<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Positive Zakat, Firm Size and Negative Leverage on BUS Performance</article-title>
        <subtitle>Zakat Positif, Firm Size dan Leverage Negatif terhadap Kinerja BUS</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-26300ffa6ab6a3397659a37923482e87" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Hamid</surname>
            <given-names>Siti Nur Cholisa</given-names>
          </name>
          <email>sitinur@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-a1d697d170aa8b59c028164e09cc0685" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Muis</surname>
            <given-names>Lidya Shery</given-names>
          </name>
          <email>lidyasherymuis@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2024-10-25">
          <day>25</day>
          <month>10</month>
          <year>2024</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-3cf4074060cd67f8437999d9e6829157">
      <title>
        <bold id="bold-4f0800edcba70c5f91ba9f6b305dd9c7">Pendahuluan</bold>
      </title>
      <sec id="heading-a02a830a42d7b558498cf9d453401d80">
        <title>Latar Belakang Umum</title>
        <p id="_paragraph-5">Pada realitas bahwa mayoritas penduduk Indonesia memeluk agama Islam, terbentang peluang masif bagi pertumbuhan dan perluasan industri perbankan yang berlandaskan nilai-nilai syariah. Kehadiran bank-bank syariah bukan sekadar alternatif sistem keuangan, melainkan manifestasi konkret dari semangat masyarakat yang menginginkan aktivitas ekonomi berjalan seiring dengan tuntunan agama. UU No 21 Tahun 2008 mengatur bahwa semua usaha perbankan syariah harus mematuhi prinsip hukum Islam, termasuk larangan riba, gharar, dan maisir, serta menerapkan akad yang adil. Perbankan syariah di Indonesia mempunyai legitimasi sosial yang kuat dan kerangka hukum kokoh untuk berkembang sebagai pilar utama dalam ekosistem ekonomi beretika dan berkeadilan [1]. Bank syariah hadir bukan hanya institusi yang berorientasi pada perolehan laba finansial semata melainkan entitas yang mengemban misi sosial yang mendalam dalam setiap lini operasionalnya. Dinamika bisnisnya mencerminkan komitmen kuat untuk menyelaraskan keuntungan ekonomi melalui penyaluran dana kebajikan, seperti qard al-hasan, zakat, infaq, dan sadaqah untuk ketahanan ekonomi umat. Pendekatan ini menunjukkan bahwa bank syariah berfungsi tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga sebagai pilar solidaritas dan pemberdayaan masyarakat untuk kesejahteraan inklusif dan berkelanjutan [2].</p>
        <p id="_paragraph-6">Selain itu bank syariah memperlihatkan inovasi dalam sistem pembiayaan dengan mengusung model kemitraan yang adil dan transparan melalui akad mudharabah dan musyarakah. Metode ini menjalin hubungan antara pemilik dana dan pengelola usaha berdasarkan prinsip berbagi risiko dan keuntungan, menciptakan ekosistem ekonomi berimbang. Dengan fondasi ini, bank syariah bertransformasi menjadi motor penggerak sosial-ekonomi yang membangun masa depan harmonis dan kompetitif.</p>
        <fig id="figure-panel-6b96d737eceb4d9f8578ea5152813c48">
          <label>Figure 1</label>
          <caption>
            <title>Perkembangan Perbankan Syariah di Indonesia</title>
            <p id="paragraph-c0e5afcf4b7a761c32a0ae28842940ec" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-6349715d461c9e987e32f52f0a000ea5" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="GAMBAR 1 11706.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-8">Sumber: Diolah Peneliti (2025)</p>
        <p id="_paragraph-9">Perjalanan perbankan syariah Indonesia dalam rentang waktu 2019 hingga 2024 menggambarkan kisah perubahan penuh dinamika di mana jumlah institusi bank mengalami stagnasi. Angka 14 di awal periode kemudian mengalami penurunan signifikan menjadi 12 pada tahun 2021. Sebelum bangkit kembali mencapai 13 pada tahun 2022 dan 2023 serta akhirnya kembali ke posisi semula di tahun 2024. Sementara itu jaringan kantor juga mengikuti pola naik turun dengan lonjakan dari 1.919 unit pada 2019 ke puncak 2.035 unit pada 2021. Kemudian mengalami penurunan ke 1.967 unit pada 2023 dan kembali sedikit meningkat menjadi 1.987 unit pada 2024. Pergerakan ini mencerminkan kemampuan perbankan syariah merespons perubahan pasar, menyesuaikan strategi, dan memperluas layanan untuk tetap kompetitif dalam ekosistem ekonomi yang dinamis.</p>
        <p id="_paragraph-10">Kinerja perbankan syariah dapat dianalisis melalui laporan keuangan dengan menyoroti indikator profitabilitas yang mencerminkan kemampuan bank menghasilkan keuntungan dari aktivitas operasional. Indikator ini merefleksikan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sumber daya, menciptakan nilai tambah yang berdampak pada pertumbuhan bisnis dan keberlanjutan ekonomi jangka panjang. Pendekatan ini memberikan gambaran komprehensif bagi stakeholder untuk merumuskan strategi pengembangan yang lebih tepat sasaran dan berbasis data objektif [3].</p>
        <p id="_paragraph-11">Indikator utama untuk mengukur kinerja perbankan syariah yakni Return on Assets (ROA), yang menunjukkan efisiensi pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih setelah pajak. Nilai ROA yang tinggi mencerminkan kemampuan bank mengelola aset secara efektif, mengubah sumber daya menjadi keuntungan nyata yang memberikan nilai tambah bagi institusi dan pemangku kepentingan. Sebaliknya, ROA rendah menunjukkan bahwa aset bank belum dimanfaatkan secara maksimal, sehingga potensi keuntungan belum tergali secara optimal oleh manajemen. Perbaikan strategi pengelolaan aset diperlukan untuk meningkatkan ROA, memastikan bank syariah tumbuh harmonis dalam bingkai nilai-nilai luhur yang menjadi dasar operasionalnya. [4].</p>
