<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Analisis Pemasaran Pada Twitter Guna Meningkatkan Daya Saing Bisnis Pada Marketplace Lazada</article-title>
        <subtitle>Marketing Analysis On Twitter To Increase Business Competitiveness In Lazada Marketplace</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-613f927460017fb851edfcf5d4ba5e57" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Rohmah Ubaidillah</surname>
            <given-names>Meynur</given-names>
          </name>
          <email>meynurrohmahubaidillah@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-892d699dffc213f59f6777a45d5980bb" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Sukmono</surname>
            <given-names>Rita Ambarwati</given-names>
          </name>
          <email>ritaambarwati@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-05-12">
          <day>12</day>
          <month>05</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-659d47ed5ab051819c4642c5efeb583b">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-13">Proses berkembangnya teknologi yang mana telah banyak muncul diberbagai aplikasi yang sering interaktif antar user dan aplikasi, serta bisa melakukan pengembangan aplikasi yang bisa mendukung interaksi antar user. Aplikasi ini mudah untuk dianalisis dalam segi jejaring sosial yang terbentuk. Sebuah jejaring sosial mungkin memiliki database, yaitu jejaring sosial Twitter.[1][2] Dalam keunggulan di marketplace lazada adalah banyaknya promo-promo yang menarik seperti : ongkos kirim relative lebih murah, bisa COD tanpa banyak syarat dalam pembelian, ada penjual cross border (LazGlobal). Metode yang digunakan adalah Social Network Analysis (SNA), yang merupakan bagian dari teknik komputasi sosial untuk mengekstrak informasi dari data yang besar dan tidak terstruktur.[3] SNA adalah salah satu studi yang diselidiki yang membahas hubungan antara orang-orang menggunakan teori graf.[4] Penelitian yang dilakukan oleh dan penelitian yang dilakukan oleh adalah yang mana berisi tentang dimana kedua penelitian tersebut yang membandingkan marketplace untuk mengetahui keunggulan marketplace yang diminati oleh customer promosi. Sedangkan pada penelitian ini adalah mengukur konten-konten promosi yang sering dilakukan pada strategi promosi Lazada. Yang mana untuk mengetahui adanya dalam perbandingan promosi di lazada yang dapat membuat minat pembelian kepada customer. Maka dari itu dalam penelitian ini menggunakan metode Sosial Network Analysis (SNA) dengan menggunakan Big Data atau Crawling Data untuk mengetahui promosi manakah yang sering digunakan oleh customer. [4][1]</p>
    </sec>
    <sec id="heading-47e8b22f788b948ecce7a146b94040ce">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-15">Penelitian ini menggunakan metode analisis data social network analysis untuk mengetahui konten promosi <italic id="_italic-21">voucher, cashback, flash sale</italic> dan hasil analisis jaringan social media twitter pada marketplace lazada.</p>
      <fig id="figure-panel-0e4d2bea86bb8f58583bcc2de6176e0e">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-12"/>Alur Penelitian</title>
          <p id="paragraph-f671f14bda21d0f522f254e22f24f306" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-3d2153423d4707324d7557508d36d241" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="4023 Acopen G1.png" />
      </fig>
      <p id="paragraph-63283a78176b25003345278ef26a1224">Identifikasi Masalah</p>
      <p id="_paragraph-17">Dalam identifikasi masalah yaitu metode yang mana dapat dilaksanakan pada pertama kali yaitu mencari suatu informasi, berita dan topik masalah yang akan dilakukan penelitian agar dapat melihat peran yang mempengaruhi platform <italic id="_italic-22">twitter</italic> dalam sebuah <italic id="_italic-23">hastag</italic> (#) dengan memakai metode pendekatan social network analysis (SNA).</p>
