<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/archiving/1.1/JATS-archivearticle1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0/ali.xsd">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Application Of Data Mining On Sidoarjo Leather Crafts Sales With Apriori Algorithm To Assist Marketing Strategies</article-title>
        <subtitle>Penerapan Data Mining Pada Penjualan Kerajinan Kulit Sidoarjo Dengan Algoritma Apriori Untuk Membantu Strategi Pemasaran</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Firdiansyah</surname>
            <given-names>Muhamad Alfin</given-names>
          </name>
          <email>muhamadalfin211@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Findawati</surname>
            <given-names>Yulian</given-names>
          </name>
          <email>yulianfindawati@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2021-06-09">
          <day>09</day>
          <month>06</month>
          <year>2021</year>
        </date>
      </history>
    </article-meta>
  </front>
  <body>
    <sec id="sec-1">
      <p>Di era milenial saat ini perkembangan industri sangat pesat. Baik di industri makanan, industri kreatif maupun retail. Khususnya di industri retail para pengembang berlomba – lomba mengembangkan usaha retail di berbagai daerah. Banyaknya persaingan dalam dunia bisnis khususnya dalam industri retail, menuntut para pengembang untuk menemukan suatu strategi yang dapat meningkatkan penjualan dan pemasaran produk yang dijual, salah satunya adalah dengan pemanfaatan data penjualan produk kerajinan kulit. </p>
      <p>Dari kualitas barang yang di produksi tentunya memiliki keunikan dan nilai unggul serta harga yang bervariasi. Dengan kejadian seperti ini maka tidak heran jika industri kerajinan kulit di UD. QORY JAYA selalu menuai permintaan lebih disetiap periodenya. Dan dengan adanya kegiatan penjualan setiap hari, data semakin lama akan semakin bertambah banyak dan menumpuk. Hal inilah yang dijadikan dasar pengolahan data mining pada penjualan segala produk kerajinan kulit di UD. QORY JAYA tanpa terkecuali. Pengolahan data mining pada penjualan produk kerajinan kulit ini menggunakan algoritma Apriori.</p>
      <p>Algoritma Apriori adalah salah satu jenis aturan asosiasi data mining. Penggunaan Algoritma Apriori untuk pengolahan data mining penjualan karena data yang di olah memiliki perbedaan jenis. Tujuan algoritma Apriori sendiri  adalah menemunkan <italic>frequent item sets </italic>yang dijalan pada sekumpulan data. Dalam penerapan data mining tentunya menggunakan akar dari data mining sendiri yaitu statistik, <italic>AI</italic>,  Pengenalan Pola, dan Sistem Basis Data.[1] Data mining dibagi menajdi beberapa kelompok diantaranya prediksi, analisis, asosiasi, deteksi anomali.[2] Pada kasus ini menggunakan pola prediksi. Dalam penerapanya, tentunya membutuhkan media. Media yang digunakan adalah sistem apriori berbasis web dengan pemanfaatan <italic>framework </italic>Codeigniter dan <italic>Bootstrap</italic><italic>.</italic></p>
      <p><italic>Codeigniter </italic>adalah <italic>framework </italic>untuk <italic>PHP</italic>yang bersifat <italic>open source</italic> dan menggunakan metode <italic>MVC</italic> (<italic>Model, View, Controller</italic>) untuk memudahkan <italic>developer</italic> atau <italic>programmer</italic> dalam membangun sebuah aplikasi berbasis web tanpa harus membuatnya dari awal.[3] Adapun pengertian PHP adalah akronim dari Hypertext Preprocessor, yaitu suatu bahasa pemrograman berbasiskan kode – kode (<italic>script</italic>) yang digunakan untuk mengolah suatu data dan mengirimkannya kembali ke web browser menjadi kode HTML.[4] Jadi, dengan pemanfaatan <italic>CodeIgniter </italic>dapat membantu mempercepat <italic>developer</italic>dalam pengembangan aplikasi <italic>web</italic>berbasi php karena <italic>CodeIgniter</italic>menyediakan banyak <italic>libarary</italic>untuk mengerjakan tugas-tugas yang umumnya ada pada sebuah aplikasi berbasis <italic>web</italic>. Selain itu, struktur dan susunan logis dari <italic>CodeIgniter</italic>membuat aplikasi yang dibuat menjadi semakin teratur dan rapi.[5]</p>
