<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>The Effect Of The Self Regulated Learning Model On Students' Learning Independence During The Covid 19 Pandemic</article-title>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-8d32ac42b114c8f3660b643486b24d59" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>NURIL</surname>
            <given-names>EKA NURIL AGUSTINA</given-names>
          </name>
          <email>ekanurilagus@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-23e5bd06a76eb8dfbbf06aee376fb57a" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Wahyuni</surname>
            <given-names>Akhtim</given-names>
          </name>
          <email>akhtimwahyuni@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-06-16">
          <day>16</day>
          <month>06</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-11">Sejak kasus covid 19 pertama masuk ke Indonesia Pemerintah Indonesia menghimbau kepada warga agar tidak panik dan mengajak warga Indonesia untuk mengantisipasi atau pencegahan penularan covid 19 diantaranya mencuci tangan dengan benar, menggunakan masker, menjaga daya tahan tubuh,menerapkan <italic id="_italic-7">Physical</italic><italic id="_italic-8">distancing</italic> dan isolasi mandiri, membersihkan rumah dan melakukan disinfeksi secara rutin selain itu muncul juga kebijakan Presiden untuk belajar dirumah, kerja dirumah dan ibadah dirumah dengan tujuan untuk pembatasan sosial demi mencegah penularan covid 19 akan tetapi kasus positif covid 19 di Indonesia terus meningkat sehingga atas pertimbangan Presiden menetapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 untuk melindungi warga dari penularan pemerintah daerah yang ingin menerapkan PSBB didaerahnya harus ada persetujuan dari Pemerintah Pusat. [1] Provinsi pertama yang mengajukan PSBB adalah DKI Jakarta. Pemberlakuan PSBB Jakarta ini berlaku selama 14 hari dengan harapan pencegahan penularan covid 19 lebih efektif karena akan diberikan sanksi tegas bagi yang melanggar tidak bisa diprediksikan dengan adanya pembatasan aktivitas masyarakat. Semua pendidikan yang di ajuhkan oleh pemerintahan untuk belajar dirumah, untuk itu dalam sistem pembelajaran menggunakan berbasis <italic id="_italic-9">online</italic>. Perkembangan tersebut motode pembelajaaran juga banyak mengalami perkembangan, baik metode, model pembelajaran secara personal, media pembelajaran ataupun proses pembelajaran. [2]</p>
      <p id="_paragraph-12">Berdasarkan penelitian dilingkungan sekitar peserta didik kelas 4 kurang mandiri dalam proses pembelajaran tatap muka setelah 2 tahun pembelajan <italic id="_italic-10">online</italic> karena kesulitan sehingga harus ada yang mendampingi saat proses pembelajaran langsung maka penelitian ini diharapkan peserta didik dengan adanya perubahan tingkah laku, maka anak memiliki peningkatan dalam berpikir, belajar untuk bisa mandiri tanpa mengandalkan bantuan dari orang lain dan mampu bertanggung jawab untuk dapat mengerjakan tugas-tugas rumah (PR) tanpa harus melibatkan orang lain seperti harus diigatkan oleh orang tua, dikerjakan oleh orangtua, atau melihat pekerjaan temannya. Mereka tidak akan mudah terpengaruh oleh orang lain mengenai proses belajarnya. Mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan permasalahannya sendiri tanpa bantuan orang lain. <italic id="_italic-11">Self regulated learning</italic> dengan kemandirian belajar pada siswa yang belajar daring, memiliki relevansi. Menurut Tirtaraharja <italic id="_italic-12">Self</italic><italic id="_italic-13">regulated learning</italic> dengan kemandirian belajar diartikan sebagai aktivitas belajar yang berlangsungnya lebih didorong oleh kemauan sendiri, pilihan sendiri dan tanggung jawab sendiri dari pembelajaran. [3]</p>
