<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Opportunities and Challenges of Holistic Education in Secondary Schools</article-title>
        <subtitle>Peluang dan Tantangan Pendidikan Holistik di Sekolah Menengah</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-67f7ff85bcfbf715bb9717a802583d0d" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Hamid</surname>
            <given-names>Siti Nur Cholisa</given-names>
          </name>
          <email>sitinur@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-33d272a7b6005841f4b14542155918c1" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Muis</surname>
            <given-names>Lidya Shery</given-names>
          </name>
          <email>lidyasherymuis@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2024-10-25">
          <day>25</day>
          <month>10</month>
          <year>2024</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-acd835c1d28785e7974f930439f906de">
      <title>
        <bold id="bold-19514abbf6a79c8da070d11e04a8da29">PENDAHULUAN</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-4">Pendidikan holistik telah menjadi salah satu pendekatan yang semakin diminati dalam dunia pendidikan, terutama kurikulum di berbagai negara [1], [2], [3] . Hal ini karena pendidikan holistik memiliki keunggulan yaitu memberikan sentuhan pada pengembangan ketrampilan sosial, intelektual di tengah perkembangan zaman yang selalu berubah [4], [5], [6].</p>
      <p id="_paragraph-5">Paradigma ini tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mengintegrasikan pengembangan emosional, sosial, fisik, dan spiritual peserta didik. Pendidikan holistik menjadi sebuah upaya dengan memberikan pendekatan yang berfokus pada perkembangan siswa secara menyeluruh, mencakup aspek kognitif, emosional, sosial, dan spiritual [4], [6], [7], [8] . Sebagai kerangka dasarnya antara lain “Spirituality is Central Of Holistic Education, 2) Education for Earth Literacy, 3) Interconnectedness, 4) Educating for Human Development, Human Wholeness, 5) Honoring Students as Individuals; Individual Uniqueness, 6) Caring Relation, 7) Freedom of Choice; New Role Of Educators as Facilitator, 8) Educating for a Participatory Democracy.”</p>
      <p id="_paragraph-6">Dalam konteks pendidikan modern yang dinamis, pendidikan holistik dianggap sebagai solusi untuk mempersiapkan siswa menghadapi kompleksitas kehidupan di abad ke-21 [9], [10] . Hal ini penting karena pada remaja, karena fase tersebut akan memberikan engagement pendidikan yang akan ditempuhnya di masa mendatang, misalnya observational learning, efficacy, self-confidence, dan pembentukan motivasi akademik dewasa (shaping adolescents’ academic motivation) [11] .</p>
      <p id="_paragraph-7">Beberapa studi terdahulu menunjukkan pendidikan holistik menyediakan kompetensi yang mampu menyeimbangkan antara pengetahuan, ketrampilan dan sikap seseorang [9], [12], [13]. Hal ini tidak ditemukan oleh pendekatan konvensional lainnya. Berbeda dengan pendekatan pembelajaran konvensional yang lebih menekankan aspek akademik dan hasil ujian, pendidikan holistik juga bertujuan untuk membentuk individu yang memiliki komponen spiritual dan humanis[1], [6], [10]. Selain itu, pendekatan ini dapat meningkatkan keterampilan sosial dan emosional siswa[9], [10], [14]. Selain itu, implementasi pendidikan holistik dapat meningkatkan motivasi belajar dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran[6], [9], [15] . Meskipun potensinya besar, implementasi pendidikan holistik masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kebijakan pendidikan, kesiapan guru, hingga keterbatasan infrastruktur (9,11). Namun, sebagian besar penelitian masih terfokus pada tingkat konseptual atau implementasi di jenjang pendidikan dasar, sementara penelitian butuh analisis mendalam terkait dengan pendidikan holistik yang berkelanjutan (sustainable holistic) dan di tingkat menengah masih terbatas.</p>