      <p>Selain menggunakan <italic>framework </italic>untuk <italic>PHP</italic><italic>, </italic>dalam pengerjaan <italic>project</italic> kasus ini juga menggunakan <italic>framework Bootstrap</italic> untuk bagian <italic>front-end</italic>nya. <italic>Boostrap </italic>memudahkan perancangan kerangka program dengan berbagai <italic>plugin</italic> yang di miliki. <italic>Boots</italic><italic>t</italic><italic>rap</italic> telah berubah dari yang sebelumnya adalah <italic>CSS-Driven</italic> proyek ke sebuah <italic>host</italic> dari <italic>JavaScript plugins</italic> dan ikon yang dapat dengan mudah digunakan untuk <italic>form</italic> dan tombol.[6]</p>
      <p>
        <bold>Data Mining</bold>
      </p>
      <p>Data mining adalah proses yang memperkerjakan satu atau lebih teknik pembelajaran komputer (machine learning) untuk menganalisis dan mengekstrasi pengetahuan (knowledge) secara otomatis.[7]. Secara sederhana dapat diartikan bahawa <italic>data mining</italic> atau yang disebut juga dengan <italic>Knowledge Discovery in Database </italic>(KDD) adalah serangkaiann proses proses untuk mengekstrak pola yang penting atau menarik dari sejumlah data yang sangat besar berupa pengetahuan yang selama ini tidak diketahui dengan proses manual.</p>
      <p>Proses Data Mining bersifat interaktif dan bertahap. Tahap dari data mining khususnya yang menggunakan Algoritma Apriori dibagi menjadi beberapa tahap sebagai berikut: </p>
      <p>Langkah ini, <italic>noise</italic> data yang tidak konsisten akan dihapus. Pembersihan data dilakukan untuk mendeteksi <italic>missing values</italic>, <italic>Data Transformation</italic> (Transformasi Data)</p>
      <p>Langkah ini, data ditransformasikan ke dalam bentuk yang sesuai atau tepat untuk ditambang.</p>
      <p>Langkah ini merupakan proses dimana metode – metode diapliaksikan dengan tepat untuk mengekstrak pola data.</p>
      <p>Lanhkah ini merupakan langkah untuk mengidentifikasi pola yang sangat menarik untuk mempresentasikan pengetahuan berdasarkan beberapa pengukuran yang penting.</p>
      <list>
        <list-item>
          <p><italic>Data Selection </italic>(Seleksi Data)</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p><italic>Data</italic> <italic>Cleaning</italic> (Pembersihan Data) </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p><italic>Data Mining</italic> (Penambangan Data)</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p><italic>Pattern Evaluation</italic> (Evaluasi Pola)</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p><italic>Knowledge Presentation</italic> (Presentasi Pengetahuan)</p>
        </list-item>
      </list>
      <p>Teknik visualisasi dalam memprresentasikan pengetahuan kepada pengguna.</p>
      <p>
        <bold>Teknik Asosiasi</bold>
      </p>
      <p>Teknik Asosiasi adalah metode penambangan data yang digunakan untuk mencari pola asosiasi yang sering muncul dalam data. Aturan metode ini sangat menunjang dalam dunia bisnis perbelanjaan.  Karena metode ini menggunakan prinsip “jika-maka” dalam artian jika seseorang membeli barang A, maka orang tersebut juga membeli barang  B yang terjadi dalam satu transaksi.  Hal tersebut sungguh sangat membantu para pengusaha pertokoan untuk kepentingan transaksi karena sangat efektif sebagai penunjang pemsaran produk.[8]</p>
