<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Optimalisasi Biaya Persediaan Menggunakan Metode Continuous Review System (CRS) Dalam Pengendalian Kebutuhan Bahan Baku Industri Krimer</article-title>
        <subtitle>Optimization of Inventory Costs Using the Continuous Review System (CRS) Method in Controlling the Need for Raw Material for the Creamer Industry</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-67df95ead522dd58e2a64b06e83e393e" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Jainuri</surname>
            <given-names>Varid</given-names>
          </name>
          <email>vjainuri@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-6ad25c620e35d4fb879cb7d08359d469" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Sukmono</surname>
            <given-names>Tedjo</given-names>
          </name>
          <email>thedjoss@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2021-08-18">
          <day>18</day>
          <month>08</month>
          <year>2021</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-12">Persediaan merupakan bagian dari modal kerja yang sangat dibutuhkan, karena semua bisnis atau usaha berawal dari sebuah persediaan. Dengan adanya persediaan maka perusahaan dapat menentukan produksi yang sesuai dengan permintaan dan tetap mampu bersaing dengan perusahaan lain sehingga dapat memenuhi kebutuhan pelanggan atau konsumen. Dari sekian banyaknya perusahaan yang bersaing salah satunya ialah perusahaan manufaktur. Perusahaan manufaktur yang baik itu memiliki sistem perencanaan proses produksi yang tepat dalam menentukan sasaran produksi dengan kapasitas yang tersedia. Ada dua metode pengendalian persediaan yaitu metode <italic id="_italic-47">continuous review system</italic> dan metode <italic id="_italic-48">periodic review system</italic>.</p>
      <p id="paragraph-54baa160158727b353dfd98633342993">Bahan Baku</p>
      <p id="_paragraph-13"><italic id="_italic-49">Sodium caseinate</italic> adalah nama biokimia dari kasein, yang ditemukan dalam kandungan susu dari semua mamalia berupa jenis protein. Kasein merupakan bahasa latin dari keju yaitu komposisi dasar dari keju komersial dan sumber protein. <italic id="_italic-50">Sodium caseinate</italic> juga dipakai untuk aditif makanan sebagai keperluan industri. Sebagian orang alergi terhadap <italic id="_italic-51">sodium caseinate</italic>, telah dikaitkan dengan beberapa penyakit manusia, terutama autisme pada masalah pencernaan. <italic id="_italic-52">Sodium caseinate</italic> yaitu nama dari kelompok protein terkait. Protein ini ditemukan pada semua susu mamalia, antara lain 80 persen protein pada susu sapi dan 60 persen protein pada susu manusia. Sehingga dapat disimpulkan, bahwa kasein mewakili kurang lebih 3 persen didalam kandungan susu sapi, akan tetapi kurang lebih 10 persen untuk sebagian besar keju. Karena sebagai bahan dasar makanan, <italic id="_italic-53">caseinate</italic> memasok asam amino esensial, karbohidrat, sodium, kalsium dan fosfor.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-14">Metode peramalan berdasarkan teknik peramalan dibedakan menjadi 2 yaitu metode kualitatif dan kuantitatif [1].</p>
      <p id="paragraph-03d3402bc9551af2f4f2896a4324499e">Metode kualitatif.</p>
      <p id="_paragraph-15">Metode kualitatif ini bersifat subjektif karena sangat dipengaruhi oleh faktor pemahaman dan pengalaman seseorang.</p>
      <p id="_paragraph-16">Klasifikasi metode kualitatif antara lain:</p>
      <p id="_paragraph-17">Juri dan opini eksekutif, metode delphi, komposit tenaga penjualan, survei pasar konsumen.</p>
      <p id="paragraph-e737275e112c3e9e56911de5cbed9dae">Metode kuantitatif.</p>
      <p id="_paragraph-18">Metode ini dengan menggunakan model matematis berdasarkan data di masa sebelumnya.</p>
      <p id="_paragraph-19">Klasifikasi metode kuantitatif ada 2 yaitu:</p>
      <p id="_paragraph-20">1. <italic id="_italic-54">Time series forecasting</italic> yaitu terdiri dari pendekatan <italic id="_italic-55">naive</italic>, <italic id="_italic-56">moving average</italic>, <italic id="_italic-57">weight moving average</italic>, dan <italic id="_italic-58">eksponensial smooting</italic>.</p>
      <p id="paragraph-983e8e3fa7f83eaf38531f8c56eec1a4">2. <italic id="italic-1">Associative forecasting method</italic> yang terdiri dari proyeksi tren (<italic id="italic-2">trend projection</italic>) dan regresi linier (<italic id="italic-3">linier regression</italic>).</p>
      <p id="paragraph-18cb94b9617192315d005211514bd853">A. Metode Peramalan Deret Waktu (Time Series)</p>
      <p id="_paragraph-21">Metode peramalan <italic id="_italic-59">time series</italic> ialah salah satu metode peramalan yang memakai pendekatan kuantitatif. Peramalan memakai metode runtun waktu (F.B.Murti, 2014) ialah peramalan yang memakai sejumlah pengamatan dari suatu peristiwa, kejadian, gejala, atau variabel yang diambil pada setiap waktu. Atau dengan istilah lain, peramalan yang memakai sejumlah data pada masa lalu. Salah satu metode peramalan yang paling sering dipakai ialah peramalan <italic id="_italic-60">time series</italic>[2].</p>
      <p id="paragraph-88519537778056bd70a28ea0fe2b8c69">B. Kesalahan Peramalan</p>
      <p id="_paragraph-22">Suatu peramalan dikatakan sempurna bila nilai yang diramalkan sama dengan nilai sebenarnya. Tetapi pada kenyataannya untuk melakukan peramalan yang selalu baik dan benar sangatlah sulit. Maka dari itu diharapkan peramalan memiliki tingkat kesalahan yang relatif rendah [3]. Ada beberapa ukuran untuk menghitung kesalahan peramalan yaitu:</p>
      <p id="paragraph-5529f5565e39da621d05f05dc9f1864a">Kesalahan Rata-Rata (<italic id="_italic-62">Average Error</italic>)</p>
      <p id="_paragraph-23"><italic id="_italic-61">Average Error </italic>= (1)</p>
      <p id="paragraph-a7753130bb6f5137bdfff3cf5597b924">Rata-Rata Penyimpangan Absolut (<italic id="_italic-63">Mean Absolute Deviation</italic>)</p>
      <p id="_paragraph-24">MAD = (2)</p>
      <p id="paragraph-1f38c56f6f3cd0b2cdfa0f10fe2ebbb0">Rata-Rata Kesalahan Kuadrat (<italic id="_italic-64">Mean Square Error</italic>)</p>
      <p id="_paragraph-25">MSE = (3)</p>
      <p id="paragraph-0235509725eb9d40417c0c38c48885ea">Rata-Rata Persentase Kesalahan Absolute (<italic id="_italic-65">Mean Absolute Precentage Error</italic>)</p>
      <p id="_paragraph-26">MAPE = (4)</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Persediaan</title>
