<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title />
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-6ecc67643906607e6e64dee9ed091690" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Restu</surname>
            <given-names>Firda Dini</given-names>
          </name>
          <email>firdadini@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-e705b63ae7fe17ba4f71e78adf8ae9d6" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>abidin</surname>
            <given-names>Fityan izza noor</given-names>
          </name>
          <email>fityan_umsida@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2024-10-25">
          <day>25</day>
          <month>10</month>
          <year>2024</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <p id="paragraph-141abb2d0acffa586c7e7e77e65bee74">
      <bold id="bold-656c15b1c3982b90b13d55cde38e0b09">Pendahuluan</bold>
    </p>
    <p id="_paragraph-11">Tuntutan masyarakat atas akuntabilitas dan transparansi laporan keuangan lembaga publik terus menguat seiring berkembangnya akuntansi sektor publik dalam otonomi daerah. Sebagai entitas pelapor, informasi laporan keuangan harus berkualitas tinggi sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada pemerintah pusat dan masyarakat atas kegiatan organisasinya. Laporan keuangan menjadi salah satu keluaran yang wajib disediakan oleh lembaga ilmu akuntansi. Oleh karenanya, untuk menghasilkan suatu laporan keuangan yang berkualitas diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas pula [1].</p>
    <p id="_paragraph-12">Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang standar akuntansi pemerintah berbasis akrual, pemerintah terus berupaya mencapai akuntabilitas dan keterbukaan dalam laporan keuangan yang dihasilkan. [2]. Penerapan SAP secara konsisten meningkatkan kualitas laporan keuangan pemerintah, menjadikannya lebih relevan, andal, dan dapat dibandingkan antar periode serta antar entitas pemerintah [3]. Kontrol atas tindakan yang diambil juga diperlukan untuk mencapai akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan. Pengendalian didasarkan pada sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP) yang berfungsi sebagai tolak ukur penilaian keberhasilan suatu organisasi dan pedoman pelaksaannya [4].</p>
    <p id="_paragraph-13">Diberlakukannya tindakan ini secara komprehensif dengan mempertimbangkan kemajuan teknologi, sumber daya manusia, biaya dan manfaat, serta kejelasan kriteria pengukuran efektivitas [5]. SPI memastikan bahwa proses pencatatan dan pelaporan keuangan berlangsung secara benar, mengurangi risiko kesalahan atau kecurangan, sehingga meningkatkan keandalan informasi keuangan. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi tata kelola keuangan tingkat kecamatan yang selama ini belum banyak dikaji. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Hidayat, (2021) menunjukkan bahwa baik SAP maupun SPI berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Semakin baik penerapan SAP dan SPI, semakin tinggi pula kualitas, transparansi, dan akuntabilitas informasi keuangan publik yang dihasilkan [6].</p>
    <p id="_paragraph-14">Suatu sistem atau prosedur yang disebut pengendalian internal diterapkan dalam suatu organisasi untuk memastikan bahwa prosedur kegiatan operasional dilaksanakan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan untuk mencapai tujuan organisasi. Rencana prosedur organisasi yang digunakan untuk memelihara atau menjaga operasi dan menghasilkan informasi yang benar dan dapat dipercaya termasuk dalam pengendalian internal [7].</p>
    <p id="_paragraph-15">Terciptanya laporan keuangan yang berkualitas tidak dapat dipisahkan dari penerapan kaidah akuntansi pemerintah dan kualitas sumber daya manusianya. Laporan keuangan yang berkualitas akan dihasilkan dengan menetapkan aturan-aturan mendasar yang berkaitan dengan standar akuntansi pemerintahan yang dapat dijaikan dan dimanfaatkan sebagai landasan dalam penyusunan laporan keuangan. Untuk memahami keuangan daerah, akuntansi pemerintahan, bahkan operasional pemerintahan diperlukan sumber daya manusia yang kompeten dan berkualitas agar laporan keuangan yang dihasilkan juga sama berkualitasnya. Oleh karena itu, memiliki sumber daya manusia yang unggul juga akan menghasilkan pelaporan keuangan yang berkualitas pula [8].</p>
