena perbedaan data satu dengan yang lainnya lebih besar dari nilai rata-rata.</p>
          </list-item>
        </list>
        <p id="_paragraph-44">
          <bold id="_bold-277">Uji</bold>
          <bold id="_bold-278">Asumsi</bold>
          <bold id="_bold-279">Klasik</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-45">Uji asumsi klasik dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda terhadap variabel independen dan dependen. Variabel indepenen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu <italic id="_italic-496">return</italic><italic id="_italic-497">on</italic><italic id="_italic-498">Assets</italic>(ROA), <italic id="_italic-499">return</italic><italic id="_italic-500">on</italic><italic id="_italic-501">equity</italic>(ROE), <italic id="_italic-502">operating</italic><italic id="_italic-503">profit</italic><italic id="_italic-504">margin</italic>(OPM), dan <italic id="_italic-505">earning</italic><italic id="_italic-506">per</italic><italic id="_italic-507">share</italic>(EPS). Dan variabel dependen yang digunakan adalah harga saham. Uji asumsi klasik terdiri dari uji normalitas, uji multikolonieritas, uji autokorelasi, dan uji heteroskedastisitas. Hasil pengujian dari uji asumsi klasik yang telah dilakukan adalah sebagai berikut:</p>
        <p id="paragraph-13471a4289c4bc49fd2e80a359ca1616">
          <ext-link id="external-link-58866c30479c18ccd11dec805313a364" ext-link-type="uri" xlink:href="">
            <bold id="bold-1449f0c13f5ef4fc20a9fd845bf5b7ff">Uji </bold>
          </ext-link>
          <bold id="bold-1449f0c13f5ef4fc20a9fd845bf5b7ff">Normalitas</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-46">Uji normalitas digunakan bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel penggangu atau residual memiliki distribusi normal [6]. Uji Normalitas dalam penelitian ini menggunakan uji statistik <italic id="_italic-508">Kolmogorov-Smirnov</italic>. Tingkat signfikansi yang bernilai diatas 0,05 maka data berdistribusi normal, sedangkan jika tingkat signifikani dibawah 0,05 maka data berdistribusi tidak normal [7]. Hasil uji <italic id="_italic-509">Kolmogorov</italic><italic id="_italic-510">-</italic><italic id="_italic-511">Smirnov</italic>dapat dilihat pada tabel dibawah ini:</p>
        <p id="_paragraph-47">
          <bold id="_bold-280">One-</bold>
          <bold id="_bold-281">Sample</bold>
          <bold id="_bold-282">Kolmogorov-Smirnov</bold>
          <bold id="_bold-283">Test</bold>
        </p>
        <table-wrap id="_table-figure-1">
          <label>Table 1</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov</title>
            <p id="_paragraph-48" />
          </caption>
          <table id="_table-1">
            <tbody>
              <tr id="table-row-a391b7f8465e035b509392a6afa99a47">
                <td id="table-cell-15e11737f36e32b42947a150f71de2d6">Unstandardized Residual</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-19ea9b30628008112de63dbe7e3dd3d2">
                <td id="table-cell-0e5e44d42ff9df3e2cd2b55fc135f134">N</td>
                <td id="table-cell-a3c09793d72c04e2c8bc7d609b25f83f">32</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-7f13476fe95d2c4f9e50148d239ee61a">
                <td id="table-cell-49b5475252199ae823e0381dca2ba941">Normal ParametersaMean</td>
                <td id="table-cell-f6b9f2c48a9ec4b5d6a3e9ab6a929875">.0000000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e78ff12301d93ef6f252a222e077f650">
                <td id="table-cell-2e079efaf92e7c93d05d887986a616e7">Std. Deviation</td>
                <td id="table-cell-d0314f7dc1390dbccaca78320ecd72de">1.67345787E3</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-5e4f822e463209c3ec24d0e5c0d45a4b">
                <td id="table-cell-056972c14f3ab48cf7c78be958624422">Most ExtremeAbsolute</td>
                <td id="table-cell-9d3b3643e9bf01c0490dd4ba5ab1bfbf">.161</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-3cb32697404f2f57d1890d22d6ccd6ac">
                <td id="table-cell-fbcf9c9469f30c83dd8091cfeef754b5">DifferencesPositive</td>
                <td id="table-cell-22b6af5c33b434382c0799d399cb9f1a">.161</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-aa8e07682c13e344e13d83be53193029">
                <td id="table-cell-7544b8f1c97715afb091608ae719cd5e">Negative</td>
                <td id="table-cell-d9ae573b2656781445ce04e0e931c77a">-.105</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-1f9012865f930367f50aa2b37170046b">
                <td id="table-cell-2f1143571a30f5a16914eeba59e2c289">Kolmogorov-Smirnov Z</td>
                <td id="table-cell-b351771b22cb1a70a362f2b7e321131d">1.079</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-8baaeaf4747690cedacd3ea7ffa41733">