        <fig id="figure-panel-5ddf1d8ad5348bd183d6b36cf8845c1c">
          <label>Figure 2</label>
          <caption>
            <title>Data Statistik Kinerja BUS di Indonesia</title>
            <p id="paragraph-3a27be5da49f92a88ce6af6f43f0b380" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-a2e836b23a7937b180300f4b409767fb" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="GAMBAR 2 11706.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-13">Sumber: Diolah Peneliti (2025)</p>
        <p id="_paragraph-14">Kinerja BUS di Indonesia dalam rentang waktu 2019 hingga 2024 tercermin melalui fluktuasi. Rasio ROA yang mengalami penurunan dari 1,73 % di 2019 jadi 1,40 % di 2020. Mengalami kenaikan bertahap menjadi 1,55 % di 2021. Kemudian melonjak ke angka 2,00 % pada 2022 meskipun sempat turun tipis ke 2,05 % di 2023 namun kembali menanjak menjadi 2,07% pada 2024. Pergerakan angka ini menunjukkan konsistensi bank syariah dalam mengelola aset, mencapai efisiensi lebih tinggi, dan menciptakan nilai tambah untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan..</p>
        <p id="_paragraph-15">Zakat perbankan berperan vital dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap bank syariah, sebagai simbol komitmen moral dan tanggung jawab sosial lembaga keuangan Islam. Keberadaan zakat mengokohkan posisi bank syariah, melampaui orientasi keuntungan, dan menempatkan nilai kemanusiaan serta pemberdayaan umat sebagai fondasi utama [5]. Meski sudah dijabarkan di UU No 23 Tahun 2011 Pasal 23 ayat 2 soal insentif pajak atas zakat amun, implementasi insentif pajak atas zakat masih jauh dari optimal, terutama terkait kasus korupsi yang diangkat oleh detik.com merusak reputasi lembaga zakat dan bank syariah. Pengelolaan dana yang belum maksimal menunjukkan perlunya evaluasi dan inovasi agar bank syariah dapat memperkuat peran sosial dan meningkatkan kinerja secara signifikan [6].</p>
        <p id="_paragraph-16">Pembayaran zakat menurut teori sinyal berfungsi sebagai petunjuk perbedaan kualitas antara perusahaan yang melaksanakan kewajiban ini dan yang tidak. Zakat yang dikelola dan disalurkan dengan baik akan menciptakan citra positif di masyarakat, sehingga meningkatkan dukungan publik terhadap perusahaan tersebut. Oleh karena itu, perusahaan yang menunaikan zakat dapat dianggap integritas informasi dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip Islam, menjadikannya lebih unggul dibandingkan pesaingnya. Selain itu, perusahaan yang membayar zakat juga menunjukkan komitmen terhadap transparansi dalam semua kegiatan operasionalnya [7]</p>
        <p id="_paragraph-17">ICSR memberikan dampak signifikan terhadap kinerja bank syariah, mencerminkan tanggung jawab sosial dan spiritual terhadap seluruh stakeholder dan masyarakat luas. Implementasi ICSR menegaskan fokus bank syariah pada nilai etika, keadilan, dan kepedulian, meningkatkan kepercayaan pelanggan dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan [8]. Penerapan ICSR yang optimal memperkokoh hubungan harmonis dengan regulator, membuka ruang dialog konstruktif, dan meminimalkan risiko hukum serta kerusakan reputasi. Langkah ini menjaga stabilitas keuangan bank syariah, memungkinkan pertumbuhan dan inovasi, serta menempatkan kepatuhan regulasi sebagai pilar utama dalam menghadapi dinamika pasar [5].</p>
        <p id="_paragraph-18">Konsep Sharia Enterprise Theory menekankan bahwa Allah Pemilik Utama dan Pencipta dari semua sumber daya yang ada di dunia. Allah berperan sebagai sumber utama amanah yang dikuasai oleh pemangku kepentingan, yang mempunyai tanggung jawab dalam penggunaannya. Penggunaan sumber daya harus sesuai dengan ketentuan dan tujuan yang ditentukan oleh Sang Pemberi Amanah, tercermin dalam akuntabilitas akuntansi syariah. Teori ini selaras dengan "metafora zakat," menggambarkan keseimbangan antara kepentingan pribadi dan kepedulian terhadap orang lain serta aspek materi dan spiritual. Teori perusahaan syariah menunjukkan kepedulian terhadap pemangku kepentingan, yaitu Allah, manusia, dan alam, mencerminkan akuntabilitas manusia sebagai wakil Allah di bumi [9].</p>
        <p id="_paragraph-19">Frekuensi rapat DPS menjadi indikator efektivitas pengawasan kepatuhan syariah, memastikan operasional bank selaras dengan nilai-nilai syariah dan menghadirkan layanan keuangan yang etis [10]. Selaras PBI No. 11/33/PBI/2009 Pasal 14, rapat DPS wajib dilaksanakan minimal 2 bulan sekali dan didatangi oleh 2/3 anggota direksi. Semakin sering rapat dilakukan, maka efektivitas pengawasan akan semakin meningkat [11].</p>
        <p id="_paragraph-20">Firm size berperan penting dalam memengaruhi kinerja keuangan, karena perusahaan besar punya sumber daya yang kuat, stabil, dan menarik bagi investor mencari keamanan dan pertumbuhan [12]. Perusahaan besar lebih mampu memenuhi kewajiban sosial seperti zakat dibanding perusahaan kecil, berkat kapasitas finansial yang lebih besar. Kemampuan ini memungkinkan mereka menjalankan peran sosial dan ekonomi secara efektif, memperkuat reputasi dan keberlanjutan bisnis di pasar kompetitif [13].</p>
        <p id="_paragraph-21">Penggunaan leverage mendorong perusahaan menunjukkan performa cemerlang, meyakinkan kreditur bahwa mereka mampu memenuhi kewajiban finansial tepat waktu dan bertanggung jawab. Hal ini memperkuat reputasi perusahaan dan membangun kepercayaan kreditur, menciptakan hubungan sinergis yang mendukung stabilitas dan pertumbuhan jangka panjang di pasar yang kompetitif [14].</p>