      <p id="paragraph-a1a90bb6f9b36a0577bacdc4c68a850c">Studi Literatur</p>
      <p id="_paragraph-18">Studi literatur merupakan kumpulan aktivitas dalam metode kumpulan data pustaka, memcatat, mengelolah, dan membaca sebagai alat melakukan penelitian. Tahapan yang dilakukan ini yaitu bertujuan untuk mencetuskan bermacam-macam teori serta data yang relevan dengan adanya masalah yang terjadi saat ini atau sebagai bahan yang akan diteliti serta sebagai rujukan dalam hasil dari penelitian tersebut. Secara Umum Studi Literatur yaitu jalan bagi penyelesaian suatu permasalahan dengan menggunakan cara yang mana dapat melakukan penelusuran yang bersumber tulisan yang pernah dibuat sebelumnya. Keterangan informasi terhadap data yang akan dipakai untuk melaksanakan penelitian yaitu berupa buku elektronik, jurnal internasional, dan penelitian atau <italic id="_italic-24">riset</italic> terdahulu yang berkaitan bersama tema bahasan dari <italic id="_italic-25">riset </italic>yang telah dilakukan. Seorang peneliti yang akan melakukan penelitian hendaklah harus memiliki pandangan serta wawasan yang luas terhadap objek yang hendak diteliti.</p>
      <p id="paragraph-9c9e38c00d40ada8ba3736ef610406c5">Penentuan Sosial Media</p>
      <p id="_paragraph-19">Penentuan Sosial Media adalah Proses menetapkan media sosial apa yang akan digunakan untuk mencari data yang dibutuhkan yang cukup penting dan strategis yang ada di dalam efektifitas kerja dengan memakai sosial media twitter.</p>
      <p id="paragraph-4564f5567a8a80b0e366ccd7e880e5a0">Penentuan Konten Penelitian</p>
      <p id="_paragraph-20">Penentuan Konten Penelitian yaitu proses yang mana pertama kali menetapkan konten yang akan dilakukan penelitian agar dapat mengetahui objek pada akun Lazada di Twitter seperti voucher, cashback, dan flash sale yang akan dijadikan bahan penelitian ini.</p>
      <p id="paragraph-ecde28e50e4e709a48af13ecddc3beed">Pengumpulan Data (Crawling Data Twitter)</p>
      <p id="_paragraph-21">Dalam tahapan penelitian ini yaitu melakukan pengumpulan sebuah data. Dengan melakukan pengumpulan data dilaksanakan dengan tujuan akan memperoleh sebuah data yang akan dilakukan dalam menganalisis sebuah <italic id="_italic-26">riset</italic>. Dalam pengumpulan data yang harus dilakukan adalah menjalankan <italic id="_italic-27">tools</italic>, kemudian mempersiapkan tema atau topik yang akan dicari seperti “voucher” “<italic id="_italic-28">cashback</italic>” “<italic id="_italic-29">flash sale</italic>” lalu dengan kode yang terbentuk teks yang didapatkan dalam aplikasi <italic id="_italic-30">Google Research Colab</italic>, setelah itu kita bisa mendaptkan contoh tweet di akun twitter dimana posting dengan hashtag <italic id="_italic-31">#Indonesia</italic> serta kata kunci dapat dilakukan dengan penambangan data menggunakan pengkodean penambangan dengan mengatur format.[1]</p>
      <p id="paragraph-d07133fd1d30a19e1c7998fcdc87ac38">Processing Data</p>
      <p id="_paragraph-22">Langkah ini merupakan salah satu cara untuk mengolah data Excel yang diperoleh setelah memindai data Twitter dalam format .json. Kemudian Anda perlu mengkonversi data ke .csv dan kemudian membagi data yang ingin Anda impor menjadi 2 set data csv, yaitu data node stup tepi kumpulan data. Setelah mengimpor dua kumpulan data, Anda memvisualisasikan data dalam format Excel dan kemudian menghitung nilai property jaringan. Artinya, ia menghitung tiga nilai sentralitas (sentralisasi derajat, sentralisasi interpersonal, dan sentralitas kedeketan).</p>
      <p id="paragraph-b8542d1e84a1c1fb638545af9775bc73">Normalization</p>
      <p id="_paragraph-23">Normalization adalah metode yang melakukan pemrosesan dalam penyusunan data relasional sesuai dengan rangkaian yang mana proses ini untuk mengurangi dan meningkatkan data yang ada.</p>
      <p id="paragraph-2d0118df9a964d6593f39ff4e7f7eba0">Tokenizing</p>
