<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Improving Fraction Learning Using Course Review Horay and Puzzle Media</article-title>
        <subtitle>Meningkatkan Pembelajaran Pecahan Menggunakan Ulasan Kursus Horay dan Media Puzzle</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-9a286bf56ae6f5497db04417e9f848bc" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Hamid</surname>
            <given-names>Siti Nur Cholisa</given-names>
          </name>
          <email>sitinur@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-0aa7ff890e18d449a645ce33af7161d1" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Muis</surname>
            <given-names>Lidya Shery</given-names>
          </name>
          <email>lidyasherymuis@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2024-10-25">
          <day>25</day>
          <month>10</month>
          <year>2024</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-50448c9b1a17c2fb5e0c8484b95db7b6">
      <title>
        <bold id="bold-809888cec25e5d2544c793c12d8ded6c">PENDAHULUAN</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-4">Pendidikan menjadi fondasi krusial dalam menciptakan karakter insan yang tahan uji dan siap berkompetisi di era globalisasi. Lewat proses pendidikan, individu diberi ruang untuk mengasah kecerdasan pikiran, kepekaan perasaan, serta kedalaman spiritual demi menghadapi dinamika zaman dan memberikan sumbangsih nyata bagi kemajuan negara. Hal ini ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menyatakan bahwa pendidikan adalah suatu upaya yang disusun secara sadar dan sistematis guna menciptakan lingkungan belajar yang dinamis, sehingga potensi peserta didik bisa berkembang dengan maksimal.</p>
      <p id="_paragraph-5">Salah satu komponen krusial dalam pendidikan dasar yaitu penguasaan terhadap mata pelajaran Matematika. Matematika tidak hanya menjadi dasar guna pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun juga berperan krusial dalam membangun pola pikir kritis, logis, sistematis, dan analitis peserta didik. Kemampuan numerasi menjadi bagian esensial dalam literasi abad ke-21, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan digitalisasi. Menurut Anderson dan Krathwohl (2001), pembelajaran Matematika mendukung pengembangan higher-order thinking skills (HOTS), yang krusial bagi keberhasilan di ranah pendidikan dan interaksi sosial.</p>
      <p id="_paragraph-6">Dalam era globalisasi dan disrupsi digital, pendidikan dituntut untuk mampu mempersiapkan peserta didik tidak cuma dalam ranah kognitif, melainkan juga dalam aspek literasi baru yang mencakup literasi numerasi, literasi digital, serta literasi sosial dan emosional. Pendidikan abad ke-21 menekankan pada pentingnya pengembangan karakter dan keterampilan berpikir tingkat tinggi, yang tidak bisa dilepaskan dari pembelajaran Matematika. Oleh karena itu, penting bagi institusi pendidikan, terutama di jenjang sekolah dasar, untuk menyelenggarakan pembelajaran Matematika yang relevan, kontekstual, dan memberdayakan. Pembelajaran yang memperkuat numerasi sekaligus membangun kemampuan sosial-emosional menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang adaptif, kreatif, dan kolaboratif.</p>
      <p id="_paragraph-7">Namun, kenyataannya pembelajaran Matematika masih menghadapi berbagai tantangan di tingkat sekolah dasar. Hasil observasi di kelas IV SDN 027/II Sungai Arang mengindikasikan bahwa mayoritas peserta didik menghadapi kesulitan dalam menguasai konsep dasar pecahan. Kesulitan ini tampak jelas dari capaian hasil belajar yang rendah pada sejumlah ulangan harian, di mana sebagian besar siswa gagal memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Di samping itu, jalannya kegiatan belajar yang didominasi oleh metode ceramah serta minimnya variasi media pembelajaran menyebabkan rendahnya keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan belajar.</p>
      <p id="_paragraph-8">Kondisi tersebut mengindisikan bahwa pembelajaran Matematika di kelas IV SDN 027/II Sungai Arang belum berlangsung secara optimal. Pembelajaran masih bersifat satu arah, kurang kontekstual, dan belum mendorong keterlibatan aktif peserta didik. Padahal, Kurikulum Merdeka yang mulai diterapkan di Indonesia menekankan pembelajaran yang bersifat fleksibel, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Kurikulum ini mendorong guru untuk menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran diferensial, serta media pembelajaran yang inovatif agar setiap siswa dapat mengembangkan potensi belajarnya secara maksimal.</p>
