<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Local Wisdom-Based Discovery Learning on Students’ Higher-Order Thinking Skills</article-title>
        <subtitle>Pembelajaran Berbasis Penemuan Berlandaskan Kebijaksanaan Lokal terhadap Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-e8d1c909e9959a6675c4538e5b874055" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Hamid</surname>
            <given-names>Siti Nur Cholisa</given-names>
          </name>
          <email>sitinur@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-fa71cb534e39da28a770a7d65fe83c52" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Muis</surname>
            <given-names>Lidya Shery</given-names>
          </name>
          <email>lidyasherymuis@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2024-10-25">
          <day>25</day>
          <month>10</month>
          <year>2024</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-a1eee0f259fc0530bc766584305f3c67">
      <title>
        <bold id="bold-0cb1b7e0b85db3f711974580d3367086">Pendahuluan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-4">Di abad ke-21, peserta didik diharuskan menguasai berbagai keterampilan penting yang dibutuhkan dalam era society 5.0. Salah satu keterampilan utama yang harus dikembangkan adalah 4C, yaitu komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, dan berpikir kreatif. Keempat keterampilan ini sangat berperan dalam membantu siswa menghadapi tantangan kehidupan abad ini. Mengajarkan 4C menjadi sangat penting karena penguasaan pengetahuan saja tidak cukup untuk bersaing di tingkat global. Oleh karena itu, siswa perlu dibekali dengan keterampilan ini (S. I. Yuliana, 2024). Berpikir tingkat tinggi juga menjadi fokus utama dalam kurikulum merdeka. Kurikulum ini bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik agar berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan mandiri. Higher Order Thinking Skills yang mencakup keterampilan menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta, sangat sesuai diterapkan dalam materi pembelajaran seperti perubahan dan pelestarian lingkungan hidup. Mengingat isu lingkungan merupakan tantangan global, maka diperlukan pendekatan pendidikan yang relevan secara kontekstual dan transformatif. Oleh karena itu, integrasi Higher Order Thinking Skills dalam pembelajaran berbasis lingkungan menjadi hal yang sangat mendesak (Okta Pia et al., 2021). Higher Order Thinking Skills untuk peserta didik sangat penting untuk dilatih dan dikembangkan, hal ini dapat membantu dan memudahkan peserta didik dalam menyelesaikan pembelajaran pada tingkat yang lebih tinggi (Aini et al., 2023). Menurut hasil PISA 2016 (OECD, 2016), diungkapkan bahwa salah satu kekurangan siswa di Indonesia adalah ketidakmampuan mereka dalam menghadapi masalah yang memerlukan kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills) (Hasanah et al., 2024). Pembelajaran yang melibatkan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skill) diperlukan pada era revolusi industri 5.0 seperti sekarang ini. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang berpengaruh terhadap perubahan yang terus berlangsug tanpa henti disegala bidang sebab perubahan terus berlangsung, manusia dituntut untuk dapat menyesuaikan diri melalui perubahan sikap mental, pengetahuan, dan keterampilan (Yusuf et al., 2023). Proses pembelajaran biologi merupakan penciptaan situasi dan kondisi yang kondusif sehingga terjadi interaksi antara subjek didik dengan objek belajarnya yang berupa mahkluk hidup dengan segala aspek kehidupannya (Febriza et al., 2021). Pembelajaran biologi melalui aktivitas pemecahan masalah yang berbasiskan kearifan lokal dapat merangsang proses kognitif siswa untuk menganalisis masalah yang ada di sekitar dengan cara kritis dan dengan inovatif mencari jalan keluar dari masalah tersebut, mengacu pada nilai-nilai yang terdapat dalam kearifan lokal yang dijadikan sebagai rujukan dalam belajar (Adinugraha &amp; Ratnapuri, 2020). Kearifan yang bersifat lokal lebih fokus pada lokasi dan spesifikasi wilayah dari kearifan tersebut, sehingga tidak harus menjadi suatu pengetahuan yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kearifan lokal dapat juga berasal dari pengetahuan yang baru saja lahir dalam suatu komunitas sebagai dampak dari interaksi dengan alam serta hubungan dengan masyarakat dan budaya lainnya (Njatrijani, 2018). Kearifan lokal dianggap memiliki nilai yang tinggi dan memberikan manfaat khusus dalam kehidupan masyarakat. Kearifan daerah menjadi bagian dari cara hidup untuk menangani berbagai tantangan kehidupan (Anamofa, 2018).</p>
      <p id="_paragraph-5">Meskipun model Discovery Learning dan pembelajaran berbasis kearifan lokal telah terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa, namun belum banyak penelitian yang secara spesifik mengkaji pengaruh kombinasi keduanya terhadap pengembangan berpikir tingkat tinggi siswa pada materi perubahan dan pelestarian lingkungan hidup, khususnya di lingkungan pendidikan Madrasah Aliyah seperti MAN 2 Model Medan. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di MAN 2 Model Medan, ditemukan bahwa proses pembelajaran masih cenderung didominasi ceramah dan buku teks, siswa pasif, dan kurang mampu mengaitkan materi dengan konteks lokal, nilai-nilai kearifan lokal belum terintegrasi optimal dalam pembelajaran, dan kemampuan siswa dalam menganalisis dan mencari solusi masalah lingkungan lokal masih rendah, di sisi lain, lingkungan sosial budaya siswa di MAN 2 Model Medan sangat kaya akan praktik kearifan lokal yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan, seperti praktik gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah, sistem pemanfaatan lahan secara baik. Sayangnya, nilai-nilai tersebut belum terintegrasi secara optimal dalam pembelajaran di kelas. Padahal, pembelajaran berbasis kearifan lokal tidak hanya memperkaya wawasan siswa, tetapi juga memperkuat nilai-nilai karakter, identitas budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar (Fardinal, 2023). Model Discovery Learning, sebagai salah satu pendekatan pembelajaran konstruktivistik, memberikan ruang bagi siswa untuk membangun sendiri pengetahuan melalui proses menemukan, menyimpulkan, dan menerapkan konsep. Jika dikombinasikan dengan kearifan lokal, model ini diyakini mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa dan mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi secara bermakna (Billa &amp; Setiawan, 2025).</p>
      <p id="_paragraph-6">Model pembelajaran ini juga telah berhasil diterapkan dalam pembelajaran Discovery Learning berbasis kearifan lokal, hal ini terbukti melalui penelitian yang dilakukan oleh (Kainama et al., 2023) bahwa dengan menggunakan model Discovery Learning berbasis Kearifan Lokal kemampuan siswa dalam pembelajaran meningkat dan mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Begitu juga dengan penemuan (Saputri, 2019). Model pembelajaran dengan metode Discovery Learning dapat mengembangkan cara belajar yang lebih mandiri, aktif dalam segala pemahaman belajar, pada metode pembelajaran ini siswa akan mencari jawaban dari pertanyaan mereka sendiri hal tersebut akan membuat suatu jawaban atas masalah tersebut akan mudah untuk diingat. Model pembelajaran dengan metode Discovery Learning dapat mengembangkan cara belajar yang lebih mandiri, aktif dalam segala pemahaman belajar. Pada metode pembelajaran ini siswa akan mencari jawaban dari pertanyaan mereka sendiri hal tersebut akan membuat suatu jawaban atas masalah tersebut akan mudah untuk diingat.</p>
