<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN AUGMENTED REALITY TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPS SD</article-title>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-1d83d5d12a9e46aac2c741e4dd0c5eb6" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>kusumo</surname>
            <given-names>dewoto</given-names>
          </name>
          <email>178620600034@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-487e480b38240bf0e48d15dadfae9ab3" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>afandi</surname>
            <given-names>rifki</given-names>
          </name>
          <email>rifki_afandi@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2021-09-09">
          <day>09</day>
          <month>09</month>
          <year>2021</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-15">Pada tingkat sekolah dasar usia siswa berjenjang antara 7 sampai 12 tahun. Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Jean Piaget kemampuan berfikir siswa usia 7 sampai 12 tahun berada pada tingkatan kongkret operasional. Kongkret operasional merupakan kemampuan siswa dalam berfikir logis, kongkret, dan nyata. Namun ketika siswa sekolah dasar dihadapkan pada konsep abstrak tanpa adanya contoh nyata maka siswa akan mengalami kesulitan [1].</p>
      <p id="_paragraph-16">Sementara itu, materi pembelajaran IPS di sekolah dasar lebih didominasi oleh teori. Konsep seperti waktu, perubahan, kesinambungan, arah mata angin, lingkungan, ritual, akulturasi, kekuasaan, demokrasi, nilai, peranan, permintaan atau kelangkaan adalah konsep-konsep abstrak yang harus dibelajarkan pada siswa sekolah dasar [2]. Selain itu, pembelajaran IPS di sekolah dasar umumnya masih menggunakan model dan media pembelajaran klasikal, sehingga memberi kesan jika mata pelajaran IPS merupakan pembelajaran yang tidak menarik dan membosankan.</p>
      <p id="_paragraph-17">Penelitian oleh Arif melaporkan menurunnya motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS di sekolah dasar akibat penggunaan media pembelajaran konvensional [3]. Permasalahan yang dihadapi oleh guru dalam implementasi kurikulum 2013 adalah kesulitan dalam menentukan media pembelajaran terutama yang berbasis teknologi informasi [4]. Tidak hanya itu, lebih dari 60% guru di Indonesia tidak mampu menggunakan teknologi informasi dalam pembelajaran [5].</p>
      <p id="_paragraph-18">Motivasi belajar merupakan kekuatan yang mendorong siswa melakukan sesuatu termasuk dalam belajar [6]. Lebih dari itu, Uno mendefinisikan motivasi belajar merupakan adanya dorongan yang berasal dari dalam dan luar diri siswa yang sedang melaksanakan kegiatan belajar untuk merubah tingkah laku [7]. Motivasi belajar merupakan perasaan senang yang terjadi akibat pengaruh yang berasal dari dalam dan luar diri siswa yang mendorong siswa dalam mencapai sebuah tujuan terkhusus tujuan dalam belajar.</p>
      <p id="_paragraph-19">Sementara itu, hasil belajar merupakan kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Teori Bloom mengelompokan hasil belajar kedalam tiga ranah atau aspek, yaitu aspek kognitif, afaktif, dan psikomotor [8]. Anderson dan Krathwohl mengklasifikasi aspek kognitif menjadi enam level, yaitu 1) mengingat, 2) memahami, 3) mengaplikasi, 4) menganalisis, 5) mengevaluasi, dan 6) mencipta [9].</p>
      <p id="_paragraph-20">Perlu adanya upaya guru dalam menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi informasi agar kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik dan membantu siswa dalam memvisualkan konsep abstrak menjadi konsep kongkret. Teknologi <italic id="_italic-13">augmented reality</italic> dapat digunakan untuk membantu memvisualkan konsep abstrak untuk pemahaman dan struktur suatu model. <italic id="_italic-14">Augmented reality</italic> merupakan teknologi pengolahan gambar yang berfungsi menampilkan objek visual 2D atau 3D kedalam lingkungan nyata secara <italic id="_italic-15">real time</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-21"><italic id="_italic-16">Augmented reality</italic> dapat didefinisikan sebagai sebuah teknologi yang dapat menggabungkan benda maya dalam dua dimensi atau tiga dimensi kedalam lingkungan nyata dan memproyeksikannya secara <italic id="_italic-17">real time</italic>. Penggunaan teknologi <italic id="_italic-18">augmented reality</italic> saat ini banyak digunakan dalam bidang <italic id="_italic-19">game</italic>, kedokteran, dan <italic id="_italic-20">image processing</italic>, sedangkan dalam bidang pendidikan masih jarang digunakan [10]. Penggunaan media pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi <italic id="_italic-21">augmented reality</italic> pada mata pelajaran IPS di sekolah dasar tidak hanya menjadikan kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik tetapi juga dapat memberikan contoh nyata terkait konsep abstrak yang sedang dibelajarkan kepada siswa.</p>