      <p id="_paragraph-9">Salah satu alternatif pendekatan yang bisa digunakan guna mengoptimalkan kualitas pembelajaran Matematika adalah model pembelajaran Course Review Horay. Model ini dikenal sebagai pendekatan yang menyenangkan dan interaktif, karena melibatkan siswa dalam permainan kuis yang disertai dengan yel-yel untuk meningkatkan motivasi belajar. Penelitian sebelumnya telah mengindikasikan bahwa model Course Review Horay bisa mengoptimalkan keterlibatan siswa serta mendorong tercapainya ketuntasan belajar (Nurkhotimah et al., 2017; Sudjana, 2019). Untuk mendukung keberhasilan model ini, diperlukan pula media pembelajaran yang konkret serta aplikatif. Salah satu media yang relevan untuk pembelajaran pecahan adalah puzzle pecahan, yang memungkinkan siswa memahami konsep abstrak melalui manipulasi objek nyata secara visual dan kinestetik.</p>
      <p id="_paragraph-10">Penggunaan media puzzle pecahan dalam pembelajaran memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Media ini memungkinkan siswa untuk terlibat aktif dalam membangun pemahamannya terhadap pecahan melalui kegiatan bermain sambil belajar. Penelitian oleh Afra et al. (2020) menyebutkan bahwa penggunaan puzzle dalam pembelajaran mampu meningkatkan daya konsentrasi, keterampilan problem solving, dan motivasi belajar siswa secara signifikan.</p>
      <p id="_paragraph-11">Meskipun terdapat sejumlah penelitian yang membahas efektivitas model Course Review Horay maupun efektivitas media pembelajaran konkret seperti puzzle pecahan secara terpisah, namun masih sangat terbatas penelitian yang secara eksplisit mengombinasikan kedua pendekatan tersebut dalam satu desain pembelajaran terpadu, khususnya pada jenjang sekolah dasar. Gap penelitian ini menjadi alasan utama lahirnya penelitian ini. Penelitian ini hadir untuk menjawab kebutuhan akan strategi pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, serta efektif dalam membantu pemahaman siswa terhadap konsep abstrak seperti pecahan. Pendekatan gabungan antara model Course Review Horay dan media puzzle pecahan merupakan pendekatan yang relatif belum banyak dieksplorasi dalam konteks pembelajaran di SD, sehingga menjadi kebaruan (novelty) dari penelitian ini.</p>
      <p id="_paragraph-12">Kebaruan ini tidak hanya terletak pada kombinasi dua strategi tersebut, tetapi juga pada kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip pembelajaran abad ke-21 dan tuntutan Kurikulum Merdeka. Dengan mengintegrasikan pembelajaran yang bersifat kolaboratif, kompetitif secara sehat, sekaligus menyenangkan dan konkret, penelitian ini diharapkan dapat menyumbangkan nilai teoritis sekaligus manfaat aplikatif dalam merancang pendekatan pembelajaran Matematika yang lebih selaras dengan karakteristik dan tuntutan belajar siswa di era modern</p>
      <p id="_paragraph-13">Dengan demikian, kombinasi antara model Course Review Horay dan media puzzle pecahan diharapkan mampu meningkatkan proses dan hasil belajar Matematika siswa kelas IV SDN 027/II Sungai Arang. Model ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki hasil akhir pembelajaran, namun juga untuk memperbaiki kualitas proses belajar-mengajar itu sendiri, yakni dengan membuat suasana kelas yang lebih hidup, interaktif, dan konstruktif.</p>
      <p id="_paragraph-14">Merujuk pada uraian latar belakang di atas, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan model Course Review Horay yang dipadukan dengan media puzzle pecahan dalam upayanya mengoptimalkan proses serta hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Matematika, khususnya materi pecahan. Studi ini juga diyakini memiliki potensi kontribusi baik secara praktis maupun teoritis dalam merumuskan strategi pembelajaran Matematika yang lebih efisien, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-21c6f950378f533154514a139ec40cb3">
      <title>
        <bold id="bold-b2576c4f067e3b0f4f18c22e44f9cf58">METODE</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-16">Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan guna meningkatkan proses dan hasil belajar matematika pada siswa kelas IV SDN 027/II Sungai Arang, khususnya pada materi pecahan. Model pembelajaran yang diterapkan adalah Course Review Horay berbantuan media puzzle pecahan. Penelitian dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi, sesuai dengan model PTK yang dinyatakan oleh Arikunto et al. (2020). Setiap siklus dirancang untuk memperbaiki pembelajaran sebelumnya melalui refleksi dan tindakan berkelanjutan, hingga mencapai hasil optimal.</p>
      <p id="_paragraph-17">Pada tahap perencanaan, peneliti melakukan identifikasi masalah melalui observasi awal terhadap proses pembelajaran matematika. Berdasarkan hasil tersebut, peneliti menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan menerapkan model Course Review Horay, menyiapkan media puzzle pecahan, menyusun kartu pertanyaan dan jawaban, serta menyiapkan instrumen seperti lembar observasi dan alat evaluasi. Tahap pelaksanaan merupakan penerapan strategi yang telah dirancang. Pembelajaran diawali dengan pembagian kelompok dan penjelasan alur kegiatan. Pada kegiatan inti, siswa mencari pasangan kartu pertanyaan dan jawaban, kemudian menyampaikan hasilnya kepada guru. Kegiatan ditutup dengan presentasi dan konfirmasi jawaban.</p>
