<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Discipline and Organizational Culture Drive OTC Service Quality</article-title>
        <subtitle>Kedisiplinan dan Budaya Organisasi Mendorong Kualitas Layanan OTC</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-70501017dd6b308d4c86a13e2163edcc" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Hamid</surname>
            <given-names>Siti Nur Cholisa</given-names>
          </name>
          <email>sitinur@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-e88bf0d9ceefbf39d7aa11f7eb96e158" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Muis</surname>
            <given-names>Lidya Shery</given-names>
          </name>
          <email>lidyasherymuis@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2024-10-25">
          <day>25</day>
          <month>10</month>
          <year>2024</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-d8fdce978aa1523019c036a52827cb71">
      <title>
        <bold id="bold-1c1974c1584b0ebccaf49765232f1dbe">Pendahuluan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-4">Kualitas layanan merupakan aspek penting dalam industri jasa, termasuk transportasi kereta api, di mana PT KAI (Persero) Daop IV Semarang memiliki tanggung jawab besar untuk menjamin kebersihan, kenyamanan, dan keselamatan penumpang melalui layanan On Train Cleaning (OTC) [1]. OTC adalah layanan kebersihan yang berlangsung selama perjalanan kereta dan memiliki peran krusial dalam menciptakan pengalaman perjalanan yang nyaman. Layanan On Train Cleaning (OTC) di PT KAI (Persero) Daop IV Semarang memegang peran vital memastikan pengalaman perjalanan yang memuaskan bagi penumpang. Keberhasilan layanan ini sangat dipengaruhi oleh faktor internal seperti kedisiplinan karyawan, efektivitas supervisi, dan budaya organisasi yang kuat [2].</p>
      <p id="_paragraph-5">Keberhasilan layanan ini kerap diimbas berbagai faktor, yakni kedisiplinan. Kedisiplinan mencerminkan sejauh mana pekerja mematuhi aturan, tepat waktu, menjaga standar kebersihan, serta menyelesaikan tugas secara konsisten. Pekerja dengan disiplin tinggi akan lebih efektif dalam menjalankan tanggung jawabnya, sehingga kualitas layanan OTC dapat terus terjaga dengan baik. Kedisiplinan mencerminkan kepatuhan karyawan terhadap prosedur dan standar kerja, yang secara langsung berdampak pada konsistensi kualitas layanan [3].</p>
      <p id="_paragraph-6">Supervisi yang baik berfungsi sebagai pengawas dan pembimbing, memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai rencana dan mendorong perbaikan kinerja [4]. Supervisi memegang peran strategis dalam menjaga kualitas layanan On Train Cleaning (OTC) agar tetap optimal. Supervisi yang efektif mampu meningkatkan kinerja karyawan melalui pemberian arahan, evaluasi, dan nasihat yang dibutuhkan, serta memastikan penerapan standar operasional prosedur (SOP) secara tepat. Tanpa adanya supervisi yang memadai, kualitas layanan berisiko menurun karena karyawan tidak memperoleh kontrol dan arahan yang jelas.</p>
      <p id="_paragraph-7">Sementara itu, budaya organisasi mentimbulkan lingkungan kerja dengan nilai-nilai kolaborasi, tanggung jawab, dan orientasi pada pelayanan prima [5]. Selain itu, budaya organisasi juga merupakan faktor penting yang memengaruhi kualitas layanan. Budaya organisasi yang positif dan kuat dapat membentuk perilaku serta sikap kerja yang mencerminkan profesionalisme, tanggung jawab, dan kerja tim, yang pada akhirnya mendorong semangat pekerja OTC dalam memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang.</p>
      <p id="_paragraph-8">Namun, pada kenyataannya, masih terdapat kendala dalam menjaga standar layanan On Train Cleaning (OTC) agar tetap maksimal. Beberapa laporan pelanggan mengungkapkan adanya ketidaksesuaian antara standar kebersihan yang ditetapkan dengan kondisi nyata di lapangan, seperti kurangnya kebersihan pada tempat duduk, toilet, dan koridor kereta. Permasalahan ini diduga berasal dari faktor internal, seperti rendahnya disiplin tenaga kerja, supervisi yang kurang efektif, serta lemahnya penerapan budaya organisasi yang seharusnya mendukung terciptanya kualitas layanan yang optimal.</p>
      <p id="_paragraph-9">Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa variabel kedisiplinan, supervisi, dan budaya organisasi punyai imbas ke kualitas layanan di sektor jasa, termasuk industri transportasi. Kedisiplinan karyawan mencerminkan tanggung jawab mereka dalam menjaga kebersihan kereta, sementara supervisi yang efektif memastikan penerapan standar operasional dilakukan secara konsisten. Di sisi lain, budaya organisasi yang kuat turut membentuk etos kerja yang profesional dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.</p>
      <p id="_paragraph-10">Pemilihan judul “Pengaruh Kedisiplinan, Supervisi, dan Budaya Organisasi terhadap Kualitas Layanan On Train Cleaning (OTC) di PT KAI (Persero) Daop IV Semarang” didasarkan pada pentingnya kualitas layanan dalam sektor transportasi publik yang berhubungan langsung dengan kenyamanan penumpang. Kedisiplinan dan supervisi merupakan faktor penting yang memengaruhi kinerja karyawan, sementara budaya organisasi membuahkan lingkungan kerja mendukung dan memotivasi. Dengan menjadikan layanan OTC sebagai fokus kajian, penelitian ini bertujuan untuk menggali interaksi ketiga elemen tersebut dalam meningkatkan kualitas layanan, serta menyusun rekomendasi perbaikan yang relevan bagi perusahaan. Melalui analisis ini, diharapkan dapat dirumuskan strategi efektif guna meningkatkan standar layanan, yang berdampak positif ke kepuasan pelanggan dan citra perusahaan.</p>
      <p id="_paragraph-11">Penelitian terdahulu telah mengkaji pengaruh ketiga faktor tersebut terhadap kualitas layanan di berbagai sektor. Misalnya, [6] menunjukkan bahwa kedisiplinan karyawan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit. [7] menemukan bahwa supervisi yang efektif mampu meningkatkan kinerja karyawan dan kualitas layanan publik. Sementara itu, [8] membuktikan bahwa budaya organisasi yang kuat berkontribusi pada peningkatan kepuasan pelanggan melalui layanan yang lebih baik. Beberapa temuan penelitian menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Contohnya, [9] menyatakan bahwa supervisi tidak selalu berdampak signifikan pada kualitas layanan jika tidak didukung oleh sistem evaluasi yang jelas. Di sisi lain, [10] menemukan bahwa budaya organisasi lebih dominan pengaruhnya dibandingkan faktor lain dalam menentukan kualitas layanan.</p>
      <p id="_paragraph-12">Perbedaan ini mengindikasikan adanya gap penelitian, terutama terkait konteks spesifik layanan OTC di industri perkeretaapian. Adapun gap penelitian yang perlu diatasi meliputi:</p>
      <p id="_paragraph-13">Konteks Spesifik: Mayoritas penelitian terdahulu berfokus pada sektor pendidikan atau kesehatan ([11]; [12]), sementara industri transportasi kereta api, khususnya layanan OTC, belum banyak dieksplorasi.</p>
      <p id="_paragraph-14">Integrasi Variabel: Penelitian sebelumnya cenderung menguji variabel secara parsial ([13]; [14]), tanpa menganalisis interaksi antara kedisiplinan, supervisi, dan budaya organisasi secara simultan.</p>
      <p id="_paragraph-15">Metodologi: Beberapa studi menggunakan sampel terbatas atau alat analisis yang kurang robust ([15]), sehingga hasilnya sulit digeneralisasi.</p>
      <p id="_paragraph-16">Penelitian ini menawarkan tiga kontribusi utama.:</p>
      <p id="_paragraph-17">Implikasi Praktis: Hasilnya kerap dijadikan acuan bagi manajemen PT KAI (Persero) Daop IV Semarang merancang strategi peningkatan kualitas layanan OTC ([16]).</p>
      <p id="_paragraph-18">Kontribusi Teoritis: Studi ini memperkaya literatur dengan mengintegrasikan ketiga variabel utama dalam kerangka analisis yang komprehensif ([17]).</p>
      <p id="_paragraph-19">Kebaruan Ilmiah: Penelitian ini mengeksplorasi dinamika layanan OTC, yang merupakan elemen krusial namun sering terabaikan dalam studi-studi sebelumnya ([18]).</p>
      <p id="_paragraph-20">Oleh karena itu, studi ini penting dilakukan untuk mengisi kekosongan literatur dan menjawab pertanyaan:</p>
      <p id="_paragraph-21">“Bagaimana pengaruh kedisiplinan, supervisi, dan budaya organisasi terhadap kualitas layanan On Train Cleaning (OTC) di PT KAI (Persero) Daop IV Semarang?”</p>
      <p id="_paragraph-22">PT KAI (Persero) Daop IV Semarang perlu memahami pengaruh kedisiplinan, supervisi, dan budaya organisasi terhadap kualitas layanan On Train Cleaning (OTC). Maka, tujuanya upaya iidentifikasinya dan dianalisanya hubungan faktor itu ke kualitas layanan OTC, sehingga dapat memberikan rekomendasi yang tepat bagi perusahaan dalam upaya meningkatkan standar layanan kebersihan di kereta api. Tujuan adanya sudi ini yakni dianalisisnya pengaruh kedisiplinan, supervisi, dan budaya organisasi ke kualitas layanan OTC di PT KAI (Persero) Daop IV Semarang. Hasilnya diharapkan dapat beri rekomendasi strategis guna meningkatkanya standar kebersihan kereta api, sehingga berdampak positif pada kepuasan penumpang dan citra perusahaan.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>Penelitian Terdahulu</title>