      <p id="_paragraph-27">Persediaan ialah stok yang belum dipakai, maka stok tersebut diartikan sebagai pemborosan. Sehingga persediaan sebaiknya tidak terlalu banyak atau sangat minimal dan juga bisa dinolkan (seperti model JIT). Untuk meminimalkan persediaan bisa diartikan sangat sulit karena berdampak pada semua proses produksi. Jika semua lini tidak siap, maka bisa menimbulkan terhambatnya proses produksi bila stok persediaan habis. Menghadapi persediaan, kita dihadapkan pada kondisi “trade off”, jumlah persediaan terlalu maksimal berarti pemborosan biaya, tetapi bila terlalu minim atau bahkan nol sementara semua lini produksi belum menyikapinya dampaknya bisa menimbulkan terhambatnya proses produksi [4].</p>
      <p id="paragraph-b788db9f40bff8f93afe1ccf39ba6795">A. Jenis Persediaan</p>
      <p id="_paragraph-28">Ada beberapa jenis persediaan di dalam perusahaan [5], yaitu :</p>
      <list list-type="bullet" id="list-499c9745ee3d039817902384eab079a6">
        <list-item>
          <p>Persediaan bahan baku (<italic id="_italic-66">Raw Materials Inventory</italic>)</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Persediaan barang setengah jadi atau <italic id="_italic-67">Work In Proses</italic> (WIP)</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>MRO (<italic id="_italic-68">Maintenance Repair Operating</italic>)</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Persediaan barang jadi (<italic id="_italic-69">Finished goods inventory</italic>)</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="paragraph-d4ddfb23a9d763afd0d8d999a556b09b">B. Biaya Persediaan</p>
      <p id="_paragraph-29">Secara umum dapat dikatakan bahwa biaya dalam sistem persediaan adalah semua pengeluaran dan kerugian yang timbul sebagai akibat adanya persediaan [6]. Berikut ini adalah uraian secara singkat dari masing-masing komponen biaya.</p>
      <p id="paragraph-4dcac7e38c75496f213c33b3f272238b">a. Biaya pembelian (<italic id="_italic-70">purchasing cost</italic> = c)</p>
      <p id="paragraph-3cab338b02f51d5cb70a85d5791007e8">b. Biaya pengadaan (<italic id="_italic-71">procurement cost</italic>)</p>
      <list list-type="bullet" id="list-f6397c3360f8b1afee07da28b90d3742">
        <list-item>
          <p>Biaya pemesanan (<italic id="_italic-72">ordering cost</italic> = k)</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Biaya pembuatan (<italic id="_italic-73">set up cost</italic> = k)</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-30">c. Biaya simpan adalah semua pengeluaran biaya yang timbul dalam aktifitas menyimpan barang. Biaya ini meliputi:</p>
      <list list-type="bullet" id="list-53e472fe91f6f269528a3e68460902c8">
        <list-item>
          <p>Biaya modal.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Biaya gudang.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Biaya kerusakan dan penyusutan.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Biaya kadaluwarsa.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Biaya asuransi.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Biaya administrasi dan pemindahan.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="paragraph-13b49c94093c1046cf473517db9f3655">d. Biaya kekurangan persediaan (<italic id="italic-294b3759fc2e7d1c1f65727d4bb444a7">shortcage cost</italic> = p)</p>
      <list list-type="bullet" id="list-61af72c987f9e325c118b210f7d064f0">
        <list-item>
          <p>Kuantitas yang tidak dapat dipenuhi.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Waktu pemenuhan.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Biaya pengadaan darurat.</p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Metode Persediaan</title>
      <p id="_paragraph-31">Untuk menghindari terjadinya lebih dan kurangnya stok yang ada, pengadaan bahan baku bisa dilakukan memakai metode <italic id="_italic-74">periodic review</italic>, dan <italic id="_italic-75">continuous review</italic>. Dalam penentuan model persediaan yang paling tepat untuk dipakai dalam kasus pengendalian persediaan, untuk perbedaan yang paling dasar diantara model metode <italic id="_italic-76">continuous review</italic> (Q) dan <italic id="_italic-77">periodic review</italic> (P) [7].</p>
      <table-wrap id="_table-figure-2">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>Perbandingan Metode Q dan Metode P</title>
          <p id="_paragraph-33">Maskun (2016)</p>
        </caption>
        <table id="_table-2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-37466b42d78c3188999390f9d7131c1a">
              <td id="table-cell-07649e85474e2eec55a5638f5ed4be46">No.</td>
              <td id="table-cell-429a6ef73e4420373537927d1ed39ad8">Metode Q</td>
              <td id="table-cell-ef915554d3c7e1b1843acc9c82993afe">Metode P</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-00c22199592a08ef69f0771155070956">
              <td id="table-cell-b152b0fbb50b7a0b3af30f2423f5cfc9">1.</td>
              <td id="table-cell-128cd4939b31c1ceec976e78866e2340">Waktu diantara dua pemesanan yang berurutan tidak tetap.</td>
              <td id="table-cell-b429fda2ea85e7baf37692ff53607079">Waktu diantara dua pemesanan yang berurutan tetap.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-280ce03b6a7b849033687a8a8e29df7c">
              <td id="table-cell-324d5ec12ba34f529f222b394b57858f">2.</td>
              <td id="table-cell-7397e15b4124da44c8778e6e05ad1a78">Jumlah pemesanan selalu sama untuk setiap pemesanan.</td>
              <td id="table-cell-a2436dd00e8edeb03166efe666df9623">Jumlah pemesanan berubah-ubah untuk setiap pemesanan.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-bd0903c9cdea2bb79a90f9a86c2caecd">
              <td id="table-cell-39b18123134feac77401fdfa14302e15">3.</td>
              <td id="table-cell-e172a97beb09db3eca2a4b353fd21ae6">Barang yang disimpan relatif lebih sedikit.</td>
              <td id="table-cell-a20060522e6104625e4a1a9f791ad36c">Membutuhkan safety stock yang lebih besar.</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-563a130ed9432f8541297ad231d75561">A. Metode Continuous Review</p>
      <p id="_paragraph-35">Pada metode ini, saat jumlah persediaan mencapai <italic id="_italic-79">reorder point</italic>, maka harus dilakukan pemesanan kembali dengan jumlah ukuran pesanan yang sama untuk setiap kali pesan. Karena setiap permintaan bersifat probabilistic, tiap kali pesan dengan jumlah yang sama maka menyebabkan interval antara pemesanan menjadi berbeda-beda [8]. Tahaban penerapan ini ditunjukkan pada gambar berikut ini.</p>