      <p id="_paragraph-13">Tuntutan terhadap kemandirian sangat besar dan jika tidak direspon secara tepat bisa menimbulkan dampak yang tidak menguntungkan bagi perkembangan psikologis dimasa mendatang. Oleh karena itu melalui pendidikan diharapakn dapat meningkatkan kualitas kehidupan pribadi maupun masyarakat, serta mampu menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, profesional dan apapun yang terajadi saat kondisi sekarang. [4] Menerut Rachmawati (2010) model pembelajaran <italic id="_italic-14">self regulated </italic><italic id="_italic-15">learning</italic> dapat meningkatkan kemandirian belajar. Model <italic id="_italic-16">self regulated learning</italic> yang dapat disamakan dengan belajar secara <italic id="_italic-17">online</italic> atau jarak jauh dapat memungkinkan seseorang dalam merencanakan pembelajaran sendiri, menentukan aktivitas belajarnya, dan kebebasan belajar untuk mencapai kemandirian belajar secara optimal. [5] Berdasarkan paparan latar belakang diatas maka penulis melakukan penelitian pengaruh <italic id="_italic-18">Self Regulated Learnin</italic>g terhadap kemandirian belajar siswa pada masa pandemi covid 19.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-14">Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka. Jenis penelitian yang peneliti pilih dalam penelitian ini yaitu <italic id="_italic-19">pre-eksperimental designs </italic>bentuk <italic id="_italic-20">one-group pretest-postest design</italic> dengan alasan terdapat variabel luar yang mempengaruhi variabel dependen <italic id="_italic-21">( Self</italic><italic id="_italic-22">Regulated</italic><italic id="_italic-23">Learning</italic> ), selain perlakuan yang diberikan oleh peneliti sebagai variabel independen ( Kemandirian siswa ). Penelitian ini terdapat suatu kelompok yang diberikan perlakuan yang mana hasil setelah diberikannya perlakuan (<italic id="_italic-24">post-test)</italic> akan dibandingkan dengan yang belum diberikan perlakuan (pre-test). Rancangan dalam penelitian ini digambarkan seperti berikut [6]</p>
      <p id="_paragraph-15">O1 X O2</p>
      <p id="_paragraph-16">Rumus One Group Pretest Pretest - Postest Design</p>
      <p id="_paragraph-17">Keterangan</p>
      <p id="_paragraph-18">O1: Nilai pre-test (sebelum deiberikan perlakuan)</p>
      <p id="_paragraph-19">X: Perlakuan (treatment)</p>
      <p id="_paragraph-20">O2: Nilai post-test (sesudah diberikan perlakuan)</p>
      <p id="_paragraph-21">Teknik dalam pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik sampling jenuh, dipergunakan apabila seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel dengan jumlah populasi kurang dari 100 orang [7]. Sampel dalam penelitian ini yaitu 20 siswa kelas kelas 4 SD Kedung Solo Porong pada tahun ajaran 2021/2022. Pada penelitian <italic id="_italic-25">pra-eksperiment one group pre-test-post-test,</italic> tahap pertama yang dilakukan adalah menentuntukan sampel yang akan digunakan sebagai sampel penelitian yaitu satu kelas penelitian. Tahap selanjutnya adalah memberikan pre-test untuk mengukur kondisi awal sebelum menggunakan <italic id="_italic-26">Self Regulated Learning (SRL)</italic> .Tahap selanjutnya sampel diberikan treatment penggunaan <italic id="_italic-27">Self Regulated Learning (SRL). </italic>Kemudian, tahap terkahir sampel diberikan <italic id="_italic-28">post-test</italic> untuk mengukur kondisi kemandirian belajar siswa dimasa pandemi. Tujuan penggunaan Self <italic id="_italic-29">Regulated Learning (SRL)</italic> adalah untuk mengetahui pengaruh Self <italic id="_italic-30">Regulated Learning (SRL</italic>) terhadap kemandirian siswa dimasa pandemi covid 19.</p>
      <p id="_paragraph-22">A. Teknik Pengumpulan Data</p>