                <td id="table-cell-c3bbaef70c3a5e12550750b5952d71cd">Asymp. Sig. (2-tailed)</td>
                <td id="table-cell-f89a9514f451e9762f5138071cf84637">.194</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-49">a. Test distribution is Normal.</p>
        <p id="_paragraph-51">Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai <italic id="_italic-512">Kolmogorov</italic><italic id="_italic-513">-</italic><italic id="_italic-514">Smirnov</italic>sebesar 1,079 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,194 yang berarti diatas 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data dalam penelitian ini berdistribusi normal.</p>
        <p id="paragraph-84390a6260ecea3e0457e52f5c117462">
          <bold id="bold-0176949803e1a62f47966ab43976c44a">Uji Multikoloniearitas</bold>
        </p>
        <p id="paragraph-26de0173877679776b0b128f60dd3d26">Uji multikolonieritas dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen) [8]. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi kolerasi antar variabel independen. Multikolonieritas dapat diketahui dengan menggunakan perhitungan nilai <italic id="italic-8229e3deae95b2880fe3ff0cdd55dbda">tolerance </italic>dan VIF. Suatu model regresi yang bebas dari multikolinieritas terjadi jika nilai <italic id="italic-45e306426e61aea301397874f2e10fbe">tolerance </italic>diatas 0,10 atau sama dengan nilai VIF kurang dari 10 [8</p>
        <p id="paragraph-cc54f0d06cc6ab968ba00c934b7a584b">Hasil uji multikolonieritas menunjukkan bahwa semua variabel dalam penelitian ini memiliki nilai tolerance &gt; 0,10 dan semua variabel memiliki nilai VIF &lt; 10. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolonietas antar variabel independen dalam model regresi yang digunakan dalam penelitian ini.</p>
        <p id="paragraph-6f4c5e4ada5a6d4f18b5185b4abcc1b2">
          <ext-link id="external-link-785ef67fc2cf27c4fc8f162a41badaaf" ext-link-type="uri" xlink:href="" />
          <ext-link id="external-link-2" ext-link-type="uri" xlink:href="" />
          <bold id="bold-59fdd9ec86c44eed711a15fceaaf2a56">Uji Autokorelasi</bold>
        </p>
        <p id="paragraph-597725788361c5270d1070e1dbb7659f">Uji Autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1. Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi. Untuk melihati adanya autokorelasi, digunakan uji <italic id="italic-832a64e784e01d7bcdb3bac7e905d1f1">Durbin-Watson </italic>(DW test). Uji <italic id="italic-4a4b425120864789fb8fdd063f611960">Durbin-Watson </italic>hanya digunakan untuk autokorelasi tingkat satu <italic id="italic-33068eac4597eb7b7bc26779529bba62">(first order autocorrelation) </italic>dan mensyaratkan adanya <italic id="italic-3d01a0dab51b47257e2a1e0c6cfec602">intercept </italic>(konstanta) dalam model regresi dan tidak ada variabel lagi diantara variabel independen [9]. Hasil pengujian autokorelasi dapat dilihat pada tabel dibawah ini:</p>
        <p id="_paragraph-55">
          <bold id="_bold-284">Model</bold>
          <bold id="_bold-285">Summary</bold>
          <sup id="_superscript-2">
            <bold id="_bold-286">b</bold>
          </sup>
          <bold id="_bold-286" />
        </p>
        <table-wrap id="_table-figure-2">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Autokorelasi Durbin-Watson</title>
            <p id="_paragraph-56" />
          </caption>
          <table id="_table-2">
            <tbody>
              <tr id="table-row-647920d4d40c9410b3174d86767cc4b8">
                <td id="table-cell-2e60a22d22346a0d9facebc9f6fbe070">Model</td>
                <td id="table-cell-8fbdf24c7b420980cfa62bf0cf87c5d4">R</td>
                <td id="table-cell-170528200f45f747a380e4ed08743f52">R Square</td>
                <td id="table-cell-fe8a26098df8b70f0eec0b4be3b01b64">Adjusted R Square</td>
                <td id="table-cell-621eb06dc789a163b997830492f697ad">Std. Error of the Estimate</td>
                <td id="table-cell-ed9f5b3f838180a4ae986c4ed53fdf8b">Durbin-Watson</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-bbef63145207318c20368acaf2e60a53">
                <td id="table-cell-9188ccf2f3e425afb5c14026208ce955">1</td>
                <td id="table-cell-febcbf2cdb6b25d27323338e2b06982a">.811a</td>
                <td id="table-cell-e7e627fd16804e97e932da152bf7745f">.657</td>
                <td id="table-cell-398693ba0c7d6d211594ae4e19d9efcf">.623</td>
                <td id="table-cell-84ad5bb15a82de32e9021e202c50b538">1755.13742</td>
                <td id="table-cell-7f77bcee1c42ac01c9b3a8f44bb2319f">2.162</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="paragraph-1242553d0e3f58e8dc2aa9894bc0f39b">a. Predictors: (Constant), ROA, ROE, EPS, OPM</p>
        <p id="paragraph-dae2b61aa33e50babfb3b3382ed47a6a">b. Dependent Variable: HARGA SAHAM</p>
