<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Pengaruh Profitabilitas,Corporate Governance,Corporate Social Resposibility dan Ukuran Perusahaan Terhadap Tax Avoidance</article-title>
        <subtitle>The Influence of Profitability, Corporate Governance, Corporate Social Responsibility and Company Size Against Tax Avoidance</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-949ed04dc69a3df1a94eee0f8153f458" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Diah Trisnawati</surname>
            <given-names>Eva Fransisca</given-names>
          </name>
          <email>Fransiscaevadt@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-f29a47a25e80ce73e37064b73f8624d2" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Ernandi, SE. MM</surname>
            <given-names>Herman</given-names>
          </name>
          <email>Herman@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2021-04-30">
          <day>30</day>
          <month>04</month>
          <year>2021</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-272323d2fc59d45a867e88c8dc21d125">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-12">Pajak merupakan sumber pendapatan negara yang sangat potensial dan menjadi persentase tertinggi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dibandingkan dengan penerimaan negara dari sektor lainnya, Pajak sendiri ialah kontribusi wajib rakyat kepada negara yang terutang baik wajib pajak pribadi maupun wajib pajak badan yang bersifat memaksa dan kontribusinya tidak dapat secara langsung diperoleh oleh wajib pajak. Pendapatan negara yang didapat dari pajak sebagian besar akan dialokasikan untuk membiayai berbagai macam pengeluaran-pengeluaran atau belanja negara termasuk biaya dalan pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum di berbagai wilayah neagara. Menurut kementrian keuangan Sri Mulyani dalam nota keuangan dan RAPBN tahun 2020, pemerintah akan menargetkan penerimaan perpajakan meningkat sebesar 13% dari 2019 tahun ini. Tahun depan, penerimaan perpajakan ditargetkan mampu mencapai Rp 1.861,8 triliun atau lebih tinggi dari outlook pada tahun 2019 yang diramal mencapai Rp 1.643,1 triliun.</p>
      <p id="_paragraph-13">Saat ini usaha-usaha yang dilakukan oleh pihak pemerintahan untuk menggenjot dan mengoptimalkan penerimaan pendapatan dari sektor ini 2 dilakukan melalui usaha intensifikasi dan ekstensifikasi penerimaan pajak. Namun dalam pelaksanaan usaha pengoptimalan penerimaan dari sektor ini pemerintahan dihadapkan dengan berbagai macam kendala. Salah satu kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan optimalisasi penerimaan pajak adalah dengan adanya praktik <italic id="_italic-65">Tax Avoidance</italic>,bahkan tidak sedikit pula perusahaan yang melakukan praktik <italic id="_italic-66">Tax Avoidance</italic> ini,</p>
      <p id="_paragraph-14">Perusahaan-perusahaan pada umumnya akan berusaha melakukan pengelolaan dalam skema-skema transaksi pajaknya seminimum mungkin untuk menghasilkan beban pajak serendah mungkin dengan laba yang sesuai dengan target perusahaan semaksimal mungkin. Usaha dalam pengurangan pembayaran biaya pajak ini dilakukan secara legal dalam bingkai peraturan perpajakan yang berlaku. Meski penghindaran pajak tersebut bersifat legal, dari pihak pemerintah tetap tidak menginginkan akan adanya hal tersebut.</p>
      <p id="_paragraph-15"><italic id="_italic-67">Tax Avoidance</italic> kerap kali dipraktikan oleh perusahaan dikarenakan <italic id="_italic-68">Tax Avoidance</italic> itu sendiri merupakan suatu usaha pengurangan beban pajak, namun tetap mematuhi ketentuan-ketentuan serta peraturan perpajakan yang berlaku saat ini atau bisa diartikan juga sebagai suatu pembacaan celah dari kelemahan sistem perpajakan dan perundang-undangan perpajakan itu sendiri,semisal contoh ialah memanfaatkan adanya pengecualian dan potongan yang diperkenankan dalam perusahaan maupun menunda pembayaran pajak yang masih belum diatur dalam peraturan perpajakan yang berlaku dan biasanya melalui kebijakan yang diambil oleh pimpinan perusahaan tersebut. Oleh 3 karena itu diperlukan manage perpajakan yang tepat dalam menjalankan kewajiban perpajakan.</p>
      <p id="_paragraph-16">Penerapan managemen pajak perusahaan yang tepat didukung oleh kualitas <italic id="_italic-69">Corporate Governance</italic> yang baik. Dan stakeholder juga mendukung keterbukaan adanya praktek penghindaran pajak.Alur aktivitas dalam pelakasanaan <italic id="_italic-70">Corporate Governance</italic> difungsikan sebagai pengawas dalam pelaksanaan <italic id="_italic-71">tax planning</italic> ataupun <italic id="_italic-72">tax management</italic> perusahaan untuk dapat melaksanakan tugas pokoknya secara maksimal dengan naungan hukum yang berlaku bagi perusahaan.Fungsi <italic id="_italic-73">Corporate Governance</italic> ini juga akan memastikan bhwa skema-skema transaksi perusahaan masih dalam lingkup perpajakan yang bersifat legal bukan seperti <italic id="_italic-74">Tax Evasion</italic> yang merupakan penggelapan pajak dan tindakan tersebut termasuk ilegal.</p>
      <p id="_paragraph-17">Kasus-kasus dugaan praktik <italic id="_italic-75">Tax Avoidance</italic> yang marak sekali terjadi diindonesia saat ini , semisal halnya kasus <italic id="_italic-76">Tax Avoidance</italic> yang terjadi pada perusahaan subsektor properti di Indonesia. Dalam pemungutan pajak untuk Properti ada 3 transaksi pajak utama yang harus merka bayar yaitu Pajak Pertambahan Nilai dengan perhitungan 10% dari nilai transaksi jual atau beli Properti berupa tanah/bangunan (tidak termasuk kategori rumah sangat sederhana),selain itu juga ada Pajak Penghasilan (PPh) yang dihitung dari perhitungan akumulatif pengashilan pihak penjual (developer,pengembang) atas transaksi Properti yang mereka jual belikan sebesar 5%,sedangkan pemerintah dapat memungut pajak atas transaksi jual beli Properti sebesar 5%4 yang diperoleh atas Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Dirjen Pajak menemukan adanya potensial loss penerimaan pajak sebagai konsekuensi karena tidak dilaporkan transaksi sesaui dengan yang ada saat jual beli tanah ataupun bangunan termasuk properti, real estate dan apartemen. Hal ini dipicu karena adanya kebijakan pembayaran pajak menggunakan transaksi berbasis Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) bukan berbasis transaksi sebenarnya atau rill.</p>
      <p id="_paragraph-18">Ada enam modus yang sering kali dilakukan oleh perusahaan pengembang properti dalam upaya praktik <italic id="_italic-77">Tax Avoidance</italic> ,diantaranya sebagai berikut :</p>
      <list list-type="bullet" id="list-a7bdf59a978d7523bed996e6daadf525">
        <list-item>
