<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>HUBUNGAN ANTARA SUBJECTIVE WELL BEING DENGAN PERILAKU NARSISTIK PADA MAHASISWA PENGGUNA INSTAGRAM DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO</article-title>
        <subtitle>THE RELATIONSHIP BETWEEN SUBJECTIVE WELL BEING AND NARSISTIC BEHAVIOR IN INSTAGRAM USING STUDENTS AT MUHAMMADIYAH UNIVERSITY, SIDOARJO</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-c339e438e2a25651efe9266ee82b5b66" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Trissandy</surname>
            <given-names>Arum</given-names>
          </name>
          <email>arumrissa@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2021-09-10">
          <day>10</day>
          <month>09</month>
          <year>2021</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-f17cc4c8118ab353f4ebb423cd125efb">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-12">Internet merupakan teknologi yang dimanfaatkan masyarakat saat ini untuk mempermudah dalam menjalin komunikasi jarak jauh, serta melakukan sosialisasi melalui media sosial dengan sesame pengguna tanpa mengenal batasan ruang dan waktu .[1] Komunikasi dan informatika (Kemenkominfo) memberi informasi terdapat 63 juta orang pengguna internet di Indonesia, 95 persen diantaranya menggunakan internet untuk mengakses media sosial yang mereka miliki [2]. Media sosial yang populer di kalangan remaja saat ini yaitu Instagram (Nugroho, 2019). Instagram adalah media sosial yang digunakan dengan cara membagaikan video dan foto untuk menunjukkan seberapa eksistensi penggunanya dengan pengguna lain (Maulhayat, Kesuma, &amp; Amiruddin, 2018). Sebuah lembaga analisis Internasional sosial media NapoleonCat menyatakan bahwa pengguna instagram mencapai 28,2% pengguna atau 77.190.000 dari populasi di Indonesia pada Agustus 2020. Pengguna tersebut berusia antara 18 hingga 24 tahun yang menjadi kelompok pengguna terbesar di Indonesia saat ini, dengan total 28 juta pengguna instagram. Dalam rentang usia tersebut pengguna instagram berada pada jenjang pendidikan yaitu seorang mahasiswa. Mahasiswa ialah individu yang sedang berada dalam masa tahapan perkembangan remaja akhir atau dewasa awal, dimana dalam masa pertumbuhan kepribadian, individu juga mengetahui dan menerima kemampuan diri didalam lingkungan sekitarnya. Sebagai mahasiswa tentu memiliki suatu kebutuhan serta permasalahan yang sedang dihadapi seperti kebutuhan untuk dimiliki dan dicintai, kebutuhan untuk dianggap penting, kebutuhan akan harga diri tinggi, kebutuhan aktualisasi diri dan perwujudan diri, kebutuhan informasi, serta kebutuhan untuk lebih dimengerti. [3]</p>
      <p id="_paragraph-13">Penggunaan instagram pada mahasiswa dapat menjadi suatu tempat untuk terpenuhinya kebutuhan yang memberi rasa bahagia, serta dapat memberi kepuasan hidup dalam kehidupannya namun hal tersebut dapat menyebabkan munculnya fenomena perilaku narsistik untuk para pengguna instagram. Penggunaan instagram secara berlebihan dan aktif mengunggah foto setiap waktu, mengalami peningkatan ciri narsistik 25% karena individu akan memposting segala aktifitas yang dilakukannya dan ketika mendapat berbagai reaksi dari pengguna lain, hal tersebut mampu memberikan ketertarikan yang kuat untuk lebih sering menggunakan media sosial Instagram. Namun memposting berbagai kegiatan dalam sehari-hari secara berlebihan sehingga dapat menganggu lingkungan sekitar serta mampu menjadikan individu sedikit memiliki rasa empati yang akan mendorong subjek memiliki perilaku narsistik.</p>
      <p id="_paragraph-14">Berdasarkan penelitian sebelumnya pengguna instagram rentan mengalami perilaku narsistik, salah satu faktornya yaitu harga diri, kepercayaan diri dan rasa kepentingan diri yang tinggi, sehingga dapat menyebabkan perilaku narsistik yang dialami individu. Hasil penelitiannya membuktikan bahwa terdapat 10,7% mahasiswa pengguna instagram tergolong dalam kategori perilaku narsistik tinggi (Rekayasa, 2019). Peneliti lainnya juga berpendapat bahwa perilaku narsistik yang dialami mahasiswa dapat bersumber dari hubungan interpersoalnya, seperti penerimaan diri, harga diri , kesepian, dan kontrol diri.</p>
      <p id="_paragraph-15">Bedasarkan hasil wawancara, mahasiswa pengguna instagram menunjukkan beberapa indikasi perilaku narsistik, seperti ingin menjadi pusat perhatian, ingin terlihat cantik, menunjukkan diri ideal, mengharapkan komentar pujian dari orang lain dan mendapat penghargaan dari orang lain. Sehingga memunculkan beberapa indikasi perilaku narsistik pada mahasiswa seperti ingin menunjukkan diri yang ideal, menjadi pusat perhatian disekitarnya, ingin dirinya terlihat cantik, mengharapkan komentar pujian dari orang lain, dan mendapat penghargaan dari orang lain. Indikasi perilaku yang ditampakkan tersebut sesuai dengan aspek perilaku narsistik menurut pendapat Raskin dan Terry [5]. Selain itu, hasil survey awal menunjukkan tingkat stres akademik peserta didik 10,7% dalam kategori tinggi, 74% kategori sedang, dan 14,8% kategori rendah. Sehingga hal tersebut perlu diperhatikan karena perilaku narsistik dapat berpengaruh pada kepuasan hidup mahasiswa kedepannya.</p>