        <p id="_paragraph-58">Berdasarkan tabel 4 hasil analisis regresi diperoleh nilai D-W sebesar 2,162 dengan k’=4 dan N= 45 dengan nilai Du yaitu sebesar 1,7200 dan nilai DW lebih kecil dari 4-Du dan nilai 4-Du adalah 4-1,7200 = 2,2800 Sehingga didapatkan hasil 1,7200 &lt;2,162&lt;2,2800. Maka, dapat disimpulkan bahwa variabel <italic id="_italic-525">return</italic><italic id="_italic-526">on</italic><italic id="_italic-527">assets</italic>(ROA), <italic id="_italic-528">return</italic><italic id="_italic-529">on</italic><italic id="_italic-530">equity</italic>(ROE), <italic id="_italic-531">operating</italic><italic id="_italic-532"> profit margin</italic>(OPM), dan <italic id="_italic-533">earning</italic><italic id="_italic-534">per</italic><italic id="_italic-535">share</italic>(EPS) terhadap harga saham tidak terjadi masalah autokeralasi dan dapat dilakukan pada pengujian selanjutnya.</p>
        <p id="paragraph-5b8cbfda5abeb83201f65931450f68d5">
          <bold id="bold-a8843aceb937bdc92992f948876237a0">Uji Heteroskedastisitas</bold>
        </p>
        <p id="paragraph-b395824ca7f1f0285acfd82d9810b4e9">Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang Homoskedastisitas atau tidak terjadi Heteroskedastisitas [9] . Uji Heteroskedastisitas dalam penelitian ini menggunakan Uji Glejser. Uji ini mengusulkan untuk meregres nilai absolut residual terhadap variabel independen [9]. </p>
        <p id="paragraph-712ef1ff48319b259d647728adb25d95">Hasil uji menunjukkan semua variabel independen mempunyai nilai sig. ≥ 0,05. Jadi, tidak ada variabel independen yang signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen nilai absolute dari residual. Dengan demikian dapat disimpulkan dalam model regresi ini tidak terdapat heteroskedatisitas.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-47694bf8943a53d405d05642d66a12e8">
        <title>
          <ext-link id="external-link-76ccdaee5613ffd21f6c31d27f6e6532" ext-link-type="uri" xlink:href="" />
          <bold id="bold-24ba5f97ae2a6b6c49aac816c6ccc7b7">Pengujian Hipotesis</bold>
        </title>
        <p id="paragraph-deb7254af64cd63fd29f28b3f0a5bc8c">
          <ext-link id="external-link-648253bbb87be7ee89c85d5c697e3007" ext-link-type="uri" xlink:href="" />
          <ext-link id="external-link-3" ext-link-type="uri" xlink:href="" />
          <bold id="bold-40162dae38fad99bbeea26126d1eed8f">Regresi Linier Berganda</bold>
        </p>
        <p id="paragraph-09e60d97bc702ed0efca7900fa207bd6">Untuk menguji model pengaruh dan hubungan variabel bebas yang lebih dari dua variabel terhadap variabel dependen, digunakan persamaan regresi linier berganda <italic id="italic-e6afc54353669342890838d761d31d62">(multiple linier regression method). </italic>Dalam analisis regresi, selain mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih, juga menunjukkan hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen [10]. Perhitungan analisis regresi linier berganda dilakukan dengan bantuan program IBM SPSS 26 dan hasil analisis yang diperoleh adalah sebagai berikut:</p>
        <p id="paragraph-1fbf775e5cc3c16d86fa169a72e3297f">Y = 830,998 – 5993,566 ROE + 7639,321 OPM + 11,095 EPS -137,279 LN_DER</p>
        <p id="paragraph-29c6a0aaff8e87fb01967fba17037855">Berdasarkan persamaan regresi dapat disimpulkan bahwa:</p>
        <p id="paragraph-6">a. Koefisien <italic id="italic-32683b55bf792f9893e779856c5a3e9d">return on assets </italic>(ROA) sebesar -137,279 menunjukkan adanya pengaruh negatif terhadap variabel harga saham, yang berarti bahwa setiap terjadi kenaikan <italic id="italic-7b0c768fea2e2b882f2b37af103ce92a">return on equity ratio </italic>(ROE), maka harga saham cenderung mengalami penurunan</p>
        <p id="paragraph-7">b. Koefisien <italic id="italic-8600e0dd9d0cdfbb2ae1bed13c67e41e">return on equity </italic>(ROE) sebesar -5993,566 menunjukkan adanya pengaruh negatif terhadap variabel harga saham, yang berarti bahwa setiap kenaikan <italic id="italic-64ea0088187d3210f39fa47a18e2dae1">return on equity </italic>(ROE), maka harga saham cenderung mengalami penurunan.</p>
        <p id="paragraph-8">c. Koefisien <italic id="italic-12e1dac6731d801bef92fde2d96e9057">operating profit margin </italic>(OPM) sebesar 7639,321 menunjukkan adanya pengaruh positif terhadap variabel harga saham, yang berarti bahwa setiap kenaikan <italic id="italic-d607cdb5743865cac22528b6c8633a15">operating profit margin </italic>(OPM), maka harga saham cenderung mengalami peningkatan.</p>
        <p id="paragraph-9">d. Koefisien <italic id="italic-4e926ba4de5743a40cf8b98b1caf7666">earning per share </italic>(EPS) sebesar 11,095 menunjukkan adanya pengaruh positif terhadap variabel harga saham, yang berarti bahwa setiap kenaikan <italic id="italic-58cc4695f335cc1b32421ef5a81d22a7">earning per share </italic>(EPS), maka harga saham cenderung mengalami peningkatan.</p>