      <p id="_paragraph-23">Pengumpul data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah hasil pengukuran kemandirian belajar siswa. Penelitian tentang pengaruh penggunaan pengaruh model self regulated learning terhadap kemandirian belajar siswa pada masa pandemi covid 19 kelas 4 di SDN Kedung Solo Porong.Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara :</p>
      <p id="_paragraph-24">1. Angket (Kuisioner) </p>
      <p id="_paragraph-25">Metode yang di guanakan instrumen kuisioner untuk mengukur hasil kemandirian belajar siswa yang mengacu pada belajar siswa yang telah di kembangkan untuk mengetahuai kemandirian siswa di masa pandemi covid 19<bold id="_bold-7">.</bold></p>
      <p id="_paragraph-26">Pada kuisioner ini dilakukan validasi oleh dosen ahli sebelum lembar kuisioner ini diujikan kepada siswa.Sebelum instrumen digunakan, maka terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitasnya. Analisis ini digunakan untuk mengetahui kelayakan dari instrumen penelitian yang digunakan beberapa uji instrumen tersebut antara lain</p>
      <p id="_paragraph-27">a. Uji Validitas Instrumen<bold id="_bold-8"> </bold></p>
      <p id="_paragraph-28">Instrumen dikatakan valid apabila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti. Valid berarti instrumen yang digunakan tepat serta dapat mengukur apa yang seharusnya diukur. Instrumen yang valid harus mempunyai validitas internal dan eksternal. [8] Validitas eksternal dapat dihitung dengan korelasi <italic id="_italic-31">product moment.</italic> Rumus yang digunakan yaitu sebagai berikut.</p>
      <p id="_paragraph-29">Rumus korelasi <italic id="_italic-32">product moment</italic></p>
      <p id="_paragraph-30">Keterangan :</p>
      <p id="_paragraph-31">Koefisien korelasi antara variabel x dan y</p>
      <p id="_paragraph-32">N = Jumlah responden</p>
      <p id="_paragraph-33">∑x = Jumlah Skor item pertanyaan</p>
      <p id="_paragraph-34">∑y = Jumlah Skor total pertanyaan</p>
      <p id="_paragraph-35">= Jumlah skor kuadrat item pertanyaan</p>
      <p id="_paragraph-36">= Jumlah skor kuadrat item pertanyaan</p>
      <p id="_paragraph-37">= Jumlah perkalian variabel x dan y</p>
      <p id="_paragraph-38">Validitas ini dimaksudkan untuk mengetahui kelayakan Angket (kuisioner) yang diberikan sehingga dapat diguanakan dalam instrumen penelitian ini.</p>
      <p id="_paragraph-39">b. Uji Reliabilitas </p>
      <p id="_paragraph-40">Instrumen yang dikatakan reliabel apabila terdapat kesamaan data yang terkumpul dengan data yang sesunggunya terjadi pada objek yang diteliti. Pengujian reliabilitas instrumen dalam penelitian ini dilakukan secara internal yaitu dengan memberikan instrumen yang diujicobakan sekali saja.Uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan rumus Cornbach Alfa digunakan untuk bentuk kuisioner dengan rumus sebagai berikut.</p>
      <p id="_paragraph-41">
        <italic id="_italic-33">r</italic>
        <sub id="_subscript-3">11 </sub>
      </p>
      <p id="_paragraph-42">Rumus Cornbach Alfa</p>
      <p id="_paragraph-43">Keterangan</p>
      <p id="_paragraph-44"><italic id="_italic-34">r</italic><sub id="_subscript-4">11 </sub>= Reliabilitas secara keseluruan</p>
      <p id="_paragraph-45">n = Banyaknya butir pertanyaan</p>
      <p id="_paragraph-46">= Jumlah varian skor tiap item</p>
      <p id="_paragraph-47">Varian skor total</p>
      <p id="_paragraph-48">Teknik Analisis Data</p>
      <p id="_paragraph-49">1. Uji Normalitas </p>
      <p id="_paragraph-50">Uji Normalitas pada penelitian ini menggunakan rumus uji Square atau chi kuadrat. Chi Square atau chi kuadrat ini bertujuan untuk menguji apakah data data tiap variabel berdistribusi normal atau tidak.</p>
      <p id="_paragraph-51">2. Uji Hipotesis</p>
