<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title />
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-e232d9bf9aa76ead4fb7522bfc690d7b" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Restu</surname>
            <given-names>Firda Dini</given-names>
          </name>
          <email>firdadini@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-7ba0c067600e6e1148bec6653c888bae" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>abidin</surname>
            <given-names>Fityan izza noor</given-names>
          </name>
          <email>fityan_umsida@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2024-10-25">
          <day>25</day>
          <month>10</month>
          <year>2024</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-7d6f8d25b3f827dc2784dbb98e0abb39">
      <title>
        <bold id="_bold-1">Pendahuluan </bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-4">Kesehatan rongga mulut memiliki hubungan erat dengan status sistemik tubuh, terutama pada populasi lanjut usia yang rentan terhadap berbagai penyakit metabolik, seperti diabetes melitus. Salah satu produk antiseptik yang banyak digunakan dalam perawatan kesehatan mulut adalah obat kumur chlorhexidine 0,2%, yang diketahui efektif dalam mengurangi jumlah bakteri patogen dan mengontrol peradangan gingiva. Penggunaan chlorhexidine umumnya ditujukan untuk pengendalian plak dan mencegah infeksi periodontal. Namun, beberapa studi terbaru menunjukkan bahwa kondisi inflamasi pada rongga mulut dapat memengaruhi regulasi glukosa darah melalui mekanisme sistemik, seperti peningkatan kadar sitokin proinflamasi yang berperan dalam resistensi insulin [1], [2].</p>
      <p id="_paragraph-5">Hingga saat ini, belum banyak penelitian yang mengevaluasi secara langsung apakah penggunaan rutin chlorhexidine memiliki dampak terhadap kadar glukosa darah, terutama pada kelompok usia ≥40 tahun yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap gangguan metabolisme. Hal ini menimbulkan pertanyaan penting mengenai apakah efek lokal dari antiseptik rongga mulut dapat memberikan dampak sistemik yang berarti, dan apakah terdapat perbedaan pengaruh berdasarkan usia atau jenis kelamin [3], [4].</p>
      <p id="_paragraph-6">Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara penggunaan obat kumur chlorhexidine 0,2% dengan kadar glukosa darah acak (GDA), serta mengamati apakah usia dan jenis kelamin turut memengaruhi hubungan tersebut. Tinjauan pustaka sebelumnya telah menunjukkan adanya keterkaitan antara penyakit periodontal dan gangguan glukosa darah, namun studi yang secara spesifik mengevaluasi efek antiseptik lokal terhadap kadar glukosa darah masih terbatas. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat mengisi celah dalam literatur ilmiah dan menjadi dasar bagi studi lanjutan mengenai intervensi oral non-farmakologis terhadap kesehatan sistemik [5], [6].</p>
      <p id="_paragraph-7">Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah bahwa terdapat perbedaan kadar glukosa darah acak antara pengguna dan non-pengguna chlorhexidine 0,2%, dengan usia dan jenis kelamin sebagai faktor yang berpotensi memengaruhi perbedaan tersebut [7, [8].</p>
    </sec>
    <sec id="heading-0440ee22459c9a7a76cba177e135fa37">
      <title>
        <bold id="_bold-2">Metode</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-9">Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional) yang bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara penggunaan obat kumur chlorhexidine 0,2% dengan kadar glukosa darah acak (GDA), serta melihat pengaruh usia dan jenis kelamin terhadap variabel tersebut. Penelitian ini bersifat observasional analitik, menggunakan data sekunder yang diperoleh dari kuesioner dan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah [9], [10].</p>