          <p id="_paragraph-24" />
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-003ca8d98d52854bf235a2dd0839b09f">
              <th id="table-cell-33378e4b346da23c6307c699a872a338">No.</th>
              <th id="table-cell-0d0c53dd7cdaa65b3bce40b7802f029b">Nama Penulis dan Tahun</th>
              <th id="table-cell-50841dd18ccfa1224d36ad016c9a68bc">Judul</th>
              <th id="table-cell-730d1299061dcc4ea04360d0fe732f49">Persamaan</th>
              <th id="table-cell-4262a1f34b2f5c7c3ff93220a303017d">Perbedaan</th>
            </tr>
            <tr id="table-row-b3b4a35abf5878618c194fa516d9c89a">
              <td id="table-cell-4fb0a367df7fc4fc87c18437e4114eda">1.</td>
              <td id="table-cell-ea2e1052010a733b40549f6824d8aba4">[6]</td>
              <td id="table-cell-f0b0e68adc5ddacef995d654ded4b83e">The Influence of Work Discipline on the Quality of Excellent Service for Health Administration Staff in Hospital Kediri Regency.</td>
              <td id="table-cell-3d8316c5eba32c146b3b27bc21887448">Adanya persamaan pada variabel bebas yakni Disiplin Kerja dan variabel terikat ialah Mutu Pelayanan.</td>
              <td id="table-cell-e1a73e9432e1d5420184d87e626f58e9">Perbedaan pada Objek, dalam studinya diupayakan di RSUDKabupaten Kediri.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-3153a816c99fec820b31be13e60186bd">
              <td id="table-cell-23988d36a14667d2b93977b96bd3888e">2.</td>
              <td id="table-cell-72a758bd5a7aba06cece37658bd3c689">[7]</td>
              <td id="table-cell-ef083991b175f3991af24d1b564fe1cb">The Impact of Supervision on the Quality-Of-Service Delivery at Kirima Community Secondary School in Kanungu District, South Western Uganda.</td>
              <td id="table-cell-f91fb48a6d729b7294092c9f33d9ce33">Adanya persamaan pada variabel bebas yakni Supervisi dan variabel terikat ialah Kualitas Pelayanan.</td>
              <td id="table-cell-27f1730fbb3dcf308291e5e49a360671">Perbedaan pada Objek, dalam penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Komunitas Kirima di Distrik Kanungu, Uganda Barat Daya.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5fd03f3ac9da1f3ae72127028a2c3d9f">
              <td id="table-cell-599943f09cfbb882b2d4c8d7daddcf7f">3.</td>
              <td id="table-cell-6de6981a37a8359817f8ca22a2beb5d3">[8]</td>
              <td id="table-cell-b7ebc76eb48048329a7206cd8f4ad65c">The Influence of Organizational Culture and Intrinsic Motivation on Service Quality at State Electricity Company (PLN) (Persero) UP2B North Sumatra.</td>
              <td id="table-cell-850eab495177d0b87a7369e796ad1c6c">Adanya persamaan pada variabel bebas ialah Budaya Organisasi dan variabel terikat yakni Kualitas Pelayanan.</td>
              <td id="table-cell-2830c129418f3ef3a607ea069190cecb">Adanya perbedaan Variabel bebas pada penelian ini Motivasi Intrinsik dilaksanakan di Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) UP2B Sumatera Utara.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-7f68dd3531616e561b08048c96355aa7">
              <td id="table-cell-880c2a84c30b7bfab0c9e588bf6493b5">4.</td>
              <td id="table-cell-2f98e1d969b912aaa3c014db0ffccc6a">[9]</td>
              <td id="table-cell-4108ad9d238f6b720f23c4e255fc73eb">Pengaruh Supervisi Dan Komitmen Organisasi Terhadap Kualitas Layanan Guru SD Negeri di Kecamatan Anyar Kabupaten Serang.</td>
              <td id="table-cell-d1ea084dd00018cdc0116a7fa5fc383d">Adanya persamaan pada variabel bebas ialah Supervisi dan variabel terikat yakni Kualitas Pelayanan.</td>
              <td id="table-cell-c4e6eaf8ae5175cac14aa03abe53877d">Adanya perbedaan Variabel bebas pada penelian ini Komitmen Organisasi dilaksanakan di Guru SD Negri di Kec. Anyar, Kab. Serang.</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-cbdbc438e6d5f928e046ea8f3947f04f">
              <td id="table-cell-138b484c9aa7f384a57eec7b73ab8b55">5.</td>
              <td id="table-cell-3fb2ab6c5bb4d439b17f90f22ec43d91">[10]</td>
              <td id="table-cell-30ce00a35e3e2303c25cedaa6cbda1b6">Building Public Trust through Service Quality Based on Leadership and Organizational Culture.</td>
              <td id="table-cell-73bbe32c669af128935be954c88e4f1e">Adanya persamaan pada variabel bebas dan variabel terikat.</td>
              <td id="table-cell-e8ebb512258c93e25f2489e4b3b5f793">Adanya beda Variabel bebas pada penelian ini Membangun Kepercayaan Masyarakat dilaksanakan di kantor Pemerintah Daerah di kota Palu.</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-26">Sumber: Diolah peneliti (2025)</p>
    </sec>
    <sec id="heading-19943e3ca8644d8105ce54daba3b67f9">
      <title>
        <bold id="bold-0e1e9ed32cab9f0f3e039062e9ff0be1">Metode</bold>
      </title>
      <sec id="heading-5e89ed356af598a123a275156b0f1a14">
        <title>A. Gambaran Umum Objek Penelitian</title>
        <p id="_paragraph-29">Studinya pakai pendekatan kuantitatif karena fokus utamanya mengetahui kaitan antara variabel secara objektif melalui data numerik dan analisis statistik. Pendekatan ini dipilih karena lebih efisien untuk menjangkau populasi besar dalam waktu terbatas serta memungkinkan generalisasi temuan. dengan populasi yakni seluruh karyawan On Train Cleaning (OTC) PT KAI (Persero) Daop IV Semarang tahun 2025 sejumlah 243 orang. Pemilihan sampel dilakukan secara proporsional random sampling untuk memastikan representasi yang sesuai dengan konteks penelitian. Sampel penelitian berjumlah 160 karyawan OTC yang terdiri dari 138 orang dari Semarang, 16 orang dari Tegal, dan 6 orang dari Cepu. Untuk menentukan jumlah sampel digunakan dalam penelitian ini, rumus Slovin diterapkan sebagai berikut</p>
        <fig id="figure-panel-0e29170a9ae8b26578aaf48a0cbd2199">
          <label>Figure 1</label>
          <caption>
            <p id="paragraph-ebec8657ce307c93969e42e708d5b85e" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-78d7842f562bdd019d2c69bbb4cf54bd" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="RUMUS 11797.png" />
        </fig>
      </sec>
      <sec id="heading-5884a35bb857c37851d08fd9b6b1dc97">
        <title>B. Metode Pengumpulan Data</title>
        <p id="_paragraph-33">Data penelitian didapati lewat kuesioner primer langsung kepada responden. Instrumen penelitian pakai skala Likert 1-5 guna diukurnya variabel penelitian. Kuesioner lewat uji validitas dan reliabilitas pakai Cronbach's Alpha &gt; 0.6 untuk memastikan keandalan instrumen. Indikator variabel kedisiplinan mengacu pada teori Hasibuan [1], yang menekankan aspek kepatuhan terhadap peraturan, ketepatan waktu, dan tanggung jawab kerja—konsep ini dinilai relevan dengan sistem kerja terstruktur di layanan OTC. Variabel supervisi diadaptasi dari indikator dalam Permendiknas No. 13 Tahun 2007 [2], karena memberikan gambaran sistematis mengenai peran pengawasan dalam peningkatan kinerja. Adapun budaya organisasi mengacu pada konsep Judge &amp; Robbins [3], yang mencakup nilai, norma, dan keyakinan bersama dalam organisasi—penting dalam membangun etos kerja kolektif di layanan publik. Kualitas layanan diukur berdasarkan dimensi reliabilitas, responsivitas, jaminan, empati, dan bukti fisik, sesuai dengan model SERVQUAL [4].</p>
        <table-wrap id="_table-figure-2">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title>Ringkasan Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas</title>
            <p id="_paragraph-35" />
          </caption>
          <table id="_table-2">
            <tbody>
              <tr id="table-row-043d398ed7f7db4ec938017b4198ab36">
                <th id="table-cell-43325b532bc700e044893993c0836661">Variabel</th>
                <th id="table-cell-e1043f87c3d75e299941e80fd415a61a">Jumlah Item</th>
                <th id="table-cell-7e0c498883b66a4adcf41dd89879e07e">r hitung (min)</th>
                <th id="table-cell-3aad550ed124bd4bf8ff4aae13ee220d">r tabel (N=30, α=0.05)</th>
                <th id="table-cell-041fa163091f5c78f3d7d83126964a31">Valid</th>
                <th id="table-cell-405374f5a3bc3f64ebc9a3d5225de274">Cronbach’s Alpha</th>
                <th id="table-cell-3e0f09729548f8e71d8c24e4f01e2f74">Reliabel</th>
                <th id="table-cell-403bab47baf5390200276e3e97bfcdbc">Sumber Skala Asli</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-6bdc202c65bb7c5d19a4326513a800b4">
                <td id="table-cell-f6a55be2a1f9ffe5537d6b2285b75d58">Kedisiplinan</td>