      <p id="_paragraph-52">Ujian hipotesis dalam penelitian ini digunakan untuk menguji kebenaran dan bukti yang sifatnya masih sementara. Rumus uji t yang digunakan peelitian ini.</p>
      <p id="_paragraph-53">3. Uji Besar pengaruh  ( Eta Squared )</p>
      <p id="_paragraph-54">Uji Eta Squared digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh penggunaan pengaruh model <italic id="_italic-35">self regulated learning</italic> terhadap kemandirian belajar siswa pada masa pandemi covid 19 SDN Kedung Solo Porong. [9]</p>
      <p id="_paragraph-55">4. Uji Determinan</p>
      <p id="_paragraph-56">Untuk mengetahui seberapa persen pengaruh nya model <italic id="_italic-36">self regulated learning</italic> terhadap kemandirian belajar siswa pada masa pandemi covid 19 SDN Kedung Solo Porong dilakukan uji Determinan.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="paragraph-4c7cd48eb3faee3c0a96afbd488c1d76">A. Hasil</p>
      <p id="_paragraph-57">Penelitian ini juga dapat diketahui bahwa perbandingan hasil <italic id="_italic-37">pretest</italic> dan <italic id="_italic-38">postest</italic> dengan pengambilan angket <italic id="_italic-39">pretest </italic>dan <italic id="_italic-40">postest </italic>memiliki perbedaan yang signifikan dengan kemandirian belajar sebelum menggunakan treatment model <italic id="_italic-41">self regulated learning</italic> dan sesudah menggunakan model <italic id="_italic-42">self regulated learning</italic>.Pengujian uji normalitas menggunkan rumus chi data diperoleh dengan db = 7-3 = 4 dan α =0,05 diperoleh X²<italic id="_italic-43"> tabel = </italic>9,488 dan X <italic id="_italic-44">hitung</italic> lebir besar (&gt;) X² <italic id="_italic-45">tabel</italic> maka distribusi data dinyatakan tidak normal , dan bila X² <italic id="_italic-46">hitung </italic>lebih kecil (&lt;) X <italic id="_italic-47">tabel </italic>dinyatakan normal. Karena 3,67 &lt; 9,488 maka hasil distriusi data normal. Setelah hasil distribusi data normal maka bisa dilanjutkan perhitungan selanjutnya uji hipotesis di buktikan dari hasil perhitungan yang diperoleh t <italic id="_italic-48">hitung</italic> = 4.415. Kemudian t <italic id="_italic-49">hitung</italic> tersebut dibandingkan dengan t <italic id="_italic-50">tabel</italic> dengan db = 20-1 =19 dan pengujian 2 sisi signifikan 0,05 maka diperoleh t <italic id="_italic-51">tabel</italic> 2,040. Karena 4,415 &gt; 2,042 H<sub id="_subscript-5">o </sub>ditolak dan H<sub id="_subscript-6">a</sub> diterima, maka artinya ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai sebelum perlakuan dengan rata-rata sesudah, Terakhir dibuktikan dari hasil dari perhitugan uji besar pengaruh menujukan bahwa 0,69 &gt; 0,14 yang menginteperasikan adanya pengaruh besar pengaruh model <italic id="_italic-52">self regulated learning</italic> terhadap kemandirian belajar siswa pada masa pandemi covid 19 kelas 4 di SDN Kedung Solo Porong dan besarnya pengaruh sebesar 48.59 %.</p>
      <p id="paragraph-b11dde7479f155531b0cb9f0beeea89d">B. Pembahasan </p>
      <p id="_paragraph-58">Penelitian ini dilakukan oleh peneliti di SDN Kedung Solo pada kelas 4 yang berjumlah 20 siswa bertujuan untuk mengetahui apakah model <italic id="_italic-53">self regulated learning</italic> berpengaruh terhadap kemandirian belajar siswa pada masa pandemi covid 19. Melalui penelitian ini kemandirian belajar awal <italic id="_italic-54">pretest</italic> mendapatkan rata- rata dibawah atau masih kurang setelah menerapkan <italic id="_italic-55">self regulated learning </italic>SRL dilaksanakan dalam tiga fase, yaitu fase perencanaan, kinerja, dan refleksi diri. Pada fase perencanaan, siswa mengadakan perencanaan terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakuakan. Perencanaan ini berdasarkan