        <p id="_paragraph-22">Penelitian ini masuk kedalam kategori rumpun manajemen keuangan syariah, dengan berbagai studi terdahulu dikemukakan hasil beragam terkait faktor memengaruhi kinerja Bank Umum Syariah. [14] menemukan bahwa zakat berakibat positif signifikan, RDPS berakibat negatif signifikan, sementara ICSR dan leverage tidak berakibat. [15] menyatakan zakat tidak berpengaruh dan CSR berpengaruh negatif signifikan, sedangkan [16] menyimpulkan rapat DPS tidak berpengaruh. [1] menemukan ICSR berpengaruh positif signifikan, leverage negatif signifikan, dan firm size tidak berpengaruh. Sebaliknya [17] menunjukkan leverage berpengaruh positif signifikan dan firm size negatif signifikan. Perbedaan hasil ini menunjukkan belum ada studi yang secara komprehensif mengeksplorasi perlunya penelitian lanjutan dengan tujuan mengetahui pengaruh zakat perusahaan, ICSR, RDPS, firm size, dan leverage ke kinerja BUS periode 2019-2024.</p>
        <table-wrap id="_table-figure-1">
          <label>Table 1</label>
          <caption>
            <title> Penelitian Terdahulu</title>
            <p id="_paragraph-24" />
          </caption>
          <table id="_table-1">
            <tbody>
              <tr id="table-row-b73aee9dc01e3b5fdfd7d8020067a43c">
                <th id="table-cell-09ae497fb3cad4d0cd3bda9810d525ab">No</th>
                <th id="table-cell-65d081f91827e8fb493ede47137b6cd8">Peneliti</th>
                <th id="table-cell-aed865450a5a12d459380bea7443271c">Judul penelitian</th>
                <th id="table-cell-a7e5e97f71bf39e55aaf3c537f283a2f">Alat Penelitian</th>
                <th id="table-cell-78c45c70699426674a85e4e8d8e601e3">Persamaan</th>
                <th id="table-cell-4631e554fbdb9386ddeb790808d66c80">Perbedaan</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-9355876567294e7619e313b1ad7c4ad6">
                <td id="table-cell-c3ec330e507e47f44afc659c272a3fd3">1.</td>
                <td id="table-cell-76dd88188b62d3e1be32c3a7a794d577">[14]</td>
                <td id="table-cell-140cfe8c457b3aafdb22a9b85f932bc9">Analisis Pelaporan Zakat, ICSR, Dewan Pengawas Syariah dan Leverage dalam Mengungkapkan Kinerja Bank Umum Syariah di Indonesia</td>
                <td id="table-cell-e77f3f80c6249641e73ba380cbc69bb1">Analisis statistik dekriptif, uji asumsi klasik, hipotesis, dan analisis regresi linier berganda</td>
                <td id="table-cell-20b812be34428853c3966c2bb454bef4">Variabel independen dan variabel dependen yang digunakan</td>
                <td id="table-cell-b9658ae5e748cbfbdce9629cb69f2f32">Tahun yang diteliti</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-2929907c1d91d30fe3cd492c5fade4aa">
                <td id="table-cell-92d4a765bc939ca3f69e06e44fcc3416">2.</td>
                <td id="table-cell-5fe5ef6f6350e111ce82cbe3e2030cc1">[15]</td>
                <td id="table-cell-c73d554a8ad6c03da4bb567c067e6fd0">Pengaruh Zakat Perbankan dan Corporate Social Responsibility terhadap Kinerja PT. Bank Muamalat Indonesia</td>
                <td id="table-cell-0bbf927e2e52e9563f6e7be66a35aa87">Analisis statistik dekriptif, uji asumsi klasik, hipotesis, dan analisis regresi linier berganda</td>
                <td id="table-cell-a9d3252e568745f1af4792e9bcd008ff">Variabel independen zakat perbankan</td>
                <td id="table-cell-569e69735287390fc166362538d61d63">Perbankan yang diteliti</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-78e70fcf4e36ed0a739bce1558241d28">
                <td id="table-cell-d76a11daec48d72904a35934f4618898">3.</td>
                <td id="table-cell-6643ea70a739c2d35ade82e37bde0211">[16]</td>
                <td id="table-cell-9ad9de0a0b448b87a2248100f619667c">Pengaruh Karakteristik Dewan Pengawas Syariah (DPS) Terhadap Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah Yang Terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia</td>
                <td id="table-cell-8f78a53141516205920d0db22344acd1">Analisis statistik dekriptif, uji asumsi klasik, hipotesis, dan analisis regresi linier berganda</td>
                <td id="table-cell-aabb84e9ee745882cc53409758843e7d">Variabel independen (RDPS) dan variabel dependen (ROA) yang digunakan</td>
                <td id="table-cell-9d4646d25fcd947ca75ef52e130e3079">Tahun yang diteliti</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-120002fe5606494dcbf71c2603be4429">
                <td id="table-cell-576de45184627466f5f7ad99c87df5b8">4.</td>
                <td id="table-cell-52a601fee83b4e04fc7f8d746d4c1b22">[1]</td>
                <td id="table-cell-10e236d3efc37dae1d40f735f2e16aff">Peran Islamic Corporate Social Responsibility Dalam Memediasi Pengaruh Ukuran Perusahaan, Leverage , Likuiditas, dan Kecukupan Modal Terhadap Kinerja Keuangan</td>
                <td id="table-cell-05c8650694e2945af5a448cffdbe4f9e">Analisis statistik dekriptif dan analisis regresi linier berganda</td>
                <td id="table-cell-b9e32b9b5f9b4c0accd882c5c9e49458">Variabel independen ukuran perusahaan dan leverage </td>
                <td id="table-cell-19622a1f255597ed3ed56d6d3d6ba150">Penggunaan variabel moderasi</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-1461344bcbbd26f95f641302bff8b04c">
                <td id="table-cell-71532962b59546147b590741f5ecdf90">5.</td>
                <td id="table-cell-82074353ebde13507511d696e752d74a">[17]</td>
                <td id="table-cell-ad423ba5ef12330be0805836b16e2eb4">Pengaruh Financial Leverage dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah Periode 2018-2022</td>