          <p>Pemecahan unit usaha berdarskan pada fungsinya untuk menghindari perbedaan atas kewajiban pajak,semisal dengan cara memecah menjadi perusahaan konstruksi dan perusahaan furniture</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Perusahaan properti melakukan <italic id="_italic-78">Tax Avoidance</italic> dengan melakukan perhitungan pajak pertambahan nilai (PPN) saat penyerahan penguasaaan bangunan/tanah, pelunasan atas transaksi atau pengalihan hak sehingga pajak pertambahan nilai (PPN) harus tertunda.yang semestinya perusahan membayar PPN saat ditandatangi akte jual beli tanah/bangunan.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Perusahaan properti melakukan praktik <italic id="_italic-79">Tax Avoidance</italic> pajak penjualan atas barang mewah atau PPnBM dengan cara membedakan antara luas bangunan di Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dengan luas bangunan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) serta menambahankan bangunan di luar spesifikasi awal dengan menggunakan kontrak terpisah 5 ataupun membuat fisik bangunan tidak sesuai dengan yang ada pada gambar di IMB .</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Menghindari pajak atas transaksi yang batal dengan dua cara yaitu tidakan membayar PPN atas cicilan yang telah didapat atas unit Properti yang dipesan namun dibatalkan, dan tidak pihak penjual juga tidak melaporkan PPh atas penghasilan yang didapat dari penalty fee juga booking fee dari transaksi tersebut.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Pengembangan atas developer bertransaksi secara kredit sehingga pajak yang dibayar kepada negara sesuai dengan cicilan yang diterima. Sedangkan konsumen atau bank telah membayar dengan lunas.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Membedakan cara membangun bangunan,yang dilaksankan oleh berbagai macam kontrakstor disetiap periodenya agar ada perbedaan kewajiban yang diterima perushaan.</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-19">Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan munculnya praktik <italic id="_italic-80">Tax Avoidance </italic>di perusahaan diantaranya adalah faktor <italic id="_italic-81">Profitabilitas</italic> diamana <italic id="_italic-82">Profitabilitas</italic> itu sendiri merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan, hal ini tercermin dari perolehan laba yang dihasilkan perusahaan dari penjualan dan pendapatan investasi dimana penelitian sebelumnya yang membahas tentang bagaimana pengaruh Profitabilitas terhadap <italic id="_italic-83">Tax Avoidance </italic>yang menyatakan bahwa <italic id="_italic-84">Profitabilitas</italic> berpengaruh positif terhadap praktik <italic id="_italic-85">Tax Avoidance</italic><italic id="_italic-86">,</italic> karena perusahaan yang mampu mengelola asset-assetnya dengan baik sehingga mempunyai keuntungan dari insetif pajak dan kelonggaran 6 pajak, selain dari itu juga ada factor <italic id="_italic-87">Corporate Governance </italic>yang mempengaruhi adanya <italic id="_italic-88">Tax Avoidance</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-20"><italic id="_italic-89">Corporate Governance</italic> juga merupakan indikator adanya tindakan <italic id="_italic-90">Tax Avoidance</italic> dimana <italic id="_italic-91">Corporate Governance</italic> merupakan sala satu indikator penting dalam meningkatkan efisiensi ekonomi, yang meliputi serangkaian hubungan antara manajemen perusahaan,pemegang saham dan <italic id="_italic-92">stakeholder</italic>. <italic id="_italic-93">Corporate Governance</italic> juga dapat digunakan sebagai alat untuk menarik minat investor bahwa mereka akan menerima <italic id="_italic-94">High Return</italic> atas dana yang telah di investasikan ke perusahaan, hal tersebut diperkuat dengan hasil dari sebuah penelitian yang menyatakan bahwa <italic id="_italic-95">Corporate Governance</italic> berpengaruh positif terhadap Tax <italic id="_italic-96">Avoidance</italic> dimana hal itu terjadi dikarena penerapan <italic id="_italic-97">Corporate Governance</italic> dalam perusahaan dapat mencegah agent (Wajib Pajak) untuk melakukan usaha yang agresif dalam pengelolaan beban pajak perusahaan.</p>
      <p id="_paragraph-21"><italic id="_italic-98">Corporate Social Responsibility</italic> juga mempunyai pengaruh terhadap penghindaran pajak, dimana <italic id="_italic-99">Corporate Social Responsibility </italic>tersendiri merupakan pengkomunikasian efek-efek social dan lingkungan yang perusahaan timbulkan atas aktivitas ekonomi perusahaan pada kelompok tertentu dalam masyarakat.<italic id="_italic-100">Corporate Social Responsibility</italic> memiliki pengaruh positif terhadap <italic id="_italic-101">Tax Avoidance</italic> dengan hasil bahwa <italic id="_italic-102">Corporate Social Responsibility</italic> perlu dipertimbangkan sebagai salah satu indikator dalam pengungkapan praktik <italic id="_italic-103">Tax Avoidance</italic>. Namun hal tersebut memiliki ketidak selarasan dengan sebuah penelitian yang menyatakan bahwa <italic id="_italic-104">Corporate Social Responsibility</italic> memiliki pengaruh <italic id="_italic-105">negative</italic> terhadap penghindaran pajak,semakin tinggi tingkat pengungkapan <italic id="_italic-106">Corporate Social Responsibility</italic> suatu perusahaan maka semakin rendah kemungkinan melakukan praktik <italic id="_italic-107">Tax Avoidance</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-22">Ukuran Perusahaan yang dimana merupakan indikator untuk pengelompokan besar kecilnya suatu perusahaan, semakin besar asset yang dimiliki perusahan tersebut kecenderungan kemampuan dan kestabilan untuk memperoleh laba lebih besar jika dibandingan dengan perusahaan dengan total asset yang lebil kecil,dalam sebuah penelitian menyatakan bahwa ukuran perusahaan mempunyai pengaruh signifikan positif terhadap <italic id="_italic-108">Tax Avoidance</italic>, koefisien regresi yang bernilai positif mencerminkan bahwa semakin besar perusahaan, semakin besar sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan tersebut untuk mengelola beban pajaknya.</p>
      <p id="_paragraph-23">Semua aktivitas-aktivitas <italic id="_italic-109">Tax Avoidance</italic> yang dilakukan oleh pihak manajemen di suatu perusahaan semua itu dilakukan semata-mata hanya untuk meminimalisir dan penekanan beban kewajiban pajak perusahaan. <italic id="_italic-110">Tax Avoidance</italic> sendiri merupakan bagian dari strategi peminimalisiran beban pajak yang bersifat agresif yang dilaksanakan oleh perusahaan, sehingga kegiatan ini memicu adanya resiko bagi perusahaan antara lain sanksi atau denda dari Direktorat Jendral Pajak dan buruknya reputasi perusahaan di mata publik.</p>
      <p id="_paragraph-24">Otoritas Direktorat Jendral Pajak dalam beberapa tahun kebelakang ini telah berupaya semaksimal mungkin tidak hanya untuk menegaskan batas yang 8 jelas antara <italic id="_italic-111">Tax Avoidance</italic> dan <italic id="_italic-112">Tax Evasion</italic> dalam usaha <italic id="_italic-113">Tax Planing</italic>, tetapi juga sebagai usaha pencegahan wajib pajak memanfaatkan ambiguitas yang ditimbulkan oleh peraturan perpajakan. Dengan harapan supaya bisa mencegah wajib pajak memanfaatkan struktur penilaian terhadap status hukum yang terlihat semu yang memicu adanya penyalah gunaan peraturan perpajakan itu sendiri.</p>
      <p id="_paragraph-25"><italic id="_italic-114">Tax Avoidance</italic> saat ini semakin mudah dilakukan dengan melakukan skema-skema transaksi keuangan yang ada di dalam dunia bisnis. Apalagi saat ini ditunjang dengan maraknya sekali bisnis digital dimana pemerintahan diharuskan memiliki cara yang tepat untuk menangani para pemangku dunia bisnis digital yang secara fisik tidak dapat diperhitungkan namun mendapatkan penghasilan maksimal di Indonesia kini. Isu kepatuhan perpajakan sangat penting dikarenakan resiko dari ketidakpatuhan secara bersamaan adalah praktik <italic id="_italic-115">Tax Avoidance</italic> .</p>