      <p id="_paragraph-8">Penelitian ini menawarkan beberapa konsep tentang implementasi pendidikan holistik di tingkat sekolah menengah atas (secondary education). Dimana pada pendidikan jenjang ini menjadi jenjang kritis dalam pembentukan karakter dan kompetensi siswa secara bermakna. Selain itu, penelitian ini menganalisis tentang peluang dan tantangan, tetapi juga memetakan faktor pendukung dan penghambat dari perspektif kebijakan, guru, siswa, dan orang tua. Penelitian ini penting untuk memberikan gambaran pendidikan holistik di sekolah menengah dan pendidikan sekunder (secondary education), analisis pendekatan holistik yang berkelanjutan dan komprehensif, dan integrasi praktik baik yang telah dilakukan di sekolah menengah atas (secondary education). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang dan tantangan dalam penerapan pendidikan holistik di sekolah menengah, sehingga dapat memberikan rekomendasi strategis bagi pengembangan pendidikan yang lebih komprehensif. Penelitian ini diharapkan dapat mengisi kesenjangan tersebut dengan memberikan analisis mendalam tentang peluang dan tantangan pendidikan holistik di sekolah menengah, sekaligus menawarkan solusi berbasis bukti untuk pengembangan pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-ae44807d0dc1afb48d1a926f2b4ab29e">
      <title>
        <bold id="bold-2b2ec7bdefcac3508c316267d14147f6">METODE</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-10">Penelitian ini menggunakan metode PICOS Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta analyses (PRISMA), penelitian ini merupakan jenis review literatur sistematis (Gambar 1). Metode ini dipilih untuk memberikan ketepatan proyeksi penelitian dengan hasil penelitian lain sebagai dasar analisis. Untuk penelitian ini, mesin pencarian Scopus digunakan dengan kriteria inklusi dan eksklusi (tabel 1). Penelitian ini mereview artikel yang telah diterbitkan di jurnal berbasis Internasional selama sepuluh (10) tahun, yaitu pada tahun 2015–2025 sebagai periodenya. Reviewer, atau teman sejawat, akan memilih artikel yang memenuhi kriteria mesin pencarian database. Artikel akan diperiksa melalui dua kali filtrasi. Pertama, judul dan abstrak artikel difiltrasi menggunakan aplikasi Excel. Kedua, analisis artikel difiltrasi secara manual oleh reviewer. Tabel 2 menunjukkan kriteria seleksi yang telah ditetapkan sesuai dengan pertanyaan penelitian.</p>
      <fig id="figure-panel-3c4fd753375c00f1762a3b710ac38c16">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title>Tahap Penelitian dengan Metode PRISMA</title>
          <p id="paragraph-97c6818f6b222d940e28601eacd8e0dc" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-cdd00fa212e37cb3c438eaba867ee13a" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="gambar 1 11214.png" />
      </fig>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>Keywords dan Keyphrases yang digunakan</title>
          <p id="_paragraph-12" />
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-5b7bdc6445742acb9819388d24d5c763">
              <th id="table-cell-9417df49be1d07959b5375c6ca6f3676"> Keywords </th>
              <th id="table-cell-1df5c573bd45282c5445f3b023e586fa"> Keyphrases </th>
            </tr>