    <p id="_paragraph-16">Tujuan dibuatnya laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan adalah untuk meningkatkan kualitas laporan agar dapat meningkatkan kredibilitasnya dan memungkinkan mitranya mencapai akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan pemerintah daerah [9]. Karena mematuhi persyaratan peraturan yang relevan, pelaporan keuangan yang dihasilkan oleh laporan ini memiliki kualitas tertinggi. Standar akuntansi menjadi bahan referensi yang digunakan untuk memberikan laporan keuangan kepada pihak eksternal yang mempunyai otoritas tertinggi. Standar akuntansi membantu dalam menentukan informasi apa yang harus diungkapkan kepada pihak luar ketika menyiapkan laporan keuangan. Jika data tersebut diinterprestasikan menggunakan kriteria dan sudut pandang yang sebanding dengan pembuat laporan keuangan, maka pengguna yang tidak terafiliasi dengan organisasi akan dapat memahaminya [10].</p>
    <p id="_paragraph-17">Dengan menyampaikan informasi keuangan yang transparan, memastikan proses pengelolaan keuangan diawasi, dan menyajikan laporan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan, pemerintah desa melayani masyarakat desa dengan mengelola keuangan desa. Oleh karena itu, pemerintah desa berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kepentingan penduduk setempat [11]. Menurut <italic id="_italic-20">Stewardship theory</italic> tanggung jawab pemerintah untuk menyediakan laporan keuangan dan mekanisme pengendalian internal merupakan salah satu cara untuk memberikan akses kepada penduduk lokal terhadap sumber daya tersebut [12]. Teori pengeloaan menggambarkan situasi atau kondisi dimana manajemen tidak dimotivasi oleh tujuan individu tetapi lebih mengutamakan kepentingan organisasi [13].</p>
    <p id="_paragraph-18">Kurangnya jumlah personil, pembagian tugas yang kurang jelas dan petugas layanan belum penuh diberikan pelatihan khusus terkait <italic id="_italic-21">service excellent</italic> serta belum ada penerapan pemberian penghargaan kepada petugas yang berprestasi. Sehingga terjadi penumpukan realisasi kegiatan diakhir tahun dan menjadi penyebab kurang lancarnya pelaksanaan kegiatan selama 2023 dan hal ini tentunya juga berdampak terhadap laporan keuangan [14]. Hasil tersebut menunjukkan bahwa standar akuntansi pemerintahan, kompetensi sumber daya, dan sistem pengendalian internal belum memadai. Lemahnya pengendalian internal terkait dengan lingkungan pengendalian, kualitas aparatur terhadap laporan keuangan dan standar akuntansi pemerintah di kantor camat sei balai.</p>
    <sec id="sec-2">
      <title>
        <bold id="bold-34a8448c3ad24f30ea2c3f86d05c9b32">Metode</bold>
      </title>
      <sec id="heading-4a0454e9e5a501610531095d1f4d7d7c">
        <title>
          <bold id="bold-1">A. </bold>
          <bold id="bold-2">Jenis Data dan sumber</bold>
        </title>
        <p id="paragraph-2">Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan kualitatif. Data kualitatif penelitian ini berasal dari tanggapan responden terhadap kuesioner peneilitian. Kemudian, data kualitatif ini diukur dengan menggunakan skala likert lima poin. Jawaban responden mengenai penerapan SAP, kompetensi aparatur, SPI, dan kualitas laporan keuangan menjadi sumber kajian data kualitatif ini. Data primer dalam penelitian ini berupa data respon dari responden pada variabel penelitian. Sedangkan data sekunder pada penelitian ini yaitu berupa jurnal penelitian yang relevan. </p>
      </sec>
      <sec id="heading-758312773aae26b389a1e47affecde13">
        <title>
          <bold id="bold-3">B. </bold>
          <bold id="bold-4">Populasi dan Sampel</bold>
        </title>