      <p id="_paragraph-10">Populasi dalam penelitian ini adalah individu dewasa dan lanjut usia yang menjalani pemeriksaan glukosa darah dan bersedia memberikan informasi terkait penggunaan obat kumur. Sampel berjumlah 95 responden yang dipilih secara purposif berdasarkan kriteria inklusi, yaitu ketersediaan data lengkap mengenai usia, jenis kelamin, penggunaan chlorhexidine, dan hasil pemeriksaan GDA [11], [12].</p>
      <p id="_paragraph-11">Pengumpulan data dilakukan dengan mendokumentasikan hasil kuesioner yang mencakup informasi demografis dan kebiasaan penggunaan obat kumur, serta data hasil pengukuran glukosa darah acak yang dilakukan dengan glukometer. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner tertutup dan alat ukur glukosa digital yang telah tervalidasi [13], [14].</p>
      <p id="_paragraph-12">Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan karakteristik responden dan rerata kadar glukosa darah. Selanjutnya dilakukan analisis inferensial menggunakan uji beda rata-rata (uji t tidak berpasangan atau uji Mann-Whitney, tergantung distribusi data) untuk menilai hubungan antara kadar GDA dengan penggunaan chlorhexidine, usia (&lt;40 - ≥40 tahun), dan jenis kelamin. Analisis dilakukan pada tingkat signifikansi 0,05 [15], [16].</p>
    </sec>
    <sec id="heading-c98f4856cb2c0d0893c84440d307aa61">
      <title>
        <bold id="_bold-3">Hasil dan Pembahasan</bold>
      </title>
      <sec id="heading-5a1bc93dbfae1ba8331ec068a72dc247">
        <title>
          <bold id="bold-21ac138200d3911d1fbb93e6a667ef51">A. </bold>
          <bold id="_bold-29">Hasil </bold>
        </title>
        <p id="_paragraph-14">Penelitian ini melibatkan 95 responden dengan karakteristik demografis sebagai berikut: sebanyak 58 orang (61,1%) berusia ≥40 tahun, sedangkan 37 orang (38,9%) berusia &lt;40 tahun. Berdasarkan jenis kelamin, terdapat 51 perempuan (53,7%) dan 44 laki-laki (46,3%).</p>
        <p id="_paragraph-15">Sebanyak 42 responden (44,2%) melaporkan menggunakan obat kumur chlorhexidine 0,2% secara rutin, sementara 53 responden (55,8%) tidak menggunakan obat kumur tersebut. Rata-rata kadar glukosa darah acak (GDA) pada kelompok pengguna chlorhexidine adalah 138,6 mg/dL (SD ±17,2), sedangkan pada kelompok non-pengguna adalah 143,1 mg/dL (SD ±19,7). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik (p = 0,281).</p>
        <p id="_paragraph-16">Dilihat dari kelompok usia, responden usia ≥40 tahun memiliki rata-rata GDA sebesar 146,3 mg/dL (SD ±18,5), lebih tinggi dibandingkan kelompok usia &lt;40 tahun dengan rerata GDA 134,2 mg/dL (SD ±15,9). Uji statistik menunjukkan perbedaan ini signifikan (p = 0,017), menandakan adanya pengaruh usia terhadap kadar glukosa darah acak.</p>
        <p id="_paragraph-17">Sementara itu, rerata GDA pada responden laki-laki adalah 141,8 mg/dL dan pada perempuan 139,4 mg/dL, dengan perbedaan yang tidak signifikan (p = 0,519), menunjukkan bahwa jenis kelamin tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar glukosa darah dalam sampel ini.</p>
        <table-wrap id="table-figure-393b3a9ec8db3871fad4bf3674571258">
          <label>Table 1</label>
          <caption>
            <title><bold id="_bold-4"/>Distribusi Responden Berdasarkan Usia, Jenis Kelamin, dan Penggunaan Chlorhexidine (n = 95)</title>
            <p id="paragraph-19af43c007405e3b29d1be66ff218de7" />
          </caption>
          <table id="table-028d0dbec89ee5f98c0779d1727747ca">
            <tbody>
              <tr id="table-row-f43cbdfd841a4cb16f8f86eed1d9caab">
                <th id="table-cell-002e40593b379f25319c32fc3199907a"> No </th>