      <p id="_paragraph-22">Media pembelajaran <italic id="_italic-22">augmented reality</italic> dibuat menggunakan <italic id="_italic-23">software assemblr studio</italic><italic id="_italic-24">. </italic>Teknologi <italic id="_italic-25">augmented reality</italic> berdasarkan pelacakan (<italic id="_italic-26">tracking</italic>) terbagi menjadi dua, yaitu <italic id="_italic-27">marker based tracking</italic> dan <italic id="_italic-28">markerless</italic> [11]. Pelacakan atau <italic id="_italic-29">tracking</italic> media pembelajaran <italic id="_italic-30">augmented reality</italic> pada penelitian ini menggunakan <italic id="_italic-31">marker based tracking</italic>, yaitu metode yang menggunakan <italic id="_italic-32">marker</italic> atau penanda yang identik dengan pola berwarna hitam putih untuk memunculkan objek maya kedalam lingkungan nyata.</p>
      <p id="_paragraph-23">Media pembelajaran sangat bermanfaat menumbuhkan motivasi belajar akibat adanya ketertarikan siswa terhadap media pembelajaran. Sementara itu, penelitian oleh Arofa melaporkan meningkatnya hasil belajar pada mata pelajaran IPA di sekolah dasar akibat penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi <italic id="_italic-33">augmented reality</italic><italic id="_italic-34">.</italic> Lantaran media pembelajaran <italic id="_italic-35">augmented reality</italic> dapat menampilkan objek visual sebagai contoh dihadapan siswa secara lebih jelas dan nyata [12].</p>
      <p id="_paragraph-24">Meskipun penelitian terdahulu untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar seringkali menggunakan media pembelajaran <italic id="_italic-36">augmented reality</italic> namun pada pembelajaran IPS di sekolah dasar hal tersebut masih jarang ditemukan. Penggunaan media pembelajaran <italic id="_italic-37">augmented reality</italic> pada bidang pendidikan didominasi oleh disiplin ilmu pengetahuan alam sedangkan pada disiplin ilmu sosial umumnya masih menggunakan model dan media pembelajaran konvensional. Sementara itu, pada disiplin ilmu sosial juga terdapat konsep-konsep abstrak yang harus dibelajarkan kepada siswa dan membutuhkan peranan teknologi informasi. Melihat potensi yang sudah dijabarkan peneliti bertujuan melaksanakan penelitian untuk menguji pengaruh media pembelajaran augmented reality terhadap motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di sekolah dasar.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-25">Populasi adalah objek atau subjek yang mempunyai kuantitas atau karakteristik yang dipilih oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan dalam suatu wilayah generalisasi [13]. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV di SDIT El-Haq Sidoarjo berjumlah 29 siswa. Metode penelitian yang digunakan berjenis kuantitatif eksperimen <italic id="_italic-38">pre experimental</italic>, <italic id="_italic-39">one group pretest-posttest design</italic>. Dikatakan <italic id="_italic-40">pre experimental</italic>, karena desain ini belum merupakan eksperimen sungguh-sungguh. Dikarenakan tidak adanya variabel kontrol dan sampel tidak dipilih secara random, maka hasil eksperimen merupakan variabel dependen tidak semata-mata dipengaruhi oleh variabel independen [13]. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik <italic id="_italic-41">sampling</italic> total dimana seluruh anggota populasi dijadikan sampel. Teknik <italic id="_italic-42">sampling</italic> total sering digunakan apabilah jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang [13].</p>