      <p id="_paragraph-36">Gambar 1. Tahapan Pemesanan Kembali Memakai Metode <italic id="_italic-80">Continuous</italic><italic id="_italic-81"> Review</italic></p>
      <p id="paragraph-bea9f857b1e92c2ef457184ca6183afa">B. Metode Periodic Review</p>
      <p id="_paragraph-37">Metode ini melakukan pemesanan kembali secara periodik, misalnya tiap bulan. Besar dan kecilnya pemesanan barang tergantung pada stok akhir persediaan pada saat periode dilakukan pemesanan kembali. Karena jarak antara waktu pemesanan yang sama, maka jumlah pesanan tidak sama setiap kali pemesanan. Karena permintaan yang bersifat probabilistic, ada kemungkinan persediaannya sudah habis tetapi belum masuk periode melakukan pemesanan kembali. Sehingga sangat diperlukan <italic id="_italic-82">safety stock</italic> untuk mengantisipasi terjadinya <italic id="_italic-83">stock out</italic> [4]. Tahapan penerapan metode ini ditunjukkan pada gambar berikut ini.</p>
      <p id="_paragraph-38">Gambar 2. Tahapan Pemesanan Kembali Dengan Metode <italic id="_italic-84">Periodic</italic><italic id="_italic-85"> Review</italic></p>
      <p id="paragraph-e4502f1c39a70d50a876df42659367a2">C. Perbandingan Metode Periodic Review dan Metode Continuous Review</p>
      <p id="_paragraph-39">Baik metode <italic id="_italic-86">periodic review</italic> maupun metode <italic id="_italic-87">continuous review</italic> masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Metode <italic id="_italic-88">periodic review</italic> lebih cocok digunakan untuk mengontrol persediaan barang yang permintaannya relatif stabil, jumlah permintaan besar dan harga barangnya relatif tidak mahal. Sedangkan <italic id="_italic-89">continuous review</italic> lebih baik dipakai untuk mengontrol persediaan barang yang permintaannya sedikit dan harga barangnya mahal. Tabel 2.2 menunjukkan perbandingan metode <italic id="_italic-90">periodic review</italic> dan metode <italic id="_italic-91">continuous review </italic>[9]<italic id="_italic-100">.</italic></p>
      <table-wrap id="_table-figure-3">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <title>Perbandingan Metode <italic id="_italic-92">P</italic><italic id="_italic-93">eriodic </italic><italic id="_italic-94">R</italic><italic id="_italic-95">eview </italic>dan Metode <italic id="_italic-96">C</italic><italic id="_italic-97">ontinuous </italic><italic id="_italic-98">R</italic><italic id="_italic-99">eview<italic id="italic-b74b91c841072376c47d24188cebb63a"/></italic></title>
          <p id="_paragraph-41" />
        </caption>
        <table id="_table-3">
          <tbody>
            <tr id="table-row-85188250ab6718430ad58fbea45c8ec9">
              <td id="table-cell-5ef4b759753ee1175fb06c46d53c2bd7">No</td>
              <td id="table-cell-ff65e17f310c01a607a1f1d65e22c13d">Perbandingan</td>
              <td id="table-cell-1885af33330a98d18b023ff1fbd9fc6b">M etode C ontinuous R eview </td>
              <td id="table-cell-4ee83dd85f161f61086879ffefc533b7">M etode P eriodic R eview </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8916d82689ece16e2ef03a7352ec76d7">
              <td id="table-cell-03d95de9ced8a8de0c9fb7b4f9ac134b">1</td>
              <td id="table-cell-25bfe28690bdebf777466b20c382f20a">Periode pemesanan</td>
              <td id="table-cell-f635447a5de51a4c3aa452672e7f4a62">Tidak tetap</td>
              <td id="table-cell-b0a13735badb24d6b8116e98c24e21f3">Tetap</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-dbf93b4c213b0bd956ea271a7e4a8d55">
              <td id="table-cell-c438b9264910679fcfb98a0dd2cd655b">2</td>
              <td id="table-cell-b7de72951f4f36d75c75d0fc179ee339">Jumlah ukuran pemesanan</td>
              <td id="table-cell-86d006f7fa5329421b9dd27d471a2639">Selalu sama</td>
              <td id="table-cell-36444b7ac2f6c897939469c8ada58908">Setiap kali pesan dengan jumlah yang berbeda</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5062dd311a0bcc9387b854b3301b1ebd">
              <td id="table-cell-d98355eb3f947a34a80eb53e212b7eb5">3</td>
              <td id="table-cell-b85379517ee8afa905005940a42a0b2b">Jumlah persediaan</td>
              <td id="table-cell-d79ca5afcc3ee17ce318e7fd3375ab6b">Barang yang disimpan relatif sedikit</td>
              <td id="table-cell-8241654c6ca9500c56b9380765ce34a2">Membutuhkan safety stock relatif lebih besar untuk antisipasi variasi permintaan selama pesanan belum sampai</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e97f2a1c04466cc1af7db5e44999868b">
              <td id="table-cell-2ba7068e8393e00beaad83088793718f">4</td>
              <td id="table-cell-e24fa8297cc7d999426c790ba367d7bd">Sistem administrasi</td>
              <td id="table-cell-41db03718c4ffa089c53f543be94e123">Harus selalu mengupdate tingkat persediaan sehingga administrasi lebih berat, memerlukan bantuan sistem terkomputerisasi</td>
              <td id="table-cell-36c50de02818aeccc6d2d2de411d4ae1">Administrasi ringan</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
    </sec>
    <sec id="heading-6048008debaa38a7f3b6be9ccbd61b9b">
      <title>Perhitungan Kebutuhan Safety Stock</title>
      <p id="_paragraph-42">Dalam melakukan pemesanan bahan baku diperlukan jangka waktu yang berbeda-beda mulai dalam hitungan jam sampai hitungan bulan. Jangka waktu dari saat memesan sampai bahan baku datang disebut waktu tenggang atau <italic id="_italic-110">lead time</italic>. <italic id="_italic-111">Lead time</italic> sangat bergantung pada jarak lokasi antara pemasok dan pembeli serta ketersediaan stok dari bahan baku yang dipesan, maka dari itu <italic id="_italic-112">safety stock</italic> atau stok pengaman sangat diperlukan. Untuk mengetahui jumlah <italic id="_italic-113">safety stock</italic>, perhitungan dilakukan dengan rumus sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-43"><italic id="_italic-114">Safety Stock</italic> = SD X Z</p>
      <p id="_paragraph-44">(5)</p>
      <p id="_paragraph-45">Keterangan:</p>
      <p id="_paragraph-46">SD = Standar Deviasi</p>
      <p id="_paragraph-47">Z = Standar penyimpangan</p>
    </sec>
    <sec id="sec-6">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="paragraph-bca52d68498717f473ea4ad0ae110c3e">A. Data Permintaan Material</p>
