<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>The  Effectiveness of Using Interactive Learning Media Wordwall Type 'Matching Pairs' in Improving Understanding of Area of Plane Figures in Mathematics for Third Grade Students of MIS. Maárif Kedungsolo</article-title>
        <subtitle>Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Interaktif Wordwall Tipe 'Matching Pairs' dalam Peningkatan Pemahaman Luas Bangun Datar Matematika Siswa Kelas III MIS Maárif Kedungsolo</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Habibah</surname>
            <given-names>Endah Ummu</given-names>
          </name>
          <email>euh95995@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>By Arifin</surname>
            <given-names>Moch. Bahak Udin</given-names>
          </name>
          <email>bahak.udin@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2025-09-24">
          <day>24</day>
          <month>09</month>
          <year>2025</year>
        </date>
      </history>
    <pub-date pub-type="epub"><day>10</day><month>02</month><year>2026</year></pub-date></article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title> Pendahuluan </title>
      <p id="_paragraph-11">Pendidikan matematika di tingkat dasar sangat penting untuk membentuk kemampuan berpikir kritis siswa dengan menekankan proses berpikir sistematis dan analitis, bukan hanya hasil akhir[16]. Penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi, seperti Wordwall, dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan pemahaman konsep matematika, terutama dalam materi luas bangun datar, melalui pendekatan yang lebih menarik dan adaptif. [14].</p>
      <p id="_paragraph-12">Meskipun teknologi memberikan banyak manfaat, tantangan dalam penerapannya, seperti perlunya pelatihan bagi guru dan siswa, tetap ada. Oleh karena itu, penting untuk mengeksplorasi efektivitas media pembelajaran interaktif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep luas bangun datar dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran matematika[15]. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media pembelajaran interaktif Wordwall tipe 'Matching Pairs' dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang luas bangun datar. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang kontribusi media interaktif dalam proses pembelajaran matematika. Fokus utama penelitian adalah pada peningkatan pemahaman siswa di tingkat Madrasah Ibtidaiyah Maárif Kedungsolo[17]. </p>
      <p id="_paragraph-13">Selain itu, untuk mengeksplorasi perbandingan antara penggunaan media pembelajaran interaktif dan konvensional dalam konteks pembelajaran luas bangun datar. Selain itu, penelitian ini ingin mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penggunaan media tersebut. Fokusnya adalah pada peningkatan hasil belajar siswa. Dengan demikian, penelitian ini akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang efektivitas kedua jenis media pembelajaran[17].Penggunaan media pembelajaran interaktif, seperti Wordwall, memiliki signifikansi yang besar dalam meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Media interaktif dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan menyenangkan, sehingga siswa lebih termotivasi untuk belajar, terutama dalam konteks pembelajaran matematika yang sering dianggap sulit [7].</p>
      <p id="_paragraph-14">Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa penggunaan multimedia interaktif dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa, karena media tersebut memungkinkan siswa untuk berinteraksi langsung dengan materi pembelajaran dan mendapatkan umpan balik secara instan [19]. Dengan demikian, media interaktif tidak hanya membantu siswa memahami konsep luas bangun datar dengan lebih baik, tetapi juga dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan analitis mereka [7].</p>
      <p id="_paragraph-15">Wordwall adalah platform pembelajaran interaktif yang memungkinkan pendidik untuk membuat berbagai jenis aktivitas pembelajaran, termasuk kuis, permainan, dan latihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Salah satu fitur unggulan dari Wordwall adalah kemampuannya untuk membuat permainan edukatif yang menarik, seperti tipe 'Matching Pairs', yang dapat membantu siswa dalam memahami konsep-konsep matematika dengan cara yang menyenangkan [11].</p>
      <p id="_paragraph-16">Media pembelajaran ini dirancang untuk meningkatkan keterlibatan siswa melalui interaksi langsung dengan materi, sehingga siswa dapat belajar dengan lebih aktif dan efektif. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi game seperti Wordwall dalam pembelajaran dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan [1].</p>