      <p id="_paragraph-26">Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya [13]. Variabel yang diukur adalah motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di sekolah dasar. Motivasi belajar diukur menggunakan instrumen skala psikologi likert yang disusun oleh peneliti, dengan mengacu pada aspek intrinsik dan ekstrinsik. Sementara itu, hasil belajar diukur menggunakan instrumen tes pilihan ganda yang disusun oleh peneliti, dengan mengacu pada aspek kognitif.</p>
      <p id="_paragraph-27">Teknik analisis data menggunakan statistik <italic id="_italic-43">inferensial</italic>, meliputi statistik <italic id="_italic-44">parametris</italic> jika asumsi data yang dianalisis berdistribusi normal dan statistik <italic id="_italic-45">non parametris</italic> jika data yang dianalisis tidak berdistribusi normal [13]. Statistik <italic id="_italic-46">parametris</italic> menggunakan uji <italic id="_italic-47">t paired sample t-test</italic>, sedangkan statistik <italic id="_italic-48">non parametris</italic> menggunakan uji <italic id="_italic-49">Wilcoxon’s Signed-Rank</italic>. Jika terdapat pengaruh positif dan signifikan, maka selanjutnya akan diuji besaran pengaruhnya (<italic id="_italic-50">effect size</italic>) menggunakan rumus <italic id="_italic-51">Cohen’s d</italic> sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-28">.</p>
      <p id="_paragraph-29">Hasil uji <italic id="_italic-52">effect size</italic> menggunakan rumus <italic id="_italic-53">Cohen’s d</italic> kemudian diinterpretasikan berdasarkan klasifikasi <italic id="_italic-54">Cohen’s</italic>, yaitu:</p>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-30" />
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-0b6917b98e3b1344cbd7c7d1d642660f">
              <td id="table-cell-d3ce6c7feb63b3933e5e5b9a7348b22f" colspan="2">Tabel klasifikasi Cohen’s</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4fd4747ac57e57da3f88f127b7bc1e04">
              <td id="table-cell-2ca8de9789f38dff7fd2ccb9ab0f3238">Cohen’s d</td>
              <td id="table-cell-c1145e72c69b3ac21d48e1c7e34bf1b5">Interpretasi</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d4c19e264252cca815b2d80ac16a6904">
              <td id="table-cell-59de7264c0964af8b911748a80f4bdeb">0,8 &lt; d &lt; 0,2</td>
              <td id="table-cell-2fd0336366f16a12061110e78918a91d">Besar</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-385788c0de101ecf875a60f5f42e24c1">
              <td id="table-cell-50930188047d40a43a384b79279714ad">0,5 &lt; d &lt; 0,8</td>
              <td id="table-cell-47ace9196745d8a6aae0cd26087704fd">Sedang</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-12ddde1d3ef4b61bacec3d7db3af8cf0">
              <td id="table-cell-acdf564ba6dddcb6b505774872c1a30a">0,2 &lt; d &lt; 0,2</td>
              <td id="table-cell-22578cc27af1fa72c85293d68e12045b">Rendah</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-42a55daa392acbce5e29b195258ff0f8">
              <td id="table-cell-8c469f91b197721dd941be285a2dc603" colspan="2">Sumber: Becker (2000)</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <sec id="sec-3_1">
        <title>Hasil Penelitian</title>
        <p id="_paragraph-31">Pengambilan data penelitian yang pertama menggunakan instrumen skala psikologi likert berjumlah 15 item pernyataan. Instrumen skala psikologi likert diberikan kepada siswa pada saat <italic id="_italic-60">pretest</italic> dan <italic id="_italic-61">posttest</italic>. Sementara itu, pengambilan data penelitian yang kedua menggunakan instrumen tes pilihan ganda berjumlah 15 butir pertanyaan. Instrumen tes pilihan ganda diberikan kepada siswa pada saat <italic id="_italic-62">pretest</italic> dan <italic id="_italic-63">posttest</italic>.</p>
        <p id="_paragraph-32">Setelah dilaksanakan pengambilan data <italic id="_italic-64">pretest</italic> dan <italic id="_italic-65">posttest</italic> motivasi dan hasil belajar, maka data <italic id="_italic-66">pretest </italic>dan <italic id="_italic-67">posttest</italic> di uji normalitas menggunakan <italic id="_italic-68">Shapiro-Wilk</italic>. uji normalitas <italic id="_italic-69">Shapiro-Wilk</italic> dipilih karena mempunyai tingkat konsistensi tinggi jika dibanding uji normalitas yang lain [14]. Adapun hasil perhitungan uji normalitas motivasi dan hasil belajar adalah sebagai berikut:</p>
        <table-wrap id="_table-figure-2">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title>Test of Normality</title>
