<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title />
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-01f254e4f79e8b83670e1a1347289db3" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Restu</surname>
            <given-names>Firda Dini</given-names>
          </name>
          <email>firdadini@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-f25727a6ae69f7ace07e17f37405f5ca" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>abidin</surname>
            <given-names>Fityan izza noor</given-names>
          </name>
          <email>fityan_umsida@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2024-10-25">
          <day>25</day>
          <month>10</month>
          <year>2024</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="heading-f63218fc07b234c7be9867c4226574fa">
      <title>
        <bold id="bold-059a6925cebb63b50ba574f35c4065e5">Pendahuluan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-19">Pertumbuhan perusahaan terbaik di era globalisasi saat ini mengharuskan organisasi untuk meningkatkan kinerja mereka agar tetap kompetitif dan menarik investor. <italic id="_italic-22">Good corporate governance</italic> dan struktur laporan keuangan, terutama <italic id="_italic-23">Leverage</italic>, memengaruhi kinerja keuangan [1]. Kinerja keuangan mewakili situasi keuangan dari sebuah perusahaan yang sudah diteliti menggunakan alat untuk meneliti keuangan. Dengan menggunakan cara ini, kita bisa mengetahui apakah situasi keuangan dalam keadaan baik atau buruk untuk periode tertentu, yang dapat menggambarkan hasil kerja perusahaan. Jika kinerja keuangan perusahaan menghasilkan hasil yang baik, maka ini bisa menimbulkan perhatian dari para investor untuk menginvestasikan aset para investor di perusahaan untuk membuat nilai perusahaan semakin meningkat. Keadaan ini akan membantu perusahaan untuk bisa tetap bertahan ditengah persaingan yang semakin kuat [2]</p>
      <p id="_paragraph-20">Komalasari (2017) mengatakan “Kinerja keuangan dapat dianalisis melalui berbagai jenis rasio seperti solvabilitas, likuiditas, dan profitabilitas”. Kinerja perusahaan dapat dilacak melalui laporan keuangan. Rasio keuangan yang paling penting adalah profitabilitas. Hal ini karena profitabilitas menunjukkan pengembalian investor. Rasio profitabilitas, ROA guna mengevaluasi kinerja perusahaan. ROA menunjukkan keakuratan operasi yang menghasilkan laba. ROA tinggi memperlihatkan keberhasilan keuangan perusahaan yang kuat [3]. Keberhasilan perusahaan bergantung pada pemenuhan persyaratan kinerja. Kinerja keuangan penting karena membantu perusahaan untuk meningkatkan kinerjanya. Dengan meningkatkan efisiensi operasional, organisasi dapat bertujuan untuk mengungguli pesaing dalam pertumbuhan keuangan [4]. Industri pertambangan sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi dan dapat memacu industri lainnya. Pada tahun 2023, bisnis pertambangan di BEI terjadi pengurangan pendapatan dan laba bersih yang rendah. Penurunan kinerja keuangan tersebut terlihat pada tabel 1. yang menunjukkan perbandingan pendapatan dari tahun 2019 hingga 2023.</p>
      <table-wrap id="_table-figure-1">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-16">Perbandingan</bold>
            <bold id="_bold-17">Laba </bold>
            <bold id="_bold-18">Bersih</bold>
            <bold id="_bold-19">Perusahaan</bold>
          </title>
          <p id="_paragraph-23" />
        </caption>
        <table id="_table-1">
          <tbody>
            <tr id="table-row-d04d9664e18dabd82aa0195a570577fb">
              <th id="table-cell-3fb4e971ccff1dacd6dded193ad3f504" rowspan="2">No</th>
              <th id="table-cell-9e0ca649ff20f67a1521ecce5d570832" rowspan="2">Sub Sektor pertambangan</th>
              <th id="table-cell-c8dc16403c39917c318839e9a2f900a3" colspan="5">Laba Bersih Perusahaan</th>
            </tr>
            <tr id="table-row-836a845a47a57959217c8741a0ed6a01">
              <th id="table-cell-9096f523dfb3c7427e18cc6aa8197383">2019</th>
              <th id="table-cell-171cb7cb5aa4a6ad20646c4ac1c4ba96">2020</th>
              <th id="table-cell-f16692e0d2771a1c68673e2ca1fd2f61">2021</th>
              <th id="table-cell-4eaf2d9e759249de610f7b401b7b2189">2022</th>
              <th id="table-cell-a76631711ad8372db3af733a7f7ce59b">2023</th>
            </tr>
            <tr id="table-row-50b60fcdc327972cc032edd8e857d448">
              <td id="table-cell-5ec2eb84b57583e042a6fab84f7bf91d">1</td>
              <td id="table-cell-c61a98dd3840d8e83df65045343751ea">PTBA</td>
              <td id="table-cell-5f2e87fe876711994c89c27616266256">4.040,39</td>
              <td id="table-cell-14c269e0c7543875e19c8da504508c72">2.407,93</td>
              <td id="table-cell-2f484bbe3704be33eed0113fe04a10b3">8.036,89</td>
              <td id="table-cell-b2f625b442ba76f00f8bb780449b381c">12.779,43</td>
              <td id="table-cell-24e90ae8176f9840dcf89bce18ee8920">6.292,52</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6f5a02b9109f0ec98b86b21cbf3a6e02">
              <td id="table-cell-49bf255739798618713b2c2b92ce79fb">2</td>
              <td id="table-cell-ff8148366a2949906372bf5c668e5e10">TINS</td>
              <td id="table-cell-5fcc4072ab4798e6c8cc520af80f4f9e">611,284</td>
              <td id="table-cell-ec3ded6ceb757c2b3f8f9ad08a9f6edd">340,602</td>
              <td id="table-cell-6c3607f5e31553e82785e18334cd3ea7">1.302,84</td>
              <td id="table-cell-17985c8ebdf406dfaa845e09ae6e24a9">1.041,56</td>
              <td id="table-cell-c18878cebe0605cc25bd93b15f6b2a50">449,672</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5c34f21dc7c8e5b16d9e63dd90abea56">
              <td id="table-cell-f38473f471c9427f34e329d2d045b3b1">3</td>
