<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Komunikasi Interpersonal Single Mother Dalam Membentuk Kepercayaan Diri Anak Usia Remaja (Studi Deskriptif Di Desa Jemirahan RT08/RW03 Kecamatan Jabon, Sidoarjo)</article-title>
        <subtitle>Single Mother Interpersonal Communications In Shaping Adolescent Children's Confidence (Descriptive Study In Jemirahan Village RT08/RW03 Jabon District, Sidoarjo)</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-2f6d9d33a9b65b51500edc1ae8bf96db" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Bestari</surname>
            <given-names>Berliana</given-names>
          </name>
          <email>berlianabestari987@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-9b5faec04fc6a4d1d9f9518b3a3a0aec" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Aesthetika</surname>
            <given-names>Nur Maghfirah</given-names>
          </name>
          <email>fira.umsida@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2021-08-19">
          <day>19</day>
          <month>08</month>
          <year>2021</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-d0bba82838d63686736cd4adc08fefc9">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-12">Keluarga yang juga dapat diartikan sebagai kelompok sosial terkecil yang terdiri atas suami, istri, dan seorang anak. Keluarga merupakan wadah pertama bagi seorang anak untuk mengawali perkembangannya sejak saat dilahirkannya, yaitu perkembangan jasmani dan rohani. Menurut Mulyono untuk mencapai perkembangan yang optimal seorang anak membutuhkan bentuk kasih sayang, perhatian, dan rasa aman dari orang tua atau keluarga. Tanpa sentuhan-sentuhan manusiawi tersebut seorang anak bisa jadi merasa kurang atau bahkan tidak aman dan tidak nyaman sehingga dapat membuatnya kurang percaya diri. [1]</p>
      <p id="_paragraph-13">Gunarsa melengkapi bahwa peran keluarga terutama orang tua sangatlah penting bagi seorang anak, dimana anak dapat memperoleh pengalaman-pengalaman pertama yang dapat mempengaruhi kehidupannya dimasa yang akan datang. Gunawangsa menambahkan bahwa seorang anak yang dibesarkan dari keluarga yang harmonis lebih berpotensi memiliki benteng dalam pencegahan dari perilaku agresif atau negatif. Maka dari itu keharmonisan sebuah keluarga cukup penting untuk dihidupkan atau dipertahankan. [2]</p>
      <p id="_paragraph-14">Namun, tak semua keluarga dapat berjalan harmonis dalam kondisi keluarga yang utuh. Disamping keluarga yang utuh ada pula keluarga yang tidak utuh atau bercerai, dan setelah perceraian maka terjadilah kehidupan keluarga dengan status <italic id="_italic-17">single parents</italic><italic id="_italic-18">.</italic>Perempuan yang menjadi <italic id="_italic-19">single mother</italic> dapat menjalankan peran ganja yaitu menjadi sosok ibu serta ayah terhadap anaknya, itulah yang menjadikan memilih single mother sebagai subjek yang diteliti komunikasi interpersonalnya.[3]</p>
    </sec>
    <sec id="heading-7887bfa57301cf1f06ec6c7a70a8dad0">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-15">Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan berfokus pada komunikasi interpersonal <italic id="_italic-20">single mother</italic> terhadap anaknya yang berusia remaja dalam membentuk kepecayaan diri. Penelitian ini berlokasi di Desa Jemirahan RT 08/RW 03 Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan observasi, peneliti melakukan pengamatan secara langsung yang selanjutnya dengan menggunakan teknik <italic id="_italic-21">Purposive Sampling</italic> dalam menentukan informan dan mendapatkan 4 informan.[4]</p>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-10"/>Karakteristik Informan [5]</title>
          <p id="_paragraph-17" />
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-9bd35023c8fd4d9480b1a50f14ddbfe4">
              <td id="table-cell-892394c2d58f23573fc4cefe3c36c4a2">No</td>
              <td id="table-cell-2adfa21907cfd9d4c68c5c828deb3814">Nama Informan (Inisial)</td>
              <td id="table-cell-a33f84b6c641fa3d02903a0ed2d778b7">Umur</td>
              <td id="table-cell-d100694111f4d83f84dd4b233d5b50c7">Pendidikan Terakhir</td>
              <td id="table-cell-c4f79dab3c4e78e4d11596e9efd0a365">Pekerjaan</td>
              <td id="table-cell-375b48f12c03d2551a2927d763fc4f11">Jumlah Anak</td>
              <td id="table-cell-c90d9b1b63a35db4b8401a44b65a7056">Keterangan</td>