                <td id="table-cell-3d586598e86132b6c6fc5267a09948d2">10</td>
                <td id="table-cell-fc5d41eb6795ec7e66e4e3abca0cf05b">0.808</td>
                <td id="table-cell-be525c0334ea73530e77ae8bc6bdde39">0.361</td>
                <td id="table-cell-b80f80d1c67ffa8a8a2d51bcbb0da0e1">Ya</td>
                <td id="table-cell-620d6c9c0d9b66b36dd5a53009b6ae67">0.929</td>
                <td id="table-cell-1af41357c2ce531f9f9c9ac1b62a3812">Ya</td>
                <td id="table-cell-f4b653b7dd76006cd2c5062df3bacdc7">[1]</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-2accaffc53b3f26e5ac835d8fa1462c8">
                <td id="table-cell-35a1fdda5fd8fe9bfa46e7c0a711bc0e">Supervisi</td>
                <td id="table-cell-5237896adac240a55c22056b4135a445">10</td>
                <td id="table-cell-38dc4e86b7e6f203610bc46efbcfa438">0.784</td>
                <td id="table-cell-fb643ca2862e890d036610946cba1464">0.361</td>
                <td id="table-cell-cca2c3dc837d0c0492d6dda858ba4a45">Ya</td>
                <td id="table-cell-52ec00220d981cb90a3f60536f34b77e">0.951</td>
                <td id="table-cell-fbaf5b4404eccf3039c970f7b82f4d88">Ya</td>
                <td id="table-cell-5287389dd10699632eaac35dabaa4c53">[2]</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-78814f6d4b419009a735167859b29378">
                <td id="table-cell-344ab7440b02000451d9f9f17fe5af43">Budaya Organisasi</td>
                <td id="table-cell-9fed6ee3cfcfa5334b88bd4194e322bc">10</td>
                <td id="table-cell-778b92bbf97fee425ec4811eced8b3e6">0.754</td>
                <td id="table-cell-0b88db37bdab52f0a3e845030902fa49">0.361</td>
                <td id="table-cell-3d2b922ba8b13242f4b5a0c2cdfdd97c">Ya</td>
                <td id="table-cell-9c463d62598b762e7a994114a52739f2">0.858</td>
                <td id="table-cell-39a20e91eda5bef9b9a66086b096f723">Ya</td>
                <td id="table-cell-2be4216efeaa71db730fc57118166d43">[3]</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e092d4e3afc7ead6643977096bdc22b0">
                <td id="table-cell-f178b60ffbb0318a845602c4bf2e2170">Kualitas Layanan</td>
                <td id="table-cell-3daae154eb77b938526fd566677d83cc">10</td>
                <td id="table-cell-4e6b0d97e7f3ba60e264173392ae2f4e">0.778</td>
                <td id="table-cell-f69eade4abc5d3c64be5c042d9231151">0.361</td>
                <td id="table-cell-91402d75c251089d48eb0201e25750e0">Ya</td>
                <td id="table-cell-6c6a2cc145c3801182e89d07dfcbe82e">0.921</td>
                <td id="table-cell-118baae8016c324ad9ff0812dc5a3836">Ya</td>
                <td id="table-cell-99dffdac282e8835aa77fc7e8bd4df95">[4]</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-36">Sumber: Diolah Peneliti (2025)</p>
      </sec>
      <sec id="heading-76df749b487dc5a6078b7e5fe67ecc02">
        <title>C. Variabel Dependen</title>
        <p id="_paragraph-38">Kualitas Layanan OTC (Y) diukur menggunakan indikator dari Parasuraman et al. (1988), ialah:</p>
        <p id="_paragraph-39">1. Reliability</p>
        <p id="_paragraph-40">2. Responsiveness</p>
        <p id="_paragraph-41">3. Assurance</p>
        <p id="_paragraph-42">4. Empathy</p>
        <p id="_paragraph-43">Dengan butir pertanyaan sebagai berikut:</p>
        <p id="_paragraph-44">Pelayanan yang saya berikan kepada penumpang sesuai dengan standar SOP</p>
        <p id="_paragraph-45">Saya berusaha memberikan interaksi yang baik kepada penumpang</p>
      </sec>
      <sec id="heading-572d47cced840b7b3ce767555eae34f0">
        <title>D. Variabel Independen</title>
        <p id="_paragraph-47">1. Kedisiplinan (X1) pakai indikator dari M. Hasibuan (2012):</p>
        <p id="_paragraph-48">- Tujuan Kemampuan</p>
        <p id="_paragraph-49">- Tingkat Kewaspadaan</p>
        <p id="_paragraph-50">- Ketaatan pada Standar Kerja</p>
        <p id="_paragraph-51">- Ketaatan pada Peraturan Kerja</p>
        <p id="_paragraph-52">- Etika Kerja</p>
        <p id="_paragraph-53">Dengan butir pertanyaan sebagai berikut:</p>
        <p id="_paragraph-54">Saya mematuhi semua prosedur kerja yang ditetapkan</p>
        <p id="_paragraph-55">Saya bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas yang diberikan</p>
        <p id="_paragraph-56">2. Supervisi (X2) pakai indikator dari Permendiknas No. 13/2007:</p>
        <p id="_paragraph-57">- Perencanaan</p>
        <p id="_paragraph-58">- Pelaksanaan</p>
        <p id="_paragraph-59">- Tindak Lanjut</p>
        <p id="_paragraph-60">Dengan butir pertanyaan sebagai berikut:</p>
        <p id="_paragraph-61">Atasan saya selalu siap untuk memberikan arahan</p>
        <p id="_paragraph-62">Komunikasi antara saya dan atasan berjalan dengan baik</p>
        <p id="_paragraph-63">3. Budaya Organisasi (X3) pakai indikator dari Judge &amp; Robbins (2017):</p>
        <p id="_paragraph-64">- Inovasi</p>
        <p id="_paragraph-65">- Perhatian Detail</p>
        <p id="_paragraph-66">- Orientasi pada Hasil</p>
        <p id="_paragraph-67">- Berorientasi pada Individu</p>
        <p id="_paragraph-68">- Agresivitas dalam Bekerja</p>
        <p id="_paragraph-69">- Stabilitas Kerja</p>
        <p id="_paragraph-70">Dengan butir pertanyaan sebagai berikut:</p>
        <p id="_paragraph-71">Saya merasa terlibat dalam kegiatan perusahaan</p>
        <p id="_paragraph-72">Budaya perusahaan mendukung inovasi dan perbaikan</p>
      </sec>
      <sec id="heading-431c5a5660b72deae465221d64816eb7">
        <title>E. Analisis Data</title>
        <p id="_paragraph-74">Data dianalisis menggunakan software IBM SPSS 25. Penggunaan analisis rengresi linear berganda dipilih karena model penelitian ini bertujuan menguji pengaruh langsung dari beberapa variabel independen terhadap satu variabel dependen. Model ini meningkatkan akurasi prediksi dibandingkan regresi linear sederhana dan memungkinkan analisis hubungan kompleks antar variabel. Selain itu, analisis ini juga memfasilitasi pengujian hipotesis mengenai pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan. [19] regresi linier efektif diterapkan untuk pengujian pengaruh langsung antar variabel yang terukur secara eksplisit. Pemilihan ini juga mengacu pada pendekatan yang lazim digunakan dalam studi-studi terdahulu yang mengkaji kepuasan kerja masinis. Dengan tahapan yakni:</p>
        <p id="_paragraph-75">1. Uji Asumsi Klasik.</p>
        <p id="_paragraph-76">2. Analisis Regresi Linier Berganda.</p>
        <p id="_paragraph-77">3. Uji t guna uji hipotesis parsial.</p>
        <p id="_paragraph-78">4. Uji F guna hipotesis simultan.</p>
        <p id="_paragraph-79">5. Koefisien Determinasi (R²).</p>
        <p id="_paragraph-80">Model regresinya yakni [19]:</p>
        <p id="_paragraph-81"><inline-formula id="inline-formula-3b62057196566a5da33d8b463d0cea33" content-type="math/tex"><tex-math><![CDATA[Y = α + β₁X₁ + β₂X₂ + β₃X₃ + e]]></tex-math></inline-formula> (1)</p>
        <p id="_paragraph-82">Keterangan:</p>
        <p id="_paragraph-83">Y= Kualitas Layanan</p>
        <p id="_paragraph-84">α= Konstanta</p>
        <p id="_paragraph-85">β = Koefisien regresi</p>
        <p id="_paragraph-86">X₁ = Kedisiplinan</p>
        <p id="_paragraph-87">X₂ = Supervisi</p>
        <p id="_paragraph-88">X₃ = Budaya Organisasi</p>
        <p id="_paragraph-89">e = Error term</p>
        <p id="_paragraph-90">Dengan analisis ini, penelitian bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kedisiplinan, supervisi, dan budaya organisasi memengaruhi kualitas layanan OTC di PT KAI (Persero) Daop IV Semarang.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-60ccdc2e9b80179260d3d4453a686db6">
      <title>
        <bold id="bold-4f21befe0f61b6dcc896715af6b9c706">Hasil dan Pembahasan</bold>
      </title>
      <sec id="heading-8115da0a72532ba79bcc8f00aa00e89a">
        <title>A. Hasil</title>
        <p id="_paragraph-93">Instrumennya diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasilnya menerangkan seluruh item instrumen mengkover kriteria validitas nilai r hitung &gt; 0,361 dan signifikansi &lt; 0,05. Selain itu, nilai Cronbach’s Alpha &gt; 0,60 mengindikasikan instrumen dikata valid dan reliabel dipenelitian ini.</p>
        <p id="_paragraph-94">Analisis deskriptif dilakukan guna memberikan gambaran awal mengenai distribusi data variabel Kualitas Layanan, Kedisiplinan, Supervisi, dan Budaya Organisasi. Berikut hasilnya:</p>
        <table-wrap id="table-figure-576d3869e1c6cec53e8f9290154bb023">
          <label>Table 3</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Analisis Deskriptif</title>
            <p id="paragraph-f4e9c0cb321bf86f77a25c0144a1b2e7" />
          </caption>
          <table id="table-72a2f5c188e8439074b9e26aba803326">