      <p id="_paragraph-18">Tahap pengamatan dilakukan dilaksanakan secara sinergis antara peneliti dan guru kelas, dengan tujuan mencermati jalannya proses pembelajaran, meliputi kemampuan guru serta keterlibatan siswa, menggunakan instrumen berupa lembar observasi. Tahap selanjutnya adalah refleksi, di mana peneliti bersama guru melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan siklus untuk mengungkap capaian maupun kekurangannya, serta merancang strategi perbaikan pada siklus berikutnya.</p>
      <p id="_paragraph-19">Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2025 di SDN 027/II Sungai Arang, Kecamatan Bungo Dani, pada bulan Maret hingga Mei. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV yang berjumlah 16 orang (7 laki-laki dan 9 perempuan). Objek penelitian berupa proses dan hasil belajar matematika pada materi pecahan melalui penerapan model Course Review Horay berbantu media puzzle pecahan.</p>
      <p id="_paragraph-20">Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, dan dokumentasi. Observasi dimanfaatkan untuk mencermati proses pembelajaran dan keterlibatan siswa, tes digunakan guna mengevaluasi hasil belajar kognitif melalui soal pilihan ganda sebanyak 10 butir setiap siklus, sedangkan dokumentasi berupa foto, video, dan catatan selama proses pembelajaran. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi untuk guru dan siswa, soal tes hasil belajar, serta media dokumentasi visual yang digunakan untuk memperkuat bukti empiris selama kegiatan pembelajaran berlangsung.</p>
      <p id="_paragraph-21">Indikator keberhasilan penelitian ditentukan berdasarkan capaian minimal yang telah disepakati dengan kepala sekolah dan wali kelas, yaitu 70. Keberhasilan proses pembelajaran diukur melalui keterlibatan siswa secara klasikal minimal 70% dalam kategori baik, dinyatakan mencapai ketuntasan apabila sedikitnya 70% dari jumlah peserta didik memperoleh skor minimal 70. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui pengolahan data kuantitatif dan kualitatif. Data hasil observasi dan tes diolah dalam bentuk persentase dan dikategorikan sesuai dengan pedoman Arikunto (2010). Menurut Sugiyono (2016), analisis deskriptif kuantitatif dilakukan dengan menghitung persentase untuk mengetahui kecenderungan data, sedangkan analisis kualitatif dilakukan dengan menginterpretasikan data dalam bentuk naratif guna memahami makna yang terkandung dalam proses pembelajaran. Penggunaan pendekatan campuran ini bertujuan agar data yang diperoleh tidak hanya menunjukkan angka, tetapi juga mencerminkan dinamika yang terjadi di kelas secara komprehensif. Dokumentasi dianalisis secara naratif untuk menggambarkan aktivitas pembelajaran dari awal hingga akhir.</p>
      <p id="_paragraph-22">Pertimbangan etis juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan penelitian ini, mengingat subjek penelitian adalah anak-anak. Oleh karena itu, peneliti terlebih dahulu meminta izin secara tertulis kepada kepala sekolah dan wali kelas sebelum penelitian dimulai. Peneliti juga memastikan bahwa seluruh aktivitas pembelajaran berlangsung dalam pengawasan guru kelas dan tetap menjaga kenyamanan serta keamanan peserta didik. Seluruh data yang diperoleh dijamin kerahasiaannya dan semata-mata dimanfaatkan untuk kepentingan ilmiah dalam konteks penelitian ini.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-72c94205f652ba3d79f68a3247786207">
      <title>
        <bold id="bold-ac641836b00d87e8ddb9c1910b2981c3">HASIL DAN PEMBAHASAN</bold>
      </title>
      <sec id="heading-b02558dee318c35cf22276593144ef46">
        <title>A. HASIL PENELITIAN</title>
        <p id="_paragraph-25">Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar Matematika, khususnya pada materi Pecahan Lebih dari 1 dan Pecahan Senilai di kelas IV SDN 027/II Sungai Arang. Model pembelajaran yang diterapkan adalah Course Review Horay berbantu media puzzle pecahan. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, dimana setiap siklus mencakup dua kali pertemuan, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.</p>
        <p id="_paragraph-26">
          <bold id="bold-09db613349e66016a18e63aa570bde78">1.Deskripsi Hasil Siklus I</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-27">Pada Siklus I, fokus pembelajaran diarahkan pada pengenalan model pembelajaran kepada siswa dan adaptasi awal terhadap media puzzle. Meskipun siswa terlihat antusias, hasil observasi menunjukkan bahwa keterlibatan siswa belum maksimal. Sebagian besar siswa berada pada kategori Cukup Baik dan Baik, namun belum ada yang mencapai kategori Sangat Baik. Hal ini juga tercermin dalam ketuntasan hasil belajar yang hanya mencapai 60%, dengan rata-rata nilai 70,94.</p>
        <p id="_paragraph-28">Guru memperoleh skor observasi 90% pada pertemuan pertama dan 95% pada pertemuan kedua. Namun masih ditemukan kelemahan seperti kurang efektifnya penggunaan waktu dalam bermain puzzle serta belum semua siswa terlibat aktif secara merata. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan strategi di Siklus II.</p>