      <p id="_paragraph-16">Fenomena perilaku narsistik yang sedang terjadi perlu mendapat perhatian khusus karena dapat berdampak pada masalah interpersonal, lingkungan, dan kesehatan psikologis atau fisik lainnya. Salah satu dampaknya yaitu dalam pergaulan individu sehari-hari, individu hanya sedikit memiliki rasa empati pada perasaan orang lain, mereka akan lebih cenderung mencintai diri sendiri [6] serta selalu tertarik hanya pada dirinya sendiri untuk tetap eksis dimanapun kapanpun dan tidak memperdulikan keamanan dirinya sendiri [7]. Menurut (Kilic &amp; Eryilmas, 2019) penyebab timbulnya perilaku narsistik dapat dipengarui oleh empat faktor, yaitu faktor harga diri, depresi, kesepian, dan <italic id="_italic-102">subjective </italic><italic id="_italic-103">well </italic><italic id="_italic-104">being</italic> . Berdasarkan faktor dan munculnya fenomena dikalangan mahasiswa universistas muhammadiyah sidoarjo bahwa kepuasana hidup dan emosional yang dirasakan individu dapat mempengaruhi perilaku narsistik. Seperti hasil penelitian sebelumnya menyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara <italic id="_italic-105">subjective </italic><italic id="_italic-106">well being</italic> dengan perilaku narsistik dengan kekuatan korelasi sedang dan koefisien korelasi sebesar -0,623 dan p= 0,000.</p>
      <p id="_paragraph-17">Menurut Diener <italic id="_italic-107">Subjectiv</italic><italic id="_italic-108">e</italic><italic id="_italic-109">well being</italic>adalah bagaimana individu dapat melakukan evaluasi terhadap kehidupannya, yang melibatkan reaksi emosi positif dan negarif pada individu. <italic id="_italic-110">Subjective </italic><italic id="_italic-111">well being</italic> terdiri dari 2 dimensi yaitu kepuasan hidup merupakan kemampuan individu dalam meyakini dan merasa puas atas apa yang sudah dilakukan secara menyeluruh di kehidupannya dimana peristiwa yang terjadi sesuai dengan harapan dan keinginannya, afektif (afek positif &amp; afek negatif) meliputi pengalaman yang mendasar dalam peristiwa yang terjadi di kehidupan individu berkaitan dengan perasaan dan emosi yang ditekankan pada tingkat kesenangan atau kesedihan, <italic id="_italic-112">Positive </italic><italic id="_italic-113">affect</italic> (afek positif) dapat menggambarkan emosi postif yang menyenangkan seperti kebahagiaan, optimisme, keceriaan, dan aktif dalam kehidupannya serta <italic id="_italic-114">Negative affect</italic> (afek negatif) menggambarkan emosi negatif yang tidak menyenangkan seperti sedih, kecewa, khawatir, dan pasif di kehidupannya[8].</p>
      <p id="_paragraph-18">Menurut Raskin dan Terry perilaku narsistik merupakan menunjukkan kekaguman pada diri sendiri secara berlebihan , merasa dirinya hebat, ingin dipuji dan dikagumi, serta sedikit memiliki rasa empati. Perilaku narsistik terdiri dari tujuh aspek yaitu otoritas, pemenuhan diri, superioritas, eksibisionisme, eksploitasi, kesombongan, perasaan berhak atau istimewah. Pada aspek eksibisionisme yang ditimbulkan seperti individu ingin menjadi pusat perhatian, menampilkan dirinya secara berlebihan sehingga tidak sesuai dengan apa yang ada pada diri individu tersebut, menjadi individu yang tidak tampil apa adanya, dan melakukan segala sesuatu dibuat – buat agar individu lain memiliki rasa kagum pada dirinya dan tidak melihat kekurangan pada dirinya. Dari aspek perilaku narsistik dapat menimbulkan pribadi yang lebih tertarik dengan hal menyangkut kesenangan pribadinya. Perilaku narsistik tidak hanya dilihat dari segi gaya hidup, finansial, namun juga prestasi, kekuasaan, penampilan serta fisik individu. Berdasarkan segi perasaan individu akan mengalami perasaan kesepian , depresi, memanfaatkan individu lain, dan stres.</p>
      <p id="_paragraph-19">Perilaku narsistik memiliki tingkat yang berbeda-beda bergantung dari cara individu merasakan kepuasan dalam hidupnya dan emosi yang dirasakan setiap harinya. Adanya <italic id="_italic-115">subjective </italic><italic id="_italic-116">well being</italic> yang baik, membantu mahasiswa untuk tidak mudah merasa stres dalam mengevaluasi hidupnya dan merasakan emosi setiap harinya. Sehingga <italic id="_italic-117">subjective </italic><italic id="_italic-118">well being</italic> berpengaruh terhadap perilkau individu dewasa.</p>
      <p id="_paragraph-20">Berdasarkan latar belakang yang dijelaskan diatas, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara <italic id="_italic-119">subjective </italic><italic id="_italic-120">well being</italic> dengan perilaku narsistik pada mahasiswa pengguna instagram di universitas muhammadiyah sidoarjo . Hipotesis dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan negatif antara <italic id="_italic-121">subjective </italic><italic id="_italic-122">well being</italic>dengan perilaku nasristik pada mahasiswa pengguna Instagram di universitas muhammadiyah sidoarjo. Artinya, jika semakin tinggi <italic id="_italic-123">subjective </italic><italic id="_italic-124">well being</italic> maka semakin rendah perilaku narsistik. Begitu sebaliknya, jika semakin rendah <italic id="_italic-125">subjective </italic><italic id="_italic-126">well being</italic> maka semakin tinggi perilaku narsistik.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-cc6c593a01acb9c010116abcf66c6928">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-21">Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kuantitatif korelasional, yang dimana bertujuan untuk mngetahui hubungan antara satu variable dengan variable yang lainnya. Populasi dalam penelitian ini merupakan mahasiswa universitas muhammadiyah sidoarjo dengan jumlah 10.806 mahasiswa. Sampel penelitian dengan jumlah 340 mahasiswa yang menjadi subjek dalam penelitianyang dipilih dnegan menggunakan table Issac &amp; Michael dengan taraf signifikasi 5%.</p>