            <tbody>
              <tr id="table-row-28fe995e59c42e9aacd72f9d69772ce8">
                <th id="table-cell-820bd0766f132e86ef2c3a8d9131bd4d" colspan="6">Descriptive Statistics</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-bb795a51a8ca5a063b9c6618ee8e9ad6">
                <th id="table-cell-65d29d5b9fd329cc7bbf3df4cfaf9ec5" />
                <th id="table-cell-d8a31d9c0b7ae54552ac94f1823db97a">N</th>
                <th id="table-cell-c9cd5b8992a4ff63792a7bd469181fbb">Minimum</th>
                <th id="table-cell-31f73cf89a3bc59c04a181898c001854">Maximum</th>
                <th id="table-cell-8cc4c69d9dc3d84286b11796c790aba8">Mean</th>
                <th id="table-cell-c16f8e7a8a9c204bcdcd63e02c32511e">Std. Deviation</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-765b39ef36df2837dd18c077d2daf62c">
                <td id="table-cell-9fe09331678a7c41a7e76063c80a7015">Kualitas Layanan</td>
                <td id="table-cell-7934cee1d100d714b42d6536b3eb3102">160</td>
                <td id="table-cell-e515c9e85a5b80f04ec26b690f6fcc9a">11</td>
                <td id="table-cell-241ec489c31636bc9f81ec9df014860b">50</td>
                <td id="table-cell-e7e0390e24282baea3c11fbe13f39523">43.14</td>
                <td id="table-cell-618a04f0e8267b396274496eac4308a8">6.314</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-a87dd179c5b6e39a53badd18ac0b5512">
                <td id="table-cell-9b03a01fa9b84344b56b9b1858ad6e3a">Kedisiplinan</td>
                <td id="table-cell-b9ff3ecc2683bd7dbfa04c5df032e27a">160</td>
                <td id="table-cell-1a5bdea0f231b651ed335d7e85088a8d">10</td>
                <td id="table-cell-f9b57a296bc3c4e66d13fa77c6c3048d">50</td>
                <td id="table-cell-23a4cec03f5f60f228a9c4277f591c6f">41.66</td>
                <td id="table-cell-a50ce1f80bd39e2b20e03746c5e5a6b3">7.709</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-393a97a6cb11093c095193420e70605a">
                <td id="table-cell-59cb87963136d3ef17c04b2dafabe899">Supervisi</td>
                <td id="table-cell-e6ae6f7a7faa196b20bdc3efb97129eb">160</td>
                <td id="table-cell-2031315decea34ffb5be85394069e999">10</td>
                <td id="table-cell-45f71b2963b9e28a8dd07953115690d8">50</td>
                <td id="table-cell-4feaaf076def1c15dc3c7a56650e39e4">40.73</td>
                <td id="table-cell-0c494c5a7eb9ca37d2b8c8f5af6b32ac">8.510</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-cd016ee6a39d35c8c03a1184d6fa57a9">
                <td id="table-cell-4b1ff11bf0c7800145e801d87ef79c46">Budaya Organisasi</td>
                <td id="table-cell-f8e939d4f0b748e7ab24590bf4efd435">160</td>
                <td id="table-cell-002ad6c9647b85a060a4e84f98c03420">10</td>
                <td id="table-cell-691db0d42056673505031045983b31c5">50</td>
                <td id="table-cell-0de5750be9121fa95849c7a624a06a3d">41.65</td>
                <td id="table-cell-b57afd1872c078daa0fd866221a88627">6.932</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-7d59f53bcaaa79a5e2a3ffc7cd9ef4c6">
                <td id="table-cell-00568acd616b9dc477ba9cdcfd78e910">Valid N (listwise)</td>
                <td id="table-cell-9c22c1d72de703c1ff7c6b18b9047667">160</td>
                <td id="table-cell-b4bd72c51754378c3e2e23b207b8ec1b" />
                <td id="table-cell-64d4bd916b4ebcb4bb395f8942d082d1" />
                <td id="table-cell-31374c23082e413ab81599f7d63259bf" />
                <td id="table-cell-6f2b2d53e22c1b13a83fa6c2cf5d1aca" />
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-97">Sumber: Diolah peneliti (2025)</p>
        <p id="_paragraph-98">Hasil analisis menunjukkan variabel Kualitas Layanan punyai nilai rata-rata tertinggi (43,14), diikuti oleh Kedisiplinan (41,66) dan Budaya Organisasi (41,65). Variabel Supervisi memiliki standar deviasi tertinggi (8,510), mengindikasikan variasi data yang lebih tinggi dibandingkan variabel lainnya. Secara keseluruhan, responden cenderung memberikan penilaian yang tinggi untuk Kualitas Layanan, sementara Supervisi menunjukkan dispersi nilai yang lebih luas.</p>
        <p id="_paragraph-99">Berikut Visualisasi statistik deskriptif dilakukan dengan menggunakan grafik batang rata-rata (mean) dari masing-masing variabel.</p>
        <fig id="figure-panel-5804cb83ca6b7318b26570a27724d30f">
          <label>Figure 2</label>
          <caption>
            <title>Grafik Hasil Uji Statistik Deskripti (Mean)</title>
            <p id="paragraph-1054071a4ece99428b22ef37590942e6" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-4373c53eed43be5be7565b1ecda6fd7a" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="GAMBAR 1.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-101">Sumber: Diolah Peneliti Menggunakan SPSS 25 (2025)</p>
        <p id="_paragraph-102">Gambar histogram di atas menunjukkan nilai rata-rata dari empat variabel utama dalam penelitian, yaitu kualitas layanan, kedisiplinan, supervisi, dan budaya organisasi. Dari hasil deskriptif, diketahui bahwa kualitas layanan memiliki nilai rata-rata tertinggi sebesar 43,14, yang mengindikasikan bahwa para petugas OTC di PT KAI Daop IV Semarang menilai kualitas layanan secara umum berada pada kategori tinggi. Disusul oleh kedisiplinan (41,66) dan budaya organisasi (41,65) yang nilainya hampir setara, menunjukkan bahwa kedua faktor tersebut dinilai cukup baik oleh responden. Sementara itu, variabel supervisi memiliki rata-rata terendah yaitu 40,73, meskipun selisihnya tidak terlalu besar. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun supervisi sudah berjalan, efektivitasnya masih perlu ditingkatkan untuk mendorong perbaikan layanan secara menyeluruh.</p>
        <p id="_paragraph-103">Analisis regresi linear berganda guna diujinya pengaruh Kedisiplinan (X1), Supervisi (X2), dan Budaya Organisasi (X3) terhadap Kualitas Layanan (Y). Berikut hasilnya:</p>
        <table-wrap id="table-figure-b082591a268f06b9e1c3c68f07ca00bd">
          <label>Table 4</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Regresi Linear Berganda</title>
            <p id="paragraph-98503321ee1b9392c9c9121ee4643548" />
          </caption>
          <table id="table-95abb7802c3cf2d14665580e7bf15969">
            <tbody>
              <tr id="table-row-08807848218608d412a106df2df64150">
                <th id="table-cell-0335906c8b657c5f74b906bb38031b06" colspan="9">Coefficients a </th>
              </tr>
              <tr id="table-row-fc606c0a42204359dd5b21abef0921d0">
                <th id="table-cell-820947f2a49f0f6bb8816d3eb58cd73a" rowspan="2" colspan="2">Model</th>
                <th id="table-cell-09071cf7ce2866590a28c1c1f6a2f805" colspan="2">Unstandardized Coefficients</th>
                <th id="table-cell-2c04f13a363aa015f3479429f03d7156">Standardized Coefficients</th>
                <th id="table-cell-95caa84ad2abee6af1f2d6ef0ccc0550" rowspan="2">t</th>
                <th id="table-cell-593d12c364d53f19034ab0149e257764" rowspan="2">Sig.</th>
                <th id="table-cell-7022aaf10eda2fd1ed19427ea16c4950" colspan="2">Collinearity Statistics</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-369ece0bf112743357c7c0678797a91c">
                <th id="table-cell-0f7971043d947fbe28ac36376cc93b89">B</th>
                <th id="table-cell-cc7b82a4c3555a272213b6237289f9ad">Std. Error</th>
                <th id="table-cell-d360097e4b0a1dd85b815884fe829b09">Beta</th>
                <th id="table-cell-0a157cf4f7b86c3301abf9d94e60dc56">Tolerance</th>
                <th id="table-cell-afe224c6eb4522eb1a9ef307dfdc4fec">VIF</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-c8788a666909a213638263dda1de72ed">
                <td id="table-cell-3f906749223dfb440ea5134d97a2b99d" rowspan="4">1</td>
                <td id="table-cell-4db96bef671b77e0e2e6df02932089aa">(Constant)</td>
                <td id="table-cell-5c1790098b38ec94babb509123602dd7">20.222</td>
                <td id="table-cell-2e86b45b385052fd96f218697f8dde38">2.712</td>
                <td id="table-cell-0901fd1964c91094a892b569afa91710" />
                <td id="table-cell-a6db811745d8a91b3be7ee805fb6f962">7.455</td>
                <td id="table-cell-75916077563ff90d3cf57212b453a285">.000</td>
                <td id="table-cell-7e08d318a7f15b101ed506b11df02e2f" />
                <td id="table-cell-5a2b6daa7b0c28b5aff2f504800a1a1b" />
              </tr>
              <tr id="table-row-9885f820b2d5b7d1d94ddc0a6ed6ec5c">
                <td id="table-cell-dbca56c520db8ac552536e643230a0ad">Kedisiplinan</td>
                <td id="table-cell-efd867359a4c8721465db5f3fa3937ee">.234</td>
                <td id="table-cell-c2825a6496681a03826732b3df2a3545">.071</td>