        <table-wrap id="_table-figure-1">
          <label>Table 1</label>
          <caption>
            <title>Rekapitulasi Data Hasil Pengamatan Observasi Pendidik Siklus I Pertemuan I dan II</title>
            <p id="_paragraph-30" />
          </caption>
          <table id="_table-1">
            <tbody>
              <tr id="table-row-50d1c0398351ccd95a6e4c8acb405e5b">
                <th id="table-cell-360c963ec712182d7bb0e11320e9ee36">No .</th>
                <th id="table-cell-bf6971fbd7495b6098755fceb8a8b9f7">Aspek</th>
                <th id="table-cell-77e8c37b911d58e59473751a87a5905f">Skor P1</th>
                <th id="table-cell-535f866204ffa81c099f9c3c0e341c6d">Skor P2</th>
                <th id="table-cell-7c9bcf5c5b5063b915f6ad73783af698">Persentase P1</th>
                <th id="table-cell-b383960413f99b521c088ee044d62433">Persentase P2</th>
                <th id="table-cell-e83ac9b2679c9a026bf40aec61c492f5">Kategori P1</th>
                <th id="table-cell-7b334c9d847f6d5821fd80f24297e1ea">Kategori P2</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-2aa5e0f832f760f57b6afd5cba12c290">
                <td id="table-cell-62d9dfb6c82bd8ac123cbe6a12ea09c3">1.</td>
                <td id="table-cell-7016a2766395de0cce88cce685a4eccb">Kegiatan Awal</td>
                <td id="table-cell-f8eeb24609e706ca8e1ae1fc7cc33e9a">6</td>
                <td id="table-cell-0bec57d693d8d87ab2f8285786299d91">6</td>
                <td id="table-cell-b426972d40850e246cfe49f5cdece713">100%</td>
                <td id="table-cell-c532dcc7d90961a0af2615c6b0c2769f">100%</td>
                <td id="table-cell-2b1cc218c0db9e85b5a1c35f52b3e11d">Sangat Baik</td>
                <td id="table-cell-25312c01b986936111691d2dd6d8bd94">Sangat Baik</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-7eb8d0154c601944e609155ab4ae3933">
                <td id="table-cell-e05ec63bcbafc33a4ad944e716881873">2.</td>
                <td id="table-cell-a388f578f8c95d1ad42e76745b1e258b">Kegiatan Inti</td>
                <td id="table-cell-8acbb260e2416aa390abf9f471f9d57e">9</td>
                <td id="table-cell-1fe014460beeddea27cd5b60d2c0f9a4">9</td>
                <td id="table-cell-9972f7506b6cf16cb4e543596410bde3">90%</td>
                <td id="table-cell-6240a655fe8d1ee4d4abbe0f8d9f603e">90%</td>
                <td id="table-cell-463933ed82503b993a50ae1546a93e37">Sangat Baik</td>
                <td id="table-cell-e2782f23032fb56d61cbdc6c5aeadf46">Sangat Baik</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-3fe4797702eaa3c6798d2ea2922cca47">
                <td id="table-cell-07ee8171c4d7545e30e258fa2b16adc4">3.</td>
                <td id="table-cell-af66da90ad21a09eb3957d4a485c9264">Kegiatan Akhir</td>
                <td id="table-cell-e24f93bfc15023b31fea65d316df966e">3</td>
                <td id="table-cell-98240809ae8c6a1ebe831ffb6de44e05">4</td>
                <td id="table-cell-d56416f6fe53ea480f90f7800ea7a6f5">75%</td>
                <td id="table-cell-d1ae6a7a3faa3dfcdb102be3af473302">100%</td>
                <td id="table-cell-21e2c9d6e230c3eb44cc728cbe137be3">Cukup Baik</td>
                <td id="table-cell-19fd95902082092899b04439d32d3a10">Sangat Baik</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-88d2ab38103af08b33aae948ce7243b9">
                <td id="table-cell-7c93f5e758ec2a0cc21f8a65a580adcc" colspan="2">Total</td>
                <td id="table-cell-60b7c3f387afe727eb1de744e00b9861">18</td>
                <td id="table-cell-21ca6e73deed03a3f32405199f7a780e">19</td>
                <td id="table-cell-4c783b6bb61508adeb5bd9843b268230">90%</td>
                <td id="table-cell-c8f0b1e004cb9bc88f9d9d0f040f00d0">95%</td>
                <td id="table-cell-de20f15b147012915b43e3edbeae3316">Sangat Baik</td>
                <td id="table-cell-dffcb0be22015aef0adafe72c0367984">Sangat Baik</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-58cdb228806c30f0c7ef51f268a6c63f">
                <td id="table-cell-f6bfffb872e07fb78924f4b785617b8e" colspan="8">Peningkatan Pertemuan I ke Pertemuan II5%</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <fig id="figure-panel-b2f319859991ffe429f046c54e24f1e4">
          <label>Figure 1</label>
          <caption>
            <title>Grafik rekapitulasi hasil observasi peserta didik siklus I pertemuan I dan II</title>
            <p id="paragraph-0b7321635d4980190e57d1fe6dc8f911" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-ae82847aba905a08bb35744d76128a2b" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="gambar 1 11839.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-32">
          <bold id="bold-a26377c8e813962e529a34222245d5d0">2.Deskripsi Hasil Siklus II</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-33">Perbaikan dilakukan pada aspek teknis penggunaan media, penguatan refleksi, serta pemberian bimbingan kelompok untuk siswa yang belum tuntas. Hasilnya, keterlibatan siswa meningkat signifikan. Pada pertemuan kedua Siklus II, sebanyak 62,5% siswa berada pada kategori “Sangat Baik” dan tidak ada lagi siswa dalam kategori “Kurang Baik”. Keterlibatan meningkat baik secara individu maupun dalam kelompok diskusi.</p>