      <p id="_paragraph-22">Teknik sampling dalam penenelitian ini menggunakan <italic id="_italic-127">probability sampling </italic>dan <italic id="_italic-128">sample random sampling.</italic> Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu skala psikologi <italic id="_italic-129">subjective </italic><italic id="_italic-130">well being</italic>(α= 0,949) serta skala perilaku narsistik (α=0,951). Penelitian ini menggunakan model <italic id="_italic-131">skala</italic><italic id="_italic-132">likert</italic>yang dimodifikasi dari penelitian sebelumnya.</p>
      <p id="_paragraph-23">Teknik yang digunakan dalam analisis data pada penelitian ini yaitu Teknik korelasi <italic id="_italic-133">product moment </italic><italic id="_italic-134">melalui</italic>melalui program SPSS 18.0 <italic id="_italic-135">for windows </italic>untuk mengetahui bagaimana hubungan antara <italic id="_italic-136">subjective </italic><italic id="_italic-137">well being</italic>dan perilaku narsistik.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-180e1663662fbc45ca1876faca7496a2">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <sec id="heading-ed7ccf8a55e7397658ff1d60cbb8ff7e">
        <title>Hasil Penelitian</title>
        <p id="_paragraph-24">Dalam penelitian ini peneliti melakukan analisis data dengan bantuan SPSS 18 untuk menguji hasil hipotesis diterim atau ditolak, tetapi sebelum melaksanakan uji hipotesis pada penelitian ini, dilakukan uji asusmsi dahulu. Uji asumsi yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas dan uji linieritas.</p>
        <p id="_paragraph-25">Hasil uji normalitas pada penelitian ini yaitu yang terdapat pada tabel uji <italic id="_italic-138">Kolmogrov</italic><italic id="_italic-139">-Smirnov </italic>yang menunjukkan jika variabel <italic id="_italic-140">subjective </italic><italic id="_italic-141">well being</italic>memiliki nilai signifikasi 0,218 &gt; 0,05 dan variabel perilaku narsistik menunjukkan 0,171 &gt; 0,05. Sehingga dapat ditarik simpulan jika variabel <italic id="_italic-142">subjective </italic><italic id="_italic-143">well being</italic>dan perilaku narsistik memiliki nilai signifikan yang lebih dari 0,05 yang artinya kedua variabel tersebut berdistribusi normal.</p>
        <table-wrap id="_table-figure-1">
          <label>Table 1</label>
          <caption>
            <title><bold id="_bold-19"/>Uji Normalitas</title>
            <p id="_paragraph-27" />
          </caption>
          <table id="_table-1">
            <tbody>
              <tr id="table-row-60a0899dd0443ae2aa49957959779508">
                <td id="table-cell-bbd1a66c4b5d5c7cad473e4fb475592d" colspan="4">One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c4de491380b9cae9ed5a2dcaa15b5dd2">
                <td id="table-cell-e75b3f9c394adad459e4914fd9428bb7" colspan="2" />
                <td id="table-cell-0d244e7dfa5444ccee989afcb038057b">SWB</td>
                <td id="table-cell-f779954221efd2ade32df65080d89e0b">NARSISTIK</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-7e5e5759c78fac629e03b077c82032d1">
                <td id="table-cell-a3ef5c952dcc1c86cd3842b35a836128" colspan="2">N</td>
                <td id="table-cell-8a12c186d93e132e991d0f07b4d3756e">340</td>
                <td id="table-cell-95ce15147682af069649aca0a365f3c5">340</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-aecc8658f0843de7f0348b37e10acb1c">
                <td id="table-cell-88fbf6d4313382c24a10cfeef8b6ef72" rowspan="5">Normal Parametersa,b</td>
                <td id="table-cell-5cc3f49d8fd90de41f72f1517b2aa201">Mean</td>
                <td id="table-cell-c16bc9d6444f6f1350d1316c2fb0b44e">87.9618</td>
                <td id="table-cell-9ddd2077a8538b593e509a3ef3a8a848">99.8324</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-d1bc0b8eb8f96aa9d6145bc6c688aca8">
                <td id="table-cell-ff3987616dcd679514ba21365d2a7b22">Std. Deviation</td>
                <td id="table-cell-90f243ca6f9bd88dd0bca313b785dd2c">13.08408</td>
                <td id="table-cell-9a4512e3584cb389e29ddb36b91c3861">11.48417</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e3b1848bff7ecbb39b32fbfb79a00ba9">
                <td id="table-cell-c43fabe55ed6a65446f5832c2d5efdba" rowspan="3">Most Extreme Differences</td>
                <td id="table-cell-fcf6a56b8410cdedd52e219c5fd364eb">Absolute</td>
                <td id="table-cell-1058c41a39e7b9e5170cfbc1cff7cb0c">.057</td>
                <td id="table-cell-be55dd6b572d41ab4dabc06e74d48d54">.060</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-03e8ea587d58db9b0658e5333a45f1a5">
                <td id="table-cell-578d147acd5d1e83105c94c79fda0f58">Positive</td>
                <td id="table-cell-3e032497601d7a31bd7b43c125467ca3">.053</td>
                <td id="table-cell-fb19fc315f087f1d0cae09e71c2a1055">.032</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-2c44c90e40954924c9b802daa3d0de34">