            <tr id="table-row-93600e6792748b44d6e8e660524a930f">
              <td id="table-cell-75b8183ab27a537cf94d577c2959f4d4">Holistic Education, pendidikan holistik, pendekatan holistik</td>
              <td id="table-cell-80ce4bcfa46f94cefc72e7ddb1c1a490">(Holistic AND education)</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-b4797727a43913a2ef0d380606e77183">
              <td id="table-cell-11623fc6a5e83860961fd5c4a196b3ff">Strategi</td>
              <td id="table-cell-d6f208b47b208e815a3b134e6f38db28">Strategy AND strategic</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-44879cfa3d6bfb2cf71aaba27202f3cc">
              <td id="table-cell-fdec6c51c99291b4902dbc454cb0edee">Design Implementasi</td>
              <td id="table-cell-714a491836f0dedb374f5bb7f21872f4">Design AND Implementation</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-13" />
      <table-wrap id="_table-figure-2">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <title>Kriteria Inklusi dan Eksklusi</title>
          <p id="_paragraph-14" />
        </caption>
        <table id="_table-2">
          <tbody>
            <tr id="table-row-cf98859612209f80018307d5ab6e7eb6">
              <th id="table-cell-6f2a78583388130e18a0d4ffd18ef5e9">Inklusi</th>
              <th id="table-cell-df6d7ef09b845e5d76cb4fe272f89b99">Eksklusi</th>
            </tr>
            <tr id="table-row-927feb99558225e739506b5f2bb27254">
              <td id="table-cell-4b29080b02691d16b0823b12b12149df">Original reseach (journal and Prosiding)</td>
              <td id="table-cell-fc2c4d63b8b25d25bf46e796de3de7b6">PAUD early education, Perguruan tinggi</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a75bbec60daef4e19874a132620d93d7">
              <td id="table-cell-2ac6d0bfe1b51aa48d33d52727be7140">Strategi</td>
              <td id="table-cell-4421044e6cb20da626076ca1e88652f0">Selain MIPA</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-aaef85fd5a78b6c4570e20101c033459">
              <td id="table-cell-c998fde9fb283855c05a9f79d8e19c89">Desain pembelajaran</td>
              <td id="table-cell-d24fb2ec0634938318474b20135ac30b">PDF Only</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-a0f4dac42faf1dc100f0718030476230">
              <td id="table-cell-3ca8f8c1e3eaaefaede3f22ee2a2eb10">Implementasi</td>
              <td id="table-cell-dfa634a2031c88b602b36f494f8f0c8b">Abstract Only</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-15" />
    </sec>
    <sec id="heading-2bbbdd4dec85e83be59f51837a2974bd">
      <title>
        <bold id="bold-406357c72ebf1d25b35b7b589634dee2">HASIL DAN PEMBAHASAN</bold>
      </title>
      <sec id="heading-ad3d0d4f1ccc71f0d0f9054d3dac882f">
        <title>A.Hasil Seleksi Dan Penilaian Naskah</title>
        <p id="_paragraph-18">Pencarian naskah menggunakan mesin pencarian data menggunakan SCOPUS. Data awal dikumpulkan berdasarkan keyword dan keyphrases (tabel 1). Setelah data terkumpul didapatkan sebagai berikut</p>
        <fig id="figure-panel-dd9713e86f601c17319638c4693e2e2c">
          <label>Figure 2</label>
          <caption>
            <title>Sistematic Literature Review dengan metode PRISMA</title>
            <p id="paragraph-7a412ac336c612f8a7cb5465e1156a52" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-f63534cae8f8788b63a6425b44f3b1ab" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="gambar 2 11214.png" />
        </fig>
      </sec>
      <sec id="heading-5aa7af67ea514805f8db03919d243f21">
        <title>B.Analisis dan Diskusi</title>