                <td id="table-cell-c8c50db31f47d3a7180613cd50beff01">.268</td>
                <td id="table-cell-bdb158f431771928fc901fa8a72f9fe1">3.289</td>
                <td id="table-cell-0cd8c380e764b9ca4caa9ba410d74aca">.001</td>
                <td id="table-cell-22014b9eda47ae1abe283c9dc2b90f2d">.788</td>
                <td id="table-cell-0b48f256ae149b6d08d192147e281b74">1.269</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-093fa71c9577ce11329d90e993a91d73">
                <td id="table-cell-6dbd13df6bb5d40ea09c38d760f3d7bc">Supervisi</td>
                <td id="table-cell-413acab537e2604880ea547b245143d4">.016</td>
                <td id="table-cell-d806b1da276d955c0a8a7fd25a125862">.081</td>
                <td id="table-cell-f49fa3f23d019c3f244b49221d22d78f">.019</td>
                <td id="table-cell-94822f5b38178051578c5a96221aa2a3">.204</td>
                <td id="table-cell-b176e6e6079c0a9704f0463a8ea56510">.839</td>
                <td id="table-cell-c960366f58e75cfaa5d938208a926efd">.574</td>
                <td id="table-cell-92d25d85319c89301c6b74eb680ec97d">1.742</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-3d6b3c8fa4a05bdade2b92746034ac03">
                <td id="table-cell-ca16fb2f584c0821b7987e869d9e6f87">Budaya Organisasi</td>
                <td id="table-cell-4928c9ea73d3dc19aac6027073b2d35f">.215</td>
                <td id="table-cell-e7b11bb1726e76a8fead258d225c6072">.085</td>
                <td id="table-cell-017e405d86169c77002c7cbb66d82cf6">.235</td>
                <td id="table-cell-af68ad5463d9f84203d6a40343d86740">2.521</td>
                <td id="table-cell-bba891b4598e6a4203a93851741a17ff">.013</td>
                <td id="table-cell-d2a491443b4a7573c4bbba1ad539ab8c">.600</td>
                <td id="table-cell-e21d4f5153baa8c0e83ee62d78495fef">1.665</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f742d1ac0d1f8e40b91efc7fa0ec2180">
                <td id="table-cell-91bc89c38e987494bf286d8b66c6cf15" colspan="9">a. Dependent Variable: Kualitas Layanan</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-106">Sumber: Diolah peneliti (2025)</p>
        <p id="_paragraph-107">Persamaan Regresi:</p>
        <p id="_paragraph-108"><inline-formula id="inline-formula-3bbc17bfe2cd40e4d429a79015cdbda8" content-type="math/tex"><tex-math><![CDATA[Y=20,222+0,234X1+0,016X2+0,215X3+e]]></tex-math></inline-formula> (2)</p>
        <p id="_paragraph-109">1. Kedisiplinan (X1) dan Budaya Organisasi (X3) berimbas positif dan signifikan ke Kualitas Layanan (Sig. &lt; 0,05).</p>
        <p id="_paragraph-110">2. Supervisi (X2) tidak berpengaruh signifikan (Sig. 0,839 &gt; 0,05).</p>
        <p id="_paragraph-111">Berikut Visualisasi diagram jalur (path diagram) yang menggambarkan arah dan kekuatan pengaruh variabel independen terhadap kualitas layanan:</p>
        <fig id="figure-panel-b56d69412bebd48a91eb40dbf8c8633b">
          <label>Figure 3</label>
          <caption>
            <title>Diagram Jalur Pengaruh terhadap Kualitas Layanan</title>
            <p id="paragraph-faca9c25d05b060015b5eb38423dff89" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-d363c9d1978e56d98da376bd5428b219" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="GAMBAR 2.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-113">Sumber: Diolah Peneliti Menggunakan SPSS 25 (2025)</p>
        <p id="_paragraph-114">Gambar 2 menggambarkan diagram jalur hasil regresi yang menunjukkan arah dan kekuatan pengaruh masing-masing variabel independen terhadap Kualitas Layanan. Kedisiplinan (β = 0,234; p = 0,000) dan Budaya Organisasi (β = 0,215; p = 0,013) memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas layanan. Sementara itu, Supervisi (β = 0,016; p = 0,839) memiliki pengaruh yang sangat lemah dan tidak signifikan. Visualisasi ini mempertegas bahwa Kedisiplinan dan Budaya Organisasi merupakan faktor dominan dalam meningkatkan kualitas layanan On Train Cleaning (OTC) di PT KAI Daop IV Semarang, sementara efektivitas supervisi masih perlu ditinjau ulang untuk memberikan dampak yang optimal.</p>
        <p id="_paragraph-115">Uji Asumsi Klasik</p>
        <p id="_paragraph-116">1. Uji Normalitas</p>
        <table-wrap id="table-figure-668d8061713da140fd2740f7e0aafb40">
          <label>Table 5</label>
          <caption>
            <title> Hasil Uji Normalitas</title>
            <p id="paragraph-6ae2bc4cc143bfc393ca06b989cfb105" />
          </caption>
          <table id="table-02a45b6e84ff5bb8e27f533ca2744413">
            <tbody>
              <tr id="table-row-3810466f40b7353e91aa70968b92fe59">
                <th id="table-cell-3e0ed2f59a5721b286b50ca549f1236e" colspan="4">One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-c9c8ab451bdfc17b508385d698e90a93">
                <td id="table-cell-f25418b9ceaae5a354c305ae27a449c0" colspan="3" />
                <td id="table-cell-40cd30aed9bb10021a9122a1c379762a">Unstandardized Residual</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-1e21ceb9fdce041fd7c1945dedc2e5e6">
                <td id="table-cell-1e0217ed0b428d5845e29d4301288143" colspan="3">N</td>
                <td id="table-cell-c9de5bc9e6f318f97a713d8959db6092">160</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-3f4ccd82f4a2c45c1b576e6ddd271d4a">
                <td id="table-cell-b74314d9463c214706bd34f150b36472">Normal Parametersa,b</td>
                <td id="table-cell-8c69bebf9901e4b9296295c166e66cfa" colspan="2">Mean</td>
                <td id="table-cell-d74fad6707a476ab370534f584485cbf">.0000000</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-2375e45ac8ed6a0f1f0dc2b93de4827c">
                <td id="table-cell-286f78d9e9eaab69ff185f65a6c0eb4e" />
                <td id="table-cell-138c330eb2c9bb07e32b86acda7c4bbe" colspan="2">Std. Deviation</td>
                <td id="table-cell-d4cbb8d85900d6bc8462547d8d92084d">5.78858740</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ca995b7f9571d99a34a335573e15662c">
                <td id="table-cell-3a9e3534ba6ca8b6111498a026458378" rowspan="3">Most Extreme Differences</td>
                <td id="table-cell-f06379df6cd04c4a1f4759a4d83a263c" colspan="2">Absolute</td>
                <td id="table-cell-95305b3fbc97a01d00914560d502def2">.097</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-6c3b0af2f2a80ab7d6fa0bec720aa267">
                <td id="table-cell-4ea2ec64526f620627c1cd51995d7d72" colspan="2">Positive</td>
                <td id="table-cell-de940d1f15bffb1eae2cd8eefd9b6019">.069</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-cf8139444c12c4672e6c3a76a6c9ef1a">
                <td id="table-cell-ee8a02ee9e98c56296137a189bb28fd2" colspan="2">Negative</td>
                <td id="table-cell-dfcebb04b8e38a74f98f70fece537887">-.097</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-98c0cfe43bf8f82fbf2399cdebe94352">
                <td id="table-cell-96ffa2573c0caadfa1b463b1f44b9f3d" colspan="3">Test Statistic</td>
                <td id="table-cell-0f1898179d8349033dbb2ce28b286396">.097</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-19c2656f28e9855b74ff3c542a0c9496">
                <td id="table-cell-3160db112cc95829f69079697a6da9ac" colspan="3">Asymp. Sig. (2-tailed)</td>
                <td id="table-cell-5d286f5373d0c9df9c15fff8ba3c1e5a">.001c</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-ecf5dbe3a59a63da09fbddd808c8358e">
                <td id="table-cell-55105432463c4b0b44976d85f98698a1" rowspan="3">Monte Carlo Sig. (2-tailed)</td>
                <td id="table-cell-184dc1efcc43cc62c42aa289f8712d7b" colspan="2">Sig.</td>
                <td id="table-cell-40e36d260b7222f513e66bd575561d37">.089d</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-dce7008b9b9bf53d9ec3cc92cb56d02b">
                <td id="table-cell-896338dd97f9e73c87dc16b4e9f2cbed" rowspan="2">99% Confidence Interval</td>
                <td id="table-cell-6a4fdfd18bd3cbb6d461a9d5fb185f4b">Lower Bound</td>
                <td id="table-cell-3ff286167ee9f25008fd50c95ac18596">.082</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-5279de7fb89f90912c75295754416b9a">
                <td id="table-cell-2a2e99a66c4b09094cf519ad938a65d8">Upper Bound</td>
                <td id="table-cell-e8e25b899a7e289214cd231ac560eca9">.096</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-272c4eab0490f39ce86a36cc1864642f">
                <td id="table-cell-b3fad675cbc61b42b20ab8a99b03db2d" colspan="4">a. Test distribution is Normal.</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-f2244210966a2fdfc92a645b6932c9b7">
                <td id="table-cell-6c5a2bab86020c89d125a94c1932f2b9" colspan="4">b. Calculated from data.</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-e025aa40a18a5dd85d3a77526815d1bb">
