<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>PENGARUH EARNING PER SHARE (EPS), DEBT TO EQUITY RATIO (DER), DAN PRICE EARNING RATIO (PER) TERHADAP HARGA SAHAM (STUDI PADA PERUSAHAAN FOOD AND BEVERAGE YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2016-2019)</article-title>
        <subtitle>THE EFFECT OF EARNING PER SHARE (EPS), DEBT TO EQUITY RATIO (DER), AND PRICE EARNING RATIO (PER) ON STOCK PRICE (STUDY ON FOOD AND BEVERAGE COMPANIES LISTED ON IDX FOR THE 2016-2019 PERIOD)</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-5beb6f159f8aa8be931d169a043cb210" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <given-names>Purdiyani</given-names>
          </name>
          <email>diyanidian37@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-96503365d0ea3c5a7a1cbc3d3ab4f890" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <given-names>Drs., Nurasik, MM</given-names>
          </name>
          <email>nurasiknurasik73@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-02-08">
          <day>08</day>
          <month>02</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-12">Persaingan bisnis di era globalisasi semakin meningkat setiap tahunnya. Setiap pelaku bisnis di setiap kategori bisnis harus peka terhadap setiap perubahan yang terjadi dan menjadikan kepuasan pelanggan sebagai tujuan utamanya [1]. Persaingan bisnis di setiap bidang semakin ketat. Oleh karena itu, setiap pelaku usaha harus dapat terus berkembang dan bertahan agar mampu menghadapi persaingan yang ada. Setiap tahun harga saham setiap perusahaan mengalami perubahan, dan fluktuasinya juga tidak menentu, sehingga naik turunnya harga saham sangat umum terjadi. Dalam teori ekonomi, pergerakan harga saham disebabkan karna adanya permintaan dan penawaran. Apabila permintaan tinggi, maka harga saham akan naik. Namun, apabila jumlah penawaran tinggi maka harga saham akan turun. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya naik turunnya saham yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal antara lain kondisi fundamental perusahaan, kebijakan yang diambil oleh manajemen perusahaan, proyeksi kinerja perusahaan di masa mendatang. Sedangkan untuk faktor eksternal antara lain faktor fundamental ekonomi makro, kuat atau lemahnya kurs rupiah terhadap mata uang asing, kebijakan pemerintah, berita yang memicu kepanikan investor untuk menjual sahamnya, dan adanya manipulasi pasar [2]. Salah satu perusahaan yang mengalami naik turunnya harga saham ialah perusahaan manufaktur sektor <italic id="_italic-16">food</italic><italic id="_italic-17">and</italic><italic id="_italic-18">beverage</italic>.Kementerian Perindustrian mencatat, sepanjang tahun 2018, laju pertumbuhan industri makanan dan minuman mencapai 7,91%, bahkan melampaui 5,17% perekonomian nasional. Padahal pada kuartal IV 2018, pertumbuhan output manufaktur besar dan menengah meningkat 3,90% (year- on-year) dibandingkan kuartal IV-2017. Salah satu penyebabnya adalah peningkatan produksi minuman, menyumbang 23,44%. Selain itu, industri makanan merupakan salah satu industri yang menopang pertumbuhan total nilai investasi negara. Pada tahun 2018, industri tersebut memberikan kontribusi sebesar 56,60 triliun rupiah. Dalam setahun terakhir, total nilai investasi industri manufaktur mencapai 222,3 triliun rupiah. Pasar modal merupakan pilihan lain bagi investor (pemilik dana) dalam menanamkan dananya. Setiap investor yang berinvestasi akan mendapatkan pengembalian investasi di masa depan. Keuntungan merupakan salah satu faktor yang memotivasi investor untuk berinvestasi dan sekaligus menjadi reward bagi investor untuk mengambil resiko. Akan tetapi, walaupun berinvestasi di saham memiliki keuntungan yang relatif tinggi, hal itu membawa risiko yang besar. Transaksi pasar modal Indonesia mengalami perkembangan pesat dalam berbagai periode, terlihat dari peningkatan jumlah saham yang dikonversi dan peningkatan volume perdagangan saham [3]. Perusahaan yang bergerak di bidang makanan dan minuman adalah salah satu jenis investasi yang diminati oleh investor. Karena perusahaan pada bidang ini memiliki prospek yang bagus dan cenderung dapat bertahan di masa mendatang. Pasalnya, masyarakat akan selalu membutuhkan produk yang dihasilkan dari industri ini, sehingga prospek perusahaan di masa ini dan di masa mendatang akan cukup baik. Saat membeli dan menjual saham di pasar modal, investor akan cenderung khawatir dengan harga saham. Karena harga saham dapat mencerminkan nilai dari perusahaan tersebut. Pada umumnya, dengan memaksimalkan nilai dari perusahaan dapat memaksimalkan pendapatan yang akan diperoleh investor. Semakin tinggi risiko yang ditanggung oleh investor, maka akan semakin tinggi pula <italic id="_italic-19">return </italic>yang dihasilkan. <italic id="_italic-20">Return </italic>yang tinggi ini nantinya akan berpengaruh pada citra perusahaan [4]. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, investor harus melakukan analisis dengan cermat terhadap perusahaan yang akan menjadi pilihannya untuk berinvestasi. Untuk melakukan analisis harga saham dapat digunakan dengan dua metode diantaranya yaitu metode fundamental dan metode teknikal. Yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode fundamental. Analisis dengan metode fundamental merupakan suatu metode dalam menganalisis harga saham dengan meniktikberatkan pada kinerja perusahaan dan analisis ekonomi yang dapat mempengaruhi masa depan perusahaan. Analisis fundamental berfokus pada rasio dan peristiwa keuangan yang secara langsung atau tidak langsung dapat berpengaruh pada kinerja keuangan perusahaan [5]. Rasio keuangan bisa digunakan untuk menilai status keuangan suatu entitas. Bentuk rasio keuangan yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan adalah rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas, rasio profitabilitas, rasio pertumbuhan, dan rasio penilaian. Rasio yang akan digunakan dalam analisis ini adalah rasio profitabilitas melalui pertumbuhan <italic id="_italic-21">Earning</italic><italic id="_italic-22">Per</italic><italic id="_italic-23">Share</italic>(EPS), rasio solvabilitas melalui <italic id="_italic-24">Debt to Equity Ratio </italic>(DER) dan <italic id="_italic-25">Price Earning Ratio </italic>(PER). Secara umum, <italic id="_italic-26">Earning</italic><italic id="_italic-27">Per</italic><italic id="_italic-28">Share</italic><italic id="_italic-29">(EPS)</italic>akan berdampak pada harga saham. Apabila nilai EPS tinggi akan mempengaruhi laba yang diberikan oleh perusahaan sehingga akan menyebabkan meningkatnya harga saham perusahaan sehingga investor akan merasa tertarik untuk menanamkan modalnya [6]. Rasio solvabilitas atau rasio leverage (rasio utang) digunakan untuk mengukur pembiayaan hutang perusahaan [7]. Rasio likuiditas yang akan digunakan pada penelitian ini adalah <italic id="_italic-30">Debt to Equity Ratio</italic><italic id="_italic-31">(DER). </italic>Jika rasionya tinggi, artinya pembiayaan utang semakin meningkat, maka dikhawatairkan perusahaan tidak dapat menggunakan asetnya untuk melunasi utang, dan perusahaan akankesulitan mendapatkan pinjaman tambahan [8]. <italic id="_italic-32">Price</italic><italic id="_italic-33">Earning</italic><italic id="_italic-34">Ratio</italic><italic id="_italic-35">(PER)</italic>merupakan rasio yang digunakan untuk menunjukkan berapa jumlah rupiah yang harus dibayar oleh investor agar bisa memperoleh keuntungan dari jumlah rupiah yang dibayarkan tersebut [9]. Semakin tinggi nilai <italic id="_italic-36">Price Earning Ratio (PER) </italic>maka akan berpengaruh pada besarnya tingkat kepercayaan investor terhadap prospek perusahaan di masa depan. Penelitian sebelumnya terkait dengan <italic id="_italic-37">Earning Per Share </italic>telah dilakukan oleh [10] menyatakan bahwa secara parsial <italic id="_italic-38">Earning Per Share </italic>berpengaruh negatif terhadap harga saham. Namun, secara simultan berpengaruh positif terhadap harga saham. Tetapi, berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh [11], yang menyimpulkan bahwa secara parsial <italic id="_italic-39">Eaning</italic><italic id="_italic-40">Per</italic><italic id="_italic-41">Share</italic><italic id="_italic-42">(EPS)</italic>mempunyai pengaruh negatif terhadap harga saham. Namun, secara simultan memberikan pengaruh negatif terhadap harga saham. Penelitian terkait dengan <italic id="_italic-43">Debt</italic><italic id="_italic-44">to</italic><italic id="_italic-45">Equity</italic><italic id="_italic-46">Ratio</italic>dilakukan oleh [12] dan [13] yang menyatakan bahwa secara parsial <italic id="_italic-47">Debt</italic><italic id="_italic-48">to</italic><italic id="_italic-49">Equity</italic><italic id="_italic-50">Ratio</italic><italic id="_italic-51">(DER)</italic>mempunyai pengaruh positif terhadap harga saham. Tetapi, berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh [14] yang hasil penelitiannya menjelaskan yang menjelaskan bahwa <italic id="_italic-52">Debt</italic><italic id="_italic-53">to</italic><italic id="_italic-54">Equity</italic><italic id="_italic-55">Ratio</italic>tidak berpengaruh terhadap harga saham. Hasil yang berbeda juga ditunjukkan penelitian yang dilakukan oleh [10] yang menyatakan bahwa <italic id="_italic-56">Debt to</italic><italic id="_italic-57">Equity Ratio (DER) </italic>secara parsial tidak mempunyai pengaruh terhadap harga saham. Dan juga penelitian yang dilakukan oleh [11] yang hasil penelitiannya menyatakan bahwa secara simultan dan secara parsial <italic id="_italic-58">Debt to</italic><italic id="_italic-59">Equity</italic><italic id="_italic-60">Ratio (DER)</italic>tidak mempunyai pengaruh terhadap harga saham. Penelitian tentang <italic id="_italic-61">Price Earnig Ratio (PER) </italic>dilakukan oleh [15] menjelaskan bahwa secara parsial <italic id="_italic-62">Price Eaning Ratio (PER)</italic>berpengaruh positif terhadap harga saham. Namun lain dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh [16] yang menyatakan bahwa <italic