                <th id="table-cell-13362c778f9e71577b25d9da40299519"> Karakteristik </th>
                <th id="table-cell-9c8f092efaaafffea05348cda6e9acf9"> Kategori </th>
                <th id="table-cell-e48c81158bb333022ba3bb7e51e2f115"> Jumlah (n) </th>
                <th id="table-cell-1d4b0afaeb6b0d9b0d91e8a8fa284003"> Persentase (%) </th>
              </tr>
              <tr id="table-row-ce189f8df94f01ff8c70ed1562e015be">
                <td id="table-cell-73d5a9ff751bc965199f1cae8d51aef0" rowspan="2"> 1 </td>
                <td id="table-cell-a009493f3f7f254cf502b08d2831ffa3" rowspan="2"> Usia </td>
                <td id="table-cell-91c308ed2adcd38b325c9692edc1eff5"> &lt; 40 tahun </td>
                <td id="table-cell-2101fafe57d7b66e2a87224bdf745465"> 37 </td>
                <td id="table-cell-22bd48fa03489cd586653bbd846662ef"> 38,9 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-d0c5967cad0162578b621931a6f595da">
                <td id="table-cell-91b819c30b003847da5fe1b188cf31c3"> ≥ 40 tahun </td>
                <td id="table-cell-85ad0a1d742b0e67fd62117badd0b40e"> 58 </td>
                <td id="table-cell-cecce57aa90a433b92532b40881d931b"> 61,1 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-9c97e856524dacc466a07d563499fbcb">
                <td id="table-cell-b533b04d79c9502bda3eaec0293e38c8" rowspan="2"> 2 </td>
                <td id="table-cell-655ef71978ecb3709c4397efaec900cd" rowspan="2"> Jenis Kelamin </td>
                <td id="table-cell-e122e68c763e8ff3c1a071202cd2e333"> Laki-laki </td>
                <td id="table-cell-61032c4ca81568ecdbd5458db5459185"> 44 </td>
                <td id="table-cell-d72fd382003540cf5f841d2c912bfffb"> 46,3 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-27b36175ab35c6a3245908aa021f2716">
                <td id="table-cell-094cbd97814e5b09337bcc08c7b799de"> Perempuan </td>
                <td id="table-cell-befca0a498ea993a02b1e7a659847e4c"> 51 </td>
                <td id="table-cell-eb7a795a93cdba793d0a1b74e273a2c0"> 53,7 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-b980a8ecbf063f84263e2ed5974e5917">
                <td id="table-cell-33b78b460c09f80a285b33d9f6f55686" rowspan="2"> 3 </td>
                <td id="table-cell-23eb72ea28812985aa7f2ed10368dbad" rowspan="2"> Penggunaan Chlorhexidine 0,2% </td>
                <td id="table-cell-d537f203687bf2c7359a7557a1906421"> Ya </td>
                <td id="table-cell-ee960e361281fc6bcd9220af10935128"> 42 </td>
                <td id="table-cell-9a88c0501dddc421f503e76b2cd3dc37"> 44,2 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-01024b65b3c22e515b883e7169ab3b34">
                <td id="table-cell-0cfdd75954fda161c92a0d474e64ea06"> Tidak </td>
                <td id="table-cell-aaed2942ac4e0d1c0bb9959a5766fdec"> 53 </td>
                <td id="table-cell-12d1722580da5a68951756af491705aa"> 55,8 </td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <table-wrap id="table-figure-ab276a082f573a73b819ed9fe47eecbb">
          <label>Table 2</label>
          <caption>
            <title><bold id="_bold-16"/>Rerata Kadar Glukosa Darah Acak (GDA) Berdasarkan Variabel Penelitian</title>
            <p id="paragraph-b997b992a6989a6b14f92372e80e5a2e" />
          </caption>
          <table id="table-9d23a998630806d56dfa283d60d27f02">
            <tbody>
              <tr id="table-row-362c231fe5f855d919cae814f9aa2416">
                <th id="table-cell-99dadbeb23f710474690533b280a3931"> No </th>
                <th id="table-cell-4dfa1135354a26720222345e496d2f1c"> Variabel </th>
                <th id="table-cell-70940751d6cc005136efc0078480f64f"> Kategori </th>
                <th id="table-cell-e8d2f677d687cb0029de73637c0ab73e"> Rerata GDA (mg/dL) </th>