                <td id="table-cell-114db4936a9bbbce72f51ab4ae560822" colspan="4">c. Lilliefors Significance Correction.</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-04f15a3e5a2a9ab60b0906c4494403a2">
                <td id="table-cell-b031c3ba4d0aa4ed71fe7972158326ba" colspan="4">d. Based on 10000 sampled tables with starting seed 2000000.</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-119">Sumber: Diolah peneliti (2025)</p>
        <p id="_paragraph-120">Hasilnya menyiratkan Asymp. Sig. (2-tailed) 0,001, mengindikasikan tak terdistribusi normal. Namun, setelah dilakukan uji Monte Carlo, didapati sig 0,089 (&gt; 0,05), hinga dikata data memenuhi asumsi normalitas.</p>
        <p id="_paragraph-121">2. Uji Multikolinearitas</p>
        <table-wrap id="table-figure-d7646f07619420e01e1e4ac82e765bec">
          <label>Table 6</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Multikolinearitas</title>
            <p id="paragraph-e34a1252d8c3fde6be272a5202e66333" />
          </caption>
          <table id="table-477abc75ef225f605351f1de274c4d00">
            <tbody>
              <tr id="table-row-aba6c222f3fe6e7a8132bd583a57d9b3">
                <th id="table-cell-4083926f80593338be70d747f3b4ca46" colspan="4">Coefficients a </th>
              </tr>
              <tr id="table-row-b06bf00558a1fe5884d9f6827897e81a">
                <th id="table-cell-36bcaade9d2bb36e2d8a3a9924a3f80f" rowspan="2" colspan="2">Model</th>
                <th id="table-cell-0e1b5ce50cab5593200b23148a9ab77c" colspan="2">Collinearity Statistics</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-85e901db40f6958474b7766bcf42fa83">
                <th id="table-cell-1f388922a5caf62368ece8b9a4614451">Tolerance</th>
                <th id="table-cell-891ccc346e1e2b2746587f8e95faae36">VIF</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-ad9720f1b788384b235d2873e00da97a">
                <td id="table-cell-c7fa97505f9f98db3c9a94bc06aa226c" rowspan="3">1</td>
                <td id="table-cell-66c92e63de2d8fda9d330ad9f5750317">TOTAL_X1</td>
                <td id="table-cell-7fca1f05d8b244ae05dac3ea02a30a93">.788</td>
                <td id="table-cell-80b5761ae9c615e5ed74918e2640b371">1.269</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-26975dda14e5c2835c46f05498ef98f8">
                <td id="table-cell-0203010c723743bf76bbcd5c43e14e5b">TOTAL_X2</td>
                <td id="table-cell-f096baeaf4d806331391c4eb0159e535">.574</td>
                <td id="table-cell-74154a05dbf4ed2155a68937c2f16d11">1.742</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-20d4b6f536426c1a118b210441955120">
                <td id="table-cell-b41f680d8a818b9e809310bdeedb853a">TOTAL_X3</td>
                <td id="table-cell-f5efb07bf685866e009a2b67da98bbb3">.600</td>
                <td id="table-cell-261ae142ffed194026050d3fe362b005">1.665</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-8376c41162962b5770bbbfb8b4aa1eca">
                <td id="table-cell-74e9dbd5f27f28317d3cea4d77e65500" colspan="4">a. Dependent Variable: TOTAL_Y</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-124">Sumber: Diolah peneliti (2025)</p>
        <p id="_paragraph-125">Nilai Tolerance variabel &gt; 0,1 dan VIF &lt; 10, sehingga tak didapati indikasi multikolinearitas.</p>
        <p id="_paragraph-126">3. Uji Heteroskedastisitas</p>
        <fig id="figure-panel-b2d17eff1aafcaf6c2238c864b56b9f8">
          <label>Figure 4</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Heteroskedastisitas</title>
            <p id="paragraph-7c3bf1ed0a82aa4dfcac094b1f26f259" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-f020e30f305404edb698f81e7918e79d" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="GAMBAR 3.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-128">Serupa grafik scatterplot, sebaran titik-titik residual acak dan tak bentuk pola, hingga tak terjadi heteroskedastisitas.</p>
        <p id="_paragraph-129">Uji Hipotesis</p>
        <p id="_paragraph-130">1. Uji t (Parsial)</p>
        <table-wrap id="table-figure-346e6b9689363d27545faa11373f31e7">
          <label>Table 7</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji t</title>
            <p id="paragraph-1ea8fbc749e1a2e7c263d1f32560b2e4" />
          </caption>
          <table id="table-c28456f1f18c3dcf57b3da6c1ace280c">
            <tbody>
              <tr id="table-row-359cebe696cc733ab76a0273fbacee17">
                <td id="table-cell-69a17193b21836161344612e307b3308" colspan="8">Coefficients a </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-897f420de35d4746aaee289c6bca7a9c">
                <td id="table-cell-81146f6bcd6c158ca5f8f3f57b6d4d82" rowspan="2" colspan="2">Model</td>
                <td id="table-cell-20cb3122cb6640fbc26d779bdaad3c2e" colspan="2">Unstandardized Coefficients</td>
                <td id="table-cell-8de1ad5bf6f80506df9eb008e5b38b28">Standardized Coefficients</td>
                <td id="table-cell-49c239fff21fc2c179ab660c57b1e994" rowspan="2">t</td>
                <td id="table-cell-cb6a9e03b44469a6762b9cc4d8c1ce4a" rowspan="2">Sig.</td>
                <td id="table-cell-0f8e94bab1147f0b9761a1cf7bcde64e" />
              </tr>
              <tr id="table-row-cd03d7c6f18ace8e4f1a2016642e702a">
                <td id="table-cell-2f026f08c95eb5e04a7a51b01ee6efad">B</td>
                <td id="table-cell-957c6f07a5f4473181aa3aa1ebfbfa27">Std. Error</td>
                <td id="table-cell-d15296a6b343ec17feb3c108d148ea21">Beta</td>
                <td id="table-cell-268a470fb624840e52f387f971965b3c" />
              </tr>
              <tr id="table-row-d106cb5d9ac2d4c3c85bb2a4d24ff7f7">
                <td id="table-cell-9c1dfbcc398569ae52d3dd422710e539" rowspan="4">1</td>
                <td id="table-cell-b6a64845a4501b18688b2b9eab20909d">(Constant)</td>
                <td id="table-cell-da0ccb6bb7923d5485fa4a13f6f63abe">20.222</td>
                <td id="table-cell-2a827c37781cb65949493da03d957a14">2.712</td>
                <td id="table-cell-1d23b745b2eb3e2bb872f00b82b38aa7" />
                <td id="table-cell-399ce7bce44e13525d9a29855714436d">7.455</td>
                <td id="table-cell-0ea0f04ae16d9294b9092f53d1199bc4">.000</td>
                <td id="table-cell-ac17f5a8efc63992a9102d0700283f6a" />
              </tr>
              <tr id="table-row-7dd05fa9176d04945f8c80cd1be1dda5">
                <td id="table-cell-b758f3ec2f5eb48b42775385803aba3a">Kedisiplinan</td>
                <td id="table-cell-228b3bb5bad28209fc2cc8959b1fac5d">.234</td>
                <td id="table-cell-0f55439af70eb5f7aff7106e542440b3">.071</td>
                <td id="table-cell-608858ad6f622e484dea6fc44072e097">.268</td>
                <td id="table-cell-c6353fdfe119a81085bfd51ab77ec797">3.289</td>
                <td id="table-cell-4ada098cbe719fdc6badd00d7d9a948f">.001</td>
                <td id="table-cell-8658f6051ed5c9b7e32abc60e0e23621" />
              </tr>
              <tr id="table-row-c73439dd667dcfeaf225485d6d49f93a">
                <td id="table-cell-38ddf46ec8d18018345a84425ae2ca02">Supervisi</td>
                <td id="table-cell-a65209ff85e40df42029c1f601097994">.016</td>
                <td id="table-cell-d2ffb8fe4df0a2bb24ab391843a3cf7f">.081</td>
                <td id="table-cell-e9f25cd0eab98078354b7bc8d9479430">.019</td>
                <td id="table-cell-993b353e64d1d44c40dc8f41b2ee60f9">.204</td>
                <td id="table-cell-3b4dd63ffed6bdf6cf9fd3a62e3534e9">.839</td>
                <td id="table-cell-fae7c5876555dd9c886ca6e9a6505b3a" />
              </tr>
              <tr id="table-row-07ab489cef59dc03c15b283cbb33aca0">
                <td id="table-cell-de2942fc6343280cf1efa03f02a29790">Budaya Organisasi</td>
                <td id="table-cell-0b7e2d64ff0f27df18291ba610134567">.215</td>
                <td id="table-cell-53f1c11ae7e65ce0c61ea81c941cdb9e">.085</td>
                <td id="table-cell-99b10aead5a59ef032ed2d02438ac8f3">.235</td>
                <td id="table-cell-c0af71f72bbb6f5feb76eb513472888c">2.521</td>
                <td id="table-cell-54f7d2f37299739fc2fd71843c974e06">.013</td>
                <td id="table-cell-4de89e2f222e35e7aae4f0ada9a9b55b" />
              </tr>
              <tr id="table-row-16e274b9557cde9d8831a658361361dd">
                <td id="table-cell-9b7b8b869b930cd2a45848d7cb4c870b" colspan="8">a. Dependent Variable: Kualitas Layanan</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-133">Sumber: Diolah peneliti (2025)</p>
        <p id="_paragraph-134">Kedisiplinan (X1) dan Budaya Organisasi (X3) berimbas signifikan ke Kualitas Layanan (Sig. &lt; 0,05).</p>
        <p id="_paragraph-135">Supervisi (X2) tidak berpengaruh signifikan (Sig. 0,839 &gt; 0,05).</p>