              <td id="table-cell-1de775ece96a4b1a6b83e1eaf6df19a8">Masa Single Mother</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-442a3e071d289a79810c5401f84bc266">
              <td id="table-cell-0bac13be61d0c2e0244489441fd7712c">1</td>
              <td id="table-cell-ba740a21559408a948334cf300dea41a">JR</td>
              <td id="table-cell-df7555693e6c81d09be97143a32ed2c3">46</td>
              <td id="table-cell-986eccd132d6f38178864eaa9c275530">SMP</td>
              <td id="table-cell-6c4b86068e56c4dc1873f59161d6feb4">Pedagang (Jualan Kerupuk)</td>
              <td id="table-cell-36112d656f4ce3b90cf74c2b220bab12">3</td>
              <td id="table-cell-56b13300459b8b733d3afe01775d0255">Cerai Hidup</td>
              <td id="table-cell-237b85d9dbf43aecd99af07276e37cdb">6 tahun</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5a8d3183ac56240cb332ef9ad345b51b">
              <td id="table-cell-99b41a0fa28e3288da4318134a52ca1a">2</td>
              <td id="table-cell-7cdf435d6c8cd8d90ff444ad1c24ca4d">NH</td>
              <td id="table-cell-bf7a099861301dcefe4fe81db372fea0">36</td>
              <td id="table-cell-2d6635047d5f3bd5a2186129c5f995e2">SMP</td>
              <td id="table-cell-c7ec7dba98a3a3170278dae67f89e2ec">Pedagang (Jualan Kue)</td>
              <td id="table-cell-38b0a71b3decbcc4c5bebc7a9ba60461">2</td>
              <td id="table-cell-7f737c9f26ffc0d58fb63178a7d7911a">Cerai Hidup</td>
              <td id="table-cell-c5903aafc1df0d3f66f888802a01c4da">3 tahun</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7f7ffa07dfdb6dfc32e82953b1109682">
              <td id="table-cell-296ebb1afb45cd3af7ffeca58cae7960">3</td>
              <td id="table-cell-92dc7c8417e237dd79ff76cce22b60a9">JY</td>
              <td id="table-cell-2239807ecf2c58046fcf0c544f0b172f">40</td>
              <td id="table-cell-d5a446a61d126a9a66b60a8ef80a7d36">SD</td>
              <td id="table-cell-70e18776d3f8954c9b0e8f4ca03012f7">Swasta</td>
              <td id="table-cell-44b602e4a47aab32bd0acbe94bcbebb2">2</td>
              <td id="table-cell-c30092d906c0dfecbe6bdcc80bb12ee0">Cerai Hidup</td>
              <td id="table-cell-e96a6d31d0aca08031fb7083becce501">4 tahun</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-68592c31bb68986cc65bdd8e3e2c9cf4">
              <td id="table-cell-65ae8f40c9128b9fd7515bc66c66f3bd">4</td>
              <td id="table-cell-fa6eec20a7fff1d9024d65c1c89142c3">NI</td>
              <td id="table-cell-f52a7663782008754de15f90fcbe0ba6">27</td>
              <td id="table-cell-86497d47c4300320e3330a1d470aaf7d">SMK</td>
              <td id="table-cell-800d2c277117270428d8f87a6d17c35b">Staff Admin</td>
              <td id="table-cell-57c3d25f022e07c4b667e7fcdff40a69">1</td>
              <td id="table-cell-25bbd453a34e512502b7f261aa9b00a4">Cerai Hidup</td>
              <td id="table-cell-f54130196c6cd93c6f32c808f9bb04e3">tahun</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
    </sec>
    <sec id="heading-bacf978485f94ccd42200e9657365c6c">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-18">Komunikasi interpersonal <italic id="_italic-22">single mother</italic> dalam membentuk kepercayaan diri anak yaitu adanya keterbukaan <italic id="_italic-23">(openness).</italic> Adanya kesediaan untuk membuka diri antara kedua belak pihak yang berkomunikasi [6]. Keterbukaan dalam penelitian ini terlihat antara ibu dan anak dengan berani dan jujur menyampaikan perasaan satu sama lainnya. Keterbukaan dalam komunikasi interpersonal yang terjalin dalam keluarga dapat menimbulkan rasa nyaman dan kesamaan, sehingga satu sama lain akan merasa lebih dekat. [7]</p>
      <p id="_paragraph-19">Tidak hanya itu, sikap mendukung <italic id="_italic-24">(s</italic><italic id="_italic-25">u</italic><italic id="_italic-26">portiveness)</italic> <italic id="_italic-27">single mother</italic> juga sangat dibutuhkan oleh seorang anak untuk membentuk tingkat kepecayaan dirinya. Sikap mendukung dalam penelitian ditunjukkan seorang single mother yang memberikan kebebasan anak untuk berekspresi dan mengenal dirinya dengan berusaha tidak memberi batasan kepada anak untuk menjukan ekspresinya terhadap lingkungan sosial, bergaul dengan siapa saja dan berbuat apa saja tentu selama masih dijalur yang positif agar anak tumbuh menjadi anak yang percaya diri.[8] Pernyataan tersebut, selaras dengan Devito yang mengatakan bahwa ungkapan yang positif dan dukungan termasuk dalam proses komunikasi interpersonal yang efektif. Komunikasi interpersonal yang efektif antara ibu dan anak dapat mencapai tujuan sang ibu dalam mengajarkan rasa percaya diri. Hal tersebut dikarenakan, konsep diri berupa tingkat kepercayaaan diri sangat dipengaruhi oleh keluarga. Oleh karena itu, konsep diri tersebut dapat diubah, diperkuat oleh komunikasi antar anggota keluarga, salah satunya dengan memberikan dukungan. [9]</p>