              <td id="table-cell-34df5fdc33efef16531fc0e16f97dd70">ANTM</td>
              <td id="table-cell-4b0ac50d273e72484613e3868db3f925">193,85</td>
              <td id="table-cell-f3c8ee9622dd2f505f31ce4925962926">1.149,35</td>
              <td id="table-cell-5cb668dd84dc044d36d1987dfd5098cf">1.861,74</td>
              <td id="table-cell-2e3a390c868ab0749f8c5ff88c2498ef">3.820,96</td>
              <td id="table-cell-de3da3ec7a46401934194e583e6a6ee1">3.077,65</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-664a0de69028863bda95060f291bec7f">
              <td id="table-cell-140471985005cd7e35321e1696dd16bb" />
              <td id="table-cell-4c02542555c7040b10d8f1fdd9333970">Jumlah</td>
              <td id="table-cell-81767ba380271620c1e8fe788bee8552">4.845,53</td>
              <td id="table-cell-aa99bbbf95300601f6093915c1fbb3a4">3.897,88</td>
              <td id="table-cell-20729bc68d381a72745d4bb5bcdd5d2c">11.201,47</td>
              <td id="table-cell-130e8d898a1d3b5e7a8015ae113d0e02">17.641,95</td>
              <td id="table-cell-64baa08363f769e3ed81382f7eba43e2">9.819,84</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-25">Tabel 1 menunjukkan adanya fenomena bisnis, dimana kinerja keuangan pada sektor pertambangan periode 2019-2023 mengalami fluktuasi (perubahan naik turunnya pendapatan). Hal ini dapat dilihat dari jumlah nilai perusahaan pertahunnya, Sehingga Perusahaan pertambangan mengalami kerugian, mulai dari tahun 2019 berada diangka 4.845,53 sedangkan pada tahun 2020 berada diangka 3.897,88 kemudian mengalami kenaikan pada tahun 2021-2022 berada diangka 11.201,47 – 17.641,95 kemudian pada tahun 2023 mengalami penurunan yang sangat pesat yaitu berada diangka 9.819,84. Artinya, kinerja laporan keuangan mengalami penurunan setiap tahunnya. Hal ini dipengaruhi oleh melemahnya pasar ekspor, turunnya harga komoditas pertambangan dan energi, serta turunnya permintaan. Indonesia memanfaatkan ketegangan Rusia-Ukraina untuk mengurangi impor gas Eropa dan meningkatkan penggunaan batu bara. Penjualan anjlok ketika skenario berubah. Tentu saja, hal ini berdampak pada keuangan perusahaan [5].</p>
      <fig id="figure-panel-3413f874f362720682c5f47862a46d03">
        <label>Figure 1</label>
        <caption>
          <title>Perbandingan Laba Bersih Perusahaan Sektor Pertambangan Periode 2019-2023 (dalam milyaran rupiah)</title>
          <p id="paragraph-24e5694a91cbcbd893def8e2708ea0d8" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-571bae3eeedd7314432b8bfca1349e3c" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="a.png" />
      </fig>
      <p id="_paragraph-30"><italic id="_italic-24">Good corporate governance</italic> sering kali diteliti pengaruhnya mengenai kinerja keuangan. <italic id="_italic-25">Tata kelola perusahaan yang baik </italic>melindungi pemilik saham sebagai pemilik sedangkan kreditor bertindak sebagai penyedia dana dari luar [6]. GCG meningkatkan kinerja perusahaan dengan mengawasi manajer dan meminta pertanggungjawaban mereka kepada pemangku kepentingan didasarkan pada aturan. Penerapan GCG dapat meningkatkan nilai perusahaan jika berhasil dan memenuhi harapan lab. Keuntungan dari penerapan GCG yaitu peningkatan efektivitas serta keproduktifan suatu perusahaan, yang tentu mempengaruhi pada besarnya profit yang dihasilkan [7]. Penerapan GCG membantu organisasi mencapai tujuannya dan dikelola secara efektif dan transparan. Praktik GCG meliputi keterbukaan, independensi, akuntabilitas, tanggung jawab maupun kewajaran [8]. Indikator <italic id="_italic-26">Good corporate governance</italic> ialah kepemilikan institusional, dewan komisaris independen maupun komite audit. Sari dan Khuzaini (2022) mendefinisikan kepemilikan institusional sebagai kepemilikan saham pemerintah, keuangan, hukum, asing, dan organisasi lainnya. Struktur kepemilikan di Indonesia murni bersifat institusional". Dewan komisaris independen membantu korporasi menghindari keputusan manajemen yang membingungkan. Komisaris independen tidak memihak dalam pilihan manajemen, sehingga kepentingan pemangku kepentingan minoritas dan mayoritas akan tetap dipertimbangkan. Keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuannya dan meningkatkan kinerjanya untuk menghindari kerugian bergantung pada dewan komisaris independen. Ikatan Komite Audit Indonesia menjelaskan komite audit sebagai kelompok yang profesional dan tidak terikat oleh dewan komisaris untuk mendukung serta memperkuat fungsi dari dewan pengawas terkait laporan keuangan, manajemen, audit, dan tata kelola. Dalam penelitian tentang <italic id="_italic-27">Good corporate governance</italic>, Setiawan dan Setiadi menemukan bahwa kepemilikan institusional meningkatkan kinerja keuangan, dewan komisaris independen melakukannya maupun komite audit tidak. Sebaliknya, Abdul Malik menemukan kepemilikan institusional, dewan komisaris independen maupun komite audit memengaruhi kinerja keuangan.</p>