                <td id="table-cell-7fa6a2cbd1ded9fcb275a3248d828563">Analisis statistik dekriptif, uji asumsi klasik, hipotesis, dan analisis regresi linier berganda</td>
                <td id="table-cell-c48c0ead5526e320934841f522bffb05">Variabel independen dan variabel dependen (ROA) yang digunakan</td>
                <td id="table-cell-56b946ec6888adedd3901e70a1ad4283">Tahun yang diteliti</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-25">Sumber: Diolah Peneliti (2025)</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-35cea12a39b5b9a5a4deeeed7e7e2032">
      <title>
        <bold id="bold-29171bb18f9970d29656f82c9513f958">Metode</bold>
      </title>
      <sec id="heading-80e31444b84e8e7879260d35a952ccfa">
        <title>A. Gambaran Umum Objek Penleitian</title>
        <p id="_paragraph-27">Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan sampel Bank Umum Syariah 2019–2024 yang dipilih secara purposif karena sesuai konteks fenomena yang dikaji [18]. Sampelnya yakni 10 BUS di OJK tahun 2019-2024.</p>
        <p id="_paragraph-28">Pemilihan sampel mempertimbangkan kriteria yakni:</p>
        <p id="_paragraph-29">1. Bank Umum Syariah di Otoritas Jasa Keuangan periode 2019-2024.</p>
        <p id="_paragraph-30">2. Bank Umum Syariah yang menerbitkan dan mempublikasikan laporan keuangan (annual report) secara konseisten periode 2019-2024.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-1ca1c9f411eb0378962222350e4d4847">
        <title>B. Metode Pegumpulan Data</title>
        <p id="_paragraph-31">Sumber data ini asalnya data sekunder yang diambil langsung dari situs resmi www.ojk.co.id serta laman resmi bank syariah di Indonesia mencakup laporan keuangan tahunan atau annual report yang dipublikasikan oleh BUS selama rentang waktu tahun 2019 hingga 2024. Dengan cara akses situs resmi bank, cari menu "Laporan Tahunan" atau "Annual Report", pilih tahun yang diinginkan, unduh file pdf, lalu simpan dalam folder terorganisir berdasarkan nama bank dan tahun. Sehingga data yang digunakan bersifat valid dan komprehensif memungkinkan analisis mendalam terhadap kinerja industri perbankan syariah, memberikan gambaran jelas tentang tren dan pola operasional di pasar.</p>
        <p id="_paragraph-32">Karena penelitian ini bersifat kuantitatif dan menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan yang diperoleh dari website resmi masing-masing Bank Umum Syariah serta publikasi OJK, maka uji validitas dan reliabilitas tidak dilakukan. Hal ini disebabkan karena data tersebut telah melalui proses audit, disusun berdasarkan standar akuntansi, serta dipublikasikan oleh lembaga yang kredibel, sehingga secara institusional dianggap telah valid dan reliabel. Selaras pada [18] menyatakan uji validitas dan reliabilitas digunakan untuk menguji instrumen penelitian, terutama instrumen pengumpulan data primer seperti angket atau kuesioner. Sebagai gantinya, penelitian ini menggunakan uji asumsi klasik seperti uji normalitas, multikolinearitas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas untuk memastikan kelayakan model regresi.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-977c0926685a9b289d4109a42a0d81b4">
        <title>C. Teknik Analisis Data</title>
        <p id="_paragraph-33">Penelitian ini menggunakan alat uji Statistical Package for Social Science (SPSS) versi 25. Metode analisis yang digunkan yakni analisis regresi linear berganda karena dapat memperhitungkan banyak variabel independen, memberikan pemahaman komprehensif tentang faktor-faktor yang mempengaruhi variabel dependen. Model ini meningkatkan akurasi prediksi dibandingkan regresi linear sederhana dan memungkinkan analisis hubungan kompleks antar variabel. Selain itu, analisis ini juga memfasilitasi pengujian hipotesis mengenai pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan. Dalam kerangka analisis ini, penggunaan transformasi log-log diterapkan untuk mengatasi masalah data tidak normal dan varians tidak stabil. Pendekatan ini memungkinkan interpretasi koefisien sebagai elastisitas sehingga hubungan ekonomis antar variabel dapat dipahami lebih mendalam. Kerangka analisis ini memberikan hasil yang lebih akurat dalam mengukur pengaruh berbagai faktor terhadap kinerja perbankan syariah [19].</p>
      </sec>
      <sec id="heading-d22cb3502ce15efb29ba6d6f49595944">
        <title>D. Variabel Dependen</title>
        <p id="_paragraph-34">Kinerja BUS diukur pakai rasio ROA, yaitu rasio profitabilitas yang mencerminkan kapabilitas perusahaan dimanfaatkannya seluruh asetnya menghasilkan laba setelah pajak [4].</p>
        <p id="paragraph-404a05004ec748cdcc4b6bc07dc6ae39">
          <inline-formula id="inline-formula-37d9a13ec48e82afe4a74551170e6053" content-type="math/tex">
            <tex-math><![CDATA[ROA=(Laba Bersih)/(Total Aset)×100%]]></tex-math>
          </inline-formula>
        </p>
      </sec>
      <sec id="heading-6dc275063bd3a7208e8f0f9c9255f5ec">
        <title>E. Variabel Independen</title>
        <p id="_paragraph-36">Variabel zakat diukur sesuai jumlah zakat yang dibayar oleh perusahaan yang tercantum dalam laporan laba rugi, dengan zakat dihitung sebesar 2,5% [2].</p>
        <p id="_paragraph-37">Zakat Perbankan=2,5%×laba sebelum pajak</p>
        <p id="_paragraph-38">Variabel ICSR diukur pakai indeks ISR dari AAOIFI sebagai standar pelaporan sosial entitas syariah [20].</p>
        <p id="_paragraph-39">
          <inline-formula id="inline-formula-82ce5592c283b405964b15a797e81e29" content-type="math/tex">