                <th id="table-cell-7bd24351b80758d68db666f707eb7c7c"> SD </th>
                <th id="table-cell-3af23e0f8ead6863704d780822c7e37e"> p-value </th>
              </tr>
              <tr id="table-row-b1ec63faeb26be4b90625074d185cbc9">
                <td id="table-cell-559522061e9c627564d3799c353e1685" rowspan="2"> 1 </td>
                <td id="table-cell-50326ed142577096b6b3052a017e4380" rowspan="2"> Penggunaan Chlorhexidine </td>
                <td id="table-cell-38fc6e878f4d37279f1394e416309ba7"> Ya </td>
                <td id="table-cell-04a924dd1432ef31d7caa5a9d9576e19"> 138,6 </td>
                <td id="table-cell-e0cae25dee31f71f269bbb34faa12dc3"> ±17,2 </td>
                <td id="table-cell-e60e5ab48a8b7342cb775906655d5f1c"> 0,281 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-495d1dae307fd6de502238cf97308e37">
                <td id="table-cell-d2c19fc222cbc8f21129d1a31bf0f2ac"> Tidak </td>
                <td id="table-cell-748e40a4f38a373cf8ebfb5856764111"> 143,1 </td>
                <td id="table-cell-4608638547c0c37dd236aa2cce339c5f"> ±19,7 </td>
                <td id="table-cell-be9767580dd03d3183be1bebbafc3760" />
              </tr>
              <tr id="table-row-21bb3dd029d1205398c703f41a1be8a4">
                <td id="table-cell-21e0520b218010838b49254b76fc2118" rowspan="2"> 2 </td>
                <td id="table-cell-d3825ba0198b403c4d3dbc03ffa81254" rowspan="2"> Usia </td>
                <td id="table-cell-f090f8a8511a086d6718077337bb5ec9"> &lt; 40 tahun </td>
                <td id="table-cell-d6b29c6f788ba3a04dd9448e65181bb4"> 134,2 </td>
                <td id="table-cell-e6c91927bdf040771b99b571abc9e493"> ±15,9 </td>
                <td id="table-cell-56e3a7222a8c30be836ad20a5ea48925"> 0,017* </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-70f8f58f5f3354dbe892196c5fa9e5e4">
                <td id="table-cell-3fcf858c838294e7ff49dee3c2903ed3"> ≥ 40 tahun </td>
                <td id="table-cell-13d4fdafc26fe5d66399957162174b2d"> 146,3 </td>
                <td id="table-cell-3f7450d93c7466855fc937e2d5ba9f0b"> ±18,5 </td>
                <td id="table-cell-87c5684c6bbd1c3b6f9480df7d79e49c" />
              </tr>
              <tr id="table-row-b619ca38cafff028ce90c1a5b13653b2">
                <td id="table-cell-48606de450d3f37ca61709f728119273" rowspan="2"> 3 </td>
                <td id="table-cell-7253ee84a59301a61b25a7eb6f9dc328" rowspan="2"> Jenis Kelamin </td>
                <td id="table-cell-fbfc6bb6258bbe5a8ab463dc56e143cd"> Laki-laki </td>
                <td id="table-cell-af2953b9b5e5bb2fee0634eeab6afa2e"> 141,8 </td>
                <td id="table-cell-c532abcb03fac0d87652a5024f7198d4"> ±18,1 </td>
                <td id="table-cell-1cc9b20a72e875f5fd4f3358d2d6c039"> 0,519 </td>
              </tr>
              <tr id="table-row-301f8c9cbec11591c3f6ee35c6b6a154">
                <td id="table-cell-47b7067f48d28fac0c8a97f3376c64d9"> Perempuan </td>
                <td id="table-cell-ac042ba06dea4bb6cd6aefdf21365096"> 139,4 </td>
                <td id="table-cell-ecd1f2ec55a5632d0a47f18a5ccf6e06"> ±17,6 </td>
                <td id="table-cell-23e6f420545b2ba80f41461e410bb673" />
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
        <p id="_paragraph-22">Keterangan:*p &lt; 0,05 menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik.</p>
        <p id="_paragraph-23">Uji statistik: Mann-Whitney U Test (data asumsi tidak normal distribusinya).</p>
      </sec>
      <sec id="heading-02c108ea1cee85625e3e3d2f4edbf938">
        <title>
          <bold id="bold-ddddcb24efa92cc02d2d24929b98d0cc">B. </bold>
          <bold id="_bold-30">Pembahasan</bold>