        <p id="_paragraph-136">2. Uji F (Simultan) </p>
        <table-wrap id="table-figure-fc6205d215358f8ceb3dc323c266e832">
          <label>Table 8</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji F</title>
            <p id="paragraph-7e0ab14e173a988de2192859f834ba31" />
          </caption>
          <table id="table-87af76ab16d3be09b6807854d61219bb">
            <tbody>
              <tr id="table-row-4e4d48be22e2f5c52bcad69bcdff6381">
                <th id="table-cell-692e939d0dfe5c4d5714cd1a18b1550b" colspan="7">ANOVA a </th>
              </tr>
              <tr id="table-row-4aec8957b3304d46dc7bf52b03d53978">
                <th id="table-cell-ff3ef6d648fd5e4f01bb22c2a4c9d7fa" colspan="2">Model</th>
                <th id="table-cell-65cf7900dfdf2dcc3f9f3383ca59d834">Sum of Squares</th>
                <th id="table-cell-2dfe8b94ecda40d554335618a09e11e9">df</th>
                <th id="table-cell-18747b12fa922f58df80ccce38a0b064">Mean Square</th>
                <th id="table-cell-cdcaace8f9a7d40f658efa16a62d8a89">F</th>
                <th id="table-cell-2e1886c093a13e24ec3a9228416afcca">Sig.</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-9e1fd0893d2e29fce5760075e411fa18">
                <td id="table-cell-54603f2520d43a1eb70d13bc0c98883f" rowspan="3">1</td>
                <td id="table-cell-e12d94a03a28d91965ecfeaf3f9cf002">Regression</td>
                <td id="table-cell-c83bb33f01db30e52a7dc8b840375183">1219.282</td>
                <td id="table-cell-ba9518df68874b05ffe6709008afb635">3</td>
                <td id="table-cell-e088d2d23f4ae93aa65949973483a9dc">406.427</td>
                <td id="table-cell-10478e43973da1372e1d0771843f9548">11.900</td>
                <td id="table-cell-cfe9c833de91bf396c60390b575a54d8">.000b</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-3a14146e56c23f8af7c1ac4c27b48874">
                <td id="table-cell-00849688853529b4d2094e68a69613a1">Residual</td>
                <td id="table-cell-2b2ccba15dfd4c644e6e59c3fa6f0d72">5327.731</td>
                <td id="table-cell-387f07ca350e8e36773fb967509367a6">156</td>
                <td id="table-cell-7df565b67d58226f68b87ad3000a9d93" />
                <td id="table-cell-508e177f11d3443debd40edd421f8bfa" />
                <td id="table-cell-6df419e7faccf5df6774006c1b9322cf" />
              </tr>
              <tr id="table-row-717ab54db3ba08a016f5e2222e4932ab">
                <td id="table-cell-14292d12eac6dc30b76e7635a20f18c3">Total</td>
                <td id="table-cell-0bc811087e1e5589f4033a088d099275">6547.013</td>
                <td id="table-cell-a8d1ecd4ced12fd310550d10820e1832">159</td>
                <td id="table-cell-63d961800a2d58dcc15cc4502b588670" />
                <td id="table-cell-ab684b9682c9194011dc984435331346" />
                <td id="table-cell-fb218aa5039133f164fea3bee4e63d4e" />
              </tr>
              <tr id="table-row-a03e5517d09245007eca3ae28f669e82">
                <td id="table-cell-a179f965494090daab167f4a33dcfec2" colspan="7">a. Dependent Variable: Kualitas Layanan</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-89f81c30b9e83a1e7ba94d8d56815783">
                <td id="table-cell-367f01db1fd6049c8cde22cbb179a1aa" colspan="7">b. Predictors: (Constant), Budaya Organisasi, Supervisi, Kedisiplinan</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-139">Diolah peneliti (2025)</p>
        <p id="_paragraph-140">Uji F mengemukakan nilai Fhitung = 11,900 dengan Sig. 0,000, yang berarti ketiga variabel bersamaan berimbas signifikan ke Kualitas Layanan.</p>
        <p id="_paragraph-141">3. R²</p>
        <table-wrap id="_table-figure-9">
          <label>Table 9</label>
          <caption>
            <title>Hasil R2</title>
            <p id="_paragraph-143" />
          </caption>
          <table id="_table-9">
            <tbody>
              <tr id="table-row-3e126143a8f8c1e13cbfd527f63c3757">
                <th id="table-cell-18d6b03765be4269414bca039fdce346" colspan="5">Model Summary b </th>
              </tr>
              <tr id="table-row-b0e983066515cf9bacc40ae59d0fa1ac">
                <th id="table-cell-5d1fc049c6925112164e1331969cda2e">Model</th>
                <th id="table-cell-aec0ecb740b33f5ecefa0c2ec08d4e3c">R</th>
                <th id="table-cell-67bc75efc5807440294838ce0841bf1a">R Square</th>
                <th id="table-cell-0d93640ccb6d6df08d19b1163b7d6f05">Adjusted R Square</th>
                <th id="table-cell-fdfeae43849b103c88a5ad67652803e1">Std. Error of the Estimate</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-59a05cde8df27179eda8c4fca9a8a152">
                <td id="table-cell-a0c68ea0c2c41367d894f9586ad902b0">1</td>
                <td id="table-cell-fa0f9ba7f0310e810214a6db5020b02f">.432a</td>
                <td id="table-cell-b788aa9b2c5e3cc7a19ac8e653a55a16">.186</td>
                <td id="table-cell-f682abd2d2a554b2f2c1091b3539477f">.171</td>
                <td id="table-cell-d9c93316aae4fbd5d5fe561fe5533252">5.843982</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-03c65eaa69eaafe7bd2f24b3feb70573">
                <td id="table-cell-7f7e1d772047b9aeb0b348b3b0147271" colspan="5">a. Predictors: (Constant), Budaya Organisasi, Supervisi, Kedisiplinan</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-4bc163907ae7e5ef5f23953b02144be5">
                <td id="table-cell-16e320c954a0586b8e7b875d7ac9b5f0" colspan="5">b. Dependent Variable: Kualitas Layanan</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-144">Sumber: Diolah peneliti (2025)</p>
        <p id="_paragraph-145">Nilai R Square 0,171 mengindikasikan 17,1% Kualitas Layanan dikemukakan model regresi, sedangkan sisanya diakibatkan faktor lain. Meskipun nilai R² sebesar 17,1% tergolong rendah, namun masih dapat diterima dalam penelitian sosial dan perilaku, terutama karena fenomena sosial dipengaruhi oleh banyak faktor yang kompleks dan sulit dikontrol sepenuhnya. Selaras [20], dalam penelitian sosial, nilai R² yang rendah tidak selalu menjadi masalah selama hubungan antar variabel signifikan secara statistik dan memiliki makna praktis. Selain itu, model dengan R² rendah tetap dapat memberikan kontribusi penting dalam pemahaman awal berdampak fenomena yang diteliti dan menjadi dasar untuk pengembangan model selanjutnya.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-45178c9d4199ec973eaa8def2417f357">
        <title>B. Pembahasan</title>
        <p id="_paragraph-147">Beberapa temuan penting terkait pengaruh kedisiplinan, supervisi, dan budaya organisasi terhadap kualitas layanan On Train Cleaning (OTC) di PT KAI (Persero) Daop IV Semarang. Berikut adalah pembahasan mendalam dari hasil tersebut:</p>
        <sec id="heading-7bc93f447e3e38218a50e5bcc1334ee7">
          <title>2.1 Pengaruh Kedisiplinan terhadap Kualitas Layanan</title>
          <p id="_paragraph-149">Kedisiplinan terbukti berpengaruh signifikan terhadap kualitas layanan (β = 0.234, p = 0.001). Serupa [6] menerangkan disiplin kerja merupakan faktor kunci dalam menjaga konsistensi layanan. Dalam konteks OTC, kedisiplinan karyawan tercermin dari kepatuhan terhadap SOP kebersihan, ketepatan waktu, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan kedisiplinan dapat ditingkatkanya kualitas layanan, karena karyawan disiplin kerap bekerja secara lebih terstruktur dan konsisten. Secara teoritis, kedisiplinan mendukung terbentuknya perilaku kerja yang teratur dan berstandar tinggi, terutama pada pekerjaan yang sifatnya berulang dan tidak selalu diawasi langsung. Petugas OTC yang disiplin cenderung memiliki self-regulated behavior, yakni kemampuan mengelola pekerjaan secara mandiri berdasarkan prosedur yang berlaku. Implikasi kebijakan yang dapat diterapkan ialah penerapan sistem reward–punishment berbasis indikator konkret, seperti ketepatan waktu pembersihan per gerbong, jumlah temuan audit kebersihan, dan konsistensi laporan harian. Dengan demikian kedisiplinan terbukti sebagai faktor kunci yang memperkuat kualitas layanan OTC secara langsung melalui perilaku kerja yang konsisten dan terstandarisasi.</p>
        </sec>
        <sec id="heading-de35f2b2a84cc945e8bf99ac77d0c178">
          <title>2.2 Pengaruh Supervisi terhadap Kualitas Layanan</title>