      <p id="_paragraph-48">Data permintaan yang dipakai dalam penelitian ini adalah data permintaan barang sekunder yang didapat dari perusahaan. Berikut data permintaan <italic id="_italic-115">sodium caseinate</italic> pada bulan Januari 2018 sampai Desember 2020.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-4">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <title>Data Permintaan Sodium Caseinate Tahun 2018 Sampai 2020.</title>
          <p id="_paragraph-50" />
        </caption>
        <table id="_table-4">
          <tbody>
            <tr id="table-row-a4c114b35a06cf63c81cbf794ed4ea96">
              <td id="table-cell-5e8b8d48a1576700f40fa073f5ad2721">Periode</td>
              <td id="table-cell-d491edfbedd06889f17a29647825be5c">Bulan</td>
              <td id="table-cell-0c5b67c3747ecf5f1deff969387dcf4e">Permintaan Per Bulan (2018 )</td>
              <td id="table-cell-30568b5129c0a1f2279c8ee0664dab4f">Permintaan Per Bulan (2019 )</td>
              <td id="table-cell-3666dc5ec5df850da4aeacba63f7b008">Permintaan Per Bulan (2019 )</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7dd236913006f64fdeae653891fad3fe">
              <td id="table-cell-f72d2c8ff5de974cc90d848b48656d5f">1</td>
              <td id="table-cell-30b56b1d7fb51a32e50d37066333cd40">Januari</td>
              <td id="table-cell-90bbe969f8a9bd576473c4f71e862532">49,250 Kg</td>
              <td id="table-cell-1d5a483ada8aaca4fe30883bb51823a6">69,075 Kg</td>
              <td id="table-cell-f506cdf2efb89f3a3b236b64d7058942">117,825 Kg</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-de3901a3e413a8515e49cc07b96d888d">
              <td id="table-cell-3cbd7e667013dce2f331945c2232e153">2</td>
              <td id="table-cell-4adc9e135b8e0ef1dd7255d420776dfd">Februari</td>
              <td id="table-cell-7c258b945ff09a56b1440f0cbcd83da2">42,375 Kg</td>
              <td id="table-cell-4af0b490461da9ecc50b0b513ede38e4">57,250 Kg</td>
              <td id="table-cell-990bd5177c080ac192f94c791edf15c4">119,975 Kg</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-033974d43ad1c5575142bd1bbb2137ca">
              <td id="table-cell-78a35f878693298566d9e0c3a6b920e8">3</td>
              <td id="table-cell-d899b54d5cd0223193565a66bab86bb4">Maret</td>
              <td id="table-cell-7212fb50b0226729c4e7d795c216c9b2">55,525 Kg</td>
              <td id="table-cell-a080f1ff3645c33439ffef37a2904b95">92,350 Kg</td>
              <td id="table-cell-906f05e97e90deb5f384bee019f47fd5">129,750 Kg</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c62e41614b5c55321bd9ebc967d9beb0">
              <td id="table-cell-3f8bb684d9daa956c222af3602bec4ed">4</td>
              <td id="table-cell-184802b0458a8c81c29102fa251f035e">April</td>
              <td id="table-cell-755ee7aa5435369af79d7cc648385577">57,250 Kg</td>
              <td id="table-cell-a0d66754bc0acf30d54ea2a33a5ba55a">98,050 Kg</td>
              <td id="table-cell-578e4da6869c69a15d93a6c1cadcc476">157,225 Kg</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-69436ff5025522ce4b66669b5c29a886">
              <td id="table-cell-d55e21131ed1f31d2ceb3151527a327d">5</td>
              <td id="table-cell-cb5ed14542e9591432cd96dbabd33842">Mei</td>
              <td id="table-cell-6440ba0e0fb563c0f3c06613a68e74f9">42,325 Kg</td>
              <td id="table-cell-d66abc4b40d0da3c68eb7e381ec97b6e">84,575 Kg</td>
              <td id="table-cell-5149954103be71b86ddf4957b84d39ef">145,925 Kg</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b012b28f013571ab241c1914786c9e9e">
              <td id="table-cell-0fc08f20bdb47f5c3480cbd625433746">6</td>
              <td id="table-cell-766d9d6cc18e65c0a077581c9055538f">Juni</td>
              <td id="table-cell-831ae7f4ac26b4f07c0d5aa281610c5c">69,075 Kg</td>
              <td id="table-cell-5002cd9892b6242ef173254965714787">85,275 Kg</td>
              <td id="table-cell-709862e336c6828e3f7544254ad76069">134,875 Kg</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b43d076627bc37d76e3dfa5a5b9d315e">
              <td id="table-cell-03dc4a6266c31cbf5c53281884635939">7</td>
              <td id="table-cell-46813aead7e5c451f12f8211e988c818">Juli</td>
              <td id="table-cell-5756135ab46449f5551496a1a5d95f28">82,575 Kg</td>
              <td id="table-cell-f650d54ea2222669487297d3f4e7e8d6">99,575 Kg</td>
              <td id="table-cell-7b650d7f9904dc249d12bc1921613aca">144,325 Kg</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-01c008a903e63dd45be6fe8d91a684b7">
              <td id="table-cell-61c015b1679504c02a8a1f72ad2a1e55">8</td>
              <td id="table-cell-6071d905436107d35e142ebf6d7d60af">Agustus</td>
              <td id="table-cell-ae3bf0d4b86e023bc29ddcb2a1e54ec5">84,575 Kg</td>
              <td id="table-cell-62765ddb95ab2f4f5b598b5b05053cb0">108,625 Kg</td>
              <td id="table-cell-8bd262831d3fc6af4a7e139f27d73f5c">152,825 Kg</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d414cbd3081a9bd7f912f9bd9e709048">
              <td id="table-cell-7260efaf3aa59e40329662a696f0a993">9</td>
              <td id="table-cell-8de71ea5b06becf5121d36303a673972">September</td>
              <td id="table-cell-dcd1d18eb274931561e09fd2d632bfed">82,625 Kg</td>
              <td id="table-cell-6d85b448dc09b49bb3d301b43efa3113">99,275 Kg</td>
              <td id="table-cell-f4ad0f409af3da773e9fa37b0db9a35c">160,125 Kg</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-acfac2cd3f5744a420560c8ef5be54a9">
              <td id="table-cell-76780b3ea13c0a6a8ebfd939b2dbee45">10</td>
              <td id="table-cell-2bc8c737a4003de86efc6efc4e4ed9d9">Oktober</td>
              <td id="table-cell-f2e64541fef94729cfc98dc7a3818764">82,525 Kg</td>
              <td id="table-cell-14e1a7adac41b3b0c5edd2d39679690d">107,575 Kg</td>
              <td id="table-cell-6b3edd9a7b4dd999b5c19a98f5aaaa0c">165,550 Kg</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ae5664ec265fb210f8b9827782832e9a">
              <td id="table-cell-1517d7cd4c2d9edac350d260324a08a1">11</td>
              <td id="table-cell-97c5422d3cbb1ef5857b15b36bbec399">November</td>
              <td id="table-cell-21b5f4a1c2421044861d699a1e7a5df2">99,275 Kg</td>
              <td id="table-cell-b480f29f171bfd6d900a966b815c9c30">119,750 Kg</td>
              <td id="table-cell-a6042ebbb5711d98d3f2b26684bc9cab">187,025 Kg</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4436f47800fe125b0ce19e6791270003">
              <td id="table-cell-a18729e0cd446a84447fd6510008b6d8">12</td>
              <td id="table-cell-7aec5e3796e398ba54b70e55e4c9516a">Desember</td>