    </sec>
    <sec id="heading-a4fde6bec5a7dcdb400e1850ff5fcb8e">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="heading-c7c22682a9b2bd3b7ecfbd1c5ffdb481">Pendekatan Penelitian</p>
      <p id="_paragraph-26">Berdasarkan hasil penemuan masalah-masalah dilapangan dan uraian tersebut, maka peneliti tertarik unuk meneliti lebih lanjut dengan judul “Pengaruh <italic id="_italic-116">Profitabilitas , Corporrate Governance ,Corporate Social Respobility</italic> dan Ukuran Perusahaan Pada <italic id="_italic-117">Tax Avoidance</italic> Di Perusahaan Properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016-2018.</p>
      <p id="_paragraph-27">Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang berbentuk kausalitas karena variabel-variabel dalam penelitian memiliki hubungan dengan melalui uji hipotesa.. Sehingga dalam penelitiannya terdapat variabel independen dan dependen. Dari variabel tersebut selanjutnya dicari sebesar besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Objek dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankanyang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2018.</p>
      <p id="paragraph-dcfd139dbf731c0066b7000314bb374f">Lokasi Penelitian</p>
      <p id="_paragraph-28">Penelitian ini dilaksanakan di Perusahaan Property di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2018. Lokasi dalam pengambilan data ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan mengelola data dari laporan keuangan serta <italic id="_italic-118">annual report </italic>di Bursa Efek Indonesia (BEI).</p>
      <p id="paragraph-78585535617e734936569f1898c1f060">Variabel Penelitian</p>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>Definisi Oprasional ,Indikator , dan Skala Pengukuran Variabel</title>
          <p id="_paragraph-31" />
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-ab1cd5cf5e837dcb330281d41d582fa4">
              <td id="table-cell-ad52b6b31cbfc5b50df96cf911e2a3bd">Variabel</td>
              <td id="table-cell-d5175164d2f4b7985c53e026243bd283">Definisi</td>
              <td id="table-cell-10e8736e4b7045a1f40a4510d81a1873">Indikator</td>
              <td id="table-cell-862a611df982372faffa17aabb2c6ee0">Rasio</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-28b00064a621670ee256bb86ff50312b">
              <td id="table-cell-bb5ab9635ff915324ccbc2435fb12764">Tax Avoidance (Y)</td>
              <td id="table-cell-876678200dc40c456ac6553a68b34d51">Tax Avoidance is any form of activity that gives effect to the tax obligation, whether activities are allowed by tax or special activities that reduce taxes. Tax Avoidance is usually done by exploiting the weaknesses of the tax law and not violate the tax lawl</td>
              <td id="table-cell-541eeeeb7ad666b80f1eacb2ef99d36a">Cash Effective Rate = Cash Tax Paid Income Before Tax</td>
              <td id="table-cell-b5b07c47d38163e0c08d5c2d6c3c4a57">Rasio</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b3c184e8dea311af8ad8fcd86bb8e120">
              <td id="table-cell-33feede0a63d116f6334fc8aee1552eb">Profitabilitas X1)</td>
              <td id="table-cell-7d7160d5f81b27ffd3fbf5b66bc72957">Profitabiltas adalah kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan, total aktiva maupun modal sendiri</td>
              <td id="table-cell-ed09a099ed9fb4d0c02dc52837e22917">Return Of Asset = Laba Setelah Pajak Total Aktiva</td>
              <td id="table-cell-6d01d7788d09274b1ee35825dd863417">Rasio</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-11f2d9c8baf5468584ded3bcc9daa433">
              <td id="table-cell-9a1648fede1e04afa8ed45236f0bfd4c">Corporate Governance (X2)</td>
              <td id="table-cell-4883940ead82e6f4369a2101013108c0">Investor institusional memilki andil didalam keputusan maka secara otomatis akan mendorong manajemen untuk mematuhi peraturan yang dibuat pemerintah sehingga perusahaan patuh terhadap paja</td>
              <td id="table-cell-6b63aa27d2051e7c26d1bdb0ecf06363">INST = ..JSI.. TMS</td>
              <td id="table-cell-7c5b6289e8f2737636c377200b29ea20">Rasio</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-54160fd8476a2ade4a61acd8b5f4f176">
              <td id="table-cell-63d76306b9ffb56a395b614157f656b1">Corporate Social Responsibilty (X3)</td>
              <td id="table-cell-d0adc75be2f2d1091a083076a8dd3e3c">Hasil pengungkapan item yang diperoleh dari setiap perusahaan dihitung indeksnya dengan pengukuran CSR</td>
              <td id="table-cell-6f09ee7036e01b744f68a3ebd0ea8393">CSRI = ..∑Xi.. ni</td>
              <td id="table-cell-07b8e3e604b81200328151da59a20e54">Rasio</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a8b354f8aac17c7c0f6dd47ba4e85f2a">
              <td id="table-cell-a91e09645a41200385b5edaab6ad770c">Ukuran perusahaan (X4)</td>
              <td id="table-cell-aa1ee69c5554f3e8e6cb5e17a0ecf896">Besar kecilnya perusahaan dapat diukur dengan total aktiva besar harta perusahaan dengan menggunakan penghitungan nilai logaritma total aktiva</td>
              <td id="table-cell-9b271809a184fe1114870529b2f50653">Ukuran Perusahaan = Ln Total Assets</td>
              <td id="table-cell-9b55a7fe675370855608e92b1c94ee47">Rasio</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-a3630f88f6db67bc7229e2ef922c4b57">Populasi dan Sampel</p>
      <p id="_paragraph-32">Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan property di bursa efek indonesia tahun 2016-2018. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik <italic id="_italic-119">purposive sampling</italic>. Adapun penggunaan metode <italic id="_italic-120">purposive sampling </italic>dalam penelitian ini adalah perusahaan yang memiliki kriteria sebagai berikut:</p>
      <list list-type="bullet" id="list-c37e2bf3b1b89a848965bda09a8c5c77">
        <list-item>
          <p>Perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI dan memiliki laporan keuangan selama 3 tahuhn berturut-turut (2016-2018)</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Laporan keuangan tahunan yang diperlukan harus mempunyai data yang diperlukan penelitian ini, diantaranya data : profil perusahaan,tata kelola perusahaan,posisi laporan keuangan,laporan laba rugi selama 3 tahun berturut-turut (2016-2018)</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Perusahaan tidak mengalami kerugian selama 3 tahun (2016-2018)</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-33">Berdasarkan kriteria yang ada,ada 48 perusahaan yang dapat digunakan sebagai sampel untuk dikelola dalam penelitian ini. Sampel yang digunakan diantaranya</p>
      <table-wrap id="_table-figure-2">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <title>Kriteria Penentuan Sampel</title>
          <p id="_paragraph-36" />
        </caption>
        <table id="_table-2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-4d10bd8c9bd522ba8806684d39bbf844">
              <td id="table-cell-a7e0037d86848c1ee113e962e6f131e7">No.</td>
              <td id="table-cell-c83f9261577d8cc21788eab42150e59c">Kriteria</td>
              <td id="table-cell-4f47a12aa889b8478eadb479ff4523c4">Jumlah</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f635c244421145d3c1cdcb748c023a75">