      <p id="_paragraph-24">Tokenizing adalah metode pemisahan kata dalam kalimat untuk tujuan menganalisis teks lebih lanjut. Sebelum enkripsi, mereka biasanya melakukan proses case-folding (langkah yang mengubah teks ke bentuk standar) yang melibatkan penghapusan angka, tanda baca, dan spasi yang tidak perlu. Menerapkan proses enkripsi (teknik mengkonversikan data) tidak sesederhana ketika kita menggunakannya secara langsung dalam pengkodean. Karena pengkodean ini akan mengacu pada pemrosesan bahasa yang paling umum terjadi di Python, yang mendukung bahasa Indonesia secara umum, ini masih jarang. Namun tidak perlu khawatir karena python masih tersedia di library dan modul yang bisa kita gunakan untuk proses ini termasuk stopword.</p>
      <p id="paragraph-a97e57eacdea463d818aea30bbc75921">Filtering</p>
      <p id="_paragraph-25">Filtering yaitu menyaringan kata dengan bantuan fungsi yang bertugas menguji setiap anggota iterable (objek kata yang sering muncul) yang mana bernilai True atau False.</p>
      <p id="paragraph-59a759958a7fe65f0902b1ad3a902a91">Hasil Olah Data</p>
      <p id="_paragraph-26">Setelah dilakukan pengolahan data, didapatkan struktur jaringan dan beberapa kelompok topik yang terjadi dalam interaksi antar pengguna lazada. Dari struktur jaringan yang terbentuk, tahapan akhir penelitian yaitu dengan cara kita menjelaskan hasil analisis dan visualisasi yang telah diteliti dengan bantuan software gephi setelah itu dapat menyimpulkan data nilai property jaringan. yang mana dapat dihitung menggunakan metode Social Network Analysis dengan cara kita menunjukkan media promosi manakah yang paling berpengaruh dalam pola penyebaran dan interaksi dalam jaringan tweets yang menggunakan kata kunci Hastag #Indonesia. Pada cluster ini menggunkan kata yaitu “voucher”, “cashback”,dan “flash sale”. Kata ini merupakan kata dengan frekuensi kemunculan yang lebih rendah dibandingkan kata lainnya. Setelah itu dengan cara kita mencari data ditweet dengan katakata yang sering muncul.[5]</p>
      <p id="paragraph-3dde1cec168c72ebb9baf511c05a1956">Analisis Jaringan</p>
      <p id="_paragraph-27">Analisis jaringan adalah bentuk analisis data penelitian untuk melakukan perencanaan pada suatu data dalam proyek yang akan digunakan di antara hasil olah data, dan besarnya pengaruh data yang satu terhadap data lainnya atara voucher,cashback dengan flashsale.</p>
      <p id="paragraph-1cf05b7d9fddb9a67f56f56ebfe4fcc2">Merangkum Hasil Penelitian</p>
      <p id="_paragraph-28">Rangkuman Hasil Penelitian yaitu proses untuk mendapatkan bukti apakah metode SNA dengan crawling data di google colab dan menggunakan aplikasi ghepi memiliki pengaruh terhadap keuntungan antara organisasi dan perorangan secara digital dengan pemanfaatan internet, web dan aplikasi bisnis online, Media sosial menjadi hal penting di dunia maya dikarenakan media sosial memberikan wawasan dalam pemasaran di marketplace lazada.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-ac4ad34302fb1ae179b6a2bb36bc2167">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <sec id="heading-1da1bb90223b00c78b117edc30126803">
        <title>Gambar Umum Objek Penelitian</title>
        <p id="_paragraph-30">Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan data sekunder yang berasal dari <italic id="_italic-32">Twitter.</italic> Objek dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan hubungan <italic id="_italic-33">user media sosial</italic> <italic id="_italic-34">twitter</italic> terhadap <italic id="_italic-35">marketplace Lazada</italic>. Dalam penelitian ini membutuhkan sebuah <italic id="_italic-36">hastag</italic> atau <italic id="_italic-37">tweet</italic> untuk mencari kunci pada akun <italic id="_italic-38">user twitter</italic> yang akan digunakan sebagai data yang akan diuji, yang mana pada topic atau tema yang diambil dalam penelitian ini yaitu menggunakan konten promosi pemasaran yaitu ada tiga kriteria yang pertama <italic id="_italic-39">voucher</italic>, yang kedua <italic id="_italic-40">cashback</italic>, yang ketiga <italic id="_italic-41">flash sale</italic>. Penelitian ini mengambil data pada tahun 2018-2019 dan pada tahun 2020-2021 yang mana data yang akan diambil sebanyak minimal 1000 pada setiap kriteria per tahun. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode <italic id="_italic-42">Social Network Analysis</italic> (<italic id="_italic-43">SNA</italic>) dengan menggunakan <italic id="_italic-44">big data</italic>. dalam menggunakan aplikasi ini dengan cara melakukan pengumpulan data yang disebut aplikasi berbasis bahasa <italic id="_italic-45">python</italic>, yang memanfaatkan <italic id="_italic-46">integrated development environment</italic> (<italic id="_italic-47">IDE</italic>) dari <italic id="_italic-48">google</italic> yang bernama <italic id="_italic-49">google colab</italic>. Dalam penelitian ini yang mana data tersebut dibantu berbagai macam <italic id="_italic-50">library</italic> dan <italic id="_italic-51">tools</italic> pendukung. <italic id="_italic-52">Library</italic> seperti <italic id="_italic-53">SNScrape</italic> dan sebagainya. Kemudian untuk <italic id="_italic-54">tools</italic> pendukung yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah <italic id="_italic-55">Google</italic> <italic id="_italic-56">Colab</italic>, Kamus, <italic id="_italic-57">Wordij</italic>, dan <italic id="_italic-58">Gephi</italic>. [2][6]</p>
      </sec>
      <sec id="heading-c37e676017611f85a33fb25d27729f6a">
        <title>Analisis Data dan Hasil Penelitian</title>
        <p id="_paragraph-31">Hasil data yang diperolah dari penarikan data (<italic id="_italic-59">crawling</italic>) yang mana menunjukkan jumlah <italic id="_italic-60">tweets</italic> sebagai berikut:</p>
        <table-wrap id="_table-figure-1">
          <label>Table 1</label>
          <caption>
            <title>Tabel Hasil Penarikan Konten Promosi</title>
            <p id="_paragraph-33" />
          </caption>
          <table id="_table-1">
            <tbody>
              <tr id="table-row-28d2b043aa049f68e56ccf8d5c24ace2">
                <td id="table-cell-310e59b0c2e020f3818906d34dea777d">NO</td>
                <td id="table-cell-541a0722cfc2847e8bbac9d762046d69">KONTEN PROMOSI</td>
                <td id="table-cell-4a31dc04b4002488c871a89edf3953e4">TAHUN</td>
                <td id="table-cell-00007f920d46a791454ec34f8d197596">JUMLAH DATA</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-b720f1aeaf42ea4f4addbb18fd28af6e">
                <td id="table-cell-34867b633864a934d569eefda044f608">1</td>
                <td id="table-cell-1470df5beb735be3358325283bfbbfcd">VOUCHER</td>
                <td id="table-cell-bf975c68bea77bd7224fd66142d3bba4">2018-2019</td>
                <td id="table-cell-d4c90a7d4760c33935c1d090c12838cb">12.816</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-26114dcb0bd33f1f3350f5e92ba31265">
                <td id="table-cell-eaf05a731a32c57dbe55f8283f2d998a" />
                <td id="table-cell-1f61c1ceb01f2364d01c2b7a7cbd9314" />
                <td id="table-cell-74d05b3bfd1a16a2820dc6b03185e0ad">2020-2021</td>
                <td id="table-cell-338b88efdc1012a9363ae01121b81c1d">13.890</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-07e85f757e51ddf2a377318e033de7ba">
                <td id="table-cell-d8d1588627c1fce1cf42ed7c7bce7b1e">2</td>
                <td id="table-cell-a468ed687a327c0a4a24fb49593d6af7">CASHBACK</td>
                <td id="table-cell-c65ed402214150b047bbb37545c1ed94">2018-2019</td>
                <td id="table-cell-bcdc801b941cff27fbc29010355325b1">435</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-102dc9a93a9c7246c2ee553ce8e8e43c">
                <td id="table-cell-f45384f81a20af8521fc87c927825c35" />
                <td id="table-cell-63af3c22f29916c0bfbe941ed3822d5f" />