              <td id="table-cell-ca08530a9f768f00200297d8b40b6cf9">92,375 Kg</td>
              <td id="table-cell-834a557b82df565000abcb2bdbafb651">119,675 Kg</td>
              <td id="table-cell-2da450012b1f689dc6f66e62942fe9e8">209,575 Kg</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-8dd5bc4dd94e752d7804d92ebcde1004">
              <td id="table-cell-612170e822f0b487934e56ac1df17f2a" colspan="2">Jumlah</td>
              <td id="table-cell-01af98915709f2054cce2b7ce7502223">839.750 Kg</td>
              <td id="table-cell-c23c2c3549cf9dd9de20dfd8d682048d">1.141.050 Kg</td>
              <td id="table-cell-517a1ea18aecdc2e7878e25fd5586681">1.825.000 Kg</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-bb64f2c03fc468623eec722d993cedcf">B. Biaya Persediaan Material</p>
      <p id="_paragraph-51">Ada beberapa biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam proses persediaan antara lain biaya pembelian, biaya pemesanan dan biaya simpan.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-5">
        <label>Table 4</label>
        <caption>
          <title>Biaya Persediaan <italic id="_italic-116">Sodium Caseinate</italic></title>
          <p id="_paragraph-53" />
        </caption>
        <table id="_table-5">
          <tbody>
            <tr id="table-row-7868377d95944258b8afc6ed36469e21">
              <td id="table-cell-9ce645bf1aaaca6c8db0fa07af6a7c23">No</td>
              <td id="table-cell-e6fff124e1ec11fbbfb3bde7171626ca">Biaya Persediaan</td>
              <td id="table-cell-d7379c44ef65194249ab2498012aef2e">Harga</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e58a3723ca7e48ff1a3fa03b6bf02d86">
              <td id="table-cell-84c4ce6edc04fccd38cefd526e568605">1</td>
              <td id="table-cell-1a84f3fcad4fdf9f9b82c1d836270d59">Biaya Simpan</td>
              <td id="table-cell-19cffc41a38b8ffd70c980628a05f9d8">Rp. 11.880,00/Kg/Bulan</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6922cbcc26bdda89663776b102fc4ace">
              <td id="table-cell-6cd47bdf19a08ac0af5b459a9ff33eb7">2</td>
              <td id="table-cell-b761f82792e5cb3c45948f20648414fb">Biaya Pembelian</td>
              <td id="table-cell-facd33cb602add04f5f33703bf341375">Rp. 4.950.000,00/Sak</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-788323dbf783f1f4324af816a44c2ceb">
              <td id="table-cell-8bb123464dcd2f985001d27c5767e082">3</td>
              <td id="table-cell-fb24c0029d160dc3fe40f5fe9eb247eb">Biaya Pemesanan</td>
              <td id="table-cell-9911261a5fabb0364567221cad5ed4be">Rp. 6.400,00/Pesan</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-738e069e2ca88ac62fb689d716eb59c6">C. Parameter Perhitungan Biaya Persediaan</p>
      <p id="_paragraph-54">Parameter yang dipakai untuk perhitungan pengendalian persediaan yaitu biaya yang sudah dihitung. Untuk penelitian ini, perhitungan pengendalian persediaan <italic id="_italic-117">sodium caseinate</italic> dihitung sesuai dengan kebijakan perusahaan, pengendalian persediaan dengan pendekatan model <italic id="_italic-118">continuous review</italic> dan <italic id="_italic-119">periodic review</italic>. Parameter yang dipakai untuk perhitungan pengendalian persediaan <italic id="_italic-120">sodium caseinate</italic> yaitu sebagai berikut:</p>
      <list list-type="bullet" id="list-3ea1bd6e743c3f058f5f4e8d83457e68">
        <list-item>
          <p>Total kebutuhan (D) = 839.750 Kg</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Rata-rata kebutuhan = 69.979 Kg/Bulan</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Biaya pembelian (p) = Rp. 208.000/Kg</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Biaya pemesanan (A) = Rp. 6.400/Pesan</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Biaya simpan (h) = Rp. 9.500/Kg/Bulan</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Biaya kekurangan persediaan = Rp. 23.200/Kg</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-55"><italic id="_italic-121">Lead time </italic>(LT)= 4 Bulan 6 Hari/4,2 Bulan</p>
      <p id="_paragraph-56">Jika dikonversi dalam tahun, maka LT</p>
      <p id="paragraph-64ac1eb7c4151a7ee445a16e17d9d20e">D. Menghitungan Sesuai Kebijakan Perusahaan Untuk Biaya Persediaan</p>
      <p id="_paragraph-57">Pengendalian persediaan <italic id="_italic-122">sodium caseinate</italic> di tahun 2018 sampai tahun 2020 memakai metode probabilstik sederhana. Langkah – langkah metode probabilistik sederhana sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-58">Maka standar deviasinya menjadi</p>
      <p id="paragraph-a11bf6920369c872d019ddb05776557c">a. Menghitung rata-rata kebutuhan <italic id="_italic-123">sodium caseinate</italic></p>
      <p id="paragraph-3afc5ffeb1e71b51f17d3606384d6422">b. Menghitung standar deviasi</p>
      <p id="paragraph-64eab577d9ddd842889cffd7e875bc00">c. Menelusuri nilai expektasi untuk kebutuhan yang tidak terpenuhi (N)</p>
      <p id="_paragraph-59">Diketahui perusahaan akan meningkat kan service levelnya menjadi 99% maka nilai maka nilai dan dapat ditentukan dimana nilai tersebut dapat dilihat melalui tabel distribusi normal.</p>
      <p id="_paragraph-60">Sehingga nilai N dapat dihitung sebagai berikut :</p>
      <p id="_paragraph-61">Perhitungan kebijakan persediaan yang optimal sebagai berikut:</p>
      <list list-type="bullet" id="list-3d53624cbac204b5b48ffebdedff6711">
        <list-item>
          <p>Jumlah pemesanan yang ekonomis</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Cadangan pengamanan</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Saat pemesanan ulang</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Frekuensi pemesanan</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Menghitung total ongkos persediaan</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-62">Nilai total biaya persediaan bahan baku <italic id="_italic-124">sodium caseinate</italic> yang dikeluarkan oleh perusahaan selama tiga tahun sebesar = Rp. 252.323.882.141 per tahun.</p>
      <p id="paragraph-be2b874db14287b0280875c57120199a">E. Menghitungan Sesuai Model Continuous Review System Back Order (CRSBO) Untuk Biaya Persediaan</p>
      <p id="_paragraph-63">Pengendalian persediaan saat ini model (CRSBO) digunakan untuk menghitung persediaan barang yang optimal, terdiri atas beberapa hal ialah total bahan yang dipesan untuk setiap pemesanan , waktu untuk pemesanan dan berapa jumlah cadangan pengamanan . Langkah menghitung memakai model CRSBO sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-64">Iterasi-1</p>