      <p>Dalam penggunaan teknik asosiasi ada bebrapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain :</p>
      <p>Item adalah sebuah sebuah niali atribut, itemset adalah kumpulan dari beberapa item, dan k-itemset adalah itemset yang berisi item.</p>
      <p>Support merupakan nilai penunjang atau nilai presentase kombinasi item set dalam suatu database.. </p>
      <p>(1)</p>
      <list>
        <list-item>
          <p>Item, Itemset, dan k-itemset</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Support </p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Confidence </p>
        </list-item>
      </list>
      <p>Confidence merupakan nilai kepastian yaitu kuatnya hubungan antar item dalam sebuah apriori. </p>
      <p>(2)</p>
      <p>
        <bold>Algoritma Apriori</bold>
      </p>
      <p>Algoritma Apriori adalah aturan yang termasuk jenis aturan asosiasi pada data mining. Aturan yang menyatakan asosiasi antara beberapa atribut sering disbut affinity analysis atau market basket analysis. Analisis asosiasi atau association rule adalah teknik data mining untuk menemukan aturan asosiatif antara suatu kombninasi item.[9]</p>
      <p>Langkah – langkah pemrosesan Algoritma Apriori adalah sebagai berikut:</p>
      <p>1. Set k=1 (menunjuk pada <italic>itemset</italic>-ke 1).</p>
      <p>2. Hitung semua <italic>k-itemset</italic> (itemset yang mempunyai k-item), untuk mendapatkan <italic>candidate</italic> <italic>1-</italic><italic>itemset.</italic></p>
      <p>3. Hitung <italic>support</italic> dari semua calon itemset, kemudian <italic>filter itemset</italic> tersebut berdasarkan perhitungan <italic>minimum support</italic> untuk mendapatkan <italic>frequent 1-itemset</italic>.</p>
      <p>4. Untuk mendapatkan <italic>2-itemset</italic>, harus dilakukan kombinasi dari <italic>k-itemset</italic> sebelumnya </p>
      <p>5. Set nilai <italic>k-itemset</italic> dari <italic>support</italic> yang memenuhi <italic>minimum support </italic>dari <italic>k-itemset</italic>.</p>
      <p>6. Ulangi langkah 3-5 sampai tidak ada <italic>k-itemset</italic> yang memenuhi <italic>minimum support</italic>. </p>
      <p><italic>Data mining </italic> merupakan bidang keilmuan yang menyatukan teknik dari pembelajaran mesin, pengenalan pola, statistik, database, dan visualisasi untuk pengenalan permsalahan pengambilan informasiu dari <italic>database</italic> yang besar.[10]. Setelah semua pola frekuensi tinggi ditemukan, selanjutnya mencari aturan asosiasi dengan memenuhi syarat minimum <italic>confidence</italic> dengan menghitung<italic>confidence</italic> aturan asosiasi A | B. [11]</p>
      <p>
        <bold>Pernacangan </bold>
        <bold>
          <italic>Flowchart</italic>
        </bold>
      </p>
      <p>Untuk <italic>flowchart</italic> dari <italic>algoritma apriori</italic> adalah sebagai berikut:</p>
      <p><bold>Gamba</bold><bold>r 1.1</bold> Flowchart Apriori</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <p>Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode eksperimental atau penelitian terapan. Yaitu menerapkan algoritma apriori ke dalam sistem serta menganalisis transaksi pembelian di toko UD. Qory Jaya , dimana data transaksi bulan Mei sampai denga Juli 2020 dijadikan sebagai sampel data. Dari data-data transaksi yang digunakan tadi akan dilakukan pemebentukan <italic>itemset </italic>dengan <italic>minimum</italic> <italic>support </italic>yang telah ditentukan. Setelah semua pembentukan <italic>itemset </italic>untuk menentukan pola frekuensi transaksi yang sering terjadi, selanjutnya akan dilakukan pembentukan aturan asosiasi yang memenuhi syarat minimum <italic>confidence</italic>yang telah ditentukan.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3"/>