            <p id="_paragraph-33" />
          </caption>
          <table id="_table-2">
            <tbody>
              <tr id="table-row-5e54a46120ec8a786dab505e079cea4e">
                <td id="table-cell-45e2f6144a86900ea16e4e31661292b8" colspan="5">Tabel Test of Normality</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-6f005ce0bf8c004b13c483bc539e8692">
                <td id="table-cell-020eda2c45bcdce61a70d367622fd475" rowspan="2">Pemusatan Data</td>
                <td id="table-cell-050c7ff50b5dac836006e0cbd8e778bf" colspan="2"> Pretest </td>
                <td id="table-cell-6901f8e1a8baecf96f556967002375a2" colspan="2"> Posttest </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-45df154aea34b4c168223d3631080aea">
                <td id="table-cell-837b16e9f13e601702ad0eeed7ce0736">Motivasi Belajar</td>
                <td id="table-cell-26d08a01d3a5936e6568baa1039f5044">Hasil Belajar</td>
                <td id="table-cell-f5ff1a9a1de82d04552a0394caac964e">Motivasi Belajar</td>
                <td id="table-cell-d2b761c8fe579c863682b9f9182f1d87">Hasil Belajar</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-6ef19df5c0bdf0e3055180b738bc42fa">
                <td id="table-cell-93623813dedc7c8fd0df9a8f043315e2">Statistic</td>
                <td id="table-cell-eb80dab3e5ef4a7ae6ae6c859d2ac3bb">0,966</td>
                <td id="table-cell-c281d59e45de0887831d9b1b3cc6d594">0,951</td>
                <td id="table-cell-4b5ee162c460f3c9c15a3d6dc62e80d3">0,965</td>
                <td id="table-cell-388c9c94c70e1eb75f997ca15ac73321">0,955</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-20cb6a86c550b49156c5bec2ec1e611e">
                <td id="table-cell-d6f2c37e2e0230597d21df06e64e6313">DF</td>
                <td id="table-cell-b4f3fb59816d25da50635a5553ff03b4">29</td>
                <td id="table-cell-632987bf7c64da05c1bb50363bff116e">29</td>
                <td id="table-cell-de4d1e6971554bbaeedd9f3035c33e6e">29</td>
                <td id="table-cell-f6edc1f8934b3a59679def08e27f57d8">29</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-2a70d63557c27228c3431cbaa03a5f20">
                <td id="table-cell-2ece50e14dba03a5d7675afd49681aaf">Sig.</td>
                <td id="table-cell-e3157503bcba952afc8687e8e6419582">0,447</td>
                <td id="table-cell-97dcb8dee5a596cade5fdce4968f7b13">0,189</td>
                <td id="table-cell-e0be02fbc6d3313e9abe28cbc9442cab">0,441</td>
                <td id="table-cell-5800b580d8d9220a6852ff0719a8801c">0,249</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-34">Data dikatakan berdistribusi normal dalam uji normalitas <italic id="_italic-74">Shapiro-Wilk</italic> jika nilai Sig. lebih besar dari 0,05. Pada Tabel 1 menunjukan nilai Sig. <italic id="_italic-75">pretest</italic> dan <italic id="_italic-76">posttest</italic> motivasi dan hasil belajar lebih besar dari 0,05 artinya data berdistribusi normal.</p>
        <p id="_paragraph-35">Setelah data <italic id="_italic-77">pretest</italic> dan <italic id="_italic-78">posttest</italic> motivasi dan hasil belajar di uji normalitas dan dinyatakan data berdistribusi normal, maka selanjutnya bisa dilakukan uji hipotesis menggunakan uji <italic id="_italic-79">t paired s</italic><italic id="_italic-80">ample t-test</italic>. Jika nilai Sig. (2-tailed) lebih kecil dari 0,05 atau nilai lebih besar dari maka terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel X terhadap variabel Y dan jika nilai Sig. (2-tailed) lebih besar dari 0,05 atau nilai lebih kecil dari makatidak terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel X terhadap variabel Y. Adapun hasil perhitungan uji hipotesis motivasi dan hasil belajar adalah sebagai berikut:</p>
        <table-wrap id="_table-figure-3">
          <label>Table 3</label>
          <caption>
            <title>Rekapitulasi Data Pretest dan Posttest</title>
            <p id="_paragraph-36" />
          </caption>
          <table id="_table-3">
            <tbody>
              <tr id="table-row-f8ece498b0235e6f515c86ada6a254ec">
                <td id="table-cell-634287bd869c37ca76d40bb12269f92b" colspan="5">Tabel Rekapitulasi Data Pretest dan Posttest</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-3aedeef761e379a72e708bf02c456ed2">