        <p id="_paragraph-34">Rata-rata nilai siswa naik menjadi 75,63 dan ketuntasan klasikal mencapai 81,25% (13 dari 16 siswa). Dengan hasil ini, indikator keberhasilan penelitian telah tercapai dan tindakan tidak dilanjutkan ke siklus berikutnya.</p>
        <table-wrap id="_table-figure-2">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title>Data Hasil Pengamatan Observasi Pendidik Siklus II Pertemuan I dan II</title>
            <p id="_paragraph-36" />
          </caption>
          <table id="_table-2">
            <tbody>
              <tr id="table-row-b9101c66c65fa622f72b8fa854919041">
                <th id="table-cell-6606f60df1bc9093703fa773c493db03">No .</th>
                <th id="table-cell-03672d4371e3d2d29a27ac235a545091">Aspek</th>
                <th id="table-cell-090a4833f6bdd29d3e7143a134b623b3">Skor P1</th>
                <th id="table-cell-bf8098a17834fa9b1738dd78505d18f3">Skor P2</th>
                <th id="table-cell-7872174036d1b09c2a1c28f7719e14f1">Persentase P1</th>
                <th id="table-cell-be95366e236a13429b090f301ff91e49">Persentase P2</th>
                <th id="table-cell-7fea3777e4c46a41d1494001c5b10cf7">Kategori P1</th>
                <th id="table-cell-65b5fd4322c673ade35bc76baf438ccb">Kategori P2</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-576e1803345316a1a5be09176c444e6a">
                <td id="table-cell-803d8fa39af7d0d4636b9d6449c31c55">1.</td>
                <td id="table-cell-fa3dae385c70c74ad3bdcb8939a4daaa">Kegiatan Awal</td>
                <td id="table-cell-74f79aef9de5306a62a108edcfc88448">6</td>
                <td id="table-cell-0d18b6d46426f8b2666342c274792881">6</td>
                <td id="table-cell-845f5466b78bf89244edced3aca3f490">100%</td>
                <td id="table-cell-02ca108414ee608c8f459d15de13c8db">100%</td>
                <td id="table-cell-093340881ed02ad9aae748e1e8ba1c44">Sangat Baik</td>
                <td id="table-cell-50a2191ba94fb152e8a81659785fd055">Sangat Baik</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-55a0cb0fcaf9eaadbaebc87cf21c8b0f">
                <td id="table-cell-a300589a5a24f2d462b056544756e77f">2.</td>
                <td id="table-cell-3fa20b9599e857fc208e26430b1e597c">Kegiatan Inti</td>
                <td id="table-cell-e249de3de0af53ce5ee73206057c99a3">10</td>
                <td id="table-cell-abbce2e56a5b0dbbd90c53507442fcc4">10</td>
                <td id="table-cell-7052f3c7ed71f7efba376218c318ebfb">100%</td>
                <td id="table-cell-f71d47318c579a32f628e7d9e1fefc30">100%</td>
                <td id="table-cell-37d463698726d543fddcda1ba31db0d2">Sangat Baik</td>
                <td id="table-cell-957dd406e40f19eda13bd0482b7c0827">Sangat Baik</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-bb5d78e355f87691269f6c64fba5819c">
                <td id="table-cell-221c11acb36f7ca506996bd1e226a1e1">3.</td>
                <td id="table-cell-5420bad564288b3c346ea4a0bfa9d9b7">Kegiatan Akhir</td>
                <td id="table-cell-99ab5dad7650643641393714b5b5acbf">4</td>
                <td id="table-cell-4c0b56a653e8f5d08af37396488b4679">4</td>
                <td id="table-cell-5feb9c35a2687b0624e282d87146550d">100%</td>
                <td id="table-cell-5e20f116445ea0da04f0db2af6dd1ebb">100%</td>
                <td id="table-cell-a55d93d978acb3c0974b49a66b7f2c56">Sangat Baik</td>
                <td id="table-cell-c6e189650ff50a03c0ee1435109ec679">Sangat Baik</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-4f8ae51b0fe59948ce232874ea7d947e">
                <td id="table-cell-02d4254ea948816757250263cb4d7398" colspan="2">Total</td>
                <td id="table-cell-7b1a73232f254064f7f3d817e5917808">20</td>
                <td id="table-cell-1d79e47fe7f6c2f6fe21f7f5ef3de9a5">20</td>
                <td id="table-cell-e79af6154352dad16d1cf5a0cf814f9b">100%</td>
                <td id="table-cell-d2bd9a772f983f69c1fc30435efdbc03">100%</td>
                <td id="table-cell-674b04892298206d7b40e1048507a759">Sangat Baik</td>
                <td id="table-cell-5a34b8cc27ee1e5b274b79433be6147d">Sangat Baik</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-b97ca6df823d880dd34901af3c1fc51e">
                <td id="table-cell-b409c37b85109639ef19f034c4d2b7d2" colspan="8">Peningkatan Pertemuan I ke Pertemuan II: 0% (Stabil dan konsisten pada tingkat maksimal)</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <fig id="figure-panel-3416b6fd4e0f682b902077c40c7f71c9">
          <label>Figure 2</label>
          <caption>
            <title> Grafik rekapitulasi hasil observasi peserta didik siklus II pertemuan I dan II</title>