        <p id="paragraph-10">
          <ext-link id="external-link-4" ext-link-type="uri" xlink:href="" />
          <italic id="italic-0731b4b9ae20487a468e37c15578896b">
            <bold id="bold-1">Goodness of fit </bold>
          </italic>
          <bold id="bold-2">(Uji Kelayakan Model)</bold>
        </p>
        <p id="paragraph-13">Ketepatan fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual dapat diukur dari Goodness of fitnya. [10].Untuk mengetahui fungsi regresi telah memenuhi unsur <italic id="italic-30f642670fcd83732567d266c76265fd">goodness of fit, </italic>maka dapat dilihat dari koefisien determinasi dan Uji F.</p>
        <p id="paragraph-ff96d019fcfc6e900004c02894aaba47">
          <ext-link id="external-link-5" ext-link-type="uri" xlink:href="" />
          <bold id="bold-2a1f57064aecaf0b1a367102c7c9cc98">Koefisien Determinasi (R<sup id="superscript-1">2</sup>)</bold>
        </p>
        <p id="paragraph-14">Koefisien Determinasi (R<sup id="superscript-2">2</sup>) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Hasil pengujian koefisien determinasi dalam penelitian ini disajikan dalam tabel dibawah ini:</p>
        <p id="_paragraph-67">
          <bold id="_bold-293">Model</bold>
          <bold id="_bold-294">Summary</bold>
          <sup id="_superscript-5">
            <bold id="_bold-295">b</bold>
          </sup>
          <bold id="_bold-295" />
        </p>
        <table-wrap id="_table-figure-3">
          <label>Table 3</label>
          <caption>
            <title>Koefisien Determinasi</title>
            <p id="_paragraph-68" />
          </caption>
          <table id="_table-3">
            <tbody>
              <tr id="table-row-8d33271859d30570165627ad9d14f204">
                <td id="table-cell-10d3a0f2f422e015485fcd809657a645">Model</td>
                <td id="table-cell-777be03e272f79c06f49d58631cb5ba8">R</td>
                <td id="table-cell-22d88e28a8b96ad0336bec506f56c538">R Square</td>
                <td id="table-cell-e4d24c6a7376b14e588098d513d12a9b">Adjusted R Square</td>
                <td id="table-cell-2094c91cda3853a4fd7f3b4ac9c3f46b">Std. Error of the Estimate</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-695d489ae9ec66240910e7b24277355c">
                <td id="table-cell-5c8271641dedb15cbb1c01eed75842c3">1</td>
                <td id="table-cell-b2e4065d6e41d12099887d4f3b07d907">.811a</td>
                <td id="table-cell-2ac79e546821dc99307598efc7447960">.657</td>
                <td id="table-cell-e8ba3f84451548bbe89b8436d5ae48c3">.623</td>
                <td id="table-cell-f1ea3193c39ded4adb9dfad49e1666f3">1755.13742</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="paragraph-291720db144657edce20ada60afc6d5e">a. Predictors: (Constant), ROA, ROE, EPS, OPM</p>
        <p id="paragraph-b6e178cd4c6bdbdb777d101f17212158">b. Dependent Variable: HARGA SAHAM</p>
        <p id="_paragraph-70">Berdasarkan tabel diatas menunjukkan nilai <italic id="_italic-572">adjusted</italic><italic id="_italic-573"> R </italic><italic id="_italic-574">square</italic>sebesar 0,623 atau 62,3 persen. Hasil yang didapat tersebut dapat diartikan <italic id="_italic-575">return</italic><italic id="_italic-576">on</italic><italic id="_italic-577">assets</italic>(ROA), <italic id="_italic-578">return</italic><italic id="_italic-579">on</italic><italic id="_italic-580">equity</italic>(ROE), <italic id="_italic-581">operating</italic><italic id="_italic-582"> profit margin </italic>(OPM), dan <italic id="_italic-583">earning</italic><italic id="_italic-584"> per</italic><italic id="_italic-585">share</italic>(EPS) mampu menjelaskan harga saham sebesar 62,3%. Sedangkan sisanya, yaitu 37,7 persen dipengaruhi oleh variabel lain diluar model penelitian.</p>
        <p id="paragraph-88a3176f446aaa1dd8d14cdfca4cf1f2">
          <ext-link id="external-link-362deccee23b738b0b69cfe895b83877" ext-link-type="uri" xlink:href="">
            <bold id="bold-051398e67b1044b97739d9af61ff3bef">Uji </bold>
          </ext-link>
          <bold id="bold-051398e67b1044b97739d9af61ff3bef">F</bold>
        </p>
        <p id="paragraph-f7187785dc4de45e72a8aff54c1672b0">Uji-F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model secara bersama-sama dapat menjelaskan variabel dependennya (Ghozali, 2018:98). Berdasarkan uji F dapat diketahui bahwa <italic id="italic-6aa7b578c9c0beb6593cbeb2c894361a">return on assets </italic>(ROA), <italic id="italic-3e18ae9b37b388cccdc7ed2e1d7e36dc">return on equity </italic>(ROE), <italic id="italic-78daeeaa5b40514a5a3b1d3089dc96c8">operating profit margin </italic>(OPM), dan <italic id="italic-5c742b9846728774f14579633a0858a2">earning per share </italic>(EPS) sebesar 19,152 dengan sig. 0.000. nilai sig. yang didapat masih lebih kecil dari tingkat sig. α 0,05, sehingga menerima hipotesis yang menyatakan mode regresi dapat digunakan untuk memprediksi variabel independen.</p>