            <tex-math><![CDATA[ICSR=(item yang diungkapkan)/(jumlah total item pengungkapan)]]></tex-math>
          </inline-formula>
        </p>
        <p id="_paragraph-40">Sesuai PBI 11/33/2009, rapat DPS wajib digelar dua bulan sekali dengan kehadiran minimal 2/3 anggota direksi.</p>
        <p id="_paragraph-41">
          <inline-formula id="inline-formula-69e29844ab0312d2a4fca85845aac500" content-type="math/tex">
            <tex-math><![CDATA[RDPS=∑jumlah Rapat DPS]]></tex-math>
          </inline-formula>
        </p>
        <p id="_paragraph-42">Firm size ialah cara untuk menilai seberapa besar atau kecil suatu perusahaan, yang dihitung dengan logaritma natural dari total asset [21].</p>
        <p id="_paragraph-43">
          <inline-formula id="inline-formula-003a38de16d81623bc49565763da87f0" content-type="math/tex">
            <tex-math><![CDATA[Firm Size=Ln (total aset)]]></tex-math>
          </inline-formula>
        </p>
        <p id="_paragraph-44">Leverage mengukur proporsi aset yang dibiayai utang, menunjukkan sejauh mana perusahaan memanfaatkan dana eksternal untuk operasional dan ekspansi bisnis. Leverage tinggi menandakan ketergantungan pada pinjaman, sedangkan leverage rendah mencerminkan penggunaan modal sendiri untuk menjaga keseimbangan risiko dan pertumbuhan [22].</p>
        <p id="_paragraph-45">
          <inline-formula id="inline-formula-dc3e0dc1a1a3a6b4177f019caf6f055f" content-type="math/tex">
            <tex-math><![CDATA[DER=(Total Utang)/(Total Ekuitas)×100%]]></tex-math>
          </inline-formula>
        </p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-56ca23b655c3bf86e8c939a40fbd3cdd">
      <title>
        <bold id="bold-23b433c774d454208c89270541ee4335">Hasil dan Pembahasan</bold>
      </title>
      <sec id="heading-7d24a172a8942cb2108b36b7f5d77574">
        <title>A. Hasil</title>
        <p id="_paragraph-47">Statistik deskriptif merangkum data variabel Zakat, ICSR, RDPS, FS, LV, dan ROA lewat mean, maksimum, dan deviasi standar dari sampel BUS, berikut hasinya:</p>
        <fig id="figure-panel-f3dd983ace49b3c46cac03d52648daf6">
          <label>Figure 3</label>
          <caption>
            <title> Hasil Uji Analisis Statistik Deskriptif</title>
            <p id="paragraph-5680b74366778e000a35eb391f030dc3" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-14b0b8d240311ec08e717ffa3dd11b83" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="TABEL 2 11706.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-49">Sumber: Diolah Peneliti Menggunakan SPSS 25 (2025)</p>
        <p id="_paragraph-50">Berikut Visualisasi statistik deskriptif dilakukan dengan menggunakan dua grafik batang, yaitu grafik rata-rata (mean) dan grafik standar deviasi dari masing-masing variabel.</p>
        <fig id="figure-panel-774870c1d9897f37b6e93b384c50265d">
          <label>Figure 4</label>
          <caption>
            <title>Grafik Hasil Uji Statistik Deskripti (Mean)</title>
            <p id="paragraph-98c2ffe379bd77a9c8f5e70ab9250108" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-18da7fbde7e0d8f8581dac84b23dd1a1" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="GAMBAR 3 11706.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-52">Sumber: Diolah Peneliti Menggunakan SPSS 25 (2025)</p>
        <p id="_paragraph-53">Selaras gambar 3 (Mean), variabel FS mempunyai nilai rata-rata tertinggi dibandingkan variabel lainnya, diikuti oleh Zakat dan ROA. Sebaliknya, variabel ICSR dan LV menunjukkan nilai rata-rata yang lebih rendah.</p>
        <fig id="figure-panel-e3776610513a608c65e2537fee3656f2">
          <label>Figure 5</label>
          <caption>
            <title>Grafik Hasil Uji Statistik Deskripti (Std Deviasi)</title>
            <p id="paragraph-db7ad1a88c1bd3d39033b2454552c500" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-9082968deba78b69d3075a7522f6de26" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="gambar 4 11706.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-55">Sumber: Diolah Peneliti Menggunakan SPSS 25 (2025)</p>
        <p id="_paragraph-56">Sementara itu, gambar 4 menunjukkan nilai standar deviasi sebagai indikator sebaran data. Variabel ROA dan Zakat mempunyai standar deviasi yang paling tinggi, yang mengindikasikan bahwa data kedua variabel tersebut mengalami keragaman nilai yang besar antar observasi. Sebaliknya, variabel ICSR mempunyai standar deviasi yang paling rendah, menandakan bahwa data variabel tersebut cenderung stabil.</p>
        <p id="_paragraph-57">Analisis berikut guna diketahuinya ada tidaknya pengaruh antara variabel independen:</p>
        <fig id="figure-panel-5c26896df447af6aa82052a2a191d051">
          <label>Figure 6</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Regesi Linear Berganda Setelah Transformasi LOG</title>
            <p id="paragraph-5c2fcdb2cc781114b5f0e27236b8c8a1" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-f19c85f67a364c74c68a310b7510d2eb" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="tabel 3 11706.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-59">Sumber: Diolah Peneliti Menggunakan SPSS 25 (2025)</p>
        <p id="_paragraph-60">Dari tabel di atas, didapati persamaan linear sebagai berikut:</p>
        <p id="paragraph-fd87ec3e56b8b003c462ba4ee5405a3b">
          <inline-formula id="inline-formula-c3bfe549ec93c148d8027c199d58a5fd" content-type="math/tex">
            <tex-math><![CDATA[Y = 8.313 + 5.727 X1 + 0,396 X2 + 0,065 X3 – 11,482 X4 – 0,615 X5 + e.]]></tex-math>
          </inline-formula>
        </p>