            <p id="paragraph-885ee9e098d904e76f5150ed7f2a0821" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-dbf9b2b73366c1fd9a7ac48e86469277" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="gambar 2 11839.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-37" />
      </sec>
      <sec id="heading-1561b33b06f105347a667f6393420587">
        <title>B. PEMBAHASAN</title>
        <p id="_paragraph-39">Pembahasan difokuskan pada dua aspek utama yaitu peningkatan proses belajar dan peningkatan hasil belajar siswa.</p>
        <p id="_paragraph-40">
          <bold id="bold-07f38e2e3cd74f9b731b844c1eefe8d9">1.Peningkatan Proses Belajar</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-41">Penerapan model Course Review Horay yang dipadukan dengan media puzzle pecahan terbukti mampu membangun atmosfer belajar yang ceria, dinamis, serta mendorong interaksi aktif antara guru dan siswa. Ini sejalan dengan teori belajar Bruner (tahap enaktif) yang menekankan pentingnya pembelajaran konkret melalui manipulasi objek nyata. Dalam model ini, siswa secara aktif menyusun puzzle sambil menjawab soal matematika.</p>
        <p id="_paragraph-42">Data observasi menunjukkan peningkatan dari 0% menjadi 62,5% siswa dalam kategori “Sangat Baik”.</p>
        <table-wrap id="table-figure-9af724676d34a2228b1084d015f3e4b7">
          <label>Table 3</label>
          <caption>
            <p id="paragraph-d3346de9baef7e59a34383d6f3a43046" />
          </caption>
          <table id="table-275de17eb8fd5eecabda7cc4a797cb8b">
            <tbody>
              <tr id="table-row-e437d9fdb5f2a99a95d934c265d094c6">
                <th id="table-cell-5663573233342c56df8c49be9d9a3da1">No</th>
                <th id="table-cell-481fee482c7e358bc4fe7f30cdab11f8">Aspek</th>
                <th id="table-cell-c307790338a5f31ba72ffa0d6a966989"> Skor P1 </th>
                <th id="table-cell-8d98b9d7976a2fd5556d6c8c5b3d8684"> Skor P2 </th>
                <th id="table-cell-fcd2faaac0fc95b5c64cd2df7a193ef4">Persentase   P1 </th>
                <th id="table-cell-c13d761461fbe4110071af0be0490b83">Persentase   P2 </th>
                <th id="table-cell-f0c7375515f3ef537004080626da4730">Kategori   P1 </th>
                <th id="table-cell-bb2f1a25df415c99d527bbb16882586a">Kategori   P2 </th>
              </tr>
              <tr id="table-row-dca6784aa6c060c7d56af4e4e8e9634e">
                <td id="table-cell-3ee1d593a0d6c0722ae768342a689f32"> 1. </td>
                <td id="table-cell-5d6e58fc3020288f6908b70edeb0ce32"> Kegiatan Awal </td>
                <td id="table-cell-4c746f8108885682570e0492e7d0a15f"> 6 </td>
                <td id="table-cell-994dc2aa24bd5be33d61b56da18ce5fe"> 6 </td>
                <td id="table-cell-c3626899f79b9d01ddafc9e213d98e70"> 100% </td>
                <td id="table-cell-17fec60356d8e8a91514d058ac02ec58"> 100% </td>
                <td id="table-cell-44100e6eef8fbb1d429248d986b738e0"> Sangat Baik </td>
                <td id="table-cell-cc96b90d6d339007d0ab560e57518ed9"> Sangat Baik </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-46cb9c90682073e0c8f366df91b32175">
                <td id="table-cell-93a0bce3aa1d7e0d0d25e116955bd011">2.</td>
                <td id="table-cell-f9569e0cfa56b0e07d6c59d34503692a"> Kegiatan Inti </td>
                <td id="table-cell-bf07ce34dab5f0e11442ad3d4d3a65ac">10</td>
                <td id="table-cell-aacb71866b0bae4fb942dda873f3aee0">10</td>
                <td id="table-cell-2eb9f1b0fecc190c6b9dbc21147130f5"> 100% </td>
                <td id="table-cell-b5ade41627d4f4a671474750ae0f66ef"> 100% </td>
                <td id="table-cell-266d6aa0c0a45375893786cc84bef85d"> Sangat Baik </td>
                <td id="table-cell-04a7192bdbfb428f6d60570a991aacf9"> Sangat Baik </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-88fa2adefe50bf7cf33bde6eef133a58">
                <td id="table-cell-142aeba65a280e582e31cbacd89da549">3. </td>
                <td id="table-cell-0138a45efef9b5a52e62bf3d124dbda5"> Kegiatan   Akhir </td>
                <td id="table-cell-8a592f9510e7a60a675c55bcd0026b85"> 4 </td>
                <td id="table-cell-2924991bd344598b03d3b0c4185c40ac"> 4 </td>
                <td id="table-cell-6be62355d0fd8f74cc360d7d1340f1ca"> 100% </td>
                <td id="table-cell-2ac810ae5e165082ba7b59cf1130b750"> 100% </td>
                <td id="table-cell-83d0fd34e873645cefe9fe5247731034"> Sangat Baik </td>
                <td id="table-cell-cefcb96925532509e6373cc595329ba4"> Sangat Baik </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e0a76b73e4a4b26a6685076eb850d642">
                <td id="table-cell-13ad4d8175e9d4648525b1642dd6d632" colspan="2"> Total </td>
                <td id="table-cell-1b21c9457a3d1c9b25053f36b73b0aee"> 20 </td>
                <td id="table-cell-1bf31362aeedcf95de47e7527b0f248c"> 20 </td>
                <td id="table-cell-7d315a32e1c283be642ae79380ba3e19"> 100% </td>
                <td id="table-cell-9654d46d105670f11ac772be9e8209cc"> 100% </td>