              <td id="table-cell-1b33a0e8037fc1622386842115a45798">1.</td>
              <td id="table-cell-f56916c6365e120c0be5f88d5236796b">Perusahaan property yang menerbitkan laporan keuangan secara berturut-turut selama periode penelitian yaitu tahun 2016-2018 di Galeri Bursa Efek Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</td>
              <td id="table-cell-b2889e0f4c284367205e72edb568f4e4">45</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2ceaf97775e0867975598882b1667fb8">
              <td id="table-cell-0e17448c42ca2929552513612967f379">2.</td>
              <td id="table-cell-e93d673af9b106aceb61d04b42754caa">Perusahaan property yang mengalami kerugian selama periode penelitian tahun 2016-2018</td>
              <td id="table-cell-dc5286d8e8eb90a80b3ab0e11c5946b9">(10)</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6ff1c1af2c09132f64555ad10530ca42">
              <td id="table-cell-2251ecd6e636444c27d86ce3107b85c6">3.</td>
              <td id="table-cell-743bb5eaa0f7bdd35a1ebb31aa338f43">Perusahaan property yang tidak memliki kelengkapan informasi yang di butuhkan penelitian terkait dengan indikator perhitungan yang dijadikan variabel</td>
              <td id="table-cell-49f1c9e9d3dd0c68622189d78732be48">(9)</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-36eb773c2a32e3ae40a1e242f59b50e8">
              <td id="table-cell-0f054d763d8b71b8063165186519dbb7">Jumlah total perusahaan sampel (27 perusahaan x 3 tahun dari 2016-2018)</td>
              <td id="table-cell-4166c811e7792c01cc90c7d7ce09cc27">81</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-111cb57cb3ef01eed5d998db73568d34">Jenis dan Sumber Data</p>
      <p id="_paragraph-37">Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif berupa angka yang dihasilkan dalam penelitian ini yang berdasarkan analisis statistik dalam laporan keuangan perusahaan property selama 2016-2018. Sedangkan sumber data yang digunakan yaitu data sekunder berupa laporan keuangan tahuanan perusahaan yang terdaftar sebagai perusahaan propertyselama 2016-2018 di Bursa Efek Indonesia (<ext-link id="_external-link-1" ext-link-type="uri" xlink:href="">http://www.idx.co.id</ext-link><italic id="_italic-121">).</italic></p>
      <p id="paragraph-6da02bb84d280501d61d5c697076d001">Teknik Analisis Data dan Uji Hipotesis</p>
      <p id="paragraph-c7d8c9fa75c48c62d711f3f35029d17e">Teknik Analisis Data</p>
      <p id="paragraph-c2bfefee8acad5949985b93d7574a15e">a. Uji Asumsi Klasik<ext-link id="external-link-1" ext-link-type="uri" xlink:href=""/><ext-link id="external-link-2" ext-link-type="uri" xlink:href=""/></p>
      <p id="paragraph-2">1) Uji Normalitas</p>
      <p id="_paragraph-38">Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah variabel bebas dan variabel terikat berdistribusi normal atau tidak normal. Data dinyatakan berdistribusi normal apabila memiliki garis kurva yang cenderung simetris terhadap mean.Selain itu,bisa pula menggunakan metode <italic id="_italic-159">Plot of R</italic><italic id="_italic-160">egression Standardized Residual </italic>dimana data normal akan menyebar dan titik-titik yang berpola mendekati garis diagonal.</p>
      <p id="paragraph-c39dab6b8ae25e1fcff53e27c315ca11">2. Uji Autokorelasi</p>
      <p id="_paragraph-39">Uji autokorelasi berfungsi untuk mengetahui ada tidaknya penyimpangan asumsi klasik autokorelasi yaitu korelasi yang terjadi antar residual pada model regresi, jika terjadi korelasi maka dinyatakan ada problem autokorelasi. Prasyarat yang harus terpenuhi adalah tidak adanya autokorelasi dalam model regresi. Metode pengujian yang sering digunakan adalah dengan uji Durbin-Watson Dengan ketentuan sebagai berikut:</p>
      <list list-type="bullet" id="list-566678ac2d08684932672d1aa04a1e93">
        <list-item>
          <p>Nilai DW &lt; 1,10 ; ada autokorelasi.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Nilai DW antara 1,10 s/d 1,54;tanpa kesimpulan.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Nilai DW antara 1,55 s/d 2,46;tidak ada autokorelasi.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Nilai DW antara 2.47 s/d 2,90;tanpa kesimpulan.</p>
        </list-item>
        <list-item>
          <p>Nilai DW &gt; 2.91;ada autokorelasi</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="paragraph-cdab9bb7805df0d15cfc95e24c236d99">3. Uji Multikolinearitas</p>
      <p id="_paragraph-40">Untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya problem mutikolinearitas atau tidak, atau untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antar sesama variabel independen/variabel bebas, dilakukan melalui uji multikolinearitas. Model regresi dalam penelitian ini dapat memenuhi syarat apabila tidak terjadi multikolinearitas atau tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. Untuk mengetahui apakah terjadi problem multikolinearitas atau tidak, dilakukan dengan mengamati besarnya nilai VIF (<italic id="_italic-161">Variance Inflatio Factor</italic>)<italic id="_italic-162">. </italic>Jika besarnya nilai VIF lebih kecil dari 10 (&lt; 10), ini memberi indikasi tidak ada problem multikolinearitas, demikian pula sebaliknya.</p>
      <p id="paragraph-9012400abacd24e69d46837f853e58c6">4. Uji Heteroskedastisitas</p>
      <p id="_paragraph-41">Uji heteroskedastisitas adalah pengujian model regresi, apakah ada ketidaksamaan varians dari residual dari satu pengamatan dengan pengamatan yang lain. Apabila varians dari residual dari satu pengamatan dengan pengamatan yang lain tetap, maka dinamakan homokedastisitas. Dan jika varians berbeda, dinamakan heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heterokedastisitas.</p>
      <p id="paragraph-e566157bc6a5c841b4c540159553403a">b. Uji Hipotesis</p>
      <p id="_paragraph-42">a) Uji Parsial (uji t)</p>
      <p id="_paragraph-43">Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variabel - variabel dependen. Dalam penelitian inipengujian dilakukan untuk menguji secara parsial variabel bebas terhadap variabel terikat</p>
      <p id="_paragraph-44">b) Koefisien Determinasi (R<sup id="_superscript-6">2</sup>)</p>
      <p id="_paragraph-45">Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R<sup id="_superscript-7">2</sup> yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variabel-variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang di butuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-2d9c3e0f4c615b7ba8d5eec1af9467d7">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="heading-293a002c60b40d18ddb68183ece2233f">Hasil Penelitian</p>
      <p id="paragraph-24dbc2ce522c22959e2b7852b217c4f4">1. Uji Asumsi Klasik</p>
      <list list-type="bullet" id="list-4ff655243cd9837af37c58e40bda5fba">
        <list-item>
          <p>Uji  Normalitas<bold id="bold-6"/></p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-47">Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah variabel bebas dan variabel terikat berdistribusi normal atau tidak normal. Untuk mengetahui normal tidaknya sebuah distribusi, bisa menggunakan grafik histrogram. Uji Normalitas dilakukan dengan dilakukan dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik. Model yang baik adalah berdistribusi normal atau mendekati normal. Berdasarkan hasil uji normalitas terlihat bahwa data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model ini memenuhi asumsi normalitas</p>