      <p id="_paragraph-17">Dengan berbagai pilihan aktivitas yang tersedia, Wordwall memungkinkan guru untuk menyesuaikan pembelajaran sesuai dengan gaya belajar siswa, sehingga dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih personal dan efektif [11]. Oleh karena itu, Wordwall menjadi salah satu media pembelajaran yang relevan untuk digunakan dalam pembelajaran luas bangun datar di kelas III MIS Maárif Kedungsolo.</p>
      <p id="_paragraph-18">Penelitian ini akan difokuskan pada siswa kelas III Madrasah Ibtidaiyah di MIS. Ma’árif Kedungsolo Porong, dengan tujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media pembelajaran interaktif Wordwall tipe 'Matching Pairs' dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi luas bangun datar. Materi yang akan diteliti mencakup berbagai bentuk bangun datar, seperti persegi, persegi panjang dan segitiga..</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Metode</title>
      <p id="_paragraph-19">Penelitian ini mengadopsi desain kuasi-eksperimental yang melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen akan menerapkan media pembelajaran interaktif Wordwall tipe 'Matching Pairs', sedangkan kelompok kontrol akan mengikuti metode pembelajaran konvensional tanpa menggunakan media interaktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan media pembelajaran interaktif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi luas bangun datar.</p>
      <p id="_paragraph-20">Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Metode ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk memilih subjek berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Kriteria pemilihan sampel mencakup faktor-faktor seperti kemampuan akademik, motivasi belajar, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran matematika. Dengan demikian, sampel yang diambil diharapkan dapat mewakili populasi yang diteliti, yaitu siswa kelas III di MIS Maárif Kedungsolo.</p>
      <p id="_paragraph-21">Untuk menguji normalitas distribusi data, penelitian ini menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Uji ini bertujuan untuk menentukan apakah data yang diperoleh dari pre-test dan post-test terdistribusi normal. Hipotesis nol (H0) dalam uji ini menyatakan bahwa data terdistribusi normal, sedangkan hipotesis alternatif (H1) menyatakan bahwa data tidak terdistribusi normal. Jika nilai p yang dihasilkan dari uji Kolmogorov-Smirnov lebih besar atau sama dengan 0,05, maka hipotesis nol tidak ditolak, yang berarti data dapat dianggap terdistribusi normal.</p>
      <p id="_paragraph-22">Selanjutnya, untuk menguji homogenitas varians antara kelompok eksperimen dan kontrol, penelitian ini menggunakan uji Levene. Uji ini bertujuan untuk menentukan apakah varians dari kedua kelompok tersebut sama (homogen). Hipotesis nol (H0) dalam uji Levene menyatakan bahwa varians dari kedua kelompok adalah sama, sedangkan hipotesis alternatif (H1) menyatakan bahwa varians tidak sama. Jika nilai p dari uji Levene lebih besar dari 0,05, maka hipotesis nol tidak ditolak, yang menunjukkan bahwa varians dari kedua kelompok dapat dianggap homogen.</p>
      <fig id="fig1">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-9">Gambar 1. </bold>Design Pra Eksperimen</title>
          <p id="_paragraph-23"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-1" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image1.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-25">Setelah pengumpulan data, analisis dilakukan untuk membandingkan hasil pre-test dan post-test antara kelompok eksperimen dan kontrol. Uji t independen digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Nilai t yang dihasilkan, bersama dengan nilai p, akan memberikan informasi mengenai signifikansi perbedaan yang diamati. Jika nilai p kurang dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol, yang menunjukkan efektivitas media pembelajaran interaktif dalam meningkatkan pemahaman siswa.</p>
      <p id="_paragraph-26">Dengan demikian, metodologi yang diterapkan dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai pengaruh penggunaan media pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar siswa dalam materi luas bangun datar.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-27">Pada penelitian ini, setelah data diperoleh dari teknik pengumpulan data berupa pre-test dan post-test. Data diuji dengan memakai uji normalitas, uji homogenitasa untuk mengetahui apakah data sudah baik dan dapat menghasilkan data yang normal.</p>
      <p id="_paragraph-28">
        <bold id="_bold-10">Uji Normalitas </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-29">Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data yang dimiliki berdistribusi normal, yang bertujuan penting untuk menentukan metode analisis statistik yang tepat. Uji ini biasanya menggunakan taraf signifikansi 0,05, dan berarti menerima risiko 5% dalam menyimpulkan bahwa data tidak normal. Jika nilai signifikansi (p-value) lebih dari 0,05, maka data dianggap berdistribusi normal; sebaliknya, jika p-value kurang dari atau sama dengan 0,05, maka data dianggap tidak berdistribusi normal. Uji normalitas pada penelitian ini dapat dibuktikan dengan gambar 2.</p>