        <p id="paragraph-a3f7a56cdc743c6283b38c9ac91a4224">
          <ext-link id="external-link-5f88c9d3adf54332698ac0f8f869bbba" ext-link-type="uri" xlink:href="" />
          <ext-link id="external-link-85d70d8f36fa33cb8cc8fcbf20fbcc09" ext-link-type="uri" xlink:href="" />
          <bold id="bold-3955cebbc52f83b653e3b6505490b0be">Uji Parsial (t)</bold>
        </p>
        <p id="paragraph-7e4e3168b1982c23e95a7d48f56e0aaf">Uji parsial <italic id="italic-1711052d179f65663cb1082944ac7b77">(t-test) </italic>pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial atau individual .Untuk melakukan uji t dilakukan dengan cara bila jumlah <italic id="italic-910abeceea69cfeb8f4bbf39f4fd9f35">degree of freedom </italic>(df) adalah 20 atau lebih, dan derajat kepercayaan sebesar 5%, maka Ho yang menyatakan bi = 0 ditolak bila nilai t lebih besar dari 2 (dalam nilai absolut). Dengan kata lain menerima hipotesis alternatif, yang menyatakan bahwa suatu variabel independen secara individual mempengaruhi variabel dependen. </p>
        <p id="paragraph-e73819dc1003cdd2aab422625e6b365a">Berdasarkan uji-t yang didapat maka dapa dianalisa sebagai berikut :</p>
        <p id="paragraph-9ed4402041a727f396ec658759f0df73">a. Pengaruh <italic id="italic-d01d1d5c9d1f3fd1ddb7559e5f2c7777">Return on assets </italic>(ROA) terhadap Harga Saham </p>
        <p id="paragraph-85b013c67164bf1c6de4291dccb632df">Dari hasil uji T dapat diketahui bahwa hasil pengujian hipotesis ROA terhadap Harga Saham sebesar -0,431 dengan menunjukan nilai sig.0.669, dimana nilai sig. yang didapat lebih besar dari tingkat sig. 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa ROA (X1) tidak berpengaruh terhadap harga saham (Y). Dengan demikian hipotesis pertama dalam penelitian ini <bold id="bold-b0e00cf18457062909e1492c248986c4">H1 ditolak.</bold></p>
        <p id="paragraph-a0697ae68a71acf107f6805bcc892aab">b. Pengaruh <italic id="italic-aa46462ae1fd8da059d3304867b3c4de">Return On Equity </italic>(ROE) terhadap Harga Saham</p>
        <p id="paragraph-d48899de0432c963f10c31790836a070">Dari hasil uji T dapat diketahui bahwa hasil pengujian hipotesis ROE terhadap harga saham sebesar -1,397 dengan menunjukkan nilai sig. 0,170, dimana nilai sig. yang didapat lebih besar dari tingkat sig. 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa ROE (X2) tidak berpengaruh terhadap harga saham (Y). Dengan demikian hipotesis kedua dalam penelitian ini <bold id="bold-549ffd8e4d778ad6d93152cbdacdd35b">H2 ditolak.</bold></p>
        <p id="paragraph-3acdcb6f1b1269e203d84e2216cfb5f2">c. Pengaruh <italic id="italic-2d2b51a4fb44bcfb66be14ed877550ac">Earning Per Share </italic>(EPS) terhadap Harga Saham</p>
        <p id="paragraph-acf8cc54b8e4504705eb87032fe16c9e">Dari hasil uji T dapat diketahui bahwa hasil pengujian hipotesis EPS terhadap harga saham sebesar 7,002 dengan menunjukkan nilai sig. 0,000, dimana nilai sig. yang didapat lebih kecil dari tingkat sig. 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa EPS (X4) berpengaruh terhadap harga saham (Y). Dengan demikian hipotesis ketiga dalam penelitian ini <bold id="bold-3">H3 diterima.</bold></p>
        <p id="paragraph-80f550035723085cafbc40952617e53b">d. Pengaruh <italic id="italic-8bf75c87bbb3a4ed75e39348a78dc204">Operating Profit Margin </italic>(OPM) terhadap Harga Saham</p>
        <p id="paragraph-11">Dari hasil uji T dapat diketahui bahwa hasil pengujian hipotesis OPM terhadap harga saham sebesar 0,861 dengan menunjukkan nilai sig. 0,394, dimana nilai sig. yang didapat lebih besar dari tingkat sig. 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa OPM (X3) tidak berpengaruh terhadap harga saham (Y). Dengan demikian hipotesis kedua dalam penelitian ini <bold id="bold-4">H4 ditolak.</bold></p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-3">
      <title>
        <ext-link id="external-link-1773793c87141115e870195d4c898fea" ext-link-type="uri" xlink:href="" />
        <ext-link id="external-link-9790be1fab4d8f45968f11aae900e9ca" ext-link-type="uri" xlink:href="" />
        <bold id="bold-14097ddf9feb61cdc10fd4f3560a31c5">Pembahasan<ext-link id="external-link-6" ext-link-type="uri" xlink:href=""/></bold>
      </title>
      <p id="paragraph-f32d5a52d477563cb853ddbfbfc6cbab">
        <ext-link id="external-link-7" ext-link-type="uri" xlink:href="" />
        <bold id="bold-fa45cb18033bd9f0b55afeaf0ccd0b4c">Pengaruh Return on Equity (ROE) terhadap Harga Saham</bold>
      </p>