      <list list-type="bullet" id="list-d7c31ccd1f6e1e99c6c2fb07f3286c44">
        <list-item>
          <p>Uji Autokorelasi</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-48">Uji autokorelasi adalah menguji apakah dalam sebuah model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 (sebelumnya). Bedasarkan hasil pengujian diperoleh nilai DW sebesar 2.067 untuk memperoleh nilai DU dimana mjumlah sampel (n) yiatu 81 dan total variabelnya 5 maka diperoleh angka DU sebesar 1,74384.Sehingga berdasarkam perhitungan, nilai yang diperoleh 1,53719&gt;1,74384&lt; 2,067 yang menunjukan bahwa tidak terjadi autokorelasi sehingga model regresi dinyatakan baik.</p>
      <list list-type="bullet" id="list-715a3f0c5f8211720bbd1a54877fc5b1">
        <list-item>
          <p>Uji Multikolinearitas</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-49">Uji multikolinearitas adalah menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya problem mutikolinearitas atau tidak, atau untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antar sesama variabel independen atau variabel bebas. Pengujian multikolinieritas bertujuan untuk mengetahui hubungan yang sempurna antar variabel bebas dalam model regresi. Gejala multikolinieritas dapat dilihat dari nilai <italic id="_italic-163">tolerance </italic>dan nilai <italic id="_italic-164">Varian Inflation Factor (VIF)</italic>. Bila nilai VIF lebih kecil dari 10 dan nilai toleransinya di atas 0,1 atau 10 % maka dapat disimpulkan bahwa model regresi tersebut tidak terjadi multikolinieritas</p>
      <table-wrap id="_table-figure-3">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <title>Hasil Uji Multikoliniearitas</title>
          <p id="_paragraph-52" />
        </caption>
        <table id="_table-3">
          <tbody>
            <tr id="table-row-c17a307b0a6c28b9e866ff7278c7b04d">
              <td id="table-cell-128e22b13290b7e1f78d2e186a82a7e1" rowspan="2">Model</td>
              <td id="table-cell-333ece8e5e45bbc02deaff61200e5a91" colspan="2">Unstandardized Coefficients</td>
              <td id="table-cell-f18895375f7d997147a3ba6355265d9f">Standardized Coefficients</td>
              <td id="table-cell-bd1c725f33053fb7b143918b8cee4198" rowspan="2">t</td>
              <td id="table-cell-3469754c4836e1bfd970815897763f8b" rowspan="2">Sig.</td>
              <td id="table-cell-a904afa94c7731d9b3e4a1031e9ab18b" colspan="2">Collinearity Statistics</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0bf1c5eb6a5998dbb0ba2711a1526678">
              <td id="table-cell-a8881bb261a730a615aa39b34b43a7b7">B</td>
              <td id="table-cell-143b43dc6ea1e195b90990ff3b3db2dc">Std. Error</td>
              <td id="table-cell-42427f9300ee304c7064c7c5041ff01e">Beta</td>
              <td id="table-cell-989f5c559ac65f4453439a7f02ae6241">Tolerance</td>
              <td id="table-cell-c48f62ea1b333682af3d23a7f84e9b94">VIF</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-2d1ec543fb99b80fd8f0b3a4cb107300">
              <td id="table-cell-88ffe1b1eadab0672bb4e2907b3f8e12">1(Constant)</td>
              <td id="table-cell-6f092a61bb1b151552994c16aac39926">.785</td>
              <td id="table-cell-bcafb4559fad3f774d7e3ed59ac6f3dc">.585</td>
              <td id="table-cell-274d979c438b861a614de503b5a8894b">1.342</td>
              <td id="table-cell-c1ce5e330a86fcba1216216ac017bcac">.184</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ad6fb7e5e89ece5ca7cffbfccee4791e">
              <td id="table-cell-38da5a2a24da5b83fa67e536ce0e2872">Profitabilitas</td>
              <td id="table-cell-9e796a5510b118d6692464b24941fe2e">-2.018</td>
              <td id="table-cell-8478d027ea2c62977b5a81097e87bbfb">.432</td>
              <td id="table-cell-9a0b96440e4a5a74ab0d0d3609bee3e3">-.423</td>
              <td id="table-cell-08204fc1f058debc5adff81450efe570">-4.668</td>
              <td id="table-cell-6b9d1551ea1191ac3d49de6da1d9e43a">.000</td>
              <td id="table-cell-db3cca7d4aa0d2d6edb908dd861a4d5d">.969</td>
              <td id="table-cell-929864aadfac0126258963cc04480a3c">1.032</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7b7f26f9adad71aa32fa0c14d6777d89">
              <td id="table-cell-e986bb1025789d5977ef5e23951c287f">CG</td>
              <td id="table-cell-90d8c21b8aba7181220638f99d952605">.049</td>
              <td id="table-cell-5e6d3bccfaa50fe82b1878447dd16472">.010</td>
              <td id="table-cell-79ad4d3282a5d5f2dd6d883173d5c0dd">.431</td>
              <td id="table-cell-3f21aaf200ecee01c15c374a1ddd15e7">4.732</td>
              <td id="table-cell-cb684dcd9a23a6f1ede2c665e6c9efd7">.000</td>
              <td id="table-cell-e488d6b5f1afd7c780eb31e1691f241d">.958</td>
              <td id="table-cell-07a0a526e3063e65b8ba483eff38e21c">1.043</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-496a3aa8533d9e5ebdd64254ac2d25b8">
              <td id="table-cell-48b2f395e258c0426c94f33110da6b11">CSR</td>
              <td id="table-cell-5fe46599bfd3e2674b9ed56ca7265d7a">.448</td>
              <td id="table-cell-805f00536447789c2e2a0c187cd2ce93">.188</td>
              <td id="table-cell-cdec9c4f53bdc3c8bb0eaa3bbf732e73">.220</td>
              <td id="table-cell-87e5596ca5860f839591147b71e178e4">2.377</td>
              <td id="table-cell-487e2019d717550c94740c27ba583fb7">.020</td>
              <td id="table-cell-7b1377b867e7d8abc2331ee05a58c877">.926</td>
              <td id="table-cell-fd7d4925ff1f78e1dd5c9e5ee9d851f6">1.079</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-3b4a79e63c64a1f69643d2e46f9f2d48">
              <td id="table-cell-6b27305158e6011059580e4c1bbafea9">Firm Size</td>
              <td id="table-cell-7a05482b378d7c7ea0bdb77421a71b88">-.018</td>
              <td id="table-cell-ee464cd7cc98ce448b218c1667479031">.020</td>
              <td id="table-cell-61dd715df74bec9caed7445caf407d9b">-.086</td>
              <td id="table-cell-f1569ad993e379bce2512fbb09a0aced">-.923</td>
              <td id="table-cell-7a4634e250c6c226f2f9eade70eac085">.359</td>
              <td id="table-cell-72b344bae241535b55d6157722300406">.919</td>
              <td id="table-cell-dd4007cfcf442922a2cac6e1a23d9366">1.088</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-53">Dari tabel diatas menggambarkan bahwa angka pada VIF semua variabel bebas dalam penelitian yang dilakukan lebih kecil dari 10,dengan demikian dapat ditarik garis besar bahwa ada adanya gejala multikolinieritas antar variabel bebas dalam model regresi.</p>
      <list list-type="bullet" id="list-eb5ecc1efd5454401ef3a3ccce1cbfdf">
        <list-item>
          <p>Uji Homokedastisitas</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-54">Penelitian ini menggunakan kriteria homokedastisitas untuk mengetahui dan menguji data error atau galat dalam model statistik untuk melihat apakah varians atau keragaman dari error terpengaruh oleh faktor lain atau tidak. Dari gambar <italic id="_italic-165">scatter plot</italic> terlihat titik-titik menyebar secara acak membentuk pola tertentu, maka terjadi homokedastisitas. Hal ini menunjukan data memiliki varians yang homogen</p>