      <fig id="fig2">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-11">Gambar 2. </bold>Hasil Uji Normalitas</title>
          <p id="_paragraph-30"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-2" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image2.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-32">Berdasarkan hasil uji normalitas pada gambar 2 menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov terhadap data pre-test dan post-test kelompok eksperimen dan kontrol, diperoleh nilai KS sebesar 0,11 untuk pre-test dan 0,13 untuk post-test, baik pada kelompok eksperimen maupun kontrol. Nilai ini lebih kecil dari nilai kritis Kolmogorov-Smirnov pada n = 26 dan α = 0,05 yaitu 0,264, sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Selain itu, nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) untuk masing-masing data adalah lebih dari 0,05, yaitu <bold id="_bold-12">0,200</bold> untuk pre-test dan <bold id="_bold-13">0,184</bold> untuk post-test, yang memperkuat bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara distribusi data sampel dan distribusi normal.</p>
      <p id="_paragraph-33">
        <bold id="_bold-14">Uji Homogenitas</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-34">Uji Homogenitas bertujuan untuk mengetahui apakah dua atau lebih kelompok data memiliki varians yang sama atau seragam. Uji ini penting dilakukan sebelum menjalankan analisis statistik parametrik yang mensyaratkan bahwa varians antar kelompok harus homogen agar hasil analisis valid dan tidak bias. Dengan memastikan bahwa varians data seragam, peneliti dapat menghindari kesalahan dalam pengambilan kesimpulan dan memastikan bahwa perbedaan yang ditemukan dalam analisis benar-benar disebabkan oleh perlakuan atau faktor yang diuji, bukan karena perbedaan dalam sebaran data.</p>
      <table-wrap id="tbl1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-29">Tabel 1. </bold>Uji Homogenitas</title>
          <p id="_paragraph-35"/>
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-d6e9ac62c6468d54dcb18cbdd11142d4">
              <td id="a3a6f29cc6cccbc783a12b16b9073ffb"/>
              <td id="940effb314a022c7a7501a56a9879de9">
                <bold id="_bold-15">Levene Statistic</bold>
              </td>
              <td id="50acd2cf04a54ccfc4eb2db62ef4b7ef">
                <bold id="_bold-16">df1</bold>
              </td>
              <td id="4697cc7aed46b7644af63d4015d30604">
                <bold id="_bold-17">df2</bold>
              </td>
              <td id="d9716bc78000e40e09dc3cd3eda699e0">
                <bold id="_bold-18">Sig (p-value)</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e9d9741637c35738d0c238ca4dbc0af4">
              <td id="4b5fa89a84ab337fc1e3fee4ffc7430b">
                <bold id="_bold-19">Pre-test</bold>
              </td>
              <td id="2d7494a7d15315d5f2b164f5ad6286b9">
                <bold id="_bold-20">1.122958</bold>
              </td>
              <td id="9f3d7f7ed2de48d8e0e9547268afc697">
                <bold id="_bold-21">1</bold>
              </td>
              <td id="5da8f933160c4806e1bfe4105b1c03a4">
                <bold id="_bold-22">56</bold>
              </td>
              <td id="4ae1f54cb255bb3ae35443f2c70a704d">
                <bold id="_bold-23">0.293832</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-af2479c86001899a3def8e052f2694c0">
              <td id="f38bca3bb6e4a7dea0465cc858c9c522">
                <bold id="_bold-24">Post-test</bold>
              </td>
              <td id="589dd205d6bd830b89fdb5f768f2b165">
                <bold id="_bold-25">0.082303</bold>
              </td>
              <td id="1feff50b518a15e84773de4d250ad0f2">
                <bold id="_bold-26">1</bold>
              </td>
              <td id="4a9fa60ea0be3c032afceed4aaa1dab6">
                <bold id="_bold-27">56</bold>
              </td>
              <td id="e9fce37212495aa176a8a4f780ffcfb5">
                <bold id="_bold-28">0.775259</bold>
              </td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-37">Berdasarkan tabel di atas yang menyajikan hasil uji homogenitas varians menggunakan Uji Levene, untuk data pre-test dan post-test pada dua kelompok, yaitu eksperimen dan kontrol. Nilai <italic id="_italic-18">Levene Statistic</italic><italic id="_italic-19">,</italic> untuk pre-test adalah 1.122958 dengan nilai signifikansi (Sig) sebesar 0.293832, sedangkan untuk post-test nilai <italic id="_italic-20">Levene Statistic</italic> nya adalah 0.082303, dengan nilai signifikansi sebesar 0.775259. Karena kedua nilai signifikansi lebih besar dari 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan varians yang signifikan antara kedua kelompok, baik pada pre-test maupun post-test. Dengan begitu, asumsi homogenitas varians terpenuhi, yang berarti data dari kedua kelompok memiliki varians yang seragam dan uji statistik parametrik dapat digunakan secara tepat.</p>