                <td id="table-cell-d293576d51e4de7cc1f82cb5f7753120">Negative</td>
                <td id="table-cell-1ec22a117761d7e0edf138733f78c349">-.057</td>
                <td id="table-cell-921f94ad36354b499681adfa4f73966c">-.060</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-82226ba7e710b2dc42026d6ad075e662">
                <td id="table-cell-25ebed88292650aacba262842e7c8031" colspan="2">Kolmogorov-Smirnov Z</td>
                <td id="table-cell-b323e36af59dbf180807d60fd0bb643c">1.052</td>
                <td id="table-cell-caf8e3057721abc8a58475856ab467ee">1.109</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-2714b5e06c84e8a06f49875336e6661c">
                <td id="table-cell-a496241bda3da7678c97a25e42e3db60" colspan="2">Asymp. Sig. (2-tailed)</td>
                <td id="table-cell-8ef604dbd28e10a3e827459eb729a0b1">.218</td>
                <td id="table-cell-460ff41e7b2da8c8a3720846bf327cbf">.171</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f9b4079df70c987340a4f7c29ef73e64">
                <td id="table-cell-a7dac4d28e6568058a89b9722eb116a3" colspan="4">a. Test distribution is Normal.</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-652a907e51587bb2971f7ad0fe424110">
                <td id="table-cell-8f976cb39af9f19a22aa5c2426d2ca42" colspan="4">b. Calculated from data.</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-28">Berdasarkan tabel yang dibawah ini dari hasil uji linieritas jika nilai signifikansi &lt; 0,05 maka dapat diartikan</p>
        <p id="_paragraph-29">memiliki hubungan yang linier. Pada table ini nilai signifikansi yang terdapat pada kolom <italic id="_italic-144">linearity</italic> menunjukkan nilai f = 244,370 dengan signifikansi 0,000, jadi varibel <italic id="_italic-145">subjective </italic><italic id="_italic-146">well being</italic>dan perilaku narsistik memiliki hubungan yang linier.</p>
        <table-wrap id="_table-figure-2">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title>Uji Linieritas</title>
            <p id="_paragraph-32" />
          </caption>
          <table id="_table-2">
            <tbody>
              <tr id="table-row-9c05c3e7db4f716f087e116217ed735f">
                <td id="table-cell-a5c9312cf97ca7427b1b26561b353c41" colspan="8">ANOVA Table</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ff7b31834e45ddb7e60761027f38093d">
                <td id="table-cell-1ba96919d1591520db75d0fd0e6c85e6" colspan="3" />
                <td id="table-cell-44ba354c4e18764fb6e1dad4563dc534">Sum of Squares</td>
                <td id="table-cell-a2b1d848b9756ecec56d94c9016ba2ad">df</td>
                <td id="table-cell-66c55fa5cfbcbf1ba97235924a40ca7e">Mean Square</td>
                <td id="table-cell-8e43ebf3f5e5237263a0dc20ef80e15c">F</td>
                <td id="table-cell-a00e3fd4b9c32aad125547e90d6d289e">Sig.</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-be08b91d47aeb4cf55aef8a9048df5df">
                <td id="table-cell-927b8ed28e7b8b8181382c1e459c908a" rowspan="5">Perilaku Narsistik (Y) * Subjective Well Being (X)</td>
                <td id="table-cell-27e424754bca11a36ab72ee0e9cc441f" rowspan="3">Between Groups</td>
                <td id="table-cell-63125b137c50e10595c3f89ed539af91">(Combined)</td>
                <td id="table-cell-a3dd882fabf1f3049359ff55f228268b">55193.587</td>
                <td id="table-cell-9c39af9dd626bd5dc813c6c41fe54222">50</td>
                <td id="table-cell-b38a7b05fa6fd77207e666cfe3611e00">1103.872</td>
                <td id="table-cell-f32c007bac547762cfdbba8b566a623c">11.293</td>
                <td id="table-cell-8bf31583c84ece30d7f2512e83be8778">.000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-262ee75a56c73c911e0b57d9efafad88">
                <td id="table-cell-b5dfa9d8dd1c192a7578b8012d306204">Linearity</td>
                <td id="table-cell-7dc2ee8598b0c21abd98200d15c86a9e">23886.672</td>
                <td id="table-cell-f6903aa24e97066c5163c33d73116cde">1</td>
                <td id="table-cell-608d19ebf62907511c7b63d054314c43">23886.672</td>
                <td id="table-cell-721921f8f5bdd9d955f5c1c7d5d18e0e">244.370</td>
                <td id="table-cell-743694f8ffb2b7bea9b428e0b6b93379">.000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-5a16c7bf327377dae2f6983152c69fcf">
                <td id="table-cell-c31aa53eddc6818be2f24492fad3b522">Deviation from Linearity</td>
                <td id="table-cell-d8b623402308bb1d9a6466cc47332f30">31306.915</td>
                <td id="table-cell-6bf1c4b38141dd88d9378b860e5523df">49</td>
                <td id="table-cell-d468a3d62d099e2f168482292973999b">638.917</td>
                <td id="table-cell-2a583e5347133189110032ceecb407a9">6.536</td>
                <td id="table-cell-b70a4398eba3ed276cdc4a19c5b65d6c">.000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-446010bf9aef59238bf28e5839c90ad7">
                <td id="table-cell-f6d0b325462b56c3ec908f12f93aaae1" colspan="2">Within Groups</td>
                <td id="table-cell-a00b8b09cd2a03caa8d8cc32619e840b">28249.152</td>
                <td id="table-cell-5ab5a2df4c6c6d0db05cd2393e4986a5">289</td>