      <p id="paragraph-2878d6b10ef8cda0403f92c286ff43b7">2. Uji Regresi Linear Berganda</p>
      <p id="_paragraph-55">Pada tabel 3 mengenai hasil pengolahan SPSS, maka dapat dibuat persamaan regresi berganda sebagai berikut :</p>
      <p id="_paragraph-56">Y= 0,785 + -2.018 X1 - 0,049 X2 - 0,448 X3 - 0,018 X4 + e</p>
      <p id="_paragraph-57">Persamaan regresi linear berganda diatas dapat diartikan bahwa :</p>
      <p id="paragraph-73702decf167bafe227705311d5a3e1b">1. Konstanta sebesar 0,785 hal ini menggambarkan bahwa apabila variabel <italic id="italic-1">profitabilitas</italic>,<italic id="italic-2">corporate governance,corporate social responsibility </italic>dan ukuran perusahaan sama dengan 0 maka besaran dari ukuran variabel <italic id="italic-3">tax avoidance </italic>sebesar 0,785.</p>
      <p id="paragraph-88e283abcc86eb9921b2e464e6734657">2. Koefisien regresi <italic id="italic-4">profitabilitas</italic> diangka -2,018. Menunjukan setiap kenaikan <italic id="italic-5">profitabilitas</italic> diangka satu satuan ( 100% ) berpengaruh penurunan angka dari indeks presentase <italic id="italic-6">tax avoidance </italic>sebesar 2,018 dengan asumsi variabel lain konstan.</p>
      <p id="paragraph-195fcde28c380569397c25073a19fcb2">3. Koefisien regresi <italic id="italic-7">Corporate Governance</italic> sebesar 0,049. Menunjukan jika setiap keinaikan <italic id="italic-8">Corporate Governance</italic> sebesar satu satuan (100%) berpengaruh penurunan angka dari indeks presentase<italic id="italic-9"> tax avoidance </italic>sebesar 0,049 dengan asumsi variabel lain konstan.</p>
      <p id="paragraph-a6728a64339a8d57adabcaaa254b34cd">4. Koefisien regresi <italic id="italic-10">Corporate Social Resposibility</italic> sebesar 0,448. Menunjukan jika setiap keinaikan <italic id="italic-11">Corporate Social Resposibility</italic> sebesar satu satuan (100%) berpengaruh penurunan angka dari indeks presentase <italic id="italic-12">tax avoidance </italic>sebesar 0,448 dengan asumsi variabel lain konstan. </p>
      <p id="paragraph-82f206eaab85145af526db4c1518bdf0">5. Koefisien regresi ukuran perusahaan sebesar 0,018. Menunjukan jika setiap keinaikan ukuran perusahaan sebesar satu satuan (100%) berpengaruh penurunan angka dari indeks presentase<italic id="italic-13"> tax avoidance </italic>sebesar 0,018 dengan asumsi variabel lain konstan.</p>
      <p id="paragraph-612db38c83b044923a28515aa4794416">3. Uji Hipotesis </p>
      <list list-type="bullet" id="list-cb3d103d094536e1d5c7b77a0a0aa9d6">
        <list-item>
          <p>Uji t parsial</p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="_paragraph-58">Pada pengujian ini uji T digunakan sebagai alat ukur tingkat pengaruh signifikan secara parsial,antara variabel independen <italic id="_italic-166">Profitabilitas</italic> (X1),<italic id="_italic-167">Corporate Governance</italic> (X2), <italic id="_italic-168">Corporate Social Resposibility</italic> (X3) dam Ukuran Perusahaan (X4) terhadap variabel dependen yaitu <italic id="_italic-169">Tax Avoidance </italic>(Y). Adapun penguji uji t adalah sebagai berikut :</p>
      <p id="_paragraph-59">Dengan df = n – k – 1, 81 – 4 -1 = 76 sehingga diperoleh t tabel (0,05:76) sebesar 1,668. Nilai t hitung yang diperoleh dari hasil pengolahan SPSS disajikan pada tabel dibawah ini :</p>
      <table-wrap id="_table-figure-4">
        <label>Table 4</label>
        <caption>
          <title>Hasil Uji Parsial (T)</title>
          <p id="_paragraph-62"><italic id="_italic-170"/>Hasil Output SPSS, data diolah (2020)</p>
        </caption>
        <table id="_table-4">
          <tbody>
            <tr id="table-row-ce4a6617722dce0349db19bfc3e3db93">
              <td id="table-cell-baf0a727d01a2e48620f4443b6706515" colspan="8">Coefficients a</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-70ed154cddfdb997dfdb78e8396ef60c">
              <td id="table-cell-17914143926c82192bbced1bcb962a38" rowspan="7" colspan="2">Model</td>
              <td id="table-cell-ff6c512cfa4806de1c6667854e04bdec" colspan="2">Unstandardized Coefficients</td>
              <td id="table-cell-f608fd99c0fc2e77c2f354085db6c1f1">Standardized Coefficients</td>
              <td id="table-cell-0036f70047f00ed2ac865b34006ad3bf" rowspan="2">t</td>
              <td id="table-cell-f8e1106e5084b536ea49b411e27737de">Sig.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0f80c9080316484cad2ba24ce12be3ec">
              <td id="table-cell-f0fc4987254e50f9ae183d4eed6dcd0b" colspan="2" />
              <td id="table-cell-81e8ece6aa900a85405a26a3dd0713fd">B</td>
              <td id="table-cell-b47b1f78f261676162c4c9c991f27471">Std. Error</td>
              <td id="table-cell-be9b286f856ff28d2ae4a3f4b395aff0">Beta</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e340bced76c0568e99754a5ef45059df">
              <td id="table-cell-05ec05a2b12248f1612717aa74a9ee52" rowspan="5">1</td>
              <td id="table-cell-663df94089e0582c77956680a1bd71b0">(Constant)</td>
              <td id="table-cell-13ea7b50ce80329bb914a153a67fce41">.785</td>
              <td id="table-cell-f029e968096ea65a9c56cca12cfebdd8">.585</td>
              <td id="table-cell-ab0450882e56515d7c9f9177a5ec2ffc">1.342</td>
              <td id="table-cell-ab9334837bebeb57d68bf51b6f7d6e39">.184</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b6dfe86062b1626da0ee0f7936dd70ef">
              <td id="table-cell-89708bc305a4ea0a082941a7c4748edd">Profitabilitas</td>
              <td id="table-cell-b3ecf39a0e1447605a8d42942ca3063b">-2.018</td>
              <td id="table-cell-8cac5a757e47e82b885f3dc14ab82a00">.432</td>
              <td id="table-cell-b1113f0ed52a220165618b1ba36390d3">-.423</td>
              <td id="table-cell-8a4a101191357dc66cd4faf5e526e3e3">-4.668</td>
              <td id="table-cell-e5d5c061fd28c61ba1a0e4fc852dd277">.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a7cd5ea972c269e8f51767c4eebb2295">
              <td id="table-cell-a85ca3affff078019dbac6e54272cc66">CG</td>
              <td id="table-cell-cd9453e7086e3157b5785d2d71dc6b2b">.049</td>
              <td id="table-cell-d6ee1fe830e3fb6b95dedaa7e0d1e519">.010</td>
              <td id="table-cell-56be6c4e0429c5be3827ed0a773b4781">.431</td>
              <td id="table-cell-d5e8730fa5d2be95c30120f7c7373ee9">4.732</td>
              <td id="table-cell-2b43e2d1d2d38fbf28adb6b6263b7169">.000</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-dfd09f0de8ca019a185c54c5d5ee0b7a">
              <td id="table-cell-8f5505fd1a7fb95969403cc6fb656302">CSR</td>
              <td id="table-cell-bf8289554587a37ef1fb4560320035de">.448</td>
              <td id="table-cell-fed0911fac35e8f1df4592d244ac86ce">.188</td>
              <td id="table-cell-f623020c4e716089ec0da0e99980948b">.220</td>
              <td id="table-cell-a7cd5f9e1fc49e15740c33eccd62ed5c">2.377</td>
              <td id="table-cell-7478210fcceff2b24016ec4a79753261">.020</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6d240b95e4294f0c1ec0f6084c184890">
              <td id="table-cell-cb4e3e5d4317ea577fb550f4ea9bbc9b">Firm Size</td>
              <td id="table-cell-731c3eb842e8ff458fd28f904deb37ff">-.018</td>
              <td id="table-cell-25b4aaa276a29e2551dbd96d3ab37cb1">.020</td>