      <p id="_paragraph-38">
        <bold id="_bold-30">Pemahaman Luas Bangun Datar Siswa Kelas III MIS Ma`arif Kedungsolo</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-39">Pemahaman materi bangun datar sangat penting untuk meningkatkan kemampuan berhitung siswa dalam pembelajaran matematika. Ada beberapa penelitian tentang pemahaman bangun datar yang menunjukkan bahwa dengan pendekatan inovatif, seperti penggunaan media digital, bahan ajar interaktif, dan model pembelajaran berbasis proyek, dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep bangun datar dan kemampuan mereka dalam berhitung matematika [13][17][26]. Kemudian ada penelitian yang lebih spesifik membahas proses pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Aliyah yang menunjukkan hasil penelitian, bahwa guru dan siswa memiliki kesulitan dalam memahami mufrodat dan struktur bahasa Arab, serta memerlukan bantuan media pembelajaran yang lebih interaktif untuk meningkatkan kemampuan siswa [12]. Dan juga ada penemuan lain yang dimana siswa paham dan dapat menyelesaikan soal luas bangun datar dengan hanya memiliki prosentase 24.52% yang bisa mengerjakan dengan benar dan tepat [6]. Penelitian tersebut menunjukkan capaian rata-rata pemahaman sekitar 25% pada aspek penalaran matematika. Dengan demikian, hasil-hasil tersebut mencerminkan bahwa penggunaan media dan pendekatan pembelajaran yang tepat sangat berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan siswa dalam memahami dan mengaplikasikan konsep bangun datar secara matematis.</p>
      <fig id="fig3">
        <label>Figure 3</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-31">Gambar 3. </bold>Hasil Analisis Pemahaman Bangun Datar Matematika</title>
          <p id="_paragraph-40"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-3" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image3.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-42">Berdasarkan diagram tersebut menunjukkan perbandingan nilai pre-test antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang masing-masing terdiri dari 26 siswa. Terlihat bahwa nilai pre-test kelompok eksperimen secara umum lebih tinggi dibanding kelompok kontrol, dengan distribusi nilai yang lebih merata dan banyak siswa memperoleh nilai di atas 50. Sementara itu, kelompok kontrol didominasi nilai rendah, bahkan ada yang bernilai 0. Rata-rata nilai pre-test kelompok eksperimen adalah 53,75 (53,75%), sedangkan kelompok kontrol hanya 41,25 (41,25%), menunjukkan bahwa sebelum perlakuan diberikan, kelompok eksperimen sudah memiliki kesiapan awal yang lebih baik daripada kelompok kontrol.Berdasarkan hasil pre-test, baik dalam penelitian ini maupun pada artikel yang dibahas, menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memiliki rata-rata nilai yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, dengan distribusi nilai yang lebih merata serta kesiapan awal yang lebih baik sebelum diberikan perlakuan pembelajaran, sehingga menggambarkan adanya perbedaan kemampuan awal antar kedua kelompok yang menjadi dasar penting dalam analisis efektivitas metode pembelajaran yang diterapkan [4].</p>
      <p id="_paragraph-43">
        <bold id="_bold-32">Implementasi Media Pembelajaran Wordwall “Matching Pairs” dalam Meningkatkan Pemahaman Bangun Datar</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-44">Media pembelajaran merupakan sarana penting dalam mendukung pemahaman konsep matematika, khususnya materi luas bangun datar. Penggunaan berbagai media dan pendekatan pembelajaran seperti aplikasi Genially, media Uno Math, geoboard, penemuan terbimbing, hingga model Project-Based Learning mampu meningkatkan minat dan hasil belajar siswa secara signifikan[26]. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa 94% siswa membutuhkan bahan ajar pendamping untuk memahami sifat-sifat bangun datar, sedangkan penggunaan media interaktif berbasis teknologi mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah hingga lebih dari 80%[17]. Data dari pre-test dan post-test yang dikumpulkan dalam penelitian dengan menggunakan media Wordwall “Matching Pairs” menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan setelah diterapkannya media pembelajaran kreatif dan interaktif yang sesuai dengan karakteristik siswa. Dari data isntrumen penelitian telah didapatkan nilai rata-rat dan standar deviasi yang dapat dilihat pada tabel 2.</p>
      <fig id="figure-panel-36bb67a58fe0c9ab15f5e0195325e2c5">