    <sec id="sec-4">
      <p>Data transaksi penjualan yang diperoleh berupa data transaksi mentah dalam format <italic>excel </italic>yang dikemas dalam bentuk tabel sesuai dengan kode transaksi pembelian. Sebelumnya pada proses ini dilakukan normalisasi data, karena format tabel pada data mentah yang belum beraturan. Data yang telah diseleksi berjumlah 385 data item transaksi.</p>
      <p>
        <bold>Gambar 1.2</bold>
        <bold> Data Mentah Terseleksi</bold>
      </p>
      <p>Selanjutnya adalah melakukan <italic>preprocessing data </italic>pada data yang sudah terpilih sebelumnya, <italic>preprocessing data/data cleaning </italic>meliputi pembuangan duplikasi data dan penambahan field yang diperlukan seperti <italic>id </italic>atau no sebagai <italic>primary key</italic> agar bisa diidentifikasi oleh <italic>database</italic> sesuai nomor <italic>id-</italic>nya. Dalam proses <italic>data</italic> <italic>cleaning </italic>hanya proses pembuangan data yang bersifat dupiklat pada setiap transaksi. Sehingga dari data terseleksi yang awalnya 385 <italic>data item</italic> menjadi 295 <italic>data item</italic>.  Jadi <italic>fields </italic>data transaksi berisi no, tanggal, id transaksi, id barang, nama barang dan jumlah.</p>
      <p>
        <bold>Gambar 1.3</bold>
        <bold> Data Transaksi sesudah di </bold>
        <bold>
          <italic>cleaning</italic>
        </bold>
      </p>
      <p>Selanjutnya dilakukan proses Transformasi Data, yaitu dengan cara men-<italic>import</italic> data yang sudah di<italic>cleaning</italic> ke dalam <italic>database </italic>sehingga data siap diolah oleh aplikasi. Proses yang dilakukan pada tahap ini untuk mengetahui hasil perhitungan data menggunakan algoritma apriori.</p>
      <p>Berikut adalah tampilan aplikasi berbasis web yang dibuat menggunakan <italic>framework Codeigniter3</italic> dan <italic>Bootstrap3</italic></p>
      <p>Proses aprionya, yaitu dengan cara memasukkan nominal <italic>min. support </italic>dan <italic>min. confidence</italic> pada fitur Proses Apriori. </p>
      <p><bold>Gambar </bold><bold>1.5</bold> Proses Apriori</p>
      <p>Selanjunya setelah mengklik tombol Proses, maka akan muncul data dari proses apriori berupa data <italic>itemset </italic>seperti pada <bold>Gambar 1.</bold><bold>6</bold><bold>.</bold></p>
      <p>Pada pengujian menggunakan <italic>min. support </italic>15% dan <italic>min. </italic><italic>confidence</italic>20%dihasilkan </p>
      <p><bold>Gambar </bold><bold>1.6</bold><italic>itemset</italic><bold>Gambar </bold><bold>1.7</bold>Kandidat 1-<italic>itemset</italic></p>
      <p>Lalu muncul data L1-<italic>itemset</italic> atau biasa disebut hasil apriori 1-<italic>itemset </italic>seperti pada <bold>Gambar </bold><bold>1.15</bold>.</p>
      <p><bold>Gambar </bold><bold>1.8</bold>1-<italic>itemset</italic><bold>Gambar </bold><bold>1.9</bold>Kandidat 2-<italic>itemset </italic>danHasil<italic> 2-itemset</italic></p>
      <p>Diketahui bahwa hasil 2-itemset tidak memungkinkan untuk berlnajut ke proses 3-itemset, maka secara otomatis akan dilanjutkan ke Assosiation Rule.</p>
      <p>Tampilan hasil Assosiation Rule seperti pada <bold>Gambar </bold><bold>1.10</bold></p>
      <p>
        <bold>Gamb</bold>
        <bold>ar </bold>
        <bold>1.10</bold>
        <italic>Assosiation Rule</italic>
      </p>
      <p>Tabel Assosiation Rule berisi data hasil aturan asosiasi dan perhitungan nilai <italic>confidence </italic>masing – masing aturan asosiasi item yang telah terjadi transaksi dari data transaksi yang sudah diproses pada proses sebelumnya.  </p>