                <td id="table-cell-2c8e495e37947725fda352e55ed69896" rowspan="2">Pemusatan Data</td>
                <td id="table-cell-838041feb0ec692f82c3a302e5008b01" colspan="2"> Pretest </td>
                <td id="table-cell-202aab72520226c53fb03ce7f49ef10a" colspan="2"> Posttest </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-d5296269eae467fffb93b664c9e9d506">
                <td id="table-cell-3917b4d332ff6a4d04f12a3ce88c8b6f">Motivasi Belajar</td>
                <td id="table-cell-3d4caeee01a2a0a77a2ef4a2ee82a350">Hasil Belajar</td>
                <td id="table-cell-7712951773e7e089b17019c713da0a3e">Motivasi Belajar</td>
                <td id="table-cell-9808fa5cfa0483192b288685879b1987">Hasil Belajar</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-59d035f8aa05b56b5d56148b1c0e5eb3">
                <td id="table-cell-f4b1590e5551064483a01436f5b79230">N</td>
                <td id="table-cell-ce8c11fa52aa19c368013fc5d4e3a800">29</td>
                <td id="table-cell-f380257c2e933a2bc1bd6e7b34161446">29</td>
                <td id="table-cell-260645b1eca7013e90028121de927604">29</td>
                <td id="table-cell-4b362d90c7b78869b059d1533b5ab21a">29</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-dc4de3c5383845bb04e464a3069dbdc6">
                <td id="table-cell-c7cd924828e69d13dceff3a13a6ffd8b">Mean</td>
                <td id="table-cell-3284535c4f04575779c61e98154a1a2d">57,75</td>
                <td id="table-cell-955c651faa4bc5bd0be5bbadfc8086c0">5,51</td>
                <td id="table-cell-f06e5b19b314cd1700540ca6aa1e87e1">64,89</td>
                <td id="table-cell-0253974e337785a3b1d003fecae5360c">8,31</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ec895d573e3d5885d2a65eb631c7f27f">
                <td id="table-cell-855b973f1ae9d461e549e1cd52a398da">Std. Deviation</td>
                <td id="table-cell-497c7f4da6184c987735709902a62f1e">7,48</td>
                <td id="table-cell-3b8985810f92a4cf45d40e5602ce3b38">1,92</td>
                <td id="table-cell-ebf683e14ade0d3b13a6f20bf7b6f6fd">5,34</td>
                <td id="table-cell-6ed00de11c6b9951b9fcd1e849186043">2,40</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-37">Pada Tabel 2 menunjukan rata-rata (<italic id="_italic-85">mean</italic>) data <italic id="_italic-86">posttest</italic> motivasi dan hasil belajar lebih besar dibandingkan data <italic id="_italic-87">pretest</italic>, artinya terdapat perbedaan rata-rata antara data <italic id="_italic-88">pretest</italic> dengan data<italic id="_italic-89"> posttest</italic>.</p>
        <table-wrap id="_table-figure-4">
          <label>Table 4</label>
          <caption>
            <title>Paired Samples Test Motivasi Belajar</title>
            <p id="_paragraph-38" />
          </caption>
          <table id="_table-4">
            <tbody>
              <tr id="table-row-bb0f46c4251812a9a379c474a6b50396">
                <td id="table-cell-4b8cfeb9208ac9621ef8ed7f216ae436" colspan="6">Tabel 4 Paired Samples Test Motivasi Belajar</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-7e25c57efba454384c313e90f97cdec6">
                <td id="table-cell-4cce063f7500d53c3ab0d8a5ca8f4bcc" rowspan="3" colspan="2" />
                <td id="table-cell-edb603e108de7e755a7c4a7ef8dcd1ec">Paired Differences</td>
                <td id="table-cell-b0d57478528d6dbe7910200009b7aac1" rowspan="3">T</td>
                <td id="table-cell-0663f3428e9b282bb99b75079be8e99f" rowspan="3">Df</td>
                <td id="table-cell-3fde662677a52505c1ab5f944b8308ef">Sig. (2-tailed)</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c6155e6f8a0792c60c2aca20936d8aa9">
                <td id="table-cell-0f633914e953bbbbff11055a0e906b38" colspan="2" />
                <td id="table-cell-9d0b9ffca34e1cf40fb63db635ded2ac">95% Confidence Interval of the Difference</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-27bfd1c173f95d538306975b10b1734e">
                <td id="table-cell-3cb80724c528d2ee376ef476a9e2a107" colspan="2" />
                <td id="table-cell-5b30b7bc3d36b3e236f6a2c284a2c508">Upper</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-3d5cea43e534f4ad6cb7e655ffa2ae46">
                <td id="table-cell-12da9e5813ac9ba51122e42f9cd201cb">Pair 1</td>