                <td id="table-cell-5cf0b97b68d0c6ce50e12f26d85639c5">2020-2021</td>
                <td id="table-cell-380fb16508ba049e6429cebfa71844cb">2.496</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-7279bdc6579dc96bddc8603452e5463a">
                <td id="table-cell-bff9b674608fa807b88ff7106bca6f7f" rowspan="2">3</td>
                <td id="table-cell-40126bcd022020414edaa971124d302b" rowspan="2">FLASH SALE</td>
                <td id="table-cell-1a607aba0bb735010320a99c89d7e363">2018-2019</td>
                <td id="table-cell-c087226713ebe36626e7df615307d969">3.912</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-06a833a0e0975c376ff27bd9e7c5f592">
                <td id="table-cell-971a0aedac9e6dd2bed580c822ec8bab">2020-2021</td>
                <td id="table-cell-03ed8e7cf9719cb8f8394e308283ec85">6.294</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-34">Menunjukkan bahwa jumlah <italic id="_italic-61">tweets</italic> yang diperoleh dari hasil pemgumpulan data (<italic id="_italic-62">crawling) tweets</italic> dengan kata kunci yang akan diteliti yaitu berfokus pada konten promosi seperti <italic id="_italic-63">voucher, cashback,</italic> dan <italic id="_italic-64">flash sale.</italic> Penelitian ini mengambil data pada tahun 2018-2019 dan pada tahun 2020-2021, sebanyak minimal 1000 data pada setiap kriteria per tahunnya, dengan memanfaatkan <italic id="_italic-65">integrated development environment</italic> (<italic id="_italic-66">IDE</italic>) dari <italic id="_italic-67">google</italic> yang disebut dengan <italic id="_italic-68">google collab</italic>. Data ini diperoleh dari kata kunci <italic id="_italic-69">voucher</italic> sebanyak 12.816 data pada tahun 2018-2019, sedangkan pada tahun 2020-2021 kata kunci <italic id="_italic-70">voucher</italic> sebanyak 13.890 data. Kemudian untuk kata kunci <italic id="_italic-71">cashback</italic> memperoleh sebanyak 435 data pada tahu 2018-2029, sedangkan pada tahun 2020-2021 kata kunci <italic id="_italic-72">cashback</italic> sebanyak 2.496 data. Dan untuk kata kunci <italic id="_italic-73">flash sale</italic> sebanyak 3.912 data pada tahun 2018-2019, sedangkan pada tahun 2020-2021 kata kunci <italic id="_italic-74">flash sale</italic> sebanyak 6.294 data.</p>
        <p id="_paragraph-35">Setelah melakukan proses pengumpulan data (<italic id="_italic-75">crawling</italic>), proses yang dilakukan selanjutnya adalah <italic id="_italic-76">preprocessing</italic> data yang bertujuan untuk menghilangkan <italic id="_italic-77">tweets</italic> yang tidak relevan yang mana mempermudah untuk melakukan proses analisi, proses ini disebut dengan proses <italic id="_italic-78">filtering</italic> yang mana menghilangkan kata yang tidak digunakan, kemudian diolah menggunakan <italic id="_italic-79">wordij.</italic></p>
      </sec>
      <sec id="heading-37d7f7bccea1d570078387edf9649afd">
        <title>Pembahasan</title>
        <fig id="figure-panel-47fca26b977596818ff0f2df0a32c2a7">
          <label>Figure 2</label>
          <caption>
            <title>Visualisasi Cashback 2018-2019</title>
            <p id="paragraph-3792c0ac3bcf77b33404bfa8fd970757" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-a406de2a82e306aa53cc03680d248fc8" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="4023 Acopen G2.png" />
        </fig>
        <fig id="figure-panel-b1a73accff6d86fa57d7df9f0ffec5e9">
          <label>Figure 3</label>
          <caption>
            <title>Visualisasi Cashback 2020-2021</title>