id="_italic-63">Price Earning</italic><italic id="_italic-64">Ratio</italic><italic id="_italic-65">(PER)</italic>secara parsial tidak mempunyai pengaruh terhadap harga saham. Perbedaan penelitian ini terdapat diobjek,waktu, dan lokasi penelitian dimana objek pada penelitian ini adalah pada perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonsia pada tahun 2016-2019. Dimana ada dua penelitian yang menggunakan objek yang berbeda yaitu penelitian yang dilakukan oleh [10] yang objeknya adalah perusahaan manufaktur dalam Indeks Saham Syariah Indonesia. Penelitian yang dilakukan oleh [14] yang objek penelitiannya adalah perusahaan manufaktur dalam indeks LQ-45 selama periode 2013-2015 dan penelitian yang dilakukan oleh [13] yang objek penelitiannya adalah industri otomotif dan komponen. Perbedaan lainnya ialah terletak pada variabel independen yang digunakan, yaitu <italic id="_italic-66">Earning Per Share, Debt to </italic><italic id="_italic-67">Equity Ratio </italic>dan <italic id="_italic-68">Price Earning</italic><italic id="_italic-69">Ratio</italic>.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="heading-fd458be198175dff8033fd9bc4502e5a">A. Jenis Penelitian</p>
      <p id="_paragraph-13">Jenis yang digunakan dalam penelitian ini untuk menjawab hubungan sebab akibat dari pengaruhnya antara dari variabel bebas ke variabel terikatnya maka tekhnik yang diambil adalah tekhnik kuantitatif. Tekhnik kuantitatif merupakan tekhnik [17] “tekhnik yang melibatkan populasi dan sampel dalam penelitian dengan filsafat positivism dengan hasil yang dianalisis secara statistik untuk membuktikan kebenaran hipotesisnya”.</p>
      <p id="paragraph-cd7ffb2bd542a803801856eef6b2de82">B. Lokasi Penelitian </p>
      <p id="_paragraph-14">Lokasi penelitian ini dilakukan pada perusahaan manufaktur sub sektor <italic id="_italic-70">food</italic><italic id="_italic-71">and</italic><italic id="_italic-72">beverage</italic>yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menggunakan laporan keuangan yang dipublikasikan pada website <ext-link id="_external-link-1" ext-link-type="uri" xlink:href="">www.</ext-link><ext-link id="_external-link-2" ext-link-type="uri" xlink:href="">idx.co.id</ext-link><italic id="_italic-73">. </italic>Subyek dari penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sub sektor <italic id="_italic-74">food and beverage </italic>yang telah terdafat di BEI (Bursa Efek Indonesia) periode 2016-2019. Penelitian ini menggunakan objek berdasarkan rasio keuangan perusahaan sub sektor <italic id="_italic-75">food and beverage </italic>terdiri dari variabel bebas yaitu <italic id="_italic-76">Earning Per Share </italic>(X1), <italic id="_italic-77">Debt to Equity Ratio </italic>(X2), dan <italic id="_italic-78">Price Earning Ratio</italic>(X3). Adapun variabel dependen atau variabel terikat yang diambil dalam penelitian ini yaitu harga saham (Y). Harga saham yang dipilih sebagai perhitungan dari variabel adalah perhitungan berdasarkan harga <italic id="_italic-79">closing</italic>(penutupan) secara tahunan pada perusahaan manufaktur sub sektor <italic id="_italic-80">food and</italic><italic id="_italic-81">beverage</italic>yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2019.</p>
      <p id="paragraph-226272dca6c51bf00e00e8a0ec25a0bd">C. <bold id="bold-6352fcdf91749340c8e47826a4f85148"/>Indikator Variabel</p>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-11"/>Indikator Variabel</title>
          <p id="_paragraph-16">Data Diolah, 2022</p>
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-dd6fe420b76bac7c861ee785591af1cf">
              <td id="table-cell-624e7951d6a633e2e4da33a6bb98c3c2" rowspan="2">Variabel</td>
              <td id="table-cell-7ab26bbe2942f4562d889364efeb2797">Parameter</td>
              <td id="table-cell-7b2175221e70244285e97ebf7e828b46" rowspan="2">Skala Pengukuran</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-37dff4764957b846367564ccaf54122f">
              <td id="table-cell-e25705a64f700ea90cea5f1fb058b8f8">Variabel Dependen</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a0521432183e6fbe63703b17a35852fd">
              <td id="table-cell-60a6c7b8bacb571992f15f3b8bad3572">Harga Saham (Y)</td>
              <td id="table-cell-5dfb389b57268c806408524b9fdfd13c">Harga saham pada saat penutupan (closingprice)</td>
              <td id="table-cell-5fbed77f144688d1333dea1187762c91">Rasio</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-02fe4cbe39222cffc18982e5a72f1c18">
              <td id="table-cell-cec9677c5b7123141e4fbef63c0883aa">Variabel Independen</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8d74a336e00ad774d9003ae2b4fdc0b6">
              <td id="table-cell-29c51bc5e9fe25a676f81d26ad6e8d74">EarningPer Share(EPS)(X1)</td>
              <td id="table-cell-41f83b573cff1c2b1720fced5e7c76b8">EPS =</td>
              <td id="table-cell-e104b917d097776fe9b25501bd5e2918">Rasio</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-263ea65afa7dca13a0a69003eb8d1be5">