                <td id="table-cell-fbf6aa60501c84dc1a4d9415b150b320">KLSPRETEST - KLSPOSTTEST</td>
                <td id="table-cell-4c99a30805eb7480210875247cc656bd">-3,81140</td>
                <td id="table-cell-108e03c7c6da83d518ccf4a841c5fc10">-4,395</td>
                <td id="table-cell-a301759d4711c8095b9e102a3985d276">28</td>
                <td id="table-cell-68727c8ed406ae372578162ba1739bd0">,000</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-39">Pada Tabel 3 menunjukan nilai Sig. (2-tailed) 0,000 lebih kecil dari 0,05 dan nilai 4,395 lebih besar dari 2,052. Berdasarkan hal tersebut dapat diputuskan terdapat pengaruh positif dan signifikan media pembelajaran <italic id="_italic-91">augmented reality</italic> terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS di sekolah dasar. Setelah dinyatakan terdapat pengaruh positif dan signifikan, maka selanjutnya dilakukan uji besaran pengaruhnya (<italic id="_italic-92">effect size</italic>) menggunakan rumus <italic id="_italic-93">Cohen’s d</italic>. Adapun hasil perhitungan uji besaran pengaruh adalah sebagai berikut:</p>
        <table-wrap id="_table-figure-5">
          <label>Table 5</label>
          <caption>
            <title>Effect Size Motivasi Belajar</title>
            <p id="_paragraph-40" />
          </caption>
          <table id="_table-5">
            <tbody>
              <tr id="table-row-432f6dbff5d166133bf9a322837e56c9">
                <td id="table-cell-3cc8189c7232c1535b5da38d3a2ae5f4" colspan="4">Tabel 5 Effect Size Motivasi Belajar</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-032f2d95d0b47909ecd644857d8eb090">
                <td id="table-cell-524d3db884060e5a0f2f2c3e4d85a610"> Cohen’s d </td>
                <td id="table-cell-2435d14d37dedb86667a812d2c0010df">Kriteria</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-db7e381d46f44c11c52cd0a04d34eaa3">
                <td id="table-cell-ae3f20114f4733467f60872f3c1f1acf">7,14</td>
                <td id="table-cell-8f9a5b02dc15d70e688245bb123c5aff">8,75</td>
                <td id="table-cell-d03d056b8249964517a08f86e3b59b4a">0,82</td>
                <td id="table-cell-867542f5686a021a980dbbdcbafcbb2c">Besar</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-41">Pada Tabel 4 diperoleh nilai <italic id="_italic-96">Cohen’s d</italic> 0,82 lebih besar dari 0,8 artinya penggunaan media pembelajaran <italic id="_italic-97">augmented reality</italic> terhadap motivasi belajar menempati kriteria berpengaruh besar.</p>
        <table-wrap id="_table-figure-6">
          <label>Table 6</label>
          <caption>
            <title>Paired Samples Test Hasil Belajar</title>
            <p id="_paragraph-42" />
          </caption>
          <table id="_table-6">
            <tbody>
              <tr id="table-row-951a170800e25724cc6bfab768e8f93d">
                <td id="table-cell-f81edbea16dbcb5f54a6f2984b563735" colspan="6">Tabel 6 Paired Samples Test Hasil Belajar</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-372809f69f6a300c5453fe8707fb2130">
                <td id="table-cell-ed56cfa0d5695601a8b0404a93be1f8a" rowspan="3" colspan="2" />
                <td id="table-cell-8750090ad3e5009735c9cda71150060f">Paired Differences</td>
                <td id="table-cell-5a3bd772ac6bd9be85198cac7fc01a50" rowspan="3">T</td>
                <td id="table-cell-9ba2efa87de0f5dd7f248a8457df577d" rowspan="3">Df</td>
                <td id="table-cell-72392ac7f55d025c561fcd78bc6241bb">Sig. (2-tailed)</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-148430d9c2b999d940ea93dbf5f59f92">
                <td id="table-cell-7e51acecc3e4e7dabd32652f5eaee64c" colspan="2" />
                <td id="table-cell-2d735216002ab4d2c8529fdaf5c0c0e9">95% Confidence Interval of the Difference</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f2166c642a84600c8822f34bb6e1fcb0">
                <td id="table-cell-87ef8120af250142d96568f74220b4cb" colspan="2" />
                <td id="table-cell-9a1e2727905c7959aa34ad80cade5684">Upper</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-14c6e6c476113731e44c0b06d04c2085">
                <td id="table-cell-159eb39603bc0d3df7ffec337a0271e7">Pair 1</td>
                <td id="table-cell-9d7a529c592e4cff88d99c84ce8675bb">KLSPRETEST – KLSPOSTTEST</td>
