<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Analisis Pembelajaran Daring Ditinjau dari Aspek Minat Belajar Siswa Kelas V SDN Sawocangkring</article-title>
        <subtitle>Analysis of Online Learning From the Aspect of Learning Interest of Class V SDN Sawocangkring</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-6396ace7a0e6fa2bf1927a5c8c11320e" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>soleh</surname>
            <given-names>muhamad</given-names>
          </name>
          <email>ucihasoleh5@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-764151f52e1f0f64425a77fd797f249c" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Wati</surname>
            <given-names>Tri Linggo</given-names>
          </name>
          <email>trilinggowati@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2021-09-21">
          <day>21</day>
          <month>09</month>
          <year>2021</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-54a8e9c211dc43275da52dc25d994988">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-12">Dunia pendidikan kali ini sedang porak poranda akibat pandemi, pendidikan harus mencari terobosan lain agar pembelajaran tetap berjalan. COVID-19 memberikan pengaruh yang tidak terduga bagi dunia pendidikan [1], dimana pembelajaran yang umumnya dilaksanakan tatap muka secara Langsung di dalam suatu ruang kelas, dimana dapat terjadi interaksi langsung antar siswa dengan guru yang memungkinkan pembelajaran akan lebih menyenangkan dan menarik serta penyampaian materi yang lebih mudah dipahami siswa harus berubah. Perubahan pembelajaran yang menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan kewajiban guru dan siswa yang sama seperti saat pembelajaran tatap muka. Dimana guru berkewajiban tetap melaksanakan tugas sebagai seorang pengajar, dengan ini guru harus tetap memastikan bahwa siswa mendapatkan hak untuk memperoleh pengetahuan dan informasi. Indonesia menerapkan pembelajaran daring tepat 17 Maret 2020 pembelajaran daring mulai dilaksanakan, dilansir dari situs Kemendikbud menerangkan bahwa berdasarkan surat edaran resmi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 tertanggal 17 Maret 2020 tentang Pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah atau biasa disebut WFH (work from home) dalam rangka pemutusan rantai penyebaran Corona Virus COVID-19 [2].</p>
      <p id="_paragraph-13">Pembelajaran daring merupakan pembelajaran jarak jauh dimana anak-anak mulai melakukan kegiatan belajar dari rumah masing-masing tanpa harus pergi kesekolah. Di samping itu guru sebagai pengajar harus mampu menguasai teknologi, karena pada pembelajaran daring pengguna harus menguasai teknologi supaya pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh tetap berjalan dengan efektif. Pembelajaran daring biasanya dilakukan melalui video conference, diskusi melalui grup whatsapp dan classroom. Dengan berbagai media tersebut guru sebagai pendidik dapat memantau siswa dari jarak jauh terkait dengan pembelajaran, seperti pengumpulan tugas. Dengan adanya penutupan sekolah tentu akan berdampak pada pendidikan di Indonesia yaitu berubahnya pola sistem pengajaran yang mulanya melalui tatap muka harus berubah menjadi pembelajaran jarak jauh. Tentu saja ini membuat guru, siswa bahkan orang tua harus berpindah atau bermigrasi ke jalur daring atau biasa disebut e-learning atau di Indonesia disebut pembelajaran daring. Dengan menyadari bahwa ada banyak kesenjangan terhadap akses teknologi pembelajaran dan keragaman latar belakang peserta didik, pemberlakuan kebijakan pembelajaran jarak jauh harus tetap dilaksanakan hal ini diungkap secara tegas oleh Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia. Pembelajaran daring adalah solusi dalam keadaan seperti ini, dimana semua orang diharuskan untuk sosial distancing untuk mengurangi interaksi dengan banyak orang. Meskipun sekolah ditutup untuk sementara waktu tetapi pembelajaran harus terus berjalan agar siswa tidak tertinggal tuntutan materi yang sudah diterapkan berdasarkan kelas masing-masing. Terlepas dari itu, pembelajaran daring harus sesuai dengan kompetensi yang sudah ditetapkan. Pembelajaran daring merupakan suatu cara pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru untuk merencanakan kegiatan pembelajaran yang sesuai guna mencapai tujuan dari proses pembelajaran dengan berbantuan jaringan komputer atau alat yang mendukung lainnya yang tersambung dengan internet [3]. Pembelajaran daring juga harus dipersiapkan dengan baik dengan berbagai komposisi pembelajaran yang menarik agar siswa dapat menangkap penjelasan guru serta memberikan kesan yang baik selama pembelajaran, terlebih lagi jika pembelajaran dapat menumbuhkan minat belajar siswa.</p>