      <p id="paragraph-12">Berdasarkan hasil penelitiaan menunjukkan bahwa <italic id="italic-863f83113a733a8639eccd9813525db3">Return On Equity </italic>(ROE) tidak berpengaruh terhadap harga saham. Hal ini terjadi karena ROE hanya menggambarkan besarnya pengembalian atas investasi yang dilakukan pemegang saham biasa[13], namun tidak menggambarkan prospek perusahaan sehingga pasar tidak terlalu merespon dengan besar kecilnya ROE sebagai pertimbangan investasi yang akan dilakukan investor.</p>
      <p id="paragraph-63c3f628c5a930376ab3436e2da717f0">Hasil analisis ini berbeda dengan hasil penelitian Wehantouw, <italic id="italic-7c5aa12bcce11e1eaa47576113997b58">et.al</italic>, (2021), Nordiana &amp; Budiyanto (2021), menunjukkan bahwa <italic id="italic-1e8aea37b8ba51a7cadcb114993cd948">return on equity </italic>(ROE) berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham. Dan penelitian yang dilakukan Arifin &amp; Agustami (2016) menunjukkan bahwa ROE berpengaruh positif tidak signifikan terhadap harga saham.</p>
      <p id="paragraph-0842815021388fa8d3a239a82fc58dbc">Penelitian ini didukung oleh penelitian Wicaksono yang menyatakan <italic id="italic-95307f26d200676b2a2d27380d7ce230">Return on equity </italic>(ROE) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham, artinya ada atau tidaknya ROE belum dapat mempengaruhi tinggi rendahya harga saham terhadap harga saham. Perbedaan ini dapat disebabkan oleh perbedaan perusahaan yang terpilih menjadi sampel penelitian dan perbedaan waktu penelitian yang memungkinkan terjadinya perbedaan <ext-link id="external-link-8" ext-link-type="uri" xlink:href=""/>kondisi keuangan perusahaan. [14]</p>
      <p id="paragraph-15">
        <bold id="bold-5">Pengaruh <italic id="italic-5e1af8bde3b0e243e8d45ded2e28efc7">Operating profit Margin </italic>(OPM) Terhadap Harga Saham</bold>
      </p>
      <p id="paragraph-17">Berdasarkan hasil penelitian <italic id="italic-16">Operating profit Margin </italic>(OPM) tidak berpengaruh terhadap harga saham. Semakin tinggi atau rendah nilai OPM perusahaan perhotelan tidak berpengaruh terhadap tinggi atau rendahnya harga saham perusahaan tersebut. Hal ini terjadi karena investor kurang menyukai OPM karena besarnya OPM tidak selalu diikuti <italic id="italic-17">earning </italic>yang besar.</p>
      <p id="paragraph-18">Alasan kenapa tidak berpengaruh signifikan , hal ini dikarenakan data yang dimiliki oleh perusahaan yang relatif kecil sehingga tidak dapat memberi pengaruh yang signifikan terhadap harga saham. Menurut Kasmir (2008:201) perusahaan dikatakan baik jika OPM yang dimiliki di atas rata-rata industri pada umumnya yaitu 20%, sedangkan sebagian besar nilai OPM perusahaan yang dijadikan sampel di bawah 20%.</p>
      <p id="paragraph-19">Rasio ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan dalam mengelola penjualannya dalam mencapai laba. Semakin tinggi nilai OPM semakin efisien perusahaan tersebut mendapatkan laba dari penjualan. Hal itu juga menunjukkan bahwa perusahaan mampu menekan biaya – biaya dengan baik. Begitu juga sebaliknya, OPM yang semakin menurun menunjukkan ketidakmampuan perusahaan memperoleh laba atas penjualan dan mengelola biaya – biaya atas kegiatan operasionalnya, sehingga menyebabkan investor tidak tertarik untuk berinvestasi pada perusahaan.</p>
      <p id="paragraph-20">Hasil analisis ini berbeda dengan hasil penelitian Watung &amp; Ilat yang menunjukkan bahwa OPM berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham. [15] Tetapi penelitian ini didukung oleh penelitian Dita &amp; Saifi yang menyatakan bahwa OPM tidak berpengaruh terhadap harga saham. Perbedaan ini dapat disebabkan oleh perbedaan perusahaan yang terpilih menjadi sampel penelitian dan perbedaan waktu penelitian yang memungkinkan terjadinya perbedaan kondisi keuangan perusahaan. [16] </p>
      <p id="paragraph-22">
        <ext-link id="external-link-9" ext-link-type="uri" xlink:href="" />
        <bold id="bold-6">Pengaruh <italic id="italic-18">Earning Per Share </italic>(EPS) terhadap Harga Saham</bold>
      </p>
      <p id="paragraph-23">Berdasarkan hasil penelitiaan <italic id="italic-19">Earning Per Share </italic>(EPS) berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Hasil yang positif menunjukkan ketika jumlah saham yang beredar meningkat maka kemungkinan kemampuan memperoleh laba per lembar saham juga meningkat, begitu pula sebaliknya ketika <italic id="italic-20">earning per share </italic>(EPS) menurun maka harga saham akan menurun. Maka menarik investor untuk menanamkan modalnya dan akan meningkatnya harga saham. Karena para investor selalu memperhatikan akan pertumbuhan e<italic id="italic-21">arning per share </italic>(EPS) perusahaan, sehingga akan mempengaruhi naik turunnya harga saham (Watung &amp; Ilat : 2016). <italic id="italic-22">Earning per share </italic>yang semakin tinggi maka akan menggembirakan pemegang saham karena semakin besar laba yang disediakan untuk pemegang saham, sehingga akan meningkatnya harga saham.</p>