      <p id="_paragraph-7">Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Discovery Learning Berbasis Kearifan Lokal Terhadap Kemampuan Berfikir Tingkat Tinggi (HOTS) Siswa pada Materi Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup Kelas X MAN 2 Model Medan”. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang pengaruh penggunaan model Discovery Learning berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan berpikir tingkat tinggi siswa kelas X MAN 2 Model Medan. Berdasarkan uraian latar belakang dan permasalahan tersebut dijabarkan dengan demikian. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model Discovery Learning berbasis kearifan lokal terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada materi perubahan dan pelestarian lingkungan hidup pada siswa kelas X MAN 2 Model Medan. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah, bagaimana pengaruh model Discovery Learning berbasis kearifan lokal terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi pada materi pelestarian lingkungan hidup pada siswa kelas X MAN 2 Model Medan?. Penelitian ini perlu diterapkan karena dapat memberikan informasi tentang bagaimana pengaruh model discovery Learning berbasis kearifan lokal terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur tentang Model Discovery Learning dan kontribusinya dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Kesimpulan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan metode pembelajaran yang lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi di tingkat sekolah menengah atas.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-24f597fa31dc8108ac9169108324c4dd">
      <title>
        <bold id="bold-fdc53a7d3462a65ab875fb9a69ec8529">Metode</bold>
      </title>
      <sec id="heading-cc1d9d8ced0bd1accb74c62e8faf61c9">
        <title>A. Metode penelitian</title>
        <p id="_paragraph-10">Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen, yaitu penelitian dengan perlakuan tertentu namun tanpa penempatan subjek secara acak (Sugiyono, 2021). Penelitian ini melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Keduanya diberi perlakuan sesuai dengan tujuan penelitian, dan hasil dari kedua kelompok dibandingkan untuk mengetahui pengaruh perlakuan (Creswell, 2012). Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah Discovery Learning berbasis kearifan lokal, yang diterapkan pada siswa kelas X di MAN 2 Model Medan. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design yang bertujuan mengukur pengaruh perlakuan dengan membandingkan hasil pretest dan posttest antara kedua kelompok (Fraenkel et al., 2012).</p>
      </sec>
      <sec id="heading-ba73c8e9969659a86162c922fbb2059b">
        <title>B. Sampel dan Partisipan</title>
        <p id="_paragraph-12">Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MAN 2 Model Medan yang mempelajari materi perubahan dan pelestarian lingkungan hidup dalam pembelajaran biologi. Populasi yang dimaksud terdiri dari 216 siswa, yang terbagi dalam 9 kelas X. Setiap kelas ini memiliki karakteristik yang serupa dalam hal tingkat kemampuan akademik dan minat terhadap pelajaran biologi, sehingga dianggap mewakili populasi yang relevan untuk penelitian ini (Ramadani et al., 2025).</p>
        <p id="_paragraph-13">Sampel dalam penelitian ini adalah bagian dari populasi yang dipilih untuk menjadi objek penelitian. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan cluster random sampling (sampel acak berkelompok), yaitu teknik pemilihan sampel di mana seluruh kelas dijadikan kelompok, dan kemudian kelas-kelas tersebut dipilih secara acak untuk dijadikan sampel penelitian (Astrulla et al., 2023). Dalam penelitian ini, dua kelas dipilih secara acak, yang satu akan menjadi kelas eksperimen (yang diberikan perlakuan menggunakan model Discovery Learning berbasis kearifan lokal), dan satu kelas lagi menjadi kelas kontrol (yang diberikan pembelajaran konvensional).</p>
        <table-wrap id="_table-figure-1">
          <label>Table 1</label>
          <caption>
            <title>Desain Penelitian nonequivalen Control Grup Design</title>
            <p id="_paragraph-15" />
          </caption>
          <table id="_table-1">
            <tbody>
              <tr id="table-row-c363969d66ac8e6e0d9ba28c2db1ac2c">
                <th id="table-cell-8fb8660e2110e56a1be552cc9e18da21">Kelompok</th>
                <th id="table-cell-ebc4aadc0529222d0449a3bb0bb3f684">Tes Awal (Pre-Test)</th>
                <th id="table-cell-12314b184bfdbebd2a39f0ff29c4bff7">Perlakuan</th>
                <th id="table-cell-fe07b47cbbdbe22553199da1b72e5cf7">Tes Akhir (Post-Test)</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-0ff417f68020dc55095e9c8fcb19f95d">
                <td id="table-cell-43e7b95368251e8584fb37ac750d0140">Eksperimen</td>
                <td id="table-cell-7a5435e0d5c645f08294d8f3d3e06d36">Q1</td>
                <td id="table-cell-2c37aa0a1f1de8e157e7b2b027baaac4">X1</td>
                <td id="table-cell-046fa68f3c9f790ed256a3777a96f825">Q3</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-8d17ee4c63d7e54db09611bad5d546a9">
                <td id="table-cell-04a8e1adc831d8603305660101932024">Kontrol</td>
                <td id="table-cell-9d8e4572a71b76482c5e71ff3b2c3dcf">Q3</td>
                <td id="table-cell-c08a191b039862503af0eac01dffd5a3">X2</td>
                <td id="table-cell-5f27d26bec9b7fb788931ecdaf4679cf">Q4</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-16">Keterangan:</p>
        <p id="_paragraph-17">Q1: Pre-test kelas eksperimen</p>
        <p id="_paragraph-18">Q3: Pre-test kelas control</p>
        <p id="_paragraph-19">X1: Perlakuan kelas eksperimen</p>
        <p id="_paragraph-20">X2: Perlakuan kelas control</p>
        <p id="_paragraph-21">Q3: Post-test kelas eksperimen</p>
        <p id="_paragraph-22">Q4: Post-test kelas control</p>
        <p id="_paragraph-23">Instrumen</p>
        <p id="_paragraph-24">Instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) berupa Pilihan Berganda sebanyak 20 butir soal. Instrumen ini mengacu pada Indikator berpikir Tingkat tinggi yang dikembangkan dari taksonomi Bloom yang direvisi oleh Anderson dan Krathwohl yaitu Menganalisis, mengevaluasi, menciptakan (mengkreasi). Instrumen tersebut akan divalidasi oleh validator sehingga nantinya didapatkan hasil akhir yang layak untuk digunakan sebagai penelitian.</p>
        <fig id="figure-panel-21f8c39d6c9055829531d3868ac66fb9">
          <label>Figure 1</label>
          <caption>
            <p id="paragraph-fc19939d5a45f557f4455bfcce5c6815" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-c58d0f8b8570ea5f95bb8013c0ced6e7" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="rumus.png" />
        </fig>
        <table-wrap id="_table-figure-2">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title>Kategori Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi</title>
            <p id="_paragraph-26" />
          </caption>
          <table id="_table-2">
            <tbody>
              <tr id="table-row-9a4d446fbe0537a100cf4ef9926650e9">
                <th id="table-cell-d6dd11961f63b57f5991263f571e1912">No</th>
                <th id="table-cell-c24dd3974cd302c3b8593ed10f011104">Rentang Nilai</th>
                <th id="table-cell-fea801a4493317a56ef85ee5a611509a">Interpretasi</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-88a3b0db34cfb0ea04e390ed8db1f3e2">
                <td id="table-cell-601f1dc6480320c3d1ef2fd86357d304">1</td>
                <td id="table-cell-d4c555311d86842ed0d9cf950d72cf5b">81 – 100</td>
                <td id="table-cell-3473ed1c52bf539bdfdf32a8bb8c63d5">Sangat baik</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-67f72f81c0b4dfcbb873ad1ecba75355">
                <td id="table-cell-ee2792745dbbf3105a02b4b81a2e60c8">2</td>
                <td id="table-cell-7ff9522a04156936e658a93e2e35cffd">61 – 80</td>
                <td id="table-cell-8609561c0ee9fbb62c612b8284d55afa">Baik</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-50b50f348fe4ba772893721da14503a8">
                <td id="table-cell-8ffc8c81740f7ab023c07546b31edb54">3</td>
                <td id="table-cell-7b37ec73e5f5e28381e2c545c9230417">41 – 60</td>
                <td id="table-cell-8a611a9bcdd72e5c33160a3d0f75f0f1">Cukup</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ad5f33500132cb7a9f82383962c09b08">
                <td id="table-cell-4fa33161e329b231a6239f86da7ae1ae">4</td>
                <td id="table-cell-b983ea7d1666e46f9f1bc3eea3320374">21 – 40</td>
                <td id="table-cell-2abc2d44416108d9464b8161a23fa6a4">Kurang</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-67a024f1d0b93508057b64f53605d3fc">
                <td id="table-cell-a5f646ba52e17a47024c6dac998c40d1">5</td>
                <td id="table-cell-00c8c40394a75e49b81f13e62bdd9259">0 – 20</td>