              <td id="table-cell-9987c050722f2cfbfd76d14c6dc0e6be">Debt toEquityRatio(DER)(X2)</td>
              <td id="table-cell-d931bd7f580ff5c110d30d38389a5ab4">DER =</td>
              <td id="table-cell-6ec64d7863d669ca3f7cae26eeada597">Rasio</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f7a5c96c204a72c893adf9f2e2fe8bb6">
              <td id="table-cell-3ec7697744d2904459e240ae4e3b2d91">PriceEarningRatio(PER)(X3)</td>
              <td id="table-cell-15813ba4e357867ce1b965396b1ae06a">PER =</td>
              <td id="table-cell-d9816e808b2e56bbd457d0044a6c2e61">Rasio</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-31ceab33fbe310dbd724de58e2223d48">D. Populasi dan Sampel</p>
      <p id="_paragraph-18">Populasi merupakan seluruh objek atau subjek penelitian yang pada umumnya objek atau subjeknya terdiri dari : objek atau subjek yang memiliki ciri dan atribut tertentu yang dikuasai oleh peneliti untuk dipusatkan dan kemudian dilakukan pengambilan kesimpulan dalam penelitian [17]. Adapun dalam penelitian yang dianggap sebagai populasi yang telah ditentukan sebagai keseluruhan objek penelitian adalah seluruh sektor barang konsumsi dari jenis perusahaan manufaktur yang terdaftar pada BEI (Bursa Efek Indonesia) periode 2016-2019.</p>
      <p id="_paragraph-19">Sampel penelitian merupakan sebagian dari populasi atau dari jumlah keseluruhan objek penelitian yang ada. Jika populasinya besar, dan tidak terbayangkan bagi para analis untuk melakukan secara keseluruhan dari objek tersebut, misalnya dalam hal dana yang terbatas, waktu dan tenaga, peneliti bisa menggunakan contoh yang diambil dari populasi tersebut [17]. <italic id="_italic-95">Purposive</italic><italic id="_italic-96">sampling</italic>digunakan untuk dasar pengambilan sampel yang telah terpilih dengan kriteria:</p>
      <list list-type="bullet" id="list-fb294c58a8323f20d0152e6ffc358ae1">
        <list-item>
          <p>Perusahaan manufaktur yang bergerak di sektor industri makanan dan minuman</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Perusahaan yang melaporkan laporan keuangan secara lengkap</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Perusahaan yang mempunyai laba setiap tahunnya</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Perusahaan yang tidak pernah <italic id="_italic-97">delisting </italic>selama periode 2016-2019</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-20">Berdasarkan kriteria tersebut, peneliti mendapatkan jumlah sampel sebanyak 17 perusahaan manufaktur sub sektor <italic id="_italic-98">food</italic><italic id="_italic-99">and</italic><italic id="_italic-100">beverage</italic> yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2016 sampai dengan 2019 yang memenuhi seluruh kriteria dalam penelitian ini<italic id="_italic-101">.</italic> Sehingga total data yang diolah sebanyak 68 data</p>
      <p id="paragraph-de47343295f814c80ac028f5f3001f3b">E. Jenis dan Sumber Data</p>
      <p id="_paragraph-21">Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu dari laporan keuangan dari perusahaan manufaktur sub sektor <italic id="_italic-102">food and beverage </italic>yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2019.</p>
      <p id="paragraph-cdfc9d1a3f0d5c2d3b30be25dd22ab04">F. Teknik Pengumpulan Data</p>
      <p id="_paragraph-22">Kegiatan penelitian ini diambil dengan memakai: tekhnik dokumentasi. pengumpulan, pencatatan dan penelaahan data dengan tidak langsung yang bersumber dari <italic id="_italic-103">annual</italic><italic id="_italic-104">report</italic> dari keseluruhan perusahaan yang telah dijadikan sampel penelitian yaitu perusahaan sub sektor <italic id="_italic-105">food and beverage </italic>periode tahun 2016-2019. Data yang berupa laporan keuangan tahunan yang digunakan dalam penelitian ini dapat diakses melalui website <ext-link id="_external-link-3" ext-link-type="uri" xlink:href="">www.idx.co.id</ext-link><ext-link id="_external-link-4" ext-link-type="uri" xlink:href="">.</ext-link> Namun untuk memperkuat sumber data, peneliti membeli data dalam bentuk laporan keuangan tahunan melalui Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, kemudian dengan metode studi pustaka, yaitu dengan cara data yang didapatkan dari berbagai dokumen kepustakaan misalnya pada karya ilmiah, jurnal, artikel dan yang memliki keterkaitan mengenai data penelitian dan sumber lainnya dan pencarian internet, adalah data yang diperoleh melalui penggunaan teknologi internet untuk mendukung penelitian ini.</p>
      <p id="paragraph-dde157ad0374fe0282a11964748ac653">G. Teknik Analisis</p>
      <p id="_paragraph-23">Dalam rangka menguji hipotesis yang telah dirumuskan, analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan bantuan SPSS <italic id="_italic-106">(Statistical</italic><italic id="_italic-107">Product</italic><italic id="_italic-108">Service</italic><italic id="_italic-109">Solution)</italic><italic id="_italic-110">ver.25.0</italic>. Analisis regresi linear berganda digunakan oleh peneliti dengan maksud untuk meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen, apabila dua atau lebih variabel independen sebagai faktor prediktor dimanipulasi (dinaik turunkan nilainya) [17] :</p>