                <td id="table-cell-ba7df9b8c9ad8cf7a143bb28ca10a415">-1,74457</td>
                <td id="table-cell-364a4fb7cef6a7b44cf3cc2f7d29353f">-5,457</td>
                <td id="table-cell-1cedb96acb51b1b79b1b802b0bb43337">28</td>
                <td id="table-cell-f4fb1a605226177db56caa2544bd5bb6">,000</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-43">Pada Tabel 5 menunjukan nilai Sig. (2-tailed) 0,000 lebih kecil dari 0,05 dan nilai 5,457 lebih besar dari 2,052. Berdasarkan hal tersebut dapat diputuskan terdapat pengaruh positif dan signifikan media pembelajaran augmented reality terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di sekolah dasar.</p>
        <table-wrap id="_table-figure-7">
          <label>Table 7</label>
          <caption>
            <title>Effect Size Hasil Belajar</title>
            <p id="_paragraph-44" />
          </caption>
          <table id="_table-7">
            <tbody>
              <tr id="table-row-9496825aa05750dc514c815d1aba9e62">
                <td id="table-cell-cc24c59152bef567a34605a3960dc88f" colspan="4">Tabel 7 Effect Size Hasil Belajar</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-c9ffd49963c0c8604bdb362c1da83953">
                <td id="table-cell-ea83bf77db617c777bf910719d4adb92"> Cohen’s d </td>
                <td id="table-cell-b822413316267ff915c6fa1a06501f07">Kriteria</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-d596a9f331ae1f9ce35afd90510bce81">
                <td id="table-cell-a0329b1c23871700f453807c779d5188">2,79</td>
                <td id="table-cell-f45855f5d1f35f6947e6da9013c258ae">2,76</td>
                <td id="table-cell-dd6a07ec23754056388223750854346e">1,01</td>
                <td id="table-cell-defd986a739941deb662e5aa66faacf3">Besar</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-45">Pada Tabel 6 diperoleh nilai <italic id="_italic-101">Cohen’s d</italic> 1,01 lebih besar dari 0,8 artinya penggunaan media pembelajaran <italic id="_italic-102">augmented reality</italic> terhadap hasil belajar menempati kriteria berpengaruh besar.</p>
      </sec>
      <sec id="sec-3_2">
        <title>Pembahasan</title>
        <p id="_paragraph-46">Berdasarkan uji hipotesis motivasi belajar menggunakan uji <italic id="_italic-103">t paired sample t-test</italic> diperoleh nilai Sig. (2-tailed) 0,000 lebih keci dari 0,05 dan nilai 4,395 lebih besar dari 2,052 artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan media pembelajaran <italic id="_italic-104">augmented reality</italic> terhadap motivasi belajar siswa. Sementara itu, uji <italic id="_italic-105">effect size</italic> diperoleh nilai <italic id="_italic-106">Cohen’s d</italic> 0,82 lebih besar dari 0,8 memiliki kriteria besar. Artinya penggunaan media pembelajaran <italic id="_italic-107">augmented reality</italic> mempunyai pengaruh besar terhadap meningkatnya motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS di sekolah dasar.</p>
        <p id="_paragraph-47">Gambar 2 Presentase <italic id="_italic-108">Pretest Posttest</italic> Motivasi Belajar</p>
        <p id="_paragraph-48">Pada Gambar 1 menunjukan diagram presentase data <italic id="_italic-109">pretest</italic> dan <italic id="_italic-110">posttest</italic> motivai belajar. Berdasarkan diagram tersebut diketahui presentase data <italic id="_italic-111">posttest</italic> mendapat nilai lebih tinggi dibandingkan data <italic id="_italic-112">pretest</italic>. Peningkatan nilai pada data <italic id="_italic-113">posttest</italic> terjadi pada semua indikator motivai belajar aspek intrinsik dan ekstrinsik siswa.</p>
        <p id="_paragraph-49">Hasil analisis tersebut diperkuat oleh teori yang menyebutkan aspek-aspek yang mempengaruhi motivasi belajar terdiri dari aspek intrinsik dan ekstrinsik [7]. Salah satu indikator aspek ekstrinsik yang mempengaruhi motivai belajar siswa yaitu adanya kegiatan belajar yang menarik. Sementara itu, manfaat media pembelajaran adalah menjadikan kegiatan belajar lebih menarik . Selama proses pembelajaran menggunakan media pembelajaran <italic id="_italic-114">augmented reality</italic> siswa dapat berinteraksi secara langsung dengan objek maya secara lebih jelas dan nyata, sehingga kegiatan belajar siswa menjadi lebih menarik, menyenangkan, dan dapat memotivasi siswa untuk belajar.</p>