                <td id="table-cell-192db12747743192341ac70278a59b3f"> Sangat Baik </td>
                <td id="table-cell-bea4b99c310ada90b76ed83562fde9d1"> Sangat Baik </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-50dac3fa81364bc55e256b6a31757546">
                <td id="table-cell-9751960fc440305fead178b32ba9546b" colspan="8"> Peningkatan Pertemuan I ke Pertemuan II: 0% (Stabil dan konsisten pada tingkat maksimal) </td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="paragraph-94019dddeabde9e45f6f8cac42436e8d" />
        <p id="paragraph-198f2feb21e3b8bcc80cd5a540079f49">Aktivitas guru pun meningkat secara konsisten dari 90% di awal menjadi 100% pada seluruh aspek pembelajaran di Siklus II. Kegiatan belajar tidak hanya berlangsung satu arah, melainkan kolaboratif dan kompetitif, yang melibatkan keterampilan motorik, kognitif, dan afektif siswa.</p>
        <p id="_paragraph-43">Menurut teori Vygotsky, pembelajaran yang efektif terjadi dalam zona perkembangan proksimal, yaitu ketika siswa memperoleh bantuan dari teman sebaya atau guru. Dalam praktiknya, pembelajaran dengan puzzle dan yel-yel kelompok memfasilitasi proses tersebut. Keterlibatan aktif mendorong motivasi dan Keyakinan diri siswa dalam menaklukkan soal-soal pecahan yang selama ini kerap dianggap rumit.</p>
        <p id="_paragraph-44">Temuan ini diperkuat oleh hasil penelitian Hidayah dan Putra (2019) yang mencatat peningkatan signifikan pada aktivitas belajar matematika siswa melalui penggunaan model Course Review Horay dan media puzzle pecahan. Sama halnya, dalam penelitian Nurlev Avana et al. (2020) ditemukan bahwa penerapan Course Review Horay dapat meningkatkan proses belajar siswa secara bermakna, meskipun mereka tidak menggunakan media pendukung puzzle seperti dalam penelitian ini. Perbedaan ini justru menggarisbawahi bahwa tambahan media puzzle dalam penelitian di SDN 027/II Sungai Arang memberikan dimensi visual dan manipulatif yang lebih kuat terhadap konsep abstrak, yaitu pecahan.</p>
        <p id="_paragraph-45">Dibandingkan dengan Dwi dan Syah (2021), yang juga menekankan kolaborasi dan semangat kompetitif dalam kelas saat menggunakan metode serupa, proses pembelajaran di SDN 027/II Sungai Arang menunjukkan penguatan nilai-nilai kerja kelompok yang lebih dinamis melalui penggunaan yel-yel dan permainan edukatif. Hal ini memperkaya aspek afektif dan sosial dalam pembelajaran matematika.</p>
        <p id="_paragraph-46">
          <bold id="bold-c38a31527b9c1ff81548f01e5a92a0d5">2.Peningkatan Hasil Belajar</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-47">Ketuntasan belajar meningkat dari 60% menjadi 81,25%, dan nilai rata-rata kelas meningkat 4,69 poin. Peningkatan ini tidak cuma terjadi secara kuantitatif, namun juga mencerminkan adanya pemahaman yang lebih dalam terhadap konsep pecahan. Pembelajaran menggunakan media puzzle pecahan memungkinkan siswa untuk memahami hubungan antara pecahan campuran, pecahan tidak sejati, dan penyederhanaannya melalui aktivitas visual. Siswa dapat mengonstruksi sendiri pemahaman konsep, sesuai pendekatan konstruktivistik (Piaget dan Suparno, 2014).Peningkatan hasil belajar ini sejalan dengan penelitian Anwar dan Rizki (2020), yang menunjukkan dampak positif model Course Review Horay dengan puzzle terhadap pemahaman konsep pecahan. Perbedaan utama terletak pada cakupan fokus; penelitian ini menekankan peningkatan proses dan hasil belajar, bukan hanya aspek kognitif semata.</p>
        <p id="_paragraph-48">Penelitian Yesika Alfiani et al. (2023) juga menunjukkan kenaikan signifikan pada nilai rata-rata dan ketuntasan belajar siswa setelah penerapan model ini. Menariknya, pola kenaikan hasil belajar yang dicapai dalam penelitian di SDN 027/II Sungai Arang mengikuti tren yang serupa, meskipun dilakukan di lokasi berbeda dan dengan karakteristik siswa yang mungkin tidak identik. Hal ini memperkuat validitas pendekatan yang digunakan dan memberikan bukti bahwa intervensi pedagogis ini memiliki potensi aplikatif yang luas di berbagai konteks sekolah dasar.</p>
        <p id="_paragraph-49">Lebih lanjut, penelitian ini mengonfirmasi relevansi Taksonomi Bloom versi revisi (Anderson &amp; Krathwohl, 2001), karena dalam proses pembelajaran yang berlangsung, siswa dituntut untuk tidak hanya mengingat dan memahami, tetapi juga menganalisis dan mengevaluasi. Mereka ditantang untuk mengidentifikasi jenis pecahan, menyederhanakan, serta menjelaskan hasil secara logis kepada rekan sekelompoknya.</p>
        <p id="_paragraph-50">Dengan mengkaji berbagai studi relevan, terlihat bahwa penelitian ini memiliki landasan teoritis dan empiris yang kuat. Baik dari aspek proses maupun hasil belajar, penerapan model Course Review Horay berbantu puzzle pecahan terbukti konsisten dalam meningkatkan mutu pembelajaran matematika siswa kelas IV. Perbedaan kontekstual seperti lokasi, desain siklus, atau tingkat fokus (pemahaman konsep vs proses belajar) justru memperkaya kebermaknaan temuan ini secara lebih luas.</p>