              <td id="table-cell-8ee885b13fb4aaeb54ffd93d3a750b7f">-.086</td>
              <td id="table-cell-c96cf26c75d878da15763e86be443e4e">-.923</td>
              <td id="table-cell-eda8dba930052249b1195d75aa76d152">.359</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4ae0eee0a1cf818ca16eb2828a5038d3">
              <td id="table-cell-b05f49adf91db98c981e9a0fcd4f837b" colspan="8">a. Dependent Variable: Tax Avoidance</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-64">Dari tabel diatas dapat dijelaskan bahwa :</p>
      <p id="paragraph-fde5d92d7f1c49d20623eee1887f68a2">1. <italic id="italic-ba69328a37ef2d2a6e93d287e269b487">Profitabilitas</italic> (X1)</p>
      <p id="_paragraph-65">Berdasarkan hasil perhitungan Uji T program SPSS yang dilakukakan, variabel <italic id="_italic-171">profitabilitas</italic> (X1) mengindikasikan nilai t hitung diangka -0,423 dan t tabel diangka1,668 dengan tingkat signifikan 0,000.dari hasil yang menunjukan nilai t hitung lebih kecil dari t tabel yaitu -0,423 &lt; 1,668 dengan tingkat signifikan 0,000 &lt; 0,05.Dinyatakan bahwa <italic id="_italic-172">Profitabilitas</italic> (X1) memiliki pengaruh terhadap <italic id="_italic-173">Tax Avoidance </italic>(Y).</p>
      <p id="paragraph-453514f9d331b35475ca90afaf650595">2. <italic id="italic-b3292bc94d7bb88b2771bd1093081fa9">Corporate Governance</italic> (X2)</p>
      <p id="_paragraph-66">Berdasarkan hasil perhitungan Uji T program SPSS yang dilakukakan,variabel <italic id="_italic-174">Corporate Governance</italic> (X2) mengindikasikan nilai t hitung diangka 0,431 dan t tabel diangka 1,668 dengan tingkat signifikan 0,000. dari hasil yang menunjukan nilai t hitung lebih kecil dari t tabel yaitu 0,431 &lt; 1,668 dengan tingkat signifikan 0,000&lt;0,05. .Dinyatakan bahwa <italic id="_italic-175">Corporate Governance</italic> (X2) memiliki pengaruh terhadap <italic id="_italic-176">Tax Avoidance </italic>(Y)</p>
      <p id="paragraph-929a8077031da13c20c9f381a33c5b0f">3. Variabel Corporate Social Resposibility (X3)</p>
      <p id="_paragraph-67">Berdasarkan hasil perhitungan Uji T program SPSS yang dilakukakan, variabel <italic id="_italic-177">Corporate Social Resposibility</italic> (X3) mengindikasikan nilai t hitung diangka 0,220 dan t tabel diangka 1,668 dengan tingkat signifikan 0,020. dari hasil yang menunjukan nilai t hitung lebih kecil dari t tabel yaitu 0,220 &lt; 1,668 dengan tingkat signifikan 0,020&lt;0,05. Dinyatakan bahwa <italic id="_italic-178">Corporate Social Resposibility</italic> (X3) memiliki pengaruh terhadap <italic id="_italic-179">Tax Avoidance </italic>(Y).</p>
      <p id="paragraph-2e692ad6f833f5042378077d241c26b1">4. Variabel Ukuran Perusahaan (X4)</p>
      <p id="_paragraph-68">Berdasarkan hasil perhitungan Uji T program SPSS yang dilakukakan,, variabel Ukuran Perusahaan (X4) mengindikasikan nilai t hitung diangka -0,856 dan t tabel diangka 1,668 dengan tingkat signifikan 0,359. dari hasil yang menunjukan nilai t hitung lebih besar dari t tabel yaitu -0,856 &lt; 1,668 dengan tingkat signifikan 0,359 &gt; 0,05. Dinyatakan bahwa Ukuran Perusahaan (X4) Tidak memiliki pengaruh terhadap <italic id="_italic-180">Tax Avoidance </italic>(Y).</p>
      <p id="paragraph-8d521bf64cf878674214c94184e3cd77">Uji Koefisien Determinasi Berganda (R<sup id="superscript-1">2</sup>)</p>
      <p id="_paragraph-69">Hasil perhitungan SPSS mengenai analisisnya ditunjukkan oleh tabel di bawah ini :</p>
      <table-wrap id="_table-figure-5">
        <label>Table 5</label>
        <caption>
          <title>Hasil Uji R Square</title>
          <p id="_paragraph-72">Hasil Output SPSS, data diolah (2020)</p>
        </caption>
        <table id="_table-5">
          <tbody>
            <tr id="table-row-b7df81764b647788a842b8e39dcae26c">
              <td id="table-cell-230f5ff2aba26ffcf279c9e959a80778">Model</td>
              <td id="table-cell-821d3660d96a29db7c9df56e1636ffeb">R</td>
              <td id="table-cell-25ed434530ecada4db2e86e6317e5c29">R Square</td>
              <td id="table-cell-4c107dafaa30a69026438f3180a53392">Adjusted R Square</td>
              <td id="table-cell-c196b6e2f1d2da7ff3a34a1d72491ca7">Std. Error of the Estimate</td>
              <td id="table-cell-0c2c1c0a2f82a0192e0e3c66756076dc">Durbin-Watson</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a2d40f213fe0bdbec96ae4af7dea541b">
              <td id="table-cell-5ffb9bd0baff46043bb4d89fbaf8c1b3">1</td>
              <td id="table-cell-51fbc9dfdc004b1d8eea9b3d64b8cc7f">,629a</td>
              <td id="table-cell-0791374d658f940e168756315a4a5694">,396</td>
              <td id="table-cell-c036c34c8aac39472ee450aace2afa5b">,364</td>
              <td id="table-cell-5d7801f6c1372e5d154580d3b91d3450">,20550566</td>
              <td id="table-cell-f10aebae24d3e814aa0d241eaa12d472">2,067</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-74">Hasil dari perhitungan determinasi berganda yang dilakukan,diperoleh data bahwa tingkat kepengaruhan variabel bebas ke variabel terikat dengan melihat hasil dari R square sebesar 0,396 dapat digambarkan bahwa koefisien determinasi berganda 0,396x100%= 39,6% dan sisanya 100%-39,6%=60,4%.Dengan penjawbaran bahwa keragaman hasil dari <italic id="_italic-182">profitabilitas,corporate governance,corp</italic><italic id="_italic-183">orate social resposibilty</italic> dan ukuran perusahaan 39,6% sedangkan sisanya 60,4% merupakan kontribusi lain dari variabel yang tidak dijelaskan dlam penelitian ini.</p>
      <p id="_paragraph-75">Pembahasan</p>
      <p id="paragraph-c319d5a35b4c0cbc314ddf1c485cc77e">H1 : Pengaruh <italic id="italic-f3bb3d6d0ae9dcf2108192d4932fafc2">Profitabilitas</italic> terhadap <italic id="italic-3bc1a66a5761ca5119f3fd5145ec69a2">Tax Avoidance</italic></p>
      <p id="_paragraph-76">Berdasarkan hasil perhitungan Uji T program SPSS yang dilakukakan,variabel <italic id="_italic-184">profitabilitas</italic> (X1) mengindikasikan nilai t hitung diangka -0,423 dan t tabel diangka 1,668 dengan tingkat signifikan 0,000. Karena nilai t hitung lebih kecil dari t tabel yaitu -0,423 &lt; 1,668 dengan tingkat signifikan 0,000 &lt; 0,05. Dinyatakan <italic id="_italic-185">Profitabilitas</italic> (X1) berpengaruh terhadap variabel <italic id="_italic-186">Tax Avoidance </italic>(Y).Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa <italic id="_italic-187">Profitabilitas </italic>berpengaruh signifikan positis terhadap <italic id="_italic-188">Tax Avoidance</italic> pada perusahaan property. Hal tersebut terjadi karena semakin tingginya laba yang diperoleh oleh suatu perusahaan maka tingkat kecenderungan perusahaan akan melakukan <italic id="_italic-189">Tax Avoidance </italic>semakin tinggi sehingga tidak melaksanakan kewajibannya dengan sebagaimana mestinya. Dengan adanya teori agensi yang bisa memicu para agent untuk mengenjot laba perusahaan, karena dengan jumlah laba yang besar membuar jumlah pajak penghasilan akan meningkat sebanding dengan peningkatan laba yang diperoleh perusahaan. Agent dalam teori agensi akan berusaha semaksimal mungkin mengelola beban pajak agar tidak mengurangi kompensasi kinerja agent atas berkurangnya laba perusahaan oleh beban pajak.</p>