      <p id="_paragraph-14">Minat belajar siswa merupakan hal yang terpenting untuk mencapai tujuan dari proses pembelajaran. Minat belajar juga merupakan satu dari banyaknya faktor penting untuk pencapaian keberhasilan belajar siswa dimana minat belajar siswa tumbuh dari diri peserta didik yang bersangkutan [4]. Faktor eksternal minat belajar dapat dilihat dari cara guru dalam melakukan proses pembelajaran, guru berperan penting dalam menumbuhkan minat belajar siswa, ditinjau dari cara mengajarnya yang tidak membosankan, menyenangkan, serta selalu memberikan motivasi atau dukungan yang tentunya membangun. Minat mempengaruhi tiga aspek penting dalam pengetahuan seseorang yaitu perhatian, tujuan dan tingkat pembelajaran [5]. Minat disini tidak hanya bertindak sebagai pendorong pengetahuan melainkan bertindak sebagai pendorong sikap. Selanjutnya pengertian minat belajar adalah sikap ketaatan pada kegiatan belajar, baik menyangkut perencanaan jadwal belajar maupun inisiatif melakukan usaha tersebut dengan sungguh-sungguh.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-ab79b14e01372e945bfe5218c2e8cf33">
      <title>Metode</title>
      <sec id="heading-6823305fcfb6c85fa14a42eaa3cc8215">
        <title>Jenis Penelitian</title>
        <p id="_paragraph-16">Penelitian ini berjudul “Analisis Pembelajaran Daring Ditinjau Dari Aspek Minat Belajar Siswa Kelas V SDN Sawocangkring” adalah jenis penelitian naratif deskriptif jenis kualitatif, yaitu penelitian yang menjelaskan gejala, peristiwa, dan issue yang terjadi saat ini. Penelitian ini memfokuskan pembahasan pada masalah baru.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-db9e18b424fd807be439065ce9355be1">
        <title>Unit Analisis</title>
        <p id="_paragraph-17">Unit analisis penelitian ini mengacu pada judul penelitian, maka dalam hal ini unit analisis sebagai berikut :</p>
        <list list-type="bullet" id="list-980c4e8ff59d7076ce07ff6cd8978ca0">
          <list-item>
            <p>Analisis pembelajaran daring adalah seperangkat prosedur yang telah diterapkan guna untuk mengetahui tujuan pembelajaran, sudah menetapkan langkah-langkah yang relevan supaya mencapai tujuan, kegiatan belajar mengajar yang melibatkan guru dan siswa serta dilakukan dengan berbantuan internet. Melalui pembelajaran daring guru menyampaikan pembelajaran dalam bentuk konvensional [6].</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Minat belajar siswa merupakan ketertarikan pada suatu hal tertentu yang membuat perasaan senang ketika berhubungan atau sedang menjalankan dalam suatu bidang tertentu [7].</p>
          </list-item>
        </list>
      </sec>
      <sec id="heading-a0bc6d5f8e6c36b810f88539a1fea21e">
        <title>Subjek dan Setting Penelitian</title>
        <p id="_paragraph-18">Subjek sekunder yang dipilih pada penelitian ini adalah guru dan Siswa kelas V SDN Sawocangkring. Sedangkan subjek primer yang dipilih pada penelitian ini adalah 3 siswa kelas V pengambilan sampel ini didasari karena subjek dirasa selalu mengikuti proses pembelajaran dengan baik sehingga subjek sudah bisa menjadi gambaran seluruh siswa dan dapat mengetahui hal-hal yang mempengaruhi minat belajar. Setting yang dipilih oleh peneliti adalah</p>
        <p id="_paragraph-19">SDN Sawocangkring yang beralamatkan di Desa Sawocangkring Kecamatan Wonoayu yang berada di Sidoarjo. Pemilihan lokasi SDN Sawocangkring dilatar belakangi dengan peneliti yang sering melihat banyaknya siswa SDN Sawocangkring yang setiap 1 minggu sekali datang ke sekolahan untuk melakukan pembelajaran secara luring.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-f7f26fde521103addf0e4556237abec0">
        <title>Teknik Pengumpulan Data</title>