      <p id="_paragraph-65">Jumlah pemesanan sebesar = 2.264 Kg.</p>
      <p id="_paragraph-66">Sesuai dengan tabel distribusi normal untuk 𝛼 = 0,0002 didapatkan nilai = 3,60 maka:</p>
      <p id="_paragraph-67">Nilai <italic id="_italic-125">reorder level </italic></p>
      <p id="_paragraph-68">Jumlah pemesanan sebesar = 51.399Kg</p>
      <p id="_paragraph-69">Sesuai dengan table distribusi normal untuk nilai = 0,0019 dan = 0,00013, maka bisa dihitung nilai N sebagai berikut :</p>
      <p id="_paragraph-70">Sesuai dengan tabel distribusi normal untuk 𝛼 = 0,0062 didapatkan nilai = 2,50 maka</p>
      <p id="_paragraph-71">Nilai <italic id="_italic-126">reorder level </italic></p>
      <p id="_paragraph-72">Perhitungan dapat dilakukan dengan cara yang sama untuk iterasi selanjutnya, yang hasil lengkap perhitungan biaya persediaan kebutuhan bahan baku <italic id="_italic-127">s</italic><italic id="_italic-128">odium </italic><italic id="_italic-129">c</italic><italic id="_italic-130">aseinate</italic> selama 36 periode waktu menggunakan model CRSBO dapat dilihat pada tabel berikut:</p>
      <table-wrap id="_table-figure-6">
        <label>Table 5</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-74">Perhitungan Biaya Persediaan Kebutuhan <italic id="_italic-131">Sodium Caseinate</italic> Menggunakan Model CRSBO</p>
        </caption>
        <table id="_table-6">
          <tbody>
            <tr id="table-row-a32deb768fcca417df685b83fbf33c05">
              <td id="table-cell-1413e94d817c6d92d9c5a99dafb6612c">Iterasi Ke-</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0386f3dd2390deb18638ad7523e2f746">
              <td id="table-cell-497abdaa1195bacfc0e174b46fd35875">1</td>
              <td id="table-cell-0d7a8da57dcc2adfeed017db28aac65d">2.264</td>
              <td id="table-cell-9ef68e49dcdb08bd2ffbeadbbba3221f">0,0002</td>
              <td id="table-cell-7af07470e9158840fe5dbb62df65bf33">1.420.232</td>
              <td id="table-cell-1ab14c7abadfc33ce8202087937992d8">51.399</td>
              <td id="table-cell-4be29c7d0ad715265c6ffe93bfc857ed">0,0062</td>
              <td id="table-cell-d5dc04d3fcc9656b31e1b99eac1c96f8">1.392.587</td>
              <td id="table-cell-819431d0dac08fa1e70dc9e810a3f3a8">26645</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7d33b3ecc58af8df0c74f457811c3274">
              <td id="table-cell-1e5ddc44f9b7fc935ef5276b1845db84">2</td>
              <td id="table-cell-46ab2de4258520dfa7af5f6e5c3390c9">51.399</td>
              <td id="table-cell-dea78a76816c10f5ef6008501770470b">0,0062</td>
              <td id="table-cell-0a6f5349d57da3efa823f222dfd02ec1">1.392.587</td>
              <td id="table-cell-a13845d5296ae8c8f812a6bfc888227c">75.056</td>
              <td id="table-cell-13eabbc65e5b6206b4be9e7f2eb2c19d">0,0082</td>
              <td id="table-cell-f3fdf426fc3c714293c4e699f04430f7">1.390.165</td>
              <td id="table-cell-e180cf643cdfc18258178429cadd4a54">2422</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ba4869d596dc7098da30d19eaa035ba0">
              <td id="table-cell-10c1b67292d1e3824a4e4c0464972d20">3</td>
              <td id="table-cell-2aa56957571fa740417550b16dcce396">75.056</td>
              <td id="table-cell-cabb667d4fb8ea90b729789bf4f91dcd">0,0082</td>
              <td id="table-cell-27ed291f6251883a0aad3034d0c3b283">1.390.165</td>
              <td id="table-cell-b5a23d4891dcc4795dc16eb4b123d28d">84.695</td>
              <td id="table-cell-bcd750304ed5b4f2f725e944d3422bb1">0,0094</td>
              <td id="table-cell-bc7649a02c130521d7f5a24b17498b46">1.388.954</td>
              <td id="table-cell-a0d8273e6690738aa489a1f422449a41">1211</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-60e5d6f090a4032144ad65d38a9f20e2">
              <td id="table-cell-8606f9fcbb4d83b6763948c8845d1852">4</td>
              <td id="table-cell-d1ca1de5600703051b4c7e1aa781745e">84.695</td>
              <td id="table-cell-e99a11d41b0fb05bae386d759af8145f">0,0094</td>
              <td id="table-cell-b7fee6629bad93ecf155668cdacf6354">1.388.954</td>
              <td id="table-cell-f6bbbe3783eb5562c131a37e171c14b5">89.251</td>
              <td id="table-cell-a11c0305701565d853227ff411231f14">0,0107</td>
              <td id="table-cell-36cb39880647edfdedbcef584de5c954">1.387.742</td>
              <td id="table-cell-3bf0ab539fe7841c0e76802e2b068286">1211</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-fd49006b825b3008884b88dc9b847f1d">
              <td id="table-cell-e5df60d8983745db114d9ef7701f995d">5</td>
              <td id="table-cell-adcc7677b03a0c0bf7ae628b6dd9b16a">89.251</td>
              <td id="table-cell-a6892b0d666dc5575c0d4bc54dc04cbe">0,0107</td>
              <td id="table-cell-43a886bc625c76dcf3b2b93c9b9665a2">1.387.742</td>
              <td id="table-cell-68801a1f1da7c426180caf6559e0b37e">94.424</td>
              <td id="table-cell-5c742ff2b4fbb6cf7ce42a09b9dee479">0,0107</td>
              <td id="table-cell-9d2d12d3e814e63226878f7f583678a4">1.387.742</td>
              <td id="table-cell-1dd2b9d98dbc2bc035a036e006c40a38">0</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <list list-type="bullet" id="list-c4b38179064ce5deb4cafecccd527a84">
        <list-item>
          <p>Hitung</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Hitung dan</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Hitung nilai</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Hitung kembali nilai dan</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Nilai dan perbandingannya ialah nilai selisih dan cukup jauh yaitu 26.445 Kg, sehingga iterasi di lanjutkan pada iterasi ke-2 dengan .</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Jika nilai = 1.387.742 Kg dan = 1.387.742 Kg maka hasil perbandingannya adalah nilainya nol dan hasil perhitungan mendapatkan hasil yang sama dengan iterasi-4 dan 5. Iterasi tidak dilanjutkan dan selanjutnya dilakukan perhitungan total biaya persediaan sebagai berikut:</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-75">Sehingga ekspektasi ongkos total bisa dihitung sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-76">Total nilai biaya persediaan bahan baku sesuai dengan model CRSBO sebesar = Rp per tahun.</p>
      <p id="paragraph-46fd4357a052befb3a6c357447c446c3">F. Menghitungan Sesuai Model Continuous Review System Lost Sales (CRSLS) Untuk Biaya Persediaan</p>