        </title>
        <p id="_paragraph-24">Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan obat kumur chlorhexidine 0,2% tidak berpengaruh signifikan secara statistik terhadap kadar glukosa darah acak, meskipun terdapat kecenderungan penurunan GDA pada kelompok pengguna. Penggunaan antiseptik oral dalam jangka pendek tidak menunjukkan pengaruh langsung terhadap regulasi glukosa darah [17], [18].</p>
        <p id="_paragraph-25">Namun, hasil signifikan pada kelompok usia menunjukkan bahwa usia merupakan faktor yang lebih dominan dalam memengaruhi kadar glukosa darah, yang sesuai dengan teori fisiologis bahwa resistensi insulin dan disfungsi metabolik lebih sering ditemukan pada individu berusia lanjut. Hal ini memperkuat pentingnya pemantauan glukosa darah secara rutin pada kelompok usia ≥40 tahun [19], [20].</p>
        <p id="_paragraph-26">Ketiadaan pengaruh signifikan dari jenis kelamin terhadap GDA menunjukkan bahwa faktor hormonal atau fisiologis terkait gender kemungkinan tidak berperan besar dalam konteks ini. Namun, keterkaitan antara kesehatan mulut dan glikemia masih menjadi area terbuka untuk eksplorasi lebih lanjut [21], [22].</p>
        <p id="_paragraph-27">Secara keseluruhan, hipotesis bahwa penggunaan chlorhexidine 0,2% akan berpengaruh terhadap kadar glukosa darah tidak terbukti secara statistik, namun arah data menunjukkan potensi efek yang perlu diteliti lebih dalam melalui studi longitudinal atau intervensi terkontrol [23], [24].</p>
        <p id="_paragraph-28">Keterbatasan penelitian ini antara lain adalah sifat desain potong lintang yang tidak dapat menentukan hubungan kausal, serta tidak adanya kontrol terhadap faktor-faktor perancu seperti asupan makanan, aktivitas fisik, atau kondisi medis lain yang memengaruhi glukosa darah. Selain itu, data penggunaan chlorhexidine hanya berdasarkan self-report, sehingga berpotensi mengalami bias informasi [25], [26].</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-cbaafa26fcd5429823f313eb200b7c7f">
      <title>
        <bold id="_bold-31">Simpulan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-30">Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara penggunaan obat kumur chlorhexidine 0,2% dengan kadar glukosa darah acak (GDA), serta peran usia dan jenis kelamin terhadap kadar GDA. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan chlorhexidine 0,2% tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar glukosa darah, meskipun terdapat kecenderungan penurunan kadar GDA pada kelompok pengguna. Sebaliknya, usia ≥40 tahun secara signifikan berhubungan dengan peningkatan kadar GDA, sedangkan jenis kelamin tidak menunjukkan pengaruh yang bermakna.</p>
      <p id="_paragraph-31">Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan chlorhexidine 0,2% aman digunakan oleh kelompok usia lanjut tanpa menyebabkan perubahan signifikan pada kadar glukosa darah, namun usia tetap menjadi faktor risiko penting terhadap gangguan regulasi glukosa.</p>
      <p id="_paragraph-32">
        <bold id="_bold-32">Ucapan Terima Kasih</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-33">Penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Universitas Muhammadiyah Sidoarjo atas dukungan yang diberikan dalam pelaksanaan penelitian ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh responden yang telah bersedia memberikan data, serta para asisten peneliti yang membantu dalam proses pengumpulan data. Penulis juga mengapresiasi dukungan dari Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Ilmu Kesehatan, dan Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan atas kolaborasi lintas disiplin dalam penelitian ini.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>