        <p id="_paragraph-20">Populasi penelitian adalah Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Sei Balai yang menangani langsung SAP, SPI, dan publikasi laporan keuangan. <italic id="_italic-22">Purposive sampling</italic> adalah metode yang digunakan untuk pengambilan sampel dalam penelitian ini. Metode ini dipilih agar memudahkan peneliti untuk menyesuaikan kriteria pemilihan sampel sesuai kebutuhan penelitian, sehingga lebih fleksibel dibandingkan metode sampling lain. Menurut Sugino, (2016) dalam Yusri, (2020) teknik purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu, di mana peneliti memilih sampel berdasarkan karakteristik atau kriteria yang dianggap relevan dan sesuai dengan tujuan penelitian [15]. Pegawai yang melaksanakan tugas akuntansi dan penganggaran serta terlibat langsung dalam pembuatan LKPD Kecamatan Sei Balai termasuk kriteria yang digunakan sebagai ukuran pengambilan sampel. Sampel penelitian berjumlah 40 responden.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-28ed3b35a1e4472083b7d2d6202310d9">
        <title>
          <bold id="bold-2fe5852470bcbb86af5dcee95ea31679">C. </bold>
          <bold id="_bold-10">Definisi Operasional Variabel</bold>
        </title>
        <table-wrap id="_table-figure-1">
          <label>Table 1</label>
          <caption>
            <title>Defenisi operasional variabel</title>
            <p id="_paragraph-22" />
          </caption>
          <table id="_table-1">
            <tbody>
              <tr id="table-row-a8641812c4dab7c963ddeaeda1d069eb">
                <th id="table-cell-05ae5f7fcb416c576a56157d6dd5aa05">Variabel</th>
                <th id="table-cell-6bb14cef1fe2d027c2143133942de004">Defenisi</th>
                <th id="table-cell-9529eb37972105d6b5e5ce83e2e27955">Indikator</th>
                <th id="table-cell-48239daf129f58d021787e41a42a8674">Pengukuran</th>
              </tr>
              <tr id="table-row-748406d23d5972b2648f47c9885970e7">
                <td id="table-cell-51fea90ddc9cfc0ca2e85dd8f8db02e6">Kualitas laporan keuangan (Y)</td>
                <td id="table-cell-96529744157f6765577760dba8f07bcc">Untuk mencapai suatu tujuan, kualitas laporan keuangan merupakan ukuran normatif dalam informasi akuntansi</td>
                <td id="table-cell-b63b4435e0096868a01070b71fef5df2">a. Reliable                            b. Sebanding                          c. Signifikan                          d. Komprehensif                   e. Terukur</td>
                <td id="table-cell-6f4a9bf9b7d3cd3df1224daf730d152a">Skala Likert</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-8b83b4ec2e9ca529fba7d2097813242b">
                <td id="table-cell-cfaa857d437c838809fa3e93dc750813">Penerapan standar akuntansi pemerintahan (X1)</td>
                <td id="table-cell-2a2a548a0b93a3466e903ffbc5e87c7f">Penerapan suatu teori atau prosedur yang sejalan dengan standar akuntansi pemerintahan untuk mencapai tujuan dalam pelaksanaan dan membuat laporan keuangan yang disampaikan kepada pemerintah dikenal dengan penerapan standar akuntansi pemerintahan.</td>
                <td id="table-cell-2071d51133f63bae18a823000cded860">a. Kompetensi SAP               b. Pelaporan keuangan berbasis SAP                        c. Pelaporan keuangan transparan                             d. Validasi data SAP</td>
                <td id="table-cell-9d3ed30edf2c81b44a35c829978b3aa3">Skala Likert</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-bc411d0f0f3852e77536f55bcd8499d4">
                <td id="table-cell-0d0685c463f234f79f0e3e60dab46a45">Sistem Pengendalian Internal (X2)</td>
                <td id="table-cell-c1318d2386b34c5991227352282e8e2d">SPI adalah metode atau ukuran terkoordinasi yang digunakan untuk mensukseskan bisnin, melakukan pemeriksaan menyeluruh, mengidentifikasi masalah data akuntansi, dan meningkatkan efektivitas manajerial.</td>
                <td id="table-cell-227ab7c181bdf772a2ad171cebabe390">a. Aktivitas kontrol              b. Analisis risiko              c. Kontrol internal               d. Pengawasan internal e. Informasi dan komunikasi</td>