      <p id="_paragraph-77">Pengendalian persediaan saat ini model (CRSLS) sedikit berbeda dengan <italic id="_italic-132">back order</italic> untuk penentuan nilai alfanya. Dalam menghitung kebijakan persediaan barang yang optimal, terdiri dari beberapa hal ialah total bahan yang dipesan untuk setiap pemesanan , waktu untuk pemesanan dan berapa jumlah cadangan pengamanan . Langkah menghitung memakai model CRSLS[10] sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-78">Iterasi-1</p>
      <p id="_paragraph-79">Jumlah pemesanan sebesar = 2.264 Kg.</p>
      <p id="_paragraph-80">Sesuai dengan tabel distribusi normal untuk 𝛼 = 0,0002 diperoleh = 3,60 maka:</p>
      <p id="_paragraph-81">Nilai <italic id="_italic-133">reorder level </italic></p>
      <p id="_paragraph-82">Jumlah pemesanan sebesar = 51.399 Kg</p>
      <p id="_paragraph-83">Sesuai dengan tabel distribusi normal untuk nilai = 0,0060 dan = 0,00004, maka bisa dihitung nilai N sebagai berikut :</p>
      <p id="_paragraph-84">Sesuai dengan tabel distribusi normal untuk 𝛼 = 0,0054 diperoleh = 2,55 maka</p>
      <p id="_paragraph-85">Nilai <italic id="_italic-134">reorder level </italic></p>
      <p id="_paragraph-86">Perhitungan dapat dilakukan dengan cara yang sama untuk iterasi selanjutnya, yang hasil lengkap perhitungan biaya persediaan kebutuhan bahan baku <italic id="_italic-135">s</italic><italic id="_italic-136">odium </italic><italic id="_italic-137">c</italic><italic id="_italic-138">aseinate</italic> selama 36 periode waktu menggunakan model CRSLS dapat dilihat pada tabel berikut</p>
      <table-wrap id="_table-figure-7">
        <label>Table 6</label>
        <caption>
          <title>Perhitungan Biaya Persediaan Kebutuhan <italic id="_italic-139">Sodium Caseinate</italic> Menggunakan Model CRSLS</title>
          <p id="_paragraph-88" />
        </caption>
        <table id="_table-7">
          <tbody>
            <tr id="table-row-d8a1ff1fd4c9d64c3195bb0bbcc5c90b">
              <td id="table-cell-47f6cdc7305cc395433621bbfb90ed2e">Iterasi Ke-</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-22cb4c024aebfb190538016de8e9507d">
              <td id="table-cell-6c78bafe593672f322a57b6f37aed3cd">1</td>
              <td id="table-cell-9a2b03d489846f70205a3422734ac8e3">2.264</td>
              <td id="table-cell-4887e77397d0694fdc5213a5d0b3f8dd">0,0002</td>
              <td id="table-cell-a3495cb9715ab440a430fa325a98eb25">1.420.232</td>
              <td id="table-cell-a1c20f0b438def21e95c575252d94d20">51.399</td>
              <td id="table-cell-842213e9d4964405bfc74421216f4cfb">0,0054</td>
              <td id="table-cell-002c42e027ae3d0669d732360ce351fc">1.393.798</td>
              <td id="table-cell-30ec458ffd64c4f1d704b0439f0afb5e">25.434</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-3b0b9ee8cd1f6298e588cba0233c2b5a">
              <td id="table-cell-9d4e9470863539474e9339d316826597">2</td>
              <td id="table-cell-4d26d8560115886c0bf9ae4736fef0f6">51.399</td>
              <td id="table-cell-f20341a8f6a3b0880096251244e515a5">0,0054</td>
              <td id="table-cell-5abed36bfdac9f463f17ded835d02289">1.393.798</td>
              <td id="table-cell-3a972ad3b3232731ade71a6619b718fb">70.621</td>
              <td id="table-cell-1553c75b7fc22c062d322ddcb0956de6">0,0082</td>
              <td id="table-cell-eecd062ed64fe55557601104d5785a0e">1.390.165</td>
              <td id="table-cell-5ddb491e3c913f594e034b2e6a95f7a0">3.633</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-51cc21fc3355fe4c02615e13c340669a">
              <td id="table-cell-35f01e08bc99b57c19663444a80244ba">3</td>
              <td id="table-cell-faf18eb0df2dde3ebb8abee514e355a2">70.621</td>
              <td id="table-cell-a8e181508ad2ca64d1842599ad2d6dc1">0,0082</td>
              <td id="table-cell-1f346fd75eef1bbf7f44d3fa7d5ae74f">1.390.165</td>
              <td id="table-cell-d249759daf310f71c05e76923b6db3c2">84.695</td>
              <td id="table-cell-d077bb120be7f2936ba9bff81c51aa05">0,0094</td>
              <td id="table-cell-9fe2c27c20b633b8fec1113ed17374ec">1.388.954</td>
              <td id="table-cell-6f7c3e8b9598477da5bf3620a8c5b1af">1.211</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-378767d037a871fefab0bf4f4af5e5e3">
              <td id="table-cell-422ee55699b39c6c13826c10ccc6aa4b">4</td>
              <td id="table-cell-9a7b78d90cd82d36d26bd47868697257">84.695</td>
              <td id="table-cell-71eaa9c90ca3ae9616404826cc58b783">0,0094</td>
              <td id="table-cell-e4d7e23269e216d236418347f5d936a4">1.388.954</td>
              <td id="table-cell-b8ab85dc1670c38e5b7062d43f64e3c6">89.251</td>
              <td id="table-cell-3e4bc72464ec29608ee18dd898b10954">0,0107</td>
              <td id="table-cell-da0d2bdb2c09fef368cf7ee23a0709df">1.387.742</td>
              <td id="table-cell-aa6e1bbdb54bb86c055374de364f86ad">1.211</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-165126781ff039b51edfc2557d4628f0">
              <td id="table-cell-35f6a02dfe017d1764bdfec6e69646e7">5</td>
              <td id="table-cell-f05fc7623bd655472d4363750925552b">89.251</td>
              <td id="table-cell-2e32c06c3dac18e38319554bc7543898">0,0107</td>
              <td id="table-cell-1b98723859816df65ce4a75b8660bdb5">1.387.742</td>
              <td id="table-cell-afbd878c7d825b867243b6d2ecf31d4c">94.424</td>
              <td id="table-cell-9b59d0b80995ca02285123292dadcb36">0,0107</td>
              <td id="table-cell-3947aad7c189b3ef4594e489fc854d1f">1.387.742</td>
              <td id="table-cell-a00264af385b2a9d459ed7ab3707c5c3">0</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <list list-type="bullet" id="list-5eb0a8e280e9c514b8e028b18f1bebd5">
        <list-item>
          <p>Hitung</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Hitung dan</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Hitung nilai</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Hitung kembali nilai dan</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Nilai = 1.420.232 Kg dan = 1.393.789 Kg jika perbandingannya ialah nilai selisih dan cukup jauh yaitu 25.434 Kg, sehingga iterasi di lanjutkan pada iterasi ke-2 dengan = 1.393.789 Kg.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Jika nilai = 1.387.742 Kg dengan = 1.387.742 Kg maka hasil perbandingannya adalah nilainya nol dan hasil perhitungan mendapatkan hasil yang sama pada iterasi-4 dan 5. Iterasi tidak dilanjutkan dan selanjutnya dilakukan perhitungan total biaya persediaan sebagai berikut:</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-89">Sehingga ekspektasi ongkos total pertahun bisa dihitung sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-90">Nilai total biaya persediaan bahan baku berdasarkan model CRSBO sebesar = Rp per tahun.</p>