      <p id="_paragraph-31">Tidak hanya <italic id="_italic-28">Good corporate governance</italic><italic id="_italic-29">, </italic>tetapi juga variabel <italic id="_italic-30">Leverage</italic>memainkan peranan yang penting juga terhadap performa financial perusahaan. <italic id="_italic-31">Leverage</italic> mengukur sejauh mana perusahaan mengandalkan pinjaman untuk pendanannya. Permasalahan dapat muncul terkait pelunasan pinjaman yang masih ada beserta bunga di masa depan, jika manajemen menggunakan utang secara berlebihan untuk operasi perusahaan. <italic id="_italic-32">Leverage </italic>merupakan rasio yang menunjukkan bagaimana kaiatannya antara utang perusahaan dan total assetnya, yang juga dapat dilihat dari total asset perusahaan tersebut. <italic id="_italic-33">Leverage</italic>mencerminkan seberapa tinggi utang yang diambil oleh perusahaan untuk menilai kemampuannya dalam melunasi semua utang jika perusahaan terpaksa dibubarkan. Rasio sering dipakai ialah <italic id="_italic-34">debt to equity ratio</italic> (DER). Perbandingan ini membantu menghitung rasio liabilitas terhadap ekuitas. Rasio <italic id="_italic-35">Leverage</italic> membantu menentukan berapa banyak ekuitas yang digunakan sebagai agunan pinjaman [9]. Manajer melaporkan laba sekarang lebih tinggi daripada laba masa mendatang karena Fahrizki [10] menyatakan bahwa peningkatan <italic id="_italic-36">Leverage</italic> meningkatkan kemungkinan pelanggaran kontrak utang. Rasio utang terhadap ekuitas mengukur <italic id="_italic-37">Leverage</italic>. <italic id="_italic-38">Leverage</italic> (DER) berdampak negatif pada kinerja keuangan, menurut Pitaloka dan Hartono, Sefira et al., danSutra Dewi [11].</p>
      <p id="_paragraph-32"><italic id="_italic-39">Good corporate governance</italic>, <italic id="_italic-40">Leverage</italic> maupun Kinerja Keuangan tidak selalu memiliki korelasi secara langsung. Manajemen risiko berfungsi sebagai penghubung antara tata kelola perusahaan yang baik, <italic id="_italic-41">Leverage</italic>, dan Kinerja Keuangan. Manajemen risiko yang kuat dapat membantu perusahaan untuk bisa mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan risiko manajerial dan eksternal. Oleh karena itu, perusahaan maupun struktur keuangan yang sehat tetapi manajemen risiko yang lemah berisiko memiliki kinerja keuangan yang buruk [12]. Menurut Peny &amp; Meiliana [13] menyatakan bahwa Manajemen risiko terbukti berpengaruh efektif dalam meningkatkan dalam pengendalian tata kelola perusahaan, sehingga kinerja keuangan dapat dikelola secara maksimal.</p>
      <p id="_paragraph-33">Berdasarkan penjelasan dari peneliti yang sebelumnya, sebagian besar peneliti hanya mengeksplorasi dampak dari Good Corporate Governance dan Leverage secara terpisah pada Kinerja Keuangan, tanpa mengkaji peran manajemen risiko sebagai variabel intervening. Oleh karena itu, dapat disimpulkan adanya perbedaan dari hasil penelitian (research gap) dalam memahami proses bagaimana Good Corporate Governance dan Leverage dapat memberikan pengaruh terhadap Kinerja Keuangan perusahaan secara tidak langsung melalui manajemen risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan dari penelitian tersebut dengan menggabungkan tiga komponen yaitu Good Corporate Governance, Leverage, dan juga Manjemen Risiko dalam satu model analisis jalur, terutama pada sektor pertambangan yang diketahui memiliki profil risiko yang tinggi. Keterbaruan dari penelitian ini yaitu terletak pada penggabungan unsur-unsur tersebut, yang masih jarang ditemukan dalam literatur penelitian di Indonesia khususnya pada sektor pertambangan ini.</p>
      <p id="_paragraph-34">Oleh karena itu, penting untuk melakukan penelitian terkait Pengaruh <italic id="_italic-42">Good corporate governance</italic> dan <italic id="_italic-43">Leverage</italic> terhadap kinerja keuangan dengan manajemen risiko yang berfungsi sebagaivariabel intervening. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu manajemen sektor keuangan dan tata kelola perusahaan, serta memberikan rekomendasi praktis bagi manajemen perusahaan untuk meningkatkan kinerja keuangannya.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-28ec8adbeeb98feaf1e5238bfa36cc88">
      <title>
        <bold id="bold-b2f34cac55cf23412e61e98a747fdffa">Metode</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-36">Riset ini menggabungkan metode kuantitatif dan deskriptif dengan penelitian kuantitatif ialah kajian ilmiah yang sistematis dan terorganisasi terhadap peristiwa dan hubungan-hubungannya. Penelitian kuantitatif menciptakan dan menguji model-model matematika, ide-ide, dan hipotesis-hipotesis tentang fenomena alam. Simpulan-simpulan penelitian sangat dipengaruhi oleh pengukuran untuk memahami hubungan-hubungan variabel [14]. Penelitian ini menguji hubungan antara variabel-variabel independen (X) <italic id="_italic-44">Good corporate governance</italic> maupun <italic id="_italic-45">Leverage</italic> (DER) terhadap variabel dependen (Y) Kinerja Keuangan (ROA) dan ri Populasi yang diteliti meliputi 88 perusahaan pertambangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan laporan keuangan pada tahun 2019-2023. Dalam penelitian ini digunakan purposive sampling.</p>
      <p id="_paragraph-37">Purposive sampling menggunakan kriteria-kriteria untuk memilih sampel. Kriteria-kriteria tersebut adalah perusahaan pertambangan di Bursa Efek Indonesia selama periode yang diteliti serta yang menyampaikan laporan keuangan dan tahunan yang komprehensif sesuai dengan kriteria penelitian. Penggunaan dari metode purposive sampling ini yaitu berdasarkan pada kebutuhan untuk memilih perusahaan pertambangan yang secara konsisten menerbitkan laporan keuangan dan laporan tahunan yang lengkap dari periode 2019-2023 Peneliti menemukan 27 perusahaan yang memenuhi persyaratannya. Analisis ini mencakup 135 titik data dari tahun 2019 hingga 2023. Studi ini memproses data penelitian menggunakan SPSS Versi 25. Pengujian asumsi klasik dan analisis rute digunakan untuk menilai apakah faktor-faktor intervening memengaruhi variabel independen dan variabel dependen. Tujuan dari penggunaan analisis jalur dalam penelitian ini yaitu untuk menilai hubungan langsung dan tidak langsung antara variabel pada saat yang sama dalam model struktural. Menurut Ghozali [15] mengungkapkan bahwa bagaimana teknik ini bisa digunakan untuk mengevaluasi fungsi dari variabel intervening, seperti manajemen risiko dalam penelitian ini. Dengan demikian, analisis jalur memungkinkan peneliti untuk menilai peran dari setiap jalur pengaruh secara kuantitatif dan juga menentukan hubungan antara faktor eksogen dan endogen.</p>