        <p id="_paragraph-21">Pencarian naskah menggunakan mesin pencarian data Scopus. Data awal didapatkan dari mesin sebanyak 486 artikel dengan menggunakan keyword dan keyphrases (Tabel 1). Setelah data terkumpul data discreening melalui abstrak dan judul sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh teman sejawat sebanyak 246 artikel. Reviewer menemukan bahwa duplikasi data sebanyak 6 artikel.</p>
        <p id="_paragraph-22">Screening selanjutnya adalah artikel yang tidak berhubungan dengan pendidikan holistik di bidang IPA. Selain itu artikel dapat diunduh menjadi bahan pertimbangan ekstraksi data. Tahap akhir final ditinjau kembali sebagai artikel final yaitu sebanyak 69 artikel dengan pemetaan pendidikan holistik Miller [14].</p>
        <p id="_paragraph-23">Dari analisis penelitian, penerbitan artikel di benua Amerika sebanyak 9 artikel, Amerika Selatan sebanyak 6 artikel, benua Eropa sebanyak 13 artikel, benua Asia sebanyak 21 artikel, benua Australia sebanyak 1 artikel, benua Afrika sebanyak 8 artikel. Berdasarkan analisis data artikel yang telah ditemukan, terdistribusi di dunia sebagai berikut (gambar 3) :</p>
        <fig id="figure-panel-8fd80f846dd78ae4f080b4e7fe7017df">
          <label>Figure 3</label>
          <caption>
            <title>Distribusi penerbitan artikel</title>
            <p id="paragraph-4ab24f1187e323881817884d88f255d3" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-e13c034fa88e9e6327d9936c18960a3c" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="gambar 3 11214.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-24"> Berdasarkan tahun penerbitan artikel, tahun 2024 merupakan tahun yang paling banyak, sedangkan pada tahun 2017 merupakan tahun yang paling sedikit penerbitan artikel terkait dengan penelitian. Pada tahun 2020 terjadi peningkatan penelitian terutama yang berkaitan dengan tema penelitian. Penelitian tentang tema pendidikan holistik terbanyak berada di tahun 2024, dimana bahasan tema telah mengarah kepada pendidikan holistik berkelanjutan (Sustainable Holistik Education). Untuk distribusi tahun penerbitan artikel dapat dinyatakan sebagai berikut;</p>
        <fig id="figure-panel-4ea7b4a8983dfae1a5dd755d7fc84082">
          <label>Figure 4</label>
          <caption>
            <title>Distribusi tahun penerbitan artikel</title>
            <p id="paragraph-0c9c85114c8aa4bb1552f04eb8ddfe0d" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-f12724e3fe6891f525f82ddff744f15b" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="gambar 4 11214.png" />
        </fig>
        <fig id="figure-panel-523aeb436482a347f082455a48982652">
          <label>Figure 5</label>
          <caption>
            <title>Peta Konsep Peluang Berdasarkan Pendidikan Holistik Miller</title>
            <p id="paragraph-ea4570cbb26fcb7994b6694cbecd3b04" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-49fe938aeb541d29db2e316e21628440" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="gambar 5 11214.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-28">Pendidikan holistik memiliki inti utama adalah spiritualitas manusia. Dalam penerapannya, proses pendidikan holistik mampu memantik kesadaran penuh (mindfulness) bagi pembelajar sebagai suatu kesatuan diri [16], [17], [18], [19], [20], [21], [22], [23], [24]. Keseimbangan kesejahteraan (well-being) dan peningkatan kehidupan individu pada dasarnya meningkat seiring berjalannya waktu dan pengalaman hidup seseorang. Seseorang yang sadar, pasti ingin mencapai peningkatan diri, kesejahteraan dan kke arah positif [22]. Peningkatan kesadaran diri dilakukan dengan peningkatan aktivitas manusia, hubungan yang lebih berkualitas antara manusia dan alam, dan interaksi yang intens untuk menjaga harmonisasi[25]. Peningkatan kesadaran diri akan tercermin pada manajemen emosional dan moral, self-efficacy dan pendidikan karakter [16], [21], [24], [26], [27], [28], [29], [30].</p>