        <p id="_paragraph-20">Pengumpulan data merupakan langkah yang sangat penting dalam penelitian, karena itu seorang peneliti harus terampil dalam mengumpulkan data agar mendapatkan data yang valid. Adapun teknik yang digunakan oleh peneliti untuk pengumpulan data, sebagai berikut:</p>
        <list list-type="bullet" id="list-2b2c8f53857edb4eac254ea55585dea6">
          <list-item>
            <p>Observasi</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Wawancara</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Dokumentasi</p>
          </list-item>
        </list>
      </sec>
      <sec id="heading-db55c7a711feb6a3188d8fa8424d3a68">
        <title>Pengecekan Keabsahan Data</title>
        <p id="_paragraph-21">Dalam melakukan pengecekan keabsahan data mengenai Analisis Pembelajaran daring ditinjau dari aspek minat belajar siswa kelas V SDN Sawocangkring, peneliti melakukan sebuah pengamatan melalui Uji Kredibilitas (Credibility) dengan menggunakan teknik Triangulasi.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-8974168ea51ce496fee539a00d382e03">
        <title>Teknik Analisis Data</title>
        <p id="_paragraph-22">Teknik analisis data merupakan usaha dalam menganalisis data yang di peroleh dengan cara deskriptif gambaran data yang di peroleh berupa kata-kata yang di pisahkan untuk memperoleh sebuah kesimpulan, adapun data yang di perlukan seperti hasil observasi, wawancara dan catatan data-data yang lain [8]. adapun komponen-komponen yang di perlukan:</p>
        <list list-type="bullet" id="list-77b6a4cb4438a218d0c08a19adf61150">
          <list-item>
            <p>Reduksi data (<italic id="_italic-17">Reduction</italic>)</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Sajian Data (<italic id="_italic-18">Display)</italic></p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Penarikan Kesimpulan (<italic id="_italic-19">Conclusing Drawing)</italic></p>
          </list-item>
        </list>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-e7e2feee5d86e3c7f45a692fc1fe6afc">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <sec id="heading-9293d3f0526864e02260fcab8926955d">
        <title>Penerapan pembelajaran daring pada siswa kelas V di SDN Sawocangkring</title>
        <p id="_paragraph-23">Pembelajaran daring merupakan proses pembelajaran jarak jauh dimana anak-anak melakukan pembelajaran dari rumah dengan bantuan smartphone dan internet [9]. Di SDN Sawocangkring saat ini masih kesulitan dalam melakukan pembelajaran daring, dikarenakan ketidak siapan kondisi dan situasi serta kurangnya fasilitas yang digunakan mengakibatkan pembelajaran dari belum berjalan secara maksimal. orang tua yang bekerja di pagi hari juga menjadi kendala saat anak tidak memiliki sarana belajar (<italic id="_italic-20">handphone</italic>) untuk mengakses pembelajaran di pagi hari sehingga harus menunggu orang tua pulang kerja. Kesulitan siswa dalam memahami materi, mengerjakan tugas evaluasi sering terjadi dikarenakan siswa belajar secara mandiri. Pembelajaran daring selama ini berjalan dengan baik Hanya di awal pembelajar daring guru dan siswa melakukan video conference melalui zoom Guru mengalami kesulitan dalam pembelajaran daring dan sudah menemukan solusi untuk permasalah tersebut Setiap hari guru memberikan materi dan tugas melalui Grup WA (<italic id="_italic-21">whatsapp</italic><italic id="_italic-22">)</italic> berupa materi video yang dibuat guru dan link youtube serta link materi Guru memberikan evaluasi pembelajaran berupa soal-soal berbentuk file, pengumpulan tugas secara luring ke sekolah merupakan kesempatan tatap muka Guru untuk memberi penguatan materi, walaupun Hanya sebagian siswa yang menanyakan kesulitan dalam mengerjakan soal saat bertemu guru.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-b833464d34af24a0a5d73daae0cfae78">
        <title>Minat belajar siswa SDN Sawocangkring</title>
        <p id="_paragraph-24">Minat belajar adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan kepada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan sesuatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat. minat belajar dapat diartikan sebuah ketertarikan atau suatu rasa lebih suka pada suatu aktivitas dalam proses pembelajaran yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan pada diri seseorang dalam kegiatan pembelajaran tanpa ada faktor dari segala bentuk apapun yang memaksa seseorang untuk selalu mengikuti proses pembelajaran dari awal sampai akhirnya proses pembelajaran [10].</p>
