<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>HUBUNGAN ANTARA INTERPERSONAL TRUST DENGAN KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN PT. GARUDA MAS CITRA CEMERLANG</article-title>
        <subtitle>the relationship between interpersonal trust and job satisfaction at employees of PT. Garuda Mas Citra Cemerlang.</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-7178b02019893d9525378b0a0109df54" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>muzaqi</surname>
            <given-names>afif muzaqi</given-names>
          </name>
          <email>afifmuzaqi100995@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-b875e87b6514ba860b4b1ffb1d55ac0a" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Maryam</surname>
            <given-names>Effy Wardati Maryam, S.Psi., M.Si</given-names>
          </name>
          <email>effywardati@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-08-30">
          <day>30</day>
          <month>08</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-fb1869d4433ea1529d8c0156d41ccd91">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-15">Manusia merupakan sumber daya yang penting, karena ketika pekerja berada di lingkungan kerja individu tersebut akan menemukan berbagai faktor yang menunjang kenyamanan serta kesenangan dalam bekerja. Jika karyawan senang otomatis dari diri individu tersebut merasa puas atas pekerjaan yang dikerjakan selama ini. Karyawan PT. Garuda Mas Citra Cemerlang tentu menginginkan agar dalam bekerja selalu diperlakukan secara adil dan manusiaawi oleh perusahaan tempatnya bekerja, khususnya oleh atasannya secara langsung sehingga perilaku <italic id="_italic-35">supervisor</italic> sebagai hal penting untuk meningkatkan kepuasaan kerjanya, dengan atasnya kerasama anatara atasan dan karyawan dapat mengarah pada tingkat loyalitas sendiri terhadap perusahaan tersebut dimana atasan menjadi motivator dalam meningkatkan prestasi kerja bawahannya dan mencapai tujuan organisasi.</p>
      <p id="_paragraph-16">Kenyamanan karyawan yang telah bekerja dan mengabdikan diri pada perusahaan selama beberapa tahun, pihak perusahaan juga harus berperan dalam upaya meningkatkan kepuasan kerja, terlepas dari pribadi karyawan itu sendiri yang semestinya harus memiliki tanggung jawab dan komitmen dalam pekerjannya.</p>
      <p id="_paragraph-17">Kepuasan kerja ialah keadaan emosional sebagai kondisi atas perasaan dan berhubungan erat dengan sikap karyawan sendiri, situasi kerja, dan kerjasama antara pimpinan dengan karyawan. Hal ini akan terlihat dari sikap positif karyawan terhadap pekerjaan dan semua sesuatu yang dikerjakan di lingkungan kerja [1].</p>
      <p id="_paragraph-18">Menurut Ranupandojo dan Husnan menyatakan ada faktor mengenai kebutuhan dan keingianan karyawan yaitu pekerjaan yang aman, gaji yang baik, rekan sekerja yang kompak, pekerjaan yang berarti, kesempatan untuk maju, penghargaan terhadap pekerjaan, pimpinan yang adil dan bijaksanaan, pengarahan dan perintah yang wajar, dan organisasi atau tempat kerja yang dihargai oleh masyarakat [2].</p>
      <p id="_paragraph-19">Menurut Yukl jika pimpinan dapat menunjukkan kinerja dan penampilan perilaku yang baik pada setiap karyawan, maka tak ada alasan untuk tidak mempercayainya dan mendorong untuk semakin loyal [3]. <italic id="_italic-36">Supervisor</italic> memegang peranan penting dalam kelancaran proses produksi. Seorang supervisor harus dapat bertindak sebagai atasan sekaligus bawahan, karena posisinya sebagai penghubung antara pimpinan dan karyawan. Melihat dari fungsi manajemen, sebenarnya seorang <italic id="_italic-37">supervisor</italic> termasuk dalam anggota manajemen hanya saja cakupannya lebih terbatas. <italic id="_italic-38">Supervisor</italic> bertanggung jawab mengoperasionalkan apa yang telah ditentukan di tingkat manajemen yang lebih tinggi. Kegagalan pelaksanaan kegiatan di tingkat terbawah akan menyebabkan kegagalan pencapaian sasaran organisasi.</p>