                <td id="table-cell-ce77928785c0aedcd586ce74e54643f6">Kurang sekali</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-27">Data collection</p>
        <p id="_paragraph-28">Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah hasil observasi, tes, dan dokumentasi. Tes yang digunakan adalah pre-test dan posttest berupa pilihan ganda. Test diberikan untuk mendapatkan data kuantitatif, yaitu data nilai hasil belajar siswa setelah menerima pembelajaran yang dapat dianalisis secara deskriptif. Peneliti memberikan tes kepada siswa pada akhir pembelajaran untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa dalam pembelajaran biologi pada materi perubahan dan pelestarian lingkungan hidup yang telah dipelajari. Dokumentasi dalam penelitian ini terdapat juga pengambilan sumber data yang berasal dari bukan manusia, dokumen, dan foto foto.</p>
        <p id="_paragraph-29">Prosedure</p>
        <p id="_paragraph-30">Dalam penelitian ini dibagi menjadi 3 tahapan yaitu, tahap persiapan, tahap pelaksaan, dan tahap penyelesaian. Tahap persiapan yang dilakukan adalah tahap observasi terlebih dahulu, menentukan populasi penelitian, Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), membuat Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), membuat kisi kisi instrument penilaian, membuat soal pilihan ganda, melakukan uji instrumenn tes kepada dosen ahli biologi. Adapun kegiatan yang dilakukan pada tahap pelaksaan yaitu, memberikan memberikan pre-test kepada siswa sebelum melakukan proses pembelajaran tes pilihan ganda terdiri dari 20 soal, melaksanakan proses pembelajaran materi perubahan dan pelestarian lingkungan hidup menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dengan cara memberikan (LKPD) yang berisikan aktivitas pembelajaran sesuai dengan sintaks Discovery Learning. Sintaks kegiatan model pembelajaran Discovery Learning yaitu Stimulasi, Identifikasi masalah, Pengumpulan data, Pengolahan data, Pembuktian dan Generalisasi.</p>
        <p id="_paragraph-31">Teknik analisis data yang penulis gunakan pada penelitian ini menggunakan analisis data kuantitatif, Teknik analisis data diuji dengan menggunakan uji statistik. Sebelum menguji hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Selanjutnya adalah uji hipotesis menggunakan uji independent sample t-test pada program SPSS, dengan taraf signifikan 5%. Penelitian menggunakan uji independent sample t-test ini karena penelitian menggunakan dua sampel yang tidak berhubungan yaitu memiliki kelas eksperimen dan kelas kontrol untuk menguji perbedaan kedua sampel tersebut (Izazayayah, 2023).</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-19063d57dbd202f7b2c0e75870ded782">
      <title>
        <bold id="bold-b3299a40ff7c40a8ff25abc7e470238d">Hasil dan Pembahasan</bold>
      </title>
      <sec id="heading-0d8b08c943d441f9caaa3c6214910e8a">
        <title>A.Hasil</title>
        <p id="_paragraph-35">Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 2 Juni 2025 – 3 Juni 2025. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang terdiri dari dua kelas, yaitu X-B sebagai kelas eksperimen yang diberi perlakuan menggunakan pendekatan saintifik berbantuan video animasi dan kelas X-A sebagai kelas kontrol dengan menggunakan pendekatan konvensional. Peneliti menggunakan instrumen tes (Pre-test dan Post-test) sebanyak 20 soal pilihan berganda untuk mengukur tingkat kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas X-B MAN 2 Model Medan.</p>
        <fig id="figure-panel-027532be716f912ec827ab47f4652196">
          <label>Figure 2</label>
          <caption>
            <title>Deskripsi Data Pre-test Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol</title>
            <p id="paragraph-2f8e3bfaa8491aa1f826566a517318f6" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-4677ac579155a73a5f101a34eed2ef91" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="tabel hasil.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-37">Pada awal penelitian, kedua kelas diberikan pretest yang bertujuan untuk melihat kemampuan Pemahaman yang mendasari siswa pada kedua kelas tersebut sama atau tidak. Hasil pretest yang diperoleh dari kedua kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada table diatas pada kelas eksperimen standar deviasi di peroleh 9,63 dan kelas kontrol diperoloeh 10,78.</p>
        <fig id="figure-panel-6f15ac9280a605280ec6838b35ccb7cd">
          <label>Figure 3</label>
          <caption>
            <title>Deskripsi Data Post-test Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen</title>
            <p id="paragraph-fb8d2d67528f61a8c1e21bb4812cbf4f" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-dfe08726716cd1b2c0eb046fe5960257" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="data post tes.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-40">Pada akhir penelitian kedua sampel yang telah diberikan perlakuan yang berbeda, pada kelas eksperimen diberikan perlakuan dengan menerapkan model discovery learning berbasis kearifan lokal sedangkan pada kelas kontrol diterapkan pembelajaran konvensional. Data yang diperoleh dari hasil posttest yang didapatkan dari kedua kelas dapat dilihat pada tabel diatas kelas eksperimen standar deviasi diperoleh 87,77 dan kelas kontrol diperoleh 8,14.</p>
        <p id="_paragraph-41">Berikut hasil kemampuan berpikir tingkat tinggi pada kelas kontrol dan kelas eksperimen dengan menggunakan SPSS.</p>
        <table-wrap id="table-figure-d2c92d57b8d8f3bbc4e9321fe85d6825">
          <label>Table 3</label>
          <caption>
            <p id="paragraph-a6346448081cc4390b89073822acd8a6" />
          </caption>
          <table id="table-3a655411b74b234a8112f3cc16b1436a">
            <tbody>
              <tr id="table-row-c44e1868fcc7ef2b14bb1a1135fca9b3">
                <th id="table-cell-324cd20e56c238b71a57816ccbc18853" colspan="6">Descriptives</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-72fbfd190e1e43ccf5393e8a9f68ac79">
                <td id="table-cell-b32bb92210456c9b58b7684780268edb" rowspan="53"> Kemampuan berpikir tingkat   tinggi </td>
                <td id="table-cell-28f2862e95845532c3954f81568926c6" colspan="3"> Kelas </td>
                <td id="table-cell-f26848e36f9ead77175e15c20fe35507"> Statistic </td>
                <td id="table-cell-ac85d64b56edb894a2a577ea3d73f75d"> Std. Error </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-cabdde2b6553c9a08de2b3e5431b5f69">
                <td id="table-cell-c86a2c726af8eee522e2eba2676b46c1"> Pretest (Kelas kontrol) </td>
                <td id="table-cell-31805625327a3c846efef2f8e14c1d19" colspan="2"> Mean </td>
                <td id="table-cell-0d3fbd72e03817e40d03c839233ce0af"> 42.64 </td>
                <td id="table-cell-21ae2ffc8e45093b4c3072bfaf35c261"> 1.798 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-2884e3dcf9b98731b0603e0596e75510">
                <td id="table-cell-1ce44a9321186813eb08201ceb23d80a" />
                <td id="table-cell-0b6aa8d098375863e359454cecc39b4a" rowspan="2"> 95% Confidence Interval for   Mean </td>
                <td id="table-cell-7ead860060c40fcefd8a8391a8d8489d"> Lower Bound </td>
                <td id="table-cell-b8ca7676e222fc3cb6356a3a30affb4a"> 38.99 </td>
                <td id="table-cell-dc400e7d67e8797f7f270150c1e6365f" />
              </tr>
              <tr id="table-row-e06659a74bcacfdf54dbd632806a438d">
                <td id="table-cell-07bac64c20ff94236433133b81677783" />
                <td id="table-cell-84821a8f840c95d60a51eb0bbb3f5a0e"> Upper Bound </td>
                <td id="table-cell-f3d252a95247044fbdea4dc5fa51d853"> 46.29 </td>
                <td id="table-cell-beb09fe419e1454340b5b6473c065e22" />
              </tr>
              <tr id="table-row-365a5e981a3811f655480355e09b4420">
                <td id="table-cell-1b09a9c8d250ef730b9b1087f3f0b53d" />
                <td id="table-cell-b36eda6b144782245592c9bb8adcefca" colspan="2"> 5% Trimmed Mean </td>
                <td id="table-cell-7e79cb2ebd5c26ba1ec0aa52fd2dd22f"> 42.53 </td>
                <td id="table-cell-585979c5c2fa31fcbd8aeb9f2800592d" />
              </tr>
              <tr id="table-row-c3825ef3707cb78b309c1119fbe77e46">