                <td id="table-cell-e14073bae586e9e2e584dbfadc03a038">Skala Likert</td>
              </tr>
              <tr id="table-row-0348542ec632b5f3cbaa6205e142f633">
                <td id="table-cell-46c1050449d0462732ab80f3ce54d258">Kualitas Aparatur (X3)</td>
                <td id="table-cell-41b5ad4a7ed38840e3609d6930505a5e">Kualitas aparatur merujuk pada seberapa baik dan efektif aparatur pemerintah atau organisasi dalam menjalankan tugas dan fungsinya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.</td>
                <td id="table-cell-d4a19c7275bd70d10a60864e309a1efe">a. Efisiensi,                            b. Efektivitas,                        c. Akuntabilitas,             d. Komunikasi,                     e. Perilaku dalam pelaksanaan tugasnya.</td>
                <td id="table-cell-4a030b347419e1ab8e36fc96c7110440">Skala Likert</td>
              </tr>
            </tbody>
          </table>
        </table-wrap>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-4b139df81aeb5b56ac006f6d4292fba9">
      <title>
        <bold id="bold-a2279d5bb3e473be5924431b8f0bfcdf">Hasil dan Pembahasan</bold>
      </title>
      <sec id="heading-f42b21e49765094426270547d9402fbe">
        <title>
          <bold id="bold-a3f68520fa3208504555031823b64fdf">A. </bold>
          <bold id="bold-038263d0ec1b46eda58673d8dfa40b47">Hasil <bold id="bold-207e367d40a2c9744d268df21e2d4d62"/></bold>
        </title>
        <p id="_paragraph-23">Jumlah responden penelitian adalah 40 orang dengan penelitian-penelitian berdasarkan atribut sebagai berikut :</p>
        <fig id="figure-panel-7db0f092cd304f26d9bf5c7453f99df8">
          <label>Figure 1</label>
          <caption>
            <title><bold id="_bold-16"/>Jumlah responden</title>
            <p id="paragraph-34f4261178fce68dd0bdcc86347ca892" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-57738bfce89a4e7be51eda988ccdb6a4" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="2t.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-25">Jumlah responden berdasarkan jenis kelamin pada tabel di atas menunjukkan bahwa responden laki-laki lebih banyak 55% dibandingkan responden perempuan atau 45%.</p>
        <p id="_paragraph-26">Berdasarkan tabel diatas, terdapat 7 responden (17,5%) yang berusia antara 18 sampai 25 tahun, 6 responden (15%) berusia antara 26 sampai 30 tahun, 13 responden (32,5%) berusia antara 31 sampai 35 tahun, dan 14 responden (35%). Responden paling sedikit berdasarkan usia adalah 26-30 tahun yaitu sebanyak 6 (15%) orang dan yang paling banyak adalah &gt;36 tahun yaitu sebanyak 14 oranng (35%)</p>
        <p id="_paragraph-27">Berdasarkan dari pendidikan para responden memperlihatkan bahwa responden yang berpendidikan S1 sebanyak 35 orang (87.5%),respoinden berpendidikan D3 sebanyak 2 orang (5%) dan terakhir responden berpendidikan SMA/SMK jumlahnya 3 orang (7.5 %).Responden paling sedikit berdasarkan pendidikan adalah D3 (5%) dan yang paling banyak adalah S1 (87.5%).</p>
        <p id="paragraph-d88eca4a51a9e6ab42e04b25a8db57bf">
          <bold id="bold-053b323efe49a9404b3b00d3c5090d3a"> 1. </bold>
          <bold id="bold-574dbf4d4a57c6973d13843e653e81e1">Uji Asumsi Klasik<bold id="bold-81d93968b6bda9bc43e51d25964be0d6"/></bold>
        </p>
        <p id="paragraph-46738a7d9af2a312a9d7dec496a014f3">
          <bold id="bold-9897382964d4cfdbc3595c6f8b343ddb"> a. </bold>
          <bold id="bold-5">Uji Normalitas<bold id="bold-6"/></bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-28">Uji normalitas Plot normal Q-Q titik-titik harus terletak disepanjang garis diagonal, menunjukkan kesesuaian dengan distribusi normal.</p>
        <fig id="figure-panel-ab39a51f9d6eed4f81b35a9f73f4c9aa">
          <label>Figure 2</label>
          <caption>
            <title>Uji normalitas</title>