        <p id="_paragraph-29">Peningkatan kesadaran emosional, moral, self-eficacy dan pendidikan karakter dikembangkan untuk keberlangsungan pembelajaran bagi guru dan siswa. Diantaranya adalah pemahaman terhadap diri sendiri, manusia dan sekitarnya dan lingkungan. Kesadaran jiwa dan raga ini selanjutnya akan membentuk perilaku dan aktivitas manusia. Perilaku dan aktivitas manusia ini akan menjadi cerminan pemahaman yang telah didapatkan. Perilaku aktivitas pembelajar ini akan terefleksikan menjadi bentuk komunikasi yang baik, efektif dan partisipasif. Budaya komunikasi yang terbentuk merupakan bagian manusia yang berkembang secara humanistik dan tidak dapat diukur sebagai bentuk kecerdasan metakognitif[31].</p>
        <p id="_paragraph-30">Kepedulian kesehatan diri (selfcares) bagi pembelajar merupakan hal utama dalam membentuk spiritualitas[24], [32], [33], [34]. Selain kesadaran dan kesehatan jiwa, penting untuk membentuk kepedulian dan kesehatan raga. Kesehatan merupakan prioritas, terutama menghadapi masa pandemi COVID 19 [24]. Kesehatan fisik mendukung kesehatan jiwa sehingga individu dapat mengembangkan kreativitas, aktivitas yang meningkatkan sistem koordinasi dan motorik individu secara optimal[33].</p>
        <p id="_paragraph-31">Perubahan dinamika dan perkembangan teknologi menyebabkan adanya penggunaan digitalisasi, pemanfaatan AI, penggunaan XR, VR, AR dan MR yang menjadi salah satu penerapannya. Oleh sebab itu dibutuhkan guru sebagai fasilitator yang mengenalkan nilai-nilai sentuhan manusiawi. Hal ini menjadi salah satu tantangan guru untuk menyediakan nilai holistik ketika mendampingi siswa dalam pemanfaatan teknologi dan digitalisasi. Sentuhan manusia sebagai nilai yang perlu diajarkan, dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi kode etik dalam pemanfaatan teknologi dan digitalisasi [35], [36], [37].</p>
        <p id="_paragraph-32">Dukungan sekolah, kebijakan pemerintah dan pelatihan guru menjadi langkah yang tepat untuk menghadapi perubahan dinamika digitalisasi teknologi yang sangat cepat berkembang[19], [28], [38], [39], [40]. Dukungan sekolah dalam bentuk kebijakan dan aturan yang suportif untuk pengembangan guru, investasi pada pelatihan yang meningkatkan ketrampilan guru, dan keterlibatan warga sekolah yang suportif untuk meningkatkan penerapan pendidikan holistik[38]. Bentuk dukungan pendidikan ini akan bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa. Imbasnya, di masa depan siswa dapat menyelesaikan tantangan yang akan dihadapi.</p>
        <p id="_paragraph-33">Pemilihan pendekatan, metode dan strategi pembelajaran yang tepat dilakukan untuk optimalisasi Pendidikan holistik [18], [19], [38], [39], [40], [41], [42]. Guru memiliki peran untuk mengamati latar belakang siswa, cara belajar maupun assesmen lain yang signifikan untuk memilih metode dan strategi yang baik dan mengena pada target sehingga pendidikan holistik sesuai dengan tujuan pembelajaran dapat disajikan dengan baik [27], [33], [43], [44], [45].</p>
        <p id="_paragraph-34">Alat diagnostik yang dapat dikembangkan untuk menghasilkan strategi dan program yang sesuai dapat dilakukan dengan alat diagnostik SWOT. Identifikasi SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity, Threat) menjadi alat yang paling sederhana untuk mengetahui latar belakang siswa, kemampuan awal, tantangan pembelajaran yang dihadapi oleh siswa [20], [42].</p>