                <td id="table-cell-61ae7c21bf69c658fb857b38892e1084" />
                <td id="table-cell-6348a95c7f78b5159725c77fe5cc8de5" colspan="2"> Median </td>
                <td id="table-cell-e25c49e755d9c86e0a4e4ef9236bd79b"> 45.00 </td>
                <td id="table-cell-4d2692e8693a981421bf51c27121481a" />
              </tr>
              <tr id="table-row-2bd3261f14c20c3febdccf3acafcc065">
                <td id="table-cell-6bc03ca54d7b9882780a3df01ee288c9" />
                <td id="table-cell-927186892084eb1fb95fe9c535feee6e" colspan="2"> Variance </td>
                <td id="table-cell-e01a2c9f31a487ed41de341e9d1012be"> 116.409 </td>
                <td id="table-cell-49b89bb40ca6ce93906faed9a69719b5" />
              </tr>
              <tr id="table-row-edbd73eaf22cc2923a0e68859dce45aa">
                <td id="table-cell-806462e421727460be81c917a7688bf5" />
                <td id="table-cell-f1861eda7f467b94c36d9705344bfebf" colspan="2"> Std. Deviation </td>
                <td id="table-cell-b2b1f104fedda56b34e706d238c71bf0"> 10.789 </td>
                <td id="table-cell-08a1708fbb40f9d363acdbdf0e707edd" />
              </tr>
              <tr id="table-row-d06dfa4837ea05ab56225a34c3fa6acd">
                <td id="table-cell-47cb9a6757ae1201bc766d4237a3caae" />
                <td id="table-cell-87f8811d158951b360d007202b1fc224" colspan="2"> Minimum </td>
                <td id="table-cell-3749207c1cec44c37bffdb13970db598"> 20 </td>
                <td id="table-cell-c7bb34f8a856aa762d16a5e92783715c" />
              </tr>
              <tr id="table-row-0d52b2cf72b66d1ed49ad92b6d1a0a2a">
                <td id="table-cell-114c6da83c0e310842effdcea536763b" />
                <td id="table-cell-9a094fad50fbb4f3e2642b472580e949" colspan="2"> Maximum </td>
                <td id="table-cell-60f018166215ded02abb43aad7ab1730"> 65 </td>
                <td id="table-cell-e726c61cb8f78d19e8f920ffd600c8d1" />
              </tr>
              <tr id="table-row-7de0aeb839b0a4058bbcfbfea403254c">
                <td id="table-cell-043617d1dce5e7fb4418b528817d2074" />
                <td id="table-cell-472a3fbb1f34e655e9fcac978a00614d" colspan="2"> Range </td>
                <td id="table-cell-6012bb80446e27917bef6aad3ca8706a"> 45 </td>
                <td id="table-cell-f671ceec932a0a26a698b5a35e40a9b3" />
              </tr>
              <tr id="table-row-13f4c2cee170c20f5a67a3806d7ea85b">
                <td id="table-cell-7bdb5711688f6bc0c1176d7339d1de37" />
                <td id="table-cell-75c6088c68be72b4c1b8c3526bb73e1b" colspan="2"> Interquartile Range </td>
                <td id="table-cell-a7ed8c99320b32ff32e9ed9b74f9546b"> 18 </td>
                <td id="table-cell-5b6f2310a8035882a6feff094492c963" />
              </tr>
              <tr id="table-row-2bbd51a05585d6b5bbf34bcd262f600b">
                <td id="table-cell-d3539e78e8d6ccae9dfff06b3e620b0c" />
                <td id="table-cell-4a2071600a247a063eebc85a6f9ec7c2" colspan="2"> Skewness </td>
                <td id="table-cell-f8fe1f34df083d2a5ae21d60db0c1f49"> .131 </td>
                <td id="table-cell-92c5144b8e900ab7306466c326144ec6"> .393 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-9e34b357670c0f4f44ec37978c0abbd8">
                <td id="table-cell-663e75f093a0f4126c77787ccafdfd3a" />
                <td id="table-cell-57d81670f971264c0940d1a11e5311b8" colspan="2"> Kurtosis </td>
                <td id="table-cell-551a22d0750f1cd18131919589ea376d"> -.275 </td>
                <td id="table-cell-a696d1acf5b50e0663f78e9f2721ea7b"> .768 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-2eb797515dba6be5b0a901e57dc98187">
                <td id="table-cell-672080235e0afeb56277d18f5579bfa4"> Postest (kelas kontrol) </td>
                <td id="table-cell-ae8c5a213d7bcc227b019305431d7a6f" colspan="2"> Mean </td>
                <td id="table-cell-d9a0a3ac53bdbdbd4eff8521ae5c6c3f"> 67.36 </td>
                <td id="table-cell-6d6e93d0660f4168b55f8997cde30a98"> 1.358 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-2877fcffd408b3fb2a192f986c7c692c">
                <td id="table-cell-0a76a633a8e077a8d9009395738baec8" />
                <td id="table-cell-0287c809199dfadf2c1f6679e1072807" rowspan="2"> 95% Confidence Interval for   Mean </td>
                <td id="table-cell-77676a03d52fb5475b154ff06a5eaf2b"> Lower Bound </td>
                <td id="table-cell-1721471be4f6b25f8b64922c4e9a3460"> 64.60 </td>
                <td id="table-cell-9f3023097af72f93a3cc00c8e26b8544" />
              </tr>
              <tr id="table-row-7fb07a3d5530748e71d45ab6e7d91006">
                <td id="table-cell-ef1b193bac19aca29b563fc315b74a68" />
                <td id="table-cell-599de17ec8732fe1fb87eeba5b3242d8"> Upper Bound </td>
                <td id="table-cell-0b05d4eac38876c17d2949206e9a9faf"> 70.12 </td>
                <td id="table-cell-957e06ea059a8be772a74fd8605fe362" />
              </tr>
              <tr id="table-row-d3e382d6ab901ebea59d4c15c75b9349">
                <td id="table-cell-8d4ccd7d0e233d5f2f85adba4c090666" />
                <td id="table-cell-a6fd40a834528562f396bbb454b9003b" colspan="2"> 5% Trimmed Mean </td>
                <td id="table-cell-bb554ad6a9288371ee1e875724828684"> 67.50 </td>
                <td id="table-cell-665210e5418d574babc76e82d47e2fb2" />
              </tr>
              <tr id="table-row-b0cfb71ca4143af7c53c151cd26ea9d1">
                <td id="table-cell-d9758cc78136f21d0e1bfd67c261d346" />
                <td id="table-cell-7b56a428df0b7be09cd09ad4bd363c3f" colspan="2"> Median </td>
                <td id="table-cell-7fa7270be5a9e1149109955ff62a043e"> 65.00 </td>
                <td id="table-cell-312fdf025bb58ec82e3cb58931b2958e" />
              </tr>
              <tr id="table-row-d629ebb012e5d7b674375f9ded401d49">
                <td id="table-cell-2c4b063fa4dbab06293a2469785d7204" />
                <td id="table-cell-8e3aa392e4a625f2c8150446c1311c11" colspan="2"> Variance </td>
                <td id="table-cell-b281ae93f4ceb87a7ab6fa577c989a0d"> 66.409 </td>
                <td id="table-cell-dc93b9e81fd338640812cac44e1316a7" />
              </tr>
              <tr id="table-row-76269aaac942155cf908b5c2920955b7">
                <td id="table-cell-81c279b7b83a97539d6c4aa54c99f20c" />
                <td id="table-cell-c7b882aa29c56c516ee5a11649a5370b" colspan="2"> Std. Deviation </td>
                <td id="table-cell-d042b47b327c29b9d86f995e7ffdb917"> 8.149 </td>
                <td id="table-cell-2f47969a308476e91faf0ad4b6dd5a08" />
              </tr>
              <tr id="table-row-637a9e9e569e25a7c5ea7c052221df31">
                <td id="table-cell-8840e28f201bf1a4476a58d6321f5ffd" />
                <td id="table-cell-f9368b7b6b23ead12f72bef55fd05b75" colspan="2"> Minimum </td>
                <td id="table-cell-291920f0feec4a8b8da93952538e907b"> 50 </td>
                <td id="table-cell-3098c61e4ed7fe1738c713f8801e21bf" />
              </tr>
              <tr id="table-row-95a62aec658bfd1e10f24e3d35857973">
                <td id="table-cell-502598fc09f135b1a9e4b0670b80d901" />
                <td id="table-cell-c53412222bb6c4f0337c38c79d6bb8fa" colspan="2"> Maximum </td>
                <td id="table-cell-321e477498dfadc5b3e9863df457727c"> 80 </td>
                <td id="table-cell-201096e173a9a0bfc3e398979d7af92f" />
              </tr>
              <tr id="table-row-80bcd8715e20b2f800218851bcda8715">
                <td id="table-cell-d72eaf7550568156f4cdd7f6b4c0c549" />
                <td id="table-cell-83c166405f423cf9c29527ae4fe8b7dd" colspan="2"> Range </td>
                <td id="table-cell-7fa7a434a04bb107f24fba83e93217e8"> 30 </td>
                <td id="table-cell-b3c44c7cca27e99eb242afe6d0d0c390" />
              </tr>
              <tr id="table-row-a0de88d1fc3871d93c53fbb914496593">
                <td id="table-cell-018240701607be40a455f3d317c10c1c" />
                <td id="table-cell-dc3c0d75f6e0ea27469794d65368a427" colspan="2"> Interquartile Range </td>
                <td id="table-cell-bdc4057b988d56a6aead3aef015fc1e6"> 15 </td>
                <td id="table-cell-594d2384fdc1d4687041ab13faab48e4" />
              </tr>