      <p id="paragraph-24">Sesuai dengan pendapat Watung &amp; Ilat (2016) <italic id="italic-23">Earning per Share </italic>(EPS) merupakan indikasi dari laba yang mendapatkan masing-masing saham biasa dan sering digunakan untuk menilai profitabilitas dan resiko yang terkait dengan keuntungan dan juga penilaian tentang harga saham. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan Arifin &amp; Agustami (2016) dan Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan Arifin &amp; Agustami (2016) dan Watung &amp; Ilat (2016) yang menunjukkan bahwa <italic id="italic-24">earning per share </italic>(EPS) berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham. </p>
      <p id="paragraph-26">
        <bold id="bold-7">Pengaruh <italic id="italic-25">Return on Assets </italic>(ROA) terhadap Harga Saham</bold>
      </p>
      <p id="paragraph-27">Return On Assets merupakan rasio yang menunjukkan hasil atas penggunaan asset perusahaan dalam menciptakan laba bersih. Dengan kata lain, rasio ini digunakan untuk mengukur jumlah laba bersih yang dihasilkan dari setiap rupiah dana yang tertanam pada total asset (Hery:2017). Semakin tinggi hasil pengembalian atas asset, berarti semakin tinggi pula jumlah laba bersih yang akan dihasilkan. Artinya peningkatan nilai ROA akan meningkatkan nilai jual saham, sehingga harga saham juga akan ikut naik.</p>
      <p id="paragraph-28"> Semakin tinggi nilai ROA berarti semakin efisien penggunaan asset yang dilakukan oleh pihak perusahaan untuk menghasilkan keuntungan bagi para investor. Tingginya nilai ROA menunjukkan bahwa kinerja manajemen juga meningkat dalam mengelola asset perusahaan untuk menghasilkan laba. Meningkatnya laba bersih perusahaan, maka nilai ROA juga akan meningkat, sehingga para investor akan tertarik untuk menanamkan modalnya. Dengan begitu, harga saham juga turut naik</p>
      <p id="paragraph-29">Hasil penelitian ini menerima H0 dan menolak H1 artinya ROA tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan sektor perindustrian. Dengan kata lain peningkatan atau penurunan ROA tidak akan berpengaruh terhadap harga saham. Hal ini terjadi karena perusahaan sektor perindustrian ini memiliki data komponen yang tidak stabil setiap tahunnya selama 2018-2021.</p>
      <p id="paragraph-30">Hasil analisis ini berbeda dengan hasil penelitian Jelie <italic id="italic-26">et al </italic>(2021) yang menyatakan <italic id="italic-27">return on assets </italic>(ROA) berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham. Hal ini bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Arifin &amp; Agustami (2016) dan Nordiana &amp; Budiyanto (2021) yang menyatakan bahwa <italic id="italic-28">return on assets </italic>(ROA) berpengaruh negatif signifikan terhadap harga saham. Hal ini dapat disebabkan karena perbedaan tahun dan perbedaan perusahaan yang diteliti.</p>
      <p id="paragraph-31">
        <bold id="bold-8">Pengaruh <italic id="italic-29">Return On Asset </italic>(ROA), <italic id="italic-30">Return On Equity </italic>(ROE)</bold>
        <bold id="bold-9">, </bold>
        <italic id="italic-31">
          <bold id="bold-10">Earning Per Share </bold>
        </italic>
        <bold id="bold-11">(EPS)</bold>
        <bold id="bold-12"> DAN Operating </bold>
        <italic id="italic-32">
          <bold id="bold-13">Profit</bold>
        </italic>
        <italic id="italic-33">
          <bold id="bold-14">
            <italic id="italic-34" />
            <bold id="bold-15" />
          </bold>
        </italic>
        <italic id="italic-35">
          <bold id="bold-16">Margin </bold>
        </italic>
        <bold id="bold-17">(</bold>
        <bold id="bold-18">O</bold>
        <bold id="bold-19">PM</bold>
        <bold id="bold-20">) </bold>
        <bold id="bold-21">Terhadap Harga Saham<bold id="bold-22"/></bold>
      </p>
      <p id="paragraph-32">Berdasarkan hasil uji hipotesis secara simultan, bahwa <italic id="italic-36">Return On Asset </italic>(ROA), <italic id="italic-37">Return On Equity </italic>(ROE), <italic id="italic-38">Earning Per Share </italic>(EPS) Dan Operating <italic id="italic-39">Profit</italic><italic id="italic-40"> <italic id="italic-41"/></italic><italic id="italic-42">Margin </italic>(OPM) memiliki nilai probabilitas F bernilai 0,000000 jauh dibawah tingkat signifikansi sebesar 5% yang berarti menolak Ho maka variabel <italic id="italic-43">Return On Asset </italic>(ROA), <italic id="italic-44">Return On Equity </italic>(ROE), <italic id="italic-45">Earning Per Share </italic>(EPS) DAN Operating <italic id="italic-46">Profit</italic><italic id="italic-47"> <italic id="italic-48"/></italic><italic id="italic-49">Margin </italic>(OPM) secara simultan memiliki pengaruh terhadap harga saham Perusahaan yang termasuk dalam perusahaan sektor perhotelan di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022. Hal ini menunjukan bahwa perubahan harga saham perusahaan yang termasuk dalam perusahaan perhotelan di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2021. dipengaruhi oleh variabel <italic id="italic-50">Return On Asset </italic>(ROA), <italic id="italic-51">Return On Equity </italic>(ROE), <italic id="italic-52">Earning Per Share </italic>(EPS) DAN Operating <italic id="italic-53">Profit</italic><italic id="italic-54"> <italic id="italic-55"/></italic><italic id="italic-56">Margin </italic>(OPM) apabila dilakukan secara bersama-sama</p>