            <p id="paragraph-4b80dadceac618ff0976117959f33b26" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-c1275c3050c42b47421dd89f85043d3c" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="1.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-30">Pada gambar di atas menunjukkan bahwa titik-titk mengikuti alur garis diagonal maka dapat di katakan normal.</p>
        <p id="paragraph-8384b5855cc7d603d41558cb080b1226">
          <bold id="bold-948eaadf363c5c7814d33b00e24a6d44">b. </bold>
          <bold id="bold-9f9ad312e3281e0c0ce4677a305b020b">Uji Multikolinearitas<bold id="bold-24f637c46daf8b906a9481d301b454dd"/></bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-31">Tidak terjadi multikolinearitas jika nilai VIF dibawah atau &lt;10 dan tolerance value diatas &gt;0,1.</p>
        <fig id="figure-panel-bb1cd4b3c5e0924bdbb5c02c0054e046">
          <label>Figure 3</label>
          <caption>
            <title><bold id="_bold-18"/>Uji multikolinearitas</title>
            <p id="paragraph-47673a069926ff58a018cee011130ab3" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-b62b7576d4ad8d58ab2825f7e96afe52" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="3t.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-33">Berdasarkan data tabel diatas, tidak terjadi multikolinearitas karena nilai VIF variable SAP (X1) adalah 1,74 &lt; 10 dan nilai tolerance value 0,584 &gt; 0,1. Variabel SPI (X2) adalah 2.020 &lt; 10 dan nilai tolerance value 0,495 &gt; 0,1 dan terakhir variabel Kualitas aparatur (X3) memiliki nilai VIF sebesar 1,673 &lt; 10 dan nilai tolerance value 0,598 &gt; 0,1. Hal ini menunjukkan bahwa masing-masing variabel independen tidak memiliki korelasi linier yang tinggi satu sama lain, sehingga estimasi koefisien regresi tetap efisien dan tidak bias [16].</p>
        <p id="paragraph-cfb9f14661701b0ec8cc89932d352caf">
          <bold id="bold-1b48763aa6b2e943d0ea154d8219cf9a">c. </bold>
          <bold id="_bold-21">Uji Heteroskedastisitas</bold>
        </p>
        <fig id="figure-panel-921ce004cc4b28d4dd3a77e50dcc27d5">
          <label>Figure 4</label>
          <caption>
            <title>Uji heteroskedastisitas</title>
            <p id="paragraph-f518bfef8f974f06a5ed1fef8994d00d" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-a822f9be8ed4973d68445bcfa32f9377" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="2.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-35">Pada gambar di atas menunjukkan bahwa residual tersebar secara acak sehingga tidak terjadi heteroskedastisitas.</p>
        <p id="paragraph-4a656257aa83e293b150e3338c34430b">
          <bold id="bold-25ba728e0e191b8e60b3b27bd41f63cb">2. Uji Regresi Linear Berganda</bold>
        </p>
        <fig id="figure-panel-752544df8be52637ff293217651ba1b8">
          <label>Figure 5</label>
          <caption>
            <title><bold id="bold-a1486ad3528423853243d745c1d9617c"/>Uji regresi linear berganda</title>
            <p id="paragraph-fe8a4b89182ed3a5bd00c9741f3bca25" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-18312335ada80d3020e26be6c5496920" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="4t.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-37">Berdasarkan tabel diatas angka yang berada pada <italic id="_italic-23">Unstandardized Coefficients betta,</italic> maka persamaan regresi linear ialah sebagai berikut :</p>
        <p id="_paragraph-38">
          <inline-formula id="inline-formula-c784fcd12137520d2db413173c306390" content-type="math/tex">
            <tex-math><![CDATA[Y = 4.773 + 0,375 + 0,353+ 0,411+ e]]></tex-math>
          </inline-formula>
        </p>
        <p id="paragraph-df9adf8bb842c54bb3cd0a598ceb0941">a. Kualitas laporan keuangan tidak mempengaruhi variabel PSAP (X1), sistem pengendalian interal (X2), kualitas aparatur (X3) yang mempunyai nilai konstanta sebesar 4,733. Variabel kualitas laporan keuangan tidak mengalami perubahan karena tidak ada faktor independen.</p>