            <p id="paragraph-03735686c439ddb63d7e07739571e5fc" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-546b6769a740e8ceeb132a6458fbd491" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="4023 Acopen G3.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-36">Kesimpulan dari tahun 2018-2019 sebelum ada pandemic adalah para konsumen yang tidak sering membicarakan <italic id="_italic-80">cashback</italic> dilazada, dan konsumen juga tidak sering menggunakannya dalam pembelian. Selain itu promo <italic id="_italic-81">cashback</italic> di lazada memiliki fenomena yang menarik <italic id="_italic-82">“credit”</italic> adalah saat melakukan pembayaran atau transaksi di lazada, tetapi konsumen kurang merespon karena konsumen lebih suka pembayaran secara langsung. Sedangkan di tahun 2020-2021 pada saat pandemic ialah para konsumen lebih sering membicarakan <italic id="_italic-83">cashback</italic>, dan konsumen juga lebih sering menggunakan <italic id="_italic-84">cashback</italic> dalam pembelian di marketplace lazada. Selain itu fenomena menarik <italic id="_italic-85">“ovo”</italic> yang bisa digunakan saat pembayaran, dimana para konsumen akan mendapatkan bonus berupa point saat melakukan pembelian.[7]</p>
        <table-wrap id="_table-figure-2">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title>Nilai Jaringan Cashback</title>
            <p id="_paragraph-38" />
          </caption>
          <table id="_table-2">
            <tbody>
              <tr id="table-row-0fa5c16eccdf998b82d9c02addeea473">
                <td id="table-cell-cc4618c3921d324933bad4dad2724f0a">Properti jaringan</td>
                <td id="table-cell-6a9e1e7f5347aefb2b0773d7e9f173a3">Nilai 2018-2019</td>
                <td id="table-cell-e1cf3070ed29852788be479b1a4fa8d3">Nilai 2020-2021</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-d9f45412ead656ba7788d0cd40ff5b26">
                <td id="table-cell-b9b4994978842f71adc298c207ee8455">Nodes</td>
                <td id="table-cell-070133f6a9f60f5d1756328240ab5717">105</td>
                <td id="table-cell-4e46d2cb51cd7853c422256f1aad3cdf">116</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-442420a22468cb2020e6d800331520fd">
                <td id="table-cell-af79700bc03b6f3a687fa70e6ea93d28">Edges</td>
                <td id="table-cell-4c806ed7fa60065bc474a924f54b3cf4">85</td>
                <td id="table-cell-e1c25f1425e5a34f6e121fde754cd235">321</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ef81680855fe1155f6278c62685251a7">
                <td id="table-cell-e076939d277c2a8b5970a65f06af0348">Average Degree</td>
                <td id="table-cell-d8d8eac80f4f04e602490484e5676212">1.619</td>
                <td id="table-cell-88bdc64de9e779f48f0d38fc0eac4588">5.534</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-98de8f63085345441cfe17c6a7376bc0">
                <td id="table-cell-a9c8e4f08e19667ac26d78d55a065941">Average Weighted Degree</td>
                <td id="table-cell-ae13b9390d29b1d5c892f7c9424758d2">4.514</td>
                <td id="table-cell-d25f52a240f3c810008db190e120cddf">63.897</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-411f94cf4b28cd5bfa48169f3e2720a4">
                <td id="table-cell-fbd12bdcdceed6843a41ea300f5c265f">Network Diameter</td>
                <td id="table-cell-079036b9ae3a77bec69ba16d9d22e09a">9</td>
                <td id="table-cell-6083a4334906108ee049adbe4a79cc3e">5</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-af0653def6d3770e3b759c149a653e42">
                <td id="table-cell-a5c3149a8d8cf84165f6a05ea4ecd378">Modularity</td>
                <td id="table-cell-cd9fdfbd5a7f89be569857af94a2e78c">0.552</td>