              <tr id="table-row-763cea27af5173d371e0561a084f85b3">
                <td id="table-cell-9eb2d562fe9afc164de09173cacb254b" />
                <td id="table-cell-8aef2f8c34a265944076c9b29324f98f" colspan="2"> Skewness </td>
                <td id="table-cell-8425d2ccd40a7fba7a95638d8f49ef29"> -.115 </td>
                <td id="table-cell-d49850bcb67fa5184d51d73715fc6afd"> .393 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-102581f63ee97f6608fc61787f75cd61">
                <td id="table-cell-2adb13529485081366f902957afe7386" />
                <td id="table-cell-097cc661416aafa37ba266bc58bfcb9d" colspan="2"> Kurtosis </td>
                <td id="table-cell-f0618a15a8074da53f0d67bc8fa8bb3e"> -.882 </td>
                <td id="table-cell-89b032c17141a78f16c4857e9bd24197"> .768 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e04075e3255449e1531fe639239ab948">
                <td id="table-cell-f93a9e5ad0e6adf47288aee9d51bf395"> Pretest (Kelas eksperimen ) </td>
                <td id="table-cell-347d7e8b3e4edec527b68e81193ce9f4" colspan="2"> Mean </td>
                <td id="table-cell-ea858aa7c1e96429decb8e9af0c9cbd9"> 46.67 </td>
                <td id="table-cell-519856dcd19eb7f8c2eb0bc053e0bd83"> 1.667 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-a3cb198514ccaf7477cddc6b47e416ca">
                <td id="table-cell-07258548669246df74fb1e35fe3a98ee" />
                <td id="table-cell-18d7ddcaef37718b3ba3c767f2ba751a" rowspan="2"> 95% Confidence Interval for   Mean </td>
                <td id="table-cell-64cd59272338ae28fae9f65b53abba02"> Lower Bound </td>
                <td id="table-cell-42da427b9d2417b13603f1353a4d77e0"> 43.28 </td>
                <td id="table-cell-ff4f547765a4eb49f7a39f14993adccd" />
              </tr>
              <tr id="table-row-462801cf60bf29b5d184fe91990c09a9">
                <td id="table-cell-d6870750f28b24352c195152ae67767d" />
                <td id="table-cell-c7535eb3e52c19b9a08c446858a2486c"> Upper Bound </td>
                <td id="table-cell-cc4d81bb3b9aee8913d6d4faa37d96d4"> 50.05 </td>
                <td id="table-cell-2ea002b6ac4a30111c4e3ac9caf30e6c" />
              </tr>
              <tr id="table-row-9bd6187f59905620c0d11db6b93d9d42">
                <td id="table-cell-d4253040f68d3131c197d9e56ed5ab01" />
                <td id="table-cell-c7defeea6c73981f0000bfb1c801ac2a" colspan="2"> 5% Trimmed Mean </td>
                <td id="table-cell-c3c11654a93d0978024548444da1c4db"> 46.57 </td>
                <td id="table-cell-8d7da0c81ea67d75ab25b9c00494943e" />
              </tr>
              <tr id="table-row-28e878de3d1a208fcbce79bee29f152e">
                <td id="table-cell-b8fa3115d4e2f6aa8b917aac25e63898" />
                <td id="table-cell-a0a091c4bf76247603860a0c2f796004" colspan="2"> Median </td>
                <td id="table-cell-f61a69a4205b4bdc03e45147ff208cd8"> 45.00 </td>
                <td id="table-cell-1b9b0ff0e24da6cabc2132f3c81a52a4" />
              </tr>
              <tr id="table-row-3d83f596bc44cac6db866cbdd6c8ddfe">
                <td id="table-cell-113aa375a5991eb1df346b041b0e4c34" />
                <td id="table-cell-72b832f7a154c64f74266781b031bffa" colspan="2"> Variance </td>
                <td id="table-cell-a9789849b4c66a45b144aaad21c77fc8"> 100.000 </td>
                <td id="table-cell-c5ca123d1f1b381925b4ef49111db2a3" />
              </tr>
              <tr id="table-row-c2ff3504f3a63cf644f55f023814bc65">
                <td id="table-cell-af059993e0b3feaecc891ae9e8fa1272" />
                <td id="table-cell-127b48c297e6f62c65e22224c558ec5e" colspan="2"> Std. Deviation </td>
                <td id="table-cell-7d884d84dbac56dd1f50132202783d76"> 10.000 </td>
                <td id="table-cell-e500d21580e37ee59e074b633d142191" />
              </tr>
              <tr id="table-row-e4151d2a1d1efca15ad579e6e199a9bc">
                <td id="table-cell-1852da70d0d968c61ecd8014a0227809" />
                <td id="table-cell-8a9a157433aad133cdc254acba19a06b" colspan="2"> Minimum </td>
                <td id="table-cell-2a24871aaf6b6314a06d67d8ac294dbb"> 30 </td>
                <td id="table-cell-b04355e9c526660858ef2aa8a3f6c73d" />
              </tr>
              <tr id="table-row-e7acdd7f79d48bacf6c3f65b50335be4">
                <td id="table-cell-5fc62f584505c7cf34f5c6b7d196d81c" />
                <td id="table-cell-bcf8b90336417b7e0ab26cda366f7bbc" colspan="2"> Maximum </td>
                <td id="table-cell-128d8a563053c64d79b01601d9116618"> 65 </td>
                <td id="table-cell-d47e099b62205cab8fa209f9cdf2141f" />
              </tr>
              <tr id="table-row-bb3c4e2f90b930bbfa7c3cf958493532">
                <td id="table-cell-478975e78acfd8be9ae05034aab8fd80" />
                <td id="table-cell-9606bb61b4490e3de32d5601dfc7fffd" colspan="2"> Range </td>
                <td id="table-cell-a168d9116e790119d8b9acacd3f14987"> 35 </td>
                <td id="table-cell-aff63994753956e56f3a5f0ee41dd6cf" />
              </tr>
              <tr id="table-row-de5c0f79bbc267f11602b5856e80c7a3">
                <td id="table-cell-679d9f56a754ed1315d62a992fefc63f" />
                <td id="table-cell-6851544f52559c7a166532fe648dbd3b" colspan="2"> Interquartile Range </td>
                <td id="table-cell-8ebee3afb3aec06363fba594213290e6"> 15 </td>
                <td id="table-cell-c956c6f8723544244134c48ea9e3fa44" />
              </tr>
              <tr id="table-row-663c5328d5aa60e1e9a06fed7643e648">
                <td id="table-cell-d4ce8c589119847c6902f4e904c3a6d8" />
                <td id="table-cell-915ddc882e82b503ab1108f7c94f2f59" colspan="2"> Skewness </td>
                <td id="table-cell-9c470e623d772b7d25c6abf1e98abdfd"> .418 </td>
                <td id="table-cell-4765ae9671b3e15821b7faff251497ea"> .393 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-7906e7c20ccf8073017129f6ea959da5">
                <td id="table-cell-1b30b271110548f654e1539037fed229" />
                <td id="table-cell-cbc47237bb60d6f1d9505467b999425e" colspan="2"> Kurtosis </td>
                <td id="table-cell-e2cc7fc1898001196c99865dfed9f8d4"> -.633 </td>
                <td id="table-cell-7a400e6c12adf81621ea9c40ebb02fca"> .768 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-5d0b2c8277c278c72e85158e7f440951">
                <td id="table-cell-4dde8ae01916a92fd8efa4f57dcca3a5"> Postest (Kelas eksperimen) </td>
                <td id="table-cell-09b697454bcc8c5b5f527c644da27ff2" colspan="2"> Mean </td>
                <td id="table-cell-2899012dec06f37e7ec69435be3bf61c"> 87.78 </td>
                <td id="table-cell-7ed740e3ee154eb679832cdf3fd3822d"> 1.062 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-46b599fdf3442571194b4a7e6cd262c5">
                <td id="table-cell-11747ba75ef124ea786f423dafa1d2dc" />
                <td id="table-cell-a6c6a812703d6f75c00d440cde984cad" rowspan="2"> 95% Confidence Interval for   Mean </td>
                <td id="table-cell-9e1c42a38f09669f8466ed412eaa9c3e"> Lower Bound </td>
                <td id="table-cell-5aded1caedd19bada414123bf05a887e"> 85.62 </td>
                <td id="table-cell-42d3196e843c56bf4ee3b6a17ec5aab6" />
              </tr>
              <tr id="table-row-43e0c242cd95f0f69f0507f91574cb30">
                <td id="table-cell-489f03e6eb0ae447f596cc6f005d2885" />
                <td id="table-cell-f8f33e59dd598a8552a33c8807f9ccd0"> Upper Bound </td>
                <td id="table-cell-36a755621dd46f1041f8952b721c9573"> 89.93 </td>
                <td id="table-cell-695830703f0c750934b19dca2a66254b" />
              </tr>
              <tr id="table-row-b618259d7949fbca5a92d1df319c0428">
                <td id="table-cell-b1e0238ec70fed81da74cecc92ec7a07" />
                <td id="table-cell-3a388880fc2e61cec0d7b3c178a7e50a" colspan="2"> 5% Trimmed Mean </td>
                <td id="table-cell-a8e256cd7f70a35445dafbc090fb002b"> 87.81 </td>
                <td id="table-cell-1ff8b2b739493de97eedda8e9fb1c0ed" />
              </tr>
              <tr id="table-row-01037ed554f7ae8b7b4bfd247c8684ae">
                <td id="table-cell-23be309fb271141e2b7c60bf3b96f2aa" />