        <p id="_paragraph-50">Sementara itu, uji hipotesis hasil belajar menggunakan uji <italic id="_italic-115">t paired sample t-test</italic> diperoleh nilai Sig. (2-tailed) 0,000 lebih keci dari 0,05 dan nilai 5,457 lebih besar dari 2,052 artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan media pembelajaran <italic id="_italic-116">augmented reality</italic> terhadap hasil belajar siswa. Sementara itu, uji <italic id="_italic-117">effect size</italic> diperoleh nilai <italic id="_italic-118">Cohen’s d</italic> 1,01 lebih besar dari 0,8 memiliki kriteria besar. Artinya penggunaan media pembelajaran <italic id="_italic-119">augmented reality</italic> mempunyai pengaruh besar terhadap meningkatnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di sekolah dasar.</p>
        <p id="_paragraph-51">Gambar Presentase <italic id="_italic-120">Pretest Posttest</italic> Hasil Belajar</p>
        <p id="_paragraph-52">Pada Gambar 2 menunjukan diagram presentase data <italic id="_italic-121">pretest</italic> dan <italic id="_italic-122">posttest</italic> hasil belajar. Berdasarkan diagram tersebut diketahui presentase data <italic id="_italic-123">posttest</italic> mendapat nilai lebih tinggi dibandingkan data <italic id="_italic-124">pretest</italic>. Peningkatan nilai pada data <italic id="_italic-125">posttest</italic> terjadi pada jenjang C1, C2, dan C3 hasil belajar aspek kognitif siswa. Pada jenjang C1 mengingat siswa mengalami peningkatan hasil belajar sebesar 16%, C2 memahami siswa mengalami peningkatan hasil belajar sebesar 14%, dan C3 mengaplikasi siswa mengalmi peningkatan hasil belajar sebesar 34%.</p>
        <p id="_paragraph-53">Media pembelajaran <italic id="_italic-126">augmented reality</italic> dapat memvisualkan konsep abstrak menjadi contoh nyata kepada siswa. Selama proses pembelajaran menggunakan media pembelajaran <italic id="_italic-127">augmented reality</italic> siswa dapat menemukan contoh nyata dari berbagai konsep abstrak yang dibelajarkan kepada siswa. Selain itu, penggunaan media pembelajaran <italic id="_italic-128">augmented reality</italic> menjadikan siswa lebih baik dalam mengingat dan menerapkan petunjuk yang diberikan kepadanya selama proses pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut media pembelajaran <italic id="_italic-129">augmented reality</italic> tidak hanya menarik secara tampilan, namun juga dapat memudahkan siswa dalam belajar dan menjadikan siswa lebih mengoptimalkan potensi yang dimiliki untuk meningkatkan hasil belajar.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="_paragraph-54">Media pembelajaran <italic id="_italic-130">augmented reality</italic> dapat menciptakan suasana belajar yang menarik dan menyenangkan. Selain itu, media pembelajaran <italic id="_italic-131">augmented reality</italic> juga berguna dalam menampilkan objek visual sebagai contoh kongkret kepada siswa. Berdasarkan hal tersebut media pembelajaran <italic id="_italic-132">augmented reality</italic> tidak saja menarik secara tampilan, namun juga dapat berguna membantu siswa dalam belajar. Melalui suasana belajar yang menarik dan menyenangkan siswa menjadi termotivasi untuk belajar dan melalui kemudahan dalam belajar siswa mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki untuk meningkatkan hasil belajar.</p>
      <p id="_paragraph-55">Hasil uji hipotesis motivasi belajar diperoleh nilai Sig. (2-tailed) 0,000 lebih kecil dari 0,05 dan nilai 4,395 lebih besar dari 2,052. Sementara itu, hasil uji hipotesis hasil belajar diperoleh nilai Sig. (2-tailed) 0,000 lebih kecil dari 0,05 dan 5,457 lebih besar dari 2,052. Selain itu, hasil <italic id="_italic-133">uji effect size</italic> motivasi belajar menggunakan rumus <italic id="_italic-134">Cohen’s d</italic> diperoleh nilai 0,82 lebih besar dari 0,8 dan hasil uji <italic id="_italic-135">effect size</italic> hasil belajar diperoleh nilai 1,01 lebih besar dari 0,8 yang berarti media pembelajaran <italic id="_italic-136">augmented reality</italic> mempunyai pengaruh besar. Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran <italic id="_italic-137">augmented reality</italic> mempunyai pengaruh besar terhadap meningkatnya motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di sekolah dasar.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>