        <p id="paragraph-9e93333c46de7fbf819705d7010a6fdf" />
        <fig id="figure-panel-88dd7cd3231755d0fb18222aa36a515e">
          <label>Figure 7</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Normalitas Setelah Transformasi LOG</title>
            <p id="paragraph-2c3421f3f2aca4abdc2d891b9e20ec50" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-abdaaf9311f31964560f3682acde0e9c" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="tabel 4 11706.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-63">Sumber: Diolah Peneliti Menggunakan SPSS 25 (2025)</p>
        <p id="_paragraph-64">Tabel itu mengemukakan Nilai sig 0,192 &gt; 0,05 tandanya data berdistribusi normal.</p>
        <fig id="figure-panel-c06c934cdaae9d4c2739400236db30b8">
          <label>Figure 8</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Normal P-P P</title>
            <p id="paragraph-e975ff28469995e5130b401cf89d6142" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-51f2ce2c5cc5190ee136f08497c993a4" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="gambar 3 2.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-66">Sumber: Diolah Peneliti Menggunakan SPSS 25 (2025)</p>
        <p id="_paragraph-67">Pada Normal P-P Plot, titik-titik residual tersebar mengikuti garis diagonal, yang menunjukkan bahwa residual cenderung mengikuti distribusi normal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas terpenuhi.</p>
        <fig id="figure-panel-8d3e722a3c2e24716fe690f6ea964d61">
          <label>Figure 9</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Multikolinearitas Setelah Transformasi LOG</title>
            <p id="paragraph-a9ed9730195185c187a687ff10d16a99" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-8fb16be42d4753078877f7f3a1898b66" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="tabel 4 2.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-69">Sumber: Diolah Peneliti Menggunakan SPSS 25</p>
        <p id="_paragraph-70">Tabel tersebut menunjukkan bahwa variabel Zakat Perusahaan mempunyai Tolerance &lt; 1 yaitu 0,340, Islamic Corporate Social Responsibility &lt; 1 yaitu 0,864, Rapat Dewan Pengawas Syariah &lt; 1 yaitu 0,765, Firm Size &lt; 1 yaitu 0,337, dan Leverage &lt; 1 yaitu 0,639. Kesimpulannya tiada multikolinearitas variabel bebas dipersamaan regresi.</p>
        <fig id="figure-panel-5ec61d77d757983f59fd1bd84d77834b">
          <label>Figure 10</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Heterokedastisitas Setelah Transformasi LOG</title>
            <p id="paragraph-685474895e2aa024f9894a55372493da" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-8f207ddf7bc350b761a811a5161a993c" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="gambar 4 2.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-72">Sumber: Diolah Peneliti Menggunakan SPSS 25 (2025)</p>
        <p id="_paragraph-73">Sebaran titik acak di sekitar nol menandakan tak ada gejala heteroskedastisitas.</p>
        <fig id="figure-panel-83c7f7e4efc3711f1370be7512132d22">
          <label>Figure 11</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Autokorelasi Setelah Transformasi LOG</title>
            <p id="paragraph-adda0e9e22454abc76459b7f8dd54bfe" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-0b55fc272269690d760d6780a7732115" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="gambar 5.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-75">Sumber: Diolah Peneliti Menggunakan SPSS 25 (2025)</p>
        <p id="_paragraph-76">Syarat tidak terjadinya gejala autokorelasi = DU&lt;DW&lt;4-DU. Diketahui N = 60 dan K (variabel independen) = 5</p>
        <p id="_paragraph-77">Nilai DL : 1.4083</p>
        <p id="_paragraph-78">Nilai DU : 1.7671</p>
        <p id="_paragraph-79">Nilai 4-DU: 2.2329</p>
        <p id="_paragraph-80">Nilai DW: 2,564</p>
        <p id="_paragraph-81">Sehingga perbandingan nilainya: 1,7671 &lt; 2,564 &gt; 2,2329 (DW &gt; 4 – DU)</p>
        <p id="_paragraph-82">Maka, Nilai DW mendekati 2, jadi model bebas autokorelasi meski di luar batas formal.</p>
        <fig id="figure-panel-ae604f1321e87921c4453b1a35c75346">
          <label>Figure 12</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji t (parsial) Setelah Transformasi LOG</title>
            <p id="paragraph-4a1ce04f280ff20f8f2c1db5657a6a30" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-bb819434e87f2efc680004657ab92a2b" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="tabel 6.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-84">Sumber: Diolah Peneliti Menggunakan SPSS 25 (2025)</p>
        <p id="_paragraph-85">Dikatakan berpengaruh apabila nilai signifikan &lt; 0,05</p>
        <p id="_paragraph-86">1. Variabel zakat nilai koefisien regresi 5.727, dengan tingkat signifikan 0,000 &lt; 0,05 jadi variabel zakat berakibat positif terhadap kinerja BUS.</p>
        <p id="_paragraph-87">2. Variabel ICSR nilai koefisien regresi 0, 396, dengan tingkan signifikan 0,421 &gt; 0,05 jadi variabel ICSR tidak berakibat terhadap kinerja BUS.</p>
        <p id="_paragraph-88">3. Variabel RDPS nilai koefisien regresi 0,065, dengan tingkan signifikan 0,287 &gt; 0,05 jadi variabel RDPS tidak berakibat terhadap kinerja BUS.</p>
        <p id="_paragraph-89">4. Variabel firm size nilai koefisien regresi -11.482, dengan tingkat signifikan 0,000 &lt; 0,05 jadi verage nilai koefisien regresi -0,615, dengan tingkan signifikan 0,000 &gt; 0,05 jadi variabel leverage berakibat negatif terhadap kinerja BUS.</p>
        <fig id="figure-panel-719a563639d48ad02661c17778cf1191">