        <p id="_paragraph-35">Selain itu, alat diagnostik yang dikembangkan dapat digunakan untuk mengetahui tren terkini, keuntungan, peluang, tantangan, dampak lanjutan dan etika yang berkembang saat ini dan di masa mendatang. Oleh sebab itu perlu penelitian lanjutan yang bertujuan untuk mengembangkan alat diagnostik yang relevan untuk tujuan pendidikan holistik [27], [38], [46], [47].</p>
        <p id="_paragraph-36">Berdasarkan pada paparan, maka dapat diidentifikasi beberapa tantangan lembaga pendidikan yang dihadapi dalam penerapan pendidikan holistik sebagai berikut:</p>
        <fig id="figure-panel-ee3fb4e9f60d6aa65500e077a452d1a6">
          <label>Figure 6</label>
          <caption>
            <title>Peta Tantangan Implementasi Pendidikan Holistik</title>
            <p id="paragraph-5b4cda767d7af9e9e1775e075b71ffd9" />
          </caption>
          <graphic id="graphic-9450afe8c0abc2dec863c4e2047bdda6" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="gambar 6 11214.png" />
        </fig>
        <p id="_paragraph-38">Tantangan implementasi pendidikan holistik terdiri dari dukungan kebijakan pemerintah dan sekolah, penyediaan lingkungan pembelajaran yang kondusif, alat identifikasi latar belakang siswa yang mendukung pembelajaran, pemilihan pendekatan yang sesuai dengan latar belakang siswa, pengembangan penerapan pendidikan holistik, penggunaan digitalisasi teknologi informasi dan komunikasi. Tantangan ini menjadi perhatian dalam penerapan pendidikan holistik.</p>
        <p id="_paragraph-39">Kebijakan sekolah adalah bagaimana implementasi dapat memberikan dampak dalam penerapan pendidikan holistik. Selain itu sekolah memiliki peran penting dalam memberikan bekal guru agar optimal menyediakan pembelajaran yang mendukung holistik. Kebijakan pemerintah dalam pendidikan yang stabil akan memberikan keamanan, kepastian dan dukungan yang akan mendukung sekolah mengimplementasikan pendidikan holistik. Sekolah memberikan peran untuk mengurangi ketidakseimbangan antara kebijakan dan praktik baik yang dilaksanakan di sekolah agar pendidikan holistik dapat tercapai.</p>
        <p id="_paragraph-40">Tantangan selanjutnya adalah penyediaan lingkungan pembelajaran yang kondusif. Lingkungan yang kondusif meliputi lingkungan fisik dan psikis. Lingkungan fisik meliputi kondisi sekolah, sarana dan prasarana yang memadai, sumber belajar yang cukup, media pembelajaran yang digunakan mendukung siswa untuk menggali informasi sehingga setiap pembelajaran menjadi bermakna. Kondisi lingkungan psikis diantaranya adalah stabilitas lingkungan belajar, ekosistem belajar yang saling mendukung satu sama lain, tidak adanya kekerasan dan penyediaan rasa aman bagi siswa ketika belajar. Selain itu stigma lingkungan, dan perilaku negatif menjadi tantangan negative yang harus dikendalikan dengan baik. Dalam hal ini kondisi lingkungan juga mendukung adanya stigma dan perilaku yang dilakukan berulang-ulang. Kondisi fisik dan psikis ini harus dikendalikan dengan baik agar tidak ada diskriminasi yang nantinya muncul sebagai bentuk stigma dan perilaku yang tidak terkendali dengan baik.</p>
        <p id="_paragraph-41">Dalam implementasi pendidikan holistik, pemilihan pendekatan guru yang tepat sangatlah penting. Pendekatan, metode, dan strategi guru dalam menyampaikan pembelajaran mampu memberikan inspirasi siswa dalam belajar. Oleh sebab itu kesiapan sumber daya dan ketrampilan guru senantiasa diasah agar menjadi bekal dalam peningkatan kompetensi guru. Guru juga harus senantiasa belajar agar mampu memberikan inspirasi lebih banyak kepada siswa. Dalam hal ini, mengutip teori gravitasi, benda yang diatas selalu jatuh kebawah. Keilmuan guru yang lebih tinggi akan turun kepada pengetahuan siswa. Tinggal bagaimana siswa dapat mengolah rasa, pikir dan karsa untuk mendapatkan ilmu tersebut secara optimal.</p>