      <p id="paragraph-fe5e1e871aa183df15137055d8a7f693">
        <bold id="bold-1">Instrumen Penelitian </bold>
      </p>
      <p id="paragraph-74e5ad1d261282177b73f71e100d4a5e">1. Kepemilikan Institusional : </p>
      <p id="paragraph-1cc0d4e946df46c3aaaae354b7df37a0">
        <inline-formula id="inline-formula-b4f2675e62992efeea8df76d13135272" content-type="math/tex">
          <tex-math><![CDATA[KI = Total saham yang dipegang oleh institusi / Total saham yang beredar]]></tex-math>
        </inline-formula>
      </p>
      <p id="paragraph-8c7c6c7a5d523729b56c801296652f00"><bold id="bold-2"/>2. Dewan Komisaris Independen : </p>
      <p id="paragraph-46659a8652bd4a84467d874403eb499e">DKI = <inline-formula id="inline-formula-e1a4370e863bbb68c3f7682e2b6a1223" content-type="math/tex"><tex-math><![CDATA[Total komisaris independen x 100]]></tex-math></inline-formula>% <inline-formula id="inline-formula-7434bac242d5a144e11be6cb88220719" content-type="math/tex"><tex-math><![CDATA[/ ]]></tex-math></inline-formula> <inline-formula id="inline-formula-51a54816ad9754d68a0b4131a0555b4e" content-type="math/tex"><tex-math><![CDATA[﻿﻿Total Komisaris ]]></tex-math></inline-formula> <bold id="bold-c7123acd9ce7c4abf1f1088d1ee3b451"/><bold id="bold-4"/></p>
      <p id="paragraph-0473f5ee19ee97daea64d67e9aa95cd0"><bold id="bold-6"/>3. Komite Audit : </p>
      <p id="paragraph-bb47d10fbe30a86579d93db31858fbc8">
        <inline-formula id="inline-formula-f1551cf5ac924748dc22467309d5004d" content-type="math/tex">
          <tex-math><![CDATA[﻿KA = [ Jumlah Komite Audit ]]]></tex-math>
        </inline-formula>
      </p>
      <p id="paragraph-02be800fcbc3cd1f55a7c6f48a051555">4. Leverage (DER) : </p>
      <p id="paragraph-061d00cec980cb7130dea19f4db6a9fb">
        <inline-formula id="inline-formula-6ecd09c8ad94b6e45b4d93b57b522344" content-type="math/tex">
          <tex-math><![CDATA[DER = Total Ekuitas]]></tex-math>
        </inline-formula>
        <underline id="underline-3">
          <inline-formula id="inline-formula-a5e2f1e5e8abca952b0be2684008d7b9" content-type="math/tex">
            <tex-math><![CDATA[/]]></tex-math>
          </inline-formula>
        </underline>
        <inline-formula id="inline-formula-82fba830944e37e6f2f5968c6c2373f4" content-type="math/tex">
          <tex-math><![CDATA[Total ]]></tex-math>
        </inline-formula>
        <bold id="bold-8" />
        <inline-formula id="inline-formula-3234835e816c6194f34392ce5d4cf7b6" content-type="math/tex">
          <tex-math><![CDATA[Utang]]></tex-math>
        </inline-formula>
      </p>
      <p id="paragraph-16c7bcd9c16bdfa259084c35d099d18e">5. Kinerja Keuangan : </p>
      <p id="paragraph-7b00d03cbbcc5a487031d37908383908"><inline-formula id="inline-formula-a829b98a56be18201f76341fd9f3e2a3" content-type="math/tex"><tex-math><![CDATA[ROA = Laba Bersih x 100]]></tex-math></inline-formula>% <inline-formula id="inline-formula-5c7243aa3790da2c8602085f704f6c57" content-type="math/tex"><tex-math><![CDATA[/]]></tex-math></inline-formula> <inline-formula id="inline-formula-12adf599aa2a7e33feb630f88ced7cd4" content-type="math/tex"><tex-math><![CDATA[Total Aktiva]]></tex-math></inline-formula> <bold id="bold-10"/></p>
      <p id="paragraph-eebc85731d574efd0f8a622a2c1f3581"><bold id="bold-12"/>6. Manajemen Risiko : Manajemen risiko diukur berdasarkan pengungkapan risiko dalam laporan tahunan</p>
    </sec>
    <sec id="heading-f960e124b6339601bd12348203f609ec">
      <title>
        <bold id="bold-f79c6965af022a05e00700c256015399">Hasil Dan Pembahasan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-52">Sebelum mengimplementasikan model regresi, uji asumsi klasik harus memastikan data memiliki distribusi normal [16]. Uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas merupakan uji asumsi klasik. Uji normalitas menunjukkan bahwa semua data terdistribusi secara teratur. Uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menghasilkan 0,068, &gt; 0,05 mempelrihatkan variabel terdistribusi normal dan terlihat di bagian tengah. Nilai Toleransi dan VIF menunjukkan pengujian multikolinearitas. Untuk semua variabel independen, VIF &lt;10 dan toleransi &gt; 0,10. Model regresi tidak bermasalah multikolinearitas. Uji Glesjer meregresikan nilai residual absolut terhadap variabel independen untuk mengevaluasi heteroskedastisitas. Hasil pengujian untuk setiap variabel di atas 0,05. Dengan demikian, semua variabel tidak memiliki heteroskedastisitas. Koefisien determinasi penelitian bernilai R kuadrat yang disesuaikan sebesar 0,103 atau 10,3%. Variabel independen menjelaskan 10,3% interaksi variabel dependen. <italic id="_italic-46">Good corporate governance</italic> dan <italic id="_italic-47">Leverage</italic> terhadap manajemen risiko bernilai sig sebesar 0,387 dalam pengujian hipotesis simultan (uji F). <italic id="_italic-48">Good corporate governance</italic> maupun <italic id="_italic-49">Leverage</italic> tidak mempengaruhi Kinerja Keuangan dengan nilai sig &gt; 0,05.</p>
      <p id="paragraph-aab5d534fab5d99db78457f6415fbc57">
        <bold id="bold-4bba42c5dc349cef7874eddf3fb240d9">1. </bold>
        <bold id="bold-3fab44ea224584f121e5e09ecc1304ea">Regresi Jalur Model (1) Pengaruh X terhadap Y</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-53">Berikut merupakan tabel hasil output dari regresi jalur model 1:</p>
      <table-wrap id="table-figure-e4de75bf00044bb17861fd70abc8332f">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="bold-83e7e8ce95e5e414530167a9deee3622">Hasil </bold>
            <bold id="bold-ac28858492915c8c3df5026062f7cca4">regresi</bold>