      <p id="_paragraph-20">Dasarhubungan yang kuat untuk membangun <italic id="_italic-39">interpersonal </italic>yang <italic id="_italic-40">solid</italic> dan mengarahpada kerjasama, dibutuhkan suatu landasan yaitu adanya kepercayaan <italic id="_italic-41">(trust)</italic> padadiri karyawan terhadap <italic id="_italic-42">supervisor</italic>. Kepercayaan ini meliputi bagaimana<italic id="_italic-43"> supervisor</italic> mereka dapat diandalkan, menjadi teladan, dan berperilaku adil. <italic id="_italic-44">Interpersonal trust</italic> dalam organisasi dapat berarti kepercayaan diantara pekerja bahwa mereka akan diperlakukan secara adil dan benar oleh organisasi tempat mereka bekerjakhususnya atasan mereka secara langsung yaitu <italic id="_italic-45">Supervisor </italic>[4]</p>
      <p id="_paragraph-21"><italic id="_italic-46">Interpersonal trust</italic> secara umum disebutkan sebagai pertanda dari suatu hubungan yang efektif. Menurut Rousseau (dalam Anggraeni) <italic id="_italic-47">interpersonal trust</italic> adalah lingkup psikologis untuk perhatian menerima apa adanya berdasarkan harapan kepada perilaku yang baik terhadap orang lain [5]. Menurut Mayer (dalam Rofiq) ada 3 faktor yang membentuk <italic id="_italic-48">interpersonal trust </italic>seseorang, yakni; kemampuan <italic id="_italic-49">(ability),</italic> kebaikan hati <italic id="_italic-50">(benevolence),</italic> dan integritas(<italic id="_italic-51">integrity</italic>) [6].<italic id="_italic-52"> Interpersonal trust</italic> dalam organisasi dapat berarti kepercayaan diantara pekerja bahwa mereka akan diperlakukan secara adil dan benar oleh organisasi tempat mereka bekerjakhususnya atasan mereka secara langsung yaitu <italic id="_italic-53">Supervisor</italic> [7].</p>
      <p id="_paragraph-22">Tujuan penelitian ini melihat hubungan antara <italic id="_italic-54">interpersonal trust</italic> dengan kepuasan kerja pada karyawan PT.Garuda Mas Citra Cemerlang.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-2fdb7644cd7b758a9233e07d85426197">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-23">Penelitian ini menggunakan teknik sampling merupakan teknik pengambitan sampel. Pada penelitian ini teknik yang digunakan yaitu dengan cara sampling jenuh dimana menjadikan semua anggota populasi sebagai sampel. Peneliti menggunakan teknik sampling karena sampel yang diambil merupakan seluruh karyawan yang bekerja PT. Garuda Mas Citra Cemerlang yaitu sebanyak 60 karyawan.</p>
      <p id="_paragraph-24">Teknik pengambilan data menggunakan skala psikologi. Azwar memberikan penjelasan bahwa skala ialah kesatuan dari pertanyaan yang digabung untuk meliha atribut melalui respon terhadap pertanyaan itu [8]. Skala psikologi yang digunakan, yaitu skala tentang <italic id="_italic-55">interpersonal trust</italic> dan skala tentang kepuasan kerja. Skala <italic id="_italic-56">Likert</italic> adalah skala pengukuran yang berisi tentang pernyataan mengenai sikap yang digunakan untuk mengukur atau menafsirkan perilaku, sifat, dan pengetahuan individu melalui beberapa butir pernyataan yang dikombinasikan sehingga membentuk skor.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <sec id="heading-b6e4de8004a21b2020438c2619c52f97">
        <title>Hasil</title>
        <p id="_paragraph-26">Berdasarkan dari fokus penilitian yang ada, berikut adalah hasil analisis data yang didapatkan :</p>
        <fig id="figure-panel-98506c0c7330dec972fae2991381eaf9">
          <label>Figure 1</label>
          <caption>
            <title>Hasil Analisis Data</title>
            <p id="paragraph-05665d6d6a4f594539702f8f6a03cf4b" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-9e9ba5f4f9ab591f202c1dec304ed1d1" mimetype="image" mime-subtype="jpeg" xlink:href="Karyawan.JPG" />
        </fig>
      </sec>
      <sec id="heading-2f53b4d279f721dd8e21f341d4f1ef0b">
        <title>Pembahasan</title>