        <p id="_paragraph-42">Di satu sisi, agar guru dapat menentukan pendekatan, metode dan strategi yang tepat, guru harus mampu menganalisis latar belakang belajar siswa. Oleh sebab itu guru harus mengembangkan alat yang mampu mengidentifikasi berbagai latar belakang belajar siswa. Guru dapat mengembangkan alat diagnostik pembelajaran mengembangkan indikator identifikasi latar belakang belajar siswa. Oleh sebab itu, kolaborasi antar guru akan memberikan informasi, mengembangkan indikator, memberikan engagement yang tepat kepada siswa.</p>
        <p id="_paragraph-43">Dalam usaha mengikuti perkembangan dinamika dunia, penerapan pendidikan holistik juga disesuaikan dengan kebutuhan siswa untuk mencapai potensi terbaik siswa. Oleh sebab itu pengembangan penerapan pendidikan holistik ini harus memperhatikan dinamika dunia yang disebut dengan trend. Bukan berarti pendidikan holistik mengikuti tren yang berkembang di saat ini, namun bagaiman pendidikan holistik menjadi wadah optimalisasi siswa ditengah trend yang berkembang. Apakah trend ini benar benar dibutuhkan oleh siswa. Apakah siswa butuh trend ini dalam kehidupan di masa mendatang? Sehingga siswa dapat mengembangkan diri sesuai dengan tantangan global. Dalam satu kasus adanya pengembangan alat komunikasi yang lebih canggih di setiap waktu menuntut siswa untuk belajar mengoperasikan gadget dengan optimal sebagai sarana belajar. Bagaimana keuntungan dan kelebihan siswa dalam operasionalisasi gadget yang selalu berkembang sesuai kebutuhan informasi. Peluang siswa untuk mengoperasionalkan gadget sebagai sarana belajar secara optimal.</p>
        <p id="_paragraph-44">Dinamika dunia tentu akan memberikan dampak jangka pendek, menengah dan panjang. Selain itu dinamika dunia juga memberikan dampak secara langsung maupun tak langsung bagi perkembangan manusia di segala sisi. Oleh sebab itu, siswa harus mampu mengidentifikasi dampak-dampak dinamika dunia yang senantiasa berkembang. Hal ini bertujuan agar nantinya siswa yang telah dewasa mampu menerima dinamika dunia lebih baik. Selain itu siswa identifikasi ini dinamika dunia akan memberikan stimulus agar manusia merespon perkembangan yang telah terjadi secara cepat dan tepat. Karena kesuksesan pendidikan holistik adalah manusia mampu megoptimalkan diri dan beradaptasi dengan baik. Selain itu di masa depan manusia harus memecahkan masalah secara tepat agar hidupnya lebih optimal.</p>
        <p id="_paragraph-45">Penggunaan digitalisasi yang berkembang saat ini antara lain AI, Extended Reality dan kebijakan yang dikembangkan harus sejalan dengan kebutuhan manusia. Di masa depan teknologi dan kebijakannya juga akan berkembang. Siswa harus bisa menganalisis digitalisasi secara tepat agar menjadi alat yang membantu pemenuhan kebutuhan manusia seutuhnya.</p>
        <p id="_paragraph-46">Trend, keuntungan, peluang, dampak yang ditimbulkan, dan perkembangan digitalisasi di sekitar siswa dalam pengembangan pendidikan holistik harus mampu mengembangkan kebijaksanaan dan etika dalam mencapai pendidikan yang seutuhnya. Karena manusia sejatinya harus memiliki kebijaksanaan dan etika dalam pikiran agar menjadi manusia seutuhnya.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-16eb91338776c94288e28f777f5a5b87">