      <p id="paragraph-b1da85e8f50688b9cd08cc02a31b86ee">1. Uji Statistik Deskriptif.</p>
      <p id="_paragraph-24">Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah dikumpulkan, tanpa bermaksud membuat kesimpulan umum atau generalisasi [17].</p>
      <p id="paragraph-86cd97f539cee4ef67fab5cd1b219c66">2. Uji Asumsi Klasik</p>
      <p id="paragraph-86e46fe2a3d99f0cc6da1be22d58cef9">a) Uji Multikolinieritas</p>
      <p id="_paragraph-25">Uji Multikolinieritas berfungsi agar diketahuinya kecenderungan antar variabel bebas dalam suatu model penelitian [18].</p>
      <p id="paragraph-b7e0052e9c17f46f6abb4601e7c5608c">b) Heteroskedastisitas </p>
      <p id="_paragraph-26">Penggunaan uji heteroskedastisitas adalah untuk mengetahui terdapat atau tidaknya perbedaan <italic id="_italic-111">variance</italic><italic id="_italic-112">residual</italic>pada satu masa ke masa lainnya dalam model regresi [19]</p>
      <p id="paragraph-a27fa0c7f44ed7431df7ac04402e7f67">c) Uji Normalitas </p>
      <p id="_paragraph-27">Uji normalitas berfungsi sebagai pengukuran apakah data yang sedang dilakukan pengamatan memiliki distribusi yang normal sedangkan pengamatanya data pada variabel terikat dan variabel bebas [19].</p>
      <p id="paragraph-46f8aa4d40e71456dbaaad65b60b3950">d) Autokorelasi</p>
      <p id="_paragraph-28">Pengujian ini memiliki fungsi sebagai melakukan pemeriksanaan, terdapat hubungan antara periode tertentu dengan periode sebelumnya dalam model regresi atau tidak [19].</p>
      <p id="paragraph-138dd01d2397e2a0fb366fae5959ae8c">3. Analisis Korelasi dan koefisien Determinasi (R<sup id="_superscript-8">2</sup>)</p>
      <p id="_paragraph-29">Koefisien determinasi (<italic id="_italic-113">R</italic><sup id="_superscript-7"><italic id="_italic-114">2</italic></sup><italic id="_italic-115">) </italic>dipakai sebagai pengukuran dalam menjelaskan proporsi bebas variabel dependen yang dijelaskan oleh variabel independen [20].</p>
      <p id="paragraph-b98d9edafaae14a6d59c55f62de0a170">4. Analsisis Regresi Liner berganda </p>
      <p id="_paragraph-30">Analisis regresi linier berganda dipakai untuk melakukan analisis pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat, dengan menggunakan rumus sebagai berikut</p>
      <p id="_paragraph-31">Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e</p>
      <p id="paragraph-7e8bdc4e0a276937de75cf8e3f675226">H. Uji Hipotesis</p>
      <p id="_paragraph-32">Pengujian ini bermaksud untuk mengetahui seberapa kontribusi variabel independen secara terpisah dalam menjelaskan ragam variabel dependen. Pengujian parsial digunakan dalam menguji <italic id="_italic-119">Earning</italic><italic id="_italic-120">Per Share (EPS),</italic><italic id="_italic-121">Debt</italic><italic id="_italic-122">to Equity Ratio</italic><italic id="_italic-123">(DER)</italic>dan <italic id="_italic-124">Price</italic><italic id="_italic-125">Earning</italic><italic id="_italic-126">Ratio</italic><italic id="_italic-127">(PER)</italic>terhadap harga saham [21].</p>
      <p id="_paragraph-33">Uji t memiliki fungsi agar dapat diketahui pengaruh dari setiap variabel indepeden terhadap variabel terikatnya dependen. S<italic id="_italic-128">ignificance level </italic>dari pengujian ini adalah 0,05.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-34">A. Hasil Analisis</p>
      <p id="paragraph-322ff26e2437a27237db09fc841e669b">1. <bold id="bold-fa89e594b10ddd6505ce44c01d08e1a1"/>Uji Multikolinieritas</p>
      <p id="_paragraph-35">Uji Multikolinieritas berfungsi agar diketahuinya kecenderungan antar variabel bebas dalam suatu model penelitian.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-2">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-45"/>Uji Multikolinieritas</title>
          <p id="_paragraph-37">Olahan SPSS, 2022.</p>
        </caption>
        <table id="_table-2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-8bdf01d06a841a62309a79d682226f33">
              <td id="table-cell-57e005d64e319bddf595dc6bd2a6ee5e" />
              <td id="table-cell-e5d411e7851ef9d9649ac4d1a38e5fe4" colspan="2">Tolerance</td>
              <td id="table-cell-7b137703501d258bcabb20a1b81dc9ec" colspan="2">VIF</td>
              <td id="table-cell-0cae79d20df6bae5830cccbabded9e92" />
            </tr>
            <tr id="table-row-02fc298705b6a37ab7d64c17b0e663ea">
              <td id="table-cell-13bde67b33df07bb6dbac2c01d4db025">EPS_X1</td>
              <td id="table-cell-9c5125b1e773f8bb22e968ddf344987b" colspan="2">.969</td>
              <td id="table-cell-ee6b9e59c3dabf6a8a2a1a3e50129b27" colspan="2">1.032</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0453890357d9d26e3e3fb5c4f439f09c">
              <td id="table-cell-62736cde2cd8a48f115fc9fc45ea811d">DER_X2</td>