                <td id="table-cell-78593449aacd6511cad6edc13993036a" colspan="2"> Median </td>
                <td id="table-cell-925e0568815f95fa2d06ce35d1272366"> 90.00 </td>
                <td id="table-cell-57c4c224c06b75090c8fdcf8c5094289" />
              </tr>
              <tr id="table-row-04fc9b0d9ea41bed2e74a6a5d62fa565">
                <td id="table-cell-c443e3e83bbe18495363227212ea8a20" />
                <td id="table-cell-64a118ba1c15664af2e7952d28861c17" colspan="2"> Variance </td>
                <td id="table-cell-46141aacf80d76ad280d3a6e05d1238e"> 40.635 </td>
                <td id="table-cell-44e10929aa8cbe77c5c71c93274da9cb" />
              </tr>
              <tr id="table-row-8328aa68911ab700d2e6248b185f843d">
                <td id="table-cell-eab1f92d6429e29bc8decd6267a5a335" />
                <td id="table-cell-013d4c5c8edf7fc67d7c56758904e382" colspan="2"> Std. Deviation </td>
                <td id="table-cell-c10d95637bf8d536f3663ff8222a950e"> 6.375 </td>
                <td id="table-cell-61a369b56c6cc6b5d4a0919b531d1584" />
              </tr>
              <tr id="table-row-52731d52486fc32369de534c2d4b096e">
                <td id="table-cell-e96d0641bd7d7ca933249618c15803e4" />
                <td id="table-cell-79302f1d5a10b9d11cb87233da86239c" colspan="2"> Minimum </td>
                <td id="table-cell-e8e01b6bf4cd6e8418d8e5cca7b66a76"> 75 </td>
                <td id="table-cell-a61a6ee29f2ea62314c991f8732495be" />
              </tr>
              <tr id="table-row-1b1b90b5dfd3f75d0dd975c806fb527d">
                <td id="table-cell-0a850aa2b583432cc658c33361a101ab" />
                <td id="table-cell-3da5c72e4295db53d88fb96bc844bf29" colspan="2"> Maximum </td>
                <td id="table-cell-10b9c7a8099fe9d601b75800f49d9521"> 100 </td>
                <td id="table-cell-6f920cd549af07933556e0b2be161e2a" />
              </tr>
              <tr id="table-row-76f197701803bf522331d64206aa7edc">
                <td id="table-cell-8c0b3fa1ed56a507d46f5dd193be1bfc" />
                <td id="table-cell-d164a7ef09e32a4e096c2740217962a2" colspan="2"> Range </td>
                <td id="table-cell-65408a54c6ea6de6b18e71d1a7d9faee"> 25 </td>
                <td id="table-cell-03e4fb862de216e2b917a2692fd1d436" />
              </tr>
              <tr id="table-row-91ea4c343970e29889d1c4b2cceeba23">
                <td id="table-cell-d597aabbfb0bcdf8658e9eab3a82c235" />
                <td id="table-cell-642331cbf4cdf61eddf26a88b380add4" colspan="2"> Interquartile Range </td>
                <td id="table-cell-fb43dc447e2e9a40a644d8822147ac2b"> 5 </td>
                <td id="table-cell-a2b9a6e6d0836879bc22d1439516bffb" />
              </tr>
              <tr id="table-row-0825f49cece349a358ca2259504c9fa1">
                <td id="table-cell-ab99b56bbe3af5f26baa0145613f917a" />
                <td id="table-cell-4e96b30ca05c05b2b4f21ac41735cade" colspan="2"> Skewness </td>
                <td id="table-cell-10fa3cc1adc6369fe51b6c0f55c12cf9"> .044 </td>
                <td id="table-cell-831de895d959792d4dea083cdb3a5778"> .393 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-a88440a5e219b94be1effc9e838a47e8">
                <td id="table-cell-04c8ec29d38857892658d9b5c0ffaab7" />
                <td id="table-cell-c470dcca2c043f8fb7f22992703094bf" colspan="2"> Kurtosis </td>
                <td id="table-cell-055a59789b8a1c74f0ed078a341e51b5"> -.187 </td>
                <td id="table-cell-72ce4cf0397ea69275c2b720e73be240"> .768 </td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-43">Berdasarkan hasil SPSS di atas, dapat diketahui nilai rata-rata pretest kelas kontrol adalah 42,4 sedangkan nilai rata-rata pretest yang diperoleh dari kelas eksperimen adalah 46,6 dan pada nilai rata-rata postest kelas kontrol adalah 67,3 sedangkan nilai rata-rata postest kelas eksperimen adalah 87,7. Adapun standar deviasi yang diperoleh dari kelas eksperimen 6.375, sedangkan standar deviasi yang diperoleh dari kelas kontrol adalah 8.149. Adapun standar error yang diperoleh dari kelas kontrol adalah 1.358, sedangkan standar error kelas eksperimen adalah 1.062.</p>
        <sec id="heading-0534de2b1493f8040cc0ad9ea53dda2c">
          <title>Uji Pra Hipotesis Penelitian</title>
          <p id="paragraph-ddd88593485bf7d8aeca591ed6072b58">
            <bold id="bold-264853c8d28094427b0fc434a7f5194a">Normalitas</bold>
          </p>
          <p id="_paragraph-46">Uji normalitas pada penelitian ini dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov pada Program Analisis Statistik IBM Statistic SPSS. Berdasarkan ketentuan uji normalitas yaitu sig.hitung ≥ sig.tabel (α=0,05) maka data berdistribusi normal. Adapun hasil analisis statistik dengan menggunakan uji normalitas dapat dilihat pada Tabel 4.3 dibawah ini:</p>
          <fig id="figure-panel-a743562e938456e8f22c577ac7fb5178">
            <label>Figure 4</label>
            <caption>
              <title>Uji Normalitas Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol</title>
              <p id="paragraph-f995eee1deed094b8b3ea65c9f144b98" />
            </caption>
            <graphic id="graphic-38988ba09b320515eed82701b7983d3a" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="tabel 3.png" />
          </fig>
          <p id="_paragraph-49">Sumber : Program Analisis Statistic SPSS</p>
          <p id="_paragraph-50">Pada SPSS, dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas adalah sebagai berikut:</p>
          <p id="_paragraph-51">a)Jika nilai signifikansi atau Sig. 0,05 maka dikatakan bahwa data bersifat normal.</p>
          <p id="_paragraph-52">b)Jika nilai signifikansi atau Sig.&lt; 0,05 maka dikatakan bahwa data bersifat tidak normal.</p>
          <p id="_paragraph-53">Untuk mengetahui apakah data bersifat normal atau tidak, kita dapat melihat pada bagian uji Shapiro-Wilk karena jumlah sampel (df) sebesar 36 atau kurang dari 50. Berdasarkan tabel output test of normality pada bagian uji Shapiro-Wilk diketahui nilai Sig untuk nilai Postest kelas kontrol sebesar 0,043 dan nilai posttes kelas eksperimen sebesar 0.054. Karena nilai tersebut lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan kelompok kontrol berdistribusi normal yaitu 0,043&gt;0,05 dan kelompok eksperimen berdistribusi normal yaitu 0,054&gt;0,05.</p>
          <p id="_paragraph-54">
            <bold id="bold-00a55fb18210683dc5581e54a6366139">Uji Homogenitas</bold>
          </p>
          <p id="_paragraph-55">Pada uji homogenitas penelitian ini menggunakan Uji Levene Statistik pada Program Analisis Statistik IBM Statistik SPSS. Berdasarkan ketentuan dari uji homogenitas, jika Sig.hitung ≥ sig.tabel (α=0,05), maka data bersifat homogen. Adapun hasil analisis statistik dengan menggunakan uji homogenitas dapat dilihat pada Tabel di bawah ini:</p>
          <fig id="figure-panel-21ee39009645b5ff5552959894b537e3">
            <label>Figure 5</label>
            <caption>
              <title>Uji Homogenitas Pretest Menggunakan SPSS </title>
              <p id="paragraph-1054eb7ef85bc72777605974a9746ae6" />
            </caption>
            <graphic id="graphic-9893b8e2387cdcad0b1cfda67c1ad5de" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="tabel 4.png" />
          </fig>
          <p id="_paragraph-58">Pada SPSS, dasar pengambilan keputusan dalam uji homogenitas adalah sebagai berikut:</p>
          <p id="_paragraph-59">a)Jika nilai signifikansi atau Sig. &gt; 0,05 maka dikatakan bahwa varians data adalah homogen</p>
          <p id="_paragraph-60">b)Jika nilai signifikansi atau Sig. &lt; 0,05 maka dikatakan bahwa varians data adalah tidak homogen</p>
          <p id="_paragraph-61">Berdasarkan tabel di atas, diketahui nilai signifikansi (sig) based on mean untuk variabel kemampuan berpikir tingkat tinggi adalah sebesar 0,748. Karena nilai signifikansi 0,748&gt;0,05, maka dapat disimpulkan bahwa varians data basil menyimpulkan teks Iho adalah homogen. Setelah dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan varians dari data yang digunakan bersifat homogen. Dengan demikian, kedua uji persyaratan ini memberikan kepastian bahwa data yang digunakan dapat dilanjutkan ke tahap uji hipotesis untuk membuktikan ada tidaknya pengaruh model discovery learning terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi lho. berdistribusi normal dan varians dari data yang digunakan bersifat homogen. Dengan demikian, kedua uji persyaratan ini memberikan kepastian bahwa data yang digunakan dapat dilanjutkan ke tahap uji hipotesis untuk membuktikan ada tidaknya pengaruh model discovery learning terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi lho.</p>