        <p id="paragraph-2f9dd223c325b2f35cdbefa46093306b">b. Variabel PSAP (X1) yang ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi b1 sebesar 0,375 berpengaruh positif dan signifikan terhadap laporan keuangan. Artinya, dengan asumsi tidak ada variabel lain yang diperhatikan dalam penelitian ini, maka setiap kenaikan satuan variabel PSAP akan memberikan dampak sebesar 0,17t terhadap laporan keuangan.</p>
        <p id="paragraph-3">c. Kualitas laporan keuangan mempengaruhi variabel sistem pengendalian internal secara positif yang ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi (X2) b2 sebesar 0,353. Artinya, dengan asumsi tidak ada variabel lain yang diteliti dalam penelitian ini maka kenaikan salah satu variabel SPI akan memberikan dampak sebesar 0,077 terhadap kualitas laporan keuangan.</p>
        <p id="paragraph-4">d. Kualitas laporan keuangan mempengaruhi variabel kualitas aparatur secara positif yang ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi (X3) b3 sebesar 0,411. Artinya, dengan asumsi tidak ada variabel lain yang diteliti dalam penelitian ini maka peningkatan salah satu variabel Kualitas Aparatur akan berdampak sebesar 0,307 terhadap kualitas laporan keuangan.</p>
        <p id="_paragraph-39">Secara teoretis, ketidaksignifikanan pengaruh PSAP, SPI, dan kualitas aparatur terhadap kualitas laporan keuangan dapat dijelaskan oleh masalah dalam implementasi, konteks organisasi yang tidak mendukung, desain sistem yang tidak memadai, kurangnya pengawasan eksternal, dan standar akuntansi yang tidak relevan [17]. Hal ini menunjukkan bahwa efektivitas PSAP, SPI, dan kualitas aparatur tidak hanya bergantung pada keberadaan formal sistem tersebut, tetapi juga pada bagaimana sistem tersebut diimplementasikan, dikelola, dan didukung oleh lingkungan organisasi yang kondusif [18].</p>
        <p id="paragraph-a394e406f79eb6a4a41493212da1800b">
          <bold id="bold-a3022f8538ee4a30ac779ddbe5468c73"> 3. </bold>
          <bold id="bold-e8cec8ab2d9cea183dad2738cecb6b13">Hipotesa</bold>
        </p>
        <p id="paragraph-a8cc1d7f1519b0eb9b24332749f88f43">
          <bold id="bold-a157e19f6e934ec8bdff68ea910ecf49"> a.</bold>
          <bold id="bold-1da79b8fb344cb71cfe98e259af30a53">Uji t</bold>
        </p>
        <fig id="figure-panel-29ed551d56a17a3154523c765ecc7024">
          <label>Figure 6</label>
          <caption>
            <title>Hasil uji t</title>
            <p id="paragraph-3b350ec8535ae7cdb3ed4fdd91e2233e" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-6734816e2443d457ac2244bbc18e6ee7" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="5t.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-41">Nilai t hitung untuk variabel PSAP adalah 1.963 dengan tingkat signifikansi 0,037 menunjukkan bahwa Kualitas Laporan Keuangan tidak dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh variabel Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah dengan nilai t<sub id="_subscript-1">hitung</sub> (1.963) &lt; t<sub id="_subscript-2">tabel</sub> (2.028) dan nilai signifikan (0,375) &gt; 0,05.</p>
        <p id="_paragraph-42">Nilai t hitung untuk Sistem Pengendalian Internal ialah 1.687 dengan tingkat signifikansi 0,100 menunjukkan bahwa variabel pengendalian internal tidak dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh variabel Kualitas Laporan Keuangan dengan nilai t hitung (1.687) &lt; t tabel (2.028) dan nilai signifikan (0,100) &gt; 0,05.</p>
        <p id="_paragraph-43">Nilai t hitung untuk variabel Kualitas Aparatur adalah 2.322 dengan tingkat signifikansi 0,002 menunjukkan bahwa Kualitas Aparatur dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh Kualitas Laporan Keuangan dengan nilai t hitung (2.322) &gt; ttabel (2.028) dan nilai signifikansi (0,002) &lt; 0,05.</p>
        <p id="paragraph-96376a9d4f3bf55155417f1fe155f925">
          <bold id="bold-5c7be5739941568d0f2b3bbf6cd7cd17">b</bold>
          <bold id="bold-58af25627ae591144a4b70cdf3c14edb">. </bold>
          <bold id="bold-5d8e6116cea941c3bf1bc9dc41c51b3a">Uji F</bold>
        </p>