              <td id="table-cell-ef232ab9eae6ce88f9b11ed073e6c446" colspan="2">.988</td>
              <td id="table-cell-7f3805cc7596039f9cbe0bdd7c6ac4a6" colspan="2">1.013</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a52ecb9be6125aac087d808fa9d5081a">
              <td id="table-cell-3301710de7cff893f510793a68f49877">PER_X3</td>
              <td id="table-cell-78c5a1b5f866e8ba94523fb134e638d2" colspan="2">.968</td>
              <td id="table-cell-ddb1953c5e5937d6eaa7ecc655d61a15" colspan="2">1.033</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ec68370be94f10c2e810d917ef8e0e7c">
              <td id="table-cell-154c5f7d3bbe581f996163c083cb79be" colspan="6">a. Dependent Variable: HRG.SHM_Y</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-39">Dari hasil pada tabel 3 diatas terlihat bahwa tolerance &gt; 0.1 dan VIF &lt; 10 dengan ini dinyatakan bahwa tidak adanya multikolinieritas</p>
      <p id="paragraph-0f7e968f5ba781432af216121de02a5b">2. Uji Heteroskedastisitas </p>
      <p id="_paragraph-40">Penggunaan uji heteroskedastisitas adalah untuk mengetahui terdapat atau tidaknya perbedaan <italic id="_italic-129">variance</italic><italic id="_italic-130">residual</italic>pada satu masa ke masa lainnya dalam model regresi. Pengujian heterokedastisitas sebagai berikut:</p>
      <p id="paragraph-ebd981472f495ed8fd1d6ab89350fac9">
        <italic id="italic-d1f4de1e06cf6dd5996e5c2aecb628a4">Supplementary Files</italic>
      </p>
      <p id="_paragraph-41"><bold id="_bold-46">Gambar 1</bold> Uji Heterokedastisitas</p>
      <p id="_paragraph-42">Sumber : Olahan SPSS, 2022</p>
      <p id="_paragraph-43">Model regresi tidak terjadi heteroskedastisitas titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y tanpa membentuk pola tertentu, karena penyebarannya.</p>
      <p id="paragraph-5d8ce2a26937ff6109d77080d1e66873">3. Uji Normalitas </p>
      <p id="_paragraph-44">Uji normalitas berfungsi sebagai pengukuran apakah data yang sedang dilakukan pengamatan memiliki distribusi yang normal sedangkan pengamatanya data pada variabel terikat dan variabel bebas, uji normalitas ditampilkan ke tabel 4 berikut:</p>
      <table-wrap id="_table-figure-3">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-48"/>Uji Kolmogorov-Smirnov Monte Carlo</title>
          <p id="_paragraph-46">Olahan SPSS, 2022</p>
        </caption>
        <table id="_table-3">
          <tbody>
            <tr id="table-row-0b0f1ebfd2d3c741a1b0bd3c76efefd8">
              <td id="table-cell-4c8e0dfbcf6fa62865f4e29c6eb6d99e">Test Statistic</td>
              <td id="table-cell-51b99da122111dd044a5d5661a6710ac">.135</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e49777eca898b50791a97e96d70a90c6">
              <td id="table-cell-c757f52b52ed8e1d5f1f1417a338a30e">Monte Carlo. Sig.</td>
              <td id="table-cell-b738f4fe8e160f7b53fb9b99ee0b1d60">.151</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-48"><italic id="_italic-132">Kolmogorov-Smirnov Monte Carlo</italic> di atas 0,05 sebesar 0,151, hal berarti dalam penelitian ini data yang ada dalam kondisi distribusi normal.</p>
      <p id="paragraph-125caa357a7912e4c851b1ef953716f5">4. Analisis Regresi Linier Berganda </p>
      <p id="_paragraph-49">Analisis regresi linier berganda dipakai untuk melakukan analisis pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat, dengan hasil sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-50">Y = 69.618 + 0.859X<sub id="_subscript-1">1</sub> + 0.328 X<sub id="_subscript-2">2</sub> - 14.948X3 + e</p>
      <p id="_paragraph-51">Pada persamaan regresi diatas variabel <italic id="_italic-133">EPS</italic><italic id="_italic-134"> dan </italic><italic id="_italic-135">DER</italic>memiliki nilai positif hal artinya jika nilai dari variabel <italic id="_italic-136">EPS dan DER</italic>meningkat maka akan mengakibatkan juga kenaikan harga saham.</p>
      <p id="_paragraph-52">Variabel <italic id="_italic-137">PER</italic> bernilai negatif hal ini berarti jika nilai dari variabel <italic id="_italic-138">PER</italic> diturunkan maka akan menurunkan harga saham berlaku sebaliknya.</p>
      <p id="paragraph-61065425d847147a4065c0bd5ccb6e1d">5. Analisa Koefisien Determinasi</p>
      <p id="_paragraph-53">Koefisien determinasi (<italic id="_italic-139">R</italic><sup id="_superscript-9"><italic id="_italic-140">2</italic></sup><italic id="_italic-141">) </italic>dipakai sebagai pengukuran dalam menjelaskan proporsi bebas variabel dependen yang dijelaskan oleh variabel independen,analisis determinasi disajikan pada tabel 5 berikut:</p>
      <table-wrap id="_table-figure-4">
        <label>Table 4</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-50"/>Koefisien Determinasi</title>
          <p id="_paragraph-55">Olahan SPSS, 2022</p>
        </caption>
        <table id="_table-4">
          <tbody>
            <tr id="table-row-8c2856b69d539669d6c93db8f1bcf640">
              <td id="table-cell-8f696ca3d0a03d26ef52e6c76d1582eb">R</td>