          <p id="_paragraph-62">
            <bold id="bold-ad00a73435fb9ff345021e7d302da7bd">Uji Hipotesis</bold>
          </p>
          <p id="_paragraph-63">Uji hipotesis dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh antara penggunaan model discovery learning berbasis kearifan lokal terhadap kemapuan berpikir tingkat tinggi siswa materi perubahan dan pelestarian lingkungan hidup. Peneliti menggunakan uji-t tidak berpasangan. Uji-t Ini digunakan apabila data berdistribusi normal dan homogen. Dengan kriteria pengujian adalah jika thitung ≤ ttabel , maka Ho diterima dan jika thitung ≥ ttabel maka Ha diterima dengan taraf signifikan = 0,05. Hasil perhitungan Uji-t dapat dilihat pada tabel di bawah ini:</p>
          <p id="_paragraph-64">Independent sampel test</p>
          <fig id="figure-panel-9035c7fa75acd006e775a2b95c235226">
            <label>Figure 6</label>
            <caption>
              <p id="paragraph-ead8a52a99b41778fd8a50da65437230" />
            </caption>
            <graphic id="graphic-965175802e2437f99742434498fd48ac" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="independent sample tes.png" />
          </fig>
          <p id="_paragraph-66">Sumber Program Analisis Statistic SPSS</p>
          <p id="_paragraph-67">Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa Sig.(2-talled) ≤ 0 ,05 (0,000 ≤ 0,5). nilai signifikasinya 0,000 lebih kecil dari 0,05 sehingga hipotesis nihil (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Hal ini membuktikan bahwa ada pengaruh yang signifikan penggunaan model discovery learning berbasis kearifan lokal terhadap kemapuan berpikir tingkat tinggi siswa. Sehingga Hasil pengujian hipotesis dinyatakan</p>
          <p id="_paragraph-68">Ho ditolak dan Ha diterima dengan demikian hipotesis yang ditetapkan ialah: Ha = 0,000 ≤ 0,05 (thitung ≤ ttabel) → Ada pengaruh model discovery learning berbasis kearifan lokal terhadap kemapuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas X-B MAN 2 Model Medan.</p>
        </sec>
      </sec>
      <sec id="heading-238be3fe359d4a474aeadaa5e7b5df20">
        <title>B.Pembahasan</title>
        <p id="_paragraph-70">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Discovery Learning berbasis kearifan lokal terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills) siswa kelas X-B MAN 2 Model Medan pada materi Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup. Model Discovery Learning dipadukan dengan kearifan lokal dapat berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dengan menggunakan model discovery learning yang pendekatan pembelajaran yang menekankan pada proses penemuan konsep oleh siswa secara aktif, ketika dipadukan dengan konteks kearifan lokal, siswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga melalui pengalaman kontekstual yang dekat dengan kehidupan mereka, hal ini sangat mendukung pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dalam menganalisis, mengevaluasi dan mengkreasi hal ini didukung dalam penelitian Rahayu (2021) dalam penelitiannya yang menunjukkan bahwa model Discovery Learning sangat mendukung pengembangan Higher Order Thinking Skills dalam pembelajaran biologi, terutama pada materi lingkungan, dengan memberikan ruang eksplorasi dan diskusi berbasis masalah lingkungan nyata, siswa lebih mampu menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan solusi.</p>
        <p id="_paragraph-71">Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh rata-rata nilai pretest kelas kontrol sebesar 42,4 dan kelas eksperimen sebesar 46,6. Setelah perlakuan diberikan, rata-rata posttest kelas kontrol meningkat menjadi 67,3, sedangkan kelas eksperimen meningkat signifikan menjadi 87,7. Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar yang mencolok antara kedua kelompok. Selain itu, standar deviasi nilai posttest kelas eksperimen (6,375) lebih kecil dibandingkan kelas kontrol (8,149), yang mengindikasikan bahwa penyebaran nilai pada kelas eksperimen lebih merata. Standard error kelas eksperimen juga lebih rendah (1,062) dibandingkan kelas kontrol (1,358), yang berarti estimasi rata-rata pada kelas eksperimen lebih presisi.</p>
        <sec id="heading-d64cd876c358ef12dbd1d3dffcee9fce">
          <title>1.Uji Normalitas</title>
          <p id="_paragraph-73">Uji normalitas dilakukan menggunakan Shapiro-Wilk Test karena jumlah sampel kurang dari 50. Hasil uji menunjukkan bahwa Pretest kelas eksperimen: Sig. = 0,138, Posttest kelas eksperimen: Sig. = 0,054, Pretest kelas kontrol: Sig. = 0,037, Posttest kelas kontrol: Sig. = 0,043. Dengan kriteria pengambilan keputusan, jika nilai signifikansi &gt; 0,05 maka data berdistribusi normal (Ghozali, 2018). Maka dapat disimpulkan bahwa data kelas eksperimen berdistribusi normal, sedangkan data kelas kontrol juga berdistribusi normal (Razali &amp; Wah, 2011; Hair et al., 2010).</p>
          <p id="_paragraph-74">Hasil ini sejalan dengan penelitian Fitriyani (2021) yang menyatakan bahwa penerapan model pembelajaran Discovery Learning membuat siswa aktif membangun pengetahuan secara mandiri, sehingga menghasilkan pemahaman konsep yang lebih baik dan penyebaran hasil belajar yang lebih merata, yang tercermin dalam distribusi data yang mendekati normal. Demikian juga, Fauziah (2019) dalam penelitiannya menemukan bahwa implementasi model discovery secara signifikan meningkatkan pola belajar sistematis, sehingga nilai siswa tidak hanya meningkat tetapi juga terdistribusi secara lebih seragam, yang berdampak pada kecenderungan data mengikuti distribusi normal. Lebih lanjut, temuan ini juga didukung oleh Wulandari (2021) yang melaporkan bahwa model discovery learning mendorong siswa berpikir aktif melalui proses eksplorasi dan penemuan konsep secara langsung. Hal ini menghasilkan peningkatan hasil belajar yang relatif konsisten di antara siswa, sehingga memungkinkan data hasil posttest mendekati distribusi normal.</p>
        </sec>
        <sec id="heading-250d10b5512173cb2c71333db0e19f8c">
          <title>2.Uji Homogenitas</title>
          <p id="_paragraph-76">Uji homogenitas dilakukan menggunakan Levene’s Test. Berdasarkan hasil uji: Sig. (Based on Mean) = 0,748 &gt; 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa data memiliki varians yang homogen. Hal ini memenuhi syarat untuk melakukan uji-t dua sampel independen. Karena 0.748 &gt; 0.05, maka varians antara kelompok dinyatakan homogen. Ini berarti penyebaran nilai dari kedua kelompok (kontrol dan eksperimen) relatif setara, sehingga asumsi homogenitas terpenuhi. Karena nilai signifikansi 0,748 &gt; 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data dalam penelitian ini memiliki varian yang homogen. Artinya, varians nilai kemampuan berpikir tingkat tinggi antara kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak berbeda secara signifikan, sehingga memenuhi syarat untuk dilakukan uji-t dua sampel independen dengan asumsi varian sama (equal variances assumed).</p>
          <p id="_paragraph-77">Hasil ini menunjukkan bahwa distribusi data antar kedua kelompok relatif seimbang, yang mengindikasikan bahwa perlakuan yang diberikan dalam penelitian (model discovery learning berbasis kearifan lokal) menjadi faktor dominan yang memengaruhi hasil belajar, bukan karena perbedaan karakteristik data awal. Hasil ini diperkuat oleh temuan Anwar (2020) yang menyatakan bahwa varians homogen cenderung terjadi dalam desain eksperimen yang melibatkan perlakuan instruksional terstruktur seperti discovery learning.</p>
        </sec>
        <sec id="heading-ec7c8d5c8a96bb93292186b142c8b708">
          <title>3.Uji Hipotesis</title>