        <fig id="figure-panel-912b44a88b5ba10f07a065dd02513efa">
          <label>Figure 7</label>
          <caption>
            <title><bold id="_bold-27"/>Hasil uji F</title>
            <p id="paragraph-f978a1e6e76e8b19004813f0453d03c9" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-a47200573b98ae1121abbfcd71e3f483" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="6t.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-47">Berdasarkan uji F nilai signifikan adalah 0,001 dan nilai F hitung 8.274. Dasar pengambilan keputusan adalah tingkat signifikan sebesar 5% atau 0,05. Karena nilai signifikasi 0,001 &lt; a = 0,05 dengan nilai Fhitung &gt; Ftabel (8.274 &gt; 3.26). Jadi, dapat disimpulkan bahwa secara bersama-sama kualitas laporan keuangan dipengaruhi secara positif oleh penerapan standar akuntansi pemerintah, sistem pengendalian intenal dan kualitas laporan keuangan.</p>
        <p id="paragraph-2a203a9e10751eb1be3933652855bc08">
          <bold id="bold-4e9ee7296a68e6e57ca54939b14ee8d7">c.</bold>
          <bold id="_bold-33">Koefisien Determinasi (R</bold>
          <sup id="_superscript-11">
            <bold id="_bold-34">2</bold>
          </sup>
          <bold id="_bold-34" />
          <bold id="_bold-35">)</bold>
        </p>
        <fig id="figure-panel-d26e3d6775061d861ad99c8496c37b04">
          <label>Figure 8</label>
          <caption>
            <title><bold id="bold-86d63d46677d5cbec62b3ccaafc8f1fb"/>Hasil uji <italic id="_italic-24">R Square </italic></title>
            <p id="paragraph-28e9511fbbc749018d3bfdfc56d1d767" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-4108e65e84259d07841c2bf853900b64" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="7t.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-50">Berdasarkan hasil uji R Square, variabel SAP, sistem pengendalian intern, dan kualitas aparatur berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan di Kecamatan Sei Balai sebesar 40,8% atau 0,408. Namun, model penelitian ini tidak memperhitungkan 59,2 % komponen sisanya.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-ec923444aa1aaf689445706110280550">
        <title>
          <bold id="bold-a3f6745df1be442f2353e5e49aad8bb5">B. Pembahasan</bold>
        </title>
        <p id="paragraph-1e6002e85f4f3f19ed13c256fd6a0feb">
          <bold id="bold-7eb65aab958f381d80be629c62ed99f6">1. </bold>
          <bold id="bold-b31e16a357800f4481ada9ab07f2f5ca">Pengaruh Penerapan SAP terhadap Laporan Keuangan </bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-52">Hasil penelitian memperlihatkan penerapan standar akuntansi pemerintah di Kecamatan Sei Balai tidak memiliki dampak secara signifikan terhadap laporan keuangan pemerintah daerah. Hasilnya, hipotesis Ho diterima, sedangkan hipotesis Ha ditolak. Meskipun SAP secara teoritis dirancang untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan, dalam konteks Kecamatan Sei Balai, faktor implementasi seperti kesiapan SDM, dan penerapan standar yang belum berbasis akrual menjadi alasan mengapa SAP belum berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Oleh karena itu, hipotesis Ho diterima karena kondisi tersebut menghambat dampak positif SAP terhadap laporan keuangan pemerintah daerah [19]. Hal ini sesuai dengan penelitian Sari (2022) dan Ikyarti (2019) yang menjelaskan bahwa dampak penerapan SAP terhadap laporan keuangan pemerintah daerah tidak berpengaruh terhadap laporan keuangan pemerintah. Namun, menurut Wibowo (2020) dan Mardika (2021), dalam penelitiannya menyatakan bahwa pengaruh penerapan SAP berdampak signifikan terhadap laporan keuangan pemerintah [20] [21].</p>
        <p id="paragraph-d3d961e27f6b1809c9d21aa4579a15c8">
          <bold id="bold-48d836cf363992fb35f75123b852b84b">2.</bold>