                <td id="table-cell-a7ef406ff511741955a2b35b2e7f581e">0.232</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-39">Menunjukkan nilai sifat jejaringan sosialPdengan kataPkunci “cashback” pada media sosial <italic id="_italic-92">Twitter</italic>. Dari data, kita dapat mengetahui bahwaP<italic id="_italic-93">nodes</italic> (system yang dapat dihubungkan ke jejaringan) dibentuk, menjelaskan pengguna yang menggunakan kata kunci “cashback” untuk berinteraksi di media sosial <italic id="_italic-94">Twitter</italic>. PropertiPkedua yaituP<italic id="_italic-95">edges </italic>(bagian dari garis yang dapat dilakukan terkait dengan titik) di mana properti ini menjelaskan pembahasan yang membicarakan tentang “cashback”, adapun jumlah properti <italic id="_italic-96">edges</italic>Pyang terbentukPmengenai kata kunci ini. Properti jaringan yang ketiga yaitu <italic id="_italic-97">average degree</italic> (jumlah rata-rata dalam hhubungan pengguna). Properti ini menjelaskan hubungan jumlah rata-rata pengguna dalam jaringan, jika nilai meningkat, hubungan antara pengguna juga semakin meningkat serta dapat meyebarkan informasi secara luas. Adapun properti jaringan yang keempat diukur pada jaringan ini adalah <italic id="_italic-98">average weighted</italic>P<italic id="_italic-99">degree</italic> yang menjelaskan mengenai rata-rata nilai bobot pada hubungan antar jaringan. Properti jaringan yang kelima adalah <italic id="_italic-100">network  diameter</italic> yang mana properti ini menjelaskan jarak maksimal pada jaringan antar setiap <italic id="_italic-101">nodes</italic>, semakin meningkatnya diameter jaringan, makaPsemakin lamaPinformasi tersebutPdapat tersebarPluas, yang memiliki arti bahwa jarak yang ditempuh untuk menyebarkan informasi <italic id="_italic-102">tweet</italic>.pSerta dalam properti jaringan yang terakhir adalah <italic id="_italic-103">modularity</italic>Pyang mana mengukur seberapa baik jaringan terbagi menjadiPkomunitas, kataPkunci “cashback” artinya yang menunjukan akan adanya kelompok yang berbeda-beda terbentuk dalam jaringan “cashback” .[8]</p>
        <p id="paragraph-bfdaf22373d677ba827c389ec728cea2">1) Konten Promosi Pemasaran Terkait “Cashback”</p>
        <p id="_paragraph-40">Cashback merupakan hadiah poin yang yang diberikan perusahaan kepada customer setelah melakukan pembelian barang, dimana <italic id="_italic-104">cashback</italic> tidak bisa diuangkan dan hanya bisa di pergunakan untuk berbelanja di aplikasi lazada. Hasil visualisasi konten <italic id="_italic-105">“cashback”</italic> Di tahun 2018-2019 sebelum adanya pandemic, menunjukkan bahwa para konsumen lebih sedikit membicarakan <italic id="_italic-106">cashback</italic> dan juga menggunakan <italic id="_italic-107">cashback</italic> tersebut di lazada. Hal ini dikarenakan respon terhadap pembayaran atas pembelian sering muncul dan berhubungan. Fenomena yang lain pemberian <italic id="_italic-108">cashback</italic> yang memiliki kuota terbesar berdasarkan jumlah pembelian. Kuota <italic id="_italic-109">cashback</italic> ini diberikan dengan melakukan kode promo berupa <italic id="_italic-110">cashback, dan potongan</italic>. Hasil visualisasi terkait fenomena pembelian cashback diatas sering muncul dan berhubungan, salah satu fenomena yang menarik adalah konten <italic id="_italic-111">“credit”</italic> yaitu konten promosi pemasaran <italic id="_italic-112">“cashback”</italic> yang bisa melakukan pembayaran secara di lazada, tetapi para konsumen kurang merespon dalam pembayaran credit dikarenakan konsumen lebih suka membayar secara langsung saat melakukan pembelian. Hasil visualisasi konten <italic id="_italic-113">“cashback”</italic> Di tahun 2020-2021 pada saat pandemic, menunjukkan bahwa para konsumen sering membicarakan promo <italic id="_italic-114">“cashback"</italic> dan penggunaan <italic id="_italic-115">cashback</italic> tersebut di lazada. Hal ini dikarenakan respon terhadap pembayaran atas pembelian sering muncul dan berhubungan. Fenomena yang lain pemberian <italic id="_italic-116">cashback</italic> yang bisa menggunakan aplikasi ovo saat melakukan pembelian di lazada. Aplikasi ovo di cashback ini diberikan dengan melakukan bonus promo berupa <italic id="_italic-117">diskon, dan gratis ongkir</italic>. [9] Hasil visualisasi terkait fenomena pembelian <italic id="_italic-118">cashback</italic> diatas sering muncul dan berhubungan, salah satu fenomena yang menarik