            <bold id="bold-b22c0bbaf4de9f476fd913d45937e4c8">model </bold>
            <bold id="bold-caf7f424edb82f5a242d159209f765aa">1</bold>
          </title>
          <p id="paragraph-d3c9ab4a7cbfd276c57316e5241989d4" />
        </caption>
        <table id="table-7aa31483c170af628882feae0ab92eb7">
          <tbody>
            <tr id="table-row-a979b5606e54bda123dd21a510ab781d">
              <th id="table-cell-61886d01278c400884e838bf597025fd"> Variabel </th>
              <th id="table-cell-fbb451aa6635d74e28d04d8c8ad065b9">
                <bold id="bold-1a957a8b9334a894b06a11165cfe1b38">β</bold>
              </th>
              <th id="table-cell-95b2c1b59c6a74384103fffd36169b60"> Sig </th>
            </tr>
            <tr id="table-row-fb76c77bfdd7d71445a0dfcd3e2101a9">
              <th id="table-cell-2b7bc246c397f313cba6c2708b30ab3b"> Kinerja Keuangan (Y) </th>
              <th id="table-cell-c875ad7153f78a7ecbac1e2fdf26c49f" />
              <th id="table-cell-576dfc1d4c9a16e88c6588b9a1fe3457" />
            </tr>
            <tr id="table-row-a3a94c5e5a121df9e1834e4cbb4a9e7a">
              <td id="table-cell-fd7d66d589f9a78f93529dc4843b53fa"> Kepemilikan Institusional (X1) </td>
              <td id="table-cell-99b305d34b2f7dc02360fbacdfa51515"> .016 </td>
              <td id="table-cell-b8b2df1b253c8bb096027c88110b4b95"> .865 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-275173631dde6331627c7cda53178dc6">
              <td id="table-cell-4110d6e9692545962ec8fd4e95e1d750"> Dewan Komisaris Independen (X2) </td>
              <td id="table-cell-ef53390af6647355eb656cab401df471"> -.013 </td>
              <td id="table-cell-fa6a497621da91be544346b27ad7e398"> .333 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-d88a0465fc91b19eaa18b334926f20d5">
              <td id="table-cell-8426ab783bf23fbdcf4d340c3b0033b5"> Komite Audit (X3) </td>
              <td id="table-cell-fad73bb491f2ba1acd2a7bceb68683ba"> -.092 </td>
              <td id="table-cell-0b28e60898c472ac2b64957da2acdfa2"> .987 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6ced45b9d959a06b015c41baf668d11f">
              <td id="table-cell-645cf1d59f45c2b44c8847429137c334"> Leverage (X4) </td>
              <td id="table-cell-9260d4572d625e54f32f70208d87fcbd"> -.184 </td>
              <td id="table-cell-38cb391fee5db6fcce96f7fe81e26ff0"> .076 </td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-58">Tabel 2. merupakan hasil dari uji regresi model 1, nilai signifikansi dari ke empat variabel yaitu X1 = 0.865 X2= 0.333, X3= 0.987 dan X4= 0.076.</p>
      <p id="paragraph-d06385ec9b496de871c4562cd87e6b84">1. Untuk variabel X1 = 0.865 0.05. X1 tidak berpengaruh signifikan terhadap Y</p>
      <p id="paragraph-2">2. Untuk variabel X2 = 0.333 0.05. X2 tidak berpengaruh signifikan terhadap Y</p>
      <p id="paragraph-3">3. Untuk variabel X3 = 0.987 0.05. X3 tidak berpengaruh signifikan terhadap Y</p>
      <p id="paragraph-4">4. Untuk variabel X4 = 0.079 0.05. X4 tidak berpengaruh signifikan terhadap Y</p>
      <table-wrap id="_table-figure-7">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-74">Output data Model Summary</bold>
          </title>
          <p id="_paragraph-61" />
        </caption>
        <table id="_table-7">
          <tbody>
            <tr id="table-row-e007c9f8a2009ecb77d843cb7184bd80">
              <th id="table-cell-94d9ed60be4bfe103c2dd7f40d6817a2">R</th>
              <th id="table-cell-b4db70e53d38376cb8ddb872759af19e">R Square</th>
              <th id="table-cell-3410e70173d475998c79d4ba6384abcb">Adjusted R Square</th>
              <th id="table-cell-916ea44722d444760772df6fb9faedd9">Std. Error of the Estimate</th>
            </tr>
            <tr id="table-row-7dbb6e02412ba8d5e2be5fad05e36ba7">
              <td id="table-cell-cf14251a759f2fa636b9f8dfd1e83f22">.264a</td>
              <td id="table-cell-4f8b35200af9042bf2b3d8359a54c465">.069</td>
              <td id="table-cell-1aa0aa34cf117bd6f6d32d22c084c7ef">.022</td>
              <td id="table-cell-5422905ee7aeed9d6a2cd05cc7e2f23c">1.11959</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f03203f7844029369d9c115c1f8fdb9d">
              <td id="table-cell-cbfb10e77bd06f2c85cc5e017fb852f9" colspan="4">a.	Predictor: (Contant), Leverage (DER), Dewan Komisaris Independen, 
Komite Audit, Kepemilikan Institusional
</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-63">Tabel 3 menunjukkan R square = 0,069. Hal ini menunjukkan bahwa X1–X4 memberikan kontribusi sebesar 6,9% terhadap Y, sedangkan aspek tidak termasuk pada penelitian ini memberikan kontribusi sebesar 93,1%. Sementara itu, e1 adalah 0,965.</p>
      <p id="_paragraph-64">Hasil penelitian diatas menunjukkan bahwa dari semua indikator yang digunakan variabel Good Corporate Governance (GCG) yaitu Kepemilikan Institusional, Dewan Komisaris Independen, dan Komite Audit tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan. Hal ini sama dengan penelitian menurut Abdul Malik [16] juga Sari dan Setyaningsih [17] yang menyatakan bahwa penerapan Good Corporate Governance belum tentu berpengaruh langsung terhadap profitabilitas sebuah perusahaan, terutama apabila fungsi dari pengawasan belum berjalan secara produktif. Selain itu, Leverage juga menyatakan bahwa tidak ada pengaruh langsung yang signifikan terhadap Kinerja Keuangan. Hal ini sama dengan penelitian menurut Pitaloka dan Hartono [18] yang menyatakan bahwa penggunaan utang yang berlebihan dapat meningkatkan risiko keuangan dan mengurangi kinerja perusahaan karena dapat menyebabkan terjadinya gagal bayar.</p>
      <p id="_paragraph-65">