      <p id="paragraph-08f7a75df523be0b4d1e71fa668096f3">G. Menghitungan Sesuai Model Periodic Review System Back Order (PRSBO) Untuk Biaya Persediaan</p>
      <p id="_paragraph-91">Pengendalian persediaan saat ini model (PRSBO) digunakan untuk menghitung persediaan barang yang optimal, terdiri dari dua hal ialah waktu untuk pemesanan dan berapa jumlah cadangan pengamanan . Langkah menghitung memakai model PRSBO sebagai berikut:</p>
      <list list-type="bullet" id="list-26d88698c3ebf7521463b7559f912ebc">
        <list-item>
          <p>Hitung nilai T</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Hitung nilai dan</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-92">Sesuai dengan tabel distribusi normal untuk 𝛼 = 0,0002 didapat = 3,60 maka</p>
      <p id="_paragraph-93">Sesuai dengan tabel distribusi normal didapat nilai = 3,60 sehingga diperoleh nilai = 0,006 dan = 0,00004. Dengan demikian nilai N bisa dihitung sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-94">Selanjutnya menghitung total biaya persediaan sebagai berikut :</p>
      <p id="_paragraph-95">Nilai total biaya persediaan bahan baku berdasarkan model PRSBO sebesar = Rp per tahun.</p>
      <p id="paragraph-9ebc28e8f7476007ef18b435262a5416">H. Menghitungan Sesuai Model Periodic Review System Lost Sales (PRSLS) Untuk Biaya Persediaan</p>
      <p id="_paragraph-96">Pengendalian persediaan saat ini model (PRSLS) sedikit berbeda dengan <italic id="_italic-140">back order</italic> untuk penentuan nilai alfanya. Dalam menghitung kebijakan persediaan barang yang optimal, terdiri dari dua hal ialah waktu untuk pemesanan dan berapa jumlah cadangan pengamanan . Langkah menghitung memakai model PRSLS sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-97">Sesuai dengan tabel distribusi normal untuk 𝛼 = 0,0002 didapat = 3,60 maka</p>
      <p id="_paragraph-98">Sesuai dengan tabel distribusi normal didapat nilai = 3,60 sehingga diperoleh nilai = 0,006 dan = 0,00004. Dengan demikian nilai N bisa dihitung sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-99">Selanjutnya menghitung total biaya persediaan sebagai berikut :</p>
      <list list-type="bullet" id="list-a4f490fe1181223971f9e4e85db4cbc0">
        <list-item>
          <p>Hitung nilai T</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Hitung nilai dan</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Dengan demikian ekspektasi ongkos total pertahun dapat dihitung sebagai berikut:</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-100">Total nilai biaya persediaan bahan baku sesuai dengan model PRSLS sebesar = Rp per tahun.</p>
      <p id="_paragraph-101">Sesuai dengan hasil perhitungan total biaya persediaan dari ketiga model, dilanjutkan untuk memilih model persediaan yang baik dengan cara melihat total biaya persediaan. Tabel berikut adalah perbandingan total biaya persediaan untuk masing-masing model.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-8">
        <label>Table 7</label>
        <caption>
          <title>Perbandingan Total Biaya Persediaan</title>
          <p id="_paragraph-103" />
        </caption>
        <table id="_table-8">
          <tbody>
            <tr id="table-row-10411acaf6f7a2a7d8be1b246ef974ac">
              <td id="table-cell-daeca7cf19b2d66b4f9d6b3807dc1f43">Model</td>
              <td id="table-cell-74106edeedc8a29875197461df0f754a">Total Biaya Persediaan</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0bf76e3f82023678e2511f4aab5454b4">
              <td id="table-cell-2556ef4a4d63f64399407d51a410e81d">Kebijakan Perusahaaan</td>
              <td id="table-cell-38916417380cd27d3b2c8242e8935cc5">Rp. 252.323.882.141 per tahun</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-df4a886d12de3dd05633693f090617f2">
              <td id="table-cell-5a9a3b978ac0dffefee58fb910691e95">Continuous Review System Back Order</td>
              <td id="table-cell-f18b58d4c6a914c69c146db9320b978c">Rp. 251.658.230.484 per tahun</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-dc40336e1d7249396fcce427ae0eedc6">
              <td id="table-cell-d81e3a6b4d087d72fae7e0f4d227b18e">Continuous Review System Lost Sales</td>
              <td id="table-cell-b346aaa9f213419c6346fa5bcb93d2f7">Rp. 251.641.850.991 per tahun</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d4c91eca46b28eb8c22421ac419edfb3">
              <td id="table-cell-da9bef9996e5cc74e937e4f16e9c17ff">Periodic Review System Back Order</td>
              <td id="table-cell-cbef3119b2ff3602da9c6c913574ec71">Rp. 253.319.704.587 per tahun</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2a0973e6a1958c132954bffec2c097bd">
              <td id="table-cell-6cfa6a4c2b8d6ced106eb6316d1b0cf3">Periodic Review System Lost Sales</td>
              <td id="table-cell-55068f5175d0379145308a653abd2e38">Rp. 252.323.882.141 per tahun</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-104">Sesuai dengan tabel hasil dari hitungan jumlah biaya persediaan memakai model CRSLS lebih kecil dibandingkan model yang lainnya.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-7">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="_paragraph-105">Sesuai dengan perhitungan dan analisa, maka bisa disimpulkan bahwa perhitungan memakai model <italic id="_italic-145">continuous review system lost sales</italic> untuk <italic id="_italic-146">sodium caseinate</italic> mempunyai <italic id="_italic-147">reorder level</italic> ( r ) sebesar 1.387.742 Kg dengan jumlah pemesanan sebesar (Q) yaitu 94.424 Kg saat dilakukan pemesanan dan juga besarnya cadangan pengaman 55.712 Kg per tahun. Perhitungan memakai model <italic id="_italic-148">continuous review system lost sales</italic> bisa disebut model yang baik dipakai untuk pengendaliaan persediaan <italic id="_italic-149">sodium caseinate</italic> karena mempunyai jumlah keseluruhan biaya persediaan paling minim yaitu Rp 251.641.850.991 pertahun. Jika dibandingkan diantara model yang lainnya, dimana ketiga model mempunyai nilai selisih jumlah keseluruhan biaya persediaan sebesar Rp 682.031.150.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>