untuk pelanggan yaitu <italic id="_italic-119">“points”</italic> ialah konten promosi pemasaran <italic id="_italic-120">“cashback”</italic> saat melakukan pembelian di lazada dan mendapatkan bonus berupa point. [10] Kesimpulan dari tahun 2018-2019 sebelum ada pandemic adalah para konsumen yang tidak sering membicarakan voucher dilazada, dan konsumen juga tidak sering menggunakannya dalam pembelian. Selain itu promo <italic id="_italic-121">cashback</italic> di lazada memiliki fenomena yang menarik <italic id="_italic-122">“credit”</italic> adalah saat melakukan pembayaran atau transaksi di lazada, tetapi konsumen kurang merespon karena konsumen lebih suka pembayaran secara langsung. Sedangkan di tahun 2020-2021 pada saat pandemicialah para konsumen lebih sering membicarakan <italic id="_italic-123">cashback</italic>, dan konsumen juga lebih sering menggunakan <italic id="_italic-124">cashback</italic> dalam pembelian di marketplacelazada. Selain itu fenomena menarik <italic id="_italic-125">“ovo”</italic> yang bisa digunakan saat pembayaran, dimana para konsumen akan mendapatkan bonus berupa point saat melakukan pembelian. [9] [10]</p>
        <p id="paragraph-eaf64a219bfc0c0d90e10ab9db799382">2) Implikasi Hasil Penelitian</p>
        <p id="_paragraph-41">Implikasi hasil penelitian pada visualisasi tahun 2018-2021 pada konten promosi “<italic id="_italic-126">cashback</italic>” dimana dalam fenomena ini sering membahas terkait pembayaran dengan mengunakan <italic id="_italic-127">cashback</italic> tersebut, selain itu adanya fenomena yang menarik tentang pembahasan pembelian yang dilakukan secara cicil saat adanya promo. Sehingga marketplace lazada harus lebih menawarkan <italic id="_italic-128">cashback</italic> terhadap konsumen untuk menggunakan promo tersebut supaya bisa meningkatkan marketplace lazada.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-afa2209dd458d4ce54dc0667d4cf1620">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-43">Berdasarkan hasil analisis dan implementasi yang telah dilakukan, antara berbeda:</p>
      <p id="_paragraph-44">Kesimpulan menunjukkan bahwa tweets yang diperoleh dari hasil pengumpulan data (crawling) tweets dengan kata kunci konten promosi seperti voucher, cashback, dan flash sale. Penelitian ini mengambil data saat adanya pandemic. Setelah itu dilakukan perbandingan konten promosi dengan kata kunci “<italic id="_italic-129">cashback</italic>” saat adanya pandemic memiliki jumlah nilai <italic id="_italic-130">nodes</italic> banyak menunjukkan bahwasannya banyak pengguna <italic id="_italic-131">twitter</italic> yang membahas <italic id="_italic-132">cashback</italic> pada media social. Sedangkan dalam <italic id="_italic-133">edges</italic> juga memberikan bukti dengan banyak yang melakukan interaksi antar pengguna twitter mengenai “<italic id="_italic-134">cashback</italic>” dimedia social. Serta <italic id="_italic-135">average degree</italic> yang menggambarkan masing-masing pengguna didalam jaringan yang memiliki banyak hubungan sehingga dapat memperluas dalam penyebaran informasi terkait promosi dalam Lazada.</p>
      <p id="_paragraph-45">Kesimpulan pada visualisasi konten promosi dengan kata kunci <italic id="_italic-136">voucher, cashback, flash sale</italic> ini sangat penting dalam menarik perhatian para konsumen, hal ini dikarenakan marketplace lazada harus memperhatikan konsumen dengan menggunakan <italic id="_italic-137">voucher</italic> untuk meningkatkan daya tarik pembeli atas promo, serta menawarkan <italic id="_italic-138">cashback</italic> terhadap konsumen untuk menggunakan promo tersebut supaya bisa meningkatkan marketplace lazada, dan meningkatkan system server pada saat promo <italic id="_italic-139">flash sale</italic> berlangsung supaya konsumen bisa lebih nyaman dan cepat untuk berbelanja di marketplace lazada.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>