                <td id="table-cell-ae0ba0af313121e6181d0a08d48982bc">97.748</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-04fd4e1cdc13133e613c7c0bf352ccbf">
                <td id="table-cell-2fb52c0f9f9f64a6b1c5c4d04f43214a" colspan="2">Total</td>
                <td id="table-cell-48b5da9fa2a60f70dcb1524d028e5ba9">83442.738</td>
                <td id="table-cell-371760ba0c52c3095853d891ea8da2b9">339</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-33">Pada uji hipotesi menunjukkan jika hasil dari uji korelasi (r<sub id="_subscript-3">xy</sub>) -0,053 dengan signifikansi 0,000. Nilai signifikansi &lt;0,05 maka hipotesis diterima, yang artinya terdapat hubungan negative signifikan anatara variabel <italic id="_italic-147">subjective </italic><italic id="_italic-148">well being</italic>dan variabel perilaku narsistik. Jika semakin tinggi <italic id="_italic-149">subjective </italic><italic id="_italic-150">well being</italic>maka semakin rendah perilaku narsistik, namun jika semakin rendah <italic id="_italic-151">subjective </italic><italic id="_italic-152">well being</italic>maka semakin tinggi perilaku narsistik.</p>
        <table-wrap id="_table-figure-3">
          <label>Table 3</label>
          <caption>
            <title>Uji Hipotesis</title>
            <p id="_paragraph-36" />
          </caption>
          <table id="_table-3">
            <tbody>
              <tr id="table-row-3b557619f94a44bfbae7a66328fac8cc">
                <td id="table-cell-bb9619bca338db207a6ba395a17b643f" colspan="4">Correlations</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-d7757bf47e3e6805174eb56183056b94">
                <td id="table-cell-3e924df801b12bd9303c06acae8cb06c" colspan="2" />
                <td id="table-cell-5583713b643f1c1219995a59e5614e17">Subjective Well Being (X)</td>
                <td id="table-cell-33a0de754ae8a4da44086b5b11aba07f">Perilaku Narsistik (Y)</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-6578544d9ab435dd1d7d9971ddc64f62">
                <td id="table-cell-eefe55a60efe4daf9229dadee4103cc2" rowspan="6">Subjective Well Being (X)</td>
                <td id="table-cell-3f353b68d834031dc26994222fdb5e61">Pearson Correlation</td>
                <td id="table-cell-551d6c8d2c6786b52cc87e48aa4d3d6a">1</td>
                <td id="table-cell-b3300adbbfcf32dff70740de7f8dfa08">-.535**</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-d857167c2037a8a6863b91b52d20745c">
                <td id="table-cell-f0ee8ab0c808c526317f30b285daad16">Sig. (2-tailed)</td>
                <td id="table-cell-c80598518e760d5aa48fa74fa9bb140e">.000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-35b44fdc9887860a68eceae37391ad01">
                <td id="table-cell-22e46c6eea0285393933744b11bfc911">N</td>
                <td id="table-cell-967763d2bdbbe147be1ade3197077497">340</td>
                <td id="table-cell-a396e848417854b4aa459e89f1ba1f68">340</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-b555184ada90d173fb4895739bd2295e">
                <td id="table-cell-d13ac46f25ab4a09a31ffcb64c89bf08" rowspan="3">Perilaku Narsistik (Y)</td>
                <td id="table-cell-5e8ed4a12bc8582fd9d66d9be74c2912">Pearson Correlation</td>
                <td id="table-cell-385a89f1b2c78c4a72cfc863abd45bfe">-.535**</td>
                <td id="table-cell-adbddeb7f5f27be81dd51314d69132cf">1</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-0901dec8ab919e55f0c5a70368fc9380">
                <td id="table-cell-ce2faccc9f56034e6725d6525613d408">Sig. (2-tailed)</td>
                <td id="table-cell-5d7524bf52b3f512456e394320839253">.000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ccdc727111121bee958990426dbde24b">
                <td id="table-cell-b265d464eb5eeb43f747a3df806970f3">N</td>
                <td id="table-cell-8098437c7ec680a56779f7bb0e69912e">340</td>
                <td id="table-cell-e0b25cecd5d03dd7dc9831d6d0df9f6a">340</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c66590f0248020c64ff14ea358204288">
                <td id="table-cell-22a4924be094253b4d98ad8fc0b5f9a8" colspan="4">**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-37">Berdasarkan tabel sumbangan efektif, dapat diketahui bahwa sumbangan variabel <italic id="_italic-153">subjective </italic><italic id="_italic-154">well being</italic>pada variabel perilaku narsistik sebesar 28,6 %. Hasil yang diperoleh dari R <italic id="_italic-155">square </italic>0.028 x 100% = 28,6%. Artinya pengaruh <italic id="_italic-156">subjective </italic><italic id="_italic-157">well being</italic>terhadap 28,6%, dan sisanya 71,4% dapat dipengaruhi faktor lainnya.</p>
        <table-wrap id="_table-figure-4">
          <label>Table 4</label>
          <caption>
            <title>Sumbangan Efektif</title>
            <p id="_paragraph-40" />
          </caption>
          <table id="_table-4">
            <tbody>
              <tr id="table-row-fc28de24e7413c0dc704ddaeaf751a9e">
                <td id="table-cell-6ae11a4f67682cdd9d6cb9a169f67383" colspan="5">Model Summary b </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-dceacb7aad54d231475b7efa90e39490">
                <td id="table-cell-f1ba9bfe0f45f01a86d5b263a403625b">Model</td>
                <td id="table-cell-f54a017686258a56c3e71dbca5386cf3">R</td>
                <td id="table-cell-1606cf4bee6d7521d8432b78a44a603c">R Square</td>