        <p id="_paragraph-25">Sedangkan yang ditemukan peneliti ketika peneliti melakukan penelitian secara langsung dilapangan dengan menggunakan teknik triangulasi yang berupa observasi, wawancara dan dokumentasi pada 3 subjek antara lain yaitu:</p>
        <list list-type="bullet" id="list-e72df164af643462d535935cfbbc6efa">
          <list-item>
            <p>Pada subjek 1 terlihat bahwa di awal pembelajaran siswa terlihat bersemangat dalam belajar tetapi ketika sudah terlalu lama belajar siswa lebih asik bermain sendiri dengan hal-hal yang ada di sekitar daripada memperhatikan penjelasan dari materi yang diberikan oleh guru. Ketika ada waktu luang siswa lebih sering menggunakan waktu luangnya dengan bermain dari pada untuk mengerjakan soal-soal latihan. Ketertarikan siswa Ketika guru memberi materi siswa tidak terlalu ikut terlibat dalam penyampaian materi tetapi ketika guru meminta siswa mengerjakan soal latihan siswa sering bertanya tentang pelajaran yang tidak mengerti kepada kakaknya. Tanpa adanya perintah dari guru maupun perintah dari orang lain siswa tidak pernah membaca buku pelajaran.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Untuk subjek 2 pada indikator rasa senang, ketika peneliti melakukan observasi di lapangan peneliti menemukan bahwa siswa lebih sering bermain daripada mengikuti pembelajaran. Tanpa diperintah oleh guru maupun orang lain siswa tidak pernah meluangkan waktunya untuk mengerjakan soal-soal latihan, siswa lebih suka memanfaatkan waktu luangnya dengan bermain. Ketika pembelajaran siswa asik bermain, tidak pernah menyiapkan peralatan-peralatan belajar sebelum melakukan pembelajaran, siswa akan menyiapkan peralatan tersebut jika ada tugas dari guru.</p>
          </list-item>
          <list-item>
            <p>Untuk subjek 3 pada indikator rasa senang siswa terlihat siswa hanya bersemangat di pagi hari saja ketika sudah siang hari siswa lebih asik bermain sendiri. Peneliti tidak pernah melihat siswa memanfaatkan waktu luangnya untuk mengerjakan soal-soal latihan, karena jika ada waktu luang siswa lebih asik menggunakan waktu tersebut dengan bermain. siswa tidak pernah menyiapkan buku dan alat tulis lainnya yang dibutuhkan ketika dalam proses pembelajaran berlangsung , karena siswa hanya membutuhkan smartphonenya, siswa akan mengambil buku dan alat tulis lainnya jika ada tugas yang diberikan oleh guru.</p>
          </list-item>
        </list>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-cd3ba167fcd3200963f75e00b4abcad8">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="_paragraph-27">Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti secara langsung dilapangan, dan telah dipaparkan oleh peneliti pada bab sebelumnya mengenai analisis pembelajaran daring di tinjau dari aspek minat belajar siswa kelas V SDN Sawocangkring, peneliti dapat menyimpulkan bahwa pembelajaran daring belum berjalan dengan baik seperti halnya pembelajara luring yang biasa dilakukan di dalam kelas, hal ini dapat dilihat dari keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran yang dirasa kurang maksimal, serta minat belajar siswa yang rendah dikarenakan ketika proses pembelajaran. Siswa sering tidak memperhatikan kegiatan pembelajaran dan lebih banyak diam, siswa tidak pernah memperhatikan kegiatan pembelajaran karena siswa terlalu sering bermain dan tidak mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kurangnya minat belajar siswa pada saat mengikuti proses pembelajar daring, sudah diuraikan pada indikator minat belajar siswa yang kurang memperhatikan pelajaran dengan baik dan kurang ketertarikan siswa terhadap pembelajaran yang berlangsung dapat disimpulkan bahwa siswa memiliki minat belajar yang rendah, Karena dapat diketahui bahwa minat belajar adalah suatu ketertarikan atau kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan dalam proses pembelajaran.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>