      <title>
        <bold id="bold-0fc15534d83549ca049d10250bb24ac2">SIMPULAN</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-48">Pendidikan holistik memberikan dasar untuk pendidikan saat ini dan di masa mendatang. Namun, karena perkembangan zaman, kemajuan teknologi, dan kemajuan sosial dan ekonomi, prinsip pendidikan holistik juga berubah. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang paling efektif untuk mendorong keterlibatan siswa, khususnya dalam peningkatan spiritualitas, yang merupakan elemen penting dalam pendidikan holistik. Adapun peluang yang dimiliki dalam pendidikan holistik antara lain 1) adanya spiritualitas yang mengarah pada kebermaknaan, selfcares, kesadaran, pembentukan perilaku, dan peningkatan input, 2) pendidikan berbasis lingkungan baik ketrampilan maupun hubungan manusia terhadap lingkungan, 3) hubungan antara kesejahteraan manusia, peningkatan pendidikan di dunia karir dan pencapaian Sumber Daya Berkelanjutan (SDGs) 4) demokrasi dalam penentuan proses pendidikan, budaya komunikasi, adaptasi sistem, pedagogi dan struktur kurikulum berbasis lingkungan, 5) kebebasan dalam pendidikan dan guru sebagai teladan, role model dalam pendidikan, 6) hubungan yang bermakna antara guru dan siswa, 7) menghormati manusia sebagai pembelajar, toleransi dan kesetaraan, 8) pengetahuan sebagai upaya untuk mengembangkan diri.</p>
      <p id="_paragraph-49">Adapun tantangan dalam implementasi antara lain adalah penyediaan dukungan kebijakan pemerintah dan sekolah, 2) penyediaan lingkungan pembelajaran yang kondusif, 3) upgrade alat identifikasi latar belakang belajar siswa, 4) pemilihan pendekatan yang tepat, 5) pengembangan yang berkelanjutan, 6) penggunaan digitalisasi informasi dan pengembangannya.</p>
      <p id="_paragraph-50">Implikasi praktis dalam penelitian ini adalah memberikan rekomendasi bagi pengembang pendidikan di sekolah menengah untuk menganalisis kelebihan dan kelemahan di lembaga pendidikan dan memilih peluang dan tantangan yang dihadapi agar mendapatkan solusi dalam pengembangan kurikulum. Selain itu pengembang pendidikan dapat berupaya untuk memberikan pembaharuan dalam upaya untuk melakukan adaptasi multikultural dan kesinambungan dan ketahanan sumber daya yang dimiliki agar optimal dalam pengembangan di masa mendatang.</p>
      <p id="_paragraph-51">Riset lanjutan dalam penelitian ini diantaranya menganalisis trend, keuntungan, peluang, dampak yang ditimbulkan, dan perkembangan digitalisasi di sekitar siswa dalam pengembangan pendidikan holistik harus mampu mengembangkan kebijaksanaan dan etika dalam mencapai pendidikan yang seutuhnya. Tujuan akhirnya adalah pengembangan manusia sejati yang memiliki kebijaksanaan dan etika dalam pikiran agar menjadi manusia seutuhnya.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-8efdea0afeb42ab3bb47bc73aa306e01">
      <title>UCAPAN TERIMA KASIH</title>
      <p id="_paragraph-53">Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada para promotor, dan para dosen yang telah banyak mendukung dan memberikan kesempatan yang luas dalam penulisan artikel ini, Dr. Hidayatullah M.Si, Prof. Dr. Akhsanul In'am, Ph.D., Prof. Dr. Ribut Wahyu Eriyanti, M.Si., M.Pd, Prof. Dr. Dwi Poedjiastutie, M.A., P.hD., Prof. Dr. Dwi Priyo Utomo, Prof. Dr. Muhammad Syaifuddin, Prof. Dr. Yus Mochamad Cholily, Assc. Prof. Dr. Nurul Zuriyah., Prof. Dr. Latipun, M.Kes., Dr. Khozin, M.Si, Dr.KH.M. Nurul Humaidi,M.Ag,, Zainul Arifin S.Kom. Semoga Allah SWT mencatat kebaikan dan inspirasi menjadi ilmu yang bermanfaat.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>