        <label>Figure 4</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-33">Tabel 2. </bold>Hasil Uji Deskriptif Statistik</title>
          <p id="paragraph-20adc65549609d350e8db519f9bead38"/>
        </caption>
        <graphic id="graphic-b5da2cf16b8ed3d9766b7a3c208a20b1" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="12640-01.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-46">Tabel deskriptif di atas,menyajikan jumlah sampel (N), nilai rata-rata (Mean), dan standar deviasi (Std. Deviation) dari hasil pre-test dan post-test pada kelompok eksperimen dan kontrol. Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan rata-rata dari 49.40 pada pre-test menjadi 56.98 pada post-test, sementara kelompok kontrol mengalami sedikit peningkatan dari 40.09 menjadi 40.43. Standar deviasi yang cukup besar di kedua kelompok menunjukkan adanya variasi nilai antar peserta. Secara keseluruhan, tabel ini menggambarkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar yang lebih besar pada kelompok eksperimen setelah perlakuan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Setelah data berdistribusi normal, maka peneliti melanjutkan dengan uji sampel t independen ntuk mengetahui seberapa jauh perbedaan rata-rata hasil belajar siswa [8].</p>
      <table-wrap id="tbl2">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-34">Tabel 3 . </bold>Hasil Uji T Independen</title>
          <p id="_paragraph-48"/>
        </caption>
        <table id="_table-2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-4ca45ba1c06b1a509998f2e9230e3c2a">
              <td id="5d1cc98690ff6844254d51028a758820">
                <bold id="_bold-35">Mean Eksperimen</bold>
              </td>
              <td id="914f66aa4a946808025c1e95f5b8e43b">
                <bold id="_bold-36">Mean Kontrol</bold>
              </td>
              <td id="d8dcca0a026d8196b15c548c5941edc1">
                <bold id="_bold-37">t-Statistic</bold>
              </td>
              <td id="bc458b26d087164eb89c2d0a60de7e25">
                <bold id="_bold-38">df</bold>
              </td>
              <td id="20061e8b9d65c574feb172575b419990">
                <bold id="_bold-39">Sig (p-value)</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7d25b96071050d8aa45f33db91b18183">
              <td id="06644cb54c59247aa76692ecdf0b8e88">
                <bold id="_bold-40">63.56</bold>
              </td>
              <td id="21340316a2a3878fe33b893a0ecdaa8d">
                <bold id="_bold-41">35</bold>
              </td>
              <td id="201d0d14543e1851686c1221f4782d8e">
                <bold id="_bold-42">2.430561</bold>
              </td>
              <td id="07c6aaf7cec1fec2e1b3b60b0e0ac346">
                <bold id="_bold-43">56</bold>
              </td>
              <td id="6bf844ad1fe2665e08d8dc88a427e164">
                <bold id="_bold-44">0.018304</bold>
              </td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-49">Tabel hasil uji T independen di atas menunjukkan,perbandingan nilai rata-rata post-test antara kelompok eksperimen dan kontrol. Kelompok eksperimen memiliki rata-rata sebesar 63.56, sedangkan kelompok kontrol memiliki rata-rata 35. Hasil uji menghasilkan,nilai <italic id="_italic-21">t-statistic</italic> sebesar 2.430561 dengan derajat bebas (df) 56 dan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0.018304. Karena nilai p lebih kecil dari 0.05, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok. Hal ini menunjukkan,bahwa perlakuan yang diberikan pada kelompok eksperimen memiliki pengaruh yang nyata terhadap hasil post-test dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hasil analisis uji T independen menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil post-test kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah penerapan media pembelajaran <italic id="_italic-22">Wordwall</italic> jenis <italic id="_italic-23">matching pairs</italic> pada materi luas bangun datar dalam pelajaran matematika. Temuan ini sejalan dengan beberapa penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa media pembelajaran interaktif seperti <italic id="_italic-24">Wordwall</italic> efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa. Melalui aktivitas mencocokkan pasangan secara berulang, siswa secara tidak langsung melakukan pengulangan materi, yang membantu memperkuat daya ingat dan pemahaman mereka terhadap konsep luas bangun datar. Proses belajar yang menyenangkan dan interaktif ini mendorong keterlibatan aktif siswa, sehingga mereka lebih mudah memahami dan mengaplikasikan konsep matematika dengan tepat.</p>
      <p id="_paragraph-50">Sebelum diterapkannya media pembelajaran <italic id="_italic-25">Wordwall</italic> jenis <italic id="_italic-26">matching pairs</italic>, peneliti terlebih dahulu memberikan soal pre-test kepada peserta didik guna mengetahui tingkat pemahaman awal mereka terhadap materi luas bangun datar yang akan dipelajari.</p>