        <bold id="bold-4483de5ea2524b305a4ffbefcee6f18f">2. Regresi Jalur Model (2) Pengaruh X terhadap Z </bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-66">Berikut merupakan tabel hasil output dari koefisien jalur model 2:</p>
      <table-wrap id="table-figure-9ae1129d18552353a84f7149819bc1e2">
        <label>Table 4</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="bold-ac4913275018cbea005af0764129583f">Hasil </bold>
            <bold id="bold-15d87b53399949ce5b3ce68ae0d484e7">regresi</bold>
            <bold id="bold-359444733175f7a7ffc8e6aac4550d3a">model </bold>
            <bold id="bold-162e57cc491f12708fdd4eeec72687ec">2</bold>
          </title>
          <p id="paragraph-f1a41fafc449432e7fa19296b32a17dd" />
        </caption>
        <table id="table-0084b59846f6805f67a067661df095f3">
          <tbody>
            <tr id="table-row-1bf5ea720d1812463d5a295074a7d9ae">
              <th id="table-cell-f5506d1085d9c6a2e1c211f495267d1f"> Variabel </th>
              <th id="table-cell-d8061a6aeb395eae40f705fecb4323b2">
                <bold id="bold-9cd990fa7bd0ff8c877746a763eea3b6">β</bold>
              </th>
              <th id="table-cell-2880a91bfa48ede93ca220c693586b3b"> Sig </th>
            </tr>
            <tr id="table-row-c448df45a386401dea06d96dca2674c7">
              <th id="table-cell-5242a917654d67ac8eb06e3be7d72ad9"> Manajemen Risiko (Z) </th>
              <th id="table-cell-17a802a2119c8718488c5f5705362939" />
              <th id="table-cell-c72ede42154265bd3d254d2d55bf7db8" />
            </tr>
            <tr id="table-row-a661b0590419943863674e28cfac68f5">
              <td id="table-cell-2a04a8094066294d298cc4160dda334a"> Kepemilikan Institusional (X1) </td>
              <td id="table-cell-b8e18c5c6754a38e50dd05776d76a794"> .030 </td>
              <td id="table-cell-6da7f69011ac53f54d979d3c3cbd923f"> .933 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-18dd8914bb794d30db3e81d90b208741">
              <td id="table-cell-69cb89bff78713a5ec6bcbe8d3262a64"> Dewan Komisaris Independen (X2) </td>
              <td id="table-cell-a1eb2800af619b4835d098b02a5ca4fb"> .116 </td>
              <td id="table-cell-54362e45f0b02749df7f2941bdceeaa3"> .019 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-f680bec4fbf2aabb22a81599f09c32ba">
              <td id="table-cell-230f999bf1d2a7fc7f1ed3b4a20f7e84"> Komite Audit (X3) </td>
              <td id="table-cell-75e612ffe59f9989b8c1c5be7c5ffed2"> 2.995 </td>
              <td id="table-cell-09ab69819fccb3eec79213cddbaf87fa"> .887 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-ef71cfb52016380bc7121f46ff119911">
              <td id="table-cell-b024de4da29ff27c923d3cfad68ca387"> Leverage (X4) </td>
              <td id="table-cell-fb44caa5e7cce7bd2af6e7580443a420"> -.286 </td>
              <td id="table-cell-103caa76227e6753c869e8e94b9742d2"> .465 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-0e5f1d11720bae8e6e7d93325b7c60e8">
              <td id="table-cell-40842d96e505371b02c30ffe24c677b9"> Kinerja Keuangan (ROA) </td>
              <td id="table-cell-729f4190c72e930fca78d426e9642023"> .783 </td>
              <td id="table-cell-1e77a728a0127f4ed4287e5f0f256df3"> .067 </td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-71">Berdasarkan dari hasil regresi model 2 pada bagian tabel 4, nilai signifikansi dari ke empat variabel ialah X1 = 0.933 X2= 0.019 X3= 0.887 X4= 0.465 dan Y= 0.067.</p>
      <p id="paragraph-4a36c95c9b859683b671d58470988fd6">1. Untuk variabel X1 = 0.933 0.05. X1 tidak berpengaruh signifikan terhadap Z</p>
      <p id="paragraph-ee6eeae96db10fab5b7c541df3b45d13">2. Untuk variabel X2 = 0.019 0.05. X2 berpengaruh signifikan terhadap Z</p>
      <p id="paragraph-3b861d8f57c6eea282af207678225df3">3. Untuk variabel X3 = 0.887 0.05. X3 tidak berpengaruh signifikan terhadap Z</p>
      <p id="paragraph-0075d41bb46da147fb706451c7fe3f38">4. Untuk variabel X4 = 0.465 0.05. Variabel X4 tidak berpengaruh signifikan terhadap Z</p>
      <p id="paragraph-5">5. Untuk variabel Y= 0.067 0.05. Variabel Y tidak berpengaruh signifikan terhadap Z</p>
      <table-wrap id="_table-figure-9">
        <label>Table 5</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-88">Output data Model Summary</bold>
          </title>
          <p id="_paragraph-74" />
        </caption>
        <table id="_table-9">
          <tbody>
            <tr id="table-row-a1005d304d5ccab5e55dcddae6aa49f0">
              <th id="table-cell-039e51200796e0315a377d87a8c07ae1">R</th>
              <th id="table-cell-1d1f87799f31e93a4a3274bbd563e15f">R Square</th>
              <th id="table-cell-11a952b4369f23a2f6200c7d788c2554">Adjusted R Square</th>
              <th id="table-cell-2cf8349aee00d006bb91cdd8d9148126">Std. Error of the Estimate</th>
            </tr>
            <tr id="table-row-bbfbb10b106c6e0887df9444bc3584fb">
              <td id="table-cell-907b8dafd47ad45b8cf045ab39e17c0a" colspan="4">a.	Predictor: (Contant), Kinerja Keuangan (ROA), Leverage (DER), Dewan Komisaris Independen, Komite audit dan kepemilikan institusional</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-75">Tabel 5 menunjukkan R square = 0,112 memperlihatkan X1, X2, X3, maupun X4 Y memberikan kontribusi sebesar 12,2% terhadap Z, sedangkan faktor lain yang tidak diteliti memberikan kontribusi sebesar 87,8%. Sementara itu, e1 adalah 0,942.</p>