      <p id="_paragraph-20">Selain itu, sikap empati <italic id="_italic-28">(empathy)</italic> seorang anak untuk dapat memahami keadaan keluarganya sangat diharapkan oleh seorang <italic id="_italic-29">single mother </italic>[10]. Sikap empati dalam penelitian ini dilakukan oleh <italic id="_italic-30">single mother</italic> dengan selalu berinteraksi pada sang anak. Keempat informan dalam penelitian ini menjalani kehidupan pasca perceraian seperti biasa karena antara ibu dan anak dapat menerima dengan baik dan menyesuaikan keadaan agar tidak menjadi beban satu sama lain. Hal tersebut, dapat dikatakan bahwa terjalin komunikasi baik antara ibu dan anak.</p>
      <p id="_paragraph-21">Sikap positif <italic id="_italic-31">(positivennes)</italic> merupakan sikap yang ditunjukan seorang anak ketika <italic id="_italic-32">single mother</italic> membentuk konsep diri anaknya. Jika pesan-pesan di sampaikan oleh <italic id="_italic-33">single mother</italic> kepada anaknya bisa diterima dengan baik maka tidak menutup kemungkinan akan tercipta perubahan prilaku sang anak. Dalam penelitian ini, sikap positif ditunjukkan oleh informan dengan menanamkan pembelajaran menabung bagi anak dengan tidak membeli barang yang tidak penting, mengajarkan rasa tanggung jawab sang anak guna menumbuhkan rasa kepercayaan diri. Dengan melakukan pujian atau ucapan terima kasih setelah anak berhasil melakukan tanggung jawab itu. Dengan begitu anak akan merasa lebih dianggap dan merasa diapresiasi atas tindakannya sehingga memotivasi dirinya untuk terus berbuat hal yang positif maka akan membuatnya dapat lebih percaya diri.</p>
      <p id="_paragraph-22">Kemudian dengan adanya aksesibilitas kehadiran seorang ibu dan waktu yang diberikan kepada anaknya (Doherty, Kouneski, &amp; Erickson, 1998). Hal ini, selaras dengan hasil penelitian ini, bahwa setiap hari ibu sebagai orang tua tunggal selalu meluangkan waktu untuk anaknya dan selalu menemani kegiatan rutinnya setiap hari. Seperti misalnya mengantar ke TPA dan sekolah, atau membimbing belajar, dan sekedar bersepeda bersama. Kegiatan ini akan membuat anak merasa tidak kesepian karena keadaan keluarganya yang tidak ideal.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-1d720a626d6592427089633fa9134f62">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="_paragraph-23">Terdapat empat kualitas umum keberhasilan seorang <italic id="_italic-34">single mother</italic> dalam komunikasi interpersonal untuk membentuk kepercayaan diri anaknya, yakni: Keterbukaan <italic id="_italic-35">(openness)</italic> keterbukaan antara <italic id="_italic-36">single mothers</italic> dan anak yang terjalin dalam keluarga dapat menimbulkan rasa nyaman dan kesamaan, sehingga satu sama lain akan merasa lebih dekat. Empati <italic id="_italic-37">(empathy)</italic> yang dituntujukkan oleh <italic id="_italic-38">single mother</italic> dengan selalu berinteraksi pada anak. Sikap mendukung <italic id="_italic-39">(suportiveness)</italic> ditunjukkan seorang <italic id="_italic-40">single mothers</italic> yang memberikan kebebasan anak untuk berekspresi dan mengenal dirinya dengan berusaha tidak memberikan batasan kepada anak untuk menunjukan ekspresinya terhadap lingkungan sosial. Sikap positif <italic id="_italic-41">(positivennes)</italic> ditunjukkan oleh informan dengan menanamkan pembelajaran menabung bagi anak dengan tidak membeli barang yang tidak penting. Selain 4 kualitas umum keberhasilan seorang <italic id="_italic-42">single mother</italic> dalam membentuk kepercayaan diri anaknya yang sudah dijelaskan di atas. Ada aspek lain yang dapat membuat seorang <italic id="_italic-43">single mother </italic>dapat membentuk kepercayaan diri anaknya yaitu aksesibilitas. Aksesibilitas menjadi sangat penting dan perlu diprioritaskan oleh seorang <italic id="_italic-44">single mother </italic>untuk membentuk kepercayaan diri anaknya.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>