                <td id="table-cell-bb64f145d3349282293967d2526dbdb0">Adjusted R Square</td>
                <td id="table-cell-917ec56c53161378e9d2c9843d87c027">Std. Error of the Estimate</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-8783e793725d1a9c444362c54e727a50">
                <td id="table-cell-ce1859a38983860508e67c61dabee223">1</td>
                <td id="table-cell-7b0571cc12f22924c29ef69973bdfc5c">.535a</td>
                <td id="table-cell-0cf3e68996d19a86d83ca02729dd10d5">.286</td>
                <td id="table-cell-368cba2ee42fa9112f853b817f1ce87d">.284</td>
                <td id="table-cell-2a4aa94386fe863dc398d986c9c0f371">15.219</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-3e0b6018131a1decd11e6e8cf116889c">
                <td id="table-cell-2d1f21bbbf8df3c839bc547fac95fdd4" colspan="5">a. Predictors: (Constant), Subjective Well Being (X)</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-7533fb71745bd9bd31fcc44a1f80679d">
                <td id="table-cell-90b60de2feb27605bb1da1d68778eeef" colspan="5">b. Dependent Variable: Perilaku Narsistik (Y)</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-41">Tabel 5 menunjukkan kategorisasi subjek dengan jumlah 340 subjek, terdapat 21 subjek memiliki tingkat <italic id="_italic-158">subjective </italic><italic id="_italic-159">well being</italic>sangat rendah, 81 subjek yang memiliki tingkat <italic id="_italic-160">subjective </italic><italic id="_italic-161">well being</italic>rendah, 156 subjek memiliki tingkat <italic id="_italic-162">subjective </italic><italic id="_italic-163">well being</italic>sedang, 64 subjek dengan tingkat <italic id="_italic-164">subjective </italic><italic id="_italic-165">well being</italic>tinggi , serta 18 subjek dengan tingkat <italic id="_italic-166">subjective </italic><italic id="_italic-167">well being</italic>sangat tinggi.</p>
        <p id="_paragraph-42">Selain itu terdapat kategorisasi dari perilaku narsistik, terdapat 21 subjek memiliki tingkat perilaku narsistik yang snagat rendah, 51 subjek memiliki tingkat perilaku narsistik rendah, 178 subjek dengan tingkat perilaku narsistik</p>
        <p id="_paragraph-43">Sedang, 77 subjek memiliki tingkat narsistik tinggi, dan terdapat 13 subjek memiliki tingkat perilaku narsistik yang sangat tinggi.</p>
        <table-wrap id="_table-figure-5">
          <label>Table 5</label>
          <caption>
            <title><bold id="_bold-41"/>Kategori Skor Subjek</title>
            <p id="_paragraph-45" />
          </caption>
          <table id="_table-5">
            <tbody>
              <tr id="table-row-957377e409f3901e3a2a3baaed0d0642">
                <td id="table-cell-47b22296c390cc03223e4c93e81d8a05" rowspan="3">Kategori</td>
                <td id="table-cell-e4fcaa9e68961106c2a57642a6c388da" colspan="4">Subyek Penelitian</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-1418c998f85b68f1250cfc7d0ca91ff4">
                <td id="table-cell-ceafeccf9818db36dc64895ccc11b5af" colspan="2"> Subjective Well Being </td>
                <td id="table-cell-d353cfb81b8d8ba928c0aa4d8804f5ec" colspan="2">Perilaku Narsistik</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f7c9c2142c8da1d0572fe618d1a18d8e">
                <td id="table-cell-f76ebf4c01fc74b53be8657c921c7be0">∑ Subyek</td>
                <td id="table-cell-b34f7ce56111ef94723ca0fbb2f96fa1">%</td>
                <td id="table-cell-01046fc1ad491b875990297f102de705">∑ Subyek</td>
                <td id="table-cell-9ba70578cbd35116e569c51eeb71f5e9">%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-2b6c44517c898a2b9566cd827f03b1a4">
                <td id="table-cell-09739abaeb05ed0382125a83dd8dc69d">Sangat Rendah</td>
                <td id="table-cell-947bb022a7c5caf0bb9d037570bd8766">21</td>
                <td id="table-cell-8b8bc8a3d8ce386dc4ad0e9a7f0686db">6%</td>
                <td id="table-cell-67f545c4a8c83d81c3972f62ce8cae29">21</td>
                <td id="table-cell-d1d8f1859cba73797447cc58b80149f1">6%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c45ad551623a265e822f7fc8861ffcb4">
                <td id="table-cell-a31ef91247fc082e49017279e347821e">Rendah</td>
                <td id="table-cell-b4f593b34208eb725f437ccab98acd26">81</td>
                <td id="table-cell-46914387ccb034d787e31d59db220862">24%</td>
                <td id="table-cell-5824ee9bd5f977927c00635f136e7896">51</td>
                <td id="table-cell-eb957abe9fd887bb174f564d74cc8307">15%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-8f12c4d3e285a14659e0d3f37271e213">
                <td id="table-cell-99df457cf4e1f1b3769252abb3d6e356">Sedang</td>
                <td id="table-cell-303f056ceccf888c9d8cd2880a7d83e6">156</td>
                <td id="table-cell-cf1dfc9c3c36b1c0614d704c92a84255">46%</td>
                <td id="table-cell-ad4b610beec83e11a4e2c59c2a60babe">178</td>
                <td id="table-cell-5795fdfc86fe9c83d252edccde74113b">52%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-321fc0482cf5920f345d365d7569ae40">
                <td id="table-cell-fe1fe92ef38b842fe7bfe908f6a295e3">Tinggi</td>
                <td id="table-cell-e4d207920ee733c0db3b0a86fa95389e">64</td>