              <td id="table-cell-d7c987220f31a0f15e411f9dbba2cb31">R Square</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6502f78255445a26258082824b953359">
              <td id="table-cell-1ae4b0a8b37fd39ca5f571a3f565a712">.641</td>
              <td id="table-cell-8dca9c093bd97ff8f641067488f11d7d">.410</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-57">R² yang diperoleh adalah sebesar 0.41 atau 41% dan sisanya 59% dijelaskan oleh variabel bebas lainnya di luar model uji coba ini.</p>
      <p id="paragraph-de2366ecb88ec2a5311a4bbab66ea5cb">6. Uji Hipotesis</p>
      <p id="_paragraph-58">Pengujian ini bermaksud untuk mengetahui seberapa kontribusi variabel independen secara terpisah dalam menjelaskan ragam variabel dependen. Pengujian parsial digunakan dalam menguji <italic id="_italic-142">Earning</italic><italic id="_italic-143">Per Share (EPS),</italic><italic id="_italic-144">Debt</italic><italic id="_italic-145">to Equity Ratio</italic><italic id="_italic-146">(DER)</italic>dan <italic id="_italic-147">Price</italic><italic id="_italic-148">Earning</italic><italic id="_italic-149">Ratio</italic><italic id="_italic-150">(PER)</italic>terhadap harga saham, hasil pengujian tersaji ditabel 5 dibawah ini :</p>
      <table-wrap id="_table-figure-5">
        <label>Table 5</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-61"/>Uji Hipotesis</title>
          <p id="_paragraph-60">Olahan SPSS, 2022</p>
        </caption>
        <table id="_table-5">
          <tbody>
            <tr id="table-row-a1de4b7e2289cee8c83ba77f779ae79e">
              <td id="table-cell-0c589afc82803d1993d794d70e64dd50">Variabel</td>
              <td id="table-cell-fb294bd1ed24c615e706815b9b9fcf6b">t</td>
              <td id="table-cell-81230cab45ff13300e7f1da468370b1c">Sig.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0f6612cffd4354c60f1436522514cae4">
              <td id="table-cell-299c29bffe90de27b9151ab40201f539">EPS_X1</td>
              <td id="table-cell-ab3a98d435bc738f5139c9814210d657">2.829</td>
              <td id="table-cell-19696a4f290aff8801f5cde9e01626c0">.008</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-49a127648d3d71cc280991a901ab343c">
              <td id="table-cell-085e2fbe93bdadb9bdb77c864095089d">DER_X2</td>
              <td id="table-cell-1c99b64f3e087c1869fc5e050caecd3e">-2.808</td>
              <td id="table-cell-d4581e36f1572cd03bf761db1d5e9451">.008</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-cb77b17be28a13b5b5a62e23f11f79df">
              <td id="table-cell-6306b54c3fa85264641a1db471fd5a12">PER_X3</td>
              <td id="table-cell-cdb06d3cfca37717965e882286f5297d">2.981</td>
              <td id="table-cell-4372ec19b2768bae68ade1cb4a193c8a">.005</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-3b2f05c599a1e466409523068ea70580">a) Uji Pengaruh <italic id="_italic-155">Earning Per Share</italic> (X <sub id="_subscript-4">1</sub> ) Terhadap Harga Saham (Y).</p>
      <p id="_paragraph-62">Uji pengaruh <italic id="_italic-151">Earning Per Share</italic> (X1) terhadap harga saham (Y) sebesar 0.038 (0,038 0,05). Hasil yang didapatkan lebih kecil dari 5% (0.05) Artinya <italic id="_italic-152">Earning Per Share</italic> mampu mempengaruhi harga saham.</p>
      <p id="paragraph-a98dcd98eea27c3fbab4cb8119716c83">b) Uji Pengaruh <italic id="_italic-156">Debt to Equity Ratio</italic> (X <sub id="_subscript-5">2</sub> ) Terhadap Harga Saham (Y).</p>
      <p id="_paragraph-63">Uji pengaruh <italic id="_italic-153">Debt to Equity Ratio</italic> (X<sub id="_subscript-3">2</sub>) terhadap harga saham (Y) sebesar 0.250 (0,250 0,05). Hasil yang didapatkan lebih besar dari 5% (0.05) artinya <italic id="_italic-154">Debt to Equity Ratio</italic> tidak mampu mempengaruhi harga saham.</p>
      <p id="paragraph-73c412dc72b88aff8df3c6591b739a52">c) Uji Pengaruh <italic id="_italic-157">Price Earning Ratio</italic> (X <sub id="_subscript-6">3</sub> ) Terhadap Harga Saham (Y).</p>
      <p id="_paragraph-64">Hasil sig. sebesar 0.005 nilai ini lebih kecil dari tingkat signifikansi 5% (0,005 ≤ 0,05) Artinya variabel <italic id="_italic-158">price earning ratio </italic>(X<sub id="_subscript-7">3</sub>) mampu mempengaruhi harga saham (Y).</p>
      <p id="_paragraph-65">B. Pembahasan </p>
      <p id="_paragraph-66">Pengaruh <italic id="_italic-159">Earning Per Share</italic> Terhadap Harga Saham</p>