      <p>
        <bold>Tampilan Tabel Transaksi</bold>
      </p>
      <p><bold>Gambar </bold><bold>1.11</bold>Tabel Transaksi</p>
      <p>Dari tabel dapat dijelaskan bahwa kombinasi yang terbentuk hanya sampai 2 kombinasi yaitu Slingbag → Sepatu dan begitu sebaliknya. Dan terbentuklah aturan asosiasi dengan <italic>min. support </italic>15% dan <italic>min. confidence </italic>20% menghasilkan aturan asosiasi Slingbag → Sepatu Kulit Pria dengan <italic>support </italic>diatas 15% yaitu 20,45%  dan <italic>confidence </italic>diatas 20% yaitu 78,2%. Artinya dengan 78,2% kemungkinan pembeli akan membeli Slingbag juga akan membeli Sepatu Kulit Pria. Sedangkan aturan asosiasi Sepatu Kulit Pria → Slingbag dengan <italic>support </italic>diatas 15% yaitu 20,45%  dan <italic>confidence </italic>diatas 20% yaitu 47,3%. Artinya dengan 47,3% kemungkinan pembeli akan membeli Sepatu Kulit Pria juga akan membeli Slingbag. </p>
      <p>Pengujian data menggunakan <italic>min.support 70% </italic>dan <italic>min.confidence 70%</italic> tidak terjadi proses apriorinya karena pembentukan kandidat 1-<italic>itemset</italic> dan seterusnya tidak terbentuk disebabkan nilai yang terlalu kecil (dibawah <italic>min. support</italic>) sejak awal proses. Sehingga tidak terbentuk aturan asosisasi yang diharapkan.</p>
      <p>Perlu diketahui penentuan <italic>min. support </italic>dan<italic> min. confidence</italic>dapat di sesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan intensitas barang yang ada. </p>
      <p>Hasil penelitian yang sudah dilakukan adalah sebagai berikut:</p>
      <p>1. Data Mining dengan menggunakan metode Algoritma Apriori ini dapat  membantu pengembangan strategi pemasaran dan pemodelan penjualan barang kerajinan kulit Sidoarjo dengan sistem berbasis web.</p>
      <p>2. Mengetahui tingkat pembelian konsumen dalam asosiasi antar kombinasi barang dimana pembelian tersebut didapatkan hubungan yang akurat antar barang dengan nilai <italic>confidence</italic> 78,2 %. Dengan hasil hubungan barang tersebut jika membeli Slingbag maka akan membeli Sepatu Kulit Pria. Dan nilai <italic>confidence</italic> 47,3 % dengan hasil hubungan antar barang tersebut maka, jika membeli Sepatu Kulit Pria akan membeli Slingbag.</p>
      <p>3. Pengujian data dengan <italic>min. support </italic>diatas 15% yaitu 70% tidak berpengaruh terhadap hasil aturan asosiasi hanya berpengaruh terhadap hasil 1-<italic>itemset</italic> (L1) dan Kandidat 2-itemset  (C2) yang jumlahnya semakin sedikit. Sedangakan pengujian data dengan <italic>min. support </italic>dibawah 15% yaitu 10% juga tidak berpengaruh terhadap hasil aturan asosiasi hanya berpengaruh terhadap hasil 1-<italic>itemset</italic> (L1) dan Kandidat 2-itemset  (C2) yang jumlahnya semakin banyak.</p>
      <p>4.Pengujian data dengan <italic>min. confidence </italic>diatas 20% tidak berpengaruh terhadap pembentukan <italic>itemset </italic>dan pembentukan kombinasi 2<italic>-itemset</italic> serta hasil aturan asosiasi. Sedangkan pengujian data dengan <italic>min. confidence </italic>dibawah 20% juga tidak berpengaruh terhadap pembentukan <italic>itemset </italic>dan pembentukan kombinasi 2<italic>-itemset</italic> serta hasil aturan asosiasi.</p>
      <p>5. Dengan aturan asosiasi yang demikian, maka menunjukkan barang yang paling banyak di minati adalah Sepatu Kulit pria dan Slingbag. Maka kedua barang tersebut alangkah baiknya untuk diperbanyak stoknya. Dan penempatan posisi di dalam toko harapnya bisa bersebelahan atau saling berdekatan. Agar lebih memudahkan konsumen dalam menjangkau barang tersebut.</p>
    </sec>
  </body>
  <back/>
</article>