        <p id="_paragraph-51">Dengn demikian, pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini tidak hanya efektif, tetapi juga adaptif untuk diterapkan di berbagai kondisi sekolah dasar, terutama untuk materi matematika yang menuntut pemahaman konseptual seperti pecahan.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-7d298b53cfdf7e8d932baf0f59d7819d">
      <title>
        <bold id="bold-34e4e1aed5ca9ab5fbf7e0420f865f9e">SIMPULAN</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-53">Berdasarkan implementasi penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, bisa ditarik kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran Course Review Horay berbantu media puzzle pecahan secara nyata mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar matematika peserta didik kelas IV SDN 027/II Sungai Arang, khususnya pada materi Pecahan Lebih dari 1 dan Pecahan Senilai.</p>
      <p id="_paragraph-54">1.Peningkatan Proses Belajar</p>
      <p id="_paragraph-55">Proses pembelajaran menunjukkan lonjakan kualitas yang mencolok dari satu siklus ke siklus berikutnya Pada awalnya, sebagian besar siswa hanya berada pada kategori Cukup Baik dan Baik, sementara tidak ada yang mencapai kategori Sangat Baik. Namun pada Siklus II Pertemuan II, lebih dari 60% siswa berhasil mencapai kategori Sangat Baik, dan tidak ada lagi siswa yang berada dalam kategori Kurang Baik. Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan penggunaan strategi pembelajaran yang menyenangkan, kolaboratif, dan kompetitif, seperti penggunaan media puzzle dan pemberian reward.</p>
      <p id="_paragraph-56">2.Peningkatan Hasil Belajar</p>
      <p id="_paragraph-57">Peningkatan hasil belajar siswa tampak signifikan. Persentase ketuntasan belajar melonjak dari 60% pada Siklus I menjadi 81,25% di Siklus II, disertai kenaikan rata-rata nilai kelas dari 70,94 menjadi 75,63. Capaian ini menegaskan bahwa model pembelajaran yang digunakan berhasil memperdalam pemahaman siswa terhadap materi. Temuan ini konsisten dengan studi-studi terdahulu yang menyoroti efektivitas pendekatan berbasis permainan dan partisipasi aktif siswa dalam mendorong peningkatan performa belajar.Secara keseluruhan, model Course Review Horay berbantu media puzzle pecahan terbukti efektif untuk meningkatkan keterlibatan siswa, pemahaman konsep, serta hasil belajar pada mata pelajaran Matematika di tingkat sekolah dasar.</p>
      <p id="_paragraph-58">
        <bold id="bold-fcfb41744a2a87fb3de8130784a11dd4">Implikasi dan Saran yang Bisa Dilakukan</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-59">Hasil dari riset ini membawa berbagai akibat signifikan yang dapat dipertimbangkan oleh berbagai pihak terkait untuk meningkatkan mutu belajar mengajar di jenjang sekolah dasar:</p>
      <p id="_paragraph-60">1.Untuk Para Pendidik, metode Course Review Horay yang didukung alat bantu puzzle pecahan bisa menjadi pilihan strategi belajar yang bagus untuk menaikkan partisipasi dan prestasi siswa, khususnya pada materi yang sulit dipahami seperti pecahan. Para guru sebaiknya lebih sering menggunakan alat bantu nyata dan cara belajar sambil bermain saat menyampaikan materi matematika agar lebih gampang dimengerti dan disukai siswa.</p>
      <p id="_paragraph-61">2.Untuk Kepala Sekolah, hasil penelitian ini bisa dipakai sebagai landasan dalam menyokong pembaruan cara belajar di sekolah. Pimpinan sekolah bisa menyelenggarakan pelatihan atau lokakarya mengenai pembuatan alat bantu belajar yang kreatif serta mendorong kerja sama antar guru dalam merancang proses belajar yang aktif dan inovatif.</p>
      <p id="_paragraph-62">3.Untuk Perumus Aturan Pendidikan Dasar, metode belajar ini bisa dijadikan acuan dalam membuat kurikulum yang lebih sesuai keadaan dan melibatkan siswa. Aturan pendidikan hendaknya memberikan kesempatan lebih luas untuk penerapan cara belajar aktif, serta mendukung pengadaan fasilitas yang mendukung pemakaian media belajar interaktif dan berbasis permainan.</p>
      <p id="_paragraph-63">Oleh karena itu, riset ini tidak sekadar memberikan sumbangsih teori terhadap pengembangan strategi belajar, namun juga menawarkan saran praktis yang sesuai guna mendorong peningkatan kualitas pendidikan dasar secara terus-menerus.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-66c938abbaeaf7f26945fb06d480d959">
      <title>UCAPAN TERIMA KASIH</title>
      <p id="_paragraph-65">Penulis dengan sepenuh hati mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar SDN 027/II Sungai Arang yang telah memberikan dukungan serta keterlibatan aktif selama proses penelitian berlangsung. Ucapan terima kasih yang tulus dan setinggi-tingginya penulis haturkan kepada Bapak Zulqoidi R Habibie, M.Pd dan Ibu Sundahry, M.Pd selaku dosen pembimbing, atas segala bentuk arahan, pendampingan, serta semangat yang telah diberikan hingga terselesaikannya penyusunan laporan ini.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>