          <label>Figure 13</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji F (simultan) Setelah Transformasi LOG</title>
            <p id="paragraph-913f0c40a2fb09e1dde18bf90480141e" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-4411d4a151b1c9a3f265fffd4e75adb7" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="tabel 7.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-91">Sumber: Diolah Peneliti Menggunakan SPSS 25 (2025)</p>
        <p id="_paragraph-92">(k-1;n-k = 6-1; 60-6 = 5,54)</p>
        <p id="_paragraph-93">Dari tabel tersebut diperoleh Fhitung 101.391 dan nilai signifikan sebesar 0,000. Nilai Fhitung (101.391) &gt; Ftabel (2,386) dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Zakat Perusahaan, ICSR, RDPS, Firm Size dan Leverage bersamaan berdampak terhadap kinerja BUS.</p>
        <fig id="figure-panel-13ce91bf860a543780fc282cdfcb92dc">
          <label>Figure 14</label>
          <caption>
            <title>Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) Setelah Transformasi LOG</title>
            <p id="paragraph-6f194dfba7c680052f17b0e256da2243" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-87dfac9b435923cace6305aecb334438" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="tabel 8.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-95">Sumber: Diolah oleh Peneliti Menggunakan SPSS 25</p>
        <p id="_paragraph-96">Serupa hasilnya, koefisien adjusted R² 90.1% menandakan Zakat, ICSR, RDPS, Firm Size, dan Leverage kuat memengaruhi kinerja BUS.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-415a4a15ea109f35ef3af78193d2706c">
        <title>B. Pembahasan</title>
        <p id="_paragraph-98">Zakat Perusahaan terbukti memberikan dorongan positif signifikan terhadap kinerja BUS selama periode 2019 hingga 2024 di mana temuan ini mengonfirmasi hipotesis pertama sekaligus selaras [23] yang menyatakan bahwa penyaluran zakat yang dilakukan secara terukur, transparan, dan akuntabel mampu menumbuhkan kepercayaan publik secara mendalam, memperkokoh reputasi bank sebagai lembaga keuangan yang berintegritas, serta memacu loyalitas nasabah yang berdampak langsung pada peningkatan simpanan dan investasi. Dalam kerangka sharia enterprise theory, zakat dipandang sebagai bentuk tanggung jawab spiritual dan sosial kepada seluruh pemangku kepentingan. Sedangkan menurut signal theory, zakat menjadi sinyal positif mengenai integritas dan orientasi keberlanjutan lembaga keuangan syariah. Mekanisme kausal dapat dijelaskan sebagai berikut: penyaluran zakat meningkatkan reputasi dan kepercayaan publik, yang kemudian mendorong loyalitas nasabah dan berujung pada peningkatan aset dan investasi. Implikasi manajerial dari temuan ini bahwa zakat perlu dikelola secara strategis dan dipublikasikan secara aktif sebagai wujud komitmen terhadap prinsip syariah dan keberlanjutan.</p>
        <p id="_paragraph-99">ICSR ternyata tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kinerja BUS pada periode 2019 hingga 2024 sehingga hipotesis kedua harus ditolak yang mana hasil ini selaras [14] yang menyatakan bahwa informasi dalam laporan ICSR tidak punya keterkaitan kuat dengan aktivitas perolehan laba atas aset. Dalam perspektif signal theory, ICSR yang tidak disampaikan secara efektif tidak mampu memberikan sinyal nilai tambah kepada pemangku kepentingan. Sedangkan dalam Sharia Enterprise Theory, ICSR seharusnya dijalankan sebagai bagian integral dari misi etis dan sosial lembaga, bukan sekadar formalitas pelaporan. Mekanisme kausal yang lemah di sini kurangnya integrasi nilai-nilai sosial dan spiritual dalam strategi bisnis utama, sehingga tidak berdampak langsung pada profitabilitas. Implikasi manajerialnya yakni perlunya penguatan substansi program ICSR dan penyampaian yang lebih strategis untuk meningkatkan nilai manfaatnya.</p>
        <p id="_paragraph-100">RDPS tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kinerja BUS selama periode 2019 hingga 2024 sehingga hipotesis ketiga harus ditolak temuan ini memperkuat hasil studi [16] yang mengungkap bahwa meskipun laporan tahunan menunjukkan bahwa bank-bank syariah di Indonesia telah melaksanakan rapat DPS serupa ketentuan BI dan OJK sebanyak 12 kali dalam rentang waktu tersebut namun tidak semua anggota DPS hadir dalam setiap pertemuan, dan bank tidak memberikan penjelasan terkait ketidakhadiran tersebut. Kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas rapat sehingga keputusan yang dihasilkan oleh DPS mungkin tidak optimal dalam mengawasi kepatuhan prinsip syariah dan menjalankan fungsi pengawasan yang efektif, akibatnya peran strategis RDPS sebagai bagian dari tata kelola syariah belum maksimal yang berdampak pada kurang optimalnya kontribusi RDPS terhadap peningkatan kinerja bank syariah secara keseluruhan. Dalam teori sinyal menempatkan DPS sebagai representasi tata kelola syariah yang dapat menjadi indikator kepercayaan investor. Mekanisme kausalnya lemah karena absennya pengawasan efektif menjadikan lemahnya kepatuhan syariah sehingga tidak tercermin dalam peningkatan kinerja. Implikasi manajerialnya yakni perlunya peningkatan akuntabilitas dan kualitas rapat DPS serta pelatihan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan.</p>