          <bold id="bold-fd5779f37708e546d0a8258108ed63b3">Pengaruh SPI Terhadap Kualitas Laporan Keuangan</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-53">Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara SPI terhadap kualitas laporan keuangan di Kecamatan Sei Balai, maka Ho diterima sedangkan Ha di tolak. Meskipun SPI secara teoritis memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan, dalam konteks Kecamatan Sei Balai, faktor-faktor implementasi dan dukungan yang kurang memadai menyebabkan SPI tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan, sehingga Ho diterima dan Ha ditolak [22]. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Ikyarti [23], yang menemukan bahwa SPI tidak memiliki dampak nyata dan menguntungkan terhadap kualitas laporan keuangan. Meskipun demikian, hal ini berbeda dengan penelitian oleh Sari (2022) menunjukkan bahwa dampak SPI terhadap laporan keuangan mempengaruhi kualitas laporan keuangan, dan temuan SPI tidak memiliki pengaruh yang signnifikan terhadap kualitas laporan keuangan di Kecamatan Sei Balai [24].</p>
        <p id="paragraph-3de1dd97b09f24a566ff4f40477444fc">
          <bold id="bold-ed29695a720a4da05076cafc7833013b">3.</bold>
          <bold id="bold-383ff756f3de20023e94b0bf84f32156">Pengaruh Kompetensi Aparatur Terhadap Kualitas Laporan Keuangan</bold>
        </p>
        <p id="_paragraph-54">Penelitian menunjukkan bahwa kompetensi aparatur secara signifikan meningkatkan standar kualitas laporan keuangan pemerintah daerah Kecamatan Sei Balai. Hal ini mendukung hipotesis (H2) yang menyatakan bahwa semakin kompeten aparatur maka semakin tinggi kualitas laporan keuangannya. Selain itu penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelaporan keuangan dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh kompetensi aparatur. Penelitian ini mendukung penelitian wibowo (2020) dan Mardika (2021) yang menunjukkan hasil kompetensi aparatur berpengaruh positif dan signifikan terhadap laporan keuangan. Namun, hal ini bertolak belakang dengan hasil penelitian Sari (2022) yang menunjukkan bahwa hasil kompetensi aparatur tidak signifikan secara positif terhadap laporan keuangan pemerintah daerah.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>
        <bold id="bold-0536287b29dc81b47de4964093588b67">Simpulan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-55">Berdasarkan hasil penelitian dan analisa kualitas laporan keuangan daerah di Kecamatan Sei Balai yang dipengaruhi oleh penerapan SAP (Standar Akuntansi Pemerintahan), SPI, dan kualitas aparatur. Hasil uji t menunjukkan bahwa laporan keuangan pada kantor Kecamatan Sei Balai tidak terpengaruh secara signifikan dan positif oleh variabel SAP. Hasil uji t parsial menunjukkan bahwa kualitas laporan keuangan pemerintah daerah di Kecamatan Sei Balai tidak dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh variabel Sistem Pengendalian Intern. Sedangkan kualitas laporan keuangan kantor kecamatan Sei Balai dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh temuan uji t parsial variabel kualitas aparatur. Hal ini menandakan adanya kendala dalam implementasi kedua variabel tersebut, yang kemungkinan berkaitan dengan kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur, dan pemahaman teknis yang masih perlu ditingkatkan. Sebaliknya, kualitas aparatur terbukti berperan signifikan dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan, menegaskan pentingnya kompetensi dan profesionalisme SDM dalam pengelolaan keuangan publik. Temuan ini menekankan perlunya pemerintah kecamatan untuk lebih fokus pada pengembangan kapasitas aparatur melalui pelatihan dan peningkatan kompetensi agar standar akuntansi dan pengendalian intern dapat diterapkan secara efektif. Selain itu, perbaikan sarana dan prasarana pendukung serta sosialisasi yang intensif terkait SAP dan SPI menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan. Penelitian selanjutnya dapat memperluas variabel dengan memasukkan faktor-faktor lain seperti teknologi informasi, budaya organisasi, dan pengawasan eksternal yang mungkin berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan.</p>
      <p id="paragraph-bd125e1cae70146e7cc1aa68db9de2e3" />
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>