pada tujuan pembelajaran yang diberikan guru. Kedua yaitu fase kinerja yang merupakan penerapan dari perencanaan yang telah disusun sebelumnya. Kinerja melibatkan proses berpikir, menulis, dan berbicara dalam memecahkan masalah serta membangun pengetahuan. Fase ini dilakukan dengan penstrukturan lingkungan belajar yang tepat. Penstrukturan lingkungan ini dimaksudkan yaitu siswa dapat memilih lingkungan belajar yang tepat serta mencari bantuan dalam belajar. Apabila mengalami kesulitan siswa bisa minta bantuan kepada siswa lain atau guru. Jika ada masalah yang tidak terpecahkan, kemudian akan diadakan diskusi pemecahan masalah (problem solving). Fase yang ketiga yaitu refleksi diri yang dilakukan dengan mengadakan penilaian terhadap diri sendiri. Penilaian diri merupakan proses membandingkan antara hasil dari kinerja yang telah dilakukan dengan tujuan pembelajarandenganmembiasakan pengelolaan belajar, tanggung jawab dan medisiplinkan diri prilaku siswa sudah menunjukan bahwa model <italic id="_italic-56">self regulated learning</italic> meningkatkan kemandirian belajar siswa. <italic id="_italic-57">Self regulated learning</italic> berpengaruh baik dalam kemandirian belajar. Pada penelitian ini siswa sudah memiliki kesiapan belajar dan sudah mempunyai perilaku mendisiplinkan diri, mampu menyelesaikan tugasnya sendiri serta sudah memiliki kepercayaan diri, apabila ada kesulitan yang dialami dalam belajar mereka sudah mempunyai inisiatif sendiri dengan mendiskusikan sesama teman atau siswa lain dengan memanfaatkan sumber belajar yang terkait dengan bahan ajar dan memperbanyak latihan yang dapat meningkatkan pemahaman siswa.</p>
      <p id="_paragraph-59">Hal ini sesuai dengan pendapat Yasdar: 2018 dalam penelitian penerapan teknik <italic id="_italic-58">self regulated learning</italic> untuk meningkatkan ke mandirian belajar. Dengan membiasakan model <italic id="_italic-59">self regulated learning</italic> siswa dapat terbiasa dalam menghadapi tugas serta mencari pemecahan sendiri dengan menggali sumber sumber belajar.Kemandirian dalam belajar berarti siswa memiliki kesadaran sendiri untuk belajar, mampu menentukan sendiri langkah-langkah yang harus diambil dalam belajar dan melakukan kegiatan evaluasi diri atas kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan. [10]</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="_paragraph-60">Dari penyajian dan analisis data yag telah dijelaskan pada bab sebelumnya maka peneliti menarik kesimpulan sebagai berikut .Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan pada siswa SDN Kedung Solo Porong dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh model <italic id="_italic-60">self regulated learning t</italic>erhadap kemandirian belajar siswa pada masa pandemi covid 19 kelas 4 di SDN Kedung Solo Porong hal ini dibuktikan dari hasil perhitungan hipotesis menggunakan rumus uji t data yang diperoleh 4,415 &gt; 2,042 H<sub id="_subscript-7">o </sub>ditolak dan H<sub id="_subscript-8">a</sub> diterima, maka artinya ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai sebelum perlakuan dengan rata-rata sesudah. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa adanya pengaruh pengaruh model <italic id="_italic-61">self regulated learning t</italic>erhadap kemandirian belajar siswa.Berdasarkan perhitungan besarnya <italic id="_italic-62">Eta Squared</italic> uji besar pengaruh menujukan bahwa 0,69 &gt; 0,14 yang menginteperasikan adanya pengaruh besar .Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa besarnya pengaruh model <italic id="_italic-63">self regulated learning </italic>terhadap kemandirian belajar siswa pada masa pandemi covid 19 kelas 4 di SDN Kedung Solo Porong sebesar 48.59 %</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>