                <td id="table-cell-c06a4ba766496b1844e641884725e48a">19%</td>
                <td id="table-cell-ac680dddc2ce27b7bbc7d35fa51f03fc">77</td>
                <td id="table-cell-a25922f06831cba9984ac519e80832f3">23%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-cc8e657eb789bd8d8b0a948e04fd9506">
                <td id="table-cell-b42b62be4e092e816a824eeb7f17aa98">Sangat Tinggi</td>
                <td id="table-cell-da44f11236118d901a0303a420030b56">18</td>
                <td id="table-cell-561130aa13bc32a623ef49b7d4aba5cb">5%</td>
                <td id="table-cell-0685cdc72afc23b68a80a7aef880f384">13</td>
                <td id="table-cell-b0f9a4dcd0b78bb4c7b3ff61d55a99e5">4%</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-072cd7266e501d7127e5ffad228e281d">
                <td id="table-cell-c6b75f08f083ba1be6ff7b03aab72ae0">Jumlah</td>
                <td id="table-cell-2486fb757840beab4622d5b9a6dc3ce9">340</td>
                <td id="table-cell-957d6bc00ee30af2c8852c21b03a3ba1">100%</td>
                <td id="table-cell-ce579a9e9d3420a553e1ff755f2224b2">340</td>
                <td id="table-cell-5b0a2e3faf1d5ce5b718f156cf46be21">100%</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-46">Artinya bahwa mahasiswa universitas muhammadiyah sidoarjo memiliki tingkat <italic id="_italic-169">subjective </italic><italic id="_italic-170">well being</italic>dan tingkat perilaku narsistik dalam kategori sedang. Hal tersebut berdasarkan dari persentase dan jumlah subjek pada tabel diatas, mayoritas berada pada tingkat sedang.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-024362fcf2c9841e95e0580bb78142f6">
        <title>Pembahasan</title>
        <p id="_paragraph-47">Hasil penelitian di atas menunjukkan nilai koefisien korelasi r<sub id="_subscript-4">xy</sub><sub id="_subscript-5"> =</sub> -0,535 dengan taraf signifikansi 0,000 (p &lt; 0,05). Artinya hipotesi diterima sehingga terdapat hubungan negatif signifikan antara <italic id="_italic-171">subjective </italic><italic id="_italic-172">well being</italic> dengan perilaku narsistik pada mahasiswa pengguna instagram.Sehingga jika <italic id="_italic-173">subjective </italic><italic id="_italic-174">well being</italic>semakin tinggi, maka perilaku narsistik semakin rendah. Begitupun sebaliknya, jika <italic id="_italic-175">subjective</italic><italic id="_italic-176">well being</italic>semakin rendah, maka perilaku narsistik semakin tinggi.</p>
        <p id="_paragraph-48">Hasil penelitian ini sesui dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya yang menunjukkanhubungan negative signifikan antara <italic id="_italic-177">subjective </italic><italic id="_italic-178">well being</italic> dengan perilaku narsistik, yang diperoleh (r<sub id="_subscript-6">xy</sub>) -0.623 dan taraf signifikan p = 0,000. Dan penelitian lain yang telah dilakukan oleh Letari, Utami, Ramadhani (2020) menunjukkan bahwa adanya hubungan negatif dan signifikan yang menunjukkan besarnya koefisien kolerasi antara variabel <italic id="_italic-179">subjective </italic><italic id="_italic-180">well being</italic>dengan variabel kecenderungan narsisme -0,028 dengan taraf signifikan p= 0,006. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jika semakin tinggi <italic id="_italic-181">subjective </italic><italic id="_italic-182">well being</italic>, maka perilaku narsistik semakin rendah, dan sebaliknya jika semakin rendah <italic id="_italic-183">subjective </italic><italic id="_italic-184">well being</italic><italic id="_italic-185">,</italic> maka semakin tinggi perilaku narsistik yang dialami mahasiswa. [10]</p>
        <p id="_paragraph-49">Hasil kategorisasi penelitian ini menunjukkan jika <italic id="_italic-186">subjective </italic><italic id="_italic-187">well being</italic> mahasiswa universitas muhammadiyah sidoarjo berada pada kategori sedang sebesar 46%. Artinya banyak mahasiswa universitas muhammadiyah sidoarjo yang memiliki s<italic id="_italic-188">ubjective </italic><italic id="_italic-189">well being</italic> sedang, sehingga perilaku narsistik yang dialami mahasiswa juga pada kategori sedang sebesar 52%.</p>
        <p id="_paragraph-50">Berdasarkan dari teori <italic id="_italic-190">subjective </italic><italic id="_italic-191">well being</italic>yang telah dikembangkan oleh Freud, mahasiswa yang mempunyai tingkat <italic id="_italic-192">subjective </italic><italic id="_italic-193">well being</italic> sedang, merupakan tipe individu yang sekali waktu merasakan adanya kepuasan hidup dan sekali waktu juga tidak merasakan adanya kepuasan hidup dalam diri mereka, seperti bagaimana cara individu memandang pada keseluruhan aspek di kehidupannya mulai sejak lahir sampai saat ini, dan perasaan puas yang lebih menuju pada evaluasi ranah kehidupan mereka sehari-hari, serta individu juga terkadang merasakan perasaan positif yaitu rasa senang, bahagia, aktif, bangga, berpendirian kuat, dan lainnya sebagainya. Namun terkadang individu juga merasakan perasaan negatif, seperti rasa sedih, rasa marah, rasa kecewa, dan sebagainya. Sedangkan, mahasiswa yang mengalami perilaku narsistik yang berada dalam kategori sedang, artinya individu tersebut sangat yakin dengan dirinya sendiri, selalu ingin dipuji oleh orang sekitarnya, memiliki perasaan yang sensitif terhadap kritikan, tetapi tidak membutuhkan pengakuan dari orang yang ada sekitarnya.</p>