          <p id="_paragraph-151">Supervisi tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kualitas layanan (β = 0.016, p = 0.839). Temuan ini bertolak belakang dengan penelitian [7] yang menyatakan supervisi efektif berperan penting dalam meningkatkan kinerja. Namun, hasil ini dapat dijelaskan oleh karakteristik pekerjaan OTC yang bersifat rutin dan terstandarisasi, sehingga karyawan tidak terlalu bergantung pada pengawasan langsung. Selain itu, kemungkinan adanya kelemahan dalam pelaksanaan supervisi, seperti kurangnya frekuensi atau kualitas umpan balik, juga dapat menjadi penyebab tidak signifikannya pengaruh ini. Hal ini memperkuat logika self-regulation, di mana efektivitas kerja ditentukan oleh kesadaran personal, bukan intensitas pengawasan. Meski tidak signifikan, implikasi kebijakan yang relevan adalah perbaikan sistem supervisi menjadi lebih fungsional, misalnya dengan meningkatkan kualitas umpan balik supervisor secara berkala atau menggunakan sistem pelaporan digital harian berbasis penilaian mandiri. Dengan demikian ketidaksignifikanan supervisi dalam model ini menunjukkan bahwa dalam pekerjaan yang sangat terstandarisasi seperti OTC, efektivitas lebih banyak ditentukan oleh disiplin individu daripada pengawasan langsung.</p>
        </sec>
        <sec id="heading-6cda24500e68de68ab350d3709719a0a">
          <title>2.3 Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kualitas Layanan</title>
          <p id="_paragraph-153">Budaya organisasi berimbas ke kualitas layanan (β = 0.215, p = 0.013). Serupa [9] menemukan budaya organisasi kuat mendorong etos kerja kolaboratif dan berorientasi pada pelanggan. Dalam konteks OTC, budaya organisasi menjunjung nilai-nilai kebersihan, kerjasama tim, dan tanggung jawab kolektif dapat memotivasi karyawan untuk memberikan layanan terbaik. Temuan ini menguatkan pentingnya lingkungan kerja melalui penguatan budaya organisasi. Ketika nilai-nilai tersebut telah terinternalisasi, karyawan cenderung menunjukkan komitmen terhadap kualitas tanpa harus diawasi secara ketat. Implikasi kebijakan yang dapat diterapkan termasuk pelaksanaan program internalisasi nilai budaya melalui pelatihan budaya kerja, team building, dan pelibatan karyawan dalam perumusan nilai perusahaan agar rasa kepemilikan lebih tinggi. Dengan demikian budaya organisasi berperan penting sebagai fondasi nilai yang mendorong komitmen kerja kolektif dan berdampak langsung pada kualitas layanan OTC.</p>
        </sec>
        <sec id="heading-b0b7419de0bf524c55d69e32a68dd125">
          <title>2.4 Pengaruh Simultan dan Kontribusi Variabel</title>
          <p id="_paragraph-155">Hasil uji F mengemukakan 3 variabel bersamaan berimbas signifikan ke kualitas layanan (F = 11.900, p = 0.000). Namun, koefisien determinasi (R² = 0.171) mengindikasikan bahwa hanya 17.1% variasi kualitas layanan yang dapat dijelaskan oleh model ini. Artinya terdapat sisa 82,9% yang dihasut faktor lain tak termasuk studi, misal motivasi karyawan, fasilitas kerja, atau kebijakan perusahaan. Temuan ini menegaskan bahwa meskipun kedisiplinan dan budaya organisasi berperan penting, masih ada ruang untuk mengeksplorasi faktor-faktor tambahan guna meningkatkan kualitas layanan secara lebih komprehensif. Dengan demikian secara simultan, variabel yang diteliti berkontribusi signifikan, namun R² rendah menunjukkan perlunya memperluas cakupan faktor untuk mencapai pemahaman lebih utuh.</p>
        </sec>
        <sec id="heading-08efc0daad41def279e3dbd6c396e5fd">
          <title>2.5 Implikasi Praktis</title>
          <p id="_paragraph-157">Manajemen PT KAI: Disarankan untuk fokus pada peningkatan kedisiplinan melalui pelatihan reguler dan sistem reward-punishment yang jelas.</p>
          <p id="_paragraph-158">Budaya Organisasi: Perlu memperkuat nilai-nilai kebersihan dan pelayanan melalui program internalisasi budaya, seperti workshop atau kegiatan team building.</p>
          <p id="_paragraph-159">Supervisi: Meskipun tidak signifikan, evaluasi ulang mekanisme supervisi perlu dilakukan untuk memastikan bahwa pengawasan memberikan umpan balik yang konstruktif dan mendukung perbaikan berkelanjutan.</p>
          <p id="_paragraph-160">Pekerjaan On Train Cleaning (OTC) pada dasarnya memiliki karakteristik yang bersifat rutin, terstandarisasi, dan dilakukan secara berulang setiap hari. Petugas OTC umumnya telah memahami tugas dan tanggung jawabnya dengan baik berdasarkan prosedur operasional yang berlaku, sehingga pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan tanpa harus selalu berada di bawah pengawasan langsung. Dalam konteks ini, disiplin pribadi menjadi faktor yang lebih menentukan terhadap hasil pekerjaan dibandingkan dengan supervisi. Hal ini tercermin dari variabel Kedisiplinan berimbas signifikan ke kualitas layanan, sedangkan variabel Supervisi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuanya mengemukakan keberhasilan pelaksanaan tugas OTC lebih banyak bergantung pada kesadaran individu dalam menjalankan perannya secara konsisten sesuai standar kerja yang telah ditetapkan.</p>
          <p id="_paragraph-161">Penelitian ini mengonfirmasi bahwa kedisiplinan dan budaya organisasi merupakan faktor kritis dalam meningkatkan kualitas layanan OTC, sementara supervisi belum menunjukkan peran yang signifikan. Temuan ini memberikan dasar bagi PT KAI untuk dirancangnya strategi peningkatan kualitas layanan terfokus dan efektif.</p>
        </sec>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-3f7c732e336266602850e76596e994b8">
      <title>
        <bold id="bold-41418b1025cbee299d92d8f2130bdd8a">Simpulan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-163">Studi ini mengkaji pengaruh kedisiplinan, supervisi, dan budaya organisasi terhadap kualitas layanan On Train Cleaning (OTC) di PT KAI (Persero) Daop IV Semarang menggunakan pendekatan regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa kedisiplinan dan budaya organisasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas layanan, sedangkan supervisi tidak menunjukkan pengaruh signifikan dalam model ini. Secara simultan, ketiga variabel menjelaskan 17,1% variasi dalam kualitas layanan, yang berarti masih terdapat 82,9% faktor lain yang berpotensi memengaruhi kualitas layanan namun belum tercakup dalam penelitian ini.</p>
      <p id="_paragraph-164">Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa:</p>
      <p id="_paragraph-165">Rumusan masalah pertama, mengenai pengaruh kedisiplinan terhadap kualitas layanan, terjawab dengan adanya hubungan positif signifikan, yang menandakan bahwa peningkatan kedisiplinan karyawan secara langsung berdampak pada meningkatnya kualitas layanan OTC.</p>
      <p id="_paragraph-166">Rumusan masalah kedua, mengenai pengaruh supervisi, tidak terkonfirmasi secara statistik. Temuan ini merefleksikan bahwa sifat pekerjaan OTC yang rutin dan terstandarisasi menjadikan pengawasan langsung tidak terlalu menentukan hasil kerja.</p>
      <p id="_paragraph-167">Rumusan masalah ketiga, tentang budaya organisasi, terjawab dengan pengaruh positif signifikan. Lingkungan kerja yang menjunjung nilai kebersihan, kerja sama, dan tanggung jawab kolektif terbukti meningkatkan layanan secara nyata.</p>
      <p id="_paragraph-168">Rumusan masalah keempat, mengenai pengaruh ketiga variabel secara simultan, menunjukkan bahwa ketiganya berkontribusi signifikan terhadap kualitas layanan, meskipun kontribusinya masih terbatas pada 17,1%.</p>
      <p id="_paragraph-169">Temuan ini menandakan bahwa investasi terbesar sebaiknya dialokasikan pada program pembinaan disiplin dan internalisasi budaya, bukan pada intensifikasi supervisi. Program seperti pelatihan kedisiplinan, reward berbasis ketepatan waktu pembersihan, serta workshop budaya organisasi dapat menjadi langkah konkret yang langsung menyasar area yang terbukti signifikan. Sementara itu, efektivitas supervisi perlu dievaluasi ulang agar lebih adaptif terhadap karakter pekerjaan OTC.</p>
      <p id="_paragraph-170">Adapun keterbatasan studi ini terletak pada cakupan sampel yang terbatas pada satu daerah operasi, serta penggunaan data cross-sectional yang hanya menangkap kondisi pada satu titik waktu. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan ke beberapa Daop PT KAI guna meningkatkan generalisasi hasil. Selain itu, penggunaan pendekatan longitudinal penting untuk memahami perubahan kualitas layanan secara dinamis. Penambahan variabel lain, seperti motivasi kerja, fasilitas, sistem insentif, atau gaya kepemimpinan, juga dapat memperkaya pemahaman terhadap determinan kualitas layanan secara lebih komprehensif.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-68d461d7251c601872359dddf35c5546">
      <title>Ucapan Terima Kasih</title>
      <p id="_paragraph-172">Penulis berterimakasih ke Bapak Suwandi, M.B.A., CRGP dan Ibu Ira Maya Hapsari, S.E., M.Si. dosen pembimbing atas bimbingan, masukan berharga, serta kesabaran selama proses penelitian, PT KAI (Persero) Daop IV Semarang beserta seluruh karyawan On Train Cleaning (OTC) yang andil responden, orang tua dan keluarga atas doa, dukungan moral, motivasi yang tak ternilai, sahabat atas diskusi produktif, semangat, dan kebersamaan selama penyusunan penelitian, dan semua pihak yang turut berkontribusi pada penyelesaian penelitian ini.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>