      <p id="paragraph-96cb9da21f3831d048db909bb7e013a2">H2 : Pengaruh <italic id="italic-55b16d5c5d44fcdb96a7437aaead1e36">Coporate Governance </italic>terhadap <italic id="italic-718ae8f8bb99c24fd702246f5ce45719">Tax Avoidance</italic></p>
      <p id="_paragraph-77">Berdasarkan hasil perhitungan Uji T program SPSS yang dilakukakan,variabel <italic id="_italic-190">Corporate Governance</italic> (X2) mengindikasikan nilai t hitung diangka 0,431 dan t tabel diangka 1,668 dengan tingkat signifikan 0,000. Karena nilai t hitung lebih kecil dari t tabel yaitu 0,431 &lt; 1,668 dengan tingkat signifikan 0,000&lt;0,05. Dinyatakan <italic id="_italic-191">Coporate Governance </italic>(X2) berpengaruh positif terhadap variabel <italic id="_italic-192">Tax Avoidance </italic>(Y). hal tersebut menunjukan semakin besar jumlah investor institusional dalam struktur pemegang saham perusahaan, maka praktik <italic id="_italic-193">Tax </italic>Avoidance semakin berkurang.Investor institusional ialah investor yang berasal dari luar perusahaan dan tidak terafiliasi dengan perusahaan yang bersangkutan akan cenderung mematuhi aturan yang dibuat pemerintah sehingga akan menghindari tindakan <italic id="_italic-194">Tax Avoidance</italic>. Investor institusional yang memiki jumlah saham yang besar di dalam struktur pemegang saham perusahaan memiliki hak dan kuasa di dalam mengambil keputusan kebijakan terutama kebijakan perusahaan dalam hal perpajakan.</p>
      <p id="paragraph-9937ad7095caa6813aa8e23058f79e91">H3 : Pengaruh <italic id="italic-b7502e0670025a7bf89a58902ab08631">Coporate Social Resposibility </italic>terhadap <italic id="italic-81742bce34e20c250cd2978efc71eb55">Tax Avoidance</italic></p>
      <p id="_paragraph-78">Berdasarkan hasil perhitungan Uji T program SPSS yang dilakukakan, variabel <italic id="_italic-195">Corporate Social Resposibility </italic>(X3) mengindikasikan nilai t hitung diangka 0,220 dan t tabel diangka 1,668 dengan tingkat signifikan 0,020. Karena nilai t hitung lebih kecil dari t tabel yaitu 0,220 &lt; 1,668 dengan tingkat signifikan 0,020&lt;0,05. Dinyatakan <italic id="_italic-196">Corporate Social Resposibility</italic> (X3) berpengaruh terhadap variabel <italic id="_italic-197">Tax Avoidance </italic>(Y).). dengan data yang diahsailkan daoat dilihat semakin tinggi jumlah pengungkapan <italic id="_italic-198">Corporate Social Resposibilty </italic>maka akan menurunkan kecenderungan perusahaan untuk melakukan <italic id="_italic-199">Tax Avoidance,</italic>karena perusahaan dianggap mampu mengintregasikan perhatian kepada lingkungan serta sosial kedalam aktivitas dan operasinya dengan stakeholder.</p>
      <p id="paragraph-c6e76291a5a201a35cd3d02d4d27b5e2">H4 : Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap <italic id="italic-e4fc83c650a95ec726bfaaffc9f58cef">Tax Avoidance</italic></p>
      <p id="_paragraph-79">Ukuran perusahaan mendeskripsikan akan besar kecilnya suatau perusahaan yanhg dilihat dari besar kecilnya asset yang dimiliki perusahaan tersebut .Besar kecilnya sutau perusahaan menunjukan pula besar kecialnya kegiatan operational yang dilakukan perusahaan dengan seperti itu manajemen cenderung melakukan efisiensi dalam hal perpajakan. Namun Berdasarkan hasil perhitungan Uji T program SPSS yang dilakukakan, variabel Ukuran Perusahaan (X4) mengindikasikan nilai t hitung diangka -0,856 dan t tabel diangka 1,668 dengan tingkat signifikan 0,359. Karena nilai t hitung lebih besar dari t tabel yaitu -0,856 &lt; 1,668 dengan tingkat signifikan 0,359 &gt; 0,05. Dinyatakan bahwa Ukuran Perusahaan (X4) Tidak berpengaruh terhadap variabel <italic id="_italic-200">Tax Avoidance </italic>(Y).yang dapat diartikan bahwa semakin besarnya asset yang dimiliki perusahaan akan membuat perusahaan tersebut melakukan praktik <italic id="_italic-201">Tax Avoidance </italic>supaya laba yang didapat dapat diterima dengan maksimal untuk meningkatkan kegiatan operasional perusahaan yang diharapkan mampu menghasilkan laba lebih besar kembali.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-3003702119ae50f479d9e44824a64f2b">
      <title>Kesimpulan<bold id="_bold-76"/></title>
      <p id="heading-1db0e28ebfb10bad61c58f118389b2e1">Kesimpulan</p>
      <p id="_paragraph-81">Menurut hasil penelitian yang dilaksanakan dengan teknik alisis regresi serta pembahasan hasil,dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :</p>
      <p id="paragraph-43b08365210fb333b4b0bac980631713">1. Berdasarkan hasil uji regresi yang dilakukan membuktikan bahwa secara parsial variabel <italic id="italic-9eb2d2254308c764fdcae91af7596321">Profitabilitas </italic>berpengaruh terhadap keputusan perusahaan melakukan <italic id="italic-0333bada92f41ec2ee6f94f29cff65da">tax avoidance.</italic> (Ha1 di terima , H01 di tolak).<italic id="italic-ad61cf8175e0e154ca4ff2c95e115d09"/> </p>
      <p id="paragraph-2f1d0d95ed5f0253ddf8436905b29842">2. Berdasarkan hasil uji regresi yang dilakukan membuktikan bahwa secara parsial variabel <italic id="italic-61559044dd72f40d4fece572a727fb8c">Corporate Governance </italic>berpengaruh terhadap keputusan perusahaan melakukan <italic id="italic-cf968fde9802765c508714fe3af083c8">tax avoidance.</italic> (Ha2 di terima , H02 di tolak).<italic id="italic-25107687046a54e0b39a36040529090f"/> </p>
      <p id="paragraph-af78c04991dce77503deb332724bc944">3. Berdasarkan hasil uji regresi yang dilakukan membuktikan bahwa secara parsial variabel <italic id="italic-995ff2d8e4c12bbd051a539f41d4c084">Corporate Social Resposibility </italic>berpengaruh terhadap keputusan perusahaan melakukan <italic id="italic-58b2a4ae7f823316edefbf6d818c0118">tax avoidance.</italic> (Ha3 di terima , H03 di tolak).<italic id="italic-132a5837477c2c9f47305783ed7fe2e8"/> </p>
      <p id="paragraph-972989a320d87c1beddd9bffced5541d">4. Berdasarkan hasil uji regresi yang dilakukan membuktikan bahwa secara parsial variabel ukuran perusahaan<italic id="italic-753ee733e5a410d22b3c411daaa9ca4e"> </italic>t<italic id="italic-14"> </italic>tidak berpengaruh terhadap keputusan perusahaan melakukan <italic id="italic-15">tax avoidance. </italic>(Ha4 di tolak, H04 di terima).</p>
      <p id="paragraph-c717ee72acb3c3539aeefbe6a87f62f6">Saran</p>
      <p id="_paragraph-82">Melihat keterbatasan yang ada pada penelitian ini,bahwasanya peneliti memberikan beberapa saran sebagaimana upaya perbaikan penulisan dalam penelitian berikutnya, yakni Perusahaan yang dkelola hanya pada satu bidang saja yakni propertyyang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga tidak digeneralisasikan pada jenis industri lain. Untuk penelitian berikutnya disaranka memperbesar sampel perusahaan, tidak hanya terbatas pada perusahaan property saja, melainkan bisa menggunakan perusahaan yang berjalan di sektor lainnya.Serta menggunakan variable yang lebih bervariasi agar bisa meningkatkan hasil R-<italic id="_italic-202">Square</italic>,sehingga dengan R-<italic id="_italic-203">Square</italic>lebih besar supaya dapat dikatakan bahwa variabel yang dikelola pada penelitian lain berpengaruh lebih besar dibanding variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian tersebut.Penelitian berikutnya sebaiknya menggunakan rentang waktu yang lebih lama dan periode terbaru karena semakin periode lebih lama diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih baik.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>