          <p id="_paragraph-79">Sebelum melakukan uji hipotesis, statistik deskriptif memberikan gambaran awal mengenai sebaran data. Rata-rata Pretest Kelas Kontrol: 42,4, Kelas Eksperimen: 46,6. Rata-rata Posttest Kelas Kontrol: 67,3 Kelas Eksperimen: 87,7, Selisih peningkatan nilai posttest antara kelas eksperimen dan kontrol cukup signifikan (87,7 - 67,3 = 20,4 poin), yang memberi indikasi awal bahwa ada pengaruh perlakuan pada kelas eksperimen. Pada standar deviasi kelas eksperimen: 6,375 (lebih rendah), kelas Kontrol: 8,149, Standar deviasi yang lebih rendah menunjukkan penyebaran data yang lebih terkonsentrasi di sekitar nilai rata-rata, yang umumnya mengindikasikan hasil pembelajaran yang lebih merata pada kelas eksperimen. Uji hipotesis dilakukan menggunakan Independent Sample T-Test untuk mengetahui perbedaan signifikan antara hasil posttest kelas eksperimen dan kontrol. hasilnya menunjukkan Sig. (2-tailed) = 0,000 &lt; 0,05, Nilai t hitung = 11,840. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Artinya, terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan model discovery learning berbasis kearifan lokal terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Hasil ini memperkuat temuan dari penelitian Susanto (2020) yang menemukan bahwa siswa yang belajar dengan pendekatan discovery learning mencapai skor HOTS lebih tinggi dibanding kelompok konvensional.</p>
          <p id="_paragraph-80">Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan dan didukung dari penelitian sebelumnya maka memperkuat hasil penelitian saya peneliti bahwa penggunaan discovery learning berbasis kearifan lokal tidak hanya meningkatkan hasil belajar secara kuantitatif, tetapi juga memperkaya dimensi berpikir siswa secara kualitatif. Model ini cocok diterapkan pada pembelajaran yang menuntut keterampilan analisis, evaluasi, dan kreasi seperti dalam topik perubahan dan pelestarian lingkungan hidup, karena siswa diajak untuk menemukan solusi terhadap masalah lingkungan berdasarkan konteks budaya lokal mereka.</p>
          <p id="_paragraph-81">Menurut (R. Yuliana et al., 2024) proses pembelajaran yang baik adalah proses pembelajaran yang dapat menciptakan pembelajaran yang efektif. Dengan adanya komunikasi antara guru dengan peserta didik yang tidak hanya menekan pada apa yang dipelajari tetapi menekankan bagaimana siswa harus belajar. Aktivitas belajar peserta didik merupakan salah satu faktor penting dalam kegiatan pembelajaran, hal ini mengingatkan bahwa kegiatan pembelajaran yang diadakan dalam rangka memberikan pengalaman-pengalaman belajar kepada peserta didik. Jika peserta didik aktif dalam kegiatan tersebut kemungkinan besar akan mendapatkan pengalaman-pengalaman belajar tersebut. Kegiatan belajar dipandang sebagai kegiatan komunikasi antara siswa dan guru, kegiatan komunikasi tersebut tidak akan tercapai apabila siswa tidak aktif dalam kegiatan belajar karena dengan adanya keaktifan siswa dalam proses pembelajaran kemungkinan besar prestasi belajar yang akan dicapai akan memuaskan (Aunurrahman, 2012). Pembelajaran berbasis Discovery Learning menekankan pada proses pencarian dan penggalian informasi secara aktif oleh peserta didik. Melalui tahapan-tahapan seperti stimulation, problem statement, data collection, data processing, verification, dan generalization, peserta didik diajak untuk membangun sendiri pengetahuan mereka melalui pengalaman belajar yang bermakna. Ketika model ini dipadukan dengan kearifan lokal seperti gotong royong atau marsiadapari (dalam budaya Batak Toba), maka nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat dapat memberikan konteks nyata dan memperkuat keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Marsiadapari, sebagai bentuk praktik gotong royong di masyarakat Batak Toba, mengandung makna kerja sama, saling membantu tanpa pamrih, dan kesadaran kolektif dalam menghadapi tantangan bersama. Nilai-nilai ini sangat relevan ketika membahas materi perubahan dan pelestarian lingkungan hidup, yang menuntut partisipasi aktif dari semua pihak untuk menjaga keseimbangan ekosistem.</p>
          <p id="_paragraph-82">Oleh karena itu model discovery learning berbasis kearifan lokal dapat memberikan siswa kegiatan belajar melalui pengamatan pada gambar yang menuju pada materi perubahan dan pelestarian lingkungan hidup yang lebih baik sehingga proses pembelajaran sanat efektif. Karena sintaks-sintaks yang diterapkan dalam discovery learning guru memberikan rangsangan kepada peserta didik untuk memotivasi dan membangun rasa ingin tahu mereka tentang topik yang akan dipelajari seperti pertanyaan, contoh, atau referensi lainnya, mengidentifikasi masalah atau pertanyaan yang ingin mereka jawab terkait topik yang diberikan, pengumpulan data yang relevan dengan masalah yang diidentifikasi, misalnya melalui observasi, eksperimen, atau penelitian, mengolah data yang telah dikumpulkan untuk mencari pola, hubungan, atau kesimpulan, melakukan pembuktian terhadap hipotesis atau kesimpulan yang mereka temukan dan menarik kesimpulan umum atau generalisasi berdasarkan temuan dan pembuktian yang telah dilakukan.</p>
        </sec>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-6768558abeac88d849baeb886ac041a8">
      <title>Penutup</title>
      <p id="_paragraph-84">Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai pengaruh model Discovery Learning berbasis kearifan lokal terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa pada materi Perubahan dan Pelestarian Lingkungan Hidup di kelas X-B MAN 2 Model Medan, dapat disimpulkan hal-hal berikut:</p>
      <p id="_paragraph-85">1.Terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa pada kelas eksperimen yang menggunakan model Discovery Learning berbasis kearifan lokal dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 87,7, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang hanya mencapai 67,3.</p>
      <p id="_paragraph-86">2. Uji normalitas menunjukkan bahwa data kelas eksperimen berdistribusi normal dan data kelas kontrol juga berdistribusi normal yang dapat diterima secara statistik. Uji homogenitas menunjukkan bahwa varian kedua kelompok homogen, memenuhi syarat dilakukannya uji-t.</p>
      <p id="_paragraph-87">3.Hasil uji hipotesis (independent sample t-test) menunjukkan nilai signifikansi 0,000 &lt; 0,05, yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Discovery Learning berbasis kearifan lokal berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.</p>
      <p id="_paragraph-88">4.Temuan ini sejalan dengan penelitian terdahulu seperti oleh Zubaidah (2016), Rahayu (2021), dan Susanto (2020) yang menyatakan bahwa Discovery Learning mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan HOTS siswa secara signifikan.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-187129badeae5aedcaaba43429a69298">
      <title>Saran</title>
      <p id="_paragraph-90">Berdasarkan simpulan di atas, maka peneliti memberikan beberapa saran sebagai berikut:</p>
      <p id="_paragraph-91">1.Model Discovery Learning berbasis kearifan lokal dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Guru disarankan untuk mengintegrasikan aspek budaya dan kearifan lokal dalam materi ajar agar siswa dapat belajar secara kontekstual dan bermakna</p>
      <p id="_paragraph-92">2.Siswa hendaknya aktif terlibat dalam proses pembelajaran berbasis penemuan karena model ini mendorong siswa berpikir mandiri, mengeksplorasi lingkungan, serta mengembangkan sikap kritis dan kreatif terhadap isu-isu lingkungan.</p>
      <p id="_paragraph-93">3.Penelitian ini masih terbatas pada satu sekolah dan satu materi pelajaran. Peneliti selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan materi, jumlah responden, serta menambahkan variabel lain seperti minat belajar atau keterampilan kolaboratif untuk mendapatkan hasil yang lebih menyeluruh.</p>
      <p id="_paragraph-94">
        <bold id="bold-e6252c24819f5b316a07d16c06c04280">Ucapan Terima Kasih</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-95">Terselesaikannya penyusunan artikel jurnal ini tidak dapat saya capai sepenuhnya tanpa kerja keras, do’a, dukungan dan bantuan dari beberapa pihak. Oleh karena itu dengan segala kemudahan hati saya ucapkan terima kasih sedalam - dalamnya kepada dosen pembimbing, yang telah banyak sekali berjasa memberikan saran serta motivasi dan revisi bagi penulis untuk menyelesaikan artikel jurnal ini.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>