      <p id="_paragraph-67">Hasil uji hipotesis pertama membuktikan bahwa <italic id="_italic-160">Earning </italic><italic id="_italic-161">Per</italic><italic id="_italic-162"> Share</italic> berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Hasil tersebut sesuai dengan hasil penelitian yang didapatkan oleh [22] dalam penelitiannya menyebutkan bahwa <italic id="_italic-163">Earning Per Share</italic> mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham pada perusahaan <italic id="_italic-164">food and beverage</italic>, hasil yang dilakukan yaitu perusahan yang dapat menghasilkan laba bersih yang cenderung tinggi perusahaan tersebut dapat membuat investor untuk tertarik dalam menanamkan sahamnya karena dinilai pada perusahaan yang memiliki laba yang stabil akan dapat lebih baik pula dalam melakukan pengembalian atas saham yang ditanamkan (dividen). <italic id="_italic-165">Earning Per Share</italic> dapat mencerminkan tingkat pertumbuhan laba perusahaan, berdasarkan teori sinyal (<italic id="_italic-166">signalling</italic><italic id="_italic-167">theory),</italic>jumlah <italic id="_italic-168">Earning</italic><italic id="_italic-169">Per</italic><italic id="_italic-170">Share</italic>(EPS)yang ditunjukkan oleh perusahaan dalam laporan keuangan dapat memberikan sinyal baik <italic id="_italic-171">(good</italic><italic id="_italic-172">news)</italic>kepada para investor. Tingginya nilai <italic id="_italic-173">Earning Per Share</italic> maka dapat mengindikasikan bahwa investor akan diuntungkan karena pengembalian yang tinggi pula dalam tiap saham lembar yang ditanamkan.</p>
      <p id="_paragraph-68">Pengaruh <italic id="_italic-174">Debt To Equity Ratio </italic>Terhadap Harga Saham.</p>
      <p id="_paragraph-69">Hasil uji hipotesis ketiga membuktikan bahwa <italic id="_italic-175">Debt to Equity Ratio</italic> tidak berpengaruh terhadap harga saham. Hasil ini didukung oleh riset terdahulu [10] hasil tersebut membuktikan bahwa <italic id="_italic-176">Debt to Equity Ratio</italic> tidak berpengaruh terhadap harga saham, hasil tersebut sesuai dengan pengamatan yang ada investor menanamkan sahamnya di perusahaan <italic id="_italic-177">food and beverage</italic> tidak melihat tingginya hutang yang digunakan sebagai modal perusahaan namun investor tertarik menanamkan sahamnya berdasarkan kinerja perusahaan yang dinilai dari keuntungan yang dapat dihasilkan karena jika perusahaan dapat menhasilkan keuntungan yang baik maka hutang tersebut dapat diminimalisisr dan perusahaan akan mampu menanggung liabilitas baik jangka pendek maupun jangka panjangnya dari profit yang dihasilkan sehingga tingkat pengembalian dividen atas saham yang telah ditanamkan oleh investor memiliki pengembalian yang tinggi. Hal ini lah yang menyebabkan bahwa <italic id="_italic-178">Debt to Equity Ratio</italic> (DER) merupakan rasio yang digunakan untuk membandingkan antara jumlah utang (<italic id="_italic-179">debt</italic>) perusahaan dengan jumlah ekuitas (<italic id="_italic-180">equity</italic>) tidak dapat mempengaruhi harga saham yang ada pada perusahaan <italic id="_italic-181">food and beverage</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-70">Pengaruh <italic id="_italic-182">Price Earning Ratio</italic> Terhadap Harga Saham.</p>
      <p id="_paragraph-71">Hasil uji hipotesis ketiga variabel <italic id="_italic-183">Price Earning Ratio</italic> berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Hasil tersebut sesuai dengan hasil yang didapatkan oleh penelitian terdahulu oleh [16] yang memberikan hasil bahwa <italic id="_italic-184">Price Earning Ratio</italic> berpengaruh terhadap harga saham. <italic id="_italic-185">Price Earning Ratio</italic>(PER)merupakan rasio keuangan yang digunakan oleh investor sebagai pengukuran dari sejauh mana perusahaan dapat tumbuh sesuai dengan yang diharapkan investor. Dalam penelitian ini harga saham yang dimiliki oleh perusahaan sektor <italic id="_italic-186">food and beverage</italic> tergolong stabil dan memiliki harga saham yang wajar menunjukkan bahwa perusahaan dapat tumbuh dengan baik jika dinilai dengan harga pasar per lembar dan laba per lembar saham yang dihasilkan. Investor akan mengetahui apakah harga saham tergolong wajar atau tidak atau sesuai dengan kondisi saat ini. Berdasarkan teori sinyal <italic id="_italic-187">(signalling theory), </italic>semakin tinggi nilai <italic id="_italic-188">Price</italic><italic id="_italic-189">Earning</italic><italic id="_italic-190">Ratio </italic>(PER)maka akan menunjukkan tingkat pertumbuhan perusahaan yang tinggi, sehingga akan menyebabkan kenaikan pada harga saham, hal ini lah yang menyebabkan bahwa <italic id="_italic-191">Price Earning Ratio</italic> (PER) dapat mempengaruhi harga saham yang ada diperusahaan sektor <italic id="_italic-192">food and beverage</italic>..</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="_paragraph-72">Sesudah penelitian dilakukan maka sesuai dengan hasil analisis penelitian maka kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut : Uji hipotesis menunjukkan bahwa <italic id="_italic-193">Earning Per Share</italic> berpengaruh terhadap harga saham kemudian pengujian hipotesis kedua menunjukkan bahwa <italic id="_italic-194">Debt to Equity Ratio</italic> tidak berpengaruh terhadap harga saham dan pengujian hipotesis ketiga menunjukkan bahwa <italic id="_italic-195">Price Earning Ratio</italic> berpengaruh terhadap harga saham pada perusahaan <italic id="_italic-196">food and beverage</italic>yang terdaftar di BEI periode tahun 2016-2019.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>