        <p id="_paragraph-51">Adapun salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya perilaku narsistik yaitu <italic id="_italic-194">subjective </italic><italic id="_italic-195">well being</italic>Sumbangan efektif pada penelitian ini dari variabel <italic id="_italic-196">subjective </italic><italic id="_italic-197">well being</italic> dengan perilaku narsistik sebesar 28,6%, dapat disimpulkan <italic id="_italic-198">subjective </italic><italic id="_italic-199">well being</italic> memiliki pengaruh sebesar 28,6% pada perilaku narsistik. Sesuai dengan penelitian sebelumnya menyatakan jika <italic id="_italic-200">subjective </italic><italic id="_italic-201">well being</italic> memberikan pengaruh pada perilaku narsistik sebesar 6,7%[11]. Sedangkan suisanya yaitu sebesar 71,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak menjadi fokus penelitian ini.</p>
        <p id="_paragraph-52">Dari penjelasan diatas, dapat disimpulakan bahwa dalam penelitian ini bahwa adanya hubungan negatif antara <italic id="_italic-202">su</italic><italic id="_italic-203">bjective </italic><italic id="_italic-204">well being</italic> dengan perilaku narsistik pada mahasiswa pengguna Instagram di universitas muhammadiyah sidoarjo. Namun pada penelitian ini tentu memiliki kekurangan seperti, kajian menggunakan variabel <italic id="_italic-205">subjective </italic><italic id="_italic-206">well being</italic> yang mempengaruhi perilaku narsistik. Variabel <italic id="_italic-207">subjective </italic><italic id="_italic-208">well being</italic> dalam penelitian ini memiliki pengaruh yang sedang terhadap perilaku narsistik. Adapun variabel lain yang dapat memberikan pengaruh terhadap perilaku narsistik seperti harga diri, kontrol diri, penerimaan diri dan sebagainya. Selain itu pada penelitian ini metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi yang disebarkan melalui <italic id="_italic-209">google form</italic>, sehingga peneliti tidak melihat secara langsung yang dapat menyebabkan subjek mungkin saja tidak memberikan jawaban dengan sungguh-sungguh.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-00e4889210d02f4b428e2d88ff053e55">
      <title>Simpulan dan Saran</title>
      <sec id="heading-5e3c99ff03a057b5e3d0c5414d406cbc">
        <title>Simpulan</title>
        <p id="_paragraph-53">Pada penelitian ini menujukkan bahwa terdapat hubungan negative yang signifikan antara <italic id="_italic-210">subjective </italic><italic id="_italic-211">well being</italic> dengan perilaku narsistik pada mahasiswa pengguna Instagram di universitas muhammadiyah sidoarjo. Pada penelitian ini menunjukkan hasi yang koefisien korelasi r<sub id="_subscript-7">xy</sub><sub id="_subscript-8"> = </sub>-0,535 dengan signifikan &lt;0,05 yaitu 0,000, yang artinya hipotesis pada penelitian ini dapat diterima. Apabila jika semakin tinggi <italic id="_italic-212">subjective </italic><italic id="_italic-213">well being</italic> yang dimiliki, maka semakin rendah perilaku narsistik yang dialami mahasiswa. Begitpun sebaliknya, jika semakin rendah <italic id="_italic-214">subjective </italic><italic id="_italic-215">well being</italic>yang dimiliki, maka semakin tinggi perilaku narsistik yang dialami. Sumbangan efektif yang diberikan variabel subjective well being terhadap variabel perilaku narsistik sebesar 28,6%. Artinya <italic id="_italic-216">subjective </italic><italic id="_italic-217">well being</italic> dapat mempengaruhi perilaku narsistik pada individu.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-234fac9106d7ee0e61bc03ade8df83c3">
        <title>Saran</title>
        <p id="heading-90de87d36ab5b9e8d3415400f79074fd">Bagi Mahasiswa</p>
        <p id="_paragraph-54">Penelitian ini menunjukkan <italic id="_italic-218">subjective </italic><italic id="_italic-219">well being</italic> mahasiswa berada pada tingkat katagori sedang. Kepuasan hidup dan emosi yang dimiliki cukup baik sehingga mahasiswa sangat diharapkan mampu mempetahankan, seperti mengembangkan kualitas dirinya seperti mengikuti seminar, pelatihan mengenai edukasi peranan subjective well being, produktif dan lebih bijak menggunakan Instagram atau media social lainnya.</p>
        <p id="paragraph-8ad53a74b55861c1f0b6facb966b157f">Bagi Universitas</p>
        <p id="_paragraph-55">Bagi pihak universitas diharap dapat memembantu meningkatkan subjective well being pada mahasiswa, seperti memberikan dukungan sosial, mengadakan seminar, menciptakan lingkungan yang kondusif, menjalin dan membangun hubungan yang positif, sehingga mahasiswa mampu mengevalusi kepuasan hidupnya secara keseluruhan.</p>
        <p id="paragraph-aea9f4b6ca336d39b4271ad821fd3352">Bagi Peneliti Selanjutnya</p>
        <p id="_paragraph-56">Bagi peneliti yang berkaitan dengan perilaku narsistik agar menggunakan variabel atau faktor lain yang memberikan pengaruh terhadap perilaku narsistik lebih tinggi untuk diteliti sebagai variabel X, kerana banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi perilaku narsistik yang tidak disebutkan pada penelitian ini. Sehingga mampu mengungkap lebih banyak fenomena perilaku narsistik yang sedang terjadi.</p>
      </sec>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>