      <p id="_paragraph-76">Berdasarkan penelitian diketahui bahwa dari semua proksi yang digunakan variabel Good Corporate Governance (GCG), terlihat hanya Dewan Komisaris Independen yang menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap manajemen risiko. Hal ini sama dengan penelitian menurut Kusnadi et al. [19] yang menyatakan bahwa keberadaan Dewan Komisaris Independen mampu memperbaiki kinerja pengawasan dan mampu mengurangi ketidaksamaan informasi dalam manajemen risiko. Ini menunjukkan bahwa peran independensi dalam pengambilan keputusan yang strategis sangatlah penting, terutama dalam industri yang mudah mengalami naik turunnya nilai pasar seperti pada sektor pertambangan ini. Namun sebaliknya, Kepemilikan Institusional dan Komite Audit menyatakan bahwa tidak adanya pengaruh yang signifikan terhadap manajemen risiko. Hal ini sama dengan hasil penelitian menurut Pertiwi, R. N., &amp; Sari [20] yang menyatakan bahwa Kepemilikan Institusional di Indonesia mendekati posisi yang pasif dalam pengambilan keputusan, juga Komite Audit lebih memprioritaskan kepada aspek kepatuhan formal dibandingkan dengan manajemen risiko yang strategis. Leverage juga menyatakan bahwa tidak adanya pengaruh yang signifikan terhadap manajemen risiko. Hal ini sama dengan penelitian menurut Nurkhin et al. [21], yang menyatakan bahwa dalam sektor modal intensif, seperti pertambangan, Leverage yang tinggi itu dianggap sebagai sesuatu hal yang normal dan juga tidak serta merta diiringi oleh peningkatan sistem manajemen risiko.</p>
      <table-wrap id="table-figure-88b9a3f572b8c109a737307bec18911f">
        <label>Table 6</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-94">Hasil uji </bold>
            <bold id="_bold-95">Analisis</bold>
            <bold id="_bold-96">jalur</bold>
          </title>
          <p id="paragraph-f9900dc96b83714773f93b113ccfd71f" />
        </caption>
        <table id="table-316d7c9f23ca5322b0dc2a783fd4f22a">
          <tbody>
            <tr id="table-row-02459451d6af444b46b85f9bf661b5fb">
              <th id="table-cell-1991b4fb17a85569123fe23061b071d1"> Variabel </th>
              <th id="table-cell-df4c5ce6afe6d851386e622d1e31576e"> Langsung </th>
              <th id="table-cell-3b3193b65ef5119e31ed619d9f321fcc"> Tidak   Langsung </th>
            </tr>
            <tr id="table-row-f0442b76ad9ca74464d91ad2317c7bb6">
              <th id="table-cell-9121fe37d99ebd2ef436625283f92b48"> Kinerja Keuangan (Y) </th>
              <th id="table-cell-294f02fffee5fa4cf3aae1b14025830a" />
              <th id="table-cell-d8fb46a686d9784636f45553d9c8d6ee" />
            </tr>
            <tr id="table-row-3057265b169819987d358d9344248b68">
              <th id="table-cell-e9ef2765c15622f27cea89a50730838a"> Manajemen Risiko (Z) </th>
              <th id="table-cell-48a913c71b488fb70860a180c301f270" />
              <th id="table-cell-53e46e08a2c057b39608a5a074379ec4" />
            </tr>
            <tr id="table-row-908681579bfc9f446c6bdcf3ff15ec42">
              <td id="table-cell-c6e94b73b59df2436ba79a25a20d9b77"> Kepemilikan Institusional (X1) </td>
              <td id="table-cell-70a68131ce3180d81ed70340fa15990c"> .034 </td>
              <td id="table-cell-782838d1ab0fc1c566860f11c385ce2d"> .014 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-6eb000409574149be9d0cee8cfff4916">
              <td id="table-cell-30f7a292a43889e2fa236a33e5876867"> Dewan Komisaris Independen (X2) </td>
              <td id="table-cell-3c335cd2c623466f2a66120a40e020f6"> .264 </td>
              <td id="table-cell-bf6c4b8c9892a8423042ebdf160da806"> .241 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-07805ae5b14d4650e32ba0a7e9936f47">
              <td id="table-cell-05d633981f8313f6542208ea5964affd"> Komite Audit (X3) </td>
              <td id="table-cell-b7eb912084fff402d4f26753661dce63"> .059 </td>
              <td id="table-cell-83ebc6fb8f675f942bd4572db8316188"> .058 </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-610cb3b606f35bd80ae8aa44e4a257e1">
              <td id="table-cell-edfa57f5ba92892d16f01aa169bbf628"> Leverage (X4) </td>
              <td id="table-cell-2de060309fe85d8d4809a4956119f7ae"> -.803 </td>
              <td id="table-cell-a1e821b0e560b5f7c8393113186e505f"> -.808 </td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="_paragraph-80">Pada Tabel 6, uji Sobel menunjukkan bahwa variabel X1 X2 X4 tidak memengaruhi Z secara tidak langsung karena nilai signifikansinya lebih rendah daripada pengaruh langsungnya. Dampak tidak langsung melebihi dampak langsung untuk X4. Hal ini menunjukkan bahwa X4 secara tidak langsung memengaruhi Z secara negatif melalui Y.</p>
      <p id="_paragraph-81">Penemuan ini berbeda dengan penelitian menurut Setiawan [22], yang mengungkapkan bahwa kepemilikan institusional secara sigifikan berpengaruh terhadap manajemen risiko, guna untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Namun hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian menurut Nurhasanah, L., &amp; Wibowo [23] yang mengungkapkan bahwa kehadiran dari dewan komisaris independen memiliki pengaruh langsung terhadap keterbukaan juga pengawasan perusahaan, tanpa adanya ketergantungan pada fungsi manajemen risiko sebagai mediator. Akan tetapi penelitian ini menguatkan temuan menurut Sari, M. D., &amp; Prasetyo [24] yang mengungkapkan bahwa efektivitas komite audit itu lebih kuat dalam pengawasan secara langsung daripada yang secara tidak langsung yaitu melalui fungsi manajemen risiko. Kemudian penelitian ini selaras dengan penelitian menurut Putri, S. A., &amp; Rahmawati [25] yang mengungkapkan bahwa perusahaan dengan utang yang tinggi akan menghasilkan risiko keuangan yang tinggi pula, dan pada akhirnya dapat menurunkan efektivitas dari manajemen risiko itu sendiri dalam meningkatkan kinerja.</p>
      <fig id="figure-panel-35929763d88173a01a83d7e850a7c151">
        <label>Figure 2</label>
        <caption>
          <title>
            <bold id="_bold-103">Diagram Hasil Analisis Jalur </bold>
          </title>
          <p id="paragraph-9e924810675d677c342711c698fd3be5" />
        </caption>