        <p id="_paragraph-101">Firm Size menunjukkan pengaruh negatif signifikan terhadap kinerja BUS pada periode 2019 hingga 2024 yang berarti hipotesis keempat diterima dan temuan ini mendukung kajian yang dilakukan oleh [24] menerangkan kian besar ukuran bank maka kian besar pula tantangan dalam mengelola biaya secara efisien yang berdampak pada penurunan ROA. Bank dengan ukuran kecil kemungkinan belum mampu sepenuhnya memanfaatkan keuntungan skala ekonomi ketika berkembang sehingga kinerjanya belum optimal. Kondisi ini menunjukkan bahwa ukuran besar bukan jaminan mutlak keberhasilan melainkan perlu manajemen biaya yang sangat ketat dan strategi efisiensi yang tepat untuk menjaga kinerja tetap kompetitif. Bank kecil perlu mengembangkan kapasitas agar adaptif terhadap dinamika pasar dan efisien dalam menghadapi persaingan industri perbankan syariah yang kompleks.</p>
        <p id="_paragraph-102">Mekanisme kausalnya yakni firm size meningkat berdampak pada kompleksitas dan biaya meningkat menjadikan efisiensi menurun sehingga ROA menurun. Implikasi manajerialnya, BUS besar perlu menerapkan manajemen biaya dan strategi efisiensi yang ketat, sementara BUS kecil harus meningkatkan kapasitas agar mampu memanfaatkan skala ekonomi secara optimal</p>
        <p id="_paragraph-103">Leverage menunjukkan pengaruh negatif terhadap kinerja BUS selama periode 2019 hingga 2024 sehingga hipotesis kelima diterima dan temuan ini sejalan dengan hasil kajian [25] menunjukkan bahwa tingkat leverage yang tinggi dapat menurunkan kinerja keuangan karena menambah beban dan risiko finansial. Dalam teori keuangan syariah, leverage harus dikelola secara hati-hati untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan risiko. Mekanisme kausalnya ialah leverage serta beban dana meningkat terbentuknya risiko keuangan tinggi sehingga ROA menurun. Implikasi manajerialnya bahwa manajemen BUS perlu merancang struktur modal yang seimbang dan mengelola utang secara bijak agar tidak mengganggu stabilitas jangka panjang.</p>
        <p id="_paragraph-104">Zakat Perusahaan, ICSR, RDPS, Firm Size dan Leverage secara bersama-sama berakibat ke kinerja BUS 2019-2024 sebesar 90,1%. Yang artinya H6 diterima. Ini menunjukkan bahwa kelima variabel secara simultan memberikan kontribusi besar terhadap kinerja BUS. Implikasi manajerial dari temuan ini ialah bahwa pengelolaan aspek sosial, tata kelola syariah, efisiensi ukuran, dan struktur pembiayaan harus dilakukan secara terintegrasi dan strategis agar kinerja BUS dapat ditingkatkan secara berkelanjutan di tengah dinamika industri perbankan syariah yang semakin kompetitif.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-a6bee9aae634706acd8cb8de26d38cec">
      <title>
        <bold id="bold-bd2192f0091c86febe9111c1bee63e3b">Simpulan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-106">Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh zakat, ICSR, RDPS, firm size, dan leverage terhadap kinerja Bank Umum Syariah (BUS) di Indonesia selama periode 2019 hingga 2024. Dengan menggunakan regresi linear berganda, penelitian ini menjawab pertanyaan terkait hubungan masing-masing variabel terhadap rasio Return on Assets (ROA) sebagai proksi kinerja BUS. Pertama, zakat perusahaan terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja BUS, yang mengindikasikan bahwa zakat tidak hanya sebagai kewajiban sosial, tetapi juga instrumen strategis untuk membangun kepercayaan publik dan loyalitas nasabah. Kedua, firm size dan leverage memberikan pengaruh negatif signifikan, yang memperkuat pandangan bahwa skala besar tidak selalu menjamin efisiensi dan bahwa struktur utang yang tinggi dapat melemahkan stabilitas keuangan. Ketiga, ICSR dan RDPS secara individual tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja, menunjukkan bahwa nilai-nilai etika dan pengawasan syariah belum diimplementasikan secara optimal untuk mendukung performa keuangan. Secara simultan, kelima variabel tersebut menjelaskan 90,1% variasi kinerja BUS, menandakan bahwa kombinasi antara dimensi sosial, tata kelola, struktur organisasi, dan risiko keuangan memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia.</p>
      <p id="_paragraph-107">Dari temuan ini, didapati beberapa implikasi praktis yang dapat diambil. Pertama, manajemen BUS perlu mengadopsi kebijakan insentif yang mendorong pelaksanaan zakat secara transparan dan terintegrasi dengan strategi reputasi bank. Kedua, penting untuk memperkuat program ICSR agar lebih berdampak secara finansial melalui pendekatan berbasis nilai dan kebermanfaatan ekonomi. Ketiga, efektivitas RDPS harus ditingkatkan dengan kehadiran penuh dan evaluasi kualitas keputusan yang dihasilkan. Selain itu, pengelolaan struktur modal dan ukuran organisasi perlu diarahkan pada efisiensi biaya dan mitigasi risiko leverage.</p>
      <p id="_paragraph-108">Penelitian ini mempunyai keterbatasan pada cakupan data yang masih sempit. Oleh karena itu, disarankan bagi pengkaji selanjutnya untuk memperluas periode pengamatan serta mempertimbangkan variabel tambahan seperti efisiensi operasional, inovasi digital, dan tingkat literasi keuangan syariah. Dengan demikian, kajian mendatang diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritik dan praktis yang lebih luas dalam memahami dinamika kinerja BUS di Indonesia.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-6c86edfe21d3e84432f029d8d752d4c4">
      <title>Ucapan Terima Kasih</title>
      <p id="_paragraph-110">Penulis berterima kasih kepada dosen pembimbing, Ibu Amirah, SEI., M.SC., atas arahan dan dukungan yang diberikan sejak awal hingga selesainya penulisan artikel ini. Penghargaan mendalam juga penulis berikan kepada kedua orang tua, Ayah dan Ibu, atas dukungan finansial yang telah mereka berikan untuk penyusunan artikel ini. Tidak lupa, penulis disampaikannya rasa terima kasih kepada sahabat tercinta selalu menyemangati selama proses penulisan berlangsung.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>