      <fig id="fig4">
        <label>Figure 5</label>
        <caption>
          <p id="_paragraph-51"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-4" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image4.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-52">Penerapan media pembelajaran <italic id="_italic-27">Wordwall</italic> dengan jenis permainan <italic id="_italic-28">matching pairs</italic> yang berisi materi tentang luas bangun datar dilakukan untuk mengukur dan meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami konsep-konsep dasar matematika yang berkaitan dengan bentuk dan ukuran. Melalui media ini, siswa diajak untuk secara aktif mencocokkan nama bangun datar dengan rumus luasnya, sehingga mereka dapat lebih mudah mengingat dan menguasai materi yang dipelajari.</p>
      <fig id="fig5">
        <label>Figure 6</label>
        <caption>
          <title><bold id="_bold-45">Gambar 5. </bold>Media Wordwall “Matching Pairs”.</title>
          <p id="_paragraph-53"/>
        </caption>
        <graphic id="_graphic-5" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="image5.png"/>
      </fig>
      <p id="_paragraph-55">Media <italic id="_italic-29">Wordwall</italic> jenis <italic id="_italic-30">matching pairs</italic> dalam pembelajaran matematika pada materi luas bangun datar dirancang dengan menyajikan pasangan kartu yang berisi nama bangun datar dan rumus luasnya. Dalam penerapannya, siswa diminta mencocokkan pasangan secara tepat, dan diberikan poin sebagai bentuk apresiasi jika menjawab dengan benar. Media pembelajaran interaktif ini terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan aktif siswa, serta pemahaman konsep matematika secara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media digital interaktif seperti <italic id="_italic-31">Wordwall</italic> dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, meningkatkan fokus, dan merangsang rasa ingin tahu siswa. Peningkatan nilai post-test yang signifikan setelah penerapan media ini membuktikan bahwa metode ini mampu membantu siswa membangun pemahaman melalui latihan berulang yang bermakna. Selain itu, media <italic id="_italic-32">Wordwall</italic> juga memberikan pengalaman belajar yang kreatif dan menyenangkan, sehingga siswa lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa media <italic id="_italic-33">Wordwall</italic> jenis <italic id="_italic-34">matching pairs</italic> merupakan sarana yang efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep, motivasi, serta hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Kesimpulan</title>
      <p id="_paragraph-56">Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, kemampuan pemahaman siswa terhadap materi luas bangun datar mengalami peningkatan setelah diterapkannya media pembelajaran <italic id="_italic-35">Wordwall</italic> jenis <italic id="_italic-36">matching pairs</italic>. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata nilai post-test kelompok eksperimen sebesar 63,56 yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol yang hanya mencapai rata-rata 35. Hasil uji sampel <italic id="_italic-37">t-test</italic> menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,018 &lt; 0,05, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan media pembelajaran <italic id="_italic-38">Wordwall</italic> berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pemahaman siswa dalam materi luas bangun datar di kelas yang diteliti.</p>
      <p id="paragraph-647644fc5b81f24d77c7372f4c1487e3">
        <bold id="bold-9eba302c4fb40ac86f2d3e238690d762">Ucapan Terima Kasih </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-57">Terima kasih yang sebesar-besarnya penulis panjatkan kepada Allah SWT atas limpahan rahmat, hidayah, dan kemudahan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan baik. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada kedua orang tua tercinta yang senantiasa memberikan doa, dukungan, dan semangat yang tak pernah putus. Penulis juga menyampaikan terima kasih yang tulus kepada suami tercinta yang selalu setia mendampingi, memberikan dukungan moril maupun materil, serta menjadi penyemangat utama dalam setiap proses yang dijalani. Tak lupa, penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yang dengan sabar dan penuh perhatian telah membimbing penulis hingga tugas akhir ini terselesaikan. Penulis juga menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada teman-teman dan rekan-rekan kerja atas segala bentuk dukungan, bantuan, serta kebersamaan yang menjadi motivasi tambahan dalam menyelesaikan tugas ini. Semoga segala kebaikan yang telah diberikan menjadi amal jariyah dan mendapatkan balasan dari Allah SWT.</p>
    </sec>
  </body><back/></article>