        <p id="_paragraph-29">Teknik analisa dalam penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS dengan teknik korelasi <italic id="_italic-57">product moment. </italic>Uji korelasi menunjukkan hassil hipotesis yang diajukan oleh peneliti ialah diterima, dengan koefisien korelasi (r+y) 0,302 signifikan 0,000 &lt; 0,05 maka hipotesis ini diterima, maka dapat diketahui ada hubungan yang positif antara <italic id="_italic-58">interpersonal trust</italic> dengan kepuasaan kerja pada karyawan PT. Garuda Mas Citra Cemerlang Sidoarjo.Hubungan yang positif menunjukkan bahwa ada hubungan yang searah yaitu semakin tinggi <italic id="_italic-59">interpersonal trust</italic> maka semakin tinggi kepuasaan kerja, begitupula semakin rendah <italic id="_italic-60">interpersonal trust</italic> maka semakin rendah kepuasaan kerja.</p>
        <p id="_paragraph-30">Indayana “ Pengaruh hubungan Interpersonal dan Ambuguitas peran terhadap Kepuasaan Kerja serta dampaknya pada <italic id="_italic-61">Intention to Leave</italic> Karyawan Perusahaan Jasa <italic id="_italic-62">Event Organizer</italic> dikota Medann berdasarkan hasil dari pengolahan data terhadap pernyataan mengenai hubungan interpersonal yang didapat dari 63 responden, menunjukkan bahwa secara rata-rata karyawan EO memiliki hubungan interpersonal yang baik, dari sisi hubungan terhadap atasan maupun hubungan antar rekan kerja. Hasil rata-rata dari hubungan interpersonal sebesar 4,02, termasuk dalam kategori “setuju” [9].</p>
        <p id="_paragraph-31">Agus, Arif (2019) “Hubungan Antara Interpersonal Trust terhadap Superivisor dengan Kepuasaan Kerja pada karyawan PT.NPN Surabaya”. berdasarkan hasil dari pengolahan data terhadap pernyataan mengenai hubungan interpersonal yang didapat dari 65 responden, menunjukkan bahwa secara rata-rata karyawan PT. NPN Surabaya memiliki hubungan <italic id="_italic-63">interpersonal trust</italic> yang baik, dari sisi hubungan terhadap atasan maupun hubungan antar rekan kerja. Hasil rata-rata dari hubungan interpersonal termasuk kategori “setuju”. [10].</p>
        <p id="_paragraph-32">Berdasarkan kategorisasi skor subyek kepuasan kerja, terdapat 5 subyek yang tingkat kepuasaan kerja sangat tinggi, 6 subyek yang tingkat Kepuasaan kerja tinggi, 30 subyek yang memiliki tingkat Kepuasaan kerja sedang, 16 subyek yang memiliki tingkat Kepuasaan kerja rendah, 3 subyek yang memiliki tingkat kepuasaan sangat rendah. Disimpulkan bahwa kategorisasi kepuasan kerja karyawan pada PT. Garuda Mas Citra Cemerlang berada pada kategori sedang.</p>
        <p id="_paragraph-33">Selanjutnya kategorisasi subjek subyek didapatkan data tentang kategori variabel <italic id="_italic-64">interpersonal trust</italic> yaitu terdapat 5 subyek yang memiliki tingkat <italic id="_italic-65">interpersonal trust</italic> sangat tinggi, terdapat 11 subyek yang memiliki tingkat <italic id="_italic-66">interpersonal trust </italic>tinggi, terdapat 25 subyek yang memiliki tingkat <italic id="_italic-67">interpersonal trust</italic> sedang, terdapat 19 subyek yang memiliki tingkat <italic id="_italic-68">interpersonal trust</italic> rendah, terdapat 0 subyek yang memiliki tingkat <italic id="_italic-69">interpersonal trust</italic> sangat rendah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata disiplin kerja pada karyawan PT. Garuda Mas Citra Cemerlang berada pada kategori sedang.</p>
        <p id="_paragraph-34">Kelemahan penelitian ini yaitu dari segi subyek kurang banyak dimana subyek hanya dibawah 100, sehingga hasil sumbangan efektif yang diterima hanya 35,1%, kurangnya subyek mengakibatkan hasil yang di capai dari penelitian belum bisa maksimal.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-5f139966ab4c6771a032b7964642d4f7">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-35">Dapat disimpulkan bahwa hasil dari penelitian ini memiliki hasil positif dan signifikan antara <italic id="_italic-70">interpersonal trust</italic> dengan kepuasaan kerja karyawan PT. Garuda Mas Citra Cemerlang terlihat dari hasil koefisien korelasi 0,302 dengan signifikansi 0,000.. Sehingga semakin tinggi <italic id="_italic-71">interpersonal trust</italic> semakin tinggi kepuasan kerja yang dimiliki karyawan, serta semakin rendah <italic id="_italic-72">interpersonal trust</italic> karyawan maka semakin rendah kepuasan kerja dimilikinya. Variabel <italic id="_italic-73">interpersonal trust</italic> mempengaruhi kepuasan kerja sebesar 35,1% dan 64.9 % di pengaruhi variabel – variabel lain.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>