        <graphic id="graphic-5a3699c2764524ca670c214785c357f1" mimetype="image" mime-subtype="png" xlink:href="a2.png" />
      </fig>
    </sec>
    <sec id="heading-301146bfd045c4fe757c218a50fab882">
      <title>
        <bold id="bold-852e6115a816cfc52166777c1e592d6a">Simpulan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-89">Kesimpulan ini diperoleh peneliti setelah menguji 27 perusahaan dan 135 data perusahaan pertambangan di BEI tahun 2019–2023 :</p>
      <p id="paragraph-da15c16bf2018350d691720c3341e416">1. Pengaruh Langsung Terhadap Kinerja Keuangan (ROA)</p>
      <p id="paragraph-ef660aacdf819fc2b0d20b1048aae2f9">Dari hasil penelitian, tidak terlihat adanya pengaruh antara Kepemilikan Institusional, Dewan Komisaris Independen, Komite Audit dan <italic id="italic-1">Leverage</italic> (DER) terhadap Kinerja Keuangan (ROA). Hal ini mengindikasikan bahwa <italic id="italic-2">Good corporate governance</italic> serta struktur pendanaan secara langsung belum mampu meningkatkan Kinerja Keuangan di sektor pertambangan pada periode 2019-2023. Maka dari itu, perusahaan harus </p>
      <p id="paragraph-c7b4a65e17f9fab4c5718b7bdefce9c9">2. Pengaruh Langsung Terhadap Manajemen Risiko</p>
      <p id="paragraph-4a20fd00b885245cc80f6f831e564eaf">Dari semua variabel independen, hanya Dewan Komisaris Independen berdampak pada Manajemen Risiko. Ini memperlihatkan keberadaan Dewan Komisaris Independen dapat memperbaiki cara pengelolaan risiko yang lebih baik di perusahaan. Di sisi lain, Kepemilikan Institusional, Komite Audit, <italic id="italic-3">Leverage</italic> (DER) dan Kinerja Keuangan (ROA) tidak menunjukkan dampak yang signifikan terhadap Manajemen Risiko. Hal ini mengindikasikan bahwa Kepemilikan Institusional cenderung bersifat pasif, dimana mereka tidak selalu aktif dalam mengawasi risiko operasional. Selain itu, Komite Audit lebih fokus pada masalah kepatuhan daripada risiko, dan perusahaan mungkin sudah terbiasa dengan tingginya risiko <italic id="italic-4">Leverage</italic>, khususnya dalam sektor pertambangan yang sangat membutuhkan modal dan akrab terhadap utang. Tidak terlihat adanya perubahan strategi risiko yang signifikan meskipun utang perusahaan terus meningkat. Kinerja keuangan hanya mencerminkan hasil yang dicapai, bukan sebagai langkah pencegahan risiko. Oleh karena itu, tidak ada dampak signifikan terhadap manajemen risiko perusahaan. Maka dari itu perusahaan penting untuk dapat memperkuat dalam penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance, terkhusus pada peran strategis Dewan Komisaris Independen dalam manajemen risiko. </p>
      <p id="paragraph-aafb9dece40e7e9708267660ad22ecee">3. Pengaruh tidak langsung melalui variabel Manajemen Risiko (Manajemen Risk)</p>
      <p id="_paragraph-92">Pengaruh tidak langsung antara variabel-variabel seperti Kepemilikan Institusional, Komite Audit dan Leveage (DER) terhadap Manajemen Risiko melalui Kinerja Keuangan (ROA) lebih kecil daripada pengaruh langsungnya. Hal ini menunjukkan bahwa Manajemen Risiko belum mampu memediasi secara efektif hubungan diantara variabel <italic id="_italic-57">Good corporate governance</italic> maupun <italic id="_italic-58">Leverage</italic> terhadap Kinerja Keuangan dari hasil tersebut terlihat variabel <italic id="_italic-59">Leverage</italic> menunjukkan hasil pengaruh negatif terhadap Manajemen Risiko.</p>
      <p id="_paragraph-93">Dapat kita simpulkan bahwa <italic id="_italic-60">Good corporate governance</italic> maupun <italic id="_italic-61">Leverage</italic> belum menunjukkan dampak yang berarti dalam memperbaiki kinerja keuangan baik secara langsung maupun melalui manajemen risiko pada perusahaan di sektor pertambangan pada periode 2019 hingga 2023. Satu-satunya elemen GCG yang memberikan pengaruh positif yang signifikan adalah Dewan Komisaris Independen terhadap Manajemen Risiko, yang menegaskan betapa pentingnya pengawasan independen di dalam pengelolaan risiko perusahaan. Maka dari itu, perusahaan harus meningkatkan Dewan Komisaris Independen tidak hanya sebagai pengawas formal, tapi juga sebagai bagian penyusun strategi mitigasi risiko. Di samping itu, pengambilan sebuah keputusan yang berhubungan dengan pendanaan berbasis utang harus disertai dengan merancang risiko yang menyeluruh sehingga tidak membebani struktur keuangan perusahaan di masa depan nanti juga manajemen perlu menggabungkan manajemen risiko ke dalam proses perencanaan yang strategis untuk pengambilan keputusan keuangan.</p>
      <p id="_paragraph-94">Penelitian ini mempunyai beberapa keterbatasan. Yang pertama yaitu ruang lingkup penelitian hanya terbatas pada perusahaan di bidang pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, hingga hasilnya belum bisa abstraksi pada bidang lainnya. Yang kedua yaitu variabel-variabel yang dipakai masih bersifat kuantitatif dan juga belum menangkap cakupan kualitatif contohnya pada budaya perusahaan atau kemampuan komunikasi risiko. Disamping itu, pendekatan yang digunakan tidak dapat mempertimbangkan faktor eksternal contohnya yaitu pada keadaan ekonomi makro atau harga komoditas global yang dapat mempengaruhi sektor pertambangan.</p>
      <p id="_paragraph-95">Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk mencakup bidang lainnya contohnya bidang keuangan, farmasi atau manufaktur guna menghasilkan gambaran yang lebih luas lagi. Penliti juga bisa mengkaji ulang mengenai pendekatan mixed-method demi mendapat kan faktor-faktor kualitatif yang tidak termasuk didalam penelitian ini. Penambahan variabel lain juga bisa mengembangkan pemahaman mengenai hubungan antara Good Corporate Governance, Leverage, Manajemen Risiko serta Kinerja Keuangan.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>