    </sec>
    <sec id="heading-b61836914d3d95e5396709f52c195352">
      <title>
        <bold id="bold-cb75e92f16bc3b563e5d7f4e57711d96">KESIMPULAN</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-96">Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah diasampaikan pada bab sebelumnya mengenai pengaruh variabel <italic id="_italic-702">return on assets </italic>(ROA), <italic id="_italic-703">return on equity </italic>(ROE), <italic id="_italic-704">operating profit margin </italic>(OPM), dan <italic id="_italic-705">earning per share </italic>(EPS) terhadap harga saham, hasilnya dapat disimpulkan sebagai berikut:</p>
      <list list-type="bullet" id="list-be93a6a2c6669a8c114428f87e054d38">
        <list-item>
          <p><italic id="_italic-706">Return on on assets </italic>(ROA) tidak mempunyai pengaruh terhadap harga saham, dapat diartikan bahwa secara statistik tidak berpengaruh terhadap peningkatan harga saham. Dengan demikian dugaan adanya pengaruh <italic id="_italic-707">return on on assets </italic>(ROA) terhadap harga saham tidak terbukti atau tidak dapat diterima.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p><italic id="_italic-708">Return</italic><italic id="_italic-709">On</italic><italic id="_italic-710">Equity</italic>(ROE) tidak mempunyai pengaruh terhadap harga saham. Hal ini terjadi karena ROE hanya menggambarkan besarnya pengembalian atas investasi yang dilakukan pemegang saham biasa namun tidak menggambarkan prospek perusahaan sehingga pasar tidak terlalu merespon dengan besar kecilnya ROE sebagai pertimbangan investasi yang akan dilakukan investor. Dengan demikian dugaan adanya pengaruh <italic id="_italic-711">return on</italic><italic id="_italic-712">equity</italic>(ROE) terhadap harga saham tidak terbukti atau tidak dapat diterima.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p><italic id="_italic-713">Operating</italic><italic id="_italic-714">Profit</italic><italic id="_italic-715">Margin</italic>(OPM) tidak mempunyai pengaruh terhadap harga saham. Semakin tinggi atau rendah nilai OPM perusahaan perhotelan tidak berpengaruh terhadap tinggi atau rendahnya harga saham perusahaan tersebut. Hal ini terjadi karena investor kurang menyukai OPM karena besarnya OPM tidak selalu diikuti <italic id="_italic-716">earning </italic>yang besar. Dengan demikian dugaan adanya pengaruh <italic id="_italic-717">operating profit margin </italic>(OPM) terhadap harga saham tidak terbukti atau tidak dapat diterima.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p><italic id="_italic-718">Earning</italic><italic id="_italic-719">per</italic><italic id="_italic-720">Share</italic>(EPS) mempunyai pengaruh terhadap harga saham.Artinya, ketika jumlah saham yang beredar meningkat maka kemungkinan kemampuan memperoleh laba per lembar saham juga meningkat, begitu pula sebaliknya ketika <italic id="_italic-721">earning per share </italic>(EPS) menurun maka harga saham akan menurun. Dengan demikian dugaan adanya pengaruh <italic id="_italic-722">earning</italic><italic id="_italic-723">per</italic><italic id="_italic-724">share </italic>(EPS) terhadap harga saham terbukti atau dapat diterima.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p><italic id="_italic-725">Return</italic><italic id="_italic-726"> On </italic><italic id="_italic-727">Asset</italic>(ROA), <italic id="_italic-728">Return</italic><italic id="_italic-729"> On Equity </italic>(ROE), <italic id="_italic-730">Earning</italic><italic id="_italic-731"> Per </italic><italic id="_italic-732">Share</italic>(EPS) Dan Operating <italic id="_italic-733">Profit</italic><italic id="_italic-734">Margin </italic>(OPM) secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Harga Saham perusahaan perhotelan di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2021. Hal ini menunjukan semakin baik rasio keuangan suatu perusahaan akan mendorong peningkatan harga saham perusahaan yang termasuk dalam sektor perhotelan di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2021.</p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>